ELASTISITAS

A. Konsep Dasar Elastisitas Elastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahan di bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran. Dalam bidang perekonomian daerah, konsep elastisitas dapat digunakan untuk memahami dampak dari suatu kebijakan. Sebagai contoh, Pemerintah Daerah dapat mengetahui dampak kenaikan pajak atau susidi terhadap pendapatan daerah, tingkat pelayanan masyarakat, kesejahteraan penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi, dan indikator ekonomi lainnya dengan menggunakan pendekatan elastisitas. Selain itu, konsep elastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikan pendapatan daerah terhadap pengeluaran daerah atau jenis pengeluaran daerah tertentu. Dengan kegunaannya tersebut, alat analisis ini dapat membantu pengambil kebijakan dalam memutuskan prioritas dan alternatif kebijakan yang memberikan manfaat terbesar bagi kemajuan daerah. Elastisitas dapat mengukur seberapa besar perubahan suatu variabel terhadap perubahan variabel lain. Sebagai contoh, elastisitas Y terhadap X mengukur berapa persen perubahan Y karena perubahan X sebesar 1 persen. Elastisitas Y terhadap X= % perubahan Y / % perubahan X Untuk memudahkan pemahaman terhadap konsep tersebut, berikut ini akan dibahas berbagai jenis elastisitas. Pembahasan elastisitas ini dijelaskan dalam konteks pasar, yaitu antara permintaan dan penawaran barang. Dengan memahami konsep tersebut, Pemerintah Daerah nantinya akan mampu mengaplikasikan konsep tersebut dalam pemerintahan daerah sesuai konteks yang dihadapi, baik dalam hal Pemerintah Daerah menjadi penyedia barang dan jasa publik maupun dalam berbagai kondisi lainnya.

elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi lima. 2. artinya kenaikan harga sebesar 1 persen hanya diikuti penurunan jumlah yang diminta kurang dari satu persen. Macam-macam Elastisitas Permintaan Berdasarkan nilainya. elastis. dan elastis sempurna. elastis uniter. 1. Besar atau kecilnya tingkat perubahan tersebut dapat diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas permintaan. inelastis. Nilai E < 1. sebaliknya penurunan harga sebesar 1 persen menyebabkan kenaikan jumlah barang yang diminta kurang dari 1 persen . Permintaan Inelastis Sempurna (E = 0) Permintaan inelastis sempurna terjadi ketika perubahan harga yang terjadi tidak berpengaruh terhadap jumlah permintaan (koefisien E = 0).B. Permintaan Inelastis (E < 1) Permintan inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan. Elastisitas Permintaan ( Price Elasticity of Demand ) Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa. yang diakibatkan perubahan harga barang/jasa tersebut. yaitu permintaan inelastis sempurna.

artinya kenaikan harga sebesar 1 persen diikuti oleh penurunan jumlah permintaan sebesar 1 persen. Permintaan Elastis Sempurna (E = ~) Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga. Koefisien elastisitas permintaan uniter adalah satu (E = 1). artinya kenaikan harga sebesar 1 persen menyebabkan kenaikan jumlah permintaan lebih dari 1 persen. Permintaan Elastis Uniter (E = 1) Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga. 4.3. dan sebaliknya. 5. Koefisien permintaan elastis bernilai lebih dari satu (E > 1). dan sebaliknya. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu X atau Q (kuantitas barang) . Permintaan Elastis (E > 1) Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga.

Permintaan Elastis Ketika bentuk permintaan suatu barang adalah elastis. Permintaan Inelastis . Sebagai contoh. TR = P x Q Keterangan: TR: total penerimaan P: harga output Q: kuantitas/jumlah output Salah satu faktor yang menentukan total penerimaan produsen adalah perubahan permintaan. 1. perusahaan melakukan kebijakan penurunan harga produknya.Elastisitas Permintaan dan Total Penerimaan Perhitungan elastisitas biasanya dimanfaatkan oleh pengambil keputusan yang ditujukan untuk meningkatkan penerimaan. Total penerimaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut. total penerimaan dapat didefinisikan sebagai perkalian antara harga dengan kuantitas barang dan jasa yang terjual. maka perubahan kecil dalam harga barang tersebut akan mengakibatkan perubahan total penerimaan yang relatif lebih besar. Penurunan harga walaupun kecil akan direspon oleh konsumen dengan membeli barang tersebut dalam jumlah yang relatif banyak. Dengan bentuk permintaan yang elastis. misalnya jumlah pendapatan yang diterima sebagai hasil dari penjualan barang dan jasa. Untuk mengetahui perubahan total penerimaan terhadap perubahan permintaan ditentukan oleh elastisitas permintaannya. maka keputusan produsen untuk menurunkan harga produknya akan potensial meningkatkan total penerimaan. Secara sederhana. 2. Jika bentuk permintaan produk tersebut adalah elastis berarti konsumen sangat responsif terhadap perubahan harga. Perbedaan tingkat elastisitas permintaan akan menentukan besarnya total penerimaan.

baik dalam pengertian nominal maupun riil. produsen dapat memperoleh tambahan penerimaan dengan menaikkan harga. Pada kondisi ini. Elastisitas . sehingga apabila produsen menetapkan kenaikan harga yang cukup tinggi sekalipun. I) Keterangan: Q: fungsi permintaan P: tingkat harga I: penghasilan konsumen Dalam konsep elastisitas penghasilan. Dengan kata lain. asumsi bahwa penghasilan konsumen konstan dihilangkan.Dengan bentuk permintaan yang inelastik. permintaan terhadap barang tersebut tidak terlalu berubah. 3. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Suatu konsep untuk mengukur derajat respons perubahan permintaan terhadap adanya perubahan penghasilan adalah elastisitas penghasilan. Elastisitas Penghasilan ( Income Elasticity of Demand ) Permintaan (pembelian) suatu barang atau jasa oleh konsumen dipengaruhi oleh perubahan penghasilan konsumen yang bersangkutan. Permintaan Elastis Uniter Apabila permintaan suatu barang adalah elastis uniter maka kenaikan (penurunan) harga akan direspon secara proporsional dengan penurunan (peningkatan) jumlah yang diminta. Dalam kasus sederhana. baik produsen melakukan peningkatan atau penurunan harga. Q = f (P. peningkatan ataupun penurunan harga tidak merubah total penerimaan produsen. perubahan harga hanya memberikan pengaruh yang kecil terhadap perubahan barang yang diminta. jika elastisitas barang adalah elastis uniter maka total penerimaannya konstan. elastisitas penghasilan merupakan tingkat perubahan relatif dari jumlah barang yagn diminta konsumen karena adanya perubahan penghasilan. fungsi permintaan dapat dinotasikan sebagai berikut.

jumlah barang yang diminta tidak mengalami perubahan. Secara matematis. Berapa pun perubahan penghasilan tidak akan merubah permintaan (konsumsi) barang tersebut. dan nol. Elastisitas penghasilan yang bernilai negatif. c) Elastisitas penghasilan dikatakan elastis jika perubahan penghasilan sebesar 1 persen menyebabkan perubahan permintaan lebih dari 1 persen. barang normal. yaitu: a) Elastisitas penghasilan uniter yaitu ketika peningkatan dalam penghasilan direspon oleh konsumen dengan peningkatan permintaan secara proporsional. 2. Elastisitas penghasilan bernilai nol. atau barang inferior. koefisien elastisitas penghasilan inelastis bernilai kurang dari 1 tetapi positif (0 < E<1). Secara matematis. Berdasarkan besarnya koefisien elastisitas penghasilan. Ketika penghasilan meningkat. . 3. Perubahan permintaan yang positif akan memberikan elastisitas penghasilan yang positif pula. Dalam hal ini elastisitas sama dengan satu (E = 1). Untuk penjelasan lebih lanjut dapat disimak sebagai berikut. negatif. 1. yaitu: elastisitas positif. Nilai elastisitas penghasilan tipe ini lebih dari satu (E > 1). b) Elastisitas penghasilan inelastis yaitu jika perubahan penghasilan sebesar 1 persen menyebabkan perubahan permintaan kurang dari 1 persen. elastisitas penghasilan didefinisikan sebagai persentase perubahan dalam jumlah barang yang diminta (Qx) dibagi dengan persentase perubahan dalam penghasilan (I). Sebagai contoh jika penghasilan konsumen meningkat sebesar 50 persen maka akan diimbangi dengan peningkatan permintaan sebesar 50 persen. suatu barang dapat dikelompokkan ke dalam barang mewah. Pada dasarnya terdapat tiga macam elastisitas penghasilan. Elastisitas penghasilan yang bernilai positif dapat dibagi menjadi tiga macam. Hal ini berarti bahwa kenaikan jumlah penghasilan justru mengakibatkan permintaan terhadap suatu barang menurun.penghasilan dapat didefinisiakan sebagai derajat sensitivitas perubahan permintaan sebagai akibat dari perubahan penghasilan seorang konsumen.

Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang substitutif). Sebagai contoh. Elastisitas silang positif. yaitu: positif. Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B. negatif. . Elastisitas silang nol. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B. peningkatan harga bensin mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor. peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. 3. Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti. 2. dapat pula bersifat pelengkap. Sebagai contoh. Terdapat tiga macam respons prubahan permintaan suatu barang (misal barang A) karena perubahan harga barang lain (barang B). Sebagai contoh. Elastisitas silang negatif. Dalam kaus semacam ini. Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap).Elastisitas Silang (Cross Elasticity ) Elastisitas silang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. 1. dan nol. kedua macam barang tidak saling berkaitan.

Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas penawaran. Dengan kata lain.C. Penawaran Inelastis Sempurna (E = 0) Penawaran inelastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Elastisitas Penawaran (Price Elasticity of Supply) Pengertian Elastisitas penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Penawaran Inelastis (E < 1) Penawaran inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan penawaran. elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi lima macam. jumlah yang ditawarkan relatif tidak sensitif terhadap perubahan harga. Macam-macam Elastisitas Penawaran Seperti dalam permintaan. yaitu 1. . Kurva penawaran sejajar dengan sumbu vertikal Y atau P (tingkat harga) 2.

3. 5. sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu horisontal (X) atau Q (jumlah output yang ditawarkan). Penawaran Elastis Sempurna (E = ~ ) Penawaran elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga. Penawaran Elastis Uniter (E = 1) Penawaran elastis uniter terjadi ketika perubahan harga sebanding dengan perubahan jumlah penawaran 4. Penawaran Elastis (E > 1) Penawaran elastis terjadi jika perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar. .

maka barang tersebut cenderung memiliki penawaran yang inelastis. Biaya dan kemudahan penyimpanan barang Barang dengan biaya penyimpanan yang mahal cenderung memiliki derajat elastisitas penawaran yang rendah. Sebagai contoh. penawaran akan lebih responsif terhadap perubahan harga sehingga penawarannya lebih elastis. penawaran cenderung inelastis karena tidak mudah bagi produsen untuk menyesuaikan jumlah barang yang ditawarkan secara cepat sebagai respon dari perubahan harga. Sementara itu. Waktu Dalam jangka pendek. Sifat ketahanan barang Apabila suatu barang tidak tahan lama (mudah rusak/membusuk) seperti halnya hasil. Barang tersebut biasanya tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga. . peningkatan harga sayuran tidak serta merta mengakibatkan perubahan (kenaikan) jumlah barang yang ditawarkan.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Penawaran 1. 3. 4. dalam jangka panjang.hasil pertanian. 2. Sifat alamiah suatu barang Produk-produk primer memiliki elastisitas yang rendah (inelastis) dibandingkan dengan produk-produk manufaktur yang memiliki elastisitas penawaran yang tinggi (elastis) relatif terhadap perubahan harga.

Berapakan besarnya koefisien elastisitas permintaan barang X tersebut? 2. Naiknya pendapatan seseorang dari Rp 200.000 mengakibatkan bertambahnya jumlah barang X yang diminta dari 10 unit menjadi 16 unit. Jika harga tiket bus naik menjadi Rp 45.Soal-soal Latihan 1.000. Dan permintaan rata-rata tiket KA tersebut sebanyak 2000.0.000.5 (tanda minus hanya menunjukan arah perubahan yang negatif yaitu sifat hubungan antara harga dan kuantitas berlawanan arah) Maka Ed = 2.2 Ed = . menyebabkan naiknya jumlah barang yang diminta menjadi 150 unit. Naiknya harga barang X dari Rp 200 menjadi Rp 250. Berapakah besarnya koefisien elastisitas silangnya? 4. 150 – 100 100 50 100 0. maka permintaan sebanyak 100 unit.2.= . Apabila harga tiket bus Rp 40. Diketahui apabila harga barang X Rp 500. Berapakah besarnya elastisitas pendapatan tersebut? Jawaban 1. menjadi Rp 300.000. maka permintaan tiket KA tersebut akan mengalami kenaikan menjadi 2300.5 Ed = ------------------. Turunnya harga barang X tersebut menjadi Rp 400.= ---------.5 > 1 yang berarti ELASTIS . menyebabkan bertambahnya jumlah barang yang ditawarkan dari 150 unit menjadi 200 unit.100 500 .= ----------.5 400 – 500 500 . maka harga tiket KA dengan jurusan yang sama berada dibawah harga tiket bus. Berapakah besarnya koefisien elastistas harga penawarannya? 3.2. sementara harga tiket KA tetap.

200 – 150 ½ (150 + 200) Es = -----------------------------------250 – 200 ½ (200 + 250) 50 ½ (350) 50 175 0.000) .= 1.28 Es = ---------------. 16 – 10 ½ (10 + 16) Ey = -------------------------------300.22 Jadi Es = 1.= -------.13 Ec = -------------.000 + 300.= -------.000 – 200.27 50 ½ (450) 50 225 0.2.08 5000 ½ (85000) 5000 42500 0. 2300 – 2000 ½ (2000 + 2300) Ec = -----------------------------------45000 – 40000 ½ (40000 + 45000) 300 ½ (4300) 300 2150 0.= ----------.= 1.000 ½ (200.= ---------.12 Jadi Ec = 1.27 > 1 yang berarti ELASTIS 3.08 > 1 yang berarti ELASTIS 4.

15 > 1 yang berarti ELASTIS Studi Kasus Elastisitas Pemasaran Iklan Ketika tingkat kepercayaan konsumen meningkat maka terciptalah sebuah brand yang terkenal.= 1.000 0.000) 100. iklan dapat mempengaruhi komposisi dari himpunan konsumen yang membeli merek. Namun lain halnya bagi masyarakat menengah keatas yang mempunyai persepsi sendiri tentang harga. sehingga iklan yang menguntungkan dan lebih berpengaruh pada elastisitas harga adalah iklan yang tidak menurunkan elastisitas permintaan. Hal inilah yang kemudian dimaksud dengan iklan yang dapat mengurangi sensitivitas harga konsumen. Kedua.6 ½ (26) 6 13 0.46 Ey = -------------.= -------. Jika sebuah merek memiliki pencitraan yang kuat dengan konsumen maka cenderung memiliki pangsa pasar yang lebih tinggi dan lebih mudah untuk mencapai penetrasi pasar yang lebih besar dan akan menghasilkan lebih efisien pengeluaran biaya dalam mempromosikan produk tersebut. Iklan juga mempengaruhi elastisitas konsumen dalam .000 ½ (500. iklan dapat mempengaruhi parameter dari fungsi permintaan konsumen individu sedemikian rupa untuk membuat konsumen individu lebih atau kurang sensitive terhadap harga. Sebagai tambahan. Titik kunci adalah bahwa iklan dapat mempengaruhi elastisitas harga permintaan untuk merek dalam dua cara berbeda secara fundamental. dimana mereka menilai harga yang mahal mengidentifikasikan kualitas dari produk tersebut. Konsumen menengah kebawah biasanya membeli produk pada saat produk tersebut ditawarkan dengan harga yang lebih murah. maka permintaan barang tersebut akan turun karena terdapat barang-barang alternatif atau subtitusi lainnya. keadaan tersebut dapat menyebabkan produsen baru untuk masuk ke dalam pasar. Pertama.000 Jadi Ey = 1. peneliti meneliti barang-barang yang elastis.15 100.40 250. Dalam kasus ini.= ---------. Hal ini terjadi karena ketika elastisitas harga suatu barang naik. sehingga masyarakat tidak lagi memperhitungkan tingkat harga pada produk tersebut.

memberi barang. hal ini akan mempengaruhi elastisitas konsumen dalam membeli barang karena semakin konsumen percaya akan suatu produk maka daya belinya akan semakin tinggi. Semakin tinggi nilai rating maka kepercayaan semakin sangat tinggi. .