TATARAN FONOLOGI Fonologi ialah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa

(Chaer, 1994). Satuan bunyi dibedakan antara fonetik dan fonemik. Fonetik ialah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna. Misalnya : bunyi [i] pada kata [intan], [angin], dan [batik] tidak sama. Tulisan fonetik dibuat berdasarkan aksara latin yang ditambah dengan sejumlah tanda diakritik dan sejumlah modifikasinya. Ini dilakukan karena jumlah bunyi melebihi 26 aksara latin. Bunyi terdiri dari kelompok bunyi vokal dan konsonan. Di samping itu, ada bunyi diftong atau vokal rangkap, karena posisi lidah pada bagian awal dan akhir bunyi tidak sama. Misalnya bunyi [au] pada kata kerbau, [ai] pada kata cukai, dan lain-lain. Bunyi konsonan diklasifikasikan atas (1) posisi pita suara (bergetar atau tidak bergetar), (2) tempat artikulasi (labial, dental), dan (3) cara artikulasi (sengau, hambat). Fonetik terdiri dari : 1) Fonetik auditoris (penerimaan bunyi oleh telinga) 2) Fonetik artikulasi (penerbitan bunyi oleh alat ucap manusia) 3) Fonetik akustik (ciri-ciri bunyi bahasa akibat peristiwa fisika) Fonemik adalah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bahasa sebagai pembeda makna. Contoh: bunyi [p] dan [b] pada kata [paru] dan [baru] menyebabkan perbedaan makna. Karena itu [p] dan [b] disebut fonem. Bunyi yang tidak membedakan makna bukan fonem. Bunyi [t] dan [th] dalam bahasa Inggris bukanlah dua fonem yang berbeda, tetapi dua buah bunyi dari sebuah fonem yang sama. Variasi bunyi yang timbul dari realisasi fonem disebut alofon. Fonem [i] dalam bahasa Indonesia, misalnya, mempunyai empat buah alofon, yaitu bunyi [i] dalam kata cita, tarik, ingkar, dan kali. Klasifikasi Konsonan: 1) Berdasarkan artikulator dan titik artikulasi Bilabial : b, p, m, w Palatal : c, j, ny, y Velar : k, g, kh, ng Dental : t, d, n 2) Berdasarkan jalan keluar udara Bunyi oral : p, b, w, r, dan lain-lain Bunyi nasal : m, n, ng, ny 3) Berdasarkan halangan yang dijumpai saat udara keluar Hambat atau stop : p, b, k, t, d Frikatif atau geser : f, v Spiran atau desis : s, z, sy

Trill atau getar : r Lateral : l 4) Berdasarkan getaran pita suara Bersuara : b, c, d, f, g, h, dan lain-lain Tidak bersuara : k, t, p, s Perubahan Fonem

a. Asimilasi dan Disimilasi
Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain, sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya. Misalnya, [Sabtu] diucapkan [saptu] karena pengaruh bunyi [t]. Atau fonem yang tidak sama dijakdikan sama. Misalnya, [al salam] menjadi [assalam] Jika dalam asimilasi, dua bunyi yang berbeda menjadi sama, maka disimilasi perubahan itu menyebabkan dua fonem yang sama menjadi berbeda. Misalnya kata [citta] dalam bahasa Sanskerta berubah menjadi [cinta] dan [cipta]. Jadi ada perubahan bunyi [tt] menjadi [nt] dan [pt].

a. Metatesis dan Epentesis
Metatesis adalah sebuah bunyi yang bertukar tempat dengan bunyi yang lain. Misalnya [brantas] dan [bantras], [jalur] dan [lajur], [almari] dan [lemari]. Epentetis terjadi jika sebuah fonem disisipkan dalam sebuah kata. Misalnya [kapak] menjadi [kampak]

a. Kontraksi
Kontraksi terjadi pemendekan ujaran dalam percakapan yang cepat. Misalnya, [tidak tahu] menjadi [ndak tahu], [shall not] menjadi [shan‟t], dan lain-lain.

a. Diftongisasi
Proses perubahan satu vokal menjadi diftong. Misalnya, [sentosa] menjadi [sentausa]

a. Monoftongisasi
Proses perubahan diftong menjadi satu vokal. Misalnya, [satai] menjadi [sate], atau [pulau] menjadi [pulo].

a. Sandi
Sandi adalah dua vokal berturut lebur menjadi satu vokal. Misalnya [pesantrian] menjadi [pesantren].

a. Adaptasi
Adaptasi adalah penyesuaian bentuk. Misalnya, [chauffeur] menjadi [sopir], atau [goal] menjadi [gol].

a. Analogi
Analogi adalah pembentukan kata berdasarkan bentuk yang sudah ada. Misalnya [sastrawan] menjadi [sastrawati].

a. Hiperkorek
Membetulkan yang tepat sehingga menjadi salah. Misalnya, [surga] menjadi [syurga], [pihak] menjadi [fihak].

a. Haplologi
Haplologi adalah penghilangan sebuah suku kata di tengah kata. Misalnya, [budhidaya] menjadi [budidaya], [mahardika] menjadi [merdeka].

TATARAN MORFOLOGI Istilah morfem diperkenalkan oleh kaum strukturalis karena tata bahasa tradisional tidak mengenalnya. Morfem memang bukan satuan sintaksis. Morfem adalah satuan terkecil yang mempunyai dan mempengaruhi arti. Keseluruhan ilmu yang mempelajari proses pembentuka kata disebut Morfologi. Di samping itu, dikenal juga istilah morfofonemik, yaitu peristiwa berubahnya wujud morfem karena pengaruh 1) afiksasi, 2) reduplikasi, dan 3) komposisi. Alomorf adalah variasi bentuk yang berlainan dari morfem yang sama. Misalnya variasi imbuhan me- pada kata melihat, membaca, mendengar, menyanyi, dan menggali. Dengan demikian me- mendapat sengau sesuai dengan lingkungannya. Klasifikasi Morfem:

a. Morfem bebas
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan. Misalnya meja (KB), pukul (KK), manis (KS), dan telah (KT). Morfem ini biasa juga disebut dengan morfem bermakna leksikal.

a. Morfem terikat
Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri, hanya mempunyai makna jika bergabung dengan bentuk lain. Morfem ini terdiri dari : imbuhan, pokok kata, bentuk unik, partikel, klitika, dan kata tugas yang tidak dapat berdiri sendiri. Morfem ini juga disebut dengan morfem tidak bermakna leksikal. Di samping itu, Verhaar menyebut kelompok morfem prakategorial atau bentuk pradasar. Secara semantik morfem ini mempunyai makna, tetapi secara gramatikal tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya [juang], [henti], dan [gaul]. Dalam kelompok ini juga termasuk sejumlah morfem yang hanya dapat muncul pada pasangan yang tetap (morfem unik). Misalnya [renta] pada tua renta, [kerontang] pada kering kerontang, dan [kuyup] pada kata basah kuyup. Preposisi dan konjungsi juga tidak dapat berdiri sendiri, tetapi mempunyai makna. Morfem dasar, dapat berwujud morfem terikat, bisa juga morfem bebas. Sebuah morfem dasar dapat menjadi sebuah bentuk dasar dalam proses morfologi. Morfem dasar dapat diberi afiksasi, reduplikasi, atau bergabung dengan morfem lain. Bentuk dasar adalah bentuk yang menjadi dasar dalam proses morfologis, dapat berupa morfem tunggal atau morfem gabungan. Misalnya: Komposisi Memperbaiki Keanekaragaman Kata Kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian, atau deretan huruf yang diapit oleh dua spasi dan mempunyai satu arti (Tatabahasa Tradisional). Bloomfield (tatabahasa Struktural) menyatakan bahwa kata adalah satuan bebas terkecil (a minimal free form). Linguistik Eropah mengemukakan syarat-syarat sebuah kata: 1) mempunyai susunan fonem yang urutannya tetap serta tidak dapat diselipi fonem lain, 2) mempunyai kebebasan berpindah tempat. Syarat kedua ini menjadi perdebatan, misalnya kalimat Nenek membaca koran kemarin, ternyata dapat dipertukarkan susunannya. Tatabahasa Tradisional mengklasifikasikan kata atas kategori makna dan kategori fungsi. Kategori makna digunakan untuk mengklasifikasikan verba, nomina, dan ajektiva. Kategori fungsi digunakan untuk pengelompokan preposisi, konjungsi, advervia, dan pronomina. Bentuk Dasar Perbaiki aneka ragam Morfem Dasar Baik aneka dan ragam

Verba (KK) adalah kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan, dapat berdistribusi di belakang kata tidak…. Nomina (KB) adalah kata yang menyatakan benda atau yang dibendakan, dapat mengisi konstruksi bukan …. Ajektiva (KS) adalah kata yang menyatakan sifat, atau dapat mengisi konstruksi sangat…… Beberapa kata dalam bahasa yang berfleksi (Bhs. Arab, Latin, dan Sanskerta), hanya dapat digunakan dalam kalimat jika bentuknya disesuaikan dengan kategori gramatikal yang berlaku. Misalnya dengan afiksasi atau modifikasi lain terhadap bentuk dasar. Proses inflektif ini tidak mengakibatkan pembentukan kata baru. Berbeda dengan itu, derivatif membentuk kata baru. Misalnya, [nyanyi] dengan [penyanyi]. Antara kedua kata itu berbeda identitas leksikalnya. Kelas Kata 1. Aliran Tradisional Aliran ini membagi kata atas 10 kelas sesuai dengan konsep Aristoteles, yakni: a) kata benda (kata yang menerangkan nama suatu benda atau yang dibendakan). Misalnya, lemari, kemanusiaan b) kata sifat (kata yang menyatakan sifat atau keadaan suatu benda). Misalnya, keriting, manis c) kata kerja (kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan). Misalnya: tendang, berjalan-jalan d) kata keterangan (kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan lain-lain). Misalnya: (1) keterangan waktu : sesudah, sebelum, ketika (2) keterangan tempat : di sini, ke sana, dari sana (3) keterangan syarat : jika, kalau, seandainya (4) keterangan sebab : sebab, karena (5) keterangan akibat : sehingga, karena itu (6) keterangan tujuan : agar, supaya, untuk, guna, buat (7) keterangan perwatasan : kecuali, hanya, selain e) kata ganti (kata yang menggantikan kata benda) : (1) kata ganti orang : aku, kau, dia, kita, mereka (2) kata ganti penghubung : yang, bahwa (3) kata ganti penunjuk : itu, ini, tersebut (4) kata ganti penanya : apa, siapa, di mana (5) kata ganti tak tentu : berapa

(6) kata ganti milik : -nya f) kata bilangan (menyatakan jumlah, urutan atau tingkat suatu benda) : (1) bilangan utama : satu, sepuluh (2) bilangan tingkat : pertama, kelima (3) bilangan tak tentu : beberapa, tiap-tiap (4) bilangan kumpulan : berdua, kedua hal itu (5) bilangan bantu : sebuah, seekor, seutas, seorang, sepucuk g) kata depan (kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat) : di, ke, dari, pada h) kata sambung (kata yang menghubungkan suatu kata dengan kata lain, menghubungkan bagianbagian dalam kalimat, atau menghubungkan antarkalimat): (1) menunjukkan gabungan : dan, serta, lagipula (2) menunjukkan pertentangan : tetapi, melainkan, sedangkan (3) menyatakan penjelas : yakni, yaitu i) kata sandang (kata yang menentukan atau membatasi sesuatu) : si, sang, yang, para j) kata seru (menyatakan luapan perasaan) : wah!, kasihan!, Ya ampun! 2. Aliran Struktural a) kata benda (semua kata yang dapat diperluas dengan menambahkan yang + kata sifat). Contoh : adik yang cantik, bulan yang merah b) kata kerja (yang dapat diperluas dengan menambahkan kata dengan + kata sifat). Misalnya : lari dengan cepat, menatap dengan lembut, c) kata sifat (yang dapat diperluas dengan kata amat…., paling…., sangat…. dan …sekali). Contoh: amat indah, paling tinggi, sangat sedih, merah sekali. d) kata tugas (kata yang fungsinya untuk memperluas atau mengadakan transformasi kalimat, kata tersebut tidak dapat menduduki fungsi subyek, predikat, dan objek. Misalnya: di, yang, tetapi, dan lain-lain. Afikasasi Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Afiksasi berkaitan dengan : 1) dasar atau bentuk dasar, 2) jenis afiks, dan 3) makna gramatikal yang ditimbulkan. Dasar atau bentuk dasar dapat berupa akar atau berupa bentuk kompleks. Tata bahasa Indonesia mengenal adanya prefiks me- yang bersifat inflektif (misalnya me- yang menunjukkan bentuk aktif pada kata menendang) dan me- sebagai bentuk derivatif (misalnya me- pada kata mematung). Imbuhan (Afiks) terdiri dari : 2) Prefiks (awalan) : ber-, se-, me-, di-, ke-, pe-, per-, ter-

ke-an. bekerja dengan alat … mengeluarkan bunyi ….. segera setelah/sesudah sama seperti berada dalam ber- Ter- Pe- per- Ke- dise- . ber-an atau mem/per/kan. in 4) Sufiks (akhiran) : -i. -an. berlaku seperti …. menuju ke … mencari …. di/per/kan... -kan. -er-. Alat orang yang me… orang yang di …. orang yang di …. Makna yang ditimbulkan oleh afiksasi adalah : Prefiks MeContoh Menggulai Menepi Merotan Menyemir Mengabdi Membeku Melembaga Menyapu Mengeong Merokok Menari Beratap Bersepeda Bersuara Berkedai Bergembira Bertante Berlima Berjemur Bergulat Terbesar Terpijak Terendam Tercetak Tertulang Tertutup Terdakwa Penggaris Peneliti Pesuruh Pemabuk Pemalu Perdua Perdewa Petinju Pejalan Kekasih Kehendak kedua + KB KB + kedua Ditulis Selembar Sedunia Sesampai Sedalam Sekamar Makna membuat jadi …. melakukan perbuatan Mempunyai mengendarai/menggunakan Mengeluarkan Mengusaha dalam keadaan memanggil sebagai terdiri dari (kolektif) melakukan perbuatan untuk diri sendiri (reflesif) berbalasan (resiprok) paling (superlatif) tiba-tiba/tak sengaja/spontanitas terus-menerus/kontinuitas sudah di (perfektif) sampai ke (mengenai) dalam keadaan ……. membubuhi …. orang yang gemar/suka orang yang bersifat membuat jadi (kausatif) menganggap sebagai orang yang berprofesi/ahli ber… orang yang ber… seseorang yang di … sesuatu yang di … kumpulan bilangan bilangan tingkat menyatakan pasif Satu seluruh…. -nya 5) Konfiks (imbuhan gabung) : pe-an. menjadi seperti ….3) Infiks (sisipan) : -el-. menjadi …. per-an. -em-. menghisap …. di/i. se-nya. se-an..

Infiks -el-er- -emSufiks -i -kan -an Konfiks Pe-an per-an Ke-an ber-an mem-perkan mem-per-i secepat-cepatnya Contoh telunjuk.. (kausatif) memberi hormat berulang-ulang (repetitif) masuk ke (lokatif) (berkeliling di) lokatif membersihkan mencabut membuang membuat jadi (kausatif) memberi melakukan perbuatan untuk orang lain memasukkan ke tempat alat kumpulan tiap-tiap hasil sesuatu yang bersifat sesuatu yang di sekitar/kira-kira Makna proses/perbuatan tempat hasil perbuatan tempat ber… Hal/keadaan hasil ber… kumpulan tempat ber Hal yang… tiba-tiba/tak sengaja menderita hal terlalu dikenai berbalasan (resiprok) berulang-ulang (intensitas frekuensi) membuat jadi ber… (kausatif) membuat jadi (kausatif) penekanan kualitas (intensitas) Reduplikasi . pelatuk Gelembung Serabut Seruling Gerigi Gemilang Contoh Lukai hormati pukuli masuki kelilingi Kuliti Sisiki Bului besarkan sarankan bukakan kandangkan kuburan ayunan daratan harian tulisan manisan makanan tahun 90-an Contoh pelatihan pemukiman penyelesaian penghargaan permukiman pergerakan persatuan perpustakaan kelurahan kesehatan ketinggalan kehabisan Kebesaran kehujanan bersalaman berdatangan mempertemukan mempersatukan Memperbaiki Mempersenjatai Mempelajari paling (superlatif) Makna alat me… Bersifat Bersifat Alat kumpulan/banyak Bersifat Makna membuat jadi.

1994). lauk pauk. Misalnya: laba-laba yang dalam tata bahasa tradisional dianggap berasal dari kata laba. tetapi tidak jelas bentuk yang diulang). sebagian ahli mengemukakan adanya bentuk reduplikasi semantis yang terdiri dari dua kata yang bermakna sinonim membentuk kesatuan gramatikal. e. tetapi salah satu lingga-nya terjadi perubahan bunyi. Misalnya: surat-menyurat. atau dengan perubahan bunyi. kehendak. Di samping itu. meja-meja. Jenis-jenis reduplikasi adalah: a. d. sebagian (parsial). hancur luluh (Chaer. gado-gado Kata ulang dwipurwa (ulangan pada awal suku kata). Misalnya: meja-meja.Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar. bentuk-bentuk seperti kita-kitai atau merekamereka sebenarnya dapat diterima. Bentuk reduplikasi ini dapat bersifat paradigmatis (infleksional). karena itu. yakni yang tidak mengubah identitas leksikalnya. Trilingga (pengulangan morfem dasar sampai dua kali). Karena reduplikasi dalam bahasa Indonesia dapat bersifat derivasional. Misalnya: rerumputan. lelaki. yang berarti banyak meja. ngak-ngikngok. yakni yang membentuk kata baru. serba-serbi. Misalnya: b. kekasih. tetangga. alim ulama. cas-cis-cus. tetapi hanya memberi makna gramatikal. f. sayur-mayur Kata ulang berimbuhan (perulangan dengan salah satu lingganya mendapat tambahan imbuhan). Kata ulang penuh atau dwilingga (pengulangan penuh pada kata dasar atau kata jadian. misalnya: dag-dig-dug. baik secara keseluruhan. Sebaliknya ada juga reduplikasi yang bersifat derivasional. c. Misalnya. bertanya-tanya Kata ulang semu (menurut STA. perubahan-perubahan Kata ulang bervariasi bunyi atau dwilingga salin suara (perulangan atas seluruh suku kata. . Misalnya : bolak-balik. ilmu pengetahuan. Misalnya: kupu-kupu. tampaknya hasil reduplikasi. pepohonan.

3) hubungan kedua unsurnya merupakan kesatuan yang terikat secara morfologis. Misalnya. sehingga beberapa di antaranya menimbulkan perdebatan. atau unsurnya tidak dapat dibalik menjadi mandi kamar. kereta api. 2) kata majemuk subordinatif (tidak sejajar). keibu-ibuan tidur-tiduran. Misalnya: meja hijau. contoh: rumah sakit. walaupun bersifat seperti rileks mengeraskan arti (banyak) intensitas kualitatif intensitas frekuentif bermacam-macam Komposisi Komposisi adalah hasil atau proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar lain sehingga terbentuk suatu konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang baru. sawah ladang. meja hijau (pengadilan). Konstruksi seperti ini sangat banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia. berjalan-jalan meja-meja kuat-kuat memukul-mukul buah-buahan. . Karena itu bentuk seperti orang tua (orang tua). Jika kata majemuk merupakan konsep sintaksis. pintu belakang Meskipun begitu. maka idiom adalah konsep semantis. apakah kelompok kata majemuk (kompositum) atau tidak. akhirulkalam. Misalnya. rumah-rumahan masak-memasak. di antara kamar mandi tidak dapat diselipi kata yang. contoh : siang malam. lalu lintas. daya juang. yakni frase yang bermakna kiasan. Misalnya matahari tidak sama artinya dengan matanya hari. tanam-tanaman Makna menyerupai menyatakan hal agak atau melemahkan serba atau seragam berbalasan (resiprok) meskipun. 1978). semak belukar. Misalnya. 3) kata majemuk kiasan (frase idiomatik). kumis kucing (untuk menyatakan jenis tumbuhan dan bagian dari tubuh kucing) dan mata sapi (untuk menyatakan telur yang digoreng tanpa dihancurkan dengan bagian dari tubuh sapi). Tatabahasa struktural menyatakan bahwa kata majemuk sekurang-kurangnya memenuhi syarat: 1) menimbulkan makna baru yang bukan merupakan gabungan unsur-unsurnya 2) di antara unsur pembentuknya tidak dapat diselipi unsur lain. cantik-cantik kekanak-kanakan. dan lain-lain. cetak-mencetak pening-pening putih-putih bersalam-salaman hujan-hujan. dan mata sapi (telur) bukanlah kata majemuk. tidak bersifat sintaksis (Verhaar. Jenis-jenis kata majemuk 1) kata majemuk koordinatif (sejajar). mata pisau.Makna Kata Ulang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Contoh mobil-mobilan. tetapi idiom. Kridalaksana membedakan antara kata majemuk dengan idiom.

hubungan antara satu kata dengan kata yang lain dalam frase cukup longgar. sang mertua. . atau verba). Misalnya frase sedang membaca. Jadi konstruksi seperti tataboga atau interlokal bukanlah frase. (Jawaban pertanyaan: Siapa yang tidur di sana?) Di kamar tidur. Komponen keduanya dapat menggantikan frase itu dalam kalimat : Nenek membaca komik di kamar. Komponen di maupun komponen pasar tidak dapat mengisi fungsi keterangan. Misalnya kata tidur dalam frase di kamar tidur tidak mungkin dipindahkan. 2. sehingga dapat diselipi kata lain. Jenis-jenis Frase 1. Karena itu. maka salah satu unsur frase itu tidak dapat dipindahkan sendirian. Misalnya: di pasar. maka sintaksis membicarakan hubungan kata dengan kata lain dan unsur-unsur lainnya dalam satu kesatuan ujaran. oleh bahaya api. atau yang. dan lain-lain. Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang bersifat nonpredikatif dan mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. dan kaum. demi keamanan. Frase ini disebut juga frase modifikatif atau frase subordinatif karena salah satu komponennya berlaku sebagai atasan dan yang lain sebagai bahawan. para remaja mesjid. Pembentuk frase harus berupa morfem bebas. karena frase mengisi salah satu fungsi sintaksis. Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kalimat. ke Jakarta. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. dari kayu jati. ke. Frase meja saya. tetapi dapat menjabat fungsi-fungsi kalimat. b) eksosentrik yang bersifat nondirektif (komponen pertamanya berupa artikulus seperti si dan sang. salah satu komponennya dapat menggantikan kedudukan keseluruhan. Misalnya: si miskin. misalnya sebagai kalimat jawaban. dengan gergaji besi. Frase direktif disebut juga frase preposisional. Frase dapat juga disebut sebagai kelompok kata yang bukan subjek dan predikat. Perlu juga diingat.TATARAN SINTAKSIS Sintaksis berasal dari bahasa Yunani: Sun (dengan) dan tattein (menempatkan). Frase eksosentrik terdiri dari dua jenis : a) frase eksosentrik yang bersifat direktif (komponen pertamanya berisi preposisi di. yang berbaju ungu. misalnya mengandung makna „saya punya meja‟. Karena itu. maka frase tetap membawa makna bawaannya. Jika morfologi membicarakan struktur internal kata. Misalnya konstruksi nenek saya dapat diselipi nenek dari saya. atau buku humor dapat diselipi buku tentang humor. tidak ada salah satu komponennya yang dapat menggantikan keseluruhan. Disamping itu. para. (Jawaban pertanyaan : Nenekmu ada di mana?) Jika kata majemuk memiliki komposisi satu makna baru. Frase eksosentrik Frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. dan dari. Contoh: Nekek saya. Misalnya. Dikatakan nonpredikatif karena hubungan antara unsur pembentuknya tidak berstruktur S-P atau PO. frase di pasar. kaum cerdik pandai. berbeda dengan kata majemuk. misalnya pada kalimat Dia berdagang di atau Dia berdagang pasar. dan komponen keduanya berkategori nomina). karena salah satu unsurnya merupakan morfem terikat. dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. Frase juga berpotensi menjadi kalimat minor. ajektiva.

atau. Misalnya: hilir mudik. misalnya: sedang membaca. Konstruksi klausa terdiri dari Subjek dan Predikat. Misalnya: Nenek membaca buku. makin…makin…. tetapi. disebut juga klausa bebas. misalnya: tiga belas. kecap manis. Frase apositif Frase apositif adalah koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. merah jambu. sudah mandi. Kakek adalah objek tak langsung. yang memerlukan dua objek sekaligus. juga dikenal istilah pelengkap atau komplemen. Misalnya: pak Ahmad. juga dikenal verba bitransitif. sedangkan baju baru disebut objek langsung. Contoh: sehat dan kuat. seratus dua puluh lima.Dalam kaitan dengan frase endosentrik ini. indah sekali. tidak akan datang c) Frase ajektiva. 3. dan lain-lain). sawah ladang. dan guru muda. d) Frase numeralia. dan guru dalam kalimat Nenek dulu ingin menjadi guru. Pelengkap memang tampak mirip dengan objek. pulang pergi. misalnya: sangat cantik. Misalnya: Nenek membelikan kakek baju baru. b) Frase verbal. Sekurang-kurangnya terdiri dari S dan P. guru saya dapat ditukar menjadi guru saya. Jika frase hanya berpotensi menjadi kalimat minor. dua tiga hari. makan lagi. tua muda. satu setengah juta. Frase koordinatif Frase koordinatif adalah frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat.. karena itu urutannya dapat dipertukarkan. baik tua maupun muda. intinya berupa kata kerja. karena itu berpotensi menjadi kalimat mayor dengan memberi intonasi final. Klausa belum menjadi kalimat karena konstruksinya belum diberikan intonasi final. maka objek wajib hadir. kurang baik. 4. Misalnya : Nenek mandi Jika predikatnya berbentuk verba transitif. makin terang makin baik. Bedanya : a) objek berada di belakang verba transitif. karya besar. pak Ahmad Klausa Klausa adalah satuan sintaksis yang bersifat konstruksi predikatif. pelengkap tidak Jenis Klausa a) klausa utama. dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif ( dan. intinya berupa kata benda. dan lain-lain. Frase koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit disebut parataksis. baik…maupun…. Dalam konstruksi ini. yaitu: a) Frase nominal. pelengkap tidak b) objek dapat dijadikan subjek. intinya berupa kata sifat. . Misalnya minyak dalam kalimat Botol itu berisi minyak. misalnya : bus sekolah. Di samping itu. dari kategori intinya dapat dibedakan beberapa jenis frase. intinya berupa kata bilangan. maka klausa berpotensi menjadi kalimat mayor. buruh atau majikan. yaitu bagian dari predikat verba (intransitif) yang melengkapi verba tersebut.

A. gedung itu tua sekali.A.Contoh: Soal UN akan kami bahas hari ini.b) klausa bawahan. keduanya bersalaman). kalimat yang S-nya melakukan tindakan. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap (Gorys Keraf). Klausa bawahan biasanya dikenali dengan adanya konjungsi subordinatif di depannya. Karena itu. Kalimat ini ditandai dengan prefiks medan –memper. Strukturnya tidak lengkap.Contoh: Kami akan membahas soal UN hari ini. c) Klausa ajektifal. atau hanya berupa keterangan saja. Jenis kalimat 1) Berdasarkan jenis predikatnya a) Kalimat verbal (kalimat yang predikatnya kata kerja). klausa ini disebut juga dengan klausa subordinatif. nenek di kamar. Misalnya. Misalnya : ketika kami sedang belajar atau kalau diizinkan oleh ibu. Berdasarkan kategori unsur segemental yang menjadi predikatnya. dia sudah bersolek). b) Klausa nominal. Misalnya: gajinya lima jua sebulan. atau klausa terikat. d) Klausa preposisional. Klausa ini dibedakan lagi atas klausa transitif (Nenek menulis surat). predikatnya berupa kata bilangan. dia dari Medan. satpam bank swasta. matahari terbit. Dalam kelompok ini dibedakan lagi: (1) kalimat aktif. dan lain-lain. Misalnya: . anaknya dua belas orang Kalimat Beberapa pengertian kalimat: a) Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap (Tatabahasa Tradisional) b) Kalimat adalah ucapan bahasa yang mempunyai arti penuh dan turunnya suara menjadi cirinya sebagai batas keseluruhannya (Prof. predikatnya berkategori kata sifat. nenek mandi. Karena itu. Dr.dan diper. c) Kalimat adalah suatu bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. Misalnya. sapi itu berlari. tidak berpotensi untuk menjadi kalimat mayor. (2) kalimat pasif. kalimat yang S-nya dikenai tindakan. unsurnya hanya terdiri dari subjek saja. atau objek saja. Dalam kaitan ini dikenal lagi istilah aktif anti pasif dan pasif anti aktif. misalnya: nenek sedang berdandan. klausa intransitif (nenek menangis). klausa refleksi (yang predikatnya berupa verba refleksif. adik sedang mandi. predikatnya berupa kata depan. kakek ke pasar baru. klausa dapat dibedakan atas: a) klausa verbal. Kelompok ini dapat lagi dibedakan atas aktif transitif dan aktif intransitif. Misalnya. Contoh: Mereka sedang berbicara tentang SPMB. dosen lingistik. serta klausa resiprokal (mereka bertengkar sejak kemarin. Kalimat ini ditendai dengan prefiks di. karena berkaitan dengan verba tertentu. predikatnya berkategori kata kerja. e) Klausa numeral. Fokker). predikatnya berkategori kata benda. Misalnya: Bumi ini sangat luas.

(KB) Anto sangat rajin (KS) Penduduk Indonesia 210 juta jiwa (Kbil) Mereka ke pengadilan (Preposisi) 2) Berdasarkan letak predikatnya a) Kalimat normal (Predikatnya dibelakang subyek). kalimat yang klausanya lengkap. Masih dalam kaitan dengan verba ini. Misalnya: Nenek berlari pagi. Contoh: Anaknya sakit keras. sekurang-kurangnya mengandung S dan P. Misalnya: Ke Jakarta.Kakek kecopetan tadi pagi. misalnya: Diusap-usapnya rambutnya. b) Kalimat nonverbal (predikatnya bukan kata kerja). b) Kalimat invers (Predikat mendahului subjek). Contoh : Mereka bukan penduduk desa ini. Dia tidur di kursi. yaitu kalimat kehilangan salah satu atau kedua unsur pusat (inti S dan inti P). Pergi ke Belanda b) Kalimat mayor. yaitu verba yang secara semantis menyatakan tindakan atau gerakan. (4) Kalimat Statis. Meskipun unsurnya tidak lengkap. Kambing itu sudah mati. Misalnya: Mahasiswa itu pulang. misalnya: Nenek beristirahat. misalnya: . dibedakan lagi: (3) Kalimat dinamis. 3) Berdasarkan jumlah dan kelengkapan unsurnya a) Kalimat elips. tetapi konteksnya diketahui oleh pendengar. Kami bercakap-cakap di sana. yaitu verba yang secara semantis tidak menyatakan tindakan atau perbuatan. Dia pergi begitu saja. Ia tidak menyerupai ibunya. c) Kalimat minor (hanya terdiri satu unsur).

Kalimat inti. Struktur kalimat inti terdiri dari : (1) kata benda – kata benda : Ayah dokter. (d) setara penegasan (menggunakan konjungsi lagipula). yaitu kalimat inti yang telah mengalami perubahan intonasi. sedangkan. penambahan unsur. f) Kalimat majemuk. Misalnya: Hari sangat gelap lagipula hujan masih turun. adik menangis. yaitu kalimat terdiri dari satu pola (SPOK) Contoh: Bu polisi mengatur lalu lintas di persimpangan. .Pergi! Ayah. yaitu kalimat yang terdiri dari dua pola atau lebih. (c) setara mempertentangkan (menggunakan konjungsi tetapi. dan sebagainya). tetapi Ibu melarang. pelesapan. Adik menangis di kamar. melainkan. yaitu kalimat yang hanya terdiri atas dua inti yang merupakan unsur pusat (inti S dan inti P). pengingkaran. Contoh: Adik menangis? Menangis adik. 2) berintonasi normal. Contoh: Saya ingin pergi. e) Kalimat tunggal. Adik tidak menangis. dan penambahan. (b) setara memilih (menggunakan konjungsi atau). (2) kata benda – kata kerja : Adik menangis (3) kata benda – kata sifat : Rambutnya keriting (4) kata benda – kata bilangan : Sepatunya lima pasang d) Kalimat Non-Inti (Transformasi). Karena terlambat makan. Kalimat majemuk terdiri dari : (1) kalimat majemuk setara (koordinatif): (a) setara menggabungkan (menggunakan kata konjungsi dan). Atau dengan kata lain: Kalimat Inti + Proses Transfotmasi = Kalimat Non-Inti. urutan kata. misalnya: Pak Dokter memberikan pelayanan imunisasi dan Bu Dokter memeriksa ibu hamil. Ciri-ciri kalimat inti adalah: 1) terdiri atas dua kata. pemasifan. misalnya: Laki-laki atau perempuan sama kedudukannya dalam negara. dan 3) bersusunan S – P.

yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dengan bertingkat. kalimat yang bernada menyuruh melakukan sesuatu. Contoh: Jalan sangat licin. karena itu ia terjatuh. makin menarik wajahnya. Jangankn seribu. atau bisa juga kalimat tanya retoris. maka kalimat ini juga masuk kelompok kalimat majemuk. kita harus senantiasa bersuyukur. Contoh: Risa sedang menulis surat dan Reza mewarnai gambar ketika Ayah menelepon Paman sore itu. sebab). atau Pelengkap) (3) kalimat majemuk campuran (Kompleks). Misalnya: Tidak hanya ayah yang sedih atas perangaimu. O. contoh: Hujan deras. Kalimat majemuk ini ditandai dengan adanya perluasan terhadap salah satu polanya (S. jelas dan ada kata penghubung. (b) Implisit. (b) pikiran yang terkandung lengkap dan utuh . saya berangkat ke sekolah. Di samping itu. 4) Berdasarkan maksud sumber pesan (a) Kalimat Berita. Syarat-syarat kalimat efektif: (a) susunan kata sesuai dengan struktur bahasa Indonesia baku. kalimat yang bernada memberitahukan. seratus perak pun aku tak punya. contoh: Mengapa diam saja? 5) Kalimat Korelatif Kalimat korelatif adalah kalimat yang dibentuk dari korelasi klausa-klausa berpasangan. Misalnya: Ketika hujan deras saya berangkat ke sekolah. kalimat yang membutuhkan jawaban. contoh: Tempat itu sangat strategis untuk mengembangkan usaha. Karena berbentuk korelatif. Bukan Riza yang mengambilnya. dibedakan lagi kalimat majemuk yang bersifat : (a) eksplisit. bahkan ia juga menginap beberapa hari. Baik sedih maupun duka. Makin lama dipandang. P. 6) Kalimat Efektif Kalimat Efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan pembicara/penulis kepada pendengar/pembaca sesuai dengan maksudnya. (2) kalimat majemuk bertingkat (subordinatif). yaitu kalimat yang hubungan antarpolanya bertingkat. maka kalimat itu tidak lengkap. melainkan Didi. tidak jelas dan tidak ada kata penghubung. contoh: Jangan masuk! (c) Kalimat Tanya.(e) setara sebab-akibat (menggunakan konjungsi karena. tetapi juga seisi rumah. Tidak hanya singgah di tempat itu. (b) Kalimat Perintah. Bila salah satu pasangannya tidak hadir.

(c) setiap kata berdaya guna dalam kalimat (d) pilihan kata tepat sesuai dengan makna yang diinginkan .

2) modalitas epistemik (kemungkinan. mau. keadaan. dan seyogyanya. kepastian. yang menunjukkan sikap objektif dan netral 2) Modus optatif. Modalitas Modalitas adalah katerangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal-hal yang dibicarakan atau sikap terhadap lawan bicaranya (perbuatan. 4) Aspek perfektif (sudah selesai) : Saya telah menulis surat 5) Aspek imperfektif (berlangsung sebentar) : Saya memukul adiknya. keharusan). harapan. yang menyatakan keharusan 6) Modus desideratif. atau proses. atau keizinan). kejadian. 4) modalitas dinamik (kemampuan). kemungkinan. Kala dalam bahasa Indonesia tidak berbentuk morfemis. barangkali. Misalnya: Nenek ingin menunaikan ibadah haji. tindakan. tetapi secara leksikal. Berbeda dengan aspek. boleh. yang menyatakan persyaratan Aspek Aspek adalah cara memandang pembentukan waktu secara internal dalam suatu situasi. sudah lampau (sudah). kala (tensis) adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. 3) modalitas deontik (keizinan atau perkenanan). Misalnya : mungkin. Modalitas dinyatakan secara leksikal. pasti. ingin. dan akan datang (akan). Kala dinyatakan dengan sekarang (sedang). yang menyatakan harapan 3) Modus imperatif. yang menyatakan perintah atau larangan 4) Modus interogatif. yang menyatakan keinginan dan kemauan 7) Modus kondisional. Misalnya: Kita bisa menjadi pemenang kalau mau kerja keras. . Modalitas dapat dikelompokkan atas: 1) modalitas intensional (keinginan.Modus Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran pembicara atau sikap pembicara tentang apa yang diucapkannya. tentu. kejadian. keadaan. sebaiknya. Misalnnya: Anda boleh tinggal di sini selamanya. permintaan. atau pengalaman yang disebutkan dalam predikat. peristiwa. ajakan). seharusnya. 3) Aspek progresif (sedang berlangsung) : Ia sedang mencuci baju. yang menyatakan pertanyaan 5) Modus obligatif. Misalnya: Kalau tidak hujan kakek pasti datang. Jenis-jenis modus: 1) Modus indikatif atau deklaratif. keinginan. Beberapa jenis-jenisnya adalah: 1) Aspek inseptif (baru mulai) : Ia pun berjalanlah 2) Aspek repetitif (terjadi berulang-ulang) : Ia memukuli pencuri itu.

Fokus Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian tertentu kalimat sehingga perhatian pembaca/pendengar terpusat pada bagian itu. 5) diatesis kausatif (subyek menjadi penyebab terjadinya sesuatu): Paman mencukur kumisnya. 4) Mengontraskan dua bagian kalimat. (b) Ini pensil HB. 3) Menggunakan partikel pun. Diatesis Diatesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan. bukan 2B. biarlah kami urus nanti. Misalnya: (a) Membaca pun aku belum bisa. Jika tekanan diberikan pada kata ia. 3) diatesis refleksif (subyek melakukan sesuatu untuk dirinya): Ibu sedang berhias. Jika pelakunya ingin difokuskan. yang. (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk (c) Tentang anak-anak itu. Misalnya: Ia yang menelepon saya malam itu. Misalnya: (a) Bu Dosen yang cantik itu pacarnya seorang wartawan (b) Sepeda ayah saya bannya kempes. tentang. (d) Adalah tidak pantas untuk saling menyalahkan. Misalnya : Hal itu telah disampaikan kepada DPR oleh pemerintah. Misalnya: (a) Bukan dia yang datang. 4) diatesis resiprokal (subyek terdiri dari dua pihak berbuat tindakan yang berbalasan): Mereka akan mengadakan perjanjian damai. 5) Menggunakan konstruksi posesif anaforis beranteseden. maka kalimat itu diubah susunannnya menjadi: Pemerintah telah menyampaikan hal itu kepada DPR . . 2) diatesis pasif (subyek menjadi sasaran perbuatan): Muka kami ditamparnya. berarti yang melakukan ialah ia. dan adalah pada bagian kalimat yang difokuskan. 2) Mengedepankan bagian kalimat yang difokuskan. Fokus dilakukan dengan : 1) Memberi tekanan pada kalimat yang difokuskan. melainkan istrinya. bukan orang lain. Jenis-jenisnya: 1) diatesis aktif (subyek yang berbuat) : Mereka merampas harga diri kami.

atau makna sebenarnya yang dimiliki eksem. Leksem kuda berarti „sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai‟. misalnya berarti „mengenakan baju‟. Sebuah kata dapat dirujuk kepada referen tertentu. (c) Dia jatuh cinta pada adikku. Misalnya kata kuda adalah kata yang bersifat referensial. Ber. Sebagian mengatakan bahwa makna sebuah kata baru jelas setelah kata berada dalam konteks kalimat. (d) Kalau harganya jatuh lagi kita akan bangkrut. karena ada acuannya dalam dunia nyata. Sebaliknya kata seperti dan. mungkin akan dijawab dengan „lima ratus‟. Makna leksikal disebut juga makna yang sebenarnya atau makna apa adanya. karena bersifat non-referensial.+ baju. melahirkan perbedaan tingkat rasa negatif yang berlainan. ber + kuda berarti „mengendarai kuda‟. makna asal. 3) Konteks Makna konteks adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks tertentu. Demikian juga kata rombongan dan gerombolan. karena tidak ada acuannya dalam dunia nyata. dan kerempeng. dan lain-lain. Dengan begitu. dan lain-lain. 2) Gramatikal Makna Gramatikal adalah makna yang terjadi setelah sebuah leksem mengalami proses gramatikal. Tapi jika dilontarkan kepada tukang foto. atau.TATARAN SEMANTIK Semantik adalah bagian tatabahasa yang mempelajari makna kata. . makna ini sama dengan makna leksikal. Makna konteks dapat juga berkaitan dengan situasi tertentu. Misalnya makna jatuh dalam kalimat berikut: (a) Adik jatuh dari sepeda. Makna konotasi adalah makna kedua atau makna tambahan yang berhubungan dengan nilai rasa orang yang berkaitan dengan penggunaan kata itu. Jenis Makna 1) Leksikal Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada kata leksem meski tanpa konteks apapun. Makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap kata atau leksem. (b) Dia jatuh dalam ujian yang lalu. kalimat: Tiga kali empat berapa? Sebagian besar menjawab „dua belas‟. berbeda rasa konotasinya. komposisi. Misalnya. pensil adalah „sejenis alat tulis yang terbuat dari kayu dan arang‟. Proses itu dapat berupa afiksasi. reduplikasi. ramping. Kata seperti kurus. 5) Denotasi dan Konotasi Makna denotatif adalah makna asli. 4) Makna Referensial dan Non-referensial. atau boleh juga disebut makna kamus atau makna bawaan. atau kalimatisasi.

7) Makna Kata atau Makna Istilah Sebuah kata baru jelas maknanya ketika dipasangkan dalam kalimat. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar dirinya. makna denotasi. a) Sinonim persis atau lengkap adalah sinonim yang dapat saling menggantikan. lengan dan tangan mengacu pada bagian tubuh yang berbeda. sudah tentu memberi nilai rasa yang berbeda. tetapi maknanya tidak akan persis sama.6) Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang melekat pada sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. b) Sinonim mirip (tidak dapat saling menggantikan) agung = akbar besar = makro = kolosal = raya Meskipun dua buah ujaran bersinonim. misalnya. Kata tangan dan lengan dianggap sama maknanya. Kalimat : Tutup mulutmu dan Mohon diam sebentar. Misalnya: Tanggannya luka kena pecahan kaca. pondok. buaya berasosiasi dengan „jahat‟. Di samping itu. Relasi Makna 1) Sinonim Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna stilistika. merah berasosiasi dengan „berani‟. kondomium. Misalnya: betul = benar konsisten = taat asas = ajek efektif = mangkus efisien = sangkil realisasi = pelaksanaan = perwujudan = manifestasi = pengejawantahan Dika menendang bola = Bola ditendang Dika. Atau : Lengannya luka kena pecahan kaca. Jadi. dan makna referensial. hanya diperuntukkan bagi pria. Hal ini disebabkan: . dan lain-lain. makna ini sama dengan makna leksikal. memberikan rasa yang berbeda berdasarkan bentuknya. vila. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna afektif. Misalnya. sesuatu yang dipadankan dengan pasangan tertentu. Tetapi dalam dunia kedokteran misalnya. Karena itu. makna ini juga berkaitan dengan makna lokatif. rumah. sebuah istilah tetap maknanya sekalipun tidak dipasangkan dalam kalimat. Melati. Kata tampan. istana. misalnya diasosiasikan dengan sesuatu yang dianggap „suci‟.

menonton. melirik. mengintip.(a) faktor waktu hulubalang (bersifat klasik)  komandan (kontemporer) kempa (klasik)  stempel (kontemporer) (b) faktor tempat saya (luas)  beta (wilayah timur) (c) faktor keformalan uang (formal)  duit (tak formal) (d) faktor sosial saya (umum)  aku (akrab) (e) faktor bidang kegiatan matahari (umum) surya (sastra) (f) faktor nuansa makna membedakan : melihat. 2) Antonim Antonim artinya kata yang berlawanan makna. Jenis-jenisnya: a) antonim yang bersifat mutlak hidup  mati diam  bergerak b) antonim yang bersifat relatif atau bergradasi besar  kecil jauh  dekat gelap  terang c) antonim yang bersifat relasional membeli  menjual suami  istri d) antonim yang bersifat hirarkial tamtama  bintara . meninjau.

tetapi maknanya berbeda. angin. duitan ). tetapi bunga bukan berhiponim dengan mawar. ejaan dan makna berbeda. Misalnya: ros. 5) Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki banyak makna. hari. Misalnya: mata berkaitan dengan (sapi. mawar Relasi Hiponim hanya searah. Jadi mawar berhiponim dengan bunga. Perubahan Makna Penyebab perubahan makna: 1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi .gram  kilogram 3) Homonim Homonim adalah kata yang sama lafal dan bentuknya. a) Superordinat (makna atas atau luas). tetapi termasuk satu alur pusat. Misalnya : bunga b) Kohiponimi (makna yang lebih sempit). Misalnya : tank – tang bank – bank sanksi – sangsi 4) Hiponim Hiponim adalah kata yang maknanya terangkum dalam makna yang lebih luas. Misalnya : buku (ruas)  buku (kitab) bisa (racun)  bisa (dapat) mengurus (menjadi kurus)  mengurus (mengatur) a) Homograf Homograf adalah kata yang sama bentuk dan ejaannya. keranjang. Misalnya: teras – teras (inti) seret – seret (tersendat) memerah – memerah (susu) b) Homofon Homofon adalah kata yang sama bunyi dan lafalnya. kaki. tetapi lafal dan maknanya berbeda. tetapi berhipernim.

putra. madrasah. amplop 6) Sinestesia Makna yang timbul karena pertukaran dua tanggapan indra yang berbeda. gerombolan  kelompok kaki tangan  pembantu 3) Meluas Cakupan makna sekarang lebih luas dari makna yang dulu. perempuan  wanita bini  istri. pelicin. menumbangkan. pendeta. mengocok. saudara. bau 5) Asosiasi Makna yang timbul karena persamaan sifat. anak. tokek . sarjana. bapak.2) Perkembangan sosial budaya 3) Perkembangan pemakaian kata 4) Pertukaran tanggapan indra Jenis Perubahan Makna 1) Amelioratif Makna sekarang dirasakan lebih baik atau lebih tinggi dari makna sebelumnya. ibu. ucapannya manis 7) Apelativa Penyebutan sesuatu berdasarkan: (1) Onomatope (tiruan bunyi) : cecak. putri 4) Menyempit Cakupan makna sekarang lebih sempit dibanding makna sebelumnya. berlayar. Kata-katanya kasar. nyonya 2) Peyoratif Makna sekarang dirasakan kurang baik dibanding makna sebelumnya.

suku kata. . e) Repetisi Perulangan bunyi. dan semua desa di seluruh Indonesia. Mereka sudah kehilangan banyak dari harta bendanya. lampu Philips (4) Tempat : dodol Garut (5) Bahan : kain sutera. b) Antiklimaks Kalimat yang berstruktur mengendur. kecamatan. kau dan aku menjadi seteru. sekali lagi bekerja untuk mengejar semua ketinggalan kita. kota provinsi. Contoh: Kesengsaraan membuahkan kesabaran. d) Antitesis Mengandung gagasan yang bertentangan dengan menggunakan kata atau kelompok kata yang berlawanan. urutan pikirannya semakin meningkat.(2) Perbuatan : kuli tinta (wartawan) (3) Penemu : ikan mujair. karong goni (6) Sifat menonjol : si cebol Gaya Bahasa Berdasarkan Struktur Kalimat a) Klimaks (gradasi) Diurutkan secara periodik. aku menuding kau. kabupaten. dan pengalaman membuahkan harapan. atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam konteks sosial yang sesuai. Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. Pembangunan telah dilancarkan serentak di Ibu Kota. tetapi mereka juga telah banyak memperoleh keuntungan daripadanya. (2) Tautotes (repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi): Kau menuding aku. diurutkan dari yang penting menuju yang kurang penting. kata. kesabaran membuahkan pengalaman. bekerja. tetapi juga harus diberantas. c) Paralelisme Berusaha mencapai kesejajaran dalam pemakaian kata atau frase-frase yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama. (1) Epizeuksis (repetisi yang bersifat langsung) : Kita harus bekerja.

dalam aku ada hati Dalam hati: ah tak apa jua yang ada Dalam syair ada kata. Udara yang kauhirupi adalah puisi. (8) Anadiplosis Kata atau frase terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat berikutnya. ya malam.(3) Anafora (perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat berikutnya): Bahasa baku berperan sebagai pemersatu dalam pembentukan masyarakat bahasa yang berbeda dialeknya. klausa atau kalimat. Laut yang kaulayari adalah puisi. apa yang harus kuberikan. dalam tiram ada mutiara Dalam mutiara: ah tak ada apa Dalam baju ada aku. dalam kata ada makna Dalam makna: mudah-mudahan ada Kau! Berdasarkan Langsung Tidaknya Makna . berceritalah Kuberikan setulusnya. aku bilang biarin Kamu bilang aku nggak punya kepribadian. Bahasa baku akan mengutangi perbedaan variasi dialek Indonesia secara geografis. aku bilang biarin (6) Mesodiplosis (repetisi di tengah baris atau beberapa kalimat berurutan) : Pegawai kecil jangan mencuri kertas karbon Babu-babu jangan mencuri tulang ayam goreng Para pembesar jangan mencuri bensin Para gadis jangan mencuri perawannya sendiri (7) Epanalepsis (pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris. (4) Epipora (perulangan kata pada akhir baris atau kalimat) : Bumi yang kaudiami adalah puisi. (5) Simploke (repetisi pada awal dan akhir baris secara berturut): Kamu bilang hidup ini brengsek. Dalam laut ada tiram. aku bilang biarin Kamu bilang hidup ini nggak punya arti. mengulang kata pertama): Kita gunakan pikiran dan perasaan kita Kami cintai perdamaian karena Tuhan Kami Berceritalah padaku.

frase. kata.1) Gaya Bahasa Retoris a) Aliterasi Perulangan konsonan yang sama : Takut titik lalu tumpah Keras-keras kerak kena air lembut juga b) Asonansi Perulangan bunyi vokal yang sama : Ini muka penuh luka siapa punya Kura-kura dalam perahu. seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa. Dan kesesakan. datanglah dan bebaskanlah kami dari belenggu penindasan ini. f) Asindeton Acuan yang bersifat padat di mana kata. kepedihan. maka sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa Anda pasti membiarkan Anda menipu diri sendiri. atau klausa yang berurutan dihubungkan dengan kata sambung: . pura-pura tidak tahu c) Anastrof atau inversi Pembalikan susunan kata yang biasa dalam kalimat: Pergilah ia meninggalkan kami. g) Polisendeton Kebalikan dari Asindeton. atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung. frase. Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa Saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah. keheranan kami melihat perangainya. tetapi tampaknya menyangkal. e) Apostrof Pengalihan amanat dari hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir. Jika saya tidak menyadari reputasimu dalam kejujuran. d) Apofasis atau Presterisio Menegaskan sesuatu. kesakitan. Hai kamu dewa-dewa yang ada di syurga.

l) Histeron Proteron Kebalikan dari suatu yang wajar. Anak Saudara memang tidak secepat anak-anak lain mengikuti pelajaran (bodoh). Semua kesabaran kami sudah hilang. j) Eufemisme Ungkapan yang lebih halus rasanya. i) Elipsis Menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi dan ditafsirkan oleh pembaca. Bila kata yang berlebihan dihilangkan artinya tetap utuh. sehingga struktur kalimatnya memenuhi pola yang berlaku. Jendela ini telah memberi sebuah kamar padamu untuk berteduh. baik frase atau klausa.Dan ke manakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan angin yang bakal merontokkan bulu-bulunya? h) Kiasmus Terdiri dari dua bagian. Darah yang merah itu melumuri seluruh tubuhnya. k) Litotes Menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Kereta melaju cepat didepan kuda yang menariknya. sampailah ia di tepi pantai yang luas dan pasirnya putih. Bila sudah berhasil mendaki karang terjal. Disebut juga dengan hiperbaton. disebut dengan Pleonasme. yang sifatnya berimbang. m) Pleonasme dan Tautologi Mempergunakan kata yang lebih banyak dari pada yang diperlukan untuk menyatakan satu pikiran atau gagasan. jika kata yang berlebihan itu mengulang kembali gagasan yang sudah disebut sebelumnya. tetapi psikis …. Disebut Tautologi. tetapi susunannya terbalik bila dibandingkan dengan frase atau klausa lainnya. dan dipertentangkan satu sama lain. Contoh: Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri. Contoh: . Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali. lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu. badanmu sehat. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak berarti bagimu. Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau tak apa-apa.

sudah lima kali. Ia telah beristirahat dengan damai (= mati) Jawaban bagi permintaan Saudara adalah tidak (= ditolak) o) Prolepsis atau Antisipasi Mepergunakan lebih dulu sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya. t) Paradoks . Fungsi dan sikap bahasa. Sudah empat kali saya mengunjungi daerah itu. kata yang berlebihan tersebut dapat diganti dengan satu kata saja. Kemarahanku menjadi-jadi hingga hampir-hampir meledak. sebenarnya hanya cocok untuk salah satu daripadanya. Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya. p) Erotesis atau Pertanyaan Retoris Tidak menghendaki jawaban. ah bukan. Dalam Zeugma kata yang dipakai untuk membawahi kedua kata berikutnya. n) Perifrasis Mirip dengan Pleonasme. tapi kemudian memperbaikinya. ia mengusir orang itu. hanya sekedar memperoleh efek yang mendalam. s) Hiperbol Mengandung pernyataan yang berlebihan. Herankah Saudara kalau harga-harga menjadi tinggi? q) Silepsis dan Zeugma Menggunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata lain yang sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata yang pertama. Globe itu bundar bentuknya. r) Koreksio atau Epanortosis Mula-mula menegaskan sesuatu. Almarhum pada waktu itu mengatakan bahwa ia tidak mengenal orang itu.00 waktu setempat. Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat. Dengan membelalakkan mata dan telinganya. Bedanya. dengan membesar-besarkan suatu hal.Ia tiba jam 20.

Fabel adalah suatu metafora berbentuk cerita mengenai dunia binatang dan makhluk tidak bernyawa yang bertindak seolah-olah seperti manusia. tanpa menggunakan kata pembanding. dengan menggunakan kata pembanding : seperti. Parabel. Tujuannya untuk menyampaikan ajaran moral atau budi pekerti. Musuh sering merupakan kawan yang baik. dan Fabel Alegori adalah cerita singkat yang mengandung kiasan. sebagai. Makna kiasan ditarik dari bawah permukaan cerita. serupa . atau mengandung pertentangan dengan menggunakan kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. Parabel (parabola) adalah kisah singkat dengan tokoh (biasanya) manusia yang selalu mengandung tema moral yang ada kaitannya dengan kitab suci. 2) Gaya Bahasa Kiasan a) Persamaan atau Simile Perbandingan yang bersifat eksplisit. Keramahtamahan yang bengis. langsung menyatakan sesuatu dengan hal lain. u) Oksimoron Menggabungkan kata-kata untuk mencapai efek yang bertentangan. . Ia mati kelaparan di tengah kekayaan yang berlimpah. Sifatnya lebih tajam dari Paradoks.Mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada. laksana. dan sebagainya. Untuk menjadi manis seseorang harus menjadi kasar. sama. Perahu itu menggergaji ombak Mobilnya batuk-batuk Pemuda adalah bunga bangsa c) Alegori. Kikirnya seperti kepiting batu Matanya seperti bintang timur b) Metafora Analagi yang membandingkan dua hal secara langsung dalam bentuk yang singkat. bagaikan. d) Personifikasi dan Prosopopeia Menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki sifat manusia.

Angin yang meraung di tengah malam itu menambah ketakutan kami. Bandung adalah Paris Jawa. atau peristiwa. Indonesia mengalahkan Malaysia di Final Piala Asia 4 – 3. tempat.(2) Totem pro parte. e) Alusi Mensugesti kesamaan antara orang. pertalian sebab-akibat. dan lain-lain. Biasanya merupakan referensi yang eksplisit atau implisit kepada peristiwa. tokoh. . atau karya sastra yang terkenal. Alusi sekurang-kurangnya memiliki syarat: (1) dikenal oleh pembaca (2) membuat gagasan menjadi lebih jelas f) Eponim Penggunaan nama untuk menunjukkan suatu sifat tertentu. i) Metonimia Menggunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain karena pertalian yang dekat. barangkali ia menyeka mimpimu. menyebut sebagian untuk maksud keseluruhan.000. Ia membeli sebuah Chevrolet. 1. Satu kepala dikenakan sumbangan Rp. Kulihat ada bulan di kotamu. Lonceng pagi  ayam jantan Putri malam  bulan Raja rimba  singa h) Sinekdoke (1) pars pro toto. mitologi. atau tempat dalam kehidupan nyata. pemilik barang. Hercules  kekuatan Helen dari Troya  kecantikan g) Epitet Acuan yang menunjukkan suatu sifat. baik berupa hasil penemuan. menyebut keseluruhan untuk maksud sebagian. Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya. lalu turun di bawah pohon jambu di depan rumahmu.

Sinisme. Sinisme adalah ironi yang lebih kasar sifatnya. Saya tahu Anda adalah gadis yang paling cantik di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat. Ia masih menuntut almarhumah maskawin dari Sinta putrinya (ia masih menuntut maskawin dari almarhumah…. n) Inuendo Sindiran dengan mengecilkan keadaan yang sebenarnya. Sarkasme lebih kasar lagi dari Ironi dan Sinisme. j) Antonomasia Pengunaan gelar resmi atau jabatan untuk menggantikan nama diri. Yang Mulia tidak dapat menghadiri pertemuan ini.) l) Ironi. semacam acuan yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Seminar itu dibuka oleh putra mahkota. Ia menjadi kaya raya karena sedikit melakukan komersialisasi jabatannya. bukan bantalnya). Ia berbaring di atas sebuah bantal yang gelisah (yang gelisah adalah manusianya. Memang Anda adalah gadis yang tercantik se antero jagad ini yang mampu menghancurkan seluruh isi jagad ini. Lihat si cantik itu (maksudnya: si jelek).Ialah yang menyebabkan air mata yang gugur. m) Satire Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Satire mengandung kritik mengenai kelemahan manusia.. Kelakuanmu memuakkanku. tampak tidak menyakitkan hati kalau dilihat sambil lalu. k) Hipalase Kebalikan dari suatu relasi alamiah antara dua komponen gagasan. dan Sarkasme Ironi adalah acuan untuk mengatakan sesuatu dengan maksud yang berlainan. Setiap kali ada pesta. o) Antifrasis . pasti ia akan sedikit mabuk karena terlalu kebanyakan minum.

Tanggal dua gigi saya tanggal dua. Engkau orang kaya. tetapi terdapat perbedaan besar dalam maknanya. Lihatlah. sang raksasa telah tiba (maksudnya si Cebol) p) Pun atau Paronomasia Kiasan yang menggunakan kemiripan bunyi. ya kaya monyet .Penggunaan sebuah kata dengan makna kebalikannya. yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri.

MENULIS
A. Kebahasaan Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Simbol bunyi yang digunakan bersifat arbitrer. Bahasa mencakup dua komponen: bentuk dan makna. Aspek bentuk terdiri atas unsur segmental dan unsur suprasegmental. Makna sebuah kata tergantung kepada konvensi masyarakat bahasa yang bersangkutan. Fungsi Bahasa : (1) untuk menyatakan ekspresi diri (2) alat komunikasi (3) alat untuk mengadakan interaksi dan adaptasi sosial (4) alat untuk melakukan kontrol sosial Bahasa sebagai medium komunikasi hanya akan efektif, jika penutur mempunyai kecakapan bahasa. Kecakapan itu adalah: (1) penguasaan terhadap perbendaharaan kata (2) penguasaan kaidah-kaidah sintaksis (3) kemampuan memilih gaya pengungkapan (4) penguasaan terhadap tingkat penalaran (logika) B. Kalimat Efektif Syarat-syarat kalimat efektif: (1) dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan penulis (2) mampu menimbulkan kembali gagasan pada pikiran pendengar Ciri-ciri kalimat efektif : (1) Hanya memiliki kesatuan gagasan Yang dimaksud dengan kesatuan gagasan adalah kalimat yang hanya mengandung satu ide pokok. Bila dua buah kalimat yang tidak mempunyai hubungan kesatuan gagasan dipadukan, maka akan rusaklah kesatuan pikiran kalimat itu. Secara praktis sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh subyek, predikat + objek. Kesatuan yang diwakili oleh S, P atau O itu dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan. Contoh: i) Kita menyadari bahwa KBK hanya akan berhasil jika didukung tenaga edukatif yang profesional, sistem administrasi kurikulum yang memadai, dan kelengkapan sarana pembelajaran yang cukup. (Kesatuan Tunggal) ii) Dia telah memesan Formulir SPMB pagi tadi, dan mulai mempersiapkan segala kelengkapan berkasnya. (Kesatuan Gabungan)

iii) Kamu boleh menyiapkan sendiri sarapanmu, atau pesan saja di kantin depan. (Kesatuan Pilihan). iv) Sudah dua tahun ia bekerja di perusahaan itu, tetapi sampai sekarang ia tidak merasa senang dengan pilihannya itu. (Kesatuan yang mengandung pertentangan). (2) Koheren Koheren artinya padu, ada hubungan yang timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Kesalahan yang paling sering merusak koherensi adalah penempatan kata depan, kata penghubung, dan keterangan aspek yang tidak sesuai. (3) Variatif Keanekaragaman bentuk bahasa diyakini dapat memelihara daya tarik sebuah teks. Variasi dapat dibentuk melalui : (ii) variasi sinonim kata (iii) variasi panjang pendeknya kalimat (iv) variasi penggunaan bentuk me- dan di(v) varisi posisi fungsi kata dalam kalimat (4) Paralelisme Paralelisme adalah upaya menempatkan gagasan-gagasan yang sama pentingnya dan sama fungsinya dalam suatu struktur/konstruksi gramatikal yang sama. Misalnya, bila salah satu gagasan ditempatkan sebagai kata benda, maka gagasan yang lain juga harus ditempatkan sebagai kata benda. Perhatikan contoh berikut : Apabila pelaksanaan pembanguna lima tahun kita jadikan titik tolak, maka menonjollah beberapa masalah pokok yang minta perhatian dan pemecahan. Reorganisasi administrasi departemen-departemen. Ini yang pertama. Masalah pokok yang lain yang menonjol ialah (mengentikan) pemborosan dan penyelewengan. Ketiga karena masalah pembanguna ekonomi yang kita jadikan titik tolak, maka kita juga ingin mengemukakan faktor lain. Yaitu bagaimana memobilisir potensi nasional secara maksimal dalam partisipasi pembangunan nasional (Kompas). Wacana di atas sebaiknya ditulis: Reorganisasi administrasi departemen, pengentian pemborosan dan penyelewengan, serta mobilisir potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata benda). Atau : Mengorganisir administrasi departemen, menghentikan pemborosan dan penyelewengan, serta memobilisasi potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata kerja). C. Penalaran atau Logika Penalaran adalah suatu proses berpikir yang berusaha untuk menghubungkan evidensi-evidensi menuju suatu kesimpulan yang masuk akal. Tulisan atau ujaran yang jelas, terarah dan sistematis menandakan cara berpikir yang logis. Penalaran dilakukan dengan :

a. Pemberian Definisi Definisi atau batasan merupakan kunci berpikir yang logis. Definisi dibuat untuk membentuk kesepakatan makna sebelum digunakan dalam proses semantis yang lain, sehingga tidak menimbulkan salah paham. Definisi dapat dilakukan dengan: 1) definisi sinonim kata (pembatasan pengertian) 2) definisi etimologi kata (asal-usul kata) 3) definisi logis (membedakan kata dengan genusnya, atau mengembalikan ke makna leksikalnya) b. Generalisasi Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam, berlaku pula untuk kebanyakan peristiwa atau hal yang sama. Misalnya, generalisasi berdasarkan pengalaman: 1) semua logam akan memuai jika dipanaskan, atau 2) minum kopi pada malam hari dapat menyebabkan sulit tidur Jenis-jenis Penalaran:

1. Deduksi
Penalaran ini adalah menari kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan umum yang dihubungkan dengan premis atau pernyataan umum. Penalaran Deduksi terdiri dari: a. Deduksi biasa Rumusnya adalah: P1  A = B P2  B = C KA=C Contoh: P1 : Pesawat terbang adalah kendaraan bermotor P2 : Kendaraan bermotor membutuhkan bahan bakar K : Pesawat terbang membutuhkan bahan bakar b. Silogisme Rumusnya : PU  Semua A = C PK  C = A

kesimpulannya juga bersifat negatif. karena itu. . yaitu silogisme yang kedua premisnya positif. P4 : Aluminium adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. P2 : Tembaga adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. yaitu silogisme yang :  PU atau PK tidak universal  Tidak terdapat PU. karena keduanya PK  PK berupa C = B 1. Generalisasi. yaitu silogisme yang salah satu premisnya bersifat negatif. Contoh : P1 : Besi adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. Penalaran ini dibedakan atas: a.  Sukarjo tidak boleh merokok karena Sukarjo penderita penyakit paru 4) Silogisme salah. Rumusnya : C = B karena C = A Contoh:  BJ Habibie pandai karena Habibie profesor. Induksi Penalaran atau penarika kesimpulan dari premis khusus menghasilkan kesimpulan yang bersifat umum. Contoh: PU  Semua profesor pandai (A = C) PK  Habibie adalah profesor (C = A) K  Habibie pandai (C = B) 2) Silogisme negatif. yaitu silogisme yang disingkat. P3 : Seng adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. PU  Semua penderita penyakit paru-paru tidak boleh merokok PK  Sukarjo penderita penyakit paru-paru (C = A) K  Sukarjo tidak boleh merokok (C = B) 3) Entimen.KC=B Silogisme dibedakan atas : 1) Silogisme positif. yaitu penarikan kesimpulan dari beberapa premis khusus. tidak mengandung kata-kata ingkar seperti tidak dan bukan.

kemudian ditegaskan lagi pada bagian akhir. tingkat ekonomi. Sebab – akibat Sebab : Adik sakit Akibat : Adik tidak pergi sekolah Kesimpulan : Orang sakit tidak pergi sekolah d. kalimat pokok terletak pada bagian akhir paragraf. suhu. Dari persamaan sifat itu dapat ditarik kesimpulan K : Apa yang terjadi di kota A. .K : Semua logam akan memuai jika dipanaskan b. 3) Campuran Kalimat pokok terletak di awal paragraf. kemudian disusul uraian yang terperinci. Jadi. c. Sebuah paragraf sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat: c) Hanya mengandung satu pikiran utama. d) Kesatuan (Unity): Semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal. e) Pikiran utama didukung oleh beberapa pikiran penjelas. kemudian ditutup dengan kesimpulan. satu tema tertentu. Misalnya: persamaan sosial budaya. 2) Induktif Paragraf dimulai dengan uraian atau argumentasi. akan terjadi di kota B. Jenis-jenis paragraf 1) Deduktif Kalimat pokok terletak pada awal paragraf. yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan sifat. Analaogi. dan jumlah penduduk. f) Koherensi: Kekompokan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea itu g) Harmonis secara semantis dan gramatis. Paragraf Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat yang terdiri dari himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Contoh: Kota A dan Kota B mempunyai banyak persamaan. Akibat – sebab Akibat : Adik kurus Sebab : Adik cacingan Kesimpulan : Orang yang cacingan badannya kurus D.

Tujuannya untuk membandingkan suatu hal yang kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal umum. karena tersirat dalam keseluruhan kalimat yang membentuk paragraf itu. Bentuknya mentereng dan sebagian . yaitu traktor yang menggunakan roda rantai. Misalnya wacana berbentuk deskripsi dan narasi. Hubungan perbandingan menonjolkan kesamaannya. bukan untuk membuktikan pendapat. Di bawahnya kedengaran sebentar-sebentar sapi mendengus.4) Narasi-Deskriptif Tidak terdapat kalimat kalimat khusus yang menjadi kalimat topik. Misalnya: Awan dari ledakan bom itu. membentuk suatu cendawan raksasa. sekedar sebagai ilustrasi. Contoh: Hasil teknologi Barat. Misalnya. Contoh yang dipilih terutama yang berkaitan dengan pengalaman pribadi. Contoh : Bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. 3) Perbandingan dan Pertentangan Hubungan perbandingan dan pertentangan adalah suatu cara menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua hal atau objek yang bertolak dari segi tertentu. vitamin C. 5) Pemberian contoh Untuk mengkonkritkan hal yang bersifat abstrak dilakukan dengan pemberian contoh. Ford kemudian mengembangkan traktor untuk pengelolaan pertanian. ada traktor yang dijalankan dengan sistem uap. di kakinya tegak pondok. Misalnya: Di antara daun kayu tampak kepada mereka tebing itu turun ke bawah. Pola Pengembangan Paragraf 1) Klimaks dan Anti-klimaks Pengembangan Klimaks dimulai dengan memperinci satu gagasan awal menuju ke gagasan lain yang lebih tinggi kedudukannya. Perusahaan Caterpillar kemudian merancang traktor yang bentuknya seperti tank. Dengan mengetahui sifat kelarutan tersebut. Indonesia pernah mengimpor gerbong-gerbong kereta api dari Perancis. sedangkan vitamin A dan E tidak larut dalam air. sedangkan hubungan pertentangan menonjolkan perbedaannya. ketiganya sunyi. 4) Analogi Analogi adalah perbandingan yang sistematis antara dua hal yang berbeda. sunyi-mati. Jepang yang tidak mau kalah dengan menciptakan padi traktor yang bentuk dan fungsinya semakin berkembang. dan vitamin E. Contoh : Vitamin yang ditambahkan pada sabun mandi umumnya vitamin A. agaknya sukar dipahami bagaimana vitamin-vitamin yang disebutkan itu—yang dikandung dalam sabun— sempat terserap oleh kulit. Di keliling pondok itu tertegak pedati. vitamin C larut dalam air. tetapi larut dalam lemak. Pengembangan seperti ini disebut juga pengembangan urutan ruang. tidak serta merta sesuai untuk bumi Timur. Dari celah dinding pondok keluar cahaya yang kuning merah. tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari keduanya. Digunakan sekedar untuk menjelaskan maksud. Seperti diketahui. Di masa kejayaan mesin uap. 2) Sudut pandang Sudut pandang adalah posisi seorang pengarang dalam melihat sesuatu.

8) Klasifikasi Klasifikasi adalah proses mengelompokkan hal-hal yang dianggap mempunyai kesamaan tertentu. sehingga pembaca dapat memahaminya dengan jelas. terjadilah G30S. menunggu lintasannya sama dengan Gemini 6 yang akan diluncurkan. Prinsip mengutip adalah: 1) Jangan mengadakan perubahan 2) Bila terdapat kesalahan (baik dalam ejaan maupun ketatabahasaan). 6) Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan untuk menciptakan sesuatu. Contoh: Dalam tekanan mental yang demikian hebat. pengukuran jarak. Lahirlah angkatan baru yang berjuang atas dorongan hati nurani. dan untuk rakyat. Akibatnya. Misalnya: Demokrasi biasanya diterjemahkan sebagai kedaulatan rakyat. Contoh: Gemini 7 sudah berhari-hari berada dalam peredarannya. Suara hati yang tertindas. dagang. Gemini 6 menghidupkan roketnya untuk menghapuskan pengaruh hambatan udara.dilengkapi dengan AC. penulis tidak boleh memperbaikinya. dilakukan koreksi arah supaya bidang yang dilintasi keduanya lebih tepat sama. mentalitas dalam arti cara berpikir. yang diartikan sebagai pemerintahan oleh rakyat. atau Melayu dalam. Tahap demi tahap proses diurutkan secara kronologis. Tidak juga dapat dikelompokkan atas bahasa Melayu bangsawan. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari orang lain. Dapat juga sebaliknya. Kutipan terdiri dari kutipan langsung dan kutipan tidak langsung (kutipan isi). akhirnya bertemulah dengan Gemini 7. Padahal gerbong itu hanya digunakan untuk mengangkut para petani dari dusun ke kota. Ternyata publik Indonesia belum cukup dewasa untuk mempergunakan gerbong-gerbong itu dengan semestinya. Setelah satu kali putaran. Gemini 6 menyusul Gemini 7 sedikit demi sedikit. akibat sebagai perinciannya. Demokrasi dalam arti ini hanya menggambarkan suatu segi. Sementara itu. . bersikap dan berbuat. dan percepatan. membersit ke luar dan menjadi banjir besar menentang sendi-sendi lama. 7) Sebab akibat Sebab bertindak sebagai gagasan utama. A. 9) Pemberian Definisi Luas Pemberian Definisi Luas adalah usaha penulis untuk memberikan keterangan terhadap suatu istilah atau hal melalui rangkaian kalimat yang membentuk sebuah alinea. Contoh: Bahasa Melayu tidak cukup dibagi atas bahasa Melayu tinggi dan bahasa Melayu rendah. Juga tak cukup dibagi atas bahasa Melayu buku dan bahasa percakapan. terjadi kegoncangan hebat dalam sendi-sendi kehidupan. Bahasa Melayu percakapan pun banyak juga jenisnya. dari rakyat. Dengan berkali-kali mengadakan pembentukan arah. sedangkan demokrasi dalam arti yang sebenarnya mempunyai makna yang lebih luas. Demokrasi pada hakekatnya berupa suatu mentalitas untuk membina suatu kehidupan dalam masyarakat.

Cara mengutip: a) Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris : (1) kutipan diintegrasikan langsung dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) bagian kutipan diapit dengan tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. Catatan kaki (footnote) berfungsi untuk: (1) menyusun pembuktian. Catatan Kaki Catatan kaki adalah keterangan tambahan dari teks yang ditempatkan pada kaki halaman teks. atau dapat juga menggunakan tanda asterik (*) yang ditempatkan satu spasi di atas baris teks. Jika bagian yang dihilangkan terdiri dari satu alinea atau lebih. tahun terbit dan nomor halaman. c) Kutipan tak langsung : (1) diintegrasikan dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) tidak diapit tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. tahun terbit dan nomor halaman. (5) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. dinyatakan dengan titik berspasi sepanjang satu baris halaman. Bila bagian itu dimulai dengan paragraf baru. Penghilangan bagian kutipan ditandai dengan tiga titik berspasi. Jika unsur yang dihilangkan terdapat pada akhir kalimat. B.5 spasi (2) jarak antara baris satu spasi (3) boleh tidak diapit tanda kutip (4) seluruh bagian kutipan dimasukkan 5 – 7 ketukan. baris pertama juga dimasukkan 5 – 7 ketukan. Bila menggunakan tanda kutip. dapat dihilangkan sepanjang tidak mengakibatkan perubahan makna.3) Bagian yang dianggap tidak penting. ditambahkan satu titik lagi. Penempatan pada catatan kaki bertujuan untuk memelihara kepaduan paragraf. bagian titik tersebut dimasukkan dalam bagian tanda kutip. b) Kutipan langsung lebih dari empat baris : (1) kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2. Hubungan teks dengan catatan kaki ditunjukkan melalui nomor penunjukkan berurut. tahun terbit dan nomor halaman. mengkaitkan dengan kebenaran yang dibuat oleh penulis lain (2) menyatakan utang budi (atas kebenaran yang dipinjam dari orang lain) .

Selebihnya sama dengan sebelumnya. (5) buku yang lebih dari satu jilid keterangan tentang nomor jilid ditempatkan dalam kurung sebelum tempat terbit. D. (2) referensi kepada buku dengan dua atau tiga pengarang Nama penerbit dimasukkan. Antara nama penerbit dan tempat diberi titik dua. hal. Hardjito. 1999). An Introduction to Descriptive Linguistics (rev. nomor halaman dengan angka Arab. nomor jilid dengan angka Romawi. yang lain diganti dengan at al. 1964). baik yang sudah disebutkan maupun yang belum disebutkan Cara membuat catatan kaki: (1) referensi kepada buku dengan seorang pengarang : (a) nama pengarang ditulis lengkap. antara judul buku dengan dan data publikasi tidak ada titik atau koma (c) tempat dan tahun terbit ditempatkan dalam tanda kurung. 82 – 84. 21. Contoh: _____ 6 H. dengan judul buku diberi tanda koma. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Depdikbud. Contoh: ________ 3 Alton Moris. bukan titik sebagaimana daftar pustaka. hal.A. et al. antara nama dengan et al. dan antara et al. 62.(3) menyampaikan keterangan tambahan untuk memperkuat uraian di luar persoalan yang diperkenankan oleh laju teks. antara tempat terbit dan keterangan diberi tanda titik koma. Ibrahim. Warisan Leluhur Sastra Lama dan Aksara Batak (Jakarta. nama penerbit tidak disertakan Contoh: _________ 12 Uli Kozok. hal. 1961). Contoh: . Gleason. (3) referensi kepada buku dengan banyak pengarang Hanya nama pengarang pertama yang disebut. (4) merujuk bagian lain dari teks. tidak dibalik (b) antara nama pengarang dan judul menggunakan tanda koma. hal. College English (New York.. Contoh: _______ 7 R. 1984). (4) referensi kepada buku dengan edisi yang mengalami perbuahan keterangan tentang edisi ulang atau edisi revisi diletakkan dalam kurung sebelum tempat terbit.ed.. New York. 75.

_____
2

A.H. Lightstone, Concepts of Calculus (Vol. I; New York: Harper & Row, 1966), hal 75.

(6) sebuah edisi dengan beberapa orang pengarang _______
5

Mursal Esten, ed., Kritik Sastra (Bandung, 1988), hal. 18 – 21.

(7) buku terjemahan Pengarang asli ditempatkan di depan, penerjemah ditempatkan setelah judul buku, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh: ______
3

Multatuli, Max Havelaar, terj. H.B. Jassin (Djakarta, 1972), hal. 51.

(8) artikel dalam anotologi Judul artikel dan judul buku dicantumkan, juga nama penulis dan editornya. Contoh: ______
8

Rizanur Gani, “Sastra Kontekstual,” Kritik Satra, ed. Mursal Esten (Bandung, 1988), hal. 7.

(9) artikel dalam majalah Nomor jilid ditempatkan sesudah nama majalah. Contoh: _____
14

Ny. H. Soebadio, “Penggunaan Sansekerta dalam Pembentukan Istilah Baru,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I (April, 1963), hal. 47 – 49. (10) artikel dalam harian Bila nama pengarang jelas, dimulai dengan nama penulis artikel itu. Jika tidak, cukup diisi dengan nama rubrik dalam harian itu. Contoh:
21

Mangunwijaya, “Sastra Pembebasan,” Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

Atau :
21

Tajuk Rencana dalam Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

C. Daftar Pustaka 1. Dengan seorang pengarang Keraf, Gorys. 1999. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. 2. Dengan dua atau tiga pengarang

Oliver, Robert T., and Rupert Cortright. 1958. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc. 3. Dengan banyak pengarang Sidarta, Myra D., et al. 1984. Feminisme dalam Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 4. Edisi yang mengalami perubahan Gleason, H.A. 1961. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev.ed. New York: Winston. 5. Lebih dari satu jilid Hakim, Lukman. 1982. Matematika. Jil. 2. Jakarta: Djambatan. 6. Edisi karya beberapa orang pengarang Esten, Mursal, ed. 1988. Kritik Sastra. Bandung: Angkasa. 7. Artikel dalam majalah Kridalaksana, Harimurti. “Leksikostatistik Bahasa Nusantara,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I: 323, April, 1963. 8. Terjemahan Multatuli. 1972. Max Havelaar, terj. H.B. Jassin. Jakarta: Djambatan. D. Sistematika Karya Ilmiah E. D

MODUL BAHASA INDONESIA STIE MATERI 2

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakat dituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia

yang baik dan benar. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.

Tujuan a. Mahasiswa/i mampu menerapakan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia b. Mahasiswa/i memahami Perkembangan Ejaan c. Mahasiswa/i memahami pengertian dan Ruang Lingkup Ejaan Yang

Disempurnakan

Masa lalu sebagai bahasa Melayu
Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua

franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 Masehi diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Lima prasasti kuna yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu menggunakan bahasa Melayu yang bertaburan kata-kata pinjaman dari bahasa Sanskerta, suatu bahasa Indo-Eropa dari cabang Indo-Iran. Jangkauan penggunaan bahasa ini diketahui cukup luas, karena ditemukan pula dokumen-dokumen dari abad berikutnya di Pulau Jawa[10] dan Pulau Luzon.[11] Katakata seperti samudra, istri, raja, putra, kepala, kawin, dankaca masuk pada periode hingga abad ke-15 Masehi. Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bahasa Melayu Klasik (classical Malay atau medieval Malay). Bentuk ini dipakai oleh Kesultanan Melaka, yang perkembangannya kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan disekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya.

Laporan Portugis, misalnya oleh Tome Pires, menyebutkan adanya bahasa yang dipahami oleh semua pedagang di wilayah Sumatera dan Jawa. Magellan dilaporkan memiliki budak dari Nusantara yang menjadi juru bahasa di wilayah itu. Ciri paling menonjol dalam ragam sejarah ini adalah mulai masuknya kata-kata pinjaman dari bahasa Arab dan bahasa Parsi, sebagai akibat dari penyebaran agama Islam yang mulai masuk sejak abad ke-12. Kata-kata bahasa Arab seperti masjid, kalbu, kitab, kursi, selamat, dan kertas, serta kata-kata Parsi

dan Kupang. cambuk. Varian yang terakhir ini malah dipakai sebagai bahasa pengantar bagi beberapa surat kabar pertama berbahasa Melayu (sejak akhir abad ke-19). Kata-kata seperti asbak. akibat kontak di antara mereka yang mulai intensif di bawah penjajahan Belanda. tahu. bola. dan cukong. . sabun. karena memiliki kaidah dan dokumentasi kata yang terdefinisi dengan jelas. seperti gereja. bahasa Tionghoa. tauge. kulkas.[12] Luasnya penggunaan bahasa Melayu ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal.seperti anggur. polisi. loteng. bolu. saudagar. diikuti oleh Belanda. Bahasa perdagangan menggunakan bahasa Melayu di berbagai pelabuhan Nusantara bercampur dengan bahasa Portugis. knalpot. Kedatangan pedagang Portugis. kata-kata Tionghoa yang masuk biasanya berkaitan dengan perniagaan dan keperluan sehari-hari. kegiatan resmi (misalnya dalam upacara dan kemiliteran). dan tembakau masuk pada periode ini. meja. Bahasa Portugis banyak memperkaya kata-kata untuk kebiasaan Eropa dalam kehidupan sehari-hari. sama tinggi dengan bahasa-bahasa internasional di masa itu. Jan Huyghen van Linschoten pada abad ke-17 dan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 menyatakan bahwa bahasa orang Melayu/Melaka dianggap sebagai bahasa yang paling penting di "dunia timur". dan stempel adalah pinjaman dari bahasa ini. tamasya. Sudah dapat diduga. dan teknologi hingga awal abad ke-20. Terobosan penting terjadi ketika pada pertengahan abad ke-19 Raja Ali Haji dari istana Riau-Johor (pecahan Kesultanan Melaka) menulis kamus ekabahasa untuk bahasa Melayu. maupun bahasa setempat. Terjadi proses pidginisasi di beberapa kota pelabuhan di kawasan timur Nusantara. Bahasa Belanda terutama banyak memberi pengayaan di bidang administrasi. Bahasa yang dipakai pendatang dari Cina juga lambat laun dipakai oleh penutur bahasa Melayu. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang full-fledged. Orang-orang Tionghoa di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu pidgin.[13] Varian-varian lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti bahasa. Ambon. Terdapat pula bahasa Melayu Tionghoa di Batavia. Spanyol. dewan. teko. misalnya di Manado. sepatu. tauke. Proses penyerapan dari bahasa Arab terus berlangsung hingga sekarang. dan Inggris meningkatkan informasi dan mengubah kebiasaan masyarakat pengguna bahasa Melayu. dan jendela. seperti pisau.

Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai.dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya. Awalan di. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi. sajang. pa’. 4. dsb. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu: 1. Ejaan Melindo (Melayu Indonesia) Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. umur. dsb. tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua atau ketiga. 3. Tanda diakritik. untuk menuliskan katakata ma’moer. dsb. diurungkanlah peresmian ejaan ini.Hingga akhir abad ke-19 dapat dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yang kolokial dan tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar. rakjat. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) . ’akal. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai lingua franca. 2. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2. 2. itu. Kata-kata pinjaman. dsb. oemoer. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru. Ciri-ciri ejaan ini yaitu: 1. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. 4. Karena perkembangan politik selama tahuntahun berikutnya. itoe. Ejaan van Ophuijsen Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. ke-barat2-an. ta’. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang. ber-jalan2. pajah. dsb. 3. pak. seperti koma ain dan tanda trema. Ejaan Republik Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya.

Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. 2. yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas. ejaan dua bahasa serumpun. 57. seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia. Dengan EYD. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad. Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat). semakin dibakukan. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No.[17] . Tahun 1972. seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan. yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka.Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. penuntun memelihara kesehatan. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel. Perubahan: Indonesia Malaysia (pra-1972) (pra-1972) Tj Dj Ch Nj Sj J oe* ch J kh ny sh y u Sejak 1972 c j kh ny sy y u Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia 1. buku-buku penuntun bercocok tanam.

4. Soeharto. 57 tahun 1972. Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya. Presiden Republik Indonesia. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara. 10. meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 11. Tanggal 16 Agustus 1972 H. Tanggal 21-26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. 5. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu. Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945. 7. Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Tanggal 28 Oktober s. Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana. dapat tercapai semaksimal mungkin. . 13.d 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.d 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara). Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara. 6. Tanggal 28 Oktober s. 12. Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia. M. 8. 9.3. pertumbuhan. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan.

Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang disempurnakan (EYD). India. Italia. Rusia. 15. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia. Hongkong. terutama dalam bahasa tulis.14. Jerman. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia. 16. Jerman. Malaysia. Jakarta. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa. Tanggal 28 Oktober s. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan. Singapura. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf. Ibarat sedang mengemudi kendaraan. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa. sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi.1 Pengertian Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf. Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna.Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara. EYD mulai diberlakukan pada tanggal 16 Agustus 1972. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Kongres itu Darussalam. Brunei Darussalam. yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. suku kata. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk. Singapura. dan Australia. Kata. serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia. Korea Selatan. terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. 2. Jepang. Ejaan ketiga dalam sejarah bahasa Indonesia ini memang merupakan upaya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama dua puluh lima tahun yang dikenal dengan Ejaan Republik atau Ejaan . Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia. Jika para pengemudi mematuhi rambu-rambu yang ada. Belanda. atau kata. dan tanda baca sebagai sarananya. dan Amerika Serikat.d 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta.d 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Tanggal 28 Oktober s.

(4) penulisan unsur serapan. diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu.Soewandi (Menteri PP dan K Republik Indonesia pada saat Ejaan itu diresmikan pada tahun 1947). dan baru diganti setelah dua tahun Indonesia merdeka. lebih lama dari Ejaan Republik. dan -nya kata depan di. -kau. Ejaan pertama bahasa Indonesia adalah Ejaan van Ophuijsen (nama seorang guru besar belanda yang juga pemerhati bahasa). ke. (3) penulisan kata. 1) Pemakaian huruf membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa.2 Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. yaitu (1) pemakaian huruf. Ejaan van Ophuijsen dipakai selama 46 tahun. (2) penulisan huruf. -mu. dan dari kata si dan sang partikel singkatan dan akronim . dan (5) pemakaian tanda baca. yaitu : Huruf Abjad Huruf Vokal Huruf Konsonan Huruf Diftong Gabungan Huruf Konsonan Pemenggalan Kata 2) Penulisan huruf membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi : Huruf capital atau Huruf besar Huruf miring 3) : Penulisan kata membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa kata dasar kata turunan bentuk ulang gabungan kata kata ganti –ku. 2.

Nama tiap huruf disertakan disebelahnya.) Tanda titik dua (:) Tanda hubung (-) Tanda pisah (--) Tanda ellipsis (…) Tanda tanya (?) Tanda seru (!) Tanda kurung ((…)) Tanda kurung siku ([ ]) Tanda petik ganda (“…”) Tanda petik tunggal („…‟) Tanda garis miring (/) Tanda penyingkat atau Apostrof („) 1. 5) Pemakaian tanda baca (pugtuasi) membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan.angka dan lambang bilangan. terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing. Huruf Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Nama A Be Ce De E Ef Ge Ha Huruf Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Nama Je Ka El Em En O Pe Ki Huruf Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz Nama Es Te U Fe We Eks Ye Zet . Huruf Abjad Abjad bahasa Indonesia menggunakan 26 huruf berikut. Tanda baca itu adalah : Tanda titik (. 4) Penulisan unsur serapan membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan.) Tanda koma (. Pemakaian Huruf a.) Tanda titik koma (.

p. x. y. d. t. Huruf Konsonan B C D F G H J K L M N Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami lekas maka nama Di Tengah sebut kaca ada kafir tiga saham manja paksa alas kami anak Di Akhir adab abad maaf balig tuah mikraj sesak kesal diam daun . m. w. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Di Awal A e* api enak emas I O U itu oleh ulang Di Tengah padi petak kena simpan kota bumi Di Akhir lusa sore tipe murni radio ibu c. s. f. dan z. l. r.Ii b. j. c. q. v. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. yaitu A. Huruf Vokal i Rr Er Huruf yang melambangkan vocal terdiri atas lima huruf vokal (v). dan O. I. h. U. k. E. n. g.

ng. Huruf Diftong Didalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. Gabungan Huruf Konsonan Kh Ng Ny Sy Di Awal khusus ngilu nyata syarat Contoh Pemakaian dalam Kata Di Tengah akhir bangun hanyut isyarat Di Akhir tarikh senang arasy f. ny dan sy. Gabungan Huruf Konsonan Didalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. Pemenggalan Kata 1. yaitu kh. au dan oi. Pemenggalan Kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut : . Huruf Diftong Ai Au Oi Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal ain aula Di Tengah syaitan saudara boikot Di Akhir pandai harimau amboi e.P q** R S T V W x** Y Z pasang quran raih sampai tali varia wanita xenon yakin zani apa furqan bara asli mata lava hawa payung lazim siap putar lemas rapat juz d.

termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. au. Misalnya : ma-in. Ap-ril. sa-at. Bab V. swas-ta. Pada kata yang berimbuhan sisipan. de-ngan. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Misalnya : ba-pak. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. ben-trok. Jika ditengah kata ada vokal yang berurutan. di antara dua buah huruf vokal. Misalnya : man-di. bu-ah. pergi-lah catatan : a. dapat dipenggal pada pergantian baris. mu-ta-khir. misalnya : Makan-an. ke-nyang. ayat 1 ) c. la-wan. makhluk 8) Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. mem-bantu. som-bong. misalnya : te-lun-juk. bang-krut. si-nam-bung. bang-sa.a. (lihat juga keterangan tentang tanda hubung. in-fra. ul-tra. pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. ikh-las 2. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan. pasal E. Misalnya : au-la sau-da-ra am-boi bukan bukan bukan a-u-la sa-u-da-r-a am-bo-i 6) Jika di tengah kata ada huruf konsonan. Huruf diftong ai. cap-lok. 7) Jika ditengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. me-rasa-kan. Akhiran-i tidak dipenggal. Misalnya : in-stru-men. b. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan diantara kedua huruf itu. ba-rang. termasuk gabungan huruf konsonan. ge-li-gi . su-lit.

2. Alex. sungai. gunung. Penulisan Huruf a. kecuali jika ada pertimbangan khusus yang menyangkut segi adat. Contoh pemakaian dengan pertimbangan khusus : Pamanku dosen Institut Agama Islam Banten. Misalnya . hukum. Untuk penggunaan huruf x berlaku ketentuan khusus sebagai berikut. misalnya : bio-grafi. dan lambang dalam matematika. Mexico. lembaga. Texas (nama diri) Xenon. lambang huruf yang dipakai adalah x. (1) Untuk penulisan nama diri. xantat (nama unsur kimia) (2) Untuk penulisan kata-kata biasa yang bukan nama diri. Huruf Kapital atau Huruf Besar . Contoh pemakaian biasa : Rumahnya di Jalan Pajajaran No. bi-o-gra-fi.1b. Serang Perkumpulan Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908. Jika suatu kata terdiri dari atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. tempat. pemenggalan dapat dilakukan dengan: (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a.1c dan 1d di atas. lambang huruf yang dipakai adalah ks. fo-to-gra-fi Nama Diri Cara penulisan nama diri (nama orang. Ia berkantor di Jalan Budi Utomo. unsur kimia. istilah ilmu pengetahuan.5. jalan.3. dan nama lainnya) harus mengikuti EYD. oto-grafi. atau sejarah.

dan kitab suci. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat. Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. Kepada-Mulah. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda. Misalnya : “KapanBapak berangkat?” tanya Harto. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. TuhanYesus. termasuk kata ganti untuk Tuhan.Dik!” kata ucok. Misalnya : “Ibu bertanya” “Kapan Anton pergi” 3. ibu. saudara. adik. Sang Pencipta. Misalnya : Selain buku juga penggaris yang dijual Dia hendak ke Sumatera 2. Huruf Miring . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya : Allah.dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. kakak. Yang Maha Agung 4. MahaKuasa . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan. Adik bertanya “itu apa. b. Misalnya : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. “Silakan duduk. 6.1. 5 . nama agama.

Misalnya : Ibu percaya bahwa engkau tahu. 2. penetapan. kata. bagian kata. surat kabar Suara Karya. 3. Misalnya : Bergerigi. Buku itu sangat tebal. Misalnya : Huruf pertama kata abad ialah a. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. tetapi ditipu. Kata Turunan 1) Imbuhan (awalan. 3. Kata dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. . dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. menengok. b. Kantor pajak penuh sesak. Misalnya : majalah Bahasa dan Kesastraan. majalah.1. Politik divine et impera pernah merajalela di negeri ini. Penulisan Kata a. Dia bukan menipu. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. mempermainkan. buku Negarakertagama karangan Pranpanca. Misalnya : Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. dikelola. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. sisipan. atau kelompok kata.

Bentuk Ulang dan Kata Ulang Bentuk ulang dan kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan kata tanda hubung. lipat gandakan 3) jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. d. tanda tangani Berlipat ganda. meja tulis. laba-laba.2) Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. gabungan kata itu ditulis serangkai. mata kuliah. unsur-unsurnya ditulis terpisah. terima kasih. Misalnya : Anak-anak. huru-hara. gerak-gerik. Misalnya : menggarisbawahi dilipatgandakan menyebarluaskan penghancurleburan 4) Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. kupu-kupu. Gabungan Kata Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. berjalan-jalan. buku-buku. Kata Ganti ku. beritahukan Bertanda tangan. rumah sakit. ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. dibesar. mu. dannya Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk sigkat dari kata aku dan engkau. e. Misalnya : duta besar. termasuk istilah khusus. kau. lauk-pauk.awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahului.besarkan. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. biri-biri. . Misalnya : Diberi tahu. orang tua. kerja sama. kereta api cepat. Misalnya : adipati telepon mahasiswa swadaya pancasila tritunggal c.

Kata Depan di. kamu = sepeda kamu mu = sepedamu aku = rumah aku ku = rumahku Kata ganti nya selalu ditulis dengan kata yang mendahului. boleh kaubaca buku itu. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. f. kuambil engkau = engkau bawa. kauambil Misalnya : Bolehkah aku ambil jeruk ini satu ? Kalau mau. Misalnya : Saya sudah makan di restoran. Kata ganti ku dan mu sebagai bentuk singkat dari aku dan kamu. ke. nya = bukunya Misalnya : Bolehkah aku pakai sepeda kamu sebentar? Sepedamu lebih kokoh dari sepedaku. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. engkau ambil kau = kaubawa.aku = aku bawa. Misalnya : . Ibuku sedang ke luar kota.kepada dan daripada . ke. boleh engkau baca buku itu. perhatikan penulisan berikut ini. kecuali didalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti. Bolehkah kuambil jeruk ini satu? Kalau mau. Ia pantas tampil ke depan g. Akan tetapi. dan dari Kata depan di. aku ambil ku = kubawa. ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Misalnya : Muh. atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Apakah yang tersirat dalam surat itu? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Partikel Partikel –lah. sapaan. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. Kar Sarjana ekonomi Bapak Saudara Sarjana karawitan 2. 1. E. Yamin Suman S. nama gelar. i. Misalnya : Bacalah buku itu baik-baik. badan atau organisasi. Singkatan dan Akronim I. Bpk. jabatan. S. Singkatan Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya : Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. Singkatan nama orang. Misalnya : . 1. adik pun ingin pergi.Harimau itu marah sekali kepada sang kancil. -kah. S. Sdr. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Jika ayah pergi. h.

singkatan satuan ukuran. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Misalnya : Dll. Lambing kimia. Akronim Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal.n. takaran. Misalnya : Cu Kg kuprum kilogram II. dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya : ABRI LAN Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara 2. Yth. Misalnya : Akabri Iwapi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia . Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. gabungan suku kata. 1.DPR PGRI KTP Dewan Perwakilan Rakyat Persatuan Guru Republik Indonesia Kartu Tanda Penduduk 3. a. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.p. u. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf capital. Dan lain-lain Yang terhormat atas nama untuk perhatian 4. timbangan.

1.000). M (1. Angka dan Lambang Bilangan Angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan atau nomor. L (50). C (100). IV. Misalnya : pemilu tilang pemilihan umum bukti pelanggaran j. D (500). 1. Bilangan pecahan Misalnya : Setengah Satu persen ½ 1% 3. 2. Penulisan lambing bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut. Angka Arab : 0. 3. 7. IX. Misalnya : Paku Buwono X Paku Buwono ke-10 Paku Buwono kesepuluh Bab II Bab ke-2 Bab kedua Penulisan lambing bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut. III. V (5. X.000). Bilangan utuh Misalnya : Dua belas Dua ratus dua puluh dua 12 222 b. Didalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. 2. II.000). VII.000. 4. M (1. suku kata. VI. . V. a.3. VIII. Misalnya : 4. 5. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. 6. 8. Penulisan lambing bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. 9 gka Romawi : I.

Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. atau inggris. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti sanskerta. Pertama. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks Bahasa Indonesia. seperti reshuffle. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. portugis. Contoh kaidah yang berlaku bagi unsur serapan : aa menjadi a Paal Baal ae menjadi e aerobe haematite q menjadi k aquarium equator rh menjadi r rhythm rhombus th menjadi t methode thrombosis metode thrombosis ritme rombus ekuator akuarium aerob hematite pal bal . shuttle cock. belanda. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam Bahasa Indonesia.Tahun „50-an Uang 5000-an Uang lima 1000-an atau atau atau tahun lima puluhan uang lima ribuan uang lima seribuan 4. arab. Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia. Kedua.

000 b. Misalnya : Saya ingin pergi. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.) 1. atau daftar. A. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. dan las vegas. 1. jepang. Tanda titik (. 2.) 1. . tas. 3. Misalnya : Ayahku tinggal di Korea. 3. melainkan biola. inggris. spanyol. ikhtisar. Misalnya : III. 2. Pemakaian Tanda Baca a. Misalnya : 24. Misalnya : Saya membeli baju. tetapi hari itu ujian. Korea. Impianku menjadi musisi.000 13. yunani. dan sepatu. Tanda titik dipakai dibelakang angka atau huruf dalam satu bagan. 5. paris.1. Piano bukan alat music favorit saya.dsb. Tanda koma (. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.

Misalnya : Malam semain larut. Hanya ada dua hasil ujian kita itu : lulus atau tidak lulus. d. Misalnya : Ketua Sekretaris Bendahara : Kim Jae Joong : Kim Jun Su : Sim Chang Min .” “Saya gembira sekali.Misalnya : Kalau hari hujan.pekerjaan belum selesai juga. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. Adik mendengar music.) 1. Karena sibuk. saya sendiri asyik mengerjakan tugas. “karena kamu lulus.” kata Ibu. penghapus. “saya gembira sekali. Misalnya : Kata Ibu.” c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. 4. Ibu sibuk memasak. 2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. saya tidak akan datang. Tanda titik koma (. Misalnya : Ayah menonton televisi. Misalnya : Kita sekarang memerlukan alat tulis : pensil. Tanda titik dua (:) 1. ia lupa akan janjinya. dan penggaris. 2. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang member penjelasan di luar bangun kalimat. Misalnya : Anak-anak Berulang-ulang 3. Misalnya : p-e-n-y-a-n-y-i 26-01-1986 f. g. 1. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. marilah mulai pindah. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.e. Misalnya : Kalau begitu … ya. Tanda hubung (-) 1. .) 1. Misalnya : Disamping cara itu ada juga cara baru. Tanda ellipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti „sampai‟. Misalnya : Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai-diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. 2. Misalnya : 1986-1990 Tanggal 25-26 Januari 1986 Korea-Jepang Tanda Ellipsis ( … ) 2. Tanda pisah ( .

Misalnya : Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Tanda ellipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. h. Tanda Tanya dipakai pada akhir kalimat Tanya. Misalnya : faktor produksi menyangkut masalah (a) alam. Tanda seru (!) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Tanda Tanya (?) 1. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Misalnya : Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. Misalnya : Kapan ia berangkat? Kemana ia pergi? 2. ketidakpercayaan. ataupun rasa emosi yang kuat. dan (c) modal. 1. 2. (b) tenaga kerja. Misalnya : Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Merdeka! Tanda kurung ( (…) ) j. . Misalnya : Ia dilahirkan pada tahun 1992 (?) Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang i.2. Tanda Tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Misalnya : “Saya belum siap. 1. 1.” 2. . Tanda petik (“…”) l. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” m. “Saya juga minta satu.k. Tanda petik mengapit judul syair.” kata Mira. Misalnya : Persamaan kedua proses ini (perbedaannya [lihat halaman 26] tidak dibicarakan) perlu dibentangkan di sini. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi. Tanda kurung siku mengapit huruf. 3. kata. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.” Tanda petik tunggal ( „…‟ ) Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Misalnya : Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemersik. Misalnya : Kata Tono. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam Tempo. Tanda kurung siku ( […] ) 1. karangan. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. Misalnya : Tanya Basri. Misalnya : Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. 2.

Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan.n. sebutkan 5 aspek! . Misalnya : Mahasiswa/mahasiswi Harganya Rp 150.00/lembar. 7/PK/1973 Jalan kramat II/10 2. 2. Jelaskan Pengertian dari Ejaan! Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. atau tiap. atau. Tanda garis miring ( / ) 1. Misalnya : No. Misalnya : Malam „lah tiba 1 Januari `86 (`lah = telah) (`86 = 1986) Lampiran Soal : 1. Tanda penyikat atau Apostrof ( ` ) Tanda penyikat atau apostrof menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. o.

the verb that describes that action is a transitive verb. or by . The one who does the action is the agent. Bagaimana pemenggalan kata dari : Kesetiaan Metropolitan Kemerdekaan Kapan Huruf Kapital dipakai dalam penulisan huruf? Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English.3. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. the recipient will be the subject of a passive sentence. Often. a. Often. then. kau-) or di-. the verb is preceded either by : (1) short forms of the intimate pronouns (ku-. If the recipient of the action is the main concern of the sentence. which means the verb takes the prefix meN-*. There is one basic difference with Indonesian sentence structure. 4. the noun or subject comes before the predicate or adjective. the agent will be the subject of an active sentence. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother Active and Passive (Aktif dan Pasif) If someone does something to someone or something. the "active" form of the verb is used. The person or thing that receives the action of the action is the recipient. but not always. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. c. the "passive" form of the verb is used. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. the verb is "passive". but not always. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. In the passive. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is passive. b. In Indonesian. In Indonesian.

consider the following: ..(2) the full forms of the formal pronouns (saya. The person or thing that receives the action of the action is the recipient or object. mereka). Example In all cases. to parallel English . In Indonesian. etc. and often precedes the verb. click here.. akan. With subject /predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. Bapak. the subject of a passive verb is the recipient. KERTAS-KERJA (worksheet) MENGENAI (concerning) AKTIF DAN PASIF = agent focus and object focus Note: some Indonesian grammars talk about active and passive. Anda.... or by the plural pronouns (kami. etc. then. Saudara. the agent will be the subject of an agent focus sentence. Often.but it's more accurate to use agent focus (agent = the one who does the action) vs. NOTHING (no auxiliary word such as bisa. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. but not always. In the case of third person passive. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase.. kalian. optionally preceded by oleh ("by"). The one who does the action is the agent."My mother bought the mat" / "The mat was bought by my mother" -.) comes between the pronoun form and the verb stem. (This sounds more confusing than it is. object focus (object = the recipient of the action). harus.. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. the "active" [= agent focus] form of the verb is used. kita. the verb is "passive" [ = object focus]. Except for sentences where the verb is in a yang phrase. the noun or pronoun(-nya) which designates the agent comes after the verb. beliau). If someone does something to someone or something. which means the verb takes the prefix meN-*. the verb that describes that action is a transitive verb.

akan.beliau). The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. Ibu saya menjual tikar. etc. Bapak. kita." "ibu saya" is the subject. In the object focus. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is object focus. Except for sentences where the verb is in a yang phrase. EXAMPLE: ACTIVE PASSIVE Saya menjual tikar. the "passive" [ = object focus] form of the verb is used. it's "ibu saja" but in the second it's "yang membeli tikar itu. "membeli tikar itu" is the predicate Ibu saya yang membeli tikar itu. Tikar itu saya jual." in the second "ibu saya. the noun or pronoun (-nya) which designates the agent comes after the verb.the new information: in the first case "membeli tikar itu. In all cases. etc. Ibu(=you) menjual tikar. harus. but not always.) comes between the pronoun form and the verb stem. Often. optionally preceded by oleh ("by"). Saudara. = "My mother is the one who bought the mat "yang membeli tikar itu" is the subject. the verb is preceded either by (1) short forms of the intimate pronouns (ku-.Ibu saya membeli tikar itu = "My mother bought the mat. EXERCISE: .. or by (2) the full forms of the formal pronouns (saya. Tikar itu dijual ibu saya. and often precedes the verb. kalian." the predicate of a sentence is what we're saying about the subject -. or by the plural pronouns (kami. Tikar itu Ibu jual. NOTHING (no auxiliary word such as bisa. In the case of third person passive. mereka). Anda.the subject of a sentence is what we're talking about: in the first example. "ibu saya" is the predicate Keep in mind -. kau-) or di-. With subject/predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb.") If the recipient of the action is the main concern of the sentence. the subject of a passive verb is the recipient. the recipient will be the subject of a object focus sentence.

the third four in 3rd person passive. one in active. the second four in 2nd person passive. 1st pers 2nd pers 3rd pers lihat tambah pakai beli dengar cari beri tulis ambil kirim suruh lawat . one in passive.Write two sentences for each of the following words. the first four in 1st person passive.

l.h. 1. indicating a state or condition. + (s).d. Adik saya tidak usah saya tidurkan.y= me-. and therefore CANNOT focus on it.prefix. For words 1-4 use -kan with the meN.j.aeiou.(m)= mem-.(ng)= meng-. and DO NOT TAKE MEN-. + (p). EXERCISE: Write two sentences for each of the following words.c. DI-.(n)= men-. EXAMPLE: Adik saya mau tidur. repot 3. for words 5-8 use -kan with any form of the object focus. Such words are not transitive.*meN.w.g.(ny)= meny- KERTAS KERJA MENGENAI -KAN CAUSATIVE -KAN: Instead of describing an action that somebody does to somebody or something. ETC. pindah 4. Many stative words (both verbs and adjectives) can add -kan and then become transitive verbs. kawin 2. do not have a recipient/object. the verb can then be agent or object focus. + (k). + (t). I don't have to put " " " . My little sister wants to sleep. I have to put my sister to sleep. the other using -kan. describing the activity of causing the state to happen to a recipient. a word can describe a state or condition. siap ('ready') .b. Saya harus menidurkan adik saya. one using the form without prefixes/suffixes.forms: + r. With the -kan suffix.

in addition to the one they take without -kan. lahir 8. Temannya dicarikan kamus oleh Ali.5. OR Ali mencarikan kamus untuk temannya. adding -kan makes it possible for them to take another recipient. dekat 7. cari ambil tulis beli baca bungkus . OR Kamus itu dicari Ali. rusak 6. This recipient is a person who benefits from the action of the verb. and the other with the benefactive -kan suffix.never mind about the passive for this exercise. EXAMPLE: Ali mencari kamus. one with the ordinary transitive (without -kan). Ali mencarikan temannya kamus. Kamus dicarikan Ali untuk temannya. Make all the sentences active -. habis BENEFACTIVE -KAN With verbs that are transitive without -kan (like those in the examples on the worksheet on active and passive). EXERCISE: Write two sentences for each of the following verbs.

John works in town.John menjual pisang di kota. which means they are either active (agent focus) or passive (recipient focus). MEN--KAN / DI--KAN Some words are prefixed with beR. and you have to have a transitive (and object focus) verb to handle such situations. that I was just now telling about. 5. bercerita tentang gives the same information as menceritakan. saya baru bercerita. Notice that in sentences 1 and 3.Ini anak saya yang baru saya ceritakan. and not all words which are made transitive with -kan can also take beR. This is my kid. could NOT also be expressed as Siapa yang mau Anda bercerita tentang or Tentang anak saya. and FOR THIS SET OF WORDS (not all) that means using beR-.in their intransitive form.Saya mau bercerita tentang anak saya. the verb is intransitive. you know only a limited number of these words. however. 4.Siapa yang mau Anda ceritakan? 3.as intransitive verbs.VS. 2.see the grammar section and exercises in Wolff which cover this -. not of a preposition). Sentences 2 and 4.KERTAS KERJA MENGENAI BER. EXAMPLE: 1. they do not indicate an action which has a recipient. The important thing to remember is that if there is a recipient (of the verb. For this set of words. 6.is not used.Jon bekerja di kota.Saya mau menceritakan anak saya. a 3rd possibility is imperative. however. .Apa yang dikerjakan Jon di kota? 7. these words can then have recipients. just like any other transitive verb.since not all intransitive verbs will take beR-. Putting the recipient at the front of the sentence makes the sentence focus on it. If there is no recipient. I want to tell about my kid. At this point. Who is it you want to tell about? I want to tell-about my kid. the verb must be transitive. and it's easier just to remember them -. If -kan is added to the root word. that means adding -kan. What is it that John does (= works on) in town? John sells bananas in town. when meN.

on with beR-. You could say Jon mengerjakan apa di kota. meaning to do a specific act of studying. . -kan: EXAMPLES: Orang-orang berkumpul di warung. I can't get my car going today because it's too cold. EXERCISE: Write three sentences for the following words. asking about what (=apa) it is that John does forces the verb into the object focus as well. Saya ingin berjalan di desa. Notice that sentence 7 answers the question asked in sentence 6 WITHOUT using any form of the verb kerja. Henry gathers together the books. People gather at the food stall. Mobil saya tidak bisa saya jalankan. and one with some form of the object focus and -kan. and one with some form of the object focus and -kan. but becomes pelajari (with meN. bicara tanya ajar Some verbs change their meaning somewhat.In sentence 6. EXERCISE: Write three sentences for each of the following.etc. one with meN--kan. hari ini karena terlalu dingin I want to walk in the village. and be equally correct. depending on whether they have beR. The verb ajar becomes belajar in its intransitive form (meaning to study something in a general way. one with beR-. one with meN--kan. Bu Henry mengumpulkan buku. Ms. to take a course in something). since the recipient (=apa) is in front of the verb.or meN/di.or di-/Anda /saya) as the transitive form.

kumpul jalan Make these sentences DIFFERENT than the examples given! .

The chair is sat in by Ali. and take locational recipients when -i is added: Kami menanam kacang di kebun. -i means that the recipient is the place or person where the action ends up -." as in "Tentara menduduki negara musuhnya. meN.usually the -i form is used in the sense of "occupying. Ali menduduki korsi. while the second sentence can be made passive (like any other active sentence). the suffix -i makes it possible for roots that would not otherwise have recipients to have them. ke or dari can substitute for the transitive verb. (Also. In many cases.the recipient shows a LOCATION and IT DOES NOT GET MOVED OR CHANGED by the action of the verb. it sounds fairly weird to use "menduduki" for Ali and the chair -.KERTAS KERJA MENGENAI -I VS. the root plus the prepositions di. We plant beans in the garden. NO SUFFIX Like -kan. Ali sits in the chair. " " However.root -i: Ali duduk di korsi. -KAN VS. it makes an intransitive word into a transitive verb (= a verb that can be made active or passive). the first cannot: Korsi itu diduduki Ali.") Some verbs can be transitive without -i. Unlike -kan. . You cannot have the sentences " Di korsi Ali duduk" or "Korsi Ali duduk di" in correct Indonesian. In other words.

Kebun kami tanami (dengan) kacang. We have to walk on this road. The books are put by Tuti into the A few words can be used with -kan and -i (when they're transitive) AND with beR.Kacang kami tanam di kebun. The garden is planted by us with beans. Tuti enters into the office. Kami menanami kebun dengan kacang. Tuti memasukkan buku ke lemari. Beans are planted by us in the garden. Buku dimasukkan Tuti ke lemari.i to form transitive verbs with different kinds of recipients: Tuti masuk ke kantor. Kita harus menjalani jalan ini. Kantor dimasuki Tuti. Tuti puts books into the cupboard. " " The office is entered by Tuti. Tuti memasuki kantor.when they are intransitive (especially if they could be understood as a noun if they don't have any affixes). We plant the garden with beans. cupboard. jalan is about the only example of this we've seen so far: Kita harus berjalan di jalan ini. Some words that describe a state or condition can use either -kan or . " " .

8. majalah itu. 3.Kita harus menjalankan mobil ini. Apa Ibu yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 5. LATIHAN AKTIF/PASIF Tulis bentuk aktif ATAU bentuk pasif untuk kalimat ini. . Yang sedang ____________________(baca) Jon. Jon mau ____________________(lihat) pemandangan yang indah. Apa yang sedang Ibu ____________________(baca)? 6. Sekolah di desa itu yang mau saya ____________________(kunjungi). Apa yang perlu ____________________(tanyakan)? 4. We have to get this car going. 1. 2. Saya mau ___________________ (kunjungi) sekolah di desa. Siapa yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 7.

20. Petani di sini sering ____________________(tanami) pematang dengan sayur-sayuran. 11. Buku-buku harus ____________________(masukkan) bibi saya ke dalam lemari buku (="bookcase"). saya ingin ____________________(pelajari) pendidikan di sini. 12. Bibi saya ____________________(masuki) kantor kepala sekolah.9. Apa yang mau Saudara ____________________(pelajari)? 21. Apa yang ____________________(tanam) di pinggir sawah? 15. . Jalan mana yang mereka ____________________(lewati)? 10. 17. Apa yang harus ____________________(kerjakan) bibi saya? 18. Jagung (corn) sering ____________________(tanam) di mana? 14. Petani di sini sering ____________________(tanam) sayur-sayuran di pematang (dikes). O. Keadaan di desa mau ____________________(lihat) Jon. 19. Sawah itu sudah ____________________(tanami) apa? 13. Apa yang ____________________(tanami) ubi? 16.

Kita dapat _____________ (pilih) kaset musik gamelan. 7. Siapa yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan? 23. . Pak Jon yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan. Setiap hari penduduk Jalan Lembang _______________(bangun) oleh suara adzan. Practice with prefixes and suffixes (meN-. Kebanyakan pembeli ____________(pulang) pada siang hari untuk ____________ (istirahat).22. Yang ____________________(bicarakan) guru kita tadi. apa? 25.5. beR-. Keluarga Sudarmo sering ____________(duduki) kursi-kursi di kamar duduk. 2. -kan: 1. 24. 3. 6. guru kita. di-. Barang-barang yang sudah anda ____________ (beli) berat sekali. Ø. Kota Jakarta ____________(duduki) orang Belanda selama perjuangan. 4. ____________________(bicarakan) Pelajaran 12.

Bambang akan ____________(kunjungi) saudara sepupunya di Wonosobo. Kamar harus anda ____________ (pesan) dahulu di losmen itu. Siapa yang sedang _____________ (baca) anak itu majalah?* BENEFACTIVE KAN 13. Kopor yang berat itu tidak dapat saya _____________ (bawa). 18. Karcis Sulastri ____________ (periksa) pembantu kepala setasiun. 10. Stupa itu masing-masing ____________ (kandung) patung Buddha. 16. Pakaiannya sudah ____________(masuk) Sulastri ke dalam kopornya.20. 12. mudahmudahan teman saya akan _____________ (bawa) saya kopor itu. 19. Rumah makan itu tidak dapat saya ____________ (anjurkan). 9. Perhiasan perak ____________ (buat) oleh orang yang ____________ (kerja) di pabrik perak itu. 14. karena tidak baik. 17. Kami akan ____________(libur) di Pulau Bali tahun depan.8. 15. *BENEFACTIVE -KAN . Jumlah mahasiswa di Universitas Gajah Mada ____________ (lebihi) delapanbelas ribu. 11.

Kain batik ____________ (jual) di bagian pakaian. 28. 22. Sedikit lagi -. Pembatik itu sedang ____________ (guna)canting.21. 24.pakailah peN-.2. Ibu Sudarmo sedang ____________ (siap) makan pagi di dapur. beR-. Ada banyak _________________ (kunjung) yang _________________(kunjung) ke keraton di Yogya. Akhirnya kereta api itu siap _____________(angkat). 25. Saya tidak suka ____________(pakai) celana jengki. 3. 27. Meja yang ____________(bentuk) bundar harus anda ____________ (letak) di sebelah kursi besar. meN-. or nothing: 1. Dewasa ini Republik Indonesia ____________(perintah) oleh pemerintah di Jakarta. 23. Apa yang akan Anda ____________________(kunjungi) nanti sore? .26.

diperiksa 10. 9. anjurkan (saya anjurkan = 1st person passive. _______________(duduk) Yogya sangat suka para turis yang kaya. Here is the key for the exercise -. berlibur 9. menduduki 3.7. mengandung (masing-masing = “each”. Orang yang ____________________(ajar) di universitas disebut “mahasiswa” atau “ ____________________”(ajar).”) 2.) 12. pesan (2nd person passive) .. dimasukkan (= “caused to enter”. dibangunkan (=“awakened”. “I can’t recommend this restaurant. Inginkah Anda ____________________(bawa) alat ____________________(potret) ke Candi Prambanan? 6. membacakan (= benefactive -kan) 13.. memilih 7. mengandung = “contain”) 11. 1. beli (anda beli = 2nd person passive) 8. Wayang kulit dapat ____________________(tonton) oleh ____________________(tonton) di depan keraton. beristirahat 6. pulang 5. “put in”) 14. dibangun would mean “built. erected.4.5. diduduki 4.don’t peek prematurely. 8.10.

letakkan (2nd person passive) 27. memakai 23. diperintah 28. menggunakan 1. membawakan (= benefactive -kan) 21.“sold (by somebody)”) 24. mengunjungi 16. berbentuk 26. penduduk 9. berkunjung 3. bawa (1st person passive) 20. passive) 4. berangkat 22.15. pemotret 6. melebihi 19. pengunjung 2. bekerja 18. dijual (agent not mentioned -. penonton 8. kunjungi (2nd p. dibuat 17. membawa 5. menyiapkan 25. ditonton 7. pelajar . belajar 10.

at. ke. Anak-anak itu berenang ke seberang sungai. under" "front" "front" "back" "inside" "outside" "side" "side" "between" "edge" "other side" EXAMPLES: 1. 2. These three locative prepositions also can be combined with a set of locative nouns which indicate location in relation to the following noun. atas bawah depan muka belakang dalam luar samping sebelah antara tepi seberang "top. The locative pronouns are sini 'here' (near speaker). and sana 'there' (far off). situ 'there' (not far off). which indicate position in relation to the speaker. Sepatu ada di bawah tempat tidur. Shoes are under the bed. Preposition ke (to) indicates movement toward. . above" "beneath.PREPOSITION Locative prepositions are: di. Preposition di (in. on) indicates that the action occurs in the place indicated by the following noun and there is no movement. and preposition dari (from) indicates movement away. These prepositions can be combined with a set of locative pronouns. and dari.

Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Departemen Luar Negeri RI. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Read the article below carefully. Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. Kompas . 3. My younger brother/sister pulls a pencil out of his/her bag. Sabtu (22/2). In Indonesian. the noun or subject comes before the predicate or adjective. . Adik saya mengeluarkan pensil dari dalam tasnya. There is one basic difference with Indonesian sentence structure. Arizal Effendi.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS.Those children swim to the other side of the river. Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English.

AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. Departemen Sosial (Depsos). (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. Departemen Kehakiman. 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin menjanjikan memiliki bekerja Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. to be accepted to be informed. Homeland Security Department. to be delivered to be led to promise to own to work Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin meN + janji + kan me + milik + i be + kerja . Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). dan Badan Intelijen Negara (BIN). AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS.Ditambahkan. Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hak Asasi Manusia (HAM). AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. Meskipun tidak memiliki perjanjian. Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. dan Deplu AS. Dikatakan. Departemen Kehakiman (Depkeh).

Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. obligation. guarantee. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. That poor maid is treated badly by her boss. renewal flexibility. allowance necessity. to be permitted to monitor to assist. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. That letter was delivered by the postman to the Budiman family. needs. .menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. bail census broadcast press conference information embassy arrest. detention duty. commitment safety extension. to vote to take care of to be allowed. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya.

Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. Read the article below carefully.Sesampainya di rumah. Sabtu (22/2). Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. Nico informed his mother about that very good news. The ownership of those companies is illegitimate. That car has a five year has a five year warranty. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. . The extension of the working permit is issued by the immigration office. Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS. Kompas . The Suharto family own many companies. Arriving at home.

Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). dan Deplu AS. Homeland Security Department. Departemen Kehakiman. Dikatakan. melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. dan Badan Intelijen Negara (BIN). to be delivered to be led Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin . 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Arizal Effendi. Departemen Luar Negeri RI. (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. to be accepted to be informed. Hak Asasi Manusia (HAM). jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. Departemen Sosial (Depsos). AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. Ditambahkan. Meskipun tidak memiliki perjanjian. Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). Departemen Kehakiman (Depkeh).Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi.

bail census broadcast press conference information embassy arrest. commitment safety extension. . detention duty. to be permitted to monitor to assist. obligation. allowance necessity. needs. to vote to take care of to be allowed. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya.menjanjikan memiliki bekerja menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + janji + kan me + milik + i be + kerja meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to promise to own to work to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. guarantee. renewal flexibility. That poor maid is treated badly by her boss. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty.

496. That car has a five year has a five year warranty. Desa dengan luas area sekitar 1. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU. The ownership of those companies is illegitimate. The extension of the working permit is issued by the immigration office. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. Bendesa Adat.Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman.002 hektar itu kini juga menanti-nantikan. Indonesian-English Dictionary Tenganan. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. Mangku . Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. Arriving at home. Bisakah Tetap "Asli" TENGANAN adalah sebuah desa terpencil di Kabupaten Karangasem. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. Other important words are in PURPLE. The Suharto family own many companies. Desa ini terbilang tetap tegar bertahan dalam arus perubahan zaman yang pesat dari teknologi informasi. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Read the article below carefully. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Bali. sekitar 65 kilometer dari Kota Denpasar. apa yang akan (bisa) dibawa oleh Otonomi Daerah bagi wilayah yang dihuni sekitar 600 jiwa ini. Nico informed his mother about that very good news. Sesampainya di rumah. That letter was delivered by the postman to the Budiman family.

Kami juga perlu berhubungan dengan dunia luar. "Kami perlu komunikasi. Jangankan dengan Kuta. sekilas pandang bisa diketahui bahwa setiap lembar kain geringsing adalah lembar yang eksklusif--sifat yang melekat pada barang buatan tangan. Jumlah pengunjung memang menunjukkan peningkatan. Wisatawan harus mengisi buku tamu. Tidak jelas benar berapa penghasilan per kapita penduduk Tenganan. Selama ini.Widia mengungkapkan hal itu saat berbincang dengan Kompas di rumahnya yang juga merangkap sebagai art shop pertengahan Januari 2001. dengan berpegang pada awig-awig atau peraturan adat desa yang sudah ditulis sejak abad 11--diperbarui tahun 1842 karena yang asli terbakar--Tenganan berhasil tegak di tengah arus keras perubahan. wisatawan harus melalui "gerbang" sempit yang cukup lewat satu orang. sawah." ujar Mangku Widia. Jelas. bisa dijejaki sejak tahun 1960. atau Sanur. Sekarang yang perlu dilihat adalah potensi kami." ujar Mangku Widia. "Namun. Ketika Kuta sudah penuh gebyar dengan kehadiran hotel dan arus wisatawannya yang melimpah. dan diperkirakan akan efektif pada bulan Mei mendatang. "Dalam satu dua tahun terakhir ini meskipun jumlah pengunjung meningkat. langsung ada tawaran kain geringsing seharga Rp 400." tambahnya. *** TENGANAN selama ini kurang "terdengar" dalam peta pariwisata. walaupun nantinya sudah menerima masukan dari "dunia luar". . dengan deretan rumah adat yang satu sama lain persis sama dan bertahan dengan keturunan yang dipertahankan keasliannya dengan perkawinan sesama warga desa. "Tahun 1966 di sini lebih ramai daripada kunjungan di Bali Beach di Sanur. "Kami tahu bahwa Otonomi Daerah itu dimulai tahun ini. Tenganan tetap bertahan dengan tiga balai desanya yang kusam. Sementara Candidasa sendiri baru mulai dirambah wisatawan tahun 1985. *** TENGANAN identik dengan kain geringsing. dan kerbau yang ini dibiarkan berkeliaran bebas di kawasan desa. karena awig-awig tetap memiliki peran dan fungsi sentral. namun komunikasi kami justru mulai terbuka. tetapi. lalu bagaimana seharusnya mengelolanya. "Selama ini pengaruh pariwisata terhadap masyarakat kami memang masih sedikit. Memasuki kawasan ini. Tentang usia pariwisata di desa yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Amlapura ini. kami tidak mungkin hidup sendiri. Sebelum masuk wisatawan harus menyumbang sukarela kepada petugas di bangunan kayu semipermanen. Begitu kaki melangkah ke art shop di dekat pintu masuk. Tenganan kalah top." ujar Mangku Widia. Jangan heran dan kaget." ujarnya. sampai sekarang kami belum mendapatkan petunjuk yang jelas. Ubud. Mangku Widia malahan "menawarkan" diri untuk berubah. Dengan Otonomi Daerah. Kesan bahwa penanganan pariwisata di desa ini tidak dikoordinir dengan baik mulai terasa begitu kaki melangkahi gerbang utama. tentu tidak akan bisa cepat berubah begitu saja. Dibanding kain-kain pabrikan yang dijumpai di toko-toko tekstil. Roda kehidupan masyarakat Tenganan. Tidak ada tiket masuk ke desa yang sekaligus menjadi obyek wisata itu.000 sampai nyaris Rp 1 juta. namun belanja souvenir mereka kurang. karena di sana berlaku sistem barter yang didasarkan pada kepemilikan kolektif atas tanaman. Dengan Candidasa yang berdekatan dengan lokasi desa itu saja." tambah Mangku Widia.

semoga Tenganan yang penduduknya disebut Baliaga (Bali asli) tetap merupakan Bali yang "asli" yang tidak lagi terkesan muram karena kusam. to utter Words in italic are the base/root words ber + tahan menanti-nanti + kan di + bawa di + huni meNG + ungkap + kan . "Kami berusaha memperbaiki sendiri tameng yang kami beli dari luar itu. dari yang terbaik sampai yang terburuk... Jika dimungkinkan. jika ada hal-hal yang "khas" di Tenganan selain masyarakatnya sendiri-yang memunculkan perasaan halus berbau ironis ketika menyaksikan "keterasingan" dan kesederhanaan mereka. Agar warna bisa merasuk ke dalam serat-serat benang." Persoalannya. (bur/rik/isw) Bacaan diambil dari Kompas Senin. Nah. masyarakat Tenganan sebaiknya dilatih untuk bisa menangkap peluang pariwisata. dari akar sunti dari Nusa Penida. harapan Mangku Widia sudah sepantasnya mendapatkan sambutan yang layak dari mereka yang berkecimpung dan memegang otorisasi di bidang pariwisata. Tetapi." kata I Nengah Kedep. sudah ada sebuah yayasan di Jakarta--dia lupa namanya--yang beberapa tahun terakhir ini melakukan penjajakan untuk membuat eco-tourism di kawasan Tenganan. perlu proses tiga hari. misalnya. tambah Mangku Widia. Kita hanya bisa mendoakan. Kerajinan ini mulai dikenal di Tenganan setelah ada tameng (perisai) yang rusak dalam acara geret pandan-tarian pemuda. "Kami sadar jika ini tidak segera diurus. benarkah yayasan tersebut bisa menangkap "napas" masyarakat Tenganan yang kental dengan kultur warisan tahun abad ke-11? Ataukah mereka tidak peduli akan masyarakat Tenganan melainkan diri mereka sendiri? Atau . dan akhirnya kami mengetahui caranya. tahun kedua mulai dilakukan komunikasi dengan desa adat.Harga setinggi itu diberikan untuk kain selebar dua jengkal tangan dengan panjang seperti selendang. karena kain geringsing hanya diproduksi di Tenganan. Warna merah. Pengerjaannya pun makan waktu lama. "Kami menghendaki guide lokal. karena warna yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan. tentu akan membunuh potensi pariwisata kami sendiri. 12 Maret 2001 Kata kerja bertahan menanti-nantikan dibawa dihuni mengungkapkan Verbs hold out. Kekhasan kerajinan tangan lainnya yaitu anyaman ata--bahan dasar yang didapat dari Pulau Flores." tutur Mangku Widia yang sebelum bertemu Kompas bercengkerama dengan sejumlah petugas dari Dinas Pariwisata. Sementara warna kuning berasal dari minyak kemiri. Seterusnya. tanpa harus melanggar awig-awig tinggalan para leluhur. prosesnya panjang. Warna merah. agar bisa muncul. survive to wait on and on to be carried to be occupied to pronounce. Tahun pertama diawali dengan peta jalur (tracking). Alangkah idealnya. berbagai kemungkinan terbuka. Mangku Widia bercerita. butuh perlakuan khusus. Warna kuning. Ternyata itu mudah. Harga setinggi itu bisa dikatakan tinggi dan bisa juga tidak. yang juga pelopor kerajinan anyam-menganyam ata ini. perlu pemrosesan selama satu bulan tujuh hari. semuanya secara total mencapai lama pemrosesan (cuci-jemursimpan) secara tiga bulan.

the center instruction. to hold on to be written to be renewed. to be started to be guessed.. be in effect based on to neglect. to cut down to indicate. offspring authenticity. to be let alone roam or wander about. become different related to s. to raise. be in contact to receive to own heard. to be estimated serve concurrently as. double as to get base on. tasted to step to enter to pass through or by. to increase Kata benda perubahan pertengahan petunjuk peraturan kehadiran deretan keturunan keaslian perkawinan Nouns change. line descent.berbincang dimulai diperkirakan merangkap mendapatkan berpegang ditulis diperbarui dipertahankan menawarkan berubah berhubungan menerima memiliki terdengar dikoordinir terasa melangkahi memasuki melalui menyumbang mengisi berlaku didasarkan dibiarkan berkeliaran terbuka dijejaki dirambah menunjukkan meningkat ber + bincang di + mulai di + per + kira + kan me + rangkap meN + dapat + kan ber + pegang di + tulis di + per + baru + i di + per + tahan + kan meN + tawar + kan ber + ubah ber + hubung + an meN + terima me + milik + i ter + dengar di + koordinir te + rasa me + langkah + i me + masuk + i me + lalu + i meNY + sumbang meNG + isi ber + laku di + dasar + kan di + biar + kan ber + keliar + an ter + buka di + jejak + i di + rambah meN + tunjuk + an meN + tingkat to chat to be begun. audible to be coordinated felt. by means of to contribute. swarm about opened followed on the trail to clear away. guideline regulation presence row. originality marriage Words in italic are the base/root words per + ubah + an per + tengah + an pe + eunuch per + atur + an ke + hadir + an deret + an ke + turun + an ke + asli + an per + kawin + an .t. to point out s. alteration the middle. to be renovated to be maintained. to donate to fill be valid.t. to be defended to offer change. to mount.

Visitors to that isolated beach are mostly tourists from abroad (foreign countries). Suara bom itu terdengar sampai ke kawasan yang berjarak dua belas kilometer dari pusat ledakan. plentiful at the same time have a distance area influence Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Sudah lama dia menanti-nantikan kedatangan pacarnya. overflow. Para pengunjung ke pantai yang terpencil itu kebanyakan wisatawan dari manca negara. . It has been for a while she waits on and on for her boyfriend.kehidupan berdekatan penanganan wisatawan petugas bangunan penghasilan penduduk kepemilikan kunjungan pengunjung peningkatan ke + hidup + an ber + dekat + an peN + tangan + an wisata + wan pe + tugas bangun + an peNG + hasil + an peN + duduk ke + pe + milik + an kunjung + an peNG + kunjung peN + tingkat + an life. remote be calculated on fire abundant. existence be adjacent handling tourist employee. functionary building income population ownership visitation visitor the increase Kata-kata penting lainnya Other important words Words in italic are the base/root words terpencil terbilang terbakar melimpah sekaligus berjarak kawasan pengaruh ter + pencil ter + bilang ter + bakar me + limpah sekali + gus ber + jarak isolated. The sound of the bomb can be heard until to the area that has a distance of twelve kilometers from the center of the blast.

Longsoran tanah dari Bukit Gujuran yang terjadi Senin malam (24/2) itu juga menimbun sedikitnya 0.5 hektare sawah siap panen serta jalan desa sepanjang 300 meter. Longsoran dari bukit setinggi 100 meter dengan kemiringan 40 derajat itu langsung tumpah dan mengubur sejumlah rumah beserta isinya yang ada di bawah bukit.” tuturnya. (Mahbub Djunaidy-Tempo News Room) Bacaan diambil dari Tempo interaktif 25 Februari 2003 . Mursyid. lima di antaranya terkubur tanah.” tutur Suryani.30 WIB sempat terjadi angin puyuh disertai gerimis. Jember:Tujuhbelas rumah hancur. kami langsung lari keluar tanpa sempat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah. hujan deras yang turun sejak Minggu malam hingga Senin siang sudah menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya bencana longsor seperti 1993 lalu." katanya. 39 tahun. kerugian yang diderita warga ditaksir mencapai Rp 60 juta. "Minggu siang. warga yang tinggal di bawah gumuk sudah bersiap-siap dengan memindahkan sejumlah barang dan ternak mereka. Meski tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Read the article below carefully. Jawa Timur. Mursyid menuturkan. kemudian terjadi longsor itu. Pada Sabtu (22/2) petang. Kecamatan Arjasa. Suharso. Pada Senin (24/2) sore sekitar pukul 16. Kepala Desa Arjasa. seorang warga. Kabupaten Jember. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. “Begitu terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi. akibat longsor di Dusun Calok. Hingga saat ini. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU.BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. sambil berkaca-kaca menatap rumahnya yang rata dengan tanah. tadi siang mengatakan warga setempat sebelumnya sudah menduga akan terjadi longsor. “Tidak lama kemudian lindu (gempa bumi) datang sekitar dua menit. Indonesian-English Dictionary Bukit Longsor Hancurkan 17 Rumah di Jember TEMPO Interaktif. menemukan tanda-tanda keretakan tanah di punggung Bukit Gujuran. Other important words are in PURPLE. sedikitnya 48 keluarga warga Dusun Calok terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan sanak famili mereka yang dianggap aman.

appear or to come to the surface accompanied by. prior to a number of.Kata kerja terkubur menimbun diderita ditaksir mencapai terpaksa mengungsi dianggap mengatakan menduga menemukan memindahkan menuturkan menimbulkan disertai mengubur berkaca-kaca menatap Verbs buried to bury. accompanied with to bury be glistening with tears to look at Words in italic are the base/root words ter + kubur meN + timbun di + derita di + taksir meN + capai ter + paksa meNG + ungsi di + anggap meNG + kata + kan meN + duga meN + temu + kan meM + pindah + kan meN + tutur + kan meN + timbul + kan di + serta + i meNG + kubur ber + kaca-kaca meN + tatap Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words longsoran kerugian keretakan kekhawatiran terjadinya terdengar longsor + an ke + rugi + an ke + retak + an ke + khawatir + an terjadi + nya ter + dengar landslide financial loss crack worry event heard Kata-kata lainnya Other words Words in italic are the base/root words sedikitnya sepanjang setempat sebelumnya sejumlah sedikit + nya se + panjang se + tempat se + belum + nya se + jumlah at least as long as. an amount of . to pile up suffered estimated. to say to make s. appraised to reach forced to to take refuge considered as to say to guess. to find to move to tell.t. to estimate to discover. all along at the locality before.

containing many [root word]. Lelaki tua itu menuturkan bahwa dia dianggap gila oleh orang-orang sekampungnya karena dia mengaku bahwa dia menemukan sejumlah emas di beberapa tempat di sepanjang sungai di desanya. suffix -an forms adjectives meaning "done. para pengungsi yang jumlahnya ditaksir mencapai sedikit-dikitnya sepuluh ribu orang ini sangat menderita. That old man says that he is considered as crazy by the people of his village because he claims that he finds an amount of gold at several places along the river in his village. In the wartime. happening. orang-orang terpaksa mengungsi ke tempat lain. At the refugee camp.setinggi kemiringan se + tinggi ke + miring + an as high as slope Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Setiap hari banyak orang menimbun sampah di tempat penimbunan sampah. SUFFIX -an With measures of time. Di tempat pengungsian. and distance. containing many [root word]. or suffering from [root word]. happening. appearing once" bulan hari minggu kilo meter "month" "day" "week" "kilogram" "meter" bulanan harian mingguan kiloan meteran "monthly" "daily" "weekly" "by the kilo" "by the meter" Suffix -an meaning "having many [root word]. people were forced to take refuge to another place. Every day many people pile the garbage up at the garbage dump. With some nouns bases -an derives adjectives meaning "having many [root word]. the pile becomes higher. or suffering from [root word] . Pada waktu perang. As the time passes by. appearing once in the measure indicated by the root word. Semakin lama timbunan itu menjadi semakin tinggi. weight." Suffix -an forms adjectives meaning "done. these refugees which number was estimated reaching at least ten thousands very suffered.

3. 2. London. Majalah 'O' adalah sebuah majalah bulanan. on. Banyak anak kecil yang menderita cacingan. he is gray-haired already. SUFFIX -i The suffix -i is added to roots to form transitive verbs (verbs which take a prefix meN and have passives). Baju-baju bekas itu dijual secara kiloan. One meaning of verbs with -i which we have seen in the basic sentences is "do at. in. 1996. James Neil. mould" "scabies" "ant" "gray hair" cacingan jamuran kudisan semutan ubanan "infested with worms" "mouldy" "suffering from scabies" "suffer pins and needles" "gray haired" EXAMPLES: 1. Many small children are infested with worms. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. Those used clothes are sold by the kilo. Meskipun masih muda.cacing jamur kudis semut uban "worm" "fungus. The following list gives some verb which take -i in the locational meaning: datang dekat duduk jalan jauh ketemu "come" "near" "sit" "walk" "far" "meet" datangi dekati duduki jalani jauhi ketemui "come to" "approach (go near to)" "sit on" "walk on" "go far from" "go to meet with" . Routledge. The suffix -i has several meanings. ia sudah ubanan. Even though he is still young. from" that is the verb refers to an object which is the location of the action. 'O' magazine is a monthly magazine. 4.

climb" "go home" "arrive" "be happy" "rent" habiskan kawinkan kembalikan kosongkan kurangkan lahirkan mandikan naikkan pulangkan sampaikan senangkan sewakan "use up. we have seen kembali meaning "return.kirim tanam tidur tulis "send" "plant" "sleep" "write" kirimi tanami tiduri tulisi "send to" "plant on. "use something up. in" "sleep on. i. The meaning of verbs formed by adding -kan to these roots is "cause to be [root]. his his SUFFIX -kan One large class of roots." Kembalikan means "make something return"." Habiskan means "cause to be finished". "That kid likes to write on friend's books.. used up. some of which are adjectives uses -kan to make causatives." 1 and 2 have the same meaning. "That kid likes to writes on friend's books." For example we know the root habis 'finished.e. In colloquial speech one usually expresses idea with a phrase having a similar meaning which does not contain a verb with -i (usually a verb with no -i and a preposition): (1) Anak itu senang sekali menulis di buku temannya. allow to ride" "send home (cause to go home)" "pass forward (cause to arrive)" "make happy" "rent out" . or as we would express it in English. with" "write on" The suffix -i is used mainly in writing and formal speech. "return something. finish up" "marry off" "return something" "empty something out" "make something less" "give birth (cause to be born)" "bath someone" "put upward." Similarly." habis kawin kembali kosong kurang lahir mandi naik pulang sampai senang sewa "all gone" "be married" "return" "empty" "be less" "be born" "bath" "ride." (2) Anak itu senang sekali menulisi buku temannya.

base ends with a consonant ayah "father" ayahanda Suffix -nda. Please return my book. Suffix -anda is added to bases which end with a consonant and suffix -nda to bases which end with a vowel. 3. younger sister" kakanda adinda ." kata para mahasiswa kepada pemerintah. "Lower the price of the rice!. "Dani. remain" "go down." kata ibu. Tolong kembalikan buku saya. Suffix -anda." say the university students to the government. a base ends with k loses the k. Tonight empty out this garbage bin. base ends with k kakak adik "older brother. Pass forward these news to your family. In most cases. 5. then followed with -nda. finish up that food!. Sampaikan berita ini kepada keluarga Anda.tinggal turun "stay. base ends with a vowel ibu "mother" ibunda Suffix -nda. SUFFIXES -anda." says mother. get off" tinggalkan turunkan "leave behind (cause to remain)" "lower" EXAMPLES: 1. Nanti malam kosongkan tong sampah ini. 2. "Dani. "Turunkan harga beras!. older sister" "younger brother. -nda Suffixes -anda and -nda are added to pronouns and kin terms to form honorific addresses to show respect. 4. habiskan makanan itu!.

and -man Suffix -wan occurs with bases to indicate a person associated with the base. -wati.f) seniwati (f) wisudawan (m. SUFFIXES -wan. James Neil. The suffix -man derives one noun only. both borrowed from Sanskrit. The form -wan refers to both male and female and the form -wati refer to female only. Suffix -wan.f) wisudawati (f) male/female worker female worker male/female artist female artist graduating male/female graduating female Suffix -man seni "art" seniman (m. are the only affixes making gender distinction.nenek anak "grandmother" "child" nenenda ananda Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. property" "science" "sport" "clergy" "history" hartawan ilmuwan olahragawan rohaniwan sejara(h)wan wealthy person scientist sportsman/woman clergyman historian Suffix -wan to indicate male (m) and -wati to indicate female (f) karya seni wisuda "work" "art" "graduation" karyawan (m. Routledge. indicates a person (male or female) associated with the base harta ilmu olahraga rohani sejarah "wealth. London. 1996. Suffixes wan and -wati.f) male/female artist EXAMPLE: .f) karyawati (f) seniman (m.

3. Suffix (Akhiran) Click on the blue word here  suffix an suffix -i suffix kan   suffix -nya suffix -nda. 2. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. Ada banyak seniman yang tinggal di desa itu. etc Prefixs (Awalan) Prefiks or awalan is an element that is structurally being put in front of a word. Para ilmuwan sedang berusaha menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit kanker. buatan. London. anda suffix -man. Routledge. -wati    Suffix or akhiran is an element that is structurally being placed on the tail end of a verb. the word "membeli" is made up . wan. hukuman. James Neil. Para wisudawan sedang memasuki ruangan untuk upacara wisuda. The graduating people are entering the room for graduation ceremony. Hartawan itu sangat murah hati. 1996. There are many artists live in that village. For example : pangkalan. masuki. 4.1. That wealthy person is very generous. The scientists are trying to find medicine to cure cancer. sayangkan. for instance.

those formed by adding the ber. speak" "gather together" "ask" "stop" Lists of example for ber. Click on the prefixes listed below to learn more about each one:  prefix ber prefix di   prefix keprefix peprefix ter-   prefix meprefix se- PREFIX BERThere are two types of verbs with the ber. Kalau Anda tidak mengerti... you may ask the (female university) teacher.. If you don't understand.prefix to a noun. When the ber.. study" kumpul berkumpul tanya henti bertanya berhenti Irregular prefix berClick here. and adding the ber.+ Noun nama umur sepeda jalan sekolah bernama berumur bersepeda berjalan bersekolah "having the name" "having the age of" "to go by bicycle" "walk" "attend school. belanja berbelanja "shop" bicara berbicara "talk.prefix.. These are list of example for adding berto the root. Anda bisa bertanya kepada ibu dosen....prefix attached to a verb root the resulting verb is a reflexsive verb.. .of the prefix "mem-" + "beli" which is a root word (kata dasar)..prefix to a root verb. kerja bekerja "work" ajar belajar "study" Exercise EXAMPLES: 1.

Ibu Sumirat bekerja di sebuah rumah sakit tidak jauh dari rumahnya. Hasan attends school at SMA Negeri (state high school) in the city of Surabaya. Budiman terpilih menjadi ketua organisasi pemuda di desanya. Sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa Pak Amat pergi meninggalkan kita. 3. James Neil. hendak kasih rangka tua "want. Ibu Sumirat works at a hospital not far from her house. My dog has a name "Bleki" and he is two years old. PREFIX KePrefix ke. . It is God's will that Pak Amat left us (passed away). Budiman was elected as the chairman of the youth organization in his village. The skeleton of the missing person was found in the forest. Anton dan Rini menjadi sepasang kekasih selama empat tahun. 4. framework" "old" kehendak kekasih kerangka ketua "desire.2. Anton and Rini become a couple of lovers for four years. will" "love" "skeleton. Routledge. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. Kerangka orang yang hilang itu ditemukan di tengah hutan. 3.is added to a few root words to form nouns. London. Hasan bersekolah di SMA Negeri di kota Surabaya. 4. 2. will" "lover" "skeleton" "chairman" EXAMPLES: 1. Anjing saya bernama "Bleki" dan dia berumur dua tahun. 1996.

Pak Joko bekerja sebagai penggali sumur. PREFIX terThe prefix ter. 2. Elvi Sukaesih adalah seorang penyanyi 'dangdut' yang terkenal di Indonesia. The number of internet users in Indonesia has not many yet. Elvi Sukaesih is a famous 'dangdut' singer in Indonesia. Jumlah pemakai internet di Indonesia belum banyak. With a stative meaning-that is. The criminals have been captured by the police.PREFIX -pe EXAMPLES: 1. 3.is added to verb roots to form stative verbs. 4. Pak Joko works as a well digger. Para penjahat itu sudah ditangkap polisi. roots that refer to .

which also occur prefixed by ter-: bangun biasa buka dapat duduk "be awake.the state of something or of a person. "The merchant took a bath after he woke up. go inside" termasuk sedia tidur tutup "be ready" "sleep" "closed" tersedia tertidur tertutup EXAMPLE: a (1) Dia duduk di depan. "He sat in the front." b (1) Pedagang itu mandi setelah bangun. "He fell into a sitting position." a (2) Dia jatuh terduduk. the prefix terforms a word that emphasizes the accidentally of the action by which the state came into being or that is has been possible for the state to have come into being. get up" "be accustomed to" "open" "be in hand after having been obtained" "be seated" terbangun terbiasa terbuka terdapat terduduk "be awakened by something that does not intend to awake" "get accustomed to something by" "accidentally come open" "be available" "fall into a sitting position" "be reminded by something that does not intend to remind one" "be included in a group or accidentally get into something" "be made available for use" "fall asleep" "be locked" ingat "remember" teringat masuk "enter." . The following list gives stative forms that we have so far.

adding meN-. "He was awakened by a noise outside of his room. "A good time in the meN-s room" click here for an easy-to-print version of the chart below EXAMPLES: 1.b (2) Dia terbangun karena ribut di luar kamarnya. Ibu membeli daging. telur. and vegetables at the market. finding roots.worksheet 1. Ibu bought meat. dan sayur-sayuran di pasar. ." PREFIX MEclick here for Exercise To learn more about prefix meN-: meN. 2. egg.

You may rent a car at 'Enterprise'.occurs with group numbers to form cardinal numbers and in fractions. To form cardinal numbers sepuluh sebelas seratus seribu sejuta semilyar To form fractions sepertiga seperempat seperlima sepersepuluh seperduapuluh But: setengah or separuh To replace "satu" before classifiers ekor (tail) helai (piece) orang (person) titik (dot. A lot of garbage pile up by the side of the street. 5. Ibu harun assures Michael that the school is a good school. drop) gelas (glass) piring (plate) cangkir (cup) seekor kuda sehelai kain batik seorang wanita setitik air segelas susu sepiring nasi secangkir kopi "a "a "a "a "a "a "a horse" piece of batik cloth" woman" drop of water" glass of milk" plate of rice" cup of coffee" "one third" "one fourth" "one fifth" "one tenth" "one twentieth" "half" "ten" "eleven" "one hundred" "one thousand" "one million" "one billion" EXAMPLES: . Ibu Harun meyakinkan Michael bahwa sekolah itu adalah sekolah yang baik. Banyak sampah menggunung di pinggir jalan. Para penjual menjual makanan dan minuman. 3.2. 4. It also replaces the number "satu" before classifiers. Anda bisa menyewa mobil di 'Enterprise'. PREFIX SePrefix Se. The sellers sell food and drink.

.. which then mean "having to . sepuluh di antaranya adalah wanita. Ada sebelas orang mahasiswa di kelas ini. the word "penembakan" is made up of the prefix "peN-" + "tembak. needed flour a half kilogram. verbs... ten of them are females.. Circumfix ke-. Only one-fifth of the population of that village who are literate..-an Circumfix ke-. 1996. In general. 2. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon." which is a root word (kata dasar) + "-an. Circumfix (Gabungan) Circumfix or gabungan is a combined element that is structurally being put in front and at the end of a word...." Click on the circumfix listed below to learn more about each one: Circumfix ke-. 4. Untuk membuat kue itu. Routledge.. This morning I saw a beautiful woman who was buying a piece of batik cloth whilst her husband was buying a plate of fried banana and a cup of coffee. James Neil.-an Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX ke-. London. To make that cake. There are eleven students in this class.-an forms nouns from adjectives.-an also can be based on nouns.1. Tadi pagi saya melihat seorang wanita cantik sedang membeli sehelai kain batik sementara suaminya membeli sepiring pisang goreng dan secangkir kopi.. However. the meaning of the noun can be predicted from the meaning of the adjective base. Hanya seperlima dari penduduk desa itu yang tidak buta huruf. 3.. in a few cases this is not so. dibutuhkan tepung sebanyak setengah kilogram.-an Circumfix per-.an Circumfix peN-. and other classes. Such nouns are generally of an abstract nature. for instance.

.-an can be combined with NOT. .in English Circumfix ke-." These are list of examples of nouns which identify the characteristics of the adjectives These are list of examples of nouns which DO NOT identify the characteristics of the adjectives baik kebaikan "kindness" berat malu terang keberatan kemaluan "objection" "genital" bebas kebebasan "freedom" bersih kebersihan "cleanliness" cantik kecantikan "beauty" keterangan "explanation" sehat kesehatan "health" Circumfix ke-. Kecantikan gadis muda itu dikagumi oleh banyak orang. The beauty of that young woman is admired by many people... which correspond with dis.or in.-an that means "having to do with [base]" adil jujur ketidak-adilan "injustice" ketidakjujuran ketidakpuasan ketidaksenangan "dishonesty" anggota keanggotaan "membership" daerah ibu wanita kedaerahan keibuan kewanitaan "regionalism" "motherliness" "femininity" puas "dissatisfaction" senang "displeasure" EXAMPLES: 1..do with [base].

London..-an nouns that refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to" peN-. The demonstrators raise their dissatisfaction toward the government. Her feeling of motherliness grew when she saw that poor baby.-an nouns refer to the pace where the action of the corresponding verb typically occurs.. A number of peN-. Rasa keibuannya timbul ketika ia melihat bayi malang itu. peN-....-an forms nouns which refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to..-an Circumfix peN-.. 4. 1996 Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX peN-.-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb typically occurs .. 3. Bapak dan Ibu Sadli menyatakan keberatan kalau Susi pulang larut malam.. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge." Other nouns relate with the object of the corresponding verb.. Bapak and Ibu Sadli raise an objection if Susi comes home late at night.2. Para demonstran itu menyatakan ketidak-puasannya terhadap pemerintah.

3.T. The sending of P. Pak Budi sekeluarga menginap di sebuah penginapan di pantai. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. Pak Budi and his family stayed overnight at a lodging by the beach. act of washing" "lodging. London. Makmur dilakukan dengan truk-truk.satu tulis penyatuan penulisan "the uniting of" giling "the writing of" cuci pencucian "the collecting of" inap penginapan "the stopping of" "the sending of" "laundry. 2. Makmur's commodities are carried out by trucks.. act of exiling" penggilingan "mill" kumpul pengumpulan henti penghentian buang pembuangan kirim pengiriman peN-. scenery" "announcement" EXAMPLES: 1.. inn" "exile. 1996 .-an nouns relate with the object of the corresponding verb pandang umum memandang mengumumkan pemandangan pengumuman "view. Pengiriman barang-barang P. The view from Pak Budi's room's window is very beautiful.T. Pemandangan dari jendela kamar Pak Budi indah sekali.

per-.-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates.........-an forms nouns referring to road intersections.Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX per-..... delegation" janji berjanji perjanjian wakil perwakilan temu bertemu pertemuan per-.-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base]. per-. With limited usage...-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base] Circumfix per-.-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb. Some per..-an Circumfix per-. Per-. agreement" "meeting" persaudaraan "brotherhood" persekutuan "alliance" "representation..-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb budak musuh saudara sekutu perbudakan permusuhan "slavery" "enmity" kerja ajar gerak bekerja belajar bergerak pekerjaan pelajaran pergerakan "work" "lesson" "movement" "promise..-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs tiga pertigaan "three-way intersection" henti judi perhentian perjudian "stopping place" "gambling place" ...-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates...an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs.. Some per-. Per-.-an forms nouns referring to road intersections per-.

Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. The (university) students like Bahasa Indonesia lesson very much. 4. Traffict lights at the cross-roads in front of the campus have been installed. There are many traditional textile mill industries in Bali. Ada banyak usaha pertenunan tradisional di Bali. 2. There is slavery in the United States' history. Lampu lalu lintas di perempatan di depan kampus sudah dipasang. London.empat perempatan "cross-roads" cetak tenun percetakan pertenunan "printery" "textile mill" EXAMPLES: 1. 3. Para mahasiswa sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia. 1996 . Ada perbudakan dalam sejarah negara Amerika Serikat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful