Uu No. 20-2003 Tentang Sisdiknas

UU NO 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Oleh: Drs. H. Endang Somadin, M.Pd.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

BEBAN KERJA GURU PP 74/2008
• • • • • MERENCANAKAN PEMBELAJARAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MENILAI HASIL PEMBELAJARAN MEMBIMBING DAN MELATIH PESERTA DIDIK MELAKSANAKAN TUGAS TAMBAHAN YANG MELEKAT PADA PELAKSANAAN KEGIATAN POKOK SESUAI DENGAN BEBAN KERJA GURU.
3

Tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang pada UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003 sebagai berikut: Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa – Berakhlak Mulia – Sehat – Berilmu – Cakap – Kreatif – Mandiri Dan Menjadi Warga Negara yang Demokratis serta Bertanggung Jawab 4 .

19 Tahun 2005 tentang “Standar Nasional Pendidikan” yang meliputi: • • • • • • • • Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Lulusan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian Pendidikan 5 .PP No.

19 tahun 2007 ttg. 18 tahun 2007 ttg. 3. 23 tahun 2006 ttg.74 Tahun 2008 Tentang Guru Permen Mendiknas No. Standar Pengelolahan Permen No. 22 tahun 2006 ttg. Permen No. Standar Kualifilasi dan Kompetensi Guru Permen No. Sertifikasi Guru dalam Jabatan 6 . 14 tahun 2005 PP No. Standar Kurikulum (SKL) Permen No. Standar Proses Permen No. Permen No. 7. 69 tahun 2009 ttg. 9. 24 tahun 2006 ttg. Standar Standar Pelaksanaan Permen No. 4. Standar Sarana Prasarana Permen No. 5.PERATURAN MENTERI (PERMEN) MENDIKNAS (Tentang 8 Standar Nasional Pendidikan) 1. 41 tahun 2007 ttg. Standar Penilaian Permen N0. 2. Standar Isi (Kurikulum) Permen No. 20 tahun 2007 ttg. • • • • UU Guru dan Dasar No. 16 tahun 2007 ttg. 8. Standar Pembiayaan 6. 39 Tahun 2009 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. 24 tahun 2007 ttg.

4. • • • • • • 2. 6. 7. 3. 32/2013 Pengganti PP 19/2005 tentang Standarisasi Pendidikan Nasional • 1.Peraturan Pemerintah No. PP 68/2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Permen 54/2013 tentang SKL Permen 55/2013 tentang Standar Pembiayaan Permen 56/2013 tentang Standar Sarana Prasarana Permen 57/2013 tentang Standar Pengelolaan Permen 65/2013 tentang Standar Proses Permen 66/2013 tentang Standar Penilaian 7 . 5.

Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. terarah. nasional. pelaksanaan. • • 8 . dan global. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.FUNGSI DAN TUJUAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) • Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal.

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • • • • • Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik Dan sebagainya 9 .

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR ISI • • • • • • • Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) Penyusunan kalender pendidikan Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran Penyusunan beban belajar 10 .

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN • Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalitas • Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik • Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial • Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian • Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya • Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah • Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya • Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan • Dan sebagainya
11

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PROSES

• • • • •

Proses Pembelajaran mengacu permen 41/2007 yang di dalamnya terdapat penerapan Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran, khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas Dan sebagainya

12

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENGELOLAAN (1)

• Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang • Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas • Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah • Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien • Mendukung pengembangan perangkat penilaian • Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah • Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah, transparansi, akuntabilitas, partisipasi/kerjasama, fleksibilitas, dan kontinyuitas baik mengenai program, keuangan, hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit.Pembinaan SMP) • Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang 13 kinerja sekolah

yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standar-standar pendidikan Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan.CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENGELOLAAN (2) • • • • Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal Implementasi model-model manajemen. non akademik atau manajemen sekolah lainnya Dan sebagainya. baik menyangkut bidang akademik. 14 • • • • .

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENILAIAN (1) • • • • Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. ulangan kenaikan kelas. dll Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP 15 . ulangan akhir semester. ulangan tengah semester.

CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENILAIAN (2) • • • • Pengembangan lomba-lomba. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodeik Dan sebagainya 16 . uji coba.

Bahasa. IPA. dan laboratorium lainnya 17 .CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PRASARANA DAN SARANA (1) • • • • • Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran Pengembangan prasarana pendidikan dan atau pembelajaran Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer.

baik bagi peserta didik.CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PRASARANA DAN SARANA (2) • • • • Pengembangan jaringan internet. pendidik maupun tenaga kependidikan Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar Dan sebagainya 18 .

baik donatur tetap maupun tidak tetap Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik Menjalin kerjasama dengan alumni. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan Dan sebagainya 19 .CONTOH PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PEMBIAYAAN • • • • • • Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana.

dilanjutkan sebagai: – SSN Mandiri – Rintisan SBI: Daerah dan Pusat 20 .Keberlanjutan Pengembangan SSN • Bagi SSN yang telah tiga tahun (sesuai MoU).

misi. dan pemerintah daerah. masyarakat/lingkungan. dan tujuan sekolah berdasarkan atas kondisi.PENGERTIAN • SSN MANDIRI: pengembangan SNP di sekolah dilakukan atas kemampuan. potensi. dan Dinas Pendidikan Daerah dengan berbagai pertimbangan/alasan. kondisi. Pengembangan program sekolah sebagai kelanjutan sebelumnya hingga mencapai SNP sebagaimana diamanatkan dalam PP 19/2005 dan oleh BSNP (8 SNP). sumber daya/potensi sekolah. Kemandirian: kemampuan untuk mengatur. kemampuan. Ketetapan menjadi SSN selamanya atau akan menjadi Rintisan SBI sangat ditentukan oleh kemauan sekolah. mengelola. komite sekolah. • • • 21 . dan sumber daya lain di sekolah. mengembangkan sekolah sesuai dengan visi.

RINTISAN SBI • RINTISAN SBI setelah EMPAT-LIMA TAHUN sebagai SSN: – sekolah dapat dilanjutkan sebagai RINTISAN SBI oleh pusat atas dasar pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan dan kebijakan Depdiknas tentang Renstra SBI hingga tahun 2010 untuk 444/450 kab/kota melalui verifikasi. 22 . maka dapat ditetapkan sebagai RINTISAN SBI oleh pemerintah daerah masing-masing dan bersifat mandiri. – Bagi sekolah yang memenuhi kriteria sebagai RINTISAN SBI akan tetapi karena keterbatasan quota.

PEMBIAYAAN: menjadi tanggungjawab sekolah. dan pemerintah daerah. 23 . PROGRAM: perencanaan. Diharapkan merupakan salah satu aspek yang diatur dalam Perda pendidikan di daerah. CATATAN: pemerintah pusat tetap memberikan pembinaan sesuai dengan kewenangannya.PENGEMBANGAN PROGRAM MENUJU SSN MANDIRI • • • • • KELEMBAGAAN: terdapat keputusan dari Pemerintah Daerah atas pengajuan oleh sekolah dengan persetujuan Komite Sekolah. pelaksanaan. komite sekolah. dan evaluasi dilaksanakan secara otonom dan bertanggungjawab untuk mempertahankan dan atau mengembangkan SNP (8 aspek). KERJASAMA: memiliki jaringan kerjasama dengan sekolah/lembaga lain yang relevan.

PENGERTIAN DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN Sebagaimana kegiatan-kegiatan yang lain. Sebagai alat untuk menemukan dan memecahkan masalah. yang tidak lain adalah perencanaan pembelajaran. Untuk pengganti keberhasilan yang diperoleh secara untung-untungan atau nasib mujur. kegiatan pembelajaran perlu direncanakan secara mantap. Perencanaan perlu dilakukan. Untuk memanfaatkan sumber secara afektif 24 . 3. 2. karena memiliki arti penting sebagai berikut : 1.

karena didukung dengan langkah-langkah : a.Pengguna logika.Perhatian dan penentuan salah satu diantara macam-macam pendekatan yang lebih sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai suatu alat untuk menganalisa. proses setapak demi setapak untuk menuju perubahan yang diharapkan. 2. 25 . mengidentifikasi dan memecahkan masalah sesuai dengan yang diinginkan. Memiliki daya ramal dan kontrol yang baik.PENGERTIAN DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN Perencanaan yang dilakukan secara sistematis atau dilandasi dengan pendekatan sistem. mudah dikomunikasi dan dipahami orang lain.Perumusan kebutuhan secara spesifik dan nyata. akan memberikan dua keuntungan besar sebagai berikut : 1. serta perubahan yang diperlukan. hambatan-hambatan. c. d.Penggunaan istilah dan langkah yang jelas.Penetapan mekanisme feedback yang memberi informasi tentang kemajuan. b. e.

PENGERTIAN DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Perencanaan pengajaran merupakan suatu program bagaimana mengajarkan apa-apa yang dirumuskan dalam kurikulum • Perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran. merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar/media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar 26 . merumuskan isi/materi pelajaran yang harus dipelajari.

Perencanaan pengajaran sebagai teknologi • Perencanaan pengajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pengajaran yang dianut dalam kurikulum. namun kondisi sekolah dan lingkungan sekitar. kondisi jiwa dan guru merupakan hal-hal penting yang perlu diperhatikan. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah proses 2. Kurikulum menjadi acuan utama dalam penyusunan perencanaan program pengajaran. Perencanaan pengajaran sebagai sains 4. Perencanaan pengajaran sebagai realitas 5. 27 . Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem 6.PENGERTIAN DAN TUJUAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Fungsi perencanaan pengajaran sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiaatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik • Perencanaan pengajaran (Instructional Design) dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu : 1. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah disiplin 3.

• Ada beberapa prinsip pengajaran yang secara relatif berlaku umum diantaranya 1.Prinsip Perbedaan Individu 3.Minat dan Kebutuhan Anak 4.PRINSIP-PRINSIP PENGAJARAN DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Dalam kegiatan metode mengajar.Prinsip Perkembangan 2. atau mungkin dari teori yang berbeda. guru tidak hanya menggunakan satu pendekatan ataupun satu metode mengajar. tetapi menggunakan beberapa metode yang mungkin berasal dari teori psikolog atau teori belajar yang sama.Aspek motivasi dalam Perencanaan Pembelajaran 28 .

Ada rasa humor. terhindar dari celaan dan makian.PRINSIP-PRINSIP PENGAJARAN DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan belajar para siswa.Memberikan kesempatan untuk sukses e. yaitu: a. pengakuan akan keberadaan siswa.Memberikan sasaran antara seperti ulangan harian. yang hangat berisi rasa persahabatan. dapat membangkitkan motif f. tengah semester.Merencanakan atau memilih bahan yang menarik minat dan dibutuhkan siswa c. semester. Dan sasaran akhir belajar adalah lulus ujian atau naik kelas d. Adakan persaingan sehat 29 .Mempersiapkan untuk menggunakan cara atau metode dan media mengajar yang bervariasi b.Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

R. 1976. Beberapa pendapat Ahli tentang Strategi dalam dunia pendidikan: – J.STRATEGI PEMBELAJARAN Strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. or series of activities designed to achieves a particular educational goal. David. strategi diartikan sebagai a plan. method. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu 30 .

1995.STRATEGI PEMBELAJARAN • Kemp. strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama – sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa 31 . 1985. Strategi pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien • Dick and Carey.

bahan pelajaran dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa melalui berbagai aktivitas. materi Pelajaran disajikan begitu saja pada siswa.JENIS – JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN • STRATEGI EXPOSITION – DISCOVERY LEARNING (PENYAMPAIAN – PENEMUAN) – Pada Exposition. Strategi ini juga disebut dengan pembelajaran langsung (Direct Instruction). siswa tidak dituntut untuk mengolahnya. Guru hanya sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya 32 . bahan pelajaran disajikan dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. kewajiban siswa adalah menguasainya secara penuh – Pada Discovery.

kelambatan dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu yang bersangkutan.• STRATEGI GROUPS – INDIVIDUAL LEARNING (KELOMPOK – INDIVIDU) – Strategi belajar individu dilakukan oleh siswa sendiri. atau belajar melalui kaset audio – Strategi belajar kelompok dilakukan secara beregu. Contoh: Belajar melalui modul. Kecepatan. Setiap individu dianggap sama 33 . Bentuk belajar kelompok bisa dalam pembelajaran kelompok besar (klasikal) atau kelompok kecil. diajar oleh seorang atau beberapa guru.

strategi pembelajaran yang dilakukan dengan mempelajari konsep – konsep terlebih dahulu untuk kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi – ilustrasi dari abstrak menuju hal konkret dari umum ke khusus – Strategi induktif. dari hal yang konkret atau contoh – contoh kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada materi yang kompleks dan sukar. dari khusus ke umum 34 .• STRATEGI DEDUKTIF – INDUKTIF – Strategi deduktif.

 Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep mengajar dan belajar yang membantu guru menghubungkan kegiatan dan bahan ajar mata pelajarannya dengan situasi yang nyata yang dapat memotivasi siswa untuk dapat menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari siswa sebagai anggota keluarga dan bahkan sebagai anggota masyarakat dimana dia hidup.  Contextual Teaching and Learning adalah pembelajaran yang situasi dan isinya khusus untuk memberi kesempatan siswa dapat melakukan pemecahan masalah. 35 . latihan dan tugas secara riil dan otentik. dan kultural. sosial.CTL  CTL adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk membantu siswa memahami makna yang ada pada bahan ajar yang mereka pelajari dengan menghubungkan pelajaran dalam konteks kehidupan sehari-harinya dengan konteks kehidupan pribadi.

Kompetensi Dasar Keterampilan Kemampuan Pendekatan Teknik/ Strategi Demonstrasi Pemodelan Diskusi/ Berpasangan CTL Bermakna Pilihan Seleksi Urutan Tingkat Kesulitan Kebutuhan Kompetensi Dasar Keterampilan Kemampuan 36 .

37 .

Berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain 2. dan merumuskan teori. Mengembangkan sekaligus menggunakan keterampilan berfikir kritis Bertanya 1. baik secara individu maupun bersama-sama dengan teman lainnya 3. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman belajar bermakna Masyarakat Belajar 1. Bekerjasama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran adalah lebih baik dibandingkan dengan belajar sendiri 38 . Digunakan oleh siswa selaam melakukan kegiatan berbasis inquiri Konstruktivisme 1. menganalisa.Inquiri 1. Diawali dengan kegiatan pengamatan dalam rangka untuk memahami suatu konsep 2. dan menilai kemampuan berfikir siswa 2. membimbing. Digunakan oleh guru untuk mendorong. Siklus yang terdiri dari kegiatan mengamati. bertanya. Membangun pemahaman oleh diri sendiri dari pengalaman-pengalaman baru berdasarkan pada pengalaman awal 2.

Dapat berupa berbagai bentuk: jurnal. dan bagaimana kita merasakan ide-ide baru 4. diskusi. Proses dan produk. Tugas-tugas yang kontekstual dan relevan 5. Penilaian produk atau kinerja 4. aktivitas. Merevisi dan merespon kepada kejadian.Penilaian Autentik 1. Mencatat apa yang telah kita pelajari. Cara-cara berfikir tentang apa-apa yang telah kita pelajari 2. Mempersyaratkan penerapan pengetahuan atau keterampilan 3. Mendemonstrasikan bagaimana Anda menginginkan para siswa untuk belajar 3. dan pengalaman 3. dua-duanya dapat diukur Refleksi 1. maupun hasil karya seni Pemodelan 1. Berfikir sambil mengucapkan dengan keras proses berfikir Anda sendiri 2. Mewngukur pengetahuan dan keterampilan siswa 2. Melakukan apa yang Anda inginkan agar siswa dapat melakukan hal yang sama 39 .

CIRI-CIRI CTL Bermakna (bagi siswa) HUbungan kelas dengan dunia nyata Berpikir tinggat tinggi (pengembangan) Kritis dan kreatif Inkuiri dan bertanya Komunikasi dan kolaborasi Penilaian otentik Refleksi Model Masyarakat belajar 40 .

PERANGKAT/PROGRAM PEMBELAJARAN • • • • • Program Tahunan Program Semester Perhitungan Minggu Efektif Pengembangan Silabus Pemetaan KD dan Indikator sesuai dengan aspek mata pelajaran masing – masing • RPP (Rencana Pengembangan Pembelajaran) 41 .

– Alokasi Waktu. 42 .PENGEMBANGAN SILABUS A. – Penilaian. – Indikator Pencapaian Kompetensi. – Materi Pokok/Pembelajaran. Dan – Sumber Belajar. – Kegiatan Pembelajaran. Pengertian Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada satu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup: – Standar Kompetensi – Kompetensi Dasar.

KONSISTEN. kedalaman. ILMIAH.taat asas) antara kompetensi dasar.B. yaitu komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. emosional. intelektual. 4. 3. kegiatan belajar.yaitu keseluruhan materi dan kegiatan yg menjadi muatan dlm silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. 43 . yaitu adanya hubungan yg konsisten (ajeg. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. yaitu cakupan. indikator. materi pokok. 2. sumber belajar. dan sistem penilaian. dan spiritual peserta didik. SISTEMATIS . RELEVAN. sosial. Prinsip Pengembangan Silabus 1.

teknologi. kegiatan belajar. kegiatan belajar. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. dan peristiwa yang terjadi.5.afektif.MENYELURUH. 8. yaitu komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. pendidik. yaitu cakupan indikator. MEMADAI. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. sumber belajar. 7. yaitu cakupan indikator. sumber belajar. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. materi pokok. dan psikomotor) 44 . AKTUAL DAN KONTEKSTUAL. 6. yaitu keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. materi pokok.FLEKSIBEL.

3. per tahun. 45 .Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dng alokasi waktu yg tersedia pada struktur kurikulum. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Unit Waktu Silabus 1.Penyusunan dilabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester.Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tngkat satuan pendidikan.C. 2.

Pengembang Silabus – Silabus dapat dikembangkan oleh para guru: • secara mandiri • kelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah/madrasah.D. – Dikembangkan secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik. dan • Dinas Pendidikan. kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya. • kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). 46 . • Pusat Kegiatan Guru (PKG).

– Apabila guru mata pelajaran belum dapat mengembangkan silabus secara mandiri. dari kelas I sampai dengan kelas VI. menyusun silabus secara bersama. maka sekolah/madrasah dapat membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah tsb. – Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru terkait 47 . – DI SD/MI semua guru kelas.

– Dinas pendidikan setempat dapat menfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.– Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri. sebaiknya bergabung dengan sekolah/madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dalam lingkup MGP/PKG setempat. 48 .

49 . Mengkaji SK dan KD dlm Standar Isi dengan memperhatikan : a. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Keterkaitan antar SK dan KD dlm mata pelajaran c. b. Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Keterkaitan SK dan KD antar mata pelajaran. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1.E.

dan spiritual peserta didik d. Potensi peserta didik b. Kebermanfaatan bagi peserta didik e. Alokasi waktu. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran. 50 . Relevansi dng kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan h. intelektual. kedalaman. emosional. Tingkat perkembangan fisik. Struktur keilmuan f. Aktualitas. sosial.2. dan keluasan materi pembelajaran g. yg menunjang SK dan KD dng mempertimbangkan: a. Relevansi dengan karakteristik daerah c.

Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran – Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarapeserta didik. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. peserta didik dengan guru. 51 . – Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.3. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. lingkungan.

• Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berutan untuk mencapai kompetensi dasar. 52 .– Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sbb. • Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. khususnya guru. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. yaitu kegiatan peserta didik dan materi. • Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hirarki konsep materi pembelajaran • Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik.

satuan pendidikan. dan keterampilan. Indikator digunakan sbg dasar untuk menyusun alat penilaian. pengetahuan. 53 .4. – Indikator dikembangkan sesuai dng karakteristik peserta didik.Merumuskan Indikator Keberhasilan – Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yg terukur dan/atau dapat diobservasi. mata pelajaran.

sikap. dan penilaian diri.dan non tes dalam bentuk pengamatan kinerja. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. – Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. penggunaan portofolio.Penentuan Jenis Penilaian – Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sitematis dan berkesinambungan. 54 .5. menganalisis. – Penilaian dilakukan dng menggunakan tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.

55 .Artinya semua indikator ditagih. serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik. – Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut – Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.• Hal-hal yg harus diperhatikan dalam penilaian: – Penilain diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi – Penilaian menggunakan acuan kriteria – Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum.

ALUR PENILAIAN Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Soal Tes HB Komponen Perilaku Yang Diamati Keputusan Keputusan Penilaian Penilaian 56 .

tingkat kesulitan. dan tingkat kepentingan KD.Menentukan Alokasi Waktu – Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dng mempertimbangkan jumlah KD. keluasan. kedalaman. 57 .6. – Alokasi waktu yg dicantumkan dlm silabus merupakan perkiraan waktu yg dibutuhkan oleh peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar.

alam. 58 . sosial.Menentukan Sumber Belajar – Sumber belajar adalah rujukan.7. serta lingkungan fisik. objek dan/atau bahan yg digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik. narasumber. kegiatan pembelajaran. dan indikator pencapaian kompetensi. – Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD serta materi pokok. dan budaya.

dilaksnakan.G. silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. dan evaluasi rencana pembelajaran. 59 .Pengembangan Silabus Berkelanjutan – Dalam imlementasinya. dievaluasi. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). – Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.

: ………………………….. Penilaian Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajar-an Kegiatan Pembelajar-an Indikator Pencapai-an Alokasi Waktu Sumber Belajar Teknik Penilaian ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… Bentuk Instrumen ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… Contoh Instrumen ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… …………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ………… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… 60 . : ………………………….SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Standar Kompetensi : SMP ………………….. : ………………………….

…………………………… 2.………………………………… . Kegiatan Pendahuluan . b. …………… 3.. …………………………… 3. Kegiatan Penutup . …………… B. …………… 2.………………………………… .Motivasi dan Apersepsi : …………………. …………………………… 61 . Kegiatan Inti . …………… 2.………………………………… E. Metode Pembelajaran 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi : …………………………………………. Tujuan Pembelajaran Peserta Didik Dapat: 1.………………………………… c. …………… D. Sumber Belajar 1. . Materi Pembelajaran ………………………. C. …………… 5. Langkah-Langkah Kegiatan a.Prasyarat : …………………. …………… 3. Kompetensi Dasar : …………………………………………. …………… 4.

Guru Mata Pelajaran ___________________ _____________________ 62 .F. Kepala Sekolah SMP……. Jakarta. Penilaian PENILAIAN INDIKATOR TEKNIK BENTUK INSTRUMEN Cara Penskoran: Mengetahui.

Tenaga Pendidik/ Guru ___________________ _____________________ 63 .ANALISIS HASIL ULANGAN Mata Pelajaran : …………………………… KKM : …………………………… Kelas : …………………………… Ulangan Ke : …………………………… Hari/ Tanggal : …………………………… Setelah dilaksanakan ulangan: -Jumlah Peserta Didik : ……………… -Jumlah Peserta Didik Tuntas : ……………… -Jumlah Peserta Didik Blm Tuntas : ……………… Pelaksanaan Remedial bagi yang belum Tuntas: (Soal/ Tugas terlampir) No Nama Peserta Didik Nilai Awal Nilai Remedial Keterangan Mengetahui. Kepala Sekolah SMP……. Jakarta.

dan pengawasan proses pembelajaran. 64 . pelaksanaan proses pembelajaran. penilaian hasil pembelajaran.Pasal 1 Standar proses mencakup: • • • • perencanaan proses pembelajaran.

2. Kapan dilaksanakan. 65 .Perencanaan Proses Pembelajaran (Silabus dan RPP) 1. 3. 7. 6. Komponen Silabus dan RPP: Ketepatan pengisian format: Revisi Silabus. Adaptasi atau Adopsi Mandiri atau Kelompok. 4. Siapa yang melaksanakan Supervisi. 5.

PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN Persyaratan Pelaksanaan pembelajaran 66 .

Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran I. Rombongan Belajar 1. Realitasnya ? 3. Jumlah maksimal peserta didik setiap rombel SMP : 32 peserta didik 2. Bagaimana dengan SSN 2 shift ? (Harus ada strategi menuju 1shift) 67 .

BEBAN KERJA MINIMAL GURU Beban kerja guru sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.II. 68 .

Merencanakan Pembelajaran Melaksanakan Pembelajaran BEBAN GURU Menilai Hasil Pembelajaran Membimbing dan Melatih Peserta Didik 69 .

Realitasnya ? Bagaimana dengan yang < 24 Jam ? Solusinya ? 70 .Beban maksimal dalam mengorganisasikan proses belajar dan pembelajaran yang bermutu : SMP/MTs/SMPLB 18 jam @ 40 menit.

b.3. 71 . d. buku referensi dan sumber belajar lainnya. c. Buku teks pelajaran a. Membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan dan pemanfaatan TIK. dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite (Sudahkah diimplementasikan ?) Rasio 1 : 1 per mata pelajaran. buku pengayaan. Guru menggunakan buku panduan.

e. Tutur kata guru santun. h. c. Pengaturan tempat duduk. keselamatan. Menghargai pendapat peserta didik.4. kedisiplinan. Volume dan intonasi suara guru. kenyamanan. Memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar. d. b. Menghargai peserta didik. f. 72 . Penciptaan ketertiban. dan kepatuhan pada peraturan. Pengelolaan kelas a. g. Penyesuaian materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik.

i. Pakaian Guru. Penyampaian silabus mata pelajaran. k. 73 . Memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai jadwal. j.

• Meliputi : Kegiatan Pendahuluan.Pelaksanaan Pembelajaran • Merupakan Implementasi Dari RPP. 74 . Kegiatan Inti Dan Kegiatan Penutup.

Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan. guru: A. Menyiapkan Peserta Didik Secara Psikis Dan Fisik. C. 75 . Menjelaskan Tujuan Pembelajaran. B. Menyampaikan Cakupan Materi. Mengajukan Pertanyaan.1. D.

76 . Menyenangkan. KEGIATAN INTI • Merupakan Proses Pembelajaran Yang Dilakukan Secara Interaktif. Inspiratif. Dan Konfirmasi. • Menggunakan Metode Pembelajaran Meliputi Proses Eksplorasi.2. Elaborasi. Menantang.

Eksplorasi
• Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

77

• Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
• Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

78

• Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran;

• Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
• Sudahkah Eksplorasi diimplementa-sikan?
79

• Memberi kesempatan untuk berpikir.ELABORASI • Membiasakan peserta didik membaca dan menulis. menganalisis. dan bertindak tanpa rasa takut. • Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. diskusi. menyelesaikan masalah. dan lain-lain. 80 .

• Memfasilitasi pembelajaran kooperatif dan kolaboratif. secara individual maupun kelompok. • Memfasilitasi peserta didik berkom-petisi secara sehat. 81 . • Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis.

turnamen.• Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja. serta produk yang dihasilkan. • Memfasilitasi peserta didik melaku-kan pameran. • Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik • Sudahkah Elaborasi diimplementa-sikan? 82 . festival.

83 . • Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber.KONFIRMASI • Memberikan umpan balik positif dan penguatan. • Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengala-man belajar yang telah dilakukan.

. 84 . dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar.• Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna.Sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan.

.. . .membantu menyelesaikan masalah.Memberi informasi untuk bereksplo-rasi lebih jauh. .memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi.Sudahkah Konfirmasi diimplementa-sikan ? 85 .Memberikan motivasi kepada peserta didik yang belum berpartisipasi aktif.

• Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. • melakukan penilaian dan/atau refleksi. 86 . Kegiatan Penutup • Membuat rangkuman/ simpulan pelajaran. program pengayaan.3. layanan konseling dan/atau memberikan tugas). • Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran • Merencanakan kegiatan tindak lanjut (remedi.

PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. dan memperbaiki proses pembelajaran. serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. 87 .IV.

• Penilaian dilakukan secara konsisten. dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan. dan penilaian diri. penilaian hasil karya berupa tugas. sistematik. pengamatan kinerja. 88 . pengukuran sikap. portofolio. • Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran. proyek dan/atau produk.

• Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus. pengamatan. dan penilaian hasil pembelajaran. pelaksanaan. dan penilaian hasil pembelajaran. pencatatan. pelaksanaan.Pemantauan • Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan. perekaman. wawancara. dan dokumentasi. • Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan. • Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan 89 .

• Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan 90 . diskusi. • Supervisi pembelajaran diselengga-rakan dengan cara pemberian contoh. dan penilaian hasil pembelajaran.SUPERVISI • Supervisi proses pembelajaran dilaku-kan pada tahap perencanaan. dan konsultasi. pelatihan. pelak-sanaan.

pelaksanaan proses pembelajaran. 91 . dan penilaian hasil pembelajaran.EVALUASI • Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran.

garakan dengan cara: a.• Evaluasi proses pembelajaran diseleng. b. • Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses 92 pembelajaran. . Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. Membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses.

93 . dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan.PELAPORAN • Hasil kegiatan pemantauan. supervisi.

94 .Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut.Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar. 2.Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar. 3.Tindak lanjut 1.

Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2.CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD Langkah-langkah : 1. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 95 . Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3.

Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Kesimpulan 96 .CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD 4. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7.

Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 97 7. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.Langkah-langkah : 1. Kesimpulan/rangkuman . Menyajikan materi sebagai pengantar 3.

1992) (KEPALA BERNOMOR) Langkah-langkah : 1.Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4.Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5.Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3.Kesimpulan .Tanggapan dari teman yang lain.(SPENCER KAGAN. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.Siswa dibagi dalam kelompok. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 98 6.

Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 99 .(DANSEREAU CS. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. 1985) Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2..

6. Penutup . Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin.4. Serta lakukan seperti diatas. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru 100 7. Bertukar peran. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Sementara pendengar : • Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap • Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5.

guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Jika perlu. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain.(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) Langkah-langkah : 1. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5. Siswa dibagi dalam kelompok. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Kesimpulan 101 . 3.

SUMBER BELAJAR 102 .

SELESAI .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful