P. 1
Metode Seismik

Metode Seismik

|Views: 96|Likes:
Published by Sergey Paruntu

More info:

Published by: Sergey Paruntu on Oct 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2014

pdf

text

original

GEOFISIKA

METODE SEISMIK

Schwarz Paruntu ( Konsentrasi Geothermal )

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MANADO 2013

dll). yang mengukur pergerakan bumi. benda bermassa besar yang dijatuhkan atau ledakan dinamit. Mallet mengukur waktu transmisi gelombang seismik. dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismic (palu. SEJARAH METODE SEISMIK Eksperimen seismik aktif pertama kali dilakukan pada tahun 1845 oleh Robert Mallet. B. gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Pemakaian awal observasi seismik untuk eksplorasi minyak dan mineral dimulai pada tahun 1920an. terjadi gerakan gelombang di dalam mediu (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Teknik seismik refraksi digunakan secara intensif di Iran untuk membatasi struktur yang mengandung minyak. Kemudian. Pada tahun 1909. Sumber seismik umumnya adalah palu godam (sledgehammer) yang dihantamkan pada pelat besi di atas tanah. yang oleh kebanyakan orang dikenal sebagai bapak seismologi instrumentasi. yang dikenal sebagai gelombang permukaan. Metode seismik merupakan salah satu bagian dari seismologi eksplorasi yang dikelompokkan dalam metode geofisika aktif. Setelah usikan diberikan. Mallet meletakkan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada beberapa jarak dari sumber ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk be-riak. Respons yang tertangkap dari tanah diukur dengan sensor yang disebut geofon. yang dibangkitkan oleh sebuah ledakan. Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk lapisan/struktur di dalam tanah. ledakan. . PENDAHULUAN Metoda seismik adalah salah satu metoda eksplorasi yang didasarkan pada pengukuran respon gelombang seismik (suara) yang dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian direleksikan atau direfraksikan sepanjang perbedaan lapisan tanah atau batas-batas batuan. Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari sumber gempa bumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan bidang batas antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho.A. pada suatu jarak tertentu.

c. Pemantulan dan Pembiasan Gelombang Hal-hal yang menjadi dasar pada pemantulan dan pembiasan gelombang adalah : a. menurut persamaan : . sekarang seismik refleksi merupakan metode terbaik yang digunakan di dalam eksplorasi minyak bumi. C. Hukum Snellius “Gelombang akan dipantulkan atau dibiaskan pada bidang batas antara dua medium”. Front gelombang yang menjalar menjauhi sumber adalah superposisi front gelombang-front gelombang yang dihasilkan oleh sumber gelombang baru tersebut. TEORI DASAR 1. b. Sudut Kritis Sudut datang yang menghasilkan gelombang bias sejajar bidang batas (r = 90o). Metode ini pertama kali didemonstrasikan di Oklahoma pada tahun 1921. d. Perinsip Huygens “Titik-titik yang dilewati gelombang akan menjadi sumber gelombang baru”. Asas Fermat Gelombang menjalar dari satu titik ke titik lain melalui jalan tersingkat waktu penjalarannya.Tetapi.

c. D. Panjang gelombang seismik << ketebalan lapisan bumi.Dimana : i = Sudut datang r = Sudut bias V1 = Kecepatan gelombang pada medium 1 V2 = Kecepatan gelombang pada medium 2 2. PEMBAGIAN METODE SEISMIK Terdapat dua macam metoda dasar seismik yang sering digunakan. Sedangkan anggapan yang dipakai untuk penjalaran gelombang seismik adalah : a. Pada bidang batas antar lapisan. Medium bumi dianggap berlapis-lapis dan tiap lapisan menjalarkan gelombang seismik dengan kecepatan yang berbeda. Hal ini memungkinkan setiap lapisan bumi akan terdeteksi. Makin bertambahnya kedalaman batuan lapisan bumi makin kompak. gelombang seismik menjalar dengan kecepatan gelombang pada lapisan dibawahnya. yaitu seismik refraksi dan seismik refleksi. d. Asumsi Dasar Berbagai anggapan yang dipakai untuk medium bawah permukaan bumi antara lain : a. Kecepatan gelombang bertambah dengan bertambahnya kedalaman. b. b. Gelombang seismik dipandang sebagai sinar seismik yang memenuhi hukum Snellius dan perinsip Huygens. .

Pada metode ini. terpantul oleh batas-batas formasi geologi. Sedangkan dalam seismik pantul. gelombang yang terjadi setelah usikan pertama (first break) diabaikan. Peristiwa refraksi umumnya terjadi pada muka air tanah dan bagian paling atas formasi bantalan batuan cadas.Metoda seismic repleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi perminyakan. dan Gelombang Love. Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau jurang. analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah getaran awal diterapkan. dan kembali ke permukaan tanah pada suatu geophone. Seismic refleksi hanya mengamati gelombang pantul yang datang dari batas-batas formasi geologi. penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah. Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta fisis yang ada di dalam material dan dikenal sebagai parameter elastisitas. 2. Gelombang Stoneley. Gelombang pantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis gelombang yakni: Gelombang-P.1. Seismik bias dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah/batuan dari posisi sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Secara umum. sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang . Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh sepat rambat gelombang dalam medium. Gelombang-S. Seismik refleksi Metoda seismik refleksi mengukur waktu yang diperlukan suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara. Informasi ini kemudian digambarkan dalam suatu penampang silang untuk menunjukkan kedalaman dari muka air tanah dan lapisan pertama dari bantalan batuan cadas. sehingga sebenarnya hanya data first break saja yang dibutuhkan. Grafik waktu datang gelombang pertama seismik pada masingmasing geofon memberikan informasi mengenai kedalaman dan lokasi dari horison-horison geologi ini. Seismik refraksi (bias) Metoda seismik refraksi mengukur gelombang datang yang dipantulkan sepanjang formasi geologi di bawah permukaan tanah.

kapal. Panjang sinyal input dapat bervariasi. dan sistem radar. Sumber energi impulsif untuk akuisisi data seismik yang digunakan untuk akusisi data seismik di laut adalah air gun. Perekaman data seismik melibatkan detektor dan amplifier yang sangat sensistif serta magnetic tape recorder. E. Sistem Perekaman Seismik Tujuan utama akuisisi data seismik adalah untuk memperoleh pengukuran travel time dari sumber energi ke penerima. Sumber energi seismik dapat dibagi menjadi dua yaitu sumber impulsif dan vibrator. Teknik-teknik pengukuran seismik meliputi : 1. singkat dan tajam. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari bentuk dan amplitudo gelombang pantul yang direkam. Parameter akan sangat ditentukan oleh kondisi lapangan yang ada yaitu berupa kondisi geologi daerah survei. Seismik refleksi resolusi tinggi menggunakan vibrator dengan frekuensi 125 Hz atau lebih. Struktur bawah permukaan dapat cukup kompleks. tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik bias. Hidropon . Sumber impulsif adalah sumber energi seismik dengan transfer energinya terjadi secara sangat cepat dan suara yang dihasilkan sangat kuat. Alat untuk menerima gelombanggelombang refleksi untuk survei seismik di laut adalah hidropon. diperlukan pengetahuan tentang sistem perekaman dan parameter lapangan yang baik pula. Keberhasilan akusisi data bisa bergantung pada jenis sumber energi yang dipilih. TEKNIK PENGUKURAN METODE SEISMIK Untuk memperoleh hasil pengukuran seismik refleksi yang baik. Sumber energi vibrator merupakan sumber energi dengan durasi beberapa detik. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan echo sounding pada teknologi bawah air.terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah permukaan. Gelombang outputnya berupa gelombang sinusoidal. yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium.

. Secara garis besar urutan pengolahan data seismik menurut adalah sebagai berikut :  Field Tape Data seismik direkam ke dalam pita magnetik dengan standar format tertantu. Amplifier bisa juga dilengkapi dengan filter untuk meredam frekuensi yang tidakdiinginkan. dan alat untuk penentuan posisi tempat dilakukannya survey seismik seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2. Pola ini memberikan informasi gelombang-gelombang seismik yang merambat secara horizontal melalui lapisan-lapisan di bawah permukaan. Profil Refleksi. Elemen piezoelektrik ditempatkan dalam suatu kabel streamer yang terisi oleh kerosin untuk mengapungkan dan insulasi. Pada teknik ini kapal melakukan tembakan pada titik-titik tembak yang telah ditentukan. Menurut KEARN & BOYD (1963). Profile Refraksi. Hidropon terdiri atas kristal piezoelektrik yang terdeformasi oleh perubahan tekanan air. Model hidropon Hampir semua data seismik direkam secara digital. Teknik ini melakukan tembakan disepanjang daerah yang disurvei dengan kelajuan dan penembakan yang konstan. b. Standarisasi ini dilakukan oleh SEG (Society of Exploration Geophysics). maka sinyal ini harus diperkuat. Hal ini akan menghasilkan beda potensial output. Jarak penembakan antara satu titik terhadap lainnya disesuaikan dengan informasi refleksi yang diperlukan. terdapat dua pola penembakan dalam operasi seismik di laut yaitu : a. Karena output dari hidropon sangat lemah dan output amplitude decay dalam waktu yang sangat singkat.merespon perubahan tekanan. Prosedur Operasional Seismik Laut Kapal operasional seismik dilengkapi dengan bahan peledak. instrumen perekaman serta hidropon. 2. pola ini memberikan informasi gelombang-gelombang seismik sebagai gelombang yang merambat secara vertikal melalui lapisanlapisan di bawah permukaan.

Untuk menghilangkan efek ini maka perlu dilakukan pemulihan kembali energi yang hilang sedemikian rupa sehingga pada setiap titik seolah-olah datang dengan jumlah energi yang sama. Demultiplex Data seismik yang tersimpan dalam format multiplex dalam pita magnetik lapangan sebelum diperoses terlebih dahulu harus diubah susunannya.  Koreksi static Koreksi ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh topografi (elevasi shot dan receiver) sehingga shot point dan receiver seolaholeh ditempatkan pada datum yang sama.  Gain Recovery Akibat adanya penyerapan energi pada lapisan batuan yang kurang elastis dan efek divergensi sferis maka data amplitudo (energi gelombang) yang direkam mengalami penurunan sesuai dengan jarak yang ditempuh. sedangkan mute adalah proses untuk menghilangkan sebagian rekaman yang diperkirakan sebagai sinyal gangguan seperti ground roll.  Dekonvolusi Dekonvolusi dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi pengaruh ground Dekonvolusi roll. Proses ini dikenal dengan istilah Automatic Gain Control (AGC) sehingga nantinya menghasilkan kenampakan data seismik yang lebih mudah diinterpretasi. reverberation. first break dan lainnya yang dapat mengganggu data. filter karena ghost serta konvolusi memperbaiki bentuk wavelet yang kompleks akibat pengaruh noise.  Editing dan Muting Editing adalah proses untuk menghilangkan semua rekaman yang buruk. merupakan proses invers . multiple.

Wavelet yang terlalu panjang mengakibatkan turunnya resolusi seismik karena kemampuan untuk membedakan dua event refleksi yang berdekatan menjadi berkurang.  Stacking Stacking adalah proses penjumlahan trace-trace dalam satu gather data yang bertujuan untuk mempertinggi sinyal to noise ratio (S/N). Prinsip dasar analisa kecepatan pada proses stacking adalah mencari persamaan hiperbola yang tepat sehingga memberikan stack yang maksimum.merupakan suatu filter. sinyal refleksi yang dihasilkan akan mengikuti bentuk pola hiperbola. Pada grup trace dari suatu titik pantul.  Analisis Kecepatan Tujuan dari analisis kecepatan adalah untuk menentukan kecepatan yang sesuai untuk memperolehstacking yang terbaik.  Koreksi Dinamik/Koreksi NMO Koreksi ini diterapkan untuk mengoreksi efek adanya jarak offset antara shot point dan receiver pada suatu trace yang berasal dari satu CDP (Common Depth Point). Proses ini biasanya dilakukan berdasarkan CDP yaitu trace-trace yang tergabung pada satu CDP dan telah dikoreksi NMO kemudian dijumlahkan untuk mendapat satu trace yang tajam dan bebas noise inkoheren  Migrasi . Koreksi ini menghilangkan pengaruh offset sehingga seolah-olah gelombang pantul datang dalam arah vertikal (normal incident). Bumi merupakanlow pass filter yang baik sehingga sinyal impulsif diubah menjadi wavelet yang panjangnya sampai 100 ms.

4. lipatan). Dapat mendeteksi variasi baik lateral maupun kedalaman dalam parameter fisis yang relevan. dll) pada prinsipnya dapat diketahui dari metode seismik. Dapat dipergunakan untuk membatasi kenampakan stratigrafi dan beberapa kenampakan pengendapan. Sehingga. kompaksi.Banyaknya data yang dikumpulkan dalam sebuah survei akan sangat besar jika diinginkan data yang baik .Migrasi adalah suatu proses untuk memindahkan kedudukan reflektor pada posisi dan waktu pantul yang sebenarnya berdasarkan lintasan gelombang. Selain itu.Respon pada penjalaran gelombang seismik bergantung dari densitas batuan dan konstanta elastisitas lainnya. setiap perubahan konstanta tersebut (porositas. karena rekaman normal incident belum tentu tegak lurus terhadap bidang permukaan. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE SEISMIK Keunggulan : 1. 2. migrasi juga dapat menghilangkan pengaruh difraksi gelombang yang muncul akibat adanya struktur-struktur tertentu (patahan. 5. F. Dapat menghasilkan citra kenampakan struktur di bawah permukan 3. permeabilitas.Memungkinkan untuk deteksi langsung terhadap keberadaan hidrokarbon Kelemahan : 1. Hal ini disebabkan karena penampang seismik hasil stack belumlah mencerminkan kedudukan yang sebenarnya. terutama untuk bidang reflektor yang miring. yaitu kecepatan seismik.

5.Deteksi langsung terhadap kontaminan. . 4. tidak dapat dilakukan.Perolehan data sangat mahal baik akuisisi dan logistik dibandingkan dengan metode geofisika lainnya.Peralatan yang diperlukan dalam akuisisi umumnya lebih mahal dari metode geofisika lainnya.2. membutuhkan komputer mahal dan ahli-ahli yang banyak.Reduksi dan prosesing membutuhkan banyak waktu. misalnya pembuangan limbah. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->