KONSEP TENTANG SEKSUALITAS Seksualitas sulit untuk didefinisikan karena seksualitas memiliki banyak aspek kehidupan kita dan

diekspresikan memalui beragam perilaku Kesehatan seksual telah didefinisikan sebagai “penginteraksian aspek somatik, emosional , intelektual, dan sosial dari kehidupan seksual, dengan cara yang positif memperkaya dan meningkatkan kepribadian, komunitas, dan cinta”(world Health Organization,1975) Dimensi seksualitas Dimensi SOSIOKULTURAL Seksualitas dipengaruhi oleh norma dan peraturan kultural yang menentukan apakah perilaku yang diterima di dalam kultur. Keragaman kultural secara global menciptakan variabilitas yang sangat luas dalam norma seksual dan menghadirkan spektrum tentang keyakinan dan nilai yang luas. Misalnya termasuk cara dan perilaku yang diperbolehkan selama pacaran,apa yang dianggap merangsang, tipe aktivitas seksual, sanksi dan larangan dalam perilaku seksual, dengan siapa seseorang menikah dan seiapa yang mengizinkan untuk menikah. DIMENSI AGAMA DAN ETIK Seksualitas juga berkaitan dengan standar pelaksana agama dan etik. Ide tentang pelaksanaan seksual etik dan emosi yang berhubungan dengan seksualitas membentuk dasar untuk pembuatan keputusan seksual. Spektrum sikap yang ditunjukan pada seksualitas direntang dari pandangan tradisional tentang hubungan seks hanya dalam perkawinan sampai sikap yang memperbolehkan individu menentukan apa yang benar bagi dirinya. Keputusan seksual yang melewati batas kode etik individu dapat mengakibatkan konflik internal. DIMENSI PSIKOLOGIS Bnayak dari keyakinan dan sikap kita mengenai perkembangan psikologis, moral dan psikoseksual wanita dan pria didasarkan pada teori dari Freud, Erikson, dan Kohlberg. Psikolog feminis kontemporer seperti Carlo Giligan (1982) dan Nancy Chodorow (1974),telah menentang asumsi ini. Mereka menyatakan bahwa diri wanita didefinisikan oleh hubungan dengan orang lain sementara diri pria didefinisikan oleh perpisahan individualisasi.

Kedua. Pada bagian besar kasus pengkajian seksual harus mencangkup pemeriksaan fisik komplet untuk mengidentifikasi atau menyingkirkan kondisi fisiologis yang mungkin menunjang terjadinya disfusi seksual. perawat dapat belaja runtuk mengenali masalah yang berada di luar jangkauan keahlian mereka dan melakukan rujukan untuk klien guna mendapatkan bantuan. . Kadang penyebab disfungsi mungkin tidak teridentifikasi atau penyebabnya merupakan kombinasi dari beberapa faktor. Pada 15% kasus lainnya. SEKSUALITAS DAN PROSES KEPERAWATAN Pengkajian Banyak perawat merasa tidak nyaman membicarakan tentang seksual dengan klien. masalah fisiologis memnyebabkan difusi seksual tetapi bukan semata-mata penyebabnya.RESPON SEKSUAL Siklus Respons Seksual Master dan jhonson (1966) telah mendefinisikan siklus respens seksual dengan fase-fase ini adalah akibat dari vasokontriksi dan miotania. Akhirnya. Pertama mereka dapat membangun dasar pengetahuan dan pemahaman yang wajar tentang dimensi seksualitas swhat dan area yang paling umum dari perubahan atau disfungsi seksual. perawat dapat mengkaji tingkat kenyamanan dan keterbatasan mereka sendiri dalam mendiskusikan seksualitas dan fungsi seksual. DISFUNGSI SEKSUAL Penyebab disfungsi seksual mungkin fisiologi atau psikologis. tetapi mereka dapat mengurangi rasa ketidaknyamanan dengan menggunakan beberapa metoda. Sekitar 10% sampai 20% disfungsi seksual disebabkan oleh faktor fisiologis. yang merupakan respon fisiologis dasar dari rangsangan seksual. Mempraktikan pelafalan tentang istilah yang berhubungan dengan seks dan seksualitas baik dalam bahasa profesional atau bahasa awam adalah salah satu cara meningkatkan tingkat kenyamanan.

FAKTOR GAYA HIDUP. jika keyakinan klien adalah penting untuk melakukannya pada beberapa norma kultur. RIWAYAT KESEHATAN SEKSUAL Setiap riwayat keperawatan. atau kantor praktisi harus mencangkup beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan seks utnuk menentukan apakah klien mempunyai masalah seksual. Aktivitas seksual dapat menyebabkan nyeri dan ketidak nyamanan. Klien dapat mengalami penurunan keinginan seksual karena alasan fisik . atau jika perbedaan dalam keinginan seksual dari pasangan yang menyebabkan konflik. Faktor gaya hidup. Jika harga-diri seksual tidak pernah dipelihara dengan mengembangkan perasaan yang kuat tentang seksualdiri dan dengan mempelajariketerampilan seksual. Masalah dalam berhubungan dapat mengalihkan perhatian seseorang dari keninginan seks. dapat mempengaruhi keinginan seksual. Bagaimana perasaan Anda tentang bagian seksual dari hidup anda? . rumah sakit. seksualitas mungkin menyebabkan perasaan negatif atau menyebabkan tekanan perasaan seksual. FAKTOR FISIK. pasangan mungkin mendapati bahwa mereka dihadapkan pada perbedaan yang sangat besar dalam nilai atau gaya hidup mereka. Bahkan hanya membayangkan seks dapat menyakitkan sudah menurunkan keinginan seks. FAKTOR HARGA DIRI. apakah riwayat tersebut dikumpulkan di klinik.FAKTOR YANGN MEMPENGARUHI SEKSUALITAS keinginan seksual menjadi masalah jika klien semata-mata menginginkan untuk merasakan keinginan hubungan seks lebih sering. seperti penggunaan atau penyalagunaan alkohol atau tidak punya waktu untuk mencurahkan perasaan dalam hubungan . FAKTOR HUBUNGAN. Tingkat harga-diri klien juga dapat menyebabkan konflik yang melibatkan seksualitas. Pertanyaan lainnya yang dapat di ajukan kepada orang dewasa adalah sebagai berikut: 1. Setelah kemesraan hubungan telah memudar.

dan banyak pasangan. medikasi. Apakah Anda punya pertanyaan tentang seks atau hal-hal lainya? Seperti yang ditunjukan oleh usia. Menentukan apakah klien.2. wanita. Apakah anak Anda telah mulai mengajukan pertanyaan tentang daru mana bayi berasal? 3. suami. Apakah Anda memperhatikan anak Anda mengeksplorasi tubuhnya. Pernahkah Anda membicarakan dengan anak Anda tentang seks. Pertanyaan seperti ”Apakah Anda terlibat dalam hubungan dimana seseorang menyakiti anda?” dapat membuka pintu klien untuk menjelaskan penganiayaan yang dialami baik sekarang arau di masa lalu Suatu pertanyaan tambahan seperti ”Apakah seseorang tekah memaksa Anda untuk berhubungan seks yang tidak ingin adna lakukan?” dapat secara spesifik lebih menginformasikan klien tentang . rabas genital. misalnya saja menyentuh penisnya? 2. dan tinjauan sestem tubuh. Riwayat harus mencangkup pokok pikiran tentang PMS seperti pemajanan yang diketahui. Bagaimana penyakit. jenis kelamin. Apakah Anda memperhatikan adanya perubahan dalam cara anda merasakan tentang diri Anda sebagai pria. riwayat kesehatan harus mencangkup aspek yang berhubungan dengan pengkajian seksual. juga peneting. Keadekuatan atau kebutuhan kentrasepsi adalah pokok yang sesuai tentang mengajukan pertanyaan bagi semua pria dan eanita permenstrual yang aktif secara seksual. atau istri? 3. kehamilan. dan kontrasepsi? Remaja mungkin merespon dengan baik terhadap pertanyaan seperti berikut: Banyak remaja mempunyai pertanyaan tentang PMS atau apakah tubuh mereka telah berkembang dengan ukuran (kecepatan) yang tepat. atau perbedahan yang Anda alami telah mempengaruhi kehiupan seks anda? Penyataan yang mungkin ditujukan kepada orang tua anak mencangkup berikut: 1. terutama wanita. mempunyai hubungan yang abusive.

perawat . PENGKAJIAN FISIK Pemeriksaan fisik penting dalam pengevaluasi penyebab kekuatiran atau masalah seksual dan mungkin merupakan kesempatan terbaik untuk menyuluh klien tentang seksualitas. 1995). McFarland. dan Mclane. Klien ini harus dirujuk pada pemberi perawatan kesehatan yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang terapi seks. Klien wanita dapat belajar untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri(sadari) selama pengkajian fisik. Perawat mengkaji payudara dan genitalia internal dan eksternal klien. dan memberikan informasi tentang pemeriksaan atau struktur anatomis dan fisiologis. Intervensi yang ditujukan untuk mengatasi kekuatiran sesuai untuk praktik keperawatan dalam setiap bidang keahlian keperawatan. Namun demikian. Jika kekuatiran di ekspresikan. pengetahuan tentang struktur anatomis skrotum normal membantu klien dalam medeteksi tanda kanker testis. Diagnosa Keperawatan Perubahan pola seksualitas dan disfungsi seksual dikenal sebagai diagnosa keperawatan yang disetujui (Kim. Klien pria dapat belajar untuk melakukan pemeriksaan testis mandiri selama pengkajian fisik.plihan untuk mendiskusikan masalah pada saat pertanyaan di ajukan atau selama kontrak berikutnya dengan memberi perawatan kesehatan. menjawab pertanyaan yang di ajukan klien. Pengkajian rinci tentang masalah seksual yang sudah berlangsung lama atau kekuatiran seperti disfungsi erektil atau vaginismus di luar jangkauan praktik keperawatan umum. maka diagnosanya adalah perubahan pola seksual. sering kali perawat dapat mengidentifikasi kekuatiran seks yang berkaitan dengan medikasi kurang pengetahuan atau ketakutan tentang abnormalitas. Perawat mempunyai kesempatan untuk mengkaji reaksi klien. Perbedaan dalam mendiagnosis Disfusi seksual atau perubahan pola seksualitas bergantung pada apakah klien merasakan masalah dalam pencapaian kepuasan seksual atau mengekspresikan kekuatirab mengenai seksualitas.

Contoh rencana keperawatan diberikan pada halaman 557. Menetapkan atau mempertahankan kepuasan seksual bagi diri sendiri dan pasangan.harus mengkaji masalah anatomis fisiologis. 2. dan situasi. Misalnya. Perawat dapa meningkatkan ksehatan seksual dengan membantu klien mendapatkan wawasan mengenai masalah mereka dan mengenali metoda untuk menghadapi masalhah tersebut secara efektif. atau mendapatkan fungsi seksual yang mencukupi untuk menghilangkan ansietas. Lingkungan dan waktu harus terstruktur untuk memberikan privasi. keagamaan. atau meningkatkan harga diri yang postif dengan mengintegrasikan keyakinan kultural. Ekspresi dan pengenalan nilai dan kesukaan dari kedua pasangan sangat penting untuk mencapai keberhasilan intervensi. dan kenyamanan klien. ketika mendiskusikan metoda kontrasepsi dengan klien wanita. praktik seksual saat ini dan masalalu. waktu yang tidak terganggu. sosiokultural. Mendapatkan pengetahuan tentang perkembangan dan fungsi seksual pria dan wanita. peran seks. 4. perawat . 3. dan eltik. Tujuan tidak akan dicapai jika intervensi yang direkomendasikan tidak berhasil dalam memenuhi seksualitas(misalnya identitas jender. dan kesukaan pasangan). Mencapai. mempertahankan. Implemetasi Peran perawat mencangkup promosi kesehatan seksual sebagai komponen kesejahteraan menyeluruh. Mencapai atau mempertahankan secara biologis dan emosional praktik seksual yang sehat. dan realitas situasi 5. Mencapai kembali. Perencanaan Tujuan untuk klien yang mengalami perubahan aktual atau potensial dalam funsi seksual termasuk yang berikut ini: 1. PROMOSI KESEHATAN Menggali dan mendiskusikan nilai dan tingkat kepuasan serta memberikan pendidikan seks membutuhkan keterampilan komunitas yang baik. mempertahankan. etik.

PERAWAT RESOTARIF Ketika disfungsi seksual teridentifikasi dan menimbulkan masalah gaya hidup dan kesehatan. atau latihan. Perawat harus mengenali kapan kebutuhan klien melebihi keahlian yang mereka miliki dan memberikan rujukan dengan tepat. Rujukan juga diperlikan ketika nilai atau kebutuhan klien berkonflik dengan nilai dan kebutuhan-kebutuhan perawat. Sebagian besar klien yang ditemui di klinik atau rumaah sakit dapat mengambil manfaat dari diskusi dan penyuluhan yang diberikan oleh perawat umum. Klien mungkin tetap membutuhkan dukungan untuk terus menjalankan rujukan dan penekanan tentang penjelasan prosedur. EVALUASI Individu mempunyai hak untuk memahami fungsi tubuh mereka dan memprediksi perubahan perkembangan. dan perubahan yang normal nya terjadi bersama dengan proses penuaan dan stres kehidupan. pengobotan. cara pria dan wanita merespons seksual. KESEHATAN SPIRITUAL Nila yang membentuk dan mempengaruhi kehidupan kita adalah . Penyakit mengakibatkan tantangan terhadap banyak fungsi tubuh. dan memberikan informasi.memberikan kursi yang nyaman di ruang kantor ketimbang mendiskusikan dalam ruang pemeriksaan ketika klien berpakaian sebagian. membantu klarifikasi masalah. Agar lebih efektif usntuk siap intervensi. Perawat yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis dalam funsi konseling seksual dapat memberikan terapi seks lebih intensif. perawat harus memberikan rujukan yang sesuai dengan konseling atau evaluasi oleh ginekolog atau urolog. Kotak sampel evaluasi (halaman 559) menunjukan proses pengukuran aktual versus hasil yang diharapkan. Klien harus memahami perkembangan tubuh. PERAWAT AKUT Intervensi keperawatan yang menunjukan perubahan klien pada pasangan seksual atau disfungsi seksual umumnya menimbulkan kesadaran. dan seksualitas harus di anggap sebagai suatu masalah. perawat harus mersa nyaman dengan seksualitas dan mewaspadai nilai dan bias pribadi.

Kesehatan seseorang bergantung kepada keseimbangan hubungan variabel fisik. Namun demikian. yang ditandai oleh makna dan harapan (Clark et al. Religi yang terorganisasi dapat memberikan kerangka untuk pemahaman makna tentang ekstensi dan struktur kepribadian. religi adalah cara hidup yang memberikan pemeliharaan yang mulia dan keterhubungan kepada semua kehidupan. Seseorang mengikuti ritual atau praktik keagamaan tertentu untuk mengekspresikan aspek spiritualitas.1993) Kesejahteraan spiritual adalah suatu aspek yang terintergrasi dari manusia secara keseluruhan. Agar perawat dapat memberikan perawatan yang berkualitas. Seseorang yang tidak melihat diri mereka sebagai terhubung dengan religi mungkin msi merasa sangat puas secara spiritual. Emblen (1992) mendefinisikan religi sebagai suatu sistem keyakinan dan ibadah terorganisasi yang dipraktikan seseorang secara jelas menunjukan spiritual mereka. Setiap perawat harus memahami tentang spritualitas dan bagaimana keyakinan speritual mempengaruhi setiap orang. individu secara keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagian (mansen. Kedua istilah tersebut digunakan secara bertukaran dan pastinya ada hubungan. Perawat mempunyai pendekatan tradisional mengenai promosi kesehatan melalui perspektif holistik. Asumsi mendasar tentang holsme adalah keyakinan dimana individu tidak dapat membaginya menjadi komponen. kultural. dan spiritual. SPIRITUAL DAN RELIGI Banyak perawat mempunyai kesulitan dalam memberikan spiritualitas dengan religi. Religi mempunyai tujuan berbeda dalam kehidupan seseorang. 1991). tidak semua orang mengenali atau berpartisipasi dalam religi terorganisasi. sosiologis. Bagi sebagian orang. seseorang yang mengklaim dirinya agnosis berkeyakinan bahwa tidak mungkin bagi seseorang untuk mengetahui apakah tuhan atau segala yang maha tinggi itu ada. Namun demikian. mereka mengidentifikasi dan mengeksplorasi apa yang sangat bermakna dalam kehidupan mereka dan ketika menemukan cara untuk mengadaptasi ngeri dan menderita penyakit. Religi biasanya berkaitan dengan “keadaan melakukan” atau sesuatu sistem penyatuan spesifik tentang praktik yang berkaitan dengan denominasi atau bentuk ibadah tertentu. perkembangan. psikologis. . Keperawatan membutuhkan keterampilan dalam perawatan spiritual. Spiritualitas memberi dimensi luas pada pandangan holistik kemanusiaan. Misalnya. kedua konsep tersebut tidak sama.nilai keabadian dan kesehatan .

Kemandirian dapat sangat terancam. Distres spiritual dapat berkembang sejalan dengan seseorang mencari makna tentang apa yang terjadi. Individu mungkin mempertanyakan nilai spiritual mereka.MASALAH SPIRITUAL Ketika penyakit. kematian. tujuan hidup. yang menyebabkan ketakutan . PERUBAHAN DALAM KEANGGOTAAN DENOMINASI ATAU PERUBAHAN RELIGI Melakkukan perkawinan dengan seseorang yang berbeda latar belakang agamanya atau pindah ke suatu lingkungan yang tidak . PENYAKIT AKUT Penyakit yang mendadak. dan kesejahteraan klien. kehilangan atau nyeri menyerang seseorang. ketidaktahuan. kesedihan yang menyeluruh. dapat mempengaruhi struktur atau dukungan agama terghadap rasa kesejahteraan seseorang. mengajukan pertanyaan tentang jalan hidup seluruhnya. misalnya saja . kekuatan spiritual dapat membantu seseorang kearah penyembuhan atau pada perkembangan kebutuhan dan perhatian spiritual. dapat menimbulkan distres spiritual yang bermakna. yang mungkin dapat mengakibatkan seseorang merasa sendiri dan terisolasi dari orang lain. kesehatan. tidak diperkirakan. dan ancaman terhadap integritas. Praktik kebiasaan keagamaan. individu sering menjadi keurang mampu untuk merawat diri mereka dan bergantung kepada orang lain untuk perawatan dan dukungan. dan sumber dari makna hidup. MASALAH RELIGI Masalah religi klien dapat mempengaruhi spiritualitas klien. jika terganggu atau berubah. ansietas. yang menghadapkan baik ancaman langsung atau jangka panjang terhadap kehidupan. Selama penyakit atau kehilangan. PENYAKIT TERMINAL penyakit terminal umunya menyebabkan ketakutan terhadap nyeri fisik. Terdapat juga klien yang mempunyai rasa spiritual tentang ketenangan yang memampukan mereka untuk menghadapi kematian tanpa rasa takut. PENYAKIT KRONIS Seseorang dengan penyakit kronis sering menderita gejala yang melumpuhkan dan mengganggu kemampuan untuk melanjutkan gaya hidup normal mereka.

Informasi ini dapat membantu perawat untuk mengenali fokus spiritual klien dan dampak penyakit atau kecacaran pada kehifupan seseorang. KEHILANGAN ATAU MEMPERTANYAKAN PEKERCAYAAN Kepercayaan didefinisikan oleh studzinki (1986) sebagai lebih dari sekedar sekumpulan kesehatan. Jika kesehatan seseorang (seperti yang didefinisikan oleh klien) adalah aspek yang paling penting dari hidupnya. Kepercayaan adalah cara menunjukan diri seseorang. (1995) menuliskann bahwa intensifikasi praktik keagamaan secara sukarela dapat menyebabkan masalah ketika seseorang tidak merasa bebas atau tidak mengetahui bagaimana harus membicarakan tentang aspek keagamaan atau perubahan. perspektif spiritualitasnya.” dapat membantu dalam mengkaji apa yang memberi makna hidup seseorang. Seseorang sering mengintesifikasi prakteik keagamaan dalam menghadapi rasa bersalah atau utnuk menghadapi trauma yanbg sulit atau kehilangan.mempunyai cabang dari kelompok keagamaan tertentu. dan terjadi pengasuhan spiritual. maka jelas aspek yang paling penting akan sangat memberi dampak. kini. akan menciptakan rasa kehilangan bagi individu. PROSES KEPERAWATAN DAN SPIRITUALITAS Pengkajian Dengan jelas. dan masa mendantang dengan kekuatan yang lebih tinggi sebagai pusat. perawat dan klien sampai pada titik pembelajaran bersama. INTENSIFIKASI KEPATUHAN TERHADAP KEYAKINAN Turner et al. . komunitas seseorang dan kekuatan lebih tinggi dan cara mengintegrasikan masa lalu kita. dan apakah pandanganan spiritualnya sebagian dari kehidupannya secara keseluruhan . Hal ini benar jika perawat mempunyai kontak terbatas dengan klien dan gagal untuk membina hubungan. Pertanyaannya adalah bukan jenis dukungan spiritual kedalam apa yang dapat diberikan tetapi bagaimana secara sadar perawat mengintegrasi perawatan spiritual ke dalam proses keperawatan Keyakinan dan Makna penting untuk mempelajari tentang filosofi kehudpan seseorang.” “Jelaskan kepada saya apa yang paling penting dalam kehidupan Anda. Tanyakan kepada klien “Dapatkah Anda katakan kepada saya tentang filosofi kehidupan Anda. Tetapi ketika terbina hubungan saling percaya. kekmampuan perawat untuk mendapat gambaran tentang dimensi spiritual klien yang jelas munkin dibatasi oleh lingkungan di mana orang tersebut mempraktikkan spiritualnya.

rekanan di tempat kerja atau di sekolah. Dalam . Autoritas dapat berupa yang maha kuasa. Ritual dan ibadat kriteria paling umum yang dikaji perawat untuk spiritualitas adalah kebiasaan ibadat dan ritual keagamaan. Suatu autoritas memandu seseorang dalam menguji keyakinan dan mengalami pertumbuhan. diri sendiri. Secara lebih luas yang mempunyai kepercayaan sama antara klien dan jaringan pendukung mereka. termasuk keluarga langsung klien. perawat harus mempertimbankan status kesehatan klien terakhir dari spesifik holistik. Komunitas yang mempunyai kepercayaan yang sama menciptakan ikatan yang kuat. Diagnosa Keperawatan Ketika meninjau pengkajian spiritual dan mengintegrasikan informasi tersebut kedalam diagnosa keperawatan yang sesuai. (1989) merekomendasikan pengkajuan spiritual yang mencangkup tinjauan tentang riwayat seseorang dengan kapasitas terhadap penyalaman keagamaan dan apakah pengalaman tersebut terjadi mendadak atau bertahap.Suatu pemahaman tentang keyakinan dan makna yang mecerminkan sumber spiritual seseorang memudahkan dalam mengatasi kejadian traumatuk atau yang menyulitkan. Pengalaman dan Emosi Farran et al. yang penting artinya bagi perawat dan klien untuk brrkolaborasi dengan erat saat membuat rencara perawatan. teman akrab. Perencanaan ketika perawat dan klien mengidentifikasi bahwa klien mempunyai kebutuhan spiritual. Persahabatan dan Komunitas persahabatan adalah hubungan yang dimiliki oleh seorang idividu dengan orang lain. dengan spiritualitas sebagai perinsip kesatuan. komunitas masyarakat dan lingkungan tetangga. pemuka agama tertentu keluarga atau teman. Autoritas dan Pembimbingan setiap individu mempunyai suatu sumber autoritas dan pedoman dalam kehidupannya. Adalah suara dari dalam atau autoritas dari luar mengarahkan seseorang untuk memilih menjalani keyakinannya. atau kombinasi dari sumber tersebut.

Pencarian pribadi klien tentang makna (hidup) meningkat. 2. 3. Pencapaian tingkat pemahaman ini bersama klien memampukan perawat memberi perawatan secara intensif. Bagian dari lingkungan pemberi perawatan klien adalah kehadiran teratur dari keluarga dan teman yang dipandang oleh klien sebagai pendukung. Baik klien dan perawat harus merasa bebas untuk merelakan dan menemukan berasama makna penyakit yang dialami klien dan dampaknya pada makna dan tujuan klien. kreatif dan sesuai. Kiem mampu terikat dengan anggota sistem pendukung. Sestem pendukung berfungsi sebagai hubungan manusia yang menghubungkan klien. Menetapkan Kehadiran Klien telah melaporkan bahwa kehadiran perawat dan aktivitas pemberi perawatan menunjang adanya perasaan sejahtera dan memberikan harapan untuk pemulihan. terdapat tiga tujuan untuk pemberian perawatan spiritual 1. makla ajan timbul perasaan kesepian. Hal ini menerapkan pandangan holistik terhadap masalah kesehatan klien. Implementasi jika klien mengalami distres spiritual atau mempunyai masalah kesehatan yang menyebabkan keputusasaan. Berdoa Tindakan berdoa adalah bentuk “dedikasi-diri” yang memungkinkan yang memungkinkan individu untuk bersatu dengan tuhan atau maha kuasa . Mendukung Hubungan yang Menyembuhkan seseorang perawat yang ahli belajar untuk melihat lebih jauh batasan masalah klien yang terisolasi dan mengenali gambaran tentang kebutuhan klien yang lebih luas. Klien akan merasa terisolasi dari orang yang biasanya memberikan dukungan. Apapun keragaman intervensi yang mungkin dipilih oleh perawat untuk klien.menetapak rencana keperawatan. Sistem Dukungan sistem pendukung memberi mereka rasa sejahtera terbesar selama perawatan di rumah sakit. hubungan mengasihi dan saling memahami penting. dan gaya hidup klien sebelum terjadi penyakit. perawat. Klien merasakan perasaan percaya pada pemberian perawatan.

kemampuan untuk menelaah ritual keagamaan adalah suatu sumber koping penting. dan menjalani pengalaman yang membantu membentuk kehidupan. membentuk kembali filosofi. perawat mengevaluasi apakah intervensi keperawatan membantu menguatkan spiritual klien. Evaluasi pencapaian kesehatan spiritual dapat dianggap sebagai tujuan sepanjang hidup. . Klien akan mengalami pentingnya mengklarifikasi nilai. Perawat membandingkan tingkat spiritual klien dengan perilaku dan kebutuhan yang tercatat dalam pengkajian perawatan (lihat kotak evaluasi pada halaman 581). Hal ini ters terutama benar bagi seorang lansia. Ketika merawat klen.Mendukung Ritual Bagi banyak klien.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful