P. 1
SNI 4153-2008 Uji Penetrasi Lapangan SPT

SNI 4153-2008 Uji Penetrasi Lapangan SPT

|Views: 220|Likes:
Published by gundalakeren
SPT
SPT

More info:

Published by: gundalakeren on Oct 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2015

pdf

text

original

“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam

rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ”

SNI 4153:2008

Cara uji penetrasi lapangan dengan SPT

Standar Nasional Indonesia

ICS 93.020

Badan Standardisasi Nasional

“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ”

..................... Acuan normatif. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Daftar isi................................................................................................................... 4..........................................3 Pengujian .......................................................... Pedoman........................................................................ 4...........3................................................................................SNI 4153:2008 Daftar isi “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan........................................ Bibliografi ................... 5........................................................................................................4 Penanggung jawab pengujian ............................................ 4..................................................................................2 Prosedur pengujian............. Ketentuan dan persyaratan..........................................................3.........3 Koreksi hasil uji SPT.........................2 Bahan ......3....................................................3.... Prakata .................................................................2 Kalibrasi ................................................ 4.......................................................... 4....... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar............................................................................ 1 2 3 4 Ruang lingkup ...................................................................................3 Petugas......................................................1 Persiapan pengujian ............................................................................................................................... 5 Cara pengujian...................................1 Peralatan.............................. Lampiran A : Bagan alir metode uji penetrasi lapangan dengan SPT (normatif) ......... 4........ 5................. Lampiran C : Tabel daftar deviasi teknis dan penjelasannya (informatif) ................................................................. Pendahuluan............................................................................................ 6 Laporan uji ........................ 4.......................................................................................................... i ii iii 1 1 1 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 5 8 9 11 13 14 i ........................................................1 Pengujian penetrasi dengan SPT ..... 5............................................... Lampiran B : Contoh formulir uji penetrasi lapangan dengan SPT (informatif) ........................ Istilah dan definisi..................

pembuatan bagan alir. ii . penambahan istilah dan definisi. Metode Pengujian Penetrasi Dengan Alat SPT. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Standar tentang ‘Cara uji penetrasi lapangan dengan SPT’ merupakan revisi dari SNI 034153-1996). yang mengacu pada ASTM D 1586-84 “Standard penetration test and split barrel sampling of soils” dengan perubahan pada judul. perbaikan gambar dan pembuatan contoh formulir. penambahan dan revisi beberapa materi mengenai persyaratan dan ketentuan serta cara pengujian. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Standar ini disusun oleh Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil pada Sub Panitia Teknk Bidang Sumber Daya Air. penjelasan rumus. pakar dan lembaga terkait. Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional 08:2007 dan dibahas pada forum rapat konsensus pada tanggal 16 November 2006 di Bandung dengan melibatkan para nara sumber.SNI 4153:2008 Prakata “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. penambahan acuan normatif. Pedoman.

Pedoman. Cara uji ini dimaksudkan sebagai pegangan dan acuan dalam uji penetrasi dengan SPT di lapangan pada benda uji tanah. iii . para pendesain bangunan dan pihak-pihak terkait lainnya. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Dalam desain struktur tanah fondasi sering dilakukan analisis stabilitas dan perhitungan desain fondasi suatu bangunan dengan menggunakan parameter tanah baik tegangan total maupun tegangan efektif. bahan penunjang uji. Standar ini diharapkan bermanfaat bagi para laboran atau tenaga teknisi yang berhubungan dengan penyelidikan geoteknik. yang dapat dipergunakan untuk identifikasi perlapisan tanah yang merupakan bagian dari desain fondasi.SNI 4153:2008 Pendahuluan “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. dan identifikasi tanah. Peralatan uji penetrasi ini antara lain terdiri atas peralatan penetrasi dengan SPT. Mengingat diperlukannya parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah di lapangan untuk keperluan identifikasi perlapisan tanah yang merupakan bagian dari desain fondasi suatu bangunan. Dalam melakukan uji penetrasi lapangan dengan SPT ini digunakan metode pengujian penetrasi dengan SPT (SNI 03-4153-1996) yang dapat berlaku untuk tanah. perlu disusun revisi standar berjudul “Cara uji penetrasi lapangan dengan SPT”. Tujuannya adalah untuk memperoleh parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah di lapangan dengan SPT. dan perlengkapan lainnya. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.

Pedoman. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” .“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.

3.SNI 4153:2008 Cara uji penetrasi lapangan dengan SPT “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. persyaratan peralatan dan pengujian. disertai pengukuran jumlah pukulan untuk memasukkan tabung belah sedalam 300 mm vertikal. Parameter tersebut diperoleh dari jumlah pukulan terhadap penetrasi konus. 3. yang dijatuhkan secara berulang dengan tinggi jatuh 0. 3. yaitu berturut-turut setebal 150 mm untuk masing-masing tahap. Metode pencatatan dan interpretasi hasil pemboran inti 3 Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang berkaitan dengan standar ini adalah sebagai berikut. cara uji. Pedoman. yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi perlapisan tanah yang merupakan bagian dari desain fondasi. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan cara uji penetrasi lapangan dengan SPT. laporan uji. Standar ini menguraikan tentang prinsip-prinsip cara uji penetrasi lapangan dengan SPT meliputi: sistem peralatan uji penetrasi di lapangan yang terdiri atas peralatan penetrasi konus dengan SPT dan perlengkapan lainnya. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.2 konus ujung alat penetrasi yang berbentuk kerucut (terbuka dan tertutup) untuk menahan perlawanan tanah. Pelaksanaan pengujian dibagi dalam tiga tahap.76 m.5 Standard Penetration Test (SPT) suatu metode uji yang dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran untuk mengetahui. Tahap pertama dicatat sebagai dudukan. sementara jumlah pukulan untuk memasukkan tahap ke-dua dan ke-tiga dijumlahkan untuk memperoleh nilai pukulan N atau perlawanan SPT (dinyatakan dalam pukulan/0.1 jumlah tumbukan atau pukulan banyaknya pukulan palu setinggi 76 cm pada setiap penetrasi 15 cm. Uji SPT terdiri atas uji pemukulan tabung belah dinding tebal ke dalam tanah. 3. 1 dari 14 .5 kg. baik perlawanan dinamik tanah maupun pengambilan contoh terganggu dengan teknik penumbukan.3 palu besi atau baja masif berbentuk silinder dan di tengahnya berlubang lebih besar sedikit daripada diameter pipa bor. dan contoh uji.4 split barrel sampler alat berupa tabung yang dibelah dua dan ke dua ujungnya dipegang dengan mur dan dipasang pada ujung pipa bor pada waktu pelaksanaan pengujian SPT (lihat Gambar 1). Dalam sistem beban jatuh ini digunakan palu dengan berat 63. Cara uji ini berlaku untuk jenis tanah pada umumnya. 3.3 m). 2 Acuan normatif SNI 03-2436. untuk memperoleh parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah di lapangan dengan SPT.

d) Palu dengan berat 63. i) Kunci-kunci pipa. b) Mesin pompa yang dilengkapi dengan peralatannya.SNI 4153:2008 3. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 4 Ketentuan dan persyaratan 4. Gambar 1 Alat pengambilan contoh tabung belah 4.2 Bahan dan perlengkapan 2 dari 14 . k) Perlengkapan lain. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. g) Alat penyipat datar. f) Rol meter. e) Alat penahan (tripod). Pedoman.1 Peralatan Peralatan yang diperlukan dalam uji penetrasi dengan SPT adalah sebagai berikut: a) Mesin bor yang dilengkapi dengan peralatannya. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. c) Split barrel sampler yang dilengkapi dengan dimensi seperti diperlihatkan pada Gambar 1 (ASTM D 1586-84). h) Kerekan.5 kg dengan toleransi meleset ± 1%. j) Tali yang cukup kuat untuk menarik palu.6 tinggi jatuh jarak yang dihitung dari penahan setinggi kira-kira 75 cm dari tempat palu dijatuhkan.

SNI 4153:2008 Bahan penunjang pengujian yang dipergunakan adalah: a) bahan bakar (bensin.3. solar). 3 dari 14 . g) Jika ada air tanah. digunakan ujung split barrel berbentuk konus tertutup (close cone). Pedoman.3. 2) Beri tanda pada ketinggian sekitar 75 cm pada pipa bor yang berada di atas penahan.2 Kalibrasi Semua alat ukur harus dikalibrasi minimum 1 kali dalam 3 tahun dan pada saat diperlukan. e) Contoh tanah tidak asli diambil dari split barrel sampler.50 m s.3. harus dicatat. f) kantong plastik.d 2. e) kawat. 3) Bersihkan lubang bor pada kedalaman yang akan dilakukan pengujian dari bekas-bekas pengeboran. h) Pipa untuk jalur palu harus berdiri tegak lurus untuk menghindari terjadinya gesekan antara palu dengan pipa. d) tali atau selang. b) bahan pelumas. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 4. sesuai dengan persyaratan kalibrasi yang berlaku. dasar lubang bor harus dibersihkan terlebih dahulu. 4.00 m kalau lapisan seragam.3 4. 5 5. digunakan ujung split barrel berbentuk konus terbuka (open cone). d) Pada tanah berbutir halus.4 Penanggung jawab pengujian Nama dan tanda tangan penanggung jawab pekerjaan harus ditulis dengan jelas pada formulir kerja. c) Interval pengujian dilakukan pada kedalaman antara 1. g) formulir untuk pengujian. b) Pengujian dilakukan dalam lubang bor.3 Petugas Petugas pengujian ini adalah laboran atau teknisi yang memenuhi persyaratan kompetensi yang berlaku dalam pengujian penetrasi lapangan dengan SPT.1 Cara pengujian Persiapan pengujian Lakukan persiapan pengujian SPT di lapangan dengan tahapan sebagai berikut (Gambar 2): 1) Pasang blok penahan (knocking block) pada pipa bor. 4. i) Formulir-formulir isian hasil pengujian. h) perlengkapan lain.00 m (untuk lapisan tanah tidak seragam) dan pada kedalaman 4.3. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. 4. dan pada lapisan pasir dan kerikil.1 Pengujian Pengujian penetrasi dengan SPT Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengujian penetrasi dengan SPT adalah: a) Peralatan harus lengkap dan laik pakai. f) Sebelum pengujian dilakukan. nama pengawas dan nama penyellia pengujian ini harus ditulis dan disertai tanda tangan serta tanggal yang jelas. Nama petugas. c) balok dan papan. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. dan diawasi oleh tenaga ahli geoteknik.

c) Lepaskan tali sehingga palu jatuh bebas menimpa penahan (Gambar 3). Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. 5) Masukkan peralatan uji SPT ke dalam dasar lubang bor atau sampai kedalaman pengujian yang diinginkan. dan pada ujung lainnya disambungkan dengan pipa bor yang telah dipasangi blok penahan. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. b) Tarik tali pengikat palu (hammer) sampai pada tanda yang telah dibuat sebelumnya (kira-kira 75 cm). 6) Beri tanda pada batang bor mulai dari muka tanah sampai ketinggian 15 cm. 4 dari 14 . Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Gambar 2 5.SNI 4153:2008 4) Pasang split barrel sampler pada pipa bor.2 Prosedur pengujian Penetrasi dengan SPT Lakukan pengujian dengan tahapan sebagai berikut: a) Lakukan pengujian pada setiap perubahan lapisan tanah atau pada interval sekitar 1. 30 cm dan 45 cm.d 2.00 m atau sesuai keperluan.50 m s. Pedoman.

Nilai N1 tidak diperhitungkan karena masih kotor bekas pengeboran. A. Ulangi 2).T-03. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. safety hammer. Catat jumlah pukulan N pada setiap penetrasi 15 cm: 15 cm pertama dicatat N1. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Gambar 3 Skema urutan uji penetrasi standar (SPT) 5.3 Koreksi hasil uji SPT Dalam pelaksanaan uji SPT di berbagai negara.12005-A). Pedoman. Adapun koreksi hasil uji SPT adalah sebagai berikut : 5 dari 14 . 15 cm ke-dua dicatat N2. Secara teoritis tenaga sistem jatuh bebas dengan massa dan tinggi jatuh tertentu adalah 48 kg-m (350 ft-lb). Faktor yang terpenting adalah efisiensi tenaga dari sistem yang digunakan. Vol.1 (Pd. dan AW). dan otomatik. NW. i) Catat jumlah pukulan pada setiap penetrasi 5 cm untuk jenis tanah batuan. 15 cm ke-tiga dicatat N3. h) Bila nilai N lebih besar daripada 50 pukulan. periksa Gambar 4) dan empat jenis batang bor (N. tetapi besar tenaga sebenarnya lebih kecil karena pengaruh friksi dan eksentrisitas beban. 3). 4) dan 5) sampai pada penetrasi 15 cm yang ke-dua dan ke-tiga. hentikan pengujian dan tambah pengujian sampai minimum 6 meter.SNI 4153:2008 d) e) f) g) Ulangi 2) dan 3) berkali-kali sampai mencapai penetrasi 15 cm. lihat Pedoman penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air”. Jumlah pukulan yang dihitung adalah N2 + N3. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Ternyata uji ini sangat bergantung pada alat yang digunakan dan operator pelaksana uji. digunakan tiga jenis palu (donut hammer. Hitung jumlah pukulan atau tumbukan N pada penetrasi 15 cm yang pertama.

. sementara efisiensi tenaga palu otomatik (automatic hammer) berkisar antara 80% sampai 100%.. g : konstanta gravitasi (= 9... panjang batang......... b) Efisiensi dapat diperoleh dengan membandingkan pekerjaan yang telah dilakukan : W = Fxd = gaya x alihan ..... Pedoman. untuk mendapatkan koreksi yang lebih teliti dan memadai terhadap N60. h : tinggi jatuh (m)... efisiensi tenaga sistem balok derek dengan palu donat (donut hammer) dan palu pengaman (safety hammer) berkisar antara 35% sampai 85%... (1) dengan : N60 : efisiensi 60% ...... 6 dari 14 . Oleh karena itu......8 m/s2 = 32.. dan diameter lubang bor (Skempton (1986) dan Kulhawy & Mayne (1990)).. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar... Jika efisiensi yang diukur (Ef) diperoleh dari kalibrasi alat. harus dilakukan uji tenaga Ef. Di dalam praktek. dengan : m : massa (g) ..... v : kecepatan tumbukan (m/s).... nilai N terukur harus dikoreksi terhadap efisiensi sebesar 60%... Besaran koreksi pengaruh efisiensi tenaga biasanya bergantung pada lining tabung........ Ef : efisiensi yang terukur ....... untuk memperoleh standar efisiensi tenaga yang lebih teliti...2 ft/s2 ). NM : nilai N terukur yang harus dikoreksi.....SNI 4153:2008 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Gambar 4 Contoh palu yang biasa digunakan dalam uji SPT a) Menurut ASTM D-4633 setiap alat uji SPT yang digunakan harus dikalibrasi tingkat efisiensi tenaganya dengan menggunakan alat ukur strain gauges dan aselerometer. tenaga kinetik (KE = ½ mv2) tenaga potensial : PE = mgh .. dan dinyatakan dalam rumus N60 = ( Ef /60 ) NM .. Nilai N terukur harus dikoreksi pada N60 untuk semua jenis tanah...

.d 1....d 30 m CR 1........... Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” c) Dalam beberapa hubungan korelatif.0 Pengambilan contoh tabung dengan pelapis (liner) CS 1.M.... (2) ..7 s. sudut geser....2 /(1.8 s.SNI 4153:2008 Jadi rasio tenaga (ER) ditentukan sebagai rasio ER= W/PE atau ER = KE/PE..0 Palu pengaman (Safety Rasio tenaga CE 0.d 6 m CR 0....... σ’vo : tegangan vertikal efektif (kPa)....95 Panjang batang 10 s.1 s. dan potensi likuifaksi..... CE : faktor koreksi terhadap rasio tenaga palu (Tabel 1)..d 4 m CR 0......... & Idriss. CB : faktor koreksi terhadap diameter bor (Tabel 1).70).... NM : hasil uji SPT di lapangan... nilai tenaga terkoreksi N60 yang dinormalisasi terhadap pengaruh tegangan efektif vertikal (overburden). Pa : 100 kPa.3 Donut-type hammer) Diameter bor 65 s.L. Semua korelasi empirik yang menggunakan nilai NSPT untuk keperluan interpretasi karakteristik tanah.7 efeftif Rasio tenaga Palu donat (Donut hammer) CE 0. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan... CS : koreksi terhadap tabung contoh (samplers) dengan atau tanpa pelapis (liner) (Tabel 1).2+(σ’vo/Pa)) CN efektif Tegangan vertikal CN CN ≤ 1..... didasarkan pada rasio tenaga rata-rata ER ~ 60%.d 10 m CR 0...... Tabel 1 Koreksi-koreksi yang digunakan dalam uji SPT (Youd. Nilai (N1)60 menggambarkan evaluasi pasir murni untuk interpretasi kepadatan relatif..2 hammer) Palu otomatik (Automatic-trip Rasio tenaga CE 0..... dinyatakan dengan (N1)60.... T.75 Panjang batang 3 s..... 2001) Faktor Jenis Alat Parameter Koreksi Tegangan vertikal 2.d 1.5 s. (3) dan Tabel 1.85 Panjang batang 6 s.3 7 dari 14 .2/ (1.. CN : faktor koreksi terhadap tegangan vertikal efektif (nilainya ≤ 1.. Pedoman...0 Pengambilan contoh tabung standar CS 1..0 Diameter bor 150 mm CB 1.d 1.... seperti dijelaskan dalam persamaan (2).2 + (σ’vo/Pa)) ..........d 115 mm CB 1... I..8 Panjang batang 4 s.......d 1.. (N1)60 = NM x CN x CE x CB X CR X CS CN = 2.. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar..05 Diameter bor 200 mm CB 1..(3) dengan : (N1 )60 : nilai SPT yang dikoreksi terhadap pengaruh efisiensi tenaga 60%..15 Panjang batang <3m CR 0........ CR : faktor koreksi untuk panjang batang SPT (Tabel 1).

Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 8 dari 14 . c) Nomor lubang bor. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. apakah berbentuk konus terbuka atau konus tertutup. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. d) Tipe ujung split barrel yang digunakan. dan nama penanggung jawab hasil uji dengan disertai tanda tangan (paraf) yang jelas. Pedoman. e) Catatan setiap penyimpangan pada waktu pengujian. nama pengawas. dan tanggal pengujian.SNI 4153:2008 6 Laporan uji Hasil uji penetrasi lapangan dengan SPT dilaporkan menjadi satu dengan log bor dari hasil pengeboran dalam bentuk formulir seperti diperlihatkan dalam Lampiran B. muka air tanah elevasi titik bor dan hasil pengujian SPT. yang antara lain memuat hal-hal sebagai berikut: a) Nama pekerjaan dan lokasi pekerjaan. b) Nama penguji. kedalaman pengeboran.

Ulangi a). hentikan pengujian dan tambahkan pengujian sampai minimum 6 meter. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Mulai Uji SPT 1. Koreksi dan plot hasil a) Koreksi hasil menjadi (N1)60 b) Plot hubungan kedalaman dengan (N1)60 Selesai 9 dari 14 . Beri tanda pada batang bor mulai dari muka tanah sampai ketinggian 15 cm. Beri tanda pada ketinggian sekitar 75 cm pada pipa bor yang berada di atas penahan. Bersihkan lubang bor pada kedalaman pengujian dari bekas-bekas pengeboran. 15 cm ke-tiga dicatat N3. c) dan d) sampai pada penetrasi 15 cm yang ke-dua dan ke-tiga. b). Masukkan peralatan uji SPT ke dalam dasar lubang bor atau sampai kedalaman yang diinginkan. Pasang split barrel sampler pada pipa bor dan pada ujung lainnya disambungkan dengan pipa bor yang telah dipasangi blok penahan. 15 cm ke-dua dicatat N2.5 m s. Lanjutkan pengeboran dengan interval minimum 1. g) h) i) Ya 3.00 m Apakah pengujian memenuhi persyaratan ? Tidak 4. Catat jumlah pukulan pada setiap penetrasi 5 cm untuk jenis tanah batuan. Pengujian SPT a) b) c) d) e) f) Tarik tali pengikat palu (hammer) sampai pada tanda yang telah dibuat sebelumnya (± 75 cm). Lepaskan tali sehingga palu jatuh bebas menimpa penahan. Catat jumlah pukulan N pada setiap penetrasi 15 cm : 15 cm pertama dicatat N1. Pedoman. Pengeboran dan pemasangan alat uji SPT a) b) c) d) e) f) g) Lakukan pengeboran tanah sampai kedalaman yang diinginkan yang dilengkapi pemasangan pipa lindung (casing).d 2. Pasang landasan penahan (knocking block) pada pipa bor. N1 tidak diperhitungkan karena masih kotor bekas pengeboran. Bila N lebih besar daripada 50 pukulan. 30 cm dan 45 cm. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. 2.SNI 4153:2008 Lampiran A (normatif) Bagan alir cara uji penetrasi lapangan dengan SPT “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Ulangi a) dan b) berkali-kali sampai mencapai penetrasi 15 cm. Hitung jumlah pukulan atau tumbukan N pada penetrasi 15 cm yang pertama. Jumlah pukulan yang dihitung adalah N2 + N3.

Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Contoh formulir uji penetrasi konus dengan SPT B.“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.1 Contoh penampang geologi lubang bor Lampiran B (informatif) SNI 4153:2008 10 dari 14 . Pedoman.

Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Jumlah pukulan (Uji SPT) Dalam (m) N111 (pukulan/ 15cm) N2 (pukulan/ 15cm) N3 (pukulan/ 15cm) 11 dari 14 .SNI 4153:2008 B.2 Contoh formulir hasil uji penetrasi konus dengan SPT Proyek Lokasi Lubang bor no Elevasi : : : : Mulai dikerjakan Selesai Dikerjakan oleh Diperiksa oleh Koreksi pengaruh energi N60 Nm (pukulan/ 30cm) N60 Brt Vol Total (kN/m3) CN CE CB CR CS (pukul an/30 cm Diagram SPT Jumlah pukulan 10 20 30 40 50 : : : : “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Pedoman.

78 0.00 21.50 19.73 0.0 0.95 0.00 4 16.8 0.0 0.50 18.8 1.0 41 35 10 37 13 72 23 19.00 10.0 1.00 22.00 15 20.0 1.50 N60 CN 7 CE 8 CB 9 CR 10 CS 11 (pukulan/ 30cm 12 Diagram SPT Jumlah pukulan 10 20 30 40 50 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.0 11 15 40 55 19.51 0.8 1.00 24.0 1.95 1.95 0.50 0.8 1.8 1.0 1.0 1.8 1.01 0.50 0. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.8 0.50 0.0 1.83 0.00 15. Pedoman.50 1.0 34 40 50 85 19.8 1.00 26.50 1.00 1.50 0.8 1.0 50 12 dari 14 .0 65 19 8 2 10 4 18 6 19.0 1.95 1.0 1.3 Contoh hasil uji penetrasi konus dengan SPT Mulai dikerjakan : Mei 1994 Selesai : Jul 1994 Dikerjakan oleh : Sukiman Diperiksa oleh : Ir Wayan T.00 4.0 1.00 13.00 27.8 1.00 19.0 0.00 1 14.00 28.0 1.00 3. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Jumlah pukulan (Uji SPT) N2 N3 (pukulan/ 15cm) 3 (pukulan/ 15cm) 4 1 1.00 2 5 1.0 5 13 5.0 1.00 5 19 30 19 49 19.50 18.00 23.88 0.0 1.00 9.00 14 7.00 25.18 1.00 6.0 0.0 14 5 5 9 14 18.00 1 12.0 1.00 18.SNI 4153:2008 Proyek Lokasi Lubang bor no Elevasi Dalam (m) N111 (pukulan/ 15cm) 2 Air tanah 3 3 : Transit BBM : Amuk Bali : 2 : - B.00 17. Arnaya Koreksi pengaruh energi N60 Nm (pukulan/ 30cm) 5 Brt Vol Total (kN/m3) 6 17.00 11.00 2.10 0.75 1.00 6 18.00 29.32 0.00 8.8 1.0 10 6 10 16 18.

Penjelasan rumus dan gambar . Rumus Gambar Sebelum Metode pengujian penetrasi dengan alat SPT Format SNI Ada Sudah ada Sudah ada Revisi Cara uji penetrasi lapangan dengan alat SPT Tetap ASTM yang terkait dipindah ke Bibliografi. dan contoh uji. bagan alir cara kerja dan cantumkan sumbernya. bagan alir cara uji. disusun menurut abjad. Lengkapi penjelasan rumus dan gambar. 1 2 2 3 4 Materi Judul Format Acuan normatif Istilah dan definisi . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. 5 6 Sudah ada Gambar masih kurang jelas 7 Contoh Formulir Belum lengkap 13 dari 14 . Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” No. Perbaikan sedikit pada beberapa penjelasan. Pedoman. Lengkapi rumus dengan gambar dan satuan serta perhitungannya.SNI 4153:2008 Lampiran C (informatif) Tabel daftar deviasi teknis dan penjelasannya “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. lengkapi dan perjelas gambar-gambar cara kerja alat. Perbaiki. serta cara kerja peralatan secara skematis.Penjelasan cara kerja peralatan. Penambahan contoh uji/ perhitungan (Lampiran B).

4. 127 No. “Pedoman penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air”. and Overconsolidation“. Jakarta. Electric Power Research Institute. metode pengeboran dan deskripsi log bor (Pd. October. “SPT Procedures and the Effects in Sands of Overburden Pressure.W. Vol. Relative Density. ASTM G 57-78 (1978).T 03.W. April 2001.Men.3-2005-A). Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering . Youd. 14 dari 14 . No. (1990).2005-A).H. “Performance and Use of the Standard Penetration Test in Geotechnical Engineering Practice“. 22 Nov 2005. “Liquefaction Resistance of Soils : Summary Report from the 1996 NCEER Workshops on Evaluation of Liquefaction Resistance of Soil“. Particle Size. Report of a study performed by the Virginia Tech Center for Geotechnical Engineering. FHWA NHI-01-031. “Standard method for penetration test and split barrel sampling of soils”.36. tgl. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” SNI 03-4148-1996. 2005. J.M. Kep. Palo Alto. 1998.A. and Duncan. and Idriss. 3. Report EPRI-EL 6800. and Mayne.T 03.SNI 4153:2008 Bibliografi “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Virginia Polytechnic Institute and State University .. J.1: Penyusunan program penyelidikan. (2001). Pedoman. “Manual on subsurface investigation”. Skempton. Departemen Pekerjaan Umum. Pekerjaan Umum No: 498/KPTS/M/2005. Geotechnique.1. “Manual on Estimating Soil Properties for Foundation Design”.3: Interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik (Pd. McGregor. Vol.T 03. Vol.L. “Method for field measurement of soil resistivity using Wenner FourElectrode method”. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Kulhawy. 297 – 313. A. 425-447. (1986). Vol. dan Vol. F.2-2005A). ASCE. T. I. “Standard penetration test and split barrel sampling of soils” ASTM D 1586-84 (1984).M. (1998). “Metode pengujian penetrasi dengan SPT” ASTM D 1586-84. Aging.2: Pengujian lapangan dan laboratorium (Pd. P.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->