MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN BERSAMA MENTERI KEUANGAN DAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 213

/PMK.07/2010 NOMOR 58 TAHUN 2010 TENTANG TAHAPAN PERSIAPAN PENGALIHAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN SEBAGAI PAJAK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN DAN MENTERI DALAM NEGERI,

Menimbang

:

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 182 angka 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, perlu menetapkan Peraturan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri tentang Tahapan Persiapan Pengalihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan sebagai Pajak Daerah; 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4999); 2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3312) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569); 3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); 4. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009; 5. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2010; MEMUTUSKAN:

Mengingat

:

yang selanjutnya disebut PBB-P2. dikuasai. Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah Pusat. 3. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan.Menetapkan : PERATURAN BERSAMA MENTERI KEUANGAN DAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG TAHAPAN PERSIAPAN PENGALIHAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN SEBAGAI PAJAK DAERAH. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bersama ini. yang selanjutnya disebut Pemerintah Daerah. perhutanan. adalah pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki. Undang-Undang Pajak Bumi dan Bangunan. yang selanjutnya disebut Undang-Undang KUP adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009. (2) Persiapan pengalihan PBB-P2 sebagai pajak daerah dilakukan dalam waktu paling lambat tanggal 31 Desember sebelum Tahun Pengalihan. 4. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data objek dan subjek pajak. Pasal 2 (1) Kewenangan pemungutan PBB-P2 dialihkan dari Pemerintah ke Pemerintah Daerah mulai tanggal 1 Januari Tahun Pengalihan. 6. yang selanjutnya disebut UndangUndang PBB adalah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994. Tahun Pengalihan adalah tahun dialihkannya kewenangan pemungutan PBBP2 ke Pemerintah Daerah. yang selanjutnya disebut Pemerintah. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 2. 7. paling lambat tahun 2014. adalah Bupati/Walikota dan perangkat daerah kabupaten/kota sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten/kota. dan pertambangan. dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan. kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan. 5. yang dimaksud dengan: 1. BAB II PERSIAPAN PENGALIHAN PBB-P2 Bagian Kesatu Tugas dan Tanggung Jawab Kementerian Keuangan Pasal 3 (1) Dalam rangka pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2 sebagaimana . penentuan besarnya pajak yang terutang sampai kegiatan penagihan pajak kepada wajib pajak serta pengawasan penyetorannya.

Surat Keputusan Menteri Keuangan mengenai penetapan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) yang berlaku dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun sebelum Tahun Pengalihan. serta melakukan pemantauan dan pembinaan pelaksanaan pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2 ke Pemerintah Daerah. salinan Peta Desa/Kelurahan. konsultasi. dan selanjutnya menyerahkan hasil kompilasi dimaksud ke Pemerintah Daerah. pendidikan dan pelatihan teknis serta pelaksanaan supervisi dalam rangka pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2. d. e. struktur. peraturan pelaksanaan PBB-P2 sebagai bahan acuan Pemerintah Daerah dalam menyusun Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). Peta Blok. tugas. untuk diserahkan ke Pemerintah Daerah. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri bertugas dan bertanggung jawab untuk memfasilitasi. g. hasil penggandaan basis data PBB-P2 sebelum Tahun Pengalihan. hasil penggandaan sistem aplikasi terkait PBB-P2 beserta source codenya. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. dan huruf c. dan pemberian bimbingan. . data piutang PBB-P2 beserta data pendukungnya. (2) Tugas dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk penyiapan pedoman struktur organisasi dan tata kerja Pemerintah Daerah. dan Peta Zona Nilai Tanah dalam bentuk softcopy. membina dan mengawasi Pemerintah Daerah dalam rangka pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). f. huruf b. b. dan fungsi organisasi Direktorat Jenderal Pajak terkait pemungutan PBB-P2 sebagai bahan acuan Pemerintah Daerah untuk merumuskan struktur organisasi dan tata kerja pemungutan PBB-P2. c. Direktorat Jenderal Pajak bertugas dan bertanggung jawab mengkompilasi: a. (2) Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan bertugas dan bertanggung jawab menggandakan hasil kompilasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. Pasal 5 Ketentuan lebih lanjut mengenai persiapan Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak. standard operating procedure (SOP) terkait PBB-P2 sebagai bahan acuan Pemerintah Daerah dalam menyusun SOP. dan h. Pasal 4 Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri secara bersama-sama atau sendiri-sendiri memberikan pelatihan teknis pemungutan PBB-P2 ke Pemerintah Daerah. Bagian Kedua Tugas dan Tanggung Jawab Kementerian Dalam Negeri Pasal 6 (1) Sekretariat Jenderal.

dan f. (3) Penyiapan struktur organisasi dan tata kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3). dan Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah. (6) Pembukaan rekening PBB-P2 pada bank yang sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. (4) Dalam rangka penyiapan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. pembukaan rekening penerimaan PBB-P2 pada bank yang sehat. sumber daya manusia. Pemerintah Daerah bertugas dan bertanggung jawab menyiapkan: a. antara lain. Pemerintah Daerah dapat meminta bantuan ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan bimbingan. sarana dan prasarana. dilakukan dengan mengutamakan pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki Pemerintah Daerah. kerjasama dengan pihak terkait. (3) Penyampaian pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilampiri .(3) Penyiapan pedoman struktur organisasi dan tata kerja Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri setelah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya. b. (2) Dalam hal Pemerintah Daerah memungut PBB-P2 sebelum tahun 2014. Bagian Ketiga Tugas dan Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Pasal 7 (1) Dalam rangka menerima pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). perbankan. Peraturan Daerah. pendidikan dan pelatihan teknis pemungutan PBB-P2. Pemerintah Daerah harus memberitahukan kepada Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri dalam jangka waktu paling lambat tanggal 30 Juni sebelum Tahun Pengalihan. d. dan SOP. kantor pertanahan. (5) Peraturan Daerah tentang PBB-P2 dan Peraturan Kepala Daerah sebagai penjabaran dan dasar pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d disusun dengan mempertimbangkan ketentuan peraturan pelaksanaan pemungutan PBB-P2 yang selama ini berlaku di Direktorat Jenderal Pajak serta disesuaikan dengan kebutuhan riil dan kondisi objektif sesuai kewenangan sebagai daerah otonom. c. Peraturan Kepala Daerah. struktur organisasi dan tata kerja. Kantor Pelayanan Pajak. (2) Penyiapan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. BAB III TAHAPAN PERSIAPAN PENGALIHAN PBB-P2 Pasal 8 (1) Pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) hanya dapat dilakukan pada 1 Januari Tahun Pengalihan. e.

struktur. b. paling lambat tanggal 30 November sebelum Tahun Pengalihan.dengan Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf d. Pasal 12 (1) Hasil kompilasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a. paling lambat tanggal 30 Juni sebelum Tahun Pengalihan. dan Peta Zona Nilai Tanah dalam bentuk softcopy. e. paling lambat tanggal 31 Desember sebelum Tahun Pengalihan. dan h. paling lambat tanggal 30 November 2010. kerjasama dengan pihak terkait. b. Pasal 11 Batas waktu penyelesaian persiapan pengalihan kewenangan pemungutan PBBP2 oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) berkaitan dengan: a. Peraturan Kepala Daerah. pembukaan rekening PBB-P2 pada bank yang sehat. c. . paling lama 3 (tiga) bulan sebelum Tahun Pengalihan. e. paling lambat tanggal 30 November 2010. hasil penggandaan basis data PBB-P2. paling lambat tanggal 31 Januari Tahun Pengalihan. huruf b. f. dan fungsi organisasi Direktorat Jenderal Pajak terkait pemungutan PBB-P2. paling lambat tanggal 30 November 2010. paling lama 3 (tiga) bulan sebelum Tahun Pengalihan. paling lambat tanggal 31 Oktober sebelum Tahun Pengalihan. Surat Keputusan Menteri Keuangan mengenai penetapan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) yang berlaku dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun sebelum Tahun Pengalihan. f. paling lambat tanggal 30 November sebelum Tahun Pengalihan. d. paling lambat tanggal 30 November sebelum Tahun Pengalihan. data piutang PBB-P2 beserta data pendukungnya. Peta Blok. struktur organisasi dan tata kerja pemungutan PBB-P2. Pasal 9 Batas waktu penyelesaian persiapan pengalihan kewenangan pemungutan PBBP2 oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1). dan SOP. sarana dan prasarana. sumber daya manusia. SOP terkait PBB-P2. paling lambat tanggal 30 November sebelum Tahun Pengalihan. paling lambat tanggal 30 November 2010. dan g. tugas. d. salinan Peta Desa/Kelurahan. Peraturan Daerah. peraturan pelaksanaan PBB-P2. Pasal 10 Batas waktu penyelesaian Peraturan Menteri Dalam Negeri mengenai pedoman struktur organisasi dan tata kerja Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3). yang berkaitan dengan kompilasi: a. paling lambat tanggal 31 Desember sebelum Tahun Pengalihan. hasil penggandaan sistem aplikasi terkait PBB-P2. c. paling lama 3 (tiga) bulan sebelum Tahun Pengalihan. g.

BAB IV PEMANTAUAN DAN PEMBINAAN Pasal 14 Pemantauan dan pembinaan terhadap pelaksanaan tahapan persiapan pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2 dari Pemerintah ke Pemerintah Daerah dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. penetapan penghapusan piutang PBB-P2 tersebut masih menjadi kewenangan Menteri Keuangan.dan huruf c. (4) Hasil kompilasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf f. dan Pemerintah Daerah melakukan sosialisasi mengenai pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2. dan huruf e. memerintahkan pengundangan Peraturan Bersama ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. paling lambat tanggal 5 Januari Tahun Pengalihan. Agar setiap orang mengetahuinya. paling lambat tanggal 31 Januari Tahun Pengalihan. Kementerian Dalam Negeri. huruf g. Ditetapkan di Jakarta . BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 17 Peraturan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. dan Pemerintah Daerah dibebankan pada anggaran masing-masing. Pasal 13 Kementerian Keuangan. Kementerian Dalam Negeri. (2) Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan menyerahkan hasil kompilasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) ke Pemerintah Daerah dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Keuangan Daerah. diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak/Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama ke Pemerintah Daerah di lingkungan kerjanya. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 15 Usulan penghapusan piutang PBB-P2 yang disampaikan Direktur Jenderal Pajak kepada Menteri Keuangan paling lambat tanggal 31 Desember sebelum Tahun Pengalihan. paling lambat tanggal 17 Desember 2010. BAB VI PENDANAAN Pasal 16 Segala biaya yang diakibatkan sehubungan dengan pelaksanaan pengalihan kewenangan pemungutan PBB-P2 yang terkait dengan Kementerian Keuangan. diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak/Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama ke Pemerintah Daerah di lingkungan kerjanya. (3) Hasil kompilasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf d. diserahkan oleh Direktur Jenderal Pajak kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan paling lambat tanggal 10 Desember 2010. dan huruf h.

PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 581 MENTERI KEUANGAN. ttd. AGUS D.pada tanggal 30 Npvember 2010 MENTERI DALAM NEGERI.W. GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Npvember 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. ttd. ttd. MARTOWARDOJO .

2. Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 182 angka 2 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3988). MEMUTUSKAN: Mengingat : Menetapkan : PERATURAN BERSAMA MENTERI KEUANGAN DAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG TAHAPAN PERSIAPAN PENGALIHAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS . Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2010. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 44. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3688) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 130. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4999).07/2010 NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG TAHAPAN PERSIAPAN PENGALIHAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN SEBAGAI PAJAK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN DAN MENTERI DALAM NEGERI. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62. perlu menetapkan Peraturan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri tentang Tahapan Persiapan Pengalihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai Pajak Daerah. 4. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49. 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN BERSAMA MENTERI KEUANGAN DAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 186/PMK.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. BAB II PERSIAPAN PENGALIHAN BPHTB Bagian Kesatu Tugas dan Tanggung Jawab Kementerian Keuangan Pasal 3 (1) Dalam rangka pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). yang selanjutnya disebut BO III BPHTB. adalah Bank Operasional yang melakukan pembagian penerimaan BPHTB. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. yang selanjutnya disebut Pemerintah Daerah. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. . (2) Persiapan pengalihan BPHTB sebagai pajak daerah dilakukan dalam waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2010. yang selanjutnya disebut Undang-Undang KUP adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009. yang selanjutnya disebut BPHTB. 3. Pasal 2 (1) Kewenangan pemungutan BPHTB dialihkan dari Pemerintah ke Pemerintah Daerah mulai tanggal 1 Januari 2011. Bank Persepsi adalah Bank Umum/Kantor Pos yang ditunjuk Menteri Keuangan untuk menerima setoran penerimaan pajak. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bersama ini. peraturan pelaksanaan BPHTB sebagai bahan acuan Pemerintah Daerah dalam menyusun Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. standard operating procedure (SOP) terkait BPHTB sebagai bahan acuan Pemerintah Daerah dalam menyusun SOP. Bank Operasional III BPHTB. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data objek dan subjek pajak. yang selanjutnya disebut Pemerintah. dan fungsi organisasi Direktorat Jenderal Pajak terkait pemungutan BPHTB sebagai bahan acuan Pemerintah Daerah untuk merumuskan struktur organisasi dan tata kerja pemungut BPHTB. 4. c. adalah pajak atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan. 6. Pemerintah Pusat. yang dimaksud dengan: 1.TANAH DAN BANGUNAN SEBAGAI PAJAK DAERAH. 2. 5. Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. adalah Bupati/Walikota dan perangkat daerah kabupaten/kota sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten/kota. tugas. struktur. Direktorat Jenderal Pajak bertugas dan bertanggung jawab mengkompilasi: a. b. penentuan besarnya pajak yang terutang sampai kegiatan penagihan pajak kepada Wajib Pajak serta pengawasan penyetorannya. 7.

pendidikan dan pelatihan teknis serta pelaksanaan supervisi dalam rangka pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB. e. Pemerintah Daerah bertugas dan bertanggung jawab menyiapkan: . Pasal 4 Direktur Jenderal Pajak mengusulkan penutupan rekening penerimaan BPHTB pada Bank Persepsi dan BO III BPHTB serta pencabutan penetapan BO III BPHTB kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan. huruf b.d. (2) Tugas dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk penyiapan pedoman struktur organisasi dan tata kerja Pemerintah Daerah. Pasal 5 Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri secara bersama-sama atau sendiri-sendiri memberikan pelatihan teknis pemungutan BPHTB kepada Pemerintah Daerah. untuk diserahkan ke Pemerintah Daerah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. (2) Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan bertugas dan bertanggung jawab menggandakan hasil kompilasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. serta melakukan pemantauan dan pembinaan pelaksanaan pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB kepada Pemerintah Daerah. data pendukung dalam rangka pelaksanaan pemungutan BPHTB oleh Pemerintah Daerah berupa data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) per 1 Januari 2011. Bagian Ketiga Tugas dan Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Pasal 8 (1) Dalam rangka menerima pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). dan huruf c. dan pemberian bimbingan. dan Pasal 5 diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak. dan f. membina dan mengawasi Pemerintah Daerah dalam rangka pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). Pasal 6 Ketentuan lebih lanjut mengenai persiapan Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. (3) Penyiapan pedoman struktur organisasi dan tata kerja Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri setelah berkoordinasi dengan instansi teknis terkait lainnya. Pasal 4. Bagian Kedua Tugas dan Tanggung Jawab Kementerian Dalam Negeri Pasal 7 (1) Sekretariat Jenderal. data piutang BPHTB beserta berkas pendukungnya. konsultasi. Surat Keputusan Menteri Keuangan mengenai penetapan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP)sejak tahun 2006 sampai dengan tahun 2010. dan selanjutnya menyerahkan hasil kompilasi dimaksud ke Pemerintah Daerah. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri bertugas dan bertanggung jawab untuk memfasilitasi.

(2) Penyiapan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. paling lambat tanggal 1 Januari 2011. sarana dan prasarana. dan SOP. d.a. dan Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah. c. SOP terkait BPHTB. kantor pertanahan. antara lain. kantor lelang. c. paling lambat tanggal 30 September 2010. dan f. (5) Peraturan Daerah tentang BPHTB dan Peraturan Kepala Daerah sebagai penjabaran dan dasar pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d disusun dengan mempertimbangkan ketentuan peraturan pelaksanaan pemungutan BPHTB yang selama ini berlaku di Direktorat Jenderal Pajak serta disesuaikan dengan kebutuhan riil dan kondisi objektif sesuai kewenangan sebagai daerah otonom. pendidikan dan pelatihan teknis pemungutan BPHTB. (6) Pembukaan rekening BPHTB pada bank yang sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. e. dan f. e. data piutang BPHTB beserta berkas pendukungnya. Kantor Pelayanan Pajak. data pendukung dalam rangka pelaksanaan pemungutan BPHTB oleh Pemerintah Daerah berupa data Nilai Jual Objek Pajak. pembukaan rekening BPHTB pada bank yang sehat. dan fungsi organisasi Direktorat Jenderal Pajak terkait pemungutan BPHTB. peraturan pelaksanaan BPHTB. Peraturan Daerah. struktur. Peraturan Kepala Daerah. BAB III TAHAPAN PERSIAPAN PENGALIHAN BPHTB Pasal 9 Batas waktu penyelesaian persiapan pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1). b. (3) Penyiapan struktur organisasi dan tata kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3). b. paling lambat tanggal 31 Desember 2010. dilakukan dengan mengutamakan pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki Pemerintah Daerah. Kerjasama dengan pihak terkait. yang berkaitan dengan kompilasi: a. sumber daya manusia. Surat Keputusan Menteri Keuangan mengenai penetapan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak. struktur organisasi dan tata kerja. (4) Dalam rangka penyiapan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. Pemerintah Daerah dapat meminta bantuan ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan bimbingan. tugas. paling lambat tanggal 30 September 2010. perbankan. paling lambat tanggal 30 September 2010. d. Pasal 10 Batas waktu penyelesaian Peraturan Menteri Dalam Negeri mengenai pedoman struktur organisasi dan tata kerja Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud . paling lambat tanggal 31 Desember 2010.

(3) Penutupan rekening Bank Persepsi dan pencabutan penetapan BO III BPHTB sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 14 Kementerian Keuangan. Peraturan Kepala Daerah.dalam Pasal 7 ayat (3). Pasal 13 (1) Penutupan nomor rekening penerimaan BPHTB pada Bank Persepsi dan pencabutan penetapan BO III BPHTB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 per tanggal 1 Januari 2011. struktur organisasi dan tata kerja pemungutan BPHTB. paling lambat tanggal 15 Oktober 2010. (2) Penutupan nomor rekening penerimaan BPHTB pada Bank Persepsi dan pencabutan penetapan BO III BPHTB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan setelah saldo rekening nihil. Kerjasama dengan pihak terkait. Pasal 11 Batas waktu penyelesaian persiapan pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) yang berkaitan dengan: a. dan f. (3) Hasil kompilasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf d. dan SOP. e. paling lambat tanggal 30 Oktober 2010. d. huruf b. paling lambat tanggal 8 Oktober 2010. paling lambat tanggal 31 Desember 2010. (2) Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan bertugas menggandakan hasil kompilasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan selanjutnya menyerahkan hasil kompilasi kepada Pemerintah Daerah dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Keuangan Daerah. Pasal 12 (1) Hasil kompilasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a. Pembukaan rekening BPHTB pada bank yang sehat. paling lambat tanggal 31 Desember 2010. Peraturan Daerah. huruf e. dan huruf c. diserahkan oleh Direktur Jenderal Pajak kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. paling lambat tanggal 14 Januari 2011. paling lambat tanggal 31 Desember 2010. Kementerian Dalam Negeri. dilakukan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. sarana dan prasarana. BAB IV PEMANTAUAN. b. PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN Pasal 15 (1) Pemantauan dan pembinaan terhadap pelaksanaan tahapan persiapan pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB dari Pemerintah ke Pemerintah . paling lambat tanggal 31 Desember 2010. dan Pemerintah Daerah bertugas dan bertanggung jawab menyelenggarakan sosialisasi mengenai pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB. c. sumber daya manusia. paling lambat tanggal 31 Desember 2010. paling lambat tanggal 31 Desember 2010. dan huruf f diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak/ Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama kepada Pemerintah Daerah di lingkungan kerjanya.

ttd. ttd. BAB VI PENDANAAN Pasal 17 Segala biaya yang diakibatkan sehubungan dengan pelaksanaan pengalihan kewenangan pemungutan BPHTB yang terkait dengan Kementerian Keuangan. dan Pemerintah Daerah dibebankan pada anggaran masing-masing. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 16 Terhadap usulan penghapusan piutang BPHTB yang disampaikan Direktur Jenderal Pajak kepada Menteri Keuangan paling lambat tanggal 31 Desember 2010. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 510 MENTERI KEUANGAN. AGUS D. memerintahkan pengundangan Peraturan Bersama ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. (2) Dalam rangka pendampingan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2010 MENTERI DALAM NEGERI.Daerah dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. Direktur Jenderal Pajak dapat meminta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak dan/atau Kantor Pelayanan Pajak Pratama untuk melakukan pendampingan dalam hal diminta oleh Pemerintah Daerah. MARTOWARDOJO . W. GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. ttd. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 18 Peraturan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya. Kementerian Dalam Negeri. penetapan penghapusan piutang BPHTB tersebut masih menjadi kewenangan Menteri Keuangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful