P. 1
Resume Ilmu Dakwah

Resume Ilmu Dakwah

5.0

|Views: 6,506|Likes:
Published by fadhli azh

More info:

Published by: fadhli azh on Jul 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

Resume

ILMU DAKWAH

1. Pengertian dan Tujuan Dakwah
a. Pengertian Dakwah
Berbicara mengenai pengertian dakwah, dapat dikemukan
dalam dua bentuk pengertian yaitu :
1. Secara Etimologi
Kata dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu da’aa, yad’u,
da’watan. Yang artinya menyeru, memanggil, mengajak menjamu.
1

Menurut Toha Oemar, kata dakwah berarti seruan, ajakan,
panggilan dan undangan.
2
Asal kata da’a mempunyai arti ganda
tergantung kepada pemakainya dalam kalimat seperti yang
terdapat dalam surat Yunus ayat 108 yang berbunyi :




Artinya : Katakanlah ini jalan agamaku, aku dan orang-orang
yang mengikuti, mengajak kamu kepada Allah dengan
hujjah yang nyata, Maha Suci Allah dan aku tidak
termasuk orang-orang yang musyrik (QS. Yunus ayat
108)
3


1
M.Yunus, Kamus Bahasa Arab, (Jakarta: Yayasan Penyelenggara
Terjemah Al-Qur’an, 1973), h. 127
2
Toha Yahya Oemar, Ilmu Dakwah (Jakarta: Widjaja, 1983), h. 1
3
Departemen Agama R.I Al- Qur’an Dan Terjemahanya ( Bandung : Gema
Risalah Press.1989 )h. 365
1

¯_· !..!.. '!.l¦ .· `.é´.l> ´_>l¦ . ¯.>.¯¸ .· _..>¦ !..¦· _..¯.´.
.«.±´.l .´. _. !..¦· ´_.. !.¯.l. !.´. !.¦ .>.l . _.é´.. ¸¸¯



2
Dalam ayat diatas dakwah berarti mengajak. Untuk jelasnya
perkataan dakwah ini secara etimologi atau bahasa akan penulis
kemukakan beberapa pendapat para ahli diantaranya :
1. Hamzah Ya’cub
Menurut Hamzah Ya’cub perkataan dakwah berasal dari
bahasa Arab yaitu da’watan artinya ajakan, seruan,
panggilan, undangan.
4

2. Salahuddin Sanusi
Menurut Salahuddin Sanusi, dakwah itu diambil
perkataan yang artinya menyeru, mengajak kepada
sesuatu.
3. Farid Ma’ruf
Dakwah menurut logat adalah menyeru atau mengajak
kepada sesuatu perkara, yakni kepadaKu, agar mereka
selalu berada dalam kebenaran.
5

Jadi dakwah menurut bahasa adalah seruan, ajakan,
panggilan. Penulis lebih cendrung kepada pendapat Farid Ma’ruf
yang lebih jelas mengungkapkan pengertian dakwah yaitu
menyeru, mengajak kepada kebaikan, kebenaran (ajaran Islam)

4
Hamzah Ya’cub. Publisistik Islam Teknik Dakwah Dan Leadership
(Bandung : CV Diponegoro, 1981), h. 13
5
Salahuddin Sanusi, Pembahasan Sekitar Prinsip-Prinsip Dakwah
Islamiyah (Semarang : Ramadhani. 1964), h. 10


3

N ´.,> !..¦ _...`s.. «.l| ´,l .«l :´.s: _· !´..´.l¦ N´. _· :,>N¦ _¦´. !.:,. _||
´<¦ ´_¦´. _.·¸..l¦ ¯.> ´..>.¦ ¸!.l¦ '¯


.´. .«...¦´. _¦ ».1. '.!.´.l¦ `¯¸N¦´. .:,.!. ¯.. ¦:| ¯.´!s: :´.s: ´.
¯¸N¦ ¦:| `...¦ _.`>`,>´ ''

karena istilah dakwah digunakan dalam menyebarkan agama
Islam.
Dalam Al-Qur’an banyak terdapat kata-kata dakwah seperti
yang terdapat dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Mu’min
ayat 43:



Artinya : Sudah pasti apa yang kamu seru supaya aku beriman
kepadaNya tidak dapat memperkenankan seruan
apapun, baik didunia maupun diakhirat dan
sesungguhnya kita kembali kepada Allah, dan
sesungguhnya orang-orang yang melampau batas
mereka itulah penghuni neraka. (QS. Al-Mu’min ayat
43).
6

Dalam surat Ar-Rum ayat 25 yang berbunyi :





Artinya : Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah
berdirinya langit dan bumi dengan iradatNya, kemudian
apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi,
sekitika itu juga kamu keluar (dari kubur), (QS. Ar-Rum
ayat 25).
7


Selanjutnya dalam surat Yusuf ayat 33 yang berbunyi
sebagai berikut :

6
Departemen Agama R.I., op.cit, h. 765
7
Ibid, h. 644


4


_!· .´¸ >.l¦ ´.>¦ ´_|| !´.. _...`s.. «.l| N|´. .¸`.. _¯.s ´>..´
´..¦ ´.¯. l| ´¦´. ´. _.l±.>'¦ ¯¯


Artinya : Yusuf berkata “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku
sukai dari pada memenuhi ajakan mereka kepadaku
dan jika tidak engkau hindarkan dari padaku tipu daya
mereka tentu aku akan cendrung untuk (memenuhi
keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-
orang yang bodoh. (QS. yusuf Ayat 33).
8


Dalam ayat diatas kata-kata dakwah dalam surat Al-Mu’min
ayat 43 berarti seruan, dalam surat Ar-Rum ayat 25 berarti
memanggil dan dalam surat Yusuf ayat 33 berarti ajakan. Pada
ketiga ayat tersebut maka dakwah menurut bahasa atau logat
adalah seruan, ajakan, panggilan manusia ke jalan Allah SWT.
2. Secara Terminologi
Terdapat berbagai pendapat para ahli tentang pengertian
dakwah secara terminologi, hal ini tergantung pada sudut
pandang mereka dan pemahaman mereka di dalam memberi
pengertian dakwah itu, sehingga definisi menurut pakar yang satu
sama lainya sering terdapat perbedaan dan juga terdapat
persamaan. Untuk lebih jelasnya di bawah ini akan disajikan
beberapa definisi dakwah menurut para ahli diantaranya :



8
Ibid., h. 353


5
1. M. Isa Anshari
Dakwah adalah menyampaikan seruan Islam, mengajak
dan memanggil ummat manusia agar menerima dan
menyampaikan keyakinan pandangan hidup Islam.
9

2. Arifin
Dakwah adalah suatu ajakan yang baik dalam bentuk
lisan, tulisan, tingkah laku dan sebagainya, yang
dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha
mempengaruhi orang lain, baik secara kelompok supaya
timbul dalam dirinya, pengertian, kesadaran, sikap,
penghayatan serta pengamalan terhadap ajaran agama
sebagai massage yang disampaikan kepada tanpa adanya
unsur-unsur paksaan.
10

3. Zainuddin M.Z
Dakwah adalah usaha memberikan jawaban Islam
terhadap problem kehidupan yang dialami oleh ummat
manusia, dimana dari usaha tersebut akan melahirkan
kepada ajaran Islam yang diserukan oleh juru dakwah.
11



9
M. Isa Anshari, Mujahid Dakwah, (Bandung : CV Diponegoro, 1997)
Cet.ke 11.h, 17
10
Arifin .Psikologi Dakwah Suatu Pengantar Studi (Jakarta : Bulan
Bintang, 1977), h.17
11
Zainuddin M.Z., Rahasia Keberhasilan Dakwah, (Surabaya : Ampel
Suci, 1994), h. 110


6
4. Effendi Zakarsi, dkk
Dakwah adalah suatu seruan dalam berbagai bentuk
yang diajukan kepada seluruh masyarakat agar dapat
melakukan seruan yang dibawa Rasulullah.
12

5. Khaidir Khatib Bandaro
Dakwah adalah suatu proses penyelanggaraan suatu
usaha atau aktifitas yang dilakukan dengan sadar dan
sengaja dalam upaya meningkatkan taraf nilai hidup
manusia yang sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul
oleh seseorang atau sekelompok secara sadar dan
berencana dalam bentuk lisan, tulisan, perbuatan dalam
upaya menimbulkan pengertian, kesadaaran,pengalaman
terhadap ajaran Islam.
13

Bedasarkan pengertian diatas dapat penulis simpulkan
bahwa yang dimaksud dengan dakwah ialah suatu yang baik dan
benar, dilakukan melalui lisan, tulisan maupun perbuatan guna
untuk menyampaikan ajaran Islam kepada ummat manusia.
Di tengah-tengah perkembangan dan pembangunan sektor
komunikasi yang mengembirakan saat ini, ditambah dengan

12
Effendi Zakarsi Dkk, Metodologi Dakwah Terhadap Wanita, (Proyek
Penerangan Bimbingan dan Dakwah Khotbah Agama Islam Pusat, Depag , 1979)
h. 36
13
Khaidir Khatib Bandaro, Suatu Studi Tentang Ilmu Dakwah, Tabligh,
Khutbah Menuju Para Da’i Mubaligh dan Khatib Profesional, (Padang : Syamsa
Offset, 1996), h. 4


7
semakin komplitnya kehidupan manusia maka dakwah melalui
tulisan akan bertambah penting sebagaimana ungkapan Muttaqin
dalam bukunya Peranan Dakwah Dalam Pembangunan Manusia,
bahwa, ”bila kehidupan manusia bertambah komplek, waktu
berkumpul bertambah sempit maka dakwah lisan merupakan
bahagian yang terkecil dalam dakwah, sebaliknya dakwah melalui
tulisan, lukisan, perbuatan akan merupakan dakwah yang paling
besar dalam komunikasi mutakhir nanti“.
14

Tanpa mengenyampingkan peranan media lain, saat
sekarang ini berdakwah melalui tulisan merupakan langkah yang
tepat dalam menyampaikan ajaran Islam kepada Umat manusia .
2. Tujuan Dakwah
Dalam proses dakwah tujuan adalah salah satu yang paling
penting dan sentral. Dengan melihat pendapat para ahli maka
kebahagian dan kesejahteraan hidup baik di dunia maupun di
akhirat adalah merupakan suatu nilai dan cita-cita yang luhur
yang hendak dicapai melalui dakwah. Manusia bisa hidup bahagia
dan sejahtera apabila dia tahu fungsinya sebagai hamba Allah
SWT dan khalifah di muka bumi ini. Sebagai hamba Allah SWT ia
akan berbakti kepada Tuhannya, mengikuti segala perintahNya

14
E.Z Muttaqin. Peranan Dakwah Dalam Pembanguna Manusia,
(Surabaya : Bina Ilmu, 1982 ), h. 66


8
dan meninggalkan segala laranganNya, kemudian menegakkan
prinsip-prinsip amar ma’ruf nahi mungkar.
Tujuan dakwah ini dimaksudkan untuk memberi arah atau
pedoman bagi gerak dan langkah dakwah. Sebab aktifitas apapun
tanpa tujuan yang jelas dan terarah, termasuk didalamnya
dakwah, maka kurang berarti. Dengan demikian tujuan dakwah
sama pentingnya dengan unsur-unsur lainya (subjek, objek,
metode).
Mengenai tujuan dakwah ini para ahli mempunyai pendapat
yang berbeda dalam sudut pandangan, akan tetapi tujuan
akhirnya adalah sama, yaitu membangun dan mengerakkan
manusia kearah yang paling baik untuk mencapai kesejahteraan
hidup di dunia dan di akhirat kelak.
Untuk memperjelas tujuan dari dakwah tersebut penulis
mengutip beberapa pendapat para ahli, diantaranya :
1. KH. Abdurrahman Arrosi, dalam bukunya Laju Zaman
menentang Dakwah, beliau menjelaskan bahwa tujuan
dakwah adalah memproduksi manusia mu’min dan
muttaqin, sebab iman dan takwa adalah untuk mencapai
baldatun tayyibatun warabbun ghafur (negara adil
makmur yang penuh redha illahi dan penuh barakah).
15


15
Abdurrahman Arrasosi, Laju Zaman Menentang Dakwah, (Bandung::
Remaja Rosdakarya, 1986 ), h. 60


9
2. Prof. Dr. Hamka mengatakan bahwa tujuan dakwah yang
utama adalah mengubah pandangan hidup. Jadi maksud
dakwah adalah menyadarkan manusia akan arti yang
sebenarnya dari hidup ini dan mengeluarkan dari gelap-
gulita kepada terang-benderang.
16

3. Drs. H. Toto Tasmara dalam bukunya Komunikasi
Dakwah mengatakan bahwa tujuan dakwah adalah
terjadinya perubahan tingkah laku, sikap atau perbuatan
yang sesuai dengan pesan-pesan risalah Al-Quran dan
Sunnah.
17

Dengan memperhatikan ketiga pendapat diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa tujuan dakwah adalah memproduksi manusia
mukminin dan muttaqin dan menyadarkan akan arti hidup yang
sebenarnya serta terjadi perubahan tingkah laku yang sesuai
dengan risalah Al-Quran dan Sunnah untuk kebahagian dan
kesejahteraan hidup baik di dunia maupun di akhirat kelak. Itulah
cita-cita luhur yang dikehendaki oleh dakwah .
Apabila manusia telah mematuhi dan mengamalkan Islam
sebagai agamanya dan dijadikan satu-satunya pedoman hidup
dengan menjalani dan mengatur segala segi kehidupan lahir

16
Hamka, Prinsip dan Kebijakan Dakwah Islam, (Jakarta: Pustaka
Panjimas, 1984 ), h. 49
17
Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta: Gaya Media Pratama,
1997), h. 47


10
bathin, sesuai dengan kehendak Allah SWT maka dapat dikatakan
tujuan dakwah telah berhasil dicapai dengan baik. Tujuan ini
sesuai dengan hakikat hidup manusia di atas dunia ini
sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzariyat ayat
56 yang berbunyi :



Artinya : Dan Aku tidak ciptakan jin dan manusia, melainkan
mereka menyembahKu. (QS. Adz-Dzariyat ayat 56).
18


Dengan mengemukakan tujuan dakwah kiranya dapat
dipahami bahwa tujuan dari usaha-usaha dalam Islam adalah
untuk membentuk masyarakat atau manusia, baik sikap maupun
prilaku perbuatanya agar dapat menikmati kesejahteraan dan
kemaslahatan hidup di dunia dan di akhirat. Hal ini berarti bahwa
usaha dakwah, baik dalam bentuk menyeru atau mengajak
manusia dengan bentuk-bentuk lainya mempunyai maksud
supaya yang kita ajak itu mau menerima dan memeluk agama
Islam. Maka kita akan tetap melakukan dakwah agar mereka
hidup sejahtera lahir bathin baik di dunia maupun di akhirat .
Untuk tercapainya tujuan dakwah maka kegiatan dakwah,
melalui tulisan ini akan sangat berguna sekali dalam membawa
perubahan sikap dan tingkah laku tersebut sesuai dengan ajaran
Islam.

18
Departemen Agama R.I, op.cit., h. 862

!.´. ·1l> ´>'¦ ´.N¦´. N| _...-´.l ''



11
3. Materi Dakwah
Materi dakwah yang akan disampaikan ialah ud’u ila sabili
rabbika. Yaitu ajaklah kepada jalan Tuhanmu. Jalan Tuhan
adalah Dinul Islam secara keseluruhan yang sumber intinya
adalah Al-Quran dan Sunnah, sedangkan pengembangannya
kemudian akan mencakup seluruh kultur Islam yang murni yang
bersumber dari kedua pokok ajaran Islam itu :







Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan
RasulNya dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika
kamu berbeda pendapat tentang sesuatu maka
kembalikanlah ia kepada Allah dan RasulNya (Al-Quran
dan Sunnah) jika kamu benar-benar beriman kepada
Allah dan hari kemudian. Itu lebih utama bagimu dan
lebih baik akibatnya, (QS . An-Nisa’ ayat 59).
19

Materi dakwah Islam itu luas sekali seluas kehidupan
manusia di dunia dan diakhirat. Materi yang luas dan lengkap itu
sudah tentu memerlukan pemilihan-pemilihan dan membuat
prioritas-prioritas, dengan memperhatikan situasi dan kondisi
kemasyarakatan yang ada serta menempuh bermacam-macam
metode pendekatan, misalnya pendekatan subtansial, situasional
kondisional dan kontekstual, disamping itu karena pesan-pesan


19
Departemen Agan R.I., op.cit., h. 128

!..!.. _·¦ ¦.`..¦´. ¦.`-.L¦ ´<¦ ¦.`-.L¦´. _..¯,l¦ _|`.¦´. ¸¯.N¦ `.>.. _¦·
..s,.´.. _· .`_: :.:`,· _|| ´<¦ _..¯,l¦´. _| ...´ _.`..¡. ´<!. .¯.´.l¦´ . ,>N¦
il: ¸¯.> .>¦´. *..!. ''


12
dakwah ini haruslah manusiawi yang diharapkan dapat
membentuk pengalaman sehari-harinya menurut tatanan agama.
Maka materi dakwahpun harus meningkatkan kemampuan dan
akomodasi manusia dalam kehidupan. Oleh sebab itu secara
teknis dakwah tidak dapat terlepas dari dua hal pokok yakni
kemampuan penerima dakwah dan tingkat berpikirnya, keperluan
masyarakat objek atau atas permintaannya .
20

Jelasnya materi dakwah harus tetap fundamental, walaupun
harus di sampaikan dengan metode-metode yang berfariasi, sistim
yang proporsional dan teknis yang relefan dan ideal.
Abu Zahrah mengatakan, “Sesungguhnya dakwah Islam itu
terdiri atas materi dan dalil-dalilnya yaitu sebagai berikut:
1. Akidah Islamiyah, yaitu akidah wahdaniyah (meng-
Esakan Allah). Penjelasannya dapat diambil dalam Al-
Quran dan keterangan Asma al-Husna atau sifat Allah
yang Maha Tinggi.
2. Percaya kepada Al-Quran ,bahwa Al-Quran itu
diturunkan dari Allah dan dapat melumpuhkan bangsa
Arab untuk membuat yang serupa .
3. Mereka memiliki hadis-hadis yang memang dapat
menumbuhkan semangat takwa kepada lubuk hati dan

20
Jamaluddin Kafie, Psikologi Dakwah, (Surabaya : Indah, 1993) h. 36


13
menyentuh jiwa kemudian mengajarkan kepada mereka
tentang perjalanan hidup Muhammad Rasulullah .
4. Mengesahkan perjalanan hidup Muhammad yang suci
dan melaksanakan berbagai segi yang menunjukan
bahwa Muhammad itu benar dan dapat dipercaya dan
mempunyai ahlak yang mulia .
5. Menjelaskan tujuan Islam bagi indifidu dan masyarakat
dengan prinsip menghormati manusia hal itu
menjelaskan secara rinci sedangkan hanya Allah
sematalah yang dapat memberikan petunjuk kepada
pesamaan konsepsi hidup.
21

4. Metode Dakwah
Kata metode sering dipakai dalam bahasa Indonesia yang
dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan, “metode ialah cara
yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mendapatkan maksud
cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu
kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan “.
22

Akan tetapi yang dimaksud dengan metode disini adalah
metode dakwah, yakni sebuah cara menyampaikan ide kepada
orang lain dengan tujuan perubahan sikap atau tingkah laku

21
Abu Zahrah, Dakwah Islamiyah, (Bandung : Remaja RosdaKarya,
1994), h. 159-161
22
Depdikbud R.I, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai
Pustaka, 1989), h. 915


14
sehingga yang diajak mau mengikuti dan melaksanakan apa yang
disampaikan oleh seorang da’i.
Dalam surat An-Nahal ayat 125 berbunyi:

~:¦ _|| _... i.´¸ «.>>'!. «Ls¯..l¦´. «´..>'¦ .±l..>´. _.l!. ´_> .>¦
_| i`.´¸ ´.> `.ls¦ .. _. s .... ´.>´. `.ls¦ _·. .±.l!.

Artinya : Serulah manusia kejalan Tuhanmu dengan jalan
hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka
dengan cara yang lebih baik.
23

Dari ayat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa
metode dakwah adalah :
a. Hikmah (kebijaksanaan) yaitu perkataan yang benar
lurus, yang disertai dengan dalil-dalil yang menyatakan
kebenaran dan menghilangkan keragu-raguan. Dalam
artikata dakwah hendaklah disesuaikan dengan
kemampuan dan tingkat berfikir masyarakat yang
hendak kita dakwahi. Tidak membebani mereka, tidak
menakuti mereka akan tetapi dapat menghibur dan
menyejukan hati mereka serta dapat memecahkan dan
dapat mencari jalan keluar dari kesulita-kesulitan
mereka, bukan sebaliknya. Dengan demikian dakwah
yang dilakukan dengan cara paksaan, kekerasan dan
tindakan-tindakan yang tak mengenal prikemanusiaan

23
Depertemen Agama , op.cit., h. 421


15
pada hakekatnya bukan dakwah. Hal semacam ini
bertentangan dengan ayat tersebut di atas. Sedangkan
pengertian hikmah dalam da’i sangat luas mencakup
segala taktik, cara, sistim, strategi dan sebagainya yang
dilakukan oleh pelaku dakwah sesuai dengan situasi dan
kondisi yang dihadapi di mana dan kapan saja.
b. Mau’izatil Hasanah, metode ini sasarannya adalah orang-
orang yang awam atau orang yang kebanyakan. Maka
dikehendaki dalam merencanakan materi dakwah harus
sesuai dengan daya tangkap mereka dihadapan mereka.
Tidak pada tempatnya apabila diucapkan kata-kata yang
sulit dimengerti seperti banyak menggunakan istilah-
istilah asing, dan kalaupun terpaksa menyebutkanya
harus di jelaskan dengan baik begitu juga dalil-dalil yang
dikemukakan hendaklah banyak mengetuk bathiniah
atau keyakinan, sehingga bisa mendatangkan kelegaan
terhadap jiwa mereka. Sebab tujuan dakwah yang utama
adalah perobahan sikap, pikiran dan bagaimana mereka
supaya menjalankan syariat Islam dengan penuh rasa
tanggung jawab yang timbul dari hati nurani yang penuh
ikhlas untuk melaksanakannya.
c. Mujadallah, yaitu perdebatan-perdepatan yang lebih baik,
sesuai dengan nalar mereka, dengan mengadakan dialog,


16
diskusi-diskusi tentang sesuatu yang dapat dimengerti
dan dipahami oleh mereka dengan penuh keakraban dan
kasih sayang terhadap mereka, mendorong untuk
berpikir sehat. Metode ini biasanya dipergunakan untuk
golongan cerdik dan cendikiawan yang cinta akan
kebenaran dan dapat berfikir secara kritis, cepat dan
dapat menangkap arti persoalan. Inilah yang menjadi
dasar pendapat yang mengatakan bahwa dakwah
hukumnya fardhu kifayah. Karena dakwah kepada
golongan ini memerlukan keterampilan khusus .
24

Dengan demikian apabila para da’i berpegang kepada
tuntunan Al-Quran sebagaimana dalam surat An-Nahal ayat 125,
dapat diharapkan dakwah akan mencapai sasaran. Dengan
demikian dakwah dapat menjadi obat penyejuk hati, pelipur lara
dan menawar dahaga.
Sepanjang uraian dari bahasan di atas yang perlu
diperhatikan oleh juru dakwah atau da’i adalah bagaimana
dakwah yang hendak disampaikan itu dalam cara penyampaian
yang sesuai dengan kemampuan akal si penerima dakwah itu
sendiri. Ada kalanya pola berfikir masyarakat sangat dipengaruhi
pula oleh latar belakang ekonominya, sosial budaya, pengalaman

24
Muhammad Natsir, Fiqhud Dakwah (Jakarta : Dewan Dakwah
Islamiyah, 1978) h. 162


17
hidup mereka dan lain sebagainya, untuk itu Nabi Muhammad
memberikan petunjuk umum dalam sabda beliau:
.il!¸ás ¸.ál! _ls ¸¹.l! .æ¹>

Artinya : Berbicaralah dengan manusia menurut kadar akal
(kecerdasan) mereka masing-masing.
25


Maka dari hadis tersebut di atas Rasulullah SAW,
memberikan tuntunan agar dalam menyampaikan informasi, ide,
gagasan terhadap suatu pesan yang disampaikan di tengah
masyarakat. Maka kegiatan dakwah melalui tulisan harus juga
disesuaikan dengan tingkatan akal atau kecerdasan mad’u
tersebut supaya penyampaian dakwah itu dapat di mengerti dan
dipahami oleh mad’u.



Paaavg. ¡vti 200:
Disusun kembali oleh
Iadhli Azhhari, S. Sos. I

25
Musnad Imam Ahmad Bin Hambal, Jus III, h. 54

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->