P. 1
proses pencatatan akuntansi

proses pencatatan akuntansi

|Views: 37|Likes:
Published by Mohamad Ikhsan

More info:

Published by: Mohamad Ikhsan on Oct 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2014

pdf

text

original

PROSES PENCATATAN AKUNTANSI

Dosen : Anindita Purwaningrum

Anggota Kelompok : 1. Muhammad Ikhsan 2. Muhammad Bunggala 3. Syifaur Rohma 4. Shinta Deris 5. Fajrin Nuril Ma’wah

PROSES PENCATATAN
dimulai dengan

TRANSAKSI INTERNAL
menghasilkan BUKTI TRANSAKSI dicatat kedalam JURNAL lalu diposting ke BUKU BESAR

TRANSAKSI EKSTERNAL

TRANSAKSI KEUANGAN

ANALISIS BUKTI TRANSAKSI

Bukti transaksi adalah bukti adanya peristiwa yang berhubungan dengan keuangan. Fungsinya sebagai dasar pencatatan akuntansi, sebagai bukti tertulis bila terjadi peristiwa hukum dimasa yang akan datang, dan sebagai dasar pencatatan, penerimaan, dan pengeluaran keuangan

Untuk dapat mencatat bukti transaksi kedalam buku jurnal maka bukti-bukti ini harus dianalisis sehingga dapat diketahui debet atau kredit perlakuan yang tepat untuk akun yang terkait dengan bukti transaksi tersebut. Jadi fungsi Analisis Bukti Transaksi yaitu untuk mempermudah pencatatan dalam pengelompokan akun debet atau kredit

Untuk menentukan apakah perkiraan harus di debet atau di kredit, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Contoh : Anda menerima uang gaji bulan September 2013 sebesar Rp 5.000.000,Analisis transaksi : Anda menerima uang, karena telah memberikan jasa sehingga memperoleh penghasilan. Penghasilan dalam transaksi tersebut masuk kedalam unsur pendapatan. Dalam contoh transaksi diatas, kita bisa nyatakan bahwa harta juga mengalami penambahan berupa uang.

Atas transaksi tersebut kita dapat simpulkan : • Aset bertambah dan pendapatan bertambah • Apabila aset bertambah maka akan dicatat disebelah DEBET • Apabila Pendapatan bertambah maka akan dicatat disebelah KREDIT

MACAM MACAM BUKTI TRANSAKSI

EKSTERNAL

INTERNAL

BUKTI TRANSAKSI EKSTERNAL
1. Faktur
Faktur adalah bukti penjualan barang yang dilakukan secara kredit yang dibuat oleh pihak penjual dan diberikan kepada pihak pembeli. Faktur ini biasanya dibuat rangkap, yang asli diberikan kepada pembeli sebagai bukti pencatatan pembelian barang, sedangkan salinannya dipegang oleh penjual sebagai bukti pencatatan penjualan barang.

2. Kwitansi Merupakan bukti transaksi bahwa yang bersangkutan telah menerima uang atau telah membayar uang secara tunai.

3. Nota Kredit
Bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual secara kredit (retur penjualan), atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitas yang tidak sesuai dengan pesanan. Dalam hal demikian nota kredit dibuat oleh pihak penjual dan dikirimkan kepada pihak pembeli.

4. Nota Debit
Bukti transaksi pengiriman kembali barang yang dibeli karena sebagian barang yang dibeli ada yang rusak atau tidak sesuai pesanan. Maka, nota debet dibuat oleh pembeli untuk dikirimkan kepada penjual.

BUKTI TRANSAKSI INTERNAL
1. Memo antarbagian Dibuat oleh bagian bagian yang terdapat dalam perusahaan untuk kepentingan perusahaan itu sendiri. Biasanya digunakan sebagai dasar pencatatan selanjutnya 2. Memorial Post Merupakan bukti yang menunjukkan adanya keputusan, misalnya dari bagian penanggung jawab perlengkapan mengenai penggunaan perlengkapan perusahaan

PT MULIA SEJAHTERA Jl. Indonesia Raya, Jakarta Jakarta, 1 Desember 2010 MEMORIAL POST

Diputuskan bahwa perlengkapan toko selama bulan Desember terpakai Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) Bagian Sarana Fredy Purwantoro

JURNAL
Jurnal merupakan catatan yang tersusun secara sistematis dan berdasarkan kronologis dari transaksi-transaksi finansial yang jumlah dan keterangannya ringkas. Diantaranya waktu kejadian ,keterangan transaksi serta debet dan kredit. Jurnal disebut juga “book of original entry”

FUNGSI JURNAL

 Fungsi pencatatan , artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat seluruhnya  Fungsi historis artinya transaksi dicatat sesuai kejadian waktunya  Fungsi analisis artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan analisis dari bukti bukti transaksi  Fungsi instruktif artinya pencatatan dala jurnal merupakan instruksi atau perintah untukmelakukan posting debet/kredit ke dalam buku besar  Fungsi informatif artinya jurnal dapat memberikan informasi transaksi yang terjadi

Bentuk Jurnal Umum
Tanggal Nama Akun dan Deskripsi Singkat Reff Debit Kredit

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Keterangan: 1.Kolom tanggal digunakan untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi. 2.Kolom akun/keterangan digunakan untuk mencatat transaksi yang didebet dan dikredit, disertai keterangan singkat tentang transaksi tersebut. 3.Kolom ref. (referensi) digunakan untuk mencatat kode akun ketika ayat jurnal dipindahkan ke buku besar. Sebelum dipindahkan, kolom ref. tetap dalam keadaan kosong. 4.Kolom debet digunakan untuk mencatat nilai transaksi. 5.Kolom kredit digunakan untuk mencatat nilai transaksi. 6.Halaman digunakan sebagai referensi pada buku besar.

Langkah-langkah Membuat Jurnal
1. Catatlah tanggal terjadinya transaksi pada kolom tanggal, sesuai tanggal yang tercantum pada bukti transaksi 2. Isilah kolom bukti dengan nomor bukti transaksi 3. Pada kolom akun/keterangan, tuliskan akun-akun yang mengalami perubahan akibat transaksi 4. Isilah kolom debet/kredit sesuai dengan jumlah uang yang terlibat dalam transaksi Di dalam mengerjakan buku jurnal apabila sudah habis halaman pertama,maka dilanjutkan ke halaman berikutnya dengan memakai kata penjelasan “pindahan”.

Contoh : Pada tanggal 3 September 2013 Usaha Reparasi BAGUS membeli perlengkapan toko secara tunai dari pemasok seharga Rp 100.000,00 Analisis transaksi : Transaksi ini mengakibatkan perlengkapan (harta) bertambah Rp 100.000,00. Di pihak lain, pembayaran tunai menyebabkan kas (harta) berkurang Rp 100.000,00. Harta bertambah di debet, harta berkurang di kredit

Maka jurnalnya adalah sebagai berikut

Tanggal 2013 September 3

No.bukti Pembukuan

Ref Akun/keterangan Perlengkapan Kas Membeli perlengkapan

Debet

Kredit

100.000,00 100.000,00

BUKU BESAR
Merupakan kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan sebagai tahapan catatan terakhir dalam akuntansi yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.

Bentuk Buku Besar
a. Bentuk Scontro Bentuk Scontro adalah bentuk buku besar sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Contoh bentuk buku besar 2 kolom adalah sebagai berikut

b. Bentuk Staffel Yang dimaksud dengan buku besar bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman atau disebut juga buku besar 4 kolom. Bentuk ini terdiri dari sisa debet dan sisa kredit. Adapun bentuk Staffel, perhatikan gambar berikut ini.

Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: a) Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur perkiraan yang bersangkutan yang ada pada buku besar b) Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit perkiraan buku besar c) Catat nomor kode akun ke dalam kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar d) Catat nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi buku besar setiap pemindah-bukuan.

THANKS FOR YOUR ATTENTION

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->