PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA

Oleh rinaharini

A. Pengertian Demokrasi Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan. Selain pemilihan umum legislatif, banyak keputusan atau hasil-hasil penting, misalnya pemilihan presiden suatu negara, diperoleh melalui pemilihan umum. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara, namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Sebagai tambahan, tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih). Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung, tetapi dalam arti yang lebih luas. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar, suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola, bukan sistem pemerintahan yang bagus, sebagai tokoh impian ratu adil. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin negara, masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. Banyak negara demokrasi hanya memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu, misalnya umur 18 tahun, dan yang tak memliki catatan kriminal (misal, narapidana atau bekas narapidana). B. Sejarah Perkembangan Demokrasi Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi

wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika faktafakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat. Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable), tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut. C. Perkembangan Demokrasi di Indonesia Semenjak kemerdekaan 17 agustus 1945, Undang Undang Dasar 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih dalam pemilu. Indonesia sempat mengalami masa demokrasi singkat pada tahun 1956 ketika untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu bebas di indonesia, sampai kemudian Presiden Soekarno menyatakan demokrasi terpimpin sebagai pilihan sistem pemerintahan. Setelah mengalami masa Demokrasi Pancasila, sebuah demokrasi semu yang diciptakan untuk melanggengkan kekuasaan Soeharto, Indonesia kembali masuk kedalam alam demokrasi pada tahun 1998 ketika pemerintahan junta militer Soeharto tumbang. Pemilu demokratis kedua bagi Indonesia terselenggara pada tahun 1999 yang menempatkan Partai Demokrasi IndonesiaPerjuangan sebagai pemenang Pemilu. Tumbangnya Orde Baru pada tanggal 21 Mei 1998, adalah momentum pergantian kekuasaan yang sangat revolusioner dan bersejarah di negara ini. Dan pada tanggal 5 Juli 2004, terjadilah sebuah pergantian kekuasaan lewat Pemilu Presiden putaran pertama. Pemilu ini mewarnai sejarah baru Indonesia, karena untuk pertama kali masyarakat memilih secara langsung presidennya. Sebagai bangsa yang besar tentu kita harus banyak menggali makna dari sejarah. Hari Kamis, 21 Mei 1998, dalam pidatonya di Istana Negara Presiden Soeharto akhirnya bersedia mengundurkan diri atau lebih tepatnya dengan bahasa politis ia menyatakan “berhenti sebagai presiden Indonesia”. Momentum lengser keprabon-nya Raja Indonesia yang telah bertahta selama 32 tahun ini tentu sangat mengejutkan berbagai pihak. Karena sehari sebelumnya ia sudah berniat akan segera membentuk Kabinet Reformasi. Setelah melalui saat-saat yang menegangkan, akhirnya rezim yang begitu kokoh dan mengakar ini berhasil ditumbangkan. Gerakan mahasiswa sekali lagi menjadi kekuatan terpenting dalam proses perubahan ini. Sebuah perubahan yang telah memakan begitu banyak korban, baik korban harta maupun nyawa. Kontan saja mahasiswa kala itu langsung bersorak-sorai, menangis gembira, dan bersujud syukur atas keberhasilan perjuangannya menumbangkan rezim Orde Baru. Setelah tumbangnya Orde Baru tibalah detik-detik terbukanya pintu reformasi yang telah begitu lama dinanti. Secercah harapan berbaur kecemasan mengawali dibukanya jendela

demokrasi yang selama tiga dasawarsa telah ditutup oleh pengapnya otoritarianisme Orde Baru. Momentum ini menjadi penanda akan dimulainya transisi demokrasi yang diharapkan mampu menata kembali indahnya taman Indonesia. Pada hari-hari selanjutnya kata “reformasi” meskipun tanpa ada kesepakatan tertulis menjadi jargon utama yang menjiwai ruh para pejuang pro-demokrasi. Selang tiga tahun pasca turunnya Soeharto dari tahun 1998 sampai 2000, telah terjadi tiga kali pergantian rezim yang memunculkan nama-nama:Habibie, Gus Dur, dan Megawati sebagai presiden Republik Indonesia. Dan duduknya ketiga presiden baru tersebut, juga diwarnai dengan perjuangan yang sengit dan tak kalah revolusioner. Lagilagi untuk kesekian kalinya mahasiswa menjadi avant guard yang Mendobrak perubahan tersebut. Megawati yang baru satu tahun mencicipi empuknya kursi presiden pun oleh mahasiswa kembali dituntut mundur lantaran dianggap gagal dan tidak bisa memenuhi amanat reformasi. Pada tanggal 21 Mei 2003, di hampir seluruh penjuru Indonesia mahasiswa turun ke jalan kembali dan menuntut segera turunnya pemerintahan Megawati. Sekaligus pada hari itu juga mahasiswa secara resmi mendeklarasikan “Matinya Reformasi” dan bahkan lebih jauh lagi memunculkan jargon baru yaitu “Revolusi”. Munculnya jargon baru ini menjadi diskursus yang cukup hangat diperbincangkan. Jargon ini kemudian merebak dan dengan cepat menjangkiti elemen prodemokrasi lainya yang juga menghendaki proses demokratisasi secara lebih cepat. Mahasiswa pun lantas menantang kalau memang tidak ada seorang pun tokoh reformis yang layak dan sanggup mengawal transisi demokrasi, maka saatnya kaum muda memimpin. Dari sepenggal perjalanan sejarah perjuangan mahasiswa tersebut, kita bisa melihat betapa serius, visioner, dan revolusionernya tekad mereka untuk mewujudkan transisi demokrasi yang sesungguhnya. Namun, ketika kita mengaca pada sejarah secara objektif, kita akan menemukan bahwa masa transisi demokrasi di negara dunia ketiga rata-rata membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Yaitu, antara 20 sampai 25 tahun, yang artinya itu empat sampai lima kali Pemilu di Indonesia. Itupun kalau memenuhi beberapa syarat dan tahapan yang normal. Menurut pemetaan Samuel Huntington (Gelombang Demokratisasi Ketiga, Pustaka Grafiti Press:1997, hal.45), pada tingkatan paling sederhana, demokratisasi mensyaratkan tiga hal : berakhirnya sebuah rezim otoriter, dibangunnya sebuah rezim demokratis, serta konsolidasi kekuatan prodemokrasi. Sedikit berbeda Eep Syaefullah Fatah dalam bukunya Zaman Kesempatan; Agenda-agenda Besar Demokratisasi Pasca Orde Baru, (Mizan, 2000, hal. xxxviii-xli), mengajukan empat tahapan proses demokratisasi dengan mengaca pada pengalaman di Indonesia. Tahapan pertama, berjalan sebelum keruntuhan rezim otoritarian atau totalitarian. Tahapan ini disebutnya dengan Pratransisi. Tahapan kedua, terjadinya liberalisasi politik awal. Dan tahap ini ditandai dengan terjadinya Pemilu yang demokratis serta regulasi kekuasaan sebagai konsekuensi dari hasil Pemilu. Tahapan ketiga adalah Transisi. Tahapan ini ditandai adanya pemerintahan atau pemimpin baru yang bekerja dengan legitimasi yang kuat. Kemudian yang terakhir, tahap keempat adalah Konsolidasi Demokrasi. Tahap ini menurut Eep membutuhkan waktu cukup lama, karena juga harus menghasilkan perubahan paradigma berpikir, pola perilaku, tabiat serta kebudayaan dalam masyarakat Lantas bagaimana dengan proses transisi demokrasi yang terjadi di Indonesia? Itulah pertanyaan yang harus kita jawab secara objektif dan kita jadikan dasar evaluasi. Esensi konsolidasi demokrasi sebenarnya adalah ketika telah terbentuknya suatu paradigma berfikir, perilaku dan sikap baik di tingkat elit maupun massa yang mencakup dan bertolak dari prinsip-prinsip demokrasi. Dan untuk konteks Indonesia seharusnya konsolidasi demokrasi ditandai dengan adanya efektifitas pemerintahan, stabilitas politik, penegakan supremasi hukum serta pulihnya kehidupan ekonomi.

fct. (Pustaka Pelajar dan CCSS. Karena secara makro telah terjadi stabilitas ekonomi yang cukup mantap.Isi. Padahal justru di Indonesia korupsi telah menjadi tradisi karena berawal dari proses massallisasi dan formallisasi. Judul : Demokrasi Alamat : http://id. tetapi malah menyimpang atau bahkan berlawanan dengan arah yang dicita-citakan. kemudian era reformasi korupsinya sudah berani di atas meja. Barangkali inilah yang disebut Sorensen dalam buku Demokrasi dan Demokratisasi: Proses dan Prospek dalam Sebuah Dunia yang sedang Berubah. Dubey 4. Kemudian kemarin kita juga melihat terjadi penggusuran paksa PKL (Pedagang Kaki Lima) dan angkringan di Malioboro.di.pt/masters/mcl/The Department of Computer Science at Universidade Nova de Lisboa.unl. Itu ditandai dengan naiknya PDB (Product Domestic Bruto) pada kisaran 4%. nilai eksport di atas 5 Miliar. Dan lebih hebatnya lagi sekarang ini sekalian mejanya dikorupsi. Korupsi telah terlanjur dianggap wajar dan biasa dalam masyarakat. beberapa ekonom memang mengacungkan jempol kepada Megawati atas kebijakan ekonomi makronya. dengan frozen democracy. 2. Judul : Sisi Buruk Pemerintahan Demokrasi Alamat : http://ssdi. the free encyclopedia. Secara singkat ternyata reformasi dan demokratisasi yang terjadi di Indonesia masih sebatas liberalisasi politik belaka. Judul : Gelombang Demonstrasi Mahasiswa Menentang kedatangan Bush Alamat : http:// www.id.jpg Penulis : - .8% dan memasuki tahun 2004 dengan menyentuh level psikologis 700.co. 2003). bahkan sempat berada pada posisi tertinggi 786. Kalau dulu era Orde Baru korupsinya masih di bawah meja. Bahkan yang lebih fantastis lagi IHSG BEJ (Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Jakarta) berhasil mencetak rekor tutup tahun 2003 dengan kenaikan 62. cadangan devisa yang mencapai 35 Miliar.id Penulis : 3. Memaknai Kembali Tumbangnya Orde Baru Alamat : http://www.masjidkotabogor. serta inflasi yang hanya 5% pada tahun 2003. Karena yang namanya demokrasi dan reformasi selamanya tidak akan pernah bisa bersatu dan berjalan beriringan bersama korupsi.N. Portugal Penulis : S. dimana sistem politik demokrasi yang sedang bersemi berubah menjadi layu karena berbagai kendala yang ada. Judul : Refleksi 21 Mei. nilai tukar rupiah juga mulai stabil.org/wiki/Demokrasi Penulis : From Wikipedia.wikipedia. Secara sederhana kita bisa melihat pada angka pengangguran yang naik cukup signifikan apalagi ditambah PHK besar-besaran di beberapa perusahaan. Namun demikian bagaimana dengan nasib kehidupan ekonomi kawulo alit.E-mail:info@Isi. Sementara itu dalam perkembangan ekonomi.Sebenarnya satu parameter yang paling sederhana dan sekaligus menjadi akar permasalahan reformasi dan transisi demokrasi di Indonesia adalah korupsi. Akibatnya proses perubahan politik tidak menuju pada pembentukan sosial politik yang demokratis.com/fckfiles/mahasiswa4. Akhirnya beberapa prestasi kebijakan ekonomi makropun terkubur oleh kurang diperhitungkanya nasib wong cilik. tanpa diikuti fase demokratisasi yang bermuara pada suatu konsolidasi. dan masyarakat kecil di ibu kota yang tidak punya tempat tinggal untuk sekadar berteduh. Referensi Web : 1.co.

menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya. Di Indonesia. tetapi harus dihormati haknya dan harus diberi peluang dan kemudahan serta pertolongan untuk mencapai itu. pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18. Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang (people rule). Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. dan untuk rakyat. landasan demokrasi adalah keadilan. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. Bahkan bermunculan konflik – konflik baru serta terjadi perubahan genetika sosial masyarakat Indonesia. dengan tujuan membentuk masyarakat sosialis. dan berarti juga otonomi atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya. yang diketahui oleh hampir semua orang. Setelah Soeharto turun. Ya. krisis moneter pun melanda kepada krisi keuangan sehingga penurunan nilai rupiah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi msyarakat Indonesia. dalam arti dia mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya. belum mempunyai kekuatan untuk membangun perubahan secara damai. 1. Hal ini menjadi wajar.I Latar Belakang Apa itu demokrasi?. PENDAHULUAN A. PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA Tahun 1988. oleh rakyat. Istilah "demokrasi" berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. melawan siapapun yang berusaha melanggar hak-hak itu. Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. dan di dalam sistem politik yang demokratis warga mempunyai hak. Bagi Gus Dur. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. atau lebih tepatnya pengelolaan kekuasaan secara beradab. Inflasi pun meningkat dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pun meningkat. ditandai dengan perubahan besar di Indonesia. dalam arti terbukanya peluang kepada semua orang. Kata "demokrasi" berasal dari dua kata. atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. Hal ini sangat . Sedang demokrasi adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak. Ia adalah sistem manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia. Berbicara mengenai demokrasi adalah memperbincangkan tentang kekuasaan. Jadi masalah keadilan menjadi penting. oleh rakyat dan untuk rakyat. bersamaan dengan perkembangan sistem "demokrasi" di banyak negara. kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia publik. sesuai dengan apa yang dia ingini. Namun. Menjaga proses demokratisasi adalah memahami secara benar hak-hak yang kita miliki. tentu saja rejim orde baru yang telah berkuasa selama 32 tahun menjadi Presiden Republik Indonesia akhirnya turun juga. Pelaku utama demokrasi adalah kita semua. Begitulah pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi. setiap orang yang selama ini selalu diatasnamakan namun tak pernah ikut menentukan. sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Pada zaman itu. BAB II. bertahap dan progresif.NEW BAB I. yaitu demos yang berarti rakyat. Demokrasi arti sesungguhnya sudah menggantikan Demokrasi Pancasila versi Orde Baru. bangsa ini masih lemah. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik.

Pada waktu itu. diadakan voting yang diikuti oleh seluruh anggota konstituante . yang biasa disebut dengan demokrasi liberal. 4. Sebagai tindak lanjut usulannya. 2. Tidak berlaku kembali UUDS 1950 . Perdana Menteri diangkat oleh presiden. Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 : 1. Daftar kabinet yang ada di Indonesia selama masa semorasi liberal : Kabinet Natsir (September 1950 – Maret 1951) Kabinet Sukiman (April 1951 – April 1952) Kabinet Wilopo (April 1952 – Juni 1953) Kabinet Ali Sastroamijoyo 1 (Juli 1953 – Agustus 1955) Kabinet Burhanuddin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956) b) Demokrasi Terpimpin (1959 – 1966) Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia. yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya saja. Presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat. menyebabkan ketidak stabilan di bidang keamanan. 2.1959 mengalami perubahan-perubahan kabinet yang mengakibatkan pemerintahan menjadi tidak stabil. Presiden bisa dan berhak membubarkan DPR. Namun usulan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan anggota konstituante. Voting ini dilakukan dalam rangka mengatasi konflik yang timbul dari pro kontra akan usulan Presiden Soekarno tersebut. Dari segi politik : Konstituante gagal dalam menyusun UUD baru untuk menggantikan UUDS 1950 Masa Demokrasi Terpimpin yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno diawali oleh anjuran beliau agar Undang-Undang yang digunakan untuk menggantikan UUDS 1950 adalah UUD'45. Bertolak dari hal tersebut. usulan untuk kembali ke UUD'45 tidak dapat direalisasikan. 5. Rakyat Indonesia sebagian besar masuk ke dalam sebuah era demokrasi sesungguhnya dimana pada saat yang sama tingkat kehidupan ekonomi mereka justru tidak lebih baik dibandingkan masa orde baru.a) 1. Masa demokrasi liberal membawa dampak yang cukup besar. Indonesia sudah melalui 4 zaman demokrasi yaitu : Demokrasi Liberal (1950 – 1959) Pertama kali Indonesia menganut system demokrasi parlementer. Dari segi keamanan : Banyaknya gerakan sparatis pada masa demokrasi liberal. sehingga pembangunan ekonomi tersendat. mempengaruhi keadaan. Ciri-ciri demokrasi liberal adalah sebagai berikut : 1. Di Indonesia demokrasi liberal yang berjalan dari tahun 1950 . Dari segi perekonomian : Sering terjadinya pergantian kabinet pada masa demokrasi liberal menyebabkan program-program yang dirancang oleh kabinet tidak dapat dijalankan secara utuh. 3. 3. berpengaruh kepada kualitas kehidupan masyarakat. 2. Presiden Soekarno mengeluarkan sebuah dekrit yang disebut Dekrit Presiden 5 Juli 1959. seperti yang telah ditetapkan pada pasal 137 UUDS 1950. Latar belakang dicetuskannya sistem demokrasi terpimpin oleh Presiden Soekarno : 1. pemerintah berlandaskan UUD 1950 pengganti konstitusi RIS (Republik Indonesia Serikat) tahun 1949. Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah. Hasil voting menunjukan bahwa :  269 orang setuju untuk kembali ke UUD'45  119 orang tidak setuju untuk kembali ke UUD'45 Melihat dari hasil voting. 4. situasi dan kondisi politik pada waktu itu. 3. Hal ini disebabkan oleh jumlah anggota konstituante yang menyetujui usulan tersebut tidak mencapai 2/3 bagian.

Tidak menghendaki adanya demonstrasi dan pemogokan karena merugikan semua pihak  Tidak menganut sistem monopartai  Pemilu dilaksanakan secara luber  Mengandung sistem mengambang  Tidak kenal adanya diktator mayoritas dan tirani minoritas  Mendahulukan kepentingan rakyat atau kepentingan umum        System pemerintahan Demokrasi Pancasila sebagai berikut Indonesia ialah negara yang berdasarkan hukum Indonesia menganut sistem konstitusional Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi Presiden adalah penyelenggaraan pemerintah yang tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Menteri Negara adalah pembantu presiden. Dibubarkannya konstituante 4. Pembentukan MPRS dan DPAS c) Demokrasi Pancasila Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi konstitusional dengan mekanisme kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan negara dan penyelengaraan pemerintahan berdasarkan konstitusi yaitu Undang-undang Dasar 1945. Ciri – cirri demokrasi pancasila :  Kedaulatan ada di tangan rakyat. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas d) Demokrasi yang saat ini masih dalam masa transisi http://vindhavannelly.  Selalu berdasarkan kekeluargaan dan gotong royong.html .blogspot.  Cara pengambilan keputusan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.2. Berlakunya kembali UUD 1945 3.  Tidak kenal adanya partai pemerintahan dan partai oposisi  Diakui keselarasan antara hak dan kewajiban  Menghargai Hak Asasi Manusia  Ketidaksetujuan terhadap kebijaksanaan pemerintah dinyatakan dan disalurkan melalui wakil-wakil rakyat. Sebagai demokrasi pancasila terikat dengan UUD 1945 dan pelaksanaannya harus sesuai dengan UUD 1945.com/2011/02/perkembangan-demokrasi-di-indonesia.

1. Suatu bangsa atau masyarakat� di Abad XXI ini� baru mendapat pengakuan sebagai warga dunia yang beradab (civilized) bilamana menerima dan menerapkan� demokrasi sebagai landasan pengaturan tatanan kehidupan kenegaraannya. Indonesia adalah salah satu negara yang menjunjung tinggi demokrasi. makalah BAB I PENDAHULUAN 1. dan disusul kemudian dengan keruntuhan Uni Soviet yang berlandasan paham Komunisme di akhir Abad XX . mungkin kita bisa merasa bangga dengan keadaan itu.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut. Italia & Jepang) pada Perang Dunia II (1945). Berawal dari kemenangan Negara-negara Sekutu (Eropah Barat dan Amerika Serikat) terhadap Negara-negara Axis (Jerman. Didalam praktek kehidupan kenegaraan sejak masa awal kemerdekaan hingga saat ini. untuk di Asia Tenggara Indonesia adalah negara yang paling terbaik menjalankan demokrasinya. yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain.1 Latar Belakang Masalah Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. maka diperoleh permasalahan antara lain: . ternyata paham demokrasi perwakilan yang dijalankan di Indonesia terdiri dari beberapa model demokrasi perwakilan yang saling berbeda satu dengan lainnya.Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif. maka paham Demokrasi yang dianut oleh Negara-negara Eropah Barat dan Amerika Utara menjadi paham yang mendominasi tata kehidupan umat manusia di dunia dewasa ini.NEW Makalah Perkembangan Demokrasi di Indonesia Posted by krisiyanto ⋅ September 30. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. Sementara bangsa atau masyarakat yang menolak demokrasi dinilai sebagai bangsa/masyarakat yang belum beradab (uncivilized). 2009 ⋅ Leave a Comment Filed Under demokrasi di indonesia.

yang diwarnai dengan cerita sedih yang panjang tentang instabilitas pemerintahan (eksekutif = Kabinet) dan nyaris berujung pada konflik ideologi di Konstituante pada bulan Juni-Juli 1959. BAB II PEMBAHASAN 2.4 Metode dan Prosedur Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber buku dan browsing di internet. dimana kedaulatan (kekuasaan tertinggi)� berada ditangan Rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). para Pendiri Negara Indonesia (the Founding Fathers) melalui UUD 1945 (yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945) telah menetapkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (selanjutnya disebut �NKRI�) menganut paham atau ajaran demokrasi.3 Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Budaya Masyarakat Demokrasi serta untuk wawasan dan ilmu kami tentang Perkembangan demokrasi di Indonesia 1. Dengan demikian berarti juga NKRI tergolong sebagai negara yang menganut paham Demokrasi Perwakilan (Representative Democracy). Penetapan paham demokrasi sebagai tataan pengaturan hubungan antara rakyat disatu pihak dengan negara dilain pihak oleh Para Pendiri Negara Indonesia yang duduk di BPUPKI tersebut. sehingga telah cukup akrab dengan ajaran demokrasi yang berkembang di negara-negara Eropah Barat dan Amerika Serikat. . baik mengikutinya secara langsung di negara-negara Eropah Barat (khususnya Belanda). Didalam praktek kehidupan kenegaraan sejak masa awal kemerdekaan hingga saat ini. Sejarah Demokrasi di Indonesia Sejak Indonesia merdeka dan berdaulat sebagai sebuah negara pada tanggal 17 Agustus 1945.1. maupun mengikutinya melalui pendidikan lanjutan atas dan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia sejak beberapa dasawarsa sebelumnya. Tambahan lagi suasana pada saat itu (Agustus 1945) negara-negara penganut ajaran demokrasi telah keluar sebagai pemenang Perang Dunia-II. kiranya tidak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa sebahagian terbesarnya pernah mengecap pendidikan Barat.Bagaimana sejarah dan perkembangan demokrasi di Indonesia? 1. ternyata paham demokrasi perwakilan yang dijalankan di Indonesia terdiri dari beberapa model demokrasi perwakilan yang saling berbeda satu dengan lainnya. Sejalan dengan diberlakukannya UUD Sementara 1950 (UUDS 1950) Indonesia mempraktekkan model Demokrasi Parlemeter Murni (atau dinamakan juga Demokrasi Liberal).

Pelaksanaan demokrasi di indonesia dapat dibagi menjadi beberapa periodesasi antara lain : . khususnya laginya perubahan terhadap aspek pembagian kekuasaan dan aspek sifat hubungan antar lembaga-lembaga negaranya. yaitu� lembaga eksekutif (Presiden/Wakil Presiden) dan lembaga-lembaga legislatif (DPR dan DPD) telah terbentuk melalui pemilihan umum langsung yang memenuhi persyaratan sebagai mekanisme demokrasi. Presiden Soeharto yang menggantikan Ir. Model Demokrasi pasca Reformasi (atau untuk keperluan tulisan ini dinamakan saja sebagai �Demokrasi Reformasi�. nampaknya� belum menunjukkan tanda-tanda kemampuannya untuk mengarah-kan tatanan kehidupan kenegaraan yang stabil (ajeq). tetapi akhirnyapun ditutup dengan cerita sedih dengan lengsernya Jenderal Soeharto dari jabatan Presiden pada tanggal 23 Mei 1998. 2.Guna mengatasi konflik yang berpotensi mencerai-beraikan NKRI tersebut di atas. terutama yang berkaitan dengan kelembagaan negara. Demokrasi Pancasila (Orba) berhasil bertahan relatif cukup lama dibandingkan dengan model-model demokrasi lainnya yang pernah diterapkan sebelumnya. Sejak runtuhnya Orde Baru yang bersamaan waktunya dengan lengsernya Presiden Soeharto. dan sejak itu pula diterapkan model Demokrasi Terpimpin yang diklaim sesuai dengan ideologi Negara Pancasila dan paham Integralistik yang mengajarkan tentang kesatuan antara rakyat dan negara. yaitu sekitar 30 tahun. untuk menegaskan klaim bahwasanya model demokrasi inilah yang sesungguhnya sesuai dengan ideologi negara Pancasila.S/PKI pada tanggal 30 September 1965. Perkembangan Demokrasi di Indonesia Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat dilihat dari Pelaksanaan Demokrasi�yang pernah ada di Indonesiai ini. dan meninggalkan kehidupan kenegaraan yang tidak stabil dan� krisis disegala aspeknya. maka NKRI memasuki suasana kehidupan kenegaraan yang baru. kehidupan kenegaraan kembali terancam akibat konflik politik dan ideologi yang berujung pada peristiwa G.30. yaitu dinamakan Demokrasi Pancasila (Orba). Namun belum berlangsung lama. sebagai hasil dari kebijakan reformasi yang dijalankan terhadap hampir semua aspek kehidupan masyarakat dan negara yang berlaku sebelumnya. dan turunnya Ir. Soekarno sebagai Presiden ke-2 RI dan menerapkan model Demokrasi yang berbeda lagi.Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang memberlakukan kembali UUD 1945. Amandemen UUD 1945.2. karena memang belum ada kesepakatan mengenai namanya) yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir ini. yaitu hanya sekitar 6 s/d 8 tahun dilaksanakan-nya� Demokrasi Terpimpin. Kebijakan reformasi ini berpuncak dengan di amandemennya UUD 1945 (bagian Batangtubuhnya) karena dianggap sebagai sumber utama kegagalan tataan kehidupan kenegaraan di era Orde Baru. Presiden Ir. Soekarno dari jabatan Presiden RI pada tanggal 11 Maret 1968. maka pada tanggal 5 Juli 1959. dengan sendirinya mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap model demokrasi yang dilaksana-kan dibandingkan dengan model Demokrasi Pancasila di era Orde Baru. sekalipun lembaga-lembaga negara yang utama.

VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong diantara semua kekuatan nasional yang progresif revolusioner dengan berporoskan nasakom dengan ciri: 1. Berkembangnya pengaruh PKI Penyimpangan masa demokrasi terpimpin antara lain: 1. Terbatasnya peran partai politik 3. Tahun 1945 – 1950. KNIP berubah menjadi lembaga legislatif. Masa Demokrasi Terpimpin 1959 – 1966 Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS No.1. Hal itu disebabkan oleh masih adanya revolusi fisik. Indonesia masih berjuang menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia. Namun demikian praktik demokrasi pada masa ini dinilai gagal disebabkan :    Dominannya partai politik Landasan sosial ekonomi yang masih lemah Tidak mampunya konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950 Atas dasar kegagalan itu maka Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 :    Bubarkan konstituante Kembali ke UUD 1945 tidak berlaku UUD S 1950 Pembentukan MPRS dan DPAS b. Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang Pembentukan Partai Politik. DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden denan dibantu oleh KNIP. pemimpin partai banyak yang dipenjarakan . Dominasi Presiden 2. Pada saat itu pelaksanaan demokrasi belum berjalan dengan baik. Pelaksanaan demokrasi pada masa revolusi ( 1945 – 1950 ). Pada awal kemerdekaan masih terdapat sentralisasi kekuasaan hal itu terlihat Pasal 4 Aturan Peralihan UUD 1945 yang berbnyi sebelum MPR. Mengaburnya sistem kepartaian. Untuk menghindari kesan bahwa negara Indonesia adalah negara yang absolut pemerintah mengeluarkan :    Maklumat Wakil Presiden No. Masa Demokrasi Liberal 1950 � 1959 Masa demokrasi liberal yang parlementer presiden sebagai lambang atau berkedudukan sebagai Kepala Negara bukan sebagai kepala eksekutif. akuntabilitas politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik. Masa� demokrasi ini peranan parlemen. X tanggal 16 Oktober 1945. Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan sistem pemerintahn presidensil menjadi parlementer 2. Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama a.

4. Jaminan HAM lemah 4. Terbatasnya peranan pers 6. 3. Peranan Parlemen lembah bahkan akhirnya dibubarkan oleh presiden dan presiden membentuk DPRGR 3. 4. 1987. III. Awal Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan disegala bidang melalui Pelita I. II. XIII/MPR/1998 tentang pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI 5. III. 2. IV. 3. V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1971. XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN Tap MPR RI No. Hancurnya ekonomi nasional ( krisis ekonomi ) Terjadinya krisis politik TNI juga tidak bersedia menjadi alat kekuasaan orba Gelombang demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto untuk turun jadi Presiden. Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. Kebijakan politik luar negeri sudah memihak ke RRC (Blok Timur) Akhirnya terjadi peristiwa pemberontakan G 30 September 1965 oleh PKI yang menjadi tanda akhir dari pemerintahan Orde Lama. 1982. Namun demikian perjalanan demokrasi pada masa orde baru ini dianggap gagal sebab: 1. Amandemen UUD 1945 sudah sampai amandemen I. Rotasi kekuasaan eksekutif hampir dikatakan tidak ada Rekrutmen politik yang tertutup Pemilu yang jauh dari semangat demokratis Pengakuan HAM yang terbatas Tumbuhnya KKN yang merajalela Sebab jatuhnya Orde Baru: 1. Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan yang demokratis antara lain: 1. 1992.2. Berakhirnya masa orde baru ditandai dengan penyerahan kekuasaan dari Presiden Soeharto ke Wakil Presiden BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998. . Terjadi sentralisasi kekuasaan 5. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi Ketetapan No. 3. 4. 2. Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966. 3. II. Pelaksanaan Demokrasi Reformasi {1998 � Sekarang). 1977. 2. Pelaksanaan demokrasi Orde Baru 1966 – 1998 Dinamakan juga demokrasi pancasila. 4. 5. VII/MPR/1998 tentang pencabutan tap MPR tentang Referandum Tap MPR RI No. dan 1997. Keluarnya Ketetapan MPR RI No. IV Pada Masa Reformasi berhasil menyelenggarakan pemiluhan umum sudah dua kali yaitu tahun 1999 dan tahun 2004.

2. dan rakyat secara langsung membagi-bagikan kedaulatan tersebut kedalam bentuk kekuasaan-kekuasaan kepada lembaga-lembaga negara lainnya (Presiden. Demokrasi Pancasila (Orba) Meskipun secara normatif konstitusional. Demokrasi Terpimpin.) d. Demokrasi Reformasi. MK. Kedaulatan Rakyat sepenuhnya dilaksanakan oleh DPR (Parlemen). bahkan Presiden dapat membubarkan DPR serta mengangkat anggota-anggota DPR (GR). Kedaulatan Rakyat sepenuhnya tetap berada ditangan rakyat.3 Perbedaan – Perbedaan Demokrasi 1.) 2. Sementara Presiden hanya berkedudukan sebagai Kepala Negara saja (Simbol Negara saja). DPD. ditetapkan : . Jabatan Presiden ditetapkan untuk masa seumur hidup. c. Meskipun secara normatif konstitusional ditetapkan bahwa Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusya-waratan Rakyat (MPR). Dan Presiden membentuk MPR(S) dan DPR-GR berdasarkan Keputusan Presiden c. Demokrasi Terpimpin. MA. Berkenaan dengan Kedaulatan Rakyat. namun secara praktis justru kedaulatan sepenuhnya berada ditangan Presiden. DPR. Demokrasi Liberal Kekuasaan DPR (Legislatif) sangat kuat dibandingkan dengan kekuasaan Pemerintah/Kabinet (Eksekutif). DPR. bahkan DPR dapat memberhentikan Pemerintah/Kabinet. a.Demokrasi Pancasila (Orba). Kedaulatan Rakyat sepenuhnya dijalankan� oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Demokrasi Liberal. Dan DPR membentuk serta memberhentikan Pemerintah/Eksekutif (Kabinet). Kekuasaan Pemerintah/Presiden (Eksekutif) sangat kuat (dominan) dibandingkan dengan kekuasaan DPR (Legislatif). b. baru kemudian MPR membagi-bagikan kedaulatan tersebut kedalam bentuk kekuasaankekuasaan kepada lembaga-lembaga negara lainnya (Presiden. dsb. MPR. b. Bepeka dsb. sehingga tidak bisa diberhentikan oleh MPRS. MA. Berkenaan dengan Pembagian Kekuasaan a.

� Kekuasaan Presiden dibidang legislasi (pembentukan undang-undang termasuk UUAPBN)� lebih lemah dibandingkan kekuasaan DPR (Legislatif).� Kecuali dalam hal Anggaran Belanja Negara.� Campur tangan Pemerintah didalam kehidupan kepartaian. Demokrasi Liberal Semua keputusan di lembaga perwakilan rakyat (DPR)� diambil berdasarkan voting dengan suara terbanyak. sebagai akibat adanya : 1). Namun secara praktis Kekuasaan Pemerintah/Presiden (Eksekutif) sangat kuat (dominan) dibandingkan dengan kekuasaan DPR (Legislatif).� Dominasi Pemerintah didalam penyelenggaraan pemilihan umum anggota Legislatif (termasuk menyeleksi calon-calon Legislatif dari partai peserta pemilu).� Kekuasaan Presiden sebagai Kepala Pemerintahan (Eksekutif)� menjadi semakin berkurang dengan dilaksanakannya Otonomi Daerah. Bahkan sebuah Rancangan Undang-Undang yang telah disetujui oleh DPR dapat berlaku meskipun tidak disetujui dan tidak diundangkan oleh Presiden/Pemerintah. (Ada Ketetapan MPRS yang khusus menetapkan hal ini). 2).� Kekuasaan Presiden sebagai Kepala Pemerintahan (Eksekutif) maupun Kepala Negara lebih kuat dibandingkan kekuasaan DPR (Legislatif). c. 3). d. maka kekuasaan Presiden dibidang legislasi (pembentukan undang-undang) lebih kuat dibanding-kan kekuasaan DPR (Legislatif).� Kewenangan Presiden didalam pengangkatan anggota MPR dari unsur Utusan Golongan yang jumlahnya cukup besar.Demokrasi Terpimpin Semua pengambilan keputusan di lembaga perwakilan rakyat (MPRS dan DPR-GR) harus berdasarkan musyawarah mufakat (suara bulat). Demokrasi Reformasi.� Kekuasaan Presiden sebagai Kepala Pemerintahan (Eksekutif) maupun Kepala Negara jauh berkurang karena harus dibagi kepada DPR (Legislatif).Demokrasi Pancasila (Orba) . 3. 2). 3).�� Berkenaan dengan Mekanisme Pengambilan Keputusan a. b. 1).1). 2).

d. Pengertian Pemilihan Umum Salah satu cirri Negara demokratis debawa rule of law adalah terselenggaranya kegiatan pemilihan umum yang bebas.4 Pemilihan Umum Sebagai Pelaksanaan Demokrasi a. dan jika musyawarah tidak berhasil mencapai mufakat. 4) Melaksanakan pergantian personel pemerintahan secara aman. Namun didalam prakteknya pihak Pemerintah senantiasa mengupayakan agar keputusan di DPR dan MPR diambil secara musyawarah (suara bulat) untuk membuat kesan bahwa keputusan tersebut didukung oleh segenap rakyat. Tujuan Pemilihan Umum Pada pemerintahan yang demokratis. 2. pemilihan umum merupakan pesta demokrasi.Demokrasi Reformasi Semua keputusan di lembaga perwakilan rakyat (MPR dan DPR) didalam prakteknya langsung diambil berdasarkan voting dengan suara terbanyak.Semua keputusan di lembaga perwakilan rakyat (MPR dan DPR) pertama-tama diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. kegiatan pemilihan umum berkedudukan sabagai : . damai. Pemilihan umumbagi suatu Negara demokrasi berkedudukan sebagai sarana untuk menyalurkan hak asasi politik rakyat. Pemilihan umum merupakan sarana politik untuk mewujudkan kehendak rakyat dalam hal memilih wakil-wakil mereka di lembaga legislatif serta memilih pemegang kekuasaan eksekutif baik itu presiden/wakil presiden maupun kepala daerah. Secara umum tujuan pemilihan umum adalah 1) Melaksanakan kedaulatan rakyat 2 ) Sebagai perwujudan hak asas politik rakyat 3) Untuk memilih wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif serta memilih Presiden dan wakil Presiden. Prmilihan umum memiliki arti penting sebagai berikut: 1) Untuk mendukung atau mengubah personel dalam lembaga legislative 2) Membentuk dukungan yang mayoritas rakyat dalam menentukan pemegang kekuasaan eksekutif untuk jangka tertentu 3) Rakyat melalui perwakilannya secara berkala dapat mengoreksi atau mengawasi kekuatan eksekutif. dan tertib 5) Menjamin kesinambungan pembangunan nasional Menurut Ramlan Surbakti. b. maka keputusan diambil berdasarkan voting dengan suara terbanyak.

1 Kesimpulan Sejak Indonesia merdeka dan berdaulat sebagai sebuah negara pada tanggal 17 Agustus 1945. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10 tahun. Dapat dikatakan pemilu merupakan syarat minimal bagi adanya demokrasi. pemilu. dimana kedaulatan (kekuasaan tertinggi)� berada ditangan Rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Dengan demikian berarti juga NKRI . sehingga integrasi masyarakat tetap terjaga. partai politik. Pemilu 1955 merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. dan yudikatif yang dihasilkan melalui demokrasi yang baru itu secara de jure tidak berbagi kekuasaan dengan lembaga-lembaga lain. Secara lebih jelas Juan J. BAB III PENUTUP 3. Linz dan Alfred Stepan merumuskan bahwa suatu transisi demokrasi berhasil dilakukan suatu negara jika (a) tercapai kesepakatan mengenai prosedur-prosedur politik untuk menghasilkan pemerintahan yang dipilih (b) jika suatu pemerintah memegang kekuasaannya atas dasar hasil pemilu yang bebas (c) jika pemerintah hasil pemilu tersebut secara de facto memiliki otoritas untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan baru dan (d) kekuasaan eksekutif. 3)Sarana untuk memobilisasikan dukungan rakyat terhadap Negara dan pemerintahan dengan jalan ikut serta dalam proses politik. legislatif. Sementara itu dalam perspektif Larry Diamond. para Pendiri Negara Indonesia (the Founding Fathers) melalui UUD 1945 (yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945) telah menetapkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (selanjutnya disebut �NKRI�) menganut paham atau ajaran demokrasi. akuntabilitas horizontal. konsolidasi demokrasi mencakup pencapaian tiga agenda besar. parlemen.1) Mekanisme untuk menyeleksi para pemimpin dan alternatif kebijakan umum 2) Makanisme untuk memindahkan konflik kepentingan dari masyarakat ke lembagaglembaga perwakilan melalui wakil rakyat yang terpilih. dan penegakan hukum) (c) restrukturisasi hubungan sipil-militer yang menjamin adanya kontrol otoritas sipil atas militer di satu pihak dan terbentuknya civil society yang otonom di lain pihak. yakni : (a) kinerja atau performance ekonomi dan politik dari rezim demokratis (b) institusionalisasi politik (penguatan birokrasi.

Pemilu 1955 merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Dapat dikatakan pemilu merupakan syarat minimal bagi adanya demokrasi. Pemilihan umumbagi suatu Negara demokrasi berkedudukan sebagai sarana untuk menyalurkan hak asasi politik rakyat. Pelaksanaan demokrasi Orde Baru 1966 � 1998 4.Kelebihan dan kekurangan pada masing-masing masa demokrasi tersebut pada dasarnya bisa memberikan pelajaran berharga bagi kita. Demokrasi di negara yang tidak kuat akan mengalami masa transisi yang panjang. Disamping itu demokrasi diharapkan bisa menghasilkan pemimpin yang lebih memperhatikan kepentingan rakyat banyak seperti masalah kesehatan dan pendidikan. Pemilihan umum merupakan sarana politik untuk mewujudkan kehendak rakyat dalam hal memilih wakil-wakil mereka di lembaga legislatif serta memilih pemegang kekuasaan eksekutif baik itu presiden/wakil presiden maupun kepala daerah.tergolong sebagai negara yang menganut paham Demokrasi Perwakilan (Representative Democracy). .Tidak hanya itu. Masa Demokrasi Liberal 1950 � 1959 b.2 Saran Sudah sepantasnya kita sebagai negara yang berdemokrasi bisa menghargai pendapat orang lain. Didalam praktek kehidupan kenegaraan sejak masa awal kemerdekaan hingga saat ini. Harapan dari adanya demokrasi yang mulai tumbuh adalah ia memberikan manfaat sebesarbesarnya untuk kemaslahatan umat dan juga bangsa. Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat dilihat dari Pelaksanaan Demokrasi�yang pernah ada di Indonesiai ini. demokrasi diharapkan mampu menjadikan negara kuat. Pelaksanaan demokrasi pada masa revolusi ( 1945 – 1950 ) 2. Pelaksanaan Demokrasi Reformasi {1998 � Sekarang) Salah satu cirri Negara demokratis debawa rule of law adalah terselenggaranya kegiatan pemilihan umum yang bebas. Masa Demokrasi Terpimpin 1959 – 1966 3. 3. Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama a. Pelaksanaan demokrasi di indonesia dapat dibagi menjadi beberapa periodesasi antara lain : 1. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10 tahun. demokrasi bisa memaksimalkan pengumpulan zakat oleh negara dan distribusinya mampu mengurangi kemiskinan. Dan ini sangat merugikan bangsa dan negara. Kita sebagai warga Negara harus ikut menciptakan Negara yang berdemokrasi. Misalnya saja. ternyata paham demokrasi perwakilan yang dijalankan di Indonesia terdiri dari beberapa model demokrasi perwakilan yang saling berbeda satu dengan lainnya. Demokrasi di negara kuat (seperti Amerika) akan berdampak positif bagi rakyat.

Menurut Sidney Hook berpendapat Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan.kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat. .Secara etimologi demokrasi terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa yunani yaitu demos yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat dan cratein yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Untuk menghadapi tantangan dan mengelola harapan ini agar menjadi kenyataan dibutuhkan kerjasama antar kelompok dan partai politik agar demokrasi bisa berkembang ke arah yang lebih baik.Demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik di mana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suatu rakyat.Sedangkan demokrasi di negara berkembang seperti Indonesia tanpa menghasilkan negara yang kuat justru tidak akan mampu mensejahterakan rakyatnya. http://krizi. berpolitik dimana masyarakat mengharap adanya iklim ekonomi yang kondusif. yang bertindak secara tidak langsung melalui kompetisi dan kerjasama dengan para wakil mereka yang telah terpilih. Menurut joseph A. berumpul.pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat. Menurut Henry B. Pengertian Dan Perkembangan Demokrasi Pengertian tentang demokrasi dapat di lihat dari tinjauan bahasa (etimologis) dan istilah (terminologis).Mayo menyatakan demokrasi sebagai sistem politik merupakan suatu sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik.rakyat berkuasa.com/2009/09/30/makalah-perkembangan-demokrasi-di-indonesia/ NEW PENGERTIAN DEMOKRASI MENURUT UUD'45 DEMOKRASI A. Menurut Philippe C.Schmeter.wordpress.Jadi secara bahasa demos-cratein atau demos-cratos (demokrasi) adalah keadaan negara dimana dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada di tangan rakyat. Schmitter dan Terry Lynn Karl menyatakan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan di mana pemerintah dimintai tanggung jawab atas tindakan-tindakan mereka diwilayah publik oleh warganegara. berserikat.keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa. Demokrasi di Indonesia memberikan harapan akan tumbuhnya masyarakat baru yang memiliki kebebasan berpendapat.

Demokrasi normatif adalah demokrasi yang secara ideal hendak dilakukan oleh sebuah negara.Dalam perjalanan bangsa dan Negara Indonesia.Demokrasi Pada Periode 1959-1965 pada periode ini di kenal dengan sebutan demokrasi terpimpin.UUD 1950 menetapkan berlakunya sistem parlementer di mana badan eksekutif terdiri dari presiden sebagai kepala negara konstitusi beserta menteri-mentrinya yang mempunyai tanggung jawab politik. Perkembangan Demokrasi Di Indonesia Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut (fluktuasi) dari masa kemerdekaan sampai saat ini.terjadi penyelewengan di bidang perundang-undangan dimana berbagai tindakan pemerintah di laksanakan melalui penetapan presiden (penpres) yang memakai Dekrit 15 juli sebagai sumber hukum. kedua pemerintahan oleh rakyat(government by people). ketiga.pemerintah untuk rakyat(govermaent for people) B.Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat di bagi dari segi waktu dalam empat periode yaitu: periode 1945-1959.berkembangnya pengaruh komunis dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik.sedangkan politik mercusuar di bidang hubungan luar negeri dan ekonomi dalam negeri telah menyebabkan keadaan ekonomi menjadi tambah seram. .periode 1959-1965.Lagi pula di dirikan badan-badan ekstra konstitusional seperti fron nasional yang ternyata di pakai oleh pihak komunis sebagai arena kegiatan.ciri-ciri periode ini adalah dominasi dari presiden.Affan Gaffar (2000) memaknai demokrasi dalam dua bentuk yaitu pemaknaan secara normatif ( demokrasi normatif) dan empiric(demokrasi empirik).30 S/PKI telah mengakhiri periode ini dan membuka peluang untuk di mulainya masa demokrasi pancasila. B. Sedangkan demokrasi empirik adalah demokrasi dalam perwujudannya pada dunia politik praktis.Partai politik dan pers yang sedikit menyimpang dari”rel revolusi”tidak di benarkan dan di bredel. Kekuasaan pemerintahan berada ditangan rakyat mengandung pengertian tiga hal: Pertama.G. pemerintahan dari rakyat(government of the people). Selain dari itu.masalah pokok yang di hadapi ialah bagaimana demokrasi mewujudkan dirinya dalam berbagai sisi kehidupan berbangsa dan bernegara.Demokrasi Pada Periode 1945-1959 Demokrasi ini di kenal dengan demokrasi parlementer yang berlaku sebulan sesudah kemerdekaan di proklamirkan dan kemudian di perkuat dalam UUD Dasar 1945 dan 1950.Pada periode ini juga di keluarkannya Dekrit Presiden 5 juli yang menentukan berlakunya kembali UUD 1945.terbatasnya peranan partai politik.sesuai dengan taktik komunisme internasional yang menggariskan pembentukan fron nasional sebagai persiapan kearah terbentuknya demokrasi rakyat.periode 19651998 A.

Karenanya rakyat mempunyai hak yang sama untuk menuntukan dirinya sendiri.diberi landasan konstitusional yang lebih formal.tetapi juga oleh penilaian kita mengenai pengalaman kita pada masa yang lampau. 4. Bagaimana perkembangan demokrasi pancasiala selanjututnya tidak ada orang yang dapat menjawab pertannya itu.kulturia. 8.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia UU No.Karena demokrasi pancasila memandang kedaulatan rakyat sebagai inti dari sistem demokrasi. 6.UUD 1945 serta ketetapan-ketetapan MPRS.Demokrasi dalam bidang hukum pada hakikatnya bahwa perlakuan dan perlindungan HAM. Beberapa perumusan tentang demokrasi pancasila sebagai berikut: a.7 Tahun 1992 tentang Perbankan UU No.tetapi yang sudah di dapat di pastikan ialah bahwa perkembangan demokrasi di negara kita di tentukan batas-batasnya tidak hanya oleh keadaan social.5 Tahun 1984 tentang perindustrian UU No.kita telah mengadakan tindakan koreftip.dimana anggota ABRI memainkan peran penting. UU No.Dengan demikian secara umum dapat di jelaskan bahwa watak demokrasi pancasila tidak berbeda dengan demokrasi pada umumnya.peradilan yang bebas yang tidak memihak.antara lain: 1. 3. 9.Demokrasi Pada Periode 1965-1998 Demokrasi pada masa ini di kenal dengan sebutan demokrasi pancasila.geografis dan ekonomi. 5.7 Tahun 1996 tentang Pangan UU No.Landasan formil dari periode ini adalah pancasila.Demokrasi dalam bidang ekonomi pada hakikatnya adalah kehidupan yang layak bagi semua warganegara.1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas UU No.Dalam usaha untuk meluruskan kembali penyelewengan terhadap UUD yang telah terjadi dalam masa demokrasi terpimpin.Golongan karya.4 Tahun 1992 tentang Perumahan Dan Pemukiman UU No. . Begitu pula tata tertib meniadakan pasal yang memberi wewenang kepada presiden untuk memutuskan permasalah yang tidak dapat di capai mufakat antara badan legislatif. 7. 2.Di bidang ekonomi terjamin dalam rumusan pasal 33 UUD 1945. b.Demokrasi dalam bidang politik pada hakikatnya adalah menegakkan kembali azas-azas negara hukum dan kepastian hukum.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen UU No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian UU No. Sebagai penjabaran atas ketentuan pasal 33 ini telah di lahirkan sejumlah UU.C.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat c.

Prisip-prinsip demokrasi menurut inu kencana antara lain:  Adanya pembagian kekuasaan  Adanya pemilihan umum yang bebas  Adanya manajemen yang terbuka  Adanya kebebasan individu  Adanya peradilan yang bebas  Adanya pengakuan hak minoritas  Adanya pemerintahan yang berdasarkan hokum  Adanya pers yang bebas  Adanya beberapa partai politik  Adanya mustawarah  Adanya persetujuan parlemen  Adanya pemerintahan konstitusional  Adanya ketentuan tentang pendemokrasian  Adanya pengawasan terhadap administrasi public  Adanya perlindungan hak asasi  Adanya pemerintahan yang bersih  Adanya persaingan keahlian  Adanya mekanisme politik  Adanya kebijaksanaan Negara  Adanya pemerintahan yang mengutamakan tanggung jawab 1.d. Dalam suksesnya demokrasi Indonesia mungkin para peran civil society(masyarakat madani) untuk mengurangi polarisasi politik dan menciptakan kultur toleransi.2)desain institusi politik.Demokrasi Pada Periode 1998-sekarang Runtuhnya rezim otoriter orde baru telah membawa harapan baru bagi tumbuhnya demokrasi di Indonesia.3)kultur politik atau perubahan sikap di terhadap politik di kalangan elit dan non elite.Bergulirnya reformasi yang mengiringi keruntuhan rezim tersebut menandai tahap awal bagi transisi demokrasi Indonesia. Prof.1)komposisi elite politik.4)peran civil society(masyarakat madani).Penerapan demokrasi pancasila harus di dasarkan pada keluhuran nilai(asas)”musyawarah mufakat”dan”kekeluargaan(gotong royong)”dalam menyelesaikan berbagai masalah.Sukses atau gagalnya suatu transisi demokrasi sangat bergantung pada empat faktor kunci yakni. Unsur-Unsur Demokrasi Pancasila  Pengertian Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang di jiwai dan di integrasikan oleh nilai-nilai luhur pancasila. Para pakar mengemukakan tentang pengertian demokrasi pancasila.yaitu: a.Dardji Darmodiharjo .Keempat faktor itu harus berjalan secara sinergis dan berkelindan sebagai modal untuk mengonsolidasikan demokrasi.

Demokrasi pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber kepada kepribadian dan falsapah hidup bangsa Indonesia.dan orang lain.yang berkeprimanusiaan yang adil dan beredab.Karena itulah pengertian demokrasi pancasila tidak hanya merupakan demokrasi ekonomi dan sosial. b) Aspek Formal Demokrasi pancasila merupakan bentuk atau cara pengambilan keputusan (demokrasi politik) yang di cerminkan oleh sila ke-4 yaitu”kerakatan yang di pimpin oleh hikmad ke bijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan”. g.pamudji.yang perwujudannya seperti dalam ketentuan-ketentuan pembukaan UUD 1945 b. Prof. Sedangkan menurut prof.Drs.yang mempersatukan Indonesia. d.Notonegoro Demokrasi pancasila adalah kerakyatan yang di pimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau pun perwakilan yang berketuhanan YME.diri sendiri. e. Keseimbangan antara hak dan kejawiban Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada tuhan yang maha esa. f. Muwujudkan rasa keadilan social pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan Menjujung tinggi tujuan dan cita-cita nasional Adapun unsur-unsur demokrasi pada umumnya dan penerapan berdasarkan asas pancasila meliputi hal-hal sebagai berikut: o Demokrasi berdasarkan kedaulatan rakyat o Demokrasi berdasarkan kepentingan umum o Demokrasi menampilkan sosok negara hukum o Nagara demokratis menggunakan pemerintahan yang terbatas kekuasaannya o Semua negara demokarsi menggunakan lembaga perwakilan . a.  Aspek Demokrasi Pancasila a) Aspek Materi(segi isi/substansi) Bahwa demokrasi harus di jiwai dan di integrasikan oleh sila-sila lainnya.s.demokrasi pancasila mengandung 6 aspek antara lain: -aspek formal -aspek material -aspek optatif -aspek organisasi -aspek normatif -aspek kejiwaan  Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila Adapun perinsip-prinsip demokrasi pancasila antara lain: c.dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Adapun bagi seluruh rakyat Indonesia b.

Untuk pendidikan non formal dan pendidikan in formal di berikan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Tahap Penyelenggaraan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Dalam penyelenggaraan pendidikan pendahuluan bela negara di laksanakan melalui 2 tahap yaitu a. b. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara 1.pendidikan pendahuluan bela negara di berikan di lingkungan pendidikan dasar.model-modelo demokrasi antara lain:  Demokrasi Liberal. Pengertian Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Pendidikan pendahuluan bela negara adalah pendidikan dasar bela negara dalam menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.yaitu pemerintahan yang di batasi oleh undang-undang dan pemilihan umum bebas yang di selenggarakan dalam waktu yang ditetapkan . Sasaran Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Sasaran pendidikan pendhuluan bela Negara adalah terwujudnya warga negara Indonesia yang mengerti serta yakin untuk menunaikan kewajiban dalam upaya negara.menyeluruh. Penjelasan Butir-Butir Pendidikan Pendahuluan Bela Negara a. Kedudukan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Sistem pendidikan nasional yang di laksana melalui pendidikan formal. Objek Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Objek pendidikan pendahuluan bela negara adalah:  lingkungan pendidikan melalui pendidikan formal  lingkungan pekerjaan melalui pendidikan formal  lingkungan pemukiman melalui pendidikan formal f.penyelenggaraannya:  Dilingkungan pendidikan pada tingkat pendidikan tinggi dalam bentuk kewarganegaraan  Dilingkungan pekerjaan antara lain sepaya. Tujuan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Tujuan pendidikan pendahuluan bela negara adalah mewujudkan warga Negara Indonesia yang memiliki tekat. PPBN tahap lanjutan. Pendidikan pendahuluan bela negara tahap awal.terpadu dan berlanjut guna meniadakan setiap ancaman.sepadya.menegah dan perguruan tinggi.kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia.non formal dan in formal. d.sepala.dan lain-lain Model-Model Demokrasi Menurut pakar.Untuk pendidikan formal. c. e.sikap dan tindakan yang teratur.penyelenggaraannya:  Dilingkungan pendidikan tingkat dasar sampai menegah dalam bentuk pramuka  Dilingkungan pekerjaan melalui pendidikan formal  Dilingkungan pemukiman pada organisasi masyarakat dan lingkungan keluarga b.o Di dalam negara demokrasi kepala negara adalah atas nama rakyat C.baik dari luar maupun dalam negeri.

Adapun yang di maksud dengan ha-hak asasi sosial ialah hak-hak yang berhubungan dengan kebutuhan manusia.yaitu menekankan proteksi khusus bagi kelompok-kelompok budaya yang menekankan kerja sama yang erat di antara elite yang mewakili bagian budaya masyaraka utama  Demokrasi Langsung terjadi bila rakyat mewujudkan kedaulatannya pada suatu Negara di lakukan secara langsung  Demokrasi Tidak Langsung terjadi bilan untuk mewujudkan kedaulatannya rakyat tidak secara langsung berhadapan dengan pihak eksekutif. Jan Materson(dari komisi HAM PBB) menyatakan bahwa hak asasi manusia itu adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia.baik yang bersifat lahiriah maupun rohaniah Macam-Macam Hak Asasi : .melainkan melalui lembanga perwakilan D. Macam-Macam HAM Berikut ini pandangan dari berbagai tokoh yang mengidentifikasi macam-macam hak asasi manusia: Dari beberapa perumusan pengertian hak-hak asasi manusia.yaitu para pemimpin percaya bahwa semua tindakan mereka di percaya rakyat tetapi menolak persaingan umum yang bersaing sebagai kendaraan untuk menduduki kekuasaan  Demokrasi Sosial adalah demokrasi yang menaruh kepedulian pada ke adilan sosian bagi persyaratan untuk memperoleh kepercayaan pilitik  Demokrasi Partisipasi. 3. Dalam UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM pasal 1 di sebutkan bahwa hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib di hormati.yaitu hak-hak asasi indivudu dan hak-hak asasi kolektif atau sosial.ada yang membedakan dari segi subjeknya ke dalam 2 macam.dan dilindungi oleh negara.hak menyatakan pendapat baik secara lisan maupun tulisan dan hak untuk menganut agama.yang di maksud dengan hak-hak asasi klasik(individu) ialah hak-hak asasi manusia yang timbul dari eksistensi manusia.hukum pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.hak asasi ini seperti hak untuk berapat dan berkumpul. 2. Pengertian Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia dalam pengertian umum adalah hak-hak dasar yang di miliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah tuhan yang di bawa sejak lahir.Dijunjung tinggi. B. Demokrasi Terpimpin. Menurut para pakar banyak mendefenisikan tentang hak asasi manusia antara lain: 1.yaitu menekankan hubungan timbale balik antara penguasa dan yang di kuasai  Demokrasi Consociational. Jaminan Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia A. John Locke menyatakan bahwa ham itu adalah hak-hak yang di berikan langsung oleh tuhan yang maha pencipta sebagai hak yang kodrati.yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.

di tujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat. Hak-hak asasi untuk membangun.pemahaman atas hak-hak asai manusia di pandang penting.  Drs.karena itu sebaiknya kita lihat dulu pengertian hukum menurut para ahli hukum terkemuka berikut ini:  Prof. Hak-hak asasi politik yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan Hak-hak asasi social dan kebudayaan seperti hak untuk mendapat perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan. Pengertian Hukum Hukum sulit di defenisikan karena kompleks dan beragamnya sudut pandang yang mau di kaji.hak-hak asasi bagi suatu Negara untuk membangun negaranya tanpa campur tangan Negara asing.memebeli serts menjual dan memanfaatkan.menepatkan manusia dengan kodrat.1 2 3 4 5 6 Hak-hak asasi pribadi seperti kebebasan menyatakan pendapat. Hak-hak asasi ekonomi seperti hak untuk memiliki sesuatu. Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas.yaitu dengan .kebebasan bergerak dan sebagainya.Mr.harkat dan martabatnya.M. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai mahluk tuhan yang memiliki kemapuankemampuan cipta.Prof.S.H Hukum adalah himpunan peraturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karena itu harus di taati oleh masyarakat.hak serta kewajiban-kewajiban asasi.kebebasan memeluk agama. Penegakan Hukum Dengan Prinsip Keadilan Pengertian Dan Penggolongan Hukum 1.kemampuan-kemampuan atau bakat-bakat alami.dan menjadi pedoman bagi penguasaan negara dalam melaksanakan tugasnya.disposisi yang melekat pada keberadaan/eksistensi manusia baik sebagai mahkluk pribadi maupun mahluk sosial yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.pandangan politik atau asal-asul sosial dan bangsa c.  Woerjono Sastropranoto . HAM tidak bisa di langgar.Van Apeldroon mengatakan bahwa defenisi hukum sangat sulit di buat karena tidak mungkin untuk mengadakan yang sesuai dengan kenyataan. Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hokum dan pemerintahan. Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat asli. Martabat manusia adalah kedudukan luhur manusia sebagai mahluk tuhan lainnya di dunia. C.rasa dan karsa.Meyers Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan.E. HAM berlaku untuk semua orang tanpa mengandung jenis.E.ras.Utrecht.agama.etnis.di beli atau pun di warisi.tidak seorang pun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain E.ham adalah warisan manusia secara otomatis b.bekal. Pemahaman hak asasi manusia dalam Negara pancasila Dalam negara yang berdasarkan pancasila.dapat di tarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu: a.kekuasaan. HAM tidak perlu di berikan.

yang di buat oleh badan-badan resmi yang berwajib.yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat.Y. Tujuan Hukum Hukum mempunyai sifat mengatur dan memaksa.yaitu mendatangkan atau ingin mencapai kemakmuran dan kebahagiaan dari rakyatnya.sedangkan ialah kepentingan unsur-unsur keadlialan daya guna dan kemanfaatannya b.Surbekti Pendapat yang dikemukakan Hukum itu mengabdi pada tujuan negara . 2. Penggolongan Hukum  Berdasarkan Wajudnya 1) Hukum tertukis 2) Hukum tidak tertulis  Berdasarkan Ruang Atau Wilayah Berlakunya 1) Hukum lokal 2) Hukum nasional 3) Hukum internasional  Berdasarkan Waktu Yang Di Aturnya 1) Hukum yang berlaku saat ini 2) Hukum yang berlaku pada saat yang akan dating 3) Hukum antar waktu  Berdasarkan Pribadi Yang Di Aturnya 1) Hukum satu golongan 2) Hukum semua golongan 3) Hukum antar golongan  Berdasarkan Isi Masalah Yang Di Aturnya 1) Hukum public yang terdiri atas  Hukum tata Negara  Hukum administrasi negara . 2 Prof.Adapun tujuan hukum dapat di lihat dari matriks berikut: no 1 Tokoh/pakar Prof.dan yang pelanggaran terhadapnya mengakibatkan di ambilnya tindakan.yaitu hukuman tertentu. Tujuan Hukum Dan Penggolongan Hukum a.Van Kant Tujuan hukum adalah menjaga kepentingan tiap-tiap manusia tidak terganggu 3 Oeny Keadilan.Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa.

wasiat.seperti adat istiadat dan sopan santun.rujuk.seperti pancasila.sedangkan peraturan tidak tertiulis ialah kebiasaan-kebiasaan yang di terima dan berlaku dalam masyarakat. .hibah yang di dasarkan pada hokum agama islam.peraturan mentri.uud 1945.perceraian. Hukum pidana  Hukum acara 2) Hukum privat yang terdiri atas  Hukum perorangan  Hukum kekeluargaan  Hukum kekayaan  Hukum hokum waris  Hukum dagang  Hukum adat  Berdasarkan Tugas Dan Fungsinya 1) Hukum material 2) Houkum formal Ciri-Ciri Negara Hokum Antara Lain: o Adanya pengakuan dan perlindungan terhadap HAM o Adanya lembaga peradilan yang bebas dan tidak memihak.dan peraturan daerah. Adapun Tata Urutan Perundangan Negara Indonesia di susun sebagai berikut:        UUD 1945 TAP MPR UU Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Peraturan Pemerintah Keputusan Presiden Aturan Pelaksanaan Lainnya Jenis-Jenis Peradilan Dan Fungsinya o Peradilan agama Perdilan agama merupakan lembaga yang memeriksa dan memutuskan perkara yang menyangkut perkawinan. o Peradilan militir Peradilan militer merupakan salah satu kekuasaan kehakiman yang mengadilin anggota tni atau mereka yang disamakan dengan tni. o Penerapan hukum dan sanksi hokum yang tidak memihak Tata Urutan Perundang-Undungan Norma hokum ada 2 macam yaitu hokum tertulis dan hokum tidak tertulis.kewarisan.serta dalam pelaksanaannya badanbadan peradilan tidak di pengaruhi oleh suatu kekuasaan.peraturan pemerintah.norma hokum tertulis ialah hokum yang di cantumkan dalam kitab peraturan Negara atau uu.

Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat asli.kekuasaan.rakyat berkuasa.pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat. Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan.dan menjadi pedoman bagi penguasaan negara dalam melaksanakan tugasnya.kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat.hak serta kewajiban-kewajiban asasi.rasa dan karsa.harkat dan martabatnya. KESIMPULAN Demokrasi berasal dari bahasa demos dan cratein. http://kampushijaume.di tujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat. Pendidikan pendahuluan bela negara adalah pendidikan dasar bela negara dalam menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Martabat manusia adalah kedudukan luhur manusia sebagai mahluk tuhan lainnya di dunia.o Peradilan tetausaha Negara Peradilan tatausaha Negara merupakan lembaga pelaksanaan kekuasaan kehakimann bagi masyarakat yang berwenang memeriksa dan memutuskan sengketa tatausaha pada tingkat pertama.disposisi yang melekat pada keberadaan/eksistensi manusia baik sebagai mahkluk pribadi maupun mahluk sosial yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. o Peradilan umum/negeri pengadilan umum adalah salah satu pelaksanaan kekuasaan kehakiman bagi rakyat yang mencari keadilan pada umumnya baik dalam bidang pidana maupun perdata pada tingkat pertama. Dalam negara yang berdasarkan pancasila.pemahaman atas hak-hak asai manusia di pandang penting.yaitu dengan . Hukum mempunyai sifat mengatur dan memaksa.mencari keadilan tentang sengketa tatausaha Negara dalam tingkat satu.blogspot.yang artinya keadaan negara dimana dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada di tangan rakyat. Demokrasi pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang di jiwai dan di integrasikan oleh nilai-nilai luhur pancasila.html .menepatkan manusia dengan kodrat.kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai mahluk tuhan yang memiliki kemapuankemampuan cipta.bekal.kemampuan-kemampuan atau bakat-bakat alami.com/2010/10/pengertian-demokrasi-menurut-uud45.

tetapi dalam arti yang lebih luas. 1. dan yang tak memliki catatan kriminal (misal. misalnya umur 18 tahun. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.1 Latar Belakang Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. banyak keputusan atau hasil-hasil penting. misalnya pemilihan presiden suatu negara. Di bawah sistem ini. Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif. Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung. suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi.NEW http://nursetiawanti. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola. tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih). Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar. keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif. diperoleh melalui pemilihan umum. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin negara.2 Identifikasi Masalah . Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif. selain sesuai hukum dan peraturan. Selain pemilihan umum legislatif. sebagai tokoh impian ratu adil. Banyak negara demokrasi hanya memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu.wordpress. bukan sistem pemerintahan yang bagus. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara. untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum.com/2008/06/04/makalah-demokrasi/ BAB I PENDAHULUAN 1. Sebagai tambahan. narapidana atau bekas narapidana). lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR.

maka makalah ini hanya akan membahas tentang pentingnya budanya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga maupun masyarakat.Belum tegaknya supermasi hukum.Pelanggaran terhadap hak-hak orang lain. maka penulis membuat sistematika penulisan makalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan berisikan latar belakang mengenai pengertian demokrasi. penulis menyusun makalah ini dengan judul “BUDAYA DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI”. Untuk itu. Untuk mengeliminasi masalah-masalah yang ada.4 Batasan Masalah Karena banyaknya permasalahan-permasalahan yang timbul. berbangsa dan bernegara. . tujuan dibuatnya makalah. Memaparkan contoh nyata penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. . 2.Kurangnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan bermasnyarakat. Memaparkan sejumlah sumber hukum yang menjadi landasan demokrasi 3. berbangsa dan bernegara. identifikasi masalah yang ditimbulkan oleh pelanggara terhadap nilai-nilai demokrasi. maka makalah ini akan memaparkan pentingnya budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. 1. dan sistematika penulisan. 1.3 Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah : 1. Memaparkan masalah-masalah yang timbul yang diakibatkan penyimpangan dari nilai-nilai demokrasi dalam kehidupa sehari-hari. Permasalahn yang muncul diantaranya yaitu: .5 Sistematika Penulisan Agar makalah ini dapat dipahami pembaca. pembatasan masalah. banyak sekali penyimpangan terhadap nilai-nilai demokrasi baik itu dalam kehidupan sehari-hari di keluarga maupun masyarakat. . 1.Tidak adanya kehidupan berpartisipasi dalam kehidupan bersama (musyawarah untuk mencapai mufakat).Dalam pelaksanaanya. BAB II TEORI BUDAYA DEMOKRASI .

2.2 Menurut Lincoln Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. sejarah perkembangan demokrasi dan penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Alinea kedua Mengantarkan rakyat Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka.1 Menurut Internasional Commision of Jurits Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. berdaulat. dan untuk rakyat ( government of the people. Alinea pertama Kemerdekaan ialah hak segala bangsa. 2.2 Landasan-landasan Demokrasi 2.1. bersatu.2.Teori Budanya Demokrasi berisikan pengertian demokrasi. Jadi. oleh rakyat.1 Pengertian Demokrasi Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. BAB III KESIMPULAN dan SARAN Kesimpulan dan saran merupakan bab terakhir yang berisikan kesimpulan dari keseluruhan pembahasan serta saran-saran. 3.1. landasan-landasan demokrasi.1. 2.1 Pembukaan UUD 1945 1. 2.F Strong Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintahan akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan kepada mayoritas itu. by the people. BAB II TEORI BUDAYA DEMOKRASI 2. adil dan makmur. and for the people). Alinea ketiga . 2.3 Menurut C. yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah rakyat.

Pasal 24 dan Pasal 25 Peradilan yang merdeka.Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan dan kebangsaaan yang bebas. arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. 2.2. 4. Namun. 39 tahun 1999 tentang HAM 2. 4. XVII/MPR/1998 tentang hak asasi 2. Pasal 2 Majelis Permusyawaratan Rakyat.3 Sejarah dan Perkembangan Demokrasi Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Alinea keempat Melindungi segenap bangsa.2 Batang Tubuh UUD 1945 1. Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. . 6. 2. 3.2. Pasal 6 Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18. Ketetapan MPR RI No.3 Lain-lain 1. 2. Pasal 27 ayat 1 Persamaan kedudukan di dalam hukum. Pasal 1 ayat 2 Kedaulatan adalah ditangan rakyat. UU No. 5.

.Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja. bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable). . Penerapan Budaya Demokrasi Dalam Kehidupan Sehari-hari Di Lingkungan Keluarga Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan keluarga dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: . Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat. .Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama. . Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik.Kata “demokrasi” berasal dari dua kata. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat. Intinya.Bersedia mengakui kesalahan yang telah dibuatnya. Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain. sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab. yaitu demos yang berarti rakyat. Di Lingkungan Masyarakat Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: .Menghargai pendapat anggota keluarga lainya. Hal ini menjadi wajar.Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara. oleh rakyat dan untuk rakyat.

.Sikap anti kekerasan. . . membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah.Tidak terasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga lain.Memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik. . Di Lingkungan Sekolah Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: .Menghargai perbedaan yang ada pada rakyat. .Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kompromi. .Memiliki kejujuran dan integritas.Menghargai hak-hak kaum minoritas..Menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya.Mengutamakan musyawarah untuk kesepakatan berrsama untuk menyelesaikan masalah-masalah kenegaraan. . .Bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membeda-bedakan. .Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita.Mengutamakan musyawarah. .Kesediaan hidup bersama dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi. Di Lingkungan Kehidupan Bernegara Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan kehidupan bernegara dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: .Besedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas.Menerima teman-teman yang berbeda latar belakang budaya.Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya. . . . BAB III . ras dan agama.

baik dalam kehidupan berkeluarga. tetapi itu tidak mengendurkan niat kita untuk terus berusaha memperbaikinya dari hari kehari. Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara. atau membiasakannya. Yang paling utama. kita berharap bahwa demokrasi telah benar-benar membudaya di tanah air kita. kita belum membudanyakannya. dan seterusnya. itu belum terjadi.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari pengalaman masa lalu bangsa kita. Saran Mewujudkan budaya demokrasi memang tidak mudah. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri. kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. Suatu hari nanti. adalah: 1. Memahami nilai-nilai demokrasi memerlukan pemberlajaran. supremasi hukum kurang ditegakan. Mengatakan “Demokrasi telah menjadi budaya” berarti penghayatan nilai-nilai demokrasi telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di antara warga negara. kita kadang-kadang mengalami kegagalan disana-sini. . Dalam usaha mempraktekan budaya demokrasi. Membudaya berarti telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. masyarakat. Dengan kata lain. Mempraktekanya secara terus menerus. melanggar nilai-nilai demokrasi. tentu saja. partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal. maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. Adanya niat untuk memahami nilai-nilai demokrasi. nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan. bahkan pemerintah itu sendiri. yaitu belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mewujudkan budaya demokrasi dengan lebih baik dibandingkan kita. Namun. musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama. Seluruh kehidupanya diwarnai oleh nilai-nilai demokrasi. Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam keluarga. kurang menghargai perbedaan. 2. maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi. Perlu ada usaha dari semua warga negara. Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain. demokrasi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupanya. bermasyarakat. kesamaan kurang di praktekan.