TATARAN FONOLOGI Fonologi ialah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa

(Chaer, 1994). Satuan bunyi dibedakan antara fonetik dan fonemik. Fonetik ialah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna. Misalnya : bunyi [i] pada kata [intan], [angin], dan [batik] tidak sama. Tulisan fonetik dibuat berdasarkan aksara latin yang ditambah dengan sejumlah tanda diakritik dan sejumlah modifikasinya. Ini dilakukan karena jumlah bunyi melebihi 26 aksara latin. Bunyi terdiri dari kelompok bunyi vokal dan konsonan. Di samping itu, ada bunyi diftong atau vokal rangkap, karena posisi lidah pada bagian awal dan akhir bunyi tidak sama. Misalnya bunyi [au] pada kata kerbau, [ai] pada kata cukai, dan lain-lain. Bunyi konsonan diklasifikasikan atas (1) posisi pita suara (bergetar atau tidak bergetar), (2) tempat artikulasi (labial, dental), dan (3) cara artikulasi (sengau, hambat). Fonetik terdiri dari : 1) Fonetik auditoris (penerimaan bunyi oleh telinga) 2) Fonetik artikulasi (penerbitan bunyi oleh alat ucap manusia) 3) Fonetik akustik (ciri-ciri bunyi bahasa akibat peristiwa fisika) Fonemik adalah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bahasa sebagai pembeda makna. Contoh: bunyi [p] dan [b] pada kata [paru] dan [baru] menyebabkan perbedaan makna. Karena itu [p] dan [b] disebut fonem. Bunyi yang tidak membedakan makna bukan fonem. Bunyi [t] dan [th] dalam bahasa Inggris bukanlah dua fonem yang berbeda, tetapi dua buah bunyi dari sebuah fonem yang sama. Variasi bunyi yang timbul dari realisasi fonem disebut alofon. Fonem [i] dalam bahasa Indonesia, misalnya, mempunyai empat buah alofon, yaitu bunyi [i] dalam kata cita, tarik, ingkar, dan kali. Klasifikasi Konsonan: 1) Berdasarkan artikulator dan titik artikulasi Bilabial : b, p, m, w Palatal : c, j, ny, y Velar : k, g, kh, ng Dental : t, d, n 2) Berdasarkan jalan keluar udara Bunyi oral : p, b, w, r, dan lain-lain Bunyi nasal : m, n, ng, ny 3) Berdasarkan halangan yang dijumpai saat udara keluar Hambat atau stop : p, b, k, t, d Frikatif atau geser : f, v Spiran atau desis : s, z, sy

Trill atau getar : r Lateral : l 4) Berdasarkan getaran pita suara Bersuara : b, c, d, f, g, h, dan lain-lain Tidak bersuara : k, t, p, s Perubahan Fonem

a. Asimilasi dan Disimilasi
Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain, sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya. Misalnya, [Sabtu] diucapkan [saptu] karena pengaruh bunyi [t]. Atau fonem yang tidak sama dijakdikan sama. Misalnya, [al salam] menjadi [assalam] Jika dalam asimilasi, dua bunyi yang berbeda menjadi sama, maka disimilasi perubahan itu menyebabkan dua fonem yang sama menjadi berbeda. Misalnya kata [citta] dalam bahasa Sanskerta berubah menjadi [cinta] dan [cipta]. Jadi ada perubahan bunyi [tt] menjadi [nt] dan [pt].

a. Metatesis dan Epentesis
Metatesis adalah sebuah bunyi yang bertukar tempat dengan bunyi yang lain. Misalnya [brantas] dan [bantras], [jalur] dan [lajur], [almari] dan [lemari]. Epentetis terjadi jika sebuah fonem disisipkan dalam sebuah kata. Misalnya [kapak] menjadi [kampak]

a. Kontraksi
Kontraksi terjadi pemendekan ujaran dalam percakapan yang cepat. Misalnya, [tidak tahu] menjadi [ndak tahu], [shall not] menjadi [shan‟t], dan lain-lain.

a. Diftongisasi
Proses perubahan satu vokal menjadi diftong. Misalnya, [sentosa] menjadi [sentausa]

a. Monoftongisasi
Proses perubahan diftong menjadi satu vokal. Misalnya, [satai] menjadi [sate], atau [pulau] menjadi [pulo].

a. Sandi
Sandi adalah dua vokal berturut lebur menjadi satu vokal. Misalnya [pesantrian] menjadi [pesantren].

a. Adaptasi
Adaptasi adalah penyesuaian bentuk. Misalnya, [chauffeur] menjadi [sopir], atau [goal] menjadi [gol].

a. Analogi
Analogi adalah pembentukan kata berdasarkan bentuk yang sudah ada. Misalnya [sastrawan] menjadi [sastrawati].

a. Hiperkorek
Membetulkan yang tepat sehingga menjadi salah. Misalnya, [surga] menjadi [syurga], [pihak] menjadi [fihak].

a. Haplologi
Haplologi adalah penghilangan sebuah suku kata di tengah kata. Misalnya, [budhidaya] menjadi [budidaya], [mahardika] menjadi [merdeka].

TATARAN MORFOLOGI Istilah morfem diperkenalkan oleh kaum strukturalis karena tata bahasa tradisional tidak mengenalnya. Morfem memang bukan satuan sintaksis. Morfem adalah satuan terkecil yang mempunyai dan mempengaruhi arti. Keseluruhan ilmu yang mempelajari proses pembentuka kata disebut Morfologi. Di samping itu, dikenal juga istilah morfofonemik, yaitu peristiwa berubahnya wujud morfem karena pengaruh 1) afiksasi, 2) reduplikasi, dan 3) komposisi. Alomorf adalah variasi bentuk yang berlainan dari morfem yang sama. Misalnya variasi imbuhan me- pada kata melihat, membaca, mendengar, menyanyi, dan menggali. Dengan demikian me- mendapat sengau sesuai dengan lingkungannya. Klasifikasi Morfem:

a. Morfem bebas
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan. Misalnya meja (KB), pukul (KK), manis (KS), dan telah (KT). Morfem ini biasa juga disebut dengan morfem bermakna leksikal.

a. Morfem terikat
Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri, hanya mempunyai makna jika bergabung dengan bentuk lain. Morfem ini terdiri dari : imbuhan, pokok kata, bentuk unik, partikel, klitika, dan kata tugas yang tidak dapat berdiri sendiri. Morfem ini juga disebut dengan morfem tidak bermakna leksikal. Di samping itu, Verhaar menyebut kelompok morfem prakategorial atau bentuk pradasar. Secara semantik morfem ini mempunyai makna, tetapi secara gramatikal tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya [juang], [henti], dan [gaul]. Dalam kelompok ini juga termasuk sejumlah morfem yang hanya dapat muncul pada pasangan yang tetap (morfem unik). Misalnya [renta] pada tua renta, [kerontang] pada kering kerontang, dan [kuyup] pada kata basah kuyup. Preposisi dan konjungsi juga tidak dapat berdiri sendiri, tetapi mempunyai makna. Morfem dasar, dapat berwujud morfem terikat, bisa juga morfem bebas. Sebuah morfem dasar dapat menjadi sebuah bentuk dasar dalam proses morfologi. Morfem dasar dapat diberi afiksasi, reduplikasi, atau bergabung dengan morfem lain. Bentuk dasar adalah bentuk yang menjadi dasar dalam proses morfologis, dapat berupa morfem tunggal atau morfem gabungan. Misalnya: Komposisi Memperbaiki Keanekaragaman Kata Kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian, atau deretan huruf yang diapit oleh dua spasi dan mempunyai satu arti (Tatabahasa Tradisional). Bloomfield (tatabahasa Struktural) menyatakan bahwa kata adalah satuan bebas terkecil (a minimal free form). Linguistik Eropah mengemukakan syarat-syarat sebuah kata: 1) mempunyai susunan fonem yang urutannya tetap serta tidak dapat diselipi fonem lain, 2) mempunyai kebebasan berpindah tempat. Syarat kedua ini menjadi perdebatan, misalnya kalimat Nenek membaca koran kemarin, ternyata dapat dipertukarkan susunannya. Tatabahasa Tradisional mengklasifikasikan kata atas kategori makna dan kategori fungsi. Kategori makna digunakan untuk mengklasifikasikan verba, nomina, dan ajektiva. Kategori fungsi digunakan untuk pengelompokan preposisi, konjungsi, advervia, dan pronomina. Bentuk Dasar Perbaiki aneka ragam Morfem Dasar Baik aneka dan ragam

Verba (KK) adalah kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan, dapat berdistribusi di belakang kata tidak…. Nomina (KB) adalah kata yang menyatakan benda atau yang dibendakan, dapat mengisi konstruksi bukan …. Ajektiva (KS) adalah kata yang menyatakan sifat, atau dapat mengisi konstruksi sangat…… Beberapa kata dalam bahasa yang berfleksi (Bhs. Arab, Latin, dan Sanskerta), hanya dapat digunakan dalam kalimat jika bentuknya disesuaikan dengan kategori gramatikal yang berlaku. Misalnya dengan afiksasi atau modifikasi lain terhadap bentuk dasar. Proses inflektif ini tidak mengakibatkan pembentukan kata baru. Berbeda dengan itu, derivatif membentuk kata baru. Misalnya, [nyanyi] dengan [penyanyi]. Antara kedua kata itu berbeda identitas leksikalnya. Kelas Kata 1. Aliran Tradisional Aliran ini membagi kata atas 10 kelas sesuai dengan konsep Aristoteles, yakni: a) kata benda (kata yang menerangkan nama suatu benda atau yang dibendakan). Misalnya, lemari, kemanusiaan b) kata sifat (kata yang menyatakan sifat atau keadaan suatu benda). Misalnya, keriting, manis c) kata kerja (kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan). Misalnya: tendang, berjalan-jalan d) kata keterangan (kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan lain-lain). Misalnya: (1) keterangan waktu : sesudah, sebelum, ketika (2) keterangan tempat : di sini, ke sana, dari sana (3) keterangan syarat : jika, kalau, seandainya (4) keterangan sebab : sebab, karena (5) keterangan akibat : sehingga, karena itu (6) keterangan tujuan : agar, supaya, untuk, guna, buat (7) keterangan perwatasan : kecuali, hanya, selain e) kata ganti (kata yang menggantikan kata benda) : (1) kata ganti orang : aku, kau, dia, kita, mereka (2) kata ganti penghubung : yang, bahwa (3) kata ganti penunjuk : itu, ini, tersebut (4) kata ganti penanya : apa, siapa, di mana (5) kata ganti tak tentu : berapa

(6) kata ganti milik : -nya f) kata bilangan (menyatakan jumlah, urutan atau tingkat suatu benda) : (1) bilangan utama : satu, sepuluh (2) bilangan tingkat : pertama, kelima (3) bilangan tak tentu : beberapa, tiap-tiap (4) bilangan kumpulan : berdua, kedua hal itu (5) bilangan bantu : sebuah, seekor, seutas, seorang, sepucuk g) kata depan (kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat) : di, ke, dari, pada h) kata sambung (kata yang menghubungkan suatu kata dengan kata lain, menghubungkan bagianbagian dalam kalimat, atau menghubungkan antarkalimat): (1) menunjukkan gabungan : dan, serta, lagipula (2) menunjukkan pertentangan : tetapi, melainkan, sedangkan (3) menyatakan penjelas : yakni, yaitu i) kata sandang (kata yang menentukan atau membatasi sesuatu) : si, sang, yang, para j) kata seru (menyatakan luapan perasaan) : wah!, kasihan!, Ya ampun! 2. Aliran Struktural a) kata benda (semua kata yang dapat diperluas dengan menambahkan yang + kata sifat). Contoh : adik yang cantik, bulan yang merah b) kata kerja (yang dapat diperluas dengan menambahkan kata dengan + kata sifat). Misalnya : lari dengan cepat, menatap dengan lembut, c) kata sifat (yang dapat diperluas dengan kata amat…., paling…., sangat…. dan …sekali). Contoh: amat indah, paling tinggi, sangat sedih, merah sekali. d) kata tugas (kata yang fungsinya untuk memperluas atau mengadakan transformasi kalimat, kata tersebut tidak dapat menduduki fungsi subyek, predikat, dan objek. Misalnya: di, yang, tetapi, dan lain-lain. Afikasasi Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Afiksasi berkaitan dengan : 1) dasar atau bentuk dasar, 2) jenis afiks, dan 3) makna gramatikal yang ditimbulkan. Dasar atau bentuk dasar dapat berupa akar atau berupa bentuk kompleks. Tata bahasa Indonesia mengenal adanya prefiks me- yang bersifat inflektif (misalnya me- yang menunjukkan bentuk aktif pada kata menendang) dan me- sebagai bentuk derivatif (misalnya me- pada kata mematung). Imbuhan (Afiks) terdiri dari : 2) Prefiks (awalan) : ber-, se-, me-, di-, ke-, pe-, per-, ter-

-nya 5) Konfiks (imbuhan gabung) : pe-an. -em-. menjadi …. menuju ke … mencari …. menjadi seperti …. di/per/kan. -er-... berlaku seperti ….3) Infiks (sisipan) : -el-. segera setelah/sesudah sama seperti berada dalam ber- Ter- Pe- per- Ke- dise- . se-an. melakukan perbuatan Mempunyai mengendarai/menggunakan Mengeluarkan Mengusaha dalam keadaan memanggil sebagai terdiri dari (kolektif) melakukan perbuatan untuk diri sendiri (reflesif) berbalasan (resiprok) paling (superlatif) tiba-tiba/tak sengaja/spontanitas terus-menerus/kontinuitas sudah di (perfektif) sampai ke (mengenai) dalam keadaan ……. membubuhi …. Makna yang ditimbulkan oleh afiksasi adalah : Prefiks MeContoh Menggulai Menepi Merotan Menyemir Mengabdi Membeku Melembaga Menyapu Mengeong Merokok Menari Beratap Bersepeda Bersuara Berkedai Bergembira Bertante Berlima Berjemur Bergulat Terbesar Terpijak Terendam Tercetak Tertulang Tertutup Terdakwa Penggaris Peneliti Pesuruh Pemabuk Pemalu Perdua Perdewa Petinju Pejalan Kekasih Kehendak kedua + KB KB + kedua Ditulis Selembar Sedunia Sesampai Sedalam Sekamar Makna membuat jadi …. ke-an. bekerja dengan alat … mengeluarkan bunyi …. per-an.. orang yang di …. in 4) Sufiks (akhiran) : -i. -an. di/i. menghisap …. Alat orang yang me… orang yang di …. ber-an atau mem/per/kan.. orang yang gemar/suka orang yang bersifat membuat jadi (kausatif) menganggap sebagai orang yang berprofesi/ahli ber… orang yang ber… seseorang yang di … sesuatu yang di … kumpulan bilangan bilangan tingkat menyatakan pasif Satu seluruh…. se-nya. -kan.

Infiks -el-er- -emSufiks -i -kan -an Konfiks Pe-an per-an Ke-an ber-an mem-perkan mem-per-i secepat-cepatnya Contoh telunjuk.. (kausatif) memberi hormat berulang-ulang (repetitif) masuk ke (lokatif) (berkeliling di) lokatif membersihkan mencabut membuang membuat jadi (kausatif) memberi melakukan perbuatan untuk orang lain memasukkan ke tempat alat kumpulan tiap-tiap hasil sesuatu yang bersifat sesuatu yang di sekitar/kira-kira Makna proses/perbuatan tempat hasil perbuatan tempat ber… Hal/keadaan hasil ber… kumpulan tempat ber Hal yang… tiba-tiba/tak sengaja menderita hal terlalu dikenai berbalasan (resiprok) berulang-ulang (intensitas frekuensi) membuat jadi ber… (kausatif) membuat jadi (kausatif) penekanan kualitas (intensitas) Reduplikasi . pelatuk Gelembung Serabut Seruling Gerigi Gemilang Contoh Lukai hormati pukuli masuki kelilingi Kuliti Sisiki Bului besarkan sarankan bukakan kandangkan kuburan ayunan daratan harian tulisan manisan makanan tahun 90-an Contoh pelatihan pemukiman penyelesaian penghargaan permukiman pergerakan persatuan perpustakaan kelurahan kesehatan ketinggalan kehabisan Kebesaran kehujanan bersalaman berdatangan mempertemukan mempersatukan Memperbaiki Mempersenjatai Mempelajari paling (superlatif) Makna alat me… Bersifat Bersifat Alat kumpulan/banyak Bersifat Makna membuat jadi.

sayur-mayur Kata ulang berimbuhan (perulangan dengan salah satu lingganya mendapat tambahan imbuhan). e. sebagian ahli mengemukakan adanya bentuk reduplikasi semantis yang terdiri dari dua kata yang bermakna sinonim membentuk kesatuan gramatikal. Sebaliknya ada juga reduplikasi yang bersifat derivasional. Trilingga (pengulangan morfem dasar sampai dua kali). bentuk-bentuk seperti kita-kitai atau merekamereka sebenarnya dapat diterima. tampaknya hasil reduplikasi. atau dengan perubahan bunyi. Di samping itu. tetapi hanya memberi makna gramatikal. tetangga. lauk pauk. f. baik secara keseluruhan. Karena reduplikasi dalam bahasa Indonesia dapat bersifat derivasional. meja-meja. 1994). . Misalnya: b. perubahan-perubahan Kata ulang bervariasi bunyi atau dwilingga salin suara (perulangan atas seluruh suku kata. gado-gado Kata ulang dwipurwa (ulangan pada awal suku kata). hancur luluh (Chaer. yakni yang membentuk kata baru. Misalnya: rerumputan. karena itu. Misalnya: kupu-kupu. Jenis-jenis reduplikasi adalah: a. kehendak. pepohonan. ngak-ngikngok. c. Misalnya: meja-meja. misalnya: dag-dig-dug. serba-serbi. sebagian (parsial). cas-cis-cus. d. bertanya-tanya Kata ulang semu (menurut STA. lelaki. tetapi tidak jelas bentuk yang diulang). yang berarti banyak meja. alim ulama. Misalnya. yakni yang tidak mengubah identitas leksikalnya.Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar. Bentuk reduplikasi ini dapat bersifat paradigmatis (infleksional). Kata ulang penuh atau dwilingga (pengulangan penuh pada kata dasar atau kata jadian. kekasih. Misalnya : bolak-balik. tetapi salah satu lingga-nya terjadi perubahan bunyi. ilmu pengetahuan. Misalnya: laba-laba yang dalam tata bahasa tradisional dianggap berasal dari kata laba. Misalnya: surat-menyurat.

Konstruksi seperti ini sangat banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia. Misalnya.Makna Kata Ulang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Contoh mobil-mobilan. kereta api. berjalan-jalan meja-meja kuat-kuat memukul-mukul buah-buahan. keibu-ibuan tidur-tiduran. lalu lintas. walaupun bersifat seperti rileks mengeraskan arti (banyak) intensitas kualitatif intensitas frekuentif bermacam-macam Komposisi Komposisi adalah hasil atau proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar lain sehingga terbentuk suatu konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang baru. Karena itu bentuk seperti orang tua (orang tua). tidak bersifat sintaksis (Verhaar. Kridalaksana membedakan antara kata majemuk dengan idiom. 3) kata majemuk kiasan (frase idiomatik). maka idiom adalah konsep semantis. 2) kata majemuk subordinatif (tidak sejajar). meja hijau (pengadilan). akhirulkalam. 3) hubungan kedua unsurnya merupakan kesatuan yang terikat secara morfologis. kumis kucing (untuk menyatakan jenis tumbuhan dan bagian dari tubuh kucing) dan mata sapi (untuk menyatakan telur yang digoreng tanpa dihancurkan dengan bagian dari tubuh sapi). sehingga beberapa di antaranya menimbulkan perdebatan. daya juang. cetak-mencetak pening-pening putih-putih bersalam-salaman hujan-hujan. dan lain-lain. Jenis-jenis kata majemuk 1) kata majemuk koordinatif (sejajar). contoh: rumah sakit. Misalnya. di antara kamar mandi tidak dapat diselipi kata yang. 1978). Misalnya. tanam-tanaman Makna menyerupai menyatakan hal agak atau melemahkan serba atau seragam berbalasan (resiprok) meskipun. Jika kata majemuk merupakan konsep sintaksis. semak belukar. . pintu belakang Meskipun begitu. contoh : siang malam. atau unsurnya tidak dapat dibalik menjadi mandi kamar. tetapi idiom. rumah-rumahan masak-memasak. yakni frase yang bermakna kiasan. apakah kelompok kata majemuk (kompositum) atau tidak. dan mata sapi (telur) bukanlah kata majemuk. mata pisau. Tatabahasa struktural menyatakan bahwa kata majemuk sekurang-kurangnya memenuhi syarat: 1) menimbulkan makna baru yang bukan merupakan gabungan unsur-unsurnya 2) di antara unsur pembentuknya tidak dapat diselipi unsur lain. Misalnya: meja hijau. Misalnya matahari tidak sama artinya dengan matanya hari. sawah ladang. cantik-cantik kekanak-kanakan.

Karena itu. Frase meja saya. tetapi dapat menjabat fungsi-fungsi kalimat. Dikatakan nonpredikatif karena hubungan antara unsur pembentuknya tidak berstruktur S-P atau PO. (Jawaban pertanyaan : Nenekmu ada di mana?) Jika kata majemuk memiliki komposisi satu makna baru. maka sintaksis membicarakan hubungan kata dengan kata lain dan unsur-unsur lainnya dalam satu kesatuan ujaran. sang mertua. Misalnya: di pasar. dan dari. tidak ada salah satu komponennya yang dapat menggantikan keseluruhan. misalnya pada kalimat Dia berdagang di atau Dia berdagang pasar. ke. (Jawaban pertanyaan: Siapa yang tidur di sana?) Di kamar tidur. maka salah satu unsur frase itu tidak dapat dipindahkan sendirian. dengan gergaji besi. atau buku humor dapat diselipi buku tentang humor. yang berbaju ungu. Misalnya: si miskin. sehingga dapat diselipi kata lain. atau yang. karena frase mengisi salah satu fungsi sintaksis. b) eksosentrik yang bersifat nondirektif (komponen pertamanya berupa artikulus seperti si dan sang. Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang bersifat nonpredikatif dan mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. para remaja mesjid. demi keamanan. para. oleh bahaya api. Misalnya frase sedang membaca. berbeda dengan kata majemuk. Komponen keduanya dapat menggantikan frase itu dalam kalimat : Nenek membaca komik di kamar. dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. maka frase tetap membawa makna bawaannya. misalnya mengandung makna „saya punya meja‟. Pembentuk frase harus berupa morfem bebas. 2. kaum cerdik pandai. Misalnya kata tidur dalam frase di kamar tidur tidak mungkin dipindahkan. Frase eksosentrik Frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Jenis-jenis Frase 1. ajektiva. Frase direktif disebut juga frase preposisional. Disamping itu. hubungan antara satu kata dengan kata yang lain dalam frase cukup longgar. dan lain-lain. Perlu juga diingat. Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kalimat. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. atau verba). Misalnya. Komponen di maupun komponen pasar tidak dapat mengisi fungsi keterangan. salah satu komponennya dapat menggantikan kedudukan keseluruhan. karena salah satu unsurnya merupakan morfem terikat. misalnya sebagai kalimat jawaban. Karena itu. Frase juga berpotensi menjadi kalimat minor. Jika morfologi membicarakan struktur internal kata. Frase dapat juga disebut sebagai kelompok kata yang bukan subjek dan predikat. . Frase eksosentrik terdiri dari dua jenis : a) frase eksosentrik yang bersifat direktif (komponen pertamanya berisi preposisi di. dan kaum. ke Jakarta. Frase ini disebut juga frase modifikatif atau frase subordinatif karena salah satu komponennya berlaku sebagai atasan dan yang lain sebagai bahawan. frase di pasar. Contoh: Nekek saya. dari kayu jati.TATARAN SINTAKSIS Sintaksis berasal dari bahasa Yunani: Sun (dengan) dan tattein (menempatkan). Jadi konstruksi seperti tataboga atau interlokal bukanlah frase. dan komponen keduanya berkategori nomina). Misalnya konstruksi nenek saya dapat diselipi nenek dari saya.

buruh atau majikan. pelengkap tidak Jenis Klausa a) klausa utama. intinya berupa kata sifat. sawah ladang. pelengkap tidak b) objek dapat dijadikan subjek. Dalam konstruksi ini. . misalnya: sangat cantik. makin…makin…. Contoh: sehat dan kuat. baik tua maupun muda. misalnya : bus sekolah. Di samping itu. disebut juga klausa bebas. Frase koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit disebut parataksis. makin terang makin baik. seratus dua puluh lima. yaitu: a) Frase nominal. karena itu urutannya dapat dipertukarkan. pulang pergi. dua tiga hari. dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif ( dan. pak Ahmad Klausa Klausa adalah satuan sintaksis yang bersifat konstruksi predikatif. b) Frase verbal. misalnya: tiga belas. satu setengah juta. Misalnya: pak Ahmad. tetapi. maka klausa berpotensi menjadi kalimat mayor. Frase apositif Frase apositif adalah koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. merah jambu. dan guru muda. 3. dan lain-lain).Dalam kaitan dengan frase endosentrik ini. guru saya dapat ditukar menjadi guru saya. maka objek wajib hadir. Misalnya: Nenek membelikan kakek baju baru. sedangkan baju baru disebut objek langsung. tua muda. d) Frase numeralia. Misalnya: hilir mudik. Bedanya : a) objek berada di belakang verba transitif. Sekurang-kurangnya terdiri dari S dan P. Jika frase hanya berpotensi menjadi kalimat minor. dan lain-lain. dari kategori intinya dapat dibedakan beberapa jenis frase. Pelengkap memang tampak mirip dengan objek. Misalnya minyak dalam kalimat Botol itu berisi minyak. Klausa belum menjadi kalimat karena konstruksinya belum diberikan intonasi final. karya besar.. misalnya: sedang membaca. atau. dan guru dalam kalimat Nenek dulu ingin menjadi guru. kurang baik. kecap manis. intinya berupa kata kerja. yaitu bagian dari predikat verba (intransitif) yang melengkapi verba tersebut. makan lagi. Misalnya : Nenek mandi Jika predikatnya berbentuk verba transitif. Misalnya: Nenek membaca buku. Frase koordinatif Frase koordinatif adalah frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat. intinya berupa kata benda. indah sekali. karena itu berpotensi menjadi kalimat mayor dengan memberi intonasi final. baik…maupun…. Kakek adalah objek tak langsung. 4. juga dikenal verba bitransitif. juga dikenal istilah pelengkap atau komplemen. sudah mandi. intinya berupa kata bilangan. yang memerlukan dua objek sekaligus. Konstruksi klausa terdiri dari Subjek dan Predikat. tidak akan datang c) Frase ajektiva.

A. Misalnya: gajinya lima jua sebulan. matahari terbit. Berdasarkan kategori unsur segemental yang menjadi predikatnya. Misalnya: Bumi ini sangat luas. Jenis kalimat 1) Berdasarkan jenis predikatnya a) Kalimat verbal (kalimat yang predikatnya kata kerja). dia dari Medan. Dr. adik sedang mandi. Klausa ini dibedakan lagi atas klausa transitif (Nenek menulis surat).b) klausa bawahan. dia sudah bersolek). keduanya bersalaman). karena berkaitan dengan verba tertentu. misalnya: nenek sedang berdandan. Misalnya : ketika kami sedang belajar atau kalau diizinkan oleh ibu. klausa intransitif (nenek menangis). dosen lingistik. A. Misalnya: . Misalnya. klausa refleksi (yang predikatnya berupa verba refleksif. predikatnya berkategori kata benda.Contoh: Kami akan membahas soal UN hari ini. tidak berpotensi untuk menjadi kalimat mayor. Kalimat ini ditandai dengan prefiks medan –memper. Strukturnya tidak lengkap. unsurnya hanya terdiri dari subjek saja. Misalnya. b) Klausa nominal. atau objek saja. anaknya dua belas orang Kalimat Beberapa pengertian kalimat: a) Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap (Tatabahasa Tradisional) b) Kalimat adalah ucapan bahasa yang mempunyai arti penuh dan turunnya suara menjadi cirinya sebagai batas keseluruhannya (Prof. Klausa bawahan biasanya dikenali dengan adanya konjungsi subordinatif di depannya. Misalnya. Dalam kaitan ini dikenal lagi istilah aktif anti pasif dan pasif anti aktif. Karena itu. Dalam kelompok ini dibedakan lagi: (1) kalimat aktif. satpam bank swasta. kalimat yang S-nya dikenai tindakan. klausa ini disebut juga dengan klausa subordinatif. c) Kalimat adalah suatu bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. predikatnya berupa kata depan.Contoh: Soal UN akan kami bahas hari ini.dan diper. gedung itu tua sekali. Kelompok ini dapat lagi dibedakan atas aktif transitif dan aktif intransitif. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap (Gorys Keraf). predikatnya berkategori kata sifat. nenek di kamar. kakek ke pasar baru. kalimat yang S-nya melakukan tindakan. klausa dapat dibedakan atas: a) klausa verbal. atau klausa terikat. atau hanya berupa keterangan saja. predikatnya berkategori kata kerja. serta klausa resiprokal (mereka bertengkar sejak kemarin. Kalimat ini ditendai dengan prefiks di. (2) kalimat pasif. nenek mandi. dan lain-lain. predikatnya berupa kata bilangan. d) Klausa preposisional. e) Klausa numeral. Contoh: Mereka sedang berbicara tentang SPMB. Karena itu. Fokker). sapi itu berlari. c) Klausa ajektifal.

tetapi konteksnya diketahui oleh pendengar. misalnya: Nenek beristirahat. c) Kalimat minor (hanya terdiri satu unsur).Kakek kecopetan tadi pagi. misalnya: Diusap-usapnya rambutnya. Ia tidak menyerupai ibunya. misalnya: . yaitu verba yang secara semantis menyatakan tindakan atau gerakan. Misalnya: Mahasiswa itu pulang. Masih dalam kaitan dengan verba ini. yaitu verba yang secara semantis tidak menyatakan tindakan atau perbuatan. Meskipun unsurnya tidak lengkap. dibedakan lagi: (3) Kalimat dinamis. sekurang-kurangnya mengandung S dan P. (4) Kalimat Statis. Contoh : Mereka bukan penduduk desa ini. b) Kalimat invers (Predikat mendahului subjek). 3) Berdasarkan jumlah dan kelengkapan unsurnya a) Kalimat elips. Dia tidur di kursi. Kami bercakap-cakap di sana. Misalnya: Ke Jakarta. kalimat yang klausanya lengkap. Pergi ke Belanda b) Kalimat mayor. Contoh: Anaknya sakit keras. (KB) Anto sangat rajin (KS) Penduduk Indonesia 210 juta jiwa (Kbil) Mereka ke pengadilan (Preposisi) 2) Berdasarkan letak predikatnya a) Kalimat normal (Predikatnya dibelakang subyek). yaitu kalimat kehilangan salah satu atau kedua unsur pusat (inti S dan inti P). Dia pergi begitu saja. Kambing itu sudah mati. Misalnya: Nenek berlari pagi. b) Kalimat nonverbal (predikatnya bukan kata kerja).

yaitu kalimat terdiri dari satu pola (SPOK) Contoh: Bu polisi mengatur lalu lintas di persimpangan. e) Kalimat tunggal. Kalimat majemuk terdiri dari : (1) kalimat majemuk setara (koordinatif): (a) setara menggabungkan (menggunakan kata konjungsi dan). yaitu kalimat yang terdiri dari dua pola atau lebih. misalnya: Pak Dokter memberikan pelayanan imunisasi dan Bu Dokter memeriksa ibu hamil. Karena terlambat makan. yaitu kalimat yang hanya terdiri atas dua inti yang merupakan unsur pusat (inti S dan inti P). pengingkaran. Contoh: Adik menangis? Menangis adik. adik menangis. Contoh: Saya ingin pergi. pemasifan. misalnya: Laki-laki atau perempuan sama kedudukannya dalam negara. Misalnya: Hari sangat gelap lagipula hujan masih turun. dan 3) bersusunan S – P. urutan kata. (c) setara mempertentangkan (menggunakan konjungsi tetapi.Pergi! Ayah. sedangkan. 2) berintonasi normal. dan sebagainya). f) Kalimat majemuk. Struktur kalimat inti terdiri dari : (1) kata benda – kata benda : Ayah dokter. yaitu kalimat inti yang telah mengalami perubahan intonasi. . (d) setara penegasan (menggunakan konjungsi lagipula). Adik menangis di kamar. (b) setara memilih (menggunakan konjungsi atau). Atau dengan kata lain: Kalimat Inti + Proses Transfotmasi = Kalimat Non-Inti. tetapi Ibu melarang. melainkan. Kalimat inti. (2) kata benda – kata kerja : Adik menangis (3) kata benda – kata sifat : Rambutnya keriting (4) kata benda – kata bilangan : Sepatunya lima pasang d) Kalimat Non-Inti (Transformasi). pelesapan. Adik tidak menangis. Ciri-ciri kalimat inti adalah: 1) terdiri atas dua kata. dan penambahan. penambahan unsur.

seratus perak pun aku tak punya. makin menarik wajahnya. Syarat-syarat kalimat efektif: (a) susunan kata sesuai dengan struktur bahasa Indonesia baku. (b) Kalimat Perintah. contoh: Jangan masuk! (c) Kalimat Tanya. yaitu kalimat yang hubungan antarpolanya bertingkat. tetapi juga seisi rumah. (b) Implisit. dibedakan lagi kalimat majemuk yang bersifat : (a) eksplisit. (b) pikiran yang terkandung lengkap dan utuh . saya berangkat ke sekolah. yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dengan bertingkat. atau bisa juga kalimat tanya retoris. tidak jelas dan tidak ada kata penghubung. Bila salah satu pasangannya tidak hadir. Tidak hanya singgah di tempat itu. Contoh: Jalan sangat licin. Kalimat majemuk ini ditandai dengan adanya perluasan terhadap salah satu polanya (S. kalimat yang membutuhkan jawaban. jelas dan ada kata penghubung. kalimat yang bernada memberitahukan. contoh: Mengapa diam saja? 5) Kalimat Korelatif Kalimat korelatif adalah kalimat yang dibentuk dari korelasi klausa-klausa berpasangan. Makin lama dipandang. melainkan Didi. O. karena itu ia terjatuh. kalimat yang bernada menyuruh melakukan sesuatu. Misalnya: Ketika hujan deras saya berangkat ke sekolah. Karena berbentuk korelatif.(e) setara sebab-akibat (menggunakan konjungsi karena. Baik sedih maupun duka. Bukan Riza yang mengambilnya. 6) Kalimat Efektif Kalimat Efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan pembicara/penulis kepada pendengar/pembaca sesuai dengan maksudnya. sebab). atau Pelengkap) (3) kalimat majemuk campuran (Kompleks). Jangankn seribu. contoh: Tempat itu sangat strategis untuk mengembangkan usaha. maka kalimat ini juga masuk kelompok kalimat majemuk. Di samping itu. maka kalimat itu tidak lengkap. Misalnya: Tidak hanya ayah yang sedih atas perangaimu. (2) kalimat majemuk bertingkat (subordinatif). bahkan ia juga menginap beberapa hari. Contoh: Risa sedang menulis surat dan Reza mewarnai gambar ketika Ayah menelepon Paman sore itu. kita harus senantiasa bersuyukur. contoh: Hujan deras. P. 4) Berdasarkan maksud sumber pesan (a) Kalimat Berita.

(c) setiap kata berdaya guna dalam kalimat (d) pilihan kata tepat sesuai dengan makna yang diinginkan .

tindakan. harapan. mau. yang menyatakan perintah atau larangan 4) Modus interogatif. Misalnya: Nenek ingin menunaikan ibadah haji. 4) Aspek perfektif (sudah selesai) : Saya telah menulis surat 5) Aspek imperfektif (berlangsung sebentar) : Saya memukul adiknya. yang menyatakan harapan 3) Modus imperatif. Modalitas dinyatakan secara leksikal. keharusan). keinginan. yang menunjukkan sikap objektif dan netral 2) Modus optatif. yang menyatakan pertanyaan 5) Modus obligatif. Misalnya: Kalau tidak hujan kakek pasti datang. tentu. tetapi secara leksikal. Misalnya: Kita bisa menjadi pemenang kalau mau kerja keras. boleh. 4) modalitas dinamik (kemampuan). yang menyatakan keinginan dan kemauan 7) Modus kondisional. keadaan. ajakan). Kala dalam bahasa Indonesia tidak berbentuk morfemis. kepastian. Misalnya : mungkin. keadaan. Misalnnya: Anda boleh tinggal di sini selamanya. kala (tensis) adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. . 2) modalitas epistemik (kemungkinan. barangkali. Jenis-jenis modus: 1) Modus indikatif atau deklaratif. ingin. yang menyatakan persyaratan Aspek Aspek adalah cara memandang pembentukan waktu secara internal dalam suatu situasi. atau keizinan). atau proses. 3) Aspek progresif (sedang berlangsung) : Ia sedang mencuci baju. Modalitas dapat dikelompokkan atas: 1) modalitas intensional (keinginan. kejadian. permintaan. Modalitas Modalitas adalah katerangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal-hal yang dibicarakan atau sikap terhadap lawan bicaranya (perbuatan. pasti. sudah lampau (sudah). dan akan datang (akan). 3) modalitas deontik (keizinan atau perkenanan). kemungkinan. sebaiknya. peristiwa. Kala dinyatakan dengan sekarang (sedang).Modus Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran pembicara atau sikap pembicara tentang apa yang diucapkannya. seharusnya. atau pengalaman yang disebutkan dalam predikat. Berbeda dengan aspek. Beberapa jenis-jenisnya adalah: 1) Aspek inseptif (baru mulai) : Ia pun berjalanlah 2) Aspek repetitif (terjadi berulang-ulang) : Ia memukuli pencuri itu. kejadian. dan seyogyanya. yang menyatakan keharusan 6) Modus desideratif.

bukan 2B. melainkan istrinya. Diatesis Diatesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan. Misalnya: (a) Membaca pun aku belum bisa. (d) Adalah tidak pantas untuk saling menyalahkan. Jenis-jenisnya: 1) diatesis aktif (subyek yang berbuat) : Mereka merampas harga diri kami. bukan orang lain. 4) Mengontraskan dua bagian kalimat. 5) Menggunakan konstruksi posesif anaforis beranteseden. (b) Ini pensil HB. (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk (c) Tentang anak-anak itu. maka kalimat itu diubah susunannnya menjadi: Pemerintah telah menyampaikan hal itu kepada DPR . Misalnya: (a) Bu Dosen yang cantik itu pacarnya seorang wartawan (b) Sepeda ayah saya bannya kempes. 5) diatesis kausatif (subyek menjadi penyebab terjadinya sesuatu): Paman mencukur kumisnya. dan adalah pada bagian kalimat yang difokuskan. Misalnya: Ia yang menelepon saya malam itu. . Fokus dilakukan dengan : 1) Memberi tekanan pada kalimat yang difokuskan. 2) Mengedepankan bagian kalimat yang difokuskan. berarti yang melakukan ialah ia. 3) diatesis refleksif (subyek melakukan sesuatu untuk dirinya): Ibu sedang berhias.Fokus Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian tertentu kalimat sehingga perhatian pembaca/pendengar terpusat pada bagian itu. yang. Jika tekanan diberikan pada kata ia. 4) diatesis resiprokal (subyek terdiri dari dua pihak berbuat tindakan yang berbalasan): Mereka akan mengadakan perjanjian damai. Misalnya : Hal itu telah disampaikan kepada DPR oleh pemerintah. Misalnya: (a) Bukan dia yang datang. tentang. 2) diatesis pasif (subyek menjadi sasaran perbuatan): Muka kami ditamparnya. 3) Menggunakan partikel pun. Jika pelakunya ingin difokuskan. biarlah kami urus nanti.

melahirkan perbedaan tingkat rasa negatif yang berlainan. atau boleh juga disebut makna kamus atau makna bawaan. karena bersifat non-referensial. Leksem kuda berarti „sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai‟. (d) Kalau harganya jatuh lagi kita akan bangkrut. misalnya berarti „mengenakan baju‟. (b) Dia jatuh dalam ujian yang lalu. Ber. ramping. kalimat: Tiga kali empat berapa? Sebagian besar menjawab „dua belas‟. Makna konotasi adalah makna kedua atau makna tambahan yang berhubungan dengan nilai rasa orang yang berkaitan dengan penggunaan kata itu. karena ada acuannya dalam dunia nyata. 2) Gramatikal Makna Gramatikal adalah makna yang terjadi setelah sebuah leksem mengalami proses gramatikal. makna asal. atau kalimatisasi. 5) Denotasi dan Konotasi Makna denotatif adalah makna asli. dan kerempeng. Jenis Makna 1) Leksikal Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada kata leksem meski tanpa konteks apapun. dan lain-lain. Makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap kata atau leksem. pensil adalah „sejenis alat tulis yang terbuat dari kayu dan arang‟. atau. Misalnya makna jatuh dalam kalimat berikut: (a) Adik jatuh dari sepeda. reduplikasi. Tapi jika dilontarkan kepada tukang foto. Sebaliknya kata seperti dan. Makna konteks dapat juga berkaitan dengan situasi tertentu. karena tidak ada acuannya dalam dunia nyata. Makna leksikal disebut juga makna yang sebenarnya atau makna apa adanya. .TATARAN SEMANTIK Semantik adalah bagian tatabahasa yang mempelajari makna kata. 3) Konteks Makna konteks adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks tertentu. berbeda rasa konotasinya. Demikian juga kata rombongan dan gerombolan. 4) Makna Referensial dan Non-referensial. Sebagian mengatakan bahwa makna sebuah kata baru jelas setelah kata berada dalam konteks kalimat. Kata seperti kurus. Misalnya kata kuda adalah kata yang bersifat referensial. Misalnya. makna ini sama dengan makna leksikal. (c) Dia jatuh cinta pada adikku. mungkin akan dijawab dengan „lima ratus‟. komposisi.+ baju. atau makna sebenarnya yang dimiliki eksem. dan lain-lain. Dengan begitu. Proses itu dapat berupa afiksasi. ber + kuda berarti „mengendarai kuda‟. Sebuah kata dapat dirujuk kepada referen tertentu.

istana. memberikan rasa yang berbeda berdasarkan bentuknya. tetapi maknanya tidak akan persis sama. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna stilistika. Hal ini disebabkan: . 7) Makna Kata atau Makna Istilah Sebuah kata baru jelas maknanya ketika dipasangkan dalam kalimat. b) Sinonim mirip (tidak dapat saling menggantikan) agung = akbar besar = makro = kolosal = raya Meskipun dua buah ujaran bersinonim. makna denotasi. makna ini juga berkaitan dengan makna lokatif. Di samping itu. sesuatu yang dipadankan dengan pasangan tertentu. a) Sinonim persis atau lengkap adalah sinonim yang dapat saling menggantikan. makna ini sama dengan makna leksikal. merah berasosiasi dengan „berani‟. Relasi Makna 1) Sinonim Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama.6) Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang melekat pada sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Melati. Atau : Lengannya luka kena pecahan kaca. sudah tentu memberi nilai rasa yang berbeda. vila. hanya diperuntukkan bagi pria. misalnya. Tetapi dalam dunia kedokteran misalnya. pondok. rumah. lengan dan tangan mengacu pada bagian tubuh yang berbeda. Misalnya. Misalnya: Tanggannya luka kena pecahan kaca. Karena itu. Kata tampan. misalnya diasosiasikan dengan sesuatu yang dianggap „suci‟. buaya berasosiasi dengan „jahat‟. Kalimat : Tutup mulutmu dan Mohon diam sebentar. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar dirinya. Kata tangan dan lengan dianggap sama maknanya. Misalnya: betul = benar konsisten = taat asas = ajek efektif = mangkus efisien = sangkil realisasi = pelaksanaan = perwujudan = manifestasi = pengejawantahan Dika menendang bola = Bola ditendang Dika. sebuah istilah tetap maknanya sekalipun tidak dipasangkan dalam kalimat. kondomium. Jadi. dan makna referensial. dan lain-lain. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna afektif.

melirik. menonton. mengintip. 2) Antonim Antonim artinya kata yang berlawanan makna.(a) faktor waktu hulubalang (bersifat klasik)  komandan (kontemporer) kempa (klasik)  stempel (kontemporer) (b) faktor tempat saya (luas)  beta (wilayah timur) (c) faktor keformalan uang (formal)  duit (tak formal) (d) faktor sosial saya (umum)  aku (akrab) (e) faktor bidang kegiatan matahari (umum) surya (sastra) (f) faktor nuansa makna membedakan : melihat. meninjau. Jenis-jenisnya: a) antonim yang bersifat mutlak hidup  mati diam  bergerak b) antonim yang bersifat relatif atau bergradasi besar  kecil jauh  dekat gelap  terang c) antonim yang bersifat relasional membeli  menjual suami  istri d) antonim yang bersifat hirarkial tamtama  bintara .

a) Superordinat (makna atas atau luas). tetapi maknanya berbeda. tetapi berhipernim. Misalnya: mata berkaitan dengan (sapi. Misalnya : buku (ruas)  buku (kitab) bisa (racun)  bisa (dapat) mengurus (menjadi kurus)  mengurus (mengatur) a) Homograf Homograf adalah kata yang sama bentuk dan ejaannya. hari. kaki. 5) Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki banyak makna. tetapi bunga bukan berhiponim dengan mawar. mawar Relasi Hiponim hanya searah. ejaan dan makna berbeda. angin. Perubahan Makna Penyebab perubahan makna: 1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi . tetapi termasuk satu alur pusat. Misalnya : bunga b) Kohiponimi (makna yang lebih sempit). Jadi mawar berhiponim dengan bunga. tetapi lafal dan maknanya berbeda. duitan ). Misalnya : tank – tang bank – bank sanksi – sangsi 4) Hiponim Hiponim adalah kata yang maknanya terangkum dalam makna yang lebih luas.gram  kilogram 3) Homonim Homonim adalah kata yang sama lafal dan bentuknya. Misalnya: ros. keranjang. Misalnya: teras – teras (inti) seret – seret (tersendat) memerah – memerah (susu) b) Homofon Homofon adalah kata yang sama bunyi dan lafalnya.

Kata-katanya kasar. bau 5) Asosiasi Makna yang timbul karena persamaan sifat. nyonya 2) Peyoratif Makna sekarang dirasakan kurang baik dibanding makna sebelumnya. ucapannya manis 7) Apelativa Penyebutan sesuatu berdasarkan: (1) Onomatope (tiruan bunyi) : cecak. bapak. tokek . ibu. madrasah. saudara. amplop 6) Sinestesia Makna yang timbul karena pertukaran dua tanggapan indra yang berbeda. sarjana. pelicin. anak. menumbangkan. mengocok. pendeta. gerombolan  kelompok kaki tangan  pembantu 3) Meluas Cakupan makna sekarang lebih luas dari makna yang dulu. putra. putri 4) Menyempit Cakupan makna sekarang lebih sempit dibanding makna sebelumnya. berlayar. perempuan  wanita bini  istri.2) Perkembangan sosial budaya 3) Perkembangan pemakaian kata 4) Pertukaran tanggapan indra Jenis Perubahan Makna 1) Amelioratif Makna sekarang dirasakan lebih baik atau lebih tinggi dari makna sebelumnya.

suku kata. tetapi mereka juga telah banyak memperoleh keuntungan daripadanya. Mereka sudah kehilangan banyak dari harta bendanya. lampu Philips (4) Tempat : dodol Garut (5) Bahan : kain sutera. atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam konteks sosial yang sesuai. b) Antiklimaks Kalimat yang berstruktur mengendur. kau dan aku menjadi seteru. tetapi juga harus diberantas. e) Repetisi Perulangan bunyi. dan semua desa di seluruh Indonesia. karong goni (6) Sifat menonjol : si cebol Gaya Bahasa Berdasarkan Struktur Kalimat a) Klimaks (gradasi) Diurutkan secara periodik. kesabaran membuahkan pengalaman. dan pengalaman membuahkan harapan. Contoh: Kesengsaraan membuahkan kesabaran. (2) Tautotes (repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi): Kau menuding aku. urutan pikirannya semakin meningkat. aku menuding kau. Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. . c) Paralelisme Berusaha mencapai kesejajaran dalam pemakaian kata atau frase-frase yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama. d) Antitesis Mengandung gagasan yang bertentangan dengan menggunakan kata atau kelompok kata yang berlawanan. Pembangunan telah dilancarkan serentak di Ibu Kota. kota provinsi. kabupaten. kecamatan.(2) Perbuatan : kuli tinta (wartawan) (3) Penemu : ikan mujair. (1) Epizeuksis (repetisi yang bersifat langsung) : Kita harus bekerja. kata. diurutkan dari yang penting menuju yang kurang penting. sekali lagi bekerja untuk mengejar semua ketinggalan kita. bekerja.

Udara yang kauhirupi adalah puisi. (5) Simploke (repetisi pada awal dan akhir baris secara berturut): Kamu bilang hidup ini brengsek. Laut yang kaulayari adalah puisi. dalam tiram ada mutiara Dalam mutiara: ah tak ada apa Dalam baju ada aku. mengulang kata pertama): Kita gunakan pikiran dan perasaan kita Kami cintai perdamaian karena Tuhan Kami Berceritalah padaku. Bahasa baku akan mengutangi perbedaan variasi dialek Indonesia secara geografis. (4) Epipora (perulangan kata pada akhir baris atau kalimat) : Bumi yang kaudiami adalah puisi. klausa atau kalimat. aku bilang biarin (6) Mesodiplosis (repetisi di tengah baris atau beberapa kalimat berurutan) : Pegawai kecil jangan mencuri kertas karbon Babu-babu jangan mencuri tulang ayam goreng Para pembesar jangan mencuri bensin Para gadis jangan mencuri perawannya sendiri (7) Epanalepsis (pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris.(3) Anafora (perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat berikutnya): Bahasa baku berperan sebagai pemersatu dalam pembentukan masyarakat bahasa yang berbeda dialeknya. ya malam. apa yang harus kuberikan. berceritalah Kuberikan setulusnya. Dalam laut ada tiram. aku bilang biarin Kamu bilang hidup ini nggak punya arti. dalam aku ada hati Dalam hati: ah tak apa jua yang ada Dalam syair ada kata. (8) Anadiplosis Kata atau frase terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat berikutnya. aku bilang biarin Kamu bilang aku nggak punya kepribadian. dalam kata ada makna Dalam makna: mudah-mudahan ada Kau! Berdasarkan Langsung Tidaknya Makna .

keheranan kami melihat perangainya. Jika saya tidak menyadari reputasimu dalam kejujuran. d) Apofasis atau Presterisio Menegaskan sesuatu. kata. maka sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa Anda pasti membiarkan Anda menipu diri sendiri. kepedihan.1) Gaya Bahasa Retoris a) Aliterasi Perulangan konsonan yang sama : Takut titik lalu tumpah Keras-keras kerak kena air lembut juga b) Asonansi Perulangan bunyi vokal yang sama : Ini muka penuh luka siapa punya Kura-kura dalam perahu. frase. tetapi tampaknya menyangkal. Hai kamu dewa-dewa yang ada di syurga. kesakitan. f) Asindeton Acuan yang bersifat padat di mana kata. pura-pura tidak tahu c) Anastrof atau inversi Pembalikan susunan kata yang biasa dalam kalimat: Pergilah ia meninggalkan kami. seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa. frase. Dan kesesakan. e) Apostrof Pengalihan amanat dari hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir. atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung. atau klausa yang berurutan dihubungkan dengan kata sambung: . Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa Saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah. g) Polisendeton Kebalikan dari Asindeton. datanglah dan bebaskanlah kami dari belenggu penindasan ini.

Contoh: Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri. i) Elipsis Menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi dan ditafsirkan oleh pembaca. Semua kesabaran kami sudah hilang. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak berarti bagimu. Disebut Tautologi. Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali. jika kata yang berlebihan itu mengulang kembali gagasan yang sudah disebut sebelumnya. Anak Saudara memang tidak secepat anak-anak lain mengikuti pelajaran (bodoh). Bila sudah berhasil mendaki karang terjal. Bila kata yang berlebihan dihilangkan artinya tetap utuh. tetapi psikis …. lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu. disebut dengan Pleonasme. Jendela ini telah memberi sebuah kamar padamu untuk berteduh. tetapi susunannya terbalik bila dibandingkan dengan frase atau klausa lainnya. sehingga struktur kalimatnya memenuhi pola yang berlaku. Kereta melaju cepat didepan kuda yang menariknya. k) Litotes Menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Contoh: . m) Pleonasme dan Tautologi Mempergunakan kata yang lebih banyak dari pada yang diperlukan untuk menyatakan satu pikiran atau gagasan. Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau tak apa-apa. sampailah ia di tepi pantai yang luas dan pasirnya putih. Disebut juga dengan hiperbaton. badanmu sehat. baik frase atau klausa. l) Histeron Proteron Kebalikan dari suatu yang wajar. yang sifatnya berimbang. dan dipertentangkan satu sama lain. j) Eufemisme Ungkapan yang lebih halus rasanya. Darah yang merah itu melumuri seluruh tubuhnya.Dan ke manakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan angin yang bakal merontokkan bulu-bulunya? h) Kiasmus Terdiri dari dua bagian.

sudah lima kali. r) Koreksio atau Epanortosis Mula-mula menegaskan sesuatu. sebenarnya hanya cocok untuk salah satu daripadanya. Kemarahanku menjadi-jadi hingga hampir-hampir meledak. dengan membesar-besarkan suatu hal. hanya sekedar memperoleh efek yang mendalam. ah bukan. Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat. kata yang berlebihan tersebut dapat diganti dengan satu kata saja. Ia telah beristirahat dengan damai (= mati) Jawaban bagi permintaan Saudara adalah tidak (= ditolak) o) Prolepsis atau Antisipasi Mepergunakan lebih dulu sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya. s) Hiperbol Mengandung pernyataan yang berlebihan. Dengan membelalakkan mata dan telinganya. p) Erotesis atau Pertanyaan Retoris Tidak menghendaki jawaban.Ia tiba jam 20. Sudah empat kali saya mengunjungi daerah itu. Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya. Fungsi dan sikap bahasa. n) Perifrasis Mirip dengan Pleonasme. ia mengusir orang itu. Globe itu bundar bentuknya. Herankah Saudara kalau harga-harga menjadi tinggi? q) Silepsis dan Zeugma Menggunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata lain yang sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata yang pertama. Almarhum pada waktu itu mengatakan bahwa ia tidak mengenal orang itu. t) Paradoks . tapi kemudian memperbaikinya. Dalam Zeugma kata yang dipakai untuk membawahi kedua kata berikutnya. Bedanya.00 waktu setempat.

dan Fabel Alegori adalah cerita singkat yang mengandung kiasan. Keramahtamahan yang bengis. . u) Oksimoron Menggabungkan kata-kata untuk mencapai efek yang bertentangan. atau mengandung pertentangan dengan menggunakan kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. serupa . Tujuannya untuk menyampaikan ajaran moral atau budi pekerti. langsung menyatakan sesuatu dengan hal lain. Ia mati kelaparan di tengah kekayaan yang berlimpah. d) Personifikasi dan Prosopopeia Menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki sifat manusia. Perahu itu menggergaji ombak Mobilnya batuk-batuk Pemuda adalah bunga bangsa c) Alegori.Mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada. Makna kiasan ditarik dari bawah permukaan cerita. Untuk menjadi manis seseorang harus menjadi kasar. tanpa menggunakan kata pembanding. laksana. sebagai. dengan menggunakan kata pembanding : seperti. Sifatnya lebih tajam dari Paradoks. Parabel. Parabel (parabola) adalah kisah singkat dengan tokoh (biasanya) manusia yang selalu mengandung tema moral yang ada kaitannya dengan kitab suci. Musuh sering merupakan kawan yang baik. Kikirnya seperti kepiting batu Matanya seperti bintang timur b) Metafora Analagi yang membandingkan dua hal secara langsung dalam bentuk yang singkat. 2) Gaya Bahasa Kiasan a) Persamaan atau Simile Perbandingan yang bersifat eksplisit. sama. dan sebagainya. Fabel adalah suatu metafora berbentuk cerita mengenai dunia binatang dan makhluk tidak bernyawa yang bertindak seolah-olah seperti manusia. bagaikan.

atau karya sastra yang terkenal. Alusi sekurang-kurangnya memiliki syarat: (1) dikenal oleh pembaca (2) membuat gagasan menjadi lebih jelas f) Eponim Penggunaan nama untuk menunjukkan suatu sifat tertentu. pemilik barang. menyebut keseluruhan untuk maksud sebagian. atau peristiwa. . Satu kepala dikenakan sumbangan Rp. i) Metonimia Menggunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain karena pertalian yang dekat.000. Biasanya merupakan referensi yang eksplisit atau implisit kepada peristiwa. Indonesia mengalahkan Malaysia di Final Piala Asia 4 – 3. atau tempat dalam kehidupan nyata. tempat. Ia membeli sebuah Chevrolet. pertalian sebab-akibat. menyebut sebagian untuk maksud keseluruhan. e) Alusi Mensugesti kesamaan antara orang. Bandung adalah Paris Jawa. Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya. Lonceng pagi  ayam jantan Putri malam  bulan Raja rimba  singa h) Sinekdoke (1) pars pro toto. Hercules  kekuatan Helen dari Troya  kecantikan g) Epitet Acuan yang menunjukkan suatu sifat. tokoh. dan lain-lain.(2) Totem pro parte. baik berupa hasil penemuan.Angin yang meraung di tengah malam itu menambah ketakutan kami. Kulihat ada bulan di kotamu. 1. barangkali ia menyeka mimpimu. lalu turun di bawah pohon jambu di depan rumahmu. mitologi.

Kelakuanmu memuakkanku. Sinisme. Lihat si cantik itu (maksudnya: si jelek). dan Sarkasme Ironi adalah acuan untuk mengatakan sesuatu dengan maksud yang berlainan. Yang Mulia tidak dapat menghadiri pertemuan ini. m) Satire Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Sinisme adalah ironi yang lebih kasar sifatnya. Ia menjadi kaya raya karena sedikit melakukan komersialisasi jabatannya. tampak tidak menyakitkan hati kalau dilihat sambil lalu. j) Antonomasia Pengunaan gelar resmi atau jabatan untuk menggantikan nama diri. Ia berbaring di atas sebuah bantal yang gelisah (yang gelisah adalah manusianya. Seminar itu dibuka oleh putra mahkota. o) Antifrasis .Ialah yang menyebabkan air mata yang gugur. k) Hipalase Kebalikan dari suatu relasi alamiah antara dua komponen gagasan. Setiap kali ada pesta. pasti ia akan sedikit mabuk karena terlalu kebanyakan minum. Sarkasme lebih kasar lagi dari Ironi dan Sinisme. Memang Anda adalah gadis yang tercantik se antero jagad ini yang mampu menghancurkan seluruh isi jagad ini. semacam acuan yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir. n) Inuendo Sindiran dengan mengecilkan keadaan yang sebenarnya.) l) Ironi.. Ia masih menuntut almarhumah maskawin dari Sinta putrinya (ia masih menuntut maskawin dari almarhumah…. Saya tahu Anda adalah gadis yang paling cantik di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat. bukan bantalnya). Satire mengandung kritik mengenai kelemahan manusia.

tetapi terdapat perbedaan besar dalam maknanya. Lihatlah. Engkau orang kaya. sang raksasa telah tiba (maksudnya si Cebol) p) Pun atau Paronomasia Kiasan yang menggunakan kemiripan bunyi. yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri. Tanggal dua gigi saya tanggal dua. ya kaya monyet .Penggunaan sebuah kata dengan makna kebalikannya.

MENULIS
A. Kebahasaan Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Simbol bunyi yang digunakan bersifat arbitrer. Bahasa mencakup dua komponen: bentuk dan makna. Aspek bentuk terdiri atas unsur segmental dan unsur suprasegmental. Makna sebuah kata tergantung kepada konvensi masyarakat bahasa yang bersangkutan. Fungsi Bahasa : (1) untuk menyatakan ekspresi diri (2) alat komunikasi (3) alat untuk mengadakan interaksi dan adaptasi sosial (4) alat untuk melakukan kontrol sosial Bahasa sebagai medium komunikasi hanya akan efektif, jika penutur mempunyai kecakapan bahasa. Kecakapan itu adalah: (1) penguasaan terhadap perbendaharaan kata (2) penguasaan kaidah-kaidah sintaksis (3) kemampuan memilih gaya pengungkapan (4) penguasaan terhadap tingkat penalaran (logika) B. Kalimat Efektif Syarat-syarat kalimat efektif: (1) dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan penulis (2) mampu menimbulkan kembali gagasan pada pikiran pendengar Ciri-ciri kalimat efektif : (1) Hanya memiliki kesatuan gagasan Yang dimaksud dengan kesatuan gagasan adalah kalimat yang hanya mengandung satu ide pokok. Bila dua buah kalimat yang tidak mempunyai hubungan kesatuan gagasan dipadukan, maka akan rusaklah kesatuan pikiran kalimat itu. Secara praktis sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh subyek, predikat + objek. Kesatuan yang diwakili oleh S, P atau O itu dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan. Contoh: i) Kita menyadari bahwa KBK hanya akan berhasil jika didukung tenaga edukatif yang profesional, sistem administrasi kurikulum yang memadai, dan kelengkapan sarana pembelajaran yang cukup. (Kesatuan Tunggal) ii) Dia telah memesan Formulir SPMB pagi tadi, dan mulai mempersiapkan segala kelengkapan berkasnya. (Kesatuan Gabungan)

iii) Kamu boleh menyiapkan sendiri sarapanmu, atau pesan saja di kantin depan. (Kesatuan Pilihan). iv) Sudah dua tahun ia bekerja di perusahaan itu, tetapi sampai sekarang ia tidak merasa senang dengan pilihannya itu. (Kesatuan yang mengandung pertentangan). (2) Koheren Koheren artinya padu, ada hubungan yang timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Kesalahan yang paling sering merusak koherensi adalah penempatan kata depan, kata penghubung, dan keterangan aspek yang tidak sesuai. (3) Variatif Keanekaragaman bentuk bahasa diyakini dapat memelihara daya tarik sebuah teks. Variasi dapat dibentuk melalui : (ii) variasi sinonim kata (iii) variasi panjang pendeknya kalimat (iv) variasi penggunaan bentuk me- dan di(v) varisi posisi fungsi kata dalam kalimat (4) Paralelisme Paralelisme adalah upaya menempatkan gagasan-gagasan yang sama pentingnya dan sama fungsinya dalam suatu struktur/konstruksi gramatikal yang sama. Misalnya, bila salah satu gagasan ditempatkan sebagai kata benda, maka gagasan yang lain juga harus ditempatkan sebagai kata benda. Perhatikan contoh berikut : Apabila pelaksanaan pembanguna lima tahun kita jadikan titik tolak, maka menonjollah beberapa masalah pokok yang minta perhatian dan pemecahan. Reorganisasi administrasi departemen-departemen. Ini yang pertama. Masalah pokok yang lain yang menonjol ialah (mengentikan) pemborosan dan penyelewengan. Ketiga karena masalah pembanguna ekonomi yang kita jadikan titik tolak, maka kita juga ingin mengemukakan faktor lain. Yaitu bagaimana memobilisir potensi nasional secara maksimal dalam partisipasi pembangunan nasional (Kompas). Wacana di atas sebaiknya ditulis: Reorganisasi administrasi departemen, pengentian pemborosan dan penyelewengan, serta mobilisir potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata benda). Atau : Mengorganisir administrasi departemen, menghentikan pemborosan dan penyelewengan, serta memobilisasi potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata kerja). C. Penalaran atau Logika Penalaran adalah suatu proses berpikir yang berusaha untuk menghubungkan evidensi-evidensi menuju suatu kesimpulan yang masuk akal. Tulisan atau ujaran yang jelas, terarah dan sistematis menandakan cara berpikir yang logis. Penalaran dilakukan dengan :

a. Pemberian Definisi Definisi atau batasan merupakan kunci berpikir yang logis. Definisi dibuat untuk membentuk kesepakatan makna sebelum digunakan dalam proses semantis yang lain, sehingga tidak menimbulkan salah paham. Definisi dapat dilakukan dengan: 1) definisi sinonim kata (pembatasan pengertian) 2) definisi etimologi kata (asal-usul kata) 3) definisi logis (membedakan kata dengan genusnya, atau mengembalikan ke makna leksikalnya) b. Generalisasi Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam, berlaku pula untuk kebanyakan peristiwa atau hal yang sama. Misalnya, generalisasi berdasarkan pengalaman: 1) semua logam akan memuai jika dipanaskan, atau 2) minum kopi pada malam hari dapat menyebabkan sulit tidur Jenis-jenis Penalaran:

1. Deduksi
Penalaran ini adalah menari kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan umum yang dihubungkan dengan premis atau pernyataan umum. Penalaran Deduksi terdiri dari: a. Deduksi biasa Rumusnya adalah: P1  A = B P2  B = C KA=C Contoh: P1 : Pesawat terbang adalah kendaraan bermotor P2 : Kendaraan bermotor membutuhkan bahan bakar K : Pesawat terbang membutuhkan bahan bakar b. Silogisme Rumusnya : PU  Semua A = C PK  C = A

Contoh : P1 : Besi adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. Rumusnya : C = B karena C = A Contoh:  BJ Habibie pandai karena Habibie profesor.KC=B Silogisme dibedakan atas : 1) Silogisme positif. Induksi Penalaran atau penarika kesimpulan dari premis khusus menghasilkan kesimpulan yang bersifat umum. yaitu silogisme yang kedua premisnya positif. karena keduanya PK  PK berupa C = B 1. yaitu silogisme yang :  PU atau PK tidak universal  Tidak terdapat PU. yaitu silogisme yang salah satu premisnya bersifat negatif. Penalaran ini dibedakan atas: a. kesimpulannya juga bersifat negatif. yaitu silogisme yang disingkat. Contoh: PU  Semua profesor pandai (A = C) PK  Habibie adalah profesor (C = A) K  Habibie pandai (C = B) 2) Silogisme negatif. . P4 : Aluminium adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. Generalisasi.  Sukarjo tidak boleh merokok karena Sukarjo penderita penyakit paru 4) Silogisme salah. tidak mengandung kata-kata ingkar seperti tidak dan bukan. P3 : Seng adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. PU  Semua penderita penyakit paru-paru tidak boleh merokok PK  Sukarjo penderita penyakit paru-paru (C = A) K  Sukarjo tidak boleh merokok (C = B) 3) Entimen. karena itu. yaitu penarikan kesimpulan dari beberapa premis khusus. P2 : Tembaga adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan.

dan jumlah penduduk. 3) Campuran Kalimat pokok terletak di awal paragraf. Jadi. f) Koherensi: Kekompokan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea itu g) Harmonis secara semantis dan gramatis. suhu. e) Pikiran utama didukung oleh beberapa pikiran penjelas. Contoh: Kota A dan Kota B mempunyai banyak persamaan. tingkat ekonomi. c. d) Kesatuan (Unity): Semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal. kalimat pokok terletak pada bagian akhir paragraf. akan terjadi di kota B. 2) Induktif Paragraf dimulai dengan uraian atau argumentasi. kemudian disusul uraian yang terperinci. Dari persamaan sifat itu dapat ditarik kesimpulan K : Apa yang terjadi di kota A. kemudian ditegaskan lagi pada bagian akhir. Analaogi. satu tema tertentu. Akibat – sebab Akibat : Adik kurus Sebab : Adik cacingan Kesimpulan : Orang yang cacingan badannya kurus D. Sebuah paragraf sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat: c) Hanya mengandung satu pikiran utama. yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan sifat. Sebab – akibat Sebab : Adik sakit Akibat : Adik tidak pergi sekolah Kesimpulan : Orang sakit tidak pergi sekolah d.K : Semua logam akan memuai jika dipanaskan b. Paragraf Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat yang terdiri dari himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Jenis-jenis paragraf 1) Deduktif Kalimat pokok terletak pada awal paragraf. . Misalnya: persamaan sosial budaya. kemudian ditutup dengan kesimpulan.

Perusahaan Caterpillar kemudian merancang traktor yang bentuknya seperti tank. vitamin C. Contoh : Bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. 5) Pemberian contoh Untuk mengkonkritkan hal yang bersifat abstrak dilakukan dengan pemberian contoh. Di masa kejayaan mesin uap.4) Narasi-Deskriptif Tidak terdapat kalimat kalimat khusus yang menjadi kalimat topik. 3) Perbandingan dan Pertentangan Hubungan perbandingan dan pertentangan adalah suatu cara menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua hal atau objek yang bertolak dari segi tertentu. karena tersirat dalam keseluruhan kalimat yang membentuk paragraf itu. Indonesia pernah mengimpor gerbong-gerbong kereta api dari Perancis. Tujuannya untuk membandingkan suatu hal yang kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal umum. Bentuknya mentereng dan sebagian . Di bawahnya kedengaran sebentar-sebentar sapi mendengus. vitamin C larut dalam air. 4) Analogi Analogi adalah perbandingan yang sistematis antara dua hal yang berbeda. Contoh: Hasil teknologi Barat. tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari keduanya. tidak serta merta sesuai untuk bumi Timur. bukan untuk membuktikan pendapat. 2) Sudut pandang Sudut pandang adalah posisi seorang pengarang dalam melihat sesuatu. Digunakan sekedar untuk menjelaskan maksud. Dengan mengetahui sifat kelarutan tersebut. Misalnya: Awan dari ledakan bom itu. membentuk suatu cendawan raksasa. sunyi-mati. sekedar sebagai ilustrasi. Dari celah dinding pondok keluar cahaya yang kuning merah. Contoh yang dipilih terutama yang berkaitan dengan pengalaman pribadi. Seperti diketahui. Pengembangan seperti ini disebut juga pengembangan urutan ruang. Jepang yang tidak mau kalah dengan menciptakan padi traktor yang bentuk dan fungsinya semakin berkembang. dan vitamin E. Pola Pengembangan Paragraf 1) Klimaks dan Anti-klimaks Pengembangan Klimaks dimulai dengan memperinci satu gagasan awal menuju ke gagasan lain yang lebih tinggi kedudukannya. Misalnya wacana berbentuk deskripsi dan narasi. Di keliling pondok itu tertegak pedati. Misalnya. ketiganya sunyi. Contoh : Vitamin yang ditambahkan pada sabun mandi umumnya vitamin A. agaknya sukar dipahami bagaimana vitamin-vitamin yang disebutkan itu—yang dikandung dalam sabun— sempat terserap oleh kulit. Hubungan perbandingan menonjolkan kesamaannya. Misalnya: Di antara daun kayu tampak kepada mereka tebing itu turun ke bawah. sedangkan vitamin A dan E tidak larut dalam air. tetapi larut dalam lemak. di kakinya tegak pondok. Ford kemudian mengembangkan traktor untuk pengelolaan pertanian. sedangkan hubungan pertentangan menonjolkan perbedaannya. ada traktor yang dijalankan dengan sistem uap. yaitu traktor yang menggunakan roda rantai.

Dengan berkali-kali mengadakan pembentukan arah. Bahasa Melayu percakapan pun banyak juga jenisnya. akhirnya bertemulah dengan Gemini 7. 7) Sebab akibat Sebab bertindak sebagai gagasan utama. Lahirlah angkatan baru yang berjuang atas dorongan hati nurani. pengukuran jarak. Demokrasi pada hakekatnya berupa suatu mentalitas untuk membina suatu kehidupan dalam masyarakat. mentalitas dalam arti cara berpikir. Ternyata publik Indonesia belum cukup dewasa untuk mempergunakan gerbong-gerbong itu dengan semestinya. terjadilah G30S. Contoh: Dalam tekanan mental yang demikian hebat. dilakukan koreksi arah supaya bidang yang dilintasi keduanya lebih tepat sama. sehingga pembaca dapat memahaminya dengan jelas. 6) Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan untuk menciptakan sesuatu. Contoh: Gemini 7 sudah berhari-hari berada dalam peredarannya. dan percepatan. Prinsip mengutip adalah: 1) Jangan mengadakan perubahan 2) Bila terdapat kesalahan (baik dalam ejaan maupun ketatabahasaan). . 9) Pemberian Definisi Luas Pemberian Definisi Luas adalah usaha penulis untuk memberikan keterangan terhadap suatu istilah atau hal melalui rangkaian kalimat yang membentuk sebuah alinea. Contoh: Bahasa Melayu tidak cukup dibagi atas bahasa Melayu tinggi dan bahasa Melayu rendah. Demokrasi dalam arti ini hanya menggambarkan suatu segi. dagang. Dapat juga sebaliknya. A. penulis tidak boleh memperbaikinya. Tahap demi tahap proses diurutkan secara kronologis. Tidak juga dapat dikelompokkan atas bahasa Melayu bangsawan. yang diartikan sebagai pemerintahan oleh rakyat. sedangkan demokrasi dalam arti yang sebenarnya mempunyai makna yang lebih luas. membersit ke luar dan menjadi banjir besar menentang sendi-sendi lama. Sementara itu. Suara hati yang tertindas. atau Melayu dalam. Padahal gerbong itu hanya digunakan untuk mengangkut para petani dari dusun ke kota. Misalnya: Demokrasi biasanya diterjemahkan sebagai kedaulatan rakyat. terjadi kegoncangan hebat dalam sendi-sendi kehidupan. Juga tak cukup dibagi atas bahasa Melayu buku dan bahasa percakapan. 8) Klasifikasi Klasifikasi adalah proses mengelompokkan hal-hal yang dianggap mempunyai kesamaan tertentu. bersikap dan berbuat. menunggu lintasannya sama dengan Gemini 6 yang akan diluncurkan. dari rakyat. Kutipan terdiri dari kutipan langsung dan kutipan tidak langsung (kutipan isi). akibat sebagai perinciannya. Setelah satu kali putaran. Gemini 6 menghidupkan roketnya untuk menghapuskan pengaruh hambatan udara.dilengkapi dengan AC. dan untuk rakyat. Gemini 6 menyusul Gemini 7 sedikit demi sedikit. Akibatnya. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari orang lain.

Catatan kaki (footnote) berfungsi untuk: (1) menyusun pembuktian. B. b) Kutipan langsung lebih dari empat baris : (1) kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2. tahun terbit dan nomor halaman. mengkaitkan dengan kebenaran yang dibuat oleh penulis lain (2) menyatakan utang budi (atas kebenaran yang dipinjam dari orang lain) . Bila menggunakan tanda kutip. bagian titik tersebut dimasukkan dalam bagian tanda kutip. dinyatakan dengan titik berspasi sepanjang satu baris halaman. tahun terbit dan nomor halaman. Catatan Kaki Catatan kaki adalah keterangan tambahan dari teks yang ditempatkan pada kaki halaman teks. Bila bagian itu dimulai dengan paragraf baru. baris pertama juga dimasukkan 5 – 7 ketukan. Penempatan pada catatan kaki bertujuan untuk memelihara kepaduan paragraf.5 spasi (2) jarak antara baris satu spasi (3) boleh tidak diapit tanda kutip (4) seluruh bagian kutipan dimasukkan 5 – 7 ketukan. Jika unsur yang dihilangkan terdapat pada akhir kalimat. c) Kutipan tak langsung : (1) diintegrasikan dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) tidak diapit tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. dapat dihilangkan sepanjang tidak mengakibatkan perubahan makna. tahun terbit dan nomor halaman. Cara mengutip: a) Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris : (1) kutipan diintegrasikan langsung dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) bagian kutipan diapit dengan tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. Penghilangan bagian kutipan ditandai dengan tiga titik berspasi. atau dapat juga menggunakan tanda asterik (*) yang ditempatkan satu spasi di atas baris teks. Jika bagian yang dihilangkan terdiri dari satu alinea atau lebih. ditambahkan satu titik lagi.3) Bagian yang dianggap tidak penting. Hubungan teks dengan catatan kaki ditunjukkan melalui nomor penunjukkan berurut. (5) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang.

Gleason.ed. Contoh: _______ 7 R. (2) referensi kepada buku dengan dua atau tiga pengarang Nama penerbit dimasukkan. 1961). 62. Antara nama penerbit dan tempat diberi titik dua. 75. antara tempat terbit dan keterangan diberi tanda titik koma. nomor jilid dengan angka Romawi. College English (New York.. hal. hal. Hardjito. New York. (5) buku yang lebih dari satu jilid keterangan tentang nomor jilid ditempatkan dalam kurung sebelum tempat terbit. yang lain diganti dengan at al. baik yang sudah disebutkan maupun yang belum disebutkan Cara membuat catatan kaki: (1) referensi kepada buku dengan seorang pengarang : (a) nama pengarang ditulis lengkap. Contoh: .. nama penerbit tidak disertakan Contoh: _________ 12 Uli Kozok. et al. hal.A.(3) menyampaikan keterangan tambahan untuk memperkuat uraian di luar persoalan yang diperkenankan oleh laju teks. 21. dan antara et al. 82 – 84. hal. Ibrahim. tidak dibalik (b) antara nama pengarang dan judul menggunakan tanda koma. Selebihnya sama dengan sebelumnya. (4) merujuk bagian lain dari teks. nomor halaman dengan angka Arab. 1984). Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Depdikbud. dengan judul buku diberi tanda koma. An Introduction to Descriptive Linguistics (rev. antara nama dengan et al. bukan titik sebagaimana daftar pustaka. Contoh: ________ 3 Alton Moris. Contoh: _____ 6 H. (3) referensi kepada buku dengan banyak pengarang Hanya nama pengarang pertama yang disebut. antara judul buku dengan dan data publikasi tidak ada titik atau koma (c) tempat dan tahun terbit ditempatkan dalam tanda kurung. 1964). D. 1999). (4) referensi kepada buku dengan edisi yang mengalami perbuahan keterangan tentang edisi ulang atau edisi revisi diletakkan dalam kurung sebelum tempat terbit. Warisan Leluhur Sastra Lama dan Aksara Batak (Jakarta.

_____
2

A.H. Lightstone, Concepts of Calculus (Vol. I; New York: Harper & Row, 1966), hal 75.

(6) sebuah edisi dengan beberapa orang pengarang _______
5

Mursal Esten, ed., Kritik Sastra (Bandung, 1988), hal. 18 – 21.

(7) buku terjemahan Pengarang asli ditempatkan di depan, penerjemah ditempatkan setelah judul buku, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh: ______
3

Multatuli, Max Havelaar, terj. H.B. Jassin (Djakarta, 1972), hal. 51.

(8) artikel dalam anotologi Judul artikel dan judul buku dicantumkan, juga nama penulis dan editornya. Contoh: ______
8

Rizanur Gani, “Sastra Kontekstual,” Kritik Satra, ed. Mursal Esten (Bandung, 1988), hal. 7.

(9) artikel dalam majalah Nomor jilid ditempatkan sesudah nama majalah. Contoh: _____
14

Ny. H. Soebadio, “Penggunaan Sansekerta dalam Pembentukan Istilah Baru,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I (April, 1963), hal. 47 – 49. (10) artikel dalam harian Bila nama pengarang jelas, dimulai dengan nama penulis artikel itu. Jika tidak, cukup diisi dengan nama rubrik dalam harian itu. Contoh:
21

Mangunwijaya, “Sastra Pembebasan,” Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

Atau :
21

Tajuk Rencana dalam Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

C. Daftar Pustaka 1. Dengan seorang pengarang Keraf, Gorys. 1999. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. 2. Dengan dua atau tiga pengarang

Oliver, Robert T., and Rupert Cortright. 1958. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc. 3. Dengan banyak pengarang Sidarta, Myra D., et al. 1984. Feminisme dalam Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 4. Edisi yang mengalami perubahan Gleason, H.A. 1961. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev.ed. New York: Winston. 5. Lebih dari satu jilid Hakim, Lukman. 1982. Matematika. Jil. 2. Jakarta: Djambatan. 6. Edisi karya beberapa orang pengarang Esten, Mursal, ed. 1988. Kritik Sastra. Bandung: Angkasa. 7. Artikel dalam majalah Kridalaksana, Harimurti. “Leksikostatistik Bahasa Nusantara,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I: 323, April, 1963. 8. Terjemahan Multatuli. 1972. Max Havelaar, terj. H.B. Jassin. Jakarta: Djambatan. D. Sistematika Karya Ilmiah E. D

MODUL BAHASA INDONESIA STIE MATERI 2

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakat dituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia

yang baik dan benar. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.

Tujuan a. Mahasiswa/i mampu menerapakan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia b. Mahasiswa/i memahami Perkembangan Ejaan c. Mahasiswa/i memahami pengertian dan Ruang Lingkup Ejaan Yang

Disempurnakan

Masa lalu sebagai bahasa Melayu
Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua

franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 Masehi diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Lima prasasti kuna yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu menggunakan bahasa Melayu yang bertaburan kata-kata pinjaman dari bahasa Sanskerta, suatu bahasa Indo-Eropa dari cabang Indo-Iran. Jangkauan penggunaan bahasa ini diketahui cukup luas, karena ditemukan pula dokumen-dokumen dari abad berikutnya di Pulau Jawa[10] dan Pulau Luzon.[11] Katakata seperti samudra, istri, raja, putra, kepala, kawin, dankaca masuk pada periode hingga abad ke-15 Masehi. Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bahasa Melayu Klasik (classical Malay atau medieval Malay). Bentuk ini dipakai oleh Kesultanan Melaka, yang perkembangannya kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan disekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya.

Laporan Portugis, misalnya oleh Tome Pires, menyebutkan adanya bahasa yang dipahami oleh semua pedagang di wilayah Sumatera dan Jawa. Magellan dilaporkan memiliki budak dari Nusantara yang menjadi juru bahasa di wilayah itu. Ciri paling menonjol dalam ragam sejarah ini adalah mulai masuknya kata-kata pinjaman dari bahasa Arab dan bahasa Parsi, sebagai akibat dari penyebaran agama Islam yang mulai masuk sejak abad ke-12. Kata-kata bahasa Arab seperti masjid, kalbu, kitab, kursi, selamat, dan kertas, serta kata-kata Parsi

dan cukong. dan Inggris meningkatkan informasi dan mengubah kebiasaan masyarakat pengguna bahasa Melayu. maupun bahasa setempat. Ambon. Terobosan penting terjadi ketika pada pertengahan abad ke-19 Raja Ali Haji dari istana Riau-Johor (pecahan Kesultanan Melaka) menulis kamus ekabahasa untuk bahasa Melayu. kegiatan resmi (misalnya dalam upacara dan kemiliteran). karena memiliki kaidah dan dokumentasi kata yang terdefinisi dengan jelas. dan teknologi hingga awal abad ke-20. diikuti oleh Belanda.[13] Varian-varian lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti bahasa. Terjadi proses pidginisasi di beberapa kota pelabuhan di kawasan timur Nusantara. dan Kupang. sabun. bola. knalpot. Proses penyerapan dari bahasa Arab terus berlangsung hingga sekarang. tauke. loteng. . bolu. Orang-orang Tionghoa di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu pidgin. Jan Huyghen van Linschoten pada abad ke-17 dan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 menyatakan bahwa bahasa orang Melayu/Melaka dianggap sebagai bahasa yang paling penting di "dunia timur". Terdapat pula bahasa Melayu Tionghoa di Batavia. polisi. misalnya di Manado. kata-kata Tionghoa yang masuk biasanya berkaitan dengan perniagaan dan keperluan sehari-hari. dan jendela. cambuk. Spanyol. Kata-kata seperti asbak. seperti pisau. kulkas. tamasya. dan tembakau masuk pada periode ini. sama tinggi dengan bahasa-bahasa internasional di masa itu.seperti anggur. Bahasa Belanda terutama banyak memberi pengayaan di bidang administrasi. Bahasa yang dipakai pendatang dari Cina juga lambat laun dipakai oleh penutur bahasa Melayu. tahu. tauge. dan stempel adalah pinjaman dari bahasa ini. teko. dewan. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang full-fledged. Kedatangan pedagang Portugis. seperti gereja. meja. bahasa Tionghoa. sepatu. akibat kontak di antara mereka yang mulai intensif di bawah penjajahan Belanda. saudagar. Varian yang terakhir ini malah dipakai sebagai bahasa pengantar bagi beberapa surat kabar pertama berbahasa Melayu (sejak akhir abad ke-19). Bahasa Portugis banyak memperkaya kata-kata untuk kebiasaan Eropa dalam kehidupan sehari-hari. Sudah dapat diduga. Bahasa perdagangan menggunakan bahasa Melayu di berbagai pelabuhan Nusantara bercampur dengan bahasa Portugis.[12] Luasnya penggunaan bahasa Melayu ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal.

sajang. Awalan di. 4. 3. itu. 2. Karena perkembangan politik selama tahuntahun berikutnya. dsb. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai.Hingga akhir abad ke-19 dapat dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yang kolokial dan tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar. Ejaan Republik Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. ’akal. dsb. dsb. ber-jalan2. Tanda diakritik. 2. untuk menuliskan katakata ma’moer. rakjat. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. 4. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. ke-barat2-an. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang. dsb. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai lingua franca. itoe. tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua atau ketiga. pak. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru. pa’. oemoer. diurungkanlah peresmian ejaan ini. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu: 1.dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) . Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2. pajah. seperti koma ain dan tanda trema. Ciri-ciri ejaan ini yaitu: 1. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe. Ejaan Melindo (Melayu Indonesia) Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Kata-kata pinjaman. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi. 3. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa. Ejaan van Ophuijsen Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. ta’. umur. dsb.

Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan. semakin dibakukan. Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. ejaan dua bahasa serumpun. 57. Perubahan: Indonesia Malaysia (pra-1972) (pra-1972) Tj Dj Ch Nj Sj J oe* ch J kh ny sh y u Sejak 1972 c j kh ny sy y u Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia 1. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad. seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia. penuntun memelihara kesehatan. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 2. yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas. Dengan EYD. buku-buku penuntun bercocok tanam. Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat). Tahun 1972. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel.[17] .

4. 6. Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana. Tanggal 28 Oktober s. yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. 8. 7. Tanggal 21-26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. dapat tercapai semaksimal mungkin. 57 tahun 1972. meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928. pertumbuhan. 5. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.d 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan. juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. 12.3.d 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia. Presiden Republik Indonesia. Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara). . Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara. Soeharto. 9. Tanggal 28 Oktober s. M. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Tanggal 16 Agustus 1972 H. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya. Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945. 10. 13. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara. 11. Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo.

Tanggal 28 Oktober s. ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara. Belanda. Ejaan ketiga dalam sejarah bahasa Indonesia ini memang merupakan upaya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama dua puluh lima tahun yang dikenal dengan Ejaan Republik atau Ejaan . suku kata. Jakarta. atau kata. Jerman. ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Kongres itu Darussalam. 16. Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang disempurnakan (EYD). Jepang. 15. sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. Malaysia. terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan. yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Rusia. dan Australia.d 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Tanggal 28 Oktober s. Singapura. EYD mulai diberlakukan pada tanggal 16 Agustus 1972. terutama dalam bahasa tulis. Korea Selatan.d 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf. Jika para pengemudi mematuhi rambu-rambu yang ada.Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk. dan Amerika Serikat.14. serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia. Brunei Darussalam. Kata. Italia. Ibarat sedang mengemudi kendaraan. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia. Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna. Jerman. Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia. Singapura. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia. Hongkong. dan tanda baca sebagai sarananya.1 Pengertian Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf. 2. India. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa.

dan (5) pemakaian tanda baca. dan dari kata si dan sang partikel singkatan dan akronim .Soewandi (Menteri PP dan K Republik Indonesia pada saat Ejaan itu diresmikan pada tahun 1947). dan -nya kata depan di. (4) penulisan unsur serapan. (2) penulisan huruf. lebih lama dari Ejaan Republik. diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu. yaitu (1) pemakaian huruf. 2. dan baru diganti setelah dua tahun Indonesia merdeka. Ejaan van Ophuijsen dipakai selama 46 tahun. -mu. (3) penulisan kata. Ejaan pertama bahasa Indonesia adalah Ejaan van Ophuijsen (nama seorang guru besar belanda yang juga pemerhati bahasa). ke.2 Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. 1) Pemakaian huruf membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa. yaitu : Huruf Abjad Huruf Vokal Huruf Konsonan Huruf Diftong Gabungan Huruf Konsonan Pemenggalan Kata 2) Penulisan huruf membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi : Huruf capital atau Huruf besar Huruf miring 3) : Penulisan kata membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa kata dasar kata turunan bentuk ulang gabungan kata kata ganti –ku. -kau.

) Tanda koma (. terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing.) Tanda titik dua (:) Tanda hubung (-) Tanda pisah (--) Tanda ellipsis (…) Tanda tanya (?) Tanda seru (!) Tanda kurung ((…)) Tanda kurung siku ([ ]) Tanda petik ganda (“…”) Tanda petik tunggal („…‟) Tanda garis miring (/) Tanda penyingkat atau Apostrof („) 1. Pemakaian Huruf a. Huruf Abjad Abjad bahasa Indonesia menggunakan 26 huruf berikut. 4) Penulisan unsur serapan membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan.angka dan lambang bilangan. Tanda baca itu adalah : Tanda titik (. Nama tiap huruf disertakan disebelahnya. Huruf Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Nama A Be Ce De E Ef Ge Ha Huruf Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Nama Je Ka El Em En O Pe Ki Huruf Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz Nama Es Te U Fe We Eks Ye Zet . 5) Pemakaian tanda baca (pugtuasi) membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan.) Tanda titik koma (.

t. k. h.Ii b. q. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Di Awal A e* api enak emas I O U itu oleh ulang Di Tengah padi petak kena simpan kota bumi Di Akhir lusa sore tipe murni radio ibu c. Huruf Vokal i Rr Er Huruf yang melambangkan vocal terdiri atas lima huruf vokal (v). m. Huruf Konsonan B C D F G H J K L M N Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami lekas maka nama Di Tengah sebut kaca ada kafir tiga saham manja paksa alas kami anak Di Akhir adab abad maaf balig tuah mikraj sesak kesal diam daun . dan z. r. l. w. yaitu A. g. n. f. U. I. E. p. dan O. y. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. j. d. v. s. c. x.

Gabungan Huruf Konsonan Kh Ng Ny Sy Di Awal khusus ngilu nyata syarat Contoh Pemakaian dalam Kata Di Tengah akhir bangun hanyut isyarat Di Akhir tarikh senang arasy f. ny dan sy. Pemenggalan Kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut : . Huruf Diftong Ai Au Oi Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal ain aula Di Tengah syaitan saudara boikot Di Akhir pandai harimau amboi e. au dan oi. yaitu kh. Pemenggalan Kata 1.P q** R S T V W x** Y Z pasang quran raih sampai tali varia wanita xenon yakin zani apa furqan bara asli mata lava hawa payung lazim siap putar lemas rapat juz d. Gabungan Huruf Konsonan Didalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. Huruf Diftong Didalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. ng.

Akhiran-i tidak dipenggal. b. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. ikh-las 2. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. dapat dipenggal pada pergantian baris. bang-krut. dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan diantara kedua huruf itu. su-lit. mu-ta-khir. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Huruf diftong ai. Misalnya : ma-in. Misalnya : au-la sau-da-ra am-boi bukan bukan bukan a-u-la sa-u-da-r-a am-bo-i 6) Jika di tengah kata ada huruf konsonan. misalnya : Makan-an. Jika ditengah kata ada vokal yang berurutan. ke-nyang. in-fra. ba-rang. bu-ah. swas-ta. ge-li-gi . termasuk gabungan huruf konsonan. Misalnya : ba-pak. makhluk 8) Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. Ap-ril. de-ngan. (lihat juga keterangan tentang tanda hubung. pergi-lah catatan : a. bang-sa. mem-bantu. Misalnya : in-stru-men. som-bong. me-rasa-kan. Pada kata yang berimbuhan sisipan.a. ayat 1 ) c. sa-at. la-wan. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan. pasal E. cap-lok. si-nam-bung. pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu. Misalnya : man-di. misalnya : te-lun-juk. au. di antara dua buah huruf vokal. ul-tra. ben-trok. Bab V. 7) Jika ditengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal.

Texas (nama diri) Xenon. Ia berkantor di Jalan Budi Utomo.5. dan lambang dalam matematika. hukum. 2. Contoh pemakaian biasa : Rumahnya di Jalan Pajajaran No. istilah ilmu pengetahuan. gunung. lambang huruf yang dipakai adalah ks. Alex. tempat. bi-o-gra-fi. Misalnya . Huruf Kapital atau Huruf Besar .3. Penulisan Huruf a. unsur kimia. fo-to-gra-fi Nama Diri Cara penulisan nama diri (nama orang. Jika suatu kata terdiri dari atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. pemenggalan dapat dilakukan dengan: (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. Mexico. (1) Untuk penulisan nama diri. lambang huruf yang dipakai adalah x. xantat (nama unsur kimia) (2) Untuk penulisan kata-kata biasa yang bukan nama diri. sungai. Serang Perkumpulan Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908. Contoh pemakaian dengan pertimbangan khusus : Pamanku dosen Institut Agama Islam Banten.1c dan 1d di atas. jalan. lembaga.1b. oto-grafi. misalnya : bio-grafi. dan nama lainnya) harus mengikuti EYD. kecuali jika ada pertimbangan khusus yang menyangkut segi adat. atau sejarah. Untuk penggunaan huruf x berlaku ketentuan khusus sebagai berikut.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat. Sang Pencipta. b. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. TuhanYesus. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. nama agama. 5 . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Misalnya : “Ibu bertanya” “Kapan Anton pergi” 3. “Silakan duduk. Misalnya : Selain buku juga penggaris yang dijual Dia hendak ke Sumatera 2. ibu. saudara. Misalnya : “KapanBapak berangkat?” tanya Harto. Adik bertanya “itu apa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda.1. 6. dan kitab suci. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan. adik. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. Huruf Miring .Dik!” kata ucok. Yang Maha Agung 4. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. MahaKuasa . Misalnya : Allah. kakak. Kepada-Mulah. Misalnya : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. termasuk kata ganti untuk Tuhan. Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima.

Misalnya : Ibu percaya bahwa engkau tahu. Dia bukan menipu. buku Negarakertagama karangan Pranpanca. majalah. b. Misalnya : Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. menengok. 2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Politik divine et impera pernah merajalela di negeri ini. bagian kata. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. surat kabar Suara Karya. Penulisan Kata a. Misalnya : Huruf pertama kata abad ialah a. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. sisipan. 3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. Kata Turunan 1) Imbuhan (awalan. 3. atau kelompok kata. Misalnya : Bergerigi.1. Kantor pajak penuh sesak. kata. penetapan. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. Misalnya : majalah Bahasa dan Kesastraan. Buku itu sangat tebal. mempermainkan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Kata dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. . dikelola. tetapi ditipu.

rumah sakit. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. huru-hara. gerak-gerik. dannya Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk sigkat dari kata aku dan engkau. unsur-unsurnya ditulis terpisah. ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. kupu-kupu. gabungan kata itu ditulis serangkai. tanda tangani Berlipat ganda. orang tua. mata kuliah. lauk-pauk. Kata Ganti ku.2) Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. e. . Misalnya : Anak-anak. kereta api cepat. biri-biri. Misalnya : Diberi tahu. lipat gandakan 3) jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. kau. Misalnya : duta besar. Gabungan Kata Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. meja tulis.awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahului. d. buku-buku. berjalan-jalan. kerja sama. Misalnya : adipati telepon mahasiswa swadaya pancasila tritunggal c.besarkan. Misalnya : menggarisbawahi dilipatgandakan menyebarluaskan penghancurleburan 4) Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. terima kasih. laba-laba. beritahukan Bertanda tangan. dibesar. mu. Bentuk Ulang dan Kata Ulang Bentuk ulang dan kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan kata tanda hubung. termasuk istilah khusus.

boleh kaubaca buku itu. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Ia pantas tampil ke depan g. Ibuku sedang ke luar kota. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Bolehkah kuambil jeruk ini satu? Kalau mau. kauambil Misalnya : Bolehkah aku ambil jeruk ini satu ? Kalau mau. kecuali didalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti. Kata Depan di. nya = bukunya Misalnya : Bolehkah aku pakai sepeda kamu sebentar? Sepedamu lebih kokoh dari sepedaku.aku = aku bawa. dan dari Kata depan di. aku ambil ku = kubawa. ke. engkau ambil kau = kaubawa. boleh engkau baca buku itu.kepada dan daripada . Kata ganti ku dan mu sebagai bentuk singkat dari aku dan kamu. Misalnya : . kuambil engkau = engkau bawa. ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. f. perhatikan penulisan berikut ini. ke. Misalnya : Saya sudah makan di restoran. Akan tetapi. kamu = sepeda kamu mu = sepedamu aku = rumah aku ku = rumahku Kata ganti nya selalu ditulis dengan kata yang mendahului.

sapaan. jabatan.Harimau itu marah sekali kepada sang kancil. Partikel Partikel –lah. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. -kah. S. nama gelar. i. Jika ayah pergi. dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. E. Misalnya : Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. Singkatan nama orang. badan atau organisasi. h. Bpk. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Misalnya : Bacalah buku itu baik-baik. Yamin Suman S. Singkatan Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. 1. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Singkatan dan Akronim I. Apakah yang tersirat dalam surat itu? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Sdr. Misalnya : Muh. Misalnya : . Kar Sarjana ekonomi Bapak Saudara Sarjana karawitan 2. 1. adik pun ingin pergi. atau pangkat diikuti dengan tanda titik. S. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan.

Misalnya : Cu Kg kuprum kilogram II. Lambing kimia. singkatan satuan ukuran. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. a.DPR PGRI KTP Dewan Perwakilan Rakyat Persatuan Guru Republik Indonesia Kartu Tanda Penduduk 3. gabungan suku kata. Misalnya : Dll. timbangan. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf capital. 1. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Yth. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Dan lain-lain Yang terhormat atas nama untuk perhatian 4.n. dan mata uang tidak diikuti tanda titik. takaran. Misalnya : ABRI LAN Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara 2. u. Misalnya : Akabri Iwapi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia . Akronim Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal.p.

Misalnya : Paku Buwono X Paku Buwono ke-10 Paku Buwono kesepuluh Bab II Bab ke-2 Bab kedua Penulisan lambing bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut. C (100). L (50). IX.000). III.3. Angka Arab : 0. 2. Misalnya : pemilu tilang pemilihan umum bukti pelanggaran j. V (5. VII. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. 1. 1. Misalnya : 4. D (500). Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. Penulisan lambing bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. 5. Bilangan pecahan Misalnya : Setengah Satu persen ½ 1% 3. suku kata. a. 9 gka Romawi : I. Bilangan utuh Misalnya : Dua belas Dua ratus dua puluh dua 12 222 b. 2. 7.000). IV. II. 3. VIII.000. . Angka dan Lambang Bilangan Angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan atau nomor. M (1. V. X. VI. M (1.000). 8. 6. Didalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi. 4. Penulisan lambing bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut.

tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.Tahun „50-an Uang 5000-an Uang lima 1000-an atau atau atau tahun lima puluhan uang lima ribuan uang lima seribuan 4. belanda. Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. atau inggris. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. seperti reshuffle. Contoh kaidah yang berlaku bagi unsur serapan : aa menjadi a Paal Baal ae menjadi e aerobe haematite q menjadi k aquarium equator rh menjadi r rhythm rhombus th menjadi t methode thrombosis metode thrombosis ritme rombus ekuator akuarium aerob hematite pal bal . shuttle cock. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia. portugis. Kedua. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti sanskerta. arab. Pertama. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam Bahasa Indonesia. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks Bahasa Indonesia. Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya.

3. jepang. Pemakaian Tanda Baca a. tas. ikhtisar. Misalnya : Saya membeli baju. Misalnya : Saya ingin pergi. Impianku menjadi musisi.dsb. tetapi hari itu ujian. 1.) 1. Misalnya : Ayahku tinggal di Korea. atau daftar. Misalnya : III. yunani. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Tanda titik dipakai dibelakang angka atau huruf dalam satu bagan. paris. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.000 13. spanyol. . Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.1. A.) 1. Misalnya : 24.000 b. 2. dan sepatu. Tanda koma (. dan las vegas. melainkan biola. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. 3. Piano bukan alat music favorit saya. Tanda titik (. 5. inggris. Korea. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. 2.

Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. dan penggaris.” c. “saya gembira sekali. “karena kamu lulus. Misalnya : Kita sekarang memerlukan alat tulis : pensil. Adik mendengar music. 2.pekerjaan belum selesai juga. saya sendiri asyik mengerjakan tugas. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. d. 2. Misalnya : Ketua Sekretaris Bendahara : Kim Jae Joong : Kim Jun Su : Sim Chang Min . Tanda titik dua (:) 1. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. Hanya ada dua hasil ujian kita itu : lulus atau tidak lulus.) 1. Misalnya : Kata Ibu. saya tidak akan datang. Misalnya : Malam semain larut. Karena sibuk.” kata Ibu. penghapus. ia lupa akan janjinya. Tanda titik koma (.Misalnya : Kalau hari hujan. 4. Misalnya : Ayah menonton televisi.” “Saya gembira sekali. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Ibu sibuk memasak.

Misalnya : p-e-n-y-a-n-y-i 26-01-1986 f. Misalnya : Anak-anak Berulang-ulang 3.e. marilah mulai pindah. Tanda hubung (-) 1. Misalnya : Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai-diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. . Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Tanda pisah ( .) 1. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. Tanda ellipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti „sampai‟. g. 1. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Misalnya : 1986-1990 Tanggal 25-26 Januari 1986 Korea-Jepang Tanda Ellipsis ( … ) 2. 2. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang member penjelasan di luar bangun kalimat. Misalnya : Disamping cara itu ada juga cara baru. Misalnya : Kalau begitu … ya.

Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. 1. 2.2. Tanda seru (!) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. dan (c) modal. Misalnya : Kapan ia berangkat? Kemana ia pergi? 2. h. Misalnya : Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Merdeka! Tanda kurung ( (…) ) j. Tanda Tanya (?) 1. ataupun rasa emosi yang kuat. Tanda Tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. (b) tenaga kerja. . Misalnya : Ia dilahirkan pada tahun 1992 (?) Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang i. ketidakpercayaan. Tanda Tanya dipakai pada akhir kalimat Tanya. Misalnya : Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. Misalnya : Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Tanda ellipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misalnya : faktor produksi menyangkut masalah (a) alam. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.

Tanda kurung siku mengapit huruf.” 2.” kata Mira. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Misalnya : “Saya belum siap. Misalnya : Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. Tanda petik (“…”) l. karangan. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” m.” Tanda petik tunggal ( „…‟ ) Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Misalnya : Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemersik.k. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. “Saya juga minta satu. Tanda petik mengapit judul syair. . Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Misalnya : Tanya Basri. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. 1. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam Tempo. Tanda kurung siku ( […] ) 1. kata. 3. Misalnya : Persamaan kedua proses ini (perbedaannya [lihat halaman 26] tidak dibicarakan) perlu dibentangkan di sini. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Misalnya : Kata Tono. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. 1. 2.

Misalnya : Malam „lah tiba 1 Januari `86 (`lah = telah) (`86 = 1986) Lampiran Soal : 1. 2. atau. sebutkan 5 aspek! .00/lembar. atau tiap. Misalnya : No. Tanda penyikat atau Apostrof ( ` ) Tanda penyikat atau apostrof menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Tanda garis miring ( / ) 1. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan. o. Jelaskan Pengertian dari Ejaan! Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. 7/PK/1973 Jalan kramat II/10 2. Misalnya : Mahasiswa/mahasiswi Harganya Rp 150.n.

or by . The one who does the action is the agent. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother Active and Passive (Aktif dan Pasif) If someone does something to someone or something. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. 4. the verb is preceded either by : (1) short forms of the intimate pronouns (ku-. In Indonesian. In Indonesian. the agent will be the subject of an active sentence. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. c. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. which means the verb takes the prefix meN-*. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is passive. then. b. In the passive. There is one basic difference with Indonesian sentence structure. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. a. but not always. the recipient will be the subject of a passive sentence. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active.3. Often. the "active" form of the verb is used. the verb that describes that action is a transitive verb. the "passive" form of the verb is used. the noun or subject comes before the predicate or adjective. If the recipient of the action is the main concern of the sentence. Often. The person or thing that receives the action of the action is the recipient. but not always. kau-) or di-. Bagaimana pemenggalan kata dari : Kesetiaan Metropolitan Kemerdekaan Kapan Huruf Kapital dipakai dalam penulisan huruf? Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English. the verb is "passive".

and often precedes the verb. which means the verb takes the prefix meN-*. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active.. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence."My mother bought the mat" / "The mat was bought by my mother" -. but not always. consider the following: ... NOTHING (no auxiliary word such as bisa. the verb that describes that action is a transitive verb. In Indonesian. object focus (object = the recipient of the action). etc. optionally preceded by oleh ("by").(2) the full forms of the formal pronouns (saya.) comes between the pronoun form and the verb stem. click here.. If someone does something to someone or something.but it's more accurate to use agent focus (agent = the one who does the action) vs. mereka). In the case of third person passive. Anda.. etc. kita. the noun or pronoun(-nya) which designates the agent comes after the verb. Example In all cases. With subject /predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb. Except for sentences where the verb is in a yang phrase. then. the verb is "passive" [ = object focus]. The one who does the action is the agent. Bapak. the "active" [= agent focus] form of the verb is used. to parallel English . harus. The person or thing that receives the action of the action is the recipient or object. KERTAS-KERJA (worksheet) MENGENAI (concerning) AKTIF DAN PASIF = agent focus and object focus Note: some Indonesian grammars talk about active and passive. Often.. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. (This sounds more confusing than it is.. akan. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. beliau). Saudara. the subject of a passive verb is the recipient. kalian. the agent will be the subject of an agent focus sentence. or by the plural pronouns (kami.

NOTHING (no auxiliary word such as bisa." "ibu saya" is the subject." the predicate of a sentence is what we're saying about the subject -. = "My mother is the one who bought the mat "yang membeli tikar itu" is the subject. mereka).the subject of a sentence is what we're talking about: in the first example.. Tikar itu saya jual. etc. optionally preceded by oleh ("by"). Ibu(=you) menjual tikar.) comes between the pronoun form and the verb stem.beliau). the subject of a passive verb is the recipient. Tikar itu dijual ibu saya. harus. it's "ibu saja" but in the second it's "yang membeli tikar itu. and often precedes the verb. but not always. the recipient will be the subject of a object focus sentence. kita. Ibu saya menjual tikar. EXERCISE: . Saudara. Anda.the new information: in the first case "membeli tikar itu. the noun or pronoun (-nya) which designates the agent comes after the verb.Ibu saya membeli tikar itu = "My mother bought the mat. EXAMPLE: ACTIVE PASSIVE Saya menjual tikar. "membeli tikar itu" is the predicate Ibu saya yang membeli tikar itu. In all cases. Except for sentences where the verb is in a yang phrase." in the second "ibu saya.") If the recipient of the action is the main concern of the sentence. the verb is preceded either by (1) short forms of the intimate pronouns (ku-. akan. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. or by the plural pronouns (kami. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is object focus. In the case of third person passive. "ibu saya" is the predicate Keep in mind -. or by (2) the full forms of the formal pronouns (saya. With subject/predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb. kau-) or di-. the "passive" [ = object focus] form of the verb is used. etc. Tikar itu Ibu jual. Often. kalian. Bapak. In the object focus.

one in active.Write two sentences for each of the following words. one in passive. the third four in 3rd person passive. 1st pers 2nd pers 3rd pers lihat tambah pakai beli dengar cari beri tulis ambil kirim suruh lawat . the second four in 2nd person passive. the first four in 1st person passive.

the verb can then be agent or object focus. pindah 4. EXERCISE: Write two sentences for each of the following words.(ny)= meny- KERTAS KERJA MENGENAI -KAN CAUSATIVE -KAN: Instead of describing an action that somebody does to somebody or something. ETC.d. EXAMPLE: Adik saya mau tidur. a word can describe a state or condition. Such words are not transitive. For words 1-4 use -kan with the meN.(ng)= meng-.c. kawin 2. and DO NOT TAKE MEN-. Saya harus menidurkan adik saya. 1.*meN. do not have a recipient/object.aeiou.(n)= men-. Many stative words (both verbs and adjectives) can add -kan and then become transitive verbs.g.l.y= me-. I don't have to put " " " . and therefore CANNOT focus on it. I have to put my sister to sleep. + (s). indicating a state or condition. Adik saya tidak usah saya tidurkan.prefix. repot 3.(m)= mem-. DI-. + (t).h. siap ('ready') . With the -kan suffix. + (k). one using the form without prefixes/suffixes.j. + (p).b. for words 5-8 use -kan with any form of the object focus.forms: + r. My little sister wants to sleep. describing the activity of causing the state to happen to a recipient. the other using -kan.w.

never mind about the passive for this exercise. EXAMPLE: Ali mencari kamus. and the other with the benefactive -kan suffix.5. lahir 8. cari ambil tulis beli baca bungkus . Ali mencarikan temannya kamus. in addition to the one they take without -kan. dekat 7. habis BENEFACTIVE -KAN With verbs that are transitive without -kan (like those in the examples on the worksheet on active and passive). Make all the sentences active -. Kamus dicarikan Ali untuk temannya. Temannya dicarikan kamus oleh Ali. This recipient is a person who benefits from the action of the verb. OR Kamus itu dicari Ali. one with the ordinary transitive (without -kan). EXERCISE: Write two sentences for each of the following verbs. adding -kan makes it possible for them to take another recipient. rusak 6. OR Ali mencarikan kamus untuk temannya.

If there is no recipient. 5. just like any other transitive verb. not of a preposition). the verb must be transitive. . the verb is intransitive. The important thing to remember is that if there is a recipient (of the verb. that I was just now telling about. which means they are either active (agent focus) or passive (recipient focus).Apa yang dikerjakan Jon di kota? 7. 4. saya baru bercerita. and you have to have a transitive (and object focus) verb to handle such situations.as intransitive verbs. 2.see the grammar section and exercises in Wolff which cover this -.Ini anak saya yang baru saya ceritakan. John works in town.Saya mau bercerita tentang anak saya. Who is it you want to tell about? I want to tell-about my kid.Saya mau menceritakan anak saya. MEN--KAN / DI--KAN Some words are prefixed with beR.is not used.Siapa yang mau Anda ceritakan? 3. they do not indicate an action which has a recipient.since not all intransitive verbs will take beR-. At this point. when meN. however. bercerita tentang gives the same information as menceritakan.in their intransitive form.John menjual pisang di kota. EXAMPLE: 1. This is my kid. Putting the recipient at the front of the sentence makes the sentence focus on it. and it's easier just to remember them -. however.KERTAS KERJA MENGENAI BER. If -kan is added to the root word. that means adding -kan. 6. What is it that John does (= works on) in town? John sells bananas in town. and not all words which are made transitive with -kan can also take beR.VS. could NOT also be expressed as Siapa yang mau Anda bercerita tentang or Tentang anak saya.Jon bekerja di kota. Sentences 2 and 4. I want to tell about my kid. these words can then have recipients. and FOR THIS SET OF WORDS (not all) that means using beR-. For this set of words. you know only a limited number of these words. a 3rd possibility is imperative. Notice that in sentences 1 and 3.

one with meN--kan. on with beR-. asking about what (=apa) it is that John does forces the verb into the object focus as well. The verb ajar becomes belajar in its intransitive form (meaning to study something in a general way. one with meN--kan. and be equally correct.or meN/di. Henry gathers together the books. but becomes pelajari (with meN. since the recipient (=apa) is in front of the verb. Bu Henry mengumpulkan buku.etc. and one with some form of the object focus and -kan. bicara tanya ajar Some verbs change their meaning somewhat. EXERCISE: Write three sentences for each of the following. Ms. depending on whether they have beR. one with beR-. Mobil saya tidak bisa saya jalankan. -kan: EXAMPLES: Orang-orang berkumpul di warung. You could say Jon mengerjakan apa di kota.In sentence 6. EXERCISE: Write three sentences for the following words. hari ini karena terlalu dingin I want to walk in the village. Saya ingin berjalan di desa.or di-/Anda /saya) as the transitive form. Notice that sentence 7 answers the question asked in sentence 6 WITHOUT using any form of the verb kerja. . I can't get my car going today because it's too cold. and one with some form of the object focus and -kan. to take a course in something). meaning to do a specific act of studying. People gather at the food stall.

kumpul jalan Make these sentences DIFFERENT than the examples given! .

KERTAS KERJA MENGENAI -I VS. -i means that the recipient is the place or person where the action ends up -. In other words. -KAN VS. . while the second sentence can be made passive (like any other active sentence). it sounds fairly weird to use "menduduki" for Ali and the chair -. " " However.the recipient shows a LOCATION and IT DOES NOT GET MOVED OR CHANGED by the action of the verb. the suffix -i makes it possible for roots that would not otherwise have recipients to have them." as in "Tentara menduduki negara musuhnya. The chair is sat in by Ali. Unlike -kan. You cannot have the sentences " Di korsi Ali duduk" or "Korsi Ali duduk di" in correct Indonesian. Ali menduduki korsi. We plant beans in the garden. meN.") Some verbs can be transitive without -i.root -i: Ali duduk di korsi. it makes an intransitive word into a transitive verb (= a verb that can be made active or passive).usually the -i form is used in the sense of "occupying. the root plus the prepositions di. and take locational recipients when -i is added: Kami menanam kacang di kebun. Ali sits in the chair. (Also. the first cannot: Korsi itu diduduki Ali. ke or dari can substitute for the transitive verb. In many cases. NO SUFFIX Like -kan.

cupboard. Beans are planted by us in the garden. The books are put by Tuti into the A few words can be used with -kan and -i (when they're transitive) AND with beR. Kantor dimasuki Tuti. The garden is planted by us with beans. Some words that describe a state or condition can use either -kan or . We plant the garden with beans. We have to walk on this road. Kita harus menjalani jalan ini. Buku dimasukkan Tuti ke lemari. Kami menanami kebun dengan kacang. Tuti enters into the office.when they are intransitive (especially if they could be understood as a noun if they don't have any affixes). jalan is about the only example of this we've seen so far: Kita harus berjalan di jalan ini.Kacang kami tanam di kebun.i to form transitive verbs with different kinds of recipients: Tuti masuk ke kantor. Tuti memasuki kantor. " " The office is entered by Tuti. Tuti puts books into the cupboard. " " . Kebun kami tanami (dengan) kacang. Tuti memasukkan buku ke lemari.

Yang sedang ____________________(baca) Jon. Apa Ibu yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 5. 1. We have to get this car going. majalah itu.Kita harus menjalankan mobil ini. 8. 3. Jon mau ____________________(lihat) pemandangan yang indah. Siapa yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 7. Apa yang perlu ____________________(tanyakan)? 4. . LATIHAN AKTIF/PASIF Tulis bentuk aktif ATAU bentuk pasif untuk kalimat ini. 2. Apa yang sedang Ibu ____________________(baca)? 6. Sekolah di desa itu yang mau saya ____________________(kunjungi). Saya mau ___________________ (kunjungi) sekolah di desa.

19. 11. saya ingin ____________________(pelajari) pendidikan di sini. 17. Apa yang ____________________(tanam) di pinggir sawah? 15. Petani di sini sering ____________________(tanami) pematang dengan sayur-sayuran. Apa yang harus ____________________(kerjakan) bibi saya? 18. Apa yang ____________________(tanami) ubi? 16. Petani di sini sering ____________________(tanam) sayur-sayuran di pematang (dikes). Apa yang mau Saudara ____________________(pelajari)? 21. Keadaan di desa mau ____________________(lihat) Jon. Sawah itu sudah ____________________(tanami) apa? 13. Buku-buku harus ____________________(masukkan) bibi saya ke dalam lemari buku (="bookcase"). O. Bibi saya ____________________(masuki) kantor kepala sekolah. . Jalan mana yang mereka ____________________(lewati)? 10. 12. 20. Jagung (corn) sering ____________________(tanam) di mana? 14.9.

guru kita. 6. Practice with prefixes and suffixes (meN-. 3. Yang ____________________(bicarakan) guru kita tadi. Kita dapat _____________ (pilih) kaset musik gamelan. 2. apa? 25. di-. 24. ____________________(bicarakan) Pelajaran 12. . Setiap hari penduduk Jalan Lembang _______________(bangun) oleh suara adzan. -kan: 1. 4. Kota Jakarta ____________(duduki) orang Belanda selama perjuangan. beR-. Pak Jon yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan.5. 7. Siapa yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan? 23. Ø. Barang-barang yang sudah anda ____________ (beli) berat sekali.22. Kebanyakan pembeli ____________(pulang) pada siang hari untuk ____________ (istirahat). Keluarga Sudarmo sering ____________(duduki) kursi-kursi di kamar duduk.

14. karena tidak baik. Bambang akan ____________(kunjungi) saudara sepupunya di Wonosobo.8. 9. 11. 12. Kamar harus anda ____________ (pesan) dahulu di losmen itu. Kopor yang berat itu tidak dapat saya _____________ (bawa). 10.20. Perhiasan perak ____________ (buat) oleh orang yang ____________ (kerja) di pabrik perak itu. 16. Karcis Sulastri ____________ (periksa) pembantu kepala setasiun. Jumlah mahasiswa di Universitas Gajah Mada ____________ (lebihi) delapanbelas ribu. 15. mudahmudahan teman saya akan _____________ (bawa) saya kopor itu. 18. 19. Rumah makan itu tidak dapat saya ____________ (anjurkan). Siapa yang sedang _____________ (baca) anak itu majalah?* BENEFACTIVE KAN 13. Pakaiannya sudah ____________(masuk) Sulastri ke dalam kopornya. 17. Stupa itu masing-masing ____________ (kandung) patung Buddha. Kami akan ____________(libur) di Pulau Bali tahun depan. *BENEFACTIVE -KAN .

Kain batik ____________ (jual) di bagian pakaian. or nothing: 1. Ada banyak _________________ (kunjung) yang _________________(kunjung) ke keraton di Yogya. Pembatik itu sedang ____________ (guna)canting. 23.21. Ibu Sudarmo sedang ____________ (siap) makan pagi di dapur. beR-. Meja yang ____________(bentuk) bundar harus anda ____________ (letak) di sebelah kursi besar.26. Dewasa ini Republik Indonesia ____________(perintah) oleh pemerintah di Jakarta.pakailah peN-. 3. 25. 24. 27. Sedikit lagi -. Akhirnya kereta api itu siap _____________(angkat). 28. Apa yang akan Anda ____________________(kunjungi) nanti sore? . Saya tidak suka ____________(pakai) celana jengki. meN-.2. 22.

“I can’t recommend this restaurant.10.. _______________(duduk) Yogya sangat suka para turis yang kaya. anjurkan (saya anjurkan = 1st person passive. mengandung = “contain”) 11. memilih 7. Here is the key for the exercise -. 8. diduduki 4. dimasukkan (= “caused to enter”.don’t peek prematurely. 9.. Inginkah Anda ____________________(bawa) alat ____________________(potret) ke Candi Prambanan? 6. dibangun would mean “built. dibangunkan (=“awakened”. beli (anda beli = 2nd person passive) 8. pesan (2nd person passive) . Orang yang ____________________(ajar) di universitas disebut “mahasiswa” atau “ ____________________”(ajar).5. membacakan (= benefactive -kan) 13.4. pulang 5. Wayang kulit dapat ____________________(tonton) oleh ____________________(tonton) di depan keraton. mengandung (masing-masing = “each”. diperiksa 10. berlibur 9.) 12.7. 1. “put in”) 14. erected. menduduki 3.”) 2. beristirahat 6.

menyiapkan 25. penonton 8. dijual (agent not mentioned -.“sold (by somebody)”) 24. kunjungi (2nd p. bekerja 18. letakkan (2nd person passive) 27. penduduk 9. bawa (1st person passive) 20. berbentuk 26. mengunjungi 16. membawa 5.15. diperintah 28. passive) 4. ditonton 7. dibuat 17. pemotret 6. memakai 23. menggunakan 1. belajar 10. berkunjung 3. berangkat 22. pelajar . melebihi 19. membawakan (= benefactive -kan) 21. pengunjung 2.

on) indicates that the action occurs in the place indicated by the following noun and there is no movement. and sana 'there' (far off). atas bawah depan muka belakang dalam luar samping sebelah antara tepi seberang "top. above" "beneath. at. These prepositions can be combined with a set of locative pronouns. .PREPOSITION Locative prepositions are: di. Anak-anak itu berenang ke seberang sungai. These three locative prepositions also can be combined with a set of locative nouns which indicate location in relation to the following noun. which indicate position in relation to the speaker. and dari. under" "front" "front" "back" "inside" "outside" "side" "side" "between" "edge" "other side" EXAMPLES: 1. ke. Shoes are under the bed. and preposition dari (from) indicates movement away. 2. Sepatu ada di bawah tempat tidur. The locative pronouns are sini 'here' (near speaker). Preposition di (in. situ 'there' (not far off). Preposition ke (to) indicates movement toward.

Those children swim to the other side of the river. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. . Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. Arizal Effendi. Read the article below carefully. Sabtu (22/2). In Indonesian. Kompas . the noun or subject comes before the predicate or adjective. Adik saya mengeluarkan pensil dari dalam tasnya. There is one basic difference with Indonesian sentence structure. Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS. For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Departemen Luar Negeri RI. My younger brother/sister pulls a pencil out of his/her bag. 3.

to be accepted to be informed. Dikatakan. jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. dan Deplu AS. AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. dan Badan Intelijen Negara (BIN). to be delivered to be led to promise to own to work Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin meN + janji + kan me + milik + i be + kerja . Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. Homeland Security Department. AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Departemen Kehakiman. (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. Hak Asasi Manusia (HAM). AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). Departemen Sosial (Depsos). Meskipun tidak memiliki perjanjian. Departemen Kehakiman (Depkeh). 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin menjanjikan memiliki bekerja Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia.Ditambahkan.

to vote to take care of to be allowed. renewal flexibility. obligation. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. detention duty. to be permitted to monitor to assist. bail census broadcast press conference information embassy arrest. Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. That poor maid is treated badly by her boss. commitment safety extension. . needs. That letter was delivered by the postman to the Budiman family. guarantee. allowance necessity.menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose.

. The ownership of those companies is illegitimate.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS.Sesampainya di rumah. The Suharto family own many companies. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. That car has a five year has a five year warranty. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. The extension of the working permit is issued by the immigration office. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. Read the article below carefully. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. Arriving at home. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. Nico informed his mother about that very good news. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Sabtu (22/2). Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. Kompas . Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta.

jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS.Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. dan Deplu AS. Dikatakan. Departemen Kehakiman. Ditambahkan. Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). dan Badan Intelijen Negara (BIN). to be delivered to be led Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin . Hak Asasi Manusia (HAM). Departemen Sosial (Depsos). (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. Homeland Security Department. AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. Meskipun tidak memiliki perjanjian. Arizal Effendi. 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. Departemen Kehakiman (Depkeh). to be accepted to be informed. Departemen Luar Negeri RI. Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi.

. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. obligation. renewal flexibility. allowance necessity. needs. That poor maid is treated badly by her boss. detention duty.menjanjikan memiliki bekerja menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + janji + kan me + milik + i be + kerja meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to promise to own to work to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. guarantee. to be permitted to monitor to assist. bail census broadcast press conference information embassy arrest. to vote to take care of to be allowed. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. commitment safety extension.

That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. Bisakah Tetap "Asli" TENGANAN adalah sebuah desa terpencil di Kabupaten Karangasem. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. That car has a five year has a five year warranty. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Bali. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama.Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU. Other important words are in PURPLE. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. Bendesa Adat. sekitar 65 kilometer dari Kota Denpasar. Mangku . Read the article below carefully.496. The extension of the working permit is issued by the immigration office. Nico informed his mother about that very good news. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. Sesampainya di rumah.002 hektar itu kini juga menanti-nantikan. Desa dengan luas area sekitar 1. The ownership of those companies is illegitimate. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. The Suharto family own many companies. That letter was delivered by the postman to the Budiman family. Indonesian-English Dictionary Tenganan. apa yang akan (bisa) dibawa oleh Otonomi Daerah bagi wilayah yang dihuni sekitar 600 jiwa ini. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Arriving at home. Desa ini terbilang tetap tegar bertahan dalam arus perubahan zaman yang pesat dari teknologi informasi.

tetapi. *** TENGANAN identik dengan kain geringsing. Ketika Kuta sudah penuh gebyar dengan kehadiran hotel dan arus wisatawannya yang melimpah." tambahnya. "Kami perlu komunikasi." ujar Mangku Widia. "Namun. "Kami tahu bahwa Otonomi Daerah itu dimulai tahun ini." tambah Mangku Widia. walaupun nantinya sudah menerima masukan dari "dunia luar"." ujar Mangku Widia. dan kerbau yang ini dibiarkan berkeliaran bebas di kawasan desa. Tenganan tetap bertahan dengan tiga balai desanya yang kusam. dengan berpegang pada awig-awig atau peraturan adat desa yang sudah ditulis sejak abad 11--diperbarui tahun 1842 karena yang asli terbakar--Tenganan berhasil tegak di tengah arus keras perubahan.Widia mengungkapkan hal itu saat berbincang dengan Kompas di rumahnya yang juga merangkap sebagai art shop pertengahan Januari 2001. "Dalam satu dua tahun terakhir ini meskipun jumlah pengunjung meningkat. Tidak ada tiket masuk ke desa yang sekaligus menjadi obyek wisata itu. namun belanja souvenir mereka kurang. Dengan Otonomi Daerah. Jangankan dengan Kuta. atau Sanur. sampai sekarang kami belum mendapatkan petunjuk yang jelas. "Tahun 1966 di sini lebih ramai daripada kunjungan di Bali Beach di Sanur. Tenganan kalah top. namun komunikasi kami justru mulai terbuka. Kami juga perlu berhubungan dengan dunia luar. Mangku Widia malahan "menawarkan" diri untuk berubah. Roda kehidupan masyarakat Tenganan. dengan deretan rumah adat yang satu sama lain persis sama dan bertahan dengan keturunan yang dipertahankan keasliannya dengan perkawinan sesama warga desa. Sekarang yang perlu dilihat adalah potensi kami. sekilas pandang bisa diketahui bahwa setiap lembar kain geringsing adalah lembar yang eksklusif--sifat yang melekat pada barang buatan tangan. Tidak jelas benar berapa penghasilan per kapita penduduk Tenganan. Dengan Candidasa yang berdekatan dengan lokasi desa itu saja. Sebelum masuk wisatawan harus menyumbang sukarela kepada petugas di bangunan kayu semipermanen. Kesan bahwa penanganan pariwisata di desa ini tidak dikoordinir dengan baik mulai terasa begitu kaki melangkahi gerbang utama." ujarnya. Jumlah pengunjung memang menunjukkan peningkatan. Jelas. sawah. Tentang usia pariwisata di desa yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Amlapura ini. Ubud. tentu tidak akan bisa cepat berubah begitu saja. lalu bagaimana seharusnya mengelolanya. dan diperkirakan akan efektif pada bulan Mei mendatang. Wisatawan harus mengisi buku tamu. . "Selama ini pengaruh pariwisata terhadap masyarakat kami memang masih sedikit. Jangan heran dan kaget. Dibanding kain-kain pabrikan yang dijumpai di toko-toko tekstil. karena di sana berlaku sistem barter yang didasarkan pada kepemilikan kolektif atas tanaman. wisatawan harus melalui "gerbang" sempit yang cukup lewat satu orang. *** TENGANAN selama ini kurang "terdengar" dalam peta pariwisata. langsung ada tawaran kain geringsing seharga Rp 400. kami tidak mungkin hidup sendiri. Memasuki kawasan ini.000 sampai nyaris Rp 1 juta." ujar Mangku Widia. Sementara Candidasa sendiri baru mulai dirambah wisatawan tahun 1985. Begitu kaki melangkah ke art shop di dekat pintu masuk. bisa dijejaki sejak tahun 1960. Selama ini. karena awig-awig tetap memiliki peran dan fungsi sentral.

benarkah yayasan tersebut bisa menangkap "napas" masyarakat Tenganan yang kental dengan kultur warisan tahun abad ke-11? Ataukah mereka tidak peduli akan masyarakat Tenganan melainkan diri mereka sendiri? Atau . semoga Tenganan yang penduduknya disebut Baliaga (Bali asli) tetap merupakan Bali yang "asli" yang tidak lagi terkesan muram karena kusam. Kerajinan ini mulai dikenal di Tenganan setelah ada tameng (perisai) yang rusak dalam acara geret pandan-tarian pemuda. Warna merah. survive to wait on and on to be carried to be occupied to pronounce. dari yang terbaik sampai yang terburuk." Persoalannya. Harga setinggi itu bisa dikatakan tinggi dan bisa juga tidak. masyarakat Tenganan sebaiknya dilatih untuk bisa menangkap peluang pariwisata. Jika dimungkinkan. Nah. misalnya. sudah ada sebuah yayasan di Jakarta--dia lupa namanya--yang beberapa tahun terakhir ini melakukan penjajakan untuk membuat eco-tourism di kawasan Tenganan. 12 Maret 2001 Kata kerja bertahan menanti-nantikan dibawa dihuni mengungkapkan Verbs hold out. harapan Mangku Widia sudah sepantasnya mendapatkan sambutan yang layak dari mereka yang berkecimpung dan memegang otorisasi di bidang pariwisata.. Ternyata itu mudah. to utter Words in italic are the base/root words ber + tahan menanti-nanti + kan di + bawa di + huni meNG + ungkap + kan . perlu proses tiga hari. Kita hanya bisa mendoakan. "Kami sadar jika ini tidak segera diurus. "Kami berusaha memperbaiki sendiri tameng yang kami beli dari luar itu. perlu pemrosesan selama satu bulan tujuh hari. Alangkah idealnya. Mangku Widia bercerita. Warna kuning. jika ada hal-hal yang "khas" di Tenganan selain masyarakatnya sendiri-yang memunculkan perasaan halus berbau ironis ketika menyaksikan "keterasingan" dan kesederhanaan mereka. Seterusnya." tutur Mangku Widia yang sebelum bertemu Kompas bercengkerama dengan sejumlah petugas dari Dinas Pariwisata. tahun kedua mulai dilakukan komunikasi dengan desa adat. Sementara warna kuning berasal dari minyak kemiri. Warna merah. tanpa harus melanggar awig-awig tinggalan para leluhur. dari akar sunti dari Nusa Penida. Pengerjaannya pun makan waktu lama. agar bisa muncul. Tahun pertama diawali dengan peta jalur (tracking). "Kami menghendaki guide lokal. karena kain geringsing hanya diproduksi di Tenganan. Tetapi.Harga setinggi itu diberikan untuk kain selebar dua jengkal tangan dengan panjang seperti selendang. tentu akan membunuh potensi pariwisata kami sendiri. Kekhasan kerajinan tangan lainnya yaitu anyaman ata--bahan dasar yang didapat dari Pulau Flores. dan akhirnya kami mengetahui caranya. (bur/rik/isw) Bacaan diambil dari Kompas Senin." kata I Nengah Kedep.. semuanya secara total mencapai lama pemrosesan (cuci-jemursimpan) secara tiga bulan. karena warna yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan. yang juga pelopor kerajinan anyam-menganyam ata ini. Agar warna bisa merasuk ke dalam serat-serat benang. prosesnya panjang. butuh perlakuan khusus. tambah Mangku Widia. berbagai kemungkinan terbuka.

to donate to fill be valid. by means of to contribute.t. tasted to step to enter to pass through or by. to point out s. to be estimated serve concurrently as. guideline regulation presence row.berbincang dimulai diperkirakan merangkap mendapatkan berpegang ditulis diperbarui dipertahankan menawarkan berubah berhubungan menerima memiliki terdengar dikoordinir terasa melangkahi memasuki melalui menyumbang mengisi berlaku didasarkan dibiarkan berkeliaran terbuka dijejaki dirambah menunjukkan meningkat ber + bincang di + mulai di + per + kira + kan me + rangkap meN + dapat + kan ber + pegang di + tulis di + per + baru + i di + per + tahan + kan meN + tawar + kan ber + ubah ber + hubung + an meN + terima me + milik + i ter + dengar di + koordinir te + rasa me + langkah + i me + masuk + i me + lalu + i meNY + sumbang meNG + isi ber + laku di + dasar + kan di + biar + kan ber + keliar + an ter + buka di + jejak + i di + rambah meN + tunjuk + an meN + tingkat to chat to be begun. to cut down to indicate. to be let alone roam or wander about. the center instruction. be in contact to receive to own heard. be in effect based on to neglect. to mount. originality marriage Words in italic are the base/root words per + ubah + an per + tengah + an pe + eunuch per + atur + an ke + hadir + an deret + an ke + turun + an ke + asli + an per + kawin + an . to be renovated to be maintained. to raise. audible to be coordinated felt. to be started to be guessed. offspring authenticity. to hold on to be written to be renewed. to increase Kata benda perubahan pertengahan petunjuk peraturan kehadiran deretan keturunan keaslian perkawinan Nouns change. swarm about opened followed on the trail to clear away.t. alteration the middle. to be defended to offer change. become different related to s.. double as to get base on. line descent.

The sound of the bomb can be heard until to the area that has a distance of twelve kilometers from the center of the blast. plentiful at the same time have a distance area influence Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Sudah lama dia menanti-nantikan kedatangan pacarnya. existence be adjacent handling tourist employee. overflow. Para pengunjung ke pantai yang terpencil itu kebanyakan wisatawan dari manca negara. functionary building income population ownership visitation visitor the increase Kata-kata penting lainnya Other important words Words in italic are the base/root words terpencil terbilang terbakar melimpah sekaligus berjarak kawasan pengaruh ter + pencil ter + bilang ter + bakar me + limpah sekali + gus ber + jarak isolated. Suara bom itu terdengar sampai ke kawasan yang berjarak dua belas kilometer dari pusat ledakan. It has been for a while she waits on and on for her boyfriend.kehidupan berdekatan penanganan wisatawan petugas bangunan penghasilan penduduk kepemilikan kunjungan pengunjung peningkatan ke + hidup + an ber + dekat + an peN + tangan + an wisata + wan pe + tugas bangun + an peNG + hasil + an peN + duduk ke + pe + milik + an kunjung + an peNG + kunjung peN + tingkat + an life. remote be calculated on fire abundant. Visitors to that isolated beach are mostly tourists from abroad (foreign countries). .

Meski tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. seorang warga.30 WIB sempat terjadi angin puyuh disertai gerimis. Mursyid menuturkan. “Begitu terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi. Jawa Timur. (Mahbub Djunaidy-Tempo News Room) Bacaan diambil dari Tempo interaktif 25 Februari 2003 . Pada Senin (24/2) sore sekitar pukul 16.5 hektare sawah siap panen serta jalan desa sepanjang 300 meter. Longsoran tanah dari Bukit Gujuran yang terjadi Senin malam (24/2) itu juga menimbun sedikitnya 0. Other important words are in PURPLE. warga yang tinggal di bawah gumuk sudah bersiap-siap dengan memindahkan sejumlah barang dan ternak mereka. sedikitnya 48 keluarga warga Dusun Calok terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan sanak famili mereka yang dianggap aman. lima di antaranya terkubur tanah. hujan deras yang turun sejak Minggu malam hingga Senin siang sudah menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya bencana longsor seperti 1993 lalu. 39 tahun. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. kerugian yang diderita warga ditaksir mencapai Rp 60 juta. Hingga saat ini. Longsoran dari bukit setinggi 100 meter dengan kemiringan 40 derajat itu langsung tumpah dan mengubur sejumlah rumah beserta isinya yang ada di bawah bukit.” tuturnya. Kecamatan Arjasa. Mursyid. menemukan tanda-tanda keretakan tanah di punggung Bukit Gujuran.BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Kepala Desa Arjasa. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU. Indonesian-English Dictionary Bukit Longsor Hancurkan 17 Rumah di Jember TEMPO Interaktif. kami langsung lari keluar tanpa sempat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah. "Minggu siang." katanya.” tutur Suryani. Read the article below carefully. Jember:Tujuhbelas rumah hancur. akibat longsor di Dusun Calok. Kabupaten Jember. tadi siang mengatakan warga setempat sebelumnya sudah menduga akan terjadi longsor. Suharso. kemudian terjadi longsor itu. Pada Sabtu (22/2) petang. “Tidak lama kemudian lindu (gempa bumi) datang sekitar dua menit. sambil berkaca-kaca menatap rumahnya yang rata dengan tanah.

to pile up suffered estimated. an amount of . appraised to reach forced to to take refuge considered as to say to guess. to say to make s. prior to a number of. to estimate to discover. all along at the locality before.t. accompanied with to bury be glistening with tears to look at Words in italic are the base/root words ter + kubur meN + timbun di + derita di + taksir meN + capai ter + paksa meNG + ungsi di + anggap meNG + kata + kan meN + duga meN + temu + kan meM + pindah + kan meN + tutur + kan meN + timbul + kan di + serta + i meNG + kubur ber + kaca-kaca meN + tatap Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words longsoran kerugian keretakan kekhawatiran terjadinya terdengar longsor + an ke + rugi + an ke + retak + an ke + khawatir + an terjadi + nya ter + dengar landslide financial loss crack worry event heard Kata-kata lainnya Other words Words in italic are the base/root words sedikitnya sepanjang setempat sebelumnya sejumlah sedikit + nya se + panjang se + tempat se + belum + nya se + jumlah at least as long as.Kata kerja terkubur menimbun diderita ditaksir mencapai terpaksa mengungsi dianggap mengatakan menduga menemukan memindahkan menuturkan menimbulkan disertai mengubur berkaca-kaca menatap Verbs buried to bury. to find to move to tell. appear or to come to the surface accompanied by.

SUFFIX -an With measures of time. At the refugee camp. Semakin lama timbunan itu menjadi semakin tinggi. people were forced to take refuge to another place. Every day many people pile the garbage up at the garbage dump. or suffering from [root word]. In the wartime. appearing once in the measure indicated by the root word. para pengungsi yang jumlahnya ditaksir mencapai sedikit-dikitnya sepuluh ribu orang ini sangat menderita. containing many [root word]. appearing once" bulan hari minggu kilo meter "month" "day" "week" "kilogram" "meter" bulanan harian mingguan kiloan meteran "monthly" "daily" "weekly" "by the kilo" "by the meter" Suffix -an meaning "having many [root word]." Suffix -an forms adjectives meaning "done. happening. containing many [root word].setinggi kemiringan se + tinggi ke + miring + an as high as slope Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Setiap hari banyak orang menimbun sampah di tempat penimbunan sampah. That old man says that he is considered as crazy by the people of his village because he claims that he finds an amount of gold at several places along the river in his village. Di tempat pengungsian. and distance. As the time passes by. happening. suffix -an forms adjectives meaning "done. Pada waktu perang. With some nouns bases -an derives adjectives meaning "having many [root word]. orang-orang terpaksa mengungsi ke tempat lain. the pile becomes higher. or suffering from [root word] . weight. Lelaki tua itu menuturkan bahwa dia dianggap gila oleh orang-orang sekampungnya karena dia mengaku bahwa dia menemukan sejumlah emas di beberapa tempat di sepanjang sungai di desanya. these refugees which number was estimated reaching at least ten thousands very suffered.

Baju-baju bekas itu dijual secara kiloan. Those used clothes are sold by the kilo. mould" "scabies" "ant" "gray hair" cacingan jamuran kudisan semutan ubanan "infested with worms" "mouldy" "suffering from scabies" "suffer pins and needles" "gray haired" EXAMPLES: 1. he is gray-haired already. James Neil. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. Routledge. Banyak anak kecil yang menderita cacingan. 4. in. 1996. ia sudah ubanan. Majalah 'O' adalah sebuah majalah bulanan. 2. 3. Meskipun masih muda. from" that is the verb refers to an object which is the location of the action. on. Many small children are infested with worms. 'O' magazine is a monthly magazine.cacing jamur kudis semut uban "worm" "fungus. The suffix -i has several meanings. London. Even though he is still young. One meaning of verbs with -i which we have seen in the basic sentences is "do at. The following list gives some verb which take -i in the locational meaning: datang dekat duduk jalan jauh ketemu "come" "near" "sit" "walk" "far" "meet" datangi dekati duduki jalani jauhi ketemui "come to" "approach (go near to)" "sit on" "walk on" "go far from" "go to meet with" . SUFFIX -i The suffix -i is added to roots to form transitive verbs (verbs which take a prefix meN and have passives).

" Kembalikan means "make something return". finish up" "marry off" "return something" "empty something out" "make something less" "give birth (cause to be born)" "bath someone" "put upward." (2) Anak itu senang sekali menulisi buku temannya. climb" "go home" "arrive" "be happy" "rent" habiskan kawinkan kembalikan kosongkan kurangkan lahirkan mandikan naikkan pulangkan sampaikan senangkan sewakan "use up. used up. "use something up.. in" "sleep on.e." Habiskan means "cause to be finished"." Similarly. i. The meaning of verbs formed by adding -kan to these roots is "cause to be [root]. "That kid likes to write on friend's books. we have seen kembali meaning "return. his his SUFFIX -kan One large class of roots. or as we would express it in English." 1 and 2 have the same meaning." habis kawin kembali kosong kurang lahir mandi naik pulang sampai senang sewa "all gone" "be married" "return" "empty" "be less" "be born" "bath" "ride." For example we know the root habis 'finished. some of which are adjectives uses -kan to make causatives. with" "write on" The suffix -i is used mainly in writing and formal speech. allow to ride" "send home (cause to go home)" "pass forward (cause to arrive)" "make happy" "rent out" .kirim tanam tidur tulis "send" "plant" "sleep" "write" kirimi tanami tiduri tulisi "send to" "plant on. In colloquial speech one usually expresses idea with a phrase having a similar meaning which does not contain a verb with -i (usually a verb with no -i and a preposition): (1) Anak itu senang sekali menulis di buku temannya. "return something. "That kid likes to writes on friend's books.

base ends with a vowel ibu "mother" ibunda Suffix -nda." say the university students to the government. 5. Pass forward these news to your family. habiskan makanan itu!. 2." kata ibu. "Lower the price of the rice!. base ends with k kakak adik "older brother. Tolong kembalikan buku saya. a base ends with k loses the k. Suffix -anda. younger sister" kakanda adinda . remain" "go down. -nda Suffixes -anda and -nda are added to pronouns and kin terms to form honorific addresses to show respect. "Dani. finish up that food!. older sister" "younger brother. "Dani. 3. base ends with a consonant ayah "father" ayahanda Suffix -nda. Nanti malam kosongkan tong sampah ini." kata para mahasiswa kepada pemerintah. 4.tinggal turun "stay. Please return my book." says mother. In most cases. Tonight empty out this garbage bin. "Turunkan harga beras!. Sampaikan berita ini kepada keluarga Anda. then followed with -nda. SUFFIXES -anda. Suffix -anda is added to bases which end with a consonant and suffix -nda to bases which end with a vowel. get off" tinggalkan turunkan "leave behind (cause to remain)" "lower" EXAMPLES: 1.

James Neil. 1996.f) karyawati (f) seniman (m. both borrowed from Sanskrit.f) seniwati (f) wisudawan (m. Routledge.nenek anak "grandmother" "child" nenenda ananda Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. and -man Suffix -wan occurs with bases to indicate a person associated with the base. The suffix -man derives one noun only. property" "science" "sport" "clergy" "history" hartawan ilmuwan olahragawan rohaniwan sejara(h)wan wealthy person scientist sportsman/woman clergyman historian Suffix -wan to indicate male (m) and -wati to indicate female (f) karya seni wisuda "work" "art" "graduation" karyawan (m.f) wisudawati (f) male/female worker female worker male/female artist female artist graduating male/female graduating female Suffix -man seni "art" seniman (m. The form -wan refers to both male and female and the form -wati refer to female only. indicates a person (male or female) associated with the base harta ilmu olahraga rohani sejarah "wealth. Suffixes wan and -wati. -wati. SUFFIXES -wan. London.f) male/female artist EXAMPLE: . are the only affixes making gender distinction. Suffix -wan.

James Neil. Routledge. anda suffix -man. That wealthy person is very generous. 3. the word "membeli" is made up . etc Prefixs (Awalan) Prefiks or awalan is an element that is structurally being put in front of a word. wan. Para ilmuwan sedang berusaha menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit kanker. -wati    Suffix or akhiran is an element that is structurally being placed on the tail end of a verb. For example : pangkalan. Suffix (Akhiran) Click on the blue word here  suffix an suffix -i suffix kan   suffix -nya suffix -nda. hukuman. buatan. Para wisudawan sedang memasuki ruangan untuk upacara wisuda. 2. 4. Ada banyak seniman yang tinggal di desa itu. London. Hartawan itu sangat murah hati. 1996.1. There are many artists live in that village. sayangkan. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. for instance. The graduating people are entering the room for graduation ceremony. The scientists are trying to find medicine to cure cancer. masuki.

These are list of example for adding berto the root.... When the ber. study" kumpul berkumpul tanya henti bertanya berhenti Irregular prefix berClick here. Click on the prefixes listed below to learn more about each one:  prefix ber prefix di   prefix keprefix peprefix ter-   prefix meprefix se- PREFIX BERThere are two types of verbs with the ber. those formed by adding the ber.of the prefix "mem-" + "beli" which is a root word (kata dasar).prefix attached to a verb root the resulting verb is a reflexsive verb.. and adding the ber.. kerja bekerja "work" ajar belajar "study" Exercise EXAMPLES: 1. Anda bisa bertanya kepada ibu dosen. you may ask the (female university) teacher... If you don't understand.prefix. belanja berbelanja "shop" bicara berbicara "talk. Kalau Anda tidak mengerti..prefix to a noun.+ Noun nama umur sepeda jalan sekolah bernama berumur bersepeda berjalan bersekolah "having the name" "having the age of" "to go by bicycle" "walk" "attend school.. speak" "gather together" "ask" "stop" Lists of example for ber.prefix to a root verb.. .

4. Ibu Sumirat works at a hospital not far from her house. 4. My dog has a name "Bleki" and he is two years old. Budiman was elected as the chairman of the youth organization in his village. Budiman terpilih menjadi ketua organisasi pemuda di desanya. . Ibu Sumirat bekerja di sebuah rumah sakit tidak jauh dari rumahnya. London. 3.is added to a few root words to form nouns. Anton and Rini become a couple of lovers for four years. framework" "old" kehendak kekasih kerangka ketua "desire. Hasan bersekolah di SMA Negeri di kota Surabaya. James Neil. Anton dan Rini menjadi sepasang kekasih selama empat tahun. hendak kasih rangka tua "want. Routledge. will" "love" "skeleton. 1996. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon.2. PREFIX KePrefix ke. will" "lover" "skeleton" "chairman" EXAMPLES: 1. Sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa Pak Amat pergi meninggalkan kita. Kerangka orang yang hilang itu ditemukan di tengah hutan. 3. Hasan attends school at SMA Negeri (state high school) in the city of Surabaya. Anjing saya bernama "Bleki" dan dia berumur dua tahun. The skeleton of the missing person was found in the forest. 2. It is God's will that Pak Amat left us (passed away).

Pak Joko bekerja sebagai penggali sumur. roots that refer to . 2. 3. The criminals have been captured by the police. Jumlah pemakai internet di Indonesia belum banyak. PREFIX terThe prefix ter. The number of internet users in Indonesia has not many yet. Elvi Sukaesih adalah seorang penyanyi 'dangdut' yang terkenal di Indonesia. With a stative meaning-that is. Para penjahat itu sudah ditangkap polisi. Elvi Sukaesih is a famous 'dangdut' singer in Indonesia. Pak Joko works as a well digger.is added to verb roots to form stative verbs.PREFIX -pe EXAMPLES: 1. 4.

" b (1) Pedagang itu mandi setelah bangun. "He sat in the front.the state of something or of a person. get up" "be accustomed to" "open" "be in hand after having been obtained" "be seated" terbangun terbiasa terbuka terdapat terduduk "be awakened by something that does not intend to awake" "get accustomed to something by" "accidentally come open" "be available" "fall into a sitting position" "be reminded by something that does not intend to remind one" "be included in a group or accidentally get into something" "be made available for use" "fall asleep" "be locked" ingat "remember" teringat masuk "enter. The following list gives stative forms that we have so far. "The merchant took a bath after he woke up. "He fell into a sitting position. go inside" termasuk sedia tidur tutup "be ready" "sleep" "closed" tersedia tertidur tertutup EXAMPLE: a (1) Dia duduk di depan. the prefix terforms a word that emphasizes the accidentally of the action by which the state came into being or that is has been possible for the state to have come into being." . which also occur prefixed by ter-: bangun biasa buka dapat duduk "be awake." a (2) Dia jatuh terduduk.

telur." PREFIX MEclick here for Exercise To learn more about prefix meN-: meN. "A good time in the meN-s room" click here for an easy-to-print version of the chart below EXAMPLES: 1. Ibu membeli daging. Ibu bought meat. dan sayur-sayuran di pasar. finding roots. "He was awakened by a noise outside of his room. egg. 2. adding meN-. .worksheet 1.b (2) Dia terbangun karena ribut di luar kamarnya. and vegetables at the market.

occurs with group numbers to form cardinal numbers and in fractions. 4. Para penjual menjual makanan dan minuman. PREFIX SePrefix Se. You may rent a car at 'Enterprise'. 3. Ibu Harun meyakinkan Michael bahwa sekolah itu adalah sekolah yang baik. Banyak sampah menggunung di pinggir jalan. To form cardinal numbers sepuluh sebelas seratus seribu sejuta semilyar To form fractions sepertiga seperempat seperlima sepersepuluh seperduapuluh But: setengah or separuh To replace "satu" before classifiers ekor (tail) helai (piece) orang (person) titik (dot. Anda bisa menyewa mobil di 'Enterprise'. drop) gelas (glass) piring (plate) cangkir (cup) seekor kuda sehelai kain batik seorang wanita setitik air segelas susu sepiring nasi secangkir kopi "a "a "a "a "a "a "a horse" piece of batik cloth" woman" drop of water" glass of milk" plate of rice" cup of coffee" "one third" "one fourth" "one fifth" "one tenth" "one twentieth" "half" "ten" "eleven" "one hundred" "one thousand" "one million" "one billion" EXAMPLES: .2. 5. Ibu harun assures Michael that the school is a good school. A lot of garbage pile up by the side of the street. It also replaces the number "satu" before classifiers. The sellers sell food and drink.

. 3.-an Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX ke-... and other classes.-an forms nouns from adjectives. Tadi pagi saya melihat seorang wanita cantik sedang membeli sehelai kain batik sementara suaminya membeli sepiring pisang goreng dan secangkir kopi. sepuluh di antaranya adalah wanita. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon." which is a root word (kata dasar) + "-an.an Circumfix peN-.. James Neil. To make that cake.. Circumfix (Gabungan) Circumfix or gabungan is a combined element that is structurally being put in front and at the end of a word. In general. dibutuhkan tepung sebanyak setengah kilogram...-an Circumfix per-. ten of them are females. 1996. needed flour a half kilogram. Hanya seperlima dari penduduk desa itu yang tidak buta huruf. There are eleven students in this class.. the word "penembakan" is made up of the prefix "peN-" + "tembak. This morning I saw a beautiful woman who was buying a piece of batik cloth whilst her husband was buying a plate of fried banana and a cup of coffee.-an Circumfix ke-. 4. for instance." Click on the circumfix listed below to learn more about each one: Circumfix ke-. in a few cases this is not so.. 2.. Routledge. the meaning of the noun can be predicted from the meaning of the adjective base. Only one-fifth of the population of that village who are literate. London. verbs. which then mean "having to .1. Untuk membuat kue itu. Circumfix ke-.. However..-an also can be based on nouns. Ada sebelas orang mahasiswa di kelas ini. Such nouns are generally of an abstract nature.

. ." These are list of examples of nouns which identify the characteristics of the adjectives These are list of examples of nouns which DO NOT identify the characteristics of the adjectives baik kebaikan "kindness" berat malu terang keberatan kemaluan "objection" "genital" bebas kebebasan "freedom" bersih kebersihan "cleanliness" cantik kecantikan "beauty" keterangan "explanation" sehat kesehatan "health" Circumfix ke-.or in..-an can be combined with NOT. Kecantikan gadis muda itu dikagumi oleh banyak orang. which correspond with dis.-an that means "having to do with [base]" adil jujur ketidak-adilan "injustice" ketidakjujuran ketidakpuasan ketidaksenangan "dishonesty" anggota keanggotaan "membership" daerah ibu wanita kedaerahan keibuan kewanitaan "regionalism" "motherliness" "femininity" puas "dissatisfaction" senang "displeasure" EXAMPLES: 1.in English Circumfix ke-..do with [base]. The beauty of that young woman is admired by many people..

peN-.-an Circumfix peN-. A number of peN-.....-an nouns that refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to" peN-..-an nouns refer to the pace where the action of the corresponding verb typically occurs.. Bapak and Ibu Sadli raise an objection if Susi comes home late at night. Rasa keibuannya timbul ketika ia melihat bayi malang itu. 1996 Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX peN-...2.-an forms nouns which refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to.-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb typically occurs . Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. Bapak dan Ibu Sadli menyatakan keberatan kalau Susi pulang larut malam. 4.. The demonstrators raise their dissatisfaction toward the government." Other nouns relate with the object of the corresponding verb. Para demonstran itu menyatakan ketidak-puasannya terhadap pemerintah. Her feeling of motherliness grew when she saw that poor baby. London. 3..

T. inn" "exile. The view from Pak Budi's room's window is very beautiful. Pak Budi sekeluarga menginap di sebuah penginapan di pantai. act of exiling" penggilingan "mill" kumpul pengumpulan henti penghentian buang pembuangan kirim pengiriman peN-. 1996 . Pak Budi and his family stayed overnight at a lodging by the beach. Pengiriman barang-barang P. Makmur dilakukan dengan truk-truk. 2. London. Pemandangan dari jendela kamar Pak Budi indah sekali. scenery" "announcement" EXAMPLES: 1.satu tulis penyatuan penulisan "the uniting of" giling "the writing of" cuci pencucian "the collecting of" inap penginapan "the stopping of" "the sending of" "laundry. 3. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge... Makmur's commodities are carried out by trucks. The sending of P.-an nouns relate with the object of the corresponding verb pandang umum memandang mengumumkan pemandangan pengumuman "view. act of washing" "lodging.T.

-an forms nouns referring to road intersections. Some per. Per-.. Per-. With limited usage.-an forms nouns referring to road intersections per-. per-. Some per-..an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs.-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb budak musuh saudara sekutu perbudakan permusuhan "slavery" "enmity" kerja ajar gerak bekerja belajar bergerak pekerjaan pelajaran pergerakan "work" "lesson" "movement" "promise... agreement" "meeting" persaudaraan "brotherhood" persekutuan "alliance" "representation...-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base]....-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates..-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs tiga pertigaan "three-way intersection" henti judi perhentian perjudian "stopping place" "gambling place" .-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates.Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX per-........ per-..-an Circumfix per-..-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb..-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base] Circumfix per-. delegation" janji berjanji perjanjian wakil perwakilan temu bertemu pertemuan per-...

2. Para mahasiswa sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia. Ada banyak usaha pertenunan tradisional di Bali. The (university) students like Bahasa Indonesia lesson very much. London. Lampu lalu lintas di perempatan di depan kampus sudah dipasang. 3. There is slavery in the United States' history. Ada perbudakan dalam sejarah negara Amerika Serikat. 4. 1996 .empat perempatan "cross-roads" cetak tenun percetakan pertenunan "printery" "textile mill" EXAMPLES: 1. Traffict lights at the cross-roads in front of the campus have been installed. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. There are many traditional textile mill industries in Bali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful