P. 1
pedoman organisasi BK

pedoman organisasi BK

|Views: 751|Likes:
Published by MIFTAKHURROKHIM

More info:

Published by: MIFTAKHURROKHIM on Jul 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2012

pdf

text

original

PEDOMAN ORGANISASI BENTENG KEDAULATAN

2009
Digandakan oleh: DEWAN PIMPINAN PROVINSI JAWA TENGAH 19649068.doc

RANCANGAN KEPUTUSAN RAPAT KERJA NASIONAL I TAHUN 2009 BENTENG KEDAULATAN NOMOR : 001/RAKERNAS-BENTENG KEDAULATAN/2009 Tentang Pedoman Keorganisasian, Struktur Organisasi dan Tata Kerja BENTENG KEDAULATAN Dengan rahmat Tuhann Yang Maha Esa Rapat Kerja Nasional 1 BENTENG KEDAULATAN , setelah: Menimbang : l. Bahwa demi mewujudkan cita-cita dan tujuan BENTENG KEDAULATAN dipandang perlu adanya pedoman keorganisasian, yang memuat ketentuan mengenai struktur dan tata-kerja serta tugas, wewenang dan tanggung jawab pengurus dalam sebuah Kepengurusan Organisasi di semua tingkatan, sebagai penjabaran dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi; 2. Bahwa Musyawarah Kerja Nasional 1 (Mukernas I) tahun 2009 BENTENG KEDAULATAN merupakan salah satu forum permusyawaratan organisasi yang memiliki kewewenangan untuk menetapkan Pedoman Keorganisasian BENTENG KEDAULATAN; Mengingat Memperhatikan : 1. AD/ART BENTENG KEDAULATAN 2. Keputusan MUSPIM DPN : Saran dan masukan dari para peserta Rakernas I Tahun 2009 BENTENG KEDAULATAN; Memutuskan Menetapkan : l. Pedoman Keorganisasian BENTENG KEDAULATAN sebagaimana terlampir;

19649068.doc

2. Menugaskan kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BENTENG KEDAULATAN mensosialisasikan untuk dan menyempurnakan, I ini; 3. Keputusan ini berlaku sejak waktu dan tanggal ditetapkan. Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : Mei 2009

memperjuangkan pelaksanaan keputusan Mukernas

PIMPINAN RAPAT KERJA NASIONAL BENTENG KEDAULATAN

Farhan Effendy Ketua Umum DPN

Cesma J Pasaribu Sekretaris Jenderal DPN

19649068.doc

PEDOMAN KEORGANISASIAN BENTENG KEDAULATAN BABI KETENTUAN UMUM Pasal 1 (1) Pedoman keorganisasian merupakan pedoman dan peraturan yang memuat ketentuan mengenai struktur dan tata kerja serta tugas, wewenang serta tanggung jawab pengurus dalam sebuah Kepengurusan Organisasi di semua tingkatan.
(2)

Yang dimaksud "Organisasi" dalam ketentuan ini di singkat BK. a. Organisasi ini bersifat kebangsaan, demokratis, otonom dan terbuka tanpa membedakan asal-usul, suku, ras, keturunan, agama, gender, profesi dan golongan; b. Sifat "Otonom" sebagaimana dimaksud dalam butir a pasal 1 ayat (3) ini sekaligus menjadi status Organisasi, yaitu sebagai Badan Otonom , yang mengandung pengertian bahwa Organisasi ini otonom atau mandiri dalam menentukan dan Kepemudaan

(3) Pedoman Organisasi ini memiliki sifat dan status sebagai berikut:

menjalankan kebijakan Organisasinya, namun sikap dan/atau garis kebijakan politiknya tidak bertentangan dengan sikap dan/atau garis kebijakan politik ;
(4)

Yang dimaksud "Kepengurusan Organisasi" dalam ketentuan ini adalah badan kolektif Organisasi yang memiliki kedudukan sebagai pemegang kepemimpinan tertinggi Organisasi di tingkatannya masing-masing, yaitu: Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Dewan Pimpinan Provinsi (DPP), Dewan Pimpinan Kabupaten/ Kota (DPK), Koordinator Anak Cabang (KAC), dan Koordinator Ranting (KR).

(5) Kepengurusaan Organisasi di semua tingkatan terdiri dari: a. Pengurus Harian; dan

19649068.doc

b. Divisi-divisi (6) Kepengurusan Organisasi dapat membentuk Perangkat Organisasi di tingkatannya masing-masing menurut situasi, kondisi, kebutuhan, potensi dan kemampuan. (7) Pengurus Harian, Divisi-divisi dan Perangkat Organisasi di semua tingkatan merupakan satu kesatuan organik yang memiliki tugas, wewenang
(8)

dan

tanggung

jawab

masing-masing

sesuai

dengan

kedudukannya. Kepengurusan Organisasi di semua tingkatan dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya harus sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan Organisasi, dan peraturan Organisasi lainnya.
(9)

Untuk memperjelas dan mengoptimalkan kepengurusan Organisasi dalam menjalankan tugas, wewenang dan tanggungjawabnya, diadakan tata-kerja yang berisi pembagian tugas, wewenang dan tanggung-jawab di antara unsur-unsur Kepengurusan Organisasi. BAB II

STRUKTUR DAN TATA KERJA KEPENGURUSAN ORGANISASI Bagian Pertama Dewan Pimpinan Nasional Pasal 2 Kedudukan dan Lingkup Kerja (1) Kepengurusan Organisasi di tingkat nasional disebut Dewan Pimpinan Nasional (DPN), sebagai badan kolektif yang memegang kepemimpinan tertinggi Organisasi di tingkat nasional yang berkedudukan di Ibu Kota Negara Republik Indonesia; (2) Lingkup Kerja DPN meliputi seluruh wilayah kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 3

19649068.doc

Wewenang, Tugas dan Tanggung-jawab (1) DPN memiliki wewenang:
a.

Menentukan kebijakan Organisasi di tingkat Nasional sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil pemusyawaratan tingkat nasional serta peraturan organisasi lainnya;

b. Mengesahkan komposisi dan personalia DPP dan DPK; c. Melantik pengurus DPP dan DPK;
d.

Mengesahkan

keanggotaan

Anggota

Kehormatan

setelah

mengkonsultasikannya kepada DKN . e. Melakukan upaya-upaya khususdemi keuntungan / pengembangan / kebesaran Organisasi dan / atau demi mengamankan kepentingan perjuangan dan / atau pencapaian tujuan Organisasi; (2) DPN memiliki tugas:
a.

Menjalankan roda Organisasi ke dalam maupun keluar, sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil pemusyawaratan tingkat nasional serta Peraturan Organisasi lainnya;

b. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pada kongres;
c.

Melakukan pelaporan dan konsultasi kepada Dewan Kebijakan nasional (DKN)

(3) DPN bertanggungjawab kepada Kongres sebagai forum permusyawaratan tertinggi Organisasi di tingkat nasional. Pasal 14 (1) Pengurus Harian DPN adalah pemegang amanah kepemimpinan kolektif tertinggi Organisasi di tingkat nasional
(2)

Pengurus Harian DPN beranggotakan sebanyak-banyak 35 (tiga puluh lima) orang, dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada Kongres untuk masa jabatan 5 (lima) tahun;

(3) Susunan Pengurus Harian DPN terdiri dari seorang Ketua Umum dibantu beberapa orang Ketua, seorang Sekretaris Jenderal dibantu bcberapa orang

19649068.doc

Wakil Sekekretaris Jenderal, dan seorang Bendahara dibantu beberapa orang Wakil Bendahara. (4) Orang-orang yang menjadi keanggotaan pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) pasal 4 ini berasal dari tokoh-tokoh dan/atau aktivisaktivis pemuda, yang mana sedapat mungkin mencerminkan representasi daerah; (5) Pengurus Harian DPN memiliki wewenang: a. Menentukan kebijakan dan pola pengolahan organisasi secara nasional kedalam maupun keluar; b. Membentuk dan menetapkan pcrsonalia Divisi-divisi di tingkat nasional; c. Membentuk serta menetapkan struktur dan personalia perangkat-perangakat Organisasi di tingkat nasional sesuai dengan situasi, kebutuhan, potensi dan kemampuan; d. Mengesahkan komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Provinsi(DPP) dan Dewan Pimpinan Kabupaten(DPK); e. Melantik Pengurus DPP
f.

Mengesahkan

keanggotaan

Anggota

Kehormatan

setelah

mengkonsultasikannya kepacia Dewan Kebijakan Nasional g. Melakukan kebesaran upaya-upaya khususdemi keuntungan / pengembang / Organisasi dan/atau demi mengamankan kepentingan

perjuangan dan/atau pencapaian tujuan Organisasi; (6) Pengurus Harian DPN memiliki tugas: a. Memelihara kemurnian perjuangan dan melaksanakan kebijakan Organisasi; b. Menjalankan Organisasi di tingkat nasional ke dalam maupun ke luar secara efektif dan efesien dalam rangka pencapaian tujuan Organisasi; c. Menjabarkan kebijakan organisasi dalam bentuk program-program kegiatan yang realitas, efektif dan efesien dalam rangka pencapaian tujuan Organisasi;

19649068.doc

d.

Melakukan pelaporan kepada dan konsultasi dialogis dengan Dewan Kebijakan Nasional

e. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Kongres. Pasal 5 Ketua Umum (1) Ketua Umum adalah mandataris Kongres yang dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada Kongres, dan pemegang amanah kepemimpinan tertinggi Organisasi untuk masa jabatan lima tahun. (2) Ketua Umum memiliki tugas: a. b. c. d. e. Memimpin jalannya roda Organisasi secara nasional; Mengendalikan pelaksanaan kebijakan umum Organisasi secara nasional baik ke dalam maupun ke luar; Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian dan distribusi tugas diantara Pengurus harian DPN; Memimpin rapat Pengurus Harian dan rapat Pleno DPN. Melakukan langkah-langkah proaktif dan/atau upaya-upaya khusus atau terobosan demi keuntungan/pengembangan/kebesaran Organisasi dan/atau demi mengamankan kepentingan perjuangan dan/atau pencapaian tujuan Organisasi, dengan tetap mengacu kepada kebijakan umum Organisasi;
f.

Melakukan pelaporan dan konsultasi kepada Pengurus Dewan Kebijakan Nasional Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kepada Kongres;

g.

(3) Ketua Umum memiliki wewenang: a. Menentukan pola pengembangan program-program perjuangan Organisasi secara nasional; b. Menentukan kebijakan mengenai upaya-upaya khusus yang perlu dilakukan demi keuntungan/pengembangan/kebesaran Organisasi dan/atau demi mengam,nkan kepentingan perjuangan dan/atau pencapaian tujuan Organisasi;

19649068.doc

c. Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktifitas Divisi-divisi dalam pelaksanaan program kerja organisasi demi berjalannya roda organisasi; d. Mewakili Kepengurusan Organisasi baik untuk lingkungan intern Organisasi maupun dalam berhubungan dengan pihak luar; e. Mewakili Kepengurusan Organisasi di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian baik mengenai kepengurusan maupun tindakan pemilikan; f. Menandatangani surat-surat: 1) Surat-surat keputusan, bersama Sekretaris Jenderal/Wakil Sekretaris Jenderal; 2) Surat-surat rutin, bersama Sekretaris Jenderal/Wakil Sekretaris Jenderal; 3) Surat-surat berharga untuk dan atas nama Organisasi, bersama Sekretaris Jenderal/Wakil Sekretaris Jenderal;

19649068.doc

Pasal 6 Ketua-Ketua (1) Ketua-ketua memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Ketua Umum, sesuai dengan bidangnya masing-masing; b. Mewakili Ketua Umum apabila berhalangan; c. Melaksanakan tugas sesuai dengan bidang yang telah ditentukan; d. Membuat perencanaan program dan mengkoordinasikan kegiatan Divisidivisi dan perangkat Organisasi di tingkat nasional sesuai dengan bidang masing-masing; e. Melakukan pembinaan dan koordinasi daerah sesuai dengan pembagian yang disepakati; f. Membuat laporan secara berkala kepada Ketua Umum mengenai perkembangan bidang dan wilayah binaan/koordinasinya; (2) Ketua-ketua memiliki wewenang:
a.

Melaksanakan wewenang Ketua umum apabila ia berhalangan, berdasarkan mandat Ketua Umum atau keputusan Rapat Pengurus Harian DPN;

b. Mengurus pelaksanaan tugas-tugas di bidang tertentu. c. Menetukan pola pengolahan program-program Organisasi sesuai dengan bidang masing-masing. d. Menjalin hubungan dan kerjasama dengan pihak luar sesuai dengan bidang masing-masing. e. Menandatangani surat-surat resmi Organisasi sesuai dengan bidang masingmasing, bersama Sekretaris Jenderal/Wakil Sekretaris Jenderal. (3) Ketua-ketua bertanggung-jawab kepada Ketua Umum. Pasal 7 Sekretaris Jenderal (1) Sekretaris Jenderal memiliki tugas:

19649068.doc

a. Membantu Ketua umum / Ketua dalam mengelola organisasi dan menjalankan program-program perjuangan Organisasi; b. Mengendalikan kegiatan sehari-hari Pengurus Harian DPN; c. Membuat perencanaan rapat-rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno DPN; d. Memimpin dan mengendalikan Seketariat Jenderal; e. Memonitor perkembangan kinerja dan/atau jaringan Organisasi. f. Membuat laporan secara berkala kepada Ketua Umum mengenai keadaan dan perkembangan kinerja dan/atau jaringan Organisasi. (2) Sekretaris Jenderal memiliki wewenang: a. Melakukan kontak jaringan dan membangun kerjasama dengan pihak luar di lingkup nasional untuk dan atas nama kepentingan Organisasi.
b.

Mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan umum Organisasi kepada unsur Pengurus Harian yang lain, Divisi-divisi dan perangkat Organisasi untuk diimplementasikan dalam bentuk program kerja;

c. Menentukan sistem manajemen kesekretariatan Sekretariat Jenderal; d. Menandatangani surat-surat: 1) Surat-surat Keputusan Organisasi dan Kepengurusan Organisasi, bersama Ketua Umum; 2) Surat-surat rutin, bersama Ketua Umum/Ketua; 3) Surat-surat berharga untuk dan atas nama Organisasi, bersama Ketua Umum Bendahara/Wakil Bendahara; (3) Sekretaris Jenderal bertanggung-jawab kepada Ketua Umum. Pasal 8 Wakil-wakil Sekretaris Jenderal (1) Wakil-wakil Sekretaris Jenderal memiliki tugas: a. b. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Sekretaris Jenderal; Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kesekretariatan sesuai dengan pembagian tugas yang di sepakati. (2) Wakil-wakil Sekretaris Jenderal memiliki wewenang:

19649068.doc

a. Melaksanakan

wewenang

Sekretaris

Jenderal

bila

la

berhalangan,

berdasarkan penunjukan dan/atau keputusan rapat Pengurus Harian DPN; b. Menadatangani surat-surat rutin organisasi, bersama Ketua Umum atau Ketua-ketua. (3) Wakil-wakil Sekretaris Jenderal bertanggung-jawab kepada Ketua Umum. Pasal 9 Bendahara (1) Bendahara memiliki tugas: a. Menggali, mengembangkan serta mendayagunakan sumber dana dan kekayaan Organisasi; b. Mengelola dan mengendalikan arus masuk dan arus keluarnya keuangan Organisasi; c. Membuat laporan keuangan berkala dan disampaikan kepada rapat Pengurus Harian DPN. (2) Bendahara memiliki wewenang: a. Menentukan sistem pengolahan keuangan Organisasi yang amanah dan efisien; b. Menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Biaya Organisasi; c. Menandatangani surat-surat berharga milik atau atas nama Organisasi, bersama dengan Ketua Umum/Ketua Sekretaris .Ienderal; d. Menjalankan fungsi sebagai Kepala Rumah Tangga DPN. (3) Bendahara bertanggungjawab kepada Ketua Umum. Pasal 10 Wakil-wakil Bendahara (1) a. Wakil-wakil bendahara memiliki tugas: Membantu pelaksanaan tugas-tugas bendahara.

19649068.doc

b.

Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kebendaharaan sesuai dengan ketentuan pembagian tugas yang disepakati bersama unsurunsur kebendaharaan.

c.

Menyiapkan bahan-bahan laporan keuangan secara berkala untuk disampaikan oleh Bendahara kepada rapat Pengurus Harian DPN. Wakil-wakil Bendahara memiliki wewenang:

(2)

a. Melaksanakan wewenang Bendahara apabila berhalangan, berdasarkan penunjukan oleh dan/atau keputusan rapat Pengurus Harian DPN; b. Melakukan internal audit terhadap keuangan Organisasi. (3) Wakil-wakil Bendahara bertanggung-jawab kepada Ketua Umum. Pasal 11 Divisi-divisi (1) Divisi adalah kelengkapan Organisasi dibentuk untuk masa-masa jabatan lima tahun yang berfungsi sebagai unit-unit pelaksana teknis programprogram Organisasi, berdasarkan keputusan rapat Pengurus Harian DPN; (2) Tiap-tiap Divisi terdiri dari: seorang Koordinator (merangkap anggota) serta seorang Sekretaris (merangkap anggota), dan anggota-anggota. Dalam hal Koordinator atau Sekretaris Divisi berhalangan, Pengurus Harian dapat menunjuk salah satu anggota Divisi untuk menjadi Pejabat Koordinator, dan demikian pula terhadap Sekretaris Divisi atau keduanya; (3) Divisi-divisi memiliki wewenang: a. b. c. Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan. Menentukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugasnya kerja masing-masing Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara DPN.

19649068.doc

d.

Mengajukan usul pembengtukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas-tugasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan;

(4) Divisi-divisi memiliki tugas: a. b. c. d. Memelihara Organisasi; Melaksanakan kegiatan-kegiatan secara teknis, realistis, efektif dan efisien yang telah diputuskan oleh rapat Pengurus Harian DPN; Membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan keuangan yang berkaitan dengan unit kerjanya; Menyampaikan Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan kepada Rapat Pleno; (5) Divisi-divisi dalam menjalankan wewenang dan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (4) pasal 11 ini harus sesuai dengan kebijakan Pengurus Harian, Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, hasilhasil permusyawaratan Organisasi, dan Peraturan Organisasi lainnya. (6) Divisi-divisi berada di bawah koordinasi dan bertanggungjawab kepada Ketua-Ketua sesuai dengan bidangnya. Pasal 12 Koordinator-Koordinator Divisi
(1)

kemurniaan

perjuangan

dan

melaksanakan

kebijakan

Koordinator-Koordinator Divisi adalah pimpinan Divisi yang ditunjuk untuk masa jabatan lima tahun berdasarkan putusan rapat Pengurus Harian DPN;

(2) Koordinator-koordinator Divisi memiliki tugas: a. b. c. Memimpin aktivitas Divisi sesuai dengan bidang kerja Divisinya masingmasing; Mernbantu pelaksanaan tugas-tugas Ketua-Ketua, sesuai dengan bidangnya masing-masing; Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan program kerja yang menjadi tugas Divisinya dan mengkonsultasikannya kepada Ketua-Ketua sesuai dengan bidangnya masing-masing;

19649068.doc

d. e. f.

Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian tugas di antara Anggotaanggota Divisinya; Memimpin rapat Divisi dan rapat teknis kegiatan yang terkait dengan bidang kerja Divisinya; Melakukan pembinaan kepada dan koordinasi dengan perangkat Organisasi yang terkait dengan bidang Divisinya, berdasarkan hasil keputusan Rapat Pengurus Harian DPN;

g.

Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Ketua-Ketua sesuai dengan bidangnya masing-masing.

(3) Koordinator-koordinator Divisi memiliki wewenang: a. Menetukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugasnya kerjanya masingmasing; b. Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas anggota Divisi dalam pelaksanaan kegiatan prog am kerja Organisasi; c. Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan; d. Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara Umum;. e. Mengajukan usul pembentukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas-tugasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan; (4) Koordinator-koordinator Divisi bertanggungjawab kepada Ketua-ketua sesuai dengan bidangnya.

Pasal 13 Sekretaris Divisi (1) Sekretaris Divisi memiliki tugas: kegiatan yang menjadi bidang kerja Divisinya; b. Membuat perencanaan rapat-rapat Divisi; a. Membantu Koordinator dalam hal administrasi dan pelaporan pelaksanaan

19649068.doc

c. Menyiapkan laporan berkala dan laporan pertanggungjawaban untuk disampaikan bidangnya; d. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Sekretaris Divisi. (2) Sekretaris Divisi memiliki wewenang: Divisinya kepada unsur-unsur anggota Divisi lainnya; b. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Koordinator Divisi. (3) Sekretaris Divisi bertanggungjawah kepada Koordinator Divisi. Pasal 14 Anggota-anggota Divisi (1) Anggota-anggota Divisi memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Koordinator dan/atau sekretaris Divisi; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang telah ditentukan. (2) Anggota-anggota Divisi memiliki wewenang mewakili pelaksanaan tugas dan atau wewenang Koordinator dan/atau Sekretaris Divisi apabila salah satu atau keduanya berhalangan, berdasarkan penunjukan atau putusan rapat Pengurus Harian DPN. Bagian kedua Dewan Pimpinan wilayah Pasal 15 Kedudukan dan Lingkup Kerja
(1)

oleh

Koordinator

kepada

Ketua-Ketua

sesuai

dengan

a. Mengkomunikasikan pola kerja dan aktivitas Divisi menurut unit kerja

Kepengurusan organisasi di tingkat wilayah disebut DPP sebagai badan kolektif yang memegang amanah kepemimpinan tertinggi Organisasi di wilayah yang berkedudukan di Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I atau yang disamakan dengan itu.

19649068.doc

(2) Lingkup kerja DPP meliputi seluruh wilayah kekuasaan Propinsi Daerah Tingkat I yang bersangkutan atau yang disamakan dengan itu. Pasal 16 Wewenang, Tugas dan Tanggung-jawab
(1) a.

DPP memiliki wewenang: Menentukan kebijakan Organisasi di tingakat wilayah sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional maupun tingkat Wilayah serta peraturan Organisasi lainnya;

b. Memberikan rekomendasi kepada DPN untuk mengesahkan komposisi dan personalia DPK; c. DPP mengesahkan komposisi personalia dan KAC (2) DPP memiliki tugas:
a.

Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan Organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional maupun tingkat Wilayah serta peraturan Organisasi lainnya;

b. Membuat dan menyampaikan pertanggung jawaban pada Musyawarah Wilayah;
c.

Melakukan pelaporan dan konsultasi kepada Dewan Kebijakan Propinsi (DKP) .

d. DPP memiliki tugas melantik pengurus DPK (3) DPP bertanggungjawab kepada Musyawarah wilayah. Pasal 17 Pengurus Harian (1) Pengurus Harian DPP adalah pemegang amanah kepemimpinan Kolektif tertinggi di tingkat wilayah;
(2)

Pengurus Harian DPP beranggotakan sebanyak-banyaknya 30 (tiga puluh) orang, dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Wilayah untuk masa jabatan 5 (lima) tahun;

19649068.doc

(3) Susunan Pengurus Harian DPP terdiri dari seorang Ketua dibantu oleh beberapa orang Wakil Ketua, seorang Sekretaris dibantu beberapa orang Wakil Sekretaris, seorang Bendahara dibantu beberapa orang Wakil Bendahara. (4) Orang yang menjadi keanggotaan Pengurus Harian DPP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) pasal 13 ini berasal dari tokoh-tokoh dan/atau aktivisaktivis pemuda, yang mana sedapat mungkin mencerminkan reprentasi daerah; (5) Pengurus Harian DPP memiliki wewenang: a. b.
c.

Menentukan kebijakan dan pola pengelolaan organisasi ditingkat wilayah ke dalam maupun ke luar; Membentuk dan menetapkan personalia Divisi-divisi di tingkat wilayah; Membentuk serta menetapkan struktur dan personalia perangkat perangkat Organisasi tingkat wilayah yang diusulkan oleh Divisi-divisi ditingkatnya sesuai dengan situasi dan potensi yang ada di daerah serta kebutuhan dan kemampuan sumber daya pengurusnya;

d.

Memberikan rekomendasi kepada DPN untuk mengesahkan komposisi dan pesonalia DPK;

(6) Pengurus Harian DPP memiliki tugas: a. Memiliki kemurnian perjuangan dan melaksanakan kebijakan Organisasi;
b.

Menjalankan aktivitas Organisasi di tingkat wilayah secara optimal dengan melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan Organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar. Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional maupun Wilayah serta peraturan Organisasi lainnya;

c. Menjabarkan kebijakan organisasi dalam bentuk program-program yang realistis serta melaksanakannya secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan Organisasi; d. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban pada Musyawarah Wilayah;
e.

Melakukan pelaporan an konsultasi kepada Dewan Kebijakan Propinsi (DKP) Pasal 18 Ketua

19649068.doc

(1) Ketua adalah mandataris Musyawarah Wilayah yang dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Wilayah untuk masa jabatan lima tahun; (2) Ketua memiliki tugas: a. Memimpin jalannya organisasi dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan Kepengurusan Organisasi di tingkat wilayah dalam rangka memelihara kemurnian dan pencapaian tujuan perjuangan organisasi; b. Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian tugas di antara Pengurus Harian DPP; c. Memimpin rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno DPP; d. Melakukan langkah-langkah proaktif demi pengembangan dan kebesaran Organisasi dalam rangka mengamankan kepentingan perjuangan dan/atau pencapaian tujuan Organisasi;
e.

Melakukan pelaporan dan konsultasi kepada Pengurus Dewan Kebijakan Propinsi (DKP) ; Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Musyawarah Wilayah;

f.

(3) Ketua memiliki wewenang: a. Menentukan pola pengembangan program-program perjuangan Organisasi ditingkat wilayah; b. Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas Divisi-divisi dalam pelaksanaan program kerja organisasi demi berjalannya roda organisasi; c. Mewakili Kepengurusan Organisasi di tingkatannya baik untuk lingkungan intern maupun dalam berhubungan dengan pihak luar; d. Mewakili Kepengurusan Organisasi di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian baik mengenai kepengurusan maupun tindakan pemilikan; e. Menandatangani surat-surat: 1) Surat-surat keputusan, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris; 2) Surat-surat rutin, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris; 3) Surat-surat berharga untuk dan atas nama Organisasi di tingkat wilayah, bersama Sekretaris Bendahara/Wakil Sekretaris Bendahara;

19649068.doc

4) Ketua bertanggungjawab kepada Musyawarah Wilayah. Pasal 19 Wakil-wakil Ketua (1) Wakil-wakil ketua memiliki tugas a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Ketua, sesuai dengan bidangnya masingmasing; b. Mewakili Ketua apabila ia herhalangan; c. Melaksanakan tugas sesuai dengan bidang yang telah ditentukan; d. Membuat perencanaan program dan mengkoordinasikan kegiatan Divisi-divisi dan perangkat Organisasi di tingkat wilayah sesuai dengan bidang masingmasing; e. Melakukan pembinaan dan koordinasi daerah sesuai pembagian yang disepakati;
f.

Membuat Iaporan secara berkala kepada Ketua mengenai perkembangan bidang dan wilayah binaan/koordinasinya

(2) Wakil-wakil ketua memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang apabila ia berhalangan, berdasarkan mandat dari Ketua atau keputusan Rapat Pengurus Harian DPP; b. Mengurus pelaksanaan tugas-tugas di bidang tertentu; c. Menentukan pola pengelolaan Program-program Organisasi sesuai dengan bidang masing-masing; d. Menjalin hubungan dan kerjasama dengan pihak luar sesuai dengan bidang masing-masing; e. Menandatangani surat-surat resmi Organisasi sesuai dengan bidang masingmasing, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris. (3) Wakil-wakil ketua bertanggung-jawab kepada Ketua. Pasal 20 Sekretraris

19649068.doc

(1) Sekretaris memiliki tugas: a. Membantu Ketua Wakil Ketua dalam mengelola organisasi dan menjalankan program-program perjuangan Organisasi; b. Mengendalikan kegiatan sehari-hari Pengurus Harian DPP; c. Membuat perencanaan rapat-rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno DPP; d. Memimpin dan mengendalikan Sekretariat; e. Melakukan monitoring terhadap perkembangan kinerja dan/atau jaringan DPP; f. Membuat laporan secara berkala kepada Ketua mengenai keadaan dan perkembangan kinerja dan/atau jaringan Organisasi di tingkat wilayah. (2) Sekretaris memiliki wewenang: a. Melakukan kontak jaringan dan membangun kerjasama dengan pihak luar di lingkup nasional untuk kepentingan dan atas nama Organisasi; b. Mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan DPP kepada unsur Pengusur Harian yang lain, Divisi-divisi dan Perangkat Organisasi untuk diimplementasikan dalam bentuk program kerja; c. Menentukan Sistem manajemen kesekretariatan DPP; d. Menandatangani surat-surat : 1) 2) 3) Surat-surat keputusan DPP, bersama Ketua; Surat-surat rutin, bersama Ketua Umum atau Ketua; Surat-surat berharga untuk atas nama DPP, bersama Ketua dan Bendahara/Wakil Bendahara; (3) Sekretaris bertanggung jawab kepada Ketua. Pasal 21 Wakil-wakil Sekretaris (1) Wakil-wakil Sekretaris memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Sekretaris; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kesekretariatan sesuai dengan pembagian tugas yang disepakati.

19649068.doc

(2) Wakil-wakil Sekretaris memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang Sekretaris apabila ia berhalangan, berdasarkan penunjukan dan/atau keputusan rapat Pengurus Harian DPP; b. Menandatangani surat-surat rutin organisasi, bersama Ketua atau Wakil Ketua. (3) Wakil-wakil Sekretaris bertanggung-jawab kepada Ketua. Pasal 22 Bendahara (1) Bendahara memiliki tugas: a. Menggali, mengembangkan serta mendayagunakan sumberdana dan kekayaan Organisasi; b. Mengelola dan mengendalikan arus masuk dan arus keluarnya keuangan Organisasi; c. Membuat laporan keuangan berkala dan disampaikan kepada rapat Pengurus Harian DPP. (2) Bendahara memiliki wewenang: a. b.
c.

Menentukan sistem pengelolaan keuangan Organisasi yang amanah dan efisien; Menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan biaya Organisasi; Menandatangani surat-surat berharga milik atau atas nama Organisasi, bersama Ketua dan Sekretaris; Menjalankan fungsi sebagai Kepala Rumah Tangga DPP.

d.

(3) Bendahara bertanggungjawab kepada Ketua. Pasal 23 Wakil-wakil Bendahara (1) Wakil-wakil Bendahara memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Bendahara; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kebendaharaan sesuai dengan ketentuan pembagian tugas yang disepakati bersama unsur-unsur kebendaharaan;

19649068.doc

c. Menyiapkan bahan-bahan laporan keuangan secara berkala untuk disampaikan oleh Bendahara kepada rapat Pengurus Harian DPP. (2) Wakil-wakil Bendahara memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang Bendahara apabila ia berhalangan, berdasarkan penunjukan dan/atau keputusan rapat Pengurus Harian DPP; b. Melakukan internal audit terhadap keuangan DPP; (3) Wakil-wakil Bendahara bertanggung jawab kepada Ketua. Pasal 24 Divisi-divisi (1) Divisi adalah kelengkapan Organisasi dibentuk untuk masa-masa jabatan lima tahun yang berfungsi sebagai unit-unit pelaksana teknis programprogram Organisasi, berdasarkan keputusan rapat Pengurus Harian DPP; (2) Tiap-tiap Divisi terdiri dari: seorang Koordinator (merangkap anggota) serta seorang Sekretaris (merangkap anggota), dan anggota-anggota. Dalam hal Koordinator atau Sekretaris Divisi berhalangan, Pengurus Harian dapat menunjuk salah satu anggota Divisi untuk menjadi Pejabat Koordinator, dan demikian pula terhadap Sekretaris Divisi atau keduanya; (3) Divisi-divisi memiliki wewenang: a. Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan; b. Menentukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugasnya kerjanya masing-masing; c. Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara DPP; d. Mengajukan usul pembentukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas-tugasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan; (4) Divisi-divisi memiliki tugas: a. Memelihara kemurniaan perjuangan dan melaksanakan kebijakan Organisasi; b. Melaksanakan kegiatan-kegiatan secara teknis, realistis, efektif dan efisien yang telah diputuskan oleh rapat Pengurus Harian DPP;

19649068.doc

c. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan keuangan yang berkaitan dengan unit kerjanya; d. Menyampaikan Laporan pertanggungjawaban kepada Rapat Pleno DPP; (5) Divisi-divisi dalam menjalankan wewenang dan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (4) pasal 24 ini harus sesuai dengan kebijakan Pengurus Harian DPP, Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan Organisasi, dan Peraturan Organisasi lainnya. (6) Di dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya, Divisi-divisi berada di bawah koordinasi dan bertanggungjawab kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya. Pasal 25 Koordinator-koordinator Divisi
(1)

Koordinator-Koordinator Divisi adalah pimpinan Divisi yang ditunjuk untuk masa jabatan lima tahun berdasarkan putusan rapat Pengurus Harian DPP;

(2) Koordinator-koordinator Divisi memiliki tugas: a. b. c. Memimpin aktivitas Divisi sesuai dengan bidang kerja Divisinya masing-masing; Membantu pelaksanaan tugas-tugas Wakil-wakil Ketua, sesuai dengan bidangnya masing-masing; Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan program kerja yang menjadi tugas Divisinya dari mengkonsultasikannya kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidang masing-masing; d.
e.

Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian tugas di antara Pengurus dan Anggota-anggota Divisi; Memimpin rapat Divisi dan rapat teknis pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan bidang kerja Divisinya; Melakukan pembinaan kepada dan koordinasi dengan perangkat Organisasi yang terkait dengan bidang Divisinya, berdasarkan hasil keputusan Rapat Pengurus Harian DPP;

f.

19649068.doc

g.

Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya.

(3) Koordinator-koordinator Divisi memiliki wewenang: a. b. c. d. e. Menentukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugas kerjanya masingmasing; Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas anggota Divisi dalam pelaksanaan kegiatan program kerja Organisasi; Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan; Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara Kepengurusan Organisasi di tingkatan masing-masing; Mengajukan usul pembentukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas-tugasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan; (4) Koordinator-koordinator Divisi bertanggungjawab kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnva. Pasal 26 Sekretaris Divisi (1) Sekretaris Divisi memiliki
a.

Membantu Koordinator dalam hal administrasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan yang menjadi bidang kerja Divisinya;

b. Membuat perencanaan rapat-rapat Divisi; c. Menyiapkan laporan berkala dan laporan pertanggungjawaban untuk disampaikan oleh Koordinator kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya; d. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Sekretaris Divisi. (2) Sekretaris Divisi memiliki wewenang: a. Mengkomunikasikan pola kerja dan aktivitas Divisi menurut unit tugas kerja Divisinya kepada unsur-unsur anggota Divisi lainnya; b. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Koordinator Divisi.

19649068.doc

(3) Sekretaris Divisi bertanggungjawab kepada Koordinator Divisi.

Pasal 27 Anggota-anggota Divisi (1) Anggota-anggota Divisi memi1iki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Koordinator dan/atau sekretaris Divisi; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang telah ditentukan. (2) Anggota-anggota Divisi memiliki wewenang mewakili pelaksanaan tugas dan atau wewenang Koordinator dan atau Sekretaris Divisi apabila salah satu atau keduanya berhalangan, berdasarkan penunjukan atau putusan rapat Pengurus Harian DPP. Bagian Ketiga Dewan Pimpinan Kabupaten Pasal 28 Kedudukan dan Lingkup Kerja
(1)

Kepengurusan organisasi di tingkat wilayah disebut Dewan Pimpinan Kabupaten(DPK) sebagai badan kolektif yang memegang amanah kepemimpinan tertinggi Organisasi di Cabang yang berkedudukan di Ibukota Daerah Tingkat II atau yang disamakan dengan itu;

(2) Lingkup kerja DPK meliputi seluruh wilayah kekuasaan Daerah Tingkat II yang bersangkutan atau yang disamakan dengan itu; Pasal 29 Wewenang, Tugas dan Tanggung-jawab (1)
a.

DPK memiliki wewenang: Menentukan kebijakan Organisasi di tingakat Cabang sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan

19649068.doc

baik tingkat Nasional maupun tingkat Wilayah maupun Cabang serta peraturan Organisasi lainnya;
b.

Mengesahkan komposisi dan personalia KR; DPK memiliki tugas: Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan Organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional maupun tingkat Wilayah Cabang serta peraturan Organisasi lainnya;

(2)
a.

b.
c.

Membuat dan menyampaikan penanggungjawaban pada Musyawarah Cabang; Melakukan pelaporan kepada dan konsultasi dialogis dengan Dewan Kebijakan Kabupaten (DKK) ; Melantik KAC DPK bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang. Pasal 30 Pengurus Harian

d.

(3)

(1) Pengurus Harian DPK adalah pemegang amanah kepemimpinan Kolektif tertinggi di tingkat cabang;
(2)

Pengurus Harian DPK beranggotakan sebanyak-banyaknya 20 (duapuluh) orang, dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang untuk masa jabatan 5 (lima) tahun;

(3) Susunan Pengurus Harian DPK terdiri dari seorang Ketua dibantu oleh beberapa orang Wakil Ketua, seorang Sekretaris dibantu beberapa orang Wakil Sekretaris, seorang Bendahara dibantu beberapa orang Wakil Bendahara; (4) Orang yang menjadi keanggotaan Pengurus Harian DPK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) pasal 30 ini berasal dari tokoh-tokoh dan/atau Aktivis-aktivis pemuda, yang mana sedapat mungkin mencerminkan reprentasi daerah; (5) Pengurus Harian DPK memiliki wewenang:

19649068.doc

a. Menentukan kebijakan dan pola pengelolaan organisasi di tingkat Cabang ke dalam maupun ke luar;
b. c.

Membentuk dan menetapkan personalia Divisi-divisi di tingkat Cabang; Membentuk serta menetapkan struktur dan personalia perangkat-perangkat Organisasi tingkat Cabang yang diusulkan oleh Divisi-divisi ditingkatnya sesuai dengan situasi dan potensi yang ada di daerah serta kebutuhan dan kemampuan sumberdaya pengurusnya;

d.

Mengesahkan komposisi dan personalia Koordinator Anak Cabang (KAC) dan Koordinator Ranting (KR);

e. Melantik komposisi dan personalia Pengurus Harian KAC dan KR; (6) Pengurus Harian DPK memiliki tugas: a. Memelihara kemurnian perjuangan dan melaksanakan kebijakan Organisasi;
b.

Menjalankan aktivitas Organisasi di tingkat Cabang secara optimal dengan melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan Organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional maupun Wilayah maupun Cabang serta peraturan Organisasi lainnya;

c. Menjabarkan kebijakan organisasi dalam bentuk program-program yang realistis serta melaksanakannya secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan Organisasi: d. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pada Musyawarah cabang;
e.

Melakukan pelaporan dan konsultasi dengan Dewan Kebijakan Kabupaten (DKK) Pasal 31 Ketua

(1) Ketua adalah mandataris Musyawarah Cabang yang dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada Musyawarah cabang untuk masa jabatan lima tahun; (2) Ketua memiliki tugas:

19649068.doc

a. Memimpin jalannya organisasi dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan DPK dalam rangka memelihara kemurnian dan pencapaian tujuan perjuangan organisasi; b. Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian tugas di antara Pengurus Harian DPK; c. Memimpin rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno DPK; d. Melakukan langkah-langkah proaktif demi pengembangan dan kebesaran Organisasi dalam rangka mengamankan kepentingan perjuangan dan/atau pencapaian tujuan Organisasi;
e.

Melakukan pelaporan kepada dan konsultasi dialogis dengan Pengurus Dewan Kebijakan Kabupaten (DKK) ;

f. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Musyawarah Cabang; (3) Ketua memiliki wewenang: a. Menentukan pola pengembangan program-program perjuangan Organisasi di tingkat Cabang; b. Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas Divisi-divisi dalam pelaksanaan program kerja organisasi demi berjalannya roda organisasi; c. Mewakili Kepengurusan Organisasi di tingkatannya baik untuk lingkungan intern Organisasi maupun dalam berhubungan dengan pihak luar; d. Mewakili Kepengurusan Organisasi di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian baik mengenai kepengurusan maupun tindakan pemilikan; e. Menandatangani surat-surat: 1) Surat-surat keputusan, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris; 2) Surat-surat rutin, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris; 3) Surat-surat berharga untuk dan atas nama Organisasi, bersama Sekretaris dan Bendahara/Wakil Bendahara; 4) Ketua bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang. Pasal 32

19649068.doc

Wakil-wakil Ketua (1) Wakil-wakil ketua memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Ketua, sesuai dengan bidangnya masing-masing; b. Mewakili Ketua apabila ia berhalangan; c. Melaksanakan tugas sesuai dengan bidang yang telah ditentukan; d. Membuat perencanaan program dan mengkoordinasikan kegiatan Divisidivisi dan perangkat Organisasi di tingkat Cabang sesuai dengan bidang masing-masing; e. Melakukan pembinaan dan koordinasi daerah sesuai pembagian yang disepakati; f. Membuat laporan secara berkala kepada Ketua mengenai perkembangan bidang atau areal binaan/koordinasinya (2) Wakil-wakil ketua memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang apabila ia berhalangan, berdasarkan mandat dari Ketua atau keputusan Rapat Pengurus Narian DPK; b. Mengurus pelaksanaan tugas-tugas di bidang tertentu. c. Menentukan pola pengelolaan Program-program Organisasi sesuai dengan bidang masing-masing; d. Menjalin hubungan dan kerjasama dengan pihak luar sesuai dengan bidang masing-masing; e. Menandatangani surat-surat resmi Organisasi sesuai dengan bidang masing-masing, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris. (3) Wakil-wakil ketua bertanggung-jawab kepada Ketua. Pasa133 Sekretraris (1) Sekretaris memiliki tugas: a. Membantu Ketua/Wakil Ketua dalam mengelola organisasi dan menjalankan program-program perjuangan Organisasi;

19649068.doc

b. Mengendalikan kegiatan sehari-hari Pengurus Harian DPK; c. Membuat perencanaan rapat-rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno DPK; d. Memimpin dan mengendalikan Sekretariat; e. Melakukan monitoring terhadap perkembangan kinerja dan jaringan DPK; f. Membuat laporan secara berkala kepada Ketua mengenai keadaan dan perkembangan kinerja dan jaringan Organisasi di tingkat Cabang. (2) Sekretaris memiliki wewenang: a. Melakukan kontak jaringan dan membangun kerjasama dengan pihak luar di lingkup nasional untuk kepentingan dan atas nama Organisasi; b. Mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan DPK kepada unsur Pengurus Harian yang lain, Divisi-divisi dan Perangkat Organisasi untuk diimplementasikan dalam bentuk program kerja; c. Menentukan Sistem manajemen Sekretariat; d. Menandatangani surat-surat: 1) Surat-surat keputusan DPK, bersama Ketua; 2) Surat-surat rutin, bersama Ketua atau Wakil Ketua; 3) Surat-surat berharga untuk dan atas nama Organisasi, bersama Ketua dan Bendahara/Wakil Bendahara; (3) Sekretaris bertanggung jawab kepada Ketua. Pasal 34 Wakil-wakil Sekretaris (1) Wakil-wakil Sekretaris memiliki tugas a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Sekretaris; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kesekretariatan sesuai dengan pembagian tugas yang disepakati; (2) Wakil-wakil Sekretaris memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang Sekretaris apabila ia berhalangan, berdasarkan penunjukan dan/atau keputusan rapat Pengurus Harian DPK;

19649068.doc

b. Menandatangani surat-surat rutin organisasi, bersama Ketua/WakilWakil Ketua; (3) Wakil-wakil Sekretaris bertanggung-jawab kepada Ketua. Pasal 35 Bendahara (1) Bendahara memiliki tugas: a. Menggali, mengembangkan serta mendayagunakan sumber dana dan kekayaan Organisasi; b. Mengelola dan mengendalikan arus masuk dan arus keluarnya keuangan Organisasi; c. Membuat laporan keuangan berkala dan disampaikan kepada rapat Pengurus Harian DPK; (2) Bendahara memiliki wewenang: a. b. c. d. Menentukan sistem pengelolaan keuangan Organisasi yang amanah dan efisien; Menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Biaya Organisasi; Menandatangani surat-surat berharga milik atau atas nama DPK, bersama Ketua dan Sekretaris; Menjalankan fungsi sebagai Kepala Rumah Tangga DPK; (3) Bendahara bertanggungjawab kepada Ketua. Pasal 36 Wakil-wakil Bendahara (1) Wakil-wakil Bendahara memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Bendahara; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kebendaharaan sesuai dengan ketentuan pembagian tugas yang disepakati bersama unsur-unsur kebendaharaan; c. Menyiapkan bahan-bahan laporan keuangan secara berkala untuk disampaikan oleh Bendahara kepada rapat Pengurus Harian DPK;

19649068.doc

(2) Wakil-wakil Bendahara memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang Bendahara apabila ia berhalangan, berdasarkan penunjukan dan/atau keputusan rapat Pengurus Harian DPK; b. Melakukan internal audit terhadap keuangan Organisasi; (3) Wakil-wakil Bendahara bertanggung-jawab kepada Ketua.

Pasal 37 Divisi-divisi (1) Divisi adalah kelengkapan Organisasi dibentuk untuk masa-masa jabatan lima tahun yang berfungsi sebagai unit-unit pelaksana teknis programprogram Organisasi, berdasarkan keputusan rapat Pengurus Harian DPK; (2) Tiap-tiap Divisi terdiri dari: seorang Koordinator (merangkap anggota) serta seorang Sekretaris (merangkap anggota), dan anggota-anggota. Dalam hal Koordinator atau Sekretaris Divisi berhalangan, Pengurus Harian dapat menunjuk salah satu anggota Divisi untuk menjadi Pejabat Koordinator, dan demikian pula terhadap Sekretaris Divisi atau keduanya; (3) Divisi-divisi memiliki wewenang: a. Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan; b. Menentukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugasnya kerjanya masingmasing; c. Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara DPK; d. Mengajukan usul pembentukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas masing-masing sesuai dengan kebutuhan; (4) Divisi-divisi memiliki tugas: a. Memelihara kemurniaan perjuangan dan melaksanakan kebijakan Organisasi; b. Melaksanakan kegiatan-kegiatan secara teknis, realistis, efektif dan efisien yang telah diputuskan oleh rapat Pengurus Harian DPK; c. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan keuangan yang berkaitan dengan unit tugas kerjanya;

19649068.doc

d. Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban kepada Rapat Pleno DPK;
(5)

Divisi-divisi dalam menjalankan wewenang dan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (4) pasal 37 ini harus sesuai dengan kebijakan Pengurus Harian DPK, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan Organisasi, dan Peraturan Organisasi lainnya.

(6) Di dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya, Divisi-divisi berada di bawah koordinasi dan bertanggungjawab kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya

Pasal 38 Koordinator-koordinator Divisi (1) Koordinator-Koordinator Divisi adalah pimpinan Divisi yang ditunjuk untuk masa jabatan lima tahun berdasarkan putusan rapat Pengurus Harian DPK; (2) Koordinator-koordinator Divisi memiliki tugas:
a.

Memimpin aktivitas Divisi sesuai dengan bidang kerja Divisinya masing-masing; Membantu pelaksanaan tugas-tugas Wakil-wakil Ketua, sesuai dengan bidang masing-masing; Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan program kerja yang menjadi tugas Divisinya dan mengkonsultasikannya kepada Wakilwakil Ketua sesuai dengan bidang masing-masing;

b. c.

d. e.

Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian tugas di antara Pengurus dan Anggota-anggota Divisi; Memimpin rapat Divisi dan rapat teknis pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan bidang kerja Divisinya.

19649068.doc

f.

Melakukan pembinaan kepada dan koordinasi dengan perangkat Organisasi yang terkait dengan bidang Divisinya, berdasarkan hasil keputusan Rapat Pengurus Harian DPK;

g.
(3)

Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya.

Koordinator-koordinator Divisi -memiliki wewenang: a. b. c. d. e. Menentukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugas kerjanya masingmasing; Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas anggota Divisi dalam pelaksanaan kegiatan program kerja Organisasi; Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan. Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara DPK. Mengajukan usul pembentukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas-tugasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan;

(4) Di dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya, Koordinatorkoordinator Divisi bertanggungjawab kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya. Pasal 39 Sekretaris Divisi (1) Sekretaris Divisi memiliki tugas: a. Membantu Koordinator dalam hal administrasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan yang menjadi bidang kerja Divisinya; b. Membuat perencanaan rapat-rapat Divisi; c. Menyiapkan laporan berkala dan laporan pertanggungjawaban untuk disampaikan oleh Koordinator kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya; d. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Sekretaris Divisi. (2) Sekretaris Divisi memiliki wewenang:

19649068.doc

a. Mengkomunikasikan pola kerja dan aktivitas Divisi menurut unit tugas kerja Divisinya kepada unsur-unsur anggota Divisi lainnya; b. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Koordinator Divisi. (3) Sekretaris Divisi bertanggungjawab kepada Koordinator Divisi. Pasal 40 Anggota-anggota Divisi (1) Anggota-anggota Divisi memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Koordinator dan/atau sekretaris Divisi; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang telah ditentukan. (2) Anggota-anggota Divisi memiliki wewenang mewakili pelaksanaan tugas dan atau wewenang Koordinator dan/atau Sekretaris Divisi apabila salah satu atau keduanya berhalangan, berdasarkan penunjukan atau putusan rapat Pengurus Harian DPK. Bagian Keempat Koordinator Anak Cabang Pasal 41 Kedudukan dan Lingkup Kerja (1) Kepengurusan organisasi di tmgkat wilayah disebut Koordinator Anak Cabang (KAC) sebagai tertinggi badan kolektif di yang memegang Anak amanah yang kepemimpinan Organisasi tingkat Cabang

berkedudukan di Ibukota Kecamatan atau yang disamakan dengan itu; (2) Lingkup kerja KAC meliputi seluruh wilayah kekuasaan Kecamatan yang bersangkutan atau yang disamakan dengan itu; Pasal 42 Wewenang, Tugas dan Tanggung-jawab (1) Koordinator Anak Cabang memiliki wewenang:

19649068.doc

a.

Menentukan kebijakan Organisasi di tingkat Anak Cabang sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional, Wilayah, Cabang maupun Anak Cabang serta Peraturan Organisasi lainnya;

b. Memberikan rekomendasi kepada DPK untuk mengesahkan komposisi dan personalia KR;
(2) a.

Koordinator Anak Cabang memiliki tugas: Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan Organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional, Cabang maupun Anak Cabang serta Peraturan Organisasi lainnya;

b. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pada Musyawarah Anak Cabang; c. Melakukan pelaporan kepada, dan konsultasi dialogis dengan Pengurus Anak Cabang. d. Melantik KR (3) Koordinator Anak Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Anak Cabang. Pasal 43 Pengurus Harian (1)
(2)

Pengurus Harian KAC adalah pemegang amanah kepemimpinan Kolektif teringgi organisasi di tingkat Anak Cabang; Pengurus Harian KAC beranggotakan sebanyak-banyaknya 17 (tujuh belas) orang, dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Anak Cabang untuk masa jabatan 5 (lima) tahun;

(3)

Susunan Pengurus Harian KAC terdiri dari seorang Ketua dibantu oleh beberapa orang Wakil Ketua, seorang Sekretaris dibantu beberapa orang Wakil Sekretaris, dan seorang Bendahara dibantu beberapa orang Wakil Bendahara.

19649068.doc

(4)

Orang-orang yang menjadi keanggotaan Pengurus Harian KAC sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) pasal 43 ini berasal dari tokoh-tokoh dan/atau aktivis-aktivis pemuda, dan sedapat mungkin mencerminkan representasi ranting;

(5)

Pengurus Harian KAC memiliki wewenang: Cabang ke dalam maupun ke luar;

a. Menentukan kebijakan dan pola pengelolaan organisasi ditingkat Anak b. Membentuk dan menetapkan personalia Divisi-divisi di tingkat Anak Cabang; c. Membentuk serta menetapkan struktur dan personalia perangkatperangkat Organisasi tingkat Anak Cabang yang diusulkan oleh Divisi-divisi ditingkatnya sesuai dengan situasi dan potensi yang ada di daerah serta kebutuhan dan kemampuan sumberdaya pengurusnya;
d.

Memberikan rekomendasi kepada DPK untuk mengesahkan komposisi dan personalia pengurus Koordinator Ranting; Pengurus Harian KAC memiliki tugas: Menjalankan aktivitas Organisasi di tingkat Anak Cabang seeara optimal dengan melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan Organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional, Cabang maupun Anak Cabang serta Peraturan Organisasi lainnya; serta peraturan Organisasi lainnya;
c.

(6)
b.

a. Memelihara kemurnian perjuangan dan melaksanakan kebijakan Organisasi;

Menjabarkan kebijakan organisasi dalam bentuk program-program yang realistis serta melaksanakannya secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan Organisasi;

d.

Menyampaikan laporan pertanggung-jawaban pada Musyawarah Anak Cabang; . Pasa144 Ketua

19649068.doc

(1) Ketua adalah mandataris Musyawarah Anak Cabang yang dipilih oleh dan bertanggung-jawab kepada Musyawarah Anak Cabang untuk masa jabatan lima tahun; (2) Ketua memiliki tugas: a. Memimpin jalannya organisasi dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan KAC dalam rangka memelihara kemurnian dan pencapaian tujuan perjuangan organisasi; b. Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian tugas di antara Pengurus Harian KAC; c. Memimpin rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno KAC; d. Melakukakan langkah-langkah proaktif demi pengembangan dan kebesaran Organisasi dalam rangka mengamankan kepentingan perjuangan dan/atau pencapaian tujuan Organisasi; e. Melakukan pelaporan kepada dan konsultasi dialogis dengan PAC ; f. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Musyawarah Anak Cabang; (3) Ketua memiliki wewenang: a. Menentukan pola pengembangan program-program perjuangan Organisasi di tingkat Anak Cabang; b. Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas Divisi-divisi dalam pelaksanaan program kerja organisasi demi berjalannya roda organisasi; c. Mewakili Kepengurusan Organisasi di tingkatannya balk untuk lingkungan intern Organisasi maupun dalam berhubungan dengan pihak luar; d. Mewakili Kepengurusan Organisasi di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian balk mengenai kepengurusan maupun tindakan pemilikan; e. Menandatangani surat-surat: 1) Surat-surat keputusan, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris; 2) Surat-surat rutin, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris;

19649068.doc

3) Surat-surat berharga untuk dan atas nama DPK di tingkat Anak Cabang, bersama Sekretaris dan Bendahara/Wakil Bendahara; 4) Ketua bertanggung-jawab kepada Musyawarah Anak Cabang. Pasal 45 Wakil-wakil Ketua (1) Wakil-wakil ketua memiliki tugas: a. b. c. d. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Ketua, sesuai dengan bidangnya masing-masing; Mewakili Ketua apabila ia berhalangan; Melaksanakan tugas sesuai dengan bidang yang telah ditentukan; Membuat perencanaan program dan mengkoordinasikan kegiatan Divisidivisi dan perangkat Organisasi di tingkat Anak Cabang sesuai dengan bidang masing-masing; e. f. Melakukan pembinaan dan koordinasi daerah sesuai pembagian yang disepakati; Membuat laporan secara berkala kepada Ketua mengenai perkembangan bidang atau areal binaan/koordinasinya (2) Wakil-wakil ketua memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang apabila ia berhalangan, berdasarkan mandat dari Ketua atau keputusan Rapat Pengurus Harian KAC; b. Mengurus pelaksanaan tugas-tugas di bidang tertentu. c. Menentukan pola pengelolaan Program-program Organisasi sesuai dengan bidang masing-masing; d. Menjalin hubungan dan kerjasama dengan pihak luar sesuai dengan bidang masing-masing; e. Menandatangani surat-surat resmi Organisasi sesuai dengan bidang masingmasing, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris. (3) Wakil-wakil ketua bertanggung-jawab kepada Ketua.

19649068.doc

Pasal 46 Sekretraris (1) Sekretaris memiliki tugas: a. Membantu KetualWakil Ketua dalam mengelola organisasi dan menjalankan program-program perjuangan Organisasi; b. Mengendalikan kegiatan sehari-hari Pengurus Harian KAC; c. Membuat perencanaan rapat-rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno; d. Memimpin dan mengendalikan Sekretariat; e. Melakukan monitoring terhadap perkembangan kinerja jaringan KAC. f. Membuat laporan secara berkala kepada Ketua mengenai keadaan dan perkembangan kinerja jaringan Organisasi di tingkat Anak Cabang. (2) Sekretaris memiliki wewenang: a. Melakukan kontak jaringan dan membangun kerjasama dengan pihak luar di lingkup nasional untuk kepentingan dna atas nama Organisasi; b. Mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan KAC kepada unsur Pengusur Harian yang lain, Divisi-divisi dan Perangkat Organisasi untuk diimplemtasikan dalam bentuk program kerja; c. Menentukan Sistem manajemen Sekretariat. d. Menandatangani surat-surat: 1) Surat-surat keputusan KAC, bersama Ketua; 2) Surat-surat rutin, bersama Ketua atau Wakil Ketua; 3) Surat-surat berharga untuk atas nama KAC, bersama Ketua dan Bendahara/Wakil Bendahara; 4) Sekretaris bertanggung-jawab kepada Ketua. Pasal 47 Wakil-wakil Sekretaris (1) Wakil-wakil Sekretaris memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Sekretaris;

19649068.doc

b. Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kesekretariatan sesuai dengan pembagian tugas yang disepakati. (2) Wakil-wakil Sekretaris memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang Sekretaris apabila ia berhalangan, berdasarkan penunjukan dan atau keputusan rapat Pengurus Harian KAC; b. Menandatangani surat-surat rutin organisasi, bersama Ketua/WakilWakil Ketua. (3) Wakil-wakil Sekretaris bertanggung-jawab kepada Ketua. Pasa148 Bendahara (1) Bendahara memiliki tugas: a. b. c. Menggali, mengembangkan serta mendayagunakan sumberdana dan kekayaan Organisasi; Mengelola dan mengendalikan arus masuk dan arus keluarnya keuangan Organisasi; Membuat laporan keuangan berkala dan disampaikan kepada rapat Pengurus Harian KAC. (2) Bendahara memiliki wewenang: a. Menentukan sistem pengelolaan keuangan Organisasi yang amanah dan efisien; b. Menyusun Rancangan Anggaran Pendaptan dan Biaya Organisasi; c. Menandatangani surat-surat berharga milik atau atas nama Organisasi, bersama Ketua dan Sekretaris; d. Menjalankan fungsi sebagai Kepala Rumah Tangga KAC. (3) Bendahara bertanggungjawab kepada Ketua. Pasa1 49 Wakil-wakil Bendahara (1) Wakil-wakil Bendahara memiliki tugas:

19649068.doc

a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Bendahara; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kebendaharaan sesuai dengan ketentuan pembagian tugas yang disepakati bersama unsur-unsur kebendaharaan. c. Menyiapkan bahan-bahan laporan keuangan secara berkala untuk disampaikan oleh Bendahara kepada rapat Pengurus Harian KAC. (2) Wakil-wakil Bendahara memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang Bendahara apabila ia berhalangan, berdasarkan penunjukan dan/atau keputusan rapat Pengurus Harian KAC; b. Melakukan internal audit terhadap keuangan Organisasi. (3) Wakil-wakil Bendahara bertanggung jawab kepada Ketua. Pasal 50 Divisi-divisi (1) Divisi adalah kelengkapan Organisasi dibentuk untuk masa-masa jabatan lima tahun yang berfungsi sebagai unit-unit pelaksana teknis programprogram Organisasi, berdasarkan keputusan rapat Pengurus Harian KAC; (2) Tiap-tiap Divisi terdiri dari: seorang Koordinator (merangkap anggota) serta seorang Sekretaris (merangkap anggota), dan anggota-anggota. Dalam hal Koordinator atau Sekretaris Divisi berhalangan, Pengurus Harian dapat menunjuk salah satu anggota Divisi untuk menjadi Pejabat Koordinator, dan demikian pula terhadap Sekretaris Divisi atau keduanya; (3) Divisi-divisi memiliki wewenang: a. Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan. b. Menentukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugasnya kerjanya masingmasing; c. Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara KAC. d. Mengajukan usul pembentukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas-tugasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan; (4) Divisi-divisi memiliki tugas:

19649068.doc

a. Memelihara Organisasi;

kemurniaan

perjuangan

dan

melaksanakan

kebijakan

b. Melaksanakan kegiatan-kegiatan secara teknis, realistis, efektif dan efisien yang telah diputus-kan oleh rapat Pengurus Harian KAC; c. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan keuangan yang berkaitan dengan unit tugas kerjanya; d. Menyampaikan Laporan Pertanggung-jawaban kepada Rapat Pleno KAC; (5) Divisi-divisi dalam menjalankan wewenang dan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (4) pasal ini harus sesuai dengan kebijakan Pengurus Harian KAC, Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan Organisasi, dan Peraturan Organisasi lainnya. (6) Di dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya, Divisi-divisi berada di bawah koordinasi dan bertanggungjawab kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya. Pasal 51 Koordinator-koordinator Divisi (1) Koordinator-Koordinator Divisi adalah pimpinan Divisi yang ditunjuk untuk masa jabatan lima tahun berdasarkan putusan rapat Pengurus Harian KAC; (2) Koordinatot-koordinator Divisi memiliki tugas: a. Memimpin aktivitas Divisi sesuai dengan bidang kerja Divisinya masing masing; b. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Wakil-wakil Ketua, sesuai dengan bidang masing-masing; c. Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan program kerja yang menjadi tugas Divisinya dan mengkonsultasikannya kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidang masing-masing;

19649068.doc

d. Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian tugas di antara Pengurus dan Anggota-anggota Divisi; e. Memimpin rapat Divisi dan rapat teknis pelaksnaan kegiatan yang terkait dengan bidang kerja Divisinya. f. Melakukan pembinaan kepada dan koordinasi dengan perangkat Organisasi yang terkait dengan bidang Divisinya, berdasarkan hasil keputusan Rapat Pengurus Harian KAC; g. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya. (3) Koordinator-koordinator Divisi memiliki wewenang: a. Menetukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugasnya kerjanya masingmasing; b. Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas anggota Divisi dalam pelaksanaan kegiatan program kerja Organisasi; c. Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan. d. Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara KAC. e. Mengajukan usul pembentukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas-tugasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan; (4) Di dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya, Koordinatorkoordinator Divisi bertanggungjawab kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya. Pasal 52 Sekretaris Divisi (1) Sekretaris Divisi memiliki tugas: a. Membantu Koordinator dalam hal administrasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan yang menjadi bidang kerja Divisinya; b. Membuat perencanaan rapat-rapat Divisi;

19649068.doc

c. Menyiapkan laporan berkala dan laporan pertanggungjawaban untuk disampaikan oleh Koordinator kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya; d. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Sekretaris Divisi. (2) Sekretaris Divisi memiliki wewenang: a. Mengkomunikasikan pola kerja dan aktivitas Divisi menurut unit tugas kerja Divisinya kepada unsur-unsur anggota Divisi lainnya; b. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Koordinator Divisi. (3) Sekretaris Divisi bertanggungjawab kepada Koordinator Divisi. Pasal 53 Anggota-anggota Divisi (1) Anggota-anggota Divisi memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Koordinator dan/atau sekretaris Divisi; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang telah ditentukan. (2) Anggota-anggota Divisi memiliki wewenang mewakili pelaksanaan tugas dan atau wewenang Koordinator dan/atau Sekretaris Divisi apabila salah satu atau keduanya berhalangan, berdasarkan penunjukan atau putusan rapat Pengurus Harian KAC. Bagian Kelima Koordinator Ranting Pasal 54 Kedudukan Lingkup Kerja
(1)

Kepengurusan organisasi di tingkat wilayah disebut Koordinator Ranting (KR) sebagai badan kolektif yang disamakan dengan itu; yang memegang amanah kepemimpinan tertinggi Organisasi di tingkat Ranting yang berkedudukan di Ibukota Kelurahan/Desa atau

(2) Lingkup kerja KR meliputi seluruh wilayah kekuasaan Kelurahan/Desa yang bersangkutan atau yang disamakan dengan itu;

19649068.doc

Pasal 55 Wewenang, Tugas dan Tanggung-jawab (1) Koordinator Ranting memiliki wewenang: a. Menentukan kebijakan Organisasi di tingkat Ranting sesuai dengan Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional, Wilayah, Cabang, Anak Cabang maupun Ranting serta Peraturan Organisasi lainnya; b. Menerima pendaftaran calon Anggota Organisasi (2) Koordinator Ranting memiliki tugas: a. Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan Organisasi sesuai dengan Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan baik tingkat Nasional, Cabang, Anak Cabang maupun Ranting serta Peraturan Organisasi lainnya; b. Menyampaikan laporan pertanggung-jawaban pada Musyawarah Ranting; c. Melakukan pelaporan kepada, dan konsultasi dialogis dengan Pengurus Ranting (PR) . (3) Koordinator Ranting bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting. Pasal 56 Pengurus Harian (1) Pengurus Harian KR adalah memegang amanah kepemimpinan Kolektif tertinggi organisasi di tingkat Ranting; (2) Pengurus Harian KR beranggotakan sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang, dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting untuk masa jabatan 5 (lima) tahun; (3) Susunan Pengurus Harian KR terdiri dari seorang Ketua dibantu oleh beberapa orang Wakil Ketua. Seorang Sekretaris dibantu beberapa orang Wakil Sekretaris, dan seorang Bendahara dibantu beberapa orang Wakil Bendahara.

19649068.doc

(4) Orang-orang yang men jadi keanggotaan Pengurus Harian KR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan avat (3) pasal 56 ini berasal dari tokoh-tokoh dan/atau aktivis-aktivis pemuda; (5) Pengurus Harian KR memiliki wewenang: a. Menentukan kebijakan dan pola pengelolaan organisasi di tingkat Ranting ke dalam maupun ke luar; b. Membentuk dan menetapkan personal a Divisi-divisi di tingkat Ranting; c. Membentuk serta menetapkan struktur dan personalia perangkatperangkat Organisasi tingkat Ranting yang diusulkan oleh Divisi-divisi ditingkatnya sesuai dengan situasi dan potensi yang ada di daerah serta kebutuhan dan kemampuan sumberdaya pengurusnya; d. Menerima pendaftaran calon Anggota Organisasi (6) Pengurus Harian KR memiliki tugas: a. Memelihara kemurnian -ierjuangan dan melaksanakan kebijakan Organisasi; b. Menjalankan aktivitas Organisasi di tingkat Ranting secara optimal dengan melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan Organisasi sesuai dengan Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratam baik tingkat Nasional, Cabang, Anak Cabang maupun Ranting serta Peraturan Organisasi lainnya; c. Menjabarkan kebijakan organisasi dalam bentuk program-program yang realistis serta melaksanakannya secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan Organisasi; d. Menyampaikan laporan pertanggung-jawaban pada Musyawarah Ranting; e. Melakukan pelaporan kepada, dan konsultasi dialogis dengan Ranting (PR) . Pasal 57 Ketua

19649068.doc

(1) Ketua adalah mandataris Musyawarah Ranting yang dipilih oleh dan bertanggung-jawab kepada Musyawarah Ranting untuk masa jabatan lima tahun; (2) Ketua memiliki tugas: a. Memimpin jalannya organisasi dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan KR dalam rangka memelihara kemurnian dan pencapaian tujuan perjuangan organisasi; b. Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian tugas di antara Pengurus Harian KR; c. Memimpin rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno KR; langkah-langkah dalam proaktif rangka demi pengembangan dan kebesaran e. f. Organisasi mengamankan kepentingan d. Melakukakan

perjuangan dan/atau pencapaian tujuan Organisasi; Melakukan pelaporan kepada dan konsultasi dialogis dengan Pengurus Ranting (PR); Menyampaikan Ranting; (3) Ketua memiliki wewenang: a. b. c. Menentukan pola pengembangan program-program perjuangan Organisasi di tingkat Ranting; Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas Divisi-divisi dalam pelaksanaan program kerja organisasi demi berjalannya roda organisasi; Mewakili luar; d. Mewakili Kepengurusan Organisasi di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian balk mengenai kepengurusan maupun tindakan pemilikan e. Menandatangani surat-surat: 1) Surat-suratkeputusan, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris; Kepengurusan Organisasi di tingkatannya baik untuk lingkungan intern Organisasi maupun dalam berhubungan dengan pihak laporan pertanggungjawaban kepada Musyawarah

19649068.doc

2) Surat-surat rutin, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris; 3) Surat-surat berharga untuk dan atas nama DPK bersama Sekretaris dan Bendahara/Wakil Bendahara; (4) Ketua bertanggung-jawab kepada Musyawarah Ranting. Pasal 58 Wakil-wakil Ketua (1) Wakil-wakil ketua memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Ketua, sesuai dengan bidangnya masing-masing; b. Mewakili Ketua apabila ia berhalangan; c. Melaksanakan tugas sesuai dengan bidang yang telah ditentukan; d. Membuat perencanaan program dan mengkoordinasikan kegiatan Divisidivisi dan perangkat Organisasi di tingkat Ranting sesuai dengan bidang masing-masing; e. Melakukan pembinaan dan koordinasi daerah sesuai pembagian yang disepakati; f. Membuat laporan secara berkala kepada Ketua mengenai perkembangan bidang atau areal binaan/koordinasinya (2) Wakil-wakil ketua memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang apabila ia berhalangan, berdasarkan mandat dari Ketua atau keputusan Rapat Pengurus Harian KR; b. Mengurus pelaksanaan tugas-tugas di bidang tertentu. c. Menentukan pola pengelolaan Program-program Organisasi sesuai dengan bidang masing-masing; d. Menjalin hubungan dan kerjasama dengan pihak luar sesuai dengan bidang masing-masing; e. Menandatangani surat-surat resmi Organisasi sesuai dengan bidang masing-masing, bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris. (3) Wakil-wakil ketua bertanggung-jawab kepada Ketua.

19649068.doc

Pasal 59 Sekretraris (1) Sekretaris memiliki tugas: a. Membantu Ketua/Wakil Ketua dalam mengelola organisasi dan menjalankan program-program perjuangan Organisasi; b. Mengendalikan kegiatan sehari-hari Pengurus Harian KR; c. Membuat perencanaan rapat-rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno KR; d. Memimpin dan mengendalikan Sekretariat; e. Melakukan monitoring terhadap perkembangan kinerja jaringan KR. f. Membuat laporan secara berkala kepada Ketua mengenai keadaan dan perkembangan kinerja jaring m Organisasi di tingkat Ranting. (2) Sekretaris memiliki wewenang: a. Melakukan kontak jaringan dan membangun kerjasama dengan pihak luar di lingkup nasional untuk kepentingan dna atas nama Organisasi; b. Mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan KR kepada unsur Pengusur Harian yang lain, Divisi-divisi dan Perangkat Organisasi untuk diimplemtasikan dalam bentuk program kerja; c. Menentukan Sistem manajemen Sekretariat. d. Menandatangani surat-surat: 1) Surat-surat keputusan KR, bersama Ketua; 2) Surat-surat rutin, bersama Ketua atau Wakil Ketua; 3) Surat-surat berharga untuk atas nama Kepengurusan Organisasi, bersama Ketua dan Bendahara/Wakil Bendahara; (3) Sekretaris bertanggung-jawab kepada Ketua. Pasal 60 Wakil-wakil Sekretaris (1) Wakil-wakil Sekretaris memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Sekretaris;

19649068.doc

b. Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kesekretariatan sesuai dengan pembagian tugas yang disepakati. (2) Wakil-wakil Sekretaris memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang Sekretaris apabila ia berhalangan, berdasarkan penunjukan dan atau keputusan rapat Pengurus Harian KR; b. Menandatangani surat-surat rutin organisasi, bersama Ketua/WakilWakil Ketua. (3) Wakil-wakil Sekretaris bertanggung jawab kepada Ketua. Pasal 61 Bendahara (1) Bendahara memiliki tugas: a. b. c. Menggali, mengembangkan serta mendayagunakan sumberdana dan kekayaan Organisasi; Mengelola dan mengendalikan arus masuk dan arus keluarnya keuangan Organisasi; Membuat laporan keuangan berkala dan disampaikan kepada rapat Pengurus Harian KR. (2) Bendahara memiliki wewenang: a. Menentukan sistem pengelolaan keuangan Organisasi yang amanah dan efisien; b. Menyusun Rancangan Anggaran Pendaptan dan Biaya Organisasi; c. Menandatangani surat-surat berharga milik atau atas nama Organisasi, bersama Ketua dan Sekretaris; d. Menjalankan fungsi sebagai Kepala Rumah Tangga KR. (3) Bendahara bertanggungjawab kepada Ketua. Pasal 62 Wakil-wakil Bendahara (1) Wakil-wakil Bendahara memiliki tugas:

19649068.doc

a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Bendahara; b. Melaksanakan tugas-tugas khusus di bidang kebendaharaan sesuai dengan ketentuan pembagian tugas yang disepakati keuangan bersama secara unsur-unsur untuk kebendaharaan. c. Menyiapkan bahan-bahan laporan berkala disampaikan oleh Bendahara kepada rapat Pengurus Harian KR. (2) Wakil-wakil Bendahara memiliki wewenang: a. Melaksanakan wewenang Bendahara apabila ia berhalangan, berdasarkan penunjukan dan/atau keputusan rapat Pengurus Harian KR; b. Melakukan internal audit terhadap keuangan Organisasi. (3) Wakil-wakil Bendahara bertanggung-jawab kepada Ketua.

Pasal 63 Divisi-divisi (1) Divisi adalah kelengkapan Organisasi dibentuk untuk masa-masa jabatan lima tahun yang berfungsi sebagai unit-unit pelaksana teknis programprogram Organisasi, berdasarkan keputusan rapat Pengurus Harian KR;
(2)

Tiap-tiap Divisi terdiri dari: seorang Koordinator (merangkap anggota) serta seorang Sekretaris (merangkap anggota), dan anggota-anggota. Dalam hal Koordinator atau Sekretaris Divisi berhalangan, Pengurus Harian dapat menunjuk salah satu anggota Divisi untuk menjadi Pejabat Koordinator, dan demikian pula terhadap Sekretaris Divisi atau keduanya;

(3) Divisi-divisi memiliki wewenang: a. Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan. b. Menentukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugasnya kerjanya masing-masing; c. Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara KR.

19649068.doc

d. Mengajukan usul pembentukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas-tugasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan; (4) Divisi-divisi memiliki tugas: a. Memelihara kemurniaan perjuangan dan melaksanakan kebijakan Organisasi; b. Melaksanakan kegiatan-kegiatan secara teknis, realistis, efektif dan ef sien yang telah diputuskan oleh rapat Pengurus Harian KR; c. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan keuangan yang berkaitan dengan unit tugas kerjanya; d. Menyampaikan Laporan Pertanggung jawaban kepada Rapat Pleno KR; (5) Divisi-divisi dalam menjalankan wewenang dan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (4) pasal 63 ini harus sesuai dengan kebijakan Pengurus Harian KR, Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan Organisasi, dan Peraturan Organisasi lainnya.
(6)

Di dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya, Divisi-divisi berada di bawah koordinasi dan bertanggungjawab kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya. Pasal 64 Koordinator-koordinator Divisi

Koordinator-Koordinator Divisi adalah pimpinan Divisi yang ditunjuk untuk masa jabatan lima tahun berdasarkan putusan rapat Pengurus Harian KR; Koordinatot-koordinator Divisi memiliki tugas: a. b. c. Memimpin aktivitas Divisi sesuai dengan bidang kerja Divisinya masingmasing; Membantu pelaksanaan tugas-tugas Wakil-wakil Ketua, sesuai dengan bidang masing-masing; Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan program kerja yang menjadi tugas Divisinya dan mengkonsultasikannya kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidang masing-masing; d. Mengatur dan mengkoordinasikan pembagian tugas di antara Pengurus dan Anggota-anggota Divisi;

19649068.doc

e. f.

Memimpin rapat Divisi dan rapat teknis pelaksnaan kegiatan yang terkait dengan bidang kerja Divisinya. Melakukan pembinaan kepada dan koordinasi dengan perangkat Organisasi yang terkait dengan bidang Divisinya, berdasarkan hasil keputusan Rapat Pengurus Harian KR;

g.

Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya.

(3) Koordinator-koordinator Divisi memiliki wewenang: a. Menetukan pola pengelolaan kerja menurut unit tugasnya keijanya masingmasing; b. Melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas anggota Divisi dalam pelaksanaan kegiatan program kerja Organisasi; c. Membuat perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan. d. Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara KR. e. Mengajukan usul pembentukan perangkat-perangkat Organisasi untuk kelancaran tugas-tugasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan; (4) Di dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya, Koordinatorkoordinator Divisi bertanggungjawab kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya. Pasal 65 Sekretaris Divisi (1) Sekretaris Divisi memiliki tugas: a. Membantu Koordinator dalam hal administrasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan yang menjadi bidang kerja Divisinya; b. Membuat perencanaan rapat-rapat Divisi; c. Menyiapkan laporan berkala dan laporan pertanggungjawaban untuk disampaikan oleh Koordinator kepada Wakil-wakil Ketua sesuai dengan bidangnya;

19649068.doc

d. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Sekretaris Divisi. (2) Sekretaris Divisi memiliki wewenang: a. Mengkomunikasikan pola kerja dan aktivitas Divisi menurut unit tugas kerja Divisinya kepada unsur-unsur anggota Divisi lainnya; b. Menandatangani surat-surat atau laporan Divisi bersama Koordinator Divisi. (3) Sekretaris Divisi bertanggungjawab kepada Koordinator Divisi. Pasal 66 Anggota-anggota Divisi (1) Anggota-anggota Divisi memiliki tugas: a. Membantu pelaksanaan tugas-tugas Koordinator dan/atau sekretaris Divisi; b. Melaksanakan tugas-iugas khusus yang telah ditentukan. (2) Anggota-anggota Divisi memiliki wewenang mewakili pelaksanaan tugas dan atau wewenang Koordinator dan/atau Sekretaris Divisi apabila salah satu atau keduanya berhalangan, berdasarkan penunjukan atau putusan rapat Pengurus Harian KR. BAB III PERANGKAT ORGANISASI Pasal 67
(1)

Perangkat Organisasi adalah perangkat Kepengurusan Organisasi yang dibentuk berdasarkan kebijakan dan keputusan rapat Pengurus Harian Organisasi di tingkatan kepengurusan, dan berfungsi sebagai unit-unit kerja pelaksanaan dan pengembangan program-program strategis untuk membantu pelaksanaan kebijakan Kepengurusan Organisasi dalam rangka menopang pencapaian tujuan perjuangan Organisasi;

(2) Agar dapat berfungsi optimal dalam membantu pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan perjuangan organisasi, maka jenis dan karakteristik Perangkat

19649068.doc

Organisasi yang dibentuk harus disesuaikan dengan situasi dan potensi daerah serta kebutuhan dan kemampuan Kepengurusan Organisasi di tingkatannya masing-masing;
(3)

Perangkat

Organisasi

dapat

berbentuk

satuan-satuan

Tugas/Unit-unit

Khusus/Kelompok-kelompok Kerja yang menangani bidang-bidang ekonomi, hukum, sosial, pendidikan, kebudayaan, keamanan dan ketertiban, dan/atau menangani kelompok masyarakat yang mempunyai basis massa di berbagai segmen dan/atau lapisan sosial masyarakat , seperti : a. Satuan Tugas Pengamanan Pemilu (SATGAS PAMPILU); b. Satuan Tugas Pengamanan Khusus (SATGAS PAMSUS);
c.

Unit Khusus Pencari Fakta Konlik Antar Etnik (UKPF-KAE); Unit Khusus Advokasi Awak Angkutan Kota (UKA3); Kelornpok Kerja Seniman Tradisional (KKST-); Kelompok Kerja Seniman Alteriatif atau modern (KKSA);

d. Unit Khusus Advokasi Anak Jalanan (UKA2J):
e. f. g.

h. Kelompok Kerja Artis Jakarta ( KKA-Jakarta), i. Kelompok Kerja Arus Informasi (K2AI); j. Kelompok Kerja Kajian dari Pengembangan Kebijakan Strategis (K3PKS); k. Dan seterusnya menurut situasi dan potensi daerah serta kebutuhan dan kemampuan Kepengurusan Organisasi di tingkatnya masing-masing. (4) Perangkat organisasi di semua tingkatan kepengurusan memiliki tugas: a. Melakukan pengkajian-pengkajian strategis secara terencana dan terarah; b. Melaksanakan program-program khusus sesuai dengan bidangnya; c. Melakukan penggalangan serta pembinaan dan pendidikan politik secara intensif terhadap kelompok sasaran tertentu yang menjadi basis pelaksanaan program-program kegiatannnya; d. Memberikan rekomendasi tertentu kepada Kepengurusan Organisasi di tingkatannya masing-masing, berdasarkan hasil pengkajiannya; (5) Perangkat Organisasi disemua tingkatan kepengurusan memiliki wewenang:

19649068.doc

a. Mengelola satuan, unit atau kelompok kerja dan program-programnya berdasarkan putusan Rapat Pengurus Harian, dengan tetap melakukan konsultasi dan koordinasi dcngan Kepengurusan Organisasi di tingkatnya masing-masing; b.Membuat perencanaan progam sesuai dengan bidangnya; c. Mengajukan rancangan anggaran biaya kegiatan kepada Bendahara Kepengurusan Organisasi;
(6)

Perangkat Organisasi di semua tingkatan Kepengurusan Organisasi, dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) dan ayat (5) pasal III, harus sesuai dengan kebijakan Pengurus Harian, Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan Organisasi, dan peraturan Organisasi lainnya;

(7)

Di dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya, hasil-hasil permusyawaratan Organisasi, dan peraturan Organisasi lainnya;

(8) Di dalam menjalankan tugas dan menggunakan wewenangnya, Perangkat Organisasi di semua tingkatan Kepengurusan Organisasi berada di bawah koordinasi Divisi-divisi menurut kekhasan tugas dan/atau bidang kerjanya, dan bertanggungjawab kepada Ketua-Ketua/Wakil-Wakil Ketua di tingkatannya masing-masing, sesuai dengan bidangnya. (9) Pengaturan lebih lanjut tentang struktur, personalia, tugas dan wewenang dari unsur-unsur pengelola Perangkat Organisasi diputuskan oleh Dewan Pimpinan Nasional dalam suatu Peraturan Organisasi. BAB IV PERGANTIAN ANTAR WAKTU Pasal 68
(1)

Pergantian antar waktu personalia Pengurus Organisasi terjadi karena: a. meninggal dunia; b. mengundurkan diri; c. diberhentikan.

19649068.doc

(2)

Pemberhentian personalia Pengurus Organisasi hanya dapat dilakukan melalui Rapat Pleno Pegurus Harian di tingkatnya rnasing-masing berdasarkan alasanalasan yang kuat secara organisatoris, sesuai dengan kebijakan Pengurus Harian di tingkatannya masing-masing dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hasil-hasil permusyawaratan Organisasi, dan peraturan Organisasi lainnya. Pasa1 69
(1)

Pergantian lainnya;

lowongan

antar

waktu

personalia

Pengurus

Organisasi

dilakukan oleh Rapat Pleno Pengurus Harian disemua tingkatan Organisasi (2) Calon-calon diajukan oleh unsur Pengurus Harian dan/atau Divisi-divisi.

BAB V PEMBENTUKAN DAN PEMBEKUAN KEPENGURUSAN Bagian Pertama Pembentukan Kepengurusan Pasal 70 Pembentukan Koordinator Ranting (KR)
(1)

KR dapat dibentuk bila di suatu desa/kelurahan terdapat sekurang-kurangnya 15 (lima belas) orang Kader dan/atau kaum partisipan/pendukung. atau atas pertimbangan Pengurus Koordinator Anak Cabang (KAC) di kecamatan (PR) setempat setelah dipandang telah memungkinkan untuk dibentuk KR;

(2)

Permohonan pembentukan KR diajukan kepada DPK disertai keterangan jumlah kader dan/atau kaum partisipan/pendukung , atau atas persetujuan dari Pengurus KAC setempat.

(3) Sebagai jawaban atas permohonan dimaksud, DPK memberi mandat kepada tokoh setempat untuk membentuk KR di daerah tersebut;

19649068.doc

(4) Setelah

rancangan

Kepengurusan

organisasi

terbentuk,

maka

DPK

menerbitkan SK kepengurusan KR di daerah tersebut. Pasal 71 Pembentukan Koordinator Anak Cabang (KAC)
(1)

KAC dapat dibentuk bila di suatu Kecamatan terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) KR atau telah terdapat minimal 30 (tiga-puluh) orang Kader dan/atau kaum partisipan/pendukung, atau atas pertimbangan DPK di Kabupaten setempat , setelah dipandang memungkinkan untuk dibentuk KAC;

(2)

Permohonan pembentukan KAC diajukan kepada DPK disertai keterangan jumlah kader dan/atau kaum partisipan/pendukung. Sebagai jawaban atas permohonan dimaksud. DPK naemberi mandat kepada tokoh setempat LIMA membentuk KAC di daerah tersebut; rancangan Kepengurusan organisasi terbentuk, maka DPK

(3)

(4) Setelah

menerbitkan SK kepengurusan KAC di daerah tersebut. Pasal 72 Pembentukan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK)
(1)

DPK dapat dibentuk bila di suatu Kabupaten atau daerah yang disamakan dengan itu terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) KAC atau terdapat minimal 45 (empat puluh lima) orang Kader muda dan/atau kaum muda partisipan/pendukung, atau atas pertimbangan DPP setempat dipandang telah memungkinkan untuk dibentuk DPK;

(2)

Permohonan pembentukan DPK diajukan kepada DPN disertai keterangan jumlah kader muda dan/atau kaum muda partisipan/pendukung , dan/atau atas persetujuan dari DPP setempat.

(3)

Sebagai jawaban atas permohonan dimaksud, DPN memberi mandat kepada tokoh setempat untuk membentuk DPK di daerah tersebut; Setelah rancangan Kepengurusan organisasi terbentuk, maka DPN

(4)

menerbitkan SK kepengurusan DPK di daerah tersebut.

19649068.doc

Pasal 73 Pembentukan Dewan Koordinator Wilayah (DPP)
(1)

DPP dapat dibentuk bila di suatu Propinsi atau daerah yang disamakan dengan itu terdapat sekurang-kuraugnya 3 (tiga) DPK atau terdapat sekurangkurangnya 60 (enam puluh) orang Kader muda dan atau kaum muda partisipan/pendukung , atau atas pertimbangan DPN dipandang telah memung kinkan untuk dibentuk DPP;

(2)

Permohonan pembentukan DPP diajukan kepada DPN disertai keterangan jumlah kader muda dan atau kaum muda partisipan/pendukung BK. Sebagai jawaban atas pernlohonan dimaksud, DPN memberi mandat kepada tokoh setempat untuk membentuk DPP di daerah tersebut; rancangan Kepengurusan organisasi terbentuk, maka DPN

(3)

(4) Setelah

menerbitkan SK kepengurusan DPP di daerah tersebut. Bagian Kedua Pembekuan Kepengurusan Pasal 74 (1) DPN dapat membekukan Kepengurusan Organisasi tingkat di bawahnya, yang mana pengambilan keputusannya ditetapkan sekurang-kurangnya melalui Rapat Pleno Pengurus Harian;
(2)

Alasan pembukuan harus kuat secara organisatoris dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar, Angaran Rumah Tangga, dan peraturan Organisasi lainnya;

(3) Sebelum pembekuan dilakukan terlebih dahulu diberi peringatan tertulis sebanyak-banyaknya 3 (tiga) kali untuk memperbaiki pelanggarannya; (4) Setelah pembekuan terjadi maka kepengurusan dipegang oleh kepengurusan yang setingkat lebih tinggi, hanya untuk mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah menurut tingkatannya yang selanjutnya akan memilih kepengurusan yang baru;

19649068.doc

(5) Selambat-lambatnya baru.

3

(tiga)

bulan

setelah

pembekuan,

harus

sudah

terselenggara Musyawarah menurut tingkatannya untuk memilih kepengurusan

BAB VI PELANTIKAN PENGURUS Pasa1 75 Pelantikan Pengurus (1) Pelantikan adalah peresmian pengurus baru Kepengurusan Organisasi di semua tingkatan, sebagai upacara resmi untuk mengukuhkan keabsahan pengurus Organisasi; (2) Pelantikan terhadap pengurus baru Kepengurusan Organisasi di semua tingkatan dilaksanakan setelah pengurus baru dimaksud secara administratif mendapat surat keputusan pengesahan dari instansi Organisasi yang berwenang; (3) Yang berwenang melantik pengurus Kepengurusan Organisasi adalah: a. KR dan KAC dilantik oleh DPK; b. DPK dilantik DPN, atau oleh DPP atas rekomendasi DPN; c. DPP dilantik oleh DPN; d. DPN dilantik oleh penerima mandate dari Kongres Pasal 76 Prosesi dari Naskah Pelantikan (1) Profesi pelantikan untuk pengurus baru Kepengurusan Organisasi di semua tingkatan sekurang-kurangnya memuat butir-butir acara sebagai berikut: a. Pembacaan Surat Keputusan tentang Komposisi dan Personalia Kepengurusan Organisasi yang akan dilantik; b. Kata Pengantar dan/atau Pidato Politik yang berwenang dan akan melantik; c. Pembacaan Naskah Pelantikan oleh yang berwenang melantik dan diikuti oleh unsur-unsur Pengurus Harian Kepengurusan Organisasi yang dilantik; d. Pemanjatan do'a.

19649068.doc

(2) Naskah pelantikan untuk pengurus baru Kepengurusan Organisasi di semua tingkatan sekurang-kurangnya memuat butir-butir komitmen sebagai berikut:
a.

(Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa… Organisasi) BENTENG KEDAULATAN ....... (menyebutkan daerah lingkup kerjanya) dengan memohon rahmat, hidayah dan ampunan Tuhan, serta dengan penuh taggung-jawab dan atas kemauan sendiri, dengan ii kami berikrar :  Siap berjuang demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan kepuda Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dimpin oleh hikmah kebijakan dalam Permusayawaratan/ Perwakilan, dan Kaadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; dan Undang-undang dasar 1945;

b. Kami, sebagai pengurus ... ... ... ... (menyebutkan tingkatan Kepengurusan

Siap melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Dan senantiasa mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BENTENG KEDAULATAN; Selalu berpegang kepada prinsip-prinsip perjuangan Oranginasasi; yaitu pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi kebenaran dari kejujuran, menegakan keadilan, menjaga persatuan, menumbuhkan persaudaraan dan kebersamaan yang tidak membeda-bedakan asal-usul suku, agama, ras, golongan, profesi dan gender, BAB VII SEKRETARIATAN JENDRAL/SEKRETARIAT Pasal 77

(1) Sekretariat jenderal/Sekretariat Kepengurusan Organisasi merupakan unit kerja pengendalian organisasi sehari-hari yang terdiri dari Sekretaris Jeuderal/Sekretaris, Wakil-wakil Sekretaris Jendera/Wakil-wakil Sekretaris, dan dibantu beberapa staf administrasi/kesekretariatan. (2) Sekretariat Jenderal/Sekretariat Kepengurusan Organisasi memiliki tugas:

19649068.doc

a. Menerima, mengolah dan menyajikan Informasi secara cepat dan tepat. b. Melaksanakan kegiatan administrasi sehari-hari c. Menyebar luaskan produk Kepengurusan Organisasi kepada sasaran yang ditentukan ; (3) Sekretariat wewenang: a. Mengendalikan kegiatan organisasi sehari-hari; b. Merencankan dan mengorganisasikan rapat-rapat Kepengurusan Organisasi di tingkatan masing-masing; (4) Sekretariat Jenderal/Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris Jenderal/Sekretaris dan bertanggung jawab kepada Ketua Umum/Ketua. Jenderal / Sekretariat Kepengurusan Organisasi memiliki

BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 78
(1)

Hal-hal mengenai percepatan politik dan situasi pemilihan Umum tahun 2009, pembentukan Kepengurusan sebagaimana dimaksud dalam pasal 71, pasal 72 dan pasal 73 Pedoman Keorganisasian ini lebih mengacu pada ketentuan sebagaimana diatur dalam pada pasal…… ayat (…) Anggaran Dasar, yaitu bahwa dalam Organisasi ini dibentuk dengan tujuan……

(2)

Ketentuan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini dikandung cnaksud agar sampai masa satu bulan setelah pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2009 aktivitas Kepengurusan Organisasi lebih diprioritaskan untuk perluasan, pelembagaan dan penyempurnaan organisasi.

19649068.doc

BAB IX PENUTUP Pasal 79 (1) Hal-hal yang berkenaan dengan keorganisasian yang belum diatur dalam Pedoman Keorganisasian ini akan ditentukan di kemudian hari berdasarkan ketentuan yang berlaku; (2) Keputusan Organisasi ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Pada tanggal Pukul KOMISI A (ORGANISASI) BENTENG KEDAULATAN PIMPINAN RAPAT KERJA NASIONAL

: Jakarta : 31 Mei 2009 : 11.26 WIB

Tamam Ketua Komisi A

M. Hasbi Sekretaris Komisi A

19649068.doc

RANCANGAN KEPUTUSAN KERJA NASIONAL 1 BENTENG KEDAULATAN Nomor : /RAKERNAS-BENTENG KEDAULATAN/2009 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi dan Atribut BENTENG KEDAULATAN Bismilahirrohmannirrohim Pimpinan Rapat Kerja Nasional 1 tahum 2009 BENTENG KEDAULATAN, setelah: Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka mengoptimalkan penyelenggarakan administrasi dan kesekretariatan, mengefektifkan penggunaan atribut organisasi di kalangan anggota dan pengurus di semua tingkatan kepengurusan, demi mewujudkan cita-cita dan tujuan Organisasi, Organisasi;
2.

dipandang tertib

perlu

adanya dan

pedoman atribut

penyelenggaraan

administrasi

Bahwa Rapat Kerja Nasional 1 (Rakernas I) Tahun 2009 BENTENG KEDAULATAN Organisasi Tertib adalah forum permusyawaratan wewenang penyelenggaraan yang dan mewakili pedoman Atribut

untuk

menetapkan Administrasi

BENTENG KEDAULATAN dimaksud; Mengingat : 1. AD/ART BENTENG KEDAULATAN 2. Keputusan RAPIM DPN , di Jakarta pada tangggal … MEI 2009 6. Pedoman Keorganisasian BENTENG KEDAULATAN;

19649068.doc

Memperhatikan Menetapkan

: :

Saran dan masukan dari para peserta Rakernas I Tahun 2009 BENTENG KEDAULATAN; Memutuskan 1. Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi dan Atribut BENTENG KEDAULATAN disingkat PPTAA BENTENG KEDAULATAN sebagaimana terlampir; 2. Menugaskan kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BENTENG KEDAULATAN untuk menyempurnakan, mensosialisasikan dan memperjuangkan pelaksanaan keputusan Rakernas I dimaksud; 3. Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini, akan diatur dalam suatu peraturan Organisasi yang diputuskan oleh Dewan Pimpinan Nasional; 4. Keputusan ini berlaku sejak dan tanggal ditetapkannya.

Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal Pukul : 31 Mei 2009 : 11.26

PRESIDIUM RAPAT KERJA NASIONAL BENTENG KEDAULATAN

Tamam Presidium

M. Hasbi Presidium

19649068.doc

Lampiran

: Rancangan Keputusan Rakernas I Tahun 2009 BENTENG KEDAULATAN Nomor : /RAKERNAS BENTENG KEDAULATAN/2009 PEDOMAN

PENYELENGGARAAN TERTIB ADMINISTRASI DAN ATRIBUT BENTENG KEDAULATAN I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keutuhan dan kesatuan gerak organisasi tercermin antara lain pada sistim tertib administrasi dan atribut yang diterapkan oleh organisasi yang bersangkutan, maka diperlukan adanya seperangkat aturan sebagai usaha unifikasi aturan yang wajib dilaksanakan akan disosialisasikan secara terus menerus agar menjadi tradisi organisasi yang baik dan positif dari pelaksanaan program-program organisasi demi tercapainya cita-cita dan tujuan perjuangan organisasi. Disamping untuk memelihara keutuhan dan kesatuan gerak organisasi, sistim administrasi diperlukan juga untuk menegakkan wibawa dan disiplin organisasi bagi segenap anggota fungsionaris diseluruh tingkatan organisasi Secara vertikal. Oleh karena itu terbitnya Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi merupakan suatau jabaran aktual di tengah-tengah mendesaknya keperluan akan adanya pedoman yang berlaku secara nasional di lingkungan BENTENG KEDAULATAN dari tingkat Dewan Pimpinan Nasional sampai Koordinator Ranting B. Pengertian Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi dan Atribut BENTENG KEDAULATAN) adalah serangkaian aturan (PPTAA) mengenai

penyelenggaraan organisasi dengan administrasi yang meliputi tertib

19649068.doc

kesekretariatan dan atribut organisasi yang berlaku untuk tiap-tiap tingkatan kepengurusan Organisasi secara nasional. C. Tujuan PPTAA BENTENG KEDAULATAN bertujuan: 1. Mempermudah upaya pembinaan, pengembangan dan pemantauan pelaksanaan administrasi di tiap-tiap tingkatan kepengurusan organisasi; 2. Menyelenggarakan pola sistim pengorganisasian di bidang kesekretariatan di tiap-tiap tingkatan kepengurusan organisasi;
3.

Menegakkan

wibawa

dan

disiplin

organisasi

serta

menumbuhkan

kesadaran, semangat dan kegairahan berorganisasi di kalangan anggota dan pengurus di tiap-tiap tingkatan kepengurusan Organisasi. D. Sasaran PPTAA BENTENG KEDAULATAN bertujuan :
1.

Terwujudnya suatu aturan tunggal organisasi di bidang administrasi yang baku dan berlaku secara nasional ; Terpilihnya nilai, jiwa dan semangat kebersamaan dalam memperkokoh keutuhan, persatuan dan kesatuan organisasi serta disiplin dan wibawa organisasi

2.

E. Landasan PPTAA BENTENG KEDAULATAN berlandaskan pada :
1.

Anggaran

Dasar

dan

Anggaran

Rumah

Tangga

BENTENG

KEDAULATAN; 2. Pedoman Keorganisasian BENTENG KEDAULATAN;
3.

Keputusan-keputusan

Rakernas

1

Tahun

2009

BENTENG

KEDAULATAN yang lain. II. PENYELENGGARAAN TERTIB ADMINISTRASI A. Jenis Surat Surat-surat resmi organisasi dikelompokkan menjadi dua jenis surat, yaitu:

19649068.doc

1.

Surat umum, yaitu surat-surat biasa yang berisi pesan-pesan yang mencerminkan aktivitas rutin organisasi, diterbitkan sebagai sarana komunikasi tertulis baik untuk internal maupun external organisasi seperti pemberitahuan, permohonan, instruksi, dan sebagainya;

2.

Surat khusus, yaitu surat-surat yang menyatakan tentang produk normatif organisai dan/atau landasan pijak organisatoris, baik bersifat intern maupun ekstern organisasi, seperti: keputusan / ketetapan organisai suatu hal, pernyataan sikap organisasi mengenai hal-hal dan pemberian mandat/kuasa/rekomendasi kepada seseorang

B. Bentuk Surat Surat-surat resmi organisasi terutama surat yang termasuk jenis ‘surat umum] ditulis dengan bentuk full block style, yakni pengetikan seluruh kata dimulai dari garis tepi (margin) yang sama. C. Sistematika Isi Surat Surat umum, surat-surat resmi organisai tertulis dengan sistematika sebagai berikut: 1. Nomor surat, disingkat No.; 2. Lampiran atau isi pokok surat, disingkat Lamp; 3. Perihal surat, disingkat Hal; 4. Si alamat yang dituju, "Kepada Yth dst";
5. 6.

Kata pembukaan surat, "Assalamu 'alaikum, Salam Sejahtera… dst "; Kalimat pengantar, "Salam kedaulatan dst"; Penutup, "Wassalam " "Wassalamu'alaikum, dst";

7. Maksud atau pesan utama surat;
8.

9. Tempat, tanggal dan waktu pembuatan surat; 10. Nama dan jabatan penanggung jawab surat; 1 11. Tembusan surat.

19649068.doc

1.

Nomor dail priode Surat l.a. Nomor surat berfungsi sebagai tanda pengenal (identitas) surat sekaligus untuk memudahkan proses pencmian kembali, apabila surat tersebut diperlukan dikemudian hari. 1.b. Nomor surat resmi organisasi di semua tingkatan kepengurusan (ditulis No. saja) merupakan rangkaian kode informasi yang menyatakan: a). Nomor urut surat; b). Tingkat dan Periode kepengurusan; c). Jenis dan nomor surat; d). Penanda tangan surat; e). Bulan pembuatan surat; f). Tahun pembuatan surat. l.c. Surat resmi organisasi di semua tingkatan kepengurusan harus memperhatikan kodelsandi yang terkandung dalam nomor surat. Penomoran atau pemberiaan kode surat terdiri atas 6 item untuk DPN, dan tujuh item untuk DPP, DPK, KAC dan KR. Pembatasan pada setiap item kode/sandi diberi titik (.) dan bukan garis miring l.d. Kode/nomor surat menurut jenis atau sifatnya, untuk DPN, meliputi: a. Kode 01 untuk surat internal khusus (seperti Surat Keputusan); b. Kode 02 untuk surat internal umum (seperti surat-surat biasa selain Surat Keputusan); c. Kode 03 untuk surat eksternal khusus (seperti surat mandat khusus, audiensi dll); d. Kode 04 untuk surat eksternal yang bersifat umum. 1.e. Kode%nomor surat menurut jenis atau sifatnya, untuk : DPP,DPK, KAC, dan KR, meliputi: a. Kode 01 untuk surat internal, baik umum maupun khusus; dan b. Kode 02 untuk surat eksternal, baik omum maupun khusus. 1.f. Kode surat menurut Penandatangan Surat, Untuk DPN mengunakan kode:
a)

A-I jika ditanda-tangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal;

19649068.doc

b)

A-II jika ditanda-tangani Ketua Umum dan Wakil Sekretaris Jenderal; B-I jika ditanda-tangani Ketua umum dan Sekretaris Jenderal; B-II jika ditanda-tangani Ketua Umurn dan Wakil SekJend.

c) d)

Khusus untuk surat-surat yang berkaitan dengan masalah Keuangan, menggunakan kode:
e)

C-I jika ditanda-tangani Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Bendahara/Wakil Bendahara; C-II jika ditanda-tangani Ketua Umum, Wakil Sekjen

f)

Bendahara/Wakil Bendahara;
g)

C-III jika ditanda-tangani Ketua, dan Sekretaris Jenderal dan Bendahara/Wakil Bendahara; C-IV jika ditanda-tangani Ketua, Wakil Sekjen dan Bendahara.

h)

1.g. Kode surat menurut Penandatangan Surat, untuk DPP, DPK, KAC, dan KR menggunakan kode:
a) b) c) d)

A-I A-II B-I B-II

jika ditanda-tangani Ketua dan Sekretaris; jika ditanda-t: ngani Ketua dan Wakil Sekretaris; jika ditanda-tangani Wakil Ketua dan Sekretaris; jika ditanda-tangani Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris.

Khusus untuk surat-surat yang berkaitan dengan masalah Keuangan, menggunakan kode:
e)

C-I C-II

jika ditandatangani Ketua, Sekretaris dan Bendahara/'Wakil jika ditanda-tangani Wakil Ketua, Wakil Sekretaris dan

Bendahara;
f)

Bendahara/Wakil Bendahara;
g)

C-III jika ditanda-tangani Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara / Wakil Bendahara; C-IV jika ditanda-tangani Wakil Ketua, Wakil Sekretaris dan Bendahara.

h)

19649068.doc

l.h. Khusus untuk DPP dan DPK harus rnencantumkan kode kawasan, (diletakan
a) b) c)

setelah

kolom

tingkat

kepengurusan

dan

periode

kepengurusan) dikelompokan menurut kawasan, yaitu dengan kode: U untuk DPP/DPK dikawasan Sumatera; V untuk DPP/DPK dikawasan Jawa dan Madura; W untuk DPP/DPK dikawasan Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur;
d) e) f)

X untuk DPP/DPK dikawasan Kalimantan; Y untuk DPP/DPK dikawasan Sulawesi; dan Z untuk DPP/DPK dikawasan Maluku, Timor-Timur dan Irian Jaya.

Kode angka untuk DPP/DPK secara lengkap ditentukan kemudian, setelah terbentuk DPP-DPP/DPK-DPK di seluruh Indonesia. 1.i. Untuk KAC dan KR cukup mencantumkan kode DPK yang bersangkutan. 1.j. Kode bulan dan tahun surat sesuai dengan bilangan bulan dan tahun surat diterbitkan serta ditulis dengan `angka arab' (bukan huruf arab). 1.k. Contoh penomaran dan penggunaan kode surat untuk surat DPN: Nomor : OOI.DPN-L02-OO1.A-L03.2003 001 DPN -I 02 -001 A-I = Nomor urut surat keluar = Dewan Koordinasi Nasional = Periode pertama = Jenis surat internal khusus = Nomor urut surat jenis tersebut = Ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal

03.2003 = Bulan dan tahun ditetapkannya surat 1.l. Contoh penomoran dan penggunaan kode surat untuk surat DPP: Nomor : 017.DPP-VLY-0.01-018.A-IL10.2003 017 DPP = Nomor urut surat = Dewan Pimpinan Propinsi

19649068.doc

-VI Y-0 01 -018 A-II

= Periode kepengurusan = Kode untuk salah satu DPP di Sulawesi = Jenis surat internal (umum dan khusus) = Nomor Unit surat jenis tsb. = Ditandatangani Ketua dan Sekretaris

10.2003 = Bulan dan tahun ditetapkannya surat l.m. Contoh penomoran dan penggunaan kode surat untuk surat DPK : Nomor : 035.DPK-VLY-03.02-022.B-I.11.2003 035 Y-03 02 -022 B-I = Nomor urut surat = Kode untuk salah satu DPK di salah satu DPP di Sulawesi = Jenis surat eksternal (umum dan khusus) = Nomor urut surat jenis tsb. = Ditandatangani Wakil Ketua dan Sekretaris DPK-VI = Tingkatan dan periode kepengurusan organisasi

11.2003 = Bulan dan tahun ditetapkannya surat l.n. Contoh penomoran dan penggunaan kode surat untuk surat KAC: Nomor : 021.KAC-XLY-03.01-O10.B-IL 12.2003 021 Y-03 01 B-II = Nomor urut surat = Kode untuk salah satu DPK yang bersangkutan = Jenis surat intern (umum dan khusus) = Diitandatangani Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris KAC-XI = Tingkatan dan periode kepengurusan organisasi

12.1999 = Bulan dan tahun ditetapkannya surat l.o. Contoh penomoran dan penggunaan kode surat untuk Surat KR: Nomor : 021.KR-Xl.N-03.01-O10.B-I1.12.2003 021 KR-XI Y-03 01 B-II = Nomor urut surat = Tingkatan dan periode kepengurusan organisasi = Kode untuk salah satu UKC yang bersangkutan = Jenis surat intern (umum dan khusus) = Ditandatangani Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris

19649068.doc

12.2003 = Bulan dan tahun ditetapkannya surat 2. Lampiran Surat Lampiran surat (ditulis Lamp. Saja) adalah lembaran atau berkas yang berkaitan dengan isi pokok dan menyertai surat. Pada baris Lamp. Cukup ditulis jumlah jenis berkas, ditulis dengan angka. Contoh : Lamp. : 2 (dua) berkas 3. Perihal atau Isi Pokok Surat. Isi pokok surat atau perihal (ditulis Hal saja) berupa pernyataan singkat dan mudah dimengerti. Pernyataan dibuat dalam bentuk kata benda atau dibendakan, dan bukab kata kerja. Contoh : Permohonan Kesediaan, bukan Memohon Kesediaan 4. Alamat Surat Pada alamat surat hams dicantumkan nama orang yang dituju beserta gelar dan/atau pangkatnya secara sempurna, diikuti dengan jabatannya (jika ada, dan alarnat kantor, rumahnya secara lengkap. Contoh : Kepada yang terhormat Bapak …… Ketua Umum…. Jl. …… Jakarta Pusat. 5. Salam Pembuka Salam pembuka surat resmi Organisasi adalah : "Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh" 6. Kalimat Pengantar/Pembuka Kalimat pengantar/pembuka surat, misalnya: "Salam Silaturrahmi kami sanzpaikan kepada Bapak, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah, dan ma'unahNya kepada orangorang yang membela kebenaran, serta menunjukan tanda-tanda kepada orang-orang melakukan manipulasi atas nama kebenaran, Amin "

19649068.doc

7.

Maksud atau Pesan Utama Surat Pesan utama hendaknya ditulis dengan bahasa yang baik dan benar, menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dan tidak berbelit-belit, serta sedapat mungkin menghindari penggunaan bahasa asing dan singkatan yang tidak lazim.

8.

Salarn Penutup Salam penutup resmi adalah: "Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokartuh ".

9.

Tempat, Tanggal dan Waktu Pembuatan Surat Tempat pembuatan surat adalah nama kabupaten/kota madya. Untuk KAC dan KR mencantumkan nama kecamatan atau desa/kelurahan yang bersangkutan. Tanggal pembuatan surat menggunakan kalender umum (Masehi/Miladiyah). Contoh: Tarakan, 17 April 2003 M Untuk surat-surat tertentu yang bersifat khusus misalnya laporan investigasi atau kronologi suatu peristiwa penting, perlu mencantumkan Waktu penulisan surat (di belakang tanggal). Contoh : Sambas, 17 April 2003 M,19.45 WIB

10.

Nama dan Jaabtan Penanggung-Jawab Surat Penulisan nama dan jabatan penanggung jawab surat adalah nama pengurus tingkat kepengurusan organisasi yang menanda-tangni surat dimaksud, yaitu: Ketua Umum/Ketua/Wakil Ketua disebelah kiri, dan Sekretaris lenderal/Wakil Sekjen/Sekretaris/Wakil Sekretaris disebelah kanan. Nama dengan gelar ditulis dengan lengkap terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan jabatan pada baris di bawahnya. Dalam hal surat yang berkaitan dengan masalah keuangan, maka Ketua Umum/Ketua/Wakil Ketua di sebelah kiri; Sekretaris Jenderal/Wakil

19649068.doc

Sekjen/Sekretaris/Wakil Sekretaris di tengah; dan Bendahara/Wakil Bendahara di sebelah kanan. 11. Tembusan Surat Seluruh jenis surat keluar yang dikirim melewati hirarki organisasi secara vertikal, wajib memberikan tembusan, yaitu copy atau padanan surat yang disampakan kepada pihak-pihak selain nama yang tercantum pada alamat surat. Daftar pihak-pihak yang memperoleh tembusan/copy surat dicantumkan secara berturut-turut di bagaian akhir surat. D. Pengendalian Surat
1.

Untuk memudahkan pengendalian, setiap surat harus dicatat dalamBuku Agenda. Buku Agenda berfungsi untuk mengdokumentasikan seluruh jenis surat, baik surat keluar maupun surat ke masuk. Pada dasarnya seluruh jenis buku tulis dapat digunakan sebagai buku agenda surat, asalkan ukurannya sesuai dengan kolom yang diperlukan. Buku Agenda surat terdiri buku agcnda surat keluar dan buku agenda surat masuk.

2. Model Buku Agenda Surat Keluar, terdiri dari 7 (tujuh) kolom, yaitu: a. Nomor urut surat keluar : dimulai dari nomor 001 periode kepengurusan b. Nomor Surat : ditulis sebagaimana tertulis pada surat ditulis sebagaimana tertulis pada surat ditulis sebagaimana tertulis pada surat ditulis tanggal dikirimya surat c. Alamat/Tujuan Surat e. Tanggal kirim surat f. Hal/Perihal Surat g. Keterangan
3.

untuk

setiap

: ditulis sebagaimana tertulis pada surat : ditulis tanggal dikirimnya surat : ditulis sebagaimana tertulis pada surat : diisi informasi tempat menyimpan arsip

d. Tanggal Pembuatan Surat : ditulis sebagaimana tertulis pada surat

Model Buku Agenda Surat Masuk, terdiri dari 7 (tujuh) kolom, yaitu:

19649068.doc

a. Nomor urut surat keluar : dimulai dari nomor 001 untuk setiap periode kepengurusan b. Nomor surat c. Pengirim surat e. Tanggal terima surat f. Hal/Perihal surat g. Keterangan
4.

: ditulis sebagaimana tertulis pada surat : ditulis sebagaimana tertulis pada surat : ditulis tanggal diterimanya surat : ditulis sebagaimana tertulis pada surat : diisi sebagaimana tempat menyimpan arsip

d. Tanggal pembuatan surat : ditulis sebagaimana tertulis pada surat

Buku agenda harus selalu stand by diatas meja kerja, terutama saat membuat surat kepada, atau ketika menerima surat dari instansi lain.

E. Arsip dan Penyimpanan Arsip 1. Agar mempermudah peaiantauan daa pengecekan surat, maka seluruh seluruh surat keluar harus dibuatkan arsip / pertinggal, yaitu salinan / padanan / copy yang dapat dijadikan rujukan bila diperlukan. Untuk surat masuk, setelah dibaca dan diberi diposisi oleh pengurus yang berwenang, juga diperlakukan sebagai arsip yang harms disimpan secara baik. Apabila surat tersebut diperlukan untuk tindakan lanjut, hendaknya dibuat fotocorvnya, sedangkan aslinya tetap tersimpan dengan baik. 2. Penyimpanan arsip harus diatur dengan membuat pengelompokan, agar memudahkan proses pencarian dan penemuan kembali, apabila arsip tersebut diperlukan. Pengelompokan arsip dapat meliputi: a. Surat Keluar : * 01 * 01.01 * 01.02 * 01.03 * 01.04 * 01.05 * 02 : Surat Umum : Surat Intern Organisasi : Surat kepada Instansi pemerintah/TNI/Kepolisian : Surat kepada OKP Orsospol lair. : Surat kepada Ormas/Pesantren/LSM : Lain-lain : Surat Khusus

19649068.doc

* 02.01 * 02.02 * 02.03 * 02.04 * 02.05

: Peraturan Organisasi : Pengesahan Kepengurusan/Panitia : Surat mandat. surat kuasa, rekomendasi : Surat Pernvataan : Surat Keputusan lain-lain

b. Surat Keluar : * Ol * 01.01 * 01.02 * 01.03 * 02 * 02.01 * 02.02 * 02.03 * 02.04 * 03 * 04 : Intern Organisasi : Laporan : Pernlohonan Pengesahan Pengurus : Lain-lain : Instansi pemerintah/TNI/Kepolisian : Peraturan Perundang-undangan : Izin/Rekomendasi : Koordinasi : Lain-lain : Luar Negeri/Lembaga Internasional : Lembaga/perorangan lain-lain

3. Penyimpanan File Komputer Surat/dokumen yang dibuat dengan komputer, selain arsipnya disimpan secara fisik, file dikomputer harus dipelihara dengan baik. Demi keamanan isi file, selain disimpan hard-disk, file perlu diback-up dengan Disket dan atau CD. Untuk memudahkan pencarian/penemuan kembali file komputer, maka space di hard-disk hendaknya dibuat directory/subsub directory yang pengelompokannya mengacu kepada pola penyimpanan arsip tersebut di atas. Disket/CD back-up hendaknya diberi label yang menunjukan file-file yang ada di dalamnya. F. Buku Kas untuk Administrasi Keuangan Organisasi

19649068.doc

1.

Demi tertibnya administrasi di bidang keuangan serta, kejelasan akuntabililitas pemasukan dan penggunaan keuangan (cash-flow) organisasi, maka selurh kegiatan yang dengan penerimaan dan pengeluaran dana organisasi, harus tercatat dalam buku Kas, yang terdiri atas : a). Buku Harian;b) Neraca Bulanan dan c) Neraca Tahunan.

2. Pada dasarnya semua jeis buku dapat digunakan sebagai Buku Kas asalkan ukurannya sesuai dengan kolom yang diperlukan 3. Model Buku Kas standart yang digunakan untuk seluruh enis kegiatan pada semua tingkatan kepengurusan organisasi terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut : Kolom sebelah kiri untuk mencatat semua penerimaan (debet) a. Nomor urut oenerimaan : dimulai dari nomor 001 untuk setiap periode kepengrusan b. Uraian sumber kas c. Jumlah masuk : Diisi keterangan / kejelasan mengenai : diisi sesuai jumlah (Rp) yang masuk sumber/asal-usul uang masuk

Kolom-kolom sebelah kanan untuk mecatat pengeluaran (kredit) d. Nomor urut pengeluaran e. Uraian sumber kas : : diisi dimulai dari nomor 001 untuk keterangan/kejelasan mengenai

setiap periode kepentingan kepengurusan pengunaan uang atau uang keluar f. Jumlah uang keluar : diisi sesuai jumlah (Rp) yang keluar 4. Selisih antara penerimaan dan pengeluaran uang disebut saldo. 5. Pengurus yang berwenanv menyimpan dan mggunakan Buiku kas adalah Bendahara/Wakil Bendahara, ditiap-tiap tingkatan kepengurusan. 6. Pelaporan keuangan organisasi, selain dalam bentuk Buku Kas juga harus dilengkapi kwitansi atau tanda pembayaran dalam pembelian barang-barang untuk kepentingan organisasi.

19649068.doc

G. Buku Inventaris 1. Untuk jelas, tertib dan bertanggung-jawabnya pengadaan, penggunan, pemeliharaan dan penyimpanan barang-baran iventaris organisasi, diperlukan pencatan yang tertib tentang jumlah dan keadaan barangbarang inventaris dimaksud, dalam suatu Buku Inventaris. 2. Buku inventaris berfungsi untuk mencatat seluruh kekayaan atau barangbarang milik organisasi, agar mudah melakukan pemeliharaan perawatan dan pemantauan terhadap barang-barang tersebut, sebagai asset organisasi yang dihasilkan dari suatu masa bakti kepengurusan. 3. Pada dasarnya semua jenis buku dapat digunakan sebagai Buku Invertaris asalkan ukurannya sesuai dengan kolom yang diperlukan.
4.

Model Buku Inventaris yang digunakan untuk semua tingkatan kepengurusan organisasi terdiri alas kolom: a) Nomor urut kepengurusan b) Nama barang c) Merk barang d) Tahun pembelian e) Jumlah barang f) Keadaan barang g) Keterangan : ditulis sesuai dengan nama barang yang ada : ditulis sesuai dengan nama barang yang ada : ditulis sesuai dengan nota pembelian barang : ditulis sesuai dengan jumlah barang yang ada : diisi informasi/keadaan barang yang ada : dimulai dari nomor 001 untuk setiap periode

(seperti: baik, rusak, dipinjam, dsb) : diisi uraian lain yang dianggap perlu. 5. Pengurus yang berwenag untuk menyimpan dan melakukan inventarisasi adalah Sekjen/Sekretaris Jenderal/Sekretaris disemua tingkatan organisasi.

19649068.doc

III.PENYELENGGARAAN TERTIB ATRIBUT ORGANISASI

A. Lambang 1. Unsur dan warna gambar Lambang Benteng Kedaulatan terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut
a.

Perisai merah putih (; komposisi warna 100%)

b. Bintang diatas perisai (warna kuning emas) c. Huruf balok BK sebagasi symbol dari semua maksud organisasi.
d.

Tulisan

nama

organisasi

BENTENG

KEDAULATAN

(menggunakan tipografi arial black) yang berada dibawah perisai. (warna merah) 2. Penggunaan Lambang Lambang organisasi merupakan identitas visual yang digunakan secara proposional pada stasioner dan berbagai jenis atribut resmi, yaitu :
a.

Kop atau kepala surat (letter-head);

b. Amplop; c. Cap atau stempel; d. Kartu nama; e. Kartu Tanda Anggota; f. Sertifikat, piagam, atau tanda penghargaan lainnya; g. Jas resmi; h. Papan nama; i. Bendera; j. Spanduk, biil-board dan baliho k. Berbagai barang-barang cindera mata (souvenir) B. Tema Resmi dan Slogan Organisasi
1.

Tema Resmi organisasi adalah turunan/derivasi dari tema resmi BERDAULAT 100%”.

(”

19649068.doc

2.

Tema resmi organisasi digunakan pada stationari dan berbagai jenis atribut, bersama dengan logo organisasi. Selain itu, tema resmi organisasi juga digunakan sebagai yel dalam pidato.

3. Selain tema tersebut, ada slogan-slogan, seperti :  BENTENG KEDAULATAN Benteng Persaudaraan Bangsa;  BENTENG KEDAULATAN Merajut Kembali Kebhinekaan;  BENTENG KEDAULATAN Menjahit Kembali Merah Putih

BENTENG

KEDAULATAN

Bergerak

untuk

Menegakkan

Kedaulatan Bangsa;  BENTENG KEDAULATAN Mengawal Gerak dan Dinamika Demokrasi;

BENTENG KEDAULATAN berjuang demi tegakkan kedaulatan politik, ekonomi, tanah air dan pengetahuan Indonesia; tersebut digunakan pada spanduk, striker dan

4. Slogran-slogan sebagainya.

C. Stasioneri dan Atribut Organisasi
1.

Kop atau Kepala Surat (letter-head)
a.

Bahan

: : : :

Kertas HVS gram/Concorde/Congueror a). A4 (210 x 297 mm) b). Folio )215 mm x 330 mm) Putih polos a). Lambang logo ditepi atas bagian tengah b). Terletak kepengurusan di bawah lambang; c). Nama organisasi terletak di bawah tingkatan kepengurusan d). Alamat lengkap sekretariat kantor terletak di bawah garis

b. Ukuran c. Warna kertas d. Tata-letak

e. Penggunaan 2. Amplop

:

a). Ukuran A4, untuk surat menyurat rutin b). Ukura Folio, untuk Surat Keputusan (SK)

19649068.doc

a.

Bahan

: : : :

Kertas amplop (Self seal envelope) Cabinet (220 mm x 110 mm) Putih polos a). Lambang logo ditepi atas bagian tengah b). Terletak kepengurusan di bawah lambang; c). Nama organisasi terletak di bawha tingkatan kepengurusan d). Alamat lengkap sekretariat kantor terletak di bawah garis

b. Ukuran c. Warna kertas d. Tata-letak

e. Catatan

:

a).

Bila diperlukan, amplop dapat di buat

dalam ukuran besar (folio, dsb) dengan mengacu pada b). Ukuran Folio, untuk Surat Keputusan (SK) 3. Cap/Stempel a. Bahan b. Bentuk
c.

: : :

Bahan standar stempel Bundar a). Standar surat = ∅ 3,5 cm

Ukuran

b). Stempel KTA = ∅ 2,0 cm
d.

Tata-letak line)

:

a).

Garis luar lingkaran : ganda (double

b). Garis dalam : tunggal (single line) c). Sketsa lambang sebagai back-ground d). Tulisan BENTENG KEDAULATAN membelah lingkaran; e). Tingkatan Kepengurusan Organisasi di tepi belahan atas lingkaran; f). Nama tempat/daerah di tepi bahan bawah lingkarang.
e.

Warna Tinta (dark-green)

: Tinta stempel (stamp-ink) berwarna hijau gelap

19649068.doc

f. Posisi

: Pembubuhan

stempel

untuk

surat

resmi

organisasi sedapat mungkin tertera di tengah-tengah antara 2 tanda tangan pengurus dan tidak menutupi nama pengurus yang menandatangani. g. Penyimpanan : Yang berwenang menyimpan stempel adalah Ketua Umum/Sekjen (untuk DPN), serta Ketua atau Sekretaris untuk DPP, DPK, KAC dan KR. h. Stempel Panitia : Stempel suatu kepanitian harus mencantumkan: a). Lambang organisasi di sisi kiri; dan b). Tulisan yang menunjukkan jenis kepanitiaan di sisi kanan, dengan ukuran yang serasi dan seimbang. 4. Papan Nama a. Bahan menggunakan a) Sen dan sejenisnya; atau b) Tree-plex dan sejenisnya; atau c) Fiber-glass dan sejenisnya; atau d) Kayu papan sirap. b. Bentuk c. Ukuran : : Empat persegi panjang a). DPN b). DPP cm; c). DPK cm; d). KAC cm; b). KR : panjang 120 cm, lebar 90 cm; d. Tata-letak : a). Lambang/Logo Organisasi, terletak di bagian tengah tepi atas papan; : panjang 140 cm, lebar 105 : panjang 160 cm, lebar 120 : panjang 200 cm, lebar 150 cm; : panjang 180 cm, lebar 140 : Pada dasarnya dapat menggunakan semua jenis benda yang pipih dan rata depan. Namun akan lebih layak, apabila

19649068.doc

b). Tingkatan

kepengurusan

organisasi,

terletak di bawah lambang organisasi; c). Nama organisasi, terletak di bawah tulisan tingkatan kepengurusan; d). Nama daerah, terletak di bawah tulisan nama organisasi; e). Alamat sekretariat, terletak di bawah nama organisasi atau ditepi bawah papan. e. Warna : Komposisi warna papan nama mencakup
a)

Dasar papan berwarna (menggunakan warna dasar) putih atau hitam;

b) Lambang BENTENG KEDAULATAN, sesuai warna lambang yang ada, dan c) Tulisan-tulisan tingkatan kepengurusan, nama organisasi, nama daerah dan alamat kantor/sekretariat, (T426). 5. Kartu Tanda Anggota a. Bahan b. Ukuran
c.

berwarna

hijau

tua

: Kertas BC/HVS 160 gram : : 9 cm x 5.5 cm, dua muka Halaman Depan berisi : a) Lambang/logo organisasi b) Kutipan prinsip perjuangan organisasi c) Tulisan : Kartu Tanda Anggota d) Ruang/space tanda tangan dan nomor anggota e) Photo (ukuran 3 x 4 cm) pemegang KTA Halaman Belakang berisi : a) Data anggota

Tata-letak

d. Warna

: Komposisi warna papan nama mencakup

19649068.doc

b) Tanggal penerbitan kartu c) Tanda-tangan Ketua dan Sekretaris DPK setempat dimana anggota berada 6. Spanduk Rentang a. Bahan b. Bentuk c. Ukuran d. Format organisasi; b). Warna dasar (kain) putih; c). Tulisan berwarna hijau; d). Lambang, warna standar; e. Tata-letak : Dipasang di tempat-tempat strategis, seperti : a) Di dekat pasar b) Di simpangan jalan c) Di tempat-tempat umum atau tempattempat yang banyak dikunjungi orang. D. Pakaian Seragam (uniform) 1. Pakaian Resmi Lengkap (PRL) a. Bentuk b. Bahan
c.

: Kain tetoron atau bahan lain yang sesuai. : : : Empat persegi panjang Menyesuaikan a). Berisi lambang dan tema/slogan

: Jas lengan panjang (coat) : Tekstil yang relatif tebal atau agak kaku dan : Hitam tua (T246) polos : menyesuaikan : Jaket resmi organisasi dilengkapi sejumlah a) Lambang organisasi, terletak di dada sebelah kiri agak bawah.

memadai sebagai bahan jas, seperti kain dari jenis drill, wool, dsb. Warna d. Ukuran e. Atribut Jas

atribut atau asesoris berupa :

19649068.doc

b) Tingkatan kepengurusan organisasi, di dada sebelah kiri di atas lambang organisasi. c) Nama pengurus, terletak di dada sebelah kanan, f. Penggunaan tingkatan sejajar dengan posisi bedge tingkatan kepengurusan organisasi. : digunakan terutama oleh pengurus di tiap-tiap organisasi pada acara-acara resmi kepengurusan

internal/eksternal seperti : a) Forum permusyawaratan organisasi b) Rapat-rapat pengurus c) Ketika lain, dan d) Lain-lain acara yang dianggap penting g. Catatan : Pemakaian jas resmi organisasi dilengkapi hem lengan panjang berwarna terang, dasi dan warna yang serasi dan celana panjang berwarna gelap atau hitam 2. Pakaian Dinas Harian (PDH) a. Bentuk : berupa baju lengan pendek, dilengkapi accessories-band dipundak, dan 2 (dua) saku kanan kiri pakai tutup dengan kancing di tengah. b. Bahan
c.

menghadiri

resepsi/acara-acara

resmi yang diselenggarakan organisasi

: Tekstil yang tidak begitu tebal, seperti kain dari : Hitam tua (T246) polos : menyesuaikan : Pakaian Dinas Harian dilengkapi sejumlah a) Lambang organisasi, terletak di lengan kiri b) Lambang, terletak di lengan kanan.

jenis drill poly ester, famatex, dsb. Warna d. Ukuran e. Atribut PDH

atribut atau asesoris berupa :

19649068.doc

c) Tingkatan kepengurusan organisasi, di dada sebelah kiri. d) Nama pengurus, terletak di dada sebelah kanan, f. Penggunaan tingkatan sejajar dengan posisi bedge tingkatan kepengurusan organisasi : digunakan terutama oleh pengurus di tiap-tiap organisasi pada acara-acara resmi kepengurusan

internal/eksternal seperti : a) Forum permusyawaratan organisasi b) Rapat-rapat pengurus c) Ketika lain, dan d) Lain-lain acara yang dianggap penting menghadiri resepsi/acara-acara resmi yang diselenggarakan organisasi

19649068.doc

g.

Catatan

: pemakaian Pakaian Dinas Harian organisasi
a) b)

hendaknya dilengkapi : topi berwarna hitam atau putih kaos singiet lengan pendek tanpa kragb betivama hitam c) celana panjang berwarna gelap atau hitam 3. Pakaian Dinas Lapangan I (PDL I) a. Bentuk : Berupa baju lengan pendeksemi rompi, dilengkapi kragb, accessories-band di pundak, ujung lengan dilipat, belahan depan menggunakan resluiting, dan saku berjumlah empat buah b. Bahan sejenisnya. c. Warna d. Ukuran e. Atribut PDL I : hitam polos : menyesuaikan : Pakaian Dinas Lapangan I organisasi dilengkapi a) lambang organisasi, terletak di lengan sebelah kiri b) lambang , terletak di lengan sebelah kanan c) tingkatan kepengurusan organisasi, di dada sebelah kiri d) nama pengurus, terletak di dada sebelah kanan, sejajar f. Penggunaan dengan posisi bedge tingkatan kepengurusan organisasi : Pakaian Dinas Lapangan I digunakan oleh anggota dan pengurus di tiap-tiap tingkatan kepengurusan organisasi pada kegiatan-kegiatan lapangan atau lain-lain acara yang dianggap penting : Tekstil yang relatif tidak tebal, tidak kaku, dan biladipakai cukup sejuk atau tidak panas, seperti kain dari jenis drill atau

sejumlah atribut atau asesoris berupa :

19649068.doc

g. Catatan

: pemakaian Pakaian Dinas Lapangan I organisasi a) topi rimba / baret berwarna hitam b) kaos/singlet lengan pendek tanpa kragb berwarna terang c) celana panjang berwarna hitam

hendaknya dilengkapi :

4. Pakaian Dinas Lapangan II (PDL II)
a.

Bentuk

: berupa rompi (tanpa lengan dan kragb), di lengkapi

accessories-band di pundak, belahan depan menggunakan kancing atau resluiting, dan saku begumlah 2 atau 4 buah b. Bahan sejenisnya. c. Warna d. Ukuran e. Atribut PDL II : hitam polos : menyesuaikan : pakaian Dinas Lapangan II Organisasi dilengkapi a) lambang organisasi, terletak di lengan kiri b) lambang , terletak di lengan kanan c) tingkatan kepengurusan organisasi, di dada sebelah kiri d) nama pengurus, terletak di dada sebelah kanan, sejajar dengan posisi bedge tingkatan kepengurusan oraganisasi e) tulisan satuan / unit / fungsi tugas/kerja terletak di belakang (punggung), seperti: SATUAN UNIT PENGAMANAN KHUSUS, : tekstil yang relatif tidak tebal, tidak kaku., dan bila dipakai cukup sejuk atau tidak panas, seperti kain dari jenis drill atau

sejumlah atribut atau asesoris berupa:

INVESTIGASI, TIM KESEHATAN, dll.

19649068.doc

f. Penggunaan

: Rompi organisasi digunakan oleh anggota dan

pengurus di tiap-tiap tingkatan kepengurusan or, anisasi pada kegiatankegiatan lapangan atau lain-lain acara yang dianggap penting g. Catatan : Pemakaian Pakaian Dinas Lapangan I organisasi a) topi rimba atau baret berwarna hitam b) hem atau kaos/singlet lengan pendek atau panjang yang berwarna terang c) celana panjang berwarna hitam 5. Pakaian Dinas Lapangan III (PDI, III) a. Bentuk b. Bahan
c.

hendaknya dilengkapi :

: berupa baju kaos lengan pendek atan panjang : tekstil yang tidak relatif tidak kaku, dan bila : hitam atau putih polos : menyesuaikan : Pakaian DinasLapangan III organisasi dilengkapi a) lambang organisasi, terletak di lengan kiri b) lambang , terletak di lengan kanan c) tingkatan kepengurusan organisasi, terletak di dada sebelah kiri d) nama pengurus, terletak kepengurusan organisasi e) tulisan satuan/unit/fungsi tugas / kerja terletak di belakang (punggung), seperti : SATUAN PENGAMANAN KHUSUS, UNIT INVESTIGASI, TIM KESEHATAN, dll. di dada sebelah kanan, sejajar dengan posisi bedge tingkatan

dipakai cukup sejuk atau tidak panas Warna d. Ukuran e. Atribut PDL III

sejumlah atribut atau asesoris berupa:

19649068.doc

f. Penggunaan

: Pakaian Dinas Lapangan III digunakan oleh anggota

dan pengurus di tiap-tiap tingkatan kepengurusan organisasi pada kegiatan-kegiatan/ pada acara lain yang dianggap penting g. Catatan : pemakaian Pakaian Dinas Lapangan III organisasi a) topi rimba/ baret berwarna hitam b) celana panjang berwarna hitam D. Assesoris 1. Topi a. Bentuk b. Bahan
c.

hendaknya dilengkapi :

: berupa topi, dengan lembar/sayap depan : tekstil atau kulit yang relatif tebal, agak kaku, dan : putih atau hitam polos : menyesuaikan : top organisasi dilengkapi sejumlah atribut atau a) lambang organisasi, terletak di sisi depan; b) tingkatan kepengurusal: organisasi dan nama daerah, terletak di sisi kiri; c) nama pemakai / pengurus, terletak di sisi kanan ; dan d) sembilan bintang segi lima, terletak di lembar / sayap depan

layak sebagai bahan topi Warna d. Ukuran e. Atribut topi asesoris berupa :

f. Penggunaan

: topi organisasi digunakan oleh anggota dan pengurus

di tiap-tiap tingkatan kepengurusan organisasi pada kegiatan -kegiatan lapangan atau lain-lain acara yang diangggap penting 2. Baret a. Bentuk b. Bahan : berupa baret, dengan lembar / sayap depan : tekstil yang relatif tebal, agak kaku, dan layak

sebagai bahan baret

19649068.doc

c. Warna d. Ukuran

: hitam polos : menyesuaikan

e. Atribut Baret : baret organisasi dilengkapi atribut atau asesuris berupa lambang or-anisasi, yang terletak di sebelah kin f. Penggunaan : baret digunakan oleh anggota dan pengurus di semua tingkatan kepengurusan organisasi pada kegiatan-kegiatan resmi/semi resmi/lapangan ataulain-lain acara yang dianggap penting 3. Lencana a. Jenis dan ukuran : dikelompokkan menjadi tiga jenis, dengan ukuran masing-masing sebagai berikut : a) Lencana besar berdiameter 6,5 cm; b) Lencana sedang berdiameter 3,5 cm c) Lencana kecil berdiameter 2 cm b. Bentuk c. Bahan
d.

: sesuai bentuk lambang organisasi : logam (kuningan, tembaga, seng dll.) fiberglass, : kuning emas a) lencana yang dibuat dari bahan kuningan / tembaga berwarna sesuai warna dasar logam dimaksud; b) lencana yang dibuat dari bahan bukan kuningan / tembaga organisasi berwarna sesuai warna iambang

nica dan lain-lain benda yang layak sebagai bahan lencana Warna

e. Penggunaan : a) lencana besar terutama digunakan pada saat upacara pelantikan pengurus di tiap-tiap tingkatan kepengurusan organisasi, yaitu untuk dikalungkan kepada Ketua Umum / Ketua dan Sekretaris Jenderal / Sekretaris. Lencana dimaksud dilengkapi kalung/selempang yang

19649068.doc

terbuat dari kain berwarna hijau tua dengan garis tepi berwarna hijau terang ; b) lencana sedang terutama digunakan pada baret dan terletak di sisi kiri. Lencana dimaksud juga dapat digunakan sebagai kepala ikat pinggang; c) lencana kecil terutama digunakan untuk Anggota Kehormatan. d) lencana kecil juga dapat digunakan sebagai bross yang dipasang pada jilbab dan baju perempuan . III. PENUTUP 12. Keputusan ini akan berfungsi optimal sebagaimana mestinya, jika seluruh jajaran organisasi di semua tingkatan kepengurusan sungguh-sungguh rnelalukan keputusan ini secara optimal dan ta'at azas ; 13. Hal-hal yang belum diataur dalam keputusan ini, akan diatur dalam suatu peratauran organisasi yang diputuskan oleh Dewan Koordinasi Nasional; 14. 15. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya. Selesai

19649068.doc

Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 31 Mei 2009 PRESIDIUM RAPAT KERJA NASIONAL BENTENG KEDAULATAN

TAMAM Presidium

M. HASBY Presidium

19649068.doc

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->