P. 1
KAPASITOR

KAPASITOR

|Views: 490|Likes:

More info:

Published by: Rika Juwita Manurung on Oct 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2015

pdf

text

original

DASAR TEORI Kapasitor DAYA

2.1 Kapasitor Bank 2.1.1 Pengertian Kapasitor Bank Kapasitor merupakan komponen yang hanya dapat menyimpan dan memberikan energi yang terbatas sesuai dengan kapsitasnya. Pada dasarnya kapasitor tersusun oleh dua keping sejajar yang disebut electrodes yang dipisahkan oleh suatu ruangan yang disebut dielectric yang pada saat diberi tegangan akan menyimpan energi. Dalam sistem tenaga listrik kapasitor sering digunakan untuk memperbaiki tegangan jaringan dan untuk menyuplai daya reaktif ke beban yang berfungsi untuk memperbaiki nilai faktor daya dari sistem. Dalam perbaikan faktor daya kapasitor-kapasitor dirangkai dalam suatu panel yang disebut capacitor bank.

Gambar 2. 1 Kapasitor – kapasitor yang dihubungkan bintang dan delta. Kapasitor-kapasitor untuk perbaikan faktor daya dapat dihubungkan bintang atau delta dengan jaringan (gambar 2.1). Tahanan-tahanan dalam diagram gambar dimaksudkan untuk menekan arus-arus yang timbul pada saat kapasitor tersebut dihubungkan atau diputuskan. Kapasitansi kapasitor yang diperlukan untuk hubungan delta tiga kali lebih kecil, karena itu kapasitor untuk perbaikan faktor daya hampir selalu dihubungkan delta.

1

Kapasitor itu sendiri merupakan komponen yang penting karena mempunyai sifat-sifat : Dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu yang tidak tertentu. Dapat menahan arus searah (DC) Dapat melewatkan arus bolak-balik (AC)

Gambar 2. 2 Simbol kapasitor Kapasitor terdiri dari dua buah pelat konduktor yang sejajar dan dipisahkan oleh suatu bahan dielektrika. Muatan didalam kedua pelat tersebut didistribusikan secara merata keseluruh permukaan pelat. Fungsi dari bahan dielektrika itu adalah : Untuk memisahkan kedua pelat secara mekanis sehingga walaupun jaraknya sangat dekat tetapi satu sama lain tidak saling berhubungan. Untuk memperbesar kemampuan kedua pelat didalam menerima tegangan. Untuk memperbesar nilai kapasitansi.

Dua kapasitor dapat dihubungkan secara paralel atau dan secara seri seperti gambar berikut ini :

Gambar 2. 3 Hubungan kapasitor (a) paralel, (b) seri

2

2.1.2 Prinsip Kapasitor Ada dua hal yang harus diperhatikan pada kapasitor, yaitu pada saat pengisisan dan pengosongan muatan pada kapasitor. Untuk menyelidiki pengaruh yang terjadi pada saat-saat tersebut dapat kita gunakan rangkaian sebagai berikut :

Gambar 2. 4 Rangkaian pengisian dan pengosongan kapasitor Dalam pengisian (saklar pada posisi 1) elektron ditarik dari pelat atas oleh baterai sehingga menghasilkan sejumlah muatan positif pada pelat atas dan muatan negatif pada pelat bawah. Transfer elektron berlanjut sampai potensial pada kapasitor sama dengan ggl (E) terpasang. Arus dalam rangkaian ditentukan oleh banyaknya muatan yang melalui luas penampang kawat dalam periode waktu. Tegangan vc dapat ditentukan dengan : Vc(t) = E (1 – e-1/RC) dan VR(1) = E.e-t/T Pers. 2.2 Pers. 2.1

Tegangan VR dan arus Ic akan mencapai nol pada saat yang sama dan Vc mencapai E. Sesudah tegangan kapasitor mencapai tegangan input E, kapasitor telah terisi penuh. Seperti yang diperlihatkan pada gambar 2.4 kapasitor akan menahan muatannya selama periode waktu yang ditentukan oleh kebocoran arusnya. Kemudian jika saklar dipindah ke posisi 2,

3

Gambar 2. 5 Pengisian kapasitor Untuk kapasitor elektrolit, arus bocornya sangat tinggi, kapasitor ini akan mengosongkan muatannya lebih cepat seperti yang diperlihatkan pada gambar 2.5 Apabila saklar dipindah pada posisi 3, kapasitor memasuki fase pengosongan seperti yang diperlihatkan pada gambar 2.6

Gambar 2. 6 Pengosongan kapasitor Elektron pada pelat negatif menuju pelat positif saat saklar ditutup. Kapasitor bekerja sebagai sumber ggl sampai kosong (nol). Pernyataan matematik untuk arus Ic dan tegangan Vc dan VR yaitu : Vc(t) = E.e-t/T Ic(t) =
E − .e 1 /T = Vc(t) R

pengosongan pengosongan pengosongan

Pers.2.3 Pers.2.4. Pers.2.5.

VR(t) = E.e-t T = Vc(t)

Pengosongan lengkap terjadi pada lima konstanta waktu. Jika saklar gambar 2.6 dipindah posisinya setiap lima konstanta waktu, bentuk gelombang untuk arus Ic dan tegangan Vc dan VR seperti yang diperlihatkan pada gambar 2.7 berikut :

4

Gambar 2. 7 Pengisian, penyimpanan, pengosongan dan seterusnya.

2.1.3 Kapasitor Paralel Dalam Sistem Pemasangan kapasitor paralel dalam sistem sangat penting sebagai pengadaan daya reaktif dari sebuah sistem daya. Jelas bahwa saluran transmisi akan paling ekonomis bila dipakai mengirim daya aktif saja dimana kebutuhan daya reaktif beban didapat dalam sistem di konsumen atau kebanyakan pada tingkat substasiun. Hal ini akan memungkinkan penggunaan optimum saluran transmisi, memperbaiki operasionalnya dan mengurangi kerugian energi. Hal ini juga membutuhkan sistem dan perencanaan yang sangat hati-hati untuk memenuhi kebutuhan daya reaktif sistem, perencanaan daya aktif dan deprogram kapasitas generator tambahan. Kapasitor-kapasitor dalam sistem disusun dalam bentuk rangkaian penyimpan dan dapat dihubungkan bintang dan delta. Rangkaian penyimpan yang dihubungkan secara delta dipakai hanya satu bagian seri setiap fasa. Untuk tegangan lebih dipakai sambungan bintang, dimana rangkauan penyimpan sambungan bintang pada umumnya netral kapsitor hanya ditanahkan bila sistem atau transformator substasium ditanahkan secara efektif.

5

2.1.4 Kapasitor Paralel Tegangan Tinggi Tipe pada kapasitor ada yang dapat di switch dan ada yang tidak, tergantung pada pembebanan minimum, tegangan maksimum dan keadaan saluran catu dan substasiun. Untuk kapasitor yang tidak dapat di suitch, gigi pemindah dan reaktansi peredam dibutuhkan. Untuk kapasitor yang dapat di switch, pemindahan dan peredaman lonjakan arus serta penekanan harmonisa membutuhkan pertimbangan khusus. Pada kapasitor penyimpan tunggal dari perhitungan arus lonjakan pada saat pemindahan dilihat dari reactor peredam umumnya tidak dibutuhkan. Reaktansi sistem termasuk reaktansi transformator tempat kapasitor penyimpan dipasang telah cukup untuk menurunkan arus lonjakan dalam daerah yang aman bagi kapasitor atau roda pemindah. Meskipun selang arus lonjakan terlalu kecil, dalam daerah beberapa gelombang saja sehingga pengaruhnya dapat diabaikan. Bila sejumlah kapasitor penyimpana dipakai secara paralel, mungkin diperlukan penggunaan reaktansi seri untuk membatasi arus lonjakan. Ini karena kapasitor penyimpan tidak terhubung pada saat yang sama. Pada saat pemasangan, hubungan keadaan paling berat adalah pada saat satu kapasitor penyimpan telah terhubung dan kapasitor kedua yang dihubungkan dalam langkah untuk menutup. Kapasitor yang dihubungkan belakangan juga mendapat catu daya energi yang tersimpan di rangkaian yang lain, karenanya arus lonjakannya dapat melampaui batas aman. Untuk kapasitor paralel yang telah diisi, arus lonjakan ditentukan oleh pembuangan sesaat dari kapasitor yang telah diisi dan karena impedansi antara kapasitor yang telah diisi dan kapasitor yang akan diisi mungkin kecil, dapat mengakibatkan arus lonjakan puncak yang tingi. Publikasi IEC 70 untuk kapasitor menyarankan agar arus lonjakan maksimum tidak lebih dari 100 kali batas arus rms kapasitor.

6

2.1.5 Kapasitor Tegangan Rendah a. Pemasangan Kapasitor tegangan rednah dipasang pada sistem saluran distribusi masingmasing atau motor-motor para langganan untuk mengurangi kerugian sistem dan memperbaiki tegangan maupun kemampuan sistem, sebagai keuntungan tambahan bagi konsumen antara lain turunnya kVA yang dibutuhkan, kerugian daya dan tegangan yang stabil. Keuntungan optimum yang diinginkan dari kapasitor banyak tergantung pada kedudukan kapasitor yang tepat dalam sistem. Pelayanan ketiap-tiap langganan umumnya disukai karena alasan berikut : a. Dapat diatur dengan roda pengatur yang mengatur motor. b. Bila kapasitor-kapasitor dihubungkan pada sambungan motor tegangan rendah, arus beban reaktif yang mengalir lewat saluran tegangan tinggi dan rendah akan memperbaiki faktor daya di kedua ujung. Jadi kerugian daya di saluran tegangan tinggi dan tegangan rendah juga akan berkurang. c. Kapasitor langsung dihubungkan ke motor yang bekerja bila motor dipakai dan dilepas secara otomatik. d. Pemasangan kapasitor di substasiun atau saluran tegangan rendah membutuhkan pengunaan suitch untuk menggunakan kapasitor pada perioda waktu beban puncak dan melepas kapasitor saat beban rendah, ini memerlukan pemindah yang mahal. e. Dengan menggabungkan pelayanan tambahan yang merupakan pemasangan kapasitor umumnya, maka tempat kapasitor harus selalu diubah-ubah untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. a. Ukuran Kapasitor untuk Motor-motor Ukuran kapasitor harus dibuat sedemikian rupa sehingga arus kapasitor tidak melampaui arus beban motor pada tegangan normal. Kalau tidak, akan ada tegangan tinggi bila mesin berhenti. Sesuai IS : 2834 – 1964 batas kapasitor yang dihubungkan langsung dibatasi sampai dengan 90% kVAR magnit motor.

7

2.1.6 Kapasitas Kapasitor Dengan pemberian suatu bahan dielektrika maka besarnya kapasitansi akan beberapa kali lebih besar daripada kedua pelat tersebut hanya dipisahkan oleh ruang hampa udara. Menurut SI, satuan untuk kapasitansi sering dinyatakan dalam mikrofarad (1 μ F = 10-6 F) atau dalam pikofarad (1 pF = 10 -12 F), besarnya kapasitansi :
C= Q , V

Pers.2.6

Dimana : Q = Muatan (Coloumb) V = Tegangan (Volt) C = Kapasitansi kapasitor (Farad) Maka dengan menurunnya tegangan antara kedua pelat, kapasitansi akan bertambah besar. Nilai kapasitansi dari suatu kapasitor adalah berbanding lurus dengan permitivitas dari bahan dielektrika yang digunakan untuk memisahkan kedua pelat itu. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi besarnya nilai kapasitansi suatu kapasitor adalah jarak antara kedua pelat dan luas penampang pelat tersebut. Makin besar luas penampang pelat, berarti makin besar kemampuan untuk menyimpan muatan listrik yang berarti pula makin besar kapasitansinya. Tetapi sebaiknya bila jarak antara kedua pelat semakin jauh maka kapasitansinya akan semakin kecil dari Pers. 2.6.1 rumus kapasitansi dapat dituliskan sebagai berikut : C = ε 0 .ε r . Dimana :
ε 0 = Permitivitas ruang hampa 8,854 x 10-12 (F/m)
A d

Pers.2.7

ε r = Permitivitas relatif dari bahan dielektrika

A = Luas penampang pelat (m2) d = jarak antara kedua pelat (m)

2.1.7 Pemasangan Kapasitor Bank Dalam pemasangan kapasitor bank diperlukan : 1.Main switch/load Break witch

8

Main switch ini sebagai peralatan kontrol dan isolasi jika ada pemeliharaan panel . Sedangkan untuk pengaman kabel / instalasi sudah tersedia disisi atasnya (dari) MDP.Mains switch atau lebih dikenal load break switch adalah peralatan pemutus dan penyambung yang sifatnya on load yakni dapat diputus dan disambung dalam keadaan berbeban, berbeda dengan on-off switch model knife yang hanya dioperasikan pada saat tidak berbeban .Untuk menentukan kapasitas yang dipakai dengan perhitungan minimal 25 % lebih besar dari perhitungan KVar terpasang dari sebagai contoh :Jika daya kvar terpasang 400 Kvar dengan arus 600 Ampere , maka pilihan kita berdasarkan 600 A +25%=757Ampere yang dipakai size 800 Ampere. 2.Kapasitor Breaker. Kapasitor Breaker digunkakan untuk mengamankan instalasi kabel dari breaker ke Kapasitor bank dan juga kapasitor itu sendiri. Kapasitas breaker yang digunakan sebesar 1,5 kali dari arus nominal dengan I m = 10 x Ir.Untuk menghitung besarnya arus dapat digunakan rumusI n = Qc / 3 . VLSebagai contoh : masing masing steps dari 10 steps besarnya 20 Kvar maka dengan menggunakan rumus diatas didapat besarnya arus sebesar 29 ampere , maka pemilihan kapasitas breaker sebesar 29 + 50 % = 43 A atau yang dipakai 40 Ampere.Selain breaker dapat pula digunakan Fuse , Pemakaian Fuse ini sebenarnya lebih baik karena respon dari kondisi over current dan Short circuit lebih baik namun tidak efisien dalam pengoperasian jika dalam kondisi putus harus selalu ada penggantian fuse. Jika memakai fuse perhitungannya juga sama dengan pemakaian breaker. 3. Magnetic Contactor Magnetic contactor diperlukan sebagai Peralatan kontrol.Beban kapasitor mempunyai arus puncak yang tinggi , lebih tinggi dari beban motor. Untuk pemilihan magnetic contactor minimal 10 % lebih tinggi dari arus nominal ( pada AC 3 dengan beban induktif/kapasitif). Pemilihan magnetic dengan range ampere lebih tinggi akan lebih baik sehingga umur pemakaian magnetic contactor lebih lama.

9

4. Kapasitor Bank Kapasitor bank adalah peralatan listrik yang mempunyai sifat kapasitif..yang akan berfungsi sebagai penyeimbang sifat induktif. Kapasitas kapasitor dari ukuran 5 KVar sampai 60 Kvar. Dari tegangan kerja 230 V sampai 525 Volt. 5. Reactive Power Regulator Peralatan ini berfungsi untuk mengatur kerja kontaktor agar daya reaktif yang akan disupply ke jaringan/ system dapat bekerja sesuai kapasitas yang dibutuhkan. Dengan acuan pembacaan besaran arus dan tegangan pada sisi utama Breaker maka daya reaktif yang dibutuhkan dapat terbaca dan regulator inilah yang akan mengatur kapan dan berapa daya reaktif yang diperlukan. Peralatan ini mempunyai bermacam macam steps dari 6 steps , 12 steps sampai 18 steps. Peralatan tambahan yang biasa digunakan pada panel kapasitor antara lain : - Push button on dan push button off yang berfungsi mengoperasikan magnetic contactor secara manual.- Selektor auto – off – manual yang berfungsi memilih system operasional auto dari modul atau manual dari push button. - Exhaust fan + thermostat yang berfungsi mengatur ambein temperature dalam ruang panel kapasitor. Karena kapasitor , kontaktor dan kabel penghantar mempunyai disipasi daya panas yang besar maka temperature ruang panel meningkat.setelah setting dari thermostat terlampaui maka exhust fan akan otomatic berhenti.

2.2 DAYA DAN FAKTOR DAYA 2.2.1 Daya dalam Rangkaian Listrik Arus Bolak Balik Dalam rangkaian-rangkaian listrik, daya merupakan suatu besaran yang penting. Pada umumnya, kegunaan suatu peralatan listrik berhubungan dengan day keluaran yang dihasilkan. Hampir setiap daya listrik yang dibangkitkan bentuk gelombangnya adalah gelombang sinusoida atau gabungan sinusoida. Ukuran daya yang sangat penting, terutama untuk arus dan tegangan berulang adalah daya rata-rata. Daya rata-rata ini sama dengan kecepatan rata-rata

10

tenaga yang diserap oleh suatu unsur tidak bergantung pada waktu. Dalam suatu motor listrik, daya rata-rata yang diberikan kepada motor menentukan keluarannya karena pengaruh roda gila pada motor tersebut memperhalus variasi torsi yang berhubungan dengan daya sesaat yang diberikan pada katub-katubnya.

Gambar 2. 8 Rangkaian arus bolak-balik Dengan arus dan tegangan yang berubah arah dua kali setiap daur, daya yang diperoleh juga berubah menurut waktu. Lihat gambar rangkaian 2.8 dengan tegangan bolak-balik.
v = 2VSin( ω l +ϕ )

Pers.2.8

V sama dengan nilai efektif tegangan, dikenakan pada suatu rangkaian dengan impedansi setara sebesar : Z < θ = R + jX Jika arus yang mengalir dalam rangkaian ini adalah :
i = 2 /Sinωt

Pers.2.9 Pers.2.10 Pers.2.11

Maka daya sesaat yang diberikan sumber tegangan pada rangkaian ini adalah : P=vi =
2VSin(ω t + φ ). 2 ISinφ

Gelombang tegangan arus dan daya diperlihatkan pada gambar berikut :

Gambar 2. 9Gelombang tegangan, arus dan daya yang dilukis terhadap sumbu waktu. Daya rata-rata P yang diberikan pada rangkaian adalah :

11

P = V I Cos φ panas. Daya sesaat yang diserap resistor adalah : PR = I VR = I (iR) Bila arus/ mengalir seperti yang diberikan oleh Pers. 3.1.3 maka : PR = 212R Sin2ωt dalam gambar berikut :

Pers.2.12

Bila daya diberikan pada suatu resistor, maka semuanya akan diubah menjadi Pers.2.13 Pers.2.14

Hubungan antara fungsi waktu tegangan, arus dan daya dalam resistor diberikan

Gambar 2. 10 Tegangan, arus yang sefasa dan daya hasilnya Karena pers 3.1.7 akan sama dengan nol jika diambil rata-ratanya, maka daya rata-rata rangkaian tersebut adalah : P = I2R Pers.2.14 Dua unsur rangkaian lainnya, induktor dan kapasitor berpengaruh terhadap daya sesaat tetapi tidak mempunyai andil dalam daya rata-ratanya. Jika arus yang melalui sebuah inductor meningkat, maka tenaga yang diterima itu dipindahkan dari angkaian tersebut menjadi medan magnet, tetapi tenaga itu akan dikembalikan lagi ke rangkaiannya jika arus dalam rangkaian tersebut berkurang. Demikian pula halnya, jika tegangan antara suatu kapasitor meningkat, maka tenaganya akan dipindahkan dari rangkaian menjadi medan listrik dan akan dikembalikan lagi ke rangkaian tersebut jika tegangannya berkurang. Hubungan antara tegangan, arus dalam inductor gambar 2.12 berikut ini : diperlihatkan dalam gambar 2.11 dan hubungan antara tegangan, arus dan daya dalam kapasitor diperlihatkan dalam

12

Gambar 2. 11 Grafik fungsi terhadap waktu dari tegangan, arus yang tertinggal dari tegangan 900 dan daya yang dihasilkannya.

Gambar 2. 12 Grafik fungsi terhadap waktu dari tegangan, arus yang mendahului tegangan 900 dan daya yang dihasilkannya. Daya rata-rata yang mengalir dalam kedua unsur reaktif ini sama dengan nol. Daya dalam unsur reaktif menentukan kapasitas generator dan ukuran komponen rangkaian lain yang menerima tenaga keluar masuk tersebut. Nilai maksimum daya keluar masuk dalam unsur rangkaian reaktif yang didefenisikan sebagai Q : Q = I2X Ampere Reaktif. Pers 2.15 Daya tersebut juga disebut sebagai daya tanpa watt dan diukur dalam Volt

13

2.2.2 Daya Kompleks Jika suatu arus (I) mengalir dalam suatu rangkaian yang mengandung sebuah resistenasi R dan sebuah reaktan X, seperti gambar 2.8 maka tenaga yang berikan oleh sumber akan diubah menjadi panas dalam resistor tersebut dan dipertukarkan antara sumber dengan medan dalam reaktansinya. Dalam sistem arus bolak balik dikenal 3 jenis daya yaitu : 1. Daya Semu Daya semu ini sering juga disebut dengan daya terpasang yaitu daya yang diterima dari sumber arus bolak-balik untuk pemakaian daya listrik yang diperlukan oleh suatu beban. Daya ini tidak semua dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu beban. Daya ini tidak semua dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu kerja nyata. Daya semu dinyatakan dengan symbol “S” dengan satuan Volt Ampere atau (kVa), diukur tanpa memandang sifat impedansinya. S = V. I (VA) 2. Daya Nyata Daya nyata adalah daya listrik yang menghasilkan suatu kerja nyata. Nama lain dari daya nyata adalah daya aktif dan diberi symbol ‘P” dengan satuan kilo watt (kW). Pemakaian dari daya nyata ini akan terbaca pada alat kW meter dan rumusnya dapat dilihat pada persamaan 2.12 3. Daya Reaktif Daya reaktif dibagi atas dua bagian yaitu daya reaktif induktif dan daya reaktif kapasitif. Pemakaian dari daya reaktif ini tidak terukur oleh kW meter. Daya reaktif induktif adalah daya listrik yang digunakan untuk menimbulkan medan magnit seperti pada motor induksi untuk proses konversi energi dan pada transformator diperlukan medan magnet untuk perpindahan daya lustrik (menginduksikan tegangan) dari sisiprimer ke sisi sekunder. Daya reaktif induktif dibutuhkan oleh beban yang bersifat induktif. Daya reaktif kapasitas adalah daya listrik yang dihasilkan oleh kapasitor, dimana daya ini tidak menghasilkan kerja nyata. Daya reaktif diberi symbol “Q” dengan satuan kilo Volt Ampere (kVAR). Q = V . I Sin φ (kVAR) Pers.2.17 Pers.2.16

14

Daya S, P dan Q dapat digambarkan dalam suatu segitiga yang disebut segitiga Daya.

Gambar 2. 13 Segitiga daya Bentuk S = V.I, P = V.I Cos φ dan Q = V.I sin φ hanya menyatakan besar daya dan tidak memperlihatkan hubungan satu sama lain. S2 = P2 + Q 2 S=
P2 +Q2

Pers.2.18

Bentuk ini mengingatkan besar (harga mutlak) suatu bilangan kompleks
A

= b + jc = P + jQ =

A = b2 +c2

Pers.2.19 Pers.2.20

Ini berarti Daya semu S dapat dinyatakan dalam bentuk kompleks
S

Daya kompleks S diperoleh dari persamaan
S V ..I

I = konjugasi dari I

Pers.2.21 Pers.2.22 Pers.2.23 Pers.2.24 Pers.2.25 Pers.2.26 Pers.2.27

Untuk sistem 3 fasa, besar daya S, P dan Q dinyatakan dengan : S= Atau
3.

VLL.ILL

S=3. Vph.Iph P= VLL.ILL.Cosφ

3.

Atau

P=3.Vph.Iph.Cosφ Q= VLL.ILL.Sinφ

3.

Atau

Q=3.Vph.Iph.Sinφ

Dimana : VLL = Tegangan line ke line (Volt) Vph = Tegangan phasa(volt) ILL = Arus line (Ampere) Iph = Arus phasa(Ampere) Cos φ = Faktor daya

15

2.2.3 Faktor Daya Pada umumnya beban-beban yang terpakai di industri adalah bersifat induktif. Penambahan beban yang bersifat induktif lainnya akan menurunkan faktor daya dari sistem tersebut. Faktor daya adalah perbandingan antara daya nyata atau daya aktif (KW) terhadap daya semu (KVA). Sehingga dengan demikian dapat dirumuskan sebagai berikut : Cos φ =
P S

Pers. 2.28

Faktor daya merupakan cosinus sudut antara gelombang tegangan dan gelombang arus. Pada beban yang bersifat induktif (IL) faktor daya dalam keadaan lagging (gelombang arus tertinggal terhadap gelombang tegangan). Sedangkan pada beban yang bersifat kapasitif (Ic) factor daya dalam keadaan leading (gelombang arus mendahului gelombang tegangan). a. Penyebab Rendahnya Faktor Daya Pada umumnya faktor daya rendah disebabkan oleh : 1. Banyak pemakai arus bolak-balik (AC) menggunakan motor induksi sebagai penggerak utama yang bekerja pada faktor daya lagging dan ini akan menambah laggingnya faktor daya. 2. Transformator-transformator yang mempunyai faktor daya yang sangat rendah karena menghasilkan arus magnetisasi yang menyebabkan arus totalnya menjadi tertinggal terhadap tegangan. 3. Penggunaan penyearah sebagai ganti pasangan motor generator untuk mencatu daya arus searah (DC). 4. Pemakaian lampu tabung (neon) yang beroperasi pada daya rendah. 5. Alat-alat las busur listrik yang mempunyai factor daya rendah. b. Kerugian Akibat Faktor Daya Rendah Faktor daya yang rendah akan menimbulkan kerugian antara lain :

16

1. Pada faktor daya yang rendah, arus yang mengalir relatif besar yang mengakibatkan rugi-rugi tegangan dan rugi-rugi daya/panas yang besar. 2. Arus yang relative besar akan menyebabkan kenaikan temperature konduktor, hal ini akan menyebabkan umur peralatan menjadi berkurang. 3. Harus menggunakan kabel-kabel suplai dan aparatur yang lebih berat.

2.2.4 Perbaikan Faktor Daya Besar kecilnya daya erat hubungannya dengan kebutuhan beban terhadap daya reaktif. Daya reaktif yang dibutuhkan beban adalah bersifat induktif, dimana fasa arus tertinggal terhadap fasa tegangan sumber. Semakin rendah faktor daya berarti kebutuhan akan daya reaktif induktif beban akan semakin besar jika sudut fasa antara arus semakin kecil. Cara untuk memperbaiki faktor daya adalah dengan mengurangi daya reaktif induktif. Untuk mengurangi komponen daya reaktif ini dapat dilakukan dengan cara pemasangan daya reaktif kapasitif. Besarnya daya reaktif kapasitif tergantung dari besarnya perbaikan faktor daya yang diinginkan. Faktor daya dari setiap sistem dapat diperbaiki dengan menggunakan kapasitor yang dihubungkan parallel dengan ebban yang umumnya bersifat induktif seperti motor induksi, alat las dan sebagainya. Dengan faktor daya maksimum, rugi-rugi daya karena resistansi saluran akan berkurang. Untuk memberikan daya yang sama besar diperlukan arus yang lebih besar bila faktor daya maksimum lebih rendah daripada faktor daya beban yang mempunyai faktor daya lebih tinggi. Perbaikan faktor daya tersebut dikenal sebagai kompensasi fasa. Prinsip Perbaikan Faktor Daya Dengan Kapasitor Prinsip perbaikan faktor daya dapat dijelaskan pada gambar berikut :

17

Gambar 2. 14 Rangkaian dan Diagram Faktor Keterangan gambar : φ1 dan φ2 = sudut faktor daya sebelum dan sesudah perbaikan faktor daya. I1 dan I2 =Arus beban sebelum dan sesudah perbaikan faktor daya. S1 dan S2 = Daya semu beban sebelum dan sesudah eprbaikan faktor daya. P = Daya aktif beban Qc = Daya reaktif kapasitor Diasumsikan daya aktif sebelum dan sesudah perbaikan faktor daya tetap. a. Daya reaktif beban sebelum perbaikan faktor daya (Q1) Q1 = P tan φ1 b. Daya reaktif beban sesudah perbaikan faktor daya (Q2) Q2 = P tan φ2 Qc = Q1 – Q2 Qc = P (tan φ1 dan tan φ2) Besar kapasitansi kapasitor adalah :
V2 Qc = Xc

Pers.2.29 Pers.2.30 Pers.2.31 Pers.2.32

Besar daya reaktif yang dikompensasikan atau diberikan kapasitor adalah :

Pers.2.33 Pers.2.34 Pers.2.35

Qc = V2 . 2πfC C=
Qc 2π fV
2

Keuntungan Perbaikan Faktor Daya Keuntungan dari perbaikan faktor daya adalah sebagai berikut :

18

1. Mengurangi drop tegangan disisi beban. 2. Mengurangi komponen-komponen induktif arus jala-jala. 3. Dapat menghindari trafo kelebihan beban (overload), sehingga memberikan tambahan daya yang tersedia. 4. Dapat menghindari kenaikan arus/ suhu pada kabel, sehingga mengurangi rugi-rugi daya dalam sistem. 5. Memperbaiki pengaturan (regulasi) tegangan. 6. Meningkatkan kapasitor dalam alternator. 7. Kapasitas Kw dari penggerak mula (prime motor) menjadi lebih baik. 8. Efisiensi dari setiap sistem meningkat. 9. Biaya keseluruhan menjadi lebih murah.

2.2.5 Ukuran Kapasitor Untuk Perbaikan Faktor Daya Menghitung Daya Reaktif dengan Tabel faktor daya (Cosφ) Ada 3 (tiga) metode untuk menentukan daya reaktif (Qc) yang diperlukan yaitu : 1. Metode Sederhana Metode ini digunakan agar dengan cepat bisa menentukan Qc. Angka yang harus di ingat 0,94 untuk setiap kW beban : Contoh soal : Perkiraan rata-rata faktor daya suatu instalasi : 0,65 Faktor daya yang diinginkan : 0,95 Maka dari tabel cos φ didapat angka : 0,84 Untuk menghindari denda PLN suatu instalasi dengan beban 17 kW memerlukan daya reaktif (Qc) sebesar = 0,84 x 17 kW = 14,28 Kvar 2. Metode Kwitansi PLN Metode ini memerlukan data dari kwitansi PLN selama satu periode (misalnya 1 tahun). Kemudian data penghitungan diambil dari pembayaran denda kVARH yang tertinggi. Data lain yang diperlukan adalah jumlah waktu pemakaian. Qc =
kVarhtertinggi waktu pemakaian ( kVAR)

Pers.2.36

19

P=

kWhtertinggi waktu pemakaian

( kW )

Pers.2.37

3. Metode cos φ Metode ini menggunakan tabel cos φ (lihat pada lampiran 1). Data yang diperlukan adalah daya beban total dari faktor daya (cos φ). Jika tidak memiliki data untuk daya beban, dapat juga dihitung menggunakan rumus : Daya beban = Vx I Cos φ x I = Arus jaringan/ instalasi Cos φ = Faktor daya jaringan/ instalasi 4. Menghitung daya Reaktif dengan Nomogram Perhitungan daya reaktif kapasitor yang dibutuhkan untuk memperbaiki faktor daya dari Cosφd dipakai persamaan berikut : kVAR = kW (tanφe – tanφd) Atau kVAR = Kw x MF Dimana MF : Faktor pengali Nomogram pada gambar 2.18 menyelesaikan persamaan diatas. Dengan bantuan nomogram ini faktor pengali untuk setiap perbaikan faktor daya dapat dibaca langsung. Daya reaktif kapasitor yang dibutuhkan untuk perbaikan ini akan berupa faktor pengali dari kW seperti pada contoh berikut : Kita butuh mendapatkan besarnya kasptor untuk memperbaiki faktor daya dari beban 100 kW dari 65 % dan 85 %. Dalam gambar 2.18 penyetelan 65 % dan 85 % pada skala yang bersangkutan dan diperpanjang sampai skala faktor pengali untuk mendapatkan faktor pengali 0,55. maka besar daya reaktif yang dibutuhkan adalah 100 x 0,55 = 55,0. Pers.2.39 Pers.2.38
3,

dengan :

V = Tegangan jaringan/ instalasi

20

Gambar 2. 15 Nomogram untuk menghitung faktor pengali yang dibutuhkan untuk menentukan kapasitor.

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->