P. 1
Module FIsika Gaya Gesekan Untuk SMU

Module FIsika Gaya Gesekan Untuk SMU

4.5

|Views: 3,335|Likes:
Published by idang94
Module FIsika Gaya Gesekan Untuk SMU
Module FIsika Gaya Gesekan Untuk SMU

More info:

Published by: idang94 on Jul 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $1.25 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/04/2012

$1.25

USD

pdf

GAYA GESEKAN

Gaya gesek (gaya kontak) terdapat pada dua benda yang bersentuhan. Gaya gesek terbagi dua, yaitu: 1. Gaya gesek statik ( = fs) : Gaya gesek yang bekerja selama benda masih dalam keadaan diam. 2. Gaya gesek kinetik ( = fk) : Gaya gesek yang bekerja pada benda yang dalam keadaan bergerak. Sifat gaya gesek : 1. Gaya gesek statik dan kinetik selalu berlawanan dengan arah gerakan. 2. Nilai gaya gesek statik bervariasi dari nol sampai maksimum (fs = 0 jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda, dan fs = maksimum jika benda akan bergerak). 3. Benda akan bergerak jika diberi gaya yang lebih besar dari gaya gesek statik maksimum. 4. Sesaat setelah benda bergerak, gaya gesek kinetik fk menggantikan gaya gesek statik maksimum fs maks. 5. Gaya gesek statik dan kinetik dianggap tidak tergantung pada luas permukaan kontak antara benda yang bersentuhan dan kecepatan benda. 6. Minyak pelumas mengurangi gesekan antara dua benda. 7. Besarnya fs maksimum dan fk tergantung pada gaya normal N. GAYA GESEK STATIK
fs maks Gaya gesek (f) fk fs = F Gesekan statik Gesekan kinetik Gaya dorong (F)

fs maks = µ s . N

GAYA GESEK KINETIK fk = µ k . N

fs maks = F

USAHA (W) : W = F.S. cos θ θ = sudut antara F dan S. ENERGI POTENSIAL (Ep) : Ep = m g h

KEKEKALAN ENERGI : EM = Ep + Ek W = ∆Ek = Ek (akhir) − Ek (awal) W = ∆ Ep = Ep (akhir) − Ep (awal) HUKUM NEWTON : Hukum I Newton : ∑F = O Hukum II Newton : ∑F = m a. Hukum III Newton : Faksi = − Freaksi

ENERGI KINETIK (Ek) : Ek = ½ m v2

-1-

Gaya gesekan dapat menimbulkan kerugian. Berikut ini yang merupakan upaya untuk mengurangi gaya gesekan yang merugikan adalah (A) (B) (C) (D) (E) Pemakaian laker (gotri) pada roda mobil Alur-alur roda traktor dibuat cukup dalam Jalan aspal dibuat selicin mungkin Lantai keramik sebaiknya selalu diminyaki Permukaan poros perputaran dibuat kasar 03. Di antara pernyataan yang berkaitan dengan koefisien gesekan statik (µ s) berikut ini. Besar gaya gesekan itu tergantung pada (A) Kekasaran permukaan yang bergesekan (B) Besarnya gaya normal (C) Kekasaran permukaan yang bergesekan dan gaya normal (D) Besarnya massa benda yang tertarik (E) Besarnya gaya yang menarik benda itu 04. yang tidak benar adalah (A) µs selalu lebih besar dari µk (B) µs berubah menjadi µk jika bendanya bergerak (C) µs tergantung pada gaya normal dan gaya gesekan (D) µs tak tergantung pada gaya normal (E) µs tergantung pada kekasaran bidang kontak 05. gaya gesekan tetap gaya normal dan gaya gesekan keduanya tetap gaya normal dan gaya gesekan keduanya berubah (E) gaya normal dan gaya gesekan kadang-kadang berubah dan tetap bergantian -2- . Gesekan dapat menguntungkan pada (A) (B) (C) (D) (E) Ban mobil dan jalan raya ketika berjalan Piston dan silinnder pada kendaraan Pedal sepeda dan asnya Gesekan komponen-komponen mesin Kaki dan jalan ketika mendorong 02.SOAL – SOAL 01. Bila suatu benda diletakkan di atas permukaan yang kasar kemudian ditarik dengan sebuah gaya tetap. maka akan terjadi gaya lawan yang disebut gaya gesekan. Apabila sebuah benda bergerak pada bidang datar yang kasar maka selama gerakannya (A) (B) (C) (D) gaya normal tetap. gaya gesekan berubah gaya normal berubah.

dimana vP < vQ. f2 ke kanan f1 ke kanan. gaya gesekan sama dengan 0 (B) besar gaya gesekan statik sama dengan F (C) besar gaya gesekan kinetik sama dengan F (D) resultan gaya gesekan statik dan kinetik sama dengan 0 (E) hal tersebut tidak mungkin terjadi -3- . Balok A dan B bergerak dengan arah seperti tampak pada gambar. Suatu balok bermassa m. f2 ke kanan f1 ke kiri. Dua buah balok P dan Q disusun seperti gambar dan bergerak sejajar dengan kecepatan masingmasing vp dan vQ .06. f2 ke kiri f1 ke kanan. Benda diberi gaya horizontal yang semakin diperbesar sehingga balok tersebut bergerak. Antara balok A dengan lantai timbul gaya gesekan f1 dan antara balok A dengan B timbul gaya gesekan f2. mula-mula dalam keadaan diam pada bidang horizontal kasar. f2 = 0 08. Pernyataan berikut yang benar adalah (A) setelah bergerak beraturan. balok bergerak beraturan. maka arah f1 dan f2 yang bekerja pada P adalah (A) (B) (C) (D) (E) f1 ke kiri. Setelah itu gaya tersebut diperkecil sedikit demi sedikit sehingga pada saat gaya horizontal = F. Arah gaya gesekan yang bekerja pada balok A dalah v2 B A kasar kiri samping kanan v1 (A) (B) (C) (D) (E) f1 Ke kanan Ke kiri Ke kanan Ke kiri Ke kanan f2 ke kiri ke kiri ke kanan ke kanan ke samping 07. gaya gesekan P dan Q (f2). Q P vQ vP Jika gaya gesekan antara balok dengan lantai (f1). f2 ke kiri f1 ke kanan.

4 m/s2 maka besar koefisien gesekan bidang miring itu adalah (A) 0.50 (C) 0. maka koefisien gesek statis lantai terhadap bak truk sebesar (A) 0.50 11.3 ms−2 (B) 2. maka (A) (B) (C) (D) Gesekan kinetik = gesekan statik Gesekan statik > gesekan kinetik Gesekan statik < gesekan kinetik Gesekan statik = komponen gaya berat yang sejajar dengan bidang miring (E) Gesekan statik > komponen gaya berat yang sejajar bidang miring 10.75 (D) 1. Jika percepatan maksimum truk yang diijinkan agar lemari tetap tak bergerak sebesar 2.4 (D) 0. Pada benda bekerja sebuah gaya horizontal sebesar 18 N. Bila koefisien gesekan kinetik antara penghapus dan papan tulis adalah 0.0 (D) 4. Bila kotak itu bergerak ke bawah dengan percepatan 4.4 maka untuk menggerakkan dengan kecepatan tetap. Penghapus papan tulis yang beratnya 2 N dipakai untuk menghapus papan tulis yang letaknya vertikal. siswa tadi harus menariknya dengan gaya (dalam newton) (A) (B) (C) 0.6 -4- .7 ms−2 (D) 5.4 dan g = 10 ms−2.09. Siswa yang menggunakan penghapus tadi menekankannya tegak lurus ke papan tulis dengan gaya 10 N. Benda yang diletakkan di atas bidang miring ternyata tidak meluncur ke bawah.25 (B) 0.3 (C) 0.5 (E) 0. Sebuah kotak bermassa m diletakkan pada bidang miring yang membentuk sudut 37o terhadap arah horizontal (sin 37o = 0.0 ms−2 (C) 2. maka percepatan yang dialami benda adalah (A) 1.3 ms−2 (E) 10 ms−2 13.8 3.0 12.5 m/det2.2 4. Sebuah lemari kayu terletak pada lantai kasar suatu bak truk yang sedang bergerak. Sebuah benda massanya 3 kg diletakkan pada bidang mendatar.00 (E) 1. Jika koefisien gesekan kinetis antara benda dengan bidang 0.8 (E) 25.6).2 (B) 0.

25 17.8 ms−2 (E) 3. Dua benda (m1 = 3 kg .5 m/s2 6.2 dan g = 10 ms−2 maka percepatan sistem tersebut adalah (A) 0.0 m/s2 (E) 7.5 m/s2 3.14. massa tali dan katrol serta gesekan katrol di abaikan. jika massa katrol dan tali serta gesekan katrol di abaikan maka percepatan benda bermassa 30 kg adalah (A) 1. Pada gambar.0 m/s2 7.2 ms−2 4m 30 N 3m 30 N -5- .5 m/s2 m1 m2 30o 15.5 m/s2 30 kg 20 kg µk = 0. massa benda A dan B masing-masing 25 kg dan 15 kg. miring masing-masing dan 5 10 Percepatan sistem benda sama dengan (A) (B) (C) (D) (E) 0. Besarnya gaya F agar sistem bergerak ke kiri dengan percepatan 2 m/s2 adalah (A) 50 N (B) 80 N (C) 130 N (D) 150 N (E) 280 N F A µk = 0. Perhatikan gambar di bawah ini! Massa tali dan gesekan pada katrol diabaikan.2 ms−2 (D) 2. Pada gambar.28 ms−2 (C) 1.2 B 16.0 m/s2 4.5 m/s2 (D) 5.5 m/s2 (C) 2. Jika bidang miring dan bidang datar mempunyai koefisien gesekan yang sama sebesar µk = 0.0 m/s2 (B) 1.12 ms−2 (B) 0. m2 = 6 kg) dihubungkan sebatang kawat yang massanya diabaikan. Koefisien gesek antara m1 dan m2 dengan bidang 1 1 3 3.

Balok itu terletak 2 m di atas lantai. Ketika balok itu dilepaskan. maka gaya gesekan lantai pada balok adalah …. sehingga paku masuk 2. Jika balok itu berhenti setelah bergerak sejauh 5 m di atas lantai kasar. Gaya gesekan antara dua benda padat selalu berlawanan arah dengan kecepatannya tetapi hampir tidak bergantung pada nilai kecepatannya. Sebuah mobil bermassa 1 ton sedang bergerak dengan kecepatan tertentu.140 2.5 kg dengan kelajuan 6 m/s. Perubahan kecepatan mobil adalah (A) (B) (C) (D) (E) 400 ms−1 50 ms−1 40 ms−1 20 ms−1 10 2 ms−1 20.18.260 2.000 N sehingga mobil berhenti. (g = 10 m/s2) Balok kayu (A) (B) (C) 2 N 4 N 5 N Permukaan kasar 5m 2m (D) 10 N -6- .400 N N N N N 21. tiba-tiba direm dengan gaya 2. balok bergerak menuruni permukaan licin menuju lantai yang kasar. Waktu dan jarak yang dibutuhkan benda untuk berhenti dihitung dari keadaan mula-mula adalah (A) (B) (C) (D) (E) 12 detik 12 detik 36 detik 36 detik 40 detik dan dan dan dan dan 36 m 40 m 12 m 30 m 40 m 19.5 cm ke dalam kayu. Gaya rata-rata yang menentang paku adalah (A) (B) (C) (D) (E) 940 1. Amir memukul paku dengan palu bermassa 1.05. Gambar di bawah ini memperlihatkan sebuah balok yang massanya 1 kg terletak pada bidang miring licin. Sebuah benda yang massanya 2 kg bergerak dengan kecepatan awal 6 m/dt pada bidang kasar dengan koefisien gesek (µ) = 0.080 1.

maka besar usaha yang berubah menjadi energi kinetik adalah (A) 3 joule (B) 15 joule (C) 40 joule (D) 60 joule -7- . Benda yang massanya 5 kg diletakkan di atas lantai datar yang kasar (µs = 0.4 dan µk = 0.3). g = 10 m/s2. sedangkan koefisien gesekan statisnya 0.2 .1. Sebuah balok yang massanya 2 kg terletak di atas lantai mendatar dan ditarik oleh gaya 4 N miring ke atas membentuk sudut 60o dengan arah mendatar. Balok A beratnya 100 N diikat dengan tali mendatar di C (lihat gambar). koefisien gesekan kinetik antara balok dan lantai 0. Bila percepatan gravitasi g = 10 m/s2. maka gaya gesekan yang bekerja pada balok dan lantai sebesar (A) 0 newton (B) 2 newton (C) 4 newton (D) 20 newton (E) 40 newton 25. Balok B beratnya 500 N. Koefisien gesekan antara A dan B adalah 0. Sebuah partikel yang bermassa 2 kg bergerak lurus menyusuri sumbu X dengan besar kecepatan mulamula 3 m/s searah sumbu X positif.(E) 20 N 22. Bila gaya 6 N searah sumbu X negatif bekerja pada partikel itu selama 3 s. Jika benda ditarik dengan gaya horizontal sebesar 30 N selama 2 detik.5.2 dan koefisien gesekan antara B dan lantai adalah 0. Besar gaya F minimal untuk menggeser balok B adalah (dalam newton) (A) (B) (C) (D) (E) 950 750 600 320 100 N N N N N 24. maka (1) (2) (3) (4) besar kecepatan akhir 6 m/s arah kecepatan akhir searah sumbu X negatif partikel pernah berhenti setelah 3 s kecepatan partikel tetap 23.

C A B F (E) 90 joule -8- .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->