Pekerjaan pembesian merupakan bagian dari pekerjaan struktur.

Pekerjaan ini memegang peranan penting dari aspek kualitas pelaksanaan mengingat fungsi besi tulangan yang penting dalam kekuatan struktur gedung. Berikut adalah metode pelaksanaan pekerjaan pembesian mulai dari tahap penyimpanan hingga pemasangan tulangan. Fungsi tulangan pada beton adalah untuk menahan gaya tarik, gaya geser dan momen torsi yang timbul akibat beban-beban yang bekerja pada konstruksi beton tersebut. Oleh karena itu perencanaan dan pelaksanaan pembesian harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar kerja, RKS dan Aanvulling yang telah direncanakan oleh perencana struktur yaitu dalam hal : • Ukuran diameter baja tulangan • Kualitas baja tulangan • Kuantitas baja tulangan • Penempatan/pemasangan baja tulangan

PENYIMPANAN BESI BETON
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap penyimpanan : 1. Tumpukan besi jangan sampai bersentuhan dengan tanah. Oleh karena itu, harus diganjal dengan balok beton. 2. Besi harus berjarak minimal 5 cm dari logam yang lain 3. Besi harus terlindung dari kotoran, karat, benturan, dan minyak. Cara pelaksanaan dalam tahap penyimpanan : 1. Setiap bandek besi garus terdiri dari dari satu jenis besi (bentuk dan diameter) 2. Maksimum berat tiap bandel disesuaikan dengan kapasitas crane. 3. Jarak antar ikatan adalah 2 m 4. Di dalam label ditulis panjang, tipe, nomer referensi, dan kode besi. PEMOTONGAN DAN PEMBENGKOKAN BESI BETON Proses fabrikasi besi terdiri dari pemotongan dan pembengkokan besi tulangan. Sebelum mengerjakan proses fabrikasi besi bagian pembesian harus menyusun daftar pembengkokan dan pemotongan besi tulangan berdasarkan gambar pelaksanaan (shop drawing). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun daftar pembengkokan dan pemotongan adalah sebagai berikut : Cara pemotongan dan pembengkokan besi tulangan adalah sebagai berikut : 1. Gunakanlah meja yang kuat dan rata 2. Siapkanlah gambar acuan

Sedemikian rupa sehingga teknik pemasangan tulangan tidak menyulitkan dalam pelaksanaan lapangan. 4. Panjang sambungan lewatan diambil 40D ( D = diameter penampang baja tulangan ). Cek diameter besi 4. ganjalan. 3. Flow proses penyimpanan hingga pemasangan harus direncanakan paling efektif dan efisien. Suatu ketika mungkin perlu merakit tulangan dahulu di luar bekisting baru kemudian meletakkan sesuai posisinya. Jika ada besi yang susah dibengkokan maka boleh dipanaskan dengan persetujuan engineer. gemuk dan zat kimia lainnya yang dapat merusak atau mengurangi daya lekat antara baja tulangan dengan beton. Peletakan tulangan pembesian harus diatur sehingga ada ruang tersedia untuk proses pemadatan beton. Cek ukuran mandrel benar-benar pas. jepit dan kawat beton harus berkualitas sama dengan bahan besi tulangan 5. Panjang dan bentuk baja tulangan harus direncanakan secara ekonomis sehingga bagian bagian sisa atau yang tidak terpakai didapat seminimal mungkin. 3d untuk besi kekuatan tinggi. Ikuti perubahan schedule pembesian dan dapatkan dokumen terbaru. . Baja tulangan beton sebelum dipasang. Penganyaman besi tulangan harus diikat kuat dengan memakai kawat beton agar waktu pengecoran posisi tulangan tidak bergeser. Cek kembali besi-besi yang telah dibengkokan 5. harus bersih dari serpih-serpih. minyak. Inside Radius >2d untuk besi kekuatan rendah.3. 2. PEMASANGAN BESI BETON Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan besi tulangan adalah sebagai berikut : 1. Sambungan antar tulangan harus ditempatkan sedemikian rupa pada daerah yang momennya nol atau dengan menggunakan sambungan lewatan sehingga gaya dari batang yang satu dapat disalurkan ke batang yang lain. Penbesian kolom dirakit dengan cetakan yang telah dibuat . Jika ada besi yang perlu disambung maka harus ada overlapping yang sesuai perhitungan atau spesifikasi teknis. karat. 7. Penopang. 6. Ketinggian bantalan pembesian plat lantai tergantung dari ketebalan selimut betin yang direncanakan Cara pelaksanaan pemasangan besi tulangan pada kolom dan dinding : 1. Cara pelaksanaan pemasangan besi tulangan pada pelat dan balok lantai : 1. Pembesian pada plat lantai harus berada di atas dudukan berupa beton (biasanya disebut tahu beton) 2.

jarak antar ikatan kira-kira setiap 1. D16. balok. tangga dan kanopi. • Sengkang dipasang secara manual. Adapun tulangan yang digunakan pada pekerjaan pembesian/penulangan kolom pada proyek ini adalah : · Tulangan utama : D19. sambungan lewatan dan panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan. Penulangan Balok . Pemasangan tulangan dimulai dengan memasang sebelah luar.Ǿ12. • Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai tebal tebal selimut beton yang akan di cor. Besi kolom yang dipasang pertama kali berbentuk L dan diikatkan pada tulangan bawah tulangan pile cap. · Tulangan geser : Ǿ8 b. Adapun pekerjaan pembesian/penulangan meliputi pemasangan tulangan kolom. baik untuk tulangan lentur maupun tulangan geser.5 m 5.2. Pemasangan pembesian pada dinding sama dengan pemasangan pada kolom 6. Rakitan pembesian kolom yang telah dipasang harus diikat ke bekisting supaya kuat. maka kolom siap diangkat 4. Besi yang horizontal diikat pada besi yang vertikal. supaya susunan pembesian tersebut kuat untuk diangkat. panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut terpasang. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat beton. Setelah itu dilakukan pemasangan besi-besi yang lain dan menyambungnya dengan tulangan yang sudah ada. Setelah kolom dirakit dan kuat. Kegiatan yang dilakukan pada pekerjaan pemasangan tulangan antara lain : • Pemeriksaan diameter. slab/plat. PEKERJAAN PEMASANGAN TULANGAN Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan untuk dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. 3. ujung bawah dihubungkan dengan pondasi sedangkan bagian atas dihubungkan dengan balok yang menekan pelat lantai sehingga merupakan satu kesatuan struktur portal yang kaku. Penulangan Kolom Pada penulangan kolom. Penulangan kolom dilebihkan sampai sampai lantai atas untuk menyambung tulangan kolom lantai berikutnya. • Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran. a. • Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan. Sejumlah ikatan dilakkan pada besi kolom sesuai tipe ikatan.

Pemasangan tulangan sengkang yang diatur jaraknya dimana jarak pada tumpuan lebih rapat dibandingkan jarak tengah bentang. Penulangan Plat Lantai Tahapan penulangan pelat lantai adalah sebagai berikut : . sambungan tulangan dilakukan selang seling dan harus dihindarkan penempatan sambungan ditempat-tempat dengan tegangan maksimum. Adapun tulangan yang digunakan pada pekerjaan pembesian/penulangan balok pada proyek ini adalah : · Tulangan utama : D19. Persilangan tulangan atas diikat dengan kawat beton. Adapun tulangan yang digunakan pada pekerjaan pembesian/penulangan plat pada proyek ini adalah menggunakan besi ø 10 jarak 15. Tulangan ini juga melewati dan diletakkan dibagian atas tulangan atas balok. Tulangan atas dipasang dengan cara dimasukkan satu per satu kedalam tulangan sengkang dibagian atas kemudian diikat dengan kawat. Ǿ8 · Tulangan torsi : Ǿ 12 c.Untuk mendapatkan jarak tertentu antara tulangan atas dan bawah dipasang tulangan kaki ayam yaitu potongan besi yang dipotong sedemikian rupa sehingga dapat menjaga jarak antara tulangan atas dengan tulangan bawah plat. Apabila terdapat sambungan pada penulangan dilakukan sambungan lewatan sekitar 40D. ujung tulangan bawah dimasukkan ke dalam tulangan kolom sebagai penjangkaran sepanjang minimal 25D. Tulangan ini dipasang melewati tulangan atas balok. .0 cm. D16 · Tulangan geser : Ǿ 10. Pemasangan tulangan balok dilakukan sebagai berikut : Dipasang tulangan bawah diatas beton decking tebal 3. .Dipasang tulangan bawah lapis 2 diatas lapis 1 dengan arah tegak lurus lapis 1 kemudian persilangan tulangan diikat dengan kawat beton. Pembesian Sloof . . Tulangan atas lapis 2 dipasang tegak lurus dengan tulangan atas lapis1.Pemasangan tulangan balok dan pelat lantai dilakukan secara serentak setelah pemasangan bekisting balok dan pelat lantai.Tulangan atas lapis 2 dipasang.Dipasang tulangan bawah lapis 1 diatas beton decking dengan ketebalan 2 cm. Sengkang diikat dengan kawat beton. Sebagai pengaku dipakai tulangan pinggang sesuai dengan perencanaan. Ujung tulangan atas dimasukan kedalam tulangan kolom sebagai panjang penjangkaran sepanjang 40D atau ¾ kali tinggi manfaat balok jika balok berukuran besar.

Dari gambar diatas berarti bahwa : Besi tulangan minimal untuk sloof adalah Ø12mm Besi tulangan minimal untuk kolom adalah Ø10mm Campuran beton yang dianjurkan minimum perbandingan adalah 1 bagian semen. . ring balok dan kolom minimum ∅ 10 mm. Diameter tulangan utama untuk balok lintel. Pengecoran beton dianjurkan dilakukan secara berkesinambungan (tidak berhenti di setengah balok atau di setengah kolom). Bahan pasir dan kerikil harus bersih dan air pencampur tidak boleh mengandung lumpur. dianjurkan untuk mengunakan bak dari bahan metal atau bahan lain yang kedap air. sehingga menghasilkan kekuatan tekan beton pada umur 28 hari minimum 175 kg/cm2. 2 bagian pasir dan 3 bagian kerikil serta ½ bagian air. dan untuk sengkang minimum ∅ 6 mm dengan jarak as ke as sengkang 15 cm. Pengadukan beton sedapat mungkin menggunakan alat pencampur beton (beton molen). Kekuatan tarik baja minimum 2400 kg/cm2. dan ukuran sengkang minimum ∅ 8 mm dengan jarak as ke as sengkang 15 cm. Apabila pencampuran beton dilakukan secara manual yang pengadukan betonnya menggunakan tenaga manusia. Diameter tulangan utama untuk balok sloof/balok pengikat pondasi minimum ∅ 12 mm.

(Readymix itu beton yang biasa diangkut oleh truk-truk yang dibagian belakangya terdapat molen yang senantisa berputar). Agar memudahkan dalam pengerjaan pengecoran beton dan mendapatkan hasil beton yang berkualitas baik. lazimnya terbuat dari beton bertulang dan letaknya di atas fondasi. maka perlu dipasang balok-balok lintel. Dengan keadaan tanah yang heterogen (berbedabeda jenis dan kekerasan tanah) berarti reaksi tanah akibat beban fondasi tentu saja berbedabeda. Dengan sloof ini maka diharapkan tidak terjadi penurunan sebagian bangunan. Ibarat ada sebuah cekungan atau sungai di jalan kemudian diatasnya cekungan atau sungai dihubungkan dengan jembatan. dibuat dengan besi tulangan minimal diameter 12mm sejumlah 4 buah. maka dianjurkan untuk mengunakan ukuran penampang balok minimum 15 cm x 20 cm dan ukuran penampang kolom minimum 15 cm x 15 cm. maka dua jalan yang terputus cekungan atau sungai dapat . campuran untuk mengecor beton yang digunakan adalah 1PC (1 ember semen) : 2PS (2 ember pasir cor) : 3PK (3 ember koral/split) dicampur dengan ½ ember air sehingga kekuatan beton tadi setara 175kg/cm2 atau jika anda membeli beton jadi atau readymix setara 175Kg/cm2 atau 17. dengan begel ukuran diameter 8 mm disusun dengan jarak 15cm. maka pada setiap ujung tulangan harus ditekuk ke arah dalam balok hingga 115o Untuk membatasi luas bidang dinding 16 m2.5Mpa. Untuk mencegah terjadinya retak pada sudut-sudut bukaan pintu dan jendela. baik fondasi itu berupa pasangan batu kali atau fondasi telapak (footplate). secara mudah jika anda mengiginkan mutu besi beton ini anda tingal mencari besi beton yang sudah mempunyai lebel SNI). karena tanah yang lembek tadi dapat dikatakan sudah tidak ada. maka dapat mengakibatkan penurunan fondasi yang mana tentu saja dapat menyebabkan penurunanan bangunan (konsekwensi yang terjadi akibat penurunan bangunan yang tidak merata atau sebagian. Ilustrasi sloof dalam sebuah rumah dapat dilihat pada posting sebelumnya dengan judul Komponen Struktur Bangunan. maka dipasang kolomkolom pengaku yang menerus dari balok lintel ke balok sloof/balok pengikat. jika pada tanah tadi terdapat bagian tanah yang lembek (tidak keras). dapat dilihat pada posting sebelumnya tentang fondasi). Fungsi sloof dalam bangunan atau rumah adalah sebagai komponen yang meratakan beban dimana dengan sloof tadi pelimpahan beban dari dinding diatasnya sloof merata ke fondasi dan kemudian dilimpahkan ke tanah. Simpulannya adalah Ukuran sloof minimal adalah 15x20cm. TULANGAN SLOOF Sloof dalam bangunan sederhana sebagaimana komponen bangunan yang lainya. Maka sloof ini sebagai perantara atau jembatan yang menghubungkan tanah keras (tanah bagus untuk fondasi) dengan tanah yang lembek (tanah yang jelek untuk fondasi).Agar diperoleh efek angkur yang maksimum dari besi tulangan. besi tulangan harus mempunyai kuat tarik 2400 kg/cm2 (pada bagian ini sebagian pembaca mungkin bingung.

maka beban tadi akan ditopang jembatan kemudian akan dilimpahkan pada pilar-pilar jembatan. Detail penulangan Sloof 2 (posisi sloof pada gedung dapat anda lihat pada posting sebelumnya a.1 max (jarak begel sloof maksimal)=2/3 hb atau 20 cm. dan diantaran keduanya mana yang lebih kecil yang digunakan. Supaya lebih jelas kita berikan contoh perhitunganya : sloof yang akan kita buat ukuran lebar (bh)=15 cm dan ukuran tinggi (hb)=20cm sloof mengunakan tulangan utama dimeter 12 mm dan begel menggunakan besi diameter 8mm.1 mak = 2/3 hb=2/3 x 20cm =13.333cm s. dan bangunan tadi tidak berubah bentuk atau bahkan rusak. Sehingga komponen struktur yang diikat sloof tadi tetap diposisinya.1 penulangan pertemuan antara kolom dengan sloof di tengah bangunan Pada keterangan di atas tertulis s.33cm . Selain fungsi itu tadi.Maka dari persaman diatas jarak begel sloof adalah s.dihubungkan.1 mak = 20 cm dari dua hasil ini kita gunakan jarak begel yang terkecil=13. Sehingga jika diatas jembatan tadi ditaruh beban.Sedangkan kolom tulangan utama mengunakan besi 10 dan begel menggunakan besi 9 mm(catatan:besi diameter 9 sangat sulit didapatkan dipasaran) 1.1 posisi sloof pada fondasi pasangan batu kali) Gambar 3. sloof juga menahan gaya lateral atau gaya horizontal (misalnya gaya yang arahnya mendatar akibat gempa).

2 Detail pembesian sloof 1) dan gambar dibawah ini Gambar 3.3 Penulangan pertemuan antara kolom dengan sloof di tepi bangunan .Detail penulangan Sloof3 Gambar 3.2 Penulangan pertemuan antara kolom dengan sloof di tengah bangunan 40 d= 40 x 10mm = 400mm atau 40 cm(gambar penulangan besi berwarna merah diatas) 2.Panjang bengkokan penulangan kolom pada pertemuan dengan sloof adalah 40d atau 40 dikalikan diameter tulangan kolom (dapat dilihat kembali pada posting sebelumnya a.2.

4 Ilustrasi posisi pertemuan antara kolom dengan sloof di tepi bangunan Gambar 3.Ilustrasi posisi sloof dengan fondasi batu kali pada gambar di atas ini adalah sebagai berikut Gambar 3.Detail Penulangan Sloof4 (Sloof Dengan Fondasi Telapak/Foot Plate) .5 Prespektif detail penulangan sloof 3 Nilai s1 mak sama seperti keterangan sebelumnya 3.

Gambar 3.6 Detail Penulangan Sloof (Sloof Dengan Fondasi Telapak/Foot Plate) 1 Gambar 3.7 Detail Penulangan Sloof (Sloof Dengan Fondasi Telapak/Foot Plate) 2 " Supaya jelas dan mudah memahaminya maka kita gunakan contoh. Sloof yang akan kita buat ukuran lebar (bh)=20 cm dan ukuran tinggi (hb)=30cm sloof mengunakan tulangan utama .

Panjang bengkokan penulangan kolom pada pertemuan dengan fondasi telapak /foot plat (lihat gambar 3. 40 x 12 =480 mm atau 48 cm 2.2cm s.Sedangkan kolom tulangan utama mengunakan besi 13 dan begel besi 9 mm(catatan:besi diameter 9 sangat sulit didapatkan dipasaran) 1.6) adalah 40d atau 40 dikalikan diameter tulangan sloof.7) jarak begel sloof adalah s. Hal ini juga berlaku jika fondasinya menggunakan fondasi telapak atau footplat .2 mak = 15 cm dari dua hasil ini kita gunakan jarak begel yang terkecil=15 cm KESALAHAN DALAM PENULANGAN SLOOF) MEMBUAT SLOOF (KESALAHAN PEMBESIAN Pada gambar di atas walaupun pekerjaan sloof sudah dapat dikatakan benar (dari sisi ukuran sloof dan jumlah tulangan) akan tetapi detail sambungan pembesian sloof ini ada yang salah yaitu panjang pembengkokan sambungan kolom ( lihat notasi kesalahan penulangan pada gambar di atas).6) adalah 40d atau 40 dikalikan diameter tulangan kolom 40 x 13 = 520 mm atau 52 cm 3. Panjang sambungan kolom atau tiang beton dengan sloof kurang panjang (panjang minimal sebesar 40d).Panjang bengkokan penulangan sloof pada pertemuan dengan kolom (lihat gambar 3.dimeter 12 mm dan begel menggunakan besi diameter 8mm.2 mak = 2/3 hb=2/3 x 30cm =20cm s.Maka dari persaman diatas(gambar 3.2 mak = 16 d=16 x 12 mm=192mm atau 19.

Ibarat ada sebuah cekungan atau sungai di jalan kemudian diatasnya cekungan atau sungai dihubungkan dengan jembatan. maka dua jalan yang terputus cekungan atau sungai dapat dihubungkan. Beberapa Sloof Yang Sering Dibuat Akan Tetapi Belum Benar Dalam Pembuatannya 1. Sehingga jika diatas jembatan tadi ditaruh beban. Maka sloof ini sebagai perantara atau jembatan yang menghubungkan tanah keras (tanah bagus untuk fondasi) dengan tanah yang lembek (tanah yang jelek untuk fondasi). baik fondasi itu berupa pasangan batu kali atau fondasi telapak (footplate). maka dapat mengakibatkan penurunan fondasi yang mana tentu saja dapat menyebabkan penurunanan bangunan (konsekwensi yang terjadi akibat penurunan bangunan yang tidak merata atau sebagian. sloof juga menahan gaya lateral atau gaya horizontal (misalnya gaya yang arahnya mendatar akibat gempa). Gambar posisi sloof bangunan Fungsi Sloof Fungsi sloof dalam bangunan atau rumah adalah sebagai komponen yang meratakan beban dimana dengan sloof tadi pelimpahan beban dari dinding diatasnya sloof merata ke fondasi dan kemudian dilimpahkan ke tanah. maka kinerjanya tidak akan sebaik sloof dengan beton bertulang. kebanyakannya tidak menggunakan sloof. Menurut buku Pedoman Teknis Bangunan Tahan Gempa bahwa rolag bata ini tidak bisa menahan gaya lateral dan meratakan beban kefondasi. Selain fungsi itu tadi. lazimnya terbuat dari beton bertulang dan letaknya di atas fondasi.Banyak sekali ditemukan pada bangunan atau rumah kuno. 2. karena tanah yang lembek tadi dapat dikatakan sudah tidak ada. dan bangunan tadi tidak berubah bentuk atau bahkan rusak. Sehingga didapati setelah fondasi langsung didirikan dinding pasangan bata. jika pada tanah tadi terdapat bagian tanah yang lembek (tidak keras). Dengan keadaan tanah yang heterogen (berbeda-beda jenis dan kekerasan tanah) berarti reaksi tanah akibat beban fondasi tentu saja berbeda-beda. maka beban tadi akan ditopang jembatan kemudian akan dilimpahkan pada pilar-pilar jembatan. Sehingga komponen struktur yang diikat sloof tadi tetap diposisinya.Sloof dalam bangunan sederhana sebagaimana komponen bangunan yang lainya. PROSES MERAKIT BESI TULANGAN .Tak jarang hanya mengunakan rolag (pasangan bata miring). Ilustrasi sloof dalam sebuah rumah dapat dilihat pada posting sebelumnya dengan judul Komponen Struktur Bangunan. Dengan kata lain rolag bata ini tidak bisa berfungsi sebagai sloof atau jika berfungsi sebagai sloof. dapat dilihat pada posting sebelumnya tentang fondasi). Dengan sloof ini maka diharapkan tidak terjadi penurunan sebagian bangunan.

kolom praktis dan kolom tiang saya kerjakan sendiri. Untuk besi tulangan sloof saya menggunakan 4 buah besi diameter 10 mm dan 2 buah besi diameter 8 mm. antara lain : 1. saya akan mengerjakan luas bangunan lantai 1 sekitar 48 m² mencakup ruang kamar utama. kemudian untuk besi sengkang atau cincin saya menggunakan besi diameter 6 mm (semua besi yang di gunakan cas bukan besi ukuran banci).Sloof. . Sesuai konsep pengerjaan rumah idaman yang menganut Konsep Membangun Rumah Tumbuh dari total panjang pondasi yang harus dibuatkan besi tulangan sloof sekitar 103 m dari total luas bangunan 136 m² lantai 1. Proses Merakit Besi Tulangan Kolom Tiang ukuran 20 x 30 cm @ 8 buah dengan panjang masing 4 m Langkah – langkah yang harus kita siapkan setelah kita mengetahui kebutuhan tulangan dan ukuran yang akan kita buat sebelum Proses Merakit Besi Tulangan kita lakukan :  Menghitung kebutuhan besi tulangan yang akan kita beli disesuaikan gambar rencana yang kita punya. Dari penjelasan diatas sudah dapat dibayangkan atau diidentifikasi apa yang harus kita buat dalam Proses Merakit Besi Tulangan. Proses Merakit Besi Tulangan Kolom praktis ukuran 10 x 10 cm @ 5 buah dengan panjang masing 4 m 3. Proses Merakit Besi Tulangan Sloof ukuran 15 x 20 cm sepanjang 43 m 2. ruang tamu dan teras rumah. disana kita akan melihat besi ukuran berapa saja yang kita butuhkan untuk setiap tulangan yang akan kita buat.

Proses Merakit Besi Tulangan dan ukuran besi yang digunakan Gambar diatas adalah hasil dari Proses Merakit Besi Tulangan yang saya kerjakan. tahapan seperti apa yang harus kita lewati sebelum Proses Merakit Besi Tulangan dimulai. . Urutan dari Proses Merakit Besi Tulangan adalah :     Membeli besi tulangan yang kita butuhkan dan juga kawat untuk mengikat besi tulangan. Merakit atau menyatukan besi cincin atau sengkang dengan besi tulangan sesuai dengan ukurannya. Membuat cetakan untuk membuat besi cincin atau sengkang. dilain waktu saya akan membahas lebih rinci Proses Merakit Besi Tulanga. Hasil Proses Merakit Besi Tulangan Proses Merakit Besi Tulangan telah selesai dilakukan. semoga bermanfaat. Membeli peralatan yang digunakan untuk Proses Merakit Besi Tulangan.