TATARAN FONOLOGI Fonologi ialah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa

(Chaer, 1994). Satuan bunyi dibedakan antara fonetik dan fonemik. Fonetik ialah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna. Misalnya : bunyi [i] pada kata [intan], [angin], dan [batik] tidak sama. Tulisan fonetik dibuat berdasarkan aksara latin yang ditambah dengan sejumlah tanda diakritik dan sejumlah modifikasinya. Ini dilakukan karena jumlah bunyi melebihi 26 aksara latin. Bunyi terdiri dari kelompok bunyi vokal dan konsonan. Di samping itu, ada bunyi diftong atau vokal rangkap, karena posisi lidah pada bagian awal dan akhir bunyi tidak sama. Misalnya bunyi [au] pada kata kerbau, [ai] pada kata cukai, dan lain-lain. Bunyi konsonan diklasifikasikan atas (1) posisi pita suara (bergetar atau tidak bergetar), (2) tempat artikulasi (labial, dental), dan (3) cara artikulasi (sengau, hambat). Fonetik terdiri dari : 1) Fonetik auditoris (penerimaan bunyi oleh telinga) 2) Fonetik artikulasi (penerbitan bunyi oleh alat ucap manusia) 3) Fonetik akustik (ciri-ciri bunyi bahasa akibat peristiwa fisika) Fonemik adalah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bahasa sebagai pembeda makna. Contoh: bunyi [p] dan [b] pada kata [paru] dan [baru] menyebabkan perbedaan makna. Karena itu [p] dan [b] disebut fonem. Bunyi yang tidak membedakan makna bukan fonem. Bunyi [t] dan [th] dalam bahasa Inggris bukanlah dua fonem yang berbeda, tetapi dua buah bunyi dari sebuah fonem yang sama. Variasi bunyi yang timbul dari realisasi fonem disebut alofon. Fonem [i] dalam bahasa Indonesia, misalnya, mempunyai empat buah alofon, yaitu bunyi [i] dalam kata cita, tarik, ingkar, dan kali. Klasifikasi Konsonan: 1) Berdasarkan artikulator dan titik artikulasi Bilabial : b, p, m, w Palatal : c, j, ny, y Velar : k, g, kh, ng Dental : t, d, n 2) Berdasarkan jalan keluar udara Bunyi oral : p, b, w, r, dan lain-lain Bunyi nasal : m, n, ng, ny 3) Berdasarkan halangan yang dijumpai saat udara keluar Hambat atau stop : p, b, k, t, d Frikatif atau geser : f, v Spiran atau desis : s, z, sy

Trill atau getar : r Lateral : l 4) Berdasarkan getaran pita suara Bersuara : b, c, d, f, g, h, dan lain-lain Tidak bersuara : k, t, p, s Perubahan Fonem

a. Asimilasi dan Disimilasi
Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain, sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya. Misalnya, [Sabtu] diucapkan [saptu] karena pengaruh bunyi [t]. Atau fonem yang tidak sama dijakdikan sama. Misalnya, [al salam] menjadi [assalam] Jika dalam asimilasi, dua bunyi yang berbeda menjadi sama, maka disimilasi perubahan itu menyebabkan dua fonem yang sama menjadi berbeda. Misalnya kata [citta] dalam bahasa Sanskerta berubah menjadi [cinta] dan [cipta]. Jadi ada perubahan bunyi [tt] menjadi [nt] dan [pt].

a. Metatesis dan Epentesis
Metatesis adalah sebuah bunyi yang bertukar tempat dengan bunyi yang lain. Misalnya [brantas] dan [bantras], [jalur] dan [lajur], [almari] dan [lemari]. Epentetis terjadi jika sebuah fonem disisipkan dalam sebuah kata. Misalnya [kapak] menjadi [kampak]

a. Kontraksi
Kontraksi terjadi pemendekan ujaran dalam percakapan yang cepat. Misalnya, [tidak tahu] menjadi [ndak tahu], [shall not] menjadi [shan‟t], dan lain-lain.

a. Diftongisasi
Proses perubahan satu vokal menjadi diftong. Misalnya, [sentosa] menjadi [sentausa]

a. Monoftongisasi
Proses perubahan diftong menjadi satu vokal. Misalnya, [satai] menjadi [sate], atau [pulau] menjadi [pulo].

a. Sandi
Sandi adalah dua vokal berturut lebur menjadi satu vokal. Misalnya [pesantrian] menjadi [pesantren].

a. Adaptasi
Adaptasi adalah penyesuaian bentuk. Misalnya, [chauffeur] menjadi [sopir], atau [goal] menjadi [gol].

a. Analogi
Analogi adalah pembentukan kata berdasarkan bentuk yang sudah ada. Misalnya [sastrawan] menjadi [sastrawati].

a. Hiperkorek
Membetulkan yang tepat sehingga menjadi salah. Misalnya, [surga] menjadi [syurga], [pihak] menjadi [fihak].

a. Haplologi
Haplologi adalah penghilangan sebuah suku kata di tengah kata. Misalnya, [budhidaya] menjadi [budidaya], [mahardika] menjadi [merdeka].

TATARAN MORFOLOGI Istilah morfem diperkenalkan oleh kaum strukturalis karena tata bahasa tradisional tidak mengenalnya. Morfem memang bukan satuan sintaksis. Morfem adalah satuan terkecil yang mempunyai dan mempengaruhi arti. Keseluruhan ilmu yang mempelajari proses pembentuka kata disebut Morfologi. Di samping itu, dikenal juga istilah morfofonemik, yaitu peristiwa berubahnya wujud morfem karena pengaruh 1) afiksasi, 2) reduplikasi, dan 3) komposisi. Alomorf adalah variasi bentuk yang berlainan dari morfem yang sama. Misalnya variasi imbuhan me- pada kata melihat, membaca, mendengar, menyanyi, dan menggali. Dengan demikian me- mendapat sengau sesuai dengan lingkungannya. Klasifikasi Morfem:

a. Morfem bebas
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan. Misalnya meja (KB), pukul (KK), manis (KS), dan telah (KT). Morfem ini biasa juga disebut dengan morfem bermakna leksikal.

a. Morfem terikat
Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri, hanya mempunyai makna jika bergabung dengan bentuk lain. Morfem ini terdiri dari : imbuhan, pokok kata, bentuk unik, partikel, klitika, dan kata tugas yang tidak dapat berdiri sendiri. Morfem ini juga disebut dengan morfem tidak bermakna leksikal. Di samping itu, Verhaar menyebut kelompok morfem prakategorial atau bentuk pradasar. Secara semantik morfem ini mempunyai makna, tetapi secara gramatikal tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya [juang], [henti], dan [gaul]. Dalam kelompok ini juga termasuk sejumlah morfem yang hanya dapat muncul pada pasangan yang tetap (morfem unik). Misalnya [renta] pada tua renta, [kerontang] pada kering kerontang, dan [kuyup] pada kata basah kuyup. Preposisi dan konjungsi juga tidak dapat berdiri sendiri, tetapi mempunyai makna. Morfem dasar, dapat berwujud morfem terikat, bisa juga morfem bebas. Sebuah morfem dasar dapat menjadi sebuah bentuk dasar dalam proses morfologi. Morfem dasar dapat diberi afiksasi, reduplikasi, atau bergabung dengan morfem lain. Bentuk dasar adalah bentuk yang menjadi dasar dalam proses morfologis, dapat berupa morfem tunggal atau morfem gabungan. Misalnya: Komposisi Memperbaiki Keanekaragaman Kata Kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian, atau deretan huruf yang diapit oleh dua spasi dan mempunyai satu arti (Tatabahasa Tradisional). Bloomfield (tatabahasa Struktural) menyatakan bahwa kata adalah satuan bebas terkecil (a minimal free form). Linguistik Eropah mengemukakan syarat-syarat sebuah kata: 1) mempunyai susunan fonem yang urutannya tetap serta tidak dapat diselipi fonem lain, 2) mempunyai kebebasan berpindah tempat. Syarat kedua ini menjadi perdebatan, misalnya kalimat Nenek membaca koran kemarin, ternyata dapat dipertukarkan susunannya. Tatabahasa Tradisional mengklasifikasikan kata atas kategori makna dan kategori fungsi. Kategori makna digunakan untuk mengklasifikasikan verba, nomina, dan ajektiva. Kategori fungsi digunakan untuk pengelompokan preposisi, konjungsi, advervia, dan pronomina. Bentuk Dasar Perbaiki aneka ragam Morfem Dasar Baik aneka dan ragam

Verba (KK) adalah kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan, dapat berdistribusi di belakang kata tidak…. Nomina (KB) adalah kata yang menyatakan benda atau yang dibendakan, dapat mengisi konstruksi bukan …. Ajektiva (KS) adalah kata yang menyatakan sifat, atau dapat mengisi konstruksi sangat…… Beberapa kata dalam bahasa yang berfleksi (Bhs. Arab, Latin, dan Sanskerta), hanya dapat digunakan dalam kalimat jika bentuknya disesuaikan dengan kategori gramatikal yang berlaku. Misalnya dengan afiksasi atau modifikasi lain terhadap bentuk dasar. Proses inflektif ini tidak mengakibatkan pembentukan kata baru. Berbeda dengan itu, derivatif membentuk kata baru. Misalnya, [nyanyi] dengan [penyanyi]. Antara kedua kata itu berbeda identitas leksikalnya. Kelas Kata 1. Aliran Tradisional Aliran ini membagi kata atas 10 kelas sesuai dengan konsep Aristoteles, yakni: a) kata benda (kata yang menerangkan nama suatu benda atau yang dibendakan). Misalnya, lemari, kemanusiaan b) kata sifat (kata yang menyatakan sifat atau keadaan suatu benda). Misalnya, keriting, manis c) kata kerja (kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan). Misalnya: tendang, berjalan-jalan d) kata keterangan (kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan lain-lain). Misalnya: (1) keterangan waktu : sesudah, sebelum, ketika (2) keterangan tempat : di sini, ke sana, dari sana (3) keterangan syarat : jika, kalau, seandainya (4) keterangan sebab : sebab, karena (5) keterangan akibat : sehingga, karena itu (6) keterangan tujuan : agar, supaya, untuk, guna, buat (7) keterangan perwatasan : kecuali, hanya, selain e) kata ganti (kata yang menggantikan kata benda) : (1) kata ganti orang : aku, kau, dia, kita, mereka (2) kata ganti penghubung : yang, bahwa (3) kata ganti penunjuk : itu, ini, tersebut (4) kata ganti penanya : apa, siapa, di mana (5) kata ganti tak tentu : berapa

(6) kata ganti milik : -nya f) kata bilangan (menyatakan jumlah, urutan atau tingkat suatu benda) : (1) bilangan utama : satu, sepuluh (2) bilangan tingkat : pertama, kelima (3) bilangan tak tentu : beberapa, tiap-tiap (4) bilangan kumpulan : berdua, kedua hal itu (5) bilangan bantu : sebuah, seekor, seutas, seorang, sepucuk g) kata depan (kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat) : di, ke, dari, pada h) kata sambung (kata yang menghubungkan suatu kata dengan kata lain, menghubungkan bagianbagian dalam kalimat, atau menghubungkan antarkalimat): (1) menunjukkan gabungan : dan, serta, lagipula (2) menunjukkan pertentangan : tetapi, melainkan, sedangkan (3) menyatakan penjelas : yakni, yaitu i) kata sandang (kata yang menentukan atau membatasi sesuatu) : si, sang, yang, para j) kata seru (menyatakan luapan perasaan) : wah!, kasihan!, Ya ampun! 2. Aliran Struktural a) kata benda (semua kata yang dapat diperluas dengan menambahkan yang + kata sifat). Contoh : adik yang cantik, bulan yang merah b) kata kerja (yang dapat diperluas dengan menambahkan kata dengan + kata sifat). Misalnya : lari dengan cepat, menatap dengan lembut, c) kata sifat (yang dapat diperluas dengan kata amat…., paling…., sangat…. dan …sekali). Contoh: amat indah, paling tinggi, sangat sedih, merah sekali. d) kata tugas (kata yang fungsinya untuk memperluas atau mengadakan transformasi kalimat, kata tersebut tidak dapat menduduki fungsi subyek, predikat, dan objek. Misalnya: di, yang, tetapi, dan lain-lain. Afikasasi Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Afiksasi berkaitan dengan : 1) dasar atau bentuk dasar, 2) jenis afiks, dan 3) makna gramatikal yang ditimbulkan. Dasar atau bentuk dasar dapat berupa akar atau berupa bentuk kompleks. Tata bahasa Indonesia mengenal adanya prefiks me- yang bersifat inflektif (misalnya me- yang menunjukkan bentuk aktif pada kata menendang) dan me- sebagai bentuk derivatif (misalnya me- pada kata mematung). Imbuhan (Afiks) terdiri dari : 2) Prefiks (awalan) : ber-, se-, me-, di-, ke-, pe-, per-, ter-

berlaku seperti …. melakukan perbuatan Mempunyai mengendarai/menggunakan Mengeluarkan Mengusaha dalam keadaan memanggil sebagai terdiri dari (kolektif) melakukan perbuatan untuk diri sendiri (reflesif) berbalasan (resiprok) paling (superlatif) tiba-tiba/tak sengaja/spontanitas terus-menerus/kontinuitas sudah di (perfektif) sampai ke (mengenai) dalam keadaan ……. menuju ke … mencari …. menghisap …. se-an. menjadi ….. membubuhi …. di/per/kan.3) Infiks (sisipan) : -el-... -nya 5) Konfiks (imbuhan gabung) : pe-an. menjadi seperti …. di/i. segera setelah/sesudah sama seperti berada dalam ber- Ter- Pe- per- Ke- dise- . orang yang di …. orang yang gemar/suka orang yang bersifat membuat jadi (kausatif) menganggap sebagai orang yang berprofesi/ahli ber… orang yang ber… seseorang yang di … sesuatu yang di … kumpulan bilangan bilangan tingkat menyatakan pasif Satu seluruh…. Makna yang ditimbulkan oleh afiksasi adalah : Prefiks MeContoh Menggulai Menepi Merotan Menyemir Mengabdi Membeku Melembaga Menyapu Mengeong Merokok Menari Beratap Bersepeda Bersuara Berkedai Bergembira Bertante Berlima Berjemur Bergulat Terbesar Terpijak Terendam Tercetak Tertulang Tertutup Terdakwa Penggaris Peneliti Pesuruh Pemabuk Pemalu Perdua Perdewa Petinju Pejalan Kekasih Kehendak kedua + KB KB + kedua Ditulis Selembar Sedunia Sesampai Sedalam Sekamar Makna membuat jadi …. ber-an atau mem/per/kan. -kan. -an. se-nya. -er-. per-an. -em-. ke-an. Alat orang yang me… orang yang di …. bekerja dengan alat … mengeluarkan bunyi ….. in 4) Sufiks (akhiran) : -i.

(kausatif) memberi hormat berulang-ulang (repetitif) masuk ke (lokatif) (berkeliling di) lokatif membersihkan mencabut membuang membuat jadi (kausatif) memberi melakukan perbuatan untuk orang lain memasukkan ke tempat alat kumpulan tiap-tiap hasil sesuatu yang bersifat sesuatu yang di sekitar/kira-kira Makna proses/perbuatan tempat hasil perbuatan tempat ber… Hal/keadaan hasil ber… kumpulan tempat ber Hal yang… tiba-tiba/tak sengaja menderita hal terlalu dikenai berbalasan (resiprok) berulang-ulang (intensitas frekuensi) membuat jadi ber… (kausatif) membuat jadi (kausatif) penekanan kualitas (intensitas) Reduplikasi .. pelatuk Gelembung Serabut Seruling Gerigi Gemilang Contoh Lukai hormati pukuli masuki kelilingi Kuliti Sisiki Bului besarkan sarankan bukakan kandangkan kuburan ayunan daratan harian tulisan manisan makanan tahun 90-an Contoh pelatihan pemukiman penyelesaian penghargaan permukiman pergerakan persatuan perpustakaan kelurahan kesehatan ketinggalan kehabisan Kebesaran kehujanan bersalaman berdatangan mempertemukan mempersatukan Memperbaiki Mempersenjatai Mempelajari paling (superlatif) Makna alat me… Bersifat Bersifat Alat kumpulan/banyak Bersifat Makna membuat jadi.Infiks -el-er- -emSufiks -i -kan -an Konfiks Pe-an per-an Ke-an ber-an mem-perkan mem-per-i secepat-cepatnya Contoh telunjuk.

c. 1994). kehendak. atau dengan perubahan bunyi. tetapi hanya memberi makna gramatikal. Sebaliknya ada juga reduplikasi yang bersifat derivasional. perubahan-perubahan Kata ulang bervariasi bunyi atau dwilingga salin suara (perulangan atas seluruh suku kata. Misalnya: b. yakni yang membentuk kata baru. tampaknya hasil reduplikasi. lelaki. karena itu. Misalnya: meja-meja. lauk pauk. baik secara keseluruhan. tetapi tidak jelas bentuk yang diulang). ilmu pengetahuan. Di samping itu. Trilingga (pengulangan morfem dasar sampai dua kali). Karena reduplikasi dalam bahasa Indonesia dapat bersifat derivasional. Misalnya: laba-laba yang dalam tata bahasa tradisional dianggap berasal dari kata laba. ngak-ngikngok. yang berarti banyak meja. Bentuk reduplikasi ini dapat bersifat paradigmatis (infleksional). gado-gado Kata ulang dwipurwa (ulangan pada awal suku kata). yakni yang tidak mengubah identitas leksikalnya. cas-cis-cus. sayur-mayur Kata ulang berimbuhan (perulangan dengan salah satu lingganya mendapat tambahan imbuhan). bertanya-tanya Kata ulang semu (menurut STA. Kata ulang penuh atau dwilingga (pengulangan penuh pada kata dasar atau kata jadian. Jenis-jenis reduplikasi adalah: a. hancur luluh (Chaer. tetangga. d. Misalnya: rerumputan. sebagian (parsial). alim ulama. pepohonan. kekasih. serba-serbi. e. Misalnya: kupu-kupu. . bentuk-bentuk seperti kita-kitai atau merekamereka sebenarnya dapat diterima. Misalnya : bolak-balik. tetapi salah satu lingga-nya terjadi perubahan bunyi.Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar. misalnya: dag-dig-dug. meja-meja. Misalnya. sebagian ahli mengemukakan adanya bentuk reduplikasi semantis yang terdiri dari dua kata yang bermakna sinonim membentuk kesatuan gramatikal. Misalnya: surat-menyurat. f.

Jika kata majemuk merupakan konsep sintaksis. contoh: rumah sakit. 1978). meja hijau (pengadilan). akhirulkalam. berjalan-jalan meja-meja kuat-kuat memukul-mukul buah-buahan. rumah-rumahan masak-memasak. tetapi idiom. tidak bersifat sintaksis (Verhaar. Misalnya. 2) kata majemuk subordinatif (tidak sejajar). yakni frase yang bermakna kiasan. Misalnya. dan lain-lain. Konstruksi seperti ini sangat banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia. tanam-tanaman Makna menyerupai menyatakan hal agak atau melemahkan serba atau seragam berbalasan (resiprok) meskipun. cetak-mencetak pening-pening putih-putih bersalam-salaman hujan-hujan. dan mata sapi (telur) bukanlah kata majemuk. contoh : siang malam. sehingga beberapa di antaranya menimbulkan perdebatan. Jenis-jenis kata majemuk 1) kata majemuk koordinatif (sejajar). cantik-cantik kekanak-kanakan. pintu belakang Meskipun begitu. Kridalaksana membedakan antara kata majemuk dengan idiom. lalu lintas. kumis kucing (untuk menyatakan jenis tumbuhan dan bagian dari tubuh kucing) dan mata sapi (untuk menyatakan telur yang digoreng tanpa dihancurkan dengan bagian dari tubuh sapi). Karena itu bentuk seperti orang tua (orang tua). . di antara kamar mandi tidak dapat diselipi kata yang. apakah kelompok kata majemuk (kompositum) atau tidak. 3) kata majemuk kiasan (frase idiomatik). keibu-ibuan tidur-tiduran.Makna Kata Ulang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Contoh mobil-mobilan. atau unsurnya tidak dapat dibalik menjadi mandi kamar. Misalnya: meja hijau. Misalnya matahari tidak sama artinya dengan matanya hari. Misalnya. mata pisau. walaupun bersifat seperti rileks mengeraskan arti (banyak) intensitas kualitatif intensitas frekuentif bermacam-macam Komposisi Komposisi adalah hasil atau proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar lain sehingga terbentuk suatu konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang baru. 3) hubungan kedua unsurnya merupakan kesatuan yang terikat secara morfologis. Tatabahasa struktural menyatakan bahwa kata majemuk sekurang-kurangnya memenuhi syarat: 1) menimbulkan makna baru yang bukan merupakan gabungan unsur-unsurnya 2) di antara unsur pembentuknya tidak dapat diselipi unsur lain. kereta api. semak belukar. sawah ladang. maka idiom adalah konsep semantis. daya juang.

b) eksosentrik yang bersifat nondirektif (komponen pertamanya berupa artikulus seperti si dan sang. Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kalimat. misalnya mengandung makna „saya punya meja‟. Karena itu. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Jadi konstruksi seperti tataboga atau interlokal bukanlah frase. para remaja mesjid. Contoh: Nekek saya. Frase eksosentrik terdiri dari dua jenis : a) frase eksosentrik yang bersifat direktif (komponen pertamanya berisi preposisi di. Misalnya: si miskin. Karena itu. ke Jakarta. Frase dapat juga disebut sebagai kelompok kata yang bukan subjek dan predikat. Misalnya: di pasar. Misalnya frase sedang membaca. dan dari. Misalnya. Frase ini disebut juga frase modifikatif atau frase subordinatif karena salah satu komponennya berlaku sebagai atasan dan yang lain sebagai bahawan. tidak ada salah satu komponennya yang dapat menggantikan keseluruhan. sehingga dapat diselipi kata lain. misalnya pada kalimat Dia berdagang di atau Dia berdagang pasar. (Jawaban pertanyaan: Siapa yang tidur di sana?) Di kamar tidur.TATARAN SINTAKSIS Sintaksis berasal dari bahasa Yunani: Sun (dengan) dan tattein (menempatkan). . maka salah satu unsur frase itu tidak dapat dipindahkan sendirian. Dikatakan nonpredikatif karena hubungan antara unsur pembentuknya tidak berstruktur S-P atau PO. dari kayu jati. Pembentuk frase harus berupa morfem bebas. ke. hubungan antara satu kata dengan kata yang lain dalam frase cukup longgar. Frase juga berpotensi menjadi kalimat minor. dengan gergaji besi. maka sintaksis membicarakan hubungan kata dengan kata lain dan unsur-unsur lainnya dalam satu kesatuan ujaran. misalnya sebagai kalimat jawaban. Misalnya kata tidur dalam frase di kamar tidur tidak mungkin dipindahkan. yang berbaju ungu. atau verba). Frase direktif disebut juga frase preposisional. 2. ajektiva. frase di pasar. para. Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang bersifat nonpredikatif dan mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. berbeda dengan kata majemuk. dan komponen keduanya berkategori nomina). oleh bahaya api. Frase meja saya. Disamping itu. karena salah satu unsurnya merupakan morfem terikat. demi keamanan. dan lain-lain. Komponen di maupun komponen pasar tidak dapat mengisi fungsi keterangan. Jenis-jenis Frase 1. salah satu komponennya dapat menggantikan kedudukan keseluruhan. maka frase tetap membawa makna bawaannya. Perlu juga diingat. dan kaum. Frase eksosentrik Frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak memiliki prilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Misalnya konstruksi nenek saya dapat diselipi nenek dari saya. karena frase mengisi salah satu fungsi sintaksis. kaum cerdik pandai. atau yang. Komponen keduanya dapat menggantikan frase itu dalam kalimat : Nenek membaca komik di kamar. sang mertua. atau buku humor dapat diselipi buku tentang humor. dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. Jika morfologi membicarakan struktur internal kata. tetapi dapat menjabat fungsi-fungsi kalimat. (Jawaban pertanyaan : Nenekmu ada di mana?) Jika kata majemuk memiliki komposisi satu makna baru.

dan guru muda. yaitu: a) Frase nominal. intinya berupa kata benda. intinya berupa kata sifat. . b) Frase verbal. juga dikenal verba bitransitif. Di samping itu. indah sekali. pak Ahmad Klausa Klausa adalah satuan sintaksis yang bersifat konstruksi predikatif. guru saya dapat ditukar menjadi guru saya. Sekurang-kurangnya terdiri dari S dan P. yaitu bagian dari predikat verba (intransitif) yang melengkapi verba tersebut. Dalam konstruksi ini. Jika frase hanya berpotensi menjadi kalimat minor. Misalnya minyak dalam kalimat Botol itu berisi minyak. baik tua maupun muda. Kakek adalah objek tak langsung. Klausa belum menjadi kalimat karena konstruksinya belum diberikan intonasi final. misalnya: sedang membaca. dan lain-lain.. Frase koordinatif Frase koordinatif adalah frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat. misalnya: tiga belas. pulang pergi. karena itu berpotensi menjadi kalimat mayor dengan memberi intonasi final. Misalnya: Nenek membelikan kakek baju baru. seratus dua puluh lima. Misalnya: Nenek membaca buku. Bedanya : a) objek berada di belakang verba transitif. intinya berupa kata bilangan. Misalnya: hilir mudik. dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif ( dan. tetapi. karena itu urutannya dapat dipertukarkan. dan lain-lain). 3. Pelengkap memang tampak mirip dengan objek. tua muda. maka klausa berpotensi menjadi kalimat mayor. makin terang makin baik. sawah ladang. intinya berupa kata kerja. misalnya : bus sekolah. Frase apositif Frase apositif adalah koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. sudah mandi. yang memerlukan dua objek sekaligus. kurang baik. Konstruksi klausa terdiri dari Subjek dan Predikat. dari kategori intinya dapat dibedakan beberapa jenis frase. Contoh: sehat dan kuat. makan lagi. dua tiga hari. satu setengah juta. maka objek wajib hadir. makin…makin…. tidak akan datang c) Frase ajektiva. buruh atau majikan. kecap manis. dan guru dalam kalimat Nenek dulu ingin menjadi guru. atau.Dalam kaitan dengan frase endosentrik ini. baik…maupun…. karya besar. juga dikenal istilah pelengkap atau komplemen. d) Frase numeralia. sedangkan baju baru disebut objek langsung. disebut juga klausa bebas. misalnya: sangat cantik. 4. Misalnya: pak Ahmad. merah jambu. pelengkap tidak b) objek dapat dijadikan subjek. pelengkap tidak Jenis Klausa a) klausa utama. Frase koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit disebut parataksis. Misalnya : Nenek mandi Jika predikatnya berbentuk verba transitif.

Misalnya. nenek di kamar. serta klausa resiprokal (mereka bertengkar sejak kemarin. Kelompok ini dapat lagi dibedakan atas aktif transitif dan aktif intransitif. Kalimat ini ditandai dengan prefiks medan –memper. Karena itu. Misalnya: Bumi ini sangat luas. Klausa ini dibedakan lagi atas klausa transitif (Nenek menulis surat). gedung itu tua sekali. unsurnya hanya terdiri dari subjek saja.Contoh: Soal UN akan kami bahas hari ini. nenek mandi. A. adik sedang mandi. klausa ini disebut juga dengan klausa subordinatif. Misalnya : ketika kami sedang belajar atau kalau diizinkan oleh ibu. atau objek saja. atau hanya berupa keterangan saja. d) Klausa preposisional.b) klausa bawahan. matahari terbit. dia sudah bersolek). predikatnya berupa kata depan. predikatnya berkategori kata kerja. b) Klausa nominal. karena berkaitan dengan verba tertentu. predikatnya berupa kata bilangan. satpam bank swasta. klausa dapat dibedakan atas: a) klausa verbal. dia dari Medan. Dalam kelompok ini dibedakan lagi: (1) kalimat aktif. anaknya dua belas orang Kalimat Beberapa pengertian kalimat: a) Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap (Tatabahasa Tradisional) b) Kalimat adalah ucapan bahasa yang mempunyai arti penuh dan turunnya suara menjadi cirinya sebagai batas keseluruhannya (Prof. sapi itu berlari. misalnya: nenek sedang berdandan. (2) kalimat pasif. Jenis kalimat 1) Berdasarkan jenis predikatnya a) Kalimat verbal (kalimat yang predikatnya kata kerja). Misalnya. Dalam kaitan ini dikenal lagi istilah aktif anti pasif dan pasif anti aktif. Karena itu. Klausa bawahan biasanya dikenali dengan adanya konjungsi subordinatif di depannya. e) Klausa numeral.Contoh: Kami akan membahas soal UN hari ini. kalimat yang S-nya dikenai tindakan. dan lain-lain. Kalimat ini ditendai dengan prefiks di.dan diper. Fokker). predikatnya berkategori kata sifat. dosen lingistik. predikatnya berkategori kata benda. c) Kalimat adalah suatu bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap (Gorys Keraf). atau klausa terikat. tidak berpotensi untuk menjadi kalimat mayor. Misalnya: . Misalnya: gajinya lima jua sebulan. kakek ke pasar baru. c) Klausa ajektifal.A. klausa refleksi (yang predikatnya berupa verba refleksif. kalimat yang S-nya melakukan tindakan. Strukturnya tidak lengkap. Contoh: Mereka sedang berbicara tentang SPMB. Dr. Misalnya. klausa intransitif (nenek menangis). keduanya bersalaman). Berdasarkan kategori unsur segemental yang menjadi predikatnya.

Pergi ke Belanda b) Kalimat mayor. c) Kalimat minor (hanya terdiri satu unsur). (4) Kalimat Statis. (KB) Anto sangat rajin (KS) Penduduk Indonesia 210 juta jiwa (Kbil) Mereka ke pengadilan (Preposisi) 2) Berdasarkan letak predikatnya a) Kalimat normal (Predikatnya dibelakang subyek). yaitu kalimat kehilangan salah satu atau kedua unsur pusat (inti S dan inti P).Kakek kecopetan tadi pagi. Misalnya: Nenek berlari pagi. Meskipun unsurnya tidak lengkap. Dia pergi begitu saja. misalnya: . kalimat yang klausanya lengkap. tetapi konteksnya diketahui oleh pendengar. Kambing itu sudah mati. Contoh: Anaknya sakit keras. Misalnya: Mahasiswa itu pulang. Misalnya: Ke Jakarta. dibedakan lagi: (3) Kalimat dinamis. b) Kalimat nonverbal (predikatnya bukan kata kerja). Masih dalam kaitan dengan verba ini. Contoh : Mereka bukan penduduk desa ini. b) Kalimat invers (Predikat mendahului subjek). yaitu verba yang secara semantis tidak menyatakan tindakan atau perbuatan. Ia tidak menyerupai ibunya. misalnya: Diusap-usapnya rambutnya. misalnya: Nenek beristirahat. yaitu verba yang secara semantis menyatakan tindakan atau gerakan. sekurang-kurangnya mengandung S dan P. Kami bercakap-cakap di sana. Dia tidur di kursi. 3) Berdasarkan jumlah dan kelengkapan unsurnya a) Kalimat elips.

(b) setara memilih (menggunakan konjungsi atau). melainkan. dan 3) bersusunan S – P. tetapi Ibu melarang. penambahan unsur. Adik menangis di kamar. Kalimat inti. (d) setara penegasan (menggunakan konjungsi lagipula). Contoh: Adik menangis? Menangis adik. pemasifan. Atau dengan kata lain: Kalimat Inti + Proses Transfotmasi = Kalimat Non-Inti. pelesapan. yaitu kalimat yang hanya terdiri atas dua inti yang merupakan unsur pusat (inti S dan inti P). misalnya: Laki-laki atau perempuan sama kedudukannya dalam negara. . yaitu kalimat yang terdiri dari dua pola atau lebih. Misalnya: Hari sangat gelap lagipula hujan masih turun. Karena terlambat makan. (c) setara mempertentangkan (menggunakan konjungsi tetapi. Kalimat majemuk terdiri dari : (1) kalimat majemuk setara (koordinatif): (a) setara menggabungkan (menggunakan kata konjungsi dan). yaitu kalimat inti yang telah mengalami perubahan intonasi. f) Kalimat majemuk. Adik tidak menangis. 2) berintonasi normal. misalnya: Pak Dokter memberikan pelayanan imunisasi dan Bu Dokter memeriksa ibu hamil. Struktur kalimat inti terdiri dari : (1) kata benda – kata benda : Ayah dokter. dan penambahan. yaitu kalimat terdiri dari satu pola (SPOK) Contoh: Bu polisi mengatur lalu lintas di persimpangan. sedangkan. Contoh: Saya ingin pergi. adik menangis. (2) kata benda – kata kerja : Adik menangis (3) kata benda – kata sifat : Rambutnya keriting (4) kata benda – kata bilangan : Sepatunya lima pasang d) Kalimat Non-Inti (Transformasi). dan sebagainya). urutan kata. Ciri-ciri kalimat inti adalah: 1) terdiri atas dua kata.Pergi! Ayah. pengingkaran. e) Kalimat tunggal.

kalimat yang bernada memberitahukan. karena itu ia terjatuh. saya berangkat ke sekolah. tidak jelas dan tidak ada kata penghubung. Misalnya: Ketika hujan deras saya berangkat ke sekolah. dibedakan lagi kalimat majemuk yang bersifat : (a) eksplisit. makin menarik wajahnya. atau bisa juga kalimat tanya retoris. contoh: Hujan deras. Kalimat majemuk ini ditandai dengan adanya perluasan terhadap salah satu polanya (S. 6) Kalimat Efektif Kalimat Efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan pembicara/penulis kepada pendengar/pembaca sesuai dengan maksudnya. Baik sedih maupun duka. 4) Berdasarkan maksud sumber pesan (a) Kalimat Berita. Contoh: Jalan sangat licin. melainkan Didi. P. Karena berbentuk korelatif. jelas dan ada kata penghubung. O. (b) Kalimat Perintah. Di samping itu. maka kalimat itu tidak lengkap. yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dengan bertingkat. Misalnya: Tidak hanya ayah yang sedih atas perangaimu. Tidak hanya singgah di tempat itu. bahkan ia juga menginap beberapa hari. contoh: Mengapa diam saja? 5) Kalimat Korelatif Kalimat korelatif adalah kalimat yang dibentuk dari korelasi klausa-klausa berpasangan. yaitu kalimat yang hubungan antarpolanya bertingkat. atau Pelengkap) (3) kalimat majemuk campuran (Kompleks). (2) kalimat majemuk bertingkat (subordinatif). kalimat yang membutuhkan jawaban. seratus perak pun aku tak punya. Contoh: Risa sedang menulis surat dan Reza mewarnai gambar ketika Ayah menelepon Paman sore itu. Makin lama dipandang. (b) Implisit. Bila salah satu pasangannya tidak hadir. Bukan Riza yang mengambilnya. contoh: Tempat itu sangat strategis untuk mengembangkan usaha. kita harus senantiasa bersuyukur. contoh: Jangan masuk! (c) Kalimat Tanya. kalimat yang bernada menyuruh melakukan sesuatu. Syarat-syarat kalimat efektif: (a) susunan kata sesuai dengan struktur bahasa Indonesia baku. (b) pikiran yang terkandung lengkap dan utuh . maka kalimat ini juga masuk kelompok kalimat majemuk. sebab). Jangankn seribu.(e) setara sebab-akibat (menggunakan konjungsi karena. tetapi juga seisi rumah.

(c) setiap kata berdaya guna dalam kalimat (d) pilihan kata tepat sesuai dengan makna yang diinginkan .

keharusan). boleh. . Misalnya: Kita bisa menjadi pemenang kalau mau kerja keras. yang menyatakan perintah atau larangan 4) Modus interogatif. Modalitas Modalitas adalah katerangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal-hal yang dibicarakan atau sikap terhadap lawan bicaranya (perbuatan. pasti. Kala dalam bahasa Indonesia tidak berbentuk morfemis. peristiwa. atau proses. kejadian. keinginan. yang menyatakan keinginan dan kemauan 7) Modus kondisional. mau. tetapi secara leksikal. keadaan. permintaan. kemungkinan. Jenis-jenis modus: 1) Modus indikatif atau deklaratif. yang menunjukkan sikap objektif dan netral 2) Modus optatif. keadaan. 3) Aspek progresif (sedang berlangsung) : Ia sedang mencuci baju. kala (tensis) adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. Misalnya : mungkin. yang menyatakan harapan 3) Modus imperatif. harapan. Misalnya: Nenek ingin menunaikan ibadah haji. tentu. dan seyogyanya. 2) modalitas epistemik (kemungkinan. Kala dinyatakan dengan sekarang (sedang). atau pengalaman yang disebutkan dalam predikat. Modalitas dinyatakan secara leksikal. Berbeda dengan aspek. kepastian. ingin. barangkali. sudah lampau (sudah). ajakan). sebaiknya. yang menyatakan keharusan 6) Modus desideratif. 3) modalitas deontik (keizinan atau perkenanan). yang menyatakan persyaratan Aspek Aspek adalah cara memandang pembentukan waktu secara internal dalam suatu situasi. Beberapa jenis-jenisnya adalah: 1) Aspek inseptif (baru mulai) : Ia pun berjalanlah 2) Aspek repetitif (terjadi berulang-ulang) : Ia memukuli pencuri itu. Misalnya: Kalau tidak hujan kakek pasti datang. kejadian. 4) Aspek perfektif (sudah selesai) : Saya telah menulis surat 5) Aspek imperfektif (berlangsung sebentar) : Saya memukul adiknya. Modalitas dapat dikelompokkan atas: 1) modalitas intensional (keinginan. 4) modalitas dinamik (kemampuan). yang menyatakan pertanyaan 5) Modus obligatif. dan akan datang (akan). tindakan. Misalnnya: Anda boleh tinggal di sini selamanya. seharusnya. atau keizinan).Modus Modus adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran pembicara atau sikap pembicara tentang apa yang diucapkannya.

Misalnya: (a) Bukan dia yang datang. Jika pelakunya ingin difokuskan. Jika tekanan diberikan pada kata ia. Misalnya: (a) Membaca pun aku belum bisa. maka kalimat itu diubah susunannnya menjadi: Pemerintah telah menyampaikan hal itu kepada DPR . Misalnya: (a) Bu Dosen yang cantik itu pacarnya seorang wartawan (b) Sepeda ayah saya bannya kempes. 2) Mengedepankan bagian kalimat yang difokuskan. (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk (c) Tentang anak-anak itu. dan adalah pada bagian kalimat yang difokuskan. Misalnya : Hal itu telah disampaikan kepada DPR oleh pemerintah. bukan 2B. Misalnya: Ia yang menelepon saya malam itu. Diatesis Diatesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan. 5) Menggunakan konstruksi posesif anaforis beranteseden. (d) Adalah tidak pantas untuk saling menyalahkan. bukan orang lain. tentang. 3) diatesis refleksif (subyek melakukan sesuatu untuk dirinya): Ibu sedang berhias. 5) diatesis kausatif (subyek menjadi penyebab terjadinya sesuatu): Paman mencukur kumisnya. Fokus dilakukan dengan : 1) Memberi tekanan pada kalimat yang difokuskan. biarlah kami urus nanti. 3) Menggunakan partikel pun. melainkan istrinya. berarti yang melakukan ialah ia. 4) diatesis resiprokal (subyek terdiri dari dua pihak berbuat tindakan yang berbalasan): Mereka akan mengadakan perjanjian damai. 4) Mengontraskan dua bagian kalimat. yang. Jenis-jenisnya: 1) diatesis aktif (subyek yang berbuat) : Mereka merampas harga diri kami. . 2) diatesis pasif (subyek menjadi sasaran perbuatan): Muka kami ditamparnya.Fokus Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian tertentu kalimat sehingga perhatian pembaca/pendengar terpusat pada bagian itu. (b) Ini pensil HB.

karena ada acuannya dalam dunia nyata. 2) Gramatikal Makna Gramatikal adalah makna yang terjadi setelah sebuah leksem mengalami proses gramatikal. misalnya berarti „mengenakan baju‟. atau. berbeda rasa konotasinya. (c) Dia jatuh cinta pada adikku. Makna konteks dapat juga berkaitan dengan situasi tertentu. Ber. makna asal. (b) Dia jatuh dalam ujian yang lalu. dan kerempeng. 3) Konteks Makna konteks adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks tertentu. atau makna sebenarnya yang dimiliki eksem. reduplikasi. dan lain-lain. Sebaliknya kata seperti dan. Jenis Makna 1) Leksikal Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada kata leksem meski tanpa konteks apapun. Misalnya kata kuda adalah kata yang bersifat referensial. Makna konotasi adalah makna kedua atau makna tambahan yang berhubungan dengan nilai rasa orang yang berkaitan dengan penggunaan kata itu. (d) Kalau harganya jatuh lagi kita akan bangkrut. dan lain-lain. komposisi. melahirkan perbedaan tingkat rasa negatif yang berlainan. Kata seperti kurus. atau boleh juga disebut makna kamus atau makna bawaan. kalimat: Tiga kali empat berapa? Sebagian besar menjawab „dua belas‟. pensil adalah „sejenis alat tulis yang terbuat dari kayu dan arang‟. Dengan begitu. ramping. ber + kuda berarti „mengendarai kuda‟. Leksem kuda berarti „sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai‟. mungkin akan dijawab dengan „lima ratus‟. Sebuah kata dapat dirujuk kepada referen tertentu. . 4) Makna Referensial dan Non-referensial. atau kalimatisasi.TATARAN SEMANTIK Semantik adalah bagian tatabahasa yang mempelajari makna kata. Makna leksikal disebut juga makna yang sebenarnya atau makna apa adanya. Misalnya makna jatuh dalam kalimat berikut: (a) Adik jatuh dari sepeda. karena tidak ada acuannya dalam dunia nyata.+ baju. Tapi jika dilontarkan kepada tukang foto. Makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap kata atau leksem. Sebagian mengatakan bahwa makna sebuah kata baru jelas setelah kata berada dalam konteks kalimat. makna ini sama dengan makna leksikal. karena bersifat non-referensial. 5) Denotasi dan Konotasi Makna denotatif adalah makna asli. Proses itu dapat berupa afiksasi. Misalnya. Demikian juga kata rombongan dan gerombolan.

b) Sinonim mirip (tidak dapat saling menggantikan) agung = akbar besar = makro = kolosal = raya Meskipun dua buah ujaran bersinonim. pondok. Hal ini disebabkan: . Relasi Makna 1) Sinonim Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama.6) Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang melekat pada sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. sesuatu yang dipadankan dengan pasangan tertentu. sebuah istilah tetap maknanya sekalipun tidak dipasangkan dalam kalimat. kondomium. Kalimat : Tutup mulutmu dan Mohon diam sebentar. makna denotasi. Atau : Lengannya luka kena pecahan kaca. 7) Makna Kata atau Makna Istilah Sebuah kata baru jelas maknanya ketika dipasangkan dalam kalimat. memberikan rasa yang berbeda berdasarkan bentuknya. misalnya. misalnya diasosiasikan dengan sesuatu yang dianggap „suci‟. makna ini sama dengan makna leksikal. buaya berasosiasi dengan „jahat‟. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna stilistika. Makna asosiatif juga berkenaan dengan makna afektif. Jadi. istana. dan makna referensial. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar dirinya. Di samping itu. a) Sinonim persis atau lengkap adalah sinonim yang dapat saling menggantikan. vila. Kata tampan. Tetapi dalam dunia kedokteran misalnya. sudah tentu memberi nilai rasa yang berbeda. rumah. Kata tangan dan lengan dianggap sama maknanya. dan lain-lain. makna ini juga berkaitan dengan makna lokatif. Melati. lengan dan tangan mengacu pada bagian tubuh yang berbeda. merah berasosiasi dengan „berani‟. Karena itu. Misalnya: Tanggannya luka kena pecahan kaca. Misalnya. hanya diperuntukkan bagi pria. tetapi maknanya tidak akan persis sama. Misalnya: betul = benar konsisten = taat asas = ajek efektif = mangkus efisien = sangkil realisasi = pelaksanaan = perwujudan = manifestasi = pengejawantahan Dika menendang bola = Bola ditendang Dika.

meninjau. 2) Antonim Antonim artinya kata yang berlawanan makna. mengintip.(a) faktor waktu hulubalang (bersifat klasik)  komandan (kontemporer) kempa (klasik)  stempel (kontemporer) (b) faktor tempat saya (luas)  beta (wilayah timur) (c) faktor keformalan uang (formal)  duit (tak formal) (d) faktor sosial saya (umum)  aku (akrab) (e) faktor bidang kegiatan matahari (umum) surya (sastra) (f) faktor nuansa makna membedakan : melihat. menonton. melirik. Jenis-jenisnya: a) antonim yang bersifat mutlak hidup  mati diam  bergerak b) antonim yang bersifat relatif atau bergradasi besar  kecil jauh  dekat gelap  terang c) antonim yang bersifat relasional membeli  menjual suami  istri d) antonim yang bersifat hirarkial tamtama  bintara .

5) Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki banyak makna. tetapi bunga bukan berhiponim dengan mawar. kaki. Jadi mawar berhiponim dengan bunga. tetapi lafal dan maknanya berbeda. hari. a) Superordinat (makna atas atau luas). keranjang. Misalnya : tank – tang bank – bank sanksi – sangsi 4) Hiponim Hiponim adalah kata yang maknanya terangkum dalam makna yang lebih luas. ejaan dan makna berbeda. Misalnya: teras – teras (inti) seret – seret (tersendat) memerah – memerah (susu) b) Homofon Homofon adalah kata yang sama bunyi dan lafalnya. duitan ). tetapi berhipernim. Misalnya: ros. tetapi maknanya berbeda. Misalnya : bunga b) Kohiponimi (makna yang lebih sempit). angin. Misalnya : buku (ruas)  buku (kitab) bisa (racun)  bisa (dapat) mengurus (menjadi kurus)  mengurus (mengatur) a) Homograf Homograf adalah kata yang sama bentuk dan ejaannya. mawar Relasi Hiponim hanya searah.gram  kilogram 3) Homonim Homonim adalah kata yang sama lafal dan bentuknya. Perubahan Makna Penyebab perubahan makna: 1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi . Misalnya: mata berkaitan dengan (sapi. tetapi termasuk satu alur pusat.

bapak. putra. pendeta. perempuan  wanita bini  istri. bau 5) Asosiasi Makna yang timbul karena persamaan sifat. sarjana. mengocok. ibu. berlayar. tokek . amplop 6) Sinestesia Makna yang timbul karena pertukaran dua tanggapan indra yang berbeda. putri 4) Menyempit Cakupan makna sekarang lebih sempit dibanding makna sebelumnya. saudara. madrasah. anak. gerombolan  kelompok kaki tangan  pembantu 3) Meluas Cakupan makna sekarang lebih luas dari makna yang dulu. pelicin. Kata-katanya kasar. ucapannya manis 7) Apelativa Penyebutan sesuatu berdasarkan: (1) Onomatope (tiruan bunyi) : cecak.2) Perkembangan sosial budaya 3) Perkembangan pemakaian kata 4) Pertukaran tanggapan indra Jenis Perubahan Makna 1) Amelioratif Makna sekarang dirasakan lebih baik atau lebih tinggi dari makna sebelumnya. nyonya 2) Peyoratif Makna sekarang dirasakan kurang baik dibanding makna sebelumnya. menumbangkan.

lampu Philips (4) Tempat : dodol Garut (5) Bahan : kain sutera. tetapi mereka juga telah banyak memperoleh keuntungan daripadanya.(2) Perbuatan : kuli tinta (wartawan) (3) Penemu : ikan mujair. kata. kota provinsi. (1) Epizeuksis (repetisi yang bersifat langsung) : Kita harus bekerja. sekali lagi bekerja untuk mengejar semua ketinggalan kita. e) Repetisi Perulangan bunyi. tetapi juga harus diberantas. suku kata. bekerja. d) Antitesis Mengandung gagasan yang bertentangan dengan menggunakan kata atau kelompok kata yang berlawanan. kau dan aku menjadi seteru. (2) Tautotes (repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi): Kau menuding aku. Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. kesabaran membuahkan pengalaman. c) Paralelisme Berusaha mencapai kesejajaran dalam pemakaian kata atau frase-frase yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama. Pembangunan telah dilancarkan serentak di Ibu Kota. . atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam konteks sosial yang sesuai. diurutkan dari yang penting menuju yang kurang penting. kabupaten. aku menuding kau. dan pengalaman membuahkan harapan. dan semua desa di seluruh Indonesia. kecamatan. urutan pikirannya semakin meningkat. karong goni (6) Sifat menonjol : si cebol Gaya Bahasa Berdasarkan Struktur Kalimat a) Klimaks (gradasi) Diurutkan secara periodik. Mereka sudah kehilangan banyak dari harta bendanya. b) Antiklimaks Kalimat yang berstruktur mengendur. Contoh: Kesengsaraan membuahkan kesabaran.

mengulang kata pertama): Kita gunakan pikiran dan perasaan kita Kami cintai perdamaian karena Tuhan Kami Berceritalah padaku. aku bilang biarin (6) Mesodiplosis (repetisi di tengah baris atau beberapa kalimat berurutan) : Pegawai kecil jangan mencuri kertas karbon Babu-babu jangan mencuri tulang ayam goreng Para pembesar jangan mencuri bensin Para gadis jangan mencuri perawannya sendiri (7) Epanalepsis (pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris. aku bilang biarin Kamu bilang hidup ini nggak punya arti. dalam aku ada hati Dalam hati: ah tak apa jua yang ada Dalam syair ada kata. apa yang harus kuberikan. Dalam laut ada tiram. Bahasa baku akan mengutangi perbedaan variasi dialek Indonesia secara geografis. dalam tiram ada mutiara Dalam mutiara: ah tak ada apa Dalam baju ada aku. aku bilang biarin Kamu bilang aku nggak punya kepribadian. dalam kata ada makna Dalam makna: mudah-mudahan ada Kau! Berdasarkan Langsung Tidaknya Makna . Laut yang kaulayari adalah puisi.(3) Anafora (perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat berikutnya): Bahasa baku berperan sebagai pemersatu dalam pembentukan masyarakat bahasa yang berbeda dialeknya. Udara yang kauhirupi adalah puisi. (4) Epipora (perulangan kata pada akhir baris atau kalimat) : Bumi yang kaudiami adalah puisi. (8) Anadiplosis Kata atau frase terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat berikutnya. berceritalah Kuberikan setulusnya. ya malam. klausa atau kalimat. (5) Simploke (repetisi pada awal dan akhir baris secara berturut): Kamu bilang hidup ini brengsek.

datanglah dan bebaskanlah kami dari belenggu penindasan ini. frase. tetapi tampaknya menyangkal. kepedihan. Dan kesesakan. d) Apofasis atau Presterisio Menegaskan sesuatu. g) Polisendeton Kebalikan dari Asindeton. frase. kata.1) Gaya Bahasa Retoris a) Aliterasi Perulangan konsonan yang sama : Takut titik lalu tumpah Keras-keras kerak kena air lembut juga b) Asonansi Perulangan bunyi vokal yang sama : Ini muka penuh luka siapa punya Kura-kura dalam perahu. Jika saya tidak menyadari reputasimu dalam kejujuran. Hai kamu dewa-dewa yang ada di syurga. Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa Saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah. kesakitan. e) Apostrof Pengalihan amanat dari hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir. pura-pura tidak tahu c) Anastrof atau inversi Pembalikan susunan kata yang biasa dalam kalimat: Pergilah ia meninggalkan kami. atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung. maka sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa Anda pasti membiarkan Anda menipu diri sendiri. f) Asindeton Acuan yang bersifat padat di mana kata. seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa. atau klausa yang berurutan dihubungkan dengan kata sambung: . keheranan kami melihat perangainya.

i) Elipsis Menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi dan ditafsirkan oleh pembaca. sampailah ia di tepi pantai yang luas dan pasirnya putih. badanmu sehat. disebut dengan Pleonasme. Kereta melaju cepat didepan kuda yang menariknya. Disebut juga dengan hiperbaton. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak berarti bagimu. dan dipertentangkan satu sama lain. Semua kesabaran kami sudah hilang. yang sifatnya berimbang. m) Pleonasme dan Tautologi Mempergunakan kata yang lebih banyak dari pada yang diperlukan untuk menyatakan satu pikiran atau gagasan. Contoh: . Anak Saudara memang tidak secepat anak-anak lain mengikuti pelajaran (bodoh). baik frase atau klausa. Bila sudah berhasil mendaki karang terjal. sehingga struktur kalimatnya memenuhi pola yang berlaku. Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali. k) Litotes Menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Contoh: Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri. tetapi psikis …. Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau tak apa-apa. Disebut Tautologi. lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu. j) Eufemisme Ungkapan yang lebih halus rasanya.Dan ke manakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan angin yang bakal merontokkan bulu-bulunya? h) Kiasmus Terdiri dari dua bagian. Bila kata yang berlebihan dihilangkan artinya tetap utuh. tetapi susunannya terbalik bila dibandingkan dengan frase atau klausa lainnya. Jendela ini telah memberi sebuah kamar padamu untuk berteduh. Darah yang merah itu melumuri seluruh tubuhnya. jika kata yang berlebihan itu mengulang kembali gagasan yang sudah disebut sebelumnya. l) Histeron Proteron Kebalikan dari suatu yang wajar.

Ia tiba jam 20. Dalam Zeugma kata yang dipakai untuk membawahi kedua kata berikutnya. Fungsi dan sikap bahasa. Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya.00 waktu setempat. Sudah empat kali saya mengunjungi daerah itu. s) Hiperbol Mengandung pernyataan yang berlebihan. Bedanya. hanya sekedar memperoleh efek yang mendalam. Herankah Saudara kalau harga-harga menjadi tinggi? q) Silepsis dan Zeugma Menggunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata lain yang sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata yang pertama. ia mengusir orang itu. dengan membesar-besarkan suatu hal. p) Erotesis atau Pertanyaan Retoris Tidak menghendaki jawaban. sebenarnya hanya cocok untuk salah satu daripadanya. Ia telah beristirahat dengan damai (= mati) Jawaban bagi permintaan Saudara adalah tidak (= ditolak) o) Prolepsis atau Antisipasi Mepergunakan lebih dulu sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya. tapi kemudian memperbaikinya. Almarhum pada waktu itu mengatakan bahwa ia tidak mengenal orang itu. n) Perifrasis Mirip dengan Pleonasme. Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat. t) Paradoks . Globe itu bundar bentuknya. ah bukan. r) Koreksio atau Epanortosis Mula-mula menegaskan sesuatu. Dengan membelalakkan mata dan telinganya. sudah lima kali. kata yang berlebihan tersebut dapat diganti dengan satu kata saja. Kemarahanku menjadi-jadi hingga hampir-hampir meledak.

sebagai. bagaikan. Untuk menjadi manis seseorang harus menjadi kasar. Ia mati kelaparan di tengah kekayaan yang berlimpah. dengan menggunakan kata pembanding : seperti. Fabel adalah suatu metafora berbentuk cerita mengenai dunia binatang dan makhluk tidak bernyawa yang bertindak seolah-olah seperti manusia. u) Oksimoron Menggabungkan kata-kata untuk mencapai efek yang bertentangan. Sifatnya lebih tajam dari Paradoks. Parabel. Kikirnya seperti kepiting batu Matanya seperti bintang timur b) Metafora Analagi yang membandingkan dua hal secara langsung dalam bentuk yang singkat. serupa . d) Personifikasi dan Prosopopeia Menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki sifat manusia. Keramahtamahan yang bengis. Tujuannya untuk menyampaikan ajaran moral atau budi pekerti. Perahu itu menggergaji ombak Mobilnya batuk-batuk Pemuda adalah bunga bangsa c) Alegori. . atau mengandung pertentangan dengan menggunakan kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. langsung menyatakan sesuatu dengan hal lain. Makna kiasan ditarik dari bawah permukaan cerita.Mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada. Parabel (parabola) adalah kisah singkat dengan tokoh (biasanya) manusia yang selalu mengandung tema moral yang ada kaitannya dengan kitab suci. tanpa menggunakan kata pembanding. laksana. Musuh sering merupakan kawan yang baik. dan Fabel Alegori adalah cerita singkat yang mengandung kiasan. dan sebagainya. sama. 2) Gaya Bahasa Kiasan a) Persamaan atau Simile Perbandingan yang bersifat eksplisit.

e) Alusi Mensugesti kesamaan antara orang.(2) Totem pro parte. Alusi sekurang-kurangnya memiliki syarat: (1) dikenal oleh pembaca (2) membuat gagasan menjadi lebih jelas f) Eponim Penggunaan nama untuk menunjukkan suatu sifat tertentu. menyebut keseluruhan untuk maksud sebagian. pertalian sebab-akibat. Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya. Indonesia mengalahkan Malaysia di Final Piala Asia 4 – 3. baik berupa hasil penemuan. pemilik barang. Biasanya merupakan referensi yang eksplisit atau implisit kepada peristiwa. Ia membeli sebuah Chevrolet. Kulihat ada bulan di kotamu. Lonceng pagi  ayam jantan Putri malam  bulan Raja rimba  singa h) Sinekdoke (1) pars pro toto. atau tempat dalam kehidupan nyata. tokoh. lalu turun di bawah pohon jambu di depan rumahmu. 1. barangkali ia menyeka mimpimu. tempat. i) Metonimia Menggunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain karena pertalian yang dekat. Bandung adalah Paris Jawa.Angin yang meraung di tengah malam itu menambah ketakutan kami.000. Hercules  kekuatan Helen dari Troya  kecantikan g) Epitet Acuan yang menunjukkan suatu sifat. atau karya sastra yang terkenal. . dan lain-lain. menyebut sebagian untuk maksud keseluruhan. Satu kepala dikenakan sumbangan Rp. mitologi. atau peristiwa.

Saya tahu Anda adalah gadis yang paling cantik di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat. Sarkasme lebih kasar lagi dari Ironi dan Sinisme. pasti ia akan sedikit mabuk karena terlalu kebanyakan minum. dan Sarkasme Ironi adalah acuan untuk mengatakan sesuatu dengan maksud yang berlainan. Ia menjadi kaya raya karena sedikit melakukan komersialisasi jabatannya. Sinisme adalah ironi yang lebih kasar sifatnya. Yang Mulia tidak dapat menghadiri pertemuan ini. Ia masih menuntut almarhumah maskawin dari Sinta putrinya (ia masih menuntut maskawin dari almarhumah…. Kelakuanmu memuakkanku. tampak tidak menyakitkan hati kalau dilihat sambil lalu. Setiap kali ada pesta. Lihat si cantik itu (maksudnya: si jelek). j) Antonomasia Pengunaan gelar resmi atau jabatan untuk menggantikan nama diri. o) Antifrasis . Ia berbaring di atas sebuah bantal yang gelisah (yang gelisah adalah manusianya. k) Hipalase Kebalikan dari suatu relasi alamiah antara dua komponen gagasan.) l) Ironi. Sinisme. Memang Anda adalah gadis yang tercantik se antero jagad ini yang mampu menghancurkan seluruh isi jagad ini.Ialah yang menyebabkan air mata yang gugur. m) Satire Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. bukan bantalnya).. semacam acuan yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Satire mengandung kritik mengenai kelemahan manusia. Seminar itu dibuka oleh putra mahkota. n) Inuendo Sindiran dengan mengecilkan keadaan yang sebenarnya.

ya kaya monyet . Lihatlah.Penggunaan sebuah kata dengan makna kebalikannya. tetapi terdapat perbedaan besar dalam maknanya. sang raksasa telah tiba (maksudnya si Cebol) p) Pun atau Paronomasia Kiasan yang menggunakan kemiripan bunyi. yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri. Engkau orang kaya. Tanggal dua gigi saya tanggal dua.

MENULIS
A. Kebahasaan Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Simbol bunyi yang digunakan bersifat arbitrer. Bahasa mencakup dua komponen: bentuk dan makna. Aspek bentuk terdiri atas unsur segmental dan unsur suprasegmental. Makna sebuah kata tergantung kepada konvensi masyarakat bahasa yang bersangkutan. Fungsi Bahasa : (1) untuk menyatakan ekspresi diri (2) alat komunikasi (3) alat untuk mengadakan interaksi dan adaptasi sosial (4) alat untuk melakukan kontrol sosial Bahasa sebagai medium komunikasi hanya akan efektif, jika penutur mempunyai kecakapan bahasa. Kecakapan itu adalah: (1) penguasaan terhadap perbendaharaan kata (2) penguasaan kaidah-kaidah sintaksis (3) kemampuan memilih gaya pengungkapan (4) penguasaan terhadap tingkat penalaran (logika) B. Kalimat Efektif Syarat-syarat kalimat efektif: (1) dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan penulis (2) mampu menimbulkan kembali gagasan pada pikiran pendengar Ciri-ciri kalimat efektif : (1) Hanya memiliki kesatuan gagasan Yang dimaksud dengan kesatuan gagasan adalah kalimat yang hanya mengandung satu ide pokok. Bila dua buah kalimat yang tidak mempunyai hubungan kesatuan gagasan dipadukan, maka akan rusaklah kesatuan pikiran kalimat itu. Secara praktis sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh subyek, predikat + objek. Kesatuan yang diwakili oleh S, P atau O itu dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan. Contoh: i) Kita menyadari bahwa KBK hanya akan berhasil jika didukung tenaga edukatif yang profesional, sistem administrasi kurikulum yang memadai, dan kelengkapan sarana pembelajaran yang cukup. (Kesatuan Tunggal) ii) Dia telah memesan Formulir SPMB pagi tadi, dan mulai mempersiapkan segala kelengkapan berkasnya. (Kesatuan Gabungan)

iii) Kamu boleh menyiapkan sendiri sarapanmu, atau pesan saja di kantin depan. (Kesatuan Pilihan). iv) Sudah dua tahun ia bekerja di perusahaan itu, tetapi sampai sekarang ia tidak merasa senang dengan pilihannya itu. (Kesatuan yang mengandung pertentangan). (2) Koheren Koheren artinya padu, ada hubungan yang timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Kesalahan yang paling sering merusak koherensi adalah penempatan kata depan, kata penghubung, dan keterangan aspek yang tidak sesuai. (3) Variatif Keanekaragaman bentuk bahasa diyakini dapat memelihara daya tarik sebuah teks. Variasi dapat dibentuk melalui : (ii) variasi sinonim kata (iii) variasi panjang pendeknya kalimat (iv) variasi penggunaan bentuk me- dan di(v) varisi posisi fungsi kata dalam kalimat (4) Paralelisme Paralelisme adalah upaya menempatkan gagasan-gagasan yang sama pentingnya dan sama fungsinya dalam suatu struktur/konstruksi gramatikal yang sama. Misalnya, bila salah satu gagasan ditempatkan sebagai kata benda, maka gagasan yang lain juga harus ditempatkan sebagai kata benda. Perhatikan contoh berikut : Apabila pelaksanaan pembanguna lima tahun kita jadikan titik tolak, maka menonjollah beberapa masalah pokok yang minta perhatian dan pemecahan. Reorganisasi administrasi departemen-departemen. Ini yang pertama. Masalah pokok yang lain yang menonjol ialah (mengentikan) pemborosan dan penyelewengan. Ketiga karena masalah pembanguna ekonomi yang kita jadikan titik tolak, maka kita juga ingin mengemukakan faktor lain. Yaitu bagaimana memobilisir potensi nasional secara maksimal dalam partisipasi pembangunan nasional (Kompas). Wacana di atas sebaiknya ditulis: Reorganisasi administrasi departemen, pengentian pemborosan dan penyelewengan, serta mobilisir potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata benda). Atau : Mengorganisir administrasi departemen, menghentikan pemborosan dan penyelewengan, serta memobilisasi potensi nasional, merupakan masalah pokok pembangunan nasional. (Semuanya kata kerja). C. Penalaran atau Logika Penalaran adalah suatu proses berpikir yang berusaha untuk menghubungkan evidensi-evidensi menuju suatu kesimpulan yang masuk akal. Tulisan atau ujaran yang jelas, terarah dan sistematis menandakan cara berpikir yang logis. Penalaran dilakukan dengan :

a. Pemberian Definisi Definisi atau batasan merupakan kunci berpikir yang logis. Definisi dibuat untuk membentuk kesepakatan makna sebelum digunakan dalam proses semantis yang lain, sehingga tidak menimbulkan salah paham. Definisi dapat dilakukan dengan: 1) definisi sinonim kata (pembatasan pengertian) 2) definisi etimologi kata (asal-usul kata) 3) definisi logis (membedakan kata dengan genusnya, atau mengembalikan ke makna leksikalnya) b. Generalisasi Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam, berlaku pula untuk kebanyakan peristiwa atau hal yang sama. Misalnya, generalisasi berdasarkan pengalaman: 1) semua logam akan memuai jika dipanaskan, atau 2) minum kopi pada malam hari dapat menyebabkan sulit tidur Jenis-jenis Penalaran:

1. Deduksi
Penalaran ini adalah menari kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan umum yang dihubungkan dengan premis atau pernyataan umum. Penalaran Deduksi terdiri dari: a. Deduksi biasa Rumusnya adalah: P1  A = B P2  B = C KA=C Contoh: P1 : Pesawat terbang adalah kendaraan bermotor P2 : Kendaraan bermotor membutuhkan bahan bakar K : Pesawat terbang membutuhkan bahan bakar b. Silogisme Rumusnya : PU  Semua A = C PK  C = A

Penalaran ini dibedakan atas: a.KC=B Silogisme dibedakan atas : 1) Silogisme positif. kesimpulannya juga bersifat negatif. PU  Semua penderita penyakit paru-paru tidak boleh merokok PK  Sukarjo penderita penyakit paru-paru (C = A) K  Sukarjo tidak boleh merokok (C = B) 3) Entimen. yaitu silogisme yang :  PU atau PK tidak universal  Tidak terdapat PU. Induksi Penalaran atau penarika kesimpulan dari premis khusus menghasilkan kesimpulan yang bersifat umum. Generalisasi. P4 : Aluminium adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. . Contoh: PU  Semua profesor pandai (A = C) PK  Habibie adalah profesor (C = A) K  Habibie pandai (C = B) 2) Silogisme negatif. tidak mengandung kata-kata ingkar seperti tidak dan bukan. yaitu silogisme yang kedua premisnya positif. Rumusnya : C = B karena C = A Contoh:  BJ Habibie pandai karena Habibie profesor. yaitu penarikan kesimpulan dari beberapa premis khusus.  Sukarjo tidak boleh merokok karena Sukarjo penderita penyakit paru 4) Silogisme salah. Contoh : P1 : Besi adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. P3 : Seng adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. P2 : Tembaga adalah sejenis logam yang akan memuai jika dipanaskan. karena itu. yaitu silogisme yang salah satu premisnya bersifat negatif. karena keduanya PK  PK berupa C = B 1. yaitu silogisme yang disingkat.

suhu. f) Koherensi: Kekompokan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea itu g) Harmonis secara semantis dan gramatis. kemudian ditutup dengan kesimpulan. tingkat ekonomi. akan terjadi di kota B. 2) Induktif Paragraf dimulai dengan uraian atau argumentasi. kalimat pokok terletak pada bagian akhir paragraf. yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan sifat. dan jumlah penduduk. . Jadi. Jenis-jenis paragraf 1) Deduktif Kalimat pokok terletak pada awal paragraf. Sebuah paragraf sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat: c) Hanya mengandung satu pikiran utama. Misalnya: persamaan sosial budaya. 3) Campuran Kalimat pokok terletak di awal paragraf. Paragraf Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat yang terdiri dari himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. kemudian disusul uraian yang terperinci. kemudian ditegaskan lagi pada bagian akhir. Akibat – sebab Akibat : Adik kurus Sebab : Adik cacingan Kesimpulan : Orang yang cacingan badannya kurus D. e) Pikiran utama didukung oleh beberapa pikiran penjelas. Analaogi. c. Dari persamaan sifat itu dapat ditarik kesimpulan K : Apa yang terjadi di kota A. d) Kesatuan (Unity): Semua kalimat yang membangun alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal. Contoh: Kota A dan Kota B mempunyai banyak persamaan. satu tema tertentu. Sebab – akibat Sebab : Adik sakit Akibat : Adik tidak pergi sekolah Kesimpulan : Orang sakit tidak pergi sekolah d.K : Semua logam akan memuai jika dipanaskan b.

karena tersirat dalam keseluruhan kalimat yang membentuk paragraf itu. Perusahaan Caterpillar kemudian merancang traktor yang bentuknya seperti tank. dan vitamin E. di kakinya tegak pondok. Misalnya: Awan dari ledakan bom itu. 5) Pemberian contoh Untuk mengkonkritkan hal yang bersifat abstrak dilakukan dengan pemberian contoh. 4) Analogi Analogi adalah perbandingan yang sistematis antara dua hal yang berbeda. Pola Pengembangan Paragraf 1) Klimaks dan Anti-klimaks Pengembangan Klimaks dimulai dengan memperinci satu gagasan awal menuju ke gagasan lain yang lebih tinggi kedudukannya. yaitu traktor yang menggunakan roda rantai. Misalnya wacana berbentuk deskripsi dan narasi. Contoh yang dipilih terutama yang berkaitan dengan pengalaman pribadi. Di keliling pondok itu tertegak pedati. sunyi-mati. sedangkan hubungan pertentangan menonjolkan perbedaannya. Pengembangan seperti ini disebut juga pengembangan urutan ruang. Misalnya. Dari celah dinding pondok keluar cahaya yang kuning merah. Jepang yang tidak mau kalah dengan menciptakan padi traktor yang bentuk dan fungsinya semakin berkembang. Ford kemudian mengembangkan traktor untuk pengelolaan pertanian. Contoh : Vitamin yang ditambahkan pada sabun mandi umumnya vitamin A.4) Narasi-Deskriptif Tidak terdapat kalimat kalimat khusus yang menjadi kalimat topik. Contoh : Bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Contoh: Hasil teknologi Barat. sekedar sebagai ilustrasi. agaknya sukar dipahami bagaimana vitamin-vitamin yang disebutkan itu—yang dikandung dalam sabun— sempat terserap oleh kulit. Misalnya: Di antara daun kayu tampak kepada mereka tebing itu turun ke bawah. Tujuannya untuk membandingkan suatu hal yang kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal umum. ada traktor yang dijalankan dengan sistem uap. Indonesia pernah mengimpor gerbong-gerbong kereta api dari Perancis. Di bawahnya kedengaran sebentar-sebentar sapi mendengus. Bentuknya mentereng dan sebagian . 2) Sudut pandang Sudut pandang adalah posisi seorang pengarang dalam melihat sesuatu. vitamin C larut dalam air. membentuk suatu cendawan raksasa. sedangkan vitamin A dan E tidak larut dalam air. bukan untuk membuktikan pendapat. 3) Perbandingan dan Pertentangan Hubungan perbandingan dan pertentangan adalah suatu cara menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua hal atau objek yang bertolak dari segi tertentu. Di masa kejayaan mesin uap. Seperti diketahui. tetapi larut dalam lemak. tidak serta merta sesuai untuk bumi Timur. vitamin C. Digunakan sekedar untuk menjelaskan maksud. Dengan mengetahui sifat kelarutan tersebut. tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari keduanya. ketiganya sunyi. Hubungan perbandingan menonjolkan kesamaannya.

pengukuran jarak. yang diartikan sebagai pemerintahan oleh rakyat. akhirnya bertemulah dengan Gemini 7.dilengkapi dengan AC. Contoh: Dalam tekanan mental yang demikian hebat. Dengan berkali-kali mengadakan pembentukan arah. Kutipan terdiri dari kutipan langsung dan kutipan tidak langsung (kutipan isi). Lahirlah angkatan baru yang berjuang atas dorongan hati nurani. akibat sebagai perinciannya. Prinsip mengutip adalah: 1) Jangan mengadakan perubahan 2) Bila terdapat kesalahan (baik dalam ejaan maupun ketatabahasaan). terjadi kegoncangan hebat dalam sendi-sendi kehidupan. bersikap dan berbuat. Contoh: Gemini 7 sudah berhari-hari berada dalam peredarannya. 6) Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan untuk menciptakan sesuatu. Setelah satu kali putaran. menunggu lintasannya sama dengan Gemini 6 yang akan diluncurkan. dilakukan koreksi arah supaya bidang yang dilintasi keduanya lebih tepat sama. Tahap demi tahap proses diurutkan secara kronologis. Akibatnya. . Contoh: Bahasa Melayu tidak cukup dibagi atas bahasa Melayu tinggi dan bahasa Melayu rendah. 8) Klasifikasi Klasifikasi adalah proses mengelompokkan hal-hal yang dianggap mempunyai kesamaan tertentu. Suara hati yang tertindas. Bahasa Melayu percakapan pun banyak juga jenisnya. Demokrasi pada hakekatnya berupa suatu mentalitas untuk membina suatu kehidupan dalam masyarakat. Gemini 6 menyusul Gemini 7 sedikit demi sedikit. atau Melayu dalam. Gemini 6 menghidupkan roketnya untuk menghapuskan pengaruh hambatan udara. Dapat juga sebaliknya. 9) Pemberian Definisi Luas Pemberian Definisi Luas adalah usaha penulis untuk memberikan keterangan terhadap suatu istilah atau hal melalui rangkaian kalimat yang membentuk sebuah alinea. Padahal gerbong itu hanya digunakan untuk mengangkut para petani dari dusun ke kota. Tidak juga dapat dikelompokkan atas bahasa Melayu bangsawan. 7) Sebab akibat Sebab bertindak sebagai gagasan utama. Sementara itu. Juga tak cukup dibagi atas bahasa Melayu buku dan bahasa percakapan. dan untuk rakyat. Demokrasi dalam arti ini hanya menggambarkan suatu segi. sehingga pembaca dapat memahaminya dengan jelas. Ternyata publik Indonesia belum cukup dewasa untuk mempergunakan gerbong-gerbong itu dengan semestinya. membersit ke luar dan menjadi banjir besar menentang sendi-sendi lama. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari orang lain. dagang. penulis tidak boleh memperbaikinya. Misalnya: Demokrasi biasanya diterjemahkan sebagai kedaulatan rakyat. terjadilah G30S. sedangkan demokrasi dalam arti yang sebenarnya mempunyai makna yang lebih luas. dan percepatan. dari rakyat. A. mentalitas dalam arti cara berpikir.

Catatan Kaki Catatan kaki adalah keterangan tambahan dari teks yang ditempatkan pada kaki halaman teks. Jika unsur yang dihilangkan terdapat pada akhir kalimat. Penghilangan bagian kutipan ditandai dengan tiga titik berspasi. b) Kutipan langsung lebih dari empat baris : (1) kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2. tahun terbit dan nomor halaman. dapat dihilangkan sepanjang tidak mengakibatkan perubahan makna. (5) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. tahun terbit dan nomor halaman. atau dapat juga menggunakan tanda asterik (*) yang ditempatkan satu spasi di atas baris teks. ditambahkan satu titik lagi. B. baris pertama juga dimasukkan 5 – 7 ketukan. bagian titik tersebut dimasukkan dalam bagian tanda kutip.5 spasi (2) jarak antara baris satu spasi (3) boleh tidak diapit tanda kutip (4) seluruh bagian kutipan dimasukkan 5 – 7 ketukan. Bila bagian itu dimulai dengan paragraf baru. tahun terbit dan nomor halaman.3) Bagian yang dianggap tidak penting. Bila menggunakan tanda kutip. dinyatakan dengan titik berspasi sepanjang satu baris halaman. Hubungan teks dengan catatan kaki ditunjukkan melalui nomor penunjukkan berurut. Catatan kaki (footnote) berfungsi untuk: (1) menyusun pembuktian. Cara mengutip: a) Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris : (1) kutipan diintegrasikan langsung dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) bagian kutipan diapit dengan tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. c) Kutipan tak langsung : (1) diintegrasikan dengan teks (2) jarak antara baris dua spasi (3) tidak diapit tanda kutip (4) diakhiri dengan penanda footnote atau tanda kurung berisi nama singkat pengarang. mengkaitkan dengan kebenaran yang dibuat oleh penulis lain (2) menyatakan utang budi (atas kebenaran yang dipinjam dari orang lain) . Penempatan pada catatan kaki bertujuan untuk memelihara kepaduan paragraf. Jika bagian yang dihilangkan terdiri dari satu alinea atau lebih.

nama penerbit tidak disertakan Contoh: _________ 12 Uli Kozok. antara tempat terbit dan keterangan diberi tanda titik koma. antara nama dengan et al. College English (New York. D.. Contoh: ________ 3 Alton Moris. New York. yang lain diganti dengan at al.(3) menyampaikan keterangan tambahan untuk memperkuat uraian di luar persoalan yang diperkenankan oleh laju teks. Warisan Leluhur Sastra Lama dan Aksara Batak (Jakarta. Contoh: _______ 7 R. dan antara et al. baik yang sudah disebutkan maupun yang belum disebutkan Cara membuat catatan kaki: (1) referensi kepada buku dengan seorang pengarang : (a) nama pengarang ditulis lengkap. dengan judul buku diberi tanda koma. hal. Hardjito. 1964).ed. nomor halaman dengan angka Arab. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Depdikbud. (4) merujuk bagian lain dari teks. 75. hal. Contoh: _____ 6 H. bukan titik sebagaimana daftar pustaka. 21. antara judul buku dengan dan data publikasi tidak ada titik atau koma (c) tempat dan tahun terbit ditempatkan dalam tanda kurung. Contoh: . Antara nama penerbit dan tempat diberi titik dua. nomor jilid dengan angka Romawi. (4) referensi kepada buku dengan edisi yang mengalami perbuahan keterangan tentang edisi ulang atau edisi revisi diletakkan dalam kurung sebelum tempat terbit. (3) referensi kepada buku dengan banyak pengarang Hanya nama pengarang pertama yang disebut. 82 – 84.. Gleason. Selebihnya sama dengan sebelumnya. hal. 1999). Ibrahim. (2) referensi kepada buku dengan dua atau tiga pengarang Nama penerbit dimasukkan.A. hal. et al. tidak dibalik (b) antara nama pengarang dan judul menggunakan tanda koma. 1984). An Introduction to Descriptive Linguistics (rev. 62. (5) buku yang lebih dari satu jilid keterangan tentang nomor jilid ditempatkan dalam kurung sebelum tempat terbit. 1961).

_____
2

A.H. Lightstone, Concepts of Calculus (Vol. I; New York: Harper & Row, 1966), hal 75.

(6) sebuah edisi dengan beberapa orang pengarang _______
5

Mursal Esten, ed., Kritik Sastra (Bandung, 1988), hal. 18 – 21.

(7) buku terjemahan Pengarang asli ditempatkan di depan, penerjemah ditempatkan setelah judul buku, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh: ______
3

Multatuli, Max Havelaar, terj. H.B. Jassin (Djakarta, 1972), hal. 51.

(8) artikel dalam anotologi Judul artikel dan judul buku dicantumkan, juga nama penulis dan editornya. Contoh: ______
8

Rizanur Gani, “Sastra Kontekstual,” Kritik Satra, ed. Mursal Esten (Bandung, 1988), hal. 7.

(9) artikel dalam majalah Nomor jilid ditempatkan sesudah nama majalah. Contoh: _____
14

Ny. H. Soebadio, “Penggunaan Sansekerta dalam Pembentukan Istilah Baru,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I (April, 1963), hal. 47 – 49. (10) artikel dalam harian Bila nama pengarang jelas, dimulai dengan nama penulis artikel itu. Jika tidak, cukup diisi dengan nama rubrik dalam harian itu. Contoh:
21

Mangunwijaya, “Sastra Pembebasan,” Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

Atau :
21

Tajuk Rencana dalam Kompas, 21 Mei, 1984, hal. 5.

C. Daftar Pustaka 1. Dengan seorang pengarang Keraf, Gorys. 1999. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. 2. Dengan dua atau tiga pengarang

Oliver, Robert T., and Rupert Cortright. 1958. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc. 3. Dengan banyak pengarang Sidarta, Myra D., et al. 1984. Feminisme dalam Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 4. Edisi yang mengalami perubahan Gleason, H.A. 1961. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev.ed. New York: Winston. 5. Lebih dari satu jilid Hakim, Lukman. 1982. Matematika. Jil. 2. Jakarta: Djambatan. 6. Edisi karya beberapa orang pengarang Esten, Mursal, ed. 1988. Kritik Sastra. Bandung: Angkasa. 7. Artikel dalam majalah Kridalaksana, Harimurti. “Leksikostatistik Bahasa Nusantara,” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, I: 323, April, 1963. 8. Terjemahan Multatuli. 1972. Max Havelaar, terj. H.B. Jassin. Jakarta: Djambatan. D. Sistematika Karya Ilmiah E. D

MODUL BAHASA INDONESIA STIE MATERI 2

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakat dituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia

yang baik dan benar. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.

Tujuan a. Mahasiswa/i mampu menerapakan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia b. Mahasiswa/i memahami Perkembangan Ejaan c. Mahasiswa/i memahami pengertian dan Ruang Lingkup Ejaan Yang

Disempurnakan

Masa lalu sebagai bahasa Melayu
Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua

franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 Masehi diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Lima prasasti kuna yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu menggunakan bahasa Melayu yang bertaburan kata-kata pinjaman dari bahasa Sanskerta, suatu bahasa Indo-Eropa dari cabang Indo-Iran. Jangkauan penggunaan bahasa ini diketahui cukup luas, karena ditemukan pula dokumen-dokumen dari abad berikutnya di Pulau Jawa[10] dan Pulau Luzon.[11] Katakata seperti samudra, istri, raja, putra, kepala, kawin, dankaca masuk pada periode hingga abad ke-15 Masehi. Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bahasa Melayu Klasik (classical Malay atau medieval Malay). Bentuk ini dipakai oleh Kesultanan Melaka, yang perkembangannya kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan disekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya.

Laporan Portugis, misalnya oleh Tome Pires, menyebutkan adanya bahasa yang dipahami oleh semua pedagang di wilayah Sumatera dan Jawa. Magellan dilaporkan memiliki budak dari Nusantara yang menjadi juru bahasa di wilayah itu. Ciri paling menonjol dalam ragam sejarah ini adalah mulai masuknya kata-kata pinjaman dari bahasa Arab dan bahasa Parsi, sebagai akibat dari penyebaran agama Islam yang mulai masuk sejak abad ke-12. Kata-kata bahasa Arab seperti masjid, kalbu, kitab, kursi, selamat, dan kertas, serta kata-kata Parsi

tamasya. tauge. Bahasa yang dipakai pendatang dari Cina juga lambat laun dipakai oleh penutur bahasa Melayu. dan Kupang. kulkas. diikuti oleh Belanda. Orang-orang Tionghoa di Semarang dan Surabaya juga menggunakan varian bahasa Melayu pidgin. dan jendela. misalnya di Manado. Bahasa perdagangan menggunakan bahasa Melayu di berbagai pelabuhan Nusantara bercampur dengan bahasa Portugis. bahasa Tionghoa. sama tinggi dengan bahasa-bahasa internasional di masa itu. karena memiliki kaidah dan dokumentasi kata yang terdefinisi dengan jelas. cambuk. seperti gereja. Jan Huyghen van Linschoten pada abad ke-17 dan Alfred Russel Wallace pada abad ke-19 menyatakan bahwa bahasa orang Melayu/Melaka dianggap sebagai bahasa yang paling penting di "dunia timur". knalpot. teko. kegiatan resmi (misalnya dalam upacara dan kemiliteran). loteng. sepatu. . Varian yang terakhir ini malah dipakai sebagai bahasa pengantar bagi beberapa surat kabar pertama berbahasa Melayu (sejak akhir abad ke-19). saudagar. dan stempel adalah pinjaman dari bahasa ini.[12] Luasnya penggunaan bahasa Melayu ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal. polisi. bola. Bahasa Belanda terutama banyak memberi pengayaan di bidang administrasi. seperti pisau. Kata-kata seperti asbak.seperti anggur. tahu. maupun bahasa setempat. dan tembakau masuk pada periode ini. dan cukong. Proses penyerapan dari bahasa Arab terus berlangsung hingga sekarang. kata-kata Tionghoa yang masuk biasanya berkaitan dengan perniagaan dan keperluan sehari-hari. Terdapat pula bahasa Melayu Tionghoa di Batavia. sabun. Terjadi proses pidginisasi di beberapa kota pelabuhan di kawasan timur Nusantara. Spanyol. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang full-fledged. bolu. Sudah dapat diduga. Terobosan penting terjadi ketika pada pertengahan abad ke-19 Raja Ali Haji dari istana Riau-Johor (pecahan Kesultanan Melaka) menulis kamus ekabahasa untuk bahasa Melayu.[13] Varian-varian lokal ini secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti bahasa. akibat kontak di antara mereka yang mulai intensif di bawah penjajahan Belanda. dan teknologi hingga awal abad ke-20. dan Inggris meningkatkan informasi dan mengubah kebiasaan masyarakat pengguna bahasa Melayu. Ambon. dewan. Kedatangan pedagang Portugis. tauke. meja. Bahasa Portugis banyak memperkaya kata-kata untuk kebiasaan Eropa dalam kehidupan sehari-hari.

2. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi. ber-jalan2. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak. dsb. dsb. Ejaan Republik Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua atau ketiga. 3. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu: 1. pajah. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. untuk menuliskan katakata ma’moer. Ejaan van Ophuijsen Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. ke-barat2-an. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru. dsb. Awalan di. itoe. Ejaan Melindo (Melayu Indonesia) Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahuntahun berikutnya. 4. pa’. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai lingua franca. Ciri-ciri ejaan ini yaitu: 1. oemoer. 2. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) . Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. 4. itu. ta’. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa. rakjat. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. dsb. dsb. 3. Kata-kata pinjaman. pak.Hingga akhir abad ke-19 dapat dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yang kolokial dan tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar. sajang.dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya. Tanda diakritik. seperti koma ain dan tanda trema. umur. diurungkanlah peresmian ejaan ini. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang. ’akal.

Perubahan: Indonesia Malaysia (pra-1972) (pra-1972) Tj Dj Ch Nj Sj J oe* ch J kh ny sh y u Sejak 1972 c j kh ny sy y u Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia 1. Dengan EYD. Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka.[17] . 2. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. Tahun 1972. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad. ejaan dua bahasa serumpun. seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat). yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel. semakin dibakukan. buku-buku penuntun bercocok tanam. penuntun memelihara kesehatan. 57. seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.

yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. 11. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu. Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya. Tanggal 28 Oktober s. 8.3. 57 tahun 1972. Tanggal 21-26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No.d 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928. pertumbuhan. 4. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara. 7. . M. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. 10. Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara. 9. Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan. 5. dapat tercapai semaksimal mungkin. 13.d 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. 6. Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara). Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945. juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. Presiden Republik Indonesia. Tanggal 16 Agustus 1972 H. Tanggal 28 Oktober s. 12. Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana. Soeharto. yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

dan Australia. Korea Selatan. EYD mulai diberlakukan pada tanggal 16 Agustus 1972. 2. Singapura. terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. 16. India. Hongkong. sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. terutama dalam bahasa tulis. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk. dan tanda baca sebagai sarananya. Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang disempurnakan (EYD). Tanggal 28 Oktober s. 15. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa. yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Tanggal 28 Oktober s. Brunei Darussalam. Ibarat sedang mengemudi kendaraan. serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia. Singapura.d 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. suku kata. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan. Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna.d 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Jakarta.Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Kata. Italia. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa. Malaysia. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf. Ejaan ketiga dalam sejarah bahasa Indonesia ini memang merupakan upaya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama dua puluh lima tahun yang dikenal dengan Ejaan Republik atau Ejaan . Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia. Jerman. Jika para pengemudi mematuhi rambu-rambu yang ada. Rusia. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Kongres itu Darussalam.14. atau kata. dan Amerika Serikat. Belanda. Jepang. Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia. ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara.1 Pengertian Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf. Jerman.

(4) penulisan unsur serapan. dan dari kata si dan sang partikel singkatan dan akronim . yaitu (1) pemakaian huruf. Ejaan van Ophuijsen dipakai selama 46 tahun. 1) Pemakaian huruf membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa. Ejaan pertama bahasa Indonesia adalah Ejaan van Ophuijsen (nama seorang guru besar belanda yang juga pemerhati bahasa).2 Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. dan (5) pemakaian tanda baca. yaitu : Huruf Abjad Huruf Vokal Huruf Konsonan Huruf Diftong Gabungan Huruf Konsonan Pemenggalan Kata 2) Penulisan huruf membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi : Huruf capital atau Huruf besar Huruf miring 3) : Penulisan kata membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa kata dasar kata turunan bentuk ulang gabungan kata kata ganti –ku. dan -nya kata depan di. (3) penulisan kata. ke. diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu. dan baru diganti setelah dua tahun Indonesia merdeka. lebih lama dari Ejaan Republik. 2. (2) penulisan huruf. -mu. -kau.Soewandi (Menteri PP dan K Republik Indonesia pada saat Ejaan itu diresmikan pada tahun 1947).

4) Penulisan unsur serapan membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan. terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing.) Tanda titik koma (. Huruf Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Nama A Be Ce De E Ef Ge Ha Huruf Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Nama Je Ka El Em En O Pe Ki Huruf Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz Nama Es Te U Fe We Eks Ye Zet . Tanda baca itu adalah : Tanda titik (. Huruf Abjad Abjad bahasa Indonesia menggunakan 26 huruf berikut. 5) Pemakaian tanda baca (pugtuasi) membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan. Nama tiap huruf disertakan disebelahnya.angka dan lambang bilangan. Pemakaian Huruf a.) Tanda titik dua (:) Tanda hubung (-) Tanda pisah (--) Tanda ellipsis (…) Tanda tanya (?) Tanda seru (!) Tanda kurung ((…)) Tanda kurung siku ([ ]) Tanda petik ganda (“…”) Tanda petik tunggal („…‟) Tanda garis miring (/) Tanda penyingkat atau Apostrof („) 1.) Tanda koma (.

t. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Di Awal A e* api enak emas I O U itu oleh ulang Di Tengah padi petak kena simpan kota bumi Di Akhir lusa sore tipe murni radio ibu c. k. E. l. q. yaitu A. f. Huruf Konsonan B C D F G H J K L M N Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami lekas maka nama Di Tengah sebut kaca ada kafir tiga saham manja paksa alas kami anak Di Akhir adab abad maaf balig tuah mikraj sesak kesal diam daun . r. m. h. c. p. y. w. Huruf Vokal i Rr Er Huruf yang melambangkan vocal terdiri atas lima huruf vokal (v). Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. n. s. dan O. g. dan z. I. x.Ii b. j. d. v. U.

Pemenggalan Kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut : . Gabungan Huruf Konsonan Kh Ng Ny Sy Di Awal khusus ngilu nyata syarat Contoh Pemakaian dalam Kata Di Tengah akhir bangun hanyut isyarat Di Akhir tarikh senang arasy f. ny dan sy. Huruf Diftong Didalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. yaitu kh. Pemenggalan Kata 1. ng.P q** R S T V W x** Y Z pasang quran raih sampai tali varia wanita xenon yakin zani apa furqan bara asli mata lava hawa payung lazim siap putar lemas rapat juz d. Gabungan Huruf Konsonan Didalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. au dan oi. Huruf Diftong Ai Au Oi Contoh Pemakaian dalam Kata Di Awal ain aula Di Tengah syaitan saudara boikot Di Akhir pandai harimau amboi e.

dapat dipenggal pada pergantian baris. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Bab V. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. bu-ah. in-fra. (lihat juga keterangan tentang tanda hubung. au. ba-rang. su-lit. Huruf diftong ai. ge-li-gi . Misalnya : man-di.a. pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu. 7) Jika ditengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. me-rasa-kan. makhluk 8) Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Jika ditengah kata ada vokal yang berurutan. ayat 1 ) c. de-ngan. bang-krut. mem-bantu. si-nam-bung. Akhiran-i tidak dipenggal. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. ke-nyang. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. di antara dua buah huruf vokal. misalnya : te-lun-juk. Misalnya : ma-in. dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan diantara kedua huruf itu. ben-trok. sa-at. cap-lok. pasal E. Misalnya : in-stru-men. ikh-las 2. Ap-ril. ul-tra. termasuk gabungan huruf konsonan. swas-ta. pergi-lah catatan : a. la-wan. mu-ta-khir. Misalnya : ba-pak. bang-sa. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan. Misalnya : au-la sau-da-ra am-boi bukan bukan bukan a-u-la sa-u-da-r-a am-bo-i 6) Jika di tengah kata ada huruf konsonan. misalnya : Makan-an. b. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. som-bong. Pada kata yang berimbuhan sisipan.

istilah ilmu pengetahuan. unsur kimia. lambang huruf yang dipakai adalah ks. bi-o-gra-fi. gunung. lambang huruf yang dipakai adalah x. Misalnya . pemenggalan dapat dilakukan dengan: (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. atau sejarah. tempat. sungai. fo-to-gra-fi Nama Diri Cara penulisan nama diri (nama orang. kecuali jika ada pertimbangan khusus yang menyangkut segi adat.5. Ia berkantor di Jalan Budi Utomo. Huruf Kapital atau Huruf Besar . lembaga.3. Texas (nama diri) Xenon.1c dan 1d di atas. xantat (nama unsur kimia) (2) Untuk penulisan kata-kata biasa yang bukan nama diri. Jika suatu kata terdiri dari atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. Penulisan Huruf a. dan nama lainnya) harus mengikuti EYD. dan lambang dalam matematika. oto-grafi. (1) Untuk penulisan nama diri. misalnya : bio-grafi. Untuk penggunaan huruf x berlaku ketentuan khusus sebagai berikut. 2. hukum. Mexico. Serang Perkumpulan Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908. jalan. Alex.1b. Contoh pemakaian biasa : Rumahnya di Jalan Pajajaran No. Contoh pemakaian dengan pertimbangan khusus : Pamanku dosen Institut Agama Islam Banten.

nama agama. dan kitab suci. Sang Pencipta. Huruf Miring . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat.1. adik. TuhanYesus. ibu. Yang Maha Agung 4. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. Kepada-Mulah. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan. b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda. 5 . Misalnya : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. saudara. termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya : “Ibu bertanya” “Kapan Anton pergi” 3. Misalnya : “KapanBapak berangkat?” tanya Harto. 6. Adik bertanya “itu apa. kakak.dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. “Silakan duduk. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. MahaKuasa . Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya : Selain buku juga penggaris yang dijual Dia hendak ke Sumatera 2. Misalnya : Allah.Dik!” kata ucok.

dikelola. bagian kata. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. 3. tetapi ditipu. surat kabar Suara Karya. mempermainkan. kata. Kantor pajak penuh sesak. Misalnya : Ibu percaya bahwa engkau tahu. majalah. Misalnya : Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. 2. 3. . Misalnya : majalah Bahasa dan Kesastraan. Kata dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. b. Dia bukan menipu. penetapan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. menengok. buku Negarakertagama karangan Pranpanca. Politik divine et impera pernah merajalela di negeri ini. Buku itu sangat tebal. atau kelompok kata. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. sisipan. Penulisan Kata a.1. Misalnya : Huruf pertama kata abad ialah a. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Kata Turunan 1) Imbuhan (awalan. Misalnya : Bergerigi.

tanda tangani Berlipat ganda. Misalnya : adipati telepon mahasiswa swadaya pancasila tritunggal c. huru-hara. Kata Ganti ku. orang tua. Misalnya : Diberi tahu. terima kasih. dannya Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk sigkat dari kata aku dan engkau. kereta api cepat. gerak-gerik. mu. lipat gandakan 3) jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus.besarkan.2) Jika bentuk dasar berupa gabungan kata.awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahului. . unsur-unsurnya ditulis terpisah. kerja sama. mata kuliah. laba-laba. berjalan-jalan. gabungan kata itu ditulis serangkai. buku-buku. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. dibesar. d. kupu-kupu. Gabungan Kata Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. e. rumah sakit. lauk-pauk. termasuk istilah khusus. Misalnya : Anak-anak. ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. biri-biri. Bentuk Ulang dan Kata Ulang Bentuk ulang dan kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan kata tanda hubung. kau. Misalnya : duta besar. meja tulis. beritahukan Bertanda tangan. Misalnya : menggarisbawahi dilipatgandakan menyebarluaskan penghancurleburan 4) Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi.

ke. perhatikan penulisan berikut ini.aku = aku bawa. Akan tetapi. engkau ambil kau = kaubawa. ke. nya = bukunya Misalnya : Bolehkah aku pakai sepeda kamu sebentar? Sepedamu lebih kokoh dari sepedaku.kepada dan daripada . Ia pantas tampil ke depan g. aku ambil ku = kubawa. kamu = sepeda kamu mu = sepedamu aku = rumah aku ku = rumahku Kata ganti nya selalu ditulis dengan kata yang mendahului. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. kecuali didalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti. dan dari Kata depan di. Misalnya : Saya sudah makan di restoran. Kata Depan di. kuambil engkau = engkau bawa. Kata ganti ku dan mu sebagai bentuk singkat dari aku dan kamu. ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. boleh engkau baca buku itu. kauambil Misalnya : Bolehkah aku ambil jeruk ini satu ? Kalau mau. Ibuku sedang ke luar kota. boleh kaubaca buku itu. f. Bolehkah kuambil jeruk ini satu? Kalau mau. Misalnya : .

Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Misalnya : Bacalah buku itu baik-baik. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. badan atau organisasi. jabatan. Misalnya : Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. Jika ayah pergi. dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. -kah. h. nama gelar. Singkatan dan Akronim I. sapaan. Partikel Partikel –lah. 1. Sdr. Misalnya : Muh. 1. adik pun ingin pergi. i. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Singkatan Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. S. Singkatan nama orang. atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Kar Sarjana ekonomi Bapak Saudara Sarjana karawitan 2. Apakah yang tersirat dalam surat itu? Apatah gunanya bersedih hati? 2. E. Misalnya : .Harimau itu marah sekali kepada sang kancil. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. Yamin Suman S. Bpk. S.

Akronim Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. 1. Misalnya : Dll. Misalnya : Cu Kg kuprum kilogram II. Lambing kimia. Misalnya : Akabri Iwapi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia . u.DPR PGRI KTP Dewan Perwakilan Rakyat Persatuan Guru Republik Indonesia Kartu Tanda Penduduk 3. Dan lain-lain Yang terhormat atas nama untuk perhatian 4. Yth. takaran. a. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.p. gabungan suku kata. dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya : ABRI LAN Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Lembaga Administrasi Negara 2.n. timbangan. singkatan satuan ukuran. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf capital. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.

3. Misalnya : pemilu tilang pemilihan umum bukti pelanggaran j. 7.000). 3. 5. D (500). 2. 1. Misalnya : 4.000). 4.000. . VIII. VI. 2. Bilangan utuh Misalnya : Dua belas Dua ratus dua puluh dua 12 222 b. 9 gka Romawi : I. X. Bilangan pecahan Misalnya : Setengah Satu persen ½ 1% 3. 1. II. V. M (1. IX. VII. V (5. 8. C (100). IV. Penulisan lambing bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut. Angka Arab : 0. L (50). Misalnya : Paku Buwono X Paku Buwono ke-10 Paku Buwono kesepuluh Bab II Bab ke-2 Bab kedua Penulisan lambing bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut. Angka dan Lambang Bilangan Angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan atau nomor. M (1. 6. suku kata. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. a. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Didalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi. Penulisan lambing bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. III.000).

Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. Pertama. belanda. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks Bahasa Indonesia. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam Bahasa Indonesia. shuttle cock. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti sanskerta. Kedua. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia. seperti reshuffle. Contoh kaidah yang berlaku bagi unsur serapan : aa menjadi a Paal Baal ae menjadi e aerobe haematite q menjadi k aquarium equator rh menjadi r rhythm rhombus th menjadi t methode thrombosis metode thrombosis ritme rombus ekuator akuarium aerob hematite pal bal . Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya. portugis. atau inggris.Tahun „50-an Uang 5000-an Uang lima 1000-an atau atau atau tahun lima puluhan uang lima ribuan uang lima seribuan 4. arab. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.

Misalnya : Saya ingin pergi.000 b.) 1. Misalnya : Ayahku tinggal di Korea. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.000 13. 2. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. yunani. 1. 3. melainkan biola. A. 5. Misalnya : 24. Tanda titik (. Korea. inggris. tetapi hari itu ujian. Tanda koma (. Misalnya : Saya membeli baju.1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. spanyol. . jepang. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Pemakaian Tanda Baca a. dan las vegas. 2.dsb. tas. 3. Impianku menjadi musisi.) 1. Misalnya : III. Tanda titik dipakai dibelakang angka atau huruf dalam satu bagan. Piano bukan alat music favorit saya. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. atau daftar. dan sepatu. paris. ikhtisar.

pekerjaan belum selesai juga. Hanya ada dua hasil ujian kita itu : lulus atau tidak lulus. Adik mendengar music. Misalnya : Malam semain larut.” c. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.Misalnya : Kalau hari hujan.) 1.” kata Ibu. “karena kamu lulus. saya tidak akan datang. 2. penghapus. Misalnya : Ayah menonton televisi. 2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Tanda titik dua (:) 1.” “Saya gembira sekali. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. dan penggaris. Misalnya : Ketua Sekretaris Bendahara : Kim Jae Joong : Kim Jun Su : Sim Chang Min . ia lupa akan janjinya. Tanda titik koma (. saya sendiri asyik mengerjakan tugas. “saya gembira sekali. d. 4. Ibu sibuk memasak. Misalnya : Kata Ibu. Misalnya : Kita sekarang memerlukan alat tulis : pensil. Karena sibuk.

) 1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang member penjelasan di luar bangun kalimat. Misalnya : Kalau begitu … ya. 1. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Tanda ellipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. marilah mulai pindah.e. Misalnya : p-e-n-y-a-n-y-i 26-01-1986 f. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. 2. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. Misalnya : Anak-anak Berulang-ulang 3. Misalnya : 1986-1990 Tanggal 25-26 Januari 1986 Korea-Jepang Tanda Ellipsis ( … ) 2. Tanda hubung (-) 1. Tanda pisah ( . Misalnya : Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai-diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti „sampai‟. g. . Misalnya : Disamping cara itu ada juga cara baru.

Tanda seru (!) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Tanda Tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. 1. Misalnya : Ia dilahirkan pada tahun 1992 (?) Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang i. (b) tenaga kerja. Tanda Tanya (?) 1. 2. Tanda ellipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. ketidakpercayaan.2. dan (c) modal. Tanda Tanya dipakai pada akhir kalimat Tanya. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. . Misalnya : faktor produksi menyangkut masalah (a) alam. ataupun rasa emosi yang kuat. h. Misalnya : Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Merdeka! Tanda kurung ( (…) ) j. Misalnya : Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. Misalnya : Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Misalnya : Kapan ia berangkat? Kemana ia pergi? 2. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Misalnya : Kata Tono. Misalnya : Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu.” kata Mira. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Misalnya : “Saya belum siap. Tanda kurung siku mengapit huruf. 3. kata.k. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam Tempo. Tanda petik mengapit judul syair. Tanda kurung siku ( […] ) 1. 2. karangan. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” m. Misalnya : Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemersik.” 2. Misalnya : Tanya Basri. 1. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Tanda petik (“…”) l. “Saya juga minta satu. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Misalnya : Persamaan kedua proses ini (perbedaannya [lihat halaman 26] tidak dibicarakan) perlu dibentangkan di sini. . Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.” Tanda petik tunggal ( „…‟ ) Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. 1.

atau tiap. Jelaskan Pengertian dari Ejaan! Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek. 7/PK/1973 Jalan kramat II/10 2. o.n. Misalnya : Mahasiswa/mahasiswi Harganya Rp 150. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan. Tanda penyikat atau Apostrof ( ` ) Tanda penyikat atau apostrof menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Misalnya : No. Misalnya : Malam „lah tiba 1 Januari `86 (`lah = telah) (`86 = 1986) Lampiran Soal : 1. Tanda garis miring ( / ) 1. 2. atau. sebutkan 5 aspek! .00/lembar.

the verb is "passive". For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother Active and Passive (Aktif dan Pasif) If someone does something to someone or something. the noun or subject comes before the predicate or adjective. then. but not always. the recipient will be the subject of a passive sentence. the verb that describes that action is a transitive verb. the verb is preceded either by : (1) short forms of the intimate pronouns (ku-. b. The person or thing that receives the action of the action is the recipient. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. There is one basic difference with Indonesian sentence structure. Often. which means the verb takes the prefix meN-*.3. c. The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. In Indonesian. Often. the agent will be the subject of an active sentence. kau-) or di-. but not always. the "passive" form of the verb is used. In the passive. The one who does the action is the agent. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. or by . If the recipient of the action is the main concern of the sentence. a. Bagaimana pemenggalan kata dari : Kesetiaan Metropolitan Kemerdekaan Kapan Huruf Kapital dipakai dalam penulisan huruf? Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English. 4. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. the "active" form of the verb is used. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is passive. In Indonesian.

Except for sentences where the verb is in a yang phrase. if the agent and/or the action is the main concern of the sentence. to parallel English . NOTHING (no auxiliary word such as bisa.. The exception is if the verb is in a "yang phrase" and the agent is not in that phrase. object focus (object = the recipient of the action). the agent will be the subject of an agent focus sentence.but it's more accurate to use agent focus (agent = the one who does the action) vs. With subject /predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb. Bapak.. In Indonesian. beliau). then. which means the verb takes the prefix meN-*. and often precedes the verb. etc. In the case of third person passive. kalian. If the agent is in the "yang phrase" with the verb. akan. (This sounds more confusing than it is..(2) the full forms of the formal pronouns (saya.. Anda. the agent is the predicate and the verb in the "yang phrase" is active. or by the plural pronouns (kami. KERTAS-KERJA (worksheet) MENGENAI (concerning) AKTIF DAN PASIF = agent focus and object focus Note: some Indonesian grammars talk about active and passive. kita... the noun or pronoun(-nya) which designates the agent comes after the verb. the subject of a passive verb is the recipient. If someone does something to someone or something. Saudara. etc. Often. the verb that describes that action is a transitive verb. The person or thing that receives the action of the action is the recipient or object. harus. the "active" [= agent focus] form of the verb is used. click here..) comes between the pronoun form and the verb stem. The one who does the action is the agent. optionally preceded by oleh ("by"). consider the following: . Example In all cases. but not always. the verb is "passive" [ = object focus]."My mother bought the mat" / "The mat was bought by my mother" -. mereka).

The exception is as mentioned above: if the verb is in a "yang phrase" and the recipient is not in that phrase. or by (2) the full forms of the formal pronouns (saya. etc.Ibu saya membeli tikar itu = "My mother bought the mat. With subject/predicate inversion the recipient-subject may come after the passive verb. = "My mother is the one who bought the mat "yang membeli tikar itu" is the subject. Ibu saya menjual tikar..the new information: in the first case "membeli tikar itu. "ibu saya" is the predicate Keep in mind -. Often. Anda. akan. kau-) or di-. In all cases." "ibu saya" is the subject. "membeli tikar itu" is the predicate Ibu saya yang membeli tikar itu.") If the recipient of the action is the main concern of the sentence. the recipient is the predicate and the verb in the "yang phrase" is object focus.) comes between the pronoun form and the verb stem. mereka).the subject of a sentence is what we're talking about: in the first example. Tikar itu dijual ibu saya. Tikar itu Ibu jual." in the second "ibu saya. the verb is preceded either by (1) short forms of the intimate pronouns (ku-. the subject of a passive verb is the recipient. Except for sentences where the verb is in a yang phrase. EXAMPLE: ACTIVE PASSIVE Saya menjual tikar. In the case of third person passive. or by the plural pronouns (kami.beliau). Saudara. but not always. etc. In the object focus." the predicate of a sentence is what we're saying about the subject -. NOTHING (no auxiliary word such as bisa. optionally preceded by oleh ("by"). the "passive" [ = object focus] form of the verb is used. kalian. it's "ibu saja" but in the second it's "yang membeli tikar itu. the recipient will be the subject of a object focus sentence. Bapak. and often precedes the verb. harus. the noun or pronoun (-nya) which designates the agent comes after the verb. Tikar itu saya jual. Ibu(=you) menjual tikar. EXERCISE: . kita.

the second four in 2nd person passive. 1st pers 2nd pers 3rd pers lihat tambah pakai beli dengar cari beri tulis ambil kirim suruh lawat . one in passive. the first four in 1st person passive. the third four in 3rd person passive.Write two sentences for each of the following words. one in active.

Many stative words (both verbs and adjectives) can add -kan and then become transitive verbs. I have to put my sister to sleep. and DO NOT TAKE MEN-. + (p).(m)= mem-. do not have a recipient/object.b.j.forms: + r.aeiou. With the -kan suffix.w. + (t).(n)= men-. EXAMPLE: Adik saya mau tidur. + (k). siap ('ready') .*meN. describing the activity of causing the state to happen to a recipient. 1. kawin 2.l. EXERCISE: Write two sentences for each of the following words. For words 1-4 use -kan with the meN. I don't have to put " " " . My little sister wants to sleep.c. ETC. and therefore CANNOT focus on it. Such words are not transitive. Saya harus menidurkan adik saya. the other using -kan. + (s). Adik saya tidak usah saya tidurkan. repot 3. pindah 4. DI-.y= me-.d.prefix.(ny)= meny- KERTAS KERJA MENGENAI -KAN CAUSATIVE -KAN: Instead of describing an action that somebody does to somebody or something. one using the form without prefixes/suffixes. a word can describe a state or condition. indicating a state or condition. for words 5-8 use -kan with any form of the object focus.g.h.(ng)= meng-. the verb can then be agent or object focus.

lahir 8. OR Ali mencarikan kamus untuk temannya. Ali mencarikan temannya kamus.never mind about the passive for this exercise. adding -kan makes it possible for them to take another recipient. one with the ordinary transitive (without -kan). dekat 7. EXERCISE: Write two sentences for each of the following verbs. and the other with the benefactive -kan suffix. This recipient is a person who benefits from the action of the verb.5. OR Kamus itu dicari Ali. Temannya dicarikan kamus oleh Ali. habis BENEFACTIVE -KAN With verbs that are transitive without -kan (like those in the examples on the worksheet on active and passive). EXAMPLE: Ali mencari kamus. Kamus dicarikan Ali untuk temannya. in addition to the one they take without -kan. rusak 6. cari ambil tulis beli baca bungkus . Make all the sentences active -.

could NOT also be expressed as Siapa yang mau Anda bercerita tentang or Tentang anak saya.as intransitive verbs.see the grammar section and exercises in Wolff which cover this -. and FOR THIS SET OF WORDS (not all) that means using beR-. and it's easier just to remember them -. 2.VS. . At this point. If there is no recipient. a 3rd possibility is imperative. This is my kid. which means they are either active (agent focus) or passive (recipient focus). these words can then have recipients.Siapa yang mau Anda ceritakan? 3. Notice that in sentences 1 and 3. EXAMPLE: 1. MEN--KAN / DI--KAN Some words are prefixed with beR.in their intransitive form. The important thing to remember is that if there is a recipient (of the verb. just like any other transitive verb. however. John works in town. the verb must be transitive.Saya mau bercerita tentang anak saya.KERTAS KERJA MENGENAI BER. that means adding -kan. Putting the recipient at the front of the sentence makes the sentence focus on it. when meN. 5. you know only a limited number of these words.Ini anak saya yang baru saya ceritakan.since not all intransitive verbs will take beR-.Saya mau menceritakan anak saya.Apa yang dikerjakan Jon di kota? 7. What is it that John does (= works on) in town? John sells bananas in town.Jon bekerja di kota. and you have to have a transitive (and object focus) verb to handle such situations. the verb is intransitive. and not all words which are made transitive with -kan can also take beR. they do not indicate an action which has a recipient.John menjual pisang di kota. that I was just now telling about. I want to tell about my kid. 4. Sentences 2 and 4. If -kan is added to the root word. For this set of words. 6. however. bercerita tentang gives the same information as menceritakan. Who is it you want to tell about? I want to tell-about my kid. not of a preposition).is not used. saya baru bercerita.

Mobil saya tidak bisa saya jalankan. -kan: EXAMPLES: Orang-orang berkumpul di warung. Bu Henry mengumpulkan buku. Saya ingin berjalan di desa. meaning to do a specific act of studying. since the recipient (=apa) is in front of the verb. asking about what (=apa) it is that John does forces the verb into the object focus as well. one with meN--kan. The verb ajar becomes belajar in its intransitive form (meaning to study something in a general way. one with meN--kan. and one with some form of the object focus and -kan. on with beR-. Henry gathers together the books.or meN/di. People gather at the food stall. one with beR-.In sentence 6. to take a course in something). Ms. I can't get my car going today because it's too cold. EXERCISE: Write three sentences for each of the following. Notice that sentence 7 answers the question asked in sentence 6 WITHOUT using any form of the verb kerja. bicara tanya ajar Some verbs change their meaning somewhat. and be equally correct. and one with some form of the object focus and -kan. but becomes pelajari (with meN. You could say Jon mengerjakan apa di kota. depending on whether they have beR.etc. hari ini karena terlalu dingin I want to walk in the village. EXERCISE: Write three sentences for the following words. .or di-/Anda /saya) as the transitive form.

kumpul jalan Make these sentences DIFFERENT than the examples given! .

the recipient shows a LOCATION and IT DOES NOT GET MOVED OR CHANGED by the action of the verb. the first cannot: Korsi itu diduduki Ali. -i means that the recipient is the place or person where the action ends up -. " " However. the suffix -i makes it possible for roots that would not otherwise have recipients to have them. In other words. meN. (Also. NO SUFFIX Like -kan. Ali sits in the chair. We plant beans in the garden. it sounds fairly weird to use "menduduki" for Ali and the chair -. while the second sentence can be made passive (like any other active sentence).") Some verbs can be transitive without -i. The chair is sat in by Ali.usually the -i form is used in the sense of "occupying.KERTAS KERJA MENGENAI -I VS. it makes an intransitive word into a transitive verb (= a verb that can be made active or passive). . Unlike -kan. In many cases. ke or dari can substitute for the transitive verb.root -i: Ali duduk di korsi. -KAN VS." as in "Tentara menduduki negara musuhnya. You cannot have the sentences " Di korsi Ali duduk" or "Korsi Ali duduk di" in correct Indonesian. Ali menduduki korsi. the root plus the prepositions di. and take locational recipients when -i is added: Kami menanam kacang di kebun.

Kebun kami tanami (dengan) kacang. We have to walk on this road. " " . Tuti memasukkan buku ke lemari. Kita harus menjalani jalan ini. Some words that describe a state or condition can use either -kan or .Kacang kami tanam di kebun. Beans are planted by us in the garden. The garden is planted by us with beans. Tuti enters into the office.i to form transitive verbs with different kinds of recipients: Tuti masuk ke kantor. cupboard. Buku dimasukkan Tuti ke lemari.when they are intransitive (especially if they could be understood as a noun if they don't have any affixes). Kantor dimasuki Tuti. " " The office is entered by Tuti. The books are put by Tuti into the A few words can be used with -kan and -i (when they're transitive) AND with beR. jalan is about the only example of this we've seen so far: Kita harus berjalan di jalan ini. Tuti puts books into the cupboard. Kami menanami kebun dengan kacang. We plant the garden with beans. Tuti memasuki kantor.

We have to get this car going. Yang sedang ____________________(baca) Jon.Kita harus menjalankan mobil ini. Sekolah di desa itu yang mau saya ____________________(kunjungi). majalah itu. . Siapa yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 7. Jon mau ____________________(lihat) pemandangan yang indah. Saya mau ___________________ (kunjungi) sekolah di desa. Apa yang perlu ____________________(tanyakan)? 4. 1. LATIHAN AKTIF/PASIF Tulis bentuk aktif ATAU bentuk pasif untuk kalimat ini. Apa Ibu yang sedang ____________________(baca) majalah itu? 5. 2. 8. 3. Apa yang sedang Ibu ____________________(baca)? 6.

Petani di sini sering ____________________(tanam) sayur-sayuran di pematang (dikes). Jagung (corn) sering ____________________(tanam) di mana? 14. Apa yang harus ____________________(kerjakan) bibi saya? 18. 11. 20. O.9. Sawah itu sudah ____________________(tanami) apa? 13. 17. Bibi saya ____________________(masuki) kantor kepala sekolah. Buku-buku harus ____________________(masukkan) bibi saya ke dalam lemari buku (="bookcase"). Jalan mana yang mereka ____________________(lewati)? 10. Apa yang ____________________(tanam) di pinggir sawah? 15. Keadaan di desa mau ____________________(lihat) Jon. saya ingin ____________________(pelajari) pendidikan di sini. Apa yang ____________________(tanami) ubi? 16. 19. Petani di sini sering ____________________(tanami) pematang dengan sayur-sayuran. . 12. Apa yang mau Saudara ____________________(pelajari)? 21.

Barang-barang yang sudah anda ____________ (beli) berat sekali. Yang ____________________(bicarakan) guru kita tadi. beR-. Keluarga Sudarmo sering ____________(duduki) kursi-kursi di kamar duduk. guru kita. 3. Kebanyakan pembeli ____________(pulang) pada siang hari untuk ____________ (istirahat). Practice with prefixes and suffixes (meN-.22. di-. Pak Jon yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan. 24. Kota Jakarta ____________(duduki) orang Belanda selama perjuangan. 6. 2.5. 4. -kan: 1. apa? 25. Kita dapat _____________ (pilih) kaset musik gamelan. 7. Siapa yang ingin ____________________(pelajari) pendidikan? 23. Setiap hari penduduk Jalan Lembang _______________(bangun) oleh suara adzan. Ø. ____________________(bicarakan) Pelajaran 12. .

karena tidak baik. 9. Rumah makan itu tidak dapat saya ____________ (anjurkan). Kopor yang berat itu tidak dapat saya _____________ (bawa). Kamar harus anda ____________ (pesan) dahulu di losmen itu.8. Bambang akan ____________(kunjungi) saudara sepupunya di Wonosobo. 15. 16. Karcis Sulastri ____________ (periksa) pembantu kepala setasiun. 18. 14. 10.20. 12. Siapa yang sedang _____________ (baca) anak itu majalah?* BENEFACTIVE KAN 13. 17. 19. Stupa itu masing-masing ____________ (kandung) patung Buddha. 11. Jumlah mahasiswa di Universitas Gajah Mada ____________ (lebihi) delapanbelas ribu. Pakaiannya sudah ____________(masuk) Sulastri ke dalam kopornya. mudahmudahan teman saya akan _____________ (bawa) saya kopor itu. Kami akan ____________(libur) di Pulau Bali tahun depan. *BENEFACTIVE -KAN . Perhiasan perak ____________ (buat) oleh orang yang ____________ (kerja) di pabrik perak itu.

Dewasa ini Republik Indonesia ____________(perintah) oleh pemerintah di Jakarta. 23. Kain batik ____________ (jual) di bagian pakaian. Akhirnya kereta api itu siap _____________(angkat). Pembatik itu sedang ____________ (guna)canting.pakailah peN-. meN-. 3. Ibu Sudarmo sedang ____________ (siap) makan pagi di dapur. 27. Sedikit lagi -. Meja yang ____________(bentuk) bundar harus anda ____________ (letak) di sebelah kursi besar.21. Ada banyak _________________ (kunjung) yang _________________(kunjung) ke keraton di Yogya. 22. 25.2. 24.26. Saya tidak suka ____________(pakai) celana jengki. 28. beR-. Apa yang akan Anda ____________________(kunjungi) nanti sore? . or nothing: 1.

. anjurkan (saya anjurkan = 1st person passive. beli (anda beli = 2nd person passive) 8. menduduki 3. “put in”) 14. pulang 5. membacakan (= benefactive -kan) 13. diduduki 4. 9. berlibur 9. Here is the key for the exercise -.5. mengandung (masing-masing = “each”.4. “I can’t recommend this restaurant. Wayang kulit dapat ____________________(tonton) oleh ____________________(tonton) di depan keraton. dimasukkan (= “caused to enter”.10. pesan (2nd person passive) . diperiksa 10.) 12.don’t peek prematurely. dibangun would mean “built. beristirahat 6. dibangunkan (=“awakened”. 1. memilih 7. mengandung = “contain”) 11. erected. Inginkah Anda ____________________(bawa) alat ____________________(potret) ke Candi Prambanan? 6. 8.7. Orang yang ____________________(ajar) di universitas disebut “mahasiswa” atau “ ____________________”(ajar). _______________(duduk) Yogya sangat suka para turis yang kaya..”) 2.

pelajar . letakkan (2nd person passive) 27. menyiapkan 25. penonton 8. kunjungi (2nd p. bekerja 18. berangkat 22. pemotret 6. diperintah 28. ditonton 7.15. passive) 4. memakai 23. menggunakan 1. dijual (agent not mentioned -. berkunjung 3. mengunjungi 16. bawa (1st person passive) 20. dibuat 17. belajar 10. pengunjung 2. membawa 5. penduduk 9. melebihi 19.“sold (by somebody)”) 24. berbentuk 26. membawakan (= benefactive -kan) 21.

atas bawah depan muka belakang dalam luar samping sebelah antara tepi seberang "top. . and preposition dari (from) indicates movement away. Preposition ke (to) indicates movement toward. These prepositions can be combined with a set of locative pronouns. Preposition di (in. Anak-anak itu berenang ke seberang sungai. Sepatu ada di bawah tempat tidur. These three locative prepositions also can be combined with a set of locative nouns which indicate location in relation to the following noun. and dari. on) indicates that the action occurs in the place indicated by the following noun and there is no movement. at. ke.PREPOSITION Locative prepositions are: di. situ 'there' (not far off). under" "front" "front" "back" "inside" "outside" "side" "side" "between" "edge" "other side" EXAMPLES: 1. Shoes are under the bed. The locative pronouns are sini 'here' (near speaker). and sana 'there' (far off). 2. above" "beneath. which indicate position in relation to the speaker.

For example : Buku saya Kucing hitam Adik laki-laki paman saya my book black cat my uncle's younger brother BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. the noun or subject comes before the predicate or adjective. Arizal Effendi. Adik saya mengeluarkan pensil dari dalam tasnya. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns.Those children swim to the other side of the river. Sabtu (22/2). There is one basic difference with Indonesian sentence structure. . Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. In Indonesian. Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta. Read the article below carefully. My younger brother/sister pulls a pencil out of his/her bag. 3. Departemen Luar Negeri RI.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS. Kompas . Word Order (Susunan kalimat) The basic word order of Indonesian is very similar to English.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri). melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. Homeland Security Department.Ditambahkan. to be delivered to be led to promise to own to work Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin meN + janji + kan me + milik + i be + kerja . dan Badan Intelijen Negara (BIN). AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. Departemen Sosial (Depsos). jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu). (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. dan Deplu AS. AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Departemen Kehakiman (Depkeh). 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin menjanjikan memiliki bekerja Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. Dikatakan. Hak Asasi Manusia (HAM). AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. Departemen Kehakiman. to be accepted to be informed. Meskipun tidak memiliki perjanjian.

That poor maid is treated badly by her boss. renewal flexibility. allowance necessity. guarantee. bail census broadcast press conference information embassy arrest. obligation. to vote to take care of to be allowed. . to be permitted to monitor to assist. needs. commitment safety extension. Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. detention duty.menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. That letter was delivered by the postman to the Budiman family.

Sesampainya di rumah. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Demikian siaran pers dari Bidang Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima Kompas di Jakarta. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. Kompas . Arriving at home. Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. Sabtu (22/2). Nico informed his mother about that very good news. That car has a five year has a five year warranty. The Suharto family own many companies. The extension of the working permit is issued by the immigration office. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Wajib lapor itu terjadi karena AS lewat Immigration and Naturalization Service (INS) mewajibkan warga dari banyak negara yang berada di AS melakukan itu dalam rangka pendataan. Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. . Read the article below carefully. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. The ownership of those companies is illegitimate.Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan jaminan bahwa warga negara Indonesia (WNI) akan diperlakukan dengan baik ketika melaporkan diri kepada pejabat imigrasi AS. Indonesian-English Dictionary AS Janjikan Berlaku Baik pada WNI Jakarta.

AS juga menjanjikan tidak akan ada deportasi maupun penahanan massal terhadap WNI yang tidak memiliki dokumen sah untuk tinggal atau bekerja di AS. AS juga memberikan perpanjangan masa registrasi bagi WNI hingga 25 April 2003. AS akan tetap memberitahukan ke Perwakilan RI di AS jika terdapat WNI yang terpaksa harus ditahan dan akan dideportasi. Departemen Sosial (Depsos). AS menegaskan kewajiban lapor dari INS tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan Indonesia. Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ditambahkan. Homeland Security Department. Dikatakan. Hak Asasi Manusia (HAM). Pihak KBRI di Washington dan semua Konsulat Jenderal RI di AS diperbolehkan memantau langsung proses registrasi dalam rangka membantu WNI yang melakukan registrasi. to be accepted to be informed. to be delivered to be led Words in italic are the base/root words meM + beri + kan di + per + laku + kan me + lapor + kan me + wajib + kan me + laku + kan di + terima di + sampai + kan di + pimpin . Kelonggaran waktu hingga empat bulan akan diberikan kepada WNI yang secara sukarela memilih pulang ke Indonesia untuk mengurus berbagai keperluan pribadi berhubungan dengan pendataan itu. Departemen Kehakiman (Depkeh). Departemen Kehakiman. Meskipun tidak memiliki perjanjian. jaminan itu disampaikan oleh sejumlah instansi di AS yang menangani langsung registrasi seperti INS. dan Deplu AS. dan Badan Intelijen Negara (BIN). (*/MON) Bacaan diambil dari Kompas Minggu. Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). melainkan hanya suatu program jangka panjang yang terkait dengan masalah keamanan nasional AS. 23 Februari 2003 Kata kerja memberikan diperlakukan melaporkan mewajibkan melakukan diterima disampaikan dipimpin Verbs to give to be treated to report to require to do to be received. Arizal Effendi. Departemen Luar Negeri RI. Kepada delegasi Indonesia yang beranggotakan unsur-unsur dari Departemen Luar Negeri (Deplu).Jaminan itu disampaikan AS kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa.

That poor maid is treated badly by her boss.menjanjikan memiliki bekerja menangani menegaskan dimaksudkan mendiskriminasikan memberikan diberikan memilih mengurus diperbolehkan memantau membantu memberitahukan ditahan dideportasi meN + janji + kan me + milik + i be + kerja meN + tangan + i meN + tegas + kan di + maksud + kan meN + diskriminasi + kan meM + beri + kan di + beri + kan meM + pilih meNG + urus di + per + boleh + kan meM + pantau meM + bantu meM + beritahu + kan di + tahan di + deportasi to promise to own to work to handle to stress to be aimed to discriminate to give to be given to choose. . commitment safety extension. needs. guarantee. to vote to take care of to be allowed. bail census broadcast press conference information embassy arrest. obligation. detention duty. to be permitted to monitor to assist. errands Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Pembantu yang malang itu diperlakukan tidak baik oleh majikannya. renewal flexibility. to help to inform to be arrested to be deported Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words pemerintah jaminan pendataan siaran siaran pers penerangan kedutaan penahanan kewajiban keamanan perpanjangan kelonggaran keperluan peM + perintah jamin + an peN + data + an siar + an peN + terang + an ke + duta + an peN + tahan + an ke + wajib + an ke + aman + an per + panjang + an ke + longgar + an ke + perlu + an government warranty. allowance necessity.

Pedagang obat jalanan itu memberikan jaminan bahwa obat-obatannya aman. Indonesian-English Dictionary Tenganan. Read the article below carefully. The ownership of those companies is illegitimate. Bali. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. That street medicine seller gives assurance that his medicines are safe. Arriving at home. Mangku . Desa dengan luas area sekitar 1. Bendesa Adat. Kepemilikan perusahaan-perusahaan itu tidak sah. apa yang akan (bisa) dibawa oleh Otonomi Daerah bagi wilayah yang dihuni sekitar 600 jiwa ini. Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU. Sesampainya di rumah. Other important words are in PURPLE. Surat itu disampaikan oleh pak pos kepada keluarga Budiman. Mobil itu mempunyai jaminan selama lima tahun. Perpanjangan izin kerja itu dikeluarkan oleh kantor imigrasi. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian. That letter was delivered by the postman to the Budiman family.496. Nico memberitahu ibunya tentang berita yang sangat bagus itu. Desa ini terbilang tetap tegar bertahan dalam arus perubahan zaman yang pesat dari teknologi informasi. The extension of the working permit is issued by the immigration office.002 hektar itu kini juga menanti-nantikan. Nico informed his mother about that very good news. Bisakah Tetap "Asli" TENGANAN adalah sebuah desa terpencil di Kabupaten Karangasem. The Suharto family own many companies.Perlakuan majikan itu terhadap pembantunya sangat buruk The treatment of that boss to her maid is very bad. sekitar 65 kilometer dari Kota Denpasar. Apakah kepanjangan dari "DIKTI?" What does "DIKTI" stand for? BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. That car has a five year has a five year warranty. Keluarga Suharto memiliki banyak perusahaan.

" ujarnya.000 sampai nyaris Rp 1 juta. wisatawan harus melalui "gerbang" sempit yang cukup lewat satu orang. walaupun nantinya sudah menerima masukan dari "dunia luar". karena awig-awig tetap memiliki peran dan fungsi sentral. ." ujar Mangku Widia. Memasuki kawasan ini. Begitu kaki melangkah ke art shop di dekat pintu masuk. *** TENGANAN identik dengan kain geringsing. Tidak ada tiket masuk ke desa yang sekaligus menjadi obyek wisata itu. dan diperkirakan akan efektif pada bulan Mei mendatang. karena di sana berlaku sistem barter yang didasarkan pada kepemilikan kolektif atas tanaman. kami tidak mungkin hidup sendiri. "Tahun 1966 di sini lebih ramai daripada kunjungan di Bali Beach di Sanur. Kesan bahwa penanganan pariwisata di desa ini tidak dikoordinir dengan baik mulai terasa begitu kaki melangkahi gerbang utama. namun belanja souvenir mereka kurang." ujar Mangku Widia. sawah. "Kami tahu bahwa Otonomi Daerah itu dimulai tahun ini.Widia mengungkapkan hal itu saat berbincang dengan Kompas di rumahnya yang juga merangkap sebagai art shop pertengahan Januari 2001. dengan berpegang pada awig-awig atau peraturan adat desa yang sudah ditulis sejak abad 11--diperbarui tahun 1842 karena yang asli terbakar--Tenganan berhasil tegak di tengah arus keras perubahan. tetapi. Dengan Candidasa yang berdekatan dengan lokasi desa itu saja. langsung ada tawaran kain geringsing seharga Rp 400. Ubud. Jumlah pengunjung memang menunjukkan peningkatan." tambah Mangku Widia. "Selama ini pengaruh pariwisata terhadap masyarakat kami memang masih sedikit. bisa dijejaki sejak tahun 1960. Jelas. Selama ini. lalu bagaimana seharusnya mengelolanya. dan kerbau yang ini dibiarkan berkeliaran bebas di kawasan desa. namun komunikasi kami justru mulai terbuka. Dengan Otonomi Daerah." tambahnya. tentu tidak akan bisa cepat berubah begitu saja. Dibanding kain-kain pabrikan yang dijumpai di toko-toko tekstil. Tenganan tetap bertahan dengan tiga balai desanya yang kusam. Ketika Kuta sudah penuh gebyar dengan kehadiran hotel dan arus wisatawannya yang melimpah." ujar Mangku Widia. Sebelum masuk wisatawan harus menyumbang sukarela kepada petugas di bangunan kayu semipermanen. Roda kehidupan masyarakat Tenganan. Jangankan dengan Kuta. dengan deretan rumah adat yang satu sama lain persis sama dan bertahan dengan keturunan yang dipertahankan keasliannya dengan perkawinan sesama warga desa. Wisatawan harus mengisi buku tamu. "Kami perlu komunikasi. "Namun. sekilas pandang bisa diketahui bahwa setiap lembar kain geringsing adalah lembar yang eksklusif--sifat yang melekat pada barang buatan tangan. Mangku Widia malahan "menawarkan" diri untuk berubah. Sekarang yang perlu dilihat adalah potensi kami. atau Sanur. sampai sekarang kami belum mendapatkan petunjuk yang jelas. Tidak jelas benar berapa penghasilan per kapita penduduk Tenganan. Tentang usia pariwisata di desa yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Amlapura ini. Kami juga perlu berhubungan dengan dunia luar. Jangan heran dan kaget. *** TENGANAN selama ini kurang "terdengar" dalam peta pariwisata. "Dalam satu dua tahun terakhir ini meskipun jumlah pengunjung meningkat. Tenganan kalah top. Sementara Candidasa sendiri baru mulai dirambah wisatawan tahun 1985.

Mangku Widia bercerita. jika ada hal-hal yang "khas" di Tenganan selain masyarakatnya sendiri-yang memunculkan perasaan halus berbau ironis ketika menyaksikan "keterasingan" dan kesederhanaan mereka. benarkah yayasan tersebut bisa menangkap "napas" masyarakat Tenganan yang kental dengan kultur warisan tahun abad ke-11? Ataukah mereka tidak peduli akan masyarakat Tenganan melainkan diri mereka sendiri? Atau . Seterusnya. Agar warna bisa merasuk ke dalam serat-serat benang. perlu proses tiga hari. 12 Maret 2001 Kata kerja bertahan menanti-nantikan dibawa dihuni mengungkapkan Verbs hold out. (bur/rik/isw) Bacaan diambil dari Kompas Senin. dari akar sunti dari Nusa Penida. prosesnya panjang. harapan Mangku Widia sudah sepantasnya mendapatkan sambutan yang layak dari mereka yang berkecimpung dan memegang otorisasi di bidang pariwisata. Kita hanya bisa mendoakan. dan akhirnya kami mengetahui caranya. dari yang terbaik sampai yang terburuk. sudah ada sebuah yayasan di Jakarta--dia lupa namanya--yang beberapa tahun terakhir ini melakukan penjajakan untuk membuat eco-tourism di kawasan Tenganan. masyarakat Tenganan sebaiknya dilatih untuk bisa menangkap peluang pariwisata." Persoalannya. Warna merah. Sementara warna kuning berasal dari minyak kemiri. Pengerjaannya pun makan waktu lama. karena warna yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan. yang juga pelopor kerajinan anyam-menganyam ata ini.Harga setinggi itu diberikan untuk kain selebar dua jengkal tangan dengan panjang seperti selendang. "Kami menghendaki guide lokal. berbagai kemungkinan terbuka. butuh perlakuan khusus. "Kami berusaha memperbaiki sendiri tameng yang kami beli dari luar itu. tahun kedua mulai dilakukan komunikasi dengan desa adat. agar bisa muncul. semoga Tenganan yang penduduknya disebut Baliaga (Bali asli) tetap merupakan Bali yang "asli" yang tidak lagi terkesan muram karena kusam. to utter Words in italic are the base/root words ber + tahan menanti-nanti + kan di + bawa di + huni meNG + ungkap + kan . "Kami sadar jika ini tidak segera diurus. karena kain geringsing hanya diproduksi di Tenganan. perlu pemrosesan selama satu bulan tujuh hari.." kata I Nengah Kedep. Kerajinan ini mulai dikenal di Tenganan setelah ada tameng (perisai) yang rusak dalam acara geret pandan-tarian pemuda. tentu akan membunuh potensi pariwisata kami sendiri. Ternyata itu mudah. survive to wait on and on to be carried to be occupied to pronounce. Kekhasan kerajinan tangan lainnya yaitu anyaman ata--bahan dasar yang didapat dari Pulau Flores. misalnya. Tahun pertama diawali dengan peta jalur (tracking)." tutur Mangku Widia yang sebelum bertemu Kompas bercengkerama dengan sejumlah petugas dari Dinas Pariwisata. Harga setinggi itu bisa dikatakan tinggi dan bisa juga tidak. Tetapi.. tanpa harus melanggar awig-awig tinggalan para leluhur. Jika dimungkinkan. semuanya secara total mencapai lama pemrosesan (cuci-jemursimpan) secara tiga bulan. Warna kuning. Alangkah idealnya. tambah Mangku Widia. Nah. Warna merah.

t. line descent. to be started to be guessed. to be let alone roam or wander about. by means of to contribute. swarm about opened followed on the trail to clear away. the center instruction.t. be in contact to receive to own heard. to be renovated to be maintained. become different related to s. to increase Kata benda perubahan pertengahan petunjuk peraturan kehadiran deretan keturunan keaslian perkawinan Nouns change. tasted to step to enter to pass through or by.berbincang dimulai diperkirakan merangkap mendapatkan berpegang ditulis diperbarui dipertahankan menawarkan berubah berhubungan menerima memiliki terdengar dikoordinir terasa melangkahi memasuki melalui menyumbang mengisi berlaku didasarkan dibiarkan berkeliaran terbuka dijejaki dirambah menunjukkan meningkat ber + bincang di + mulai di + per + kira + kan me + rangkap meN + dapat + kan ber + pegang di + tulis di + per + baru + i di + per + tahan + kan meN + tawar + kan ber + ubah ber + hubung + an meN + terima me + milik + i ter + dengar di + koordinir te + rasa me + langkah + i me + masuk + i me + lalu + i meNY + sumbang meNG + isi ber + laku di + dasar + kan di + biar + kan ber + keliar + an ter + buka di + jejak + i di + rambah meN + tunjuk + an meN + tingkat to chat to be begun. originality marriage Words in italic are the base/root words per + ubah + an per + tengah + an pe + eunuch per + atur + an ke + hadir + an deret + an ke + turun + an ke + asli + an per + kawin + an . to donate to fill be valid. be in effect based on to neglect. to be defended to offer change.. alteration the middle. audible to be coordinated felt. to raise. double as to get base on. to be estimated serve concurrently as. to mount. to hold on to be written to be renewed. to point out s. to cut down to indicate. offspring authenticity. guideline regulation presence row.

existence be adjacent handling tourist employee. Visitors to that isolated beach are mostly tourists from abroad (foreign countries). overflow. plentiful at the same time have a distance area influence Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Sudah lama dia menanti-nantikan kedatangan pacarnya.kehidupan berdekatan penanganan wisatawan petugas bangunan penghasilan penduduk kepemilikan kunjungan pengunjung peningkatan ke + hidup + an ber + dekat + an peN + tangan + an wisata + wan pe + tugas bangun + an peNG + hasil + an peN + duduk ke + pe + milik + an kunjung + an peNG + kunjung peN + tingkat + an life. It has been for a while she waits on and on for her boyfriend. . functionary building income population ownership visitation visitor the increase Kata-kata penting lainnya Other important words Words in italic are the base/root words terpencil terbilang terbakar melimpah sekaligus berjarak kawasan pengaruh ter + pencil ter + bilang ter + bakar me + limpah sekali + gus ber + jarak isolated. Suara bom itu terdengar sampai ke kawasan yang berjarak dua belas kilometer dari pusat ledakan. Para pengunjung ke pantai yang terpencil itu kebanyakan wisatawan dari manca negara. The sound of the bomb can be heard until to the area that has a distance of twelve kilometers from the center of the blast. remote be calculated on fire abundant.

Other important words are in PURPLE. Mursyid. Pada Senin (24/2) sore sekitar pukul 16. Jawa Timur. Kecamatan Arjasa. kerugian yang diderita warga ditaksir mencapai Rp 60 juta. Mursyid menuturkan. seorang warga. sambil berkaca-kaca menatap rumahnya yang rata dengan tanah. akibat longsor di Dusun Calok. Jember:Tujuhbelas rumah hancur.” tuturnya. kemudian terjadi longsor itu. Pada Sabtu (22/2) petang. 39 tahun. “Begitu terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi. warga yang tinggal di bawah gumuk sudah bersiap-siap dengan memindahkan sejumlah barang dan ternak mereka. lima di antaranya terkubur tanah. sedikitnya 48 keluarga warga Dusun Calok terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan sanak famili mereka yang dianggap aman. RED colored words are verbs and BLUE colored words are nouns. Hingga saat ini. Kepala Desa Arjasa. “Tidak lama kemudian lindu (gempa bumi) datang sekitar dua menit. Kata-kata yang berwarna MERAH adalah kata kerja dan kata-kata yang berwarna BIRU adalah kata benda jadian.” tutur Suryani. hujan deras yang turun sejak Minggu malam hingga Senin siang sudah menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya bencana longsor seperti 1993 lalu. kami langsung lari keluar tanpa sempat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah. Indonesian-English Dictionary Bukit Longsor Hancurkan 17 Rumah di Jember TEMPO Interaktif. (Mahbub Djunaidy-Tempo News Room) Bacaan diambil dari Tempo interaktif 25 Februari 2003 . Kata-kata penting lainnya berwarna UNGU.BENTUK-BENTUK KATA KERJA dan KATA BENDA VERB and NOUN FORMS Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama. Meski tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. menemukan tanda-tanda keretakan tanah di punggung Bukit Gujuran. tadi siang mengatakan warga setempat sebelumnya sudah menduga akan terjadi longsor. Longsoran dari bukit setinggi 100 meter dengan kemiringan 40 derajat itu langsung tumpah dan mengubur sejumlah rumah beserta isinya yang ada di bawah bukit. Read the article below carefully." katanya. Suharso. "Minggu siang. Kabupaten Jember.30 WIB sempat terjadi angin puyuh disertai gerimis.5 hektare sawah siap panen serta jalan desa sepanjang 300 meter. Longsoran tanah dari Bukit Gujuran yang terjadi Senin malam (24/2) itu juga menimbun sedikitnya 0.

t.Kata kerja terkubur menimbun diderita ditaksir mencapai terpaksa mengungsi dianggap mengatakan menduga menemukan memindahkan menuturkan menimbulkan disertai mengubur berkaca-kaca menatap Verbs buried to bury. an amount of . to pile up suffered estimated. prior to a number of. to find to move to tell. appraised to reach forced to to take refuge considered as to say to guess. to say to make s. accompanied with to bury be glistening with tears to look at Words in italic are the base/root words ter + kubur meN + timbun di + derita di + taksir meN + capai ter + paksa meNG + ungsi di + anggap meNG + kata + kan meN + duga meN + temu + kan meM + pindah + kan meN + tutur + kan meN + timbul + kan di + serta + i meNG + kubur ber + kaca-kaca meN + tatap Kata benda Nouns Words in italic are the base/root words longsoran kerugian keretakan kekhawatiran terjadinya terdengar longsor + an ke + rugi + an ke + retak + an ke + khawatir + an terjadi + nya ter + dengar landslide financial loss crack worry event heard Kata-kata lainnya Other words Words in italic are the base/root words sedikitnya sepanjang setempat sebelumnya sejumlah sedikit + nya se + panjang se + tempat se + belum + nya se + jumlah at least as long as. all along at the locality before. appear or to come to the surface accompanied by. to estimate to discover.

or suffering from [root word] . Lelaki tua itu menuturkan bahwa dia dianggap gila oleh orang-orang sekampungnya karena dia mengaku bahwa dia menemukan sejumlah emas di beberapa tempat di sepanjang sungai di desanya. happening. SUFFIX -an With measures of time. the pile becomes higher. containing many [root word].setinggi kemiringan se + tinggi ke + miring + an as high as slope Contoh-contoh kalimat Examples of sentences Setiap hari banyak orang menimbun sampah di tempat penimbunan sampah. containing many [root word]. happening. people were forced to take refuge to another place. or suffering from [root word]. and distance. Pada waktu perang. appearing once" bulan hari minggu kilo meter "month" "day" "week" "kilogram" "meter" bulanan harian mingguan kiloan meteran "monthly" "daily" "weekly" "by the kilo" "by the meter" Suffix -an meaning "having many [root word]. suffix -an forms adjectives meaning "done. Di tempat pengungsian." Suffix -an forms adjectives meaning "done. these refugees which number was estimated reaching at least ten thousands very suffered. With some nouns bases -an derives adjectives meaning "having many [root word]. In the wartime. At the refugee camp. Semakin lama timbunan itu menjadi semakin tinggi. para pengungsi yang jumlahnya ditaksir mencapai sedikit-dikitnya sepuluh ribu orang ini sangat menderita. Every day many people pile the garbage up at the garbage dump. As the time passes by. That old man says that he is considered as crazy by the people of his village because he claims that he finds an amount of gold at several places along the river in his village. weight. orang-orang terpaksa mengungsi ke tempat lain. appearing once in the measure indicated by the root word.

Even though he is still young. Routledge. 2. Baju-baju bekas itu dijual secara kiloan. James Neil. Many small children are infested with worms. One meaning of verbs with -i which we have seen in the basic sentences is "do at. Banyak anak kecil yang menderita cacingan. Those used clothes are sold by the kilo. in. ia sudah ubanan. The suffix -i has several meanings. 1996.cacing jamur kudis semut uban "worm" "fungus. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. 3. mould" "scabies" "ant" "gray hair" cacingan jamuran kudisan semutan ubanan "infested with worms" "mouldy" "suffering from scabies" "suffer pins and needles" "gray haired" EXAMPLES: 1. from" that is the verb refers to an object which is the location of the action. 'O' magazine is a monthly magazine. London. 4. he is gray-haired already. on. The following list gives some verb which take -i in the locational meaning: datang dekat duduk jalan jauh ketemu "come" "near" "sit" "walk" "far" "meet" datangi dekati duduki jalani jauhi ketemui "come to" "approach (go near to)" "sit on" "walk on" "go far from" "go to meet with" . Majalah 'O' adalah sebuah majalah bulanan. SUFFIX -i The suffix -i is added to roots to form transitive verbs (verbs which take a prefix meN and have passives). Meskipun masih muda.

i. climb" "go home" "arrive" "be happy" "rent" habiskan kawinkan kembalikan kosongkan kurangkan lahirkan mandikan naikkan pulangkan sampaikan senangkan sewakan "use up. "That kid likes to write on friend's books.e. in" "sleep on." 1 and 2 have the same meaning. In colloquial speech one usually expresses idea with a phrase having a similar meaning which does not contain a verb with -i (usually a verb with no -i and a preposition): (1) Anak itu senang sekali menulis di buku temannya. with" "write on" The suffix -i is used mainly in writing and formal speech." For example we know the root habis 'finished.kirim tanam tidur tulis "send" "plant" "sleep" "write" kirimi tanami tiduri tulisi "send to" "plant on." (2) Anak itu senang sekali menulisi buku temannya. allow to ride" "send home (cause to go home)" "pass forward (cause to arrive)" "make happy" "rent out" . "use something up." habis kawin kembali kosong kurang lahir mandi naik pulang sampai senang sewa "all gone" "be married" "return" "empty" "be less" "be born" "bath" "ride." Kembalikan means "make something return". we have seen kembali meaning "return." Habiskan means "cause to be finished"." Similarly. some of which are adjectives uses -kan to make causatives. "return something.. finish up" "marry off" "return something" "empty something out" "make something less" "give birth (cause to be born)" "bath someone" "put upward. his his SUFFIX -kan One large class of roots. "That kid likes to writes on friend's books. The meaning of verbs formed by adding -kan to these roots is "cause to be [root]. or as we would express it in English. used up.

" kata ibu. "Turunkan harga beras!. Suffix -anda. finish up that food!. "Dani. 2. older sister" "younger brother. Tolong kembalikan buku saya. a base ends with k loses the k. SUFFIXES -anda. Sampaikan berita ini kepada keluarga Anda. 5." says mother. base ends with a consonant ayah "father" ayahanda Suffix -nda. younger sister" kakanda adinda . base ends with k kakak adik "older brother. habiskan makanan itu!. In most cases. "Dani. Please return my book.tinggal turun "stay. Pass forward these news to your family. -nda Suffixes -anda and -nda are added to pronouns and kin terms to form honorific addresses to show respect." kata para mahasiswa kepada pemerintah. remain" "go down. Nanti malam kosongkan tong sampah ini. then followed with -nda. 3. base ends with a vowel ibu "mother" ibunda Suffix -nda. Tonight empty out this garbage bin. get off" tinggalkan turunkan "leave behind (cause to remain)" "lower" EXAMPLES: 1. 4. Suffix -anda is added to bases which end with a consonant and suffix -nda to bases which end with a vowel. "Lower the price of the rice!." say the university students to the government.

f) seniwati (f) wisudawan (m.f) karyawati (f) seniman (m. both borrowed from Sanskrit. The form -wan refers to both male and female and the form -wati refer to female only.f) male/female artist EXAMPLE: . The suffix -man derives one noun only. property" "science" "sport" "clergy" "history" hartawan ilmuwan olahragawan rohaniwan sejara(h)wan wealthy person scientist sportsman/woman clergyman historian Suffix -wan to indicate male (m) and -wati to indicate female (f) karya seni wisuda "work" "art" "graduation" karyawan (m. SUFFIXES -wan.nenek anak "grandmother" "child" nenenda ananda Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. Routledge. indicates a person (male or female) associated with the base harta ilmu olahraga rohani sejarah "wealth.f) wisudawati (f) male/female worker female worker male/female artist female artist graduating male/female graduating female Suffix -man seni "art" seniman (m. 1996. -wati. Suffix -wan. London. are the only affixes making gender distinction. Suffixes wan and -wati. and -man Suffix -wan occurs with bases to indicate a person associated with the base. James Neil.

The graduating people are entering the room for graduation ceremony. anda suffix -man. hukuman. The scientists are trying to find medicine to cure cancer. Para wisudawan sedang memasuki ruangan untuk upacara wisuda. masuki. for instance. etc Prefixs (Awalan) Prefiks or awalan is an element that is structurally being put in front of a word. London. Para ilmuwan sedang berusaha menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit kanker.1. James Neil. Ada banyak seniman yang tinggal di desa itu. 2. 1996. buatan. 4. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. -wati    Suffix or akhiran is an element that is structurally being placed on the tail end of a verb. Hartawan itu sangat murah hati. That wealthy person is very generous. There are many artists live in that village. Suffix (Akhiran) Click on the blue word here  suffix an suffix -i suffix kan   suffix -nya suffix -nda. sayangkan. the word "membeli" is made up . wan. For example : pangkalan. Routledge. 3.

.prefix. Click on the prefixes listed below to learn more about each one:  prefix ber prefix di   prefix keprefix peprefix ter-   prefix meprefix se- PREFIX BERThere are two types of verbs with the ber. those formed by adding the ber. speak" "gather together" "ask" "stop" Lists of example for ber.. If you don't understand.+ Noun nama umur sepeda jalan sekolah bernama berumur bersepeda berjalan bersekolah "having the name" "having the age of" "to go by bicycle" "walk" "attend school.prefix to a noun...prefix to a root verb. These are list of example for adding berto the root. study" kumpul berkumpul tanya henti bertanya berhenti Irregular prefix berClick here. .. Anda bisa bertanya kepada ibu dosen. Kalau Anda tidak mengerti. kerja bekerja "work" ajar belajar "study" Exercise EXAMPLES: 1..prefix attached to a verb root the resulting verb is a reflexsive verb...of the prefix "mem-" + "beli" which is a root word (kata dasar). When the ber. and adding the ber. belanja berbelanja "shop" bicara berbicara "talk. you may ask the (female university) teacher...

. Anton dan Rini menjadi sepasang kekasih selama empat tahun. will" "love" "skeleton. Ibu Sumirat bekerja di sebuah rumah sakit tidak jauh dari rumahnya. Kerangka orang yang hilang itu ditemukan di tengah hutan. 3. Sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa Pak Amat pergi meninggalkan kita. Anton and Rini become a couple of lovers for four years. hendak kasih rangka tua "want. Budiman was elected as the chairman of the youth organization in his village. It is God's will that Pak Amat left us (passed away). London. 1996.is added to a few root words to form nouns.2. 4. 4. will" "lover" "skeleton" "chairman" EXAMPLES: 1. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon. 2. Budiman terpilih menjadi ketua organisasi pemuda di desanya. 3. Hasan bersekolah di SMA Negeri di kota Surabaya. Routledge. Hasan attends school at SMA Negeri (state high school) in the city of Surabaya. PREFIX KePrefix ke. James Neil. My dog has a name "Bleki" and he is two years old. Ibu Sumirat works at a hospital not far from her house. The skeleton of the missing person was found in the forest. Anjing saya bernama "Bleki" dan dia berumur dua tahun. framework" "old" kehendak kekasih kerangka ketua "desire.

3. 2. The criminals have been captured by the police. PREFIX terThe prefix ter.PREFIX -pe EXAMPLES: 1. The number of internet users in Indonesia has not many yet. Pak Joko works as a well digger. 4.is added to verb roots to form stative verbs. Pak Joko bekerja sebagai penggali sumur. With a stative meaning-that is. roots that refer to . Elvi Sukaesih is a famous 'dangdut' singer in Indonesia. Jumlah pemakai internet di Indonesia belum banyak. Elvi Sukaesih adalah seorang penyanyi 'dangdut' yang terkenal di Indonesia. Para penjahat itu sudah ditangkap polisi.

"The merchant took a bath after he woke up. The following list gives stative forms that we have so far." . which also occur prefixed by ter-: bangun biasa buka dapat duduk "be awake. get up" "be accustomed to" "open" "be in hand after having been obtained" "be seated" terbangun terbiasa terbuka terdapat terduduk "be awakened by something that does not intend to awake" "get accustomed to something by" "accidentally come open" "be available" "fall into a sitting position" "be reminded by something that does not intend to remind one" "be included in a group or accidentally get into something" "be made available for use" "fall asleep" "be locked" ingat "remember" teringat masuk "enter.the state of something or of a person. "He sat in the front." a (2) Dia jatuh terduduk. the prefix terforms a word that emphasizes the accidentally of the action by which the state came into being or that is has been possible for the state to have come into being. go inside" termasuk sedia tidur tutup "be ready" "sleep" "closed" tersedia tertidur tertutup EXAMPLE: a (1) Dia duduk di depan." b (1) Pedagang itu mandi setelah bangun. "He fell into a sitting position.

and vegetables at the market.worksheet 1. Ibu bought meat. egg. dan sayur-sayuran di pasar. adding meN-. Ibu membeli daging." PREFIX MEclick here for Exercise To learn more about prefix meN-: meN. telur.b (2) Dia terbangun karena ribut di luar kamarnya. "He was awakened by a noise outside of his room. finding roots. . "A good time in the meN-s room" click here for an easy-to-print version of the chart below EXAMPLES: 1. 2.

Ibu Harun meyakinkan Michael bahwa sekolah itu adalah sekolah yang baik. PREFIX SePrefix Se.2. Para penjual menjual makanan dan minuman. To form cardinal numbers sepuluh sebelas seratus seribu sejuta semilyar To form fractions sepertiga seperempat seperlima sepersepuluh seperduapuluh But: setengah or separuh To replace "satu" before classifiers ekor (tail) helai (piece) orang (person) titik (dot. The sellers sell food and drink. It also replaces the number "satu" before classifiers. Ibu harun assures Michael that the school is a good school. Anda bisa menyewa mobil di 'Enterprise'. Banyak sampah menggunung di pinggir jalan. 3. You may rent a car at 'Enterprise'. 4.occurs with group numbers to form cardinal numbers and in fractions. drop) gelas (glass) piring (plate) cangkir (cup) seekor kuda sehelai kain batik seorang wanita setitik air segelas susu sepiring nasi secangkir kopi "a "a "a "a "a "a "a horse" piece of batik cloth" woman" drop of water" glass of milk" plate of rice" cup of coffee" "one third" "one fourth" "one fifth" "one tenth" "one twentieth" "half" "ten" "eleven" "one hundred" "one thousand" "one million" "one billion" EXAMPLES: . A lot of garbage pile up by the side of the street. 5.

..1... the word "penembakan" is made up of the prefix "peN-" + "tembak. Such nouns are generally of an abstract nature. Circumfix ke-. sepuluh di antaranya adalah wanita. in a few cases this is not so." which is a root word (kata dasar) + "-an. However. verbs. which then mean "having to .." Click on the circumfix listed below to learn more about each one: Circumfix ke-. James Neil. In general.-an also can be based on nouns. dibutuhkan tepung sebanyak setengah kilogram. for instance. the meaning of the noun can be predicted from the meaning of the adjective base. Tadi pagi saya melihat seorang wanita cantik sedang membeli sehelai kain batik sementara suaminya membeli sepiring pisang goreng dan secangkir kopi.. 4..-an Circumfix per-. London. To make that cake. 2. ten of them are females. Routledge.an Circumfix peN-. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar Sneddon... 1996. There are eleven students in this class. Circumfix (Gabungan) Circumfix or gabungan is a combined element that is structurally being put in front and at the end of a word. 3.. Only one-fifth of the population of that village who are literate. Untuk membuat kue itu. and other classes. Hanya seperlima dari penduduk desa itu yang tidak buta huruf.-an forms nouns from adjectives.. needed flour a half kilogram.-an Circumfix ke-.-an Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX ke-. Ada sebelas orang mahasiswa di kelas ini. This morning I saw a beautiful woman who was buying a piece of batik cloth whilst her husband was buying a plate of fried banana and a cup of coffee..

-an that means "having to do with [base]" adil jujur ketidak-adilan "injustice" ketidakjujuran ketidakpuasan ketidaksenangan "dishonesty" anggota keanggotaan "membership" daerah ibu wanita kedaerahan keibuan kewanitaan "regionalism" "motherliness" "femininity" puas "dissatisfaction" senang "displeasure" EXAMPLES: 1. Kecantikan gadis muda itu dikagumi oleh banyak orang..or in.do with [base]..in English Circumfix ke-. which correspond with dis. The beauty of that young woman is admired by many people. .-an can be combined with NOT.." These are list of examples of nouns which identify the characteristics of the adjectives These are list of examples of nouns which DO NOT identify the characteristics of the adjectives baik kebaikan "kindness" berat malu terang keberatan kemaluan "objection" "genital" bebas kebebasan "freedom" bersih kebersihan "cleanliness" cantik kecantikan "beauty" keterangan "explanation" sehat kesehatan "health" Circumfix ke-..

1996 Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX peN-. A number of peN-... peN-. Bapak and Ibu Sadli raise an objection if Susi comes home late at night. London..-an nouns that refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to" peN-.2.. 3." Other nouns relate with the object of the corresponding verb....-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb typically occurs . Bapak dan Ibu Sadli menyatakan keberatan kalau Susi pulang larut malam. 4.. Her feeling of motherliness grew when she saw that poor baby.-an Circumfix peN-. The demonstrators raise their dissatisfaction toward the government.. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge.-an nouns refer to the pace where the action of the corresponding verb typically occurs.-an forms nouns which refer to the action expressed by the corresponding transitive verb and often translate to "the act of doing what the verb refers to. Rasa keibuannya timbul ketika ia melihat bayi malang itu.. Para demonstran itu menyatakan ketidak-puasannya terhadap pemerintah.

act of exiling" penggilingan "mill" kumpul pengumpulan henti penghentian buang pembuangan kirim pengiriman peN-.T. Makmur dilakukan dengan truk-truk. Makmur's commodities are carried out by trucks. The sending of P. 1996 .T.-an nouns relate with the object of the corresponding verb pandang umum memandang mengumumkan pemandangan pengumuman "view. Pengiriman barang-barang P. scenery" "announcement" EXAMPLES: 1. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. Pak Budi sekeluarga menginap di sebuah penginapan di pantai. 3.. The view from Pak Budi's room's window is very beautiful. inn" "exile. London. Pemandangan dari jendela kamar Pak Budi indah sekali. Pak Budi and his family stayed overnight at a lodging by the beach. act of washing" "lodging. 2..satu tulis penyatuan penulisan "the uniting of" giling "the writing of" cuci pencucian "the collecting of" inap penginapan "the stopping of" "the sending of" "laundry.

...an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs. Per-.-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb.......-an forms nouns referring to road intersections per-..-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates... agreement" "meeting" persaudaraan "brotherhood" persekutuan "alliance" "representation. per-.... Some per-. delegation" janji berjanji perjanjian wakil perwakilan temu bertemu pertemuan per-.-an forms nouns referring to road intersections. Some per.-an Circumfix per-..-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base]. Per-.-an indicates the process or result of the action referred to by the corresponding verb budak musuh saudara sekutu perbudakan permusuhan "slavery" "enmity" kerja ajar gerak bekerja belajar bergerak pekerjaan pelajaran pergerakan "work" "lesson" "movement" "promise.-an nouns refer to the place where the action of the corresponding verb occurs tiga pertigaan "three-way intersection" henti judi perhentian perjudian "stopping place" "gambling place" ... With limited usage...-an nouns with noun bases may indicate "having to do with [base] Circumfix per-..Circumfix (Gabungan) Back to Main CIRCUMFIX per-. per-.-an nouns indicating the act of doing what the verb indicates..

Ada banyak usaha pertenunan tradisional di Bali. Lampu lalu lintas di perempatan di depan kampus sudah dipasang. Adapted from: Indonesian: A Comprehensive Grammar James Neil Sneddon Routledge. There is slavery in the United States' history. 4. The (university) students like Bahasa Indonesia lesson very much. London. 3.empat perempatan "cross-roads" cetak tenun percetakan pertenunan "printery" "textile mill" EXAMPLES: 1. Para mahasiswa sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia. There are many traditional textile mill industries in Bali. 1996 . 2. Traffict lights at the cross-roads in front of the campus have been installed. Ada perbudakan dalam sejarah negara Amerika Serikat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful