P. 1
Apa Sih PPIC

Apa Sih PPIC

1.0

|Views: 354|Likes:
Published by Richard Noky
Apa sih PPIC ?

PPIC singkatan dari Production Planning & Inventory Control.
PPIC merupakan bagian dari organisasi perusahaan yang menjembatani 2 department yaitu:marketing&produksi.

PPIC menterjemahkan kebutuhan pengadaan produk jadi untuk marketing kedalam bentuk rencana produksi & ketersediaan bahan baku serta bahan pengemas.

PPIC demikian penting peranannya dalam operasional perusahaan karena berkaitan erat dengan “cash flow/ aliran dana” & kinerja bagian produksi secara umum.

Apa sih fungsi PPIC?
1. Men-sinergi-kan kepentingan marketing dan manufacturing.
2. Mengintegrasikan/ memadukan pihak-pihak dalam organisasi (marketing, produksi, personalia, dan keuangan) agar dapat bekerja dengan baik.

Syarat apa saja agar kerja PPIC bisa optimal?
1. Ada rencana Sales dari marketing Department
2. Ada formula standard dari semua produk
3. Ada standard kapasitas produksi dan tenaga kerja
4. Ada standard yield dari semua produk
5. Ada pedoman waktu (delivery time) untuk pengadaan bahan/material, baik lokal maupun impor.
6. Ada batasan minimum dan maksimum stock
7. Ada koordinasi dan komunikasi yang baik dengan elemen terkait antara bagian marketing, inventory, produksi, personalia, quality control dan F&A (Finance & Accounting)

Tugas - tugas PPIC adalah sebagai berikut :
1. Membuat rencana produksi dengan berpedoman rencana Sales Marketing
2. Membuat rencana pengadaan bahan berdasarkan rencana dan kondisi stock dengan menghitung kebutuhan material produksi menurut standard stock yang ideal (ada batasan minimal dan maksimal yang harus tersedia)
3. Memantau semua inventory baik untuk proses produksi, stock yang ada di gudang maupun yang didatangkan sehingga pelaksanaan proses dan pemasukan pasar tetap berjalan lancar dan seimbang
4. Membuat evaluasi hasil produksi, hasil penjualan maupun kondisi inventory
5. Mengolah data dan menganalisa mengenai rencana dan realisasi produksi dan sales serta data inventory
6. Menghitung standard kerja karyawan tiap tahun berdasarkan masukan dari bagian produksi atas pengamatan langsung
7. Menghitung standard yield berdasarkan realisasi produksi tiap tahun
8. Aktif berkomunikasi dengan semua pihak yang terkait sehinggga diperoleh data yang akurat dan up to date
9. Sebagai juru bicara perusahaan dalam bekerja sama dengan perusahaan lain, seperti : toll manufacturing.

Perencanaan produksi dilakukan bersama oleh Departemen Production Planning and Inventory Control (PPIC) dengan Departemen Produksi berdasarkan forecast yang diterima dari divisi marketing. Dengan forecast tersebut, disusunlah rencana pembelian dan PPIC mengeluarkan Order Requisition (OR) yang diserahkan ke Departemen Purchasing (pembelian), purschasing kemudian membuat Purshase Order (PO)/Purschase Request (PR), memilih suppliers yang cocok dan diketahui oleh manajer untuk diserahkan ke Supplier. Supplier kemudian mengirimkan barang yang sesuai dengan permintaan dan diserahkan ke gudang. Setelah barang diterima oleh bagian gudang, bagian gudang kemudian membuat Bukti Penerimaan Barang (BPB). Salah satu salinan Bukti Penerimaan Barang diserahkan ke Departemen Quality Control (QC) atau QA.

Jenis-jenis Pengawasan Produksi



Untuk mengadakan proses produksi dengan baik, maka manajemen perusahaan yang bersangkutan perlu melihat kesesuaian yang ada pada perusahaan tersebut. Karena jenis pengawasan atau pengendalian yang dilakukan tergantung dari jenis proses produksi yang digunakan. Ada dua jenis utama pengendalian produksi, yaitu:

1. Pengawasan Arus (Flow Control)
Flow control atau pengawasan arus adalah pengawasan produksi yang dilakukan terhadap arus pekerjaan sehingga dapat menjamin kelancaran proses pengerjaan. Pada pengawasan ini dibutuhkan suatu tingkat hasil (output) yang agak tetap atau konstan. Oleh karena itu flow control ini dijalankan pada produksi yang terus-menerus (continuous manufacturing), dimana bahan-bahan yang digunakan dalam proses mempunyai arus yang relatif tetap, da
Apa sih PPIC ?

PPIC singkatan dari Production Planning & Inventory Control.
PPIC merupakan bagian dari organisasi perusahaan yang menjembatani 2 department yaitu:marketing&produksi.

PPIC menterjemahkan kebutuhan pengadaan produk jadi untuk marketing kedalam bentuk rencana produksi & ketersediaan bahan baku serta bahan pengemas.

PPIC demikian penting peranannya dalam operasional perusahaan karena berkaitan erat dengan “cash flow/ aliran dana” & kinerja bagian produksi secara umum.

Apa sih fungsi PPIC?
1. Men-sinergi-kan kepentingan marketing dan manufacturing.
2. Mengintegrasikan/ memadukan pihak-pihak dalam organisasi (marketing, produksi, personalia, dan keuangan) agar dapat bekerja dengan baik.

Syarat apa saja agar kerja PPIC bisa optimal?
1. Ada rencana Sales dari marketing Department
2. Ada formula standard dari semua produk
3. Ada standard kapasitas produksi dan tenaga kerja
4. Ada standard yield dari semua produk
5. Ada pedoman waktu (delivery time) untuk pengadaan bahan/material, baik lokal maupun impor.
6. Ada batasan minimum dan maksimum stock
7. Ada koordinasi dan komunikasi yang baik dengan elemen terkait antara bagian marketing, inventory, produksi, personalia, quality control dan F&A (Finance & Accounting)

Tugas - tugas PPIC adalah sebagai berikut :
1. Membuat rencana produksi dengan berpedoman rencana Sales Marketing
2. Membuat rencana pengadaan bahan berdasarkan rencana dan kondisi stock dengan menghitung kebutuhan material produksi menurut standard stock yang ideal (ada batasan minimal dan maksimal yang harus tersedia)
3. Memantau semua inventory baik untuk proses produksi, stock yang ada di gudang maupun yang didatangkan sehingga pelaksanaan proses dan pemasukan pasar tetap berjalan lancar dan seimbang
4. Membuat evaluasi hasil produksi, hasil penjualan maupun kondisi inventory
5. Mengolah data dan menganalisa mengenai rencana dan realisasi produksi dan sales serta data inventory
6. Menghitung standard kerja karyawan tiap tahun berdasarkan masukan dari bagian produksi atas pengamatan langsung
7. Menghitung standard yield berdasarkan realisasi produksi tiap tahun
8. Aktif berkomunikasi dengan semua pihak yang terkait sehinggga diperoleh data yang akurat dan up to date
9. Sebagai juru bicara perusahaan dalam bekerja sama dengan perusahaan lain, seperti : toll manufacturing.

Perencanaan produksi dilakukan bersama oleh Departemen Production Planning and Inventory Control (PPIC) dengan Departemen Produksi berdasarkan forecast yang diterima dari divisi marketing. Dengan forecast tersebut, disusunlah rencana pembelian dan PPIC mengeluarkan Order Requisition (OR) yang diserahkan ke Departemen Purchasing (pembelian), purschasing kemudian membuat Purshase Order (PO)/Purschase Request (PR), memilih suppliers yang cocok dan diketahui oleh manajer untuk diserahkan ke Supplier. Supplier kemudian mengirimkan barang yang sesuai dengan permintaan dan diserahkan ke gudang. Setelah barang diterima oleh bagian gudang, bagian gudang kemudian membuat Bukti Penerimaan Barang (BPB). Salah satu salinan Bukti Penerimaan Barang diserahkan ke Departemen Quality Control (QC) atau QA.

Jenis-jenis Pengawasan Produksi



Untuk mengadakan proses produksi dengan baik, maka manajemen perusahaan yang bersangkutan perlu melihat kesesuaian yang ada pada perusahaan tersebut. Karena jenis pengawasan atau pengendalian yang dilakukan tergantung dari jenis proses produksi yang digunakan. Ada dua jenis utama pengendalian produksi, yaitu:

1. Pengawasan Arus (Flow Control)
Flow control atau pengawasan arus adalah pengawasan produksi yang dilakukan terhadap arus pekerjaan sehingga dapat menjamin kelancaran proses pengerjaan. Pada pengawasan ini dibutuhkan suatu tingkat hasil (output) yang agak tetap atau konstan. Oleh karena itu flow control ini dijalankan pada produksi yang terus-menerus (continuous manufacturing), dimana bahan-bahan yang digunakan dalam proses mempunyai arus yang relatif tetap, da

More info:

Published by: Richard Noky on Oct 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2015

pdf

text

original

Apa sih PPIC ? PPIC singkatan dari Production Planning & Inventory Control.

PPIC merupakan bagian dari organisasi perusahaan yang menjembatani 2 department yaitu:marketing&produksi. PPIC menterjemahkan kebutuhan pengadaan produk jadi untuk marketing kedalam bentuk rencana produksi & ketersediaan bahan baku serta bahan pengemas. PPIC demikian penting peranannya dalam operasional perusahaan karena berkaitan erat dengan “cash flow/ aliran dana” & kinerja bagian produksi secara umum. Apa sih fungsi PPIC? 1. Men-sinergi-kan kepentingan marketing dan manufacturing. 2. Mengintegrasikan/ memadukan pihak-pihak dalam organisasi (marketing, produksi, personalia, dan keuangan) agar dapat bekerja dengan baik. Syarat apa saja agar kerja PPIC bisa optimal? 1. Ada rencana Sales dari marketing Department 2. Ada formula standard dari semua produk 3. Ada standard kapasitas produksi dan tenaga kerja 4. Ada standard yield dari semua produk 5. Ada pedoman waktu (delivery time) untuk pengadaan bahan/material, baik lokal maupun impor. 6. Ada batasan minimum dan maksimum stock 7. Ada koordinasi dan komunikasi yang baik dengan elemen terkait antara bagian marketing, inventory, produksi, personalia, quality control dan F&A (Finance & Accounting) Tugas - tugas PPIC adalah sebagai berikut : 1. Membuat rencana produksi dengan berpedoman rencana Sales Marketing 2. Membuat rencana pengadaan bahan berdasarkan rencana dan kondisi stock dengan menghitung kebutuhan material produksi menurut standard stock yang ideal (ada batasan minimal dan maksimal yang harus tersedia) 3. Memantau semua inventory baik untuk proses produksi, stock yang ada di gudang maupun yang didatangkan sehingga pelaksanaan proses dan pemasukan pasar tetap berjalan lancar dan seimbang 4. Membuat evaluasi hasil produksi, hasil penjualan maupun kondisi inventory 5. Mengolah data dan menganalisa mengenai rencana dan realisasi produksi dan sales serta data inventory 6. Menghitung standard kerja karyawan tiap tahun berdasarkan masukan dari bagian produksi atas pengamatan langsung 7. Menghitung standard yield berdasarkan realisasi produksi tiap tahun 8. Aktif berkomunikasi dengan semua pihak yang terkait sehinggga diperoleh data yang akurat dan up to date

9. Sebagai juru bicara perusahaan dalam bekerja sama dengan perusahaan lain, seperti : toll manufacturing. Perencanaan produksi dilakukan bersama oleh Departemen Production Planning and Inventory Control (PPIC) dengan Departemen Produksi berdasarkan forecast yang diterima dari divisi marketing. Dengan forecast tersebut, disusunlah rencana pembelian dan PPIC mengeluarkan Order Requisition (OR) yang diserahkan ke Departemen Purchasing (pembelian), purschasing kemudian membuat Purshase Order (PO)/Purschase Request (PR), memilih suppliers yang cocok dan diketahui oleh manajer untuk diserahkan ke Supplier. Supplier kemudian mengirimkan barang yang sesuai dengan permintaan dan diserahkan ke gudang. Setelah barang diterima oleh bagian gudang, bagian gudang kemudian membuat Bukti Penerimaan Barang (BPB). Salah satu salinan Bukti Penerimaan Barang diserahkan ke Departemen Quality Control (QC) atau QA.

Jenis-jenis Pengawasan Produksi

Untuk mengadakan proses produksi dengan baik, maka manajemen perusahaan yang bersangkutan perlu melihat kesesuaian yang ada pada perusahaan tersebut. Karena jenis pengawasan atau pengendalian yang dilakukan tergantung dari jenis proses produksi yang digunakan. Ada dua jenis utama pengendalian produksi, yaitu: 1. Pengawasan Arus (Flow Control) Flow control atau pengawasan arus adalah pengawasan produksi yang dilakukan terhadap arus pekerjaan sehingga dapat menjamin kelancaran proses pengerjaan. Pada pengawasan ini dibutuhkan suatu tingkat hasil (output) yang agak tetap atau konstan. Oleh karena itu flow control ini dijalankan pada produksi yang terus-menerus (continuous manufacturing), dimana bahan-bahan yang digunakan dalam proses mempunyai arus yang relatif tetap, dan jenis mesin

yang digunakan adalah mesin khusus (special purpose machine), serta hasil produksi mempunyai bentuk dan jenis yang sama dalam jangka waktu tertentu. 2. Pengawasan Pengerjaan Pesanan (Order Control) Order control atau pengawasan pengerjaan pesanan adalah pengawasan produksi yang dilakukan terhadap produk yang dikerjakan, sehingga produk yang dikerjakan itu dapat sesuai dengan keinginan konsumen baik mengenai bentuk,jenis dan kualitasnya. Pada pengawasan ini, tiap-tiap produk pesanan harus dipisahkan dari produk pesanan yang lain, dimana setiap pesanan memiliki nomor pesanan (order)-nya tersendiri. Oleh karena itu order control dijalankan pada produksi dengan proses yang terputus-putus (intermittent manufacturing) dimana jenis mesin yang digunakan adalah mesin serba guna (general purpose machine), barang yang diproduksi mempunyai jenis dan bentuk yang berubah-ubah sesuai dengan pesanan. Dari uraian di atas, terlihat jelas bahwa pengawasan atau pengendalian terhadap pengerjaan atau pengelolaan yang dilakukan perusahaan sangat penting artinya dalam membantu kelancaran proses produksi guna mencapai hasil yang optimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Adapun keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan dalam melakukan pengawasan tersebut, menurut Assauri (2008: 207) adalah : 1. Dapat membantu tercapainya operasi produksi yang efisien dari suatu perusahaan. Pengawasan produksi ini melengkapi atau memberikan informasi/keterangan-keterangan atau data kepada manajemen yang diperlukan untuk merencanakan dan menjadwalkan pekerjaan dalam suatu perusahaan, sehingga pengeluaran yang minimum dan efisiensi yang optimum dapat dicapai, yang akhirnya akan mencapai keuntungan yang lebih besar. 2. Membantu merencanakan prosedur pengerjaan yang kacau dan sembarangan, sehingga dapat lebih sederhana. Hal ini tidak hanya menambah efisiensi, tetapi juga membuat pekerjaan-pekerjaan yang ada lebih mudah dikerjakan. 3. Menjaga agar supaya pekerjaan atau kerja yang dibutuhkan pada titik minimum, dengan demikian akan dapat dilakukan penghematan dalam penggunaan tenaga kerja dan bahan. - See more at: http://aslilah.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis-pengawasanproduksi.html#sthash.eP6LZW7b.dpuf
PENGAWASAN PRODUKSI TERHADAP KUALITAS PRODUKSI

Arti dan Peranan Pengawasan Produksi
Setiap pimpinan perusahaan mengemban tanggung jawab untuk melaksanakan rencana dan tujuan perusahaan dimana ia bekerja sesuai dengan kedudukan, bidang, dan wewenang yang diperoleh. Jadi dalam melaksanakannya seorang manajer harus dapat memahami manajemen dengan baik.

Sehubungan dengan itu penulis ingin memberikan definisi manajemen menurut Jamees A.F. Stoner dan Charles Wenkel (1992 : 4) sebagai berikut : Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan proses penggunaan semua lain-lain sumber daya organisasi untuk tercapainya tujuan organisasi yan telah ditetapkan. Adapun tujuan perusahaan secara garis besar dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Berproduksi dengan sukses. 2. Berproduksi dengan ekonomis. 3. Berproduksi dengan dapat menyelesaikan pembuatan barang atau jasa tepat pada waktunya. 4. Berproduksi dengan harapan memperoleh keuntungan. Salah satu proses operasional yang penting dalam aspek produksi untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut adalah dengan pengawasan produksi (production control). Pengawasan tidak dapat diadakan tanpa adanya perencanaan, sebaliknya perencanaan dapat dilakukan tanpa pengawasan. Hanya dalam hal yang disebut terakhir maka pelaksanaan rencana yang telah digariskan tidak dapat dijamin. Pengawasan berusaha untuk memberikan agar pelaksanaan rencana itu sesuai dengan apa yang telah ditentukan. Dimuka telah dinyatakan bahwa pengawasan tidak dapat dipisahkan dari rencana atau tujuan tertentu, maka dalam pengawasan perlu diketahui : 1. Tujuan yang telah ditetapkan. 2. Cara menilai atau mengukur aktivitas yang dijalankan. 3. Cara membandingkan aktivitas dengan pedoman yang telah ditentukan.

4. Terry (1980 : 23) adalah mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan . berapa besar penyimpangan dan kesalahan tersebut dan kemungkinan-kemungkinan untuk memperkecil dan menghindari serta mencari kemungkinan tentang dasar-dasar perbaikan atas penyimpangan-penyimpangan tersebut. hingga pekerjaan bergerak dari satu departemen ke departemen lain secara sistematis tanpa adanya kelambatan dengan kemacetan-kemacetan yang minimum. 87) dinyatakan bahwa : pengawasan produksi tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengawasi produk yang jadi. Menurut Cloude S. Demikian pula pengawasan produksi yang mengatur kegiatan manufacturing sehingga schedule yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efisien. Pengawasan produksi merupakan kegiatan yang terdiri dari sekumpulan prosedur yang dengan baik digariskan bertujuan mengkoordinasikan semua unsur-unsur dalam proses produksi. menentukan sebab-sebab penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif dimana perlu. tetapi pengawasan dimulai sejak dari persediaan bahan mentah sampai barang jadi. George (1991 . Dalam suatu kegitan produksi di suatu perusahaan mungkin saja terjadi penyimpangan atau kesalahan dari apa yang diharapkan atau direncanakan sebelummnya. Cara untuk mengadakan perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi agar tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai. 263) pengawasan produksi adalah mempercepat dan mengawasi pekerjaan melalui suatu pabrik. Definisi lain mengenai pengawasan antara lain menurut Sofjan Assauri (1980 . Adapun yang dimaksud dengan pengawasan menurut George R.120). . Dengan adanya pengawasan produksi maka dapat dicari sebab-sebab timbulnya penyimpangan. manusia. dalam waktu yang secepat mungkin dan dengan pengorbanan biaya yang sekecil-kecilnya. Pengawasan produksi dapat dikatakan menyerupai tata kerja otak manusia mengawasi tata persyaratan di dalam tubuh. mesin. alat-alat (tools) dan material kedalam arus yang lancar untuk dapat menghasilkan outpit (product) dengan kemungkinan sedikit sedikit sekli interruption. Sedangkan menurut Harsono (1984 . pengawasan adalah kegiatan pemeriksaan dan pengendalian atau memastikan apakah kegiatan produksi dapat mencapai hasil yang memuaskan sesuai dengan tujuan perusahaan.

2. Perusahaan yang melaksanakan fungsi pengawasan produksi ini akan memperoleh beberapa keuntungan antara lain : 1. Dapat membantu tercapainya operasi produksi yang efisien. sehingga dapat dilakukan penghematan dalam penggunaan tenaga kerja dan bahan. Untuk menjaga ketepatan waktu penyerahan dan kegiatan operasi yang ekonomis. yang berarti bahwa pengawasan produksi menghendaki agar pabrik dapat memproduksi barang yang diterima oleh konsumen.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengawasan produksi merupakan suatu kegiatan pengawasan yang dimulai sejak penyediaan bahan mentah sampai barang jadi bertujuan mengkoordinasikan semua unsur-unsur dalam proses produksi untuk dapat menghasilkan produk dalam waktu yang tepat dan ongkos yag minimum. . baik kualitas maupun kuantitas. 3. maka banyak manajer mengadakan suatu pengawasan produksi dan memberinya tanggung jawab untuk mengetahui keadaan seluruh pesanan dalam pabrik dan mengkoordinasi sluruh aspek-aspek pengerjaannya dari saat diterimanya pesanan itu sampai siap untuk diserahkan pada langganan. Secara umum tujuan dari pengawasan produksi adalah : 1. yang berarti selera konsumen akan terpenuhi. Acceptance good. Membantu merencanakan prosedur pengerjaan yang kacau dan sembarangan menjadi lebih sederhana. Jadi pengawasan produksi membantu pelaksanaan operasi produksi agar lebih efisien dan lancar dengan biaya yang minimal pada tingkat hsil tertentu. Tercapainya kegiatan yang dibutuhkan pada titik yang minimum.

3. 2. On time. artinya pengawasan produksi menghendaki agar pelaksanaan ktivitas produksinya dapat dilakukan tepat pada waktunya. Routing ini merupakan dasar dari fungsi scheduling dan dispatching.2. sehingga dapat dilakukan pengalokasian bahan baku. Dalam pengawasan produksi empat fungsi utama yang perlu diperhatikan yaitu : 1. Economically. Secara praktis pelaksanaan aktivitas produksi yang tepat ini akan memberikan jaminan adanya penyerahan produk pada konsumen dengan tepat. ini berarti akan menimbulkan konsekuensi bagi perusahaan agar dapat mengalokasikan biaya-biaya produksinya secara seimbang dan efisien. Schedule Merupakan usaha menentukan urut-urutan operasi yan akan dilalui. dimulai dari bahan hingga barang itu selesai dikerjakan menjadi barang jadi. yaitu pembuatan barang oleh perusahaan harus ekonomis. Routing Yaitu fungsi yang menentukan dan mengatur urutan-urutan operasi yang akan dilalui. Perintah-perintah ini berasal dari order set yang telah disusun sebelumnya. bahan pembantu serta fasilitas lainnya dan kapan pekerjaan-pekerjaan itu harus selesai. Dispatching Yaitu pemberian perintah-perintah kepada para pekerja yang telah ditentukan untuk mengerjakan aktivitas tertentu. . 3.

Tujuan utama pengawasan ini adalah mengusahakan agar tercapai tingkat hasil yang konstan setiap jamnya. 156) jenis-jenis pengawasan tersebut antara lain : 1. Tujuan utama pengawasan pesanan adalah mengerjakan dan menyelesaikan suatu pesanan tertentu. Jadi yang dimaksud dengan order kontrol yaitu pengawasan produksi yang dilakukan terhadap produk yang dikerjakan sehingga produk tersebut sesuai dengan keinginan pemesan. Menurut Sofjan Assauri (1980 . sehingga dapat menjamin kelancaran proses pengerjaan. baik mengenai bentuk. Pesanan ini dapat dari pembeli atau bagian yang mengurus persediaan. Pengawasan Arus (Flow Control) Pengawasan arus yaitu pengawasan produksi yang dilaukan terhadap arus kerja.4. merupakan suatu pesanan. Jenis pengawasan ini digunakan dalam produksi yang terus menerus dalam pabrik. Seluruh pekerjaan terdiri dari kumpulan pekerjaan. Follow-up Follow-up merupakan fungsi penelitian dan pengecekan terhadap semua aspek yang mempengaruhi kelancaran kegiatan produksi. jenis dan kualitasnya 2. Setelah diketahui pada hakekatnya jenis produksi yang ada dibagi dalam dua kelompok besar yaitu jenis produksi persediaan dan jenis produksi pesanan maka jika dihubungkan dengan fungsi-fungsi perencanaan dan pemgawasan produksi dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut : . Pengawasan Pesanan (Order Control) Pengawasan pesanan biasanya digunakan dalam proses produksi terputus-putus (intermittent procces). Jenis-Jenis Pengawasan Produksi Kita mengenal beberapa jenis pengawasan yang mempunyai perbedaan-perbedaan nyata.

yaitu suatu ukuran yang menjadi patokan atau pegangan dalam melaksanakan kegiatan produksi. disusul dengan fungsi follow-up.1. Managerial Standard . persiapan bahan. sedangkan fungsi-fungsi routing. maka salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah production standard. 2. waktu kegiatan. dan dispatching secara otomatis akan mengikuti karena jalannya produksi sudah tertentu. tergantung pada jenis-jenis pekerjaan serta follow-up. jenis dan waktunya. 2. Fungsi routing. serta urut-urutan kegiatan. Adapun fungsi perencanan percuma saja dilakukan selama pesanan-pesanan tak dapat diperkirakan terlebih dahulu datangnya baik jumlah. schedule. Secara umum type standard menurut Agus ahyari (1981 : 221-222) akan dapat menjadi dua bagian : 1. Technical Standard Merupakan standar yang berhubungan dengan proses produksi perusahaan misalnya standar bahan baku. standar tenaga kerja dan sebagainya. alat dan personalia merupakan fungsi prima yang perlu ditanggulanggi segera setelah pesanan diterima. Penentuan Standarisasi Produk Untuk menentukan jumlah produksi yang akan dilaksanakan. hal-hal yang perlu dikerjakan secara implisit sudah tersirat dalam proses sehingga tak perlu di skedul dan dikeluarkan perintah-perintah lagi. terutama identifikasi kegiatan. Bahwa fungsi perencanaan merupakan prioritas utama yang perlu dilaksanakan dalam jenis produksi untuk persediaan. pemberian perintahperintah. disusul dengan kecepatan dan ketepatan membuat skedu-skedul.

Semuanya perlu dihindari. persediaan barang yang berlimpah atau kemungkinan “under production”. Standar tenaga kerja 3. Standar bentuk. Jenis-jenis standar produksi tersebut adalah : 1. 3. prosedur personalia. Pada hakekatnya tujuan production forecasting adalah : 1. Masing-masing jenis standard tersebut berbeda-beda kegunaannya secara langsung. Dalam manajemen produksi yang akan dibicarakan lebih mendetail adalah technical standard. Ramalam produksi ini dibuat dengan alasan adanya pandapatan yang rendah. Penggunaan suatu jenis standard produksi akan mempunyai kaitan dengan jenis standard produksi lainnya. Dalam penyusunan standard produksi terdapat berbagai macam standard yang digunakan perusahaan. warna dan ukuran 5.Merupakan standar yang berhubungan dengan proses administrasi perusahaan. Meminimumkan fasilitas pabrik sebaik-baiknya untuk memproduksi jenis produk dalam jumlah yang optimal. karena type standart ini merupakan type standar yang berhubungan dengan proses produksi perusahaan. 2. Standar peralatan produksi 4. Meminimumkan persediaan barang jadi. adanya kemungkinan subsidi. 4. Disamping itu masing-masing jenis standard produksi ini akan saling melengkapi. Meminimumkan investasi modal pada peralatan-peralatan.. seperti kebijaksanaan perusahaan. . Sebagai dasar pembuatan anggaran. sistem akuntansi dan lain sebagainya. sehingga penggunaan salah satu jenis standar saja tanpa memperhatikan yang lain akan mengurangi manfaat dari penggunaan standar itu sendiri. Standar kualitas Untuk melaksanakan kelima hal tersebut diatas maka diperlikan suatu peramalan produksi (production forecasting). namun semuanya kan saling berhubungan. Standar bahan baku 2.

fluktuasi musiman. Barang yang dihasilkan antara lain ditentukan kualitasnya ditentukan pada pengukuran ataupun penilaiian karakteristik-kateristuk tertentu. Dalam variasi kualitas ini dapat dikatakan bahwa proses berjalan dalam kontrol. Lama waktu melakukan kegiatan. b. yaitu variasi yang terjadi tidak menentu karena timbulnya penyebab tak wajar. Ditinjau dari statistik. kualitas atau mutu barang yang dihasilkan merupakan faktor yang sangat penting. Untuk mengukur variable . proses dihentikan dan diperbaiki supaya terjadi proses dalam kontrol. Bersifat probabilistik. Oleh karena itu banyak faktor yang perklu diperhatikan dalam usaha mengadakan production forecasting dan planing ini. Menstabilkan kesempatan kerja sehingga tidak terdapat pertentangan antara manajemen dengan karyawan. terdiri dari : a. Untuk mengukur rata-rata b. Lama waktu yang dapat ditoleransi bila ada hambatan. maka harus ditemukan penyebabnya. 2. produk yang dijual (barang mentah atau kosumsi). maka perlu diadakan pengontrolan kualitas. Hasil pengukuran yang dipakai untuk penentuan kualitas barang nilainya berubah-ubah dari produk yang satu keproduk yang lainnya meskipun kondisi proses produksi dapat diusahakan bersama. peraturan pemerintah dan lain-lain. Metode Control Chart a. Teknik Pengawasan Kualitas Secara Statistik Dalam dunia industri. Keadaan dunia usaha pada umumnya. menurut Harsono (1977 . yaitu variasi yang terjadi secara kebetulan dan tak dapat dielakan. kenaikan/penurunan taraf hidup. siklus random. Faktor intern. Keadaan khusus misalnya fluktuasi sekuler pengaruh pertambahan penduduk. Faktor extern. Variasi ini menunjukkan bahwa proses berjalan diluar kontrol. Untuk dapat melakukan hal-hal tersebut diatas. terdir dari : a. ada dua macam variasi kualitas yang dikenal. Fasilitas produksi. b.5. 2) yaitu : 1. Tehnik pengawasan kualitas secara statistik dikelompokkan dalam : 1. c. persaingan. Dengan demikian timbulah variasi kualitas. yaitu : 1. Bersifat eratik. saluran distribusu. 2.

maka diagram kontrol dengan dua simpangan baku untuk proporsi p dapat dibentuk oleh garis-garis : Sentral = p UCL = p + 2 √pq n LCL =p+2 √pq n Dengan n = ukuran tiap sample yang telah diambil. 432-433) ini berarti berhadapan dengan populasi vans berdistribusi binom. dengan penggolongan dilakukan atas dua kategori atau mungkin lebih. Kurva Operating Characteristic (OC) b. Average Outgoing Quality Level (AOQL) Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini dalah metode control chart untuk mengukur attribute. Jika proporsi rusak dari distribusi binom besarnya diketahui dan sama dengan p. p = rata-rata untuk proporsi barang rusak dalam tiap sample. Metode Acceptance Sampling a.c. Menurut Sudjana (1996 . Untuk mengukur attribute ‘ 2. q = 1 – p Hal-hal yang mempengaruhi tingkat pengawasa mutu yang dilakukan tergantung pada faktorfaktor berikut ini : . Dalam hal ini penulis menggolongkan produk yang dihasilkan kedalam salah satu kategori dari dua kategori. diperlukan diagram kontrol tersendiri jika ingin melakukan pengontrolan kualitas terhadap produk tersebut. yaitu rusak atau baik.

Banyaknya produk yang rusak yang dapat diterima harus ditentukan dan disetujiu sebelumnya. Tidaklah selalu ekonomis untuk memilih proses dengan . Kemampuan proses Batas-batas yang ingin kita capai haruslah disesuaikan dengan kemampuan proses yang ada. Suatu barang yang sama dapat dihasilkan dengan biaya-biaya produksi yang berbeda. Tingkat pengawasan yang dilakukan tergantung banyaknya bahan-bahan yang berada dibawah standar atau apkiran (scrap) yang dapat diterima. bahan-bahan yang terbuang atau bahan-bahan apkiran menjadi seminimal mungkin. Tidak akan ada gunanya kita mengawasi suatu proses dalam batas-batas yang melebihi kemampuan proses yang ada. bila ditinjau dari segi kemampuan proses tadi dan keinginan atatu kebutuhan konsumen. 4. Apkiran/Scrap yang dapat diterima Tujuan mengawasi suatu proses adalah untuk mengurangi bahan-bahan dibawah standar. 3. dan dengan jumlah barang-barang apkiran yang berbeda. Ekonomisnya kegiatan produksi Ekonomis atau efisiennya suatu kegiatan produksi tergantung pada seluruh proses-proses yang ada didalamnya. Spesifikasi yang berlaku Spesifikasi dari hasil produksi yang ingin dicapai harus dapat berlaku. Dalam hal ini harus dapat dipastikan dulu apakah spesifikasi yang ditentukan tersebut dapat berlaku dari kedua sisi yang dapat disebutkan.1. sebelim pengawasan mutu pada proses dapat dimulai. 2.

Manusia (Man) Keberadaan manusia sebagai faktor yang sangat penting karena manusia adalah pelaksana dari semua faktor produksi yang ada. sehingga dapat menghemat baik waktu. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Produk Dalam menjalankan proses produksi setiap perusahaan akan selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang itu berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung dalam pembentukan mutu produksi. tenaga maupun biaya tetapi produk yang dihasilkan bermutu baik karena mesin dan peralatannya sudah distandarisasi.jumlahbarang apkiran yang sedikit. Sukses tidaknya pengawasan mutu tergantung pada manusia yang terlibat dalam kegiatan produksi. Oleh karena itu diperlukan perhatian dan pertimbangan yang cukup terhadap faktor-faktor produksi yang merupakan pembentuk mutu. 3. Dengan demikian baik buruknya mesin dan peralatan yang digunakan akan mempengaruhi efisiensi produksi perusahaan. karena biaya untuk pengerjaan (processing cost ) lebih lanjut mungkin akan lebih mahal. sehingga pemebrian motivasi yang baik dan benar akan meningkatkan proses produksi yang dijalankan oleh para karyawan. Manajemen (Management) . 2. Faktor-faktor tersebut menurut Eiji Ogawa (1984 : 234-238) adalah : 1. Mesin dan peralatan (Machines) Mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi pada dasarnya adalah untuk membantu meringankan tugas manusia dalam menjalankan aktivitasnya.

4.1 Latar Belakang Seperti yang telah dibahas di bagian awal. . merencanakan proses produksi. dan sebagainya. mencari sumber bahan baku. daerah konsumen. Jadi untuk menghasilkan barang dan jasa perusahaan menggunakan berbagai lokasi yang tepat. mesin yang akan dipakai. bagaimana. BAB I PENDAHULUAN 1. Metode (Method) Suatu perusahaan harus mampu memanfaatkan secara efektif dan efisien terhadap tenaga kerja. mesin dan biaya dalam rangka memproduksi barang yang sesuai dengan keiginan dan selera konsumen. Apa yang dimaksud dengan manajemen produksi? Manajemen produksi adalah kegiatan mengelola secara optimal pengunaan sumber daya (factor produksi) dalam proses transformasi menjadi produk barang dan jasa. Keadaan ini memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan serta meningkatkan mutu dari produk yang dihasilkan. Untuk itu pihak manajemen akan selalu mengubah metode kerja. setiap perusahaan baru selalu dihadapkan dengan masalah memilih lokasi yang tepat. Kegiatan-kegiatan seperti ini dibahas dalam manajemen produksi. Uang (Money) Tinggi rendahnya biaya pengawasan mutu dipengaruhi oleh tinggi rendahnya biya yang dikeluarkan dalam proses produksi pada umumnya dan pengawasan mutu pada khususnya. Masalahnya berkisar antara pertimbangan faktor ekonomis dan teknis. diarahkan dan dikendalikan ke arah penciptaan suatu produk yang sesuai dengan standar kualitas. menjaga kecepatan waktu. bentuk kontruksi bangunan kemungkinan perluasan. alat perlengkapan. dan dimana membeli material.Manajemen merupakan salah satu faktor yang penting karena dalam manjemen itulah manusia atau tenaga kerja direncanakan. Demikian pula manajemen harus menetapkan perencanaan yang matang. 5. sehingga tercapai efesiensi produksi. mengatur penempatan mesin. dan pekerjaan lain yang bersifat teknis dalam pabrik.

mesin. 1. 1. maka dapat disimpulkan beberapa pokok antaralain :       Pengertian produksi dan produktifitas Layout manajemen opersional Risetindurstri Macam-macam proses produksi Pengawasan produksi Pelaksanaan pengawasan 1. 2. 4. 4.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. 2.2 IdentifikasiMasalah Untuk memperkaya wawasan dan pemahaman pembaca tentang manajemen operasional. 3. 1. Apakah pengertian produksi dan produktivitas? Kenapa lay out sangat dibutuhkan dalam perusahaan? Bagaimana teknik pengawasan dalam menjalankan produksi? Bagaimana cara melaksanakan pengawasan produksi tersebut? 1. maka pembahasan dalam makalah ini akan di fokuskan pada masalah-masalah sebagai berikut.4 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas maka pembahasan pada makalah ini bertujuan untuk: Mengetahui apakah yang dimaksud produksi atau produktifitas Untuk mengetahui pentingnya lay out dalam perusahaan Untuk mengetahui teknik pengawasan dalam menjalankan produksi untuk mengetahui pelaksanaan terhadap pengawasan produksi . dan perlengapannya agar kegiatan-kegiatan produksi dapat mencapai hasil yang efektif dan efisien. 3. tenaga kerja.Dapat disimpulkan bahwa manajemen operasional merupakan proses kegiatan manajemen dalam bidang produksi yang bertujuan mengatur penggunaan faktor-faktor produksi yang ada dalam perusahaan baik yang berupa bahan baku.

1 Pengertian Produksi Dan Produktivitas Kata “produksi” sering digunakan dalam istilah membuat sesuatu. Hasil itu dapat berupa barang atau pun jasa. Dalam artian tersebut. Istilah produksi ini sering dikaitkan dengan istilah produktivitas. Dalam istilah ini produktivitas merupakan suatu ukuran kasar menyangkut efektivitas pengunaan sumber- . Dalam istilah yang lebih luas dan lebih fundamental. sangat berkaitan dengan tingkat pekerjaan di pabrik. Meskipun kedua istilah tersebut sangat berkaitan. Kebanyakan.BAB II PEMBAHASAN 2. Jadi. produksi merupakan konsep yang lebih luas daripada pengolahan (manufaktur) karena pengolahan ini hanyalah sebagai bentuk khusus dari produksi. definisi produktivitas yang dipakai adalah hasil riil perjam kerja. produksi dapat diartikan sebagai beikut : Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. dan lembaga-lembaga yang menyediakan jasa juga berkepentingan didalam produksi. pengecer. dengan cara ini pedagang besar. Jadi. tetapi akan salah jika menganggap bahwa produktivitas itu merupakan fasilitas produksi yaang aktif.

sumber produktif yang sangat penting. energi. tanah.2. Fasilitas Produksi yang ketinggalan jaman 6. Adanya perubahan desain produk 2. Kemungkinan ekspansi masa depan 6. Perencanaan Layout adalah perencanaan dari kombinasi yang optimal antara fasilitas produksi serta semua peralatan dan fasilitas terlaksananya proses produksi. dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut. 3. Pada pokoknya.2. Adanya kecelakaan dalam proses produksi 8. Aliran material yang baik 2.2. produktivitas ini dapat didefinisikan sebagai berikut: Poduktivitas adalah sebuah konsep yang mengambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja.2 Kriteria Penyusunan Layout : 1. 2. Adanya perubahan-perubahan fasilitas produksi yang baru . Melihat perencanaan produk yang menunjukkan fungsi-fungsi dimiliki produksi tersebut. 2. 2. Fleksibel 5.1 Layout Diperlukan dalam Perusahaan karena : 1. Biaya diusahakan serendah mungkin 7. Penggunaan ruang yang efektif 3. Lingkungan kerja yang tidak memuaskan 5. Analisa dan keseimbangan urutan pekerjaan. Adanya perubahan volume permintaan 4. Menentukan perlengkapan yang akan dibutuhkan dan memilih mesin-mesinnya. Penghematan biaya 7.2. modal.3 Langkah-Langkah Perencanaan Layout : 1. flow casting dan penyusunan diagram blok daripada layout. Adanya perubahan-perubahan kecil dari layout yang ada 2.2 Lay Out Lay out adalah proses penataan keseluruhan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan guna mencapai keseimbangan kegiatan operasi secara efisien dengan tujuan untuk mendapatkan kombinasi yang paling optimal antara fasilitas-fasiltas produksi. Keselamatan barang-barang yang diangkut 4. 2. Jarak angkut yang minimum 2. Pemindahan lokasi pasar/konsentrasi terhadap pasar 2.4 Klasifikasi Perencanaan Layout 1. Adanya produk baru 3.

2. . jadi apa yang di produksi kan atau dikerjakan pada hari ini. membungkus dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk. 4. Proses produksi yang kontinyu (continuous process of production) 2.Macam Layout 1.3. Proses layout Adalah kesamaan proses atau kesamaan pekerjaan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan dan ditempatkan dalam ruang tertentu. pabrik mobil dan sepeda motor. dalam beberapa laboratorium. Industri pesawat terbang membelanjakan 9% dari penjualanya untuk riset dan perusahaan elektrik 6%. Proses produksi tidak kontinyu (intermitten process of production) Perusahaan yang dimana proses produksinya kontinyu adalah perusahaan yang memproduksikan barang yang sama terus-menerus. Dan kemudian bertambuh dengan pesatnya dan makin lama makin meningkat jumlah uang yang dibelanjakan untuk kepentingan riset industri. tetapi kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan usaha penjualan dan permodalan. Pembangunan pabrik baru 2. 2. 2. Pada mulanya riset digunakan untuk memecahkan masalah khusus. Material handling Adalah ilmu untuk memindahkan. sampai akhirakhir ini baru sangat menarik kaum industriawan. Di negara maju rata-rata smua industri membelanjakanhampir 3% dari jumlah penghasilan merekauntuk keperluan risetdan pengembangan.5 Macam . Fixed position (layout kelompok) Adalah susunan komponen untuk proses produksi diletakkan didekat tempat proses produksi dilaksanakan. Merubah susunan layout karena adanya perubahan fasilitas produksi 4. Riset industri dimulai dalam bentuk kecil pada pertukaran abad 20.3 Riset Industri Usaha riset industri sama usianya dengan usaha produksi itu sendiri. kemudian diarahkan untuk mengembangkan proses produksi.4 Macam-macam Produksi Proses produksi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : 1.2. Produk layout Adalah berurutan sesuai dengan jalannya proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. itu pula yang akan diproduksikan besok dan lusa. seperti perusahaan yangprodiuksinya massa misalnya. 3.

5. b) Routing Pengawasan atas pekerjaan tertentu dinamakan routing. jadi misalnya pabrik gula yang dipesan Indonesia dari luar negeri berbeda dangan pabrik gula yang di pesan oleh pabrik guladari negeri yang beriklim dingin. Dia harus menentukan rute. mesin. yaitu penetapan waktu untuk seluruh proses produksi. dan tidak usah selalu merupakan jalan lurus. 4. Ini membutuhkan koordinasi dari berbagai faktor yang masuk ke proses produksi. 2. Proses asembling : adalah proses produksi menggabungkan komponen-komponen mejadi produk akhir. 2) Operation scheduling. Proses penciptaan jasa-jasa administrasi : adalah proses produksi berupa penyiapan data informasi yang diperlukan. Jika pekerjaan produk menggunakan mesin dan mesin-mesin itu digunakan untuk berbagai proses yang berbeda. atau pekerjaan yang terlambat. 2. untuk masing-masing pekerjaan. dan membuat tabel waktu kapan bahan mentah diperlukan. Dengan begitu waktu pekerjaaan dapat diawasi seminimsl mungkin dan setepat mungkin. yaitu penetapan waktu untuk sebagian proses produksi. dapat dibayangkan bagaimana pentingnya routing ditetapkan.2 Macam . asal saja terus. Ada beberapa konsep scheduling yaitu : 1) Master scheduling. material. tenaga kerja. . c) Scheduling Tujuan scheduling adalah menjaga kelancaran pekerjaan. kapan hasil jadi harus siap. 3.5 Pengawasan Produksi Tujuan pengawasa proses produksi ialah menjaga kelancaran pekerjaan dari bahan baku sampai ke barang .Macam Wujud Proses Produksi : Proses kimia : adalah proses produksi yang menggunakan sifat kimia. disebut juga produksi potongan. Proses perubahan bentuk : adalah proses produksi dengan merubah bentuk. Contohnya yaitu. 1. Proses transportasi : adalah proses produksi menciptakan perpindahan barang.4. tetapi lebih Seperti. sehingga dapat diselesaikan dalam tempo sesingkat munkin.Routing yang harus ditempuh dalam perusahaan oleh bahan atau barang diproduksi harus rasional dan efisien. menghindarkan konflik dan kelalaian dalam menggunakan mesin. yaitu bagian dari sebagian proses produksi. 2. dan hubunganya dengan pekerjaan lainya. tipe dan jumlah material yang diperlukan harus ditetapkan sebelumnya oleh bagian produksi. dan metode. Tugas sceduling ini dimaksudkan agar jangan ada kekurangan waktu.Perusahan yang produksinya tidak kontinyu adalah perusahaan memproduksikan barangbarang yang dipesan oleh orang. Pekerjaan planning tidak hanya meletakkan prosedur dan tujuan proses. Ada 4 macam dalam pengawasan produksi : a) Planning Proses produksi akan berjalan lancar jika direncanakan dengan matang terlebih dahulu. dan 3) Detail operation scheduling. pabrik mesin umum.

penetapan waktu untuk masing-masing kegiatan proses produksi dan juga penetapan waktuuntuk seluruh kegiatan proses produksi. 2. Setelah pekerjaan di rinci. dan scheduling dapat dijaga. standar mutu. Inspeksi Fungsi penting dari inspeksi adalah mengawasi pekerjaan agar berjalan sesuai dengan standart. Routing dapat diatur. dan schedule yang sudah disusun tidak akan ada artinya jika produksi yang dihasilkan tidak memenuhi syarat kualitas. Papan rencana dan diagram kemajuan Jika dalam perusahaan ada beberapa pekerjaan dilakukan dengan menggunakan berbagai tipe mesin. pengawasan suara hiruk pikuk. jumlah yang sudah diproduksi dan tanggal harus selesai. Senin. 20 Desember 2010 Perencanaan Dan Pengawasan Produksi Perencanaan dan pengawasan produksi adalah penentuan dan penetapan kegiatan-kegiatan produksi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan pabrik tersebut dan mengawasi kegiatan . koordinasi dan sekuensial atau tingkat kesukaran. dibuat dalam bentuk grafik balok diletakkan di dinding. Papan rencana juga disediakan secara terpisah untuk masing-masing mesin. 4. selain itu mempelajari ritme gerakan . tempat kerja yang rapi dan bersih. Standar Tidak ada pekerjaan pengawasan dapat berfungsi secara baik.Kimball memberikan definisi tentang scheduling yaitu. Harus ada standar pelaksanaan kerja. yang menunjukkan tanggal masing-masing pekerjaan dimulai. penerangan. Perencanaan yang dibuat secara baik. dan bebas dari ganngguan. dan standar kondisi kerja. 5. Diagram kemajuan(progress chart). Studi gerak Tujuan studi gerak ialah mengatasi atau mengurangi pemborosan gerak yang tidak perli. dan mencari gerakan yang paling efektif. cahaya.6 Pelaksanaan Pengawasan Pelaksanaan pengawasan dapat di lakukan dengan berbagai tekhnik yaitu : 1. d) Dispatching Dalam hal ini dibuatkan perintah kerja untuk masing-masing pekerjaan dan ini penting agar planning dapat dilaksanakan . manajemen dapat melaksanakan pengawasan dengan menggunakan papan rencana. jika tidak ada standar. 2.Standar kerja yang baik harus mencakup. 3. Studi waktu Studi ini biasanya bergabung dengan studi gerak. waktu yang digunakan untuk masing-masing gerak diukur dengan stopwatch.

pelaksanaan dari proses dan hasil produkai agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dan tujuan yang di harapkan dapat tercapai. Fungsi kegiatan pengawasan produksi 1. 4. 2. Mengusahakan supaya perusahaan pabrik dapat berproduksi pada tingkat efisien dan efektifitas yang tinggi 3. 2. menyangkut penetapan kapan suatu operasi atau kegiatan harus dimulai agar penyelesaian pembuatan produk dapat dipenuhi . Jenis dan mutu barang yang diproduksi 3. b) Menjual produksi dalam jumlah yang banyak. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan produksi : 1. Memperoleh keuntungan yang cukup besar bagi pengembangan dan kemajuan perusahaan pabrik. sistematis dan ekonomis melalui urutan-urutan mana bahan-bahan dipersiapkan untuk diproses menjadi barang jadi. Routing adalah fungsi menetukan dan mengatur urutan kegiatan pengerjaan yang logis. Tujuan perencanaan dan pengawasan produksi : 1. Proses produksi yang terdiri dari proses produksi terputur-putur (intermittent process manufacturing) atau proses produksi yang terus menrus (continous process). Mengusahakan supaya perusahaan pabrik dapat menggunakan barang modalnya seoptimal mungkin 2. Hal ini memungkinkan apabila perusahaan pabrik dapat : a) Berproduksi dengan biaya yang rendah . Schedulling merupakan penentuan dan pengaturan muatan pekerjaan ( work load ) pada masing-masing pusat pekerjaan (work centre) sehingga dapat ditentukan berapa lama waktu yang diperlukan pada setiap operasi tanpa adanya penundaan atau . Pengawasan Produksi Pengawasan produksi adalah kegiatan untuk mengkoordinir aktivitas-aktivitas pengerjaan/pengolahan agar waktu penyelesaian yang telah ditentukan terlebih dahulu dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Mengusahakan agar supaya perusahaan pabrik dapat mengusai pasar atau bagian pasar yang luas. Schedulling. barang yang diproduksi apakah merupakan barang baru ataukah barang lama. Mengusahakan agar kesempatan kerja yang ada pada perusahaan pabrik menjadi rata dalam waktu tertentu 5.

sehingga perlu dikembangkan system perioritas order untuk memilih orderorder pengerjaan pada proses berikutnya. pengawasan terhadap pengaturan pembebanan mesin-mesin yang digunakan untuk pengerjaan beberapa produk-produk berbagai ukuran dan variasi ( contoh percetakan. Proses ini menghasilkan tanggal yang ditetapkan dalam penyampaian order kepada pabrik untuk setiap komponen dan merupakan batas waktu setiap order. merupakan kegiatan pengawasan produksi untuk memonitor dan mengecek secara terus menerus proses pengerjaan order-order produksi maupun pembelian komponen-komponen dari pihak luar perusahaan . 4. sehingga produk yang dikerjakan itu sesuai dengan keinginan si pemesan baik mengenai bentuk. secara normal dispatching menimbulkan beberapa masalah jika terjadi beban kerja pusat-pusat kerja melebihi kapasitasnya. Suatu block adalah sejumlah produk . Follow up. proses scheduling dimulai dengan tanggal penyelasian yang ditentukan dan bekerja untuk menentukan tanggal mulai setiap operasi yang diperlukan. berarti pengeluaran perintah-perintah pengerjaan (work order) secara nyata kepada karyawan. Forward scheduling. Dispatching. 3. Order control atau pengawasan pengerjaan pesanan adalah pengawasan produksi yang dilakukan terhadap produk yang dikerjakan. pengawasan ini mengelompokkan order-order menurut model. 3. Secara ringkas pengawasan produksi dapat dikelompokkan sebagi berikut : 1. Backward scheduling. penerbitan dan sebagaianya). skedul-skedul ini disusun berdasarkan tanggal permulaan operasi yang diketahui dan kemudian bergerak ke muka dari operasi pertama sampai operasi terakhir untuk menetukan tanggal penyelesaian. b. apakah berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam skedul produksi induk. dalam membuat perintah pengerjaan perlu dilengkapi dengan surat tugas. ukuran. Jenis-jenis pengawasan produksi Tipe proses produksi berbeda akan memerlukan tipe pengawasan produksi yang berbeda pula. 4. dalam penentuan waktu operasi kita kenal dua catra penetapan waktu setiap oerasi yaitu : a. daftar kebutuhan barang-barang dan meneliti ketersedianya bahan-bahan sebelum perintah dibuat. Pemberian perintah pengerjaan merupakan realisasi produksi untuk menghasilkan suatu produk.keterlambatan waktu (time delay). Flow Control atau pengawasan arus adalah pengawasan produksi yang dilakukan terhadap arus pekerjaan sehingga dapat menjamin kelancaran proses pengerjaan . Block control. jenis dan kualitasnya. dan style tertentu dan kemudian menggabungkannya menjadi secar block. 2. Load control .

57 Metode sistem peramalan yang sering digunakan dapat dilihat pada gambar di bawah ini (Makrdakis. ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) pada dasarnya menggunakan fungsi eret waktu. Kamis. Beberapa metode dalam time series yaitu sebagai berikut: 1. Metode Deret Waktu (Time series Method) Metode peramalan ini menggunakan deret waktu (time series) sebagai dasar peramalan. 02 Juni 2011 Metode Peramalan (Forecasting Method) Posted by Kaboel on 14. Sebagai contoh: peramalan nilai tukar mata uang asing.yang dapat diproduksikan pabrik dalam periode tertentu missal satu hari ( contoh kegiatan produksi pakaian jadi). . pergerakan nilai IHSG.perlukan data aktual lalu yang akan diramalkan untuk mengetahui pola data yang diperlukan untuk menentukan metode peramalan yang sesuai. 1999) A. metode ini memerlukan pendekatan model identification serta penaksiran awal dari paramaternya.

deposito dan tabungan masyarakat. Metoda ini sering digunakan untuk prediksi jangka pendek. Bayesian merupakan metode yang menggunakan state space berdasarkan model dinamis linear (dynamical linear model). Metode Kausal Metode ini menggunakan pendekatan sebab-akibat. mendeteksi warna kulit (skin detection) berdasarkan fitur warna chrominant. Contohnya: meramalkan besarnya indikator moneter buat beberapa tahun ke depan. Pada metode kausal terdapat tiga kelompok metode yang sering dipakai : 1. yaitu : . Metoda input output biasa digunakan untuk perencanaan ekonomi nasional jangka panjang. 4. 2. Contohnya: meramalkan pertumbuhan ekonomi seperti pertumbuhan domestik bruto (PDB) untuk beberapa periode tahun ke depan 5-10 tahun mendatang. 5. Tahapan perancangan peramalan : Secara ringkas terdapat tiga tahapan yang harus dilalui dalam perancangan suatu metoda peramalan. hal ini sering dilakukan pihak BI tiap tahunnya. Kalman Filter banyak digunakan pada bidang rekayasa sistem untuk memisahkan sinyal dari noise yang masuk ke sistem. Sebagai contoh: kemampuan dalam meramal sales suatu produk berdasarkan harganya. Metoda ini sering digunakan untuk perencanaan ekonomi nasional dalam jangka pendek maupun jangka panjang. B. Contohnya: meramalkan hubungan jumlah kredit yang diberikan dengan giro. Metoda ini menggunakan pendekatan model state space dengan asumsi white noise memiliki distribusi Gaussian. Metoda regresi dan korelasi memakai teknik kuadrat terkecil (least square). Regresi menggunakan dummy variabel dalam formulasi matematisnya. 3. Metoda ekonometri berdasarkan pada persamaan regresi yang didekati secara simultan. 3. dan bertujuan untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang dengan menemukan dan mengukur beberapa variabel bebas (independen) yang penting beserta pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas yang akan diramalkan.2. Sebagai contoh: menentukan diagnosa suatu penyakit berdasarkan data-data gejala (hipertensi atau sakit jantung). Metode smoothing dipakai untuk mengurangi ketidakteraturan data yang bersifat musiman dengan cara membuat keseimbangan rata-rata dari data masa lampau. mengenali warna berdasarkan fitur indeks warna RGB.

b. Hanke dan Arthur G.” atau metode yang hanya didasarkan kepada penilaian dan intuisi. Melakukan analisa pada data masa lampau. Metode Peramalan Kuantitatif Sedangkan peramalan kuantitatif diterangkan sebagai : “quantitative techniques that need no input of judgments. Metoda yang berlainan akan menghasilkan system prediksi yang berbeda pula untuk data yang sama. they are mechanical procedures that produce quantitative result and some quantitative procedures require a much more sophisticated manipulation of data than do other. diadakan perubahan sesuai kebutuhannya. Reitch (1995). Sedangkan DeLurgio (1998) mengilustrasikan jenis-jenis metode peramalan seperti pada Gambar berikut: . Secara umum dapat dikatakan bahwa metoda yang berhasil adalah metoda yang menghasilkan penyimpangan (error) sekecil-kecilnya antara hasil prediksi dengan kenyataan yang terjadi. Menurut John E. Metode peramalan kualitatif atau subyektif Yaitu suatu : “qualitative forecasting techniques relied on human judgments and intuition more than manipulation of past historical data. Langkah ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pola dari data bersangkutan. Kalau diperlukan. Proses transformasi dari data masa lampau dengan menggunakan metoda yang dipilih.1. Memilih metoda yang akan digunakan. 3. Terdapat bermacam-macam metoda yang tersedia dengan keperluannya. of course”. 2. metode peramalan dapat dibagi menjadi dua yakni : a. bukan kepada pengolahan data historis.

.

Selain itu ada tiga kriteria yang perlu untuk dipertimbangkan. yaitu nilai Sidik Ragam (F-Test). metode kecendrungan (trend method). Metode peramalan kuantitatif dijelaskan Supranto (2000) terdiri dari metode pertimbangan. dan Persentase Galat (Percentage Error (PE)). yaitu: 1) Pola data. metode input output. dan metode ekonometrika. 1982). Awat (1990) menjelaskan bahwa peramalan merupakan kegiatan untuk mengetahui nilai variabel yang dijelaskan (variabel dependen) pada masa akan datang dengan mempelajari variabel independen pada masa lalu. Tepat tidaknya peramalan ditentukan oleh kriteria yaitu berkaitan dengan goodness of fit yang menunjukkan bagaimana model peramalan dapat menghasilkan peramalan yang baik. Penentuan ketepatan peramalan pada umumnya berdasarkan beberapa metode. metode regresi. 2) Faktor biaya peramalan. yaitu dengan menganalisis pola data dan melakukan ekstrapolasi bagi nilai-nilai masa datang. Misalnya data penjualan suatu perusahaan antara tahun . Koefisien determinasi. dan 3) Faktor kemudahan. Deret Waktu Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Kuadrat Tengah Galat (Mean Square Error (MSE). Metode kecendrungan (trend method) menggunakan suatu fungsi seperti metode regresi dengan variable X menunjukkan waktu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis. artinya data harus mempunyai periode waktu yang berurutan.08 December 2011 PERAMALAN (FORECASTING) STATISTIKA DAN CONTOH KASUS Peramalan Peramalan (forecasting) merupakan suatu proses perkiraan keadaan pada masa yang akan datang dengan menggunakan data di masa lalu (Adam dan Ebert.

tahun 2008. Ada tiga trend yang diigunakan untuk meramalkan pergerakan keadaan pada masa yang akan datang.2006-2011. Analisis deret waktu (time series analysis) dipakai untuk meramalkan kejadian di masa yang akan dating berdasarkan urutan waktu sebelumnya. Trend Trend adalah pergerakan jangka panjang dalam suatu kurun waktu yang kadang-kadang dapat digambarkan dengan garis lurus atau kurva mulus. Seringkali fungsi tersebut mudah dicocokkan dengan kurva trend pada suatu kurun waktu karena dua alasan. dan teknik musiman. Runtut waktu dianalisis untuk menemukan pola variasi masa lalu. Data runtun waktu (time series) merupakan data yang dikumpulkan. Deret waktu untuk bisnis dan ekonomi. yang terbaik adalah untuk melihat trend (atau trend-siklus) sebagai perubahan dengan halus dari waktu ke waktu. dicatat. bulan. Deret waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier. Persamaan trend linier adalah sebagai berikut: . dan dapat dihilangkan dari seri aslinya untuk mendapatkan gambar musiman lebih jelas. minggu. yaitu: 1. dan tahun 2011. Ada beberapa teknik untuk meramalkan kejadian di masa yang akan datang berdasarkan karakteristik data. tahun 2007. kuartal. misalnya teknik smoothing. atau diobservasi sepanjang waktu secara berurutan. teknik siklus. maka datanya adalah penjualan tahun tahun 2006. Trend Linier Sering kali data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis luruus. Pada kenyataannya. tahun 2010. Periode waktu dapat menggunakan tahun. yaitu fungsi tersebut menyediakan beberapa indikasi arah umum dari seri yang diamati. tahun 2009. hari atau jam. anggapan bahwa trend dapat diwakili oleh beberapa fungsi sederhana seperti garis lurus sepanjang periode untuk time series yang diamati jarang ditemukan.

Dengan nilai a dan b diperoleh dari formula: Dimana Yt menunjukan nilai taksiran Y pada nilai t tertentu. Trend Linier Positif . artinya besar kenaikan nilai Yt pada setiap nilai t. artinya nilai Yt akkan sama dengan a jika nilai t = 0. Kemudian b adalah nilai slope. Sedangkan a adalah nilai intercept dari Y. Dan nilai t sendiri adalah nilai tertentu yang menunjukan periode waktu.

Trend Linier Negatif .

maka trend kuadratik merupakan deret waktu dengan data berupa garis parabola. Trend Kuadratik Jika trend linier merupakan deret waktu yang berupa garis lurus.2. Trend Kuadratik .

Persamaan untuk trend kuadratik adalah: Dengan nilai a. b. Trend Eksponensial . dan c diperoleh dari: 3.

Dalam metode ini digunakan persamaan: Tetapi dalam melakukan perhitungannya. persamaan di atas dapat diubah ke dalam bentuk semi log. sehingga memudahkan untuk mencari nilai a dan b. Trend Eksponensial .Untuk mengukur sebuah deret waktu yang mengalami kenaikan atau penurunan yang cepat maka digunakan metode trend eksponensial.

4. Terdapat beberapa cara untuk menentukan metode peramalan mana yang akan dipilih sebagai metode peramalan yang paling baik. diantaranya Mean Square Error (MSE). Untuk mencari MSE digunakan rumus sebagai berikut: . Memilih Trend Terbaik Untuk membuat suatu keputusan yang akan dilakukan di masa yang akan datang berdasarkkan deret waktu diperlukan suatu metode peramalan yang paling baik sehingga memiliki nilai kesalahan yang cenderung kecil.

.... CONTOH KASUS .Penjualan Produk X pada tahun 2010 adalah sebagai berikut: Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Jumlah Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Penjualan 1143 1037 857 757 948 660 683 809 1078 696 777 672 10117 Tentukan peramalan penjualan pada bulan ke-18 dan bulan ke-25! ... Model yang memiliki MSE paling kecil adalah model persamaan yang paling baik.......Dimana nilai e adalah selisih antara nilai Y dengan peramalan (Yt).

Penyelesaian Dari tabel di atas akan dibuat deskripsi data ke dalam bentuk poligon agar dapat memudahkan menganalisis data. Tabulasi Data: . Berikut ini adalah poligon data dari data hasil penjualan produk X pada tahun 2010: A.

08+ 13. maka diperoleh: Setelah itu masukan nilai a dan b ke dalam persamaan Yt = a + bt . Menentukan Model Persamaan Matematika: 1) Trend Linier Dari tabel tabulasi data di atas. 2) Trend Kuadratik .t. sehingga menjadi sebuah persamaan trend linier Yt = 843.B.

.

65 + 13.Setelah itu nilai a.1.t + 1. 3) Trend Eksponensial .t2. b dan c dimasukan ke dalam persamaan Yt = a + bt + ct2 . sehingga menjadi sebuah persamaan trend kuadratik Yt = 790.

.

C.bt . Ketepatan Model Peramalan 1) Trend Linier Yt = 843.Setelah itu nilai a dan b dari hasil perhitungan di atas dimasukan ke dalam persamaan Yt = a. sehingga menjadi sebuah persamaan trend eksponensial Yt = 828.08+ 13.58 + 0.99t.t 2) Trend Kuadratik .

Yt = 790.99t .t2 3) Trend Eksponensial Yt = 828.58 + 0.65 + 13.t + 1.1.

Berikut ini adalah perhitungan MSE dari trend linier.Pembahasan Data pengamatan runtun waktu untuk perubahan hasil penjualan produk X di tahun 2010 setiap bulannya. Sebelum dilakukan perhitungan. trend kuadratik. dan trend eksponensial: 1) MSE Trend Linier . Penurunan penjualan tertinggi terjadi pada bulan Juni sebanyak 660. Jumlah penjualan tertinggi terjadi pada bulan Januari sebanyak 1143. Keterangan tersebut memperlihatkan perubahan nilai runtun waktu pengamatan yang fluktuatif. akan dihitung Mean Square Error (MSE) terlebih dahulu. dapat diketahui bahwa perubahan nilai runtut waktu pengamatan dari bulan ke bulan jumlahnya cukup bervariasi berupa peningkatan dan penurunan. Hal ini dilakukkan untuk mencari trend mana yang paling tepat dan memiliki kesalahan terkecil untuk dijadikan acuan peramalan.

2) MSE Trend Kuadratik 3) MSE Trend Eksponensial .

Jadi dapat diketahui bahwa trend kuadratik pada peramalan ini memiliki kecendrungan kesalahan yang paling rendah dibanding dengan trend linier dan trend eksponensial. bahwa nilai MSE dari trend kuadratik merupakan yang terkecil. .Dari perhitungan MSE di atas.

maka dapat diramalkan penjualan produk X pada bulan ke-18 adalah sebanyak 1074. . Dari perhitungan menggunakan trend kuadratik di atas. Dapat dilihat pada kurva di atas.Berikut ini adalah poligon dari permalan penjualan produk X. pada bulan ke-12 sampai dengan bulan ke-25 terlihat bahwa jumlah penjualan produk X dari bulan ke bulan mengalami peningkatan. dan untuk bulan ke-25 sebanyak 1816.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->