PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH/RUANGAN/BANGUNAN ANTARA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk.

DENGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYA Nomor : …../……/…….. Nomor : …../……/…….. Yang bertanda tangan di bawah ini :
AKBAD BACHTIARDI, SE, Pemimpin Kantor Cabang Utama Makassar PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut berdasarkan Petikan Surat Keputusan Direksi PT.Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Nomor : KP/198/DIR/R tanggal 11 Mei 2012 dan Surat Kuasa Direksi PT.Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tanggal 14 Maret 1987 Nomor 13, dengan demikian berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan beserta perubahan-perubahannya yang terakhir sebagaimana termaktub dalam Akta No.46 tanggal 18 Mei 2011 yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi,SH Notaris di Jakarta, yang telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No.AHU-AH.01.10-21192 tanggal 06 Juli 2011, dan karenanya berwenang bertindak untuk dan atas nama PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Pusat, Jl. Jenderal Sudirman Kavling 1, untuk selanjutnya disebut : ------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------

----------PENYEWA , --------------------------------------------DR SITI SAENAB NANI B, WNI, pemegang KTP No 7371124702560001 beralamat di Jl.Lembang No.02 Bukit Baruga RT 008 RW 001 kecamatan Manggala Kelurahan Antang selanjutnya disebut bertindak selaku Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Daya Kota

Makassar YANG MENYEWAKAN,------------------------------------Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan sebagai berikut : Bahwa YANG MENYEWAKAN merupakan pemilik sah dari objek sewa-menyewa sebagaimana dimaksud Pasal 1 Perjanjian ini. - Bahwa PENYEWA bermaksud akan menyewa objek sewa-menyewa milik YANG MENYEWAKAN tersebut untuk keperluan operasional mesin ATM PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Serta untuk keperluan-keperluan lain sehubungan dengan kegiatan usaha PENYEWA. - Bahwa YANG MENYEWAKAN bersedia menyewakan objek sewa-menyewa miliknya tersebut kepada PENYEWA untuk keperluan operasional mesin ATM PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, serta untuk keperluan-keperluan lain sehubungan dengan kegiatan usaha PENYEWA. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kedua belah pihak sepakat mengadakan Perjanjian Sewa Menyewa Tanah (untuk selanjutnya disebut”Perjanjian”)dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut : PASAL 1 OBJEK SEWA-MENYEWA PENYEWA dengan ini setuju untuk menyewa tanah/ruangan/gedung milik YANG MENYEWAKAN dan sebaliknya YANG MENYEWAKAN setuju untuk menyewakan tanah miliknya tersebut kepada PENYEWA untuk digunakan pembangunan rumah/gallery ATM yang digunakan sebagai tempat operasional mesin ATM yang terletak di jalan Perintis -

2.. PENYEWA berhak mengakhir perjanjian ini berakhir sebelum jangka yang waktunya berakhir terlebih dahulu memberitahukan secara tertulis kepada YANG MENYEWAKAN selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum tanggal pengakhiran perjanjian yang dikehendaki oleh PENYEWA.50 meter 2 b) Listrik di sediakan oleh pihak PENYEWA. kenyamanan dan kebersihan menjadi tanggung jawab pihak PENYEWA. dengan ketentuan besarnya pajak pertambhan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPH) yang harus ditanggung masing-masing pihak atas harga sewa tersebut adalah sebagaimana yang telah diatur pada pasal 11 perjanjian ini. dengan memasang meteran pengukur penggunaan daya listrik c) Pengamanan.50 meter x 3.80 meter = 9. . Perpanjang kembali sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini dilakukan dengan mekanisme pemberitahuan lebih terlebih dahulu secara tertulis dari PENYEWA kepada yang MENYEWAKAN selambat-lambatnya dalam jangka waktu 180 (Seratus delapan puluh) hari sebelum berakhirnya jangka waktu sewa-menyewa. 45. PASAL 3 JANGKA WAKTU SEWA-MENYEWA 1..( Empat puluh lima juta rupiah) untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. 3. maka YANG MENYEWA wajib mengembalikan kepada PENYEWA harga sewa tersebut pada pasal 4 perjanjian ini untuk jangka waktu yang tersisa. 2.Kemerdekaan Km 14. PENYEWA akan mempergunakan objek sewa-menyewa tersebut sebagaimana dimaksud pada pasal 1 perjanjian ini. Dalam hal perjanjian ini berakhir oleh PENYEWA sebelum jangka waktunya berhakhir sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3) pasal ini.000. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 4. terhitung sejak tanggal pengakhiran perjanjian yang dikehendaki PENYEWA ditambah dengan total biaya perubahan/penambahan fasilitas dan/atau ruangan/gedung yang telah dikeluarkan PENYEWA apabila ada. PASAL 4 HARGA SEWA Harga Sewa menyewa disepakati oleh para pihak dengan harga sewa sebesar Rp. sesuai dengan tujuannya yaitu untuk Pembangunan Rumah ATM dan menjalankan operasional mesin ATM milik PT.serta untuk keperluan-keperluan lain yang berhungan dengan kegiatan usaha PENYEWA PENYEWA mempergunakan objek sewa-menyewa untuk hal-hal selain dari tujuan yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) pasal ini. PASAL 2 TUJUAN/PENGGUNAAN 1. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal 01 Mei 2013 sampai dengan 30 April 2016 dan dapat diperpanjang kembali untuk jangka waktu dan syarat-syarat yang akan disepakati oleh kedua belah pihak.000.Makassar dengan ukuran tanah dan fasilitas yang disewakan sebagai berikut: a) Ukuran luas ruangan 2.

2. kaca.( 3 ) asli bermeterai cukup.. PENYEWA berkewajiban untuk : 1. Harga sewa untuk setiap tahun sebesar Rp.. ◦ Surat setoran pajak dalam rangkap ……. jaringan vsat. 45.... Atas biaya sendiri selama jangka waktu sewa wajib memperbaiki segala kerusakan pada objek sewa-menyewa beserta fasilitasnya yang timbul akibat kesalahan dan atau kelalaian PENYEWA serta melakukan perbaikan-perbaikan kecil sehari-hari yang meliputi pemiliharaan dan perbaikan listrik.yang terdiri dari : ◦ kwitansi dalam rangkap…….000. dan listrik digunakan meteran yang disiaipkan oleh pihak pertama Segala biaya yang timbul sebagai akibat dari pemasangan lampu Neon Sign dan logo tersebut yang dikenakan oleh Pemerintah Daerah Kota Makassar menjadi beban dan tanggungan Pihak Kedua.. pengecetan.... i.. Dengan tetap memperhatikan kewajiban-kewajiban lain sebagaimana yang diatur dalam pasal-pasal lain dalam perjanjian ini.( 1 ) Set. PASAL 6 KEWAJIBAN PENYEWA Dengan tanpa memperhatikan kewajiban-kewajiban lain sebagaimana yang diatur dalam pasal lain dalam perjanjian ini.-( Empat puluh lima juta rupiah) Harga sewa tersebut pada ayat (1) pasal ini akan dibayarkan oleh PENYEWA kepada YANG MENYEWA setelah ditandatanganinya perjanjian oleh kedua belah pihak dan pembayarannya secara tunai kepada YANG MENYEWAKAN Pembayaran ini harus dilengkapi berkas penagihan yang diserahkan oleh YANG MENYEWAKAN kepada PENYEWA.PASAL 5 CARA PEMBAYARAN 1.. bocor.. 15.... ....000...000.... 2. perbaikan bangunan perangkat VSAT....... PASAL 7 KEWAJIBAN YANG MENYEWAKAN 2. YANGMENYEWAKAN berkewajiban untuk : 1..( 1) Set.000. ◦ Fakturpajak dalam rangkap…. Menyerahkan objek sewa-menyewa sebagaimana yang dimaksud pada pasal 1 perjanjian ini kepada PENYEWA dalam keadaan baik.( Lima belas juta rupiah) sesuai pada pasal 4 perjanjian ini dan akan dibayar sekaligus selama 3 (tiga) tahun atau sebesar Rp. Menggunakan objek sewa-menyewa sebagaimana yang dimaksud pada pasal 1 perjanjian ini dengan baik sesuai dengan tujuan/penggunaaan tersebut pada pasal 2 perjanjian ini.. telepon.. kerusakan pada pintu. 3.. jendela. Pihak PENYEWA diizinkan memasang Neon Sign diluar ruangan ATM dan serta logonya diruang ATM dan tidak akan dikenakan biaya tambahan..

5. 7. Pendatanganan perjanjian ini dan dokumen-dokumen lain sehubungan dengan perjanjian ini tidak akan bertentangan dan/atau melanggar ketentuan-ketentuan perjanjian lain yang telah dilakukan oleh YANG MENYEWAKAN dengan pihak ketiga YANG MENYEWAKAN tidak dalam keadaan lalai berdasarkan perjanjian apapun juga yang terkait dengan objek sewa-menyewa dengan pihak ketiga. PASAL 8 KEAMANAN OBJEK SEWA-MENYEWA 1. . serta belum disewakan dan tidak akan disewakan kepada pihak lain. Pihak PENYEWA di perkenankan menempatkan peralatan lainnya untuk kelengkapan ATM (Vsat Outdoor/ Indoor. YANG MENYEWAKAN merupakan badan usaha yang sah.4. Stabilizer. Modem. YANG MENYEWAKAN tidak mempunyai tunggakan-tunggakan kepda Negara termaksud tetapi tidak terbatas pada tunggakan pajak. YANG MENYEWAKAN berwenang dan berhak serta telah memperoleh persetujuan-persetujuan untuk menandatangani perjanjian ini dan dokumen-dokumen lainnya terkait. dan telah mendapatkan pengesahan dari instansi yang berwenang. gugatan maupun tuntutan dari pihak manapun. 1. Pihak PENYEWA dan pihak YANG MENYEWAKAN masing-masing mengawasi dan atau menjaga keamanan terhadap peralatan ATM dan nasabah yang melakukan Transaksi PASAL 9 PERYATAAN DAN JAMINAN YANG MENYEWAKAN menjamin PENYEWA objek sewa-menyewa selama masa dipersewakan tersebut adalah kepunyaan sah YANG MENYEWAKAN. serta telah melengkapi seluruh ketentuanketentuan yang dikehendaki hukum sehubung dengan status dari badan usaha/badan hukum tersebut. pencurian. Dalam hal terjadinya perusakan. 6. 2. 3. tidak disita. UPS. YANG MENYEWAKAN menjamin bahwa tanah/ruangan/bangunan diserahkan dalam keadaan baik dan siap digunakan serta tidak terdapat kerusakan/cacat yang tersembunyi pada konstruksi ruangan/bangunan. 2. dan gangguan lain terhadap objek sewa-menyewa maka YANG MENYEWAKAN wajib menyampaikan pemberitahuan mengenai gangguan tersebut kepada PENYEWA dalam waktu 1X24 jam. tidak digadaikan atau dijaminkan kepada pihak lain. 4. YANG MENYEWAKAN menyatakan dan menjamin bahwa perjanjian ini tidak akan berahir dengan meninggalnya/bubarnya salah satu pihak dan akan tetap berlaku terhadap ahli waris dan/atau pengganti hak atas objek sewa-menyewa. 8. tidak keadaan sengketa. Boot dan aksesoris lainnya).

kebersihan lingkungan. TTerdapat pertanyaan dan jaminan sebaimana dimaksud pada pasal 9 perjanjian yang tidak benar b) c) 2. data dan surat termaksud fotocopy dan keterangan yang dibuat diserahkan oleh YANG MENYEWAKAN kepada PENYEWA adalah telah lengkap dan benar. advis planning. 1. pengelola ruangan/gedung. PPENYEWA tidak dipergunakan objek sewa-menyewa sesuai dengan tujuan penggunaan sebagaimana diatur pasal 2 perjanjian ini. dsb) selama masa sewa sepenuhnya ditanggung oleh YANG MENYEWAKAN Biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan pembuatan perjanjian ini berikut perubahannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab YANG MENYEWAKAN. 3. YANG MENYEWAKAN tidak pernah mengalami/sedang mengalami suatu keadaan yang akan merupakan peristiwa cidera janji atau yang lewatnya waktu atau dengan adanya pemberitahuan atau kedua-duanya akan meerupakan suatu peristiwa cidera janji yang mengakibatkan PENYEWA kehilngan hak untuk menikmati masa sewa. dalam mana lewatnya waktu saja sudah memberikan bukti yang sah dan cukup PENYEWA telah melalaikan kewajibannya. PASAL 10 BIAYA-BIAYA Biaya-biaya seperti listrik. 11. Peristiwa cidera janji timbul apabila telah terjadi salah satu atau lebih dari kejadian-kejadian yang telah tentukan dalam perjanjian ini sebagaimana kewajiban yang harus tidak dilaksanakan oleh para pihak. IMB. bukti pelunasan PBB telah ada sesuai peruntukanya. maka YANG MENYEWAKAN akan melakukan pengurusan dan seluruh biaya yang timbul menjandi tanggung jawab YANG MENYEWAKAN Semua dokumen. 2. yang timbul akibat penggunaan oleh PENYEWA selama jangka waktu sewa sepenuhnya menjadi tanggungan PENYEWA Untuk pungutan-pungutan lokal (misalnya yang berasal dari kelurahan/rukun tetangga. sebagai berikut: a) PPENYEWA lalai untuk membayar harga sewa pada waktu dan dengan cara sebagaimana ditentukan dalam perjanjian ini. Dalam hal salah satu dari peristiwa-peristiwa cidera janji tersebut diatas dilakukan salah satuh pihak. Apabila terdapat kekurangan atas dokumen-dokumen tersebut.9. perbaikan-perbaikan sebagaimana yang dimaksud pada pasal 6 ayat (2)perjanjian ini.maka telah menjadi suatu bukti yang kuat dan tidak terbantahkan lagi bahwa pihak tersebut telah melakukan wanprestasi yang membuat pihak lainnya berhak membatalkan perjanjian ini secara sepihak dan menuntut ganti rugi dengan mengesampingkan pasal 1266 KUH perdana . 1. PASAL 11 PERISTIWA CIDERA JANJI 10. YANG MENYEWAKAN menyatakan dan menjamin bahwa seluruh surat-surat perizinan atas objek sewa-menyewa termasuk namaun tidak terbatas pada sertifikat tanah. rukun warga. dsb) dan pungutan lain yang berhubungan dengan kewajiban warga setempat (misalnya biaya keamanan.

sesuai kesepakatan bersama. Atas harga sewa yang cara pembayarannya diatur pada pasal 5 perjanjian ini. maka Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 % (sepuluh persen) dan Pajak penghasilan sebesar 10 % (Sepuluh Persen) ditanggung oleh Penyewa. Untuk menanggung segala resiko kerugian yang timbul. dsb).3. Apabila terjadi risiko kerugian yang mengakibatkan PENYEWA tidak dapat lagi menggunakan ruangan/gedung yang disewakan tersebut untuk tujuan/penggunaan tersebut pada pasal 2 perjanjian ini. PASAL 13 ASURANSI 2.. Dalam hal peristiwa cidera janji sebagaimana dimaksud pasalini dilakukan oleh YANG MENYEWAKAN maka YANG MENYEWAKAN membebaskan PENYEWA dari segala tuntutan/gugatan dari pihak manapun atas objek sewamenyewa tersebut serta menyerahkan kembali kepada penyewa uang sewa untuk masa sewa yang belum dinikmati termaksud biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh PENYEWA untuk melakukan perubahan/penambahan fasilitas dan/atau ruangan/gedung sebagaimana pada pasal 14 perjanjian ini. maka YANG MENYEWAKAN wajib mengembalikan harga sewa untuk jangka waktu yang tersisa terhitung sejak ruangan/gedung yang disewa tersebut tidak dapat lagi dipergunakan oleh PENYEWA. PASAL 14 PERUBAHAN/PENAMBAHAN FASILITAS DAN RUANGAN/GEDUNG PENYEWA dengan persetujuan YANG MENYEWAKAN atas biaya sendiri dapat melakukan perubahan-perubahan pada objek sewa-menyewa sebagaimana yang dimaksud pada pasal 1 perjanjian ini dan/atau melakukan penambahan-penambahan peralatan/fasilitas lain sehubungan dengan tujuan/penggunaan objek sewa-menyewa oleh PENYEWA sebagaimana tersebut pada pasal 2 perjanjian ini. banjir. 1. sedangkan barangbarang milik PENYEWA menjadi tanggung jawab PENYEWA sepenuhnya. Adapun jenis resiko penanggungan yang ditutup asuransinya adalah…. . PASAL 12 PAJAK 1. PENYEWA wajib atas biaya sendiri mengasuransikan ruangan/gedung/banguna tersebut berserta fasilitasnya selama jangka waktu sewa kepada Perusahaan Asuransi setempat. Pelaksanaan pembayaran/penyetoraan pajak-pajak yang ada didalam perjanjian ini akan dipungut langsung oleh PENYEWA selaku Wajib Pungut (WAPU) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak-pajak lain serta pungutan ataupun tagihan lainnya dari Pemerintah sehubung dengan pemilikan objek sewa-menyewa sepunuhnya menjadi tanggungan YANG MENYEWAKAN. dengan ketentuan setelah jangka waktu persewaan berakhir. kerusakan. gempa bumi. makal segala perubahan dan/atau penambahan pada objek sewa-menyewa tersebut menjadi milik YANG 2.(misalnya kebakaran. 3.

pemberontakan. PENYEWA dilarang untuk memindahkan hak sewanya kepada pihak lain atau menyewakan objek sewa-menyewa kepada pihak lain baik sebagian ataupun selurhnya tanpa terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari YANG MENYEWAKAN. terhitung sejak tanggal berakhirnya perjanjian ini. angin topan.dan untuk PENYEWA dikenakan biaya secara perporsional untuk tiap hari keterlambatan yang wajib di bayar dengan seketika dan sekaligus oleh PENYEWA kepada YANG MENYEWA. Pada saat perjanjian ini berakhir. PASAL 15 KEWAJIBAN MENYERAHKAN KEMBALI 1.MENYEWAKAN.kelalaian mana cukup terbukti dengan lewatnya waktu yang telah ditetapkan tersebut. PENYEWA belum mengosongkan objek sewa-menyewa tersebut. gempa. maka YANG MENYEWAKAN wajib menyatakan secara tertulis keadaan force majeure kepada PENYEWA selambat-lambatnya dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kelender terhitung sejak kejadian dimaksud. makan perjanjian ini menjadi berakhir dan YANG MENYEWAKAN wajib mengembalikan kepada PENYEWA harga sewa tersebut pada pasal 4 perjanjian ini untuk jangka waktu yang tersisa. 2. Apabila keadaan memaksa (force majeure) tersebut pada ayat (1) pasal ini menyebabkan kerusakan atau kehancuran sebagian dari objek sewa-menyewa namun perbaikan atas kerusakan atau kehancuran termaksud tidak dapat dilakukan dalam waktu 40 (empat puluh) hari. 2. Apabila objek sewa-menyewa rusak atau hancur seluruhnya dikarnakan bencana alam banjir. perang. . maka dalam hal ini PENYEWA dianggap lalai. yaitu pada tanggal 30 April 2016 PENYEWA wajib menyerahkan kembali objek sewa-menyewa dalam keadaan kosong dan terpelihara baik kepada YANG MENYEWAKAN. PASAL 17 KEADAANMEMAKSA(FORCE MAJEURE) 1. huru-hara atau keadaan memaksa (force majeure) lainnya. kebakaran. Dalam terjadi force mejeure sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini. kecuali barang-barang dan/atau bahan-bahan yang sifatnya tidak permanen/tidak menjadi satu kesatuan dengan bangunan tetap menjadi milik PENYEWA. 3. Apabila pada tanggal sebagaimana maksud pada ayat (1) pasal ini. maka PENYEWA berhak memilih untuk menerima pengurangan harga sewa wajib diserahkan oleh YANG MENYEWAKAN selama objek sewa-menyewa beradadalam perbaikan atau mengakhiri perjanjian ini dan mewajibkan YANG MENYEWAKAN mengembalikan kepada PENYEWA harga sewa untuk jangka waktu sewa yang tersisa terhitung sejak tanggal berakhirnya perjanjian. PASAL 16 LARANGAN PENGALIHAN Selama perjanjian ini berlangsung.

2. Dalam hal satu pihak menghendaki untuk diadakan addedum sebagaimana dimaksud pada ayat(1) pasal ini. Setiap perubahan yang akan dilalakukan serta hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan ditetapkan kemudian secara musyawarah oleh kedua belah pihak serta akan dituangkan dalam perjanjian addendum yang merupakan bagian dan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah dan apabila musyawarah tidak tercapai maka akan diselesaikan melalui pengadilan. maka pihak tersebut wajib memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya. yang diputusnya mengikat kedua belah pihak yang bersengketa sebagai keputusan dalam tingkat pertama berakhir berdasarkan UU NO 30 tahun 1999. selambat-lambatnya dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kelender sebelum pelaksanaan musyawarah untuk mufakat terkait perubahan/penambahan ketentuan yang dikehendaki. akan diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur BANI.PASAL 18 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Dalam hal terjadi perselisihan tentang pelaksanaan perjanjian ini. . Semua sengketa yang timbul dari perjanjian ini. PASAL 19 ADDEDUM 1.

(c) ataupun dinyatakan telah diterima jika dikirimkan ke alamat dibawah ini: RSUD DAYA ( Pihak Pertama ) Alamat : JL. . DR SITI SAENAB NANI B Direktur AKBAD BACHTIARDI Pemimpin.411-587256 PT. 1 Makassar 90115 Nomor Telepon (0411) 3615065 ZCV No.PASAL 20 PEMBERITAHUAN DAN KOMUNIKASI Seluruh bentuk pemberitahuan. Jend.62. dikirimkan melalui kantor pos tercatat. Bank Negara Indonesia ( Persero ) Tbk BNI KCU Makassar Jl. Sudirman No.MAKASSAR Telp . 62.411-513127 FAX.Perintis Kemerdekaan Km 14 . serta juga bentuk komunikasi-komunikasi lainnya berdasarkan perjanjian ini harus dilakukan secara tertulis dalam bahasa indonesia dan dianggap telah disampaikan jika(a) dikrimkan dengan kurir(dengan ada konfirmasi peneriman (receipt)). dengan adanya konfirmasi penerimaan (recept). YANG MENYEWAKAN PENYEWA. baik berupa persetujuan ataupun pengesampingan ketentuan-ketentuan. Fax (0411)-3619560 Makassar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful