LAPORAN PRAKTIK MOTOR BAKAR

Judul Praktikum : Mengidentifikasi sistem pengapian konvensional Hari/Tanggal : Senin,23 September 2013 Instruktur : 1. Basori, S.Pd.,M.Pd. 2. Dul Mutolib, S.Pd.,S.T. Tempat : Ruang praktek kelistrikan otomotif JPTK FKIP UNS Alokasi Waktu : 150 Menit Standar Kompetensi : Identifikasi sistem pengapian konvensional Kompetensi dasar : Adapun kompetensi dasar yang harus dicapai yaitu mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan prinsip kerja sistem pengapian konvensional; 2. Mengidentifikasi komponen-komponen sistem pengapian; 3. Menyetel celah platina di dalam distributor; 4. Mengukur sudut dwell dan putaran mesin dengan multitester.

Laporan Pengapian Konvensional

1

Memperhatikan langkah kerja agar sesuai SOP. Menjaga kerapihan dan kebersihan ruang praktikum. Menggunakan alat sesuai dengan keperluan dan fungsinya. Engine stand mesin suzuki B. Multitester 4. Berhati-hati selama pelaksanaan praktikum. 5. 2. Menggunakan alat praktik dengan baik dan benar. Toolbox 2. Pastikan keadaan ruang praktik aman untuk keberlangsungan praktikum. Memperhatikan arahan dan bimbingan dari instruktur. KESELAMATAN KERJA 1. C. 4.A. Accu 6. 7. 6. LANDASAN TEORI Laporan Pengapian Konvensional 2 . PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN 1. Obeng 5. Feeler gauge 3. 3.

Apabila celah platina kita bikin rapat jadi pasti sudut dwell akan menjadi besar dan kebalikannya. yaitu : 1. Rangkaian tegangan rendah (Primer). dimana sudut/lama saat platina menghubungkan aliran listrik ke primer coil.` Sistem pengapian konvensional dapat diidentifikasi dengan masih menggunakan platina sebagai plat kontak untuk menghubungkan dan memutus aliran listrik primer koil agar terjadi induksi/GGL pada sekunder yang berupa listrik tegangan tinggi untuk mensuplai busi agar memercikkan bunga api. Laporan Pengapian Konvensional 3 . b) Kunci kontak untuk memutus dan menghubungkan listrik pada rangkaian atau menghidupkan dan mematikan sistem pengapian. Rangkaian sistem pengapian dapat dikelompokkan menjadi dua. pada saat listrik primer coil terputus maka terjadi GGL/induksi tegangan tinggi pada sekunder coil. terdiri dari komponen: a) Baterai berfungsi sebagai sumber energi listrik untuk mengoperasikan sistem pengapian. Besar/lamanya saat platina terhubung di pengaruhi oleh lebar Permukaan AS delco yang rata/datar hal ini di sebut dengan sudut dwell. hal ini bertujuan agar plat kontak platina tidak mudah terbakar dan mampu berumur panjang. Platina mobil berupa plat kontak yang berfungsi sebagai penghubung & pemutus yang di hubungkan oleh ebonit/kaki platina dan di kontrol oleh nok delco(Distributor). apabila kaki ebonit tidak terdorong oleh nok delco maka plat kontak akan terhubung sekaligus mengalirkan aliran listrik primer koil ke ground dan menciptakan medan magnet pada primer coil. dan pada saat nok delco menyentuh/mendorong ebonit platina maka listrik dari primel coil akan terputus. dengan adanya kondesor/kapasitor yang terhubung secara paralel dengan platina akan membantu meningkatkan besar induksi dan menghilangkan bunga api pada saat platina mulai terbuka/memutus.

saat hubung inti koil menjadi magnet. saat putus terjadi tegangan induksi e) Kondensor berfungsi untuk menyerap tegangan induksi primer koil. Laporan Pengapian Konvensional 4 .c) Primer koil untuk menghasilkan kemagnetan pada inti koil. d) Platina (contact point) berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik pada primer koil. induksi tegangan tinggi kuat. sehingga percikan pada kontak platina kecil. platina lebih awet.

Laporan Pengapian Konvensional 5 . pada saat dialiri arus listrik tegangan tinggi.000 – 30.f) Kabel berfungsi sebagai penghantar aliran listrik pada komponen sistem pengapian. terdiri dari : a) Sekunder koil berfungsi untuk menghasilkan tegangan induksi yang sangat tinggi (15. 2. Rangkaian tegangan tinggi (skunder).000 Volt) saat platina mulai membuka b) Kabel tegangan tinggi berfungsi untuk mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari koil pengapian menuju busi c) Distributor berfungsi untuk mendistribusikan arus listrik tegangan tinggi dari koil pengapian menuju busi sesuai derangan urutan pengapiannya (Firing Order / FO) (1-3-4-2) d) Busi berfungsi untuk menghasilkan percikan api untuk memulai proses pembakaran campuran bahan bakar dengan udara di ruang bakar.

Langkah Pembongkaran a) Membongkar rangkaian listriknya. LANGKAH KERJA 1. b) Membongkar distributor.D. melepas tutup distributor c) Melepaskan rotor Laporan Pengapian Konvensional 6 . sambungan dengan accu. termasuk di dalamnya adalah kunci starter dan sambungannya listriknya.

4. Masukkan feeler gauge dengan ukuran 0. d) Kemudian setelah accu dipasang. Langkah Pemeriksaan a) Memeriksa rangkaian listrik pada kunci starter dengan menghubungkan masing-masing terminal dengan benar. Laporan Pengapian Konvensional 7 .3 .2. c) Memasang accu untuk menghidupkan mesin. Sudut dwell idealnya adalah 52 dengan toleransi ±2 derajat.4 mm. b) Memeriksa atau menyetel celah katup pada platina dengan menggunakan obeng dan feeler gauge.4 mm sehingga didapatkan sudut dwell sekitar 52° pada proses pengukuran.3 mm atau 0. Pastikan ujung ebonite pada posisi puncak atau pada posisi Top 3. Feeler gauge yang digunakan adalah yang berukuran 0. Setelah selesai kemudian kencangkan baut dengan obeng.0. Mengendorkan baut pemegang platina dengan menggunakan obeng 2. Dengan cara : 1. kita hidupkan mesin untuk pengukuran sudut dwell dan putaran mesinnya dengan menggunakan multitester. Untuk putaran mesin idealnya adalah 800 rpm.

baca hasil pengukurannya. Laporan Pengapian Konvensional 8 . 2.  Cara pengukuran rpm mesin dapat dimulai dengan langkah-langkah sebagai berikut. Angka 4 disini artinya bahwa mesin yang diukur mempunyai 4 silinder. Kemudian sentuhkan penjepit alat ukur pada koil pengapian dan body mesin. Mengarahkan tuas alat multi tester pada pengukuran putaran mesin (rpm) dan pilh yang ada tulisan 4. Cara pengukuran sudut dwell dapat dimulai dengan langkah-langkah sebagai berikut. Angka 4 disini artinya bahwa mesin yang diukur mempunyai empat silinder. 2. 1. Menghidupkan mesin 3. Mengarahkan tuas alat multi tester pada pengukuran sudut dwell dan pilih yang ada tulisan 4. baca hasil pengukurannya. Kemudian sentuhkan penjepit alat ukur pada koil pengapian dan body mesin.  1. 3. Menghidupkan mesin.

Laporan Pengapian Konvensional 9 . karena kalau salah mesin tidak bisa hidup dan memungkinkan terjadi letupan dari mesin. Dari praktikum tidak diperoleh hasil pengukuran karena adanya kerusakan dwell tester (multimeter) sehingga rpm mesin tidak dapat diukur. Komponen utama system pengapian konvensional adalah: a. Accu. Koil. Dalam penutupan ini harus pas. Mahasiswa seharusnya datang tepat waktu agar terbiasa dengan disiplin. Praktikan selama praktikum berlangsung menggunakan seragam kerja (wearpack). Busi. d. Dari praktikum tidak diperoleh hasil pengukuran karena adanya kerusakan dwell tester (multimeter) sehingga sudut dwell tidak dapat diukur.3. Menggunakan peralatan praktek dengan baik dan benar. Namun. c. KESIMPULAN Sistem pengapian konvensional dapat diidentifikasi dengan masih menggunakan platina sebagai plat kontak untuk menghubungkan dan memutus aliran listrik primer koil agar terjadi induksi/GGL pada sekunder yang berupa listrik tegangan tinggi untuk mensuplai busi agar memercikkan bunga api. 2. F. Distributor Platina. SARAN 1. 3. idealnya untuk mesin suzuki putaran mesin besarnya adalah 800 rpm. 2. idealnya sudut dwell celah platina yang baik adalah 52° ± 2°. HASIL PRAKTEK 1. E. Langkah Pemasangan a) Memasang rotor. b) Memasang tutup distributor. G. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful