BERITA ACARA DISKUSI

Hari/Tanggal Tempat Materi Diskusi : Selasa, 1 Oktober 2013 : Perpusatakaan Lantai III FE Unimed : - Definisi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) - Definisi NPPKP (Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak) - Definisi SPT (Surat Pemberitahuan)

A. Tujuan Diskusi Untuk mengetahui fungsi, defisini dan ruang lingkup NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), NPPKP (Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak ),dan SPT (Surat Pemberitahuan).

B. Resume Materi 1. Pengertian NPWP
Nomor Pokok Wajib Pajak adalah suatu sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak. Setiap WP (Wajib Pajak) hanya diberikan satu NPWP. NPWP juga dipergunakan untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan pengawasan administrasi perpajakan. Apabila Wajib Pajak Pindah Alamat harus melakukan perubahan data alamat atau update alamat ke Kantor Pajak tempat terdaftarnya Wajib Pajak, apabila pindah alamatnya diluar Wilayah Kantor Pajak semula, maka dilakukan permohonan pindah kantor pajak. Fungsi pengukuhan Pengusaha Kena Pajak selain dipergunakan untuk mengetahui identitas Pengusaha Kena Pajak yang sebenarnya juga berguna untuk melaksanakan hak dan kewajiban di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah serta untuk pengawasan administrasi perpajakan. Terhadap pengusaha yang telah memenuhi syarat sebagai Pengusaha Kena Pajak, tetapi tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Terhadap WP atau Pengusaha Kena Pajak yang tidak memenuhi kewajiban untuk mendaftarkan diri dan/atau melaporkan usahanya dapat diterbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau pengukuhan Pengusaha Kena Pajak secara jabatan. NPWP terdiri atas 15 digit, meliputi 9 digit pertama merupakan Kode Wajib Pajak dan 6 digit berikutnya merupakan Kode Administrasi Perpajakan. Format tersebut adalah sebagai berikut:
X X X X X X X X X
Kode pengecekan

X

X
Kode KPP

X

X

X

X

Kode kelompok WP

Nomor pokok

Kantor Cabang/Pusat

Rangkuman Pajak, kelompok 9

1

Tempat pelaporan dan pengukuhannya adalah sebagai berikut : 1. Bagi Pengusaha Kena Pajak Tertentu. Setiap wajib pajak pribadi yang mempunyai penghasilan netto dalam satu tahun diatas penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Bagi Pengusaha orang pribadi. Wajib pajak pemotong atau Pemungut Pajak  Yang dikecualikan untuk memperoleh NPWP adalah sebagai berikut : 1. Yang Wajib Memperoleh NPWP adalah sebagai berikut 1. Bagi Wajib Pajak Orang pribadi pengusaha tertentu. Direktorat Jenderal Pajak dapat menentukan kantor Direktorat Jenderal Pajak sebagai tempat pendaftaran pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sebagai berikut : Rangkuman Pajak. Bagi Wajib Pajak orang pribadi. adalah pada Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak. 2. 2. 4. Tempat pendaftaran NPWP dan Pengukuhan PKP Tempat pendaftaran NPWP adalah sebagai berikut : 1. Bagi Badan Usaha. Wanita kawin yang dikenakan pajak secara terpisah berdasarkan perjanjian pemisahan harta yang didasarkan keputusan hakim atau dikehendaki secara tertulis. wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan menjadi pengusaha kena pajak (PKP). 2. Bagi Pengusaha Orang pribadi atau Badan yang mempunyai tempat kegiatan usaha di beberapa wilayah kantor Direktorat Jenderal Pajak. kelompok 9 2 . 5. 3. Setiap wajib Pajak pribadi yang mempunyai penghasilan netto dalam satu tahun dibawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2. Pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Pengusaha dan tempat kegiatan usaha dilakukan. 3. Setiap badan usaha termasuk Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang menjadi subjek pajak walaupun menderita kerugian. 4. Wajib pajak pribadi yang memperoleh penghasilan semata-mata hanya dari satu pemberi kerja dan telah dipotong pajak penghasilan oleh pemberi kerja. Bagi Wajib Pajak badan. Setiap Wajib Pajak sebagai Pengusaha yang dikenai pajak berdasarkan UU Pajak Pertambahan Nilai Tahun 1984 dan perubahannya. Pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Pengusaha maupun pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliput tempat kegiatan usaha dilakukan. Selain pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal WP juga pada Pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha WP dilakukan. Pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan Pengusaha dan tempat kegiatan usaha dilakukan. adalah tempat kedudukan/kegiatan usaha Wajib Pajak.

kelompok 9 3 . badan dan orang asing. Mengambil sendiri surat pemberitahuan pajak dan mengisi dengan benar dan memasukkan sendiri dengan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.         Wajib Pajak Tertentu dan Pengusaha Kena Pajak Tertentu BUMD yang berkedudukan di wilayah DKI Jakarta Wajib Pajak BUMN. Pajak Penghasilan Pemungutan. 2. BUMD. 5. Menghitung dan membayar sendiri pajak dengan benar. 4. Jika diperiksa wajib :  Memperlihatkan buku atau catatan dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen yang lain yang berhubungan dengan penhasilan yang diperoleh dalam kegiatan usaha pekerja bebas wajib pajak atau objek penanda tanganan pajak  Memberikan kesempatan untuk memasuki tempat diruangan tempat perusahaan yang akan diperiksa. 3. Menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan. Mendaftarkan diri untuk mendapatkan nomor pokok wajib pajak (NPWP). termasuk anak perusahaan yang penyertaan modal induknya lebih dari 50% Wajib Pajak penanaman modal asing yang tidak masuk bursa dan melakukan kegiatan usaha di bidang industri nonlogam Wajib Pajak penanaman modal asing yang tidak masuk bursa dan melakukan kegiatan usaha di bidang industri logam dan mesin Wajib Pajak penanaman modal asing yang tidak masuk bursa dan melakukan kegiatan usaha di bidang nonindustri Wajib Pajak bentuk usaha tetap Orang Asing yang berkedudukan/bertempat tinggal di Wilayah DKI Jakarta Wajib Pajak yang pernyataan pendaftaran emisi sahamnya telah dinyatakan efektif oleh Bapepam Wajib Pajak BUMD dan bentuk usaha tetap Tempat Pendaftaran dan Pelaporan Usaha  KPP Perusahaan Negara dan Daerah  KPP Penanaman Modal Asing I  KPP Penanaman Modal Asing II  KPP Penanaman Modal Asing III  KPP Badan dan Orang Asing  Wajib Pajak orang asing yang berkedudukan atau bertempat tinggal di luar DKI Jakarta  Wajib Pajak BUMN. Rangkuman Pajak. terbatas pada Pajak Penghasilan Pemotongan. dan perusahaan masuk bursa. penanaman modal asing. atau kegiatan usaha dilakukan  Kewajiban wajib pajak adalah sebagai berikut : 1. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah *KPP : Kantor Pelayanan Pajak  KPP Perusahaan Masuk Bursa  KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan Wajib Pajak BUMD dan bentuk usaha tetap  KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal WP orang asing  KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat cabang perwakilan.

disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan dari catatan sipil. BPHTB. 2.  Pembayaran pajak final (PPh Final.  Surat keterangan tempat kegiatan usaha 3.  Fotokopi KTP/ Paspor ditambah surat keterangan tempat tinggal dari seorang pengurus joint operation. Berikut ini adalah manfaat memiliki NPWP: 1. Untuk WP Orang pribadi Non-Usahawan  Fotokopi KTP / Paspor ditambah surat keterangan dari kelurahan setempat. 2. Apabila sudah selesai dibagi.  Pembuatan Rekening koran di bank. PPN. Untuk joint operation sebagai WP Pemotong/Pemungut  Fotokopi perjanjian kerja sama sebagai joint operation. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek Pajak.  Pengurangan pembayaran pajak.  Penyetoran dan pelaporan pajak. disyaratkan adanya fotokopi akte kematian atau laporan kematian dari instansi yang berwenang.  Penghapusan NPWP dan Persyaratannya 1. dll). orang pribadi pengusaha tertentu atau wanita kawin tidak pisah harta harus melampirkan fotokopi surat keterangan terdaftar. 7. Kemudahan Pengurusan Administrasi:  Pengajuan kredit bank. Untuk Bendaharawan sebagai Pemotong/ Pemungut  Fotokopi KTP bendaharawan  Fotokopi surat penunjukan sebagai bendaharawan 5. Untuk WP Orang Pribadi Usahawan  Fotokopi KTP / Paspor ditambah surat keterangan dari kelurahan setempat. WP dengan status cabang.  Pembuatan paspor. 3.  Tata Cara Pendaftaran NPWP dan Pengukuhan PKP Wajib Pajak (WP) mengisi formulir pendaftaran dan menyampaikan ke KPP atau KP4 setempat dengan melampirkan ketentuan sebagai berikut : 1. Untuk WP Badan  Fotokopi akta pendirian dan perubahan terakhir  Fotokopi KTP / Paspor ditambah surat keterangan dari kelurahan setempat dari seorang pengurus aktif  Surat keterangan tempat kegiatan usaha 4. disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya warisan tersebut Rangkuman Pajak.  Pengajuan SIUP/TDP. BUMN dan BUMD.  Keikutsertaan dalam lelang di instansi pemerintah. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan. kelompok 9 4 .  Fotokopi NPWP masing-masing anggota joint operation. 2. 6. Apabila permohonan ditandatangani orang lain harus dilengkapi dengan surat kuasa khusus. Kemudahan pelayanan perpajakan :  Pengambilan pajak.

b. 6. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT. Untuk melaksanakan hak dan kewajiban di pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah.  Fungsi-fungsi NPPKP adalah sebagai berikut : a.  Sanksi yang berhubungan dengan NPWP Setiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai WP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. kelompok 9 5 . dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif lebih tinggi 20% (dua puluh persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang memiliki NPWP 2) Jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebesar 120% (seratus dua puluh persen) dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong dalam hal yang bersangkutan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak 3) Pemotongan PPh Pasal 21 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya berlaku untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final 4) Dalam hal pegawai tetap atau penerima pensiun berkala sebagai penerima penghaslan yang telah dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Rangkuman Pajak. mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak dalam tahun kalender yang bersangkutan paling lama sebelum pemotongan PPh Pasal 21 untuk masa pajak Desember. Untuk pengawasan terhadap administrasi perpajakan. disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang. 5. Untuk mengetahui identitas pengusaha kena pajak yang sebenarnya. 2. Penyetoran PPh Pasal 21 Pasal 20. PPh Pasal 21 yang telah dipotong atas selisih pengenaan tarif sebesar 20% (dua puluh persen) lebih tinggi tersebut diperhitungkan dengan PPh Pasal 21 terhutang untuk bulan-bulan selanjutnya setelah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. WP Badan yang telah dibubarkan secara resmi. disyaratkan adanya permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP. c.Berdasarkan PER-31 tahun 2009 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pemotongan. 1) Bagi penerima penghasilan yang PPh pasal 21 yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. Pengertian NPPKP NPPKP (No. A. sehingga dapat merugikan pada pendapatan negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar. 4.dibagi oleh para ahli waris. pengukuhan pengusaha kena pajak) adalah setiap wajib pajak sebagai pengusaha yang dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) berdasrkan undang-undang PPN wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan pengusaha kena pajak (PKP) dan atau pengusaha yang dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak memiliki surat pengukuhan kena pajak yang berisi identitas dan kewajban perpajakan Pengusaha kena pajak.

SPT Tahunan PPh. kelompok 9 6 .  SPT Masa PPN. jelas melaporkan asal-usul / sumber objek pajak dan unsur lain yg hrs diisikan dlm SPT. Pengertian Surat Pemberitahuan (SPT). SPT adalah surat yang oleh WP digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak. E-SPT adalah data SPT WP dalam bentuk elektronik yang dibuat oleh WP dengan menggunakan aplikasi e-SPT yang disediakan oleh DJP. dan jelas dalam mengisi SPT adalah : a. dan c. dan kewajiban penyampaian SPT oleh Pemotong atau Pemungut Pajak dilakukan untuk setiap Masa Pajak. b. Pencabutan PKP adalah sebagai berikut : 1. benar adalah benar dalam perhitungan. termasuk benar dalam penerapan ketentuan peraturan UU Pajak. Pindah tempat kedudukan 3. Perubahan status perusahaan 3. dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin. angka Arab. dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam SPT tercantum dalam Pasal 3 ayat 1 UU KUP yang berbunyi sbb : “Setiap WP wajib mengisi SPT dengan benar. dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. dan menandatangani serta menyampaikannya ke kantor DJP tempat WP terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak.SPT yg telah diisi dgn benar. lengkap. Aplikasi e-SPT adalah aplikasi dari DJP yang dapat digunakan WP untuk membuat e-SPT. lengkap. Pengusaha PKP pindah alamat kewilayah kerja KPP lain 2. dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan per-UU-an Pajak.  Tempat dan cara pengambilan SPT. WP mengambil sendiri SPT ditempat yg ditetapkan oleh Dirjen (pada kantor DJP atau tempat lain yg diperkirakan mudah terjangkau oleh WP) atau mengambil dgn cara lain yg tata cara pelaksanaannya diatur dgn atau berdasarkan Rangkuman Pajak. dalam penulisan. SPT terdiri dari : a. lengkap adalah memuat semua unsur-unsur yang berkaitan dengan objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT. Kewajban melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak. SPT Masa yang meliputi :  SPT Masa PPh. dan jelas tersebut wajib disampaikan ke kantor DJP tempat WP terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh DJP. lengkap. objek pajak dan/atau bukan objek pajak. dan jelas. objek pajak dan/atau bukan objek pajak.  Kewajiban menyampaikan SPT.” Yang dimaksud dengan benar. Pindah tempat kegiatan usaha 4. dan  SPT Masa Pemungut PPN SPT tersebut berbentuk: formulir kertas (hardcopy). b. atau e-SPT. satuan mata uang Rupiah. Pasal 3 ayat (2) UU KUP menyatakan.

memiliki hubungan langsung atau terasosiasi pada suatu informasi elektronik lain termasuk sarana administrasi perpajakan yang ditujukan oleh WP atau kuasanya untuk menunjukan identitas dan status yang bersangkutan. Mengenai kewajiban WP menandatangani SPT. kelompok 9 7 . 181/PMK. Rangkuman Pajak.03/2007)  Batas waktu penyampaian SPT. selain diatur dalam Pasal 3 ayat 1 UU KUP. jelas.03/2007)  Cara penyampaian SPT. Batas waktu penyampaian SPT pada pasal 3 ayat 3 UU KUP diatur sbb : a) SPT Masa. paling lama 20 (dua puluh) hari setelah akhir Masa Pajak.” Bagi WP Badan yang berhak menandatangani SPT tersebut adalah pengurus atau direksi (Pasal 4 ayat 2 UU KUP). b) SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi. misalnya berwenang menandatangani kontrak dengan pihak ketiga. 181/PMK. 181/PMK. Ketentuan mengenai orang yang tidak tercantum namanya dalam akte pendirian beserta perubahannya yang dianggap sebagai pengurus tepat diberlakukan bagi kewajiban perpajakan lainnya seperti misalnya untuk kepentingan penagihan pajak. (Pasal 4 ayat 3 UU KUP). menandatangani cek.03/2007 tgl 28-12. Penandatanganan SPT oleh WP / Kuasa WP dapat dilakukan secara biasa. atau tanda tangan elektronik atau digital. SPT yang disampaikan wajib ditandatangani oleh WP atau Kuasa WP. (PMK No. namun untuk penandatangan SPT sebaiknya tetap orang yang namanya tercantum dalam susunan pengurus yang tertera dalam akte pendirian maupun akte perubahan. juga disebut dalam Pasal 4 ayat 1 yang berbunyi bahwa:”WP wajib mengisi dan menyampaikan SPT dengan benar.  Penandatangan SPT. atau e-Filing melalui ASP (Penyedia Jasa Aplikasi) dan diberikan Bukti Penerimaan Elektronik. Penyampaian SPT oleh WP dapat dilakukan secara langsung dan diberikan tanda penerimaan surat melalui pos dengan bukti pengiriman surat atau dengan cara lain seperti: melalui perusahaan jasa ekspedisi/kurir dengan bukti pengiriman surat. dan menandatanganinya.SPT berbentuk e-SPT dapat diambil secara langsung oleh WP dengan cara mengunduh format SPT atau aplikasi e-SPT dari situs DJP. Meskipun yang dimaksud dengan pengurus sebagaimana diuraikan dalam penjelasan Pasal 32 ayat 4 UU KUP adalah termasuk orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang dalam menentukan kebijaksanaan dan/atau mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan perusahaan. dan sebagainya walaupun orang tersebut tidak tercantum namanya dalam susunan pengurus yang tertera dalam akte pendirian maupun akte perubahan. surat kuasa khusus tersebut harus dilampirkan pada SPT. Dalam PMK No. yang semuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan biasa. E-Filing adalah cara penyampaian SPT / Perpanjangan SPT Tahunan yg dilakukan secara online dan real time melalui Application Service Provider (ASP). tanda tangan stempel. Tanda tangan elektronik atau tanda tangan digital adalah informasi elektronik yang dilekatkan.2007 diatur : SPT berbentuk formulir kertas (hardcopy) dapat diambil secara langsung di tempat yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak.Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Dalam hal WP menunjuk seorang kuasa dengan surat kuasa khusus untuk mengisi dan menanda tangani SPT. (PMK No. dan termasuk pula bagi komisaris dan pemegang saham mayoritas atau pengendali. lengkap. paling lama 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak.

dan Penyampaian SPT” dinyatakan bahwa : SPT terdiri dari SPT Induk dan Lampiran. SPT lebih bayar disampaikan telah lewat 3 tahun sesudah berakhirnya Masa Pajak.000.03/2007 tentang “Bentuk dan Isi SPT. surat kuasa khusus tersebut harus dilampirkan pada SPT.000. dan WP telah ditegur secara tertulis.03/2007 sbb : 1) WP dengan kriteria tertentu dapat menyampaikan 1 (satu) SPT Masa untuk beberapa Masa Pajak sekaligus. SPT tidak dilampiri keterangan dan/atau dokumen sesuai dengan Per. Dalam UU KUP yang pasti harus dilampirkan dalam SPT adalah sbb: SPT Tahunan PPh WP yg wajib menyelenggarakan pembukuan harus dilampiri dgn laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi serta keterangan lain yg diperlukan untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak. yang meliputi: a. 181/PMK. {Pasal 4 ayat (4b) UU KUP} Dalam hal WP menunjuk seorang kuasa dengan surat kuasa khusus untuk mengisi dan menandatangani SPT.600. atau d. merupakan satu kesatuan yg tidak terpisahkan.(enam ratus juta rupiah). (Pasal 4 angka 3 UU KUP)  WP dgn Kriteria Tertentu yg dpt melaporkan Beberapa Masa Pajak dalam Satu SPT Masa. c. WP Orang Pribadi dalam negeri. menerima atau memperoleh peredaran usaha dari kegiatan usaha atau penerimaan bruto dari pekerjaan bebas dalam Tahun Pajak sebelumnya tidak lebih dari Rp. terdiri dari: 1) WP Orang Pribadi yang menjalankan kegiatan usaha atau melakukan pekerjaan bebas. menerima atau memperoleh peredaran usaha dalam Tahun Pajak sebelumnya tidak lebih dari Rp. Dalam Pasal 3 ayat 7 UU KUP dinyatakan bahwa. {Ps. b. paling lama 4 bulan setelah akhir Tahun Pajak. SPT tidak ditandatangani. modal WP 100% (seratus persen) dimiliki oleh W N I. b. Ketentuan mengenai dokumen yg harus dilampirkan dlm SPT diatur dgn Peraturan DJP. bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak. kelompok 9 8 . SPT tersebut selanjutnya dianggap sebagai data perpajakan. SPT disampaikan setelah Dirjen Pajak melakukan pemeriksaan / menerbitkan SKP. Mengenai dokumen yang harus dilampirkan pada SPT dalam PMK No. Penandatanganan. Pengisian.c) SPT Tahunan PPh WP Badan. Dirjen Pajak wajib memberitahukan kepada WP (Pasal 3 ayat 7a UU KUP). Dalam hal laporan keuangan diaudit oleh Akuntan Publik tetapi tidak dilampirkan pada SPT. WP dengan kriteria tertentu dan tata cara pelaporan diatur dengan atau berdasarkan PMK No.  SPT dianggap Tidak Disampaikan.-. atau 2) WP Badan yang harus memenuhi kriteria sebagai berikut : a. atau Rangkuman Pajak. 182/PMK. SPT dianggap tidak lengkap dan tidak jelas. Menkeu.900. SPT dianggap tidak disampaikan apabila: a..000. SPT harus dilampiri dgn keterangan dan/atau dokumen sesuai dengan UU Pajak.000. 4 ayat (4)}. serta Tata Cara Pengambilan. Apabila SPT dianggap tidak disampaikan. Dalam Pasal 3 ayat (3a) dan (3b) ditetapkan bahwa WP dengan kriteria tertentu dapat melaporkan beberapa Masa Pajak dalam 1 (satu) SPT Masa. dan b. WP usaha kecil. yang harus memenuhi kriteria sbb : a. sehingga SPT dianggap tidak disampaikan.

Berdasarkan PMK No. Sanksi administrasi dapat berupa denda sebagaimana diatur dalam Pasal 7 UU KUP atau berupa kenaikan sebagaimana diatur dalam Pasal 13 ayat 3 UU KUP.00 (lima ratus ribu rupiah) untuk SPT Masa PPN.000. Apabila berdasarkan penelitian WP tidak memenuhi kriteria. Sanksi bagi WP yang tidak menyampaikan SPT. Dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 25 dan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi yaitu WP Orang Pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi PTKP sebagaimana dimaksud dalam UU PPh. Surat Teguran atas SPT yang tidak disampaikan. WP yang termasuk dalam kriteria tertentu yang bermaksud melaporkan beberapa Masa Pajak dalam satu SPT Masa harus menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Dirjen Pajak paling lambat 2 (dua) bulan sebelum dimulainya masa pajak pertama yang oleh WP akan disampaikan dalam SPT Masa yang meliputi beberapa Masa sekaligus. WP di daerah tertentu. Sanksi pidana dapat berupa kurungan atas tindak pidana kealpaan sebagaimana diatur dalam Pasal 38 UU KUP ataupun penjara atas tindak pidana kesengajaan sebagaimana diatur dalam Pasal 39 UU KUP.00 (satu juta rupiah) untuk SPT Tahunan PPh WP Badan  Rp100.  Sanksi karena tidak menyampaikan SPT. Rangkuman Pajak. dapat diterbitkan Surat Teguran (Pasal 3 ayat 5a UU KUP). Sanksi administrasi berupa denda. dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar:  Rp500. Dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 25 yaitu WP Orang Pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas. Penerbitan Surat Teguran. juga merupakan syarat bagi dikenainya WP yang bersangkutan dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 ayat 3 UU KUP.000. Pasal 7 ayat (1) UU KUP menyatakan apabila SPT tidak disampaikan dalam jangka waktunya atau batas waktu perpanjangan penyampaian SPT.000. c. Apabila SPT tidak disampaikan sesuai batas waktu yang ditentukan atau batas waktu perpanjangan penyampaian SPT Tahunan.000. 183/PMK.b.00 (seratus ribu rupiah) untuk SPT Masa lainnya. Dirjen Pajak memberitahukan secara tertulis kepada WP.  WP PPh tertentu yang dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT.  Rp1. b.00 (seratus ribu rupiah) untuk SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi. disamping merupakan bentuk pembinaan terhadap WP. adalah WP yg tempat tinggal/kedudukan/kegiatan usahanya berlokasi di daerah tertentu yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak. 2) Tata Cara Pelaporan a. b.03/2007 yang dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT dapat diuraikan sebagai berikut: a. Terhadap pemberitahuan secara tertulis dilakukan penelitian.000.  Rp100. kelompok 9 9 . dapat berupa sanksi administrasi ataupun sanksi pidana.

d. Pasal 38 UU KUP tersebut berbunyi: “Setiap orang yang karena kealpaannya: a. c) ledakan bom atau aksi terorisme. atau dipidana kurungan paling singkat 3 bulan atau paling lama 1 tahun.Ayat (2) menyatakan bahwa “sanksi administrasi berupa denda diatas tidak dilakukan terhadap”: a. e. WP Orang Pribadi yg berstatus sebagai W N A yg tidak tinggal lagi di Indonesia. atau e) kegagalan sistem komputer administrasi penerimaan negara atau perpajakan. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. BUT yang tidak melakukan kegiatan lagi di Indonesia. 186/PMK. d) perang antar suku. c. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. atau melampirkan keterangan yg isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dan perbuatan tersebut merupakan perbuatan setelah perbuatan yang pertama kali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13A. atau h. Yg dimaksud dgn WP lain tersebut pada huruf h berdasarkan PMK No.03/2007 adalah WP yg tidak dapat menyampaikan SPT dalam jangka waktu yg telah ditentukan karena keadaan antara lain : a) kerusuhan massal. tetap tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran (Pasal 13 ayat 1 huruf b UU KUP). didenda paling sedikit 1 kali jumlah pajak terutang yg tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 2 kali jumlah pajak terutang yg tidak atau kurang dibayar. menyampaikan SPT. yang ketentuannya diatur dengan Per.” Yang dimaksud dengan perbuatan yang pertama kali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13A adalah “WP yang karena kealpaannya tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT.  Sanksi administrasi berupa kenaikan. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. b. Penetapan WP tersebut dilakukan dengan Keputusan Dirjen Pajak. WP Badan yg tidak melakukan usaha lagi tetapi belum bubar sesuai dgn ketentuannya f. atau b. Bendahara yang tidak melakukan pembayaran lagi. b) kebakaran. kelompok 9 10 . tidak dikenai sanksi pidana apabila kealpaan tersebut pertama kali dilakukan oleh WP dan WP tersebut wajib melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang terutang beserta sanksi Rangkuman Pajak. WP lain yg diatur dengan atau berdasarkan PMK. Sanksi administrasi berupa kenaikan dapat dikenakan melaui penerbitan SKP KB apabila SPT tidak disampaikan dalam jangka waktunya dan setelah ditegur secara tertulis.  Sanksi pidana kurungan. g. WP Orang Pribadi yang sudah tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. WP Orang Pribadi yang telah meninggal dunia. Dari Jumlah pajak dalam SKP KB yang diterbitkan ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sesuai dengan Pasal 13 ayat 3 UU KUP. Menkeu. tidak menyampaikan SPT. Pidana kurungan dalam Pasal 38 UU KUP dikenakan terhadap setiap orang yang karena kealpaannya tidak menyampaian SPT. WP yang terkena bencana.

pengukuhan pengusaha kena pajak) adalah setiap wajib pajak sebagai pengusaha yang dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) berdasrkan undang-undang PPN wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan pengusaha kena pajak (PKP) dan atau pengusaha yang dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak memiliki surat pengukuhan kena pajak yang berisi identitas dan kewajban perpajakan Pengusaha kena pajak. menyampaikan SPT dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. Pasal 39 ayat 1 huruf c dan d UU KUP menyatakan ”Setiap orang yang dengan sengaja: a. Rangkuman Pajak. b) Bagi Wajib Pajak badan. Berkaitan dengan kewajiban melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak. dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan per-UU-an Pajak. NPWP juga dipergunakan untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan pengawasan administrasi perpajakan. atau e-SPT. b.  Sanksi pidana penjara. adalah tempat kedudukan/kegiatan usaha Wajib Pajak.  Tempat pendaftaran NPWP adalah sebagai berikut : a) Bagi Wajib Pajak orang pribadi. kelompok 9 11 . 2.administrasi berupa kenaikan sebesar 200 % dari jumlah pajak yg kurang dibayar yang ditetapkan melalui penerbitan SKP KB”. b. Memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT Tahunan 2. Mengungkapkan ketidakbenaran pengisian SPT C. dan 3. SPT Masa Pemungut PPN SPT tersebut berbentuk: formulir kertas (hardcopy). adalah pada Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak.  Hak WP berkaitan dengan penyampaian SPT. objek pajak dan/atau bukan objek pajak. Setiap WP (Wajib Pajak) hanya diberikan satu NPWP. SPT Masa PPh. dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan melalui SPT. tidak menyampaikan SPT. Membetulkan SPT 3. SPT terdiri dari : a. WP mempunyai hak-hak sbb : 1. terkena sanksi pidana antara 6 bulan s/d 6 tahun dan denda antara 2 s/d 4 kali. SPT Masa yang meliputi : 1.  SPT adalah surat yang oleh WP digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak. SPT Masa PPN.  NPPKP (No. objek pajak dan/atau bukan objek pajak. SPT Tahunan PPh. Kesimpulan/Kesepakatan Materi Dalam Diskusi  Nomor Pokok Wajib Pajak adalah suatu sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak.

Lampiran DAFTAR HADIR DISKUSI KELOMPOK Hari/Tanggal Tempat : Selasa. 1. kelompok 9 12 . 1 Oktober 2013 : Perpusatakaan Lantai III FE Unimed NO 1 2 3 NIM 7123220050 7123220058 7123220060 Nama Mahasiswa/i Rini Handayani Vany Nabila Welianus Zega 3.D. Rangkuman Pajak. Tanda Tangan 2.

Berikut ini adalah contoh NPWP. kelompok 9 13 . formulir NPWP.2 Rangkuman Pajak.1 Gambar 1. dan SPT Gambar 1.

3 Rangkuman Pajak.Gambar 1. kelompok 9 14 .

Gambar 1. kelompok 9 15 .4 Rangkuman Pajak.

kelompok 9 16 .5 Rangkuman Pajak.Gambar 1.

kelompok 9 17 .6 Rangkuman Pajak.Gambar 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful