Slamet Ibrahim dkk.

Hidrokuinon dalam krim pemucat

Penetapan Kecermatan dan Keseksamaan Metode Kolorimetri Menggunakan Pereaksi Floroglusin untuk Penetapan Kadar Hidrokuinon dalam Krim Pemucat
Slamet Ibrahim S.1*, Sophi Damayanti1 dan Yeni Riani2
1

Departemen Farmasi, FMIPA Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa 10 Bandung 40132 Indonesia 2 Jurusan Farmasi, Universitas Garut, Jl. Jati 42B Tarogong Garut 44151, Indonesia (Diterima 28 Januari 2004, disetujui 03 Maret 2004) Abstrak Telah dilakukan uji kecermatan dan keseksamaan metode kolorimetri menggunakan pereaksi floroglusin untuk penentuan kadar hidrokuinon dalam krim pemucat. Hasil yang diperoleh cukup baik dengan batas deteksi 8,96 µg/mL; batas kuantisasi 29,88 µg/mL; ratarata perolehan kembali (98,15 ± 0,025 %) dan koefisien variasi 0,0002 %. Hasil pemeriksaan tiga sampel krim yang diambil dari perdagangan memberikan kadar hidroquinon 1,935; 1,940 dan 1,938 %. Kata kunci : hidrokuinon, krim, kolorimetri, floroglusin Abstract Accuracy and precission of colorimetric method using phloroglucin as reagent for quantitative determination of hydroquinone in bleaching cream had been studied. The result showed a limit of detection of 8,96 µg/mL; a limit of quantitation of 29,88 µg/mL; an average recovery of (98,15 ± 0,025 %) and a coefficient of variation of 0,0002 %. Determination of three commercial bleaching cream samples gave hydroquinone concentrations of 1,935; 1,940 and 1, 938 %. Key words : hydroquinone, cream, colorimetry, phloroglucin

Pendahuluan
Sediaan kosmetika berbentuk krim yang mengandung hidrokuinon banyak digunakan untuk menghilangkan bercak-bercak hitam pada wajah (depigmentasi). Daya kerja pemucatan hidrokuinon sangat lambat dan akan lebih cepat dengan kadar yang lebih tinggi, tetapi kadar yang tinggi akan memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Kadar hidrokuinon yang melebihi 5 % dapat menimbulkan kemerahan dan rasa terbakar pada wajah. Kadar hidrokuinon yang optimum adalah 1,5–2 % dan untuk krim pemucat kadar maksimum yang diperbolehkan adalah 5%. Oleh karena itu perlu adanya suatu metode analisis yang handal sehingga dapat digunakan untuk penentuan kadar hidrokuinon yang nantinya sekaligus dapat
Acta Pharmaceutica Indonesia, Vol. XXIX, No. 1, 2004 - 28

tidak akan mengganggu pengukuran serapan radiasi pada daerah sinar tampak.5]. Optimasi pengukuran Kondisi pengukuran dioptimumkan berdasarkan penentuan pengaruh konsentrasi natrium hidroksida. titrasi coulometri arus tetap [2] dan titrasi serimetri [3]. No. kemudian dipanaskan dalam tangas air pada suhu 70oC selama 50 menit sampai terbentuk warna merah. 1. 2004 . tween 60. Pada penelitian ini digunakan metode kolorimetri menggunakan pereaksi floroglusin yang biasa digunakan untuk analisis kualitatif hidrokuinon [4. kemudian campuran reaksi digenapkan dengan etanol sampai 10 mL. setil alkohol. Pengukuran kolorimetri hasil reaksi warna Pereaksian dilakukan dengan memasukkan ke dalam tabung reaksi sejumlah larutan hidrokuinon dalam etanol ditambah 1 mL pereaksi floroglusin 1% dan 1 mL natrium hidroksida 0. Prosedur : Pemeriksaan Bahan Baku Pemeriksaan bahan baku menunjukkan hasil yang sesuai dengan Kodeks Kosmetika Indonesia. dan sampel krim pemutih dari perdagangan. penangas air. Panjang gelombang serapan maksimum yang diperoleh adalah 515 nm. Alat Timbangan analitik. floroglusin.Slamet Ibrahim. Serapan diukur pada panjang gelombang antara 300-600 nm. parafin cair. spektrofotometer ultraviolet-visibel (Beckman DU650-i). Terdapat beberapa metode penentuan kadar hidrokuinon seperti spektrofotometri ultra violet [1].5 N. penentuan pengaruh lama pemanasan dan suhu optimum serta penentuan pengaruh jumlah pereaksi floroglusin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kecermatan dan keseksamaan metode kolometri menggunakan pereaksi floroglusin yang nantinya dapat dikembangkan untuk pengawasan mutu krim pemucat yang mengandung hidrokuinon. Teknik kolorimetri mempunyai keunggulan karena senyawa yang bersama-sama dengan hidrokuinon yang mengabsorpsi radiasi di daerah ultraviolet. 29 . XXIX. gliserin. vaselin putih.Acta Pharmaceutica Indonesia. Vol. pipet volume dan alat-alat gelas yang umum di laboratorium analisis. dkk Hidrokuionon dalam krim pemucat digunakan untuk pengawasan mutu krim pemucat yang mengandung hidrokuinon. Hasil yang diperoleh kemudian diambil sebagai prosedur baku dalam reaksi warna. Tabung reaksi didinginkan dalam air bersuhu 25oC. Percobaan Bahan Hidrokuinon.

kemudian dipanaskan dalam tangas air pada suhu 70oC selama 50 menit sampai terbentuk warna merah.6360 0.6362 0.30 . Dibuat grafik antara serapan dan waktu (Tabel 1). 80. yaitu 20. 2004 .6356 0. 40.6363 0. XXIX. Serapan diukur pada panjang gelombang 515 nm. tween 60 5%. Hidrokuinon dalam krim pemucat Kestabilan warna Larutan hidrokuinon dalam etanol 95 % dengan kadar 100 µg/mL ditambah1 mL pereaksi floroglusin 1 % dan 1 mL natrium hidroksida 0. Dibuat kurva antara serapan dan konsentrasi (Gambar 1) Kecermatan dan keseksamaan Dibuat krim simulasi dengan formula : setil alkohol 10%. Kumpulan ekstrak eter diuapkan di udara sampai kering.6362 0.6365 0. vaselin putih 5 %. Serapan diukur pada panjang gelombang 515 nm. dipindahkan ke dalam corong pemisah dan diekstraksi empat kali.6374 0. 60. No. Tabung reaksi didinginkan dalam air bersuhu 25oC.5 N dipanaskan dalam tangas air dengan suhu 70oC selama 50 menit sampai terbentuk warna merah. parafin cair 10 %.5 N. kemudian campuran reaksi digenapkan dengan etanol sampai 10 mL. Sisa Acta Pharmaceutica Indonesia. Setiap larutan ditambah 1 mL pereaksi floroglusinol 1 % dan 1 mL natrium hidroksida 0. 100. Tabung reaksi didinginkan dalam air bersuhu 25oC. setiap kali dengan 15 mL eter.6357 Pembuatan kurva kalibrasi Dibuat satu deret larutan baku hidrokuinon dalam etanol 95 % dengan kadar yang berbeda. Tabel 1 : Hasil Pengukuran Serapan Larutan Hasil Reaksi Hidrokuinon dengan Pereaksi Floroglusin pada Berbagai Selang Waktu Waktu (menit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 15 20 40 60 90 Serapan 0. 120 dan 140 µg/mL dan larutan blanko.6369 0. 1.6376 0.6356 0.6457 0. Sejumlah krim yang mengandung 2 % hidrokuinon disuspensikan dalam air secukupnya. gliserin 10 % dan air suling 50%.6367 0.6358 0. kemudian ditambah etanol sampai 10 mL. Vol.6379 0.Slamet Ibrahim dkk.

09 1.98 99.77 1. 2004 .0002% 31 .15 Simpangan baku = 0.83 1. dkk Hidrokuionon dalam krim pemucat penguapan dilarutkan dalam 5 mL etanol. Serapan diukur pada panjang gelombang 515 nm. setelah ditambah 1 mL pereaksi floroglusinol 1 % dan 1 mL natrium hidroksida 0.21 1. No.Acta Pharmaceutica Indonesia. XXIX. Vol.5 N dipanaskan dalam tangas air pada suhu 70oC selama 50 menit sampai terbentuk warna merah.85 1.Slamet Ibrahim.38 Rata-rata = 98.95 97.99 99.98 98.49 1.97 98. disaring dengan kertas saring ke dalam labu ukur 10 mL dan ditambahkan etanol sampai tanda.90 95. Gambar 1 : Kurva hasil pengukuran serapan larutan hasil reaksi hidrokuinon dengan pereaksi floroglusin pada berbagai konsentrasi Larutan hasil ekstraksi dibuat menjadi larutan dengan konsentrasi 80 dan 100 µg/mL.97 98. Tabung reaksi didinginkan dalam air bersuhu 25 oC.97 98.97 98.51 1.60 1.97 98. kemudian ditambahkan etanol sampai 10 mL. Tabel 2 : Hasil Penetapan Kecermatan dan Keseksamaan Metode Analisis Sediaan Krim Simulasi yang Mengandung Hidrokuinon 2% No Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Keterangan Kadar iperoleh (%) Perolehan Kembali (%) 1.93 96. Dilakukan perhitungan kecermatan dan keseksamaan (Tabel 2).05 1.73 1.96 98.025% Koefisien variasi = 0.34 1. 1.

91 1.94 1. simpangan baku dan koefisien variansi dari sampel simulasi.98 1.026 C 1. (Tabel 3). Kondisi reaksi optimum yang diperoleh pada percobaan adalah pada suhu 70oC dan waktu 50 menit.96 1.96 1.94 1. Tabel 3 : Hasil Penetapan Kadar Hidrokuinon dalam Sediaan Krim Pemutih dari Perdagangan Sampel Kadar Kadar Simpangan Diperoleh % Rata-rata (%) Baku 1. Hasil larutan ini kemudian direaksikan dengan pereaksi sehingga dapat diukur.90 1. 1 mL floroglusin 1 % dan 1 mL natrium hidroksida 0. Kecermatan dan keseksamaan metode ditentukan berdasarkan perolehan kembali.97 1. Kecermatan dan keseksamaan metode penetapan kadar hidrokuinon secara kolorimetri dengan Acta Pharmaceutica Indonesia.935 0.Slamet Ibrahim dkk.94 1. 1.92 A 1.026 Hasil dan Pembahasan Pengukuran hidrokuinon dengan cara kolorimetri memberikan hasil yang baik dalam hal kecermatan dan keseksamaan. ekstraksi.96 1. 2004 . dan penurunan kestabilan setelah kurun waktu tersebut dikarenakan sebagian hidrokuinon teroksidasi.5 N. XXIX.95 1. Proses selanjutnya sama dengan krim simulasi.938 0. identifikasi dan penentuan kadar hidrokuinon yang dikandung dalam sediaan yang beredar di perdagangan. Ekstraksi hidrokuinon dari sediaan dalam bentuk krim dilakukan dengan 4 × 15 mL eter.025 B 1. Warna hasil reaksi stabil sampai kurun waktu 90 menit.91 1.95 1. Vol.90 1.32 .92 1.95 1.94 0. No.92 1. Hidrokuinon dalam krim pemucat Penentuan kadar hidrokuinon dari krim perdagangan Penentuan ini meliputi penyiapan sampel. Warna yang dihasilkan setelah penambahan pereaksi dan diikuti pemanasan dapat diukur serapannya di daerah spektrofotometri sinar tampak pada panjang gelombang 515 nm.

T. T. Bandung.0095. 2. R.. Sriewoelan. Ind. 2004 .938 ± 0. 1960. Vol. XXIX.026 % (Krim B) dan 1. 4. 5.. Pengujian kecermatan dan keseksamaan penetapan kadar hidrokuinon secara kolorimetri dengan menggunakan pereaksi floroglusin memberikan hasil yang baik yaitu 98.96 µg/mL dan batas kuantisasi 29. Kadar hidrokuinon dalam krim yang beredar di perdagangan 1. 1–11.025 %. Rahmana. J. Acta Pharm.Slamet Ibrahim.. Suciati. K. Hidrokuinon dan Resorsinol dalam Krim Pemucat”. Hasil Penelitian dan Kerja Sama Farmasi.938 ± 0. Identifikasi dan Penetapan Kadar Merkuri Ammonium Klorida.026 % (Krim B) dan 1. Kesimpulan Kurva kalibrasi menunjukkan linieritas yang baik dengan koefisien korelasi 0.. Bandung. M.935 % ± 0. Prosiding Kongres Ilmiah ISFI.935 % ± 0..025 % (Krim A). No..025 % (Krim A). dan Hasnida I. 1. Krim yang terdapat di perdagangan dan terdaftar di Departemen Kesehatan Republik Indonesia ditentukan sebanyak 3 merk dengan alasan dapat mewakili sampel perdagangan.026 % (Krim C) dengan kadar hidrokuinon yang tertulis pada etiket 2 %. Sriewoelan. 1984.0062X + 0. DepKes RI..15%± 0. Spot Test in Organic Analysis.94 ± 0. E. Kodeks Kosmetika Indonesia. Ditjen POM. Sumber galat yang terjadi adalah proses ektraksi.88 µg/mL. dkk Hidrokuionon dalam krim pemucat menggunakan pereaksi floroglusinol memberikan hasil yang baik yaitu 98. Pengembangan Analisis Hidrokuinon dan Klorokuinon Mono Benzil Eter yang Digunakan untuk Pemeriksaan Kosmetika. 6th ed.. I.15% ± 0. 1. 1980. Pamudji. Hasil menunjukkan bahwa kadar hidrokuinon dalam krim yang beredar di perdagangan 1.. dan Mutiarsih. 2000.Acta Pharmaceutica Indonesia. Sarjono. F. Jakarta. sifat hidrokuinon yang mudah teroksidasi dan kemungkinan penguraian selama pemanasan.94 ± 0.025 % . Slamet. 418–419. 1. 33 .. dan Rahmat.026 % (Krim C). S.9984 dengan persamaan regresi Y = 0.. 130– 132. vol. Feigl. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Senyawa Hidrokuinon dan Raksa dalam Krim Pemutih yang Beredar di Indonesia. 3. 18(1) 1993. S. Daftar pustaka 1. FMIPA ITB dengan YLKI. batas deteksi 8. S. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful