P. 1
Uu No. 20-2003 Tentang Sisdiknas

Uu No. 20-2003 Tentang Sisdiknas

|Views: 152|Likes:
Published by Biologi Irwanto

More info:

Published by: Biologi Irwanto on Oct 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Pengertian Silabus
  • B. Prinsip Pengembangan Silabus
  • E.LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS
  • F. Penilaian
  • I. Rombongan Belajar
  • II. BEBAN KERJA MINIMAL GURU
  • IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

UU NO 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Oleh: Drs. H. Endang Somadin, M.Pd.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

BEBAN KERJA GURU PP 74/2008
• • • • • MERENCANAKAN PEMBELAJARAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MENILAI HASIL PEMBELAJARAN MEMBIMBING DAN MELATIH PESERTA DIDIK MELAKSANAKAN TUGAS TAMBAHAN YANG MELEKAT PADA PELAKSANAAN KEGIATAN POKOK SESUAI DENGAN BEBAN KERJA GURU.
3

20 Tahun 2003 sebagai berikut: Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa – Berakhlak Mulia – Sehat – Berilmu – Cakap – Kreatif – Mandiri Dan Menjadi Warga Negara yang Demokratis serta Bertanggung Jawab 4 .Tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang pada UU Sisdiknas No.

PP No. 19 Tahun 2005 tentang “Standar Nasional Pendidikan” yang meliputi: • • • • • • • • Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Lulusan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian Pendidikan 5 .

22 tahun 2006 ttg. 69 tahun 2009 ttg. 24 tahun 2007 ttg. Standar Pengelolahan Permen No. Permen No. Sertifikasi Guru dalam Jabatan 6 . 18 tahun 2007 ttg. 2. Standar Pembiayaan 6. 20 tahun 2007 ttg. 24 tahun 2006 ttg. Standar Kualifilasi dan Kompetensi Guru Permen No. Standar Isi (Kurikulum) Permen No. Standar Proses Permen No. 14 tahun 2005 PP No. • • • • UU Guru dan Dasar No. 39 Tahun 2009 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. 23 tahun 2006 ttg. 19 tahun 2007 ttg.74 Tahun 2008 Tentang Guru Permen Mendiknas No. 9. Standar Penilaian Permen N0. Standar Kurikulum (SKL) Permen No. 4. 5. Standar Standar Pelaksanaan Permen No. 7.PERATURAN MENTERI (PERMEN) MENDIKNAS (Tentang 8 Standar Nasional Pendidikan) 1. 16 tahun 2007 ttg. 41 tahun 2007 ttg. 3. 8. Permen No. Standar Sarana Prasarana Permen No.

• • • • • • 2. 5. PP 68/2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Permen 54/2013 tentang SKL Permen 55/2013 tentang Standar Pembiayaan Permen 56/2013 tentang Standar Sarana Prasarana Permen 57/2013 tentang Standar Pengelolaan Permen 65/2013 tentang Standar Proses Permen 66/2013 tentang Standar Penilaian 7 . 6. 32/2013 Pengganti PP 19/2005 tentang Standarisasi Pendidikan Nasional • 1. 3.Peraturan Pemerintah No. 4. 7.

dan global. terarah. nasional.FUNGSI DAN TUJUAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) • Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. pelaksanaan. • • 8 . Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • • • • • Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik Dan sebagainya 9 .

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR ISI • • • • • • • Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) Penyusunan kalender pendidikan Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran Penyusunan beban belajar 10 .

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN • Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalitas • Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik • Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial • Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian • Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya • Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah • Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya • Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan • Dan sebagainya
11

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PROSES

• • • • •

Proses Pembelajaran mengacu permen 41/2007 yang di dalamnya terdapat penerapan Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran, khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas Dan sebagainya

12

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENGELOLAAN (1)

• Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang • Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas • Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah • Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien • Mendukung pengembangan perangkat penilaian • Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah • Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah, transparansi, akuntabilitas, partisipasi/kerjasama, fleksibilitas, dan kontinyuitas baik mengenai program, keuangan, hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit.Pembinaan SMP) • Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang 13 kinerja sekolah

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENGELOLAAN (2) • • • • Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal Implementasi model-model manajemen. yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standar-standar pendidikan Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. non akademik atau manajemen sekolah lainnya Dan sebagainya. 14 • • • • . baik menyangkut bidang akademik.

ulangan kenaikan kelas.CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENILAIAN (1) • • • • Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. ulangan tengah semester. ulangan akhir semester. dll Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP 15 .

uji coba. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodeik Dan sebagainya 16 .CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENILAIAN (2) • • • • Pengembangan lomba-lomba.

IPA.CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PRASARANA DAN SARANA (1) • • • • • Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran Pengembangan prasarana pendidikan dan atau pembelajaran Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer. dan laboratorium lainnya 17 . Bahasa.

pendidik maupun tenaga kependidikan Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar Dan sebagainya 18 .CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PRASARANA DAN SARANA (2) • • • • Pengembangan jaringan internet. baik bagi peserta didik.

khususnya untuk penggalangan dana pendidikan Dan sebagainya 19 . baik donatur tetap maupun tidak tetap Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik Menjalin kerjasama dengan alumni.CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PEMBIAYAAN • • • • • • Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana.

dilanjutkan sebagai: – SSN Mandiri – Rintisan SBI: Daerah dan Pusat 20 .Keberlanjutan Pengembangan SSN • Bagi SSN yang telah tiga tahun (sesuai MoU).

masyarakat/lingkungan. komite sekolah.PENGERTIAN • SSN MANDIRI: pengembangan SNP di sekolah dilakukan atas kemampuan. dan pemerintah daerah. misi. sumber daya/potensi sekolah. • • • 21 . Kemandirian: kemampuan untuk mengatur. dan tujuan sekolah berdasarkan atas kondisi. kondisi. dan sumber daya lain di sekolah. dan Dinas Pendidikan Daerah dengan berbagai pertimbangan/alasan. mengembangkan sekolah sesuai dengan visi. mengelola. potensi. Pengembangan program sekolah sebagai kelanjutan sebelumnya hingga mencapai SNP sebagaimana diamanatkan dalam PP 19/2005 dan oleh BSNP (8 SNP). kemampuan. Ketetapan menjadi SSN selamanya atau akan menjadi Rintisan SBI sangat ditentukan oleh kemauan sekolah.

– Bagi sekolah yang memenuhi kriteria sebagai RINTISAN SBI akan tetapi karena keterbatasan quota.RINTISAN SBI • RINTISAN SBI setelah EMPAT-LIMA TAHUN sebagai SSN: – sekolah dapat dilanjutkan sebagai RINTISAN SBI oleh pusat atas dasar pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan dan kebijakan Depdiknas tentang Renstra SBI hingga tahun 2010 untuk 444/450 kab/kota melalui verifikasi. 22 . maka dapat ditetapkan sebagai RINTISAN SBI oleh pemerintah daerah masing-masing dan bersifat mandiri.

dan pemerintah daerah. pelaksanaan. PROGRAM: perencanaan. 23 . PEMBIAYAAN: menjadi tanggungjawab sekolah. CATATAN: pemerintah pusat tetap memberikan pembinaan sesuai dengan kewenangannya.PENGEMBANGAN PROGRAM MENUJU SSN MANDIRI • • • • • KELEMBAGAAN: terdapat keputusan dari Pemerintah Daerah atas pengajuan oleh sekolah dengan persetujuan Komite Sekolah. dan evaluasi dilaksanakan secara otonom dan bertanggungjawab untuk mempertahankan dan atau mengembangkan SNP (8 aspek). komite sekolah. KERJASAMA: memiliki jaringan kerjasama dengan sekolah/lembaga lain yang relevan. Diharapkan merupakan salah satu aspek yang diatur dalam Perda pendidikan di daerah.

Untuk memanfaatkan sumber secara afektif 24 . Sebagai alat untuk menemukan dan memecahkan masalah. yang tidak lain adalah perencanaan pembelajaran. Perencanaan perlu dilakukan.PENGERTIAN DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN Sebagaimana kegiatan-kegiatan yang lain. Untuk pengganti keberhasilan yang diperoleh secara untung-untungan atau nasib mujur. kegiatan pembelajaran perlu direncanakan secara mantap. karena memiliki arti penting sebagai berikut : 1. 3. 2.

25 . Memiliki daya ramal dan kontrol yang baik. b. c. Sebagai suatu alat untuk menganalisa.Penggunaan istilah dan langkah yang jelas. mudah dikomunikasi dan dipahami orang lain. hambatan-hambatan.PENGERTIAN DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN Perencanaan yang dilakukan secara sistematis atau dilandasi dengan pendekatan sistem. d. mengidentifikasi dan memecahkan masalah sesuai dengan yang diinginkan. proses setapak demi setapak untuk menuju perubahan yang diharapkan. e. serta perubahan yang diperlukan.Perumusan kebutuhan secara spesifik dan nyata. 2.Perhatian dan penentuan salah satu diantara macam-macam pendekatan yang lebih sesuai dengan situasi dan kondisi.Penetapan mekanisme feedback yang memberi informasi tentang kemajuan. karena didukung dengan langkah-langkah : a.Pengguna logika. akan memberikan dua keuntungan besar sebagai berikut : 1.

merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar/media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar 26 . merumuskan isi/materi pelajaran yang harus dipelajari.PENGERTIAN DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Perencanaan pengajaran merupakan suatu program bagaimana mengajarkan apa-apa yang dirumuskan dalam kurikulum • Perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran.

kondisi jiwa dan guru merupakan hal-hal penting yang perlu diperhatikan. Perencanaan pengajaran sebagai sains 4. Perencanaan pengajaran sebagai realitas 5.PENGERTIAN DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Fungsi perencanaan pengajaran sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiaatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik • Perencanaan pengajaran (Instructional Design) dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu : 1. Kurikulum menjadi acuan utama dalam penyusunan perencanaan program pengajaran. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah disiplin 3. namun kondisi sekolah dan lingkungan sekitar. Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem 6. Perencanaan pengajaran sebagai teknologi • Perencanaan pengajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pengajaran yang dianut dalam kurikulum. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah proses 2. 27 .

PRINSIP-PRINSIP PENGAJARAN DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Dalam kegiatan metode mengajar. atau mungkin dari teori yang berbeda.Prinsip Perbedaan Individu 3. guru tidak hanya menggunakan satu pendekatan ataupun satu metode mengajar.Aspek motivasi dalam Perencanaan Pembelajaran 28 . tetapi menggunakan beberapa metode yang mungkin berasal dari teori psikolog atau teori belajar yang sama.Prinsip Perkembangan 2. • Ada beberapa prinsip pengajaran yang secara relatif berlaku umum diantaranya 1.Minat dan Kebutuhan Anak 4.

semester.PRINSIP-PRINSIP PENGAJARAN DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan belajar para siswa.Merencanakan atau memilih bahan yang menarik minat dan dibutuhkan siswa c. tengah semester.Mempersiapkan untuk menggunakan cara atau metode dan media mengajar yang bervariasi b. pengakuan akan keberadaan siswa. yang hangat berisi rasa persahabatan. Adakan persaingan sehat 29 . dapat membangkitkan motif f. Ada rasa humor.Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.Memberikan sasaran antara seperti ulangan harian. Dan sasaran akhir belajar adalah lulus ujian atau naik kelas d. terhindar dari celaan dan makian. yaitu: a.Memberikan kesempatan untuk sukses e.

or series of activities designed to achieves a particular educational goal. David. 1976.STRATEGI PEMBELAJARAN Strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. method. R. Beberapa pendapat Ahli tentang Strategi dalam dunia pendidikan: – J. strategi diartikan sebagai a plan. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu 30 .

1995.STRATEGI PEMBELAJARAN • Kemp. 1985. Strategi pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien • Dick and Carey. strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama – sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa 31 .

JENIS – JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN • STRATEGI EXPOSITION – DISCOVERY LEARNING (PENYAMPAIAN – PENEMUAN) – Pada Exposition. Strategi ini juga disebut dengan pembelajaran langsung (Direct Instruction). kewajiban siswa adalah menguasainya secara penuh – Pada Discovery. Guru hanya sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya 32 . materi Pelajaran disajikan begitu saja pada siswa. siswa tidak dituntut untuk mengolahnya. bahan pelajaran dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa melalui berbagai aktivitas. bahan pelajaran disajikan dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut.

diajar oleh seorang atau beberapa guru. Kecepatan. Contoh: Belajar melalui modul. Setiap individu dianggap sama 33 . Bentuk belajar kelompok bisa dalam pembelajaran kelompok besar (klasikal) atau kelompok kecil. atau belajar melalui kaset audio – Strategi belajar kelompok dilakukan secara beregu. kelambatan dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu yang bersangkutan.• STRATEGI GROUPS – INDIVIDUAL LEARNING (KELOMPOK – INDIVIDU) – Strategi belajar individu dilakukan oleh siswa sendiri.

• STRATEGI DEDUKTIF – INDUKTIF – Strategi deduktif. strategi pembelajaran yang dilakukan dengan mempelajari konsep – konsep terlebih dahulu untuk kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi – ilustrasi dari abstrak menuju hal konkret dari umum ke khusus – Strategi induktif. dari khusus ke umum 34 . dari hal yang konkret atau contoh – contoh kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada materi yang kompleks dan sukar.

 Contextual Teaching and Learning adalah pembelajaran yang situasi dan isinya khusus untuk memberi kesempatan siswa dapat melakukan pemecahan masalah. dan kultural.CTL  CTL adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk membantu siswa memahami makna yang ada pada bahan ajar yang mereka pelajari dengan menghubungkan pelajaran dalam konteks kehidupan sehari-harinya dengan konteks kehidupan pribadi. latihan dan tugas secara riil dan otentik.  Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep mengajar dan belajar yang membantu guru menghubungkan kegiatan dan bahan ajar mata pelajarannya dengan situasi yang nyata yang dapat memotivasi siswa untuk dapat menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari siswa sebagai anggota keluarga dan bahkan sebagai anggota masyarakat dimana dia hidup. 35 . sosial.

Kompetensi Dasar Keterampilan Kemampuan Pendekatan Teknik/ Strategi Demonstrasi Pemodelan Diskusi/ Berpasangan CTL Bermakna Pilihan Seleksi Urutan Tingkat Kesulitan Kebutuhan Kompetensi Dasar Keterampilan Kemampuan 36 .

37 .

Berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain 2. Mengembangkan sekaligus menggunakan keterampilan berfikir kritis Bertanya 1. Membangun pemahaman oleh diri sendiri dari pengalaman-pengalaman baru berdasarkan pada pengalaman awal 2. baik secara individu maupun bersama-sama dengan teman lainnya 3. menganalisa. Digunakan oleh siswa selaam melakukan kegiatan berbasis inquiri Konstruktivisme 1. bertanya. Bekerjasama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran adalah lebih baik dibandingkan dengan belajar sendiri 38 . dan menilai kemampuan berfikir siswa 2. Diawali dengan kegiatan pengamatan dalam rangka untuk memahami suatu konsep 2. Siklus yang terdiri dari kegiatan mengamati.Inquiri 1. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman belajar bermakna Masyarakat Belajar 1. membimbing. Digunakan oleh guru untuk mendorong. dan merumuskan teori.

dan pengalaman 3. Melakukan apa yang Anda inginkan agar siswa dapat melakukan hal yang sama 39 . dan bagaimana kita merasakan ide-ide baru 4. Proses dan produk. Mencatat apa yang telah kita pelajari. aktivitas. Cara-cara berfikir tentang apa-apa yang telah kita pelajari 2. Mewngukur pengetahuan dan keterampilan siswa 2. Berfikir sambil mengucapkan dengan keras proses berfikir Anda sendiri 2. Mendemonstrasikan bagaimana Anda menginginkan para siswa untuk belajar 3. Dapat berupa berbagai bentuk: jurnal. maupun hasil karya seni Pemodelan 1. Mempersyaratkan penerapan pengetahuan atau keterampilan 3. Penilaian produk atau kinerja 4. dua-duanya dapat diukur Refleksi 1.Penilaian Autentik 1. Merevisi dan merespon kepada kejadian. diskusi. Tugas-tugas yang kontekstual dan relevan 5.

CIRI-CIRI CTL Bermakna (bagi siswa) HUbungan kelas dengan dunia nyata Berpikir tinggat tinggi (pengembangan) Kritis dan kreatif Inkuiri dan bertanya Komunikasi dan kolaborasi Penilaian otentik Refleksi Model Masyarakat belajar 40 .

PERANGKAT/PROGRAM PEMBELAJARAN • • • • • Program Tahunan Program Semester Perhitungan Minggu Efektif Pengembangan Silabus Pemetaan KD dan Indikator sesuai dengan aspek mata pelajaran masing – masing • RPP (Rencana Pengembangan Pembelajaran) 41 .

– Kegiatan Pembelajaran. – Alokasi Waktu. 42 . Pengertian Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada satu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup: – Standar Kompetensi – Kompetensi Dasar. Dan – Sumber Belajar.PENGEMBANGAN SILABUS A. – Indikator Pencapaian Kompetensi. – Materi Pokok/Pembelajaran. – Penilaian.

yaitu cakupan.B. Prinsip Pengembangan Silabus 1. 4. yaitu adanya hubungan yg konsisten (ajeg. 43 . yaitu komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. SISTEMATIS . sosial. sumber belajar. kedalaman. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. materi pokok. indikator. intelektual.yaitu keseluruhan materi dan kegiatan yg menjadi muatan dlm silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. kegiatan belajar. dan spiritual peserta didik. RELEVAN. ILMIAH.taat asas) antara kompetensi dasar. 3. 2. dan sistem penilaian. emosional. KONSISTEN.

kegiatan belajar. AKTUAL DAN KONTEKSTUAL. yaitu cakupan indikator. sumber belajar.MENYELURUH. 8.5. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. teknologi. dan peristiwa yang terjadi.FLEKSIBEL. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. 6. materi pokok. dan psikomotor) 44 . yaitu keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. materi pokok. yaitu komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. sumber belajar. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. yaitu cakupan indikator. kegiatan belajar. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. MEMADAI.afektif. 7. pendidik.

per tahun. Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. 45 .Penyusunan dilabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester.C. 3.Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tngkat satuan pendidikan. 2.Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dng alokasi waktu yg tersedia pada struktur kurikulum. Unit Waktu Silabus 1. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.

• Pusat Kegiatan Guru (PKG).D. – Dikembangkan secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik. kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya. • kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). dan • Dinas Pendidikan. Pengembang Silabus – Silabus dapat dikembangkan oleh para guru: • secara mandiri • kelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah/madrasah. 46 .

– Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru terkait 47 .– Apabila guru mata pelajaran belum dapat mengembangkan silabus secara mandiri. dari kelas I sampai dengan kelas VI. menyusun silabus secara bersama. maka sekolah/madrasah dapat membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah tsb. – DI SD/MI semua guru kelas.

– Dinas pendidikan setempat dapat menfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing. 48 .– Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri. sebaiknya bergabung dengan sekolah/madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dalam lingkup MGP/PKG setempat.

b. Keterkaitan antar SK dan KD dlm mata pelajaran c.E. 49 . tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Keterkaitan SK dan KD antar mata pelajaran. Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Mengkaji SK dan KD dlm Standar Isi dengan memperhatikan : a.

Relevansi dng kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan h. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran. kedalaman. Tingkat perkembangan fisik. emosional. 50 . Potensi peserta didik b. Struktur keilmuan f. dan spiritual peserta didik d. dan keluasan materi pembelajaran g. intelektual.2. yg menunjang SK dan KD dng mempertimbangkan: a. Kebermanfaatan bagi peserta didik e. Relevansi dengan karakteristik daerah c. sosial. Alokasi waktu. Aktualitas.

3. peserta didik dengan guru. 51 . Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. – Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran – Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarapeserta didik. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. lingkungan.

• Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hirarki konsep materi pembelajaran • Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik. 52 . khususnya guru. yaitu kegiatan peserta didik dan materi.– Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sbb. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. • Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. • Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berutan untuk mencapai kompetensi dasar.

pengetahuan.Merumuskan Indikator Keberhasilan – Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. dan keterampilan. 53 . satuan pendidikan. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yg terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sbg dasar untuk menyusun alat penilaian.4. – Indikator dikembangkan sesuai dng karakteristik peserta didik. mata pelajaran.

menganalisis. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. sikap. penggunaan portofolio.5.Penentuan Jenis Penilaian – Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. dan penilaian diri. – Penilaian dilakukan dng menggunakan tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. 54 .dan non tes dalam bentuk pengamatan kinerja. – Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sitematis dan berkesinambungan. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk.

• Hal-hal yg harus diperhatikan dalam penilaian: – Penilain diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi – Penilaian menggunakan acuan kriteria – Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. – Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut – Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum.Artinya semua indikator ditagih. 55 .

ALUR PENILAIAN Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Soal Tes HB Komponen Perilaku Yang Diamati Keputusan Keputusan Penilaian Penilaian 56 .

6. tingkat kesulitan. kedalaman. – Alokasi waktu yg dicantumkan dlm silabus merupakan perkiraan waktu yg dibutuhkan oleh peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar. keluasan.Menentukan Alokasi Waktu – Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dng mempertimbangkan jumlah KD. dan tingkat kepentingan KD. 57 .

alam. 58 . serta lingkungan fisik.7. – Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD serta materi pokok. sosial. kegiatan pembelajaran.Menentukan Sumber Belajar – Sumber belajar adalah rujukan. objek dan/atau bahan yg digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik. dan indikator pencapaian kompetensi. dan budaya. narasumber.

dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru.G. dilaksnakan. dievaluasi. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. – Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. dan evaluasi rencana pembelajaran.Pengembangan Silabus Berkelanjutan – Dalam imlementasinya. 59 .

.. : …………………………. : …………………………. : …………………………. Penilaian Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajar-an Kegiatan Pembelajar-an Indikator Pencapai-an Alokasi Waktu Sumber Belajar Teknik Penilaian ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… Bentuk Instrumen ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… Contoh Instrumen ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… 60 .SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Standar Kompetensi : SMP ………………….

………………………………… . C. …………… 3. …………… B.………………………………… c. Metode Pembelajaran 1. Kegiatan Inti . Kegiatan Pendahuluan . Sumber Belajar 1. Kegiatan Penutup .………………………………… E.………………………………… . Materi Pembelajaran ………………………. …………… 3. …………… 4.Motivasi dan Apersepsi : …………………. …………………………… 2. …………… 2.Prasyarat : …………………. …………… D. Tujuan Pembelajaran Peserta Didik Dapat: 1.. Langkah-Langkah Kegiatan a. …………………………… 61 .RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi : …………………………………………. …………… 5. …………………………… 3. Kompetensi Dasar : …………………………………………. b. …………… 2. .

Jakarta. Guru Mata Pelajaran ___________________ _____________________ 62 . Penilaian PENILAIAN INDIKATOR TEKNIK BENTUK INSTRUMEN Cara Penskoran: Mengetahui. Kepala Sekolah SMP…….F.

ANALISIS HASIL ULANGAN Mata Pelajaran : …………………………… KKM : …………………………… Kelas : …………………………… Ulangan Ke : …………………………… Hari/ Tanggal : …………………………… Setelah dilaksanakan ulangan: -Jumlah Peserta Didik : ……………… -Jumlah Peserta Didik Tuntas : ……………… -Jumlah Peserta Didik Blm Tuntas : ……………… Pelaksanaan Remedial bagi yang belum Tuntas: (Soal/ Tugas terlampir) No Nama Peserta Didik Nilai Awal Nilai Remedial Keterangan Mengetahui. Tenaga Pendidik/ Guru ___________________ _____________________ 63 . Jakarta. Kepala Sekolah SMP…….

Pasal 1 Standar proses mencakup: • • • • perencanaan proses pembelajaran. dan pengawasan proses pembelajaran. penilaian hasil pembelajaran. 64 . pelaksanaan proses pembelajaran.

Adaptasi atau Adopsi Mandiri atau Kelompok. 7. 3. Siapa yang melaksanakan Supervisi. Kapan dilaksanakan. 4.Perencanaan Proses Pembelajaran (Silabus dan RPP) 1. 6. 2. 5. Komponen Silabus dan RPP: Ketepatan pengisian format: Revisi Silabus. 65 .

PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN Persyaratan Pelaksanaan pembelajaran 66 .

Jumlah maksimal peserta didik setiap rombel SMP : 32 peserta didik 2.Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran I. Realitasnya ? 3. Rombongan Belajar 1. Bagaimana dengan SSN 2 shift ? (Harus ada strategi menuju 1shift) 67 .

II. 68 . BEBAN KERJA MINIMAL GURU Beban kerja guru sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

Merencanakan Pembelajaran Melaksanakan Pembelajaran BEBAN GURU Menilai Hasil Pembelajaran Membimbing dan Melatih Peserta Didik 69 .

Realitasnya ? Bagaimana dengan yang < 24 Jam ? Solusinya ? 70 .Beban maksimal dalam mengorganisasikan proses belajar dan pembelajaran yang bermutu : SMP/MTs/SMPLB 18 jam @ 40 menit.

Buku teks pelajaran a. Membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan dan pemanfaatan TIK. dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite (Sudahkah diimplementasikan ?) Rasio 1 : 1 per mata pelajaran. c. 71 . buku pengayaan. d. buku referensi dan sumber belajar lainnya.3. Guru menggunakan buku panduan. b.

Menghargai peserta didik. keselamatan. Penciptaan ketertiban. dan kepatuhan pada peraturan. f. c. h. Penyesuaian materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik. Tutur kata guru santun. b. Menghargai pendapat peserta didik. Pengaturan tempat duduk. Pengelolaan kelas a. e. g. d. 72 .4. Volume dan intonasi suara guru. kenyamanan. Memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar. kedisiplinan.

73 . k.i. Penyampaian silabus mata pelajaran. Memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai jadwal. Pakaian Guru. j.

Kegiatan Inti Dan Kegiatan Penutup. • Meliputi : Kegiatan Pendahuluan.Pelaksanaan Pembelajaran • Merupakan Implementasi Dari RPP. 74 .

D. guru: A. Mengajukan Pertanyaan. B. C. Menyampaikan Cakupan Materi. 75 . Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan. Menyiapkan Peserta Didik Secara Psikis Dan Fisik.1. Menjelaskan Tujuan Pembelajaran.

Elaborasi. Dan Konfirmasi. 76 . • Menggunakan Metode Pembelajaran Meliputi Proses Eksplorasi. KEGIATAN INTI • Merupakan Proses Pembelajaran Yang Dilakukan Secara Interaktif. Menyenangkan. Menantang.2. Inspiratif.

Eksplorasi
• Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

77

• Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
• Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

78

• Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran;

• Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
• Sudahkah Eksplorasi diimplementa-sikan?
79

ELABORASI • Membiasakan peserta didik membaca dan menulis. • Memberi kesempatan untuk berpikir. dan lain-lain. • Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. diskusi. 80 . menyelesaikan masalah. dan bertindak tanpa rasa takut. menganalisis.

• Memfasilitasi pembelajaran kooperatif dan kolaboratif. 81 . • Memfasilitasi peserta didik berkom-petisi secara sehat. secara individual maupun kelompok. • Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis.

• Memfasilitasi peserta didik melaku-kan pameran. festival. serta produk yang dihasilkan.• Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja. • Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik • Sudahkah Elaborasi diimplementa-sikan? 82 . turnamen.

83 . • Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber. • Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengala-man belajar yang telah dilakukan.KONFIRMASI • Memberikan umpan balik positif dan penguatan.

. dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar.Sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan.• Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna. 84 .

Sudahkah Konfirmasi diimplementa-sikan ? 85 ..Memberi informasi untuk bereksplo-rasi lebih jauh.memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi. . . .Memberikan motivasi kepada peserta didik yang belum berpartisipasi aktif. .membantu menyelesaikan masalah.

Kegiatan Penutup • Membuat rangkuman/ simpulan pelajaran. • melakukan penilaian dan/atau refleksi. 86 . layanan konseling dan/atau memberikan tugas). • Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. program pengayaan.3. • Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran • Merencanakan kegiatan tindak lanjut (remedi.

IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. 87 . dan memperbaiki proses pembelajaran. serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar.

sistematik. dan penilaian diri. • Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran. pengamatan kinerja. pengukuran sikap.• Penilaian dilakukan secara konsisten. 88 . penilaian hasil karya berupa tugas. proyek dan/atau produk. portofolio. dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan.

Pemantauan • Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan. dan penilaian hasil pembelajaran. pelaksanaan. • Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus. perekaman. pelaksanaan. pengamatan. • Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan 89 . pencatatan. • Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan. wawancara. dan dokumentasi. dan penilaian hasil pembelajaran.

dan penilaian hasil pembelajaran. • Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan 90 . pelak-sanaan.SUPERVISI • Supervisi proses pembelajaran dilaku-kan pada tahap perencanaan. diskusi. • Supervisi pembelajaran diselengga-rakan dengan cara pemberian contoh. pelatihan. dan konsultasi.

pelaksanaan proses pembelajaran.EVALUASI • Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. 91 . dan penilaian hasil pembelajaran. mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran.

Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru.garakan dengan cara: a. • Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses 92 pembelajaran. Membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses.• Evaluasi proses pembelajaran diseleng. . b.

93 . dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan.PELAPORAN • Hasil kegiatan pemantauan. supervisi.

Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar. 3.Tindak lanjut 1.Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar. 94 . 2.Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut.

Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2.CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD Langkah-langkah : 1. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 95 .

hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa.CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD 4. Kesimpulan 96 . guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa.

Kesimpulan/rangkuman . Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 97 7. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. Menyajikan materi sebagai pengantar 3.Langkah-langkah : 1. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.

1992) (KEPALA BERNOMOR) Langkah-langkah : 1.Tanggapan dari teman yang lain. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 98 6.Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3.Kesimpulan .Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4.(SPENCER KAGAN. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5.Siswa dibagi dalam kelompok.

Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. 1985) Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 99 .. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1.(DANSEREAU CS.

4. 6. Penutup . semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru 100 7. Sementara pendengar : • Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap • Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Serta lakukan seperti diatas. Bertukar peran.

Kesimpulan 101 . Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. 3. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) Langkah-langkah : 1. Siswa dibagi dalam kelompok. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya. Jika perlu. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok.

SUMBER BELAJAR 102 .

SELESAI .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->