P. 1
Struktur Organisasi_Dasar-dasar Organisasi Psikologi USU

Struktur Organisasi_Dasar-dasar Organisasi Psikologi USU

|Views: 60|Likes:
Published by Dwika Septian Ihsan
Mangunjaya, Wustari H. 2002. Organisasi : Struktur, Proses, dan Desain
Mangunjaya, Wustari H. 2002. Organisasi : Struktur, Proses, dan Desain

More info:

Categories:Topics
Published by: Dwika Septian Ihsan on Oct 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2014

pdf

text

original

DASAR-DASAR ORGANISASI

STRUKTUR ORGANISASI
Oleh : KELOMPOK III Putri Carolina Phn Dwika Septian Ihsan Agiska Ostavia Tarigan Sakti Wibowo Khairunniswah 091301004 091301013 091301060 101301013 101301084

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013/2014

yaitu:  Pembagian Tugas Adanya pembagian tugas. Kompleksitas Dalam hubungannya dengan kompleksitas. Struktur organisasi berhubungan dengan pengalokasian tugas dan tanggung jawab serta koordinasi diantaranya. yang sering kali terjadi adalah melakukan perubahan struktur organisasi atau bisa disebut dengan retrukturasi. tingkatan/ jenjang hirarki. Selain itu kompleksitas dapat dilihat juga dari aspek: . sistem.  Koordinasi Adanya kerjasama dari berbagai pekerjaan untuk menyelesaikan suatu kegiatan. KOMPONEN STRUKTUR ORGANISASI 1. PENGERTIAN STRUKTUR ORGANISASI Robbins (1990): Struktur organisasi menerangkan bagaimana suatu tugas dialokasikan.STRUKTUR ORGANISASI Efektivitas suatu organisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain: strategi. dan terjadi adanya koordinasi diantara tugas-tugas tersebut. ESENSI STRUKTUR ORGANISASI Dalam struktur organisasi memiliki esensi yang menurut Robbins (1990) dan Mintzberg (1993) menyatakan bahwa setiap kegiatan manusia yang terorganisasi memiliki dua persyaratan dasar yang sebenarnya saling bertentangan. maupun struktur. Mintzberg (1993): Struktur organisasi adalah sejumlah cara yang dapat membagi suatu tugas menjadi pekerjaan kecil. siapa melapor pada siapa. serta pola-pola interaksi yang terdapat didalamnya. Struktur organisasi seringkali dianggap suatu faktor penting yang memepengaruhi jalannya serta kinerja dari suatu organisasi. maka yang dibahas antara lain terkait dengan: luasnya diferensiasi. mekanisme koordinasi formal. Sehingga pada waktu terjadinya perubahan dan pengembangan organisasi. spesialisasi. yang dapat membagi tugas menjadi pekerjaan kecil yang harus dilakukan oleh orang atau bagian tertentu. SDM.

level/ hirarki. Besar dan jumlah pekerjaan 2. Jumlah dan karakteristik sumber daya manusia di suatu unit kerja 8. Besar suatu unit kerja 7. dasar dan kriteria pemeglompokkan sutau tugas/ kelompok supaya . 2. tugas. banyak faktor yang perlu doperhatikan. c. maka karakteristik yang perlu dinilai pada suatu posisi antara lain adalah: 1. amupun jenis pekerjaan. 3. Standarisasi kewenangan/ kekuasaan 9. MENDESAIN POSISI INDIVIDU Dalam menempatkan suatu individu pada posisi teretntu. Dasar pengelompokkan unit kerja 6. Formalisasi Adanya formalisasi dari peraturan dan prosedur yang antara lain melakukan standarisasi berupa tugas-tugas yang terdapat dalam organisasi. maupun tanggung jawab pekerjaannya. Spesialisai pekerjan 3. Kewenangan pengambilan keputusan dan pendelegasian MENDESAIN STRUKTUR ORGANISASI Mendesain suatu organisasi. Kompleksitas ruang (Spatial). Komplesitas horizontal. Standarisasi pekerjaan 4. antara lain bagaimana fungsi. Dalam hal ini banyak tergantung falam jenis tugas. yaitu yang berhubungan dengan ruang gerak dan waktu. Persyaratan pengetahuan dan keterampilan 5. yaitu derajat diferensiansi berdasarkan unit. Kompleksitas vertikal. b. Sentralisasi Deskripsi mengenai bagaimana cara mengambil keputusan di dalam organisasi. yaitu berhubungan dengan besar tipe pekerjaan. maupun fungsi dalam organisasi.a. Mekanisme kerja/ cara koordinasi 10.

Sehingga pengelompokkan memilikiberbagai fugsi dan peran penting. Pengelompokan merangsang adanya penyesuaian mutual. 1993). Posisi-posisi dapat dikelompokkan untuk merangsang munculnya interaksi berdsarkan proses. 3. 2. mereka mengontrol proses kerja. mereka akan belajar satu sama lain dan akan lebih dapat menyesuaikan satu sama lain dan akan lebih dapat menyesuaikan diri pada tugasnya masing-masing. Karena kadang kala dalam organisasi satu . 3. 2. Pengelompokkan menuntut adanya posisi dan unit untuk bersama-sama menggunakan sumber daya yang ada. bahkan bila berdasarkan atau koordinasi alur kerja. yang akan menuju pada pengelompokkna berdasarkan fungsi. 4. Bila para spesialis dikelompokkan. Ketergantungan Proses/ Fungsi (Process Interdependencies) Ketergantungan dapat juga dilakukan berdasarkan spesialisasi. antara lain: 1. Ketergantunga Alur Kerja (Work Flow Interdependencies) Pengelompokan berdasarakan alur kerja dapat menciptakan rasa “menyelrsaikan tugas secara keseluruhan”. 1990 & Mintzberg. Ketergantunga Skala Ekonomi ( Scale Interdependencies) Unit/ atau kelompok dapat juga dibentuk untuk mencapai besaran tertentu untuk dapat berfungsi secara efektif. Pada pengelompokan berdasarkan alur kerja. para pekerja memiliki integritas teritorial. dan standarisasi. KRITERIAN PENGELOMPOKKAN Dasar dari kriteria pengelompokkan yaitu antara lain: 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi organisasi dalam memilih dan mendesain sturktur organisasi yaitu: FUNGSI PENGELOMPOKAN Pengelompokan adalah alat pokok untuk mengkoordinir pekerjaan dalam suatu organisasi. Pengelompokkan menciptakan pengakuan kinerja yang standar. Pengelompokkan dapat menciptakan suatu sistem supervisi diantara posisi dan unit. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengelompokkan dapat menstimulasi adanya berbagai mekanisme penting.dapat menentukan pembagian tugas dan koordinasi yang efektif (Robbins. penyesuaian mutual.

DASAR-DASAR PENGELOMPOKKAN Pengelompokkan dapat dilakukan berdasarkan : 1. Gabungan Keterangan tentang dasar-dasar pengelompokkan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Klien/pasar 7. Keterampilan & pengetahuan 6. ketergantunga alur kerja.jenis pekerjaan untuk tiap orang tidak memungkinkan. maka desain dan struktur biasanya merupakan kompromi dari berbagai faktor obyektif. 4. dan ketergantunga sosial merupakan kriteria prima di organisasi dalam mendesain suatu unit maupun kelompok. Hal ini menciptakan timbulnya suatu spesialisasi proses. Maka dari keempat kriteria diatas yaitu. Kadang kala pekerjaan harus dibentuk menjadi suatu kelompok untuk dapat saling memberikan dukungan dan bantuan dalam situasi yang sulit. Lokasi/tempat 5. Biasanya dari satu bagian dengan bagian lain memiliki keterkaitan . Berdasarkan ini. Sehingga diperlukan pengelompokkan berdasarkan skala ekonomi. ketergantungan skala ekonomi. faktor kepribadian biasanya pegawai lebih menyukai untuk dikelompokkan berdasarkan kedekatan/ kesesuaian. Hal ini disebut dengan sosioteknikal. Proses Pekerjaan Unit dapat dibagi berdasarkan proses atau aktivitas yang dilakukan oleh pekerja. Faktor sosial lain yang ikut berpengaruh antara lain adalah jenis pekerjaan. alur kerka dan proses. Ketergantunga Sosial ( Social Interdependencies) Pengelompokkan juga dapat dibuat berdasarkan hubungan sosial yang terjadi. Produk/keluaran 4. Faktor subyektif. kepribadian dan sosial. Matrix 8. ketergantungan proses. Fungsi 3. Proses pekerjaan 2.

. yaitu organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan. Misalnya : di pabrik. Ciri-ciri organisasi fungsional antara lain : a. Fungsi Posisi dapat juga dibagi berdasarkan fungsi yang dilakukan di organisasi. dibagi berdasarkan bagian assembling.yang erat. las. dalam organisasi fungsional koordinasi dititikberatkan pada eselon atas c. Pembagian unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugas d. dan sebagainya. Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan proses kerja: Kekuatan :    Terdapat pembagian tugas secara tegas dan jelas Tidak terdapat tumpang tindih pekerjaan Dapat mendidik pegawai menjadi terspesialisasi pada pekerjaan tertentu Kelemahan :  Diperlukan koordinasi yang erat antar bagian  Dengan terspesialisasi pada satu jenis pekerjaan. Misalnya : produksi. tidak perlu atas nama Direktur utama. Diperlukan pelatihan terlebih dahulu bila akan dilakukan rotasi pegawai 2. Pengelompokkan berdasarkan fungsi dapat juga disebut sebagai organisasi fungsional. marketing. biasanya mengarah pada aktivitas yang rutin dan monoton sehingga membuat pegawai menjadi bosan dan jenuh  Sukar melakukan rotasi. Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan b. dsb. Para direktur mempunyai wewenang komando pada unit-unit yang berada di bawahnya atas namanya sendiri. keuangan. Dalam melaksanakan tugas tidak banyak koordinasi terutama pada tingkat pelaksanaan bawahan karena bidang tugasnya sudah tegas dan jelas digariskan.

yaitu dengan mengelompokkan pegawai bersama-sama. sehingga kesimpang-siuran dapat diatasi  Spesialisasi para karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin  Solidaritas kelompok tinggi. Karena bila tidak dikelompokkan. Struktur fungsional cenderung untuk menciptakan hambatan antara area fungsional yang berbeda . solidaritas dan kedekatan antar karyawan yang menjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi  Koordinasi lebih baik . akan menciptakan transfer pengetahuan dan keterampilan  Spesialisasi. Kekuatan dan kelemahan organisasi fungsional Hodge & Anthony (1988) dan Galbraith dkk (2002) menyatakan beberapa kekuatan dan kelemahan dari struktur fungsional sebagai berikut: Kekuatan :  Dapat berbagi pengetahuan. dengan struktur ini efisiensi akan lebih dapat dicapai  Standarisasi. struktur ini akan mengurangi duplikasi dan variasi pada sistem dan prosedur. sehingga tidak terdapat standarisasi  Pembidangan tugas-tugas jelas. Padahal sebuah perusahaan biasanya memanajemeni berbagai produk dan jasa  Kesulitan dalam proses lintas fungsional.Organisasi fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan di mana pembidangan tugas umpanya unit produksi. unit keuangan dan lain-lain bekerja sendiri-sendiri (mandiri) tetapi berhubungan satu dengan lainnya. masing-masing dapat membuat sistem dan prosedurnya sendiri. karena masing-masing sudah mempunyai pengertian yang mendalam mengenai bidangnya Kelemahan :  Lebih efektif untuk satu jenis produk dan jasa. unit pemasaran. dalam hal ini koordinasi antar karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya mudah. struktur ini memungkinkan untuk melakukan spesialisasi dalam berbagai area keahlian tertentu  Skala ekonomis.

 Kebebasan beroperasi. setiap divisi bertanggung jawab pada unit/divisinya masing masing sehingga kadangkala merasa harus . kemampuan untuk mendesain atau mendesain ulang suatu produk/ jasa akan lebih cepat dan mudah dilakuakan. dsb. radio. sehingga sukar untuk mengadakan mutasi/rotasi tanpa melalui pendidikan yang intensif terlebih dahulu  Koordinasi secara menyeluruh sukar dilakukan.  Kesempurnaan produk. Misalnya Persuahaan yang besar memproduksi barang seperti. Setiap divisi memilki tanggung jawab masing masing. dalam struktur ini. Sukar untuk melakukan rotasi dan mutasi . para karyawan terlalu menspesialisasi diri pada bidang tertentu saja. Kelemahan:  Divergen. perusahaan yang berorientasi pada produk pada umumnya memilki tingkatan otonomi yang tinggi. dengan focus terhadap masing masing produk. dan kurang dapat melihat organisasi secara keseluruhan 3. Galbraith dkk (2002) menyatakan kekuatan dan kelemahan dan struktur ini sebagai berikut: Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan hasil produk: kekuatan:  Siklus pengembangan produk yang cepat. teknisi computer. para karyawan terlalu mementingkan bidangnya saja. dengan terfokus pada masing masing produk memungkinkan organisasi untuk memfokuskan diri pada inovasi dan pengembangan produk. dan hal ini memungkinkan untuk mengembangkan arahan baru tanpa hambatan. cassettes. Hasil Produksi/Keluaran Unit dapat dibentuk berdasarkan hasil ( produk atau jasa). video player. sehingga koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar dilaksanakan  Memunculkan rasa kebanggaan kelompok yang berlebihan di antara karyawan yang menjalankan fungsinya yang sama sehingga dapat menimbulkan ikatan kekeluargaan karyawan yang sempit.

berkompetisi dengan divisi yang lain.3 Struktur Organisasi Berdasarkan Produk General Motors Divisi Mobil Besar Divisi Mobil Kecil Buick Oldsmobile Cadilac Chevrolet Pontiac 4. Gambar IV. setiap area fungsional terduplikasi dan standar kebijakan dan prosedur bisa berbeda. . atau politik akan mempengaruhi pola-poal organisasi yang akan memberikan perbedaan yang signifikan kepada organisasi tersebut. dengan membagi fungsi berdasarkan produk atau jasa.  Kontak pelanggan yang beragam.  Kehilangan skala ekonomis. bahasa. Lokasi/ Tempat pengelompokan dapat juga dilakukan berdasarkan tempat geografis dimana organisasi tersebut berada. akhirnya tidak dapat bekerjasana untuk kepentingan organisasi. yang pada akhirnya membuatnya kurang nyaman. Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan lokasi kekuatan:  Focus lokal Sstruktur oragnisasi berdasarkan lokasi penting apabila factor budaya. skala ekonomis/efisiensi menjadi berkurang. pelanggan pada umumnya menginginkan untuk mengguanakan lebih dari suatu produk/jasa tetapi dengan struktur ini membuatnya harus berhubungan dengan banyak orang di perusahaan.  Duplikasi.

tidak perlu harus menunggu dari pusat. . maka akan sukar untuk memenuhinya. Padahal memperoleh SDM yang memilki kualitas tersebut tidak mudah. Gambar IV. sebagai konsekuwensinya hal ini menuntut adanya manajer yang handal serta mengerti akan kondisi daerah tersebut. Efisiensi budaya Efisiensi dapat dilakukan bila sumber daya alam maupun pelanggan berada didaerah masing masing.  Mobilisasi SDM Struktur ini memerlukan seorang manajer yang bertanggung jawab pada daerahnya masing masing. serta kesedian untuk ditempatkan didaerah juga sukar untuk diperoleh. keterampilan. tampak bahwa terdat 2 (dua) dasar esensi pengelompokkan yaitu berdasarkan: pasar (produk keluaran.  Mempersingkat dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan adanya struktur dimasing masing daerah. proses kerja dan fungsi). klien. maka pengambilan keputusan lebih cepat dan lebih singkat. Struktur Organisasi Berdasarkan Lokasi Direktur GM Divisi Regional Jabodetabek GM Divisi Regional Jabar GM Divisi Regional Jateng GM Divisi Regional Jatim GM Divisi Regional Jawa Berdasarkan hal tersebut. sehingga dengan adanya kedekatan lokasi akan mengurangi biaya. Kelemahan:  Mobilisasi sumberdaya Struktur berdasarkan lokasi memberikan kekuasaan kepada pimpinan regional yang ada sehingga begitu terdapat kebutuhan konsumen yang bersifat global. dan tempat) fungsional (pengetahuan.4.

. Misalnya : perusahaan asuransi/perbankan membedakan antara retail dan corporate (induvidual dengan perusahaan). Gambar IV. struktur ini membuat pegawai menjadi terspesialisai yang disertai dengan kekhususan pengetahuan dan keterampialan yang dimiliki. Kekuatan:  Sangat terspesialisasi. Kelemahan  Koordinasi antar bagian kadangkala sukar untuk dicapai karena masing masing bagian lebih loyal kepada bagiannya. Misalnya: dirumha sakit.5. dapat juga dibagi berdasarkan pengetahuan dan keterampilan. Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan pengetahuan dan keterampilan.5.S Bagian Anak Bagian Peny. misalnya : terampil (skilled) dan kurang terampil (unskilled).  Pimpinan dan masing masing bagian merasa memiliki otoritas yang besar dibagiannya sehingga kadangkala sukar untuk memikirkan kepentingan secara menyeluruh. bagian anak. mata Bagian Psikiatri 6. dsb. Klien/Pasar Pengelompokan dapat dilakukan berdasarkan tipe klien/konsumen yang dihadapi. Pengetahuan dan Keterampilan Posisi dapat dikelompokkan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang khusus dimiliki oleh masing masing anggota di pekerjaannya.  Pertanggung-jawaban yang ketat dan jelas. Dalam Bagian Kandungan Bagian Bedah Bagian Radiologi Bagian THT Bagian Peny. Struktur Organisasi Berdasarkan Pengetahuan dan Ketrampilan Direktur R. ada kelompok/divisi psikiatri.

Misalnya konsultasi.  Pemecah masalah. pelatihan atau dukungan dan hal ini dapat menjadi suatu nilai tambah bagi peruahaan. Pengelompokan ini dapat sementara dan dapat pula tetap. kesempatan untuk menjual area penjualan dapat hilang karena hanya terfokus pada beberapa konsumen saja. usaha-usaha pengembangan dapat trjadi duplikasi. 7. saat ini semakin disadari oleh organisasi bahwa pelanggan memerlukan pemecahan masalah dan tidak sekedar produk dan jasa. organasasi. dengan struktur ini hal tersebut dapat diatasi. dalam hal ini pengetahuan dan standar tidak dapat dibagi berdasarkan jenis pelanggan. Struktur Organisasi Berdasarkan Klien/Pasar pada gambar IV. tugas. dan hal ini membuatnya memiliki kebutuhan dan keinginnya masing-masing.  Duplikasi. Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan matrix Struktur organisasi marix juga memiliki kekuatan dan kelemahannya masingmasing. Setiap pelanggan memiliki karakteristiknya masing-masing. maka struktur brdasarkan pelanggan merupakan suatu keuntungan. nasehat.Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan klien/pasar Galbraith dkk(2002) menyatakan kekuatan dan kelemahan dari struktur ini sebagai berikut : Kekuatan  Dapat disesuaikan dengan tuntutan pelanggan.  Potensi penjuanalan. Kelemahan  Terlalu divergen. Matrix Yaitu pengelompokan jenis yang dibuat maupun berdasarkan situasi dan gabuangan kondisi antara profesi/fungsi. bila hubungan baik dan pengulangan bisnis adalah hal yang penting.6. seperti dibawwah ini : Kekuatan .  Berorentasi pada jalinan hubungan.

seorang pegawai yang diberikan tanggung jawab berbeda. wawasan dan keterampilan pegawai menjadi berkembang.  Kecemburuan sosial pada sesama pegawai. Hal ini pada umumnya terdapat pada perusahaan besar/lompleks.  Pengembangan pegawai.  Ketidak puasan imbal jasa. maka bila hal ini tidak diikuti dengan penyesuaian imbal jasa akan manimbulkan masalah ketidakpuasan. Kelemahan  Kerancuan tugas dan tanggung jawab. otomatis memiliki atasan yang berbeda yang dapat menilai hasil kinerjanya tersebut.  Mengurangi kejenuhan kerja.  Kerancuan dalam penilaian kinerja. Efisiensi SDM. Gabungan Struktur organisasi dapat juga dibuat berdasarkan gabungan dari semua hal di atas. Misalnya holding company. 8. pengetahuan. kadangkala dengan berbagai tugas dan tanggung jawab yang diberikan maka pegawai yang mendapatkan tanggung jawab tersebut kadangkala mengalami kerancuqan mana hal yang harus didahulukan. dengan berbagai penugasan. sehingga akan dapat menimbulkan kecemburuan sosial. secara otomatis pekerjaan dan tugasnya juga bertambah. dengan menggunakan SDM yang ada tidak perlu menambah pegawai dan dapat mengurangi biaya. tetapi seringkali pada kenyataanya terjadi kesulitan dan kerancuan dalam proses penilain kinerja tersebut. satu pegawai dapai berfungsi tidak hanya untuk satu bagian saja tetapi juga untuk bagian-bagian lainnya.  Efisiensi biaya. Sedangkan pegawai lainnya tidak. pada organisasi matrix dapat saja terjadi seorang pegawaidiberikan penugasan pada bahagian macam proyek. Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan gabungan Kekuatan: . dengan berbagai penugasan pekerjaan maka kejenuhan kerja seorang pegawai diharapkn akandapat berkurang. pegawai yang memiliki berbagai tangung jawab dan penugasan.

. yaitu: 1. Kelemahan  Terlalu kompleks. Middle Line (Manajer Madya) Penghubung antara strategic apex dan operating core.  Dapat melihat perbandingan efektivitas dari masing-masing struktur.  Keset manajer puncak  Kloset. dan dapat memuaskan kebutuhan semua orang yang terkait dengan oraganisasi.  Dapat membuat struktur secara khusus. Strategic Apex (Manajer Puncak) Orang yang bertanggung jawab atas tercapainya misi organisasi dengan cara yang efektif. sesuai denagn apa yang dibutuhkan. 2. Organisasi modern secara umum lebih menyukai struktur organisasi yang datar. berdasarkan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Fungsinya:  Pengawasan langsung  Berhubungan dengan lingkungan  Mengembangkan oraganisasi 2. menampung segala masalah dari berbagai lapisan atas atau bawah. Luas–sempitnya Tinggi–rendahnya Kedua kriteria tersebut memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. karena perbedaan yang ada. Misalnya: supervisor. menyampaikan segala macam panduan untuk menjalankan kegiatan. Dapat mengatasi berbagai kelemahan dari masing-masing bentuk organisasi. menyatakan bahwa terdapat beberapa elemen dasar dari organisasi yang memiliki fungsi-fungsi tertentu.  Sukar untuk melakukan standarisasi secara umum. ELEMEN STRUKTUR ORGANISASI Mitzberg (1993). Fungsi 3K:  Kaset. BENTUK STRUKTUR ORGANISASI Dibedakan atas kriteria: 1. senior manajer.

potong pohon untuk kayu bakar  Distribusi hasil produksi. .g. e. dan misi yang disetujui bersama. Fungsinya adalah memberikan saran dan nasehat mengenai cara penyelesaian suatu masalah dengan baik. 5. membeli bahan mentah  Merubah masukan jadi keluaran. Fungsinya:  Bertanggung jawab terhadap barang masuk. standarisasi prosedur dan produk. Operating Core (Pelaksana) Orang-orang yang langsung berhubungan langsung dengan produksi barang/jasa. Ideology Hal ini biasanya disebut dengan budaya yang di dalamnya terdapat belief. 6. 4. yang akhirnya akan mempengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan. melakukan penjualan. e. e. visi.g. maka strategi organisasi akan semakin efektif dan berjalan dengan baik.g. Fungsinya:  Menjadi pengikat  Menjadi acuan pegawai dalam bersikap dan berperilaku  Menjadi karakteristik khas organisasi yang membedakannya dengan organisasi lain. i. Fungsinya membantu kelancaran proses produksi. Technostructure (Pakar) Orang-orang yang bertanggung jawab membuat suatu pekerjaan lebih efektif dan efisien.e.3. PENUTUP Struktur organisasi akan menunjang efektivitas organisasi karena dengan adanya struktur yang tepat. Supporting Staff (Staf Pendukung) Orang yang membantu jalannya organisasi di luar kegiatan langsung produksi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->