P. 1
Peran Teknik Pencahayaan Buatan di Ruang Dalam Gereja Katolik

Peran Teknik Pencahayaan Buatan di Ruang Dalam Gereja Katolik

4.5

|Views: 5,501|Likes:
Published by Yudistiro Sampurna
Peran Teknik Pencahayaan Buatan di Ruang Dalam Gereja Katolik, dengan studi kasus Gereja Katolik Santo Thomas dan Gereja Katolik Regina Caeli. The Role of Artificial Lighting Technique in Catholic Church Interior with Cases Study: Saint Thomas Catholic Church and Regina Caeli Catholic Church.
Peran Teknik Pencahayaan Buatan di Ruang Dalam Gereja Katolik, dengan studi kasus Gereja Katolik Santo Thomas dan Gereja Katolik Regina Caeli. The Role of Artificial Lighting Technique in Catholic Church Interior with Cases Study: Saint Thomas Catholic Church and Regina Caeli Catholic Church.

More info:

Published by: Yudistiro Sampurna on Jul 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2013

pdf

text

original

Selama misa minggu biasa berlangsung, maka kita akan menjumpai 2

buah lampu lilin di meja altar untuk prasyarat melangsungkan kegiatan liturgi.

Bentuk lilinnya umumnya yang digunakan untuk misa biasa. Pada saat

mengikuti misa Malam Paskah, maka di atas meja altar akan terdapat 2 lebih

lilin misa. Pada kasus ini, penulis melihat 3 pasang lilin dengan diameter yang

sama. Selain itu, di samping meja altar terdapat lilin paschal yang berdiameter

besar dan tinggi, yang menandakan hari raya Paskah (gbr 4.4).

Gambar 4.4 Pencahayaan pada meja altar

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

44

Universitas Indonesia

Pada dinding altar terdapat tarbenakel dengan lampu elektrik. Pada

gereja ini terdapat 3 jenis lampu yang menerangi altar, antara lain: Lampu kecil

di dinding altar yang bentuknya menyerupai api lilin. Lampu elektrik ini

terdapat 4 rangkaian dan memiliki fixture seperti ranting bunga berwarna

keemasan dengan hiasan pita (gbr 4.5). Melihat dari bentuk yang menyerupai

lilin, penulis beranggapan bahwa lampu ini merupakan cahaya simbol

supernatural. Namun, bila dilihat dari bentuk pegangan lampu serta ornamen-

ornamen yang ada, maka lampu ini hanya berfungsi sebagai lampu dekoratif

saja. Selain itu, bentuk seperti lilin tidak dapat menggantikan fungsi cahaya

lilin sebagai simbol supernatural.

Sebagai penerangan utama pada altar digunakan lampu halogen

bewarna putih yang digantung di atas altar. Lampu ini berfungsi untuk

menerangi altar sehingga kegiatan liturgi dapat berjalan dengan baik.

Cahayanya berwarna putih dan menerangi seluruh area altar dengan baik.

Lampu ini sangat diandalkan karena besarnya intensitas cahaya memudahkan

pemimpin misa membaca buku misa dan liturgi. Walaupun di atas terdapat

skylight di mana pada siang hari cahaya alami akan masuk ke dalam, lampu ini

tetap dinyalakan. Fungsi lampu ini semata-mata hanya sebagai penerangan

saja, sehingga pada saat misa selesai, lampu dimatikan sedangkan lampu-

lampu altar (kecuali lilin altar) tetap dinyalakan sampai umat selesai berdoa

dan keluar dari ruang gereja.

Gambar 4.5 Pencahayaan pada dinding altar

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

ambien

Peneran

teknik

altar. A

jauh se

disayan

berpeng

dikelua

atasnya

tidak d

Fungsi

utama a

4.2.2 T

terbagi

sampin

atas be

Di atas al

n. Lampu ya

ngan ini m

valance. L

Arah cahaya

ehingga sil

ngkan pen

garuh terha

arkan berwa

a. Selain, fu

dapat meliha

peneranga

altar dimati

Tempat Um

Berdasarka

menjadi 3

ng kiri (gbr

erupa cleres

ltar, tepatny

ang digunak

menggunakan

Lampu dilet

anya terarah

au atau gl

nulis meng

adap ruang

arna putih s

ungsinya han

at efek amb

n ambien i

kan (gbr 4.6

mat (Nave) d

an bentuk l

3 bagian, a

r 4.7). Pada

story, di ma

altar

skylight

ya di sisi

kan adalah l

n perpadua

takan di dal

h ke dinding

are dapat t

ganggap ba

gan, pada s

ama dengan

nya sebagai

bien yang d

ini akan be

6b).

dan Floyer

langit-langit

antara lain:

a bagian ten

ana langit-la

kiri dan k

lampu flour

an antara te

lam cove p

g dan atas, j

terhindari (

ahwa kebe

saat misa b

n warna cah

i peneranga

dihasilkan p

ekerja setela

t dan keber

Bagian te

ngah terdap

angit di ten

Gamba

(b)

Unive

kanan, terda

escent (TL)

eknik cove

ada dinding

arak langit

(gbr 4.6a).

eradaan la

berlangsung

haya pada la

an ambien. O

pada saat m

ah misa se

radaan kolo

engah, sam

pat pencaha

ngah lebih t

ar 4.6 Pencah

(Sumber: Do

ersitas Indo

apat penera

) berwarna p

lighting de

g menara d

diatasnya te

Namun, s

ampu ini

g. Cahaya

ampu halog

Oleh karena

misa berlang

lesai dan l

om, tempat

mping kanan

ayaan alami

tinggi. Rua

hayaan ambi

okumentasi Pr

45

onesia

angan

putih.

engan

di atas

erlalu

angat

tidak

yang

gen di

a, kita

gsung.

ampu

umat

n dan

i dari

ang di

ien pada alta

ribadi)

ar

46

Universitas Indonesia

samping kiri mempunyai bukaan berupa jendela kaca di dinding luar,

sedangkan ruang di samping kanan tidak terdapat bukaan pada dindingnya.

Pencahayaan pada tempat umat menggunakan 1 jenis lampu saja. Lampu ini

merupakan lampu flourescent dengan menggunakan fixture bola putih.

Berdasarkan fixture yang dipakai, lampu ini termasuk lampu dekoratif in-

direct. Kemudian perannya selain sebagai penerangan utama juga memberikan

unsur dekorasi kepada ruang gereja (gbr 4.9).

Pada bagian tengah terdapat 3 deret lampu, dengan satu deret lampu

terletak di tengah dan 2 lainnya di sisi. Deret lampu tengah di gantung pada

pembatas ruang plafon, dan menggunakan satu bola lampu setiap

gantungannya. Lampu ini digantung sangat tinggi dan jarak lampu terhadap

plafon juga cukup jauh yang membuat pantul terhadap plafon tidak maksimal

(gbr 4.8a), sehingga daya penerangan terhadap ruang ini juga kurang

maksimal. Lampu ini dianggap kurang fungsional dari segi peletakannya.

Lampu yang ada di sisinya, menggunakan 3 bola lampu setiap gantungnya.

Lampu ini digantung tidak terlalu tinggi sehingga umat yang berada di bawah

mendapatkan penerangan yang baik, ditambah dengan 3 bola lampu yang dapat

memaksimalkan penerangan. Selain itu, jarak lampu terhadap plafon yang

berwarna putih itu cukup dekat sehingga pemantulan cahaya ke seluruh

ruangan dapat terjadi (gbr 4.8b). Dari segi peletakan dan bentuk lampu, lampu

ini sangat fungsional sebagai penerangan maupun lampu dekoratif.

Pada bagian samping kanan/kiri ruang terdapat 1 deret lampu dengan 1

bola lampu setiap gantungannya. Penggunaan lampu dekoratif model bola yang

Gambar 4.7 Pencahayaan tempat umat

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

clerestory

clerestory

Tempat umat

digantu

umat d

dengan

peneran

maksim

fungsio

bentuk

membu

tersebu

sebagai

ung di bawa

di bawahnya

n umat di b

ngan langsu

mal (gbr 4.8

onal sebagai

Pencahaya

plafon yan

uat pemantu

ut terlihat ag

i peneranga

Pen

(Sum

ah plafon in

a dan pener

awah maup

ung maupun

c). Berdasa

i peneranga

an di ruang

ng meruncin

ulan cahaya

gak kurang

an pada floy

Gambar
ncahayaan te

mber: Dokume

(a)

Gamb

(

ni berfungs

rangan lukis

pun dengan

n dari pantu

arkan peleta

an dan lamp

g floyer me

ng ke atas.

a terhadap

g terang (gb

yer.

4.9
empat umat

ntasi Pribadi)

bar 4.8 Pema

Sumber: Doku

si untuk me

san jalan sa

n plafon di

ulan terhad

kannya dan

u dekoratif.

enggunakan

Warna plaf

plafon kura

br 4.10). Na

(b)
antulan cahay

umentasi Prib

(

Unive

emberikan p

alib di dindi

atas cukup

dap plafon d

n fungsinya

f.

n lampu yan

fon yang bi

ang maksim

amun, lamp

ya lampu

badi)

Gam
Pencahaya

(Sumber: Dok

ersitas Indo

penerangan

ing. Jarak l

dekat, seh

dan dinding

lampu ini s

ng sama, de

iru seperti l

mal dan rua

pu ini fungs

(c)

mbar 4.10
aan pada floy

kumentasi Prib

47

onesia

pada

ampu

ingga

g bisa

sangat

engan

langit

angan

sional

yer

badi)

5.1 Pro

5.1.1 S

Sejarah

Jakarta

mengal

semaki

diadaka

Paroki

tahun

diperbi

lancar,

oleh D

penguru

hambat

pancan

Januari

ofil Gereja

ejarah Ger

h Gereja Re

a Utara. Par

lami perke

in lama sem

an. Kawasa

Stella Mar

2000, pem

incangkan h

Perjalanan

karena di s

Developer P

usan surat

tan. Pada ta

ng dilakukan

i 2006, Gere

GEREJA

reja

egina Caeli

roki Stella

embangan y

makin tera

an Pantai I

ris, juga me

mbangunan

hingga menj

dalam pem

samping tan

PT Manda

IMB (Izi

anggal 15 F

n, dan pemb

eja Katolik

G

(

48

BAB

STUDI K

KATOLIK

tidak dapa

Maris yang

yang pesat

sa penuh d

Indah Kapu

engalami pe

gereja ba

jadi suatu p

mbangunan

nah yang sel

ara Permai

in Mendiri

Februari 20

bangunan g

Regina Cae

Gbr 5.1 Gerej

sumber: Doku

8

B V

KASUS I

K REGINA

at dipisahka

g telah berd

t dari segi

dan begitu

uk yang te

eningkatan j

aru di Pa

erencanaan

n gereja ini

luas 6.868 M

kepada u

ikan Bangu

004, peletak

gereja berja

eli diresmik

eja Regina Ca

umentasi priba

Unive

A CAELI

an dari Paro

diri sejak ta

i jumlah u

banyaknya

ermasuk W

jumlah um

antai Indah

yang matan

i dapat dik

M2 ini dihib

umat Parok

unan) pun

kan batu pe

alan hingga

kan (gbr 5.1)

aeli

adi)

ersitas Indo

oki Stella M

ahun 1977,

umatnya. G

a kegiatan

Wilayah VII

mat Katolik.

h Kapuk m

ng.

katakan ber

bahkan lang

ki Stella M

berjalan

ertama dan

pada tangg

).

onesia

Maris,

telah

Gereja

yang

I dari

Pada

mulai

rjalan

gsung

Maris,

tanpa

tiang

gal 20

49

Universitas Indonesia

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->