TATARAN FONOLOGI Fonologi ialah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa

(Chaer, 1994). Satuan bunyi dibedakan antara fonetik dan fonemik. Fonetik ialah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna. Misalnya : bunyi [i] pada kata [intan], [angin], dan [batik] tidak sama. Tulisan fonetik dibuat berdasarkan aksara latin yang ditambah dengan sejumlah tanda diakritik dan sejumlah modifikasinya. Ini dilakukan karena jumlah bunyi melebihi 26 aksara latin. Bunyi terdiri dari kelompok bunyi vokal dan konsonan. Di samping itu, ada bunyi diftong atau vokal rangkap, karena posisi lidah pada bagian awal dan akhir bunyi tidak sama. Misalnya bunyi [au] pada kata kerbau, [ai] pada kata cukai, dan lain-lain. Bunyi konsonan diklasifikasikan atas (1) posisi pita suara (bergetar atau tidak bergetar), (2) tempat artikulasi (labial, dental), dan (3) cara artikulasi (sengau, hambat). Fonetik terdiri dari : 1) Fonetik auditoris (penerimaan bunyi oleh telinga) 2) Fonetik artikulasi (penerbitan bunyi oleh alat ucap manusia) 3) Fonetik akustik (ciri-ciri bunyi bahasa akibat peristiwa fisika) Fonemik adalah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bahasa sebagai pembeda makna. Contoh: bunyi [p] dan [b] pada kata [paru] dan [baru] menyebabkan perbedaan makna. Karena itu [p] dan [b] disebut fonem. Bunyi yang tidak membedakan makna bukan fonem. Bunyi [t] dan [th] dalam bahasa Inggris bukanlah dua fonem yang berbeda, tetapi dua buah bunyi dari sebuah fonem yang sama. Variasi bunyi yang timbul dari realisasi fonem disebut alofon. Fonem [i] dalam bahasa Indonesia, misalnya, mempunyai empat buah alofon, yaitu bunyi [i] dalam kata cita, tarik, ingkar, dan kali. Klasifikasi Konsonan: 1) Berdasarkan artikulator dan titik artikulasi Bilabial : b, p, m, w Palatal : c, j, ny, y Velar : k, g, kh, ng Dental : t, d, n 2) Berdasarkan jalan keluar udara Bunyi oral : p, b, w, r, dan lain-lain Bunyi nasal : m, n, ng, ny 3) Berdasarkan halangan yang dijumpai saat udara keluar Hambat atau stop : p, b, k, t, d Frikatif atau geser : f, v Spiran atau desis : s, z, sy

Trill atau getar : r Lateral : l 4) Berdasarkan getaran pita suara Bersuara : b, c, d, f, g, h, dan lain-lain Tidak bersuara : k, t, p, s Perubahan Fonem

a. Asimilasi dan Disimilasi
Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain, sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya. Misalnya, [Sabtu] diucapkan [saptu] karena pengaruh bunyi [t]. Atau fonem yang tidak sama dijakdikan sama. Misalnya, [al salam] menjadi [assalam] Jika dalam asimilasi, dua bunyi yang berbeda menjadi sama, maka disimilasi perubahan itu menyebabkan dua fonem yang sama menjadi berbeda. Misalnya kata [citta] dalam bahasa Sanskerta berubah menjadi [cinta] dan [cipta]. Jadi ada perubahan bunyi [tt] menjadi [nt] dan [pt].

a. Metatesis dan Epentesis
Metatesis adalah sebuah bunyi yang bertukar tempat dengan bunyi yang lain. Misalnya [brantas] dan [bantras], [jalur] dan [lajur], [almari] dan [lemari]. Epentetis terjadi jika sebuah fonem disisipkan dalam sebuah kata. Misalnya [kapak] menjadi [kampak]

a. Kontraksi
Kontraksi terjadi pemendekan ujaran dalam percakapan yang cepat. Misalnya, [tidak tahu] menjadi [ndak tahu], [shall not] menjadi [shan‟t], dan lain-lain.

a. Diftongisasi
Proses perubahan satu vokal menjadi diftong. Misalnya, [sentosa] menjadi [sentausa]

a. Monoftongisasi
Proses perubahan diftong menjadi satu vokal. Misalnya, [satai] menjadi [sate], atau [pulau] menjadi [pulo].

a. Sandi
Sandi adalah dua vokal berturut lebur menjadi satu vokal. Misalnya [pesantrian] menjadi [pesantren].

a. Adaptasi
Adaptasi adalah penyesuaian bentuk. Misalnya, [chauffeur] menjadi [sopir], atau [goal] menjadi [gol].

a. Analogi
Analogi adalah pembentukan kata berdasarkan bentuk yang sudah ada. Misalnya [sastrawan] menjadi [sastrawati].

a. Hiperkorek
Membetulkan yang tepat sehingga menjadi salah. Misalnya, [surga] menjadi [syurga], [pihak] menjadi [fihak].

a. Haplologi
Haplologi adalah penghilangan sebuah suku kata di tengah kata. Misalnya, [budhidaya] menjadi [budidaya], [mahardika] menjadi [merdeka].

TATARAN MORFOLOGI Istilah morfem diperkenalkan oleh kaum strukturalis karena tata bahasa tradisional tidak mengenalnya. Morfem memang bukan satuan sintaksis. Morfem adalah satuan terkecil yang mempunyai dan mempengaruhi arti. Keseluruhan ilmu yang mempelajari proses pembentuka kata disebut Morfologi. Di samping itu, dikenal juga istilah morfofonemik, yaitu peristiwa berubahnya wujud morfem karena pengaruh 1) afiksasi, 2) reduplikasi, dan 3) komposisi. Alomorf adalah variasi bentuk yang berlainan dari morfem yang sama. Misalnya variasi imbuhan me- pada kata melihat, membaca, mendengar, menyanyi, dan menggali. Dengan demikian me- mendapat sengau sesuai dengan lingkungannya. Klasifikasi Morfem:

a. Morfem bebas
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan. Misalnya meja (KB), pukul (KK), manis (KS), dan telah (KT). Morfem ini biasa juga disebut dengan morfem bermakna leksikal.

a. Morfem terikat
Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri, hanya mempunyai makna jika bergabung dengan bentuk lain. Morfem ini terdiri dari : imbuhan, pokok kata, bentuk unik, partikel, klitika, dan kata tugas yang tidak dapat berdiri sendiri. Morfem ini juga disebut dengan morfem tidak bermakna leksikal. Di samping itu, Verhaar menyebut kelompok morfem prakategorial atau bentuk pradasar. Secara semantik morfem ini mempunyai makna, tetapi secara gramatikal tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya [juang], [henti], dan [gaul]. Dalam kelompok ini juga termasuk sejumlah morfem yang hanya dapat muncul pada pasangan yang tetap (morfem unik). Misalnya [renta] pada tua renta, [kerontang] pada kering kerontang, dan [kuyup] pada kata basah kuyup. Preposisi dan konjungsi juga tidak dapat berdiri sendiri, tetapi mempunyai makna. Morfem dasar, dapat berwujud morfem terikat, bisa juga morfem bebas. Sebuah morfem dasar dapat menjadi sebuah bentuk dasar dalam proses morfologi. Morfem dasar dapat diberi afiksasi, reduplikasi, atau bergabung dengan morfem lain. Bentuk dasar adalah bentuk yang menjadi dasar dalam proses morfologis, dapat berupa morfem tunggal atau morfem gabungan. Misalnya: Komposisi Memperbaiki Keanekaragaman Kata Kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian, atau deretan huruf yang diapit oleh dua spasi dan mempunyai satu arti (Tatabahasa Tradisional). Bloomfield (tatabahasa Struktural) menyatakan bahwa kata adalah satuan bebas terkecil (a minimal free form). Linguistik Eropah mengemukakan syarat-syarat sebuah kata: 1) mempunyai susunan fonem yang urutannya tetap serta tidak dapat diselipi fonem lain, 2) mempunyai kebebasan berpindah tempat. Syarat kedua ini menjadi perdebatan, misalnya kalimat Nenek membaca koran kemarin, ternyata dapat dipertukarkan susunannya. Tatabahasa Tradisional mengklasifikasikan kata atas kategori makna dan kategori fungsi. Kategori makna digunakan untuk mengklasifikasikan verba, nomina, dan ajektiva. Kategori fungsi digunakan untuk pengelompokan preposisi, konjungsi, advervia, dan pronomina. Bentuk Dasar Perbaiki aneka ragam Morfem Dasar Baik aneka dan ragam

Verba (KK) adalah kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan, dapat berdistribusi di belakang kata tidak…. Nomina (KB) adalah kata yang menyatakan benda atau yang dibendakan, dapat mengisi konstruksi bukan …. Ajektiva (KS) adalah kata yang menyatakan sifat, atau dapat mengisi konstruksi sangat…… Beberapa kata dalam bahasa yang berfleksi (Bhs. Arab, Latin, dan Sanskerta), hanya dapat digunakan dalam kalimat jika bentuknya disesuaikan dengan kategori gramatikal yang berlaku. Misalnya dengan afiksasi atau modifikasi lain terhadap bentuk dasar. Proses inflektif ini tidak mengakibatkan pembentukan kata baru. Berbeda dengan itu, derivatif membentuk kata baru. Misalnya, [nyanyi] dengan [penyanyi]. Antara kedua kata itu berbeda identitas leksikalnya. Kelas Kata 1. Aliran Tradisional Aliran ini membagi kata atas 10 kelas sesuai dengan konsep Aristoteles, yakni: a) kata benda (kata yang menerangkan nama suatu benda atau yang dibendakan). Misalnya, lemari, kemanusiaan b) kata sifat (kata yang menyatakan sifat atau keadaan suatu benda). Misalnya, keriting, manis c) kata kerja (kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan). Misalnya: tendang, berjalan-jalan d) kata keterangan (kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan lain-lain). Misalnya: (1) keterangan waktu : sesudah, sebelum, ketika (2) keterangan tempat : di sini, ke sana, dari sana (3) keterangan syarat : jika, kalau, seandainya (4) keterangan sebab : sebab, karena (5) keterangan akibat : sehingga, karena itu (6) keterangan tujuan : agar, supaya, untuk, guna, buat (7) keterangan perwatasan : kecuali, hanya, selain e) kata ganti (kata yang menggantikan kata benda) : (1) kata ganti orang : aku, kau, dia, kita, mereka (2) kata ganti penghubung : yang, bahwa (3) kata ganti penunjuk : itu, ini, tersebut (4) kata ganti penanya : apa, siapa, di mana (5) kata ganti tak tentu : berapa

(6) kata ganti milik : -nya f) kata bilangan (menyatakan jumlah, urutan atau tingkat suatu benda) : (1) bilangan utama : satu, sepuluh (2) bilangan tingkat : pertama, kelima (3) bilangan tak tentu : beberapa, tiap-tiap (4) bilangan kumpulan : berdua, kedua hal itu (5) bilangan bantu : sebuah, seekor, seutas, seorang, sepucuk g) kata depan (kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat) : di, ke, dari, pada h) kata sambung (kata yang menghubungkan suatu kata dengan kata lain, menghubungkan bagianbagian dalam kalimat, atau menghubungkan antarkalimat): (1) menunjukkan gabungan : dan, serta, lagipula (2) menunjukkan pertentangan : tetapi, melainkan, sedangkan (3) menyatakan penjelas : yakni, yaitu i) kata sandang (kata yang menentukan atau membatasi sesuatu) : si, sang, yang, para j) kata seru (menyatakan luapan perasaan) : wah!, kasihan!, Ya ampun! 2. Aliran Struktural a) kata benda (semua kata yang dapat diperluas dengan menambahkan yang + kata sifat). Contoh : adik yang cantik, bulan yang merah b) kata kerja (yang dapat diperluas dengan menambahkan kata dengan + kata sifat). Misalnya : lari dengan cepat, menatap dengan lembut, c) kata sifat (yang dapat diperluas dengan kata amat…., paling…., sangat…. dan …sekali). Contoh: amat indah, paling tinggi, sangat sedih, merah sekali. d) kata tugas (kata yang fungsinya untuk memperluas atau mengadakan transformasi kalimat, kata tersebut tidak dapat menduduki fungsi subyek, predikat, dan objek. Misalnya: di, yang, tetapi, dan lain-lain. Afikasasi Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Afiksasi berkaitan dengan : 1) dasar atau bentuk dasar, 2) jenis afiks, dan 3) makna gramatikal yang ditimbulkan. Dasar atau bentuk dasar dapat berupa akar atau berupa bentuk kompleks. Tata bahasa Indonesia mengenal adanya prefiks me- yang bersifat inflektif (misalnya me- yang menunjukkan bentuk aktif pada kata menendang) dan me- sebagai bentuk derivatif (misalnya me- pada kata mematung). Imbuhan (Afiks) terdiri dari : 2) Prefiks (awalan) : ber-, se-, me-, di-, ke-, pe-, per-, ter-

in 4) Sufiks (akhiran) : -i.3) Infiks (sisipan) : -el-. orang yang gemar/suka orang yang bersifat membuat jadi (kausatif) menganggap sebagai orang yang berprofesi/ahli ber… orang yang ber… seseorang yang di … sesuatu yang di … kumpulan bilangan bilangan tingkat menyatakan pasif Satu seluruh…. se-nya. se-an. -em-. -nya 5) Konfiks (imbuhan gabung) : pe-an. berlaku seperti …. -er-. -an. menjadi ….. menjadi seperti …. menuju ke … mencari …. Alat orang yang me… orang yang di …. menghisap …. ber-an atau mem/per/kan... per-an. orang yang di …. Makna yang ditimbulkan oleh afiksasi adalah : Prefiks MeContoh Menggulai Menepi Merotan Menyemir Mengabdi Membeku Melembaga Menyapu Mengeong Merokok Menari Beratap Bersepeda Bersuara Berkedai Bergembira Bertante Berlima Berjemur Bergulat Terbesar Terpijak Terendam Tercetak Tertulang Tertutup Terdakwa Penggaris Peneliti Pesuruh Pemabuk Pemalu Perdua Perdewa Petinju Pejalan Kekasih Kehendak kedua + KB KB + kedua Ditulis Selembar Sedunia Sesampai Sedalam Sekamar Makna membuat jadi …. -kan.. melakukan perbuatan Mempunyai mengendarai/menggunakan Mengeluarkan Mengusaha dalam keadaan memanggil sebagai terdiri dari (kolektif) melakukan perbuatan untuk diri sendiri (reflesif) berbalasan (resiprok) paling (superlatif) tiba-tiba/tak sengaja/spontanitas terus-menerus/kontinuitas sudah di (perfektif) sampai ke (mengenai) dalam keadaan ……. membubuhi …. di/per/kan. ke-an. bekerja dengan alat … mengeluarkan bunyi …. di/i. segera setelah/sesudah sama seperti berada dalam ber- Ter- Pe- per- Ke- dise- .

pelatuk Gelembung Serabut Seruling Gerigi Gemilang Contoh Lukai hormati pukuli masuki kelilingi Kuliti Sisiki Bului besarkan sarankan bukakan kandangkan kuburan ayunan daratan harian tulisan manisan makanan tahun 90-an Contoh pelatihan pemukiman penyelesaian penghargaan permukiman pergerakan persatuan perpustakaan kelurahan kesehatan ketinggalan kehabisan Kebesaran kehujanan bersalaman berdatangan mempertemukan mempersatukan Memperbaiki Mempersenjatai Mempelajari paling (superlatif) Makna alat me… Bersifat Bersifat Alat kumpulan/banyak Bersifat Makna membuat jadi. (kausatif) memberi hormat berulang-ulang (repetitif) masuk ke (lokatif) (berkeliling di) lokatif membersihkan mencabut membuang membuat jadi (kausatif) memberi melakukan perbuatan untuk orang lain memasukkan ke tempat alat kumpulan tiap-tiap hasil sesuatu yang bersifat sesuatu yang di sekitar/kira-kira Makna proses/perbuatan tempat hasil perbuatan tempat ber… Hal/keadaan hasil ber… kumpulan tempat ber Hal yang… tiba-tiba/tak sengaja menderita hal terlalu dikenai berbalasan (resiprok) berulang-ulang (intensitas frekuensi) membuat jadi ber… (kausatif) membuat jadi (kausatif) penekanan kualitas (intensitas) Reduplikasi ..Infiks -el-er- -emSufiks -i -kan -an Konfiks Pe-an per-an Ke-an ber-an mem-perkan mem-per-i secepat-cepatnya Contoh telunjuk.

e. Bentuk reduplikasi ini dapat bersifat paradigmatis (infleksional). misalnya: dag-dig-dug. Sebaliknya ada juga reduplikasi yang bersifat derivasional. bentuk-bentuk seperti kita-kitai atau merekamereka sebenarnya dapat diterima. yang berarti banyak meja. perubahan-perubahan Kata ulang bervariasi bunyi atau dwilingga salin suara (perulangan atas seluruh suku kata. . ilmu pengetahuan. cas-cis-cus. yakni yang tidak mengubah identitas leksikalnya. Misalnya: laba-laba yang dalam tata bahasa tradisional dianggap berasal dari kata laba. Misalnya: meja-meja. Kata ulang penuh atau dwilingga (pengulangan penuh pada kata dasar atau kata jadian. Trilingga (pengulangan morfem dasar sampai dua kali). tetapi salah satu lingga-nya terjadi perubahan bunyi. ngak-ngikngok. c. tetapi tidak jelas bentuk yang diulang). sayur-mayur Kata ulang berimbuhan (perulangan dengan salah satu lingganya mendapat tambahan imbuhan). Misalnya: surat-menyurat. Di samping itu. d. serba-serbi. Karena reduplikasi dalam bahasa Indonesia dapat bersifat derivasional. meja-meja. baik secara keseluruhan. atau dengan perubahan bunyi. Misalnya: kupu-kupu. yakni yang membentuk kata baru. f. sebagian ahli mengemukakan adanya bentuk reduplikasi semantis yang terdiri dari dua kata yang bermakna sinonim membentuk kesatuan gramatikal. gado-gado Kata ulang dwipurwa (ulangan pada awal suku kata). bertanya-tanya Kata ulang semu (menurut STA. tetapi hanya memberi makna gramatikal. lelaki. Misalnya: b. kekasih. tampaknya hasil reduplikasi. kehendak. hancur luluh (Chaer.Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar. sebagian (parsial). alim ulama. Misalnya. 1994). tetangga. lauk pauk. Misalnya : bolak-balik. karena itu. Misalnya: rerumputan. Jenis-jenis reduplikasi adalah: a. pepohonan.

tidak bersifat sintaksis (Verhaar. 2) kata majemuk subordinatif (tidak sejajar). . meja hijau (pengadilan). contoh: rumah sakit. dan mata sapi (telur) bukanlah kata majemuk. tanam-tanaman Makna menyerupai menyatakan hal agak atau melemahkan serba atau seragam berbalasan (resiprok) meskipun. di antara kamar mandi tidak dapat diselipi kata yang. Konstruksi seperti ini sangat banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia. kereta api. sehingga beberapa di antaranya menimbulkan perdebatan. Kridalaksana membedakan antara kata majemuk dengan idiom. rumah-rumahan masak-memasak. daya juang. Misalnya. contoh : siang malam. tetapi idiom. yakni frase yang bermakna kiasan. keibu-ibuan tidur-tiduran. berjalan-jalan meja-meja kuat-kuat memukul-mukul buah-buahan. kumis kucing (untuk menyatakan jenis tumbuhan dan bagian dari tubuh kucing) dan mata sapi (untuk menyatakan telur yang digoreng tanpa dihancurkan dengan bagian dari tubuh sapi). mata pisau. atau unsurnya tidak dapat dibalik menjadi mandi kamar. akhirulkalam. Karena itu bentuk seperti orang tua (orang tua). walaupun bersifat seperti rileks mengeraskan arti (banyak) intensitas kualitatif intensitas frekuentif bermacam-macam Komposisi Komposisi adalah hasil atau proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar lain sehingga terbentuk suatu konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang baru. 1978). pintu belakang Meskipun begitu. Misalnya: meja hijau. 3) kata majemuk kiasan (frase idiomatik). dan lain-lain. sawah ladang. cetak-mencetak pening-pening putih-putih bersalam-salaman hujan-hujan. Misalnya. cantik-cantik kekanak-kanakan.Makna Kata Ulang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Contoh mobil-mobilan. apakah kelompok kata majemuk (kompositum) atau tidak. Misalnya. Tatabahasa struktural menyatakan bahwa kata majemuk sekurang-kurangnya memenuhi syarat: 1) menimbulkan makna baru yang bukan merupakan gabungan unsur-unsurnya 2) di antara unsur pembentuknya tidak dapat diselipi unsur lain. Jika kata majemuk merupakan konsep sintaksis. maka idiom adalah konsep semantis. Jenis-jenis kata majemuk 1) kata majemuk koordinatif (sejajar). 3) hubungan kedua unsurnya merupakan kesatuan yang terikat secara morfologis. Misalnya matahari tidak sama artinya dengan matanya hari. lalu lintas. semak belukar.

Frase direktif disebut juga frase preposisional. atau verba). Komponen keduanya dapat menggantikan frase itu dalam kalimat : Nenek membaca komik di kamar. maka frase tetap membawa makna bawaannya. tidak ada salah satu komponennya yang dapat menggantikan keseluruhan. Frase juga berpotensi menjadi kalimat minor. Frase ini disebut juga frase modifikatif atau frase subordinatif karena salah satu komponennya berlaku sebagai atasan dan yang lain sebagai bahawan. misalnya sebagai kalimat jawaban. ke. Karena itu. Pembentuk frase harus berupa morfem bebas. Frase dapat juga disebut sebagai kelompok kata yang bukan subjek dan predikat. Misalnya konstruksi nenek saya dapat diselipi nenek dari saya. salah satu komponennya dapat menggantikan kedudukan keseluruhan. dan dari. Frase eksosentrik terdiri dari dua jenis : a) frase eksosentrik yang bersifat direktif (komponen pertamanya berisi preposisi di. misalnya mengandung makna „saya punya meja‟. atau yang. Frase eksosentrik Frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Jenis-jenis Frase 1. dari kayu jati. Perlu juga diingat. ke Jakarta. b) eksosentrik yang bersifat nondirektif (komponen pertamanya berupa artikulus seperti si dan sang. sehingga dapat diselipi kata lain. Komponen di maupun komponen pasar tidak dapat mengisi fungsi keterangan. Misalnya. Frase meja saya. dengan gergaji besi. yang berbaju ungu. karena salah satu unsurnya merupakan morfem terikat. para. Misalnya: di pasar.TATARAN SINTAKSIS Sintaksis berasal dari bahasa Yunani: Sun (dengan) dan tattein (menempatkan). Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kalimat. maka salah satu unsur frase itu tidak dapat dipindahkan sendirian. dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. kaum cerdik pandai. karena frase mengisi salah satu fungsi sintaksis. Jadi konstruksi seperti tataboga atau interlokal bukanlah frase. para remaja mesjid. Misalnya frase sedang membaca. atau buku humor dapat diselipi buku tentang humor. (Jawaban pertanyaan: Siapa yang tidur di sana?) Di kamar tidur. Contoh: Nekek saya. . maka sintaksis membicarakan hubungan kata dengan kata lain dan unsur-unsur lainnya dalam satu kesatuan ujaran. Dikatakan nonpredikatif karena hubungan antara unsur pembentuknya tidak berstruktur S-P atau PO. dan komponen keduanya berkategori nomina). ajektiva. Misalnya: si miskin. oleh bahaya api. misalnya pada kalimat Dia berdagang di atau Dia berdagang pasar. dan kaum. demi keamanan. 2. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Jika morfologi membicarakan struktur internal kata. sang mertua. berbeda dengan kata majemuk. dan lain-lain. Disamping itu. Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang bersifat nonpredikatif dan mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. Misalnya kata tidur dalam frase di kamar tidur tidak mungkin dipindahkan. tetapi dapat menjabat fungsi-fungsi kalimat. hubungan antara satu kata dengan kata yang lain dalam frase cukup longgar. frase di pasar. (Jawaban pertanyaan : Nenekmu ada di mana?) Jika kata majemuk memiliki komposisi satu makna baru. Karena itu.

Di samping itu. Frase koordinatif Frase koordinatif adalah frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat. d) Frase numeralia.Dalam kaitan dengan frase endosentrik ini. Frase koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit disebut parataksis. baik…maupun…. Sekurang-kurangnya terdiri dari S dan P. kecap manis. dan lain-lain). sawah ladang. buruh atau majikan. karya besar. juga dikenal verba bitransitif. misalnya: sedang membaca. Misalnya: pak Ahmad. Misalnya: Nenek membaca buku. Misalnya minyak dalam kalimat Botol itu berisi minyak. makin terang makin baik. intinya berupa kata bilangan. pak Ahmad Klausa Klausa adalah satuan sintaksis yang bersifat konstruksi predikatif. misalnya : bus sekolah. Frase apositif Frase apositif adalah koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. Dalam konstruksi ini. disebut juga klausa bebas. Contoh: sehat dan kuat. Pelengkap memang tampak mirip dengan objek. pelengkap tidak b) objek dapat dijadikan subjek. 4. yaitu: a) Frase nominal. juga dikenal istilah pelengkap atau komplemen. baik tua maupun muda. tidak akan datang c) Frase ajektiva. intinya berupa kata sifat. Klausa belum menjadi kalimat karena konstruksinya belum diberikan intonasi final. dua tiga hari. dan lain-lain. sudah mandi. merah jambu. misalnya: tiga belas. Jika frase hanya berpotensi menjadi kalimat minor. sedangkan baju baru disebut objek langsung. dan guru muda. pulang pergi. b) Frase verbal. dari kategori intinya dapat dibedakan beberapa jenis frase. seratus dua puluh lima. Misalnya: hilir mudik. maka objek wajib hadir. kurang baik. satu setengah juta. maka klausa berpotensi menjadi kalimat mayor. makin…makin…. Misalnya : Nenek mandi Jika predikatnya berbentuk verba transitif. dan guru dalam kalimat Nenek dulu ingin menjadi guru. karena itu urutannya dapat dipertukarkan. Kakek adalah objek tak langsung. indah sekali. Konstruksi klausa terdiri dari Subjek dan Predikat. yang memerlukan dua objek sekaligus. dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif ( dan. makan lagi. misalnya: sangat cantik. tetapi. Bedanya : a) objek berada di belakang verba transitif. guru saya dapat ditukar menjadi guru saya. intinya berupa kata benda. pelengkap tidak Jenis Klausa a) klausa utama. atau. 3.. Misalnya: Nenek membelikan kakek baju baru. tua muda. intinya berupa kata kerja. . yaitu bagian dari predikat verba (intransitif) yang melengkapi verba tersebut. karena itu berpotensi menjadi kalimat mayor dengan memberi intonasi final.

dosen lingistik. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap (Gorys Keraf). Misalnya. Misalnya: Bumi ini sangat luas.b) klausa bawahan. d) Klausa preposisional. atau hanya berupa keterangan saja. Jenis kalimat 1) Berdasarkan jenis predikatnya a) Kalimat verbal (kalimat yang predikatnya kata kerja). Karena itu. kalimat yang S-nya dikenai tindakan. Misalnya: . kalimat yang S-nya melakukan tindakan. Fokker). dan lain-lain. predikatnya berkategori kata kerja.Contoh: Kami akan membahas soal UN hari ini. Misalnya : ketika kami sedang belajar atau kalau diizinkan oleh ibu. A. matahari terbit. sapi itu berlari. tidak berpotensi untuk menjadi kalimat mayor. Kelompok ini dapat lagi dibedakan atas aktif transitif dan aktif intransitif. Strukturnya tidak lengkap. misalnya: nenek sedang berdandan. Misalnya: gajinya lima jua sebulan. Berdasarkan kategori unsur segemental yang menjadi predikatnya. atau klausa terikat. predikatnya berkategori kata sifat. gedung itu tua sekali. adik sedang mandi. klausa intransitif (nenek menangis). Dalam kelompok ini dibedakan lagi: (1) kalimat aktif. predikatnya berkategori kata benda. klausa refleksi (yang predikatnya berupa verba refleksif. satpam bank swasta. klausa ini disebut juga dengan klausa subordinatif. keduanya bersalaman). unsurnya hanya terdiri dari subjek saja. predikatnya berupa kata depan. serta klausa resiprokal (mereka bertengkar sejak kemarin. dia sudah bersolek). atau objek saja. (2) kalimat pasif. Kalimat ini ditendai dengan prefiks di. anaknya dua belas orang Kalimat Beberapa pengertian kalimat: a) Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap (Tatabahasa Tradisional) b) Kalimat adalah ucapan bahasa yang mempunyai arti penuh dan turunnya suara menjadi cirinya sebagai batas keseluruhannya (Prof. e) Klausa numeral.dan diper. Misalnya. nenek mandi. kakek ke pasar baru. Klausa ini dibedakan lagi atas klausa transitif (Nenek menulis surat). Kalimat ini ditandai dengan prefiks medan –memper. Karena itu. Dr. nenek di kamar.A. Klausa bawahan biasanya dikenali dengan adanya konjungsi subordinatif di depannya. Dalam kaitan ini dikenal lagi istilah aktif anti pasif dan pasif anti aktif. c) Kalimat adalah suatu bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. karena berkaitan dengan verba tertentu. b) Klausa nominal. Contoh: Mereka sedang berbicara tentang SPMB. Misalnya. predikatnya berupa kata bilangan.Contoh: Soal UN akan kami bahas hari ini. dia dari Medan. c) Klausa ajektifal. klausa dapat dibedakan atas: a) klausa verbal.

misalnya: Nenek beristirahat. b) Kalimat invers (Predikat mendahului subjek). Kambing itu sudah mati. misalnya: . Dia pergi begitu saja. tetapi konteksnya diketahui oleh pendengar. Masih dalam kaitan dengan verba ini. Misalnya: Mahasiswa itu pulang. Kami bercakap-cakap di sana. sekurang-kurangnya mengandung S dan P. dibedakan lagi: (3) Kalimat dinamis. Dia tidur di kursi. Contoh: Anaknya sakit keras. Misalnya: Nenek berlari pagi.Kakek kecopetan tadi pagi. 3) Berdasarkan jumlah dan kelengkapan unsurnya a) Kalimat elips. Misalnya: Ke Jakarta. b) Kalimat nonverbal (predikatnya bukan kata kerja). Contoh : Mereka bukan penduduk desa ini. (4) Kalimat Statis. Ia tidak menyerupai ibunya. kalimat yang klausanya lengkap. yaitu verba yang secara semantis tidak menyatakan tindakan atau perbuatan. yaitu verba yang secara semantis menyatakan tindakan atau gerakan. misalnya: Diusap-usapnya rambutnya. Pergi ke Belanda b) Kalimat mayor. c) Kalimat minor (hanya terdiri satu unsur). (KB) Anto sangat rajin (KS) Penduduk Indonesia 210 juta jiwa (Kbil) Mereka ke pengadilan (Preposisi) 2) Berdasarkan letak predikatnya a) Kalimat normal (Predikatnya dibelakang subyek). Meskipun unsurnya tidak lengkap. yaitu kalimat kehilangan salah satu atau kedua unsur pusat (inti S dan inti P).

Adik tidak menangis. Ciri-ciri kalimat inti adalah: 1) terdiri atas dua kata. Karena terlambat makan. penambahan unsur. urutan kata. Contoh: Adik menangis? Menangis adik. (2) kata benda – kata kerja : Adik menangis (3) kata benda – kata sifat : Rambutnya keriting (4) kata benda – kata bilangan : Sepatunya lima pasang d) Kalimat Non-Inti (Transformasi). Contoh: Saya ingin pergi. yaitu kalimat yang terdiri dari dua pola atau lebih. misalnya: Pak Dokter memberikan pelayanan imunisasi dan Bu Dokter memeriksa ibu hamil. misalnya: Laki-laki atau perempuan sama kedudukannya dalam negara. (d) setara penegasan (menggunakan konjungsi lagipula). 2) berintonasi normal. tetapi Ibu melarang. Atau dengan kata lain: Kalimat Inti + Proses Transfotmasi = Kalimat Non-Inti. (c) setara mempertentangkan (menggunakan konjungsi tetapi. (b) setara memilih (menggunakan konjungsi atau). pemasifan. Kalimat inti. melainkan. pengingkaran. dan penambahan.Pergi! Ayah. Struktur kalimat inti terdiri dari : (1) kata benda – kata benda : Ayah dokter. Kalimat majemuk terdiri dari : (1) kalimat majemuk setara (koordinatif): (a) setara menggabungkan (menggunakan kata konjungsi dan). dan sebagainya). yaitu kalimat terdiri dari satu pola (SPOK) Contoh: Bu polisi mengatur lalu lintas di persimpangan. Misalnya: Hari sangat gelap lagipula hujan masih turun. Adik menangis di kamar. yaitu kalimat yang hanya terdiri atas dua inti yang merupakan unsur pusat (inti S dan inti P). sedangkan. f) Kalimat majemuk. dan 3) bersusunan S – P. . yaitu kalimat inti yang telah mengalami perubahan intonasi. adik menangis. pelesapan. e) Kalimat tunggal.

bahkan ia juga menginap beberapa hari. (b) pikiran yang terkandung lengkap dan utuh . kalimat yang membutuhkan jawaban. P. maka kalimat ini juga masuk kelompok kalimat majemuk. dibedakan lagi kalimat majemuk yang bersifat : (a) eksplisit. contoh: Hujan deras. Contoh: Risa sedang menulis surat dan Reza mewarnai gambar ketika Ayah menelepon Paman sore itu. maka kalimat itu tidak lengkap. (2) kalimat majemuk bertingkat (subordinatif). karena itu ia terjatuh. 6) Kalimat Efektif Kalimat Efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan pembicara/penulis kepada pendengar/pembaca sesuai dengan maksudnya. 4) Berdasarkan maksud sumber pesan (a) Kalimat Berita. Tidak hanya singgah di tempat itu. contoh: Tempat itu sangat strategis untuk mengembangkan usaha. seratus perak pun aku tak punya. Di samping itu. Makin lama dipandang. kalimat yang bernada menyuruh melakukan sesuatu. Kalimat majemuk ini ditandai dengan adanya perluasan terhadap salah satu polanya (S. contoh: Jangan masuk! (c) Kalimat Tanya. Karena berbentuk korelatif. Baik sedih maupun duka. atau bisa juga kalimat tanya retoris. saya berangkat ke sekolah. Contoh: Jalan sangat licin. kita harus senantiasa bersuyukur. tidak jelas dan tidak ada kata penghubung. Misalnya: Tidak hanya ayah yang sedih atas perangaimu. sebab). O. Syarat-syarat kalimat efektif: (a) susunan kata sesuai dengan struktur bahasa Indonesia baku. atau Pelengkap) (3) kalimat majemuk campuran (Kompleks). Bila salah satu pasangannya tidak hadir. (b) Implisit. melainkan Didi. contoh: Mengapa diam saja? 5) Kalimat Korelatif Kalimat korelatif adalah kalimat yang dibentuk dari korelasi klausa-klausa berpasangan. yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dengan bertingkat. makin menarik wajahnya. tetapi juga seisi rumah. kalimat yang bernada memberitahukan. yaitu kalimat yang hubungan antarpolanya bertingkat. Misalnya: Ketika hujan deras saya berangkat ke sekolah.(e) setara sebab-akibat (menggunakan konjungsi karena. jelas dan ada kata penghubung. Bukan Riza yang mengambilnya. (b) Kalimat Perintah. Jangankn seribu.

(c) setiap kata berdaya guna dalam kalimat (d) pilihan kata tepat sesuai dengan makna yang diinginkan .

keharusan). Modalitas dinyatakan secara leksikal. tentu. tetapi secara leksikal. tindakan. Berbeda dengan aspek. Kala dalam bahasa Indonesia tidak berbentuk morfemis. kejadian. sebaiknya. mau. kala (tensis) adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. kemungkinan. kejadian. keinginan. yang menyatakan perintah atau larangan 4) Modus interogatif.Modus Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran pembicara atau sikap pembicara tentang apa yang diucapkannya. atau keizinan). yang menyatakan keharusan 6) Modus desideratif. pasti. keadaan. Beberapa jenis-jenisnya adalah: 1) Aspek inseptif (baru mulai) : Ia pun berjalanlah 2) Aspek repetitif (terjadi berulang-ulang) : Ia memukuli pencuri itu. Misalnya : mungkin. sudah lampau (sudah). yang menyatakan keinginan dan kemauan 7) Modus kondisional. 3) modalitas deontik (keizinan atau perkenanan). 4) Aspek perfektif (sudah selesai) : Saya telah menulis surat 5) Aspek imperfektif (berlangsung sebentar) : Saya memukul adiknya. harapan. atau proses. atau pengalaman yang disebutkan dalam predikat. yang menyatakan harapan 3) Modus imperatif. Misalnnya: Anda boleh tinggal di sini selamanya. Misalnya: Kalau tidak hujan kakek pasti datang. keadaan. 4) modalitas dinamik (kemampuan). 3) Aspek progresif (sedang berlangsung) : Ia sedang mencuci baju. ingin. dan akan datang (akan). peristiwa. 2) modalitas epistemik (kemungkinan. yang menunjukkan sikap objektif dan netral 2) Modus optatif. . yang menyatakan pertanyaan 5) Modus obligatif. kepastian. seharusnya. Kala dinyatakan dengan sekarang (sedang). dan seyogyanya. Jenis-jenis modus: 1) Modus indikatif atau deklaratif. yang menyatakan persyaratan Aspek Aspek adalah cara memandang pembentukan waktu secara internal dalam suatu situasi. ajakan). Modalitas Modalitas adalah katerangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal-hal yang dibicarakan atau sikap terhadap lawan bicaranya (perbuatan. Misalnya: Kita bisa menjadi pemenang kalau mau kerja keras. barangkali. Misalnya: Nenek ingin menunaikan ibadah haji. permintaan. boleh. Modalitas dapat dikelompokkan atas: 1) modalitas intensional (keinginan.

3) Menggunakan partikel pun. bukan orang lain. biarlah kami urus nanti. tentang. 5) Menggunakan konstruksi posesif anaforis beranteseden. dan adalah pada bagian kalimat yang difokuskan. Jika pelakunya ingin difokuskan. 2) diatesis pasif (subyek menjadi sasaran perbuatan): Muka kami ditamparnya. Misalnya: (a) Membaca pun aku belum bisa. 4) diatesis resiprokal (subyek terdiri dari dua pihak berbuat tindakan yang berbalasan): Mereka akan mengadakan perjanjian damai. melainkan istrinya. Misalnya: (a) Bu Dosen yang cantik itu pacarnya seorang wartawan (b) Sepeda ayah saya bannya kempes. maka kalimat itu diubah susunannnya menjadi: Pemerintah telah menyampaikan hal itu kepada DPR . Misalnya : Hal itu telah disampaikan kepada DPR oleh pemerintah. 5) diatesis kausatif (subyek menjadi penyebab terjadinya sesuatu): Paman mencukur kumisnya. Misalnya: Ia yang menelepon saya malam itu. 4) Mengontraskan dua bagian kalimat. bukan 2B. Fokus dilakukan dengan : 1) Memberi tekanan pada kalimat yang difokuskan. Misalnya: (a) Bukan dia yang datang. yang. 2) Mengedepankan bagian kalimat yang difokuskan.Fokus Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian tertentu kalimat sehingga perhatian pembaca/pendengar terpusat pada bagian itu. Jenis-jenisnya: 1) diatesis aktif (subyek yang berbuat) : Mereka merampas harga diri kami. (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk (c) Tentang anak-anak itu. 3) diatesis refleksif (subyek melakukan sesuatu untuk dirinya): Ibu sedang berhias. (d) Adalah tidak pantas untuk saling menyalahkan. . (b) Ini pensil HB. Diatesis Diatesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan. berarti yang melakukan ialah ia. Jika tekanan diberikan pada kata ia.

atau kalimatisasi.TATARAN SEMANTIK Semantik adalah bagian tatabahasa yang mempelajari makna kata. Jenis Makna 1) Leksikal Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada kata leksem meski tanpa konteks apapun. kalimat: Tiga kali empat berapa? Sebagian besar menjawab „dua belas‟. Sebaliknya kata seperti dan. Tapi jika dilontarkan kepada tukang foto. ramping. mungkin akan dijawab dengan „lima ratus‟. ber + kuda berarti „mengendarai kuda‟. (d) Kalau harganya jatuh lagi kita akan bangkrut. komposisi. atau boleh juga disebut makna kamus atau makna bawaan. . berbeda rasa konotasinya. karena ada acuannya dalam dunia nyata. Leksem kuda berarti „sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai‟. 4) Makna Referensial dan Non-referensial. Proses itu dapat berupa afiksasi. (b) Dia jatuh dalam ujian yang lalu. karena tidak ada acuannya dalam dunia nyata. Kata seperti kurus. Makna konteks dapat juga berkaitan dengan situasi tertentu. 3) Konteks Makna konteks adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks tertentu. atau makna sebenarnya yang dimiliki eksem. Demikian juga kata rombongan dan gerombolan. Misalnya makna jatuh dalam kalimat berikut: (a) Adik jatuh dari sepeda. 2) Gramatikal Makna Gramatikal adalah makna yang terjadi setelah sebuah leksem mengalami proses gramatikal. Dengan begitu. melahirkan perbedaan tingkat rasa negatif yang berlainan. Makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap kata atau leksem. Sebagian mengatakan bahwa makna sebuah kata baru jelas setelah kata berada dalam konteks kalimat. dan kerempeng. Ber. misalnya berarti „mengenakan baju‟. Misalnya kata kuda adalah kata yang bersifat referensial. pensil adalah „sejenis alat tulis yang terbuat dari kayu dan arang‟. Makna leksikal disebut juga makna yang sebenarnya atau makna apa adanya. Sebuah kata dapat dirujuk kepada referen tertentu. atau. dan lain-lain. Misalnya.+ baju. dan lain-lain. Makna konotasi adalah makna kedua atau makna tambahan yang berhubungan dengan nilai rasa orang yang berkaitan dengan penggunaan kata itu. 5) Denotasi dan Konotasi Makna denotatif adalah makna asli. karena bersifat non-referensial. (c) Dia jatuh cinta pada adikku. makna ini sama dengan makna leksikal. reduplikasi. makna asal.

makna ini juga berkaitan dengan makna lokatif. Kata tampan. misalnya diasosiasikan dengan sesuatu yang dianggap „suci‟. Hal ini disebabkan: . Karena itu. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna afektif. Di samping itu. b) Sinonim mirip (tidak dapat saling menggantikan) agung = akbar besar = makro = kolosal = raya Meskipun dua buah ujaran bersinonim. tetapi maknanya tidak akan persis sama. a) Sinonim persis atau lengkap adalah sinonim yang dapat saling menggantikan. Misalnya: betul = benar konsisten = taat asas = ajek efektif = mangkus efisien = sangkil realisasi = pelaksanaan = perwujudan = manifestasi = pengejawantahan Dika menendang bola = Bola ditendang Dika. hanya diperuntukkan bagi pria. Kata tangan dan lengan dianggap sama maknanya. Jadi. dan makna referensial. Melati. Tetapi dalam dunia kedokteran misalnya. Relasi Makna 1) Sinonim Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama. sudah tentu memberi nilai rasa yang berbeda. lengan dan tangan mengacu pada bagian tubuh yang berbeda. 7) Makna Kata atau Makna Istilah Sebuah kata baru jelas maknanya ketika dipasangkan dalam kalimat. kondomium. misalnya. dan lain-lain. Misalnya: Tanggannya luka kena pecahan kaca. makna denotasi. vila. Atau : Lengannya luka kena pecahan kaca. sesuatu yang dipadankan dengan pasangan tertentu. Kalimat : Tutup mulutmu dan Mohon diam sebentar. Misalnya. rumah. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna stilistika. merah berasosiasi dengan „berani‟. makna ini sama dengan makna leksikal. buaya berasosiasi dengan „jahat‟. sebuah istilah tetap maknanya sekalipun tidak dipasangkan dalam kalimat. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar dirinya. pondok.6) Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang melekat pada sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. istana. memberikan rasa yang berbeda berdasarkan bentuknya.

melirik. menonton.(a) faktor waktu hulubalang (bersifat klasik)  komandan (kontemporer) kempa (klasik)  stempel (kontemporer) (b) faktor tempat saya (luas)  beta (wilayah timur) (c) faktor keformalan uang (formal)  duit (tak formal) (d) faktor sosial saya (umum)  aku (akrab) (e) faktor bidang kegiatan matahari (umum) surya (sastra) (f) faktor nuansa makna membedakan : melihat. meninjau. 2) Antonim Antonim artinya kata yang berlawanan makna. Jenis-jenisnya: a) antonim yang bersifat mutlak hidup  mati diam  bergerak b) antonim yang bersifat relatif atau bergradasi besar  kecil jauh  dekat gelap  terang c) antonim yang bersifat relasional membeli  menjual suami  istri d) antonim yang bersifat hirarkial tamtama  bintara . mengintip.

ejaan dan makna berbeda. Perubahan Makna Penyebab perubahan makna: 1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi . mawar Relasi Hiponim hanya searah. Jadi mawar berhiponim dengan bunga. tetapi maknanya berbeda. Misalnya : bunga b) Kohiponimi (makna yang lebih sempit). Misalnya : buku (ruas)  buku (kitab) bisa (racun)  bisa (dapat) mengurus (menjadi kurus)  mengurus (mengatur) a) Homograf Homograf adalah kata yang sama bentuk dan ejaannya. duitan ). 5) Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki banyak makna. Misalnya: ros.gram  kilogram 3) Homonim Homonim adalah kata yang sama lafal dan bentuknya. tetapi lafal dan maknanya berbeda. Misalnya: mata berkaitan dengan (sapi. tetapi berhipernim. Misalnya : tank – tang bank – bank sanksi – sangsi 4) Hiponim Hiponim adalah kata yang maknanya terangkum dalam makna yang lebih luas. tetapi termasuk satu alur pusat. keranjang. a) Superordinat (makna atas atau luas). tetapi bunga bukan berhiponim dengan mawar. kaki. Misalnya: teras – teras (inti) seret – seret (tersendat) memerah – memerah (susu) b) Homofon Homofon adalah kata yang sama bunyi dan lafalnya. angin. hari.

gerombolan  kelompok kaki tangan  pembantu 3) Meluas Cakupan makna sekarang lebih luas dari makna yang dulu. bapak. berlayar. ucapannya manis 7) Apelativa Penyebutan sesuatu berdasarkan: (1) Onomatope (tiruan bunyi) : cecak. perempuan  wanita bini  istri. putra. madrasah. anak. saudara. bau 5) Asosiasi Makna yang timbul karena persamaan sifat. amplop 6) Sinestesia Makna yang timbul karena pertukaran dua tanggapan indra yang berbeda. tokek . nyonya 2) Peyoratif Makna sekarang dirasakan kurang baik dibanding makna sebelumnya. ibu. menumbangkan. pelicin.2) Perkembangan sosial budaya 3) Perkembangan pemakaian kata 4) Pertukaran tanggapan indra Jenis Perubahan Makna 1) Amelioratif Makna sekarang dirasakan lebih baik atau lebih tinggi dari makna sebelumnya. Kata-katanya kasar. pendeta. mengocok. putri 4) Menyempit Cakupan makna sekarang lebih sempit dibanding makna sebelumnya. sarjana.

tetapi mereka juga telah banyak memperoleh keuntungan daripadanya. kau dan aku menjadi seteru. suku kata. karong goni (6) Sifat menonjol : si cebol Gaya Bahasa Berdasarkan Struktur Kalimat a) Klimaks (gradasi) Diurutkan secara periodik. Mereka sudah kehilangan banyak dari harta bendanya. kata. kota provinsi. Contoh: Kesengsaraan membuahkan kesabaran. kecamatan. atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam konteks sosial yang sesuai. aku menuding kau. c) Paralelisme Berusaha mencapai kesejajaran dalam pemakaian kata atau frase-frase yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama. bekerja. lampu Philips (4) Tempat : dodol Garut (5) Bahan : kain sutera. urutan pikirannya semakin meningkat.(2) Perbuatan : kuli tinta (wartawan) (3) Penemu : ikan mujair. (2) Tautotes (repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi): Kau menuding aku. . tetapi juga harus diberantas. kesabaran membuahkan pengalaman. Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. kabupaten. diurutkan dari yang penting menuju yang kurang penting. (1) Epizeuksis (repetisi yang bersifat langsung) : Kita harus bekerja. sekali lagi bekerja untuk mengejar semua ketinggalan kita. e) Repetisi Perulangan bunyi. dan semua desa di seluruh Indonesia. dan pengalaman membuahkan harapan. Pembangunan telah dilancarkan serentak di Ibu Kota. d) Antitesis Mengandung gagasan yang bertentangan dengan menggunakan kata atau kelompok kata yang berlawanan. b) Antiklimaks Kalimat yang berstruktur mengendur.

mengulang kata pertama): Kita gunakan pikiran dan perasaan kita Kami cintai perdamaian karena Tuhan Kami Berceritalah padaku. aku bilang biarin (6) Mesodiplosis (repetisi di tengah baris atau beberapa kalimat berurutan) : Pegawai kecil jangan mencuri kertas karbon Babu-babu jangan mencuri tulang ayam goreng Para pembesar jangan mencuri bensin Para gadis jangan mencuri perawannya sendiri (7) Epanalepsis (pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris. aku bilang biarin Kamu bilang aku nggak punya kepribadian. dalam aku ada hati Dalam hati: ah tak apa jua yang ada Dalam syair ada kata. ya malam. apa yang harus kuberikan. klausa atau kalimat. Udara yang kauhirupi adalah puisi. dalam kata ada makna Dalam makna: mudah-mudahan ada Kau! Berdasarkan Langsung Tidaknya Makna . (4) Epipora (perulangan kata pada akhir baris atau kalimat) : Bumi yang kaudiami adalah puisi. Laut yang kaulayari adalah puisi. aku bilang biarin Kamu bilang hidup ini nggak punya arti. (8) Anadiplosis Kata atau frase terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat berikutnya. dalam tiram ada mutiara Dalam mutiara: ah tak ada apa Dalam baju ada aku. Bahasa baku akan mengutangi perbedaan variasi dialek Indonesia secara geografis. berceritalah Kuberikan setulusnya. (5) Simploke (repetisi pada awal dan akhir baris secara berturut): Kamu bilang hidup ini brengsek.(3) Anafora (perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat berikutnya): Bahasa baku berperan sebagai pemersatu dalam pembentukan masyarakat bahasa yang berbeda dialeknya. Dalam laut ada tiram.

atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung. tetapi tampaknya menyangkal. Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa Saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah. kesakitan. pura-pura tidak tahu c) Anastrof atau inversi Pembalikan susunan kata yang biasa dalam kalimat: Pergilah ia meninggalkan kami. f) Asindeton Acuan yang bersifat padat di mana kata. g) Polisendeton Kebalikan dari Asindeton. keheranan kami melihat perangainya. kepedihan. Hai kamu dewa-dewa yang ada di syurga. atau klausa yang berurutan dihubungkan dengan kata sambung: . Dan kesesakan. d) Apofasis atau Presterisio Menegaskan sesuatu. seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa. frase. frase. kata. datanglah dan bebaskanlah kami dari belenggu penindasan ini. Jika saya tidak menyadari reputasimu dalam kejujuran. maka sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa Anda pasti membiarkan Anda menipu diri sendiri. e) Apostrof Pengalihan amanat dari hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir.1) Gaya Bahasa Retoris a) Aliterasi Perulangan konsonan yang sama : Takut titik lalu tumpah Keras-keras kerak kena air lembut juga b) Asonansi Perulangan bunyi vokal yang sama : Ini muka penuh luka siapa punya Kura-kura dalam perahu.

Bila kata yang berlebihan dihilangkan artinya tetap utuh. k) Litotes Menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Darah yang merah itu melumuri seluruh tubuhnya. dan dipertentangkan satu sama lain. Contoh: . Anak Saudara memang tidak secepat anak-anak lain mengikuti pelajaran (bodoh). disebut dengan Pleonasme. i) Elipsis Menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi dan ditafsirkan oleh pembaca. Disebut Tautologi. baik frase atau klausa. Contoh: Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri. tetapi psikis …. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak berarti bagimu. Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali. Semua kesabaran kami sudah hilang. sampailah ia di tepi pantai yang luas dan pasirnya putih. jika kata yang berlebihan itu mengulang kembali gagasan yang sudah disebut sebelumnya. Bila sudah berhasil mendaki karang terjal. tetapi susunannya terbalik bila dibandingkan dengan frase atau klausa lainnya. yang sifatnya berimbang. Kereta melaju cepat didepan kuda yang menariknya. m) Pleonasme dan Tautologi Mempergunakan kata yang lebih banyak dari pada yang diperlukan untuk menyatakan satu pikiran atau gagasan. badanmu sehat. lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu. sehingga struktur kalimatnya memenuhi pola yang berlaku. Disebut juga dengan hiperbaton. Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau tak apa-apa. Jendela ini telah memberi sebuah kamar padamu untuk berteduh. l) Histeron Proteron Kebalikan dari suatu yang wajar. j) Eufemisme Ungkapan yang lebih halus rasanya.Dan ke manakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan angin yang bakal merontokkan bulu-bulunya? h) Kiasmus Terdiri dari dua bagian.

r) Koreksio atau Epanortosis Mula-mula menegaskan sesuatu. kata yang berlebihan tersebut dapat diganti dengan satu kata saja. hanya sekedar memperoleh efek yang mendalam. Sudah empat kali saya mengunjungi daerah itu. Almarhum pada waktu itu mengatakan bahwa ia tidak mengenal orang itu. Fungsi dan sikap bahasa. Ia telah beristirahat dengan damai (= mati) Jawaban bagi permintaan Saudara adalah tidak (= ditolak) o) Prolepsis atau Antisipasi Mepergunakan lebih dulu sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya. p) Erotesis atau Pertanyaan Retoris Tidak menghendaki jawaban. Bedanya. Dengan membelalakkan mata dan telinganya. Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya. Kemarahanku menjadi-jadi hingga hampir-hampir meledak. n) Perifrasis Mirip dengan Pleonasme. Dalam Zeugma kata yang dipakai untuk membawahi kedua kata berikutnya. Globe itu bundar bentuknya. sebenarnya hanya cocok untuk salah satu daripadanya. dengan membesar-besarkan suatu hal. ia mengusir orang itu. tapi kemudian memperbaikinya. sudah lima kali. t) Paradoks . s) Hiperbol Mengandung pernyataan yang berlebihan.00 waktu setempat.Ia tiba jam 20. Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat. Herankah Saudara kalau harga-harga menjadi tinggi? q) Silepsis dan Zeugma Menggunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata lain yang sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata yang pertama. ah bukan.

Sifatnya lebih tajam dari Paradoks. Tujuannya untuk menyampaikan ajaran moral atau budi pekerti. serupa . Musuh sering merupakan kawan yang baik. atau mengandung pertentangan dengan menggunakan kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. dan sebagainya. Fabel adalah suatu metafora berbentuk cerita mengenai dunia binatang dan makhluk tidak bernyawa yang bertindak seolah-olah seperti manusia. langsung menyatakan sesuatu dengan hal lain. Keramahtamahan yang bengis.Mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada. u) Oksimoron Menggabungkan kata-kata untuk mencapai efek yang bertentangan. Parabel. . Makna kiasan ditarik dari bawah permukaan cerita. Perahu itu menggergaji ombak Mobilnya batuk-batuk Pemuda adalah bunga bangsa c) Alegori. dengan menggunakan kata pembanding : seperti. tanpa menggunakan kata pembanding. 2) Gaya Bahasa Kiasan a) Persamaan atau Simile Perbandingan yang bersifat eksplisit. dan Fabel Alegori adalah cerita singkat yang mengandung kiasan. Parabel (parabola) adalah kisah singkat dengan tokoh (biasanya) manusia yang selalu mengandung tema moral yang ada kaitannya dengan kitab suci. sebagai. Ia mati kelaparan di tengah kekayaan yang berlimpah. d) Personifikasi dan Prosopopeia Menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki sifat manusia. Untuk menjadi manis seseorang harus menjadi kasar. laksana. sama. bagaikan. Kikirnya seperti kepiting batu Matanya seperti bintang timur b) Metafora Analagi yang membandingkan dua hal secara langsung dalam bentuk yang singkat.

dan lain-lain. Hercules  kekuatan Helen dari Troya  kecantikan g) Epitet Acuan yang menunjukkan suatu sifat. Indonesia mengalahkan Malaysia di Final Piala Asia 4 – 3. i) Metonimia Menggunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain karena pertalian yang dekat. Ia membeli sebuah Chevrolet.000. Kulihat ada bulan di kotamu. atau karya sastra yang terkenal. barangkali ia menyeka mimpimu. atau tempat dalam kehidupan nyata. atau peristiwa. Alusi sekurang-kurangnya memiliki syarat: (1) dikenal oleh pembaca (2) membuat gagasan menjadi lebih jelas f) Eponim Penggunaan nama untuk menunjukkan suatu sifat tertentu. Bandung adalah Paris Jawa. Lonceng pagi  ayam jantan Putri malam  bulan Raja rimba  singa h) Sinekdoke (1) pars pro toto.(2) Totem pro parte. 1. lalu turun di bawah pohon jambu di depan rumahmu. tokoh. mitologi. pemilik barang. menyebut keseluruhan untuk maksud sebagian. . Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya. baik berupa hasil penemuan. tempat. Satu kepala dikenakan sumbangan Rp. e) Alusi Mensugesti kesamaan antara orang. menyebut sebagian untuk maksud keseluruhan. Biasanya merupakan referensi yang eksplisit atau implisit kepada peristiwa. pertalian sebab-akibat.Angin yang meraung di tengah malam itu menambah ketakutan kami.

Sarkasme lebih kasar lagi dari Ironi dan Sinisme. Yang Mulia tidak dapat menghadiri pertemuan ini. o) Antifrasis .) l) Ironi. bukan bantalnya). n) Inuendo Sindiran dengan mengecilkan keadaan yang sebenarnya. Seminar itu dibuka oleh putra mahkota. m) Satire Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Ia menjadi kaya raya karena sedikit melakukan komersialisasi jabatannya. j) Antonomasia Pengunaan gelar resmi atau jabatan untuk menggantikan nama diri. Ia berbaring di atas sebuah bantal yang gelisah (yang gelisah adalah manusianya. Memang Anda adalah gadis yang tercantik se antero jagad ini yang mampu menghancurkan seluruh isi jagad ini.Ialah yang menyebabkan air mata yang gugur. Sinisme adalah ironi yang lebih kasar sifatnya. Saya tahu Anda adalah gadis yang paling cantik di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat. Setiap kali ada pesta. k) Hipalase Kebalikan dari suatu relasi alamiah antara dua komponen gagasan. dan Sarkasme Ironi adalah acuan untuk mengatakan sesuatu dengan maksud yang berlainan. pasti ia akan sedikit mabuk karena terlalu kebanyakan minum. semacam acuan yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Satire mengandung kritik mengenai kelemahan manusia. tampak tidak menyakitkan hati kalau dilihat sambil lalu. Sinisme.. Kelakuanmu memuakkanku. Ia masih menuntut almarhumah maskawin dari Sinta putrinya (ia masih menuntut maskawin dari almarhumah…. Lihat si cantik itu (maksudnya: si jelek).

sang raksasa telah tiba (maksudnya si Cebol) p) Pun atau Paronomasia Kiasan yang menggunakan kemiripan bunyi.Penggunaan sebuah kata dengan makna kebalikannya. yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri. Lihatlah. Engkau orang kaya. Tanggal dua gigi saya tanggal dua. tetapi terdapat perbedaan besar dalam maknanya. ya kaya monyet .

MENULIS
A. Kebahasaan Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Simbol bunyi yang digunakan bersifat arbitrer. Bahasa mencakup dua komponen: bentuk dan makna. Aspek bentuk terdiri atas unsur segmental dan unsur suprasegmental. Makna sebuah kata tergantung kepada konvensi masyarakat bahasa yang bersangkutan. Fungsi Bahasa : (1) untuk menyatakan ekspresi diri (2) alat komunikasi (3) alat untuk mengadakan interaksi dan adaptasi sosial (4) alat untuk melakukan kontrol sosial Bahasa sebagai medium komunikasi hanya akan efektif, jika penutur mempunyai kecakapan bahasa. Kecakapan itu adalah: (1) penguasaan terhadap perbendaharaan kata (2) penguasaan kaidah-kaidah sintaksis (3) kemampuan memilih gaya pengungkapan (4) penguasaan terhadap tingkat penalaran (logika) B. Kalimat Efektif Syarat-syarat kalimat efektif: (1) dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan penulis (2) mampu menimbulkan kembali gagasan pada pikiran pendengar Ciri-ciri kalimat efektif : (1) Hanya memiliki kesatuan gagasan Yang dimaksud dengan kesatuan gagasan adalah kalimat yang hanya mengandung satu ide pokok. Bila dua buah kalimat yang tidak mempunyai hubungan kesatuan gagasan dipadukan, maka akan rusaklah kesatuan pikiran kalimat itu. Secara praktis sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh subyek, predikat + objek. Kesatuan yang diwakili oleh S, P atau O itu dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan. Contoh: i) Kita menyadari bahwa KBK hanya akan berhasil jika didukung tenaga edukatif yang profesional, sistem administrasi kurikulum yang memadai, dan kelengkapan sarana pembelajaran yang cukup. (Kesatuan Tunggal) ii) Dia telah memesan Formulir SPMB pagi tadi, dan mulai mempersiapkan segala kelengkapan berkasnya. (Kesatuan Gabungan)

iii) Kamu boleh menyiapkan sendiri sarapanmu, atau pesan saja di kantin depan. (Kesatuan Pilihan). iv) Sudah dua tahun ia bekerja di perusahaan itu, tetapi sampai sekarang ia tidak merasa senang dengan pilihannya itu. (Kesatuan yang mengandung pertentangan). (2) Koheren Koheren artinya padu, ada hubungan yang timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Kesalahan yang paling sering merusak koherensi adalah penempatan kata depan, kata penghubung, dan keterangan aspek yang tidak sesuai. (3) Variatif Keanekaragaman bentuk bahasa diyakini dapat memelihara daya tarik sebuah teks. Variasi dapat dibentuk melalui : (ii) variasi sinonim kata (iii) variasi panjang pendeknya kalimat (iv) variasi penggunaan bentuk me- dan di(v) varisi posisi fungsi kata dalam kalimat (4) Paralelisme Paralelisme adalah upaya menempatkan gagasan-gagasan yang sama pentingnya dan sama fungsinya dalam suatu struktur/konstruksi gramatikal yang sama. Misalnya, bila salah satu gagasan ditempatkan sebagai kata benda, maka gagasan yang lain juga harus ditempatkan sebagai kata benda. Perhatikan contoh berikut : Apabila pelaksanaan pembanguna lima tahun kita jadikan titik tolak, maka menonjollah beberapa masalah pokok yang minta perhatian dan pemecahan. Reorganisasi administrasi departemen-departemen. Ini yang pertama. Masalah pokok yang lain yang menonjol ialah (mengentikan) pemborosan dan penyelewengan. Ketiga karena masalah pembanguna ekonomi yang kita jadikan titik tolak, maka kita juga ingin mengemukakan faktor lain. Yaitu bagaimana memobilisir potensi nasional secara maksimal dalam partisipasi pembangunan nasional (Kompas). Wacana di atas sebaiknya ditulis: Reorganisasi administrasi departemen, pengentian pemborosan dan penyelewengan, serta mobilisir potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata benda). Atau : Mengorganisir administrasi departemen, menghentikan pemborosan dan penyelewengan, serta memobilisasi potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata kerja). C. Penalaran atau Logika Penalaran adalah suatu proses berpikir yang berusaha untuk menghubungkan evidensi-evidensi menuju suatu kesimpulan yang masuk akal. Tulisan atau ujaran yang jelas, terarah dan sistematis menandakan cara berpikir yang logis. Penalaran dilakukan dengan :

a. Pemberian Definisi Definisi atau batasan merupakan kunci berpikir yang logis. Definisi dibuat untuk membentuk kesepakatan makna sebelum digunakan dalam proses semantis yang lain, sehingga tidak menimbulkan salah paham. Definisi dapat dilakukan dengan: 1) definisi sinonim kata (pembatasan pengertian) 2) definisi etimologi kata (asal-usul kata) 3) definisi logis (membedakan kata dengan genusnya, atau mengembalikan ke makna leksikalnya) b. Generalisasi Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam, berlaku pula untuk kebanyakan peristiwa atau hal yang sama. Misalnya, generalisasi berdasarkan pengalaman: 1) semua logam akan memuai jika dipanaskan, atau 2) minum kopi pada malam hari dapat menyebabkan sulit tidur Jenis-jenis Penalaran:

1. Deduksi
Penalaran ini adalah menari kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan umum yang dihubungkan dengan premis atau pernyataan umum. Penalaran Deduksi terdiri dari: a. Deduksi biasa Rumusnya adalah: P1  A = B P2  B = C KA=C Contoh: P1 : Pesawat terbang adalah kendaraan bermotor P2 : Kendaraan bermotor membutuhkan bahan bakar K : Pesawat terbang membutuhkan bahan bakar b. Silogisme Rumusnya : PU  Semua A = C PK  C = A

P3 : Seng adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. karena itu. Induksi Penalaran atau penarika kesimpulan dari premis khusus menghasilkan kesimpulan yang bersifat umum.  Sukarjo tidak boleh merokok karena Sukarjo penderita penyakit paru 4) Silogisme salah. yaitu silogisme yang salah satu premisnya bersifat negatif. Generalisasi. Rumusnya : C = B karena C = A Contoh:  BJ Habibie pandai karena Habibie profesor. Contoh: PU  Semua profesor pandai (A = C) PK  Habibie adalah profesor (C = A) K  Habibie pandai (C = B) 2) Silogisme negatif. tidak mengandung kata-kata ingkar seperti tidak dan bukan. yaitu silogisme yang :  PU atau PK tidak universal  Tidak terdapat PU. . kesimpulannya juga bersifat negatif. yaitu silogisme yang kedua premisnya positif. PU  Semua penderita penyakit paru-paru tidak boleh merokok PK  Sukarjo penderita penyakit paru-paru (C = A) K  Sukarjo tidak boleh merokok (C = B) 3) Entimen. Penalaran ini dibedakan atas: a. yaitu silogisme yang disingkat.KC=B Silogisme dibedakan atas : 1) Silogisme positif. Contoh : P1 : Besi adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. karena keduanya PK  PK berupa C = B 1. P4 : Aluminium adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. yaitu penarikan kesimpulan dari beberapa premis khusus. P2 : Tembaga adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan.

tingkat ekonomi. satu tema tertentu. d) Kesatuan (Unity): Semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal. Jadi. . 2) Induktif Paragraf dimulai dengan uraian atau argumentasi. Akibat – sebab Akibat : Adik kurus Sebab : Adik cacingan Kesimpulan : Orang yang cacingan badannya kurus D. c. Misalnya: persamaan sosial budaya. kemudian disusul uraian yang terperinci. suhu. yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan sifat. Sebab – akibat Sebab : Adik sakit Akibat : Adik tidak pergi sekolah Kesimpulan : Orang sakit tidak pergi sekolah d.K : Semua logam akan memuai jika dipanaskan b. dan jumlah penduduk. kemudian ditegaskan lagi pada bagian akhir. f) Koherensi: Kekompokan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea itu g) Harmonis secara semantis dan gramatis. Analaogi. Jenis-jenis paragraf 1) Deduktif Kalimat pokok terletak pada awal paragraf. 3) Campuran Kalimat pokok terletak di awal paragraf. kalimat pokok terletak pada bagian akhir paragraf. Contoh: Kota A dan Kota B mempunyai banyak persamaan. Paragraf Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat yang terdiri dari himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. e) Pikiran utama didukung oleh beberapa pikiran penjelas. akan terjadi di kota B. Dari persamaan sifat itu dapat ditarik kesimpulan K : Apa yang terjadi di kota A. Sebuah paragraf sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat: c) Hanya mengandung satu pikiran utama. kemudian ditutup dengan kesimpulan.

tidak serta merta sesuai untuk bumi Timur. Dengan mengetahui sifat kelarutan tersebut. Indonesia pernah mengimpor gerbong-gerbong kereta api dari Perancis. Ford kemudian mengembangkan traktor untuk pengelolaan pertanian. Di keliling pondok itu tertegak pedati. ketiganya sunyi. sekedar sebagai ilustrasi. tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari keduanya. Contoh : Vitamin yang ditambahkan pada sabun mandi umumnya vitamin A. Hubungan perbandingan menonjolkan kesamaannya. Jepang yang tidak mau kalah dengan menciptakan padi traktor yang bentuk dan fungsinya semakin berkembang. Misalnya: Di antara daun kayu tampak kepada mereka tebing itu turun ke bawah. bukan untuk membuktikan pendapat. Tujuannya untuk membandingkan suatu hal yang kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal umum. agaknya sukar dipahami bagaimana vitamin-vitamin yang disebutkan itu—yang dikandung dalam sabun— sempat terserap oleh kulit.4) Narasi-Deskriptif Tidak terdapat kalimat kalimat khusus yang menjadi kalimat topik. 3) Perbandingan dan Pertentangan Hubungan perbandingan dan pertentangan adalah suatu cara menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua hal atau objek yang bertolak dari segi tertentu. 2) Sudut pandang Sudut pandang adalah posisi seorang pengarang dalam melihat sesuatu. sedangkan hubungan pertentangan menonjolkan perbedaannya. Bentuknya mentereng dan sebagian . yaitu traktor yang menggunakan roda rantai. Contoh: Hasil teknologi Barat. sunyi-mati. Perusahaan Caterpillar kemudian merancang traktor yang bentuknya seperti tank. Contoh yang dipilih terutama yang berkaitan dengan pengalaman pribadi. karena tersirat dalam keseluruhan kalimat yang membentuk paragraf itu. Seperti diketahui. tetapi larut dalam lemak. 4) Analogi Analogi adalah perbandingan yang sistematis antara dua hal yang berbeda. Di bawahnya kedengaran sebentar-sebentar sapi mendengus. Misalnya: Awan dari ledakan bom itu. dan vitamin E. Di masa kejayaan mesin uap. ada traktor yang dijalankan dengan sistem uap. membentuk suatu cendawan raksasa. sedangkan vitamin A dan E tidak larut dalam air. Misalnya wacana berbentuk deskripsi dan narasi. vitamin C. Pengembangan seperti ini disebut juga pengembangan urutan ruang. Digunakan sekedar untuk menjelaskan maksud. Contoh : Bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Pola Pengembangan Paragraf 1) Klimaks dan Anti-klimaks Pengembangan Klimaks dimulai dengan memperinci satu gagasan awal menuju ke gagasan lain yang lebih tinggi kedudukannya. 5) Pemberian contoh Untuk mengkonkritkan hal yang bersifat abstrak dilakukan dengan pemberian contoh. di kakinya tegak pondok. Misalnya. Dari celah dinding pondok keluar cahaya yang kuning merah. vitamin C larut dalam air.

dagang. Tidak juga dapat dikelompokkan atas bahasa Melayu bangsawan. terjadi kegoncangan hebat dalam sendi-sendi kehidupan. Suara hati yang tertindas. Prinsip mengutip adalah: 1) Jangan mengadakan perubahan 2) Bila terdapat kesalahan (baik dalam ejaan maupun ketatabahasaan). mentalitas dalam arti cara berpikir. Gemini 6 menghidupkan roketnya untuk menghapuskan pengaruh hambatan udara. Akibatnya. pengukuran jarak. Contoh: Dalam tekanan mental yang demikian hebat.dilengkapi dengan AC. 7) Sebab akibat Sebab bertindak sebagai gagasan utama. penulis tidak boleh memperbaikinya. dari rakyat. 9) Pemberian Definisi Luas Pemberian Definisi Luas adalah usaha penulis untuk memberikan keterangan terhadap suatu istilah atau hal melalui rangkaian kalimat yang membentuk sebuah alinea. dan percepatan. Gemini 6 menyusul Gemini 7 sedikit demi sedikit. akhirnya bertemulah dengan Gemini 7. sedangkan demokrasi dalam arti yang sebenarnya mempunyai makna yang lebih luas. 6) Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan untuk menciptakan sesuatu. Kutipan terdiri dari kutipan langsung dan kutipan tidak langsung (kutipan isi). Demokrasi dalam arti ini hanya menggambarkan suatu segi. Lahirlah angkatan baru yang berjuang atas dorongan hati nurani. Juga tak cukup dibagi atas bahasa Melayu buku dan bahasa percakapan. Dapat juga sebaliknya. menunggu lintasannya sama dengan Gemini 6 yang akan diluncurkan. Setelah satu kali putaran. Ternyata publik Indonesia belum cukup dewasa untuk mempergunakan gerbong-gerbong itu dengan semestinya. atau Melayu dalam. akibat sebagai perinciannya. Tahap demi tahap proses diurutkan secara kronologis. membersit ke luar dan menjadi banjir besar menentang sendi-sendi lama. Misalnya: Demokrasi biasanya diterjemahkan sebagai kedaulatan rakyat. yang diartikan sebagai pemerintahan oleh rakyat. Sementara itu. A. Dengan berkali-kali mengadakan pembentukan arah. sehingga pembaca dapat memahaminya dengan jelas. Padahal gerbong itu hanya digunakan untuk mengangkut para petani dari dusun ke kota. terjadilah G30S. Contoh: Bahasa Melayu tidak cukup dibagi atas bahasa Melayu tinggi dan bahasa Melayu rendah. Bahasa Melayu percakapan pun banyak juga jenisnya. Contoh: Gemini 7 sudah berhari-hari berada dalam peredarannya. 8) Klasifikasi Klasifikasi adalah proses mengelompokkan hal-hal yang dianggap mempunyai kesamaan tertentu. . dan untuk rakyat. bersikap dan berbuat. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari orang lain. Demokrasi pada hakekatnya berupa suatu mentalitas untuk membina suatu kehidupan dalam masyarakat. dilakukan koreksi arah supaya bidang yang dilintasi keduanya lebih tepat sama.

atau dapat juga menggunakan tanda asterik (*) yang ditempatkan satu spasi di atas baris teks. tahun terbit dan nomor halaman.3) Bagian yang dianggap tidak penting. ditambahkan satu titik lagi. baris pertama juga dimasukkan 5 – 7 ketukan. c) Kutipan tak langsung : (1) diintegrasikan dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) tidak diapit tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. tahun terbit dan nomor halaman. Penghilangan bagian kutipan ditandai dengan tiga titik berspasi. Bila menggunakan tanda kutip. Jika unsur yang dihilangkan terdapat pada akhir kalimat. (5) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. tahun terbit dan nomor halaman. Catatan kaki (footnote) berfungsi untuk: (1) menyusun pembuktian. dinyatakan dengan titik berspasi sepanjang satu baris halaman.5 spasi (2) jarak antara baris satu spasi (3) boleh tidak diapit tanda kutip (4) seluruh bagian kutipan dimasukkan 5 – 7 ketukan. b) Kutipan langsung lebih dari empat baris : (1) kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2. Catatan Kaki Catatan kaki adalah keterangan tambahan dari teks yang ditempatkan pada kaki halaman teks. Cara mengutip: a) Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris : (1) kutipan diintegrasikan langsung dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) bagian kutipan diapit dengan tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. Bila bagian itu dimulai dengan paragraf baru. dapat dihilangkan sepanjang tidak mengakibatkan perubahan makna. bagian titik tersebut dimasukkan dalam bagian tanda kutip. Jika bagian yang dihilangkan terdiri dari satu alinea atau lebih. Hubungan teks dengan catatan kaki ditunjukkan melalui nomor penunjukkan berurut. mengkaitkan dengan kebenaran yang dibuat oleh penulis lain (2) menyatakan utang budi (atas kebenaran yang dipinjam dari orang lain) . B. Penempatan pada catatan kaki bertujuan untuk memelihara kepaduan paragraf.

82 – 84. 75. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Depdikbud. Gleason. tidak dibalik (b) antara nama pengarang dan judul menggunakan tanda koma. (4) merujuk bagian lain dari teks. Hardjito. Contoh: ________ 3 Alton Moris. (2) referensi kepada buku dengan dua atau tiga pengarang Nama penerbit dimasukkan. 1984). nomor jilid dengan angka Romawi. Contoh: .ed. baik yang sudah disebutkan maupun yang belum disebutkan Cara membuat catatan kaki: (1) referensi kepada buku dengan seorang pengarang : (a) nama pengarang ditulis lengkap. (5) buku yang lebih dari satu jilid keterangan tentang nomor jilid ditempatkan dalam kurung sebelum tempat terbit. D. Selebihnya sama dengan sebelumnya. hal. antara nama dengan et al. Ibrahim. bukan titik sebagaimana daftar pustaka. 1964). 21. (4) referensi kepada buku dengan edisi yang mengalami perbuahan keterangan tentang edisi ulang atau edisi revisi diletakkan dalam kurung sebelum tempat terbit. Antara nama penerbit dan tempat diberi titik dua. An Introduction to Descriptive Linguistics (rev. New York.A. Contoh: _______ 7 R. antara tempat terbit dan keterangan diberi tanda titik koma. hal. Warisan Leluhur Sastra Lama dan Aksara Batak (Jakarta.. hal. dengan judul buku diberi tanda koma. nomor halaman dengan angka Arab. 62. antara judul buku dengan dan data publikasi tidak ada titik atau koma (c) tempat dan tahun terbit ditempatkan dalam tanda kurung. et al..(3) menyampaikan keterangan tambahan untuk memperkuat uraian di luar persoalan yang diperkenankan oleh laju teks. hal. 1961). dan antara et al. (3) referensi kepada buku dengan banyak pengarang Hanya nama pengarang pertama yang disebut. College English (New York. yang lain diganti dengan at al. 1999). Contoh: _____ 6 H. nama penerbit tidak disertakan Contoh: _________ 12 Uli Kozok.

_____
2

A.H. Lightstone, Concepts of Calculus (Vol. I; New York: Harper & Row, 1966), hal 75.

(6) sebuah edisi dengan beberapa orang pengarang _______
5

Mursal Esten, ed., Kritik Sastra (Bandung, 1988), hal. 18 – 21.

(7) buku terjemahan Pengarang asli ditempatkan di depan, penerjemah ditempatkan setelah judul buku, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh: ______
3

Multatuli, Max Havelaar, terj. H.B. Jassin (Djakarta, 1972), hal. 51.

(8) artikel dalam anotologi Judul artikel dan judul buku dicantumkan, juga nama penulis dan editornya. Contoh: ______
8

Rizanur Gani, “Sastra Kontekstual,” Kritik Satra, ed. Mursal Esten (Bandung, 1988), hal. 7.

(9) artikel dalam majalah Nomor jilid ditempatkan sesudah nama majalah. Contoh: _____
14

Ny. H. Soebadio, “Penggunaan Sansekerta dalam Pembentukan Istilah Baru,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I (April, 1963), hal. 47 – 49. (10) artikel dalam harian Bila nama pengarang jelas, dimulai dengan nama penulis artikel itu. Jika tidak, cukup diisi dengan nama rubrik dalam harian itu. Contoh:
21

Mangunwijaya, “Sastra Pembebasan,” Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

Atau :
21

Tajuk Rencana dalam Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

C. Daftar Pustaka 1. Dengan seorang pengarang Keraf, Gorys. 1999. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. 2. Dengan dua atau tiga pengarang

Oliver, Robert T., and Rupert Cortright. 1958. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc. 3. Dengan banyak pengarang Sidarta, Myra D., et al. 1984. Feminisme dalam Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 4. Edisi yang mengalami perubahan Gleason, H.A. 1961. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev.ed. New York: Winston. 5. Lebih dari satu jilid Hakim, Lukman. 1982. Matematika. Jil. 2. Jakarta: Djambatan. 6. Edisi karya beberapa orang pengarang Esten, Mursal, ed. 1988. Kritik Sastra. Bandung: Angkasa. 7. Artikel dalam majalah Kridalaksana, Harimurti. “Leksikostatistik Bahasa Nusantara,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I: 323, April, 1963. 8. Terjemahan Multatuli. 1972. Max Havelaar, terj. H.B. Jassin. Jakarta: Djambatan. D. Sistematika Karya Ilmiah E. D

MODUL BAHASA INDONESIA STIE MATERI 2

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakat dituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia

yang baik dan benar. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.

Tujuan a. Mahasiswa/i mampu menerapakan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia b. Mahasiswa/i memahami Perkembangan Ejaan c. Mahasiswa/i memahami pengertian dan Ruang Lingkup Ejaan Yang

Disempurnakan

Masa lalu sebagai bahasa Melayu
Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua

franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 Masehi diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Lima prasasti kuna yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu menggunakan bahasa Melayu yang bertaburan kata-kata pinjaman dari bahasa Sanskerta, suatu bahasa Indo-Eropa dari cabang Indo-Iran. Jangkauan penggunaan bahasa ini diketahui cukup luas, karena ditemukan pula dokumen-dokumen dari abad berikutnya di Pulau Jawa[10] dan Pulau Luzon.[11] Katakata seperti samudra, istri, raja, putra, kepala, kawin, dankaca masuk pada periode hingga abad ke-15 Masehi. Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bahasa Melayu Klasik (classical Malay atau medieval Malay). Bentuk ini dipakai oleh Kesultanan Melaka, yang perkembangannya kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan disekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya.

Laporan Portugis, misalnya oleh Tome Pires, menyebutkan adanya bahasa yang dipahami oleh semua pedagang di wilayah Sumatera dan Jawa. Magellan dilaporkan memiliki budak dari Nusantara yang menjadi juru bahasa di wilayah itu. Ciri paling menonjol dalam ragam sejarah ini adalah mulai masuknya kata-kata pinjaman dari bahasa Arab dan bahasa Parsi, sebagai akibat dari penyebaran agama Islam yang mulai masuk sejak abad ke-12. Kata-kata bahasa Arab seperti masjid, kalbu, kitab, kursi, selamat, dan kertas, serta kata-kata Parsi

Jan Huyghen van Linschoten pada abad ke-17 dan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 menyatakan bahwa bahasa orang Melayu/Melaka dianggap sebagai bahasa yang paling penting di "dunia timur". . kulkas. dan stempel adalah pinjaman dari bahasa ini. polisi. sabun. bolu. Spanyol. Ambon. loteng. akibat kontak di antara mereka yang mulai intensif di bawah penjajahan Belanda. tahu. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang full-fledged. sama tinggi dengan bahasa-bahasa internasional di masa itu. maupun bahasa setempat. Terobosan penting terjadi ketika pada pertengahan abad ke-19 Raja Ali Haji dari istana Riau-Johor (pecahan Kesultanan Melaka) menulis kamus ekabahasa untuk bahasa Melayu. tauge. dan Kupang. karena memiliki kaidah dan dokumentasi kata yang terdefinisi dengan jelas. meja.[13] Varian-varian lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti bahasa. sepatu. Orang-orang Tionghoa di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu pidgin. Bahasa Belanda terutama banyak memberi pengayaan di bidang administrasi. dewan.[12] Luasnya penggunaan bahasa Melayu ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal. misalnya di Manado. bahasa Tionghoa. dan teknologi hingga awal abad ke-20. cambuk. kegiatan resmi (misalnya dalam upacara dan kemiliteran). teko. Kedatangan pedagang Portugis. Varian yang terakhir ini malah dipakai sebagai bahasa pengantar bagi beberapa surat kabar pertama berbahasa Melayu (sejak akhir abad ke-19). Proses penyerapan dari bahasa Arab terus berlangsung hingga sekarang. kata-kata Tionghoa yang masuk biasanya berkaitan dengan perniagaan dan keperluan sehari-hari. Terdapat pula bahasa Melayu Tionghoa di Batavia. Bahasa Portugis banyak memperkaya kata-kata untuk kebiasaan Eropa dalam kehidupan sehari-hari. tauke. Sudah dapat diduga. dan tembakau masuk pada periode ini. Bahasa yang dipakai pendatang dari Cina juga lambat laun dipakai oleh penutur bahasa Melayu. Kata-kata seperti asbak. knalpot. bola. diikuti oleh Belanda.seperti anggur. Terjadi proses pidginisasi di beberapa kota pelabuhan di kawasan timur Nusantara. seperti gereja. seperti pisau. dan cukong. dan jendela. tamasya. saudagar. Bahasa perdagangan menggunakan bahasa Melayu di berbagai pelabuhan Nusantara bercampur dengan bahasa Portugis. dan Inggris meningkatkan informasi dan mengubah kebiasaan masyarakat pengguna bahasa Melayu.

Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa. 3. 2. pak. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Ejaan Republik Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. Karena perkembangan politik selama tahuntahun berikutnya. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe. Ejaan van Ophuijsen Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. pajah. 3. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) .dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya. Awalan di. dsb. dsb. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2. ta’. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak. dsb. seperti koma ain dan tanda trema. Ciri-ciri ejaan ini yaitu: 1. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang. itu. oemoer. dsb. Kata-kata pinjaman. sajang. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu: 1. pa’. dsb. ’akal. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai lingua franca. ke-barat2-an. 4. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. rakjat. Ejaan Melindo (Melayu Indonesia) Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. umur.Hingga akhir abad ke-19 dapat dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yang kolokial dan tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar. ber-jalan2. untuk menuliskan katakata ma’moer. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi. diurungkanlah peresmian ejaan ini. 2. itoe. tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua atau ketiga. 4. Tanda diakritik.

Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel. 2. yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. penuntun memelihara kesehatan.Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Tahun 1972. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. Dengan EYD. Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat). Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57.[17] . seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia. seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan. buku-buku penuntun bercocok tanam. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad. yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas. semakin dibakukan. ejaan dua bahasa serumpun. Perubahan: Indonesia Malaysia (pra-1972) (pra-1972) Tj Dj Ch Nj Sj J oe* ch J kh ny sh y u Sejak 1972 c j kh ny sy y u Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia 1.

pertumbuhan. Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana. Tanggal 28 Oktober s. 4. meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 11. 8. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu. Tanggal 16 Agustus 1972 H. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya. M. yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara). 5. Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945. Tanggal 21-26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. Presiden Republik Indonesia.d 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928. .d 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara.3. 57 tahun 1972. 13. 9. yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. 7. juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Tanggal 28 Oktober s. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan. Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. 6. dapat tercapai semaksimal mungkin. Soeharto. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara. 10. 12.

terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang disempurnakan (EYD).d 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia. terutama dalam bahasa tulis. dan tanda baca sebagai sarananya. Tanggal 28 Oktober s. Jepang. Italia. Hongkong. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan. sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. Malaysia. Singapura. Ibarat sedang mengemudi kendaraan. 2. Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna. Rusia. Kata. Ejaan ketiga dalam sejarah bahasa Indonesia ini memang merupakan upaya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama dua puluh lima tahun yang dikenal dengan Ejaan Republik atau Ejaan . Tanggal 28 Oktober s. ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa.14. Singapura. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf. atau kata. Jika para pengemudi mematuhi rambu-rambu yang ada. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Kongres itu Darussalam. yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta. Belanda. Korea Selatan. India. dan Australia.Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Brunei Darussalam. Jerman. EYD mulai diberlakukan pada tanggal 16 Agustus 1972. 15. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk.d 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Jerman. Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia. 16. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa.1 Pengertian Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia. dan Amerika Serikat. suku kata.

2 Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. dan dari kata si dan sang partikel singkatan dan akronim . (2) penulisan huruf. 2. lebih lama dari Ejaan Republik. diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu.Soewandi (Menteri PP dan K Republik Indonesia pada saat Ejaan itu diresmikan pada tahun 1947). Ejaan pertama bahasa Indonesia adalah Ejaan van Ophuijsen (nama seorang guru besar belanda yang juga pemerhati bahasa). dan (5) pemakaian tanda baca. yaitu : Huruf Abjad Huruf Vokal Huruf Konsonan Huruf Diftong Gabungan Huruf Konsonan Pemenggalan Kata 2) Penulisan huruf membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi : Huruf capital atau Huruf besar Huruf miring 3) : Penulisan kata membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa kata dasar kata turunan bentuk ulang gabungan kata kata ganti –ku. ke. (3) penulisan kata. dan baru diganti setelah dua tahun Indonesia merdeka. -kau. dan -nya kata depan di. (4) penulisan unsur serapan. yaitu (1) pemakaian huruf. Ejaan van Ophuijsen dipakai selama 46 tahun. 1) Pemakaian huruf membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa. -mu.

5) Pemakaian tanda baca (pugtuasi) membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan. Pemakaian Huruf a. terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing. Tanda baca itu adalah : Tanda titik (. Nama tiap huruf disertakan disebelahnya.) Tanda koma (.angka dan lambang bilangan.) Tanda titik koma (. 4) Penulisan unsur serapan membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan.) Tanda titik dua (:) Tanda hubung (-) Tanda pisah (--) Tanda ellipsis (…) Tanda tanya (?) Tanda seru (!) Tanda kurung ((…)) Tanda kurung siku ([ ]) Tanda petik ganda (“…”) Tanda petik tunggal („…‟) Tanda garis miring (/) Tanda penyingkat atau Apostrof („) 1. Huruf Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Nama A Be Ce De E Ef Ge Ha Huruf Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Nama Je Ka El Em En O Pe Ki Huruf Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz Nama Es Te U Fe We Eks Ye Zet . Huruf Abjad Abjad bahasa Indonesia menggunakan 26 huruf berikut.

g. yaitu A. r. f. x. Huruf Konsonan B C D F G H J K L M N Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami lekas maka nama Di Tengah sebut kaca ada kafir tiga saham manja paksa alas kami anak Di Akhir adab abad maaf balig tuah mikraj sesak kesal diam daun . p. dan O. Huruf Vokal i Rr Er Huruf yang melambangkan vocal terdiri atas lima huruf vokal (v). j. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b.Ii b. n. s. E. c. dan z. t. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Di Awal A e* api enak emas I O U itu oleh ulang Di Tengah padi petak kena simpan kota bumi Di Akhir lusa sore tipe murni radio ibu c. U. y. I. d. l. v. m. k. h. w. q.

yaitu kh. ng. Huruf Diftong Ai Au Oi Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal ain aula Di Tengah syaitan saudara boikot Di Akhir pandai harimau amboi e. Pemenggalan Kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut : . Gabungan Huruf Konsonan Kh Ng Ny Sy Di Awal khusus ngilu nyata syarat Contoh Pemakaian dalam Kata Di Tengah akhir bangun hanyut isyarat Di Akhir tarikh senang arasy f. Pemenggalan Kata 1. ny dan sy. au dan oi.P q** R S T V W x** Y Z pasang quran raih sampai tali varia wanita xenon yakin zani apa furqan bara asli mata lava hawa payung lazim siap putar lemas rapat juz d. Gabungan Huruf Konsonan Didalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. Huruf Diftong Didalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai.

pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. ben-trok. Misalnya : in-stru-men. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. Misalnya : au-la sau-da-ra am-boi bukan bukan bukan a-u-la sa-u-da-r-a am-bo-i 6) Jika di tengah kata ada huruf konsonan. bang-krut. me-rasa-kan. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Misalnya : man-di. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. dapat dipenggal pada pergantian baris. pergi-lah catatan : a. swas-ta. pasal E. (lihat juga keterangan tentang tanda hubung. termasuk gabungan huruf konsonan. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. de-ngan. mem-bantu. su-lit. dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan diantara kedua huruf itu. ikh-las 2. si-nam-bung. ke-nyang. Akhiran-i tidak dipenggal. Jika ditengah kata ada vokal yang berurutan. ul-tra. 7) Jika ditengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan. makhluk 8) Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. la-wan. in-fra. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. bu-ah.a. sa-at. Pada kata yang berimbuhan sisipan. Ap-ril. mu-ta-khir. Bab V. pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu. ba-rang. som-bong. Misalnya : ba-pak. au. Huruf diftong ai. Misalnya : ma-in. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan. misalnya : Makan-an. cap-lok. di antara dua buah huruf vokal. ayat 1 ) c. bang-sa. misalnya : te-lun-juk. ge-li-gi . b.

atau sejarah. Serang Perkumpulan Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908. lembaga. Misalnya . xantat (nama unsur kimia) (2) Untuk penulisan kata-kata biasa yang bukan nama diri. (1) Untuk penulisan nama diri. lambang huruf yang dipakai adalah ks. dan nama lainnya) harus mengikuti EYD. sungai. Contoh pemakaian biasa : Rumahnya di Jalan Pajajaran No. pemenggalan dapat dilakukan dengan: (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. tempat. Ia berkantor di Jalan Budi Utomo. 2. dan lambang dalam matematika.5. lambang huruf yang dipakai adalah x. Huruf Kapital atau Huruf Besar .1c dan 1d di atas. Contoh pemakaian dengan pertimbangan khusus : Pamanku dosen Institut Agama Islam Banten. bi-o-gra-fi. Penulisan Huruf a. Texas (nama diri) Xenon. jalan. gunung. Alex. misalnya : bio-grafi. unsur kimia. fo-to-gra-fi Nama Diri Cara penulisan nama diri (nama orang.3. istilah ilmu pengetahuan. oto-grafi. Mexico. Untuk penggunaan huruf x berlaku ketentuan khusus sebagai berikut. kecuali jika ada pertimbangan khusus yang menyangkut segi adat.1b. Jika suatu kata terdiri dari atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. hukum.

1. Misalnya : “KapanBapak berangkat?” tanya Harto. MahaKuasa . “Silakan duduk. kakak. 6. Misalnya : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Kepada-Mulah. Yang Maha Agung 4. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. ibu. Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. Adik bertanya “itu apa. Huruf Miring . nama agama. saudara. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. adik. 5 . dan kitab suci. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan. termasuk kata ganti untuk Tuhan.dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.Dik!” kata ucok. Sang Pencipta. b. Misalnya : Allah. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat. TuhanYesus. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda. Misalnya : Selain buku juga penggaris yang dijual Dia hendak ke Sumatera 2. Misalnya : “Ibu bertanya” “Kapan Anton pergi” 3. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima.

Buku itu sangat tebal. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan.1. penetapan. 2. surat kabar Suara Karya. Penulisan Kata a. Kata Turunan 1) Imbuhan (awalan. Dia bukan menipu. Misalnya : Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. Misalnya : Ibu percaya bahwa engkau tahu. Misalnya : Bergerigi. 3. menengok. Politik divine et impera pernah merajalela di negeri ini. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. atau kelompok kata. bagian kata. . Kata dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. tetapi ditipu. kata. b. majalah. 3. mempermainkan. dikelola. sisipan. Misalnya : majalah Bahasa dan Kesastraan. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya : Huruf pertama kata abad ialah a. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. buku Negarakertagama karangan Pranpanca. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Kantor pajak penuh sesak.

Misalnya : adipati telepon mahasiswa swadaya pancasila tritunggal c. Bentuk Ulang dan Kata Ulang Bentuk ulang dan kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan kata tanda hubung. meja tulis. dannya Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk sigkat dari kata aku dan engkau. Gabungan Kata Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. laba-laba.besarkan. Misalnya : menggarisbawahi dilipatgandakan menyebarluaskan penghancurleburan 4) Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. mu. kupu-kupu. Misalnya : duta besar. rumah sakit. biri-biri. e. unsur-unsurnya ditulis terpisah. berjalan-jalan. kereta api cepat. d. terima kasih. mata kuliah. lipat gandakan 3) jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. lauk-pauk. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. gerak-gerik. huru-hara. ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. . dibesar.awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahului. gabungan kata itu ditulis serangkai. Kata Ganti ku.2) Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. kerja sama. Misalnya : Diberi tahu. Misalnya : Anak-anak. tanda tangani Berlipat ganda. beritahukan Bertanda tangan. kau. orang tua. buku-buku. termasuk istilah khusus.

boleh kaubaca buku itu. Misalnya : . kamu = sepeda kamu mu = sepedamu aku = rumah aku ku = rumahku Kata ganti nya selalu ditulis dengan kata yang mendahului. ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. dan dari Kata depan di. kauambil Misalnya : Bolehkah aku ambil jeruk ini satu ? Kalau mau. Ia pantas tampil ke depan g. boleh engkau baca buku itu. Kata ganti ku dan mu sebagai bentuk singkat dari aku dan kamu. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. nya = bukunya Misalnya : Bolehkah aku pakai sepeda kamu sebentar? Sepedamu lebih kokoh dari sepedaku. Bolehkah kuambil jeruk ini satu? Kalau mau. kuambil engkau = engkau bawa. Misalnya : Saya sudah makan di restoran.kepada dan daripada . aku ambil ku = kubawa. Akan tetapi. ke. ke. perhatikan penulisan berikut ini. kecuali didalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti. Kata Depan di.aku = aku bawa. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Ibuku sedang ke luar kota. engkau ambil kau = kaubawa. f.

Misalnya : Muh. nama gelar. Singkatan Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Singkatan dan Akronim I. adik pun ingin pergi. dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Apakah yang tersirat dalam surat itu? Apatah gunanya bersedih hati? 2. -kah. Misalnya : . Sdr. jabatan. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Kar Sarjana ekonomi Bapak Saudara Sarjana karawitan 2. 1. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. i.Harimau itu marah sekali kepada sang kancil. sapaan. Singkatan nama orang. Partikel Partikel –lah. 1. Bpk. E. Yamin Suman S. atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Misalnya : Bacalah buku itu baik-baik. Misalnya : Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. badan atau organisasi. Jika ayah pergi. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik. h. S. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. S.

Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. u.DPR PGRI KTP Dewan Perwakilan Rakyat Persatuan Guru Republik Indonesia Kartu Tanda Penduduk 3. Misalnya : ABRI LAN Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara 2. Misalnya : Akabri Iwapi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia .n. dan mata uang tidak diikuti tanda titik. 1. Dan lain-lain Yang terhormat atas nama untuk perhatian 4. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya : Dll. Misalnya : Cu Kg kuprum kilogram II. Lambing kimia. gabungan suku kata. takaran. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. timbangan. Akronim Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf capital.p. Yth. singkatan satuan ukuran.

Misalnya : 4. Bilangan pecahan Misalnya : Setengah Satu persen ½ 1% 3. 9 gka Romawi : I. V (5.3.000).000. Angka dan Lambang Bilangan Angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan atau nomor. Bilangan utuh Misalnya : Dua belas Dua ratus dua puluh dua 12 222 b. . 8.000). VII. M (1. C (100). X. 7. 6. 1. Misalnya : Paku Buwono X Paku Buwono ke-10 Paku Buwono kesepuluh Bab II Bab ke-2 Bab kedua Penulisan lambing bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut. suku kata. Angka Arab : 0. V. Misalnya : pemilu tilang pemilihan umum bukti pelanggaran j. III. 4. VI. L (50). Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf.000). D (500). 2. a. 5. M (1. 1. 2. IV. II. 3. Didalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi. IX. VIII. Penulisan lambing bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Penulisan lambing bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut.

shuttle cock. portugis. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks Bahasa Indonesia. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Contoh kaidah yang berlaku bagi unsur serapan : aa menjadi a Paal Baal ae menjadi e aerobe haematite q menjadi k aquarium equator rh menjadi r rhythm rhombus th menjadi t methode thrombosis metode thrombosis ritme rombus ekuator akuarium aerob hematite pal bal . atau inggris. Pertama.Tahun „50-an Uang 5000-an Uang lima 1000-an atau atau atau tahun lima puluhan uang lima ribuan uang lima seribuan 4. Kedua. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam Bahasa Indonesia. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti sanskerta. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. belanda. Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya. Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. seperti reshuffle. arab.

Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. 2. inggris.000 b. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Impianku menjadi musisi. Misalnya : Saya membeli baju. Korea. melainkan biola. Tanda koma (. dan las vegas. Misalnya : III. tetapi hari itu ujian. ikhtisar. spanyol. yunani. tas. . dan sepatu. Misalnya : 24. Misalnya : Saya ingin pergi.) 1. 2.) 1.000 13. Tanda titik (. jepang. 5. Misalnya : Ayahku tinggal di Korea. 3.dsb. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Tanda titik dipakai dibelakang angka atau huruf dalam satu bagan. A. atau daftar. Pemakaian Tanda Baca a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. 3. Piano bukan alat music favorit saya. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.1. paris. 1.

penghapus. 4.) 1. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. saya tidak akan datang. 2. Karena sibuk.Misalnya : Kalau hari hujan. Misalnya : Malam semain larut. Adik mendengar music. Ibu sibuk memasak. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. saya sendiri asyik mengerjakan tugas.” kata Ibu. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Hanya ada dua hasil ujian kita itu : lulus atau tidak lulus. Tanda titik dua (:) 1.” “Saya gembira sekali.” c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. dan penggaris. ia lupa akan janjinya. Misalnya : Ayah menonton televisi. Misalnya : Kata Ibu. Misalnya : Kita sekarang memerlukan alat tulis : pensil. Tanda titik koma (. 2. d. “saya gembira sekali. “karena kamu lulus.pekerjaan belum selesai juga. Misalnya : Ketua Sekretaris Bendahara : Kim Jae Joong : Kim Jun Su : Sim Chang Min .

Misalnya : Kalau begitu … ya. Tanda pisah ( . Misalnya : Disamping cara itu ada juga cara baru. Tanda ellipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang member penjelasan di luar bangun kalimat. Misalnya : Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai-diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. Misalnya : 1986-1990 Tanggal 25-26 Januari 1986 Korea-Jepang Tanda Ellipsis ( … ) 2. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti „sampai‟. g. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.) 1. 2. Misalnya : p-e-n-y-a-n-y-i 26-01-1986 f. . Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Tanda hubung (-) 1.e. 1. marilah mulai pindah. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Misalnya : Anak-anak Berulang-ulang 3.

Tanda Tanya dipakai pada akhir kalimat Tanya. Misalnya : Ia dilahirkan pada tahun 1992 (?) Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang i. 1. Misalnya : Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Merdeka! Tanda kurung ( (…) ) j. Tanda ellipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. . h. 2. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. dan (c) modal. Tanda seru (!) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Misalnya : Kapan ia berangkat? Kemana ia pergi? 2. ketidakpercayaan. Misalnya : Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. (b) tenaga kerja. Tanda Tanya (?) 1. Misalnya : Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. ataupun rasa emosi yang kuat. Tanda Tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya : faktor produksi menyangkut masalah (a) alam. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.2.

Misalnya : Persamaan kedua proses ini (perbedaannya [lihat halaman 26] tidak dibicarakan) perlu dibentangkan di sini. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.k. 1. Misalnya : Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. Misalnya : Tanya Basri.” kata Mira. Tanda kurung siku mengapit huruf. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Tanda petik (“…”) l. karangan. . 2. Tanda kurung siku ( […] ) 1. Tanda petik mengapit judul syair. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam Tempo. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. 3. Misalnya : Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemersik.” Tanda petik tunggal ( „…‟ ) Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Misalnya : Kata Tono. “Saya juga minta satu. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. 1. Misalnya : “Saya belum siap.” 2. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. kata. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” m.

n. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan. atau. atau tiap. Tanda penyikat atau Apostrof ( ` ) Tanda penyikat atau apostrof menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Jelaskan Pengertian dari Ejaan! Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek.00/lembar. o. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Tanda garis miring ( / ) 1. sebutkan 5 aspek! . Misalnya : Mahasiswa/mahasiswi Harganya Rp 150. 2. Misalnya : Malam „lah tiba 1 Januari `86 (`lah = telah) (`86 = 1986) Lampiran Soal : 1. Misalnya : No. 7/PK/1973 Jalan kramat II/10 2.

kau-) or di-. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. c. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. the "active" form of the verb is used. the verb is "passive". There is one basic difference with Indonesian sentence structure. In the passive. but not always. Bagaimana pemenggalan kata dari : Kesetiaan Metropolitan Kemerdekaan Kapan Huruf Kapital dipakai dalam penulisan huruf? Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English.3. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. the noun or subject comes before the predicate or adjective. In Indonesian. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. b. Often. the "passive" form of the verb is used. a. which means the verb takes the prefix meN-*. The one who does the action is the agent. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is passive. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. 4. the verb is preceded either by : (1) short forms of the intimate pronouns (ku-. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother Active and Passive (Aktif dan Pasif) If someone does something to someone or something. or by . the agent will be the subject of an active sentence. Often. then. the verb that describes that action is a transitive verb. In Indonesian. the recipient will be the subject of a passive sentence. The person or thing that receives the action of the action is the recipient. If the recipient of the action is the main concern of the sentence. but not always.

click here. The one who does the action is the agent. NOTHING (no auxiliary word such as bisa. Example In all cases.) comes between the pronoun form and the verb stem. kalian. etc.. mereka). With subject /predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. object focus (object = the recipient of the action).. Except for sentences where the verb is in a yang phrase. The person or thing that receives the action of the action is the recipient or object. beliau).. (This sounds more confusing than it is. the subject of a passive verb is the recipient. and often precedes the verb. If someone does something to someone or something. optionally preceded by oleh ("by").. akan. consider the following: . If the agent is in the "yang phrase" with the verb. Often.. the "active" [= agent focus] form of the verb is used. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. Anda. Saudara.."My mother bought the mat" / "The mat was bought by my mother" -. but not always. KERTAS-KERJA (worksheet) MENGENAI (concerning) AKTIF DAN PASIF = agent focus and object focus Note: some Indonesian grammars talk about active and passive. or by the plural pronouns (kami. to parallel English . which means the verb takes the prefix meN-*. In Indonesian.(2) the full forms of the formal pronouns (saya. the verb that describes that action is a transitive verb. In the case of third person passive. harus. the agent will be the subject of an agent focus sentence. then.. etc. the noun or pronoun(-nya) which designates the agent comes after the verb. Bapak. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence.but it's more accurate to use agent focus (agent = the one who does the action) vs. the verb is "passive" [ = object focus]. kita.

"membeli tikar itu" is the predicate Ibu saya yang membeli tikar itu. = "My mother is the one who bought the mat "yang membeli tikar itu" is the subject. etc. Tikar itu saya jual..Ibu saya membeli tikar itu = "My mother bought the mat. the recipient will be the subject of a object focus sentence. "ibu saya" is the predicate Keep in mind -. kau-) or di-. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. etc. or by the plural pronouns (kami." "ibu saya" is the subject. the verb is preceded either by (1) short forms of the intimate pronouns (ku-. Tikar itu dijual ibu saya. Ibu(=you) menjual tikar." the predicate of a sentence is what we're saying about the subject -. akan. In the object focus. or by (2) the full forms of the formal pronouns (saya. kalian. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is object focus. Ibu saya menjual tikar. In the case of third person passive. Anda. Tikar itu Ibu jual. EXAMPLE: ACTIVE PASSIVE Saya menjual tikar. optionally preceded by oleh ("by"). the "passive" [ = object focus] form of the verb is used.) comes between the pronoun form and the verb stem.") If the recipient of the action is the main concern of the sentence. EXERCISE: . kita.the subject of a sentence is what we're talking about: in the first example. NOTHING (no auxiliary word such as bisa. Bapak. Except for sentences where the verb is in a yang phrase. mereka). With subject/predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb.beliau). Saudara. the subject of a passive verb is the recipient." in the second "ibu saya. the noun or pronoun (-nya) which designates the agent comes after the verb. harus.the new information: in the first case "membeli tikar itu. Often. In all cases. it's "ibu saja" but in the second it's "yang membeli tikar itu. but not always. and often precedes the verb.

Write two sentences for each of the following words. the second four in 2nd person passive. one in active. the third four in 3rd person passive. 1st pers 2nd pers 3rd pers lihat tambah pakai beli dengar cari beri tulis ambil kirim suruh lawat . one in passive. the first four in 1st person passive.

kawin 2.forms: + r. Adik saya tidak usah saya tidurkan.(ng)= meng-. one using the form without prefixes/suffixes. and therefore CANNOT focus on it.(m)= mem-. for words 5-8 use -kan with any form of the object focus. DI-. + (p). For words 1-4 use -kan with the meN. describing the activity of causing the state to happen to a recipient. Such words are not transitive.g.*meN.w. + (k). and DO NOT TAKE MEN-. pindah 4. do not have a recipient/object. ETC.b.y= me-. + (t).j. the verb can then be agent or object focus.d. a word can describe a state or condition. Many stative words (both verbs and adjectives) can add -kan and then become transitive verbs. Saya harus menidurkan adik saya.h.aeiou. EXAMPLE: Adik saya mau tidur. siap ('ready') . My little sister wants to sleep. indicating a state or condition. + (s).c. EXERCISE: Write two sentences for each of the following words. I have to put my sister to sleep.(n)= men-. repot 3. 1. I don't have to put " " " . With the -kan suffix.(ny)= meny- KERTAS KERJA MENGENAI -KAN CAUSATIVE -KAN: Instead of describing an action that somebody does to somebody or something.l.prefix. the other using -kan.

Ali mencarikan temannya kamus. Make all the sentences active -. OR Ali mencarikan kamus untuk temannya. Temannya dicarikan kamus oleh Ali. lahir 8. EXERCISE: Write two sentences for each of the following verbs.never mind about the passive for this exercise. EXAMPLE: Ali mencari kamus. dekat 7. Kamus dicarikan Ali untuk temannya. in addition to the one they take without -kan. and the other with the benefactive -kan suffix. cari ambil tulis beli baca bungkus . This recipient is a person who benefits from the action of the verb. adding -kan makes it possible for them to take another recipient. habis BENEFACTIVE -KAN With verbs that are transitive without -kan (like those in the examples on the worksheet on active and passive).5. OR Kamus itu dicari Ali. one with the ordinary transitive (without -kan). rusak 6.

Jon bekerja di kota. 5.Saya mau bercerita tentang anak saya.Ini anak saya yang baru saya ceritakan. they do not indicate an action which has a recipient. MEN--KAN / DI--KAN Some words are prefixed with beR. This is my kid. a 3rd possibility is imperative.Siapa yang mau Anda ceritakan? 3. and you have to have a transitive (and object focus) verb to handle such situations.KERTAS KERJA MENGENAI BER.is not used. What is it that John does (= works on) in town? John sells bananas in town. If -kan is added to the root word.as intransitive verbs. and it's easier just to remember them -. bercerita tentang gives the same information as menceritakan. you know only a limited number of these words. For this set of words. not of a preposition).see the grammar section and exercises in Wolff which cover this -.since not all intransitive verbs will take beR-. I want to tell about my kid. just like any other transitive verb. however.in their intransitive form. 4. which means they are either active (agent focus) or passive (recipient focus). . and FOR THIS SET OF WORDS (not all) that means using beR-. these words can then have recipients. EXAMPLE: 1. 6. and not all words which are made transitive with -kan can also take beR. the verb is intransitive. when meN.John menjual pisang di kota.Apa yang dikerjakan Jon di kota? 7. the verb must be transitive. Putting the recipient at the front of the sentence makes the sentence focus on it. Notice that in sentences 1 and 3. If there is no recipient. At this point. that means adding -kan. saya baru bercerita. John works in town. The important thing to remember is that if there is a recipient (of the verb.Saya mau menceritakan anak saya. Who is it you want to tell about? I want to tell-about my kid. that I was just now telling about. Sentences 2 and 4. 2.VS. could NOT also be expressed as Siapa yang mau Anda bercerita tentang or Tentang anak saya. however.

one with meN--kan. but becomes pelajari (with meN. People gather at the food stall. EXERCISE: Write three sentences for each of the following. and be equally correct. EXERCISE: Write three sentences for the following words. Notice that sentence 7 answers the question asked in sentence 6 WITHOUT using any form of the verb kerja. since the recipient (=apa) is in front of the verb. and one with some form of the object focus and -kan. hari ini karena terlalu dingin I want to walk in the village. Henry gathers together the books. on with beR-. -kan: EXAMPLES: Orang-orang berkumpul di warung. bicara tanya ajar Some verbs change their meaning somewhat. one with beR-. . asking about what (=apa) it is that John does forces the verb into the object focus as well. Ms. You could say Jon mengerjakan apa di kota.In sentence 6. I can't get my car going today because it's too cold. Mobil saya tidak bisa saya jalankan. Saya ingin berjalan di desa. Bu Henry mengumpulkan buku.or meN/di. The verb ajar becomes belajar in its intransitive form (meaning to study something in a general way. and one with some form of the object focus and -kan. depending on whether they have beR. one with meN--kan.etc. meaning to do a specific act of studying. to take a course in something).or di-/Anda /saya) as the transitive form.

kumpul jalan Make these sentences DIFFERENT than the examples given! .

-KAN VS. (Also. it sounds fairly weird to use "menduduki" for Ali and the chair -.root -i: Ali duduk di korsi. it makes an intransitive word into a transitive verb (= a verb that can be made active or passive). the first cannot: Korsi itu diduduki Ali." as in "Tentara menduduki negara musuhnya.usually the -i form is used in the sense of "occupying. Ali menduduki korsi.the recipient shows a LOCATION and IT DOES NOT GET MOVED OR CHANGED by the action of the verb.") Some verbs can be transitive without -i. and take locational recipients when -i is added: Kami menanam kacang di kebun. NO SUFFIX Like -kan. You cannot have the sentences " Di korsi Ali duduk" or "Korsi Ali duduk di" in correct Indonesian. The chair is sat in by Ali. meN. -i means that the recipient is the place or person where the action ends up -. Unlike -kan. the root plus the prepositions di. ke or dari can substitute for the transitive verb. the suffix -i makes it possible for roots that would not otherwise have recipients to have them. We plant beans in the garden. In many cases. " " However. . while the second sentence can be made passive (like any other active sentence).KERTAS KERJA MENGENAI -I VS. Ali sits in the chair. In other words.

cupboard. Kami menanami kebun dengan kacang. " " The office is entered by Tuti. " " . The garden is planted by us with beans. We plant the garden with beans. Tuti memasuki kantor. Tuti enters into the office. Kantor dimasuki Tuti. Some words that describe a state or condition can use either -kan or . Kita harus menjalani jalan ini.when they are intransitive (especially if they could be understood as a noun if they don't have any affixes). We have to walk on this road. Tuti puts books into the cupboard. jalan is about the only example of this we've seen so far: Kita harus berjalan di jalan ini. Buku dimasukkan Tuti ke lemari. Tuti memasukkan buku ke lemari. The books are put by Tuti into the A few words can be used with -kan and -i (when they're transitive) AND with beR.i to form transitive verbs with different kinds of recipients: Tuti masuk ke kantor.Kacang kami tanam di kebun. Beans are planted by us in the garden. Kebun kami tanami (dengan) kacang.

majalah itu. Yang sedang ____________________(baca) Jon. Saya mau ___________________ (kunjungi) sekolah di desa. Siapa yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 7. 1. We have to get this car going. Jon mau ____________________(lihat) pemandangan yang indah. 2. LATIHAN AKTIF/PASIF Tulis bentuk aktif ATAU bentuk pasif untuk kalimat ini. 3.Kita harus menjalankan mobil ini. Apa Ibu yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 5. Sekolah di desa itu yang mau saya ____________________(kunjungi). . Apa yang perlu ____________________(tanyakan)? 4. Apa yang sedang Ibu ____________________(baca)? 6. 8.

Petani di sini sering ____________________(tanami) pematang dengan sayur-sayuran. Petani di sini sering ____________________(tanam) sayur-sayuran di pematang (dikes). . Apa yang ____________________(tanami) ubi? 16. 11. 17. saya ingin ____________________(pelajari) pendidikan di sini. Keadaan di desa mau ____________________(lihat) Jon. Jagung (corn) sering ____________________(tanam) di mana? 14. Apa yang mau Saudara ____________________(pelajari)? 21. Buku-buku harus ____________________(masukkan) bibi saya ke dalam lemari buku (="bookcase"). 20. 12.9. Sawah itu sudah ____________________(tanami) apa? 13. Apa yang ____________________(tanam) di pinggir sawah? 15. 19. O. Jalan mana yang mereka ____________________(lewati)? 10. Apa yang harus ____________________(kerjakan) bibi saya? 18. Bibi saya ____________________(masuki) kantor kepala sekolah.

Siapa yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan? 23. 3. Practice with prefixes and suffixes (meN-. Setiap hari penduduk Jalan Lembang _______________(bangun) oleh suara adzan. Pak Jon yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan. Barang-barang yang sudah anda ____________ (beli) berat sekali. guru kita. Kebanyakan pembeli ____________(pulang) pada siang hari untuk ____________ (istirahat). 24. Ø. beR-.5. di-. -kan: 1. apa? 25. Yang ____________________(bicarakan) guru kita tadi. Keluarga Sudarmo sering ____________(duduki) kursi-kursi di kamar duduk. 6. Kita dapat _____________ (pilih) kaset musik gamelan. ____________________(bicarakan) Pelajaran 12. 2. . Kota Jakarta ____________(duduki) orang Belanda selama perjuangan. 7. 4.22.

9. 11. Kami akan ____________(libur) di Pulau Bali tahun depan. 16. Jumlah mahasiswa di Universitas Gajah Mada ____________ (lebihi) delapanbelas ribu. Stupa itu masing-masing ____________ (kandung) patung Buddha. karena tidak baik. 19. mudahmudahan teman saya akan _____________ (bawa) saya kopor itu. Kamar harus anda ____________ (pesan) dahulu di losmen itu. 17. Kopor yang berat itu tidak dapat saya _____________ (bawa). Perhiasan perak ____________ (buat) oleh orang yang ____________ (kerja) di pabrik perak itu. 18. 10. Siapa yang sedang _____________ (baca) anak itu majalah?* BENEFACTIVE KAN 13. Karcis Sulastri ____________ (periksa) pembantu kepala setasiun.8. 14. *BENEFACTIVE -KAN .20. 12. Bambang akan ____________(kunjungi) saudara sepupunya di Wonosobo. Pakaiannya sudah ____________(masuk) Sulastri ke dalam kopornya. 15. Rumah makan itu tidak dapat saya ____________ (anjurkan).

Apa yang akan Anda ____________________(kunjungi) nanti sore? .pakailah peN-. Saya tidak suka ____________(pakai) celana jengki. 24. Ibu Sudarmo sedang ____________ (siap) makan pagi di dapur. 22. Pembatik itu sedang ____________ (guna)canting.21. 25. 28. Meja yang ____________(bentuk) bundar harus anda ____________ (letak) di sebelah kursi besar. Sedikit lagi -. meN-.2. 23. Kain batik ____________ (jual) di bagian pakaian. beR-.26. Dewasa ini Republik Indonesia ____________(perintah) oleh pemerintah di Jakarta. or nothing: 1. Akhirnya kereta api itu siap _____________(angkat). 27. 3. Ada banyak _________________ (kunjung) yang _________________(kunjung) ke keraton di Yogya.

beli (anda beli = 2nd person passive) 8.4.. anjurkan (saya anjurkan = 1st person passive. diperiksa 10. beristirahat 6.7.. pesan (2nd person passive) . erected. Orang yang ____________________(ajar) di universitas disebut “mahasiswa” atau “ ____________________”(ajar). “put in”) 14. “I can’t recommend this restaurant. memilih 7. pulang 5.5. membacakan (= benefactive -kan) 13. 1. dibangunkan (=“awakened”. diduduki 4. Inginkah Anda ____________________(bawa) alat ____________________(potret) ke Candi Prambanan? 6.”) 2. mengandung (masing-masing = “each”. Here is the key for the exercise -. 9.10. Wayang kulit dapat ____________________(tonton) oleh ____________________(tonton) di depan keraton.) 12. _______________(duduk) Yogya sangat suka para turis yang kaya.don’t peek prematurely. dimasukkan (= “caused to enter”. menduduki 3. 8. mengandung = “contain”) 11. berlibur 9. dibangun would mean “built.

passive) 4.15. pemotret 6. bekerja 18. penduduk 9. pengunjung 2. berangkat 22. dijual (agent not mentioned -. melebihi 19. menggunakan 1. menyiapkan 25. pelajar . letakkan (2nd person passive) 27. belajar 10. memakai 23. diperintah 28. bawa (1st person passive) 20. berbentuk 26. kunjungi (2nd p. mengunjungi 16. membawakan (= benefactive -kan) 21. ditonton 7. berkunjung 3. dibuat 17.“sold (by somebody)”) 24. membawa 5. penonton 8.

Sepatu ada di bawah tempat tidur. Shoes are under the bed. These prepositions can be combined with a set of locative pronouns. . atas bawah depan muka belakang dalam luar samping sebelah antara tepi seberang "top. which indicate position in relation to the speaker. and sana 'there' (far off). The locative pronouns are sini 'here' (near speaker).PREPOSITION Locative prepositions are: di. under" "front" "front" "back" "inside" "outside" "side" "side" "between" "edge" "other side" EXAMPLES: 1. 2. Preposition ke (to) indicates movement toward. and preposition dari (from) indicates movement away. These three locative prepositions also can be combined with a set of locative nouns which indicate location in relation to the following noun. and dari. on) indicates that the action occurs in the place indicated by the following noun and there is no movement. above" "beneath. at. ke. situ 'there' (not far off). Anak-anak itu berenang ke seberang sungai. Preposition di (in.

Read the article below carefully. Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Departemen Luar Negeri RI. Sabtu (22/2).Those children swim to the other side of the river. Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. Arizal Effendi. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. 3. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. the noun or subject comes before the predicate or adjective. My younger brother/sister pulls a pencil out of his/her bag. Adik saya mengeluarkan pensil dari dalam tasnya.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS. Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English. Kompas . There is one basic difference with Indonesian sentence structure. In Indonesian. . Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian.

AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. Departemen Kehakiman. Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. Departemen Sosial (Depsos). dan Deplu AS. AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. Kepolisian Republik Indonesia (Polri). dan Badan Intelijen Negara (BIN). Meskipun tidak memiliki perjanjian. to be accepted to be informed. Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. Hak Asasi Manusia (HAM). Dikatakan.Ditambahkan. jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. Homeland Security Department. Departemen Kehakiman (Depkeh). 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin menjanjikan memiliki bekerja Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. to be delivered to be led to promise to own to work Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin meN + janji + kan me + milik + i be + kerja . Departemen Tenaga Kerja (Depnaker).

bail census broadcast press conference information embassy arrest. renewal flexibility. obligation. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. detention duty.menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. guarantee. That poor maid is treated badly by her boss. commitment safety extension. needs. Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. to vote to take care of to be allowed. allowance necessity. That letter was delivered by the postman to the Budiman family. . to be permitted to monitor to assist.

The extension of the working permit is issued by the immigration office.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS.Sesampainya di rumah. Nico informed his mother about that very good news. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. Read the article below carefully. Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. Kompas . . That car has a five year has a five year warranty. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. The ownership of those companies is illegitimate. The Suharto family own many companies. Sabtu (22/2). Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. Arriving at home.

melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. to be delivered to be led Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin . AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Departemen Sosial (Depsos). Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). Homeland Security Department. Hak Asasi Manusia (HAM). Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dikatakan. Departemen Kehakiman.Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. dan Deplu AS. Meskipun tidak memiliki perjanjian. 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. Departemen Kehakiman (Depkeh). Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. Ditambahkan. jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. dan Badan Intelijen Negara (BIN). to be accepted to be informed. Departemen Luar Negeri RI. (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. Arizal Effendi. AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS.

bail census broadcast press conference information embassy arrest. renewal flexibility. obligation. detention duty. guarantee. . errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. allowance necessity. That poor maid is treated badly by her boss. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. needs. to be permitted to monitor to assist. commitment safety extension.menjanjikan memiliki bekerja menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + janji + kan me + milik + i be + kerja meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to promise to own to work to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. to vote to take care of to be allowed.

Desa dengan luas area sekitar 1. Mangku . Indonesian-English Dictionary Tenganan. Bendesa Adat. apa yang akan (bisa) dibawa oleh Otonomi Daerah bagi wilayah yang dihuni sekitar 600 jiwa ini.Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. The extension of the working permit is issued by the immigration office. The ownership of those companies is illegitimate. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Nico informed his mother about that very good news. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Bisakah Tetap "Asli" TENGANAN adalah sebuah desa terpencil di Kabupaten Karangasem. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU. Other important words are in PURPLE. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan.496. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Sesampainya di rumah. Arriving at home. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe.002 hektar itu kini juga menanti-nantikan. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. That car has a five year has a five year warranty. Bali. The Suharto family own many companies. Read the article below carefully. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. sekitar 65 kilometer dari Kota Denpasar. Desa ini terbilang tetap tegar bertahan dalam arus perubahan zaman yang pesat dari teknologi informasi. Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. That letter was delivered by the postman to the Budiman family.

Sekarang yang perlu dilihat adalah potensi kami. lalu bagaimana seharusnya mengelolanya. *** TENGANAN identik dengan kain geringsing. "Kami perlu komunikasi. sawah. Sebelum masuk wisatawan harus menyumbang sukarela kepada petugas di bangunan kayu semipermanen. bisa dijejaki sejak tahun 1960. Dibanding kain-kain pabrikan yang dijumpai di toko-toko tekstil. dan diperkirakan akan efektif pada bulan Mei mendatang. Tentang usia pariwisata di desa yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Amlapura ini." ujar Mangku Widia. kami tidak mungkin hidup sendiri.Widia mengungkapkan hal itu saat berbincang dengan Kompas di rumahnya yang juga merangkap sebagai art shop pertengahan Januari 2001. Begitu kaki melangkah ke art shop di dekat pintu masuk. *** TENGANAN selama ini kurang "terdengar" dalam peta pariwisata. Tidak jelas benar berapa penghasilan per kapita penduduk Tenganan. tetapi. Dengan Otonomi Daerah. Jangankan dengan Kuta. Jumlah pengunjung memang menunjukkan peningkatan. Jangan heran dan kaget. Ketika Kuta sudah penuh gebyar dengan kehadiran hotel dan arus wisatawannya yang melimpah. karena di sana berlaku sistem barter yang didasarkan pada kepemilikan kolektif atas tanaman. Sementara Candidasa sendiri baru mulai dirambah wisatawan tahun 1985. Kesan bahwa penanganan pariwisata di desa ini tidak dikoordinir dengan baik mulai terasa begitu kaki melangkahi gerbang utama. "Namun." ujar Mangku Widia. walaupun nantinya sudah menerima masukan dari "dunia luar". atau Sanur. Ubud. "Tahun 1966 di sini lebih ramai daripada kunjungan di Bali Beach di Sanur." ujar Mangku Widia. langsung ada tawaran kain geringsing seharga Rp 400. dan kerbau yang ini dibiarkan berkeliaran bebas di kawasan desa. dengan berpegang pada awig-awig atau peraturan adat desa yang sudah ditulis sejak abad 11--diperbarui tahun 1842 karena yang asli terbakar--Tenganan berhasil tegak di tengah arus keras perubahan." tambah Mangku Widia. Tenganan kalah top. Tidak ada tiket masuk ke desa yang sekaligus menjadi obyek wisata itu." ujarnya. namun komunikasi kami justru mulai terbuka. tentu tidak akan bisa cepat berubah begitu saja. "Dalam satu dua tahun terakhir ini meskipun jumlah pengunjung meningkat.000 sampai nyaris Rp 1 juta. . "Selama ini pengaruh pariwisata terhadap masyarakat kami memang masih sedikit. Mangku Widia malahan "menawarkan" diri untuk berubah. Jelas. dengan deretan rumah adat yang satu sama lain persis sama dan bertahan dengan keturunan yang dipertahankan keasliannya dengan perkawinan sesama warga desa. Selama ini. namun belanja souvenir mereka kurang. Wisatawan harus mengisi buku tamu. wisatawan harus melalui "gerbang" sempit yang cukup lewat satu orang. karena awig-awig tetap memiliki peran dan fungsi sentral. Kami juga perlu berhubungan dengan dunia luar. Dengan Candidasa yang berdekatan dengan lokasi desa itu saja. Memasuki kawasan ini. Roda kehidupan masyarakat Tenganan. "Kami tahu bahwa Otonomi Daerah itu dimulai tahun ini." tambahnya. sekilas pandang bisa diketahui bahwa setiap lembar kain geringsing adalah lembar yang eksklusif--sifat yang melekat pada barang buatan tangan. sampai sekarang kami belum mendapatkan petunjuk yang jelas. Tenganan tetap bertahan dengan tiga balai desanya yang kusam.

agar bisa muncul. dan akhirnya kami mengetahui caranya. Kekhasan kerajinan tangan lainnya yaitu anyaman ata--bahan dasar yang didapat dari Pulau Flores. 12 Maret 2001 Kata kerja bertahan menanti-nantikan dibawa dihuni mengungkapkan Verbs hold out. Warna merah. Tetapi. Nah. Agar warna bisa merasuk ke dalam serat-serat benang. karena kain geringsing hanya diproduksi di Tenganan. tentu akan membunuh potensi pariwisata kami sendiri.. sudah ada sebuah yayasan di Jakarta--dia lupa namanya--yang beberapa tahun terakhir ini melakukan penjajakan untuk membuat eco-tourism di kawasan Tenganan. survive to wait on and on to be carried to be occupied to pronounce. Harga setinggi itu bisa dikatakan tinggi dan bisa juga tidak. "Kami sadar jika ini tidak segera diurus. perlu pemrosesan selama satu bulan tujuh hari. tahun kedua mulai dilakukan komunikasi dengan desa adat. Warna kuning. misalnya." Persoalannya. Pengerjaannya pun makan waktu lama. tambah Mangku Widia. jika ada hal-hal yang "khas" di Tenganan selain masyarakatnya sendiri-yang memunculkan perasaan halus berbau ironis ketika menyaksikan "keterasingan" dan kesederhanaan mereka. prosesnya panjang. Tahun pertama diawali dengan peta jalur (tracking). yang juga pelopor kerajinan anyam-menganyam ata ini." kata I Nengah Kedep. Ternyata itu mudah. butuh perlakuan khusus. Kerajinan ini mulai dikenal di Tenganan setelah ada tameng (perisai) yang rusak dalam acara geret pandan-tarian pemuda. (bur/rik/isw) Bacaan diambil dari Kompas Senin. Alangkah idealnya. to utter Words in italic are the base/root words ber + tahan menanti-nanti + kan di + bawa di + huni meNG + ungkap + kan . masyarakat Tenganan sebaiknya dilatih untuk bisa menangkap peluang pariwisata. Seterusnya.. tanpa harus melanggar awig-awig tinggalan para leluhur. benarkah yayasan tersebut bisa menangkap "napas" masyarakat Tenganan yang kental dengan kultur warisan tahun abad ke-11? Ataukah mereka tidak peduli akan masyarakat Tenganan melainkan diri mereka sendiri? Atau . karena warna yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan. semuanya secara total mencapai lama pemrosesan (cuci-jemursimpan) secara tiga bulan. dari akar sunti dari Nusa Penida. Jika dimungkinkan. berbagai kemungkinan terbuka. semoga Tenganan yang penduduknya disebut Baliaga (Bali asli) tetap merupakan Bali yang "asli" yang tidak lagi terkesan muram karena kusam. Mangku Widia bercerita." tutur Mangku Widia yang sebelum bertemu Kompas bercengkerama dengan sejumlah petugas dari Dinas Pariwisata. Kita hanya bisa mendoakan. "Kami menghendaki guide lokal. perlu proses tiga hari. Warna merah.Harga setinggi itu diberikan untuk kain selebar dua jengkal tangan dengan panjang seperti selendang. dari yang terbaik sampai yang terburuk. harapan Mangku Widia sudah sepantasnya mendapatkan sambutan yang layak dari mereka yang berkecimpung dan memegang otorisasi di bidang pariwisata. Sementara warna kuning berasal dari minyak kemiri. "Kami berusaha memperbaiki sendiri tameng yang kami beli dari luar itu.

t. to be renovated to be maintained. to be estimated serve concurrently as. guideline regulation presence row.berbincang dimulai diperkirakan merangkap mendapatkan berpegang ditulis diperbarui dipertahankan menawarkan berubah berhubungan menerima memiliki terdengar dikoordinir terasa melangkahi memasuki melalui menyumbang mengisi berlaku didasarkan dibiarkan berkeliaran terbuka dijejaki dirambah menunjukkan meningkat ber + bincang di + mulai di + per + kira + kan me + rangkap meN + dapat + kan ber + pegang di + tulis di + per + baru + i di + per + tahan + kan meN + tawar + kan ber + ubah ber + hubung + an meN + terima me + milik + i ter + dengar di + koordinir te + rasa me + langkah + i me + masuk + i me + lalu + i meNY + sumbang meNG + isi ber + laku di + dasar + kan di + biar + kan ber + keliar + an ter + buka di + jejak + i di + rambah meN + tunjuk + an meN + tingkat to chat to be begun. alteration the middle. originality marriage Words in italic are the base/root words per + ubah + an per + tengah + an pe + eunuch per + atur + an ke + hadir + an deret + an ke + turun + an ke + asli + an per + kawin + an . swarm about opened followed on the trail to clear away. offspring authenticity. to donate to fill be valid. to be defended to offer change. to point out s. by means of to contribute. audible to be coordinated felt. to be let alone roam or wander about. to be started to be guessed. tasted to step to enter to pass through or by. be in effect based on to neglect. line descent. to increase Kata benda perubahan pertengahan petunjuk peraturan kehadiran deretan keturunan keaslian perkawinan Nouns change. become different related to s.t. double as to get base on. the center instruction. to hold on to be written to be renewed. be in contact to receive to own heard. to mount. to cut down to indicate. to raise..

plentiful at the same time have a distance area influence Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Sudah lama dia menanti-nantikan kedatangan pacarnya. Para pengunjung ke pantai yang terpencil itu kebanyakan wisatawan dari manca negara. It has been for a while she waits on and on for her boyfriend.kehidupan berdekatan penanganan wisatawan petugas bangunan penghasilan penduduk kepemilikan kunjungan pengunjung peningkatan ke + hidup + an ber + dekat + an peN + tangan + an wisata + wan pe + tugas bangun + an peNG + hasil + an peN + duduk ke + pe + milik + an kunjung + an peNG + kunjung peN + tingkat + an life. remote be calculated on fire abundant. . functionary building income population ownership visitation visitor the increase Kata-kata penting lainnya Other important words Words in italic are the base/root words terpencil terbilang terbakar melimpah sekaligus berjarak kawasan pengaruh ter + pencil ter + bilang ter + bakar me + limpah sekali + gus ber + jarak isolated. existence be adjacent handling tourist employee. Suara bom itu terdengar sampai ke kawasan yang berjarak dua belas kilometer dari pusat ledakan. Visitors to that isolated beach are mostly tourists from abroad (foreign countries). overflow. The sound of the bomb can be heard until to the area that has a distance of twelve kilometers from the center of the blast.

Kepala Desa Arjasa.30 WIB sempat terjadi angin puyuh disertai gerimis. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Longsoran tanah dari Bukit Gujuran yang terjadi Senin malam (24/2) itu juga menimbun sedikitnya 0. Meski tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. "Minggu siang. Kecamatan Arjasa. “Tidak lama kemudian lindu (gempa bumi) datang sekitar dua menit.5 hektare sawah siap panen serta jalan desa sepanjang 300 meter." katanya. Read the article below carefully.” tutur Suryani. Jawa Timur. “Begitu terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi. sambil berkaca-kaca menatap rumahnya yang rata dengan tanah. kami langsung lari keluar tanpa sempat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah. 39 tahun. Mursyid menuturkan. Indonesian-English Dictionary Bukit Longsor Hancurkan 17 Rumah di Jember TEMPO Interaktif.” tuturnya. Pada Sabtu (22/2) petang. seorang warga. Suharso. Longsoran dari bukit setinggi 100 meter dengan kemiringan 40 derajat itu langsung tumpah dan mengubur sejumlah rumah beserta isinya yang ada di bawah bukit. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU. Hingga saat ini. (Mahbub Djunaidy-Tempo News Room) Bacaan diambil dari Tempo interaktif 25 Februari 2003 . Other important words are in PURPLE. warga yang tinggal di bawah gumuk sudah bersiap-siap dengan memindahkan sejumlah barang dan ternak mereka. Jember:Tujuhbelas rumah hancur. menemukan tanda-tanda keretakan tanah di punggung Bukit Gujuran. Pada Senin (24/2) sore sekitar pukul 16. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. akibat longsor di Dusun Calok. Mursyid. Kabupaten Jember. sedikitnya 48 keluarga warga Dusun Calok terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan sanak famili mereka yang dianggap aman. lima di antaranya terkubur tanah. hujan deras yang turun sejak Minggu malam hingga Senin siang sudah menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya bencana longsor seperti 1993 lalu.BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. tadi siang mengatakan warga setempat sebelumnya sudah menduga akan terjadi longsor. kemudian terjadi longsor itu. kerugian yang diderita warga ditaksir mencapai Rp 60 juta.

to say to make s. prior to a number of. appear or to come to the surface accompanied by. to find to move to tell. to estimate to discover. all along at the locality before. to pile up suffered estimated. an amount of .t.Kata kerja terkubur menimbun diderita ditaksir mencapai terpaksa mengungsi dianggap mengatakan menduga menemukan memindahkan menuturkan menimbulkan disertai mengubur berkaca-kaca menatap Verbs buried to bury. accompanied with to bury be glistening with tears to look at Words in italic are the base/root words ter + kubur meN + timbun di + derita di + taksir meN + capai ter + paksa meNG + ungsi di + anggap meNG + kata + kan meN + duga meN + temu + kan meM + pindah + kan meN + tutur + kan meN + timbul + kan di + serta + i meNG + kubur ber + kaca-kaca meN + tatap Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words longsoran kerugian keretakan kekhawatiran terjadinya terdengar longsor + an ke + rugi + an ke + retak + an ke + khawatir + an terjadi + nya ter + dengar landslide financial loss crack worry event heard Kata-kata lainnya Other words Words in italic are the base/root words sedikitnya sepanjang setempat sebelumnya sejumlah sedikit + nya se + panjang se + tempat se + belum + nya se + jumlah at least as long as. appraised to reach forced to to take refuge considered as to say to guess.

SUFFIX -an With measures of time. weight. At the refugee camp. Every day many people pile the garbage up at the garbage dump. or suffering from [root word] . appearing once in the measure indicated by the root word. the pile becomes higher. people were forced to take refuge to another place. Pada waktu perang. That old man says that he is considered as crazy by the people of his village because he claims that he finds an amount of gold at several places along the river in his village. As the time passes by. and distance. In the wartime. appearing once" bulan hari minggu kilo meter "month" "day" "week" "kilogram" "meter" bulanan harian mingguan kiloan meteran "monthly" "daily" "weekly" "by the kilo" "by the meter" Suffix -an meaning "having many [root word]. Di tempat pengungsian. or suffering from [root word]." Suffix -an forms adjectives meaning "done. containing many [root word]. para pengungsi yang jumlahnya ditaksir mencapai sedikit-dikitnya sepuluh ribu orang ini sangat menderita. happening. suffix -an forms adjectives meaning "done. orang-orang terpaksa mengungsi ke tempat lain. With some nouns bases -an derives adjectives meaning "having many [root word]. happening.setinggi kemiringan se + tinggi ke + miring + an as high as slope Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Setiap hari banyak orang menimbun sampah di tempat penimbunan sampah. Semakin lama timbunan itu menjadi semakin tinggi. containing many [root word]. Lelaki tua itu menuturkan bahwa dia dianggap gila oleh orang-orang sekampungnya karena dia mengaku bahwa dia menemukan sejumlah emas di beberapa tempat di sepanjang sungai di desanya. these refugees which number was estimated reaching at least ten thousands very suffered.

SUFFIX -i The suffix -i is added to roots to form transitive verbs (verbs which take a prefix meN and have passives). One meaning of verbs with -i which we have seen in the basic sentences is "do at. 3. James Neil. on. 4. Baju-baju bekas itu dijual secara kiloan. The suffix -i has several meanings. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. from" that is the verb refers to an object which is the location of the action. 2. The following list gives some verb which take -i in the locational meaning: datang dekat duduk jalan jauh ketemu "come" "near" "sit" "walk" "far" "meet" datangi dekati duduki jalani jauhi ketemui "come to" "approach (go near to)" "sit on" "walk on" "go far from" "go to meet with" . London. Even though he is still young. in. Many small children are infested with worms. Majalah 'O' adalah sebuah majalah bulanan. 'O' magazine is a monthly magazine. Routledge. Banyak anak kecil yang menderita cacingan. mould" "scabies" "ant" "gray hair" cacingan jamuran kudisan semutan ubanan "infested with worms" "mouldy" "suffering from scabies" "suffer pins and needles" "gray haired" EXAMPLES: 1.cacing jamur kudis semut uban "worm" "fungus. 1996. Meskipun masih muda. ia sudah ubanan. he is gray-haired already. Those used clothes are sold by the kilo.

In colloquial speech one usually expresses idea with a phrase having a similar meaning which does not contain a verb with -i (usually a verb with no -i and a preposition): (1) Anak itu senang sekali menulis di buku temannya. "That kid likes to write on friend's books." Similarly.. "That kid likes to writes on friend's books." Kembalikan means "make something return". we have seen kembali meaning "return. "return something. his his SUFFIX -kan One large class of roots. The meaning of verbs formed by adding -kan to these roots is "cause to be [root].e.kirim tanam tidur tulis "send" "plant" "sleep" "write" kirimi tanami tiduri tulisi "send to" "plant on. i. in" "sleep on. or as we would express it in English." 1 and 2 have the same meaning. some of which are adjectives uses -kan to make causatives. "use something up." For example we know the root habis 'finished. used up." (2) Anak itu senang sekali menulisi buku temannya. finish up" "marry off" "return something" "empty something out" "make something less" "give birth (cause to be born)" "bath someone" "put upward. climb" "go home" "arrive" "be happy" "rent" habiskan kawinkan kembalikan kosongkan kurangkan lahirkan mandikan naikkan pulangkan sampaikan senangkan sewakan "use up." Habiskan means "cause to be finished"." habis kawin kembali kosong kurang lahir mandi naik pulang sampai senang sewa "all gone" "be married" "return" "empty" "be less" "be born" "bath" "ride. allow to ride" "send home (cause to go home)" "pass forward (cause to arrive)" "make happy" "rent out" . with" "write on" The suffix -i is used mainly in writing and formal speech.

" kata ibu. Tonight empty out this garbage bin. finish up that food!. 3. Suffix -anda." kata para mahasiswa kepada pemerintah. Tolong kembalikan buku saya. 2. Pass forward these news to your family. habiskan makanan itu!. Suffix -anda is added to bases which end with a consonant and suffix -nda to bases which end with a vowel.tinggal turun "stay. younger sister" kakanda adinda . remain" "go down. 5. base ends with a vowel ibu "mother" ibunda Suffix -nda. SUFFIXES -anda." says mother. -nda Suffixes -anda and -nda are added to pronouns and kin terms to form honorific addresses to show respect. a base ends with k loses the k. get off" tinggalkan turunkan "leave behind (cause to remain)" "lower" EXAMPLES: 1. Please return my book. base ends with a consonant ayah "father" ayahanda Suffix -nda. Sampaikan berita ini kepada keluarga Anda. base ends with k kakak adik "older brother." say the university students to the government. "Turunkan harga beras!. "Lower the price of the rice!. "Dani. "Dani. then followed with -nda. older sister" "younger brother. Nanti malam kosongkan tong sampah ini. In most cases. 4.

Routledge. Suffixes wan and -wati. James Neil. are the only affixes making gender distinction. and -man Suffix -wan occurs with bases to indicate a person associated with the base. The suffix -man derives one noun only.f) seniwati (f) wisudawan (m. indicates a person (male or female) associated with the base harta ilmu olahraga rohani sejarah "wealth.f) male/female artist EXAMPLE: . -wati.f) karyawati (f) seniman (m.nenek anak "grandmother" "child" nenenda ananda Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon.f) wisudawati (f) male/female worker female worker male/female artist female artist graduating male/female graduating female Suffix -man seni "art" seniman (m. 1996. SUFFIXES -wan. Suffix -wan. The form -wan refers to both male and female and the form -wati refer to female only. London. property" "science" "sport" "clergy" "history" hartawan ilmuwan olahragawan rohaniwan sejara(h)wan wealthy person scientist sportsman/woman clergyman historian Suffix -wan to indicate male (m) and -wati to indicate female (f) karya seni wisuda "work" "art" "graduation" karyawan (m. both borrowed from Sanskrit.

buatan. 1996. For example : pangkalan. etc Prefixs (Awalan) Prefiks or awalan is an element that is structurally being put in front of a word. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. Para wisudawan sedang memasuki ruangan untuk upacara wisuda. There are many artists live in that village. hukuman. sayangkan. -wati    Suffix or akhiran is an element that is structurally being placed on the tail end of a verb. The graduating people are entering the room for graduation ceremony.1. That wealthy person is very generous. Ada banyak seniman yang tinggal di desa itu. the word "membeli" is made up . wan. Para ilmuwan sedang berusaha menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit kanker. Hartawan itu sangat murah hati. 3. for instance. 2. Suffix (Akhiran) Click on the blue word here  suffix an suffix -i suffix kan   suffix -nya suffix -nda. Routledge. London. 4. James Neil. anda suffix -man. The scientists are trying to find medicine to cure cancer. masuki.

Kalau Anda tidak mengerti. Click on the prefixes listed below to learn more about each one:  prefix ber prefix di   prefix keprefix peprefix ter-   prefix meprefix se- PREFIX BERThere are two types of verbs with the ber. Anda bisa bertanya kepada ibu dosen. kerja bekerja "work" ajar belajar "study" Exercise EXAMPLES: 1.prefix attached to a verb root the resulting verb is a reflexsive verb.prefix. belanja berbelanja "shop" bicara berbicara "talk..prefix to a noun. those formed by adding the ber.. These are list of example for adding berto the root. study" kumpul berkumpul tanya henti bertanya berhenti Irregular prefix berClick here...prefix to a root verb.+ Noun nama umur sepeda jalan sekolah bernama berumur bersepeda berjalan bersekolah "having the name" "having the age of" "to go by bicycle" "walk" "attend school. you may ask the (female university) teacher....... If you don't understand.of the prefix "mem-" + "beli" which is a root word (kata dasar). When the ber. speak" "gather together" "ask" "stop" Lists of example for ber. and adding the ber. .

4. 4. Hasan attends school at SMA Negeri (state high school) in the city of Surabaya. Anjing saya bernama "Bleki" dan dia berumur dua tahun. Budiman terpilih menjadi ketua organisasi pemuda di desanya. It is God's will that Pak Amat left us (passed away). . framework" "old" kehendak kekasih kerangka ketua "desire. 3. 3. will" "love" "skeleton. will" "lover" "skeleton" "chairman" EXAMPLES: 1. Routledge. My dog has a name "Bleki" and he is two years old. hendak kasih rangka tua "want. 2. James Neil. Budiman was elected as the chairman of the youth organization in his village. Anton and Rini become a couple of lovers for four years. PREFIX KePrefix ke. Ibu Sumirat works at a hospital not far from her house. Ibu Sumirat bekerja di sebuah rumah sakit tidak jauh dari rumahnya. 1996. Sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa Pak Amat pergi meninggalkan kita. The skeleton of the missing person was found in the forest.is added to a few root words to form nouns. London.2. Hasan bersekolah di SMA Negeri di kota Surabaya. Anton dan Rini menjadi sepasang kekasih selama empat tahun. Kerangka orang yang hilang itu ditemukan di tengah hutan. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon.

With a stative meaning-that is. The number of internet users in Indonesia has not many yet. 4.is added to verb roots to form stative verbs. 3. PREFIX terThe prefix ter. Jumlah pemakai internet di Indonesia belum banyak. The criminals have been captured by the police. Para penjahat itu sudah ditangkap polisi. 2. Pak Joko works as a well digger. Pak Joko bekerja sebagai penggali sumur.PREFIX -pe EXAMPLES: 1. roots that refer to . Elvi Sukaesih adalah seorang penyanyi 'dangdut' yang terkenal di Indonesia. Elvi Sukaesih is a famous 'dangdut' singer in Indonesia.

get up" "be accustomed to" "open" "be in hand after having been obtained" "be seated" terbangun terbiasa terbuka terdapat terduduk "be awakened by something that does not intend to awake" "get accustomed to something by" "accidentally come open" "be available" "fall into a sitting position" "be reminded by something that does not intend to remind one" "be included in a group or accidentally get into something" "be made available for use" "fall asleep" "be locked" ingat "remember" teringat masuk "enter. which also occur prefixed by ter-: bangun biasa buka dapat duduk "be awake." a (2) Dia jatuh terduduk. "He sat in the front." b (1) Pedagang itu mandi setelah bangun.the state of something or of a person. go inside" termasuk sedia tidur tutup "be ready" "sleep" "closed" tersedia tertidur tertutup EXAMPLE: a (1) Dia duduk di depan. "The merchant took a bath after he woke up. the prefix terforms a word that emphasizes the accidentally of the action by which the state came into being or that is has been possible for the state to have come into being. "He fell into a sitting position. The following list gives stative forms that we have so far." .

" PREFIX MEclick here for Exercise To learn more about prefix meN-: meN. telur. finding roots. 2. dan sayur-sayuran di pasar.b (2) Dia terbangun karena ribut di luar kamarnya. . egg. "A good time in the meN-s room" click here for an easy-to-print version of the chart below EXAMPLES: 1. and vegetables at the market. Ibu bought meat. Ibu membeli daging.worksheet 1. "He was awakened by a noise outside of his room. adding meN-.

occurs with group numbers to form cardinal numbers and in fractions. To form cardinal numbers sepuluh sebelas seratus seribu sejuta semilyar To form fractions sepertiga seperempat seperlima sepersepuluh seperduapuluh But: setengah or separuh To replace "satu" before classifiers ekor (tail) helai (piece) orang (person) titik (dot.2. PREFIX SePrefix Se. Para penjual menjual makanan dan minuman. 3. A lot of garbage pile up by the side of the street. The sellers sell food and drink. It also replaces the number "satu" before classifiers. You may rent a car at 'Enterprise'. Ibu Harun meyakinkan Michael bahwa sekolah itu adalah sekolah yang baik. drop) gelas (glass) piring (plate) cangkir (cup) seekor kuda sehelai kain batik seorang wanita setitik air segelas susu sepiring nasi secangkir kopi "a "a "a "a "a "a "a horse" piece of batik cloth" woman" drop of water" glass of milk" plate of rice" cup of coffee" "one third" "one fourth" "one fifth" "one tenth" "one twentieth" "half" "ten" "eleven" "one hundred" "one thousand" "one million" "one billion" EXAMPLES: . 5. Ibu harun assures Michael that the school is a good school. Anda bisa menyewa mobil di 'Enterprise'. 4. Banyak sampah menggunung di pinggir jalan.

Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon..-an forms nouns from adjectives. 3. To make that cake.1. 2.. the word "penembakan" is made up of the prefix "peN-" + "tembak. Hanya seperlima dari penduduk desa itu yang tidak buta huruf. There are eleven students in this class. Untuk membuat kue itu... for instance." which is a root word (kata dasar) + "-an.. 1996. In general... London. which then mean "having to .an Circumfix peN-..-an also can be based on nouns. 4. This morning I saw a beautiful woman who was buying a piece of batik cloth whilst her husband was buying a plate of fried banana and a cup of coffee. James Neil. needed flour a half kilogram. Ada sebelas orang mahasiswa di kelas ini. Only one-fifth of the population of that village who are literate. Tadi pagi saya melihat seorang wanita cantik sedang membeli sehelai kain batik sementara suaminya membeli sepiring pisang goreng dan secangkir kopi. However... in a few cases this is not so. sepuluh di antaranya adalah wanita. Such nouns are generally of an abstract nature.-an Circumfix ke-. and other classes. ten of them are females. Circumfix (Gabungan) Circumfix or gabungan is a combined element that is structurally being put in front and at the end of a word. verbs.. dibutuhkan tepung sebanyak setengah kilogram." Click on the circumfix listed below to learn more about each one: Circumfix ke-. Routledge.. Circumfix ke-. the meaning of the noun can be predicted from the meaning of the adjective base.-an Circumfix per-.-an Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX ke-.

. ..in English Circumfix ke-." These are list of examples of nouns which identify the characteristics of the adjectives These are list of examples of nouns which DO NOT identify the characteristics of the adjectives baik kebaikan "kindness" berat malu terang keberatan kemaluan "objection" "genital" bebas kebebasan "freedom" bersih kebersihan "cleanliness" cantik kecantikan "beauty" keterangan "explanation" sehat kesehatan "health" Circumfix ke-.do with [base].-an that means "having to do with [base]" adil jujur ketidak-adilan "injustice" ketidakjujuran ketidakpuasan ketidaksenangan "dishonesty" anggota keanggotaan "membership" daerah ibu wanita kedaerahan keibuan kewanitaan "regionalism" "motherliness" "femininity" puas "dissatisfaction" senang "displeasure" EXAMPLES: 1.. The beauty of that young woman is admired by many people.. Kecantikan gadis muda itu dikagumi oleh banyak orang. which correspond with dis.or in.-an can be combined with NOT.

.. Rasa keibuannya timbul ketika ia melihat bayi malang itu. Her feeling of motherliness grew when she saw that poor baby.. 4.-an nouns that refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to" peN-.-an Circumfix peN-..2.-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb typically occurs .. Bapak and Ibu Sadli raise an objection if Susi comes home late at night. 1996 Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX peN-.. London. 3.. Bapak dan Ibu Sadli menyatakan keberatan kalau Susi pulang larut malam.-an nouns refer to the pace where the action of the corresponding verb typically occurs..-an forms nouns which refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to... Para demonstran itu menyatakan ketidak-puasannya terhadap pemerintah. A number of peN-." Other nouns relate with the object of the corresponding verb. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. peN-. The demonstrators raise their dissatisfaction toward the government.

-an nouns relate with the object of the corresponding verb pandang umum memandang mengumumkan pemandangan pengumuman "view. Pemandangan dari jendela kamar Pak Budi indah sekali. The sending of P.T. inn" "exile. Makmur dilakukan dengan truk-truk. 2. Makmur's commodities are carried out by trucks. scenery" "announcement" EXAMPLES: 1. The view from Pak Budi's room's window is very beautiful.. act of washing" "lodging.T. Pengiriman barang-barang P..satu tulis penyatuan penulisan "the uniting of" giling "the writing of" cuci pencucian "the collecting of" inap penginapan "the stopping of" "the sending of" "laundry. London. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. Pak Budi and his family stayed overnight at a lodging by the beach. 1996 . act of exiling" penggilingan "mill" kumpul pengumpulan henti penghentian buang pembuangan kirim pengiriman peN-. 3. Pak Budi sekeluarga menginap di sebuah penginapan di pantai.

. delegation" janji berjanji perjanjian wakil perwakilan temu bertemu pertemuan per-... agreement" "meeting" persaudaraan "brotherhood" persekutuan "alliance" "representation.-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb.. Per-...-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs tiga pertigaan "three-way intersection" henti judi perhentian perjudian "stopping place" "gambling place" ...-an forms nouns referring to road intersections..an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs..-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates.Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX per-...-an Circumfix per-...-an forms nouns referring to road intersections per-. per-.. Per-. per-...-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base] Circumfix per-...-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates...-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb budak musuh saudara sekutu perbudakan permusuhan "slavery" "enmity" kerja ajar gerak bekerja belajar bergerak pekerjaan pelajaran pergerakan "work" "lesson" "movement" "promise. Some per-. With limited usage.-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base]. Some per..

Para mahasiswa sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia. There is slavery in the United States' history. Ada perbudakan dalam sejarah negara Amerika Serikat.empat perempatan "cross-roads" cetak tenun percetakan pertenunan "printery" "textile mill" EXAMPLES: 1. There are many traditional textile mill industries in Bali. Lampu lalu lintas di perempatan di depan kampus sudah dipasang. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. Ada banyak usaha pertenunan tradisional di Bali. 4. 3. London. 2. 1996 . The (university) students like Bahasa Indonesia lesson very much. Traffict lights at the cross-roads in front of the campus have been installed.