TATARAN FONOLOGI Fonologi ialah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa

(Chaer, 1994). Satuan bunyi dibedakan antara fonetik dan fonemik. Fonetik ialah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna. Misalnya : bunyi [i] pada kata [intan], [angin], dan [batik] tidak sama. Tulisan fonetik dibuat berdasarkan aksara latin yang ditambah dengan sejumlah tanda diakritik dan sejumlah modifikasinya. Ini dilakukan karena jumlah bunyi melebihi 26 aksara latin. Bunyi terdiri dari kelompok bunyi vokal dan konsonan. Di samping itu, ada bunyi diftong atau vokal rangkap, karena posisi lidah pada bagian awal dan akhir bunyi tidak sama. Misalnya bunyi [au] pada kata kerbau, [ai] pada kata cukai, dan lain-lain. Bunyi konsonan diklasifikasikan atas (1) posisi pita suara (bergetar atau tidak bergetar), (2) tempat artikulasi (labial, dental), dan (3) cara artikulasi (sengau, hambat). Fonetik terdiri dari : 1) Fonetik auditoris (penerimaan bunyi oleh telinga) 2) Fonetik artikulasi (penerbitan bunyi oleh alat ucap manusia) 3) Fonetik akustik (ciri-ciri bunyi bahasa akibat peristiwa fisika) Fonemik adalah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bahasa sebagai pembeda makna. Contoh: bunyi [p] dan [b] pada kata [paru] dan [baru] menyebabkan perbedaan makna. Karena itu [p] dan [b] disebut fonem. Bunyi yang tidak membedakan makna bukan fonem. Bunyi [t] dan [th] dalam bahasa Inggris bukanlah dua fonem yang berbeda, tetapi dua buah bunyi dari sebuah fonem yang sama. Variasi bunyi yang timbul dari realisasi fonem disebut alofon. Fonem [i] dalam bahasa Indonesia, misalnya, mempunyai empat buah alofon, yaitu bunyi [i] dalam kata cita, tarik, ingkar, dan kali. Klasifikasi Konsonan: 1) Berdasarkan artikulator dan titik artikulasi Bilabial : b, p, m, w Palatal : c, j, ny, y Velar : k, g, kh, ng Dental : t, d, n 2) Berdasarkan jalan keluar udara Bunyi oral : p, b, w, r, dan lain-lain Bunyi nasal : m, n, ng, ny 3) Berdasarkan halangan yang dijumpai saat udara keluar Hambat atau stop : p, b, k, t, d Frikatif atau geser : f, v Spiran atau desis : s, z, sy

Trill atau getar : r Lateral : l 4) Berdasarkan getaran pita suara Bersuara : b, c, d, f, g, h, dan lain-lain Tidak bersuara : k, t, p, s Perubahan Fonem

a. Asimilasi dan Disimilasi
Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain, sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya. Misalnya, [Sabtu] diucapkan [saptu] karena pengaruh bunyi [t]. Atau fonem yang tidak sama dijakdikan sama. Misalnya, [al salam] menjadi [assalam] Jika dalam asimilasi, dua bunyi yang berbeda menjadi sama, maka disimilasi perubahan itu menyebabkan dua fonem yang sama menjadi berbeda. Misalnya kata [citta] dalam bahasa Sanskerta berubah menjadi [cinta] dan [cipta]. Jadi ada perubahan bunyi [tt] menjadi [nt] dan [pt].

a. Metatesis dan Epentesis
Metatesis adalah sebuah bunyi yang bertukar tempat dengan bunyi yang lain. Misalnya [brantas] dan [bantras], [jalur] dan [lajur], [almari] dan [lemari]. Epentetis terjadi jika sebuah fonem disisipkan dalam sebuah kata. Misalnya [kapak] menjadi [kampak]

a. Kontraksi
Kontraksi terjadi pemendekan ujaran dalam percakapan yang cepat. Misalnya, [tidak tahu] menjadi [ndak tahu], [shall not] menjadi [shan‟t], dan lain-lain.

a. Diftongisasi
Proses perubahan satu vokal menjadi diftong. Misalnya, [sentosa] menjadi [sentausa]

a. Monoftongisasi
Proses perubahan diftong menjadi satu vokal. Misalnya, [satai] menjadi [sate], atau [pulau] menjadi [pulo].

a. Sandi
Sandi adalah dua vokal berturut lebur menjadi satu vokal. Misalnya [pesantrian] menjadi [pesantren].

a. Adaptasi
Adaptasi adalah penyesuaian bentuk. Misalnya, [chauffeur] menjadi [sopir], atau [goal] menjadi [gol].

a. Analogi
Analogi adalah pembentukan kata berdasarkan bentuk yang sudah ada. Misalnya [sastrawan] menjadi [sastrawati].

a. Hiperkorek
Membetulkan yang tepat sehingga menjadi salah. Misalnya, [surga] menjadi [syurga], [pihak] menjadi [fihak].

a. Haplologi
Haplologi adalah penghilangan sebuah suku kata di tengah kata. Misalnya, [budhidaya] menjadi [budidaya], [mahardika] menjadi [merdeka].

TATARAN MORFOLOGI Istilah morfem diperkenalkan oleh kaum strukturalis karena tata bahasa tradisional tidak mengenalnya. Morfem memang bukan satuan sintaksis. Morfem adalah satuan terkecil yang mempunyai dan mempengaruhi arti. Keseluruhan ilmu yang mempelajari proses pembentuka kata disebut Morfologi. Di samping itu, dikenal juga istilah morfofonemik, yaitu peristiwa berubahnya wujud morfem karena pengaruh 1) afiksasi, 2) reduplikasi, dan 3) komposisi. Alomorf adalah variasi bentuk yang berlainan dari morfem yang sama. Misalnya variasi imbuhan me- pada kata melihat, membaca, mendengar, menyanyi, dan menggali. Dengan demikian me- mendapat sengau sesuai dengan lingkungannya. Klasifikasi Morfem:

a. Morfem bebas
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan. Misalnya meja (KB), pukul (KK), manis (KS), dan telah (KT). Morfem ini biasa juga disebut dengan morfem bermakna leksikal.

a. Morfem terikat
Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri, hanya mempunyai makna jika bergabung dengan bentuk lain. Morfem ini terdiri dari : imbuhan, pokok kata, bentuk unik, partikel, klitika, dan kata tugas yang tidak dapat berdiri sendiri. Morfem ini juga disebut dengan morfem tidak bermakna leksikal. Di samping itu, Verhaar menyebut kelompok morfem prakategorial atau bentuk pradasar. Secara semantik morfem ini mempunyai makna, tetapi secara gramatikal tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya [juang], [henti], dan [gaul]. Dalam kelompok ini juga termasuk sejumlah morfem yang hanya dapat muncul pada pasangan yang tetap (morfem unik). Misalnya [renta] pada tua renta, [kerontang] pada kering kerontang, dan [kuyup] pada kata basah kuyup. Preposisi dan konjungsi juga tidak dapat berdiri sendiri, tetapi mempunyai makna. Morfem dasar, dapat berwujud morfem terikat, bisa juga morfem bebas. Sebuah morfem dasar dapat menjadi sebuah bentuk dasar dalam proses morfologi. Morfem dasar dapat diberi afiksasi, reduplikasi, atau bergabung dengan morfem lain. Bentuk dasar adalah bentuk yang menjadi dasar dalam proses morfologis, dapat berupa morfem tunggal atau morfem gabungan. Misalnya: Komposisi Memperbaiki Keanekaragaman Kata Kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian, atau deretan huruf yang diapit oleh dua spasi dan mempunyai satu arti (Tatabahasa Tradisional). Bloomfield (tatabahasa Struktural) menyatakan bahwa kata adalah satuan bebas terkecil (a minimal free form). Linguistik Eropah mengemukakan syarat-syarat sebuah kata: 1) mempunyai susunan fonem yang urutannya tetap serta tidak dapat diselipi fonem lain, 2) mempunyai kebebasan berpindah tempat. Syarat kedua ini menjadi perdebatan, misalnya kalimat Nenek membaca koran kemarin, ternyata dapat dipertukarkan susunannya. Tatabahasa Tradisional mengklasifikasikan kata atas kategori makna dan kategori fungsi. Kategori makna digunakan untuk mengklasifikasikan verba, nomina, dan ajektiva. Kategori fungsi digunakan untuk pengelompokan preposisi, konjungsi, advervia, dan pronomina. Bentuk Dasar Perbaiki aneka ragam Morfem Dasar Baik aneka dan ragam

Verba (KK) adalah kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan, dapat berdistribusi di belakang kata tidak…. Nomina (KB) adalah kata yang menyatakan benda atau yang dibendakan, dapat mengisi konstruksi bukan …. Ajektiva (KS) adalah kata yang menyatakan sifat, atau dapat mengisi konstruksi sangat…… Beberapa kata dalam bahasa yang berfleksi (Bhs. Arab, Latin, dan Sanskerta), hanya dapat digunakan dalam kalimat jika bentuknya disesuaikan dengan kategori gramatikal yang berlaku. Misalnya dengan afiksasi atau modifikasi lain terhadap bentuk dasar. Proses inflektif ini tidak mengakibatkan pembentukan kata baru. Berbeda dengan itu, derivatif membentuk kata baru. Misalnya, [nyanyi] dengan [penyanyi]. Antara kedua kata itu berbeda identitas leksikalnya. Kelas Kata 1. Aliran Tradisional Aliran ini membagi kata atas 10 kelas sesuai dengan konsep Aristoteles, yakni: a) kata benda (kata yang menerangkan nama suatu benda atau yang dibendakan). Misalnya, lemari, kemanusiaan b) kata sifat (kata yang menyatakan sifat atau keadaan suatu benda). Misalnya, keriting, manis c) kata kerja (kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan). Misalnya: tendang, berjalan-jalan d) kata keterangan (kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan lain-lain). Misalnya: (1) keterangan waktu : sesudah, sebelum, ketika (2) keterangan tempat : di sini, ke sana, dari sana (3) keterangan syarat : jika, kalau, seandainya (4) keterangan sebab : sebab, karena (5) keterangan akibat : sehingga, karena itu (6) keterangan tujuan : agar, supaya, untuk, guna, buat (7) keterangan perwatasan : kecuali, hanya, selain e) kata ganti (kata yang menggantikan kata benda) : (1) kata ganti orang : aku, kau, dia, kita, mereka (2) kata ganti penghubung : yang, bahwa (3) kata ganti penunjuk : itu, ini, tersebut (4) kata ganti penanya : apa, siapa, di mana (5) kata ganti tak tentu : berapa

(6) kata ganti milik : -nya f) kata bilangan (menyatakan jumlah, urutan atau tingkat suatu benda) : (1) bilangan utama : satu, sepuluh (2) bilangan tingkat : pertama, kelima (3) bilangan tak tentu : beberapa, tiap-tiap (4) bilangan kumpulan : berdua, kedua hal itu (5) bilangan bantu : sebuah, seekor, seutas, seorang, sepucuk g) kata depan (kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat) : di, ke, dari, pada h) kata sambung (kata yang menghubungkan suatu kata dengan kata lain, menghubungkan bagianbagian dalam kalimat, atau menghubungkan antarkalimat): (1) menunjukkan gabungan : dan, serta, lagipula (2) menunjukkan pertentangan : tetapi, melainkan, sedangkan (3) menyatakan penjelas : yakni, yaitu i) kata sandang (kata yang menentukan atau membatasi sesuatu) : si, sang, yang, para j) kata seru (menyatakan luapan perasaan) : wah!, kasihan!, Ya ampun! 2. Aliran Struktural a) kata benda (semua kata yang dapat diperluas dengan menambahkan yang + kata sifat). Contoh : adik yang cantik, bulan yang merah b) kata kerja (yang dapat diperluas dengan menambahkan kata dengan + kata sifat). Misalnya : lari dengan cepat, menatap dengan lembut, c) kata sifat (yang dapat diperluas dengan kata amat…., paling…., sangat…. dan …sekali). Contoh: amat indah, paling tinggi, sangat sedih, merah sekali. d) kata tugas (kata yang fungsinya untuk memperluas atau mengadakan transformasi kalimat, kata tersebut tidak dapat menduduki fungsi subyek, predikat, dan objek. Misalnya: di, yang, tetapi, dan lain-lain. Afikasasi Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Afiksasi berkaitan dengan : 1) dasar atau bentuk dasar, 2) jenis afiks, dan 3) makna gramatikal yang ditimbulkan. Dasar atau bentuk dasar dapat berupa akar atau berupa bentuk kompleks. Tata bahasa Indonesia mengenal adanya prefiks me- yang bersifat inflektif (misalnya me- yang menunjukkan bentuk aktif pada kata menendang) dan me- sebagai bentuk derivatif (misalnya me- pada kata mematung). Imbuhan (Afiks) terdiri dari : 2) Prefiks (awalan) : ber-, se-, me-, di-, ke-, pe-, per-, ter-

. melakukan perbuatan Mempunyai mengendarai/menggunakan Mengeluarkan Mengusaha dalam keadaan memanggil sebagai terdiri dari (kolektif) melakukan perbuatan untuk diri sendiri (reflesif) berbalasan (resiprok) paling (superlatif) tiba-tiba/tak sengaja/spontanitas terus-menerus/kontinuitas sudah di (perfektif) sampai ke (mengenai) dalam keadaan …….. in 4) Sufiks (akhiran) : -i. menuju ke … mencari …. -kan. berlaku seperti …. -em-.. orang yang di …. orang yang gemar/suka orang yang bersifat membuat jadi (kausatif) menganggap sebagai orang yang berprofesi/ahli ber… orang yang ber… seseorang yang di … sesuatu yang di … kumpulan bilangan bilangan tingkat menyatakan pasif Satu seluruh….3) Infiks (sisipan) : -el-. di/per/kan. ke-an. -er-. Alat orang yang me… orang yang di …. se-an. ber-an atau mem/per/kan. bekerja dengan alat … mengeluarkan bunyi ….. menjadi …. menghisap …. segera setelah/sesudah sama seperti berada dalam ber- Ter- Pe- per- Ke- dise- . di/i. per-an. Makna yang ditimbulkan oleh afiksasi adalah : Prefiks MeContoh Menggulai Menepi Merotan Menyemir Mengabdi Membeku Melembaga Menyapu Mengeong Merokok Menari Beratap Bersepeda Bersuara Berkedai Bergembira Bertante Berlima Berjemur Bergulat Terbesar Terpijak Terendam Tercetak Tertulang Tertutup Terdakwa Penggaris Peneliti Pesuruh Pemabuk Pemalu Perdua Perdewa Petinju Pejalan Kekasih Kehendak kedua + KB KB + kedua Ditulis Selembar Sedunia Sesampai Sedalam Sekamar Makna membuat jadi …. menjadi seperti …. -an. membubuhi …. -nya 5) Konfiks (imbuhan gabung) : pe-an. se-nya.

pelatuk Gelembung Serabut Seruling Gerigi Gemilang Contoh Lukai hormati pukuli masuki kelilingi Kuliti Sisiki Bului besarkan sarankan bukakan kandangkan kuburan ayunan daratan harian tulisan manisan makanan tahun 90-an Contoh pelatihan pemukiman penyelesaian penghargaan permukiman pergerakan persatuan perpustakaan kelurahan kesehatan ketinggalan kehabisan Kebesaran kehujanan bersalaman berdatangan mempertemukan mempersatukan Memperbaiki Mempersenjatai Mempelajari paling (superlatif) Makna alat me… Bersifat Bersifat Alat kumpulan/banyak Bersifat Makna membuat jadi. (kausatif) memberi hormat berulang-ulang (repetitif) masuk ke (lokatif) (berkeliling di) lokatif membersihkan mencabut membuang membuat jadi (kausatif) memberi melakukan perbuatan untuk orang lain memasukkan ke tempat alat kumpulan tiap-tiap hasil sesuatu yang bersifat sesuatu yang di sekitar/kira-kira Makna proses/perbuatan tempat hasil perbuatan tempat ber… Hal/keadaan hasil ber… kumpulan tempat ber Hal yang… tiba-tiba/tak sengaja menderita hal terlalu dikenai berbalasan (resiprok) berulang-ulang (intensitas frekuensi) membuat jadi ber… (kausatif) membuat jadi (kausatif) penekanan kualitas (intensitas) Reduplikasi .Infiks -el-er- -emSufiks -i -kan -an Konfiks Pe-an per-an Ke-an ber-an mem-perkan mem-per-i secepat-cepatnya Contoh telunjuk..

Jenis-jenis reduplikasi adalah: a. Sebaliknya ada juga reduplikasi yang bersifat derivasional. pepohonan. d. Bentuk reduplikasi ini dapat bersifat paradigmatis (infleksional). lelaki. baik secara keseluruhan. alim ulama. Kata ulang penuh atau dwilingga (pengulangan penuh pada kata dasar atau kata jadian. cas-cis-cus. yakni yang membentuk kata baru. tetapi hanya memberi makna gramatikal. sayur-mayur Kata ulang berimbuhan (perulangan dengan salah satu lingganya mendapat tambahan imbuhan). 1994). Misalnya: meja-meja. bertanya-tanya Kata ulang semu (menurut STA. meja-meja. lauk pauk. Misalnya: b. Karena reduplikasi dalam bahasa Indonesia dapat bersifat derivasional. gado-gado Kata ulang dwipurwa (ulangan pada awal suku kata). Misalnya: rerumputan. misalnya: dag-dig-dug. kehendak. f. karena itu. bentuk-bentuk seperti kita-kitai atau merekamereka sebenarnya dapat diterima. Misalnya. yakni yang tidak mengubah identitas leksikalnya. Misalnya: laba-laba yang dalam tata bahasa tradisional dianggap berasal dari kata laba. ilmu pengetahuan. sebagian ahli mengemukakan adanya bentuk reduplikasi semantis yang terdiri dari dua kata yang bermakna sinonim membentuk kesatuan gramatikal. tampaknya hasil reduplikasi. c. tetapi tidak jelas bentuk yang diulang). Di samping itu. Misalnya : bolak-balik. Misalnya: kupu-kupu. atau dengan perubahan bunyi. yang berarti banyak meja. tetapi salah satu lingga-nya terjadi perubahan bunyi. . kekasih. e. ngak-ngikngok. tetangga.Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar. Misalnya: surat-menyurat. perubahan-perubahan Kata ulang bervariasi bunyi atau dwilingga salin suara (perulangan atas seluruh suku kata. Trilingga (pengulangan morfem dasar sampai dua kali). hancur luluh (Chaer. serba-serbi. sebagian (parsial).

pintu belakang Meskipun begitu. maka idiom adalah konsep semantis. . apakah kelompok kata majemuk (kompositum) atau tidak. dan mata sapi (telur) bukanlah kata majemuk. atau unsurnya tidak dapat dibalik menjadi mandi kamar. cetak-mencetak pening-pening putih-putih bersalam-salaman hujan-hujan. sawah ladang. meja hijau (pengadilan). tidak bersifat sintaksis (Verhaar. dan lain-lain. 1978). berjalan-jalan meja-meja kuat-kuat memukul-mukul buah-buahan. kereta api. tanam-tanaman Makna menyerupai menyatakan hal agak atau melemahkan serba atau seragam berbalasan (resiprok) meskipun. Karena itu bentuk seperti orang tua (orang tua). Jika kata majemuk merupakan konsep sintaksis. walaupun bersifat seperti rileks mengeraskan arti (banyak) intensitas kualitatif intensitas frekuentif bermacam-macam Komposisi Komposisi adalah hasil atau proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar lain sehingga terbentuk suatu konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang baru. cantik-cantik kekanak-kanakan. yakni frase yang bermakna kiasan.Makna Kata Ulang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Contoh mobil-mobilan. Konstruksi seperti ini sangat banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia. akhirulkalam. contoh : siang malam. 3) hubungan kedua unsurnya merupakan kesatuan yang terikat secara morfologis. Tatabahasa struktural menyatakan bahwa kata majemuk sekurang-kurangnya memenuhi syarat: 1) menimbulkan makna baru yang bukan merupakan gabungan unsur-unsurnya 2) di antara unsur pembentuknya tidak dapat diselipi unsur lain. tetapi idiom. Kridalaksana membedakan antara kata majemuk dengan idiom. Misalnya: meja hijau. Misalnya. 2) kata majemuk subordinatif (tidak sejajar). Misalnya matahari tidak sama artinya dengan matanya hari. keibu-ibuan tidur-tiduran. Misalnya. Jenis-jenis kata majemuk 1) kata majemuk koordinatif (sejajar). rumah-rumahan masak-memasak. daya juang. kumis kucing (untuk menyatakan jenis tumbuhan dan bagian dari tubuh kucing) dan mata sapi (untuk menyatakan telur yang digoreng tanpa dihancurkan dengan bagian dari tubuh sapi). Misalnya. semak belukar. lalu lintas. di antara kamar mandi tidak dapat diselipi kata yang. sehingga beberapa di antaranya menimbulkan perdebatan. mata pisau. 3) kata majemuk kiasan (frase idiomatik). contoh: rumah sakit.

. Misalnya konstruksi nenek saya dapat diselipi nenek dari saya. salah satu komponennya dapat menggantikan kedudukan keseluruhan. Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang bersifat nonpredikatif dan mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. dan kaum. Frase eksosentrik terdiri dari dua jenis : a) frase eksosentrik yang bersifat direktif (komponen pertamanya berisi preposisi di. tetapi dapat menjabat fungsi-fungsi kalimat. atau verba). 2. dan komponen keduanya berkategori nomina). Frase eksosentrik Frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Jika morfologi membicarakan struktur internal kata. para. misalnya mengandung makna „saya punya meja‟. Komponen keduanya dapat menggantikan frase itu dalam kalimat : Nenek membaca komik di kamar. Misalnya. dan dari. Frase meja saya. Misalnya: di pasar. hubungan antara satu kata dengan kata yang lain dalam frase cukup longgar. karena frase mengisi salah satu fungsi sintaksis. b) eksosentrik yang bersifat nondirektif (komponen pertamanya berupa artikulus seperti si dan sang. Frase dapat juga disebut sebagai kelompok kata yang bukan subjek dan predikat. para remaja mesjid. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. demi keamanan. Contoh: Nekek saya. Misalnya: si miskin. maka salah satu unsur frase itu tidak dapat dipindahkan sendirian. maka sintaksis membicarakan hubungan kata dengan kata lain dan unsur-unsur lainnya dalam satu kesatuan ujaran. atau buku humor dapat diselipi buku tentang humor. Perlu juga diingat. sehingga dapat diselipi kata lain. Frase direktif disebut juga frase preposisional. ke.TATARAN SINTAKSIS Sintaksis berasal dari bahasa Yunani: Sun (dengan) dan tattein (menempatkan). dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. atau yang. Dikatakan nonpredikatif karena hubungan antara unsur pembentuknya tidak berstruktur S-P atau PO. dari kayu jati. Pembentuk frase harus berupa morfem bebas. misalnya pada kalimat Dia berdagang di atau Dia berdagang pasar. Misalnya kata tidur dalam frase di kamar tidur tidak mungkin dipindahkan. dengan gergaji besi. kaum cerdik pandai. frase di pasar. oleh bahaya api. Karena itu. yang berbaju ungu. karena salah satu unsurnya merupakan morfem terikat. Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kalimat. ajektiva. Frase juga berpotensi menjadi kalimat minor. sang mertua. (Jawaban pertanyaan : Nenekmu ada di mana?) Jika kata majemuk memiliki komposisi satu makna baru. berbeda dengan kata majemuk. Jadi konstruksi seperti tataboga atau interlokal bukanlah frase. Frase ini disebut juga frase modifikatif atau frase subordinatif karena salah satu komponennya berlaku sebagai atasan dan yang lain sebagai bahawan. Jenis-jenis Frase 1. ke Jakarta. maka frase tetap membawa makna bawaannya. dan lain-lain. Karena itu. Disamping itu. Misalnya frase sedang membaca. (Jawaban pertanyaan: Siapa yang tidur di sana?) Di kamar tidur. misalnya sebagai kalimat jawaban. Komponen di maupun komponen pasar tidak dapat mengisi fungsi keterangan. tidak ada salah satu komponennya yang dapat menggantikan keseluruhan.

dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif ( dan. makin terang makin baik. Frase koordinatif Frase koordinatif adalah frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat. Frase apositif Frase apositif adalah koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. dan guru dalam kalimat Nenek dulu ingin menjadi guru. pak Ahmad Klausa Klausa adalah satuan sintaksis yang bersifat konstruksi predikatif. tetapi. Jika frase hanya berpotensi menjadi kalimat minor. d) Frase numeralia. dan guru muda. Sekurang-kurangnya terdiri dari S dan P. karena itu berpotensi menjadi kalimat mayor dengan memberi intonasi final. guru saya dapat ditukar menjadi guru saya. Di samping itu. maka objek wajib hadir. baik…maupun…. kurang baik. kecap manis. sudah mandi. satu setengah juta. Bedanya : a) objek berada di belakang verba transitif. yang memerlukan dua objek sekaligus. tua muda. dua tiga hari. pelengkap tidak b) objek dapat dijadikan subjek. Misalnya minyak dalam kalimat Botol itu berisi minyak. misalnya : bus sekolah. Misalnya: Nenek membelikan kakek baju baru. Misalnya : Nenek mandi Jika predikatnya berbentuk verba transitif. Contoh: sehat dan kuat. baik tua maupun muda. disebut juga klausa bebas. karya besar. dan lain-lain. Misalnya: pak Ahmad. misalnya: sangat cantik. dan lain-lain). buruh atau majikan. 4. Frase koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit disebut parataksis. yaitu bagian dari predikat verba (intransitif) yang melengkapi verba tersebut. pelengkap tidak Jenis Klausa a) klausa utama.Dalam kaitan dengan frase endosentrik ini. . seratus dua puluh lima. merah jambu. Pelengkap memang tampak mirip dengan objek.. Konstruksi klausa terdiri dari Subjek dan Predikat. 3. juga dikenal verba bitransitif. intinya berupa kata bilangan. makan lagi. makin…makin…. intinya berupa kata kerja. atau. indah sekali. intinya berupa kata sifat. Misalnya: hilir mudik. Misalnya: Nenek membaca buku. Klausa belum menjadi kalimat karena konstruksinya belum diberikan intonasi final. tidak akan datang c) Frase ajektiva. misalnya: tiga belas. pulang pergi. b) Frase verbal. yaitu: a) Frase nominal. karena itu urutannya dapat dipertukarkan. Kakek adalah objek tak langsung. dari kategori intinya dapat dibedakan beberapa jenis frase. juga dikenal istilah pelengkap atau komplemen. sawah ladang. intinya berupa kata benda. sedangkan baju baru disebut objek langsung. Dalam konstruksi ini. misalnya: sedang membaca. maka klausa berpotensi menjadi kalimat mayor.

Kalimat ini ditandai dengan prefiks medan –memper. unsurnya hanya terdiri dari subjek saja. Strukturnya tidak lengkap. Contoh: Mereka sedang berbicara tentang SPMB. c) Klausa ajektifal. Misalnya: gajinya lima jua sebulan. misalnya: nenek sedang berdandan. predikatnya berupa kata depan. atau klausa terikat. karena berkaitan dengan verba tertentu. klausa intransitif (nenek menangis). keduanya bersalaman). anaknya dua belas orang Kalimat Beberapa pengertian kalimat: a) Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap (Tatabahasa Tradisional) b) Kalimat adalah ucapan bahasa yang mempunyai arti penuh dan turunnya suara menjadi cirinya sebagai batas keseluruhannya (Prof. klausa dapat dibedakan atas: a) klausa verbal. kalimat yang S-nya melakukan tindakan. atau hanya berupa keterangan saja. Karena itu. nenek di kamar. Misalnya. nenek mandi. kakek ke pasar baru. Dalam kaitan ini dikenal lagi istilah aktif anti pasif dan pasif anti aktif. Misalnya. Kelompok ini dapat lagi dibedakan atas aktif transitif dan aktif intransitif. Misalnya: . gedung itu tua sekali. Dalam kelompok ini dibedakan lagi: (1) kalimat aktif. Fokker). klausa refleksi (yang predikatnya berupa verba refleksif. Misalnya. matahari terbit. kalimat yang S-nya dikenai tindakan. tidak berpotensi untuk menjadi kalimat mayor. klausa ini disebut juga dengan klausa subordinatif. satpam bank swasta.dan diper. Misalnya : ketika kami sedang belajar atau kalau diizinkan oleh ibu.b) klausa bawahan. c) Kalimat adalah suatu bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. b) Klausa nominal. serta klausa resiprokal (mereka bertengkar sejak kemarin. d) Klausa preposisional. predikatnya berkategori kata sifat. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap (Gorys Keraf). A.A. sapi itu berlari. Berdasarkan kategori unsur segemental yang menjadi predikatnya. dia sudah bersolek). predikatnya berupa kata bilangan. Klausa bawahan biasanya dikenali dengan adanya konjungsi subordinatif di depannya. Jenis kalimat 1) Berdasarkan jenis predikatnya a) Kalimat verbal (kalimat yang predikatnya kata kerja). Kalimat ini ditendai dengan prefiks di. atau objek saja. Klausa ini dibedakan lagi atas klausa transitif (Nenek menulis surat). predikatnya berkategori kata benda.Contoh: Soal UN akan kami bahas hari ini.Contoh: Kami akan membahas soal UN hari ini. predikatnya berkategori kata kerja. Misalnya: Bumi ini sangat luas. dia dari Medan. dan lain-lain. (2) kalimat pasif. Karena itu. dosen lingistik. e) Klausa numeral. adik sedang mandi. Dr.

Kami bercakap-cakap di sana. misalnya: Nenek beristirahat. Dia tidur di kursi. b) Kalimat nonverbal (predikatnya bukan kata kerja). tetapi konteksnya diketahui oleh pendengar. kalimat yang klausanya lengkap. yaitu verba yang secara semantis menyatakan tindakan atau gerakan. (KB) Anto sangat rajin (KS) Penduduk Indonesia 210 juta jiwa (Kbil) Mereka ke pengadilan (Preposisi) 2) Berdasarkan letak predikatnya a) Kalimat normal (Predikatnya dibelakang subyek). dibedakan lagi: (3) Kalimat dinamis. (4) Kalimat Statis. Kambing itu sudah mati. Masih dalam kaitan dengan verba ini. Contoh : Mereka bukan penduduk desa ini. sekurang-kurangnya mengandung S dan P. Meskipun unsurnya tidak lengkap. Pergi ke Belanda b) Kalimat mayor. Dia pergi begitu saja. 3) Berdasarkan jumlah dan kelengkapan unsurnya a) Kalimat elips. misalnya: . yaitu verba yang secara semantis tidak menyatakan tindakan atau perbuatan. Ia tidak menyerupai ibunya. c) Kalimat minor (hanya terdiri satu unsur).Kakek kecopetan tadi pagi. Misalnya: Mahasiswa itu pulang. misalnya: Diusap-usapnya rambutnya. b) Kalimat invers (Predikat mendahului subjek). Misalnya: Nenek berlari pagi. Misalnya: Ke Jakarta. Contoh: Anaknya sakit keras. yaitu kalimat kehilangan salah satu atau kedua unsur pusat (inti S dan inti P).

pelesapan. tetapi Ibu melarang. Adik menangis di kamar. . adik menangis. Contoh: Saya ingin pergi. misalnya: Pak Dokter memberikan pelayanan imunisasi dan Bu Dokter memeriksa ibu hamil. Struktur kalimat inti terdiri dari : (1) kata benda – kata benda : Ayah dokter. dan sebagainya). penambahan unsur. sedangkan. Adik tidak menangis. Kalimat majemuk terdiri dari : (1) kalimat majemuk setara (koordinatif): (a) setara menggabungkan (menggunakan kata konjungsi dan). melainkan. f) Kalimat majemuk. Misalnya: Hari sangat gelap lagipula hujan masih turun. yaitu kalimat yang terdiri dari dua pola atau lebih. Contoh: Adik menangis? Menangis adik. e) Kalimat tunggal. Kalimat inti. yaitu kalimat terdiri dari satu pola (SPOK) Contoh: Bu polisi mengatur lalu lintas di persimpangan. dan 3) bersusunan S – P. pengingkaran. Karena terlambat makan.Pergi! Ayah. dan penambahan. urutan kata. yaitu kalimat inti yang telah mengalami perubahan intonasi. (c) setara mempertentangkan (menggunakan konjungsi tetapi. (b) setara memilih (menggunakan konjungsi atau). Ciri-ciri kalimat inti adalah: 1) terdiri atas dua kata. Atau dengan kata lain: Kalimat Inti + Proses Transfotmasi = Kalimat Non-Inti. yaitu kalimat yang hanya terdiri atas dua inti yang merupakan unsur pusat (inti S dan inti P). (d) setara penegasan (menggunakan konjungsi lagipula). pemasifan. (2) kata benda – kata kerja : Adik menangis (3) kata benda – kata sifat : Rambutnya keriting (4) kata benda – kata bilangan : Sepatunya lima pasang d) Kalimat Non-Inti (Transformasi). misalnya: Laki-laki atau perempuan sama kedudukannya dalam negara. 2) berintonasi normal.

contoh: Mengapa diam saja? 5) Kalimat Korelatif Kalimat korelatif adalah kalimat yang dibentuk dari korelasi klausa-klausa berpasangan. tidak jelas dan tidak ada kata penghubung. sebab). kita harus senantiasa bersuyukur. seratus perak pun aku tak punya.(e) setara sebab-akibat (menggunakan konjungsi karena. Contoh: Jalan sangat licin. bahkan ia juga menginap beberapa hari. Misalnya: Ketika hujan deras saya berangkat ke sekolah. Jangankn seribu. jelas dan ada kata penghubung. Contoh: Risa sedang menulis surat dan Reza mewarnai gambar ketika Ayah menelepon Paman sore itu. yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dengan bertingkat. makin menarik wajahnya. atau bisa juga kalimat tanya retoris. Bila salah satu pasangannya tidak hadir. Misalnya: Tidak hanya ayah yang sedih atas perangaimu. Karena berbentuk korelatif. P. (2) kalimat majemuk bertingkat (subordinatif). karena itu ia terjatuh. maka kalimat itu tidak lengkap. (b) Kalimat Perintah. saya berangkat ke sekolah. atau Pelengkap) (3) kalimat majemuk campuran (Kompleks). O. Kalimat majemuk ini ditandai dengan adanya perluasan terhadap salah satu polanya (S. contoh: Jangan masuk! (c) Kalimat Tanya. melainkan Didi. 6) Kalimat Efektif Kalimat Efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan pembicara/penulis kepada pendengar/pembaca sesuai dengan maksudnya. Makin lama dipandang. yaitu kalimat yang hubungan antarpolanya bertingkat. (b) pikiran yang terkandung lengkap dan utuh . 4) Berdasarkan maksud sumber pesan (a) Kalimat Berita. kalimat yang bernada menyuruh melakukan sesuatu. Bukan Riza yang mengambilnya. dibedakan lagi kalimat majemuk yang bersifat : (a) eksplisit. Di samping itu. Tidak hanya singgah di tempat itu. kalimat yang bernada memberitahukan. maka kalimat ini juga masuk kelompok kalimat majemuk. tetapi juga seisi rumah. Syarat-syarat kalimat efektif: (a) susunan kata sesuai dengan struktur bahasa Indonesia baku. kalimat yang membutuhkan jawaban. contoh: Hujan deras. Baik sedih maupun duka. (b) Implisit. contoh: Tempat itu sangat strategis untuk mengembangkan usaha.

(c) setiap kata berdaya guna dalam kalimat (d) pilihan kata tepat sesuai dengan makna yang diinginkan .

Modalitas dapat dikelompokkan atas: 1) modalitas intensional (keinginan.Modus Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran pembicara atau sikap pembicara tentang apa yang diucapkannya. keadaan. Beberapa jenis-jenisnya adalah: 1) Aspek inseptif (baru mulai) : Ia pun berjalanlah 2) Aspek repetitif (terjadi berulang-ulang) : Ia memukuli pencuri itu. peristiwa. seharusnya. tentu. Kala dalam bahasa Indonesia tidak berbentuk morfemis. Misalnya: Kita bisa menjadi pemenang kalau mau kerja keras. atau proses. Kala dinyatakan dengan sekarang (sedang). kemungkinan. kejadian. 4) modalitas dinamik (kemampuan). harapan. 2) modalitas epistemik (kemungkinan. keharusan). tindakan. kepastian. dan seyogyanya. Berbeda dengan aspek. mau. Misalnya : mungkin. 3) modalitas deontik (keizinan atau perkenanan). permintaan. Modalitas dinyatakan secara leksikal. sudah lampau (sudah). keadaan. ingin. atau pengalaman yang disebutkan dalam predikat. yang menyatakan perintah atau larangan 4) Modus interogatif. Jenis-jenis modus: 1) Modus indikatif atau deklaratif. Misalnnya: Anda boleh tinggal di sini selamanya. boleh. yang menunjukkan sikap objektif dan netral 2) Modus optatif. kala (tensis) adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. yang menyatakan keinginan dan kemauan 7) Modus kondisional. pasti. 4) Aspek perfektif (sudah selesai) : Saya telah menulis surat 5) Aspek imperfektif (berlangsung sebentar) : Saya memukul adiknya. dan akan datang (akan). tetapi secara leksikal. yang menyatakan persyaratan Aspek Aspek adalah cara memandang pembentukan waktu secara internal dalam suatu situasi. Misalnya: Kalau tidak hujan kakek pasti datang. yang menyatakan pertanyaan 5) Modus obligatif. Misalnya: Nenek ingin menunaikan ibadah haji. ajakan). sebaiknya. yang menyatakan harapan 3) Modus imperatif. 3) Aspek progresif (sedang berlangsung) : Ia sedang mencuci baju. kejadian. yang menyatakan keharusan 6) Modus desideratif. atau keizinan). keinginan. Modalitas Modalitas adalah katerangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal-hal yang dibicarakan atau sikap terhadap lawan bicaranya (perbuatan. . barangkali.

4) diatesis resiprokal (subyek terdiri dari dua pihak berbuat tindakan yang berbalasan): Mereka akan mengadakan perjanjian damai.Fokus Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian tertentu kalimat sehingga perhatian pembaca/pendengar terpusat pada bagian itu. . (d) Adalah tidak pantas untuk saling menyalahkan. 3) diatesis refleksif (subyek melakukan sesuatu untuk dirinya): Ibu sedang berhias. Misalnya: Ia yang menelepon saya malam itu. berarti yang melakukan ialah ia. Jenis-jenisnya: 1) diatesis aktif (subyek yang berbuat) : Mereka merampas harga diri kami. Misalnya: (a) Membaca pun aku belum bisa. Misalnya: (a) Bukan dia yang datang. maka kalimat itu diubah susunannnya menjadi: Pemerintah telah menyampaikan hal itu kepada DPR . yang. 2) Mengedepankan bagian kalimat yang difokuskan. dan adalah pada bagian kalimat yang difokuskan. melainkan istrinya. bukan orang lain. 4) Mengontraskan dua bagian kalimat. biarlah kami urus nanti. (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk (c) Tentang anak-anak itu. bukan 2B. Fokus dilakukan dengan : 1) Memberi tekanan pada kalimat yang difokuskan. 2) diatesis pasif (subyek menjadi sasaran perbuatan): Muka kami ditamparnya. 5) Menggunakan konstruksi posesif anaforis beranteseden. Misalnya: (a) Bu Dosen yang cantik itu pacarnya seorang wartawan (b) Sepeda ayah saya bannya kempes. Jika tekanan diberikan pada kata ia. Jika pelakunya ingin difokuskan. 5) diatesis kausatif (subyek menjadi penyebab terjadinya sesuatu): Paman mencukur kumisnya. Diatesis Diatesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan. tentang. Misalnya : Hal itu telah disampaikan kepada DPR oleh pemerintah. 3) Menggunakan partikel pun. (b) Ini pensil HB.

karena tidak ada acuannya dalam dunia nyata. dan lain-lain. makna ini sama dengan makna leksikal. Sebagian mengatakan bahwa makna sebuah kata baru jelas setelah kata berada dalam konteks kalimat. 5) Denotasi dan Konotasi Makna denotatif adalah makna asli. ramping. . 2) Gramatikal Makna Gramatikal adalah makna yang terjadi setelah sebuah leksem mengalami proses gramatikal. (c) Dia jatuh cinta pada adikku. (b) Dia jatuh dalam ujian yang lalu. berbeda rasa konotasinya. atau. Leksem kuda berarti „sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai‟. Kata seperti kurus. Jenis Makna 1) Leksikal Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada kata leksem meski tanpa konteks apapun. atau kalimatisasi. pensil adalah „sejenis alat tulis yang terbuat dari kayu dan arang‟. Ber. komposisi. karena ada acuannya dalam dunia nyata. mungkin akan dijawab dengan „lima ratus‟. reduplikasi. Demikian juga kata rombongan dan gerombolan. Makna konotasi adalah makna kedua atau makna tambahan yang berhubungan dengan nilai rasa orang yang berkaitan dengan penggunaan kata itu. dan kerempeng. makna asal. Dengan begitu. atau boleh juga disebut makna kamus atau makna bawaan. Sebaliknya kata seperti dan. Tapi jika dilontarkan kepada tukang foto. Makna konteks dapat juga berkaitan dengan situasi tertentu. atau makna sebenarnya yang dimiliki eksem. (d) Kalau harganya jatuh lagi kita akan bangkrut. Misalnya. Misalnya makna jatuh dalam kalimat berikut: (a) Adik jatuh dari sepeda. kalimat: Tiga kali empat berapa? Sebagian besar menjawab „dua belas‟. 3) Konteks Makna konteks adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks tertentu. Makna leksikal disebut juga makna yang sebenarnya atau makna apa adanya.+ baju. karena bersifat non-referensial. ber + kuda berarti „mengendarai kuda‟. Makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap kata atau leksem. Proses itu dapat berupa afiksasi. misalnya berarti „mengenakan baju‟.TATARAN SEMANTIK Semantik adalah bagian tatabahasa yang mempelajari makna kata. melahirkan perbedaan tingkat rasa negatif yang berlainan. Sebuah kata dapat dirujuk kepada referen tertentu. dan lain-lain. Misalnya kata kuda adalah kata yang bersifat referensial. 4) Makna Referensial dan Non-referensial.

b) Sinonim mirip (tidak dapat saling menggantikan) agung = akbar besar = makro = kolosal = raya Meskipun dua buah ujaran bersinonim. Hal ini disebabkan: . Kata tangan dan lengan dianggap sama maknanya. misalnya diasosiasikan dengan sesuatu yang dianggap „suci‟. Kata tampan. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna stilistika. 7) Makna Kata atau Makna Istilah Sebuah kata baru jelas maknanya ketika dipasangkan dalam kalimat. merah berasosiasi dengan „berani‟. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna afektif. misalnya. Tetapi dalam dunia kedokteran misalnya. rumah. kondomium. Misalnya: Tanggannya luka kena pecahan kaca. dan makna referensial. Kalimat : Tutup mulutmu dan Mohon diam sebentar. Atau : Lengannya luka kena pecahan kaca. Karena itu. pondok. memberikan rasa yang berbeda berdasarkan bentuknya. Relasi Makna 1) Sinonim Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama. tetapi maknanya tidak akan persis sama. dan lain-lain. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar dirinya. sesuatu yang dipadankan dengan pasangan tertentu. Di samping itu. vila. makna ini juga berkaitan dengan makna lokatif. Melati. hanya diperuntukkan bagi pria. Misalnya. sebuah istilah tetap maknanya sekalipun tidak dipasangkan dalam kalimat. a) Sinonim persis atau lengkap adalah sinonim yang dapat saling menggantikan.6) Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang melekat pada sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Misalnya: betul = benar konsisten = taat asas = ajek efektif = mangkus efisien = sangkil realisasi = pelaksanaan = perwujudan = manifestasi = pengejawantahan Dika menendang bola = Bola ditendang Dika. buaya berasosiasi dengan „jahat‟. sudah tentu memberi nilai rasa yang berbeda. makna denotasi. lengan dan tangan mengacu pada bagian tubuh yang berbeda. Jadi. makna ini sama dengan makna leksikal. istana.

Jenis-jenisnya: a) antonim yang bersifat mutlak hidup  mati diam  bergerak b) antonim yang bersifat relatif atau bergradasi besar  kecil jauh  dekat gelap  terang c) antonim yang bersifat relasional membeli  menjual suami  istri d) antonim yang bersifat hirarkial tamtama  bintara .(a) faktor waktu hulubalang (bersifat klasik)  komandan (kontemporer) kempa (klasik)  stempel (kontemporer) (b) faktor tempat saya (luas)  beta (wilayah timur) (c) faktor keformalan uang (formal)  duit (tak formal) (d) faktor sosial saya (umum)  aku (akrab) (e) faktor bidang kegiatan matahari (umum) surya (sastra) (f) faktor nuansa makna membedakan : melihat. 2) Antonim Antonim artinya kata yang berlawanan makna. menonton. mengintip. meninjau. melirik.

keranjang. Perubahan Makna Penyebab perubahan makna: 1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi . duitan ). tetapi berhipernim. tetapi maknanya berbeda.gram  kilogram 3) Homonim Homonim adalah kata yang sama lafal dan bentuknya. tetapi bunga bukan berhiponim dengan mawar. Misalnya: mata berkaitan dengan (sapi. angin. tetapi termasuk satu alur pusat. Misalnya : bunga b) Kohiponimi (makna yang lebih sempit). hari. kaki. mawar Relasi Hiponim hanya searah. tetapi lafal dan maknanya berbeda. Jadi mawar berhiponim dengan bunga. ejaan dan makna berbeda. Misalnya : buku (ruas)  buku (kitab) bisa (racun)  bisa (dapat) mengurus (menjadi kurus)  mengurus (mengatur) a) Homograf Homograf adalah kata yang sama bentuk dan ejaannya. Misalnya: teras – teras (inti) seret – seret (tersendat) memerah – memerah (susu) b) Homofon Homofon adalah kata yang sama bunyi dan lafalnya. 5) Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki banyak makna. Misalnya : tank – tang bank – bank sanksi – sangsi 4) Hiponim Hiponim adalah kata yang maknanya terangkum dalam makna yang lebih luas. a) Superordinat (makna atas atau luas). Misalnya: ros.

pelicin. putra. sarjana. perempuan  wanita bini  istri. nyonya 2) Peyoratif Makna sekarang dirasakan kurang baik dibanding makna sebelumnya.2) Perkembangan sosial budaya 3) Perkembangan pemakaian kata 4) Pertukaran tanggapan indra Jenis Perubahan Makna 1) Amelioratif Makna sekarang dirasakan lebih baik atau lebih tinggi dari makna sebelumnya. madrasah. gerombolan  kelompok kaki tangan  pembantu 3) Meluas Cakupan makna sekarang lebih luas dari makna yang dulu. anak. mengocok. tokek . Kata-katanya kasar. amplop 6) Sinestesia Makna yang timbul karena pertukaran dua tanggapan indra yang berbeda. pendeta. putri 4) Menyempit Cakupan makna sekarang lebih sempit dibanding makna sebelumnya. ucapannya manis 7) Apelativa Penyebutan sesuatu berdasarkan: (1) Onomatope (tiruan bunyi) : cecak. ibu. saudara. bau 5) Asosiasi Makna yang timbul karena persamaan sifat. menumbangkan. bapak. berlayar.

suku kata. . e) Repetisi Perulangan bunyi. d) Antitesis Mengandung gagasan yang bertentangan dengan menggunakan kata atau kelompok kata yang berlawanan. b) Antiklimaks Kalimat yang berstruktur mengendur. kau dan aku menjadi seteru. Mereka sudah kehilangan banyak dari harta bendanya. atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam konteks sosial yang sesuai. bekerja. urutan pikirannya semakin meningkat. sekali lagi bekerja untuk mengejar semua ketinggalan kita. diurutkan dari yang penting menuju yang kurang penting. (2) Tautotes (repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi): Kau menuding aku. c) Paralelisme Berusaha mencapai kesejajaran dalam pemakaian kata atau frase-frase yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama. (1) Epizeuksis (repetisi yang bersifat langsung) : Kita harus bekerja. Pembangunan telah dilancarkan serentak di Ibu Kota. tetapi juga harus diberantas. kecamatan. tetapi mereka juga telah banyak memperoleh keuntungan daripadanya. dan pengalaman membuahkan harapan. lampu Philips (4) Tempat : dodol Garut (5) Bahan : kain sutera.(2) Perbuatan : kuli tinta (wartawan) (3) Penemu : ikan mujair. kabupaten. kesabaran membuahkan pengalaman. kata. Contoh: Kesengsaraan membuahkan kesabaran. Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. kota provinsi. dan semua desa di seluruh Indonesia. karong goni (6) Sifat menonjol : si cebol Gaya Bahasa Berdasarkan Struktur Kalimat a) Klimaks (gradasi) Diurutkan secara periodik. aku menuding kau.

berceritalah Kuberikan setulusnya. (8) Anadiplosis Kata atau frase terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat berikutnya.(3) Anafora (perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat berikutnya): Bahasa baku berperan sebagai pemersatu dalam pembentukan masyarakat bahasa yang berbeda dialeknya. ya malam. klausa atau kalimat. aku bilang biarin Kamu bilang aku nggak punya kepribadian. Dalam laut ada tiram. Bahasa baku akan mengutangi perbedaan variasi dialek Indonesia secara geografis. dalam kata ada makna Dalam makna: mudah-mudahan ada Kau! Berdasarkan Langsung Tidaknya Makna . mengulang kata pertama): Kita gunakan pikiran dan perasaan kita Kami cintai perdamaian karena Tuhan Kami Berceritalah padaku. (5) Simploke (repetisi pada awal dan akhir baris secara berturut): Kamu bilang hidup ini brengsek. (4) Epipora (perulangan kata pada akhir baris atau kalimat) : Bumi yang kaudiami adalah puisi. aku bilang biarin Kamu bilang hidup ini nggak punya arti. aku bilang biarin (6) Mesodiplosis (repetisi di tengah baris atau beberapa kalimat berurutan) : Pegawai kecil jangan mencuri kertas karbon Babu-babu jangan mencuri tulang ayam goreng Para pembesar jangan mencuri bensin Para gadis jangan mencuri perawannya sendiri (7) Epanalepsis (pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris. dalam tiram ada mutiara Dalam mutiara: ah tak ada apa Dalam baju ada aku. Udara yang kauhirupi adalah puisi. apa yang harus kuberikan. Laut yang kaulayari adalah puisi. dalam aku ada hati Dalam hati: ah tak apa jua yang ada Dalam syair ada kata.

Dan kesesakan. g) Polisendeton Kebalikan dari Asindeton. pura-pura tidak tahu c) Anastrof atau inversi Pembalikan susunan kata yang biasa dalam kalimat: Pergilah ia meninggalkan kami. frase. atau klausa yang berurutan dihubungkan dengan kata sambung: . Jika saya tidak menyadari reputasimu dalam kejujuran. Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa Saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah. frase.1) Gaya Bahasa Retoris a) Aliterasi Perulangan konsonan yang sama : Takut titik lalu tumpah Keras-keras kerak kena air lembut juga b) Asonansi Perulangan bunyi vokal yang sama : Ini muka penuh luka siapa punya Kura-kura dalam perahu. tetapi tampaknya menyangkal. Hai kamu dewa-dewa yang ada di syurga. e) Apostrof Pengalihan amanat dari hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir. kata. atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung. seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa. keheranan kami melihat perangainya. datanglah dan bebaskanlah kami dari belenggu penindasan ini. kesakitan. kepedihan. maka sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa Anda pasti membiarkan Anda menipu diri sendiri. f) Asindeton Acuan yang bersifat padat di mana kata. d) Apofasis atau Presterisio Menegaskan sesuatu.

badanmu sehat. Bila kata yang berlebihan dihilangkan artinya tetap utuh. Semua kesabaran kami sudah hilang. i) Elipsis Menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi dan ditafsirkan oleh pembaca. dan dipertentangkan satu sama lain. Contoh: . jika kata yang berlebihan itu mengulang kembali gagasan yang sudah disebut sebelumnya. Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau tak apa-apa. baik frase atau klausa. Darah yang merah itu melumuri seluruh tubuhnya. l) Histeron Proteron Kebalikan dari suatu yang wajar. Kereta melaju cepat didepan kuda yang menariknya. Disebut juga dengan hiperbaton. j) Eufemisme Ungkapan yang lebih halus rasanya. yang sifatnya berimbang. disebut dengan Pleonasme. m) Pleonasme dan Tautologi Mempergunakan kata yang lebih banyak dari pada yang diperlukan untuk menyatakan satu pikiran atau gagasan. tetapi psikis …. sehingga struktur kalimatnya memenuhi pola yang berlaku.Dan ke manakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan angin yang bakal merontokkan bulu-bulunya? h) Kiasmus Terdiri dari dua bagian. k) Litotes Menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. tetapi susunannya terbalik bila dibandingkan dengan frase atau klausa lainnya. Anak Saudara memang tidak secepat anak-anak lain mengikuti pelajaran (bodoh). Disebut Tautologi. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak berarti bagimu. lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu. Bila sudah berhasil mendaki karang terjal. Contoh: Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri. sampailah ia di tepi pantai yang luas dan pasirnya putih. Jendela ini telah memberi sebuah kamar padamu untuk berteduh. Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali.

00 waktu setempat. s) Hiperbol Mengandung pernyataan yang berlebihan.Ia tiba jam 20. Sudah empat kali saya mengunjungi daerah itu. hanya sekedar memperoleh efek yang mendalam. Dengan membelalakkan mata dan telinganya. tapi kemudian memperbaikinya. Kemarahanku menjadi-jadi hingga hampir-hampir meledak. Globe itu bundar bentuknya. Fungsi dan sikap bahasa. kata yang berlebihan tersebut dapat diganti dengan satu kata saja. p) Erotesis atau Pertanyaan Retoris Tidak menghendaki jawaban. sudah lima kali. sebenarnya hanya cocok untuk salah satu daripadanya. ah bukan. n) Perifrasis Mirip dengan Pleonasme. Almarhum pada waktu itu mengatakan bahwa ia tidak mengenal orang itu. t) Paradoks . Ia telah beristirahat dengan damai (= mati) Jawaban bagi permintaan Saudara adalah tidak (= ditolak) o) Prolepsis atau Antisipasi Mepergunakan lebih dulu sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya. Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat. Dalam Zeugma kata yang dipakai untuk membawahi kedua kata berikutnya. ia mengusir orang itu. r) Koreksio atau Epanortosis Mula-mula menegaskan sesuatu. Herankah Saudara kalau harga-harga menjadi tinggi? q) Silepsis dan Zeugma Menggunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata lain yang sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata yang pertama. Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya. dengan membesar-besarkan suatu hal. Bedanya.

Ia mati kelaparan di tengah kekayaan yang berlimpah. Parabel (parabola) adalah kisah singkat dengan tokoh (biasanya) manusia yang selalu mengandung tema moral yang ada kaitannya dengan kitab suci. Tujuannya untuk menyampaikan ajaran moral atau budi pekerti. 2) Gaya Bahasa Kiasan a) Persamaan atau Simile Perbandingan yang bersifat eksplisit. d) Personifikasi dan Prosopopeia Menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki sifat manusia. sebagai. Parabel. dan sebagainya. laksana. . dengan menggunakan kata pembanding : seperti. dan Fabel Alegori adalah cerita singkat yang mengandung kiasan. Untuk menjadi manis seseorang harus menjadi kasar.Mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada. Fabel adalah suatu metafora berbentuk cerita mengenai dunia binatang dan makhluk tidak bernyawa yang bertindak seolah-olah seperti manusia. tanpa menggunakan kata pembanding. Sifatnya lebih tajam dari Paradoks. Makna kiasan ditarik dari bawah permukaan cerita. bagaikan. u) Oksimoron Menggabungkan kata-kata untuk mencapai efek yang bertentangan. Keramahtamahan yang bengis. serupa . Perahu itu menggergaji ombak Mobilnya batuk-batuk Pemuda adalah bunga bangsa c) Alegori. Musuh sering merupakan kawan yang baik. Kikirnya seperti kepiting batu Matanya seperti bintang timur b) Metafora Analagi yang membandingkan dua hal secara langsung dalam bentuk yang singkat. sama. atau mengandung pertentangan dengan menggunakan kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. langsung menyatakan sesuatu dengan hal lain.

baik berupa hasil penemuan. atau karya sastra yang terkenal. mitologi. Biasanya merupakan referensi yang eksplisit atau implisit kepada peristiwa. . atau peristiwa. Alusi sekurang-kurangnya memiliki syarat: (1) dikenal oleh pembaca (2) membuat gagasan menjadi lebih jelas f) Eponim Penggunaan nama untuk menunjukkan suatu sifat tertentu. dan lain-lain. Lonceng pagi  ayam jantan Putri malam  bulan Raja rimba  singa h) Sinekdoke (1) pars pro toto. Kulihat ada bulan di kotamu. menyebut keseluruhan untuk maksud sebagian. lalu turun di bawah pohon jambu di depan rumahmu. menyebut sebagian untuk maksud keseluruhan. Indonesia mengalahkan Malaysia di Final Piala Asia 4 – 3.(2) Totem pro parte.Angin yang meraung di tengah malam itu menambah ketakutan kami. tokoh. i) Metonimia Menggunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain karena pertalian yang dekat. Satu kepala dikenakan sumbangan Rp. pertalian sebab-akibat. Ia membeli sebuah Chevrolet. barangkali ia menyeka mimpimu. tempat. 1.000. Hercules  kekuatan Helen dari Troya  kecantikan g) Epitet Acuan yang menunjukkan suatu sifat. atau tempat dalam kehidupan nyata. Bandung adalah Paris Jawa. e) Alusi Mensugesti kesamaan antara orang. pemilik barang. Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya.

Lihat si cantik itu (maksudnya: si jelek). j) Antonomasia Pengunaan gelar resmi atau jabatan untuk menggantikan nama diri. Satire mengandung kritik mengenai kelemahan manusia.. Saya tahu Anda adalah gadis yang paling cantik di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat. Ia masih menuntut almarhumah maskawin dari Sinta putrinya (ia masih menuntut maskawin dari almarhumah…. Yang Mulia tidak dapat menghadiri pertemuan ini. semacam acuan yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Setiap kali ada pesta. Seminar itu dibuka oleh putra mahkota. Ia menjadi kaya raya karena sedikit melakukan komersialisasi jabatannya. Ia berbaring di atas sebuah bantal yang gelisah (yang gelisah adalah manusianya.) l) Ironi. o) Antifrasis . Memang Anda adalah gadis yang tercantik se antero jagad ini yang mampu menghancurkan seluruh isi jagad ini. Sinisme. tampak tidak menyakitkan hati kalau dilihat sambil lalu.Ialah yang menyebabkan air mata yang gugur. pasti ia akan sedikit mabuk karena terlalu kebanyakan minum. m) Satire Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. n) Inuendo Sindiran dengan mengecilkan keadaan yang sebenarnya. dan Sarkasme Ironi adalah acuan untuk mengatakan sesuatu dengan maksud yang berlainan. bukan bantalnya). Kelakuanmu memuakkanku. k) Hipalase Kebalikan dari suatu relasi alamiah antara dua komponen gagasan. Sinisme adalah ironi yang lebih kasar sifatnya. Sarkasme lebih kasar lagi dari Ironi dan Sinisme.

Tanggal dua gigi saya tanggal dua.Penggunaan sebuah kata dengan makna kebalikannya. Engkau orang kaya. tetapi terdapat perbedaan besar dalam maknanya. sang raksasa telah tiba (maksudnya si Cebol) p) Pun atau Paronomasia Kiasan yang menggunakan kemiripan bunyi. ya kaya monyet . yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri. Lihatlah.

MENULIS
A. Kebahasaan Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Simbol bunyi yang digunakan bersifat arbitrer. Bahasa mencakup dua komponen: bentuk dan makna. Aspek bentuk terdiri atas unsur segmental dan unsur suprasegmental. Makna sebuah kata tergantung kepada konvensi masyarakat bahasa yang bersangkutan. Fungsi Bahasa : (1) untuk menyatakan ekspresi diri (2) alat komunikasi (3) alat untuk mengadakan interaksi dan adaptasi sosial (4) alat untuk melakukan kontrol sosial Bahasa sebagai medium komunikasi hanya akan efektif, jika penutur mempunyai kecakapan bahasa. Kecakapan itu adalah: (1) penguasaan terhadap perbendaharaan kata (2) penguasaan kaidah-kaidah sintaksis (3) kemampuan memilih gaya pengungkapan (4) penguasaan terhadap tingkat penalaran (logika) B. Kalimat Efektif Syarat-syarat kalimat efektif: (1) dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan penulis (2) mampu menimbulkan kembali gagasan pada pikiran pendengar Ciri-ciri kalimat efektif : (1) Hanya memiliki kesatuan gagasan Yang dimaksud dengan kesatuan gagasan adalah kalimat yang hanya mengandung satu ide pokok. Bila dua buah kalimat yang tidak mempunyai hubungan kesatuan gagasan dipadukan, maka akan rusaklah kesatuan pikiran kalimat itu. Secara praktis sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh subyek, predikat + objek. Kesatuan yang diwakili oleh S, P atau O itu dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan. Contoh: i) Kita menyadari bahwa KBK hanya akan berhasil jika didukung tenaga edukatif yang profesional, sistem administrasi kurikulum yang memadai, dan kelengkapan sarana pembelajaran yang cukup. (Kesatuan Tunggal) ii) Dia telah memesan Formulir SPMB pagi tadi, dan mulai mempersiapkan segala kelengkapan berkasnya. (Kesatuan Gabungan)

iii) Kamu boleh menyiapkan sendiri sarapanmu, atau pesan saja di kantin depan. (Kesatuan Pilihan). iv) Sudah dua tahun ia bekerja di perusahaan itu, tetapi sampai sekarang ia tidak merasa senang dengan pilihannya itu. (Kesatuan yang mengandung pertentangan). (2) Koheren Koheren artinya padu, ada hubungan yang timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Kesalahan yang paling sering merusak koherensi adalah penempatan kata depan, kata penghubung, dan keterangan aspek yang tidak sesuai. (3) Variatif Keanekaragaman bentuk bahasa diyakini dapat memelihara daya tarik sebuah teks. Variasi dapat dibentuk melalui : (ii) variasi sinonim kata (iii) variasi panjang pendeknya kalimat (iv) variasi penggunaan bentuk me- dan di(v) varisi posisi fungsi kata dalam kalimat (4) Paralelisme Paralelisme adalah upaya menempatkan gagasan-gagasan yang sama pentingnya dan sama fungsinya dalam suatu struktur/konstruksi gramatikal yang sama. Misalnya, bila salah satu gagasan ditempatkan sebagai kata benda, maka gagasan yang lain juga harus ditempatkan sebagai kata benda. Perhatikan contoh berikut : Apabila pelaksanaan pembanguna lima tahun kita jadikan titik tolak, maka menonjollah beberapa masalah pokok yang minta perhatian dan pemecahan. Reorganisasi administrasi departemen-departemen. Ini yang pertama. Masalah pokok yang lain yang menonjol ialah (mengentikan) pemborosan dan penyelewengan. Ketiga karena masalah pembanguna ekonomi yang kita jadikan titik tolak, maka kita juga ingin mengemukakan faktor lain. Yaitu bagaimana memobilisir potensi nasional secara maksimal dalam partisipasi pembangunan nasional (Kompas). Wacana di atas sebaiknya ditulis: Reorganisasi administrasi departemen, pengentian pemborosan dan penyelewengan, serta mobilisir potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata benda). Atau : Mengorganisir administrasi departemen, menghentikan pemborosan dan penyelewengan, serta memobilisasi potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata kerja). C. Penalaran atau Logika Penalaran adalah suatu proses berpikir yang berusaha untuk menghubungkan evidensi-evidensi menuju suatu kesimpulan yang masuk akal. Tulisan atau ujaran yang jelas, terarah dan sistematis menandakan cara berpikir yang logis. Penalaran dilakukan dengan :

a. Pemberian Definisi Definisi atau batasan merupakan kunci berpikir yang logis. Definisi dibuat untuk membentuk kesepakatan makna sebelum digunakan dalam proses semantis yang lain, sehingga tidak menimbulkan salah paham. Definisi dapat dilakukan dengan: 1) definisi sinonim kata (pembatasan pengertian) 2) definisi etimologi kata (asal-usul kata) 3) definisi logis (membedakan kata dengan genusnya, atau mengembalikan ke makna leksikalnya) b. Generalisasi Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam, berlaku pula untuk kebanyakan peristiwa atau hal yang sama. Misalnya, generalisasi berdasarkan pengalaman: 1) semua logam akan memuai jika dipanaskan, atau 2) minum kopi pada malam hari dapat menyebabkan sulit tidur Jenis-jenis Penalaran:

1. Deduksi
Penalaran ini adalah menari kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan umum yang dihubungkan dengan premis atau pernyataan umum. Penalaran Deduksi terdiri dari: a. Deduksi biasa Rumusnya adalah: P1  A = B P2  B = C KA=C Contoh: P1 : Pesawat terbang adalah kendaraan bermotor P2 : Kendaraan bermotor membutuhkan bahan bakar K : Pesawat terbang membutuhkan bahan bakar b. Silogisme Rumusnya : PU  Semua A = C PK  C = A

kesimpulannya juga bersifat negatif. tidak mengandung kata-kata ingkar seperti tidak dan bukan. yaitu silogisme yang salah satu premisnya bersifat negatif. yaitu silogisme yang disingkat. Contoh : P1 : Besi adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. yaitu silogisme yang :  PU atau PK tidak universal  Tidak terdapat PU. P2 : Tembaga adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. karena itu. Contoh: PU  Semua profesor pandai (A = C) PK  Habibie adalah profesor (C = A) K  Habibie pandai (C = B) 2) Silogisme negatif. Induksi Penalaran atau penarika kesimpulan dari premis khusus menghasilkan kesimpulan yang bersifat umum. Penalaran ini dibedakan atas: a. PU  Semua penderita penyakit paru-paru tidak boleh merokok PK  Sukarjo penderita penyakit paru-paru (C = A) K  Sukarjo tidak boleh merokok (C = B) 3) Entimen. P4 : Aluminium adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan.  Sukarjo tidak boleh merokok karena Sukarjo penderita penyakit paru 4) Silogisme salah. . P3 : Seng adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. Rumusnya : C = B karena C = A Contoh:  BJ Habibie pandai karena Habibie profesor. yaitu penarikan kesimpulan dari beberapa premis khusus. yaitu silogisme yang kedua premisnya positif. karena keduanya PK  PK berupa C = B 1. Generalisasi.KC=B Silogisme dibedakan atas : 1) Silogisme positif.

Jenis-jenis paragraf 1) Deduktif Kalimat pokok terletak pada awal paragraf. Sebab – akibat Sebab : Adik sakit Akibat : Adik tidak pergi sekolah Kesimpulan : Orang sakit tidak pergi sekolah d. c. kemudian disusul uraian yang terperinci. dan jumlah penduduk. Dari persamaan sifat itu dapat ditarik kesimpulan K : Apa yang terjadi di kota A. Jadi. akan terjadi di kota B. f) Koherensi: Kekompokan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea itu g) Harmonis secara semantis dan gramatis. Akibat – sebab Akibat : Adik kurus Sebab : Adik cacingan Kesimpulan : Orang yang cacingan badannya kurus D. 3) Campuran Kalimat pokok terletak di awal paragraf. 2) Induktif Paragraf dimulai dengan uraian atau argumentasi. Sebuah paragraf sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat: c) Hanya mengandung satu pikiran utama. e) Pikiran utama didukung oleh beberapa pikiran penjelas. kalimat pokok terletak pada bagian akhir paragraf. yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan sifat. Contoh: Kota A dan Kota B mempunyai banyak persamaan. Paragraf Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat yang terdiri dari himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. kemudian ditutup dengan kesimpulan. kemudian ditegaskan lagi pada bagian akhir. Analaogi. Misalnya: persamaan sosial budaya. satu tema tertentu. d) Kesatuan (Unity): Semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal. suhu.K : Semua logam akan memuai jika dipanaskan b. tingkat ekonomi. .

Ford kemudian mengembangkan traktor untuk pengelolaan pertanian. ada traktor yang dijalankan dengan sistem uap. Contoh : Vitamin yang ditambahkan pada sabun mandi umumnya vitamin A. Misalnya. sunyi-mati. tetapi larut dalam lemak. bukan untuk membuktikan pendapat. 4) Analogi Analogi adalah perbandingan yang sistematis antara dua hal yang berbeda. Contoh : Bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. yaitu traktor yang menggunakan roda rantai. Tujuannya untuk membandingkan suatu hal yang kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal umum. Jepang yang tidak mau kalah dengan menciptakan padi traktor yang bentuk dan fungsinya semakin berkembang. dan vitamin E. Contoh: Hasil teknologi Barat. vitamin C. 3) Perbandingan dan Pertentangan Hubungan perbandingan dan pertentangan adalah suatu cara menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua hal atau objek yang bertolak dari segi tertentu. Indonesia pernah mengimpor gerbong-gerbong kereta api dari Perancis. Dari celah dinding pondok keluar cahaya yang kuning merah. Di bawahnya kedengaran sebentar-sebentar sapi mendengus. sedangkan vitamin A dan E tidak larut dalam air. sedangkan hubungan pertentangan menonjolkan perbedaannya. Di keliling pondok itu tertegak pedati. Di masa kejayaan mesin uap. Hubungan perbandingan menonjolkan kesamaannya. ketiganya sunyi. sekedar sebagai ilustrasi. tidak serta merta sesuai untuk bumi Timur. agaknya sukar dipahami bagaimana vitamin-vitamin yang disebutkan itu—yang dikandung dalam sabun— sempat terserap oleh kulit. Pola Pengembangan Paragraf 1) Klimaks dan Anti-klimaks Pengembangan Klimaks dimulai dengan memperinci satu gagasan awal menuju ke gagasan lain yang lebih tinggi kedudukannya. Digunakan sekedar untuk menjelaskan maksud. 5) Pemberian contoh Untuk mengkonkritkan hal yang bersifat abstrak dilakukan dengan pemberian contoh. karena tersirat dalam keseluruhan kalimat yang membentuk paragraf itu. Bentuknya mentereng dan sebagian . Seperti diketahui. 2) Sudut pandang Sudut pandang adalah posisi seorang pengarang dalam melihat sesuatu. Misalnya: Di antara daun kayu tampak kepada mereka tebing itu turun ke bawah. Misalnya: Awan dari ledakan bom itu. vitamin C larut dalam air. tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari keduanya. Pengembangan seperti ini disebut juga pengembangan urutan ruang. di kakinya tegak pondok. Misalnya wacana berbentuk deskripsi dan narasi. Perusahaan Caterpillar kemudian merancang traktor yang bentuknya seperti tank. Dengan mengetahui sifat kelarutan tersebut. membentuk suatu cendawan raksasa.4) Narasi-Deskriptif Tidak terdapat kalimat kalimat khusus yang menjadi kalimat topik. Contoh yang dipilih terutama yang berkaitan dengan pengalaman pribadi.

Demokrasi pada hakekatnya berupa suatu mentalitas untuk membina suatu kehidupan dalam masyarakat. bersikap dan berbuat. dilakukan koreksi arah supaya bidang yang dilintasi keduanya lebih tepat sama. Misalnya: Demokrasi biasanya diterjemahkan sebagai kedaulatan rakyat. 9) Pemberian Definisi Luas Pemberian Definisi Luas adalah usaha penulis untuk memberikan keterangan terhadap suatu istilah atau hal melalui rangkaian kalimat yang membentuk sebuah alinea. dagang. terjadilah G30S. yang diartikan sebagai pemerintahan oleh rakyat. Kutipan terdiri dari kutipan langsung dan kutipan tidak langsung (kutipan isi). Padahal gerbong itu hanya digunakan untuk mengangkut para petani dari dusun ke kota. mentalitas dalam arti cara berpikir. atau Melayu dalam. membersit ke luar dan menjadi banjir besar menentang sendi-sendi lama. Tidak juga dapat dikelompokkan atas bahasa Melayu bangsawan. . dan percepatan. dari rakyat. Gemini 6 menghidupkan roketnya untuk menghapuskan pengaruh hambatan udara. terjadi kegoncangan hebat dalam sendi-sendi kehidupan. Juga tak cukup dibagi atas bahasa Melayu buku dan bahasa percakapan. Prinsip mengutip adalah: 1) Jangan mengadakan perubahan 2) Bila terdapat kesalahan (baik dalam ejaan maupun ketatabahasaan). Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari orang lain. Demokrasi dalam arti ini hanya menggambarkan suatu segi. sehingga pembaca dapat memahaminya dengan jelas. Contoh: Bahasa Melayu tidak cukup dibagi atas bahasa Melayu tinggi dan bahasa Melayu rendah. sedangkan demokrasi dalam arti yang sebenarnya mempunyai makna yang lebih luas. Lahirlah angkatan baru yang berjuang atas dorongan hati nurani. Gemini 6 menyusul Gemini 7 sedikit demi sedikit. Setelah satu kali putaran. Dapat juga sebaliknya. Tahap demi tahap proses diurutkan secara kronologis. Contoh: Gemini 7 sudah berhari-hari berada dalam peredarannya. akibat sebagai perinciannya. 7) Sebab akibat Sebab bertindak sebagai gagasan utama. 8) Klasifikasi Klasifikasi adalah proses mengelompokkan hal-hal yang dianggap mempunyai kesamaan tertentu. pengukuran jarak. Sementara itu. dan untuk rakyat. 6) Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan untuk menciptakan sesuatu. akhirnya bertemulah dengan Gemini 7. penulis tidak boleh memperbaikinya. Akibatnya. Dengan berkali-kali mengadakan pembentukan arah. Ternyata publik Indonesia belum cukup dewasa untuk mempergunakan gerbong-gerbong itu dengan semestinya. Contoh: Dalam tekanan mental yang demikian hebat.dilengkapi dengan AC. Suara hati yang tertindas. A. Bahasa Melayu percakapan pun banyak juga jenisnya. menunggu lintasannya sama dengan Gemini 6 yang akan diluncurkan.

bagian titik tersebut dimasukkan dalam bagian tanda kutip. c) Kutipan tak langsung : (1) diintegrasikan dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) tidak diapit tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. (5) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. tahun terbit dan nomor halaman. ditambahkan satu titik lagi. tahun terbit dan nomor halaman. Hubungan teks dengan catatan kaki ditunjukkan melalui nomor penunjukkan berurut. B. baris pertama juga dimasukkan 5 – 7 ketukan. Bila bagian itu dimulai dengan paragraf baru. atau dapat juga menggunakan tanda asterik (*) yang ditempatkan satu spasi di atas baris teks.3) Bagian yang dianggap tidak penting. Catatan kaki (footnote) berfungsi untuk: (1) menyusun pembuktian.5 spasi (2) jarak antara baris satu spasi (3) boleh tidak diapit tanda kutip (4) seluruh bagian kutipan dimasukkan 5 – 7 ketukan. Cara mengutip: a) Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris : (1) kutipan diintegrasikan langsung dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) bagian kutipan diapit dengan tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. Penghilangan bagian kutipan ditandai dengan tiga titik berspasi. tahun terbit dan nomor halaman. Bila menggunakan tanda kutip. b) Kutipan langsung lebih dari empat baris : (1) kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2. Jika unsur yang dihilangkan terdapat pada akhir kalimat. Catatan Kaki Catatan kaki adalah keterangan tambahan dari teks yang ditempatkan pada kaki halaman teks. Jika bagian yang dihilangkan terdiri dari satu alinea atau lebih. dinyatakan dengan titik berspasi sepanjang satu baris halaman. mengkaitkan dengan kebenaran yang dibuat oleh penulis lain (2) menyatakan utang budi (atas kebenaran yang dipinjam dari orang lain) . Penempatan pada catatan kaki bertujuan untuk memelihara kepaduan paragraf. dapat dihilangkan sepanjang tidak mengakibatkan perubahan makna.

. Warisan Leluhur Sastra Lama dan Aksara Batak (Jakarta. College English (New York.ed. et al. 82 – 84. (2) referensi kepada buku dengan dua atau tiga pengarang Nama penerbit dimasukkan. baik yang sudah disebutkan maupun yang belum disebutkan Cara membuat catatan kaki: (1) referensi kepada buku dengan seorang pengarang : (a) nama pengarang ditulis lengkap. nomor jilid dengan angka Romawi.. nomor halaman dengan angka Arab. Contoh: . 1961). Hardjito. 1984). hal. D. Contoh: ________ 3 Alton Moris. Ibrahim. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Depdikbud. dan antara et al. dengan judul buku diberi tanda koma. (5) buku yang lebih dari satu jilid keterangan tentang nomor jilid ditempatkan dalam kurung sebelum tempat terbit. 1964). tidak dibalik (b) antara nama pengarang dan judul menggunakan tanda koma. (4) merujuk bagian lain dari teks. Gleason. antara nama dengan et al. An Introduction to Descriptive Linguistics (rev. yang lain diganti dengan at al. hal. 75. New York. 62. 1999). (4) referensi kepada buku dengan edisi yang mengalami perbuahan keterangan tentang edisi ulang atau edisi revisi diletakkan dalam kurung sebelum tempat terbit. Contoh: _____ 6 H. antara tempat terbit dan keterangan diberi tanda titik koma.(3) menyampaikan keterangan tambahan untuk memperkuat uraian di luar persoalan yang diperkenankan oleh laju teks. bukan titik sebagaimana daftar pustaka. nama penerbit tidak disertakan Contoh: _________ 12 Uli Kozok. (3) referensi kepada buku dengan banyak pengarang Hanya nama pengarang pertama yang disebut. antara judul buku dengan dan data publikasi tidak ada titik atau koma (c) tempat dan tahun terbit ditempatkan dalam tanda kurung. hal. Selebihnya sama dengan sebelumnya. Antara nama penerbit dan tempat diberi titik dua. 21. hal. Contoh: _______ 7 R.A.

_____
2

A.H. Lightstone, Concepts of Calculus (Vol. I; New York: Harper & Row, 1966), hal 75.

(6) sebuah edisi dengan beberapa orang pengarang _______
5

Mursal Esten, ed., Kritik Sastra (Bandung, 1988), hal. 18 – 21.

(7) buku terjemahan Pengarang asli ditempatkan di depan, penerjemah ditempatkan setelah judul buku, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh: ______
3

Multatuli, Max Havelaar, terj. H.B. Jassin (Djakarta, 1972), hal. 51.

(8) artikel dalam anotologi Judul artikel dan judul buku dicantumkan, juga nama penulis dan editornya. Contoh: ______
8

Rizanur Gani, “Sastra Kontekstual,” Kritik Satra, ed. Mursal Esten (Bandung, 1988), hal. 7.

(9) artikel dalam majalah Nomor jilid ditempatkan sesudah nama majalah. Contoh: _____
14

Ny. H. Soebadio, “Penggunaan Sansekerta dalam Pembentukan Istilah Baru,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I (April, 1963), hal. 47 – 49. (10) artikel dalam harian Bila nama pengarang jelas, dimulai dengan nama penulis artikel itu. Jika tidak, cukup diisi dengan nama rubrik dalam harian itu. Contoh:
21

Mangunwijaya, “Sastra Pembebasan,” Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

Atau :
21

Tajuk Rencana dalam Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

C. Daftar Pustaka 1. Dengan seorang pengarang Keraf, Gorys. 1999. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. 2. Dengan dua atau tiga pengarang

Oliver, Robert T., and Rupert Cortright. 1958. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc. 3. Dengan banyak pengarang Sidarta, Myra D., et al. 1984. Feminisme dalam Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 4. Edisi yang mengalami perubahan Gleason, H.A. 1961. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev.ed. New York: Winston. 5. Lebih dari satu jilid Hakim, Lukman. 1982. Matematika. Jil. 2. Jakarta: Djambatan. 6. Edisi karya beberapa orang pengarang Esten, Mursal, ed. 1988. Kritik Sastra. Bandung: Angkasa. 7. Artikel dalam majalah Kridalaksana, Harimurti. “Leksikostatistik Bahasa Nusantara,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I: 323, April, 1963. 8. Terjemahan Multatuli. 1972. Max Havelaar, terj. H.B. Jassin. Jakarta: Djambatan. D. Sistematika Karya Ilmiah E. D

MODUL BAHASA INDONESIA STIE MATERI 2

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakat dituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia

yang baik dan benar. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.

Tujuan a. Mahasiswa/i mampu menerapakan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia b. Mahasiswa/i memahami Perkembangan Ejaan c. Mahasiswa/i memahami pengertian dan Ruang Lingkup Ejaan Yang

Disempurnakan

Masa lalu sebagai bahasa Melayu
Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua

franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 Masehi diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Lima prasasti kuna yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu menggunakan bahasa Melayu yang bertaburan kata-kata pinjaman dari bahasa Sanskerta, suatu bahasa Indo-Eropa dari cabang Indo-Iran. Jangkauan penggunaan bahasa ini diketahui cukup luas, karena ditemukan pula dokumen-dokumen dari abad berikutnya di Pulau Jawa[10] dan Pulau Luzon.[11] Katakata seperti samudra, istri, raja, putra, kepala, kawin, dankaca masuk pada periode hingga abad ke-15 Masehi. Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bahasa Melayu Klasik (classical Malay atau medieval Malay). Bentuk ini dipakai oleh Kesultanan Melaka, yang perkembangannya kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan disekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya.

Laporan Portugis, misalnya oleh Tome Pires, menyebutkan adanya bahasa yang dipahami oleh semua pedagang di wilayah Sumatera dan Jawa. Magellan dilaporkan memiliki budak dari Nusantara yang menjadi juru bahasa di wilayah itu. Ciri paling menonjol dalam ragam sejarah ini adalah mulai masuknya kata-kata pinjaman dari bahasa Arab dan bahasa Parsi, sebagai akibat dari penyebaran agama Islam yang mulai masuk sejak abad ke-12. Kata-kata bahasa Arab seperti masjid, kalbu, kitab, kursi, selamat, dan kertas, serta kata-kata Parsi

sepatu. Proses penyerapan dari bahasa Arab terus berlangsung hingga sekarang. sama tinggi dengan bahasa-bahasa internasional di masa itu. kegiatan resmi (misalnya dalam upacara dan kemiliteran). bola. Terjadi proses pidginisasi di beberapa kota pelabuhan di kawasan timur Nusantara. sabun. bolu. dan jendela. Bahasa yang dipakai pendatang dari Cina juga lambat laun dipakai oleh penutur bahasa Melayu. kata-kata Tionghoa yang masuk biasanya berkaitan dengan perniagaan dan keperluan sehari-hari. polisi. knalpot. Orang-orang Tionghoa di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu pidgin.seperti anggur. tauke. tahu. seperti gereja. meja. Bahasa Portugis banyak memperkaya kata-kata untuk kebiasaan Eropa dalam kehidupan sehari-hari. Terobosan penting terjadi ketika pada pertengahan abad ke-19 Raja Ali Haji dari istana Riau-Johor (pecahan Kesultanan Melaka) menulis kamus ekabahasa untuk bahasa Melayu. misalnya di Manado. seperti pisau. bahasa Tionghoa. Varian yang terakhir ini malah dipakai sebagai bahasa pengantar bagi beberapa surat kabar pertama berbahasa Melayu (sejak akhir abad ke-19). Kedatangan pedagang Portugis. Bahasa Belanda terutama banyak memberi pengayaan di bidang administrasi. Spanyol. dan teknologi hingga awal abad ke-20. Terdapat pula bahasa Melayu Tionghoa di Batavia. Ambon. tamasya. dan cukong. dan Kupang. dan stempel adalah pinjaman dari bahasa ini. . Bahasa perdagangan menggunakan bahasa Melayu di berbagai pelabuhan Nusantara bercampur dengan bahasa Portugis. Sudah dapat diduga. tauge. diikuti oleh Belanda.[13] Varian-varian lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti bahasa. dan tembakau masuk pada periode ini. Jan Huyghen van Linschoten pada abad ke-17 dan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 menyatakan bahwa bahasa orang Melayu/Melaka dianggap sebagai bahasa yang paling penting di "dunia timur". akibat kontak di antara mereka yang mulai intensif di bawah penjajahan Belanda. teko. saudagar. kulkas. maupun bahasa setempat. loteng. karena memiliki kaidah dan dokumentasi kata yang terdefinisi dengan jelas. cambuk. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang full-fledged.[12] Luasnya penggunaan bahasa Melayu ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal. Kata-kata seperti asbak. dewan. dan Inggris meningkatkan informasi dan mengubah kebiasaan masyarakat pengguna bahasa Melayu.

dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya. oemoer. Karena perkembangan politik selama tahuntahun berikutnya. pa’. dsb. Ejaan Melindo (Melayu Indonesia) Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. 2. seperti koma ain dan tanda trema. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu: 1. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang. dsb. untuk menuliskan katakata ma’moer.Hingga akhir abad ke-19 dapat dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yang kolokial dan tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2. 4. 2. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe. Tanda diakritik. sajang. pajah. ta’. 3. ’akal. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai lingua franca. dsb. umur. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) . tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua atau ketiga. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. itu. ke-barat2-an. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa. dsb. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Ejaan Republik Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. 3. Ejaan van Ophuijsen Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. itoe. pak. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Kata-kata pinjaman. diurungkanlah peresmian ejaan ini. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru. Awalan di. rakjat. 4. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi. dsb. ber-jalan2. Ciri-ciri ejaan ini yaitu: 1.

seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia. seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat). buku-buku penuntun bercocok tanam. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel. 2. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad. Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. ejaan dua bahasa serumpun. yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas. Dengan EYD.[17] . Tahun 1972. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. penuntun memelihara kesehatan. semakin dibakukan. Perubahan: Indonesia Malaysia (pra-1972) (pra-1972) Tj Dj Ch Nj Sj J oe* ch J kh ny sh y u Sejak 1972 c j kh ny sy y u Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia 1. 57.Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia.

Tanggal 28 Oktober s. dapat tercapai semaksimal mungkin. 4. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara. 11. 57 tahun 1972. yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara). 8. Presiden Republik Indonesia. Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia. meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. . yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.d 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. Tanggal 28 Oktober s. 9. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928. Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana. 5. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara. pertumbuhan. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan. Tanggal 21-26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. 12. Soeharto.d 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Tanggal 16 Agustus 1972 H. Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945. 7. 6. 13.3. 10. M. Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.

Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna. 16. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk.d 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa. Ejaan ketiga dalam sejarah bahasa Indonesia ini memang merupakan upaya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama dua puluh lima tahun yang dikenal dengan Ejaan Republik atau Ejaan .d 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Jepang. terutama dalam bahasa tulis. Rusia. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa. EYD mulai diberlakukan pada tanggal 16 Agustus 1972. Kata. Singapura.14. dan Australia.Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Korea Selatan. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Kongres itu Darussalam. Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang disempurnakan (EYD). dan Amerika Serikat. Jakarta. Jerman. Tanggal 28 Oktober s. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia. Belanda. Jerman. suku kata. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan. sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. 15. serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia. Italia.1 Pengertian Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf. 2. ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara. Malaysia. India. Hongkong. Brunei Darussalam. Tanggal 28 Oktober s. yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. atau kata. Singapura. Jika para pengemudi mematuhi rambu-rambu yang ada. dan tanda baca sebagai sarananya. ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Ibarat sedang mengemudi kendaraan. terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia.

-kau. Ejaan van Ophuijsen dipakai selama 46 tahun. yaitu : Huruf Abjad Huruf Vokal Huruf Konsonan Huruf Diftong Gabungan Huruf Konsonan Pemenggalan Kata 2) Penulisan huruf membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi : Huruf capital atau Huruf besar Huruf miring 3) : Penulisan kata membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa kata dasar kata turunan bentuk ulang gabungan kata kata ganti –ku. dan -nya kata depan di. 1) Pemakaian huruf membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa. 2. diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu. (2) penulisan huruf.Soewandi (Menteri PP dan K Republik Indonesia pada saat Ejaan itu diresmikan pada tahun 1947). dan dari kata si dan sang partikel singkatan dan akronim . yaitu (1) pemakaian huruf. -mu. lebih lama dari Ejaan Republik. (4) penulisan unsur serapan. dan baru diganti setelah dua tahun Indonesia merdeka.2 Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. dan (5) pemakaian tanda baca. Ejaan pertama bahasa Indonesia adalah Ejaan van Ophuijsen (nama seorang guru besar belanda yang juga pemerhati bahasa). ke. (3) penulisan kata.

) Tanda titik dua (:) Tanda hubung (-) Tanda pisah (--) Tanda ellipsis (…) Tanda tanya (?) Tanda seru (!) Tanda kurung ((…)) Tanda kurung siku ([ ]) Tanda petik ganda (“…”) Tanda petik tunggal („…‟) Tanda garis miring (/) Tanda penyingkat atau Apostrof („) 1. Huruf Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Nama A Be Ce De E Ef Ge Ha Huruf Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Nama Je Ka El Em En O Pe Ki Huruf Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz Nama Es Te U Fe We Eks Ye Zet . terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing. Huruf Abjad Abjad bahasa Indonesia menggunakan 26 huruf berikut. Tanda baca itu adalah : Tanda titik (.) Tanda koma (. 4) Penulisan unsur serapan membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan. Nama tiap huruf disertakan disebelahnya.) Tanda titik koma (. Pemakaian Huruf a. 5) Pemakaian tanda baca (pugtuasi) membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan.angka dan lambang bilangan.

I. c. y. dan O. t. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. k. f. yaitu A. v. s. n. j. h. U. w. p. Huruf Konsonan B C D F G H J K L M N Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami lekas maka nama Di Tengah sebut kaca ada kafir tiga saham manja paksa alas kami anak Di Akhir adab abad maaf balig tuah mikraj sesak kesal diam daun . x. E. Huruf Vokal i Rr Er Huruf yang melambangkan vocal terdiri atas lima huruf vokal (v). m. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Di Awal A e* api enak emas I O U itu oleh ulang Di Tengah padi petak kena simpan kota bumi Di Akhir lusa sore tipe murni radio ibu c. r. g. q.Ii b. dan z. l. d.

yaitu kh. ny dan sy. Gabungan Huruf Konsonan Didalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan.P q** R S T V W x** Y Z pasang quran raih sampai tali varia wanita xenon yakin zani apa furqan bara asli mata lava hawa payung lazim siap putar lemas rapat juz d. Huruf Diftong Ai Au Oi Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal ain aula Di Tengah syaitan saudara boikot Di Akhir pandai harimau amboi e. Pemenggalan Kata 1. Gabungan Huruf Konsonan Kh Ng Ny Sy Di Awal khusus ngilu nyata syarat Contoh Pemakaian dalam Kata Di Tengah akhir bangun hanyut isyarat Di Akhir tarikh senang arasy f. au dan oi. Pemenggalan Kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut : . Huruf Diftong Didalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. ng.

swas-ta. su-lit. Jika ditengah kata ada vokal yang berurutan. Akhiran-i tidak dipenggal.a. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. 7) Jika ditengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan. me-rasa-kan. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. au. Misalnya : in-stru-men. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Misalnya : ma-in. sa-at. ul-tra. pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu. ke-nyang. bu-ah. termasuk gabungan huruf konsonan. misalnya : Makan-an. de-ngan. si-nam-bung. b. ge-li-gi . mu-ta-khir. mem-bantu. in-fra. Pada kata yang berimbuhan sisipan. ben-trok. Misalnya : au-la sau-da-ra am-boi bukan bukan bukan a-u-la sa-u-da-r-a am-bo-i 6) Jika di tengah kata ada huruf konsonan. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. ikh-las 2. Huruf diftong ai. pergi-lah catatan : a. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Bab V. som-bong. Misalnya : man-di. dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan diantara kedua huruf itu. makhluk 8) Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. ayat 1 ) c. la-wan. dapat dipenggal pada pergantian baris. Ap-ril. di antara dua buah huruf vokal. bang-krut. ba-rang. cap-lok. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan. Misalnya : ba-pak. misalnya : te-lun-juk. (lihat juga keterangan tentang tanda hubung. bang-sa. pasal E. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan.

Ia berkantor di Jalan Budi Utomo. tempat. istilah ilmu pengetahuan.3. dan lambang dalam matematika. Jika suatu kata terdiri dari atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain.1c dan 1d di atas. (1) Untuk penulisan nama diri. Serang Perkumpulan Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908. xantat (nama unsur kimia) (2) Untuk penulisan kata-kata biasa yang bukan nama diri. Misalnya . gunung.1b. kecuali jika ada pertimbangan khusus yang menyangkut segi adat. Contoh pemakaian dengan pertimbangan khusus : Pamanku dosen Institut Agama Islam Banten. Untuk penggunaan huruf x berlaku ketentuan khusus sebagai berikut. Texas (nama diri) Xenon. Contoh pemakaian biasa : Rumahnya di Jalan Pajajaran No. pemenggalan dapat dilakukan dengan: (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. Penulisan Huruf a. dan nama lainnya) harus mengikuti EYD. lambang huruf yang dipakai adalah ks. 2. hukum. Mexico.5. unsur kimia. lambang huruf yang dipakai adalah x. atau sejarah. sungai. bi-o-gra-fi. Alex. Huruf Kapital atau Huruf Besar . misalnya : bio-grafi. jalan. fo-to-gra-fi Nama Diri Cara penulisan nama diri (nama orang. oto-grafi. lembaga.

Huruf Miring . Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. TuhanYesus. MahaKuasa . nama agama.dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda. Misalnya : Selain buku juga penggaris yang dijual Dia hendak ke Sumatera 2. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. Kepada-Mulah. b. Misalnya : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. “Silakan duduk. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat. 6. ibu. Yang Maha Agung 4. dan kitab suci. Misalnya : “KapanBapak berangkat?” tanya Harto.Dik!” kata ucok. Adik bertanya “itu apa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.1. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Sang Pencipta. Misalnya : Allah. Misalnya : “Ibu bertanya” “Kapan Anton pergi” 3. adik. 5 . kakak. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. saudara. termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Penulisan Kata a. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. tetapi ditipu. Kata dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Dia bukan menipu. buku Negarakertagama karangan Pranpanca. mempermainkan. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. bagian kata. Kantor pajak penuh sesak. penetapan. . 3. Misalnya : Huruf pertama kata abad ialah a.1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Misalnya : Bergerigi. 2. kata. atau kelompok kata. Misalnya : majalah Bahasa dan Kesastraan. surat kabar Suara Karya. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. 3. Buku itu sangat tebal. menengok. majalah. b. Misalnya : Ibu percaya bahwa engkau tahu. Politik divine et impera pernah merajalela di negeri ini. sisipan. dikelola. Kata Turunan 1) Imbuhan (awalan. Misalnya : Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.

lipat gandakan 3) jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. d.awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahului. unsur-unsurnya ditulis terpisah.2) Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. . Gabungan Kata Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Bentuk Ulang dan Kata Ulang Bentuk ulang dan kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan kata tanda hubung. gerak-gerik. tanda tangani Berlipat ganda. beritahukan Bertanda tangan. mata kuliah. buku-buku. Misalnya : adipati telepon mahasiswa swadaya pancasila tritunggal c. kau. e. dannya Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk sigkat dari kata aku dan engkau. terima kasih. berjalan-jalan. Misalnya : duta besar. huru-hara. orang tua. Kata Ganti ku. Misalnya : menggarisbawahi dilipatgandakan menyebarluaskan penghancurleburan 4) Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. laba-laba.besarkan. kereta api cepat. rumah sakit. Misalnya : Diberi tahu. lauk-pauk. meja tulis. dibesar. kerja sama. biri-biri. termasuk istilah khusus. mu. kupu-kupu. Misalnya : Anak-anak. gabungan kata itu ditulis serangkai.

Ibuku sedang ke luar kota. kecuali didalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti. Akan tetapi. kauambil Misalnya : Bolehkah aku ambil jeruk ini satu ? Kalau mau. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. dan dari Kata depan di. ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. engkau ambil kau = kaubawa. Kata ganti ku dan mu sebagai bentuk singkat dari aku dan kamu. ke.aku = aku bawa. f. kamu = sepeda kamu mu = sepedamu aku = rumah aku ku = rumahku Kata ganti nya selalu ditulis dengan kata yang mendahului. Misalnya : Saya sudah makan di restoran. kuambil engkau = engkau bawa. aku ambil ku = kubawa. boleh engkau baca buku itu. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Bolehkah kuambil jeruk ini satu? Kalau mau. ke. boleh kaubaca buku itu. nya = bukunya Misalnya : Bolehkah aku pakai sepeda kamu sebentar? Sepedamu lebih kokoh dari sepedaku. Ia pantas tampil ke depan g. Kata Depan di.kepada dan daripada . perhatikan penulisan berikut ini. Misalnya : .

Partikel Partikel –lah. Kar Sarjana ekonomi Bapak Saudara Sarjana karawitan 2. Singkatan dan Akronim I. S. Singkatan Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Misalnya : Bacalah buku itu baik-baik. 1. -kah. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik. jabatan. Apakah yang tersirat dalam surat itu? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. Misalnya : Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. E. Sdr. 1. atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Singkatan nama orang. S. Bpk. Yamin Suman S. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. nama gelar. badan atau organisasi. Misalnya : . dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. h.Harimau itu marah sekali kepada sang kancil. i. adik pun ingin pergi. sapaan. Jika ayah pergi. Misalnya : Muh.

Lambing kimia. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Akronim Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. takaran. 1. Dan lain-lain Yang terhormat atas nama untuk perhatian 4.DPR PGRI KTP Dewan Perwakilan Rakyat Persatuan Guru Republik Indonesia Kartu Tanda Penduduk 3. Misalnya : ABRI LAN Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara 2. timbangan. Misalnya : Akabri Iwapi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia . u. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf capital.p. singkatan satuan ukuran. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Yth. gabungan suku kata. dan mata uang tidak diikuti tanda titik. a.n. Misalnya : Dll. Misalnya : Cu Kg kuprum kilogram II.

Bilangan pecahan Misalnya : Setengah Satu persen ½ 1% 3. Bilangan utuh Misalnya : Dua belas Dua ratus dua puluh dua 12 222 b. IV. VII. X. Misalnya : pemilu tilang pemilihan umum bukti pelanggaran j. D (500). Misalnya : Paku Buwono X Paku Buwono ke-10 Paku Buwono kesepuluh Bab II Bab ke-2 Bab kedua Penulisan lambing bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut. 2. 6.000. L (50). 4. 7. 3. Penulisan lambing bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. II. a. Didalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. IX. M (1.000). Misalnya : 4. V (5. 5. Penulisan lambing bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut.3. 2.000). 8. Angka dan Lambang Bilangan Angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan atau nomor. V. 1. VI. 9 gka Romawi : I. III.000). 1. VIII. C (100). suku kata. . Angka Arab : 0. M (1.

arab. seperti reshuffle. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks Bahasa Indonesia. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Kedua. Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya. atau inggris.Tahun „50-an Uang 5000-an Uang lima 1000-an atau atau atau tahun lima puluhan uang lima ribuan uang lima seribuan 4. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam Bahasa Indonesia. Pertama. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. Contoh kaidah yang berlaku bagi unsur serapan : aa menjadi a Paal Baal ae menjadi e aerobe haematite q menjadi k aquarium equator rh menjadi r rhythm rhombus th menjadi t methode thrombosis metode thrombosis ritme rombus ekuator akuarium aerob hematite pal bal . Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. portugis. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia. shuttle cock. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti sanskerta. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. belanda.

dan las vegas. Misalnya : Ayahku tinggal di Korea. ikhtisar. A. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.) 1.000 b.000 13. 3. atau daftar. 2. Misalnya : Saya ingin pergi. Misalnya : 24. melainkan biola. tetapi hari itu ujian. inggris.) 1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. 3. Misalnya : III. Tanda titik (. Impianku menjadi musisi. yunani. . paris. Misalnya : Saya membeli baju. spanyol. Tanda titik dipakai dibelakang angka atau huruf dalam satu bagan. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. 5. Pemakaian Tanda Baca a. 1. 2. jepang.1. dan sepatu. Korea.dsb. Tanda koma (. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. tas. Piano bukan alat music favorit saya.

Misalnya : Kalau hari hujan. Tanda titik koma (. “saya gembira sekali.” “Saya gembira sekali. Misalnya : Ayah menonton televisi. Hanya ada dua hasil ujian kita itu : lulus atau tidak lulus. Misalnya : Ketua Sekretaris Bendahara : Kim Jae Joong : Kim Jun Su : Sim Chang Min . Misalnya : Kata Ibu. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. saya sendiri asyik mengerjakan tugas. Karena sibuk. 4.” kata Ibu. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. Adik mendengar music. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. saya tidak akan datang. Ibu sibuk memasak. ia lupa akan janjinya.pekerjaan belum selesai juga. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. 2. 2. Misalnya : Kita sekarang memerlukan alat tulis : pensil. Misalnya : Malam semain larut. d.) 1. penghapus. “karena kamu lulus.” c. dan penggaris. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Tanda titik dua (:) 1.

Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti „sampai‟. marilah mulai pindah. Misalnya : 1986-1990 Tanggal 25-26 Januari 1986 Korea-Jepang Tanda Ellipsis ( … ) 2. . Tanda pisah ( . Tanda ellipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.) 1.e. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. Misalnya : Kalau begitu … ya. Misalnya : p-e-n-y-a-n-y-i 26-01-1986 f. 2. 1. Tanda hubung (-) 1. g. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Misalnya : Disamping cara itu ada juga cara baru. Misalnya : Anak-anak Berulang-ulang 3. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang member penjelasan di luar bangun kalimat. Misalnya : Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai-diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.

Misalnya : Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Misalnya : Kapan ia berangkat? Kemana ia pergi? 2. (b) tenaga kerja.2. Tanda ellipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. . Tanda Tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya : faktor produksi menyangkut masalah (a) alam. Tanda Tanya dipakai pada akhir kalimat Tanya. h. Misalnya : Ia dilahirkan pada tahun 1992 (?) Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang i. Tanda Tanya (?) 1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya : Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Merdeka! Tanda kurung ( (…) ) j. Tanda seru (!) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Misalnya : Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. ketidakpercayaan. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. ataupun rasa emosi yang kuat. 2. dan (c) modal. 1.

Misalnya : Persamaan kedua proses ini (perbedaannya [lihat halaman 26] tidak dibicarakan) perlu dibentangkan di sini. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi.” Tanda petik tunggal ( „…‟ ) Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. karangan. Misalnya : Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Misalnya : Tanya Basri. Misalnya : “Saya belum siap. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” m. Misalnya : Kata Tono. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam Tempo. Tanda petik (“…”) l. 1.k. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Tanda kurung siku mengapit huruf. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. kata. . 1. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.” kata Mira.” 2. Tanda petik mengapit judul syair. 2. Tanda kurung siku ( […] ) 1. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. 3. Misalnya : Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemersik. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. “Saya juga minta satu.

Jelaskan Pengertian dari Ejaan! Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. sebutkan 5 aspek! . 7/PK/1973 Jalan kramat II/10 2. Tanda penyikat atau Apostrof ( ` ) Tanda penyikat atau apostrof menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Misalnya : Mahasiswa/mahasiswi Harganya Rp 150. o. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan.00/lembar. atau tiap.n. Misalnya : No. 2. Misalnya : Malam „lah tiba 1 Januari `86 (`lah = telah) (`86 = 1986) Lampiran Soal : 1. atau. Tanda garis miring ( / ) 1.

The one who does the action is the agent. 4. Often. c. the agent will be the subject of an active sentence. Often. a. In Indonesian.3. the "active" form of the verb is used. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. kau-) or di-. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. the verb that describes that action is a transitive verb. There is one basic difference with Indonesian sentence structure. b. which means the verb takes the prefix meN-*. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. If the recipient of the action is the main concern of the sentence. In Indonesian. but not always. the verb is preceded either by : (1) short forms of the intimate pronouns (ku-. the verb is "passive". or by . then. The person or thing that receives the action of the action is the recipient. the "passive" form of the verb is used. the noun or subject comes before the predicate or adjective. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. but not always. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother Active and Passive (Aktif dan Pasif) If someone does something to someone or something. the recipient will be the subject of a passive sentence. In the passive. Bagaimana pemenggalan kata dari : Kesetiaan Metropolitan Kemerdekaan Kapan Huruf Kapital dipakai dalam penulisan huruf? Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is passive. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase.

Example In all cases. object focus (object = the recipient of the action). optionally preceded by oleh ("by"). the "active" [= agent focus] form of the verb is used. NOTHING (no auxiliary word such as bisa. (This sounds more confusing than it is. click here..but it's more accurate to use agent focus (agent = the one who does the action) vs. but not always. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. Often. In the case of third person passive. the subject of a passive verb is the recipient."My mother bought the mat" / "The mat was bought by my mother" -. Bapak. or by the plural pronouns (kami. The one who does the action is the agent. beliau). and often precedes the verb.. then. kita. Saudara. the verb is "passive" [ = object focus]. Anda.) comes between the pronoun form and the verb stem. kalian. to parallel English . the agent will be the subject of an agent focus sentence. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. etc.. etc.. KERTAS-KERJA (worksheet) MENGENAI (concerning) AKTIF DAN PASIF = agent focus and object focus Note: some Indonesian grammars talk about active and passive. harus. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. consider the following: . akan. the verb that describes that action is a transitive verb.. which means the verb takes the prefix meN-*. mereka). The person or thing that receives the action of the action is the recipient or object. If someone does something to someone or something.. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase.. In Indonesian. the noun or pronoun(-nya) which designates the agent comes after the verb.(2) the full forms of the formal pronouns (saya. Except for sentences where the verb is in a yang phrase. With subject /predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb.

NOTHING (no auxiliary word such as bisa. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is object focus. and often precedes the verb. the noun or pronoun (-nya) which designates the agent comes after the verb. Tikar itu dijual ibu saya. etc. = "My mother is the one who bought the mat "yang membeli tikar itu" is the subject. "ibu saya" is the predicate Keep in mind -. or by the plural pronouns (kami. kalian. "membeli tikar itu" is the predicate Ibu saya yang membeli tikar itu." in the second "ibu saya. the recipient will be the subject of a object focus sentence. or by (2) the full forms of the formal pronouns (saya.the subject of a sentence is what we're talking about: in the first example. EXAMPLE: ACTIVE PASSIVE Saya menjual tikar. the verb is preceded either by (1) short forms of the intimate pronouns (ku-.) comes between the pronoun form and the verb stem.beliau). Ibu saya menjual tikar.") If the recipient of the action is the main concern of the sentence. Tikar itu saya jual. harus. Often. but not always. it's "ibu saja" but in the second it's "yang membeli tikar itu.the new information: in the first case "membeli tikar itu. Saudara. In all cases. mereka). akan. EXERCISE: .. kau-) or di-. Tikar itu Ibu jual. optionally preceded by oleh ("by"). With subject/predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb. Ibu(=you) menjual tikar." "ibu saya" is the subject. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. Except for sentences where the verb is in a yang phrase. In the case of third person passive. the subject of a passive verb is the recipient. etc." the predicate of a sentence is what we're saying about the subject -.Ibu saya membeli tikar itu = "My mother bought the mat. In the object focus. kita. Bapak. the "passive" [ = object focus] form of the verb is used. Anda.

one in active. the second four in 2nd person passive. the first four in 1st person passive.Write two sentences for each of the following words. the third four in 3rd person passive. 1st pers 2nd pers 3rd pers lihat tambah pakai beli dengar cari beri tulis ambil kirim suruh lawat . one in passive.

indicating a state or condition. ETC. for words 5-8 use -kan with any form of the object focus.y= me-. + (k). and therefore CANNOT focus on it. With the -kan suffix.w.forms: + r.(ny)= meny- KERTAS KERJA MENGENAI -KAN CAUSATIVE -KAN: Instead of describing an action that somebody does to somebody or something.*meN. I have to put my sister to sleep.(ng)= meng-. + (s).j.l. and DO NOT TAKE MEN-.(m)= mem-. My little sister wants to sleep. + (t). a word can describe a state or condition. EXAMPLE: Adik saya mau tidur.(n)= men-. For words 1-4 use -kan with the meN.prefix. do not have a recipient/object. describing the activity of causing the state to happen to a recipient. Saya harus menidurkan adik saya. one using the form without prefixes/suffixes. the verb can then be agent or object focus. EXERCISE: Write two sentences for each of the following words. the other using -kan.b. DI-.c.g. repot 3. Such words are not transitive. Many stative words (both verbs and adjectives) can add -kan and then become transitive verbs. pindah 4. siap ('ready') .d. Adik saya tidak usah saya tidurkan. I don't have to put " " " . 1. + (p).aeiou.h. kawin 2.

and the other with the benefactive -kan suffix. rusak 6. Temannya dicarikan kamus oleh Ali. Ali mencarikan temannya kamus. EXAMPLE: Ali mencari kamus. habis BENEFACTIVE -KAN With verbs that are transitive without -kan (like those in the examples on the worksheet on active and passive). Make all the sentences active -. one with the ordinary transitive (without -kan). dekat 7. Kamus dicarikan Ali untuk temannya. lahir 8. cari ambil tulis beli baca bungkus .5. OR Ali mencarikan kamus untuk temannya.never mind about the passive for this exercise. This recipient is a person who benefits from the action of the verb. adding -kan makes it possible for them to take another recipient. OR Kamus itu dicari Ali. in addition to the one they take without -kan. EXERCISE: Write two sentences for each of the following verbs.

The important thing to remember is that if there is a recipient (of the verb. If there is no recipient. the verb must be transitive.John menjual pisang di kota. John works in town.VS. Putting the recipient at the front of the sentence makes the sentence focus on it. EXAMPLE: 1. At this point. saya baru bercerita.since not all intransitive verbs will take beR-.KERTAS KERJA MENGENAI BER. a 3rd possibility is imperative. just like any other transitive verb. 4. when meN. For this set of words. the verb is intransitive.as intransitive verbs. and you have to have a transitive (and object focus) verb to handle such situations.see the grammar section and exercises in Wolff which cover this -. they do not indicate an action which has a recipient. Sentences 2 and 4.is not used.Jon bekerja di kota. Notice that in sentences 1 and 3. however. and FOR THIS SET OF WORDS (not all) that means using beR-. and it's easier just to remember them -. 2.Saya mau menceritakan anak saya. could NOT also be expressed as Siapa yang mau Anda bercerita tentang or Tentang anak saya. these words can then have recipients.Ini anak saya yang baru saya ceritakan.in their intransitive form. which means they are either active (agent focus) or passive (recipient focus).Saya mau bercerita tentang anak saya. 5. Who is it you want to tell about? I want to tell-about my kid. What is it that John does (= works on) in town? John sells bananas in town. If -kan is added to the root word.Apa yang dikerjakan Jon di kota? 7. This is my kid. that means adding -kan. that I was just now telling about. bercerita tentang gives the same information as menceritakan. . I want to tell about my kid.Siapa yang mau Anda ceritakan? 3. not of a preposition). you know only a limited number of these words. MEN--KAN / DI--KAN Some words are prefixed with beR. and not all words which are made transitive with -kan can also take beR. 6. however.

on with beR-.etc. . depending on whether they have beR. to take a course in something). Ms. asking about what (=apa) it is that John does forces the verb into the object focus as well. and one with some form of the object focus and -kan. Bu Henry mengumpulkan buku. Saya ingin berjalan di desa. and be equally correct. bicara tanya ajar Some verbs change their meaning somewhat. meaning to do a specific act of studying. The verb ajar becomes belajar in its intransitive form (meaning to study something in a general way.or meN/di.or di-/Anda /saya) as the transitive form. Notice that sentence 7 answers the question asked in sentence 6 WITHOUT using any form of the verb kerja. People gather at the food stall. and one with some form of the object focus and -kan. one with beR-. since the recipient (=apa) is in front of the verb. You could say Jon mengerjakan apa di kota. hari ini karena terlalu dingin I want to walk in the village. Mobil saya tidak bisa saya jalankan. EXERCISE: Write three sentences for each of the following. Henry gathers together the books. one with meN--kan. I can't get my car going today because it's too cold. EXERCISE: Write three sentences for the following words. -kan: EXAMPLES: Orang-orang berkumpul di warung. one with meN--kan. but becomes pelajari (with meN.In sentence 6.

kumpul jalan Make these sentences DIFFERENT than the examples given! .

meN. it sounds fairly weird to use "menduduki" for Ali and the chair -. it makes an intransitive word into a transitive verb (= a verb that can be made active or passive). Ali menduduki korsi. In many cases. . " " However. -i means that the recipient is the place or person where the action ends up -. the suffix -i makes it possible for roots that would not otherwise have recipients to have them. Ali sits in the chair.the recipient shows a LOCATION and IT DOES NOT GET MOVED OR CHANGED by the action of the verb.KERTAS KERJA MENGENAI -I VS. and take locational recipients when -i is added: Kami menanam kacang di kebun." as in "Tentara menduduki negara musuhnya.") Some verbs can be transitive without -i. The chair is sat in by Ali. ke or dari can substitute for the transitive verb. NO SUFFIX Like -kan. We plant beans in the garden.usually the -i form is used in the sense of "occupying. In other words. (Also. -KAN VS.root -i: Ali duduk di korsi. while the second sentence can be made passive (like any other active sentence). the first cannot: Korsi itu diduduki Ali. You cannot have the sentences " Di korsi Ali duduk" or "Korsi Ali duduk di" in correct Indonesian. the root plus the prepositions di. Unlike -kan.

Kita harus menjalani jalan ini. Kami menanami kebun dengan kacang. We have to walk on this road. The books are put by Tuti into the A few words can be used with -kan and -i (when they're transitive) AND with beR. Tuti memasuki kantor. Kantor dimasuki Tuti.when they are intransitive (especially if they could be understood as a noun if they don't have any affixes). Some words that describe a state or condition can use either -kan or . Beans are planted by us in the garden. " " . We plant the garden with beans. The garden is planted by us with beans. Tuti puts books into the cupboard. Tuti memasukkan buku ke lemari.i to form transitive verbs with different kinds of recipients: Tuti masuk ke kantor. Buku dimasukkan Tuti ke lemari. cupboard.Kacang kami tanam di kebun. " " The office is entered by Tuti. jalan is about the only example of this we've seen so far: Kita harus berjalan di jalan ini. Tuti enters into the office. Kebun kami tanami (dengan) kacang.

Yang sedang ____________________(baca) Jon. majalah itu. . Jon mau ____________________(lihat) pemandangan yang indah. 3. Apa Ibu yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 5. 2.Kita harus menjalankan mobil ini. Saya mau ___________________ (kunjungi) sekolah di desa. 8. LATIHAN AKTIF/PASIF Tulis bentuk aktif ATAU bentuk pasif untuk kalimat ini. We have to get this car going. Apa yang sedang Ibu ____________________(baca)? 6. Apa yang perlu ____________________(tanyakan)? 4. 1. Siapa yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 7. Sekolah di desa itu yang mau saya ____________________(kunjungi).

11. 17. Apa yang ____________________(tanam) di pinggir sawah? 15. Keadaan di desa mau ____________________(lihat) Jon. Petani di sini sering ____________________(tanam) sayur-sayuran di pematang (dikes). Apa yang mau Saudara ____________________(pelajari)? 21. 19. Jagung (corn) sering ____________________(tanam) di mana? 14. Apa yang ____________________(tanami) ubi? 16. O. 12. 20. Apa yang harus ____________________(kerjakan) bibi saya? 18. Jalan mana yang mereka ____________________(lewati)? 10. Petani di sini sering ____________________(tanami) pematang dengan sayur-sayuran. Sawah itu sudah ____________________(tanami) apa? 13. . Bibi saya ____________________(masuki) kantor kepala sekolah.9. saya ingin ____________________(pelajari) pendidikan di sini. Buku-buku harus ____________________(masukkan) bibi saya ke dalam lemari buku (="bookcase").

. Ø. Siapa yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan? 23. Kota Jakarta ____________(duduki) orang Belanda selama perjuangan. Setiap hari penduduk Jalan Lembang _______________(bangun) oleh suara adzan. -kan: 1. di-.22. Pak Jon yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan. 7. 24. 3. Practice with prefixes and suffixes (meN-. ____________________(bicarakan) Pelajaran 12. Kita dapat _____________ (pilih) kaset musik gamelan. Barang-barang yang sudah anda ____________ (beli) berat sekali. 2. guru kita. beR-. Kebanyakan pembeli ____________(pulang) pada siang hari untuk ____________ (istirahat). 4. Yang ____________________(bicarakan) guru kita tadi. Keluarga Sudarmo sering ____________(duduki) kursi-kursi di kamar duduk.5. apa? 25. 6.

16. Stupa itu masing-masing ____________ (kandung) patung Buddha. Pakaiannya sudah ____________(masuk) Sulastri ke dalam kopornya. 18. Siapa yang sedang _____________ (baca) anak itu majalah?* BENEFACTIVE KAN 13. mudahmudahan teman saya akan _____________ (bawa) saya kopor itu. 19. 9. Bambang akan ____________(kunjungi) saudara sepupunya di Wonosobo.8. 10. *BENEFACTIVE -KAN . 15. 11. Perhiasan perak ____________ (buat) oleh orang yang ____________ (kerja) di pabrik perak itu. 17. Kami akan ____________(libur) di Pulau Bali tahun depan. 14. karena tidak baik. Karcis Sulastri ____________ (periksa) pembantu kepala setasiun. 12. Kopor yang berat itu tidak dapat saya _____________ (bawa). Rumah makan itu tidak dapat saya ____________ (anjurkan). Kamar harus anda ____________ (pesan) dahulu di losmen itu.20. Jumlah mahasiswa di Universitas Gajah Mada ____________ (lebihi) delapanbelas ribu.

Apa yang akan Anda ____________________(kunjungi) nanti sore? . 3. 28. beR-. Ada banyak _________________ (kunjung) yang _________________(kunjung) ke keraton di Yogya. Pembatik itu sedang ____________ (guna)canting. Ibu Sudarmo sedang ____________ (siap) makan pagi di dapur.2. 23. Saya tidak suka ____________(pakai) celana jengki. 24.26. Sedikit lagi -. Kain batik ____________ (jual) di bagian pakaian. 22.21. 25.pakailah peN-. meN-. Akhirnya kereta api itu siap _____________(angkat). Dewasa ini Republik Indonesia ____________(perintah) oleh pemerintah di Jakarta. 27. Meja yang ____________(bentuk) bundar harus anda ____________ (letak) di sebelah kursi besar. or nothing: 1.

.5. berlibur 9.7. 1. pulang 5.”) 2. beristirahat 6.. “I can’t recommend this restaurant. Here is the key for the exercise -. dibangun would mean “built.) 12. dibangunkan (=“awakened”. dimasukkan (= “caused to enter”. anjurkan (saya anjurkan = 1st person passive. pesan (2nd person passive) . mengandung = “contain”) 11. memilih 7. diduduki 4. membacakan (= benefactive -kan) 13. Inginkah Anda ____________________(bawa) alat ____________________(potret) ke Candi Prambanan? 6.don’t peek prematurely. Orang yang ____________________(ajar) di universitas disebut “mahasiswa” atau “ ____________________”(ajar). 8.10. “put in”) 14. Wayang kulit dapat ____________________(tonton) oleh ____________________(tonton) di depan keraton. mengandung (masing-masing = “each”. 9. diperiksa 10. beli (anda beli = 2nd person passive) 8. menduduki 3.4. erected. _______________(duduk) Yogya sangat suka para turis yang kaya.

menyiapkan 25. kunjungi (2nd p. menggunakan 1. pemotret 6. ditonton 7. dibuat 17. passive) 4. bekerja 18. berangkat 22. diperintah 28. dijual (agent not mentioned -. berbentuk 26. membawa 5. membawakan (= benefactive -kan) 21. melebihi 19. belajar 10. bawa (1st person passive) 20. berkunjung 3. pengunjung 2. pelajar .15. mengunjungi 16. penonton 8. penduduk 9. memakai 23. letakkan (2nd person passive) 27.“sold (by somebody)”) 24.

Anak-anak itu berenang ke seberang sungai. These three locative prepositions also can be combined with a set of locative nouns which indicate location in relation to the following noun. which indicate position in relation to the speaker. at. situ 'there' (not far off). Shoes are under the bed. These prepositions can be combined with a set of locative pronouns. under" "front" "front" "back" "inside" "outside" "side" "side" "between" "edge" "other side" EXAMPLES: 1. Preposition di (in. ke. atas bawah depan muka belakang dalam luar samping sebelah antara tepi seberang "top. on) indicates that the action occurs in the place indicated by the following noun and there is no movement. The locative pronouns are sini 'here' (near speaker). and sana 'there' (far off). . 2. Sepatu ada di bawah tempat tidur. and preposition dari (from) indicates movement away. above" "beneath. and dari. Preposition ke (to) indicates movement toward.PREPOSITION Locative prepositions are: di.

Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English.Those children swim to the other side of the river. Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Read the article below carefully. Kompas .Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS. 3. There is one basic difference with Indonesian sentence structure. My younger brother/sister pulls a pencil out of his/her bag. the noun or subject comes before the predicate or adjective. Adik saya mengeluarkan pensil dari dalam tasnya. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Arizal Effendi. Sabtu (22/2). Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. . Departemen Luar Negeri RI. Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. In Indonesian.

Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Meskipun tidak memiliki perjanjian.Ditambahkan. to be delivered to be led to promise to own to work Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin meN + janji + kan me + milik + i be + kerja . Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. Hak Asasi Manusia (HAM). Departemen Kehakiman (Depkeh). Departemen Sosial (Depsos). Departemen Kehakiman. to be accepted to be informed. (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin menjanjikan memiliki bekerja Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. dan Deplu AS. dan Badan Intelijen Negara (BIN). jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. Kepolisian Republik Indonesia (Polri). AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. Homeland Security Department. Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. Dikatakan. AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi.

to vote to take care of to be allowed. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. bail census broadcast press conference information embassy arrest. Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. detention duty. .menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. That letter was delivered by the postman to the Budiman family. commitment safety extension. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. That poor maid is treated badly by her boss. guarantee. obligation. needs. to be permitted to monitor to assist. renewal flexibility. allowance necessity.

Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. Kompas . Nico informed his mother about that very good news. Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. The Suharto family own many companies. That car has a five year has a five year warranty. Sabtu (22/2). Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. The extension of the working permit is issued by the immigration office.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. . Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. Arriving at home. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian.Sesampainya di rumah. The ownership of those companies is illegitimate. Read the article below carefully.

Departemen Kehakiman (Depkeh). Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). Ditambahkan. Departemen Sosial (Depsos). AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. dan Badan Intelijen Negara (BIN). melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. Dikatakan. Departemen Luar Negeri RI. dan Deplu AS. Kepolisian Republik Indonesia (Polri). to be delivered to be led Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin . (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. Hak Asasi Manusia (HAM). Meskipun tidak memiliki perjanjian. AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. Homeland Security Department. Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. to be accepted to be informed.Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. Departemen Kehakiman. Arizal Effendi.

bail census broadcast press conference information embassy arrest. detention duty. to be permitted to monitor to assist. guarantee. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. obligation. renewal flexibility. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. That poor maid is treated badly by her boss. . needs.menjanjikan memiliki bekerja menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + janji + kan me + milik + i be + kerja meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to promise to own to work to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. commitment safety extension. allowance necessity. to vote to take care of to be allowed.

002 hektar itu kini juga menanti-nantikan. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU. Indonesian-English Dictionary Tenganan.496. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. Arriving at home. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. The Suharto family own many companies. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Sesampainya di rumah. The extension of the working permit is issued by the immigration office. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. Bendesa Adat. Bali. Bisakah Tetap "Asli" TENGANAN adalah sebuah desa terpencil di Kabupaten Karangasem. Desa dengan luas area sekitar 1. Desa ini terbilang tetap tegar bertahan dalam arus perubahan zaman yang pesat dari teknologi informasi. Nico informed his mother about that very good news. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. apa yang akan (bisa) dibawa oleh Otonomi Daerah bagi wilayah yang dihuni sekitar 600 jiwa ini. The ownership of those companies is illegitimate. That car has a five year has a five year warranty. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Read the article below carefully. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. That letter was delivered by the postman to the Budiman family. Mangku . Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. Other important words are in PURPLE.Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. sekitar 65 kilometer dari Kota Denpasar.

"Namun. Tidak ada tiket masuk ke desa yang sekaligus menjadi obyek wisata itu. Sekarang yang perlu dilihat adalah potensi kami. karena di sana berlaku sistem barter yang didasarkan pada kepemilikan kolektif atas tanaman. Mangku Widia malahan "menawarkan" diri untuk berubah. Tidak jelas benar berapa penghasilan per kapita penduduk Tenganan." ujar Mangku Widia." ujar Mangku Widia. "Dalam satu dua tahun terakhir ini meskipun jumlah pengunjung meningkat. Kami juga perlu berhubungan dengan dunia luar. Dibanding kain-kain pabrikan yang dijumpai di toko-toko tekstil. . Wisatawan harus mengisi buku tamu. Jangankan dengan Kuta. bisa dijejaki sejak tahun 1960. karena awig-awig tetap memiliki peran dan fungsi sentral. *** TENGANAN selama ini kurang "terdengar" dalam peta pariwisata. "Tahun 1966 di sini lebih ramai daripada kunjungan di Bali Beach di Sanur. Tenganan tetap bertahan dengan tiga balai desanya yang kusam.Widia mengungkapkan hal itu saat berbincang dengan Kompas di rumahnya yang juga merangkap sebagai art shop pertengahan Januari 2001. "Kami tahu bahwa Otonomi Daerah itu dimulai tahun ini." ujarnya. Jelas. Selama ini. "Kami perlu komunikasi. Sementara Candidasa sendiri baru mulai dirambah wisatawan tahun 1985. Jangan heran dan kaget. Roda kehidupan masyarakat Tenganan. langsung ada tawaran kain geringsing seharga Rp 400. sekilas pandang bisa diketahui bahwa setiap lembar kain geringsing adalah lembar yang eksklusif--sifat yang melekat pada barang buatan tangan. namun komunikasi kami justru mulai terbuka." tambah Mangku Widia. lalu bagaimana seharusnya mengelolanya. dan kerbau yang ini dibiarkan berkeliaran bebas di kawasan desa. kami tidak mungkin hidup sendiri. namun belanja souvenir mereka kurang. Ketika Kuta sudah penuh gebyar dengan kehadiran hotel dan arus wisatawannya yang melimpah. *** TENGANAN identik dengan kain geringsing. Sebelum masuk wisatawan harus menyumbang sukarela kepada petugas di bangunan kayu semipermanen. Memasuki kawasan ini. sampai sekarang kami belum mendapatkan petunjuk yang jelas. Tentang usia pariwisata di desa yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Amlapura ini. dengan berpegang pada awig-awig atau peraturan adat desa yang sudah ditulis sejak abad 11--diperbarui tahun 1842 karena yang asli terbakar--Tenganan berhasil tegak di tengah arus keras perubahan. Tenganan kalah top. sawah. Ubud. tetapi. dan diperkirakan akan efektif pada bulan Mei mendatang. "Selama ini pengaruh pariwisata terhadap masyarakat kami memang masih sedikit. Dengan Candidasa yang berdekatan dengan lokasi desa itu saja. Begitu kaki melangkah ke art shop di dekat pintu masuk. wisatawan harus melalui "gerbang" sempit yang cukup lewat satu orang. atau Sanur." tambahnya. Jumlah pengunjung memang menunjukkan peningkatan. Kesan bahwa penanganan pariwisata di desa ini tidak dikoordinir dengan baik mulai terasa begitu kaki melangkahi gerbang utama. tentu tidak akan bisa cepat berubah begitu saja.000 sampai nyaris Rp 1 juta. dengan deretan rumah adat yang satu sama lain persis sama dan bertahan dengan keturunan yang dipertahankan keasliannya dengan perkawinan sesama warga desa. Dengan Otonomi Daerah." ujar Mangku Widia. walaupun nantinya sudah menerima masukan dari "dunia luar".

(bur/rik/isw) Bacaan diambil dari Kompas Senin. Tetapi. Kekhasan kerajinan tangan lainnya yaitu anyaman ata--bahan dasar yang didapat dari Pulau Flores. jika ada hal-hal yang "khas" di Tenganan selain masyarakatnya sendiri-yang memunculkan perasaan halus berbau ironis ketika menyaksikan "keterasingan" dan kesederhanaan mereka. Harga setinggi itu bisa dikatakan tinggi dan bisa juga tidak. Sementara warna kuning berasal dari minyak kemiri. perlu pemrosesan selama satu bulan tujuh hari. Warna merah. sudah ada sebuah yayasan di Jakarta--dia lupa namanya--yang beberapa tahun terakhir ini melakukan penjajakan untuk membuat eco-tourism di kawasan Tenganan. butuh perlakuan khusus. Mangku Widia bercerita." Persoalannya. semuanya secara total mencapai lama pemrosesan (cuci-jemursimpan) secara tiga bulan. misalnya. "Kami sadar jika ini tidak segera diurus. tahun kedua mulai dilakukan komunikasi dengan desa adat. dari yang terbaik sampai yang terburuk. "Kami berusaha memperbaiki sendiri tameng yang kami beli dari luar itu. semoga Tenganan yang penduduknya disebut Baliaga (Bali asli) tetap merupakan Bali yang "asli" yang tidak lagi terkesan muram karena kusam. "Kami menghendaki guide lokal. tambah Mangku Widia. 12 Maret 2001 Kata kerja bertahan menanti-nantikan dibawa dihuni mengungkapkan Verbs hold out. Seterusnya. Warna kuning. Ternyata itu mudah. to utter Words in italic are the base/root words ber + tahan menanti-nanti + kan di + bawa di + huni meNG + ungkap + kan . yang juga pelopor kerajinan anyam-menganyam ata ini. Kita hanya bisa mendoakan. benarkah yayasan tersebut bisa menangkap "napas" masyarakat Tenganan yang kental dengan kultur warisan tahun abad ke-11? Ataukah mereka tidak peduli akan masyarakat Tenganan melainkan diri mereka sendiri? Atau ." kata I Nengah Kedep. karena kain geringsing hanya diproduksi di Tenganan. Kerajinan ini mulai dikenal di Tenganan setelah ada tameng (perisai) yang rusak dalam acara geret pandan-tarian pemuda.. berbagai kemungkinan terbuka. perlu proses tiga hari. dan akhirnya kami mengetahui caranya. Jika dimungkinkan. survive to wait on and on to be carried to be occupied to pronounce. Nah. Agar warna bisa merasuk ke dalam serat-serat benang. tanpa harus melanggar awig-awig tinggalan para leluhur. prosesnya panjang. karena warna yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan. masyarakat Tenganan sebaiknya dilatih untuk bisa menangkap peluang pariwisata. harapan Mangku Widia sudah sepantasnya mendapatkan sambutan yang layak dari mereka yang berkecimpung dan memegang otorisasi di bidang pariwisata.. Pengerjaannya pun makan waktu lama." tutur Mangku Widia yang sebelum bertemu Kompas bercengkerama dengan sejumlah petugas dari Dinas Pariwisata. Tahun pertama diawali dengan peta jalur (tracking). agar bisa muncul. tentu akan membunuh potensi pariwisata kami sendiri.Harga setinggi itu diberikan untuk kain selebar dua jengkal tangan dengan panjang seperti selendang. dari akar sunti dari Nusa Penida. Warna merah. Alangkah idealnya.

the center instruction. to mount. become different related to s. to be renovated to be maintained. to be estimated serve concurrently as. guideline regulation presence row. double as to get base on. alteration the middle.t. audible to be coordinated felt. to be defended to offer change. line descent. to hold on to be written to be renewed. to donate to fill be valid. to cut down to indicate. to be started to be guessed. be in effect based on to neglect.berbincang dimulai diperkirakan merangkap mendapatkan berpegang ditulis diperbarui dipertahankan menawarkan berubah berhubungan menerima memiliki terdengar dikoordinir terasa melangkahi memasuki melalui menyumbang mengisi berlaku didasarkan dibiarkan berkeliaran terbuka dijejaki dirambah menunjukkan meningkat ber + bincang di + mulai di + per + kira + kan me + rangkap meN + dapat + kan ber + pegang di + tulis di + per + baru + i di + per + tahan + kan meN + tawar + kan ber + ubah ber + hubung + an meN + terima me + milik + i ter + dengar di + koordinir te + rasa me + langkah + i me + masuk + i me + lalu + i meNY + sumbang meNG + isi ber + laku di + dasar + kan di + biar + kan ber + keliar + an ter + buka di + jejak + i di + rambah meN + tunjuk + an meN + tingkat to chat to be begun. offspring authenticity.t. to point out s. be in contact to receive to own heard. by means of to contribute. to be let alone roam or wander about. tasted to step to enter to pass through or by. originality marriage Words in italic are the base/root words per + ubah + an per + tengah + an pe + eunuch per + atur + an ke + hadir + an deret + an ke + turun + an ke + asli + an per + kawin + an . swarm about opened followed on the trail to clear away. to raise.. to increase Kata benda perubahan pertengahan petunjuk peraturan kehadiran deretan keturunan keaslian perkawinan Nouns change.

functionary building income population ownership visitation visitor the increase Kata-kata penting lainnya Other important words Words in italic are the base/root words terpencil terbilang terbakar melimpah sekaligus berjarak kawasan pengaruh ter + pencil ter + bilang ter + bakar me + limpah sekali + gus ber + jarak isolated. Visitors to that isolated beach are mostly tourists from abroad (foreign countries). Suara bom itu terdengar sampai ke kawasan yang berjarak dua belas kilometer dari pusat ledakan. Para pengunjung ke pantai yang terpencil itu kebanyakan wisatawan dari manca negara. The sound of the bomb can be heard until to the area that has a distance of twelve kilometers from the center of the blast. It has been for a while she waits on and on for her boyfriend. plentiful at the same time have a distance area influence Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Sudah lama dia menanti-nantikan kedatangan pacarnya.kehidupan berdekatan penanganan wisatawan petugas bangunan penghasilan penduduk kepemilikan kunjungan pengunjung peningkatan ke + hidup + an ber + dekat + an peN + tangan + an wisata + wan pe + tugas bangun + an peNG + hasil + an peN + duduk ke + pe + milik + an kunjung + an peNG + kunjung peN + tingkat + an life. existence be adjacent handling tourist employee. remote be calculated on fire abundant. overflow. .

Pada Sabtu (22/2) petang. kami langsung lari keluar tanpa sempat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah.5 hektare sawah siap panen serta jalan desa sepanjang 300 meter. Kabupaten Jember. menemukan tanda-tanda keretakan tanah di punggung Bukit Gujuran. akibat longsor di Dusun Calok. sedikitnya 48 keluarga warga Dusun Calok terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan sanak famili mereka yang dianggap aman. Meski tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.” tuturnya. 39 tahun. “Begitu terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi. Kepala Desa Arjasa. (Mahbub Djunaidy-Tempo News Room) Bacaan diambil dari Tempo interaktif 25 Februari 2003 . RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Longsoran dari bukit setinggi 100 meter dengan kemiringan 40 derajat itu langsung tumpah dan mengubur sejumlah rumah beserta isinya yang ada di bawah bukit. “Tidak lama kemudian lindu (gempa bumi) datang sekitar dua menit. seorang warga. Longsoran tanah dari Bukit Gujuran yang terjadi Senin malam (24/2) itu juga menimbun sedikitnya 0. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian.” tutur Suryani. tadi siang mengatakan warga setempat sebelumnya sudah menduga akan terjadi longsor. warga yang tinggal di bawah gumuk sudah bersiap-siap dengan memindahkan sejumlah barang dan ternak mereka.BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Hingga saat ini. Indonesian-English Dictionary Bukit Longsor Hancurkan 17 Rumah di Jember TEMPO Interaktif. Jember:Tujuhbelas rumah hancur. Other important words are in PURPLE. kemudian terjadi longsor itu. Mursyid. Read the article below carefully. Jawa Timur. Mursyid menuturkan. Suharso. hujan deras yang turun sejak Minggu malam hingga Senin siang sudah menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya bencana longsor seperti 1993 lalu. kerugian yang diderita warga ditaksir mencapai Rp 60 juta. "Minggu siang. Pada Senin (24/2) sore sekitar pukul 16. Kecamatan Arjasa. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU." katanya. lima di antaranya terkubur tanah.30 WIB sempat terjadi angin puyuh disertai gerimis. sambil berkaca-kaca menatap rumahnya yang rata dengan tanah.

to find to move to tell. accompanied with to bury be glistening with tears to look at Words in italic are the base/root words ter + kubur meN + timbun di + derita di + taksir meN + capai ter + paksa meNG + ungsi di + anggap meNG + kata + kan meN + duga meN + temu + kan meM + pindah + kan meN + tutur + kan meN + timbul + kan di + serta + i meNG + kubur ber + kaca-kaca meN + tatap Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words longsoran kerugian keretakan kekhawatiran terjadinya terdengar longsor + an ke + rugi + an ke + retak + an ke + khawatir + an terjadi + nya ter + dengar landslide financial loss crack worry event heard Kata-kata lainnya Other words Words in italic are the base/root words sedikitnya sepanjang setempat sebelumnya sejumlah sedikit + nya se + panjang se + tempat se + belum + nya se + jumlah at least as long as. to estimate to discover. prior to a number of. an amount of .Kata kerja terkubur menimbun diderita ditaksir mencapai terpaksa mengungsi dianggap mengatakan menduga menemukan memindahkan menuturkan menimbulkan disertai mengubur berkaca-kaca menatap Verbs buried to bury. appear or to come to the surface accompanied by.t. appraised to reach forced to to take refuge considered as to say to guess. to say to make s. to pile up suffered estimated. all along at the locality before.

appearing once in the measure indicated by the root word. That old man says that he is considered as crazy by the people of his village because he claims that he finds an amount of gold at several places along the river in his village. Pada waktu perang. containing many [root word]. containing many [root word]. or suffering from [root word] . SUFFIX -an With measures of time. orang-orang terpaksa mengungsi ke tempat lain.setinggi kemiringan se + tinggi ke + miring + an as high as slope Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Setiap hari banyak orang menimbun sampah di tempat penimbunan sampah. In the wartime. the pile becomes higher. Every day many people pile the garbage up at the garbage dump. weight. para pengungsi yang jumlahnya ditaksir mencapai sedikit-dikitnya sepuluh ribu orang ini sangat menderita. happening. people were forced to take refuge to another place. and distance. At the refugee camp. Semakin lama timbunan itu menjadi semakin tinggi." Suffix -an forms adjectives meaning "done. Lelaki tua itu menuturkan bahwa dia dianggap gila oleh orang-orang sekampungnya karena dia mengaku bahwa dia menemukan sejumlah emas di beberapa tempat di sepanjang sungai di desanya. With some nouns bases -an derives adjectives meaning "having many [root word]. Di tempat pengungsian. As the time passes by. appearing once" bulan hari minggu kilo meter "month" "day" "week" "kilogram" "meter" bulanan harian mingguan kiloan meteran "monthly" "daily" "weekly" "by the kilo" "by the meter" Suffix -an meaning "having many [root word]. happening. these refugees which number was estimated reaching at least ten thousands very suffered. or suffering from [root word]. suffix -an forms adjectives meaning "done.

Those used clothes are sold by the kilo. SUFFIX -i The suffix -i is added to roots to form transitive verbs (verbs which take a prefix meN and have passives). Majalah 'O' adalah sebuah majalah bulanan. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. ia sudah ubanan. One meaning of verbs with -i which we have seen in the basic sentences is "do at. Meskipun masih muda. The following list gives some verb which take -i in the locational meaning: datang dekat duduk jalan jauh ketemu "come" "near" "sit" "walk" "far" "meet" datangi dekati duduki jalani jauhi ketemui "come to" "approach (go near to)" "sit on" "walk on" "go far from" "go to meet with" . Banyak anak kecil yang menderita cacingan. James Neil. 3. 'O' magazine is a monthly magazine. Baju-baju bekas itu dijual secara kiloan. 2. he is gray-haired already.cacing jamur kudis semut uban "worm" "fungus. 4. mould" "scabies" "ant" "gray hair" cacingan jamuran kudisan semutan ubanan "infested with worms" "mouldy" "suffering from scabies" "suffer pins and needles" "gray haired" EXAMPLES: 1. in. on. 1996. from" that is the verb refers to an object which is the location of the action. London. Many small children are infested with worms. The suffix -i has several meanings. Even though he is still young. Routledge.

"return something. "That kid likes to write on friend's books. some of which are adjectives uses -kan to make causatives. or as we would express it in English. "That kid likes to writes on friend's books. In colloquial speech one usually expresses idea with a phrase having a similar meaning which does not contain a verb with -i (usually a verb with no -i and a preposition): (1) Anak itu senang sekali menulis di buku temannya." Habiskan means "cause to be finished"..kirim tanam tidur tulis "send" "plant" "sleep" "write" kirimi tanami tiduri tulisi "send to" "plant on. in" "sleep on. The meaning of verbs formed by adding -kan to these roots is "cause to be [root].e. his his SUFFIX -kan One large class of roots." 1 and 2 have the same meaning. allow to ride" "send home (cause to go home)" "pass forward (cause to arrive)" "make happy" "rent out" ." habis kawin kembali kosong kurang lahir mandi naik pulang sampai senang sewa "all gone" "be married" "return" "empty" "be less" "be born" "bath" "ride. we have seen kembali meaning "return." Kembalikan means "make something return". used up. "use something up. climb" "go home" "arrive" "be happy" "rent" habiskan kawinkan kembalikan kosongkan kurangkan lahirkan mandikan naikkan pulangkan sampaikan senangkan sewakan "use up. finish up" "marry off" "return something" "empty something out" "make something less" "give birth (cause to be born)" "bath someone" "put upward. with" "write on" The suffix -i is used mainly in writing and formal speech." For example we know the root habis 'finished. i." (2) Anak itu senang sekali menulisi buku temannya." Similarly.

then followed with -nda. "Dani. "Turunkan harga beras!." kata ibu. 5. base ends with k kakak adik "older brother. 2. "Dani. older sister" "younger brother. base ends with a vowel ibu "mother" ibunda Suffix -nda." kata para mahasiswa kepada pemerintah. Please return my book. younger sister" kakanda adinda . habiskan makanan itu!. "Lower the price of the rice!. SUFFIXES -anda. a base ends with k loses the k. Sampaikan berita ini kepada keluarga Anda. Nanti malam kosongkan tong sampah ini." say the university students to the government. 4. Suffix -anda. Suffix -anda is added to bases which end with a consonant and suffix -nda to bases which end with a vowel. In most cases. Pass forward these news to your family. get off" tinggalkan turunkan "leave behind (cause to remain)" "lower" EXAMPLES: 1. Tonight empty out this garbage bin." says mother. base ends with a consonant ayah "father" ayahanda Suffix -nda. -nda Suffixes -anda and -nda are added to pronouns and kin terms to form honorific addresses to show respect. remain" "go down. 3.tinggal turun "stay. finish up that food!. Tolong kembalikan buku saya.

The suffix -man derives one noun only. Suffix -wan. Suffixes wan and -wati. London. James Neil. both borrowed from Sanskrit.f) wisudawati (f) male/female worker female worker male/female artist female artist graduating male/female graduating female Suffix -man seni "art" seniman (m. and -man Suffix -wan occurs with bases to indicate a person associated with the base. Routledge. property" "science" "sport" "clergy" "history" hartawan ilmuwan olahragawan rohaniwan sejara(h)wan wealthy person scientist sportsman/woman clergyman historian Suffix -wan to indicate male (m) and -wati to indicate female (f) karya seni wisuda "work" "art" "graduation" karyawan (m.nenek anak "grandmother" "child" nenenda ananda Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. SUFFIXES -wan. are the only affixes making gender distinction. 1996. -wati. The form -wan refers to both male and female and the form -wati refer to female only.f) male/female artist EXAMPLE: . indicates a person (male or female) associated with the base harta ilmu olahraga rohani sejarah "wealth.f) karyawati (f) seniman (m.f) seniwati (f) wisudawan (m.

1996. -wati    Suffix or akhiran is an element that is structurally being placed on the tail end of a verb. anda suffix -man. Hartawan itu sangat murah hati.1. wan. For example : pangkalan. Para wisudawan sedang memasuki ruangan untuk upacara wisuda. The scientists are trying to find medicine to cure cancer. etc Prefixs (Awalan) Prefiks or awalan is an element that is structurally being put in front of a word. The graduating people are entering the room for graduation ceremony. 2. Routledge. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. Para ilmuwan sedang berusaha menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit kanker. Suffix (Akhiran) Click on the blue word here  suffix an suffix -i suffix kan   suffix -nya suffix -nda. 4. Ada banyak seniman yang tinggal di desa itu. London. 3. for instance. sayangkan. hukuman. There are many artists live in that village. James Neil. the word "membeli" is made up . buatan. masuki. That wealthy person is very generous.

. speak" "gather together" "ask" "stop" Lists of example for ber. you may ask the (female university) teacher.... These are list of example for adding berto the root.. If you don't understand. Anda bisa bertanya kepada ibu dosen. belanja berbelanja "shop" bicara berbicara "talk. those formed by adding the ber.prefix to a noun.prefix. study" kumpul berkumpul tanya henti bertanya berhenti Irregular prefix berClick here. When the ber..prefix attached to a verb root the resulting verb is a reflexsive verb. kerja bekerja "work" ajar belajar "study" Exercise EXAMPLES: 1..of the prefix "mem-" + "beli" which is a root word (kata dasar).. Kalau Anda tidak mengerti..prefix to a root verb.. . and adding the ber.+ Noun nama umur sepeda jalan sekolah bernama berumur bersepeda berjalan bersekolah "having the name" "having the age of" "to go by bicycle" "walk" "attend school. Click on the prefixes listed below to learn more about each one:  prefix ber prefix di   prefix keprefix peprefix ter-   prefix meprefix se- PREFIX BERThere are two types of verbs with the ber.

. 4. 2. Hasan bersekolah di SMA Negeri di kota Surabaya. will" "lover" "skeleton" "chairman" EXAMPLES: 1. The skeleton of the missing person was found in the forest.2. Ibu Sumirat works at a hospital not far from her house. Anton and Rini become a couple of lovers for four years. Kerangka orang yang hilang itu ditemukan di tengah hutan.is added to a few root words to form nouns. Sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa Pak Amat pergi meninggalkan kita. 1996. London. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. 3. PREFIX KePrefix ke. will" "love" "skeleton. hendak kasih rangka tua "want. My dog has a name "Bleki" and he is two years old. framework" "old" kehendak kekasih kerangka ketua "desire. 4. James Neil. Hasan attends school at SMA Negeri (state high school) in the city of Surabaya. It is God's will that Pak Amat left us (passed away). Ibu Sumirat bekerja di sebuah rumah sakit tidak jauh dari rumahnya. Anjing saya bernama "Bleki" dan dia berumur dua tahun. Anton dan Rini menjadi sepasang kekasih selama empat tahun. Budiman terpilih menjadi ketua organisasi pemuda di desanya. Budiman was elected as the chairman of the youth organization in his village. 3. Routledge.

3. 2. PREFIX terThe prefix ter. Elvi Sukaesih is a famous 'dangdut' singer in Indonesia. Jumlah pemakai internet di Indonesia belum banyak. Elvi Sukaesih adalah seorang penyanyi 'dangdut' yang terkenal di Indonesia. Pak Joko works as a well digger. With a stative meaning-that is. The number of internet users in Indonesia has not many yet. Para penjahat itu sudah ditangkap polisi.PREFIX -pe EXAMPLES: 1. Pak Joko bekerja sebagai penggali sumur.is added to verb roots to form stative verbs. The criminals have been captured by the police. 4. roots that refer to .

"He sat in the front.the state of something or of a person. "The merchant took a bath after he woke up. which also occur prefixed by ter-: bangun biasa buka dapat duduk "be awake. the prefix terforms a word that emphasizes the accidentally of the action by which the state came into being or that is has been possible for the state to have come into being." a (2) Dia jatuh terduduk. The following list gives stative forms that we have so far." b (1) Pedagang itu mandi setelah bangun. go inside" termasuk sedia tidur tutup "be ready" "sleep" "closed" tersedia tertidur tertutup EXAMPLE: a (1) Dia duduk di depan. get up" "be accustomed to" "open" "be in hand after having been obtained" "be seated" terbangun terbiasa terbuka terdapat terduduk "be awakened by something that does not intend to awake" "get accustomed to something by" "accidentally come open" "be available" "fall into a sitting position" "be reminded by something that does not intend to remind one" "be included in a group or accidentally get into something" "be made available for use" "fall asleep" "be locked" ingat "remember" teringat masuk "enter. "He fell into a sitting position." .

finding roots. . egg. Ibu bought meat. adding meN-. "He was awakened by a noise outside of his room. 2. "A good time in the meN-s room" click here for an easy-to-print version of the chart below EXAMPLES: 1.b (2) Dia terbangun karena ribut di luar kamarnya.worksheet 1. Ibu membeli daging." PREFIX MEclick here for Exercise To learn more about prefix meN-: meN. dan sayur-sayuran di pasar. and vegetables at the market. telur.

The sellers sell food and drink. 3. A lot of garbage pile up by the side of the street. Ibu Harun meyakinkan Michael bahwa sekolah itu adalah sekolah yang baik. 5. 4. Para penjual menjual makanan dan minuman. Anda bisa menyewa mobil di 'Enterprise'. Banyak sampah menggunung di pinggir jalan. Ibu harun assures Michael that the school is a good school.2. To form cardinal numbers sepuluh sebelas seratus seribu sejuta semilyar To form fractions sepertiga seperempat seperlima sepersepuluh seperduapuluh But: setengah or separuh To replace "satu" before classifiers ekor (tail) helai (piece) orang (person) titik (dot. drop) gelas (glass) piring (plate) cangkir (cup) seekor kuda sehelai kain batik seorang wanita setitik air segelas susu sepiring nasi secangkir kopi "a "a "a "a "a "a "a horse" piece of batik cloth" woman" drop of water" glass of milk" plate of rice" cup of coffee" "one third" "one fourth" "one fifth" "one tenth" "one twentieth" "half" "ten" "eleven" "one hundred" "one thousand" "one million" "one billion" EXAMPLES: . PREFIX SePrefix Se. It also replaces the number "satu" before classifiers.occurs with group numbers to form cardinal numbers and in fractions. You may rent a car at 'Enterprise'.

" Click on the circumfix listed below to learn more about each one: Circumfix ke-.. the meaning of the noun can be predicted from the meaning of the adjective base. the word "penembakan" is made up of the prefix "peN-" + "tembak. To make that cake. in a few cases this is not so.. Ada sebelas orang mahasiswa di kelas ini..-an also can be based on nouns. However. ten of them are females." which is a root word (kata dasar) + "-an.an Circumfix peN-. needed flour a half kilogram. dibutuhkan tepung sebanyak setengah kilogram. Untuk membuat kue itu.. In general. Tadi pagi saya melihat seorang wanita cantik sedang membeli sehelai kain batik sementara suaminya membeli sepiring pisang goreng dan secangkir kopi. Circumfix (Gabungan) Circumfix or gabungan is a combined element that is structurally being put in front and at the end of a word. and other classes.1.. for instance.-an forms nouns from adjectives.. Hanya seperlima dari penduduk desa itu yang tidak buta huruf. Such nouns are generally of an abstract nature. There are eleven students in this class.-an Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX ke-. 4.. verbs. Circumfix ke-. sepuluh di antaranya adalah wanita.. which then mean "having to . James Neil. Only one-fifth of the population of that village who are literate. Routledge.. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. London.-an Circumfix per-.-an Circumfix ke-... 3. This morning I saw a beautiful woman who was buying a piece of batik cloth whilst her husband was buying a plate of fried banana and a cup of coffee. 1996.. 2.

-an that means "having to do with [base]" adil jujur ketidak-adilan "injustice" ketidakjujuran ketidakpuasan ketidaksenangan "dishonesty" anggota keanggotaan "membership" daerah ibu wanita kedaerahan keibuan kewanitaan "regionalism" "motherliness" "femininity" puas "dissatisfaction" senang "displeasure" EXAMPLES: 1. The beauty of that young woman is admired by many people.in English Circumfix ke-.. .do with [base].." These are list of examples of nouns which identify the characteristics of the adjectives These are list of examples of nouns which DO NOT identify the characteristics of the adjectives baik kebaikan "kindness" berat malu terang keberatan kemaluan "objection" "genital" bebas kebebasan "freedom" bersih kebersihan "cleanliness" cantik kecantikan "beauty" keterangan "explanation" sehat kesehatan "health" Circumfix ke-.or in.. Kecantikan gadis muda itu dikagumi oleh banyak orang..-an can be combined with NOT. which correspond with dis.

peN-. Bapak and Ibu Sadli raise an objection if Susi comes home late at night. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. Her feeling of motherliness grew when she saw that poor baby. 1996 Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX peN-. Para demonstran itu menyatakan ketidak-puasannya terhadap pemerintah.-an Circumfix peN-. The demonstrators raise their dissatisfaction toward the government.." Other nouns relate with the object of the corresponding verb. A number of peN-...2.-an nouns that refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to" peN-... Rasa keibuannya timbul ketika ia melihat bayi malang itu.-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb typically occurs ..-an forms nouns which refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to.-an nouns refer to the pace where the action of the corresponding verb typically occurs. London.. 4. Bapak dan Ibu Sadli menyatakan keberatan kalau Susi pulang larut malam.. 3...

2. inn" "exile. Makmur's commodities are carried out by trucks.T.T. 1996 . Makmur dilakukan dengan truk-truk. The view from Pak Budi's room's window is very beautiful. Pengiriman barang-barang P. Pemandangan dari jendela kamar Pak Budi indah sekali. act of exiling" penggilingan "mill" kumpul pengumpulan henti penghentian buang pembuangan kirim pengiriman peN-. Pak Budi sekeluarga menginap di sebuah penginapan di pantai. act of washing" "lodging. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. The sending of P.-an nouns relate with the object of the corresponding verb pandang umum memandang mengumumkan pemandangan pengumuman "view. London. Pak Budi and his family stayed overnight at a lodging by the beach...satu tulis penyatuan penulisan "the uniting of" giling "the writing of" cuci pencucian "the collecting of" inap penginapan "the stopping of" "the sending of" "laundry. 3. scenery" "announcement" EXAMPLES: 1.

.an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs.... With limited usage. per-.-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs tiga pertigaan "three-way intersection" henti judi perhentian perjudian "stopping place" "gambling place" .-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates.-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base] Circumfix per-....Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX per-....-an forms nouns referring to road intersections per-.....-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base]... Some per-.. agreement" "meeting" persaudaraan "brotherhood" persekutuan "alliance" "representation..-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb budak musuh saudara sekutu perbudakan permusuhan "slavery" "enmity" kerja ajar gerak bekerja belajar bergerak pekerjaan pelajaran pergerakan "work" "lesson" "movement" "promise. Per-.-an Circumfix per-.-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb.... Some per.. Per-.-an forms nouns referring to road intersections. per-.-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates. delegation" janji berjanji perjanjian wakil perwakilan temu bertemu pertemuan per-.

There are many traditional textile mill industries in Bali. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. London. Traffict lights at the cross-roads in front of the campus have been installed. The (university) students like Bahasa Indonesia lesson very much. Ada perbudakan dalam sejarah negara Amerika Serikat. 3. Ada banyak usaha pertenunan tradisional di Bali. Lampu lalu lintas di perempatan di depan kampus sudah dipasang. 1996 . Para mahasiswa sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia. 4. 2.empat perempatan "cross-roads" cetak tenun percetakan pertenunan "printery" "textile mill" EXAMPLES: 1. There is slavery in the United States' history.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful