CORPORATE INFORMATION SYSTEM

ANALISIS “SWOT” PT. PLN (Persero)

Oleh : Tri Handayani Pande Putu Gede Putra Pertama I Gusti Lanang Agung Raditya Putra

Tanggal Tugas Tanggal Kumpul

: 18 Januari 2013 : ………………...

MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PASCASARJANA UNIVERSITAS ATMAJAYA YOGYAKARTA 2013

Tentu hampir semua orang dari seluruh lapisan masyarakat telah mengenal baik PLN secara garis besarnya. Maka akan didapat penjelasan lainnya bahwa maksud mereka adalah : “PLN adalah perusahaan tunggal atau satu-satunya yang mempunyai kuasa penuh untuk menyediakan tenaga listrik. kami coba menggambarkan situasi dan kondisi yang masih dan sedang dialami oleh masyarakat secara nasional perihal tentang listrik di tempat mereka tinggal masingmasing. serta mencakup pembaharuan dari sistem atau alat yang sudah usang. dan yang belum sepenuhnya menyala hingga 24 jam penuh. Maka masyarakat Indonesia seolah akan terbagi-bagi ke dalam per tiga kelompok dengan jumlah yang sangat besar ketika memberikan penilaian terhadap PLN atas pertanyaan yang sama mengenai. Masyarakat kelompok pertama yang tinggal di daerah atau kota-kota besar tentu serentak menjawab kurang lebih akan seperti ini: “Pasokan listrik di rumah kami aman terkendali. Dan PLN juga lah yang melakukan proses perencanaan sampai realisasi pembangunan sarana dan prasarana penyediaan tenaga listrik di seluruh tempat. yaitu: “Adakah atau bagaimana pasokan listrik yang ada di rumah anda ?. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa PLN adalah satu-satunya perusahaan yang mempunyai kuasa penuh untuk mengurusi listrik. pembangkitan.” Dasar pertanyaan ini adalah jangkauan listrik yang belum sepenuhnya merata menyentuh seluruh daerah di Indonesia. Dan selanjutnya. maka akan didapat tiga jawaban besar yang meliputi: 1. “PLN atau Perusahaan Listrik Negara adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengurusi listrik. Jadi dari pertanyaan tersebut diatas. . itulah opini singkat yang dijaring dari publik bila ditanya perihal “Apa itu PLN ?. PLN juga lah yang melakukan kontrol penuh terhadap eksplorasi sumber daya alam dan energi untuk penciptaan tenaga listrik secara kontinyu (berkelanjutan). penyaluran. hingga distribusi tenaga listrik tersebut ke seluruh tempat (daerah-daerah di Indonesia).” Ya. Dimulai dari proses penciptaan listrik. Penjelasan detailnya berikut dibawah ini: Jika digambarkan dari hasil survey menurut hemat pemikiran kami yang didapat dari pengetahuan selama ini.” Dan kemudian ketika dijelaskan secara mendetail mengenai maksud opini publik tersebut pada kalimat PLN adalah BUMN yang mengurusi listrik.

secara garis . Padahal ketika itu kami sangat amat membutuhkan pasokan listrik untuk aktivitas rutinitas kami setiap hari. Setiap hari listrik terus mengalir. guru. Masyarakat kelompok kedua yang juga tinggal di daerah atau kota-kota besar. dan mereka yang bekerja dalam ruang lingkup pendidikan). Tetapi saya selaku penulis-menurut pemikiran hemat saya. dosen. tentu mereka serentak menjawab kurang lebih akan seperti ini: “Listrik ?. khusus tempat mereka tinggal yang belum dialiri oleh listrik. padahal kami selalu bayar tagihan listrik tepat waktu. tapi khusus mereka yang sering terkena pemadaman bergilir atau listrik hanya menyala pada jam-jam tertentu.” Kalimat diatas yang berupa penggambaran masyarakat ke dalam per tiga kelompok. Tiga status masyarakat diatas hanya sebagai contoh. Menurut kami kinerja PLN sangat lah baik. Sedang belajarmengajar (ini untuk mereka yang berstatuskan pelajar. serta kelompok jajaran manajemen petinggi PLN/organisasi atau lembaga swasta yang turut bekerja sama/kementerian atau pemerintah dari pihak negeri. Kami juga kecewa dengan PLN yang tidak memberikan keadilan bagi kami untuk persoalan listrik. padahal kami amat mendambakan listrik untuk bisa menyala selama 24 jam penuh di tempat kami tinggal. Sedang memproduksi barang/makanan/produk lain untuk dijual (ini untuk mereka yang berstatuskan pelaku wirausaha) . Saya pun yakin. “Kami kecewa dengan kinerja PLN yang tidak profesional dalam memberikan layanan listrik. atau pasokan listrik di rumah kami hanya menyala pada jam-jam tertentu saja. Tentu mereka serentak menjawab kurang lebih akan seperti ini: “Pasokan listrik di rumah kami di saat jam-jam tertentu sering mati secara tiba-tiba.” 3. dalam hal ini PLN itu sendiri. dan kami pun bisa menyalakan listrik kapanpun kami mau. Sampai detik ini kami belum pernah menikmati listrik. bukan bermaksud untuk mengkotak-kotakkan masyarakat atau menggiring publik untuk berpandangan negatif terhadap PLN. Dan banyak lagi status masyarakat lainnya yang tak mungkin untuk dijabarkan secara satu-persatu .” 2. Sering disini bisa dalam artian dalam tingkatan dimulai dari Jarang sampai dengan Sangat Sering. Saya mencoba untuk menggambarkan beberapa situasi dan kondisi dari realita yang masih terjadi dan sampai sekarang ini masih berlangsung seperti pada kalimat diatas.dalam kata lain berjalan lancar seperti biasa. Baik itu ketika sedang bekerja (ini untuk mereka yang berstatuskan pekerja). Dan masyarakat kelompok ketiga yang tinggal di daerah-daerah terpencil.

media cetak. sehingga siapapun bisa mengetahui dengan baik dan paham mengenai apa dan kenapa dibentuk RUPTL tersebut. Garis besar atau inti dari RUPTL tersebut salah satu tujuannya yang paling pokok adalah adanya keinginan kuat dari PLN untuk dapat mencukupi kebutuhan tenaga listrik di banyak daerah di Indonesia yang masih belum menerima listrik. Jadi yang bisa ditarik kesimpulan dari tujuan RUPTL. Menurut data melalui website PLN: RUPTL ini dimulai dari tahun 2009-2018. RUPTL PLN pun dari tahun ke tahun selalu diperbaharui. Tentunya sudah dan sedang membenahi persoalan tersebut. bahwa PLN terus berusaha untuk melakukan pembaharuan melalui pembangunan listrik untuk daerah-daerah yang belum dialiri oleh listrik. Secara garis besarnya atau inti isi dari RUPTL dari tahun ke tahun ini yang juga dipublikasikan baik secara offline (media televisi. Saya percaya dan tidak meragukan itu. Sebut saja diantaranya adalah sebagai berikut : . media radio. dan juga terutama lewat online (dunia maya). atau apa yang belum tercapai. Hal itu dibuktikan dari adanya Rencana Strategis RUPTL (Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listik) Tahun 2011-2020 yang telah dipublikasikan oleh PLN. RUPTL ini merupakan sebuah pedoman pengembangan sistem kelistrikan bagi PLN sepuluh tahun mendatang yang optimal.besarnya orang-orang yang mengurusi dan berkompeten dalam mengurusi persoalan listrik.pln. Terutama dalam melibatkan teknologi terkini untuk mendukung sistem proses alur kerja PLN agar lebih tertata rapi dan sistematis. inovasi atau pengembangan terus dilakukan oleh PLN. Tentunya tujuan yang paling utama untuk memudahkan pelanggan (masyarakat) dalam memenuhi kebutuhan listrik untuk mereka.co. lalu dilakukan pembaharuan dari tahun 2010-2019. Untuk menyempurnakan apa yang telah ada. disusun untuk mencapai tujuan tertentu serta berdasarkan pada kriteria perencanaan dan kebijakan tertentu. atau telah lama menderita kekurangan pasokan listrik. dan untuk terakhir sampai saat ini adalah pembaharuan untuk tahun 2011-2020. dan bisa diunduh melalui website PLN www. Di sisi lain. Tujuan lain dari PLN yang hendak dicapai tentu saja untuk menekan jumlah orang atau sejumlah daerah yang belum menikmati listrik untuk dapat segera menikmati listrik untuk kehidupan yang lebih baik.id . dan lainnya).

adalah mekanisme sistem pembayaran rekening . Jika energi listrik yang tersimpan di MPB sudah hampir habis. pelanggan secara real time. • Jumlah energi listrik (kWH)) yang sudah terpakai selama ini • Jumlah energi listrik yang sedang terpakai saat ini (real time). SISTEM PEMBAYARAN TAGIHAN LISTRIK Seiring perkembangan teknologi agar tepat guna. lewat layar yang ada di MPB akan tersajikan sejumlah informasi penting yang langsung bisa diketahui dan dibaca oleh pelanggan terkait dengan penggunaan listriknya. maka MPB akan memberikan sinyal awal agar segera dilakukan pengisian ulang. setiap pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuananya. setiap saat. kapan saja dapat mengetahui secara persis penggunaan listrik di rumah. • Jumlah energi listrik yang masih tersisa. Lalu. Dengan demikian. Hal ini tentu saja untuk mempermudah pelanggan dalam ke-efisiensian waktu mereka. lewat ATM bank yang bekerja sama dengan PLN. Jadi listrik pintar ini layaknya seperti melakukan pengisian pulsa di ponsel. 20 digit nomor token tadi dimasukkan (diinput) ke dalam kWh Meter khusus yang disebut dengan Meter Prabayar (MPB) dengan bantuan keypad yang sudah tersedia di MPB. dan juga SMS Banking.1. seperti: • Informasi jumlah energi listrik (kWH) yang dimasukkan (diinput). Cara kerja listrik pintar ini adalah pelanggan terlebih dahulu membeli pulsa (voucher/token listrik isi ulang) yang terdiri dari 20 digit nomor yang bisa diperoleh melalui gerai ATM sejumlah bank atau melalui loket-loket pembayaran tagihan listrik online. Auto Debit. maka sistem pembayaran rekening listrik semenjak beberapa tahun yang lalu sudah bisa dilakukan melalui pembayaran tunai di Bank. 2. Nantinya. LISTRIK PINTAR: Dengan listrik pintar. Internet Banking. Dan kemudian sejak tahun 2012 juga ada pembayaran listrik secara online dengan sistem Payment Point Online Bank (PPOB).

kemandirian. akuntabilitas. dan dikutip dari Wikipedia. DEFINISI SWOT Dikutip dari potongan artikel dari buku yang dikarang oleh Rangkuti (2001). dan Nepotisme. Dan kemudian menerapkan identifikasi-identifikasi tersebut ke dalam gambar dan tabel matrik SWOT.listrik yang bekerjasama dengan pihak perbankan-yang telah terkoneksi secara online dan juga real-time sehingga akurasi data bisa sangat akurat 2. . Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan Strength dan Opportunity. Analisis sederhana yang saya lakukan ini juga sebagai harapan saya agar PLN menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. kesempatan. Tapi juga dapat meminimalkan Weakness dan Threats. Dan untuk mendukung judul tulisan ini yang menyinggung Analisis SWOT. SWOT juga merupakan faktor-faktor strategis perusahaan yang perlu dianalisis dalam kondisi yang ada pada saat ini. GCG Dan kemudian PLN juga telah berkomitmen untuk menegakkan Good Corporate Governance (GCG) yang bebas dari praktek KKN (Korupsi. dan ancaman yang bisa jadi sedang atau sudah dialami oleh PLN sehingga bisa jadi akan membuat PLN sebagai BUMN yang tidak sehat. serta responsibilitas. Tujuan yang ingin dicapai dari GCG tentunya agar PLN sebagai salah satu BUMN yang sehat. Maka saya ingin melakukan analisis sederhana mengenai kekuatan. Kolusi. SWOT juga singkatan dari Strength Opportunity Weakness Threats. melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis perusahaan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dari bisnis perusahaan tersebut. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai macam faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. kelemahan. dengan mengedepankan transparansi. Dalam melakukan analisis SWOT.

pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (Strength dan Opportunity) peluang yang semakin besar diberi rating + 4. Dan kemudian setelah semua faktor teridentifikasi maka dilakukan pembobotan serta Rating. Di dalam analisis SWOT.0 (sangat penting). dan kemudian akan didapat 4 kwadran rekomendasi. Misalnya. Tentukan bobot SWOT. jika nilai ancamannya sangat besar. Pemberian nilai rating ancaman kebalikkanya yang bersifat negatif (Weakness dan Threats). Sederhananya. Strategi WT (Weakness Threats) . Growth. Strategi ST (Strength Threats) 4. Defence. bobot dihitung : 0. hasil nilai skor yang didapat akan menentukan apakah Opportunity (nilai positif) atau Threats (negatif). 3 (diatas rata-rata). Adapun 4 kwadran itu antara lain : 1. dan 4 (sangat baik). Caranya sebagai berikut : a.00. demikian juga dengan bobot Strength dan Weakness yang juga 1. Sebaliknya. Strategi SO (Strength Opportunity) 3. Stability. Strategi WO (Weakness Opportunity) 2. ratingnya adalah 1.00. jika nilai ancamannya sedikit ratingnya 4.0 (tidak penting) sampai 1. Diversification. diberi rating + 1. Jumlah bobot untuk Opportunity dan Threats adalah 1. b. lakukan identifikasi dari faktor Internal dan Eksternal. dan apakah faktor Strength mengungguli (+) Weakness (-). 2 (rata-rata). tetapi peluangnya kecil.Cara Melakukan Analisis SWOT Langkah pertama. Rating ditentukan mulai dari angka 1 (dibawah rata-rata).

atau . misalkan akibat musim/cuaca. hal ini juga akan mendidik pekerja/karyawan pada level dibawah manajemen hingga jabatan yang rendah untuk berperilaku jujur dan menjalankan sistem dengan sebaikbaiknya. semestinya lebih bisa menciptakan tenaga listrik yang lebih optimal sehingga seluruh daerah bisa teraliri listrik. Pembaharuan tenaga listrik pun seharusnya sudah bisa direalisasikan di beberapa daerah. WEAKNESS : 1. Lebih lengkap analisis SWOT-nya adalah sebagai berikut: Melakukan Identifikasi SWOT Faktor Internal (Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS)) STRENGTH : 1. PLN mendapatkan kontrol penuh dari Pemerintah terhadap pemberdayaan listrik. New Spirit : Dimulai dari jajaran manajemen tingkat atas. 3. Diagram Cartesius Analysis SWOT PLN pada tulisan ini. Fully Control : Seperti yang dijelaskan pada kalimat diatas.Gambaran keempat kwadran tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Disruption : Gangguan yang dialami oleh PLN contohnya seperti banyaknya pelanggan yang melakukan penambahan daya sehingga terjadi penurunan daya di beberapa pembangkit listrik. Secara langsung. PLN secara bersungguh-sungguh telah melakukan lompatan yang besar untuk menghindari praktek KKN dalam tubuhnya. Natural Resources : Sumber daya alam Indonesia dan energi yang kaya dan bisa didapatkan PLN sebagai BUMN. 2. Lalu ada juga gangguan yang tidak dapat diprediksi.

2. semestinya lebih bisa menciptakan tenaga listrik yang lebih optimal sehingga seluruh daerah bisa teraliri listrik. Beberapa gangguan tersebut bisa jadi melemahkan PLN. Baik dari kerugian yang disebabkan oleh citra buruk pada PLN. Sehingga dengan hal ini bisa membuat bendera PLN berkibar. sedangkan Singapura terang benderang seolah kelebihan energy listrik. Namun adakalanya opnum pekerja PLN yang khilaf dan melakukan praktek KKN bisa jadi akan membuat citra buruk bagi PLN. Sampai saat ini saja. masih ada cukup banyak orang (pelanggan) yang beropini dan mengeluhkan adanya uang tambahan ketika dimintai uang tambahan apabila mengalami gangguan listrik yang mati di rumah mereka. Lack : Kekurangan listrik yang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia mengakibatkan PLN belum sepenuhnya mampu untuk menyediakan listrik bagi seluruh masyarakat. dengan transaksi jual-beli listrik dari PLN Batam. Kecamatan Belakangpadang.permainan laying-layang yang menyangkut di kabel listrik sehingga bisa mengakibatkan listrik padam di beberapa tempat. Dan pelayanan pelanggan lainnya yang bisa jadi sumber KKN itu terjadi. Tentu saja pada malam hari kondisi pulau Pemping gelap gulita. Sumber daya alam Indonesia dan energi yang kaya dan bisa didapatkan PLN sebagai BUMN. Natural Resources : Seperti halnya kategori yang diambil dari Strength diatas. Hal yang paling ironis adalah ketika tahun 2012 terungkap bahwa Pulau Pemping. dalam kata lain PLN bisa mengalami kerugian dari sana. KKN : PLN memang telah berkomitmen untuk sekecil mungkin lepas dari praktek KKN. Dan diketahui bahwa negara Singapura mendapatkan pasokan listrik dari Indonesia. dan kerugian materil. sehingga membuat citra buruk bagi PLN. Terlebih lagi masalah ini sempat ditayangkan di televisi. Melakukan Identifikasi SWOT Faktor Eksternal (Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS)) OPPORTUNITY 1. Kota Batam adalah pulau yang berada dekat dengan negara Singapura-tidak dialiri listrik sama sekali. Dan kemudian juga ada gangguan lainnya seperti pencurian listrik yang dilakukan oleh opnum yang tidak bertanggung jawab. Dan para pelanggan . 3.

Sehingga bisa memenuhi tujuan RUPTL untuk meningkatkan laju pertumbuhan listrik di daerah-daerah yang belum dialiri oleh listrik. Hal ini dikarenakan PLN sebagai BUMN tidak mempunyai kompetitor. Sebut saja energi baru terbarukan yang akan dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Selebihnya. pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). KKN : Merujuk pada kategori Weakness. Renewable Energy : Energi terbarukan yang sedang dikembangkan oleh PLN. . 3. biofuel dan pembangkit listrik tenaga (PLT) biomass. Opnum pekerja PLN yang khilaf dan melakukan praktek KKN yang akan membuat citra buruk bagi PLN.akan mengenal PLN sebagai BUMN yang baik dan juga sehat. semestinya hal ini lebih bisa membuat daerah yang belum dialiri listrik bisa segera dialiri listrik. akan bisa membuat PLN memenuhi tujuan RUPTL untuk meningkatkan laju pertumbuhan listrik di daerah-daerah yang belum dialiri oleh listrik. THREATS 1. 2. ancaman yang datang dari pihak eksternal tidak ada. Karena bukan seperti halnya perusahaan swasta yang mempunyai cukup banyak kompetitor. Bukan opini negatif tentang PLN. Cooperation : Kerjasama PLN dengan pihak swasta dalam banyak bidang. 2. akan menjadi ancaman internal di tubuh PLN.

tentu saja akan membuat citra buruk bagi PLN Lack. 1 BOBOT 0.70. Matrik IFAS. Faktor Strength mempunyai total nilai skor 2.40 1 2 1 2 0.20 0. Matrik EFAS dibawah ini : .20 RATING 3 SKOR 0.25 0.40 sementara itu Weakness mempunyai total nilai skor 0. Namun masih ada oknum pekerja PLN melakukan praktek KKN.70 3. Matrik Internal Faktor Analysis Summary (IFAS) Dari hasil analisis pada Tabel 1.20 3 0. Gangguan yang dialami PLN KKN.25 0. Dimulai dari jajaran manajemen tingkat atas PLN secara bersungguh – sungguh telah melakukan lompatan yang besar untuk menghindari praktek KKN dalam tubuhnya Natural Resources. maka matrik EFAS pun juga harus dilakukan identifikasi yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 2. PLN memang telah berkomitmen untuk sekecil mungkin lepas dari praktek KKN.Berikut dibawah ini adalah Matrik Internal Faktor Analysis Summary (IFAS) yang dirangkum dari Faktor Strength dan Weakness diatas : STRENGHT URAIAN Fully Control.25 1 0.10 4 0.0 3 0.80 2. Kekurangan listrik yang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia mengakibatkan PLN belum sepenuhnya mampu untuk menyediakan listrik bagi seluruh masyarakat Sub Total TOTAL No. Seperti halnya Matrik IFAS. PLN mendapatkan control penuh dari Pemerintah terhadap pemberdayaan Listrik New Spirit.25 0.25 0.25 4 1.60 1.65 0.60 2 0.10 Tabel 1. Sumber daya alam Indonesia dan energy yang kaya dan bisa didapatkan PLN sebagai BUMN semestinya dapat menciptakan tenaga listrik yang lebih optimal Sub Total WEAKNESS Disruption.

Cooperation.65 0.40.50 4 0. Renewable Energy. dapat membuat PLN memenuhi tujuan RUPTL untuk meningkatkan laju pertumbuhan listrik di daerah-daerah yang belum dialiri listrik.30 3 0.80 1.40 2.20 4 0. Merujuk pada kategori Weakness.40 . Sumber daya alam Indonesia dan energy yang kaya dan bisa didapatkan PLN sebagai BUMN. semestinya dapat menciptakan tenaga listrik yang lebih optimal sehingga seluruh daerah bisa teraliri listrik.20 0. Oknum pekerja PLN yang melakukan praktek KKN yang akan membuat citra buruk bagi PLN akan menjadi ancaman internal di tubuh PLN Selebihnya ancaman yang dating dari pihak eksternal tidak ada.20 2 0.Berikut dibawah ini adalah Matrik Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) yang dirangkum dari Faktor Opportunity dan Threats diatas : OPPORTUNITY URAIAN Natural Resource. Sub Total TOTAL No.30 Tabel 2.05 4 0.10 3 0.90 1 0.80 2 0.15 0.10 2 0. Kerjasama PLN dengan pihak swasta dalam banyak bidang semestinya hal ini lebih bisa membuat daerah yang belum dialiri listrik bisa segera dialiri listrik.90 dan faktor Threat 0. BOBOT RATING SKOR 1 0. Seperti halnya kategori yang diambil dari Strength diatas. Selanjutnya nilai total skor dari masingmasing faktor dapat dirinci sebagai berikut : Strength : 2. Karenabukan seperti halnya perusahaan swasta yang mempunyai cukup banyak kompetitor.20 0. Energi terbarukan yang sedang dikembangkan oleh PLN. Matrik Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) Analisis yang didapat pada Tabel 2 Matrik EFAS menunjukkan bahwa untuk faktor Opportunity nilai skornya 1. Sub Total THREATS KKN. Hal ini dikarenakan PLN sebagai BUMN tidak mempunyai kompetitor.

70 dan nilai Opportunity diatas nilai Threats dengan selisih (+) 1.70 Opportunity : 1.90 Threats : 0.40) Diversification (Diverifikasi Strategi) Threats (0. Diagram Cartesius Analisis SWOT PLN Dari nilai total masing-masing faktor selain digambarkan ke dalam diagram Cartesius SWOT.40 Maka diketahui nilai Strength diatas nilai Weakness. Defence Strategi Bertaha n Agressif (+) 1.50. dengan selisih (+) 1.Weakness : 0.50 (+) 1.70) IV.90) Turn Around (Ubah strategi ) Weakness -0. tetapi juga digambarkan dalam rumusan Matrik SWOT yang dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini : .40) Gambar 1. Dari hasil identifikasi faktor-faktor tersebut maka dapat digambarkan dalam Diagram Cartesius SWOT yang dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini : Opportunity (+1.70 Strength (+2.

Ancaman besar yang dating hanya dari internal saja. New Spirit 3. dan WT yang hasil analisisnya dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah ini : faktor INTERNAL Strength (S) 1.40 + 0. juga telah disusun Matrik SWOT untuk menganalisis rumusan alternatif Strategi SO.10 Threats (T) Strategi (ST) : = 2. KKN 2.30 Strategi (WO) : = 0.IFAS EFAS Opportunity (O) Strength (S) Weakness (W) Strategi (SO) : = 2. Disruption 2. Strategi (ST) : Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. KKN 3. ST.70 + 1. Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.80 Tabel 3. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT Dari analisa Matrik IFAS dan EFAS pada tabel 1 dan 2. Tidak ada ancaman Eksternal Strategi (SO) : Menggunakan Strength (kekuatan) untuk memanfaatkan dan memaksimalkan Opportunity (peluang) yang ada. Strategi (WT) : Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. masih kemungkinan terjadi praktek KKN. dan citra buruk melekat pada PLN. WO.90 = 4. Lack Strategi (WO) : Melakukan perbaikan secara kontinyu terhadap Weakness (kelemahan) yang dimiliki untuk memanfaatkan opportunity. Natural Resources 2. Renewable Energy Threats (T) 1.60 Strategi (WT) : = 0. Jika tidak diperbaiki maka PLN akan dikenal sebagai BUMN yang tidak sehat.40 + 1.70 + 0. Natural Resources Weakness (W) 1.90 = 2. Cooperation 3. Fully Control 2. Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. .40 = 1. faktor EKSTERNAL Opportunity (O) 1.40 =2.

dihasilkan bahwa PLN ada pada Kuadran I yaitu Agresif. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT. Kombinasi Strategi Matrik SWOT Alternatif Perencanaan Strategi Kuantitatif Analisis Diagram SWOT Dari diagram SWOT pada Gambar 1.10 Tabel 5. WT. Maka alternatif strategi yang dapat dipakai oleh PLN adalah sebagai berikut : 1. Pembuatan analisis model kuantitatif tersebut didasari pada jumlah nilai skor masing-masing faktor. Baik itu Strategi SO. Perusahaan PLN memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.30 Strategi (WO) : Meminimalkan Weakness (kelemahan) untuk memanfaatkan Opportunity (peluang) = 2. ST. Diagram Cartesius Analisis SWOT PLN.80 Strategi (WT) : Meminimalkan Weakness (kelemahan) untuk menghindari Threats (ancaman) = 1. Dan kemudian bila melihat dari rumusan Matrik SWOT pada Tabel 3. WO. Kuadran I Agresif adalah situasi yang sangat menguntungkan. Matriks Perencanaan Kombinasi Strategi Kuantitatif .60 THREATS (T) Strategi (ST) : Menggunakan Strength (Kekuatan) untuk mengatasi Threaths (Ancaman)= 2. Matriks perencanaan kombinasi strategi kuantitatif adalah sebagai berikut dibawah ini : IFAS EFAS OPPORTUNITY (O) STRENGTH (S) WEAKNESS (W) Strategi (SO) : Menggunakan Strength (Kekuatan) untuk memanfaatkan Opportunity (Peluang) = 4. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis model kuantitatif perumusan strategi.Tabel 4. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif ( Growth Oriented Strategy).

selanjutnya diikuti Strategi ST = 2. . SO : yang Menggunakan Strength dalam memanfaatkan Opportunity 2.80. 4. ST : Menggunakan Strength dalam meredam Threats 3. Adapun masing-masing Strategi yang harus dijalankan adalah sebagai berikut : 1. kemudian Strategi WO = 2. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy).30. dan terakhir Strategi WT = 1. Dan kemudian secara berturut-turut melakukan strategi SO. ST. 2.10. Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa PLN harus melakukan langkah sebagai berikut : 1. WO : Memperbaiki Weakness untuk memaksimalkan Opportunity.60. Perusahaan PLN memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. dan WT. WT : Meminimalisasikan dan memperbaiki Weakness yang ada demi mengurangi Threats KESIMPULAN Dari apa yang sudah dijelaskan diatas mengenai penjelasan PLN dan juga Analisis SWOT PLN dengan tujuan untuk menentukan langkah PLN kedepannya demi harapan yang lebih baik. WO.Matrik perencanaan kombinasi strategi kuantitatif menunjukkan bahwa PLN perlu memanfaatkan Strategi SO yang mempunyai nilai skor tertinggi yaitu = 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful