P. 1
pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris kurikulum tingkat satuan pendidikan SMP Negeri 1 Purwodadi

pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris kurikulum tingkat satuan pendidikan SMP Negeri 1 Purwodadi

|Views: 3,110|Likes:
Published by muhammad nuh hudawi
this is a qualitative research by Muhammad Nuh Hudawi and Mrs. Nanik Siswati (teacher of SMP Negeri 1 Purwodadi).
you can dowload this research to your learning function and increasing your learning of english item at your scgool.
this is a qualitative research by Muhammad Nuh Hudawi and Mrs. Nanik Siswati (teacher of SMP Negeri 1 Purwodadi).
you can dowload this research to your learning function and increasing your learning of english item at your scgool.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: muhammad nuh hudawi on Jul 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $5.00 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/09/2013

$5.00

USD

pdf

text

original

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian Bahasa merupakan alat atau sarana yang dipakai sebagai media komunikasi di dalam interaksi dan hubungan antar makhluk hidup, khususnya manusia. Bahasa dapat dibagi dalam bahasa verbal dan non verbal. Bahasa verbal dapat juga diartikan sebagai bahasa lisan atau oral, sedangkan bahasa non verbal dapat diartikan seperti bahasa isyarat atau gesture / bahasa tubuh. Pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi di era global mendorong manusia untuk mampu menguasai bahasa yang dapat digunakan secara internasional. Salah satu bahasa yang menjadi sarana komunikasi internasional adalah bahasa Inggris. Bahasa Inggris telah menjadi bahasa dunia dan mempunyai penutur dari berbagai bangsa. Bahasa Inggris digunakan pada semua bidang, baik kesehatan, perdagangan maupun pendidikan. Perbaikan model penyelenggaran pendidikan dillakukan dengan cara melakukan perubahan dan penyempurnaan kurikulum dari model

pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi model pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Namun, pembaharuan dan penyempurnaan kurikulum akan lebih bermakna bila diikuti oleh perubahan praktik pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Indikator dalam pembaharuan dan penyempurnaan kurikulum ditunjukkan dengan adanya perubahan pola kegiatan pembelajaran, pemilihan media pendidikan, dan penentuan pola penilaian yang menentukan hasil pendidikan. Berdasarkan pengamatan pendahuluan di daerah Kabupaten

Grobogan, khususnya Kecamatan Purwodadi, pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris masih menggunakan pola lama. Hal tersebut berakibat pada kurangnya minat mempelajari bahasa Inggis, dan perlu adanya penyesuaian menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

1

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

B. Fokus Penelitian Berdasarkan uraian di atas, maka ada 2 fokus yang akan dibahas pada penelitian ini. 1. Bagaimanakah karakteristik pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi? 2. Bagaimana karakteristik faktor pendukung adn kendala pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi?

C. Tujuan Penelitian 1. Mendeskripsikan karakteristik pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi. 2. Mendeskripsikan karakteristik faktor pendukung dan kendala pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis a. Manfaat teoritis pertama dari penelitian ini adalah hasil penelitian diharapkan dapat menambah bahan kajian; b. Kedua, memberikan tambahan wawasan bagi penelitian selanjutnya; c. Ketiga, penelitian ini bermanfaat dalam menerapkan teori dan mendapatkan gambaran dan pengalaman praktis. 2. Manfaat Praktis a. Manfaat praktis pertama dari penelitian ini adalah bahwa penelitian ini dapat digunakan sebagai model dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi; b. Kedua adalah sebagai gambaran bagi Dinas Pendidikan di Kabupaten Grobogan.

2

sebab kebutuhan manusia makin lama makin bertambah banyak.foxitsoftware.com For evaluation only. Sekolah Berstandar Internasional (SBI) merupakan sekolah yang menganut kurikulum internasional dalam melakukan pembelajarannya. baik kuantitas maupun kualitas. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang tidak adapat dipisahkan dari kegiatan manusia. yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Daftar Istilah Pengelolaan atau manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja. E. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disesuaikan masingmasing satuan pendidikan dan dilaksanakan masing-masing satuan pendidikan pula.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. 3 .

3) variable proses (process variables).Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. sistematis. (2008: 103) Perencanaan yang dibuat mempunyai 4 kegunaan. perencanaan pembelajaran harus benar-benar mampu menjawab atau merespon tantangan dan problem kehidupan d.com For evaluation only. b. perencanaan harus dapat dilaksanakan atau dipraktekkan dalam proses pembelajaran.foxitsoftware. Motodologis. 2006:9). 1. Sedangkan menurut Hasibuan (2007: 1) manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengelolaan Pembelajaran Pengelolaan atau manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja. 2) variablel konteks (contex variables) berupa peserta didik. Muchith menyebutkan bahwa perencanaan pembelajaran perlu disusun dengan memperhatikan berbagai aspek. BAB II LANDASAN TEORI A. yaitu: a. c. yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata (Terry & Rue. Bersifat komprehensif. perencanaan pembelajaran harus mampu mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri siswa. Perencanaan Perencanaan adalah menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu (Terry & Rue. 4 . Dunkin dan Biddle menyatakan bahwa. 2006: 111). kontekstual. “proses pembelajaran berada dalam empat variable interaksi. yaitu: 1) variable pertanda (presage variables) berupa pendidik. 2006: 9). Mengurangi ketidakpastian dan perubahan pada waktu mendatang. perencaan pembelajaran harus disusun secara hirarkis dari sesuatu yang mudah ke materi yang sulit. dan 4) variable produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang” (dalam Majid. a.

2008: 109). c. 2006:16). pelaksanaan. Merupakan sarana pengendalian (Muhroji. personalia dan faktorfaktor fisik lainnya agar semua pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien (Muhrodji. d. Penghematan biaya. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi. Mengarahkan perhatian pada tujuan. pengorganisasian. 5. Evaluasi & Analisis Muchith menyatakan. maka tindak lanjut dilakukan untuk memperbaiki kekurangan dan kesalahan yang terdapat pada proses sebelumnya. evaluasi dan analisis. Di dalam pengorganisasian terdapat adanya pembagian tugastugas.com For evaluation only. 2004: 9). Pelaksanaan Muchith menyatakan “guru harus memiliki kemampuan melaksanakan atau mengimplementasikan teori yang berkaitan dengan teori pembelajaran ke dalam realitas pembelajaran yang sebenarnya” (Muchith. dan tangungjawab secara terinci menurut bidangbidang dan bagian-bagian. 5 . b. 2. 3. 4. wewenang. kelebihan evaluasi adalah (a) bagi siswa: mengetahui kemampuan siswa dalam menerima atau memahami materi yang disampaikan guru dalam kurun waktu tertentu (b) bagi guru: mengetahui kekurangan atau kelemahan yang dilakukan guru (c) bagi pihak sekolah: dapat dijadikan dasar membuat kebijakan tentang proses pembelajaran. sehingga terciptalah adanya hubunganhubungan kerja sama yang harmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Purwanto.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Tindak Lanjut Setelah melalui proses perencanaan. 2004: 5).foxitsoftware.

Penelitian oleh Jane B. et al (2006) tentang penilaian dan pengembangan kualitas perilaku interpersonal guru. Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Grace Yuwono (2005) tentang pembelajaran bahasa Inggris di era desentralisasi.foxitsoftware. 6 . Penelitian ketiga dilakukan oleh Jayanthi Ranjan. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menjaga terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik (Mulyasa. B. Pembelajaran Bahasa Dalam pembelajaran bahasa. C. sport (2004) yang berjudul pengembangan pendidikan moral: dapatkah kondisi kelas dan sekolah mampu mengubah keadaan? Penelitian oleh Maria Avdjieva dan Marie Wilson pada tahun 2002 yang berjudul kualitas lanjutan dari institusi pendidikan menengah di Selandia Baru dan Australia: pembicaraan mengenai budaya akademis.com For evaluation only. et al (2007) menunjukkan bahwa sebuah konsep kerangka kerja dalam konteks manajemen pembelajaran dianggap sangat penting.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Peneltian Perry Denburg. 2003: 100).

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. B. 10) Desain yang bersifat sementara. 2) Manusia sebagai alat (instrumen).80) adalah 1) Latar ilmiah. 3) menentukan strategi dan mengembangkan instrument. Kehadiran Peneliti Seorang peneliti harus terlibat demi keberhasilan sebuah penelitian.foxitsoftware. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini sendiri menggunakan pendekatan kualitatif dan didukung oleh analisis etnografi di dalamnya. dan. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan. 3) Metode kualitatif. Karakteristik yang menggunakan pendekatan kualitatif menurut Moleong (2006. 7) Lebih mementingkan proses daripada hasil. BAB III METODE PENELITIAN A. 2) mengumpulkan bahan yang relevan. Sunarno (2002: 85) menyatakan bahwa 1) memilih masalah. 5) Teori dari dasar (grounded theory). 5) menafsirkan data. 4) mengumpulkan data. 11) Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama.com For evaluation only. Berdasarkan pendapat Spradley (2007: 95) jika peneliti bisa membina hubungan akrab dengan subyek peneliti maka bisa terjalin kerjasama dalam 7 . 8) Adanya batas yang ditentukan oleh fokus. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Purwodadi dikarenakan sekolah ini merupakan sekolah menengah negeri pertama yang ada di Purwodadi yang memiliki letak strategis dan merupakan sekolah unggulan yang ada di Kabupaten Grobogan. 9). Pendekatan penelitian yang menggunakan deskriptif kualitatif ini merupakan jenis pendekatan yang paling tepat untuk menganalisis fenomena sosial terutama pada bidang pendidikan. Spradley menyatakan bahwa “Inti dari etnografi adalah upaya untuk memperhatikan makna-makna tindakan dari kejadian yang menimpa orang yang ingin dipahami” (2006:5). 4) Analisis data secara induktif. C. 6) Diskriptif. 6) melaporkan hasil penelitian.

Dokumentasi Foto Bogdan dan Biglen dalam Moleong (2006: 216) Ada dua kategori foto yang dapat dimanfaatkan dalam penelitian kualitatif. Sehubungan dengan kenyataan tersebut. 2002: 49). Catatan lapangan merupakan alat yang sangat penting dalam penelitian kualitatif. 2007: 5). Teknik pengumpulan data seperti 1) observasi. 3) denah lokasinya sudah dipahami. pokok-pokok isi pembicaraan atau pengamatan (Moleong. 2) wawancara dan. 2006: 208). Lofland dalam Moleong (2006: 157) menyatakan bahwa Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan. 8 . 4) iklim yang sudah makin sesuai. Sumber Data. frasa.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Kedudukan peneliti sebagai siswa (Spradley. D. antara lain adalah : 1. dan Nara Sumber Pemahaman mengenai sumber data merupakan bagian yang sangat penting bagi peneliti karena ketetapan memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan ketepatan dan kekayaan data atau informasi yang diperoleh (Sutopo. yaitu foto yang dihasilkan orang dan foto yang dihasillkan oleh peneliti sendiri. 5) kebiasaankebiasaan lokal itu sudah dikenal.com For evaluation only. Data Tertulis 3.foxitsoftware. Perkataan dan aktivitas 2. menyatakan bahwa kehadiran peneliti di lapangan diperlukan atas dasar sebagai berikut 1) lingkungan umum sudah dikenal. 2) subyek peneliti sudah dikenal. seperti penelitian kualitatif atau naturalistik disebut catatan lapangan. baik nama maupun karakternya. 3) dokumentasi. Perekaman data dalam penelitian etnografi. berisi kata-kata kunci. selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Data. bertukar informasi yang bersikap netral. Catatan itu dapat berupa coretan seperlunya yang dipersingkat. pada bagian ini jenis datanya dibagi menjadi beberapa kelompok.

pengumpulan data dengan cara observasi dapat dilakukan dengan cara (1) tak berperan sama sekali. 324) untuk menetapkan keabsahan data yang diperlukan teknik pemeriksaan 9 . Pengumpulan Data (Data Collection) Penyajian Data (Data display) Reduksi Data (data reduction) Penarikan/ Verifikasi (conclucions: drawing/verifying) (Sugiyono.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. bahwa keunggulan penelitian terletak pada kredibilitas. (b) berperan aktif. dan (c) berperan penuh.1 Komponen-komponen analisis data: Interaktif model G. 3) dokumentasi. (2) observasi berperan yang terdiri dari: (a) berperan pasif.com For evaluation only. F. transferabilitas. Alasan digunakannya observasi (pengamatan) dalam penelitian kualitatif dikemukakan oleh Guba dan Lincoln (dalam Moelong. penyajian data. konfirmabilitas. Penelitian ini menggunakan 3 teknik pengumpulan data. dan dependabilitas. 2006: 174-175). dan penarikan kesimpulan. E. Teknik Pengumpulan Data Menurut Sutopo (2002: 65). Keabsahan Data Realibilitas penelitian ini dicapai melalui persamaan hasil observasi yang konsisten. Teknik Analisis Data Seperti yang disampaikan oleh Sugiyono (2007:308) bahwa setelah data dikumpulkan di lapangan maka dianalisis kualitatif-interaktif yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang berjalan simultan yaitu reduksi data. 1) observasi. 2007: 338) Gambar 3. Menurut Moleong (2006.foxitsoftware. 2) wawancara.

10 . 3) ketergantungan (dependability). Patton (dalam moelong. 2007: 331) menyatakan bahwa fakta dapat diperiksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori. dan teori. Menurut Denzin dalam Moleong (2006: 330) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan dan memanfaatkan penggunaan sumber. metode. dan 4) kepastian (confirmability). 2. 2) keteralihan (transferability). Memanfaatkan dengan berbagai metode agar pengecekan kepercayaan data dapat dilakukan. penyidik. Mengajukan berbagai macam variasi pertanyaan.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.com For evaluation only. dan hal ini disebut (rival explanation). Dalam triangulasi ada tiga hal yang harus dilakukan oleh peneliti dalam mencari keabsahan data yaitu dengan jalan: 1. Menurut Moleong (2006: 330) Triangulasi adalah teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Mengeceknya dengan berbagai sumber data. yang didasar atas kriteria: 1) derajat kepercayaan (credibility). 3.foxitsoftware.

(0292) 421011. M. SMP Negeri 1 Purwodadi dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah yang bernama Drs. Tanya jawab Siswa mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya mengenai materi yang telah diajarkan. Kecamatan Purwodadi. sistem pengajaran. BAB IV PAPARAN DAN TEMUAN PENELITIAN A. kegiatan perbaikan dan pengayaan. sistem pembelajaran. Deskripsi Latar Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Purwodadi dengan alamat Jl. antara lain: waktu belajar. Tindak lanjut setelah perencanaan ditentukan merupakan pelaksanaan dari perencanaan tersebut. Siswomiharjo No. Paparan Data 1. Telp. Metode pembelajaran lainnya yang diterapkan antara lain: a. Deskripsi Data 2. Tanya jawab juga terjadi antara guru dengan siswa.foxitsoftware. Kabupaten Grobogan.com For evaluation only. 6.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.1 Karakteristik pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi Keberadaan dari perencanaan merupakan sebuah langkah awal dari tindakan. Pelaksanaan pembelajaran sebagai langkah dalam menerapkan tujuan yang telah direncanakan terdiri dari beberapa komponen yang dilakukan. bahasa pengantar. Djauhari. Jika perencanaan telah ditentukan dan telah matang maka akan memudahkan dalam langkah pelaksanaannya. Penerapan metode pembelajaran tersebut dapat menciptakan pembelajaran yang efektif terhadap siswa maupun terhadap guru itu sendiri. 11 . M. No. 2.

Pada kenyataannya dalam mengelola pembelajaran bahasa Inggris nilai rata-rata nilai siswa akan menjadi salah satu ketentuan yang harus dipenuhi.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.2 Karakteristik faktor pendukung dan kendala pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi Pokok permasalahan yang mendasar dalam setiap menjalankan suatu kegiatan ialah masalah penganggaran dana. Dalam hal terkait dengan pendukung dalam sarana prasarana yang diadakan oleh sekolah guna mendukung pembelajaran. 2. semisalnya saja dari pembelian alat yang harus di sesuaikan dengan kebutuhan fasilitas yang layak guna mendukung kelancaran pembelajaran. Terkait dalam kendala bagi pembelajaran bahasa Inggris yakni kualitas guru yang dimiliki sekolah. b. dalam arti sumber dana yang akan digunakan berasal dari sumber yang dapat memberikan anggaran yang dibutuhkan atau tidak. Drill (latihan) Siswa berlatih untuk membuat contoh-contoh dari penerapan materi yang telah diajarkan. 12 . Praktik Siswa mempraktekan materi yang telah diajarkan sebagai perwujudan pemahaman mereka terhadap materii yang telah disampaikan oleh gurunya.com For evaluation only. Memang mengalami beberapa hal yang menghambat jalannya pengadaan sarana fasilitas belajar yang baru. c. segala upaya telah dilakukan SMP Negeri 1 Purwodadi. Guna mendapatkan pembelajaran yang baik. Kualitas guru dapat ditinjau dari dua segi yakni segi proses dan dari segi hasil. dalam meningkatkan kualitas kinerja seluruh tenaga guru.

Temuan Penelitian 1. c. b.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Guru mengharapkan siswa lebih kreatif dalam mengikuti pembelajaran maupun dalam mengaplikasikan pembelajaran tersebut. Sebagai sekolah RSBI maka sarana dan prasarana yang ada sangat mendukung pembelajaran bahasa Inggris. Karakteristik pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi a. d.foxitsoftware. Terjadi interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan perencanaan agar siswa dapat memahami dan dapat mengaplikasikannya. Karakteristik faktor pendukung dan kendala pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi a. Adanya pemberian motivasi kepada siswa oleh guru seperti yang tercantum dalam RPP. 2. Diadakannya pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi guru agar kualitas guru RSBI sesuai dengan syarat yang diperlukan. d. Nilai rata-rata siswa menjadi syarat mutlak sebagai wujud keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris dan dapat bersaing di dunia luar.com For evaluation only. g. kegiatan apersepsi dan penyampaian motivasi sesuai dengan analisis RPP. f. Pembelajaran diadakan dua kali seminggu. 13 . c. b. B. Pembelajaran diawali dengan penyampaian tujuan. Pembelajaran menggunakan bahasa yang dimengerti oleh siswa yaitu bahasa Indonesia dengan diselingi bahasa Jawa serta bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar tambahan. Penyampaian kesimpulan ada di akhir pembelajaran agar siswa lebih mengerti mengenai tujuan dan arah materi yang disampaikan oleh guru tersebut. Anggaran dana sebagai kendala utama untuk memenuhi seluruh perencanaan dan perwujudan dari perencanaan. e.

dalam pemberian motivasi merupakan hak dari guru untuk memberikannya. Terjadi interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan perencanaan agar siswa dapat memahami dan dapat mengaplikasikannya Persamaannya. dalam interaksi antara guru dan peserta didik sebagai perwujudan pembelajaran merupakan budaya akademis yang harus dilakukan dan mesti dilakukan dalam pembelajaran. Hak tersebut merupakan bagian dari interpersonal guru. Karakteristik pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi a. 14 . d.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Pembahasan 1. Pembelajaran menggunakan bahasa yang dimengerti oleh siswa yaitu bahasa Indonesia dengan diselingi bahasa Jawa serta bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar tambahan Sebagai bagian dari budaya walaupun hanya sekedar budaya akademisi maka bahasa sangat diperlukan dalam rangka interaksi dan penyampaian maksud yang diinginkan. Pembelajaran diadakan dua kali seminggu Persamaannya dengan penelitian Ranjan adalah sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Adanya pemberian motivasi kepada siswa oleh guru seperti yang tercantum dalam RPP Persamaan dengan penelitian Denburg. BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN A. c. Pada penelitian yang dilakukan oleh Avdjieva dan Wilson menitikberatkan pada persepsi kualitas sebagai perwujudan pembelajaran. Itulah yang menjadi persamaan dengan penelitian Avdjieva dan Wilson. penelitian yang dilakukan oleh Ranjan menerapkan sebuah konsep kerangka kerja dalam konteks manajemen pembelajaran.foxitsoftware.com For evaluation only. Perbedaannya. b.

kegiatan apersepsi dan penyampaian motivasi sesuai dengan analisis RPP Persamaannya yaitu sama-sama menjalankan budaya akademis yang dilakukan di setiap pembelajaran. Karakteristik faktor pendukung dan kendala pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi a. dana merupakan desentralisasi dari sekolah untuk mencukupinya. 2. 15 . g. Maka dari itu dana yang ada di sekolah jika tidak memenuhi maka pembelajaran yang ada dapat terhambat.com For evaluation only. Perbedaannya adalah pada tempat penelitian. Perbedaannya adalah pada penelitian yang dilakukan oleh Avdjieva dan Wilson menunjukkan kurangnya kontribusi baik positif maupun negatif dari kualitas institusional budaya akademik. Penyampaian kesimpulan ada di akhir pembelajaran agar siswa lebih mengerti mengenai tujuan dan arah materi yang disampaikan oleh guru tersebut Persamaannya yaitu sama-sama menjalankan budaya akademis yang dilakukan di setiap pembelajaran. Anggaran dana sebagai kendala utama untuk memenuhi seluruh perencanaan dan perwujudan dari perencanaan Persamaannya dengan penelitian Yuwono.foxitsoftware. Guru mengharapkan siswa lebih kreatif dalam mengikuti pembelajaran maupun dalam mengaplikasikan pembelajaran tersebut Persamaannya dengan penelitian Sport adalah terjadinya perkembangan moral pada siswa. Pembelajaran diawali dengan penyampaian tujuan. e. f.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Pada penelitian yang dilakukan oleh Sport adalah membandingkan suasana sekolah dalam mempegaruhi perkembangan moral anak. Perbedaannya adalah pada penelitian yang dilakukan oleh Avdjieva dan Wilson menunjukkan kurangnya kontribusi baik positif maupun negatif dari kualitas institusional budaya akademik.

b. Nilai rata-rata siswa menjadi syarat mutlak sebagai wujud keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris dan dapat bersaing di dunia luar Persamaannya dengan penelitian Avdjieva dan Wilson. pengelolaan yang ada membutuhkan perencanaan yang matang agar dalam pelaksanaannya didapatkan hasil yang memuaskan. langkah-langkah pembelajaran atau pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan awal. Teori Hasil Penelitian Jika pengelolaan atau manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja maka. Perbedaannya. proses pembelajaran berada dalam empat variable interaksi. kegiatan inti. c. Diadakannya pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi guru agar kualitas guru RSBI sesuai dengan syarat yang diperlukan Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitain Denburg yaitu mengembangkan interpersonal guru guna mengembangkan kualitas guru dalam rangka pembelajaran.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Sebagai sekolah RSBI maka sarana dan prasarana yang ada sangat mendukung pembelajaran bahasa Inggris Terdapat persamaan dengan penelitian Ranjan yaitu sama-sama menerapkan kerangka kerja. B. Jika pengelolaan pembelajaran. d. pendapatan nilai tersebut merupakan budaya akademis yang baik dan nilai rata-rata siswa yang didapat menunjukkan kualitas pembelajaran yang berlangsung. adalah pada konteks yang dilakukan.foxitsoftware.com For evaluation only. Perbedaannya terletak pada tujuan pengembangan interpersonal guru. Jika pelaksanaan ini menjalankan apa saja yang sudah direncanakan dengan harapan hasil yang diharapkan sesuai dengan apa yang direncanakan semula maka. dan kegiatan akhir. pada pihak lain merupakan suatau proses penyelenggaraan interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar maka. 16 .

Karakteristik pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi Pengelolaan pembelajaran yang dilakukan di SMP Negeri 1 Purwodadi telah menunjukkan hal yang positif. Implikasi Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti. (7) penyampaian kesimpulan ada di akhir pembelajaran. (6) guru mengharapkan siswa lebih kreatif. Simpulan 1. Hal ini ditunjukkan dengan adanya temuan penelitian yang ada di sekolah ini.com For evaluation only. BAB VI PENUTUP A.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. (3) pembelajaran menggunakan bahasa yang dimengerti oleh siswa. (5) pembelajaran diawali dengan penyampaian tujuan. (2) terjadi interaksi antara guru dan siswa. 2. Karakteristik faktor pendukung dan kendala pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi Faktor penghambat antara lain adalah anggaran dana dan juga kualitas guru. Namun di SMP Negeri 1 Purwodadi tetap menerapkan nilai rata-rata siswa menjadi syarat yang mutlak. (1) pembelajaran diadakan dua kali seminggu. (4) adanya pemberian motivasi kepada siswa oleh guru. antara lain adalah. Kualitas guru juga telah diminimalisasi dengan mengadakan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi guru. Sebagai sekolah RSBI maka sarana dan prasarana telah mendukung dalam pembelajaran walaupun belum sepenuhnya karena terhambat dengan dana yang ada. pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Purwodadi telah berjalan 17 . Anggaran dana sebagai kendala utama sejauh ini belum dapat diantisipasi oleh pihak sekolah namun hal tersebut tidak menghambat sepenuhnya pembelajaran yang ada. Demikian juga dengan sarana dan prasarana.foxitsoftware. B.

C. 18 .com For evaluation only. Selain itu. dengan baik. Namun hal tersebut kurang didukung dengan kualitas guru yang ada. peneliti menyarankan agar sekolah terus mengembangkan kualitas guru dengan memaksimalkan pelatihan agar kompetensi gutru semakin meningkat karena akan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran yang dilangsungkan. Dengan adanya pelatihan maka kompetensi guru yang rendah dapat ditingkatkan untuk menghasilkan pembelajaran yang baik. Sebagai sekolah RSBI yang juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar maka pembelajaran bahasa Inggris dijadikan prioritas utama. sarana dan prasarana agar terus dikembangkan untuk mendukung pembelajaran yang baik dan berkualitas.foxitsoftware. Saran Setelah melakukan peelitian di SMP Negeri 1 Purwodadi mengenai pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.

com For evaluation only. Malang: Penerbit Elang Mas. DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid. id. Bumi Aksara. Moral Education Development: can Scholl and class condition make differences? Maria Avdjieva dan Marie Wilson. Bandung: PT Rosda Karya. Misbah Zulfa Elizabeth. Nasution. Research Journal. co. 2002.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. “Application of Knowledge Management in Management Education: A Conceptual Framework”. Moleong. M. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. 2006. Edisi Revisi. Geoogle. Hasibuan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2002. W. Perencanaan Pembelajaran (Mengembangkan Standar Kompetensi Guru). Samsudin. 2006. Lexy J. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Terj. Jayanthi Ranjan dan Saani Khalil. 2007. Muchith. Manajemen Sumber Daya Manusia. Semarang: RaSAIL Media Group Mulyasa. Metode Etnografi. 2005. Pembelajaran Kontekstual. http/ www. Deddy Mulyana. 2006. Bandung: Pustaka Setia. S. Jack Levy and Theo Wubels. Spradley. 2007. 19 . Sadili. sport. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mleke Brelekmans. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2008. Mantja. Yogyakarta : Tiara Wacana.foxitsoftware. 2003. Perry. Denburg. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Saekhan. Peraturan Pemerintah Nomor: 10 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Scoring and Developing Teacher’s interpersonal quality. 2007. James P. Depdiknas. Profesionalisasi Tenaga Kependidikan: Manajemen Pendidikan dan Supervisi Pengajaran. Jane B. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Cetakan ke dua puluh dua. 2004. 2006. The quality of high school institution in New Zealand and Australia: Dialogue of academic culture. Bandung: Tersito. E. Metodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya). Jakarta. Edisi Kedua.

Rue. and L. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Sutopo. Dasar-Dasar Manajemen. H. “Decentralization of Education in Indonesia: a new era of education system”.Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Sukmadinata. G. Terry. 2006. Bumi Aksara. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Jakarta.W. Yuwono.foxitsoftware.R. Metode Penelitian Pendidikan. 2007. 2002. 20 .B. Nana Syaodih.com For evaluation only. Grace. Research Journal..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->