PROGRAM POKOK PUSKESMAS

UPAYA PELAYANAN KESEHATAN OLARAGA

Deasy Rizka Rahmawati 08 - 054

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA 2012

memelihara dan membina kesehatan. sejahtera dan mandiri. Penulis meyakini benar bahwa hal demikian juga berlaku bagi para lansia yang aktif dalam olahraga.S. Bila orang hanya menonton olahraga. maka sama halnya dengan orang yang hanya menonton orang makan. Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (yang berarti mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (yang berarti meningkatkan kualitas hidup). masyarakat. bangsa dan negara. 1992). gerak (Olahraga) merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya terus-menerus.Watson: Children in Sport dalam Bloomfield. rohani dan sosial.J. tidak dapat ditinggalkan. kondisi ini perlu diantisipasi agar para usia lanjut ini tetap sehat. Seperti halnya makan. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkem-bangan fungsional jasmani.Ilmu Kesehatan Olahraga BAB I PENDAHULUAN A. jangan hanya bergerak karena masih hidup. Masyarakat meyakini benar manfaat olahraga bagi kesehatan. P.K. Perlu diketahui bahwa pada awal abad 21 usia harapan hidup diperkirakan mencapai 70 tahun. Tetapi bagaimana olahraga dapat menyehatkan dan berapa berat orang harus melakukan olahraga untuk menjadi lebih sehat? Inilah masalah yang perlu diperjelas bagaimana tata-hubungan antara olahraga dengan kesehatan.D.. dalam A. Seperti halnya makan.. bagaimana cara melakukan olahraga untuk kesehatan dan berapa berat olahraga harus dilakukan agar orang menjadi lebih sehat..1996: 1 dan 6). artinya Olahraga sebagai alat untuk mempertahankan hidup. Tiada hidup tanpa gerak dan apa guna hidup bila tak mampu bergerak. Memelihara gerak adalah mempertahankan hidup. Oleh karena itu : Bergeraklah untuk lebih hidup. Mengapa perlu Olahraga? Gerak adalah ciri kehidupan. Hal ini akan meningkatkan jumlah orang usia lanjut. meningkatkan kemampuan gerak adalah meningkatkan kualitas hidup. yang diperkirakan pada tahun 2005 ini mencapai jumlah 19 juta orang atau 8. olahragapun hanya akan dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kesehatan pada mereka yang melakukan kegiatan olahraga. stabilitas emosional dan kecerdasan intelektualnya maupun kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul khususnya pada generasi muda yang aktif mengikuti kegiatan Olahraga dari pada yang tidak aktif mengikutinya (Renstrom & Roux 1988. and Fitch. Fricker.Sosial RI. Dari sudut pandang kesehatan masyarakat.A. Latar belakang masalah Olahraga menyehatkan! Inilah ungkapan masyarakat. Struktur anatomis-anthropometris dan fungsi fisiologisnya. sehingga tidak menjadi beban berat bagi keluarga. Olahraga Kesehatan . artinya ia tidak akan dapat merasakan nikmatnya berolahraga dan tidak akan dapat memperoleh manfaat dari olahraga bagi kesehatannya.5% dari penduduk (Dep.

di samping juga merangsang otak untuk berpikir. sehingga gerakangerakannya tidak dapat dihafalkan! Bila Peserta sudah hafal. misalnya karena hujan. tetapi tidak pasti sebaliknya. senam aerobik. Bukan Allah menganiaya manusia. Gemar berolahraga : mencegah penyakit. sehingga orang bukan saja sehat dikala diam (Sehat statis) tetapi juga sehat serta mempunyai kemampuan gerak yang dapat mendukung setiap aktivitas dalam peri kehidupannya sehari-hari (Sehat dinamis) yang bersifat rutin. Hal ini banyak dijumpai pada kelompok usia madya. maka rangsangan terhadap proses berpikir menjadi berkurang. dialah yang sehat! Tidak diolah berarti siap dibungkus! Klub Olahraga Kesehatan adalah Lembaga Pelayanan Kesehatan (Dinamis) di lapangan. keasyikan dan kehausan dalam kehidupan “Duniawi”. khususnya yang tidak melakukan Olahraga dan/ atau tidak menjalankan pola hidup sehat. tetapi manusia menganiaya dirinya sendiri ! Bila olahraga sudah menjadi kebutuhan. Olahraga Kesehatan meningkatkan derajat Sehat Dinamis (Sehat dalam gerak). tekanan darah tinggi dan stroke). ajang komunikasi sosial! Jadi Olahraga Kesehatan membuat manusia menjadi sehat Jasmani. karena Peserta harus memperhatikan dan segera menirukan gerak instruktur yang selalu berubah tanpa pola. Tidak berolahraga : menelantarkan diri! Kesibukan. Sehat Dinamis hanya dapat diperoleh bila ada kemauan mendinamiskan diri sendiri khususnya melalui kegiatan Olahraga (Kesehatan). khususnya melalui Olahraga Kesehatan! Olahraga kesehatan dapat dilaksanakan secara massaal misalnya : jalan cepat atau lari lambat (jogging). Hukumnya adalah : Siapa yang makan. Olahraga adalah kebutuhan hidup bagi orang yang mau berpikir. Konsep Kesehatan Olahraga adalah: Massaal : Ajang silaturahim. Senam aerobik sangat baik oleh karena dapat menjangkau seluruh sendi dan otot-otot tubuh. dialah yang kenyang! Siapa yang mengolah-raganya. tetapi tentu sesuai dengan kemampuan masing-masing. ajang pencerahan stress.Olahraga Kesehatan adalah Olahraga untuk memelihara dan/ atau untuk meningkatkan derajat Kesehatan dinamis. Berkelompok merupakan rangsangan dan sarana untuk meningkatkan kesejahteraan Sosial. hidup sehat dan nikmat ! Malas berolahraga : mengundang penyakit. akan tetapi akan lebih menarik. disertai stress yang dapat mengundang berbagai penyakit non-infeksi (penyakit bukan oleh karena infeksi). senam pernafasan dan olahraga-olahraga massaal lain yang sejenis. yaitu cukup dalam waktu (1030 menit tanpa henti) dan cukup dalam intensitas. pasti juga Sehat Statis (Sehat dikala diam). Rohani dan Sosial yaitu Sehat seutuhnya sesuai konsep Sehat WHO! Adekuat artinya cukup. Menurut Cooper (1994). intensitas Olahraga Kesehatan yang cukup yaitu apabila denyut nadi latihan mencapai 65-80% DNM sesuai umur (Denyut Nadi Maximal sesuai umur = 220-umur dalam tahun). Sehat adalah nikmat karunia Allah yang menjadi dasar bagi segala nikmat dan kemampuan! Karena itu syukurilah nikmat sehat karunia Allah ini dengan memelihara serta meningkatkan derajat sehat dinamis Anda melalui gerak. maka intensitas berjalannya hendaknya seperti orang yang berjalan tergesa-gesa. maka mereka akan merasa rugi manakala tidak dapat melakukan Olahraga. . B. di antaranya yang terpenting adalah penyakit jantungpembuluh darah (penyakit jantung. Dalam hal olahraganya berbentuk berjalan. Olahraga Kesehatan memang dapat dilakukan sendiri-sendiri. maupun untuk keperluan rekreasi dan/ atau mengatasi keadaan gawat-darurat. semarak serta menggembirakan (aspek Rohaniah) apabila dilakukan secara berkelompok. sering menyebabkan orang menjadi kurang gerak. tua dan lanjut.

oleh karena masing-masing individu akan bertemu dengan sesamanya. renang. Mengurangi aterosklerosis. Anaerabik adalah : Olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Dampak psikologis yang sangat positif dengan diterapkannya Olahraga Kesehatan adalah rasa kesetaraan dan kebersamaan di antara sesama Pelaku. Meningkatkan HDL Kolesterol. Mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit seperti :    Tekanan darah tinggi : mengurangi tekanan sistolik dan diastolik. Pada orang dewasa : memperkuat masa tulang. Denyut nadi istirahat menurun. Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah kegemukan dan mempertahankan berat badan ideal. Meningkatkan pembuluh darah kolateral. Kapasitas bertambah.        Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang yang ditandai pada :   Pada anak : mengoptimalkan pertumbuhan. Misalnya : Jogging. bersepeda.menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang. Manfaat Olahraga Meningkatkan kerja dan fungsi jantung. Misalnya : Angkat besi. Penyakit jantung koroner : menambah HDL-kolesterol dan mengurangi lemak tubuh. Isi sekuncup bertambah. Penumpukan asam laktat berkurang. senam. lari sprint 100 M. Kencing manis : menambah sensitifitas insulin. BAB II OLAHRAGA Jenis Olahraga a. Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas) pada tubuh sehingga dapat mengurangi cedera. bulu tangkis. . paru dan pembuluh darah yang ditandai dengan :   Aerobik adalah : Olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh. punggung dan lutut. tenis lapangan. oleh karena mereka semua merasa dapat dan mampu melakukan Olahraga Kesehatan dengan baik secara bersama-sama. sedangkan suasana lapangan pada Olahraga (Kesehatan) akan sangat mencairkan kekakuan yang disebabkan oleh adanya perbedaan status intelektual dan sosial-ekonomi para Pelakunya.

   Meningkatkan pembuluh darah kolateral. dengan memperhatikan lingkungan yang mana dan nyaman. Berusia diatas 30 tahun. Olahraga dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut. bebas polusi. 2. 1. hipertensi. Persiapan Sebelum Olahraga 1. sesak nafas. mudah. Penelitian Kavanagh. dll. diikuti dengan latihan inti minimal 20 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 5 – 10 menit. 3. Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan sensitifitas hormon terhadap jaringan tubuh. Sebaiknya gunakan pakaian dan sepatu olahraga yang sesuai dan nyaman. Dapat dilakukan dimana saja. latihan aerobik 3 kali seminggu selama 12 minggu. aman. kencingmanis. Meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit melalui peningkatan pengaturan kekebalan tubuh. 6. Berpenyakit seperti penyakit jantung koroner. 2. sebaiknya tunggu sampai 2 jam. dan murah. Infeksi : meningkatkan sistem imunitas. asma. D. tempat kerja. Frekuensi latihan dilakukan secara teratur 3 – 5 kali per minggu. 4. Contoh : Orang dengan usia 40 tahun akan mempunyai: DNM = 220 – 40 = 180. . 3. Pilih olahraga yang digemari. Olahraga Yang Baik Dan Benar 1. Mengurangi aterosklerosis. Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5 – 10 menit. DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan : DNM = 220 – UMUR Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan yaitu 60 – 70 % DNM. 1. Intensitas latihan :   Untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus mencapai 70% – 85% denyut nadi maksimal (DNM). dan dilapangan. 2. tidak menimbulkan cedera. berganti-ganit jenisnya supaya tidak monoton. Jangan lakukan olahraga setelah makan kenyang. Meningkatkan HDL kolesterol. Minum minuman yang sejuk dan sedikit manis (manis jambu). C. Olahraga hendaknya dilakukan secara bervariasi. nyeri dada. 5. Sebaiknya sebelum melakukan olahraga dilakukan pemeriksaan pendahuluan untuk menentukan dosis yang aman dan jenis olahraga yang cocok (tes pembebanan/stress test) terutama bila :    Ada keluhan seperti sering pusing. Misalnya : dirumah. 1.

BAB III KEBUGARAN JASMANI A. makanlah makanan lunak/cairan seperti bubur kacang hijau. Mulai semampunya. . Yang Perlu Diperhatikan Setelah Berolahraga 3. Untuk olahraga jalan bila terdapat varises pada kaki dan pada. Waktu. untuk membakar lemak perlu waktu lebih lama (lebih dari satu jam). Untuk meningkatkan daya tahan tubuh (endurence) perlu waktu antara 1/2 – 1 jam. 1. 2. Pengukuran : Skinfold callipers. nyeri pada sendi terutama pada lutut. Komposisi tubuh      Adalah persentase (%) lemak dari berat badan total dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Gantilah pakaian olahraga yang digunakan bila terlalu basah. Dalam buku panduan ini hanya dijelaskan komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan. Komponen Kebugaran Jasmani Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari. 1. Kencing manis tidak terkontrol. IMT. Penyakit-penyakit :    Tekanan darah tinggi tidak terkontrol. 2. Yang Tidak Dianjurkan Berolahraga 1. IMT = (Berat Badan Dalam kg : Tinggi Badan Dalam M2) Obesitas pada anak-anak disebabkan oleh : hipeplasi dan hipertropi sel adiposit serta input berlebihan.Untuk membakar lemak orang tersebut harus berolahraga dengan denyut nadi mencapai : 60% x 180 = 108 s/d 70% x 180 = 126. 1. Jangan langsung makan kenyang setelah berolahraga. Minumlah secukupnya bila banyak berkeringat dan jangan langsung mandi. ditambah secara perlahan-lahan. Bila sedang demam. Memberi bentuk tubuh. Lemak cepat meningkat setelah berumur 30 tahun dan cenderung menurun setelah berumur 60 tahun. akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang berbeda-beda sesuai dengan tugas/profesi masing-masing. 2. Kelainan katup jantung. 3. Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan (Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan ketrampilan (Skill Related Physical Fitness). 3.

 Obesitas pada orang dewasa oleh : hiperplasi dan hipertropi sel adiposit serta output yang kurang. Jaringan sekitar sendi. 5. Pengukuran : Push up test. Umur. Daya tahan otot    Merupakan kemampuan untuk kontraksi sub maksimal secaraberulang-ulang atau untuk berkontraksi terus menerus dalamsuatu waktu tertentu. Laki-laki kira-kira 25% lebih besar dari wanita (Testoteronmerupakan anabolik steroid). Struktur tulang. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani 1. Pengukuran: Duduk tegak depan (Sit and reachTest) Flexometer.4 Km (12 menit).Ergocycles test. paru dan pembuluh darah untukberfungsi secara optimal pada waktu kerja dalam mengambilO2 secara maksimal (VO2 maks) dan menyalurkannya keseluruh tubuh terutama jaringan aktif sehingga dapatdigunakan untuk proses metabolisme tubuh. Pengukuran : test lari 2. Diukur dengan dinamometer. Kebugaran jasmani anak-anak meningkat sampai mencapai maksimal pada usia 25-30 tahun. Penting pada setiap gerak tubuh karena meningkatkan efisiensi kerja otot.8-1% per tahun. 3. Puncak kelenturan terjadi pada akhir masa pubertas. otot. Merupakan komponen kebugaran jasmani terpenting. Kelenturan/fleksibilitas tubuh         Adalah luas bidang gerak yang maksimal pada persendian. Anak-anak lebih besar dari orang dewasa. kemudian akan terjadi penurunan kapasitas fungsional dari seluruh tubuh. tendon dan ligamen. Bangku Harvard test. Daya tahan jantung paru     Kemampuan jantung. Kemampuan otot-otot besar untuk melakukan pekerjaan cukup berat dalam waktu lama secara terus menerus. Mengatasi kelelahan. Dipengaruhi oleh: Jenis sendi. Sit up test. kira-kira sebesar 0. . Wanita (terutama ibu hamil) lebih lentur dari laki-laki. tetapi bila rajin berolahraga penurunan ini dapat dikurangi sampai separuhnya. tanpa dipengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan. Dapat mengurangi cedera (orang yang kelenturannya tidak baik cenderung mudah mengalami cedera). merupakankemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatutahanan. 2. 4. Kekuatan Otot    Adalah kontraksi maksimal yang dihasilkan otot.

Rokok. karena pada cabang-cabang olahraga demikian sangat mungkin terjadi pembangkitan emosi (emotional arousal) yang tidak terkendali yaitu apabila seseorang ingin memenangkan permainan itu. Daya tahan yang tinggi bila mengkonsumsi tinggi karbohidrat (60-70 %). dan hal demikian umumnya terjadi pada cabang-cabang olahraga permainan misalnya tennis dan bulutangkis. meriah dan massaal. 4. Jenis Kelamin. Walaupun inaktivitas (ketiadaan gerak/olahraga) hanya merupakan faktor risiko minor bagi kejadian penyakit kardio-vaskular. Makanan. yang berpengaruh terhadap daya tahan. mudah. murah. hipertensi. BAB IV PENUTUP A. 5. Diet tinggi protein terutama untuk memperbesar otot dan untuk olah raga yang memerlukan kekuatan otot yang besar. Kesimpulan Yang sangat perlu difahami adalah bahwa olahraga berat dapat menjadi pemicu terjadinya episode klinis yang dapat berwujud sebagai serangan jantung atau stroke yang mematikan. Kadar CO yang terhisap akan mengurangi nilai VO2 maks. PERHATIAN! Jika ada seseorang dengan gangguan jantung. sesak napas atau hamil sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum berolah raga. selain itu menurut penelitian Perkins dan Sexton. Untuk melengkapi pengetahuan yang diperlukan. Berpengaruh terhadap kapasitas jantung paru. nyeri dada. bersifat sangat individual. 3. masalah tulang dan sendi. Yang juga sangat perlu pula difahami adalah bahwa apakah seseorang telah masuk pada olahraga berat atau belum. apa lagi bila disertai taruhan walaupun hanya taruhan semangkok bakso ! Oleh karena itu Olahrga Kesehatan merupakan bentuk olahraga yang paling aman bagi pembinaan kesehatan. obesitas. Buku panduan ini sebagai acuan petugas kesehatan dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan aktifitas fisik dan atau olahraga yang baik dan benar sehingga bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan dan derajat kebugaran. dapat memperbesar pengeluaran energi dan mengurangi nafsu makan. diharapkan petugas kesehatan dapat membaca/mempelajari buku-buku lain mengenai kesehatan olahraga. postur tubuh. . pusing. nicotine yang ada. namun hal itu hanya mungkin terjadi pada orang-orang yang telah mengalami penyempitan pembuluh darah yang telah mencapai stadium kritis.2. asma. tapi setelah pubertas anak-anak laki-laki biasanya mempunayi nilai yang jauh lebih besar. kehilangan kesadaran. tetapi meniadakan faktor ini dengan melakukan aktivitas fisik (olahraga kesehatan) menghasilikan manfaat yang sangat besar karena olahraga kesehatan:  Merupakan upaya pencegahan dan rehabilitasi yang sangat fisiologis. Sampai pubertas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki hampir sama dengan anak perempuan. haemoglobin/sel darah dan serat otot. Genetik.

   Sehat merupakan nikmat karunia Allah yang menjadi dasar bagi segala nikmat dan dasar bagi segala kemampuan. Rohani dan Sosial. dibandingkan dengan bila orang itu tidak melakukan olahraga kesehatan (Or-Kes). adekuat.  Dapat memperkecil pengaruh faktor-faktor risiko lain termasuk dua faktor risiko utamanya (kecuali merokok). massaal. Olahraga Kesehatan sebagai sarana pencegahan dan rehabilitasi perlu difahami secara mendalam oleh karena manfaat dan keamanannya berhubungan erat dengan intensitas pelaksanaan. Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan gerak. Bersifat padat gerak. cacat ataupun kelemahan. Olahraga merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani. Massaal : – Ajang silaturahim ( Sejahtera Rohani dan Sosial – Ajang pencerahan stress ( Sejahtera Rohani – Ajang komunikasi sosial ( Sejahtera Sosial Ketiga hal diatas merupakan pendukung untuk menuju Sehatnya WHO yaitu Sejahtera Paripurna. Kondisi Pemahaman Olahraga saat ini. . bukan hanya bebas dari penyakit. mudah. Olahraga Kesehatan :     Intensitasnya sedang. murah. bebas stress. Meningkatkan kemampuan gerak adalah meningkatkan kualitas hidup. fisiologis (bermanfaat & aman). singkat (cukup 10-30 menit tanpa henti). efisien. harus dilakukan dengan santai dan tanpa beban-beban emosional. yang berarti meningkatkan kualitas hidup. Sehat dan Kesehatan. Olahraga – Gerak :       Gerak adalah ciri kehidupan. karena itu perlu selalu disyukuri. Hanya orang yang mau bergerak-berolahraga yang akan mendapatkan manfaat dari Olahraga. rohani dan sosial menuju sejahtera paripurna. Memelihara gerak adalah mempertahankan hidup. setingkat di atas intensitas aktivitas fisik untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Memelihara dan meningkatkan kesehatan hakekatnya adalah mensyukuri nikmat sehat karunia Allah : cara terpenting. Acuan Sehat adalah Sehat Paripurna dari Organisasi Kesehatan Dunia yaitu Sejahtera Jasmani. Tujuan: Meningkatkan derajat kesehatan dinamis yaitu sehat dengan kemampuan gerak yang dapat memenuhi kebutuhan gerak kehidupan sehari-hari (kemandirian dalam peri kehidupan bio-psiko-sosiologik). meriah. termurah dan fungsional (fisiologis) adalah Olahraga Kesehatan. Dapat menjangkau aspek rokhani dan aspek sosial untuk menuju derajat sehat yang lebih tinggi sesuai batasan sehat WHO. bukan untuk tujuan prestasi.

sehingga menyebabkan pelaksanaannya mengalami banyak hambatan. . sehingga orang-orang yang sangat sibuk akan menganggap kegiatan olahraga sebagai membuang-buang waktu.   Waktu : Olahraga masih banyak diartikan sebagai kegiatan yang memerlukan banyak waktu. Olahraga Kesehatan : masih banyak yang belum memahami arti. sehingga masih lebih banyak orang yang memilih olahraga permainan kecabangan yang dampak risikon. manfaat dan tatalaksananya. Olahraga masih banyak diartikan sebagai olahraga kecabangan dan dikaitkan dengan sarana dan prasarana yang mahal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful