Pertumbuhan dan Perkembangan (1) : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

 

57 EmailShare Artikel ini telah dibaca 110,474 kali

Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik), dan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran dari tiap-tiap sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan terjadinya perubahan bentuk. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan adalah proses menuju dewasa. Proses perkembangan berjalan sejajar dengan pertumbuhan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan proses yang tidak dapat diukur. Dengan kata lain, perkembangan bersifat kualitatif, tidak dapat dinyatakan dengan angka. Organisme disebut telah dewasa apabila telah mampu berkembang biak secara generatif. Pada tumbuhan, hal itu ditandai dengan terbentuknya bunga. Sedang pada manusia dan mamalia lainnya ditandai dengan telah berkembangnya gonade yang menghasilkan sel-sel kelamin (gamet). Pada pria ditandai dengan dimulainya produksi sel sperma oleh testis, dan pada wanita menghasilkan ovum (sel telur) yang dibentuk di ovarium. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

ada dua jenis perkecambahan yaitu tipe epigeal. Pemanjangan ujung akar dan ujung batang tersebut disebut pertumbuhan primer. Berdasar letak kotiledonnya. Apabila proses imbibisi sudah optimal. Perkecambahan tipe hipogeal Perkecambahan tipe epigeal Pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder Biji yang sudah berkecambah akan segera diikuti oleh pertumbuhan primer karena pada pucuk dan ujung akar terdapat jaringan yang bersifat meristematik (selalu membelah). yang menyobek selaput biji adalah radikula yang merupakan calon akar primer.Pada tanaman. . Struktur yang pertama muncul. Perkecambahan dapat terjadi apabila kandungan air dalam biji semakin tinggi karena masuknya air ke dalam biji melalui proses imbibisi. pertumbuhan dimulai dari proses perkecambahan biji. Pada bagian ujung sebelah atas terdapat epikotil (calon batang). dimulailah perkecambahan. Radikula adalah bagian dari hipokotil. dan tipe hipogeal.

tetapi pengaruhnya terhadap pertumbuhan perkecambahan tumbuhan adalah menghambat. iklim. Pertumbuhan primer dan sekunder berlangsung terus menerus selama tumbuhan tersebut hidup. karena cahaya dapat menyebabkan terurainya auxin sehingga dapat menghambat pertumbuhan. dan lain-lain. baik secara langsung ataupun tidak langsung. Nutrisi Tumbuhan memerlukan unsur mineral dengan jumlah tertentu. air. garam-garam mineral. 2. Faktor luar Faktor luar adalah materi atau hal-hal yang terdapat diluar tanaman yang berdampak pada tanaman itu. yaitu: a. Kambium akan membelah ke arah luar membentuk kulit kayu (floem). dan membelah ke arah dalam membentuk kayu (xilem).Pada tumbuhan dikotil terdapat jaringan kambium yang merupakan meristem sekunder akan menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder (membesar). Cahaya Cahaya mutlak diperlukan oleh semua tumbuhan hijau untuk melakukan fotosintesis. sedangkan unsur yang diperlukan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro. Faktor-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Pertumbuhan pada tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor. yang satu di tempat gelap dan yang lain di tempat terang. Unsur yang diperlukan dalam jumlah banyak disebut unsur makro. Pada monokotil tidak terdapat kambium sehingga hanya mengalami pertumbuhan primer saja. Dalam jangka . 1. Hal ini dapat dibuktikan apabila kita meletakkan dua kecambah. temperatur. Termasuk ke dalam faktor luar adalah cahaya. gravitasi bumi.

 Tumbuhan netral (dayneutral plant) : Tidak dipengaruhi oleh lamanya periode penyinaran. enzim akan rusak. dan bila suhu terlalu rendah enzim menjadi tidak aktif.  Tumbuhan berhari panjang (longday plant) : berbunga dan berbuah bila periode penyinaran lebih panjang daripada periode kritis. . fitokrom berpengaruh juga terhadap fotoperiodisme. aster. Suhu Secara umum. Pot kiri adalah perkecambahan normal. 3. gandum. Contohnya: bayam selada. anyer. dan kentang. Contoh: mawar. yaitu pengaruh lamanya pengaruh pencahayaan terhadap pertumbuhan dan pembentukan bunga. suhu akan berpengaruh terhadap kerja enzim. yang berfungsi mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kloroplas. kecambah di tempat gelap tumbuh lebih cepat tetapi tidak normal. Berdasarkan panjang dan intensitas penyinaran. sintesis klorofil. Contohnya: strawberry. dan krisatinum. dan pengaturan posisi daun terhadap sinar matahari. Selain itu. dan bunga matahari. tumbuhan dikelompokkan menjadi 3 jenis. dahlia. Pertumbuhan yang amat cepat di dalam gelap ini disebut etiolasi. pembentukan hormon tumbuhan (misalnya giberelin). Bila suhu terlalu tinggi.waktu yang sama. yaitu:  Tumbuhan berhari pendek (shortday plant) : Berbunga dan berbuah bila periode penyinaran lebih pendek daripada periode kritis. sedangkan sebelah kanan perkecambahan yang mengalami etiolasi Pada tumbuhan terdapat pigmen yang disebut fitokrom.

maka bagian koleoptil yang terkena cahaya auksinnya akan terurai sehingga pertumbuhannya lebih lambat daripada bagian koleoptil yang tidak terkena cahaya. dominansi apikal akan hilang. Berikut ini adalah macam-macam hormon pada tumbuhan beserta fungsinya:  Auksin : Auksin dibentuk oleh ujung batang dan ujung akar. Hormon merupakan substansi yang dihasilkan oleh tumbuhan. makin tinggi kadar air. akan menyebabkan pembentangan sel-sel. Keadaan ini dikenal dengan istilah dominansi apikal (apical dominance). Faktor dalam Selain faktor genetik. juga pertumbuhan pucuk dan pembentukan buah. Dengan memotong ujung batang. Auksin dapat terurai bila terkena cahaya. biasanya dalam jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan. sehingga pertumbuhan cabang-cabang batang berjalan dengan baik. dengan demikian sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimalnya. Karena lebih banyak kadar air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan.  Giberelin : Hormon ini berfungsi mengatur pemanjangan batang (ruas batang). Bila suatu koleoptil dikenai cahaya dari samping. pertumbuhan akan makin cepat. Kelembaban atau kadar air Sampai pada batas-batas tertentu.4. b. Akibatnya koleoptil akan tumbuh membelok ke arah datangnya sinar. Auksin yang dihasilkan oleh ujung batang akan mendominasi pertumbuhan batang utama. yang termasuk faktor-faktor dalam adalah hormon-hormon yang terlibat dalam pertumbuhan tanaman. sehingga pertumbuhan cabang relatif sedikit. Secara umum fungsi giberelin .

 Kalin: Kalin adalah hormon yang merangsang pembentukan organ tubuh.  Sitokinin : Hormon tumbuhan ini mempengaruhi pertumbuhan. disebut daya restitusi atau regenerasi. daun. menjadi empuk dan berasa manis. kalin dibedakan atas: o o Kaulokalin : merangsang pembentukan batang Rhyzokalin : merangsang pembentukan akar.  Asam Absisat (= dormin) : Asam absisat ditemukan pada umbi-umbian dan bijibiji yang dorman. Lukaluka yang terjadi dapat tertutup kembali dengan . Tumbuhan memiliki kemampuan untuk memperbaiki bagian yang luka. dan memperpanjang masa dormansi (menghambat perkecambahan biji). dan pemanjangan sel. Berdasarkan organ yang dibentuknya. Peristiwa ini terjadi dengan bantuan hormon luka atau kambium luka atau asam traumalin. dan jaringan tumbuhan lain. Konsentrasi sitokinin dan auksin yang seimbang merupakan hal yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Gas etilen meningkatkan respirasi sehingga buah yang asalnya keras dan masam. Secara fungsi asam absisat adalah mempercepat penuaan daun. Sekarang telah diketahui bahwa rhyzokalin identik dengan vitamin B1 (thiamin) o o  Filokalin : merangsang pembentukan daun Antokalin : merangsang pembentukan bunga Asam traumalin : Batang atau akar tumbuhan dapat mengalami luka. merangsang pengguguran daun.adalah untuk merangsang pertumbuhan meraksasa dan terbentuknya buah tanpa biji (partenokarpi). beberapa jenis buah-buahan.  Gas etilen : Buah yang sudah tua menghasilkan gas etilen yang dianggap sebagai hormon yang dapat mempercepat pemasakan buah yang masih mentah. pengaturan pembelahan sel. Sitokinin sendiri tampaknya mempunyai peranan dalam memperpanjang usia jaringan.

sedangkan radikula menjadi akar. dan biologi mulai berlangsung. bagian plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang. Perkecambahan Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. 1. perkecambahan. . Saat air masuk ke dalam biji. .uRmYZgUc. Kerja enzim ini antara lain. sedangkan kotiledon tetap berada di dalam tanah.See more at: http://biologimediacentre. mengaktifkan metabolisme di dalam biji dengan mensintesis cadangan makanan sebagai persediaan cadangan makanan pada saat perkecambahan berlangsung yang dipakai untuk berkecambah. Pada perkembangan embrio saat berkecambah. enzim-enzim mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai reaksi kimia.dpuf Biologi SMA Kelas 12 : Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Berbunga Tahap pertumbuhan dan perkembanagn tumbuhan yang akan dibahas di sini ada 4. Tahap Awal Pertumbuhan Pertumbuhan pada biji telah dimulai pada saat proses fisika. kimia.  Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal). Tipe perkecambahan ada dua macam. Tipe ini terjadi.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-1pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan/#sthash. Mula-mula terjadi proses fisika saat biji melakukan imbibisi atau penyerapan air sampai biji ukurannya bertambah dan menjadi lunak. jika plumula muncul di atas permukaan tanah. Bahkan dari luka pada bagian tertentu dari tubuh tumbuhan dapat tumbuh tunas baru. tipe itu sebagai berikut. pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. yaitu : tahap awal pertumbuhan.membentuk jaringan kalus dan jaringan yang rusak dapat diganti dengan yang baru. 2.

a. yaitu memudahkan akar menembus tanah karena tudung akar dilengkapi dengan sekresi cairan polisakarida. yaitu lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat. Pertumbuhan Primer Setelah fase perkecambahan. Fungsi lain ujung akar. selanjutnya membentuk sistem perakaran tanaman. dan daun. Perbedaan antara tudung akar dikotil dan monokotil sebagai berikut :  Pada tudung akar dikotil. Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh dari cadangan makanan karena belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. . batang. Tiga sistem jaringan primer yang terbentuk sebagai berikut. Pertumbuhan primer pada akar Akar muda yang keluar dari biji segera masuk ke dalam tanah.  Prokambium. Pada fase ini tumbuhan membentuk akar. terdapat empat daerah pertumbuhan sebagai berikut. yaitu floem dan xilem. Pada tumbuhan dikotil makanan diperoleh dari kotiledon.  Pada tudung akar monokotil. yaitu lapisan terluar yang akan membentuk jaringan epidermis. Pada ujung akar yang masih muda. antara ujung akar dengan kaliptra tidak terdapat batas yang jelas dan tidak memiliki titik tumbuh pada kaliptra tersebut. 3. Meristem dasar yang akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks pada akar di antara style dan epidermis. jika plumula dan kotiledon muncul di atas permukaan tanah. sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm. diikuti pertumbuhan tiga sistem jaringan meristem primer yang terletak di akar dan batang. Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal) Tipe ini terjadi.   Protoderm. Tudung akar (kaliptra) Tudung akar atau kaliptra berfungsi sebagai pelindung terhadap benturan fisik ujung akar terhadap tanah sekitar pertumbuhan. Sel-sel kaliptra yang dekat dengan ujung akar mengandung butir-butir tepung yang disebut kolumela. antara ujung akar dan kaliptra terdapat batas yang jelas atau nyata dan mempunyai titik tumbuh tersendiri yang disebut kaliptrogen.

. dan daerah diferensiasi. Pertumbuhan Primer pada Batang Pertumbuhan dan perkembangan primer pada batang meliputi daerah pertumbuhan (titik tumbuh). Aktivitas pertumbuhan dan perkembangan memanjang dari sel mengakibatkan pembelahan sel di daerah ini menjadi lebih lambat dari bagian lain. Daerah pemanjangan sel Daerah pemanjangan sel terletak di belakang daerah meristem. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan dikotil. d. 4. ruas batang dan tonjolan daun kecil (primordia) memiliki jarak sangat pendek karena jarak internodus (antarruas) sangat pendek. daerah pemanjangan. Di dalam kuncup. Meristem apikal pada batang dibentuk oleh sel-sel yang senantiasa membelah pada ujung tunas yang biasa disebut kuncup. sel-sel hasil pembelahan dan pemanjangan akan mengelompok se-suai dengan kesamaan struktur. c. kemudian akan memperoleh tugas membentuk jaringan tertentu. sel-sel tudung akar yang rusak akan digantikan oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sel-sel me-ristem primer dari perkembangan sel-sel meristem apikal. Daerah diferensiasi Pada daerah ini. Sel-sel yang memiliki kesamaan struktur. pembelahan. Meristem Meristem merupakan bagian dari ujung akar yang selnya senantiasa mengadakan pembelahan secara mitosis. Sel-sel hasil pembelahan meristem tumbuh dan berkembang memanjang pada daerah ini. Pada tumbuhan dikotil. Pertumbuhan. yaitu pembentukan kambium yang terbentuk dari parenkim atau kolenkim.b. kemudian meristem sekunder mengalami pertumbuhan sekunder. dan pemanjangan sel terjadi di dalam internodus. Meristem ini terletak di belakang tudung akar. Pertumbuhan Sekunder Setelah meristem primer membentuk jaringan permanen. Pemanjangan sel tersebut berperan penting untuk membantu daya tekan akar dan proses pertumbuhan memanjang akar.

tahap tahap pertumbuhan.pertumbuhan primer pada tumbuhan.pertumbuhan primer. Kata Kunci : 3 daerah titik tumbuh pada meristem primer ujung akar. sebaliknya jika sel kambium membelah ke arah dalam akan membentuk xilem.Jika sel kambium membelah ke arah luar.tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan . Pertumbuhan xilem dan floem tersebut menyebabkan batang bertambah besar dan terbentuk lingkaran tahun yang dipengaruhi oleh aktivitas pada musim kemarau dan musim penghujan.terjadinya pertumbuhan dan perkembangan enbrio.saat biji berkecambah makanan diperoleh dari. Xilem dan floem yang terbentuk dari aktivitas kambium disebut xylem sekunder dan floem sekunder.pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. akan membentuk sel floem.tempat pertumbuhan pada akar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful