P. 1
TATARAN FONOLOGI

TATARAN FONOLOGI

|Views: 196|Likes:
Published by armada12

More info:

Published by: armada12 on Oct 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2015

pdf

text

original

TATARAN FONOLOGI Fonologi ialah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa

(Chaer, 1994). Satuan bunyi dibedakan antara fonetik dan fonemik. Fonetik ialah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna. Misalnya : bunyi [i] pada kata [intan], [angin], dan [batik] tidak sama. Tulisan fonetik dibuat berdasarkan aksara latin yang ditambah dengan sejumlah tanda diakritik dan sejumlah modifikasinya. Ini dilakukan karena jumlah bunyi melebihi 26 aksara latin. Bunyi terdiri dari kelompok bunyi vokal dan konsonan. Di samping itu, ada bunyi diftong atau vokal rangkap, karena posisi lidah pada bagian awal dan akhir bunyi tidak sama. Misalnya bunyi [au] pada kata kerbau, [ai] pada kata cukai, dan lain-lain. Bunyi konsonan diklasifikasikan atas (1) posisi pita suara (bergetar atau tidak bergetar), (2) tempat artikulasi (labial, dental), dan (3) cara artikulasi (sengau, hambat). Fonetik terdiri dari : 1) Fonetik auditoris (penerimaan bunyi oleh telinga) 2) Fonetik artikulasi (penerbitan bunyi oleh alat ucap manusia) 3) Fonetik akustik (ciri-ciri bunyi bahasa akibat peristiwa fisika) Fonemik adalah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bahasa sebagai pembeda makna. Contoh: bunyi [p] dan [b] pada kata [paru] dan [baru] menyebabkan perbedaan makna. Karena itu [p] dan [b] disebut fonem. Bunyi yang tidak membedakan makna bukan fonem. Bunyi [t] dan [th] dalam bahasa Inggris bukanlah dua fonem yang berbeda, tetapi dua buah bunyi dari sebuah fonem yang sama. Variasi bunyi yang timbul dari realisasi fonem disebut alofon. Fonem [i] dalam bahasa Indonesia, misalnya, mempunyai empat buah alofon, yaitu bunyi [i] dalam kata cita, tarik, ingkar, dan kali. Klasifikasi Konsonan: 1) Berdasarkan artikulator dan titik artikulasi Bilabial : b, p, m, w Palatal : c, j, ny, y Velar : k, g, kh, ng Dental : t, d, n 2) Berdasarkan jalan keluar udara Bunyi oral : p, b, w, r, dan lain-lain Bunyi nasal : m, n, ng, ny 3) Berdasarkan halangan yang dijumpai saat udara keluar Hambat atau stop : p, b, k, t, d Frikatif atau geser : f, v Spiran atau desis : s, z, sy

Trill atau getar : r Lateral : l 4) Berdasarkan getaran pita suara Bersuara : b, c, d, f, g, h, dan lain-lain Tidak bersuara : k, t, p, s Perubahan Fonem

a. Asimilasi dan Disimilasi
Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain, sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya. Misalnya, [Sabtu] diucapkan [saptu] karena pengaruh bunyi [t]. Atau fonem yang tidak sama dijakdikan sama. Misalnya, [al salam] menjadi [assalam] Jika dalam asimilasi, dua bunyi yang berbeda menjadi sama, maka disimilasi perubahan itu menyebabkan dua fonem yang sama menjadi berbeda. Misalnya kata [citta] dalam bahasa Sanskerta berubah menjadi [cinta] dan [cipta]. Jadi ada perubahan bunyi [tt] menjadi [nt] dan [pt].

a. Metatesis dan Epentesis
Metatesis adalah sebuah bunyi yang bertukar tempat dengan bunyi yang lain. Misalnya [brantas] dan [bantras], [jalur] dan [lajur], [almari] dan [lemari]. Epentetis terjadi jika sebuah fonem disisipkan dalam sebuah kata. Misalnya [kapak] menjadi [kampak]

a. Kontraksi
Kontraksi terjadi pemendekan ujaran dalam percakapan yang cepat. Misalnya, [tidak tahu] menjadi [ndak tahu], [shall not] menjadi [shan‟t], dan lain-lain.

a. Diftongisasi
Proses perubahan satu vokal menjadi diftong. Misalnya, [sentosa] menjadi [sentausa]

a. Monoftongisasi
Proses perubahan diftong menjadi satu vokal. Misalnya, [satai] menjadi [sate], atau [pulau] menjadi [pulo].

a. Sandi
Sandi adalah dua vokal berturut lebur menjadi satu vokal. Misalnya [pesantrian] menjadi [pesantren].

a. Adaptasi
Adaptasi adalah penyesuaian bentuk. Misalnya, [chauffeur] menjadi [sopir], atau [goal] menjadi [gol].

a. Analogi
Analogi adalah pembentukan kata berdasarkan bentuk yang sudah ada. Misalnya [sastrawan] menjadi [sastrawati].

a. Hiperkorek
Membetulkan yang tepat sehingga menjadi salah. Misalnya, [surga] menjadi [syurga], [pihak] menjadi [fihak].

a. Haplologi
Haplologi adalah penghilangan sebuah suku kata di tengah kata. Misalnya, [budhidaya] menjadi [budidaya], [mahardika] menjadi [merdeka].

TATARAN MORFOLOGI Istilah morfem diperkenalkan oleh kaum strukturalis karena tata bahasa tradisional tidak mengenalnya. Morfem memang bukan satuan sintaksis. Morfem adalah satuan terkecil yang mempunyai dan mempengaruhi arti. Keseluruhan ilmu yang mempelajari proses pembentuka kata disebut Morfologi. Di samping itu, dikenal juga istilah morfofonemik, yaitu peristiwa berubahnya wujud morfem karena pengaruh 1) afiksasi, 2) reduplikasi, dan 3) komposisi. Alomorf adalah variasi bentuk yang berlainan dari morfem yang sama. Misalnya variasi imbuhan me- pada kata melihat, membaca, mendengar, menyanyi, dan menggali. Dengan demikian me- mendapat sengau sesuai dengan lingkungannya. Klasifikasi Morfem:

a. Morfem bebas
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan. Misalnya meja (KB), pukul (KK), manis (KS), dan telah (KT). Morfem ini biasa juga disebut dengan morfem bermakna leksikal.

a. Morfem terikat
Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri, hanya mempunyai makna jika bergabung dengan bentuk lain. Morfem ini terdiri dari : imbuhan, pokok kata, bentuk unik, partikel, klitika, dan kata tugas yang tidak dapat berdiri sendiri. Morfem ini juga disebut dengan morfem tidak bermakna leksikal. Di samping itu, Verhaar menyebut kelompok morfem prakategorial atau bentuk pradasar. Secara semantik morfem ini mempunyai makna, tetapi secara gramatikal tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya [juang], [henti], dan [gaul]. Dalam kelompok ini juga termasuk sejumlah morfem yang hanya dapat muncul pada pasangan yang tetap (morfem unik). Misalnya [renta] pada tua renta, [kerontang] pada kering kerontang, dan [kuyup] pada kata basah kuyup. Preposisi dan konjungsi juga tidak dapat berdiri sendiri, tetapi mempunyai makna. Morfem dasar, dapat berwujud morfem terikat, bisa juga morfem bebas. Sebuah morfem dasar dapat menjadi sebuah bentuk dasar dalam proses morfologi. Morfem dasar dapat diberi afiksasi, reduplikasi, atau bergabung dengan morfem lain. Bentuk dasar adalah bentuk yang menjadi dasar dalam proses morfologis, dapat berupa morfem tunggal atau morfem gabungan. Misalnya: Komposisi Memperbaiki Keanekaragaman Kata Kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian, atau deretan huruf yang diapit oleh dua spasi dan mempunyai satu arti (Tatabahasa Tradisional). Bloomfield (tatabahasa Struktural) menyatakan bahwa kata adalah satuan bebas terkecil (a minimal free form). Linguistik Eropah mengemukakan syarat-syarat sebuah kata: 1) mempunyai susunan fonem yang urutannya tetap serta tidak dapat diselipi fonem lain, 2) mempunyai kebebasan berpindah tempat. Syarat kedua ini menjadi perdebatan, misalnya kalimat Nenek membaca koran kemarin, ternyata dapat dipertukarkan susunannya. Tatabahasa Tradisional mengklasifikasikan kata atas kategori makna dan kategori fungsi. Kategori makna digunakan untuk mengklasifikasikan verba, nomina, dan ajektiva. Kategori fungsi digunakan untuk pengelompokan preposisi, konjungsi, advervia, dan pronomina. Bentuk Dasar Perbaiki aneka ragam Morfem Dasar Baik aneka dan ragam

Verba (KK) adalah kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan, dapat berdistribusi di belakang kata tidak…. Nomina (KB) adalah kata yang menyatakan benda atau yang dibendakan, dapat mengisi konstruksi bukan …. Ajektiva (KS) adalah kata yang menyatakan sifat, atau dapat mengisi konstruksi sangat…… Beberapa kata dalam bahasa yang berfleksi (Bhs. Arab, Latin, dan Sanskerta), hanya dapat digunakan dalam kalimat jika bentuknya disesuaikan dengan kategori gramatikal yang berlaku. Misalnya dengan afiksasi atau modifikasi lain terhadap bentuk dasar. Proses inflektif ini tidak mengakibatkan pembentukan kata baru. Berbeda dengan itu, derivatif membentuk kata baru. Misalnya, [nyanyi] dengan [penyanyi]. Antara kedua kata itu berbeda identitas leksikalnya. Kelas Kata 1. Aliran Tradisional Aliran ini membagi kata atas 10 kelas sesuai dengan konsep Aristoteles, yakni: a) kata benda (kata yang menerangkan nama suatu benda atau yang dibendakan). Misalnya, lemari, kemanusiaan b) kata sifat (kata yang menyatakan sifat atau keadaan suatu benda). Misalnya, keriting, manis c) kata kerja (kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan). Misalnya: tendang, berjalan-jalan d) kata keterangan (kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan lain-lain). Misalnya: (1) keterangan waktu : sesudah, sebelum, ketika (2) keterangan tempat : di sini, ke sana, dari sana (3) keterangan syarat : jika, kalau, seandainya (4) keterangan sebab : sebab, karena (5) keterangan akibat : sehingga, karena itu (6) keterangan tujuan : agar, supaya, untuk, guna, buat (7) keterangan perwatasan : kecuali, hanya, selain e) kata ganti (kata yang menggantikan kata benda) : (1) kata ganti orang : aku, kau, dia, kita, mereka (2) kata ganti penghubung : yang, bahwa (3) kata ganti penunjuk : itu, ini, tersebut (4) kata ganti penanya : apa, siapa, di mana (5) kata ganti tak tentu : berapa

(6) kata ganti milik : -nya f) kata bilangan (menyatakan jumlah, urutan atau tingkat suatu benda) : (1) bilangan utama : satu, sepuluh (2) bilangan tingkat : pertama, kelima (3) bilangan tak tentu : beberapa, tiap-tiap (4) bilangan kumpulan : berdua, kedua hal itu (5) bilangan bantu : sebuah, seekor, seutas, seorang, sepucuk g) kata depan (kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat) : di, ke, dari, pada h) kata sambung (kata yang menghubungkan suatu kata dengan kata lain, menghubungkan bagianbagian dalam kalimat, atau menghubungkan antarkalimat): (1) menunjukkan gabungan : dan, serta, lagipula (2) menunjukkan pertentangan : tetapi, melainkan, sedangkan (3) menyatakan penjelas : yakni, yaitu i) kata sandang (kata yang menentukan atau membatasi sesuatu) : si, sang, yang, para j) kata seru (menyatakan luapan perasaan) : wah!, kasihan!, Ya ampun! 2. Aliran Struktural a) kata benda (semua kata yang dapat diperluas dengan menambahkan yang + kata sifat). Contoh : adik yang cantik, bulan yang merah b) kata kerja (yang dapat diperluas dengan menambahkan kata dengan + kata sifat). Misalnya : lari dengan cepat, menatap dengan lembut, c) kata sifat (yang dapat diperluas dengan kata amat…., paling…., sangat…. dan …sekali). Contoh: amat indah, paling tinggi, sangat sedih, merah sekali. d) kata tugas (kata yang fungsinya untuk memperluas atau mengadakan transformasi kalimat, kata tersebut tidak dapat menduduki fungsi subyek, predikat, dan objek. Misalnya: di, yang, tetapi, dan lain-lain. Afikasasi Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Afiksasi berkaitan dengan : 1) dasar atau bentuk dasar, 2) jenis afiks, dan 3) makna gramatikal yang ditimbulkan. Dasar atau bentuk dasar dapat berupa akar atau berupa bentuk kompleks. Tata bahasa Indonesia mengenal adanya prefiks me- yang bersifat inflektif (misalnya me- yang menunjukkan bentuk aktif pada kata menendang) dan me- sebagai bentuk derivatif (misalnya me- pada kata mematung). Imbuhan (Afiks) terdiri dari : 2) Prefiks (awalan) : ber-, se-, me-, di-, ke-, pe-, per-, ter-

menuju ke … mencari …. orang yang gemar/suka orang yang bersifat membuat jadi (kausatif) menganggap sebagai orang yang berprofesi/ahli ber… orang yang ber… seseorang yang di … sesuatu yang di … kumpulan bilangan bilangan tingkat menyatakan pasif Satu seluruh…. melakukan perbuatan Mempunyai mengendarai/menggunakan Mengeluarkan Mengusaha dalam keadaan memanggil sebagai terdiri dari (kolektif) melakukan perbuatan untuk diri sendiri (reflesif) berbalasan (resiprok) paling (superlatif) tiba-tiba/tak sengaja/spontanitas terus-menerus/kontinuitas sudah di (perfektif) sampai ke (mengenai) dalam keadaan ……. se-an. per-an. -kan.3) Infiks (sisipan) : -el-. ber-an atau mem/per/kan. berlaku seperti …. ke-an. Alat orang yang me… orang yang di ….. in 4) Sufiks (akhiran) : -i. membubuhi …. -er-.. orang yang di …. Makna yang ditimbulkan oleh afiksasi adalah : Prefiks MeContoh Menggulai Menepi Merotan Menyemir Mengabdi Membeku Melembaga Menyapu Mengeong Merokok Menari Beratap Bersepeda Bersuara Berkedai Bergembira Bertante Berlima Berjemur Bergulat Terbesar Terpijak Terendam Tercetak Tertulang Tertutup Terdakwa Penggaris Peneliti Pesuruh Pemabuk Pemalu Perdua Perdewa Petinju Pejalan Kekasih Kehendak kedua + KB KB + kedua Ditulis Selembar Sedunia Sesampai Sedalam Sekamar Makna membuat jadi …. di/per/kan. segera setelah/sesudah sama seperti berada dalam ber- Ter- Pe- per- Ke- dise- . menjadi …. menjadi seperti ….. -an.. -em-. se-nya. menghisap …. bekerja dengan alat … mengeluarkan bunyi …. di/i. -nya 5) Konfiks (imbuhan gabung) : pe-an.

Infiks -el-er- -emSufiks -i -kan -an Konfiks Pe-an per-an Ke-an ber-an mem-perkan mem-per-i secepat-cepatnya Contoh telunjuk.. (kausatif) memberi hormat berulang-ulang (repetitif) masuk ke (lokatif) (berkeliling di) lokatif membersihkan mencabut membuang membuat jadi (kausatif) memberi melakukan perbuatan untuk orang lain memasukkan ke tempat alat kumpulan tiap-tiap hasil sesuatu yang bersifat sesuatu yang di sekitar/kira-kira Makna proses/perbuatan tempat hasil perbuatan tempat ber… Hal/keadaan hasil ber… kumpulan tempat ber Hal yang… tiba-tiba/tak sengaja menderita hal terlalu dikenai berbalasan (resiprok) berulang-ulang (intensitas frekuensi) membuat jadi ber… (kausatif) membuat jadi (kausatif) penekanan kualitas (intensitas) Reduplikasi . pelatuk Gelembung Serabut Seruling Gerigi Gemilang Contoh Lukai hormati pukuli masuki kelilingi Kuliti Sisiki Bului besarkan sarankan bukakan kandangkan kuburan ayunan daratan harian tulisan manisan makanan tahun 90-an Contoh pelatihan pemukiman penyelesaian penghargaan permukiman pergerakan persatuan perpustakaan kelurahan kesehatan ketinggalan kehabisan Kebesaran kehujanan bersalaman berdatangan mempertemukan mempersatukan Memperbaiki Mempersenjatai Mempelajari paling (superlatif) Makna alat me… Bersifat Bersifat Alat kumpulan/banyak Bersifat Makna membuat jadi.

Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar. ilmu pengetahuan. Misalnya: kupu-kupu. alim ulama. Trilingga (pengulangan morfem dasar sampai dua kali). karena itu. Misalnya: laba-laba yang dalam tata bahasa tradisional dianggap berasal dari kata laba. sayur-mayur Kata ulang berimbuhan (perulangan dengan salah satu lingganya mendapat tambahan imbuhan). yakni yang tidak mengubah identitas leksikalnya. yakni yang membentuk kata baru. misalnya: dag-dig-dug. Kata ulang penuh atau dwilingga (pengulangan penuh pada kata dasar atau kata jadian. meja-meja. tampaknya hasil reduplikasi. Misalnya: meja-meja. Sebaliknya ada juga reduplikasi yang bersifat derivasional. perubahan-perubahan Kata ulang bervariasi bunyi atau dwilingga salin suara (perulangan atas seluruh suku kata. lauk pauk. Bentuk reduplikasi ini dapat bersifat paradigmatis (infleksional). gado-gado Kata ulang dwipurwa (ulangan pada awal suku kata). tetapi salah satu lingga-nya terjadi perubahan bunyi. ngak-ngikngok. 1994). . sebagian ahli mengemukakan adanya bentuk reduplikasi semantis yang terdiri dari dua kata yang bermakna sinonim membentuk kesatuan gramatikal. Misalnya : bolak-balik. Misalnya: b. sebagian (parsial). Misalnya: surat-menyurat. lelaki. baik secara keseluruhan. c. cas-cis-cus. tetangga. Di samping itu. pepohonan. hancur luluh (Chaer. Jenis-jenis reduplikasi adalah: a. bentuk-bentuk seperti kita-kitai atau merekamereka sebenarnya dapat diterima. Karena reduplikasi dalam bahasa Indonesia dapat bersifat derivasional. serba-serbi. kehendak. yang berarti banyak meja. kekasih. e. Misalnya. f. tetapi hanya memberi makna gramatikal. d. atau dengan perubahan bunyi. Misalnya: rerumputan. tetapi tidak jelas bentuk yang diulang). bertanya-tanya Kata ulang semu (menurut STA.

contoh: rumah sakit. daya juang. keibu-ibuan tidur-tiduran. Tatabahasa struktural menyatakan bahwa kata majemuk sekurang-kurangnya memenuhi syarat: 1) menimbulkan makna baru yang bukan merupakan gabungan unsur-unsurnya 2) di antara unsur pembentuknya tidak dapat diselipi unsur lain. Konstruksi seperti ini sangat banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia. lalu lintas. Misalnya. 3) hubungan kedua unsurnya merupakan kesatuan yang terikat secara morfologis. tidak bersifat sintaksis (Verhaar. kereta api. 2) kata majemuk subordinatif (tidak sejajar). walaupun bersifat seperti rileks mengeraskan arti (banyak) intensitas kualitatif intensitas frekuentif bermacam-macam Komposisi Komposisi adalah hasil atau proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar lain sehingga terbentuk suatu konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang baru. maka idiom adalah konsep semantis. rumah-rumahan masak-memasak.Makna Kata Ulang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Contoh mobil-mobilan. di antara kamar mandi tidak dapat diselipi kata yang. . Jenis-jenis kata majemuk 1) kata majemuk koordinatif (sejajar). dan lain-lain. contoh : siang malam. atau unsurnya tidak dapat dibalik menjadi mandi kamar. meja hijau (pengadilan). Karena itu bentuk seperti orang tua (orang tua). dan mata sapi (telur) bukanlah kata majemuk. 1978). Misalnya. Kridalaksana membedakan antara kata majemuk dengan idiom. sawah ladang. cantik-cantik kekanak-kanakan. Misalnya. mata pisau. semak belukar. tetapi idiom. kumis kucing (untuk menyatakan jenis tumbuhan dan bagian dari tubuh kucing) dan mata sapi (untuk menyatakan telur yang digoreng tanpa dihancurkan dengan bagian dari tubuh sapi). berjalan-jalan meja-meja kuat-kuat memukul-mukul buah-buahan. 3) kata majemuk kiasan (frase idiomatik). sehingga beberapa di antaranya menimbulkan perdebatan. apakah kelompok kata majemuk (kompositum) atau tidak. akhirulkalam. cetak-mencetak pening-pening putih-putih bersalam-salaman hujan-hujan. Jika kata majemuk merupakan konsep sintaksis. tanam-tanaman Makna menyerupai menyatakan hal agak atau melemahkan serba atau seragam berbalasan (resiprok) meskipun. pintu belakang Meskipun begitu. Misalnya: meja hijau. yakni frase yang bermakna kiasan. Misalnya matahari tidak sama artinya dengan matanya hari.

para remaja mesjid. para.TATARAN SINTAKSIS Sintaksis berasal dari bahasa Yunani: Sun (dengan) dan tattein (menempatkan). Frase juga berpotensi menjadi kalimat minor. demi keamanan. Dikatakan nonpredikatif karena hubungan antara unsur pembentuknya tidak berstruktur S-P atau PO. b) eksosentrik yang bersifat nondirektif (komponen pertamanya berupa artikulus seperti si dan sang. dan dari. dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. Misalnya kata tidur dalam frase di kamar tidur tidak mungkin dipindahkan. dan komponen keduanya berkategori nomina). Frase ini disebut juga frase modifikatif atau frase subordinatif karena salah satu komponennya berlaku sebagai atasan dan yang lain sebagai bahawan. sehingga dapat diselipi kata lain. ke Jakarta. Karena itu. dan lain-lain. atau verba). misalnya mengandung makna „saya punya meja‟. Misalnya konstruksi nenek saya dapat diselipi nenek dari saya. berbeda dengan kata majemuk. Misalnya frase sedang membaca. Contoh: Nekek saya. . (Jawaban pertanyaan: Siapa yang tidur di sana?) Di kamar tidur. Jika morfologi membicarakan struktur internal kata. misalnya sebagai kalimat jawaban. Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang bersifat nonpredikatif dan mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. salah satu komponennya dapat menggantikan kedudukan keseluruhan. Disamping itu. Misalnya. Komponen di maupun komponen pasar tidak dapat mengisi fungsi keterangan. oleh bahaya api. karena salah satu unsurnya merupakan morfem terikat. Frase eksosentrik Frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kalimat. frase di pasar. ke. Misalnya: si miskin. dan kaum. (Jawaban pertanyaan : Nenekmu ada di mana?) Jika kata majemuk memiliki komposisi satu makna baru. tetapi dapat menjabat fungsi-fungsi kalimat. Jadi konstruksi seperti tataboga atau interlokal bukanlah frase. dengan gergaji besi. Jenis-jenis Frase 1. 2. Frase eksosentrik terdiri dari dua jenis : a) frase eksosentrik yang bersifat direktif (komponen pertamanya berisi preposisi di. hubungan antara satu kata dengan kata yang lain dalam frase cukup longgar. maka frase tetap membawa makna bawaannya. Frase direktif disebut juga frase preposisional. maka salah satu unsur frase itu tidak dapat dipindahkan sendirian. tidak ada salah satu komponennya yang dapat menggantikan keseluruhan. dari kayu jati. Frase meja saya. maka sintaksis membicarakan hubungan kata dengan kata lain dan unsur-unsur lainnya dalam satu kesatuan ujaran. sang mertua. atau yang. ajektiva. Misalnya: di pasar. karena frase mengisi salah satu fungsi sintaksis. Karena itu. yang berbaju ungu. kaum cerdik pandai. Frase dapat juga disebut sebagai kelompok kata yang bukan subjek dan predikat. misalnya pada kalimat Dia berdagang di atau Dia berdagang pasar. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Pembentuk frase harus berupa morfem bebas. atau buku humor dapat diselipi buku tentang humor. Perlu juga diingat. Komponen keduanya dapat menggantikan frase itu dalam kalimat : Nenek membaca komik di kamar.

b) Frase verbal. Di samping itu. Konstruksi klausa terdiri dari Subjek dan Predikat. intinya berupa kata kerja. dua tiga hari. Frase koordinatif Frase koordinatif adalah frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat. kecap manis. Misalnya: pak Ahmad. yang memerlukan dua objek sekaligus. Kakek adalah objek tak langsung. misalnya: sangat cantik. Misalnya minyak dalam kalimat Botol itu berisi minyak. dan lain-lain). makan lagi. misalnya: sedang membaca. intinya berupa kata benda. karya besar. 3. pelengkap tidak Jenis Klausa a) klausa utama. guru saya dapat ditukar menjadi guru saya. Misalnya: Nenek membaca buku. indah sekali. .. baik tua maupun muda. Jika frase hanya berpotensi menjadi kalimat minor. pak Ahmad Klausa Klausa adalah satuan sintaksis yang bersifat konstruksi predikatif. tidak akan datang c) Frase ajektiva. intinya berupa kata sifat. maka objek wajib hadir. Sekurang-kurangnya terdiri dari S dan P. juga dikenal istilah pelengkap atau komplemen. sedangkan baju baru disebut objek langsung. pelengkap tidak b) objek dapat dijadikan subjek. atau. Klausa belum menjadi kalimat karena konstruksinya belum diberikan intonasi final. tua muda. makin…makin…. Misalnya: hilir mudik. Frase koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit disebut parataksis. baik…maupun…. dan guru dalam kalimat Nenek dulu ingin menjadi guru. dan lain-lain.Dalam kaitan dengan frase endosentrik ini. d) Frase numeralia. seratus dua puluh lima. Pelengkap memang tampak mirip dengan objek. Dalam konstruksi ini. sudah mandi. merah jambu. disebut juga klausa bebas. kurang baik. Misalnya : Nenek mandi Jika predikatnya berbentuk verba transitif. buruh atau majikan. dan guru muda. dari kategori intinya dapat dibedakan beberapa jenis frase. karena itu berpotensi menjadi kalimat mayor dengan memberi intonasi final. Misalnya: Nenek membelikan kakek baju baru. tetapi. pulang pergi. dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif ( dan. intinya berupa kata bilangan. misalnya: tiga belas. Bedanya : a) objek berada di belakang verba transitif. Contoh: sehat dan kuat. satu setengah juta. yaitu: a) Frase nominal. makin terang makin baik. misalnya : bus sekolah. sawah ladang. yaitu bagian dari predikat verba (intransitif) yang melengkapi verba tersebut. juga dikenal verba bitransitif. karena itu urutannya dapat dipertukarkan. maka klausa berpotensi menjadi kalimat mayor. Frase apositif Frase apositif adalah koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. 4.

Karena itu. Berdasarkan kategori unsur segemental yang menjadi predikatnya. atau klausa terikat. Klausa bawahan biasanya dikenali dengan adanya konjungsi subordinatif di depannya.A. misalnya: nenek sedang berdandan. atau hanya berupa keterangan saja. Dr. Misalnya: . kalimat yang S-nya melakukan tindakan. predikatnya berupa kata depan. klausa dapat dibedakan atas: a) klausa verbal. kakek ke pasar baru. Misalnya: gajinya lima jua sebulan. adik sedang mandi. Misalnya. Dalam kelompok ini dibedakan lagi: (1) kalimat aktif. predikatnya berkategori kata sifat. predikatnya berupa kata bilangan. Dalam kaitan ini dikenal lagi istilah aktif anti pasif dan pasif anti aktif. Strukturnya tidak lengkap. unsurnya hanya terdiri dari subjek saja. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap (Gorys Keraf). serta klausa resiprokal (mereka bertengkar sejak kemarin.Contoh: Soal UN akan kami bahas hari ini. Misalnya. dia dari Medan. e) Klausa numeral. Jenis kalimat 1) Berdasarkan jenis predikatnya a) Kalimat verbal (kalimat yang predikatnya kata kerja). sapi itu berlari. karena berkaitan dengan verba tertentu. klausa ini disebut juga dengan klausa subordinatif. Klausa ini dibedakan lagi atas klausa transitif (Nenek menulis surat). anaknya dua belas orang Kalimat Beberapa pengertian kalimat: a) Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap (Tatabahasa Tradisional) b) Kalimat adalah ucapan bahasa yang mempunyai arti penuh dan turunnya suara menjadi cirinya sebagai batas keseluruhannya (Prof. klausa refleksi (yang predikatnya berupa verba refleksif. Fokker). dan lain-lain. Misalnya.b) klausa bawahan. nenek di kamar. c) Klausa ajektifal. Kalimat ini ditandai dengan prefiks medan –memper. dosen lingistik. tidak berpotensi untuk menjadi kalimat mayor.dan diper. gedung itu tua sekali. b) Klausa nominal. Contoh: Mereka sedang berbicara tentang SPMB. Kalimat ini ditendai dengan prefiks di. matahari terbit. nenek mandi. satpam bank swasta. A. (2) kalimat pasif. atau objek saja. klausa intransitif (nenek menangis). keduanya bersalaman). d) Klausa preposisional. predikatnya berkategori kata kerja. Karena itu. Misalnya: Bumi ini sangat luas. c) Kalimat adalah suatu bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. predikatnya berkategori kata benda. kalimat yang S-nya dikenai tindakan. Misalnya : ketika kami sedang belajar atau kalau diizinkan oleh ibu. dia sudah bersolek). Kelompok ini dapat lagi dibedakan atas aktif transitif dan aktif intransitif.Contoh: Kami akan membahas soal UN hari ini.

c) Kalimat minor (hanya terdiri satu unsur). yaitu verba yang secara semantis tidak menyatakan tindakan atau perbuatan. Misalnya: Mahasiswa itu pulang. b) Kalimat nonverbal (predikatnya bukan kata kerja). sekurang-kurangnya mengandung S dan P. Dia tidur di kursi. Contoh: Anaknya sakit keras. (4) Kalimat Statis. Masih dalam kaitan dengan verba ini. Meskipun unsurnya tidak lengkap. Pergi ke Belanda b) Kalimat mayor. Dia pergi begitu saja. Misalnya: Ke Jakarta. kalimat yang klausanya lengkap. (KB) Anto sangat rajin (KS) Penduduk Indonesia 210 juta jiwa (Kbil) Mereka ke pengadilan (Preposisi) 2) Berdasarkan letak predikatnya a) Kalimat normal (Predikatnya dibelakang subyek). 3) Berdasarkan jumlah dan kelengkapan unsurnya a) Kalimat elips. yaitu kalimat kehilangan salah satu atau kedua unsur pusat (inti S dan inti P). dibedakan lagi: (3) Kalimat dinamis. Kami bercakap-cakap di sana.Kakek kecopetan tadi pagi. b) Kalimat invers (Predikat mendahului subjek). Ia tidak menyerupai ibunya. misalnya: Diusap-usapnya rambutnya. Contoh : Mereka bukan penduduk desa ini. tetapi konteksnya diketahui oleh pendengar. Kambing itu sudah mati. misalnya: . misalnya: Nenek beristirahat. yaitu verba yang secara semantis menyatakan tindakan atau gerakan. Misalnya: Nenek berlari pagi.

Contoh: Saya ingin pergi. (d) setara penegasan (menggunakan konjungsi lagipula). pengingkaran. Kalimat majemuk terdiri dari : (1) kalimat majemuk setara (koordinatif): (a) setara menggabungkan (menggunakan kata konjungsi dan). dan 3) bersusunan S – P. yaitu kalimat yang hanya terdiri atas dua inti yang merupakan unsur pusat (inti S dan inti P). Contoh: Adik menangis? Menangis adik. penambahan unsur. melainkan.Pergi! Ayah. . 2) berintonasi normal. Misalnya: Hari sangat gelap lagipula hujan masih turun. dan penambahan. e) Kalimat tunggal. Atau dengan kata lain: Kalimat Inti + Proses Transfotmasi = Kalimat Non-Inti. Ciri-ciri kalimat inti adalah: 1) terdiri atas dua kata. yaitu kalimat yang terdiri dari dua pola atau lebih. Karena terlambat makan. pemasifan. pelesapan. Struktur kalimat inti terdiri dari : (1) kata benda – kata benda : Ayah dokter. yaitu kalimat terdiri dari satu pola (SPOK) Contoh: Bu polisi mengatur lalu lintas di persimpangan. yaitu kalimat inti yang telah mengalami perubahan intonasi. misalnya: Pak Dokter memberikan pelayanan imunisasi dan Bu Dokter memeriksa ibu hamil. f) Kalimat majemuk. Adik menangis di kamar. Kalimat inti. adik menangis. urutan kata. (b) setara memilih (menggunakan konjungsi atau). Adik tidak menangis. dan sebagainya). tetapi Ibu melarang. (2) kata benda – kata kerja : Adik menangis (3) kata benda – kata sifat : Rambutnya keriting (4) kata benda – kata bilangan : Sepatunya lima pasang d) Kalimat Non-Inti (Transformasi). (c) setara mempertentangkan (menggunakan konjungsi tetapi. misalnya: Laki-laki atau perempuan sama kedudukannya dalam negara. sedangkan.

jelas dan ada kata penghubung. atau Pelengkap) (3) kalimat majemuk campuran (Kompleks). Contoh: Risa sedang menulis surat dan Reza mewarnai gambar ketika Ayah menelepon Paman sore itu. maka kalimat itu tidak lengkap. Bila salah satu pasangannya tidak hadir. (b) pikiran yang terkandung lengkap dan utuh . kalimat yang bernada memberitahukan. tidak jelas dan tidak ada kata penghubung. yaitu kalimat yang hubungan antarpolanya bertingkat. seratus perak pun aku tak punya. sebab). Jangankn seribu. Makin lama dipandang. makin menarik wajahnya. Syarat-syarat kalimat efektif: (a) susunan kata sesuai dengan struktur bahasa Indonesia baku. bahkan ia juga menginap beberapa hari.(e) setara sebab-akibat (menggunakan konjungsi karena. yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dengan bertingkat. P. Di samping itu. Contoh: Jalan sangat licin. kalimat yang membutuhkan jawaban. 4) Berdasarkan maksud sumber pesan (a) Kalimat Berita. Kalimat majemuk ini ditandai dengan adanya perluasan terhadap salah satu polanya (S. melainkan Didi. Karena berbentuk korelatif. (2) kalimat majemuk bertingkat (subordinatif). atau bisa juga kalimat tanya retoris. contoh: Hujan deras. Baik sedih maupun duka. 6) Kalimat Efektif Kalimat Efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan pembicara/penulis kepada pendengar/pembaca sesuai dengan maksudnya. (b) Implisit. dibedakan lagi kalimat majemuk yang bersifat : (a) eksplisit. Misalnya: Tidak hanya ayah yang sedih atas perangaimu. contoh: Tempat itu sangat strategis untuk mengembangkan usaha. (b) Kalimat Perintah. Misalnya: Ketika hujan deras saya berangkat ke sekolah. kita harus senantiasa bersuyukur. Bukan Riza yang mengambilnya. contoh: Jangan masuk! (c) Kalimat Tanya. maka kalimat ini juga masuk kelompok kalimat majemuk. Tidak hanya singgah di tempat itu. karena itu ia terjatuh. saya berangkat ke sekolah. tetapi juga seisi rumah. contoh: Mengapa diam saja? 5) Kalimat Korelatif Kalimat korelatif adalah kalimat yang dibentuk dari korelasi klausa-klausa berpasangan. kalimat yang bernada menyuruh melakukan sesuatu. O.

(c) setiap kata berdaya guna dalam kalimat (d) pilihan kata tepat sesuai dengan makna yang diinginkan .

dan akan datang (akan). keharusan). seharusnya. atau pengalaman yang disebutkan dalam predikat. Misalnya : mungkin.Modus Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran pembicara atau sikap pembicara tentang apa yang diucapkannya. 3) modalitas deontik (keizinan atau perkenanan). dan seyogyanya. yang menunjukkan sikap objektif dan netral 2) Modus optatif. 4) modalitas dinamik (kemampuan). tetapi secara leksikal. kepastian. keadaan. kala (tensis) adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. yang menyatakan harapan 3) Modus imperatif. sudah lampau (sudah). Kala dalam bahasa Indonesia tidak berbentuk morfemis. Modalitas dinyatakan secara leksikal. Beberapa jenis-jenisnya adalah: 1) Aspek inseptif (baru mulai) : Ia pun berjalanlah 2) Aspek repetitif (terjadi berulang-ulang) : Ia memukuli pencuri itu. Misalnya: Kalau tidak hujan kakek pasti datang. keinginan. . permintaan. Modalitas dapat dikelompokkan atas: 1) modalitas intensional (keinginan. Jenis-jenis modus: 1) Modus indikatif atau deklaratif. peristiwa. yang menyatakan pertanyaan 5) Modus obligatif. Misalnya: Nenek ingin menunaikan ibadah haji. Misalnnya: Anda boleh tinggal di sini selamanya. Modalitas Modalitas adalah katerangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal-hal yang dibicarakan atau sikap terhadap lawan bicaranya (perbuatan. 3) Aspek progresif (sedang berlangsung) : Ia sedang mencuci baju. yang menyatakan keinginan dan kemauan 7) Modus kondisional. tentu. harapan. Misalnya: Kita bisa menjadi pemenang kalau mau kerja keras. pasti. kemungkinan. yang menyatakan persyaratan Aspek Aspek adalah cara memandang pembentukan waktu secara internal dalam suatu situasi. atau keizinan). ajakan). keadaan. yang menyatakan keharusan 6) Modus desideratif. mau. 2) modalitas epistemik (kemungkinan. Kala dinyatakan dengan sekarang (sedang). barangkali. Berbeda dengan aspek. yang menyatakan perintah atau larangan 4) Modus interogatif. boleh. ingin. tindakan. sebaiknya. kejadian. kejadian. atau proses. 4) Aspek perfektif (sudah selesai) : Saya telah menulis surat 5) Aspek imperfektif (berlangsung sebentar) : Saya memukul adiknya.

4) diatesis resiprokal (subyek terdiri dari dua pihak berbuat tindakan yang berbalasan): Mereka akan mengadakan perjanjian damai. Misalnya: Ia yang menelepon saya malam itu. (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk (c) Tentang anak-anak itu. . yang. Misalnya: (a) Membaca pun aku belum bisa. Jika pelakunya ingin difokuskan. Jika tekanan diberikan pada kata ia. tentang. melainkan istrinya. (b) Ini pensil HB. bukan 2B. maka kalimat itu diubah susunannnya menjadi: Pemerintah telah menyampaikan hal itu kepada DPR . Fokus dilakukan dengan : 1) Memberi tekanan pada kalimat yang difokuskan.Fokus Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian tertentu kalimat sehingga perhatian pembaca/pendengar terpusat pada bagian itu. Jenis-jenisnya: 1) diatesis aktif (subyek yang berbuat) : Mereka merampas harga diri kami. berarti yang melakukan ialah ia. 5) Menggunakan konstruksi posesif anaforis beranteseden. 3) Menggunakan partikel pun. bukan orang lain. dan adalah pada bagian kalimat yang difokuskan. Misalnya : Hal itu telah disampaikan kepada DPR oleh pemerintah. 4) Mengontraskan dua bagian kalimat. biarlah kami urus nanti. Misalnya: (a) Bu Dosen yang cantik itu pacarnya seorang wartawan (b) Sepeda ayah saya bannya kempes. 5) diatesis kausatif (subyek menjadi penyebab terjadinya sesuatu): Paman mencukur kumisnya. Diatesis Diatesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan. 2) diatesis pasif (subyek menjadi sasaran perbuatan): Muka kami ditamparnya. 2) Mengedepankan bagian kalimat yang difokuskan. 3) diatesis refleksif (subyek melakukan sesuatu untuk dirinya): Ibu sedang berhias. Misalnya: (a) Bukan dia yang datang. (d) Adalah tidak pantas untuk saling menyalahkan.

reduplikasi. atau kalimatisasi. Demikian juga kata rombongan dan gerombolan. Dengan begitu. Misalnya kata kuda adalah kata yang bersifat referensial. berbeda rasa konotasinya. Proses itu dapat berupa afiksasi.TATARAN SEMANTIK Semantik adalah bagian tatabahasa yang mempelajari makna kata. misalnya berarti „mengenakan baju‟. pensil adalah „sejenis alat tulis yang terbuat dari kayu dan arang‟. makna asal. Sebuah kata dapat dirujuk kepada referen tertentu. Makna leksikal disebut juga makna yang sebenarnya atau makna apa adanya. Tapi jika dilontarkan kepada tukang foto. Leksem kuda berarti „sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai‟. karena tidak ada acuannya dalam dunia nyata. dan kerempeng. komposisi. atau. 4) Makna Referensial dan Non-referensial. Misalnya. dan lain-lain. Makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap kata atau leksem. . karena bersifat non-referensial. Makna konotasi adalah makna kedua atau makna tambahan yang berhubungan dengan nilai rasa orang yang berkaitan dengan penggunaan kata itu. Ber. Jenis Makna 1) Leksikal Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada kata leksem meski tanpa konteks apapun. Sebaliknya kata seperti dan. (c) Dia jatuh cinta pada adikku. Makna konteks dapat juga berkaitan dengan situasi tertentu. Kata seperti kurus. atau boleh juga disebut makna kamus atau makna bawaan. 5) Denotasi dan Konotasi Makna denotatif adalah makna asli. ramping. melahirkan perbedaan tingkat rasa negatif yang berlainan. kalimat: Tiga kali empat berapa? Sebagian besar menjawab „dua belas‟. mungkin akan dijawab dengan „lima ratus‟. karena ada acuannya dalam dunia nyata. makna ini sama dengan makna leksikal. dan lain-lain. ber + kuda berarti „mengendarai kuda‟. (d) Kalau harganya jatuh lagi kita akan bangkrut. (b) Dia jatuh dalam ujian yang lalu.+ baju. 2) Gramatikal Makna Gramatikal adalah makna yang terjadi setelah sebuah leksem mengalami proses gramatikal. atau makna sebenarnya yang dimiliki eksem. 3) Konteks Makna konteks adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks tertentu. Misalnya makna jatuh dalam kalimat berikut: (a) Adik jatuh dari sepeda. Sebagian mengatakan bahwa makna sebuah kata baru jelas setelah kata berada dalam konteks kalimat.

Melati. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar dirinya. sebuah istilah tetap maknanya sekalipun tidak dipasangkan dalam kalimat. kondomium. istana. Jadi. misalnya. Kalimat : Tutup mulutmu dan Mohon diam sebentar. Misalnya: Tanggannya luka kena pecahan kaca. misalnya diasosiasikan dengan sesuatu yang dianggap „suci‟. Atau : Lengannya luka kena pecahan kaca. sudah tentu memberi nilai rasa yang berbeda. Tetapi dalam dunia kedokteran misalnya. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna stilistika. dan makna referensial. Kata tangan dan lengan dianggap sama maknanya. 7) Makna Kata atau Makna Istilah Sebuah kata baru jelas maknanya ketika dipasangkan dalam kalimat. Karena itu. Kata tampan. makna denotasi. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna afektif. makna ini sama dengan makna leksikal. dan lain-lain.6) Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang melekat pada sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. b) Sinonim mirip (tidak dapat saling menggantikan) agung = akbar besar = makro = kolosal = raya Meskipun dua buah ujaran bersinonim. pondok. memberikan rasa yang berbeda berdasarkan bentuknya. merah berasosiasi dengan „berani‟. rumah. Relasi Makna 1) Sinonim Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama. Misalnya: betul = benar konsisten = taat asas = ajek efektif = mangkus efisien = sangkil realisasi = pelaksanaan = perwujudan = manifestasi = pengejawantahan Dika menendang bola = Bola ditendang Dika. tetapi maknanya tidak akan persis sama. Misalnya. Di samping itu. sesuatu yang dipadankan dengan pasangan tertentu. Hal ini disebabkan: . vila. a) Sinonim persis atau lengkap adalah sinonim yang dapat saling menggantikan. hanya diperuntukkan bagi pria. lengan dan tangan mengacu pada bagian tubuh yang berbeda. makna ini juga berkaitan dengan makna lokatif. buaya berasosiasi dengan „jahat‟.

meninjau. menonton. 2) Antonim Antonim artinya kata yang berlawanan makna. mengintip.(a) faktor waktu hulubalang (bersifat klasik)  komandan (kontemporer) kempa (klasik)  stempel (kontemporer) (b) faktor tempat saya (luas)  beta (wilayah timur) (c) faktor keformalan uang (formal)  duit (tak formal) (d) faktor sosial saya (umum)  aku (akrab) (e) faktor bidang kegiatan matahari (umum) surya (sastra) (f) faktor nuansa makna membedakan : melihat. melirik. Jenis-jenisnya: a) antonim yang bersifat mutlak hidup  mati diam  bergerak b) antonim yang bersifat relatif atau bergradasi besar  kecil jauh  dekat gelap  terang c) antonim yang bersifat relasional membeli  menjual suami  istri d) antonim yang bersifat hirarkial tamtama  bintara .

tetapi lafal dan maknanya berbeda. Misalnya : tank – tang bank – bank sanksi – sangsi 4) Hiponim Hiponim adalah kata yang maknanya terangkum dalam makna yang lebih luas. kaki. mawar Relasi Hiponim hanya searah. Misalnya : buku (ruas)  buku (kitab) bisa (racun)  bisa (dapat) mengurus (menjadi kurus)  mengurus (mengatur) a) Homograf Homograf adalah kata yang sama bentuk dan ejaannya. a) Superordinat (makna atas atau luas). keranjang. Jadi mawar berhiponim dengan bunga. Perubahan Makna Penyebab perubahan makna: 1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi . angin. tetapi bunga bukan berhiponim dengan mawar. Misalnya: mata berkaitan dengan (sapi. Misalnya : bunga b) Kohiponimi (makna yang lebih sempit). duitan ). hari. 5) Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki banyak makna. Misalnya: teras – teras (inti) seret – seret (tersendat) memerah – memerah (susu) b) Homofon Homofon adalah kata yang sama bunyi dan lafalnya. tetapi berhipernim. tetapi termasuk satu alur pusat. ejaan dan makna berbeda. Misalnya: ros.gram  kilogram 3) Homonim Homonim adalah kata yang sama lafal dan bentuknya. tetapi maknanya berbeda.

sarjana. pelicin. amplop 6) Sinestesia Makna yang timbul karena pertukaran dua tanggapan indra yang berbeda. berlayar. ibu. bapak. pendeta. Kata-katanya kasar. putri 4) Menyempit Cakupan makna sekarang lebih sempit dibanding makna sebelumnya. menumbangkan. anak. nyonya 2) Peyoratif Makna sekarang dirasakan kurang baik dibanding makna sebelumnya. madrasah. perempuan  wanita bini  istri.2) Perkembangan sosial budaya 3) Perkembangan pemakaian kata 4) Pertukaran tanggapan indra Jenis Perubahan Makna 1) Amelioratif Makna sekarang dirasakan lebih baik atau lebih tinggi dari makna sebelumnya. tokek . gerombolan  kelompok kaki tangan  pembantu 3) Meluas Cakupan makna sekarang lebih luas dari makna yang dulu. bau 5) Asosiasi Makna yang timbul karena persamaan sifat. saudara. mengocok. putra. ucapannya manis 7) Apelativa Penyebutan sesuatu berdasarkan: (1) Onomatope (tiruan bunyi) : cecak.

Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. dan semua desa di seluruh Indonesia. (2) Tautotes (repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi): Kau menuding aku. kau dan aku menjadi seteru. c) Paralelisme Berusaha mencapai kesejajaran dalam pemakaian kata atau frase-frase yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama. urutan pikirannya semakin meningkat. lampu Philips (4) Tempat : dodol Garut (5) Bahan : kain sutera. Mereka sudah kehilangan banyak dari harta bendanya. kesabaran membuahkan pengalaman. tetapi mereka juga telah banyak memperoleh keuntungan daripadanya. diurutkan dari yang penting menuju yang kurang penting. tetapi juga harus diberantas. karong goni (6) Sifat menonjol : si cebol Gaya Bahasa Berdasarkan Struktur Kalimat a) Klimaks (gradasi) Diurutkan secara periodik. kota provinsi. d) Antitesis Mengandung gagasan yang bertentangan dengan menggunakan kata atau kelompok kata yang berlawanan. bekerja. (1) Epizeuksis (repetisi yang bersifat langsung) : Kita harus bekerja.(2) Perbuatan : kuli tinta (wartawan) (3) Penemu : ikan mujair. sekali lagi bekerja untuk mengejar semua ketinggalan kita. Contoh: Kesengsaraan membuahkan kesabaran. . e) Repetisi Perulangan bunyi. b) Antiklimaks Kalimat yang berstruktur mengendur. aku menuding kau. kabupaten. dan pengalaman membuahkan harapan. kecamatan. atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam konteks sosial yang sesuai. kata. suku kata. Pembangunan telah dilancarkan serentak di Ibu Kota.

(4) Epipora (perulangan kata pada akhir baris atau kalimat) : Bumi yang kaudiami adalah puisi. aku bilang biarin Kamu bilang aku nggak punya kepribadian. Udara yang kauhirupi adalah puisi. aku bilang biarin (6) Mesodiplosis (repetisi di tengah baris atau beberapa kalimat berurutan) : Pegawai kecil jangan mencuri kertas karbon Babu-babu jangan mencuri tulang ayam goreng Para pembesar jangan mencuri bensin Para gadis jangan mencuri perawannya sendiri (7) Epanalepsis (pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris. (5) Simploke (repetisi pada awal dan akhir baris secara berturut): Kamu bilang hidup ini brengsek. apa yang harus kuberikan. dalam kata ada makna Dalam makna: mudah-mudahan ada Kau! Berdasarkan Langsung Tidaknya Makna . Bahasa baku akan mengutangi perbedaan variasi dialek Indonesia secara geografis. (8) Anadiplosis Kata atau frase terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat berikutnya. aku bilang biarin Kamu bilang hidup ini nggak punya arti. dalam aku ada hati Dalam hati: ah tak apa jua yang ada Dalam syair ada kata. Laut yang kaulayari adalah puisi. klausa atau kalimat. mengulang kata pertama): Kita gunakan pikiran dan perasaan kita Kami cintai perdamaian karena Tuhan Kami Berceritalah padaku. ya malam.(3) Anafora (perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat berikutnya): Bahasa baku berperan sebagai pemersatu dalam pembentukan masyarakat bahasa yang berbeda dialeknya. Dalam laut ada tiram. dalam tiram ada mutiara Dalam mutiara: ah tak ada apa Dalam baju ada aku. berceritalah Kuberikan setulusnya.

keheranan kami melihat perangainya. e) Apostrof Pengalihan amanat dari hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir. frase. tetapi tampaknya menyangkal. Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa Saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah. frase. kata. pura-pura tidak tahu c) Anastrof atau inversi Pembalikan susunan kata yang biasa dalam kalimat: Pergilah ia meninggalkan kami. Hai kamu dewa-dewa yang ada di syurga. seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa. atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung. maka sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa Anda pasti membiarkan Anda menipu diri sendiri. kesakitan. Dan kesesakan. f) Asindeton Acuan yang bersifat padat di mana kata. atau klausa yang berurutan dihubungkan dengan kata sambung: . kepedihan. d) Apofasis atau Presterisio Menegaskan sesuatu. datanglah dan bebaskanlah kami dari belenggu penindasan ini. g) Polisendeton Kebalikan dari Asindeton. Jika saya tidak menyadari reputasimu dalam kejujuran.1) Gaya Bahasa Retoris a) Aliterasi Perulangan konsonan yang sama : Takut titik lalu tumpah Keras-keras kerak kena air lembut juga b) Asonansi Perulangan bunyi vokal yang sama : Ini muka penuh luka siapa punya Kura-kura dalam perahu.

m) Pleonasme dan Tautologi Mempergunakan kata yang lebih banyak dari pada yang diperlukan untuk menyatakan satu pikiran atau gagasan. sehingga struktur kalimatnya memenuhi pola yang berlaku. Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali. Contoh: . Semua kesabaran kami sudah hilang. Bila sudah berhasil mendaki karang terjal. Disebut juga dengan hiperbaton.Dan ke manakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan angin yang bakal merontokkan bulu-bulunya? h) Kiasmus Terdiri dari dua bagian. jika kata yang berlebihan itu mengulang kembali gagasan yang sudah disebut sebelumnya. i) Elipsis Menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi dan ditafsirkan oleh pembaca. Anak Saudara memang tidak secepat anak-anak lain mengikuti pelajaran (bodoh). Contoh: Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri. Disebut Tautologi. j) Eufemisme Ungkapan yang lebih halus rasanya. Bila kata yang berlebihan dihilangkan artinya tetap utuh. sampailah ia di tepi pantai yang luas dan pasirnya putih. yang sifatnya berimbang. lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu. tetapi psikis …. disebut dengan Pleonasme. l) Histeron Proteron Kebalikan dari suatu yang wajar. Jendela ini telah memberi sebuah kamar padamu untuk berteduh. Kereta melaju cepat didepan kuda yang menariknya. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak berarti bagimu. Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau tak apa-apa. baik frase atau klausa. k) Litotes Menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Darah yang merah itu melumuri seluruh tubuhnya. dan dipertentangkan satu sama lain. badanmu sehat. tetapi susunannya terbalik bila dibandingkan dengan frase atau klausa lainnya.

Almarhum pada waktu itu mengatakan bahwa ia tidak mengenal orang itu. Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya. Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat. dengan membesar-besarkan suatu hal.00 waktu setempat. Ia telah beristirahat dengan damai (= mati) Jawaban bagi permintaan Saudara adalah tidak (= ditolak) o) Prolepsis atau Antisipasi Mepergunakan lebih dulu sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya. Bedanya. Kemarahanku menjadi-jadi hingga hampir-hampir meledak. sudah lima kali. s) Hiperbol Mengandung pernyataan yang berlebihan. t) Paradoks . Dengan membelalakkan mata dan telinganya. hanya sekedar memperoleh efek yang mendalam. sebenarnya hanya cocok untuk salah satu daripadanya. Fungsi dan sikap bahasa. Sudah empat kali saya mengunjungi daerah itu. tapi kemudian memperbaikinya.Ia tiba jam 20. ah bukan. n) Perifrasis Mirip dengan Pleonasme. Dalam Zeugma kata yang dipakai untuk membawahi kedua kata berikutnya. Globe itu bundar bentuknya. Herankah Saudara kalau harga-harga menjadi tinggi? q) Silepsis dan Zeugma Menggunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata lain yang sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata yang pertama. ia mengusir orang itu. p) Erotesis atau Pertanyaan Retoris Tidak menghendaki jawaban. r) Koreksio atau Epanortosis Mula-mula menegaskan sesuatu. kata yang berlebihan tersebut dapat diganti dengan satu kata saja.

dan Fabel Alegori adalah cerita singkat yang mengandung kiasan. Tujuannya untuk menyampaikan ajaran moral atau budi pekerti. Parabel. 2) Gaya Bahasa Kiasan a) Persamaan atau Simile Perbandingan yang bersifat eksplisit. atau mengandung pertentangan dengan menggunakan kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. dengan menggunakan kata pembanding : seperti. sama. Makna kiasan ditarik dari bawah permukaan cerita. u) Oksimoron Menggabungkan kata-kata untuk mencapai efek yang bertentangan. serupa .Mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada. Perahu itu menggergaji ombak Mobilnya batuk-batuk Pemuda adalah bunga bangsa c) Alegori. Ia mati kelaparan di tengah kekayaan yang berlimpah. bagaikan. Keramahtamahan yang bengis. d) Personifikasi dan Prosopopeia Menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki sifat manusia. dan sebagainya. Parabel (parabola) adalah kisah singkat dengan tokoh (biasanya) manusia yang selalu mengandung tema moral yang ada kaitannya dengan kitab suci. langsung menyatakan sesuatu dengan hal lain. laksana. Musuh sering merupakan kawan yang baik. Fabel adalah suatu metafora berbentuk cerita mengenai dunia binatang dan makhluk tidak bernyawa yang bertindak seolah-olah seperti manusia. Sifatnya lebih tajam dari Paradoks. tanpa menggunakan kata pembanding. . Untuk menjadi manis seseorang harus menjadi kasar. sebagai. Kikirnya seperti kepiting batu Matanya seperti bintang timur b) Metafora Analagi yang membandingkan dua hal secara langsung dalam bentuk yang singkat.

dan lain-lain. Satu kepala dikenakan sumbangan Rp. Indonesia mengalahkan Malaysia di Final Piala Asia 4 – 3. Kulihat ada bulan di kotamu. baik berupa hasil penemuan. i) Metonimia Menggunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain karena pertalian yang dekat. Biasanya merupakan referensi yang eksplisit atau implisit kepada peristiwa. tokoh. Lonceng pagi  ayam jantan Putri malam  bulan Raja rimba  singa h) Sinekdoke (1) pars pro toto. menyebut sebagian untuk maksud keseluruhan. Bandung adalah Paris Jawa. Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya. Alusi sekurang-kurangnya memiliki syarat: (1) dikenal oleh pembaca (2) membuat gagasan menjadi lebih jelas f) Eponim Penggunaan nama untuk menunjukkan suatu sifat tertentu. 1. lalu turun di bawah pohon jambu di depan rumahmu.(2) Totem pro parte. pemilik barang. menyebut keseluruhan untuk maksud sebagian. mitologi. pertalian sebab-akibat. e) Alusi Mensugesti kesamaan antara orang. atau karya sastra yang terkenal. atau peristiwa. barangkali ia menyeka mimpimu. tempat. Hercules  kekuatan Helen dari Troya  kecantikan g) Epitet Acuan yang menunjukkan suatu sifat.Angin yang meraung di tengah malam itu menambah ketakutan kami. Ia membeli sebuah Chevrolet.000. atau tempat dalam kehidupan nyata. .

semacam acuan yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Saya tahu Anda adalah gadis yang paling cantik di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat. Setiap kali ada pesta. dan Sarkasme Ironi adalah acuan untuk mengatakan sesuatu dengan maksud yang berlainan. Sinisme adalah ironi yang lebih kasar sifatnya.. Lihat si cantik itu (maksudnya: si jelek). Sinisme. k) Hipalase Kebalikan dari suatu relasi alamiah antara dua komponen gagasan. tampak tidak menyakitkan hati kalau dilihat sambil lalu. o) Antifrasis . Ia menjadi kaya raya karena sedikit melakukan komersialisasi jabatannya. Yang Mulia tidak dapat menghadiri pertemuan ini. Ia masih menuntut almarhumah maskawin dari Sinta putrinya (ia masih menuntut maskawin dari almarhumah…. m) Satire Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. j) Antonomasia Pengunaan gelar resmi atau jabatan untuk menggantikan nama diri. Satire mengandung kritik mengenai kelemahan manusia. n) Inuendo Sindiran dengan mengecilkan keadaan yang sebenarnya. Kelakuanmu memuakkanku. Memang Anda adalah gadis yang tercantik se antero jagad ini yang mampu menghancurkan seluruh isi jagad ini. Seminar itu dibuka oleh putra mahkota. pasti ia akan sedikit mabuk karena terlalu kebanyakan minum.) l) Ironi. Sarkasme lebih kasar lagi dari Ironi dan Sinisme. Ia berbaring di atas sebuah bantal yang gelisah (yang gelisah adalah manusianya. bukan bantalnya).Ialah yang menyebabkan air mata yang gugur.

yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri. ya kaya monyet . Tanggal dua gigi saya tanggal dua. tetapi terdapat perbedaan besar dalam maknanya.Penggunaan sebuah kata dengan makna kebalikannya. Lihatlah. sang raksasa telah tiba (maksudnya si Cebol) p) Pun atau Paronomasia Kiasan yang menggunakan kemiripan bunyi. Engkau orang kaya.

MENULIS
A. Kebahasaan Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Simbol bunyi yang digunakan bersifat arbitrer. Bahasa mencakup dua komponen: bentuk dan makna. Aspek bentuk terdiri atas unsur segmental dan unsur suprasegmental. Makna sebuah kata tergantung kepada konvensi masyarakat bahasa yang bersangkutan. Fungsi Bahasa : (1) untuk menyatakan ekspresi diri (2) alat komunikasi (3) alat untuk mengadakan interaksi dan adaptasi sosial (4) alat untuk melakukan kontrol sosial Bahasa sebagai medium komunikasi hanya akan efektif, jika penutur mempunyai kecakapan bahasa. Kecakapan itu adalah: (1) penguasaan terhadap perbendaharaan kata (2) penguasaan kaidah-kaidah sintaksis (3) kemampuan memilih gaya pengungkapan (4) penguasaan terhadap tingkat penalaran (logika) B. Kalimat Efektif Syarat-syarat kalimat efektif: (1) dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan penulis (2) mampu menimbulkan kembali gagasan pada pikiran pendengar Ciri-ciri kalimat efektif : (1) Hanya memiliki kesatuan gagasan Yang dimaksud dengan kesatuan gagasan adalah kalimat yang hanya mengandung satu ide pokok. Bila dua buah kalimat yang tidak mempunyai hubungan kesatuan gagasan dipadukan, maka akan rusaklah kesatuan pikiran kalimat itu. Secara praktis sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh subyek, predikat + objek. Kesatuan yang diwakili oleh S, P atau O itu dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan. Contoh: i) Kita menyadari bahwa KBK hanya akan berhasil jika didukung tenaga edukatif yang profesional, sistem administrasi kurikulum yang memadai, dan kelengkapan sarana pembelajaran yang cukup. (Kesatuan Tunggal) ii) Dia telah memesan Formulir SPMB pagi tadi, dan mulai mempersiapkan segala kelengkapan berkasnya. (Kesatuan Gabungan)

iii) Kamu boleh menyiapkan sendiri sarapanmu, atau pesan saja di kantin depan. (Kesatuan Pilihan). iv) Sudah dua tahun ia bekerja di perusahaan itu, tetapi sampai sekarang ia tidak merasa senang dengan pilihannya itu. (Kesatuan yang mengandung pertentangan). (2) Koheren Koheren artinya padu, ada hubungan yang timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Kesalahan yang paling sering merusak koherensi adalah penempatan kata depan, kata penghubung, dan keterangan aspek yang tidak sesuai. (3) Variatif Keanekaragaman bentuk bahasa diyakini dapat memelihara daya tarik sebuah teks. Variasi dapat dibentuk melalui : (ii) variasi sinonim kata (iii) variasi panjang pendeknya kalimat (iv) variasi penggunaan bentuk me- dan di(v) varisi posisi fungsi kata dalam kalimat (4) Paralelisme Paralelisme adalah upaya menempatkan gagasan-gagasan yang sama pentingnya dan sama fungsinya dalam suatu struktur/konstruksi gramatikal yang sama. Misalnya, bila salah satu gagasan ditempatkan sebagai kata benda, maka gagasan yang lain juga harus ditempatkan sebagai kata benda. Perhatikan contoh berikut : Apabila pelaksanaan pembanguna lima tahun kita jadikan titik tolak, maka menonjollah beberapa masalah pokok yang minta perhatian dan pemecahan. Reorganisasi administrasi departemen-departemen. Ini yang pertama. Masalah pokok yang lain yang menonjol ialah (mengentikan) pemborosan dan penyelewengan. Ketiga karena masalah pembanguna ekonomi yang kita jadikan titik tolak, maka kita juga ingin mengemukakan faktor lain. Yaitu bagaimana memobilisir potensi nasional secara maksimal dalam partisipasi pembangunan nasional (Kompas). Wacana di atas sebaiknya ditulis: Reorganisasi administrasi departemen, pengentian pemborosan dan penyelewengan, serta mobilisir potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata benda). Atau : Mengorganisir administrasi departemen, menghentikan pemborosan dan penyelewengan, serta memobilisasi potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata kerja). C. Penalaran atau Logika Penalaran adalah suatu proses berpikir yang berusaha untuk menghubungkan evidensi-evidensi menuju suatu kesimpulan yang masuk akal. Tulisan atau ujaran yang jelas, terarah dan sistematis menandakan cara berpikir yang logis. Penalaran dilakukan dengan :

a. Pemberian Definisi Definisi atau batasan merupakan kunci berpikir yang logis. Definisi dibuat untuk membentuk kesepakatan makna sebelum digunakan dalam proses semantis yang lain, sehingga tidak menimbulkan salah paham. Definisi dapat dilakukan dengan: 1) definisi sinonim kata (pembatasan pengertian) 2) definisi etimologi kata (asal-usul kata) 3) definisi logis (membedakan kata dengan genusnya, atau mengembalikan ke makna leksikalnya) b. Generalisasi Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam, berlaku pula untuk kebanyakan peristiwa atau hal yang sama. Misalnya, generalisasi berdasarkan pengalaman: 1) semua logam akan memuai jika dipanaskan, atau 2) minum kopi pada malam hari dapat menyebabkan sulit tidur Jenis-jenis Penalaran:

1. Deduksi
Penalaran ini adalah menari kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan umum yang dihubungkan dengan premis atau pernyataan umum. Penalaran Deduksi terdiri dari: a. Deduksi biasa Rumusnya adalah: P1  A = B P2  B = C KA=C Contoh: P1 : Pesawat terbang adalah kendaraan bermotor P2 : Kendaraan bermotor membutuhkan bahan bakar K : Pesawat terbang membutuhkan bahan bakar b. Silogisme Rumusnya : PU  Semua A = C PK  C = A

yaitu silogisme yang salah satu premisnya bersifat negatif. . kesimpulannya juga bersifat negatif. yaitu silogisme yang :  PU atau PK tidak universal  Tidak terdapat PU.KC=B Silogisme dibedakan atas : 1) Silogisme positif. Generalisasi. P3 : Seng adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. P2 : Tembaga adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. yaitu penarikan kesimpulan dari beberapa premis khusus. yaitu silogisme yang kedua premisnya positif. karena keduanya PK  PK berupa C = B 1. PU  Semua penderita penyakit paru-paru tidak boleh merokok PK  Sukarjo penderita penyakit paru-paru (C = A) K  Sukarjo tidak boleh merokok (C = B) 3) Entimen. yaitu silogisme yang disingkat. Penalaran ini dibedakan atas: a. karena itu. Contoh: PU  Semua profesor pandai (A = C) PK  Habibie adalah profesor (C = A) K  Habibie pandai (C = B) 2) Silogisme negatif. Contoh : P1 : Besi adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. tidak mengandung kata-kata ingkar seperti tidak dan bukan. P4 : Aluminium adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan.  Sukarjo tidak boleh merokok karena Sukarjo penderita penyakit paru 4) Silogisme salah. Rumusnya : C = B karena C = A Contoh:  BJ Habibie pandai karena Habibie profesor. Induksi Penalaran atau penarika kesimpulan dari premis khusus menghasilkan kesimpulan yang bersifat umum.

yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan sifat. . kemudian disusul uraian yang terperinci. Akibat – sebab Akibat : Adik kurus Sebab : Adik cacingan Kesimpulan : Orang yang cacingan badannya kurus D. kemudian ditutup dengan kesimpulan. suhu. Contoh: Kota A dan Kota B mempunyai banyak persamaan. Analaogi.K : Semua logam akan memuai jika dipanaskan b. Misalnya: persamaan sosial budaya. Sebab – akibat Sebab : Adik sakit Akibat : Adik tidak pergi sekolah Kesimpulan : Orang sakit tidak pergi sekolah d. c. kalimat pokok terletak pada bagian akhir paragraf. d) Kesatuan (Unity): Semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal. dan jumlah penduduk. Jenis-jenis paragraf 1) Deduktif Kalimat pokok terletak pada awal paragraf. tingkat ekonomi. f) Koherensi: Kekompokan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea itu g) Harmonis secara semantis dan gramatis. 3) Campuran Kalimat pokok terletak di awal paragraf. kemudian ditegaskan lagi pada bagian akhir. Jadi. Dari persamaan sifat itu dapat ditarik kesimpulan K : Apa yang terjadi di kota A. 2) Induktif Paragraf dimulai dengan uraian atau argumentasi. e) Pikiran utama didukung oleh beberapa pikiran penjelas. akan terjadi di kota B. Paragraf Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat yang terdiri dari himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. satu tema tertentu. Sebuah paragraf sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat: c) Hanya mengandung satu pikiran utama.

tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari keduanya. Tujuannya untuk membandingkan suatu hal yang kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal umum. 5) Pemberian contoh Untuk mengkonkritkan hal yang bersifat abstrak dilakukan dengan pemberian contoh. membentuk suatu cendawan raksasa. sedangkan hubungan pertentangan menonjolkan perbedaannya. 4) Analogi Analogi adalah perbandingan yang sistematis antara dua hal yang berbeda. Dengan mengetahui sifat kelarutan tersebut. karena tersirat dalam keseluruhan kalimat yang membentuk paragraf itu. Hubungan perbandingan menonjolkan kesamaannya. Contoh: Hasil teknologi Barat. ada traktor yang dijalankan dengan sistem uap. dan vitamin E. sedangkan vitamin A dan E tidak larut dalam air. Pola Pengembangan Paragraf 1) Klimaks dan Anti-klimaks Pengembangan Klimaks dimulai dengan memperinci satu gagasan awal menuju ke gagasan lain yang lebih tinggi kedudukannya. Digunakan sekedar untuk menjelaskan maksud. tetapi larut dalam lemak. vitamin C. agaknya sukar dipahami bagaimana vitamin-vitamin yang disebutkan itu—yang dikandung dalam sabun— sempat terserap oleh kulit. Di keliling pondok itu tertegak pedati. Misalnya: Di antara daun kayu tampak kepada mereka tebing itu turun ke bawah. sunyi-mati. Misalnya: Awan dari ledakan bom itu. Misalnya. Ford kemudian mengembangkan traktor untuk pengelolaan pertanian. Misalnya wacana berbentuk deskripsi dan narasi. Jepang yang tidak mau kalah dengan menciptakan padi traktor yang bentuk dan fungsinya semakin berkembang. bukan untuk membuktikan pendapat. 2) Sudut pandang Sudut pandang adalah posisi seorang pengarang dalam melihat sesuatu. Indonesia pernah mengimpor gerbong-gerbong kereta api dari Perancis. Contoh yang dipilih terutama yang berkaitan dengan pengalaman pribadi. Dari celah dinding pondok keluar cahaya yang kuning merah. Contoh : Bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. 3) Perbandingan dan Pertentangan Hubungan perbandingan dan pertentangan adalah suatu cara menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua hal atau objek yang bertolak dari segi tertentu. Contoh : Vitamin yang ditambahkan pada sabun mandi umumnya vitamin A. di kakinya tegak pondok.4) Narasi-Deskriptif Tidak terdapat kalimat kalimat khusus yang menjadi kalimat topik. Perusahaan Caterpillar kemudian merancang traktor yang bentuknya seperti tank. Seperti diketahui. tidak serta merta sesuai untuk bumi Timur. Pengembangan seperti ini disebut juga pengembangan urutan ruang. Di masa kejayaan mesin uap. yaitu traktor yang menggunakan roda rantai. sekedar sebagai ilustrasi. Di bawahnya kedengaran sebentar-sebentar sapi mendengus. vitamin C larut dalam air. ketiganya sunyi. Bentuknya mentereng dan sebagian .

menunggu lintasannya sama dengan Gemini 6 yang akan diluncurkan. sedangkan demokrasi dalam arti yang sebenarnya mempunyai makna yang lebih luas. dan untuk rakyat. Sementara itu. dilakukan koreksi arah supaya bidang yang dilintasi keduanya lebih tepat sama. Bahasa Melayu percakapan pun banyak juga jenisnya. Gemini 6 menghidupkan roketnya untuk menghapuskan pengaruh hambatan udara. yang diartikan sebagai pemerintahan oleh rakyat. Suara hati yang tertindas. Gemini 6 menyusul Gemini 7 sedikit demi sedikit. Contoh: Bahasa Melayu tidak cukup dibagi atas bahasa Melayu tinggi dan bahasa Melayu rendah. terjadi kegoncangan hebat dalam sendi-sendi kehidupan. Tidak juga dapat dikelompokkan atas bahasa Melayu bangsawan. dan percepatan. 6) Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan untuk menciptakan sesuatu. Dengan berkali-kali mengadakan pembentukan arah. membersit ke luar dan menjadi banjir besar menentang sendi-sendi lama. Dapat juga sebaliknya.dilengkapi dengan AC. . Demokrasi pada hakekatnya berupa suatu mentalitas untuk membina suatu kehidupan dalam masyarakat. atau Melayu dalam. terjadilah G30S. akhirnya bertemulah dengan Gemini 7. A. Prinsip mengutip adalah: 1) Jangan mengadakan perubahan 2) Bila terdapat kesalahan (baik dalam ejaan maupun ketatabahasaan). sehingga pembaca dapat memahaminya dengan jelas. Lahirlah angkatan baru yang berjuang atas dorongan hati nurani. dari rakyat. penulis tidak boleh memperbaikinya. Ternyata publik Indonesia belum cukup dewasa untuk mempergunakan gerbong-gerbong itu dengan semestinya. Setelah satu kali putaran. Misalnya: Demokrasi biasanya diterjemahkan sebagai kedaulatan rakyat. Padahal gerbong itu hanya digunakan untuk mengangkut para petani dari dusun ke kota. bersikap dan berbuat. pengukuran jarak. Demokrasi dalam arti ini hanya menggambarkan suatu segi. 8) Klasifikasi Klasifikasi adalah proses mengelompokkan hal-hal yang dianggap mempunyai kesamaan tertentu. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari orang lain. akibat sebagai perinciannya. 7) Sebab akibat Sebab bertindak sebagai gagasan utama. mentalitas dalam arti cara berpikir. dagang. Kutipan terdiri dari kutipan langsung dan kutipan tidak langsung (kutipan isi). Contoh: Gemini 7 sudah berhari-hari berada dalam peredarannya. Tahap demi tahap proses diurutkan secara kronologis. Akibatnya. 9) Pemberian Definisi Luas Pemberian Definisi Luas adalah usaha penulis untuk memberikan keterangan terhadap suatu istilah atau hal melalui rangkaian kalimat yang membentuk sebuah alinea. Juga tak cukup dibagi atas bahasa Melayu buku dan bahasa percakapan. Contoh: Dalam tekanan mental yang demikian hebat.

baris pertama juga dimasukkan 5 – 7 ketukan. Penempatan pada catatan kaki bertujuan untuk memelihara kepaduan paragraf. bagian titik tersebut dimasukkan dalam bagian tanda kutip. Penghilangan bagian kutipan ditandai dengan tiga titik berspasi. dapat dihilangkan sepanjang tidak mengakibatkan perubahan makna. tahun terbit dan nomor halaman. B. Jika unsur yang dihilangkan terdapat pada akhir kalimat. (5) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. mengkaitkan dengan kebenaran yang dibuat oleh penulis lain (2) menyatakan utang budi (atas kebenaran yang dipinjam dari orang lain) . Catatan Kaki Catatan kaki adalah keterangan tambahan dari teks yang ditempatkan pada kaki halaman teks.5 spasi (2) jarak antara baris satu spasi (3) boleh tidak diapit tanda kutip (4) seluruh bagian kutipan dimasukkan 5 – 7 ketukan. Hubungan teks dengan catatan kaki ditunjukkan melalui nomor penunjukkan berurut.3) Bagian yang dianggap tidak penting. c) Kutipan tak langsung : (1) diintegrasikan dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) tidak diapit tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. b) Kutipan langsung lebih dari empat baris : (1) kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2. Bila menggunakan tanda kutip. ditambahkan satu titik lagi. Jika bagian yang dihilangkan terdiri dari satu alinea atau lebih. atau dapat juga menggunakan tanda asterik (*) yang ditempatkan satu spasi di atas baris teks. tahun terbit dan nomor halaman. Cara mengutip: a) Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris : (1) kutipan diintegrasikan langsung dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) bagian kutipan diapit dengan tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. Bila bagian itu dimulai dengan paragraf baru. tahun terbit dan nomor halaman. dinyatakan dengan titik berspasi sepanjang satu baris halaman. Catatan kaki (footnote) berfungsi untuk: (1) menyusun pembuktian.

(3) menyampaikan keterangan tambahan untuk memperkuat uraian di luar persoalan yang diperkenankan oleh laju teks. Gleason. yang lain diganti dengan at al. (4) merujuk bagian lain dari teks. hal. et al. dan antara et al. 82 – 84. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Depdikbud. Hardjito. (2) referensi kepada buku dengan dua atau tiga pengarang Nama penerbit dimasukkan. antara judul buku dengan dan data publikasi tidak ada titik atau koma (c) tempat dan tahun terbit ditempatkan dalam tanda kurung. hal. nomor jilid dengan angka Romawi. Contoh: _______ 7 R. 1984). dengan judul buku diberi tanda koma.. (3) referensi kepada buku dengan banyak pengarang Hanya nama pengarang pertama yang disebut.. Ibrahim. Contoh: _____ 6 H.A. New York. bukan titik sebagaimana daftar pustaka. 21. 75. 1999). College English (New York. antara nama dengan et al. antara tempat terbit dan keterangan diberi tanda titik koma. Contoh: ________ 3 Alton Moris. 62. 1961). hal. (5) buku yang lebih dari satu jilid keterangan tentang nomor jilid ditempatkan dalam kurung sebelum tempat terbit. nama penerbit tidak disertakan Contoh: _________ 12 Uli Kozok. 1964). Selebihnya sama dengan sebelumnya. Warisan Leluhur Sastra Lama dan Aksara Batak (Jakarta. Antara nama penerbit dan tempat diberi titik dua. baik yang sudah disebutkan maupun yang belum disebutkan Cara membuat catatan kaki: (1) referensi kepada buku dengan seorang pengarang : (a) nama pengarang ditulis lengkap. D. (4) referensi kepada buku dengan edisi yang mengalami perbuahan keterangan tentang edisi ulang atau edisi revisi diletakkan dalam kurung sebelum tempat terbit. hal. Contoh: .ed. tidak dibalik (b) antara nama pengarang dan judul menggunakan tanda koma. nomor halaman dengan angka Arab. An Introduction to Descriptive Linguistics (rev.

_____
2

A.H. Lightstone, Concepts of Calculus (Vol. I; New York: Harper & Row, 1966), hal 75.

(6) sebuah edisi dengan beberapa orang pengarang _______
5

Mursal Esten, ed., Kritik Sastra (Bandung, 1988), hal. 18 – 21.

(7) buku terjemahan Pengarang asli ditempatkan di depan, penerjemah ditempatkan setelah judul buku, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh: ______
3

Multatuli, Max Havelaar, terj. H.B. Jassin (Djakarta, 1972), hal. 51.

(8) artikel dalam anotologi Judul artikel dan judul buku dicantumkan, juga nama penulis dan editornya. Contoh: ______
8

Rizanur Gani, “Sastra Kontekstual,” Kritik Satra, ed. Mursal Esten (Bandung, 1988), hal. 7.

(9) artikel dalam majalah Nomor jilid ditempatkan sesudah nama majalah. Contoh: _____
14

Ny. H. Soebadio, “Penggunaan Sansekerta dalam Pembentukan Istilah Baru,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I (April, 1963), hal. 47 – 49. (10) artikel dalam harian Bila nama pengarang jelas, dimulai dengan nama penulis artikel itu. Jika tidak, cukup diisi dengan nama rubrik dalam harian itu. Contoh:
21

Mangunwijaya, “Sastra Pembebasan,” Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

Atau :
21

Tajuk Rencana dalam Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

C. Daftar Pustaka 1. Dengan seorang pengarang Keraf, Gorys. 1999. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. 2. Dengan dua atau tiga pengarang

Oliver, Robert T., and Rupert Cortright. 1958. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc. 3. Dengan banyak pengarang Sidarta, Myra D., et al. 1984. Feminisme dalam Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 4. Edisi yang mengalami perubahan Gleason, H.A. 1961. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev.ed. New York: Winston. 5. Lebih dari satu jilid Hakim, Lukman. 1982. Matematika. Jil. 2. Jakarta: Djambatan. 6. Edisi karya beberapa orang pengarang Esten, Mursal, ed. 1988. Kritik Sastra. Bandung: Angkasa. 7. Artikel dalam majalah Kridalaksana, Harimurti. “Leksikostatistik Bahasa Nusantara,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I: 323, April, 1963. 8. Terjemahan Multatuli. 1972. Max Havelaar, terj. H.B. Jassin. Jakarta: Djambatan. D. Sistematika Karya Ilmiah E. D

MODUL BAHASA INDONESIA STIE MATERI 2

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakat dituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia

yang baik dan benar. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.

Tujuan a. Mahasiswa/i mampu menerapakan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia b. Mahasiswa/i memahami Perkembangan Ejaan c. Mahasiswa/i memahami pengertian dan Ruang Lingkup Ejaan Yang

Disempurnakan

Masa lalu sebagai bahasa Melayu
Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua

franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 Masehi diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Lima prasasti kuna yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu menggunakan bahasa Melayu yang bertaburan kata-kata pinjaman dari bahasa Sanskerta, suatu bahasa Indo-Eropa dari cabang Indo-Iran. Jangkauan penggunaan bahasa ini diketahui cukup luas, karena ditemukan pula dokumen-dokumen dari abad berikutnya di Pulau Jawa[10] dan Pulau Luzon.[11] Katakata seperti samudra, istri, raja, putra, kepala, kawin, dankaca masuk pada periode hingga abad ke-15 Masehi. Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bahasa Melayu Klasik (classical Malay atau medieval Malay). Bentuk ini dipakai oleh Kesultanan Melaka, yang perkembangannya kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan disekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya.

Laporan Portugis, misalnya oleh Tome Pires, menyebutkan adanya bahasa yang dipahami oleh semua pedagang di wilayah Sumatera dan Jawa. Magellan dilaporkan memiliki budak dari Nusantara yang menjadi juru bahasa di wilayah itu. Ciri paling menonjol dalam ragam sejarah ini adalah mulai masuknya kata-kata pinjaman dari bahasa Arab dan bahasa Parsi, sebagai akibat dari penyebaran agama Islam yang mulai masuk sejak abad ke-12. Kata-kata bahasa Arab seperti masjid, kalbu, kitab, kursi, selamat, dan kertas, serta kata-kata Parsi

dewan. dan cukong. Bahasa yang dipakai pendatang dari Cina juga lambat laun dipakai oleh penutur bahasa Melayu. dan stempel adalah pinjaman dari bahasa ini. bolu. Bahasa perdagangan menggunakan bahasa Melayu di berbagai pelabuhan Nusantara bercampur dengan bahasa Portugis. Terjadi proses pidginisasi di beberapa kota pelabuhan di kawasan timur Nusantara. Bahasa Belanda terutama banyak memberi pengayaan di bidang administrasi. Orang-orang Tionghoa di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu pidgin. dan Kupang. . dan teknologi hingga awal abad ke-20. akibat kontak di antara mereka yang mulai intensif di bawah penjajahan Belanda. dan tembakau masuk pada periode ini. karena memiliki kaidah dan dokumentasi kata yang terdefinisi dengan jelas. Kata-kata seperti asbak. misalnya di Manado. seperti gereja. Kedatangan pedagang Portugis. bola. dan jendela. tauke. loteng. Proses penyerapan dari bahasa Arab terus berlangsung hingga sekarang. knalpot. tamasya. cambuk. Ambon. sama tinggi dengan bahasa-bahasa internasional di masa itu. Terdapat pula bahasa Melayu Tionghoa di Batavia. Varian yang terakhir ini malah dipakai sebagai bahasa pengantar bagi beberapa surat kabar pertama berbahasa Melayu (sejak akhir abad ke-19). maupun bahasa setempat. seperti pisau.[13] Varian-varian lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti bahasa.seperti anggur. sabun. Bahasa Portugis banyak memperkaya kata-kata untuk kebiasaan Eropa dalam kehidupan sehari-hari. Sudah dapat diduga. kata-kata Tionghoa yang masuk biasanya berkaitan dengan perniagaan dan keperluan sehari-hari. Terobosan penting terjadi ketika pada pertengahan abad ke-19 Raja Ali Haji dari istana Riau-Johor (pecahan Kesultanan Melaka) menulis kamus ekabahasa untuk bahasa Melayu. sepatu. kegiatan resmi (misalnya dalam upacara dan kemiliteran). Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang full-fledged. diikuti oleh Belanda. polisi. dan Inggris meningkatkan informasi dan mengubah kebiasaan masyarakat pengguna bahasa Melayu. bahasa Tionghoa. Spanyol. meja. saudagar. tahu. tauge.[12] Luasnya penggunaan bahasa Melayu ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal. kulkas. teko. Jan Huyghen van Linschoten pada abad ke-17 dan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 menyatakan bahwa bahasa orang Melayu/Melaka dianggap sebagai bahasa yang paling penting di "dunia timur".

umur. dsb. diurungkanlah peresmian ejaan ini. ’akal. tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua atau ketiga. Ejaan Melindo (Melayu Indonesia) Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. 3. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) . 2. seperti koma ain dan tanda trema. Karena perkembangan politik selama tahuntahun berikutnya. ke-barat2-an. Kata-kata pinjaman. dsb. Ejaan Republik Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. pak. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak. untuk menuliskan katakata ma’moer. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa. Ciri-ciri ejaan ini yaitu: 1. oemoer. dsb. itoe. ber-jalan2. 3. 4. sajang. dsb. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai lingua franca. dsb. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi.Hingga akhir abad ke-19 dapat dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yang kolokial dan tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar.dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe. pa’. ta’. Awalan di. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu: 1. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. itu. 4. pajah. rakjat. Tanda diakritik. Ejaan van Ophuijsen Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. 2.

Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. semakin dibakukan. penuntun memelihara kesehatan. seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan.[17] . Perubahan: Indonesia Malaysia (pra-1972) (pra-1972) Tj Dj Ch Nj Sj J oe* ch J kh ny sh y u Sejak 1972 c j kh ny sy y u Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia 1. Tahun 1972. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. Dengan EYD. buku-buku penuntun bercocok tanam. Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat). seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel.Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas. ejaan dua bahasa serumpun. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 2. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad. 57. yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka.

5. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara. dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928. Soeharto. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan. meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 12.d 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. Tanggal 28 Oktober s. Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia. dapat tercapai semaksimal mungkin. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. 11. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara. Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. . M. Tanggal 16 Agustus 1972 H. Tanggal 28 Oktober s. Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945. yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. 4. 6. Tanggal 21-26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. 7. 13. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu. 8. 57 tahun 1972. 10. yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.3. Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya. pertumbuhan. Presiden Republik Indonesia.d 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara). 9.

Jakarta. Korea Selatan. Jepang. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk. Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang disempurnakan (EYD).Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Jika para pengemudi mematuhi rambu-rambu yang ada. Rusia. 16. Hongkong. Ibarat sedang mengemudi kendaraan.1 Pengertian Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf. Belanda. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Kongres itu Darussalam. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan. Jerman. Kata. yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia. Italia. dan Australia. Singapura. Singapura. Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia. sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. Ejaan ketiga dalam sejarah bahasa Indonesia ini memang merupakan upaya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama dua puluh lima tahun yang dikenal dengan Ejaan Republik atau Ejaan . dan tanda baca sebagai sarananya.d 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. 15. dan Amerika Serikat. serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf. Malaysia. suku kata. 2. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa.14. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa. terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. atau kata.d 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Tanggal 28 Oktober s. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia. Brunei Darussalam. EYD mulai diberlakukan pada tanggal 16 Agustus 1972. India. ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara. terutama dalam bahasa tulis. Jerman. ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Tanggal 28 Oktober s.

dan baru diganti setelah dua tahun Indonesia merdeka. (4) penulisan unsur serapan. dan -nya kata depan di. dan (5) pemakaian tanda baca. diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu. lebih lama dari Ejaan Republik. dan dari kata si dan sang partikel singkatan dan akronim . 1) Pemakaian huruf membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa. yaitu : Huruf Abjad Huruf Vokal Huruf Konsonan Huruf Diftong Gabungan Huruf Konsonan Pemenggalan Kata 2) Penulisan huruf membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi : Huruf capital atau Huruf besar Huruf miring 3) : Penulisan kata membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa kata dasar kata turunan bentuk ulang gabungan kata kata ganti –ku. 2. -mu. (3) penulisan kata. Ejaan pertama bahasa Indonesia adalah Ejaan van Ophuijsen (nama seorang guru besar belanda yang juga pemerhati bahasa).2 Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. (2) penulisan huruf.Soewandi (Menteri PP dan K Republik Indonesia pada saat Ejaan itu diresmikan pada tahun 1947). Ejaan van Ophuijsen dipakai selama 46 tahun. -kau. yaitu (1) pemakaian huruf. ke.

Nama tiap huruf disertakan disebelahnya.) Tanda titik koma (. 5) Pemakaian tanda baca (pugtuasi) membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan.angka dan lambang bilangan. Pemakaian Huruf a. Tanda baca itu adalah : Tanda titik (.) Tanda koma (. 4) Penulisan unsur serapan membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan.) Tanda titik dua (:) Tanda hubung (-) Tanda pisah (--) Tanda ellipsis (…) Tanda tanya (?) Tanda seru (!) Tanda kurung ((…)) Tanda kurung siku ([ ]) Tanda petik ganda (“…”) Tanda petik tunggal („…‟) Tanda garis miring (/) Tanda penyingkat atau Apostrof („) 1. Huruf Abjad Abjad bahasa Indonesia menggunakan 26 huruf berikut. Huruf Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Nama A Be Ce De E Ef Ge Ha Huruf Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Nama Je Ka El Em En O Pe Ki Huruf Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz Nama Es Te U Fe We Eks Ye Zet . terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing.

f. x. E. I.Ii b. l. t. m. Huruf Konsonan B C D F G H J K L M N Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami lekas maka nama Di Tengah sebut kaca ada kafir tiga saham manja paksa alas kami anak Di Akhir adab abad maaf balig tuah mikraj sesak kesal diam daun . p. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. Huruf Vokal i Rr Er Huruf yang melambangkan vocal terdiri atas lima huruf vokal (v). U. v. g. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Di Awal A e* api enak emas I O U itu oleh ulang Di Tengah padi petak kena simpan kota bumi Di Akhir lusa sore tipe murni radio ibu c. c. k. d. r. j. n. dan z. y. yaitu A. q. dan O. w. h. s.

P q** R S T V W x** Y Z pasang quran raih sampai tali varia wanita xenon yakin zani apa furqan bara asli mata lava hawa payung lazim siap putar lemas rapat juz d. Pemenggalan Kata 1. Gabungan Huruf Konsonan Kh Ng Ny Sy Di Awal khusus ngilu nyata syarat Contoh Pemakaian dalam Kata Di Tengah akhir bangun hanyut isyarat Di Akhir tarikh senang arasy f. Gabungan Huruf Konsonan Didalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. Huruf Diftong Ai Au Oi Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal ain aula Di Tengah syaitan saudara boikot Di Akhir pandai harimau amboi e. ny dan sy. Huruf Diftong Didalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. ng. Pemenggalan Kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut : . yaitu kh. au dan oi.

Bab V. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. cap-lok. Misalnya : ba-pak. Pada kata yang berimbuhan sisipan. ben-trok. Misalnya : au-la sau-da-ra am-boi bukan bukan bukan a-u-la sa-u-da-r-a am-bo-i 6) Jika di tengah kata ada huruf konsonan. mu-ta-khir. 7) Jika ditengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan. bang-sa. pergi-lah catatan : a. ayat 1 ) c. me-rasa-kan. pasal E. Huruf diftong ai. Akhiran-i tidak dipenggal. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. swas-ta. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. (lihat juga keterangan tentang tanda hubung. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. ul-tra. si-nam-bung. au. in-fra. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. Misalnya : man-di. misalnya : te-lun-juk. misalnya : Makan-an. su-lit. Jika ditengah kata ada vokal yang berurutan. dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan diantara kedua huruf itu. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Misalnya : ma-in. ikh-las 2. som-bong. Misalnya : in-stru-men. makhluk 8) Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. di antara dua buah huruf vokal. pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu. b. sa-at. ke-nyang. la-wan. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. ba-rang. bang-krut. de-ngan. bu-ah. Ap-ril. mem-bantu.a. termasuk gabungan huruf konsonan. dapat dipenggal pada pergantian baris. ge-li-gi .

2. gunung. unsur kimia. bi-o-gra-fi. Untuk penggunaan huruf x berlaku ketentuan khusus sebagai berikut. Serang Perkumpulan Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908. lambang huruf yang dipakai adalah x.1c dan 1d di atas. istilah ilmu pengetahuan. Jika suatu kata terdiri dari atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. Contoh pemakaian biasa : Rumahnya di Jalan Pajajaran No. Mexico. Contoh pemakaian dengan pertimbangan khusus : Pamanku dosen Institut Agama Islam Banten. Texas (nama diri) Xenon. Huruf Kapital atau Huruf Besar . lambang huruf yang dipakai adalah ks. lembaga. hukum. tempat. Misalnya . jalan. misalnya : bio-grafi. dan lambang dalam matematika.5. Alex. (1) Untuk penulisan nama diri. oto-grafi. fo-to-gra-fi Nama Diri Cara penulisan nama diri (nama orang. xantat (nama unsur kimia) (2) Untuk penulisan kata-kata biasa yang bukan nama diri. dan nama lainnya) harus mengikuti EYD. sungai. pemenggalan dapat dilakukan dengan: (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. Ia berkantor di Jalan Budi Utomo.3. kecuali jika ada pertimbangan khusus yang menyangkut segi adat.1b. Penulisan Huruf a. atau sejarah.

Misalnya : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Misalnya : Allah. Adik bertanya “itu apa. MahaKuasa .dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. nama agama. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan. ibu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. TuhanYesus. Misalnya : “KapanBapak berangkat?” tanya Harto. Sang Pencipta. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. Huruf Miring . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda.Dik!” kata ucok. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. 5 . saudara. dan kitab suci. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat. termasuk kata ganti untuk Tuhan. Yang Maha Agung 4. Misalnya : “Ibu bertanya” “Kapan Anton pergi” 3.1. Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. “Silakan duduk. Kepada-Mulah. Misalnya : Selain buku juga penggaris yang dijual Dia hendak ke Sumatera 2. adik. kakak. 6.

bagian kata. Misalnya : majalah Bahasa dan Kesastraan. Buku itu sangat tebal. atau kelompok kata. tetapi ditipu. Misalnya : Ibu percaya bahwa engkau tahu. Kata dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. mempermainkan. sisipan. majalah. surat kabar Suara Karya. buku Negarakertagama karangan Pranpanca. 3. . Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. Misalnya : Huruf pertama kata abad ialah a. Misalnya : Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. penetapan. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. b. 2. Dia bukan menipu. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Kantor pajak penuh sesak. dikelola. kata.1. Politik divine et impera pernah merajalela di negeri ini. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. Kata Turunan 1) Imbuhan (awalan. 3. menengok. Penulisan Kata a. Misalnya : Bergerigi.

buku-buku. Misalnya : Anak-anak. d. beritahukan Bertanda tangan. biri-biri. dannya Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk sigkat dari kata aku dan engkau. terima kasih. Gabungan Kata Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk.awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahului. unsur-unsurnya ditulis terpisah. dibesar. lipat gandakan 3) jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. berjalan-jalan. termasuk istilah khusus. Kata Ganti ku. gabungan kata itu ditulis serangkai. kerja sama. ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. mu. Bentuk Ulang dan Kata Ulang Bentuk ulang dan kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan kata tanda hubung.2) Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. lauk-pauk. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya : menggarisbawahi dilipatgandakan menyebarluaskan penghancurleburan 4) Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. gerak-gerik. . rumah sakit. kupu-kupu. Misalnya : adipati telepon mahasiswa swadaya pancasila tritunggal c. orang tua. Misalnya : Diberi tahu. Misalnya : duta besar. tanda tangani Berlipat ganda. kau. kereta api cepat. huru-hara. mata kuliah. meja tulis. e. laba-laba.besarkan.

Kata ganti ku dan mu sebagai bentuk singkat dari aku dan kamu. Akan tetapi. Misalnya : . Misalnya : Saya sudah makan di restoran.aku = aku bawa. ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. nya = bukunya Misalnya : Bolehkah aku pakai sepeda kamu sebentar? Sepedamu lebih kokoh dari sepedaku.kepada dan daripada . kamu = sepeda kamu mu = sepedamu aku = rumah aku ku = rumahku Kata ganti nya selalu ditulis dengan kata yang mendahului. kauambil Misalnya : Bolehkah aku ambil jeruk ini satu ? Kalau mau. Ibuku sedang ke luar kota. ke. f. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. boleh engkau baca buku itu. aku ambil ku = kubawa. engkau ambil kau = kaubawa. Kata Depan di. Bolehkah kuambil jeruk ini satu? Kalau mau. ke. Ia pantas tampil ke depan g. kuambil engkau = engkau bawa. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. perhatikan penulisan berikut ini. dan dari Kata depan di. kecuali didalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti. boleh kaubaca buku itu.

Misalnya : Muh. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik. jabatan. Jika ayah pergi. dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. S. nama gelar. Apakah yang tersirat dalam surat itu? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Kar Sarjana ekonomi Bapak Saudara Sarjana karawitan 2. sapaan. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. Misalnya : Bacalah buku itu baik-baik. Singkatan nama orang. Misalnya : Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan.Harimau itu marah sekali kepada sang kancil. S. Partikel Partikel –lah. E. adik pun ingin pergi. i. atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Singkatan dan Akronim I. 1. Bpk. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. 1. Yamin Suman S. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. h. Singkatan Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. badan atau organisasi. Sdr. Misalnya : . -kah.

Akronim Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. Dan lain-lain Yang terhormat atas nama untuk perhatian 4.DPR PGRI KTP Dewan Perwakilan Rakyat Persatuan Guru Republik Indonesia Kartu Tanda Penduduk 3. Misalnya : Cu Kg kuprum kilogram II. Yth. singkatan satuan ukuran. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf capital. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. 1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. a. dan mata uang tidak diikuti tanda titik. timbangan. takaran. u. Lambing kimia. gabungan suku kata. Misalnya : ABRI LAN Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara 2.n. Misalnya : Dll.p. Misalnya : Akabri Iwapi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia .

Bilangan utuh Misalnya : Dua belas Dua ratus dua puluh dua 12 222 b. IV. X. VII. 2. suku kata. 1. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.000). 3. Didalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi. M (1. Misalnya : 4. III.000). VI. 4. IX. D (500). 5.000). Angka dan Lambang Bilangan Angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan atau nomor. VIII. . Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. 8. 1. M (1. 7. V. Bilangan pecahan Misalnya : Setengah Satu persen ½ 1% 3. II. Penulisan lambing bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut. a. 9 gka Romawi : I.3. 6. C (100). 2. Misalnya : Paku Buwono X Paku Buwono ke-10 Paku Buwono kesepuluh Bab II Bab ke-2 Bab kedua Penulisan lambing bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut. V (5. Penulisan lambing bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. Misalnya : pemilu tilang pemilihan umum bukti pelanggaran j. L (50). Angka Arab : 0.000.

shuttle cock. Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. Pertama. arab. atau inggris. portugis. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks Bahasa Indonesia. Contoh kaidah yang berlaku bagi unsur serapan : aa menjadi a Paal Baal ae menjadi e aerobe haematite q menjadi k aquarium equator rh menjadi r rhythm rhombus th menjadi t methode thrombosis metode thrombosis ritme rombus ekuator akuarium aerob hematite pal bal . Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya. belanda.Tahun „50-an Uang 5000-an Uang lima 1000-an atau atau atau tahun lima puluhan uang lima ribuan uang lima seribuan 4. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam Bahasa Indonesia. Kedua. seperti reshuffle. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti sanskerta. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar.

2. 5.1. 1. tas.) 1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Misalnya : Ayahku tinggal di Korea.000 13.dsb. Tanda koma (. 3. yunani. Piano bukan alat music favorit saya. 3. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. melainkan biola. dan las vegas. jepang. Misalnya : III. Tanda titik (. ikhtisar. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Misalnya : 24. A. 2. dan sepatu. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Korea. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.000 b. paris. Misalnya : Saya membeli baju. Impianku menjadi musisi. inggris. Misalnya : Saya ingin pergi.) 1. spanyol. atau daftar. tetapi hari itu ujian. . Tanda titik dipakai dibelakang angka atau huruf dalam satu bagan. Pemakaian Tanda Baca a.

Misalnya : Kita sekarang memerlukan alat tulis : pensil. saya tidak akan datang.) 1. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.” “Saya gembira sekali.Misalnya : Kalau hari hujan. Tanda titik dua (:) 1. Tanda titik koma (. Hanya ada dua hasil ujian kita itu : lulus atau tidak lulus. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Adik mendengar music. “saya gembira sekali. saya sendiri asyik mengerjakan tugas. Misalnya : Kata Ibu. dan penggaris. 4.pekerjaan belum selesai juga. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Misalnya : Ayah menonton televisi. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Ibu sibuk memasak. 2. 2. ia lupa akan janjinya. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. Karena sibuk. d. Misalnya : Malam semain larut.” kata Ibu. “karena kamu lulus.” c. Misalnya : Ketua Sekretaris Bendahara : Kim Jae Joong : Kim Jun Su : Sim Chang Min . penghapus.

Misalnya : Anak-anak Berulang-ulang 3. . Tanda ellipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Tanda hubung (-) 1. marilah mulai pindah. 2. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. Misalnya : Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai-diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. Misalnya : p-e-n-y-a-n-y-i 26-01-1986 f. 1.e. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti „sampai‟. Misalnya : Kalau begitu … ya. Misalnya : 1986-1990 Tanggal 25-26 Januari 1986 Korea-Jepang Tanda Ellipsis ( … ) 2.) 1. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Tanda pisah ( . g. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang member penjelasan di luar bangun kalimat. Misalnya : Disamping cara itu ada juga cara baru.

2. . Misalnya : faktor produksi menyangkut masalah (a) alam. Misalnya : Kapan ia berangkat? Kemana ia pergi? 2. ataupun rasa emosi yang kuat. Misalnya : Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Merdeka! Tanda kurung ( (…) ) j. (b) tenaga kerja. Tanda seru (!) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Tanda ellipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misalnya : Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Tanda Tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya : Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. h. ketidakpercayaan. 1. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.2. dan (c) modal. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya : Ia dilahirkan pada tahun 1992 (?) Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang i. Tanda Tanya (?) 1. Tanda Tanya dipakai pada akhir kalimat Tanya.

Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Misalnya : Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. 3. Misalnya : Persamaan kedua proses ini (perbedaannya [lihat halaman 26] tidak dibicarakan) perlu dibentangkan di sini. Misalnya : Tanya Basri. Tanda petik (“…”) l.k. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. karangan. Misalnya : “Saya belum siap. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Misalnya : Kata Tono. Tanda kurung siku ( […] ) 1.” 2. kata. 1. 1. 2. Tanda petik mengapit judul syair. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam Tempo. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi.” kata Mira. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” m.” Tanda petik tunggal ( „…‟ ) Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. . Misalnya : Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemersik. “Saya juga minta satu. Tanda kurung siku mengapit huruf. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.

n. Misalnya : No. o. atau.00/lembar. Tanda garis miring ( / ) 1. 7/PK/1973 Jalan kramat II/10 2. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Tanda penyikat atau Apostrof ( ` ) Tanda penyikat atau apostrof menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. 2. atau tiap. Misalnya : Malam „lah tiba 1 Januari `86 (`lah = telah) (`86 = 1986) Lampiran Soal : 1. Misalnya : Mahasiswa/mahasiswi Harganya Rp 150. Jelaskan Pengertian dari Ejaan! Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. sebutkan 5 aspek! .

b. The one who does the action is the agent. Often. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. Often. the verb is preceded either by : (1) short forms of the intimate pronouns (ku-. or by . but not always. 4. In Indonesian. the "passive" form of the verb is used. The person or thing that receives the action of the action is the recipient. the recipient will be the subject of a passive sentence. the verb that describes that action is a transitive verb. the verb is "passive". a. In Indonesian. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. If the recipient of the action is the main concern of the sentence. but not always. the noun or subject comes before the predicate or adjective. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. which means the verb takes the prefix meN-*. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. Bagaimana pemenggalan kata dari : Kesetiaan Metropolitan Kemerdekaan Kapan Huruf Kapital dipakai dalam penulisan huruf? Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English. the "active" form of the verb is used. kau-) or di-. There is one basic difference with Indonesian sentence structure.3. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother Active and Passive (Aktif dan Pasif) If someone does something to someone or something. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is passive. the agent will be the subject of an active sentence. In the passive. then. c.

(This sounds more confusing than it is. Saudara. Bapak. beliau). if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. object focus (object = the recipient of the action). KERTAS-KERJA (worksheet) MENGENAI (concerning) AKTIF DAN PASIF = agent focus and object focus Note: some Indonesian grammars talk about active and passive. The person or thing that receives the action of the action is the recipient or object. In Indonesian. If someone does something to someone or something. optionally preceded by oleh ("by").. The one who does the action is the agent. or by the plural pronouns (kami. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. the agent will be the subject of an agent focus sentence. the noun or pronoun(-nya) which designates the agent comes after the verb. akan.. and often precedes the verb. which means the verb takes the prefix meN-*. NOTHING (no auxiliary word such as bisa. but not always. click here. If the agent is in the "yang phrase" with the verb.. to parallel English . consider the following: . harus.but it's more accurate to use agent focus (agent = the one who does the action) vs..) comes between the pronoun form and the verb stem.. then. the verb is "passive" [ = object focus]. Except for sentences where the verb is in a yang phrase. kalian. With subject /predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb... etc.(2) the full forms of the formal pronouns (saya. the subject of a passive verb is the recipient. kita. Anda. In the case of third person passive. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. Often."My mother bought the mat" / "The mat was bought by my mother" -. Example In all cases. the verb that describes that action is a transitive verb. etc. mereka). the "active" [= agent focus] form of the verb is used.

Ibu saya menjual tikar.beliau). the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is object focus. Tikar itu dijual ibu saya. the verb is preceded either by (1) short forms of the intimate pronouns (ku-." the predicate of a sentence is what we're saying about the subject -. and often precedes the verb. EXERCISE: . Except for sentences where the verb is in a yang phrase. Saudara. In the case of third person passive.) comes between the pronoun form and the verb stem. harus. Ibu(=you) menjual tikar. Tikar itu saya jual. "membeli tikar itu" is the predicate Ibu saya yang membeli tikar itu. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. akan. optionally preceded by oleh ("by").") If the recipient of the action is the main concern of the sentence. or by (2) the full forms of the formal pronouns (saya. or by the plural pronouns (kami. NOTHING (no auxiliary word such as bisa. With subject/predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb. the recipient will be the subject of a object focus sentence." in the second "ibu saya." "ibu saya" is the subject. kau-) or di-. Often. Bapak. In the object focus. kalian. In all cases.the subject of a sentence is what we're talking about: in the first example. the subject of a passive verb is the recipient. it's "ibu saja" but in the second it's "yang membeli tikar itu. = "My mother is the one who bought the mat "yang membeli tikar itu" is the subject. EXAMPLE: ACTIVE PASSIVE Saya menjual tikar. "ibu saya" is the predicate Keep in mind -. etc. kita.. the noun or pronoun (-nya) which designates the agent comes after the verb. mereka).the new information: in the first case "membeli tikar itu. but not always.Ibu saya membeli tikar itu = "My mother bought the mat. Anda. Tikar itu Ibu jual. the "passive" [ = object focus] form of the verb is used. etc.

the third four in 3rd person passive.Write two sentences for each of the following words. one in passive. the first four in 1st person passive. 1st pers 2nd pers 3rd pers lihat tambah pakai beli dengar cari beri tulis ambil kirim suruh lawat . the second four in 2nd person passive. one in active.

describing the activity of causing the state to happen to a recipient. do not have a recipient/object. Adik saya tidak usah saya tidurkan.forms: + r.d. kawin 2. siap ('ready') . a word can describe a state or condition. ETC. and DO NOT TAKE MEN-.aeiou. EXAMPLE: Adik saya mau tidur.l. + (s). For words 1-4 use -kan with the meN. I have to put my sister to sleep. I don't have to put " " " .*meN.h. Such words are not transitive. EXERCISE: Write two sentences for each of the following words.g. the other using -kan.b.prefix. pindah 4.w. DI-.c. repot 3. 1. and therefore CANNOT focus on it. the verb can then be agent or object focus.y= me-.j.(ng)= meng-.(ny)= meny- KERTAS KERJA MENGENAI -KAN CAUSATIVE -KAN: Instead of describing an action that somebody does to somebody or something.(n)= men-. indicating a state or condition. My little sister wants to sleep. + (p). + (t).(m)= mem-. one using the form without prefixes/suffixes. With the -kan suffix. + (k). Many stative words (both verbs and adjectives) can add -kan and then become transitive verbs. Saya harus menidurkan adik saya. for words 5-8 use -kan with any form of the object focus.

Kamus dicarikan Ali untuk temannya. Make all the sentences active -. and the other with the benefactive -kan suffix. Temannya dicarikan kamus oleh Ali. EXAMPLE: Ali mencari kamus. rusak 6. cari ambil tulis beli baca bungkus . This recipient is a person who benefits from the action of the verb. one with the ordinary transitive (without -kan). habis BENEFACTIVE -KAN With verbs that are transitive without -kan (like those in the examples on the worksheet on active and passive). EXERCISE: Write two sentences for each of the following verbs.never mind about the passive for this exercise. lahir 8. adding -kan makes it possible for them to take another recipient. OR Kamus itu dicari Ali. Ali mencarikan temannya kamus.5. OR Ali mencarikan kamus untuk temannya. in addition to the one they take without -kan. dekat 7.

a 3rd possibility is imperative. they do not indicate an action which has a recipient. and you have to have a transitive (and object focus) verb to handle such situations. not of a preposition). If -kan is added to the root word. which means they are either active (agent focus) or passive (recipient focus). I want to tell about my kid. John works in town.Saya mau bercerita tentang anak saya. The important thing to remember is that if there is a recipient (of the verb. bercerita tentang gives the same information as menceritakan.Siapa yang mau Anda ceritakan? 3. For this set of words.Apa yang dikerjakan Jon di kota? 7. This is my kid. when meN.Saya mau menceritakan anak saya. At this point. EXAMPLE: 1. 4.Jon bekerja di kota. you know only a limited number of these words. these words can then have recipients. Sentences 2 and 4. MEN--KAN / DI--KAN Some words are prefixed with beR. and not all words which are made transitive with -kan can also take beR. that I was just now telling about.is not used. 6.KERTAS KERJA MENGENAI BER.since not all intransitive verbs will take beR-. just like any other transitive verb. and it's easier just to remember them -.VS. What is it that John does (= works on) in town? John sells bananas in town. however.in their intransitive form. 5.Ini anak saya yang baru saya ceritakan. If there is no recipient. Putting the recipient at the front of the sentence makes the sentence focus on it. saya baru bercerita. however. Notice that in sentences 1 and 3. could NOT also be expressed as Siapa yang mau Anda bercerita tentang or Tentang anak saya.John menjual pisang di kota. 2. . the verb must be transitive. the verb is intransitive. and FOR THIS SET OF WORDS (not all) that means using beR-.see the grammar section and exercises in Wolff which cover this -. that means adding -kan.as intransitive verbs. Who is it you want to tell about? I want to tell-about my kid.

asking about what (=apa) it is that John does forces the verb into the object focus as well. and one with some form of the object focus and -kan. You could say Jon mengerjakan apa di kota. one with meN--kan. and one with some form of the object focus and -kan.etc.or meN/di. Notice that sentence 7 answers the question asked in sentence 6 WITHOUT using any form of the verb kerja. one with beR-. Bu Henry mengumpulkan buku. The verb ajar becomes belajar in its intransitive form (meaning to study something in a general way. and be equally correct. but becomes pelajari (with meN. to take a course in something).In sentence 6. I can't get my car going today because it's too cold. People gather at the food stall. Mobil saya tidak bisa saya jalankan. Saya ingin berjalan di desa. bicara tanya ajar Some verbs change their meaning somewhat. -kan: EXAMPLES: Orang-orang berkumpul di warung.or di-/Anda /saya) as the transitive form. on with beR-. EXERCISE: Write three sentences for the following words. EXERCISE: Write three sentences for each of the following. Ms. hari ini karena terlalu dingin I want to walk in the village. one with meN--kan. since the recipient (=apa) is in front of the verb. Henry gathers together the books. depending on whether they have beR. . meaning to do a specific act of studying.

kumpul jalan Make these sentences DIFFERENT than the examples given! .

In many cases. and take locational recipients when -i is added: Kami menanam kacang di kebun." as in "Tentara menduduki negara musuhnya. NO SUFFIX Like -kan. Ali sits in the chair.root -i: Ali duduk di korsi. -i means that the recipient is the place or person where the action ends up -. " " However. the first cannot: Korsi itu diduduki Ali. -KAN VS. (Also. ke or dari can substitute for the transitive verb. The chair is sat in by Ali. while the second sentence can be made passive (like any other active sentence).") Some verbs can be transitive without -i.usually the -i form is used in the sense of "occupying. We plant beans in the garden. it makes an intransitive word into a transitive verb (= a verb that can be made active or passive). In other words. meN. .KERTAS KERJA MENGENAI -I VS. Unlike -kan. the root plus the prepositions di. You cannot have the sentences " Di korsi Ali duduk" or "Korsi Ali duduk di" in correct Indonesian. the suffix -i makes it possible for roots that would not otherwise have recipients to have them. Ali menduduki korsi. it sounds fairly weird to use "menduduki" for Ali and the chair -.the recipient shows a LOCATION and IT DOES NOT GET MOVED OR CHANGED by the action of the verb.

Tuti memasuki kantor. The garden is planted by us with beans.i to form transitive verbs with different kinds of recipients: Tuti masuk ke kantor. " " The office is entered by Tuti. Kita harus menjalani jalan ini. We have to walk on this road. jalan is about the only example of this we've seen so far: Kita harus berjalan di jalan ini. Kebun kami tanami (dengan) kacang. We plant the garden with beans. The books are put by Tuti into the A few words can be used with -kan and -i (when they're transitive) AND with beR. Some words that describe a state or condition can use either -kan or . Tuti puts books into the cupboard. Tuti memasukkan buku ke lemari. Kami menanami kebun dengan kacang.Kacang kami tanam di kebun.when they are intransitive (especially if they could be understood as a noun if they don't have any affixes). Beans are planted by us in the garden. Kantor dimasuki Tuti. cupboard. Buku dimasukkan Tuti ke lemari. " " . Tuti enters into the office.

Sekolah di desa itu yang mau saya ____________________(kunjungi). LATIHAN AKTIF/PASIF Tulis bentuk aktif ATAU bentuk pasif untuk kalimat ini. Jon mau ____________________(lihat) pemandangan yang indah. Apa Ibu yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 5. 1. Apa yang perlu ____________________(tanyakan)? 4. majalah itu. Apa yang sedang Ibu ____________________(baca)? 6.Kita harus menjalankan mobil ini. 8. Siapa yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 7. 2. . Saya mau ___________________ (kunjungi) sekolah di desa. 3. We have to get this car going. Yang sedang ____________________(baca) Jon.

Keadaan di desa mau ____________________(lihat) Jon. Sawah itu sudah ____________________(tanami) apa? 13. Apa yang ____________________(tanami) ubi? 16. 11. 12. 19. O. Apa yang harus ____________________(kerjakan) bibi saya? 18. . 17. Buku-buku harus ____________________(masukkan) bibi saya ke dalam lemari buku (="bookcase"). saya ingin ____________________(pelajari) pendidikan di sini. Bibi saya ____________________(masuki) kantor kepala sekolah. Apa yang mau Saudara ____________________(pelajari)? 21. Petani di sini sering ____________________(tanam) sayur-sayuran di pematang (dikes).9. Jagung (corn) sering ____________________(tanam) di mana? 14. Jalan mana yang mereka ____________________(lewati)? 10. Petani di sini sering ____________________(tanami) pematang dengan sayur-sayuran. 20. Apa yang ____________________(tanam) di pinggir sawah? 15.

Yang ____________________(bicarakan) guru kita tadi. Setiap hari penduduk Jalan Lembang _______________(bangun) oleh suara adzan. 3. apa? 25.5. -kan: 1.22. Kebanyakan pembeli ____________(pulang) pada siang hari untuk ____________ (istirahat). 4. Practice with prefixes and suffixes (meN-. Kita dapat _____________ (pilih) kaset musik gamelan. guru kita. 7. Pak Jon yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan. ____________________(bicarakan) Pelajaran 12. Ø. Keluarga Sudarmo sering ____________(duduki) kursi-kursi di kamar duduk. 24. beR-. Barang-barang yang sudah anda ____________ (beli) berat sekali. di-. 2. Kota Jakarta ____________(duduki) orang Belanda selama perjuangan. Siapa yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan? 23. 6. .

18. Stupa itu masing-masing ____________ (kandung) patung Buddha. 16. 17. Kopor yang berat itu tidak dapat saya _____________ (bawa). Siapa yang sedang _____________ (baca) anak itu majalah?* BENEFACTIVE KAN 13. Bambang akan ____________(kunjungi) saudara sepupunya di Wonosobo. Rumah makan itu tidak dapat saya ____________ (anjurkan). *BENEFACTIVE -KAN . 9.8. Kami akan ____________(libur) di Pulau Bali tahun depan. 12. 14. Pakaiannya sudah ____________(masuk) Sulastri ke dalam kopornya. mudahmudahan teman saya akan _____________ (bawa) saya kopor itu. Jumlah mahasiswa di Universitas Gajah Mada ____________ (lebihi) delapanbelas ribu. Karcis Sulastri ____________ (periksa) pembantu kepala setasiun.20. Perhiasan perak ____________ (buat) oleh orang yang ____________ (kerja) di pabrik perak itu. 11. 15. 19. Kamar harus anda ____________ (pesan) dahulu di losmen itu. 10. karena tidak baik.

Meja yang ____________(bentuk) bundar harus anda ____________ (letak) di sebelah kursi besar. 3. Ada banyak _________________ (kunjung) yang _________________(kunjung) ke keraton di Yogya. or nothing: 1. 25. 24. meN-. beR-.pakailah peN-. Dewasa ini Republik Indonesia ____________(perintah) oleh pemerintah di Jakarta. 22. Saya tidak suka ____________(pakai) celana jengki. Kain batik ____________ (jual) di bagian pakaian. 28.2. Akhirnya kereta api itu siap _____________(angkat). Sedikit lagi -. Pembatik itu sedang ____________ (guna)canting. 27.21. Ibu Sudarmo sedang ____________ (siap) makan pagi di dapur. 23. Apa yang akan Anda ____________________(kunjungi) nanti sore? .26.

) 12. pulang 5. Wayang kulit dapat ____________________(tonton) oleh ____________________(tonton) di depan keraton. beli (anda beli = 2nd person passive) 8.don’t peek prematurely.4. dimasukkan (= “caused to enter”.. 1. dibangunkan (=“awakened”. berlibur 9. beristirahat 6. “I can’t recommend this restaurant. Orang yang ____________________(ajar) di universitas disebut “mahasiswa” atau “ ____________________”(ajar). 9.”) 2. mengandung (masing-masing = “each”.7.5. diduduki 4. Inginkah Anda ____________________(bawa) alat ____________________(potret) ke Candi Prambanan? 6. memilih 7. anjurkan (saya anjurkan = 1st person passive. “put in”) 14. dibangun would mean “built. mengandung = “contain”) 11.10. diperiksa 10. pesan (2nd person passive) .. _______________(duduk) Yogya sangat suka para turis yang kaya. membacakan (= benefactive -kan) 13. erected. menduduki 3. 8. Here is the key for the exercise -.

letakkan (2nd person passive) 27. berbentuk 26. pemotret 6. penduduk 9. berkunjung 3. passive) 4. mengunjungi 16. membawakan (= benefactive -kan) 21. memakai 23. diperintah 28. menggunakan 1. bawa (1st person passive) 20. pelajar . dijual (agent not mentioned -. ditonton 7.“sold (by somebody)”) 24. dibuat 17. berangkat 22. belajar 10.15. menyiapkan 25. bekerja 18. penonton 8. kunjungi (2nd p. membawa 5. pengunjung 2. melebihi 19.

which indicate position in relation to the speaker. and sana 'there' (far off). Sepatu ada di bawah tempat tidur. Preposition di (in. . under" "front" "front" "back" "inside" "outside" "side" "side" "between" "edge" "other side" EXAMPLES: 1. above" "beneath.PREPOSITION Locative prepositions are: di. ke. 2. at. These three locative prepositions also can be combined with a set of locative nouns which indicate location in relation to the following noun. Shoes are under the bed. Anak-anak itu berenang ke seberang sungai. These prepositions can be combined with a set of locative pronouns. situ 'there' (not far off). Preposition ke (to) indicates movement toward. and preposition dari (from) indicates movement away. atas bawah depan muka belakang dalam luar samping sebelah antara tepi seberang "top. and dari. The locative pronouns are sini 'here' (near speaker). on) indicates that the action occurs in the place indicated by the following noun and there is no movement.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Sabtu (22/2). Read the article below carefully. Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. Kompas . the noun or subject comes before the predicate or adjective. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. Departemen Luar Negeri RI. Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English. . 3. My younger brother/sister pulls a pencil out of his/her bag. Arizal Effendi. Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. Adik saya mengeluarkan pensil dari dalam tasnya.Those children swim to the other side of the river. In Indonesian. There is one basic difference with Indonesian sentence structure.

dan Deplu AS. to be accepted to be informed. Homeland Security Department. Departemen Kehakiman (Depkeh). Departemen Kehakiman. (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. Hak Asasi Manusia (HAM). Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). Kepolisian Republik Indonesia (Polri). AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin menjanjikan memiliki bekerja Verbs to give to be treated to report to require to do to be received.Ditambahkan. AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. Meskipun tidak memiliki perjanjian. Departemen Sosial (Depsos). dan Badan Intelijen Negara (BIN). to be delivered to be led to promise to own to work Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin meN + janji + kan me + milik + i be + kerja . Dikatakan. jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS.

bail census broadcast press conference information embassy arrest. renewal flexibility. allowance necessity. That poor maid is treated badly by her boss. commitment safety extension. detention duty.menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. to vote to take care of to be allowed. . Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. obligation. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. That letter was delivered by the postman to the Budiman family. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. needs. to be permitted to monitor to assist. guarantee.

Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Arriving at home. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS. The Suharto family own many companies. Read the article below carefully. . Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Sabtu (22/2). That car has a five year has a five year warranty. Nico informed his mother about that very good news. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. Kompas .Sesampainya di rumah. The ownership of those companies is illegitimate. The extension of the working permit is issued by the immigration office.

Departemen Kehakiman (Depkeh). Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi.Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. to be delivered to be led Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin . (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. dan Deplu AS. Meskipun tidak memiliki perjanjian. Departemen Sosial (Depsos). AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. Homeland Security Department. Arizal Effendi. jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. Ditambahkan. Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Dikatakan. AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. Hak Asasi Manusia (HAM). dan Badan Intelijen Negara (BIN). Departemen Luar Negeri RI. Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. to be accepted to be informed. Departemen Kehakiman. Kepolisian Republik Indonesia (Polri). 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin Verbs to give to be treated to report to require to do to be received.

. guarantee. to vote to take care of to be allowed. That poor maid is treated badly by her boss. needs. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. detention duty. commitment safety extension. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. bail census broadcast press conference information embassy arrest.menjanjikan memiliki bekerja menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + janji + kan me + milik + i be + kerja meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to promise to own to work to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. allowance necessity. to be permitted to monitor to assist. obligation. renewal flexibility.

Bali. Indonesian-English Dictionary Tenganan. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. apa yang akan (bisa) dibawa oleh Otonomi Daerah bagi wilayah yang dihuni sekitar 600 jiwa ini. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Desa ini terbilang tetap tegar bertahan dalam arus perubahan zaman yang pesat dari teknologi informasi.002 hektar itu kini juga menanti-nantikan. The Suharto family own many companies.496. Mangku . Arriving at home. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. Bendesa Adat. That letter was delivered by the postman to the Budiman family. sekitar 65 kilometer dari Kota Denpasar. That car has a five year has a five year warranty. Desa dengan luas area sekitar 1. Sesampainya di rumah.Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. Read the article below carefully. Bisakah Tetap "Asli" TENGANAN adalah sebuah desa terpencil di Kabupaten Karangasem. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. The extension of the working permit is issued by the immigration office. The ownership of those companies is illegitimate. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Nico informed his mother about that very good news. Other important words are in PURPLE.

Widia mengungkapkan hal itu saat berbincang dengan Kompas di rumahnya yang juga merangkap sebagai art shop pertengahan Januari 2001. Kesan bahwa penanganan pariwisata di desa ini tidak dikoordinir dengan baik mulai terasa begitu kaki melangkahi gerbang utama. Tidak jelas benar berapa penghasilan per kapita penduduk Tenganan. bisa dijejaki sejak tahun 1960. Jelas. dengan deretan rumah adat yang satu sama lain persis sama dan bertahan dengan keturunan yang dipertahankan keasliannya dengan perkawinan sesama warga desa. "Namun. Wisatawan harus mengisi buku tamu. Tidak ada tiket masuk ke desa yang sekaligus menjadi obyek wisata itu. Selama ini." ujarnya. Roda kehidupan masyarakat Tenganan. Jumlah pengunjung memang menunjukkan peningkatan. sekilas pandang bisa diketahui bahwa setiap lembar kain geringsing adalah lembar yang eksklusif--sifat yang melekat pada barang buatan tangan. namun belanja souvenir mereka kurang. tentu tidak akan bisa cepat berubah begitu saja. "Kami tahu bahwa Otonomi Daerah itu dimulai tahun ini." ujar Mangku Widia. Memasuki kawasan ini. karena awig-awig tetap memiliki peran dan fungsi sentral. Tentang usia pariwisata di desa yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Amlapura ini. Dibanding kain-kain pabrikan yang dijumpai di toko-toko tekstil. langsung ada tawaran kain geringsing seharga Rp 400. Mangku Widia malahan "menawarkan" diri untuk berubah. lalu bagaimana seharusnya mengelolanya. "Tahun 1966 di sini lebih ramai daripada kunjungan di Bali Beach di Sanur. Dengan Candidasa yang berdekatan dengan lokasi desa itu saja. Sebelum masuk wisatawan harus menyumbang sukarela kepada petugas di bangunan kayu semipermanen. Sementara Candidasa sendiri baru mulai dirambah wisatawan tahun 1985.000 sampai nyaris Rp 1 juta. Tenganan tetap bertahan dengan tiga balai desanya yang kusam. kami tidak mungkin hidup sendiri. Ubud. Jangan heran dan kaget. dengan berpegang pada awig-awig atau peraturan adat desa yang sudah ditulis sejak abad 11--diperbarui tahun 1842 karena yang asli terbakar--Tenganan berhasil tegak di tengah arus keras perubahan. Begitu kaki melangkah ke art shop di dekat pintu masuk. *** TENGANAN selama ini kurang "terdengar" dalam peta pariwisata. "Kami perlu komunikasi. sampai sekarang kami belum mendapatkan petunjuk yang jelas. karena di sana berlaku sistem barter yang didasarkan pada kepemilikan kolektif atas tanaman. Dengan Otonomi Daerah. walaupun nantinya sudah menerima masukan dari "dunia luar"." ujar Mangku Widia. Kami juga perlu berhubungan dengan dunia luar." tambah Mangku Widia. Sekarang yang perlu dilihat adalah potensi kami. "Dalam satu dua tahun terakhir ini meskipun jumlah pengunjung meningkat. Ketika Kuta sudah penuh gebyar dengan kehadiran hotel dan arus wisatawannya yang melimpah. wisatawan harus melalui "gerbang" sempit yang cukup lewat satu orang. *** TENGANAN identik dengan kain geringsing. dan diperkirakan akan efektif pada bulan Mei mendatang." ujar Mangku Widia. sawah. "Selama ini pengaruh pariwisata terhadap masyarakat kami memang masih sedikit. atau Sanur. namun komunikasi kami justru mulai terbuka. tetapi. ." tambahnya. Tenganan kalah top. dan kerbau yang ini dibiarkan berkeliaran bebas di kawasan desa. Jangankan dengan Kuta.

dan akhirnya kami mengetahui caranya. jika ada hal-hal yang "khas" di Tenganan selain masyarakatnya sendiri-yang memunculkan perasaan halus berbau ironis ketika menyaksikan "keterasingan" dan kesederhanaan mereka. perlu pemrosesan selama satu bulan tujuh hari. misalnya. Ternyata itu mudah. Seterusnya. Warna kuning. Tahun pertama diawali dengan peta jalur (tracking)." Persoalannya. Jika dimungkinkan. butuh perlakuan khusus. tahun kedua mulai dilakukan komunikasi dengan desa adat. Mangku Widia bercerita. Kita hanya bisa mendoakan. Pengerjaannya pun makan waktu lama. semoga Tenganan yang penduduknya disebut Baliaga (Bali asli) tetap merupakan Bali yang "asli" yang tidak lagi terkesan muram karena kusam. dari yang terbaik sampai yang terburuk. to utter Words in italic are the base/root words ber + tahan menanti-nanti + kan di + bawa di + huni meNG + ungkap + kan . tambah Mangku Widia. tentu akan membunuh potensi pariwisata kami sendiri. masyarakat Tenganan sebaiknya dilatih untuk bisa menangkap peluang pariwisata. Kekhasan kerajinan tangan lainnya yaitu anyaman ata--bahan dasar yang didapat dari Pulau Flores." tutur Mangku Widia yang sebelum bertemu Kompas bercengkerama dengan sejumlah petugas dari Dinas Pariwisata.. harapan Mangku Widia sudah sepantasnya mendapatkan sambutan yang layak dari mereka yang berkecimpung dan memegang otorisasi di bidang pariwisata. perlu proses tiga hari. karena kain geringsing hanya diproduksi di Tenganan. prosesnya panjang. Warna merah. (bur/rik/isw) Bacaan diambil dari Kompas Senin. Harga setinggi itu bisa dikatakan tinggi dan bisa juga tidak. agar bisa muncul. berbagai kemungkinan terbuka. semuanya secara total mencapai lama pemrosesan (cuci-jemursimpan) secara tiga bulan. "Kami menghendaki guide lokal. Agar warna bisa merasuk ke dalam serat-serat benang. dari akar sunti dari Nusa Penida. yang juga pelopor kerajinan anyam-menganyam ata ini. karena warna yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan.Harga setinggi itu diberikan untuk kain selebar dua jengkal tangan dengan panjang seperti selendang. Kerajinan ini mulai dikenal di Tenganan setelah ada tameng (perisai) yang rusak dalam acara geret pandan-tarian pemuda." kata I Nengah Kedep. Nah. sudah ada sebuah yayasan di Jakarta--dia lupa namanya--yang beberapa tahun terakhir ini melakukan penjajakan untuk membuat eco-tourism di kawasan Tenganan. Warna merah.. benarkah yayasan tersebut bisa menangkap "napas" masyarakat Tenganan yang kental dengan kultur warisan tahun abad ke-11? Ataukah mereka tidak peduli akan masyarakat Tenganan melainkan diri mereka sendiri? Atau . "Kami berusaha memperbaiki sendiri tameng yang kami beli dari luar itu. tanpa harus melanggar awig-awig tinggalan para leluhur. survive to wait on and on to be carried to be occupied to pronounce. Tetapi. Sementara warna kuning berasal dari minyak kemiri. 12 Maret 2001 Kata kerja bertahan menanti-nantikan dibawa dihuni mengungkapkan Verbs hold out. Alangkah idealnya. "Kami sadar jika ini tidak segera diurus.

guideline regulation presence row. to be renovated to be maintained. to increase Kata benda perubahan pertengahan petunjuk peraturan kehadiran deretan keturunan keaslian perkawinan Nouns change. to mount. to be started to be guessed. by means of to contribute. to raise.t. to donate to fill be valid. to be defended to offer change. line descent. the center instruction. become different related to s. be in effect based on to neglect. swarm about opened followed on the trail to clear away. to be estimated serve concurrently as.t. be in contact to receive to own heard. offspring authenticity.. alteration the middle. to hold on to be written to be renewed. to be let alone roam or wander about. to cut down to indicate. audible to be coordinated felt.berbincang dimulai diperkirakan merangkap mendapatkan berpegang ditulis diperbarui dipertahankan menawarkan berubah berhubungan menerima memiliki terdengar dikoordinir terasa melangkahi memasuki melalui menyumbang mengisi berlaku didasarkan dibiarkan berkeliaran terbuka dijejaki dirambah menunjukkan meningkat ber + bincang di + mulai di + per + kira + kan me + rangkap meN + dapat + kan ber + pegang di + tulis di + per + baru + i di + per + tahan + kan meN + tawar + kan ber + ubah ber + hubung + an meN + terima me + milik + i ter + dengar di + koordinir te + rasa me + langkah + i me + masuk + i me + lalu + i meNY + sumbang meNG + isi ber + laku di + dasar + kan di + biar + kan ber + keliar + an ter + buka di + jejak + i di + rambah meN + tunjuk + an meN + tingkat to chat to be begun. originality marriage Words in italic are the base/root words per + ubah + an per + tengah + an pe + eunuch per + atur + an ke + hadir + an deret + an ke + turun + an ke + asli + an per + kawin + an . tasted to step to enter to pass through or by. to point out s. double as to get base on.

It has been for a while she waits on and on for her boyfriend. functionary building income population ownership visitation visitor the increase Kata-kata penting lainnya Other important words Words in italic are the base/root words terpencil terbilang terbakar melimpah sekaligus berjarak kawasan pengaruh ter + pencil ter + bilang ter + bakar me + limpah sekali + gus ber + jarak isolated. Suara bom itu terdengar sampai ke kawasan yang berjarak dua belas kilometer dari pusat ledakan. plentiful at the same time have a distance area influence Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Sudah lama dia menanti-nantikan kedatangan pacarnya.kehidupan berdekatan penanganan wisatawan petugas bangunan penghasilan penduduk kepemilikan kunjungan pengunjung peningkatan ke + hidup + an ber + dekat + an peN + tangan + an wisata + wan pe + tugas bangun + an peNG + hasil + an peN + duduk ke + pe + milik + an kunjung + an peNG + kunjung peN + tingkat + an life. overflow. existence be adjacent handling tourist employee. . Visitors to that isolated beach are mostly tourists from abroad (foreign countries). Para pengunjung ke pantai yang terpencil itu kebanyakan wisatawan dari manca negara. remote be calculated on fire abundant. The sound of the bomb can be heard until to the area that has a distance of twelve kilometers from the center of the blast.

Kepala Desa Arjasa. lima di antaranya terkubur tanah. Indonesian-English Dictionary Bukit Longsor Hancurkan 17 Rumah di Jember TEMPO Interaktif. kemudian terjadi longsor itu. Other important words are in PURPLE. Mursyid menuturkan. warga yang tinggal di bawah gumuk sudah bersiap-siap dengan memindahkan sejumlah barang dan ternak mereka. Suharso. 39 tahun. Read the article below carefully. Mursyid. Kabupaten Jember. Longsoran dari bukit setinggi 100 meter dengan kemiringan 40 derajat itu langsung tumpah dan mengubur sejumlah rumah beserta isinya yang ada di bawah bukit.5 hektare sawah siap panen serta jalan desa sepanjang 300 meter. Pada Senin (24/2) sore sekitar pukul 16. sedikitnya 48 keluarga warga Dusun Calok terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan sanak famili mereka yang dianggap aman. akibat longsor di Dusun Calok. kerugian yang diderita warga ditaksir mencapai Rp 60 juta. tadi siang mengatakan warga setempat sebelumnya sudah menduga akan terjadi longsor. Kecamatan Arjasa. Meski tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. sambil berkaca-kaca menatap rumahnya yang rata dengan tanah." katanya. Jawa Timur.30 WIB sempat terjadi angin puyuh disertai gerimis. menemukan tanda-tanda keretakan tanah di punggung Bukit Gujuran. “Tidak lama kemudian lindu (gempa bumi) datang sekitar dua menit. Hingga saat ini. Pada Sabtu (22/2) petang. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. (Mahbub Djunaidy-Tempo News Room) Bacaan diambil dari Tempo interaktif 25 Februari 2003 . Jember:Tujuhbelas rumah hancur. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU. kami langsung lari keluar tanpa sempat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah.” tuturnya. "Minggu siang. seorang warga.” tutur Suryani. hujan deras yang turun sejak Minggu malam hingga Senin siang sudah menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya bencana longsor seperti 1993 lalu. “Begitu terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi. Longsoran tanah dari Bukit Gujuran yang terjadi Senin malam (24/2) itu juga menimbun sedikitnya 0.BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama.

Kata kerja terkubur menimbun diderita ditaksir mencapai terpaksa mengungsi dianggap mengatakan menduga menemukan memindahkan menuturkan menimbulkan disertai mengubur berkaca-kaca menatap Verbs buried to bury. accompanied with to bury be glistening with tears to look at Words in italic are the base/root words ter + kubur meN + timbun di + derita di + taksir meN + capai ter + paksa meNG + ungsi di + anggap meNG + kata + kan meN + duga meN + temu + kan meM + pindah + kan meN + tutur + kan meN + timbul + kan di + serta + i meNG + kubur ber + kaca-kaca meN + tatap Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words longsoran kerugian keretakan kekhawatiran terjadinya terdengar longsor + an ke + rugi + an ke + retak + an ke + khawatir + an terjadi + nya ter + dengar landslide financial loss crack worry event heard Kata-kata lainnya Other words Words in italic are the base/root words sedikitnya sepanjang setempat sebelumnya sejumlah sedikit + nya se + panjang se + tempat se + belum + nya se + jumlah at least as long as. an amount of .t. to estimate to discover. appear or to come to the surface accompanied by. prior to a number of. all along at the locality before. to say to make s. to pile up suffered estimated. appraised to reach forced to to take refuge considered as to say to guess. to find to move to tell.

Lelaki tua itu menuturkan bahwa dia dianggap gila oleh orang-orang sekampungnya karena dia mengaku bahwa dia menemukan sejumlah emas di beberapa tempat di sepanjang sungai di desanya. Di tempat pengungsian. At the refugee camp. or suffering from [root word] . appearing once" bulan hari minggu kilo meter "month" "day" "week" "kilogram" "meter" bulanan harian mingguan kiloan meteran "monthly" "daily" "weekly" "by the kilo" "by the meter" Suffix -an meaning "having many [root word]. weight. Pada waktu perang. containing many [root word]. people were forced to take refuge to another place. appearing once in the measure indicated by the root word. Every day many people pile the garbage up at the garbage dump. happening. That old man says that he is considered as crazy by the people of his village because he claims that he finds an amount of gold at several places along the river in his village. these refugees which number was estimated reaching at least ten thousands very suffered. Semakin lama timbunan itu menjadi semakin tinggi. In the wartime. With some nouns bases -an derives adjectives meaning "having many [root word]. orang-orang terpaksa mengungsi ke tempat lain. As the time passes by. happening. suffix -an forms adjectives meaning "done. the pile becomes higher. or suffering from [root word]. SUFFIX -an With measures of time." Suffix -an forms adjectives meaning "done. para pengungsi yang jumlahnya ditaksir mencapai sedikit-dikitnya sepuluh ribu orang ini sangat menderita.setinggi kemiringan se + tinggi ke + miring + an as high as slope Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Setiap hari banyak orang menimbun sampah di tempat penimbunan sampah. and distance. containing many [root word].

James Neil. Meskipun masih muda. 4. London. Routledge. Those used clothes are sold by the kilo. on. The suffix -i has several meanings. 'O' magazine is a monthly magazine. ia sudah ubanan.cacing jamur kudis semut uban "worm" "fungus. The following list gives some verb which take -i in the locational meaning: datang dekat duduk jalan jauh ketemu "come" "near" "sit" "walk" "far" "meet" datangi dekati duduki jalani jauhi ketemui "come to" "approach (go near to)" "sit on" "walk on" "go far from" "go to meet with" . Majalah 'O' adalah sebuah majalah bulanan. 1996. 2. Baju-baju bekas itu dijual secara kiloan. he is gray-haired already. in. mould" "scabies" "ant" "gray hair" cacingan jamuran kudisan semutan ubanan "infested with worms" "mouldy" "suffering from scabies" "suffer pins and needles" "gray haired" EXAMPLES: 1. 3. from" that is the verb refers to an object which is the location of the action. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. One meaning of verbs with -i which we have seen in the basic sentences is "do at. Banyak anak kecil yang menderita cacingan. SUFFIX -i The suffix -i is added to roots to form transitive verbs (verbs which take a prefix meN and have passives). Many small children are infested with worms. Even though he is still young.

e. "return something. in" "sleep on. climb" "go home" "arrive" "be happy" "rent" habiskan kawinkan kembalikan kosongkan kurangkan lahirkan mandikan naikkan pulangkan sampaikan senangkan sewakan "use up." 1 and 2 have the same meaning. or as we would express it in English. In colloquial speech one usually expresses idea with a phrase having a similar meaning which does not contain a verb with -i (usually a verb with no -i and a preposition): (1) Anak itu senang sekali menulis di buku temannya. used up. his his SUFFIX -kan One large class of roots.kirim tanam tidur tulis "send" "plant" "sleep" "write" kirimi tanami tiduri tulisi "send to" "plant on. we have seen kembali meaning "return.. "use something up. "That kid likes to write on friend's books." Kembalikan means "make something return". The meaning of verbs formed by adding -kan to these roots is "cause to be [root]. finish up" "marry off" "return something" "empty something out" "make something less" "give birth (cause to be born)" "bath someone" "put upward. "That kid likes to writes on friend's books." Habiskan means "cause to be finished". with" "write on" The suffix -i is used mainly in writing and formal speech. some of which are adjectives uses -kan to make causatives. allow to ride" "send home (cause to go home)" "pass forward (cause to arrive)" "make happy" "rent out" ." habis kawin kembali kosong kurang lahir mandi naik pulang sampai senang sewa "all gone" "be married" "return" "empty" "be less" "be born" "bath" "ride." (2) Anak itu senang sekali menulisi buku temannya." For example we know the root habis 'finished." Similarly. i.

a base ends with k loses the k. Tonight empty out this garbage bin. Suffix -anda." says mother." say the university students to the government." kata ibu. In most cases. base ends with a vowel ibu "mother" ibunda Suffix -nda. finish up that food!. Tolong kembalikan buku saya. Pass forward these news to your family.tinggal turun "stay. -nda Suffixes -anda and -nda are added to pronouns and kin terms to form honorific addresses to show respect. base ends with a consonant ayah "father" ayahanda Suffix -nda. younger sister" kakanda adinda . 5. Sampaikan berita ini kepada keluarga Anda." kata para mahasiswa kepada pemerintah. Suffix -anda is added to bases which end with a consonant and suffix -nda to bases which end with a vowel. "Dani. then followed with -nda. habiskan makanan itu!. 3. 4. Nanti malam kosongkan tong sampah ini. Please return my book. 2. remain" "go down. base ends with k kakak adik "older brother. "Lower the price of the rice!. older sister" "younger brother. "Dani. get off" tinggalkan turunkan "leave behind (cause to remain)" "lower" EXAMPLES: 1. "Turunkan harga beras!. SUFFIXES -anda.

The suffix -man derives one noun only. both borrowed from Sanskrit. Suffixes wan and -wati. London.nenek anak "grandmother" "child" nenenda ananda Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon.f) karyawati (f) seniman (m. Routledge. and -man Suffix -wan occurs with bases to indicate a person associated with the base. Suffix -wan. The form -wan refers to both male and female and the form -wati refer to female only. property" "science" "sport" "clergy" "history" hartawan ilmuwan olahragawan rohaniwan sejara(h)wan wealthy person scientist sportsman/woman clergyman historian Suffix -wan to indicate male (m) and -wati to indicate female (f) karya seni wisuda "work" "art" "graduation" karyawan (m.f) seniwati (f) wisudawan (m.f) male/female artist EXAMPLE: . -wati. 1996. SUFFIXES -wan. James Neil.f) wisudawati (f) male/female worker female worker male/female artist female artist graduating male/female graduating female Suffix -man seni "art" seniman (m. are the only affixes making gender distinction. indicates a person (male or female) associated with the base harta ilmu olahraga rohani sejarah "wealth.

Para ilmuwan sedang berusaha menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit kanker. for instance. 1996. Hartawan itu sangat murah hati. wan.1. The scientists are trying to find medicine to cure cancer. Ada banyak seniman yang tinggal di desa itu. masuki. James Neil. That wealthy person is very generous. Routledge. For example : pangkalan. etc Prefixs (Awalan) Prefiks or awalan is an element that is structurally being put in front of a word. anda suffix -man. 4. London. There are many artists live in that village. Para wisudawan sedang memasuki ruangan untuk upacara wisuda. 3. buatan. -wati    Suffix or akhiran is an element that is structurally being placed on the tail end of a verb. 2. the word "membeli" is made up . The graduating people are entering the room for graduation ceremony. hukuman. sayangkan. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. Suffix (Akhiran) Click on the blue word here  suffix an suffix -i suffix kan   suffix -nya suffix -nda.

. If you don't understand. ..prefix attached to a verb root the resulting verb is a reflexsive verb. Kalau Anda tidak mengerti. belanja berbelanja "shop" bicara berbicara "talk.. kerja bekerja "work" ajar belajar "study" Exercise EXAMPLES: 1.. speak" "gather together" "ask" "stop" Lists of example for ber.. Anda bisa bertanya kepada ibu dosen..of the prefix "mem-" + "beli" which is a root word (kata dasar).+ Noun nama umur sepeda jalan sekolah bernama berumur bersepeda berjalan bersekolah "having the name" "having the age of" "to go by bicycle" "walk" "attend school.. you may ask the (female university) teacher. and adding the ber.prefix to a noun.prefix. When the ber. Click on the prefixes listed below to learn more about each one:  prefix ber prefix di   prefix keprefix peprefix ter-   prefix meprefix se- PREFIX BERThere are two types of verbs with the ber.prefix to a root verb. These are list of example for adding berto the root... study" kumpul berkumpul tanya henti bertanya berhenti Irregular prefix berClick here.. those formed by adding the ber.

is added to a few root words to form nouns. Routledge. Sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa Pak Amat pergi meninggalkan kita. . 2. Hasan bersekolah di SMA Negeri di kota Surabaya. London. PREFIX KePrefix ke. Kerangka orang yang hilang itu ditemukan di tengah hutan. 4. Anton dan Rini menjadi sepasang kekasih selama empat tahun. James Neil. My dog has a name "Bleki" and he is two years old. will" "love" "skeleton. Budiman was elected as the chairman of the youth organization in his village. It is God's will that Pak Amat left us (passed away). 3. Ibu Sumirat bekerja di sebuah rumah sakit tidak jauh dari rumahnya. Anton and Rini become a couple of lovers for four years. will" "lover" "skeleton" "chairman" EXAMPLES: 1. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. 3. 1996. Ibu Sumirat works at a hospital not far from her house. Hasan attends school at SMA Negeri (state high school) in the city of Surabaya. Anjing saya bernama "Bleki" dan dia berumur dua tahun. The skeleton of the missing person was found in the forest. framework" "old" kehendak kekasih kerangka ketua "desire.2. 4. hendak kasih rangka tua "want. Budiman terpilih menjadi ketua organisasi pemuda di desanya.

Para penjahat itu sudah ditangkap polisi. 4. Elvi Sukaesih adalah seorang penyanyi 'dangdut' yang terkenal di Indonesia. 3. With a stative meaning-that is. PREFIX terThe prefix ter.is added to verb roots to form stative verbs. Elvi Sukaesih is a famous 'dangdut' singer in Indonesia.PREFIX -pe EXAMPLES: 1. 2. roots that refer to . Pak Joko works as a well digger. Jumlah pemakai internet di Indonesia belum banyak. Pak Joko bekerja sebagai penggali sumur. The number of internet users in Indonesia has not many yet. The criminals have been captured by the police.

"He sat in the front." a (2) Dia jatuh terduduk. go inside" termasuk sedia tidur tutup "be ready" "sleep" "closed" tersedia tertidur tertutup EXAMPLE: a (1) Dia duduk di depan." b (1) Pedagang itu mandi setelah bangun. "He fell into a sitting position." . the prefix terforms a word that emphasizes the accidentally of the action by which the state came into being or that is has been possible for the state to have come into being. which also occur prefixed by ter-: bangun biasa buka dapat duduk "be awake. The following list gives stative forms that we have so far.the state of something or of a person. get up" "be accustomed to" "open" "be in hand after having been obtained" "be seated" terbangun terbiasa terbuka terdapat terduduk "be awakened by something that does not intend to awake" "get accustomed to something by" "accidentally come open" "be available" "fall into a sitting position" "be reminded by something that does not intend to remind one" "be included in a group or accidentally get into something" "be made available for use" "fall asleep" "be locked" ingat "remember" teringat masuk "enter. "The merchant took a bath after he woke up.

"A good time in the meN-s room" click here for an easy-to-print version of the chart below EXAMPLES: 1. adding meN-. finding roots. Ibu membeli daging. Ibu bought meat. dan sayur-sayuran di pasar. and vegetables at the market. 2. ." PREFIX MEclick here for Exercise To learn more about prefix meN-: meN. egg.worksheet 1. telur.b (2) Dia terbangun karena ribut di luar kamarnya. "He was awakened by a noise outside of his room.

The sellers sell food and drink. To form cardinal numbers sepuluh sebelas seratus seribu sejuta semilyar To form fractions sepertiga seperempat seperlima sepersepuluh seperduapuluh But: setengah or separuh To replace "satu" before classifiers ekor (tail) helai (piece) orang (person) titik (dot. 3. A lot of garbage pile up by the side of the street. Ibu Harun meyakinkan Michael bahwa sekolah itu adalah sekolah yang baik.occurs with group numbers to form cardinal numbers and in fractions. It also replaces the number "satu" before classifiers. 5. drop) gelas (glass) piring (plate) cangkir (cup) seekor kuda sehelai kain batik seorang wanita setitik air segelas susu sepiring nasi secangkir kopi "a "a "a "a "a "a "a horse" piece of batik cloth" woman" drop of water" glass of milk" plate of rice" cup of coffee" "one third" "one fourth" "one fifth" "one tenth" "one twentieth" "half" "ten" "eleven" "one hundred" "one thousand" "one million" "one billion" EXAMPLES: .2. Banyak sampah menggunung di pinggir jalan. PREFIX SePrefix Se. 4. You may rent a car at 'Enterprise'. Ibu harun assures Michael that the school is a good school. Para penjual menjual makanan dan minuman. Anda bisa menyewa mobil di 'Enterprise'.

London. Circumfix ke-." Click on the circumfix listed below to learn more about each one: Circumfix ke-..-an Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX ke-. verbs... Hanya seperlima dari penduduk desa itu yang tidak buta huruf. dibutuhkan tepung sebanyak setengah kilogram.." which is a root word (kata dasar) + "-an. Circumfix (Gabungan) Circumfix or gabungan is a combined element that is structurally being put in front and at the end of a word. and other classes. 2. ten of them are females.an Circumfix peN-. However... To make that cake. 4. in a few cases this is not so.. 1996.. James Neil.1. Ada sebelas orang mahasiswa di kelas ini. 3. sepuluh di antaranya adalah wanita.. There are eleven students in this class. Such nouns are generally of an abstract nature. the word "penembakan" is made up of the prefix "peN-" + "tembak.-an forms nouns from adjectives. which then mean "having to .. Untuk membuat kue itu.. In general. for instance.-an also can be based on nouns. Routledge. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. the meaning of the noun can be predicted from the meaning of the adjective base.-an Circumfix ke-..-an Circumfix per-. This morning I saw a beautiful woman who was buying a piece of batik cloth whilst her husband was buying a plate of fried banana and a cup of coffee. Tadi pagi saya melihat seorang wanita cantik sedang membeli sehelai kain batik sementara suaminya membeli sepiring pisang goreng dan secangkir kopi. Only one-fifth of the population of that village who are literate. needed flour a half kilogram.

or in.. The beauty of that young woman is admired by many people. ..." These are list of examples of nouns which identify the characteristics of the adjectives These are list of examples of nouns which DO NOT identify the characteristics of the adjectives baik kebaikan "kindness" berat malu terang keberatan kemaluan "objection" "genital" bebas kebebasan "freedom" bersih kebersihan "cleanliness" cantik kecantikan "beauty" keterangan "explanation" sehat kesehatan "health" Circumfix ke-. Kecantikan gadis muda itu dikagumi oleh banyak orang.-an that means "having to do with [base]" adil jujur ketidak-adilan "injustice" ketidakjujuran ketidakpuasan ketidaksenangan "dishonesty" anggota keanggotaan "membership" daerah ibu wanita kedaerahan keibuan kewanitaan "regionalism" "motherliness" "femininity" puas "dissatisfaction" senang "displeasure" EXAMPLES: 1. which correspond with dis..do with [base].-an can be combined with NOT.in English Circumfix ke-.

." Other nouns relate with the object of the corresponding verb.-an forms nouns which refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to. peN-.-an nouns refer to the pace where the action of the corresponding verb typically occurs... 1996 Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX peN-. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. 3.2.-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb typically occurs . A number of peN-.-an nouns that refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to" peN-. Para demonstran itu menyatakan ketidak-puasannya terhadap pemerintah..... Rasa keibuannya timbul ketika ia melihat bayi malang itu. London. The demonstrators raise their dissatisfaction toward the government.-an Circumfix peN-.... Bapak and Ibu Sadli raise an objection if Susi comes home late at night. 4. Bapak dan Ibu Sadli menyatakan keberatan kalau Susi pulang larut malam. Her feeling of motherliness grew when she saw that poor baby.

T. London... 1996 .satu tulis penyatuan penulisan "the uniting of" giling "the writing of" cuci pencucian "the collecting of" inap penginapan "the stopping of" "the sending of" "laundry. Pak Budi sekeluarga menginap di sebuah penginapan di pantai. Makmur dilakukan dengan truk-truk. 2. Pemandangan dari jendela kamar Pak Budi indah sekali. scenery" "announcement" EXAMPLES: 1. Makmur's commodities are carried out by trucks. act of exiling" penggilingan "mill" kumpul pengumpulan henti penghentian buang pembuangan kirim pengiriman peN-. Pak Budi and his family stayed overnight at a lodging by the beach. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. The view from Pak Budi's room's window is very beautiful. Pengiriman barang-barang P.T. The sending of P.-an nouns relate with the object of the corresponding verb pandang umum memandang mengumumkan pemandangan pengumuman "view. act of washing" "lodging. 3. inn" "exile.

....... Some per.-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base] Circumfix per-.. agreement" "meeting" persaudaraan "brotherhood" persekutuan "alliance" "representation.. Per-.-an Circumfix per-.-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb.. With limited usage..-an forms nouns referring to road intersections. Some per-... Per-..-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates...-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates.-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb budak musuh saudara sekutu perbudakan permusuhan "slavery" "enmity" kerja ajar gerak bekerja belajar bergerak pekerjaan pelajaran pergerakan "work" "lesson" "movement" "promise..-an forms nouns referring to road intersections per-.an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs.-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base].Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX per-. delegation" janji berjanji perjanjian wakil perwakilan temu bertemu pertemuan per-... per-.-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs tiga pertigaan "three-way intersection" henti judi perhentian perjudian "stopping place" "gambling place" .... per-.

There is slavery in the United States' history. There are many traditional textile mill industries in Bali. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. 3. Ada banyak usaha pertenunan tradisional di Bali. 2. Traffict lights at the cross-roads in front of the campus have been installed. London. The (university) students like Bahasa Indonesia lesson very much. 4. Ada perbudakan dalam sejarah negara Amerika Serikat. Lampu lalu lintas di perempatan di depan kampus sudah dipasang. 1996 .empat perempatan "cross-roads" cetak tenun percetakan pertenunan "printery" "textile mill" EXAMPLES: 1. Para mahasiswa sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->