P. 1
PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI

|Views: 45|Likes:
PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI
PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI

More info:

Published by: Dewangga Silverandro on Oct 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2014

pdf

text

original

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI

PROFESIONALISME

GURU

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang baik dalam keluarga, masyarakat dan bangsa. Negara Indonesia sebagai negara berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang berkulitas. Salah satu usaha menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas adalah melalui pendidikan. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui proses belajar mengajar. Pendidikan nasional tersebut mempunyai fungsi yang harus diperhatikan. Fungsi pendidikan nasional dapat dilihat pada Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 3 yang menyatakan bahwa : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Keberhasilan pendidikan akan tercapai oleh suatu bangsa apabila ada usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa itu sendiri. Untuk itu pemerintah mengusahakan mutu pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan formal. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah berkaitan langsung dengan siswa sebagai anak didik dan guru sebagai pendidik. Salah satu usaha yang digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar merupakan tolok ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa. Siswa yang prestasinya tinggi dapat dikatakan bahwa ia telah berhasil dalam belajar. Menurut Tulus (2004:75) ”Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah”. Keberhasilan belajar siswa dapat dilihat dari prestasi belajarnya. Keunggulan prestasi belajar selalu menjadi penilaian utama masyarakat terhadap suatu sekolah atau lembaga pendidikan. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar. Prestasi belajar menentukan berhasil tidaknya pendidikan, karena itu prestasi memiliki fungsi sebagai indikator kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai. Fungsi prestasi juga dapat menentukan suatu kualitas dalam dunia pendidikan, karena dengan prestasi akan dapat diketahui seberapa besar mutu dan kualitas yan dimiliki oleh siswa maupun sekolah. Prestasi belajar pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait baik yang berasal dari dalam diri siswa (internal) maupun dari luar diri siswa (eksternal). Faktor dari dalam diri siswa tersebut diantaranya motivasi belajar, sikap belajar siswa, kecerdasan siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Faktor dari luar diantaranya lingkungan

belajar, pergaulan siswa, fasilitas belajar, intensitas bimbingan orang tua, lingkungan masyarakat, pengelolaan kelas dan sebagainya. Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa menunjukkan sejauh mana siswa mampu memahami dan menguasai bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Melihat prestasi belajar yang dicapai siswa, maka dapat dilakukan evaluasi mengenai hal-hal yang menyebabkan siswa kurang memahami dan menguasai materi pelajaran. Prestasi juga sebagai tendensi keingintahuan yang merupakan kebutuhan umum manusia. Siswa yang ingin mencapai kepuasan belajar, mereka akan mempeoleh prestasi belajar yang lebih baik dengan cara yang tekun dan giat dalam belajar. Prestasi belajar dapat dijadikan sebagai pendorong bagi siswa dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu prestasi juga sebagai bahan evaluasi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan karena prestasi yang telah diraih oleh siswa digunakan sebagai tolok ukur tingkat produktivitas suatu institusi pendidikan dan kesuksesan siswa dalam belajar. . Prestasi belajar yang maksimal hanya bisa diraih dengan kedisiplinan belajar yang baik. Dengan kedisiplinan belajar, siswa dapat mencapai prestasi seperti yang diinginkan. Rasa disiplin pada siswa juga timbul karena profesionalisme guru di dalam sekolah. Menurut Webstar ( dalam Kunandar 2007:49) Profesionalisme berasal dari kata profesi yang artinya suatu bidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni seseorang. Profesi juga diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan ketrampilan khusus yang diperoleh pendidikan akademis yang intensif. . Untuk menjadi guru yang profesional harus memiliki beberapa kompetensi. Dalam undang-undang Guru dan Dosen No.14/2005 dan Peraturan Pemerintah No.19/2005 dinyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi professional dan kompetensi sosial. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa apabila siswa mempunyai disiplin belajar yang tinggi maka prestasi belajar siswa akan tinggi dan bila profesionalisme guru yang tinggi maka akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Begitu pula sebaliknya bila kedisiplinan belajar siswa rendan dan profesionalisme guru rendah pula maka prestasi siswa akan rendah pula. Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kedisiplinan belajar dan profesionalisme guru terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong tahun ajaran 2011/2012. Adapun penelitian tersebut penulis beri judul “PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 2 GEMOLONG TAHUN AJARAN 2011/2012. B. Pembatasan Masalah Agar penelitian ini berjalan terarah dan mencapai sasaran yang diinginkan, maka masalah dibatasi pada : 1. Kedisiplinan belajar yang dimaksud adalah kedisiplinan siswa dalam menggunakan waktu belajar, tempat belajar, norma dan peraturan dalam belajar sehari-hari untuk mencapai prestasi yang diinginkan.

Tujuan Penelitian Dalam penelitian perlu ada tujuan yang berfungsi sebagai acuan pokok terhadap masalah yang diteliti. Dalam undang-undang Guru dan Dosen No. Untuk menjadi guru yang profesional harus memiliki beberapa kompetensi. Guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik. Untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan belajar dengan prestasi belajar ekonomi kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Apakah kedisiplinan belajar dan profesionalisme guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong? D. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. afektif dan psikomotorik yang dapat dilihat dari hasil belajar siswa berupa nilai rapor dalam bidang studi IPS Ekonomi semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 C. Apakah kedisiplinan belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong ? 2. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya. Manfaat Praktis a) Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik untuk memberikan pengertian tentang pentingnya kedisiplinan belajar dan profesionalisme guru. kompetensi profesional dan kompetensi sosial. 3. maka dibuat perumusan masalah sebagai berikut : 1. Prestasi belajar yang dimaksud dalam skripsi ini adalah kemampuan siswa yang diperoleh dari penilaian aspek kognitif. E. kompetensi pedagogik. 2.2. Untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru dengan prestasi belajar ekonomi kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Apakah profesionalisme guru berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong ? 3.14/2005 dan Peraturan Pemerintah No. Untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan belajar dengan profesionalisme guru terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong.19/2005 dinyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian. . sehingga peneliti akan bekerja lebih terarah dalam penelitian. 3. 2. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan pada umumnya dan proses belajar khususnya bidang ilmu ekonomi. b) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada siswa akan pentingnya kedisiplinan belajar untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi tentang jenis penelitian. Landasan Teori 1. populasi. pengujian hipotesis. Menurut Syah (2006: 13) “Belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif ”. penyajian data. . dan pembahasan hasil penelitian. analisis data. variable penelitian. sumber data. Adapun sistematika Skipsi ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang masalah. manfaat penelitian dan sistematika laporan. keterampilan dan tingkah laku. Ini berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan tergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami siswa. pembatasan masalah. tujuan penelitian. hubungan. sebagai hasil pengamatan individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. b. BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dan saran. Dari beberapa pengertian tadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang dilakukan oleh seseorang melalui pengalaman dan latihan yang telah dilakukannya sendiri. indikator. Pengertian Belajar Belajar merupakan salah satu faktor penting dari keseluruhan proses pendidikan karena belajar merupakan kegiatan pokok dalam proses tersebut.Belajar akan membawa perubahan dalam diri yang belajar baik berupa pengetahuan. BAB II LANDASAN TEORI A. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang berkaitan dengan definisi konsep. Slameto (2003: 13) menyatakan bahwa: Belajar adalah suatu prosesusaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Azhari (2004: 122) ada 5 prinsip dalam belajar. dan tehnik analisis data. hipotesis. tempat penelitian. Hakekat Belajar a.F. Sistematika Skripsi Sistematika merupakan isi yang ada didalam penelitian yang akan dilakukan. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang gambaran umum objek penelitian. yaitu sebagai berikut: 1) Belajar sebagai usaha memperoleh perubahan tingkah laku. tehnik pengumpulan data. definisi operasi. rumusan masalah.

2) 3) 4) 5) Hasil belajar ditandai dengan perubahan seluruh aspek tingkah laku. b) Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional Perubahan yang terjadi dalam individu berlangsung terus menerus . dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Belajar sebagai usaha memperoleh perubahan tingkah laku. kegiatan belajar selalu ada tenaga pendorongnya dan ada tujuan yang akan dicapai. Dan dengan sendirinya akan menunjukkan bentuk yang beragam pula dalam hal tingkah laku. Adapun perubahan tingkah laku yang dapat disebut sebagai hasil dari proses belajar adalah sebagai berikut: a) Perubahan yang disadari Hal ini berarti bahwa individu yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan pada dirinya. 5) Belajar merupakan bentuk pengalaman. 4) Proses belajar terjadi karena ada dorongan dan tujuan yang akan dicapai. Perubahan tingkah laku individu dalam perbuatan belajar merupakan hasil pengalamannya. Untuk itu setiap individu yang belajar juga akan menghasilkan perubahan yang beragam pula. Jadi tidak hanya satu aspek tingkah laku saja. Proses belajar terjadi karena ada dorongandan tujuan yang akan dicapai. perubahan tingkah laku benar-benar disadari dan perbuatan belajar terarah kepada perubahan tersebut. Prestasi Belajar Ekonomi 1) Pengertian Prestasi Belajar . Agar lebih jelas mengenai prinsip-prinsip dalam belajar. Hal ini berarti bahwa perbuatan belajar merupakan suatu kegiatan dan bukan suatu benda statis. dinamis dan tidak statis. Belajar merupakan suatu proses. Belajar merupakan bentuk pengalaman. Dalam proses belajar. 3) Belajar merupakan suatu proses. melainkan seluruh aspek tingkah laku secara integral. Baik berkenaan dengan fisik maupun mental. Satu perubahan akan menyebabkan perubahan berikutnya dan terus memiliki kegunaan bagi proses belajar beriktnya. Sedangkan perubahan yang bersifat aktif artinya perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan terjadi karena usaha individu itu sendiri. 2) Hasil belajar ditandai dengan perubahan seluruh aspek tingkah laku. c) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif Perubahan senantiasa bertambah dan tertuju uuntuk memperoleh sesuatu yang baik dari sebelumnya. c. d) Perubahan yang menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan serta memiliki tujuan yang jelas Perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar yang meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Ia merupakan suatu bentuk usaha aktif individu untuk mencapai tujuan. Proses dan hasil belajar akan mewarnai dan mempengaruhi kehidupannya. Perbedaan yang terjadi pada diri individu memiliki ragam yang cukup banyak baik sifat maupun jenisnya.

(b) Lingkungan Sekolah . keadaan ekonomi. suasana rumah. kedisiplinan belajar dan motivasi. motivasi. (b) Faktor Non Intelektif Meliputi kesiapan. minat. sebaliknya apabila keadaan tubuh terganggu atau sakit maka akan memberikan pengaruh yanng negatif terhadap kegiatan belajar siswa. b) Faktor Eksternal (1) Faktor Sosial. (b) Cacat tubuh Cacat tubuh adalah suatu penyakit yang menyebabkan kurang sempurnanya badan seseorang. kematangan. kedisiplinan belajar. perhatian. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Menurut Slameto (2002:53) ada 2 faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu: a) Faktor Internal (1) Faktor Fisiologis (2) Faktor Psikologis (a) Faktor Intelektif. lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. sehingga harus belajar di sekolah khusus yang sesuai dengan keadaan fisiknya. latar belakang keluarga dan agama. Prestasi belajar terdiri dari 2 kata. meliputi: lingkungan keluarga. yaitu kata “prestasi” dan “belajar”. Faktor internal terdiri dari : (1) Faktor Fisiologis Merupakan keadaan jasmani atau tubuh yang dimiliki siswa. (b) Faktor Non Intelektif. hubungan antar anggota keluarga.Semua bentuk kegiatan belajar selalu mempunyai tujuan. minat. Menurut Witherington (2003: 155) “Prestasi adalah hasil yang dicapai individu melalui usaha yang dialami secara langsung dan merupakan aktivitas kecakapan dalam situasi tertentu”. meliputi: intelegensi. bakat. (2) Faktor Budaya (3) Faktor Lingkungan (4) Faktor Lingkungan Spiritual dan Keagamaan Agar lebih jelas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. b) Faktor Eksternal Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu. (1) Faktor Sosial (a) Lingkungan Keluarga Misalnya: cara orang tua mendidik. dan bakat. (2) Faktor Psikologis (a) Faktor Intelektif Meliputi intelegensi. meliputi: kesiapan. dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Faktor Internal Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam individu. perhatian. kematangan. Hasil kegiatan ini yang disebut dengan prestasi belajar. (a) Keadaan kesehatan atau kondisi tubuh Keadaan yang sehat akan memberikan pengaruh yang positif terhadap kegiatan belajar.

Pengertian Pembelajaran . guru dan suasana ruang belajar.Faktor yang ada di lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi belajar siswa antara lain kurikulum. Arti luas adalah semua kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada”. 2. Pembelajaran a. Ranah afektif berkenaan dengan sikap. huruf. (4) Faktor Lingkungan Spiritual dan Keagamaan Faktor ini sangat penting bagi siswa karena bermanfaat untuk menumbuhkan kepercayaan siswa. (3) Faktor Lingkungan Faktor ini meliputi fasilitas rumah dan fasilitas belajar. Dari pengertian tersebut. Oikos artinya rumah tangga. “Arti sempit ekonomi adalah aturan rumah tangga. Nurhadi (2004: 20) “ekonomi berasal dari bahasa Yunani Oikonomia. huruf serta tindakan dalam mata pelajaran ekonomi. Sedangkan menurut Deliarnov (2003 : 3) “ekonomi adalah ilmu yang khusus mempelajari tingkah laku manusia atau golongan masyarakat dalam usaha memenuhi kebutuhan yang relatif terbatas adanya". Bloom (dalam Sudjana 1990: 22) menyatakan bahwa obyek penilaian prestasi belajar dapat dilihat dari ranah kognitif. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang berupa pengetahuan dan pemahaman. pada prinsipnya prestasi belajar ekonomi merupakan suatu hasil dari usaha belajar atau kegiatan belajar yang diperoleh melalui pengukuran dan penilaian baik angka. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. sedangkan ranah psikomotoris berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. nilai tugas dan nilai ujian yang akan diakumulasikan menjadi nilai akhir dalam bentuk nilai raport yang berbentuk angka atau huruf. Dalam penelitian ini penilaian dari ranah kognitif dapat diperoleh dari nilai ulangan harian. huruf. Sukmadinata (2003:102) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. yang terdiri atas oikos dan nomos. (c) Lingkungan Masyarakat Masyarakat juga mempunyai peran yang cukup besar terhadap pembentukan sikap siswa terhadap belajar. dalam mata pelajaran ekonomi ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran. Dari pendapat tersebut diketahui bahwa prestasi belajar dapat dilihat setelah diadakan penilaian dan dapat dinyatakan dalam angka. ranah afektif dan ranah psikomotoris. metode pengajaran. karena siswa merupakan bagian dari masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungannya. nomos artinya aturan”. maupun simbol pada tiap periode tertentu sesuai dengan hasil belajar yang dicapai. angka. Di antara ketiga ranah tersebut. (2) Faktor Budaya Anak perlu ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik agar mendorong semangat anak dalam belajar. Sedangkan menurut Tirtonegoro (2001:43) prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha. kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol.

Dengan kata lain. dan physchomotor domain “. 2) Menurut teori kognitiif pembelajaran adalah cara guru memberikan kesempatan kepada si belajar untuk berpikir agar memahami apa yang dipelajari. ialah penataan ketenagaan. Klausmire (dalam Sugandi 2006:23) “human ability dapat dibedakan atas potensi cognitive domain. pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada si belajar untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya. agar terjadi hubungan dengan subyek belajar serta perlu diberikan hadiah untuk meningkatkan motivasi kegiatan belajar. sehingga tingkah laku siswa menjadi berubah ke arah yang lebih baik. Keenam kategori itu mencakup keterampilan intelektual dari tingkat rendah sampai dengan tingkat tinggi. Sedangkan pengertian pembelajaran secara khusus adalah sebagai berikut : 1) Menurut teori behavioristik pembelajaran adalah suatu usaha guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan. sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. b. Tujuan Pembelajaran Dalam upaya mencapai tujuan kurikuler program pendidikan di suatu lembaga pendidikan. 3) Tujuan. 3) Menurut teori Gestalt. Ciri-ciri Pembelajaran Menurut Hamalik (2003:66) ada tiga ciri khusus yang terkandung dalam sistem pembelajaran. ketiga ciri-ciri tersebut yaitu : 1) Rencana. antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam satu keseluruhan. Maka bila tujuan pembelajaran suatu program atau bidang pelajaran itu ditinjau dari hasil belajar akan muncul aspek psikologis atau “human ability”. Bantuan guru diperlukan untuk mengaktualkan potensi yang terdapat pada diri siswa. Keenam kategori itu tersusun secara hirarkis yang berarti tujuan pada tingkat di atasnya dapat dicapai apabila tujuan pada tingkat di bawahnya telah dikuasai. affactive domain. Tiap unsur bersifat esensial dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. 1) Tujuan pembelajaran ranah kognitif Taksonomi ini mengelompokkan ranah kognitif ke dalam enam kategori. maka perlu dirumuskan tujuan pembelajaran baik tujuan pembelajaran umum maupun tujuan pembelajaran khusus. Adapun keenam kategori tersebut adalah sebagai berikut : a) Kemampuan kognitif tingkat pengetahuan . c. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami. material dan prosedur yang merupakan unsurunsur sistem pembelajaran dalam suatu rencana khusus.Menurut Darsono (2002:24) Secara umum pengertian pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. adanya pembelajaran hendaknya diikuti dengan adanya perubahan. 2) Kesaling tergantungan (interpedences). 4) Menurut teori Humanistik. pembelajaran adalah usaha guru memberikan mata pelajaran sedemikian rupa sehingga siswalebih mudah mengaturnya menjadi suatu Gestalt (pola bermakna). fungsi pendidikan pada hakekatnya adalah mengembanngkan potensi manusia.

Tujuan pembelajaran tersebut menggambarkan proses seseorang dalam mengenali dan mengadopsi suatu nilai dan sikap tertentu menjadi pedoman dalam bertingkah laku. e) Kemampuan kognitif tingkat sintesis Kemampuan kognitif tingkat sintesis adalah kemampuan mengkombinasikan elemen-elemen ke dalam kesatuan atau struktur. produk. 2006:26-27) membagi taksonomi tujuan pembelajaran ranah afektif ke dalam lima kategori yaitu : a) Pengenalan (Receiving) b) Pemberian respon (Responding) c) Pengorganisasian (Organization) d) Penghargaan terhadap nilai (Valuing) e) Pengamalan (Characterization) Agar lebih jelas mengenai tujuan afektif. benda atau sistem nilai. sehinngga dapat menentukan hubungan masing-masing elemen. rumus da sebagainya. perhatian individu untuk menerima dan memperhatikan berbagai stimulus dari lingkunngannya. d) Kemampuan kognitif tingkat analisis Kemampuan kognitif tingkat analisis adalah kemampuan menguraikan suatu fakta. c) Kemampuan kognitif tingkat penerapan adalah kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan iinformasi yang telah diketahui ke dalam situasi atau konteks baru. pendapat.Kemampuan kognitif tingkat pengetahuan adalah kemampuan untuk mengingat akan informasi yang telah diterima. asumsi dan semacamnya atau elemen-elemennya. c) Pengorganisasian (Organization) Pengorganisasian adalah kategori jenis perilaku ranah yang menunjukkan kemauan membentuk sistem nilai dan berbagai sistem nilai yang dipilih. metode dan semacamnya dengan suatu kriteria tertentu. d) Penghargaan terhadap nilai (Valuing) . konsep. b) Pemberian respon (Responding) Pemberian respon atau partisipasi adalah kategori jenis perilaku ranah afektif yang menunjukkan adanya rasa kepatuhan individu dalam hal mematuhi dan ikut serta terhadap suatu gagasan. konsep. kemauan. b) Kemampuan kognitif tingkat pemahaman Kemampuan kognitif tingkat pemahaman adalah kemampuan mental untuk menjelaskan informasi yang telah diketahui dengan bahasa atau ungkapannya sendiri. Krathwol (dalam Sugandi. f) Kemampuan kognitif tingkat evaluasi Kemampuan tingkat evaluasi adalah kemampuan menilai suatu pendapat. gagasan. dapat diuraikan sebagai berikut: a) Pengenalan (Receiving) Pengenalan adalah kategori jenis perilaku ranah afektif yang menunjukkan kesadaran. misalnya informasi mengenai fakta. 2) Tujuan pembelajaran ranah afektif Tujuan pembelajaran ranah afektif berorientasi pada nilai dan sikap.

c) Ketepatan gerakan (Percision) Kemampuan melakukan perilaku tertentu dengan lancar. dapat diuraikan sebagai berikut: a) Peniruan (Imitation) Kemampuan melakukan perilaku meniru apa yang dilihat atau didengar pada tingkat meniru perilaku yang ditanamkan belum bersifat otomatis. urutan benar. e) Pengamalan (Characterization) Pengamalan adalah jenis perilaku ranah afektif yang menunjukkan kepercayaan diri untuk mengintegrasikan nilai-nilai kedalam suatu filsafat hidup yang lengkap dan meyakinkan. dan ketertiban dalam memperoleh ilmu”. b) Manipulasi (Manipulation) Kemampuan melakukan perilaku tanpa contoh atau bantuan visual. Menurut Prijadaminto (2004 : 5-6) “Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan pada Tuhan. kesadaran ini diperoleh karena melalui latihan-latihan. bahkan mungkin masih salah tidak sesuai dengan yang ditiru. 3) Tujuan pembelajaran ranah psikomotorik Taksonomi Sympson (dalam Sugandi. e) Naturalisasi (Naturalization) Keterampilan menunjukkan perilaku gerakan tertentu secara ” automatically” artinya cara melakukan gerakan secara wajar dan efisien. b. Keteraturan. menghargai dari seseorang individu terhadap suatu gagasan. cepat dan tepat. tetapi dengan petunjuk tulisan secara verbal. tepat dan akurat tanpa contoh dan petunjuk tertulis. Pengertian Kedisiplinan Belajar Kedisiplinan berasal dari kata sifat yaitu disiplin yang diberi imbuan Ke-an. Dari kedua pengetian diatas maka dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar adalah suatu bentuk kepatuhan seseorang dalam mengikuti tata tertib atau peraturan karena didorong oleh kesadaran yang ada pada kata hatinya.Penghargaan terhadap nilai adalah kategori jenis perilaku ranah afektif yanng menunjukkan menyukai. 2. Kedisiplinan Belajar a. Pentingnya Kedisiplinan Belajar . Sedangkan menurut Arikunto (2001: 114) “Disiplin belajar adalah kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib kesadaran yang ada pada kata hatinya”. 2006:27-28) juga menyusun tujuan psikomotorik secara hirarkis dalam lima kategori yaitu : a) Peniruan (Imitation) b) Manipulasi (Manipulation) c) Ketepatan gerakan (Percision) d) Artikulasi (Articulation) e) Naturalisasi (Naturalization) Agar lebih jelas mengenai tujuan psikomotorik. d) Artikulasi (Articulation) Keterampilan menunjukkan perilaku serangkaian gerakan dengan akurat. pendapat atau sistem nilai.

Mereka kemudian akan menunjukkan sikap bermusuhan dan membalas untuk . Karena anak akan merasa tidak senang jika tidak diperlakukan sepantasnya. Dalam belajar siswa harus memiliki kesadaran sendiri untuk mematuhinya tanpa harus ada paksaan dari orang lain. mulai pada masa kanak-kanak dan terus berkembang sehingga menjadi bentuk disiplin yang semakin kuat. 2) Cara disiplin yang permisif Biasanya disiplin yang permisif ini tidak membimbing anak untuk berperilaku yang disetujui secara sosial dan tidak menggunakan hukuman. d. sehingga siswa mudah untuk menerima materi pelajaran.Disiplin akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila berdasarkan atas kesadaran diri sendiri. Disiplin yang tumbuh atas dasar kesadaran diri sendiri yang demikian itulah yang diharapkan selalu tertanam dalam diri setiap orang. Siswa akan merasa senang bila guru bersikap baik dan memperlakukannya dengan baik. pendidikan atau pananaman kebiasaan dalam keteladanan-keteladanan tertentu yang harus dimulai sejak ada dalam lingkungan kekuarga. Sikap disiplin ini akan tumbuh dan dapat dibina melalui latihan. sedangkan produktif adalah melakukan kegiatan yang bermanfaat. yaitu : 1) Cara disiplin yang otoriter Disiplin otoriter berarti mengendalikan kekuatan eksternal dalam bentuk hukuman terutama hukuman badan sehingga anak kehilangan kesempatan untuk mengendalikan perilaku mereka sendiri. Positif artinya sadar akan tujuan yang akan dicapai. Disiplin belajar berkaitan erat dengan kepatuhan siswa terhadap peraturanperaturan tertentu. yang mana belajar merupakan kegiatan yang mendasar atau kegiatan pokok yang dilakukan dengan kesadaran hati sehingga tidak perlu adanya paksaan dari orang lain. Adapun kepatuhan terhadap peraturan secara sadar merupakan modal utama dalam menghasilkan perilaku yang positif dan produktif. Disiplin yang tidak bersumber dari hati nurani manusia akan menghasilkan disiplin yang lemah dan tidak akan dapat bertahan dengan lama. c. Siswa yang sudah terbiasa belajar yang teratur otaknya akan terlatih setiap hari. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dengan disiplin belajar ada kecenderungan seseorang bisa terbiasa dengan aktivitas belajar yang dilakukan secara teratur. Cara Menanamkan Disiplin pada Anak Menurut Hurlock (1999:93) mengemukakan bahwa terdapat beberapa cara menanamkan disiplin kepada anak. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Belajar Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin belajar siswa antara lain : 1) Baik buruknya hubungan guru dengan murid Kondisi hubungan antara guru dengan murid akan berpengaruh terhadap disiplin belajar siswa. Tetapi sebaliknya siswa yang malas belajar otaknya menjadi kaku karena jarang dilatih sehingga daya pikirnya menjadi lemah. diskusi dan penalaran sehingga dapat membantu anak dalam memahami alasan-alasan perilaku tersebut diharapkan. 3) Cara disiplin yang demokratis Dalam hal ini metode demokratis menggunakan penjelasan. baik yang ditetapkan oleh diri sendiri maupun pihak lain. Dengan seringnya daya pikir mendapat latihan maka akan menyababkan ketajaman daya pikir. Siswa akan menunjukkan ketaatan pada perintah guru dan melaksanakan kedisiplinan belajar yang tinggi.

e. c) Belajar sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah diatur. 2) Disiplin yang ada hubungannya dengan tempat belajar. Juga mampu disiplin menggunakan jadwal belajar dirumah secara terartur entah itu waktu belajar di siang hari. Adapun ciri – ciri anak yang disiplin sehubungan dengan tempat yang mempengaruhi prestasi belajar ekonomi yaitu : a) Belajar pada tempat yang telah disediakan agar tidak mengganggu atau terganggu oleh orang lain. Dan selalu membuang sampah di tempat sampah. 2) Kesehatan mental siswa Kesehatan mental seseorang akan sangat mempengaruhi terhadap tingkah lakunya. Anak disiplin sehubungan dengan waktu yang dapat terpengaruh terhadap prstasi belajar khususnya pelajaran ekonomi akan tampak sebagai berikut : a) Mengerahkan energi untuk belajar secara kontinyu. Berikut ini penjelasan tentang disiplin belajar : 1) Disiplin dalam hubungannya dengan waktu belajar. Seperti menjaga meja dan kursi dan juga lingkungan sekitar. Serta mampu terampil. Individu yang kondisi mentalnya sehat akan menunjukkan tingkah laku yang positif. kursi. b) Selalu disiplin dalam menjaga kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah. bersikap sopan dan tanggung jawab. meja. Indikator Kedisiplinan Belajar Indikator-indikator disiplin belajar menurut Munawi (2007:22) adalah tingkah laku atau perbuatan ke arah tertib yaitu : 1) Disiplin dalam hubungannya dengan waktu belajar 2) Disiplin yang ada hubungannya dengan tempat belajar 3) Disiplin yang ada hubungannya dengan norma dan peraturan dalam belajar. pagar sekolah. dan karyawan. dan ruang lain milik sekolah. Seorang siswa juga harus bisa membagi waktu antara belajar dan membantu orang tua. Mematuhi semua larangan tata tertib sekolah dan mentaati kewajiban – kewajiban Dengan demikian anak yang disiplin akan tampak dalam perilaku sebagai berikut : . Dalam hal ini seorang siswa wajib menjaga ruang kelas maupun lingkungan sekitar sekolah seperti menjaga kebersihan dinding. maupun di hari minggu dan libur. sehingga tidak dimungkinkan terjadinya pelanggaran terhadap putusan yang ada. di malam hari. kamar mandi. 3) Disiplin yang ada hubungannya dengan norma dan peraturan dalam belajar. Mematuhi dan menaati peraturan yang telah disusun dan berlaku ditempat sekolah. b) Melakukan belajar dengan kesungguhan dan tidak memberikan waktu luang. Hormat dan patuh kepada orang tua. Dalam hal ini seorang siswa mampu mengikuti proses belajar di sekolah secara tepat waktu. guru. kepala sekolah. Selain itu siswa juga wajib menjaga tempat belajar dirumah agar tercipta suasana yang aman dan nyaman. c) Mengikuti kegiatan pembelajaran dikelas dengan gairah dan partisipasif. d) Menyelesaikan tugas – tugas khususnya tugas ekonomi diberikan guru dengan baik.memperdaya kepada gurunya yang otoriter tersebut yang menyebabkan antara guru dengan murid tidak terdapat rasa saling menghormati. d) Dapat menggunakan waktu dengan baik antara belajar dan waktu bersosialisasi.

b) Membuat jadwal belajar dirumah yang harus dilaksanakan meskipun tidak ada tugas. panggilan jiwa dan idealisme. 3) Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. Dalam UndangUndang Guru dan Dosen No. bijaksana dan berwibawa. ketakwaan. maka profesi adalah suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian tertentu. yaitu adalah: a.14/2005 dan Peraturan Pemerintah No. 8) Memilki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesionalisme. Maka dari itu profesionalitas guru sangat diperlukan. dewasa. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 6) Memperoleh penghasilan yang ditentukan seuai dengan prestasi kerja. Untuk menjadi guru yang profesional harus memiliki beberapa kompetensi. c) Belajar pada tempat yang telah disediakan agar tidak terganggu dan mengganggu orang lain. 3. dirumah. Tinjauan Tentang Profesionalisme a. arif. d) Selalu menaati peraturan yang telah ditetapkan dilingkungan dimana siswa itu berada. Artinya suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang. Profesi juga diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan ketrampilan khusus yang diperoleh pendidikan akademis yang intensif. Dari pengertian di atas.19/2005. 5) Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesinalan. Kompetensi Kepribadian: 1) Mantap. Guru memiliki peran yang sangat besar dalam bertanggung jawab atas mutu pendidikan. minat. Definisi profesionalisme Keberadaan sekolah sebagai lembaga formal penyelenggaraan pendidikan memainkan peran strategis dalam keberhasilan sistem pendidikan nasional. keimanan. . Menurut Webstar ( dalam Kunandar 2007:49) profesionalisme berasal dari kata profesi yang artinya suatu bidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni seseorang. untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan maka dari itu guru dituntut untuk mengembangkan dirinya dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dalam pembelajaran.a) Datang ke sekolah tepat waktu dan mengikuti proses belajar mengajar sesuai jadwal yang ada. 4) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. 2) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. maupun dilingkungan masyarakat. tetapi memerlukan persiapan melalui pendidikan dan pelatihan secara khusus. 7) Memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesionalisme secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. dikemukakan bahwa professional guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksnakan berdasarkan prinsip sebagai berikut : 1) Memiliki bakat. dan akhlak mulia. 9) Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan. stabil. baik ketika berada di sekolah.

Hal ini akan membantu siswa dalam memperkuat pemahamannya. Dalam menumbuhkan disiplin belajar bagi para siswanya. dan 5) Mengembangkan diri secara berkelanjutan. terlebih dahulu harus diketahui latar belakang kehidupan kebiasaan individu. b. sehingga memiliki intensitas belajar yang lebih banyak. baik itu datangnya dari luar maupun dari dalam siswa itu sendiri. Kompetensi profesional : 1) Konsep struktur dan metode keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar 2) Materi ajar ada dalam kurikulum sekolah 3) Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait 4) Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. 3) Pengembangan kurikulum/silabus 4) Perancangan pembelajaran serta Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik 5) Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya c. d. Kompetensi Paedagogik : 1) Pemahaman wawasan atau landasan pendidikan 2) Pemahaman terhadap peserta didik dan evaluasi belajar. Dalam disiplin belajar tidak dapat dipisahkan dari siswa. Maka . Pengaruh Kedisiplinan Belajar (X1) Terhadap Prestasi Belajar (Y) Mata Pelajaran Ekonomi. 3) Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat 4) Mengevaluasi kinerja sendiri. dan 5) Kompetensi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai adan budaya nasional. Pengaruh Kedisiplinan Belajar (X1) dan Profesionalisme Guru (X2) Terhadap Prestasi Belajar(Y) 1. seorang guru dapat berpegang dari beberapa peraturan. orang tua/wali peserta didik. karena tanpa disiplin belajar yang kuat siswa tidak akan berhasil dalam studinya. dan 4) Berbagai sikap secara santun dengan masyarakat sekitar B. atau dengan kata lain siswa yang memiliki disiplin belajar yang rendah maka prestasi belajar akan rendah pula. Riana (2010:76) menjelaskan bahwa ada pengaruh positif kedisiplinan belajar terhadap keteraturan siswa dalam belajar sehingga meningkatkan prestasi belajar ekonomi pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Surakarta tahun ajaran 2009/2010. Siswa yang disiplin dalam belajar akan lebih tertib dan kontinyu dalam belajar.2) Berakhlak mulia. tenaga kependidikan. Dengan demikian diharapkan akan memberi hasil yang maksimum. antara lain bahwa untuk menumbuhkan disiplin pada individu. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu tentang kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar siswa. Kompetensi Sosial : 1) Berkomunikasi lisan dan tulisan 2) Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional 3) Bergaul secara efektif dengan peserta didik sesama pendidik. Dengan adanya disiplin yang tinggi dari setiap siswa.

Variabel dependen (variabel terikat) . Variabel Independen (variabel bebas) Yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain. 2. Pengaruh Profesionalisme Guru (X2) Terhadap Prestasi Belajar (Y) Mata Pelajaran Ekonomi. 2. norma dan peraturan dalam belajar. Dari ini dapat dijelaskan bahwa kedisiplinan belajar mempunyai pengaruh yang kuat terhadap prestasi belajar ekonomi. kepribadian. siswa yang mempunyai guru yang profesional akan dapat meningkatkan prestasi belajarnya Dari pemikiran di atas dapat digambarkan pola pemikiran dalam penelitian sebagai berikut : Keterangan: 1. maka kompetensi guru dapat diartikan kebulatan pengetahuan. b. Dengan adanya kedisiplinan pada diri siswa terhadap mata pelajaran disekolah diharapkan akan berpengaruh terhadap prestasi belajar yang diperoleh siswa. Yang menjadi variabel bebas adalah: a. Dalam proses belajar. Prestasi belajar juga dipengaruhi oleh profesionalisme guru hal ini sangat memungkinkan. Menurut PP RI No. Kedisiplinan Belajar (X1). Hubungan profesionalisme guru yang dilaksanakan dengan baik akan mendorong prestasi belajar siswa. Oleh karena itu. maka semakin tinggi pula tingkat prestasi siswa serta keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar 3. Profesionalisme Guru (X2). anak tidak bisa terlepas dari pengaruh guru. profesionalisme guru juga akan berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi. Kerangka Pemikiran Menurut Sugiyono (2008:47) “ Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting”. ketrampilan dan sikap yang diwujudkan dalam bentuk perangkat tindak cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang guru untuk memangku jabatan guru sebagai profesi. Terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dalam hal ini adalah prestasi belajar ekonomi. pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung kedisiplinan belajar dan profesionalisme guru akan berpengaruh terhadap pretasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong Tahun Ajaran 2011/2012. Kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan semakin baiknya profesionalisme guru yang dimiliki oleh seorang guru. . tempat belajar. Pengaruh Kedisiplinan Belajar (X1) dan Profesionalisme Guru (X2) Terhadap Prestasi Belajar (Y) Mata Pelajaran Ekonomi. Dalam konteks itu. Adapun indikator-indikator dari siswa yang memiliki kedisiplinan belajar antara lain: Disiplin yang ada hubungannya dengan waktu belajar. profesional dan sosial.19 Tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan pasal 28. C.kemungkinan akan dapat meningkatkan prestasi belajar khususnya mata pelajaran ekonomi di kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Profesionalisme guru merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yang berasal dari luar individu (ekstern). yakni kompetensi paedogogik. Sudah menjadi kodrat manusia tidak bisa terlepas dari pengaruh dan interaksi dengan guru. karena aktivitas keseharian siswa lebih banyak berada di lingkungan sekolah.

benar. Menurut Arikunto (2006 : 136) “Metode Penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian”. Tempat Penelitian . sistematis dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan berdasarkan sifat pengumpulan data yaitu pengumpulan data dengan menggunakan instrument kuesioner yaitu angket. 2. C. Kedisiplinan belajar dan profesionalisme guru secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Hipotesis Menurut Sugiyono (2003:15) “Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan penelitian”. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Pengertian Metode Penelitian Penelitian dapat berjalan dengan lancar. B. 3. Metode Penelitian 1. maka penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. dan dapat dipercaya apabila menggunakan cara-cara tertentu. Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif. BAB III METODE PENELITIAN A. Kedisiplinan belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar ekonomi kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Jadi berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya (angka) atau data kualitatif yang diangkakan. Sedangkan menurut Sugiyono (2008 : 1) “Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Metode merupakan cara yang digunakan peneliti dapat dilaksanakan dengan cara terencana. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu cara pelaksanaan penelitian keilmuan dalam rangka mendapatkan atau mengumpulkan fakta-fakta yang mendukung tercapainya tujuan penelitian. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah: Prestasi Belajar (Y). Dengan demikian hipotesis yang diajukan oleh penulis adalah sebagai berikut : 1. D. Profesionalisme Guru berpengaruh positif terhadap prestasi belajar ekonomi kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa memanipulasi variabel lainnya yang tanpa mempengaruhi variabel terikat. baik.Yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang.

Tabel III. Sampel dan Sampling 1. 2006:62).Tempat penelitian dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. berdasarkan tabel kreijcie dengan taraf kesalahan 5% maka sampel yang digunakan sebanyak 84 dari siswa kelas X SMA MUHAMMADIYAH 2 Gemolong tahun ajaran 2011/2012. Dalam penelitian ini.85 dibulatkan 20 Jumlah 84 3. Populasi Menurut Sugiyono (2003:72) menjelaskan bahwa Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. 2. Penelitian ini menggunakan probability sampling yaitu teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.4 = 26 19. D.1 = 29 22. Teknik yang digunakan simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong yang berjumlah 110 siswa.38 dibulatkan 21 Kelas X.2 = 28 21. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betulbetul representatif (mewakili)”. Sampling Menurut Sutrisno Hadi (2007:77) “Sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel”. Sampel diperoleh dengan menggunakan tabel Kreijcie dan Nomogram Harry King dengan taraf kesalahan 5% (Sugiyono. Variabel Bebas (Independent Variabel) Menurut Sugiyono (2008:61) mengemukakan bahwa Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat. Penelitian ini variabel bebasnya adalah kedisiplinan belajar (X1) dan profesionalisme guru (X2).3 = 27 20. 2. Variabel Penelitian 1. E.61 dibulatkan 21 Kelas X. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X dan objek penelitiannya adalah kedisiplinan belajar.2 Distribusi sampel penelitian Populasi Jumlah Kelas X. Populasi.14 dibulatkan 22 Kelas X. profesionalisme guru dan prestasi belajar ekonomi. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari 2012-selesai. . Sampel Menurut Sugiyono (2005:73) “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Dikatakan simple karena cara pengambilannya dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Dari jumlah populasi 110 siswa. populasi bersifat homogen.

Dalam penelitian ini angket yang digunakan adalah jenis angket langsung yang tertutup karena responden hanya tinggal memberikan tanda pada salah satu jawaban yang dianggap paling benar. Sedangkan menurut Sugiyono (2008: 199) mengemukakan bahwa angket atau kuesioner merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. F. Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang prestasi belajar ekonomi siswa yang meliputi nama siswa. a Metode Angket Pengertian metode angket menurut Arikunto (2006: 151) menjelaskan bahwa angket adalah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahu. perlakukan ini untuk mengetahui tingkat kevaliditan dan kereabilitasan angket. buku. b. notulen. majalah. Setelah kisi-kisi angket dibuat. Angket dibuat dalam bentuk obyektif dilengkapi dengan petunjuk pengisian dengan masing-masing soal diberikan empat alternalif jawaban. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 macam yaitu : 1. Metode dokumentasi ini dimaksudkan untuk memperoleh data berdasarkan sumber data yang ada di sekolah. G. Uji Instrumen Instrumen Penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. Dengan pemberian skor/ penilaian sebagai berikut : Untuk Pertanyaan Positif Selalu =4 Sering =3 Kadang-kadang =2 Tidak pernah =1 Dalam penelitian ini. rapot. dalam arti lebih . agenda dan sebagainya. transkrip.2. Variabel Terikat (Dependent Variabel) Menurut Sugiyono (2008:61) menerangkan bahwa Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh subyek penelitian. maka kemudian membuat item-item pertanyaan disertai alternatif jawaban yang kemudian disusun sebagai pedoman pengisian angket. nomor induk. dan nilai rapor siswa kelas X SMA MUHAMMADIYAH 2 GEMOLONG Tahun Pelajaran 2011/2012 yang diambil dari dokumen sekolah. Sebelum angket digunakan terlebih dahulu diuji cobakan. pengumpulan data tentang kedisiplinan belajar dan profesionalisme guru menggunakan metode angket. 2. Data ini dinyatakan dalam bentuk skala interval. surat kabar. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006 : 158) menjelaskan bahwa dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah prestasi belajar ekonomi (Y).

2. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006 : 17) menjelaskan bahwa reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur didalam mengukur gejala yang sama. Pengukuran reliabilitas bertujuan untuk mengetahui konsisten instrumen atau data yang diteliti.cermat. ujicoba dapat dilakukan dengan teknik “sekali tembak” yaitu diberikan satu kali saja kemudian hasilnya dianalisis dengan rumus alpha”. butir-butir yang ada di dalam instrumen hendaknya memenuhi persyaratan untuk dibelah. Untuk teknik undian misalnya maka butir-butir tes harus homogin (sama rata di segala tempat) sehingga apabila dibelah akan menghasilkan belahan yang seimbang Adapun rumus reliabilitas alpha adalah: Keterangan: . 1. check-list atau daftar centang. pengukuran reliabilitas tersebut dengan menggunakan koefisien reliabilitas alpha dari cronbac. Jumlah butir yang ada pada instrumen harus genap agar dapat dibelah menjadi dua 2. 1. adapun rumusnya adalah: Keterangan : rxy = Koefisien korelasi variabel X dan Y ΣX = Jumlah skor dalam distribusi X ΣY = Jumlah skor dalam distribusi Y ΣXY = Jumlah kuadrat masing-masing skor X N = Jumlah subyek keseluruhan item dinyatakan valid apabila rhitung > rtabel. 2. Menurut Arikunto (2005 : 425). Namun sebaliknya instrumen yang kurang valid memiliki validitas rendah. Menurut Arikunto (2006 : 160) menerangkan bahwa variasi jenis instrumen penelitian adalah angket. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau keshahihan suatu instrumen. lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Menurut Arikunto (2003: 235): “untuk instrumen yang dapat diberikan skor dan skornya bukan 1 dan 0. Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel. Teknik manakah yang akan diambil disesuaikan dengan penyebaran atau pasangan butirbutirnya. uji ini dilakukan dengan melihat korelasi/skor masing-masing item pertanyaan. Dengan demikian jika dibelah tidak bisa seimbang antara belahan satu dengan belahan lainnya. pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. Suatu instrumen yang valid yang shahih mempunyai validitas tinggi. Selain itu jumlah butir pertanyaan setiap indikator angket ada yang ganjil dan ada yang genap. Validitas di atas diuji dengan rumus Product Moment Correlation. Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan antara 5 % berarti item (butir soal) valid dan sebaliknya rxy < rtabel maka butir soal tersebut tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan. sehingga syarat pemakaian rumus reliabilitas teknik belah dua tidak terpenuhi. Menurut Arikunto (2003: 222) persyaratan yang harus dipenuhi apabila hendak menggunakan teknik belah dua adalah: 1.

20 reliabilitas sangat rendah Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan alat bantu program SPSS Versi 12.40 < r11 ≤ 0. maka Ho ditolak berarti persamaannya tidak linier. Uji Linieritas Uji linieritas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan yang kita peroleh cocok atau tidak. Kesimpulan : 1) Jika Lhitung < Ltabel maka Ho diterima berarti distribusi sebenarnya tidak normal.80 reliabilitas tinggi 0. H.) (k-2.80 < r11 ≤ 1. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan pengujian apakah dalam sebuah regresi variabel dependen. 3.20 < r11 ≤ 0. 2) Jika Lhitung > Ltabel maka Ho ditolak berarti distribusi sebenarnya tidak normal.N. maka Ho diterima berarti persamaannya linier.0. Adapun persamaan umum dari regresi linier ganda adalah sebagai berikut : Y = a + b1X1 + b2 X2 Sedangkan nilai a. Adapun menurut Sudjana (1996 : 330 : 337) adalah sebagai berikut : 1) 2) Ftabel = (1. variabel independen. b.00 < r11 ≤ 0. Analisis Regresi Linier Berganda Menurut Sugiono (2005:2010) Analisis regresi ganda digunakan peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (prestasi belajar Y) bila dua atau lebih variabel independent (minat belajar X1 dan lingkungan belajar siswa X2 ) sebagai faktor prediktor dimanipulasi ( dinaik turunkan nilainya) Langkah awal sebelum melakukan pengujian hipotesis penelitian adalah dengan mencari persamaan regresi linier ganda.40 reliabilitas rendah 0. b1 dan b2 dapat dicari dengan rumus sebagai berikut: b1 = . 3.00 reliabilitas sangat tinggi 0. atau keduanya mempunyai distribusi normal atau mendekati normal. b) Jika Fhitung < Ftabel . 1996 : 466-469) Nilai terbesar selisih F (Z1)-S-(Z1) dan dijadikan L hitung. Teknik Analisis Data I. Untuk menggunakan uji normalitas sebagai berikut : (Sudjana.60 < r11 ≤ 0.r11 k = koefisien realibilitas alpha = Banyaknya butir soal = Variabel total = jumlah varian butir Kriteria besarnya koefisien reliabilitas dalam Suharsimi Arikunto (2006: 276) adalah : 0.k) 3) Menghitung : a) Jika Fhitung > Ftabel. Uji Prasarat Analisis a.60 reliabilitas cukup 0.

k. Perumusan Hipotesis Ho : bl = b2 . b2 : Koefisien arah regresi n : Banyaknya sampel Budiyono (2000. k. (n–1–k) atau 0. secara bersama-sama terhadap variabel prestasi belajar (Y). Uji t Yaitu digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Perhitungan nilai Fhitung: F= Keterangan: SSR = Sum of Square-res for the requestion SSRes= Sum Squares for the residual e.b2 = a = Parameter yang ada dapat ditentukan melalui persamaan sebagai berikut : Keterangan : Y : prestasi belajar ekonomi X1 : lingkungan belajar X2 : minat belajar a : Konstanta b1. Langkah-langkah pengujian secara umum: a. Ho : bl ¹ b2 ¹ b3 ¹ 0. artinya ada pengaruh antara variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen b. Level of significance (α = 5%) Dengan derajat kebebasan (dk).k. 282-284) 2. profesionalisme guru (X2). 3. b3 = 0. Kesimpulan Dengan membandingkan antara Fhitung dan Ftabel maka akan dapat diambil kesimpulan apakah Ho diterima atau Ho ditolak.05. (n–1–k) Ftabel = . Langkah-langkah pengujian secara umum: .05. Uji F Uji F digunakan untuk mengetahui significance pengaruh variabel kedisiplinan belajar (X1). n–1–k) Ho diterima apabila Fhitung £ Ftabel Ho ditolak apabila Fhitung > Ftabel d. k. Kriteria pengujian F(0. (n–1–k) c. artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.

Kriteria pengujian Ho diterima apabila –ttabel £ thitung £ ttabel Ho ditolak apabila thitung > ttabel atau – thitung < –ttabel d.n – 1 – k) c. 4. Menurut Subagyo (1997:350). Berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Koefisien Determinasi Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen yang ditunjukkan dalam persentase. Sumbangan Relatif ( SR %) b.a. Kesimpulan Dengan membandingkan antara thitung dengan ttabe1 maka dapat diambil kesimpulan Ho diterima atau Ho ditolak.05 Dengan derajat kebebasan = n – 1 – k ttabel = t ( . Untuk melihat signifikansi suatu garis regresi antara kriterium dengan prediktornya yang ditunjuk dari korelasi tiap variabel yang diteliti. Ho : bl ¹ 0 . Berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai thitung b = koefisien regresi Sb = standar error of regression coeffisien = nilai beta e. Menentukan hipotesis nilai dan hipotesisi alternatif Ho : b = 0 . b. Dengan rumus Sumbangan Relatif sebagai berikut : a. Menentukan level of significance α = 0. Sumbangan Efektif %X . b2 = koefisien regresi X = variabel independen Y = Variabel dependen 5. adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: R2 = Dimana: R2 = koefisien determinasi b1. Menurut Hadi (1994:41) menjelaskan bahwa peneliti yang juga dapat menghitung besar sumbangan relatif masing-masing kreditor terhadap prediksi. Sumbangan Relatif (SR) dan Sumbangan Efektif (SE) Sumbangan Relatif maupun efektif digunakan untuk mengetahui konstribusi masing-masing variabel independen ( dan ) terhadap perubahan variabel dependent (Y).

Tulus. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Nana. Yogyakarta : Andi Offset. Jakarta: Bumi Aksara. Soegeng. Hadi. Soedomo. Sugiyono. Jakarta : PT. Suharsimi. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Hadi. RajaGrafindo. Rahasia Sukses Belajar. 2004. 2008. 2005. 2003. Kurikulum 2004. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Syaiful Bahri. Kunandar. Prijodarminto. Jakarta: Rineka Cipta. Disiplin kiat Menuju Sukses. Raja Grafindo. Oemar. Akyas. Semarang: UPT MKK Unnes Press. Bandung: Teraju Darsono. 2000. Jakarta: PT. 2007. Pengelolaan Kelas. 2004. 2002. Jakarta : Rineka Cipta. Cart. Jakarta : Balai Pustaka. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Sudjana. 2004. 2003. 1997. 1996. Subagyo. Bandung : Tarsito. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta : PT. Proses Belajar Mengajar. Hamalik. 2006. Achmad. 2006. Semarang: IKIP Semarang Press. Teori Pembelajaran. Metodologi Research Jilid 1. Surakarta : UNS Press. 2004. Jakarta : Gramedia Widiasarna. Tu’u. UU Sisdiknas No. 2006. 2003. Jakarta : Bumi Aksara Mardalis. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Deliarnov. Witherington. Bandung: CV Alfabeta. Djamarah. 2004. Max. Sutrisno. . Poerwodarminta.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Metode Penelitian Bisnis. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Rineka Cipta Azhari. Belajar dan Pembelajaran. Guru Profesional. Psikologi Umum dan Perkembangan. Nurhadi. Metode Penelitian dalam teori dan praktek. Sugandi. Psikologi Pendidik Terjemahan Purwanto. Metodologi Penelitian. 2002. Metode Statistik. 2000. Pratnya Pramito Slameto. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Remaja Rosdakarya. Jakarta : Sinar Grafika. 20 Tahun 2003.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->