P. 1
ULUL ALBAB

ULUL ALBAB

|Views: 20|Likes:
Published by Irfandinata

More info:

Published by: Irfandinata on Oct 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2014

pdf

text

original

Laporan Baca IRFANDINATA E13112253 ULUL ALBAB: KONSEP AL-QUR’AN TENTANG INTELEKTUALISME Oleh: A Khudori Soleh Ulul Albab

adalah istilah khusus yang dipakai al-Qur’an untuk menyebut sekelompok manusia pilihan semacam intelektual. Istilah Ulul Albab 16 kali disebut dalam al-Qur’an. Namun, sejauh itu al-Qur’an sendiri tidak menjelaskan secara definitive konsepnya tentang ulul albab. Ia hanya menyebutkan tanda-tandanya saja. Karena itulah, para mufassir kemudian memberikan pengertian yang berbeda-beda tentang ulul albab. Imam Nawawi, misalnya, menyebut bahwa ulul albab adalah mereka yang berpengetahuan suci, tidak hanyut dalam derasnya arus. Dan yang terpenting, mereka mengerti, menguasai dan mengamalkan ajaran Islam. Sementara itu, Ibn Mundzir menafsirkan bahwa ulul albab sebagai orang yang bertaqwa kepada Allah, berpengetahuan tinggi dan mampu menyesuaikan diri di segala lapisan masyarakat, elit ataupun marginal. Sarjana, Ilmuwan dan Intelektual. Sebelumnya melihat tanda-tanda atau ciri-ciri ulul albab yang disampaikan al-Qur’an, ada baiknya kita diskusikan pengertian istilah-istilah ini. Dalam bahasa Indonesia ada tiga istilah yang hampir sama tapi sangat jauh berbeda artinya; sarjana, ilmuwan dan intelektual. Sarjana diartikan sebagai orang yang telah menempuh jenjang perguruan tinggi dengan menggondol gelar sarjana. Jumlahnya amat banyak, karena setiap tahun perguruan tinggi selalu memprodoksi sarjana. Ilmuwan adalah mereka yang mendalami ilmunya, kemudian berusaha mengembangkannya, baik dengan pengamatan atau analisa sendiri. Dalam berbagai kesempatan, seorang ilmuwan terkadang berbicara dengan bahasa yang universal dan terkesan asing, sehingga sulit dipahami umatnya. Dari sekian sarjana, hanya beberapa yang menjadi ilmuwan. Lainnya hanya sebuk dalam kegiatan-kegiatan rutin. Adapun intelektual adalah mereka yang terlibat secara kritis dengan nilai, tujuan dan cita-cita, yang mengatasi kebutuhan-kebutuhan praktis. Maksudnya, intelektual adalah orang yang menggarap sekaligus menggabungkan antara teori dengan operasionalnya berdasarkan gagasan-gagasan normatif. Kaum intelektual adalah mereka yang berusaha membentuk lingkungan dan masyarakatnya dengan gagasan-gagasan analisis dan normatif. Ali Syariati memberi istilah intelektual dengan Rausyanfikr yang artinya pemikir yang tercerahkan. Rausyanfikr tidak hanya menemukan kenyataan atau menyajikan fakta sesuai apa adanya seperti kerja ilmuwan tetapi berusaha menemukan kebenaran sekaligus memberikan penilaian terhadap sesuatu bagaimana seharusnya. Selain itu, rausyafikr tidak bersikap netral dalam pekerjaannya sebagaimana ilmuwan. Rausyanfikr terjun langsung melibatkan diri pada idiologi. Ia adalah "fa'il" (penentu dan pelaku) sejarah, bukan "maf'ul" (objek) sejarah. Terjemahan yang paling tepat untuk rausyanfikr, mungkin, adalah intelektual dalam arti yang sebenar-benarnya. Menurut Jalaluddin Rahmad intelektual bukan sekedar sarjana atau ilmuwan. Intelektual adalah orang yang benar-benar merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakat dan bangsanya, menangkap aspirasinya, kemudian merumuskan dan menawarkan strategi serta alternatif pemecahannya. Sudah barang tentu, dalam hal ini

dalam penciptaan langit dan bumi. intelektual muslim harus menguasai ajaranajaran agamanya. Dalam Islam. Menurut Ibn Katsir. Kaum intelektual sangat dekat dengan umatnya. Ulul Albab menggabungkan keduanya. Dengan begitu. Kedua. Kamu tidak akan mampu menembusnya. Tegasnya. "Sesungghnya. sehingga nikmat Allah semakin bertambah (Jalaluddin Rahmad. 100) . 33). Artinya. ulul albab juga seorang yang senantiasa berdzikir dan berpikir. sehingga nikmat tersebut semakin bertambah yang kemudian dikenal dengan istilah teknologi. yang melahirkan kekuatan intelektual. 213). "Jika kamu mampu menembus (melintasi) penjuruu langit dan bumi. pertama. maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih"(QS. Al-Maidah. bukan sekedar menyodorkan konsep.mereka ikut terjun langsung dalam pelaksanaannya. Ibn Salam fisikawan muslimyang mendapatkan hadiah Nobel tahun 1979 menyatakan bahwa dalam al-Qur’an terdapat dua perintah. sehingga segala kebutuhan dan kesusahan umat dapat diketahui dengan jelas. 1988. kemudian menangkap hukum-hukumnya yang dalam bahasa modern dikenal dengan istilah science. memikirkan sekaligus mengembangkan dan memanfaatkan hasilnya. 190). tafakur dan tasyakur. Ciri-ciri ulul albab yang disebut dalam al-Qur’an adalah. Ciri-Ciri Ulul Albab. selain mampu memahami fenomena alam dengan segenap hukumnya yang menunjukan tanda-tanda keagungan. kemudian menerapkannya dalam masyarakat demi kebaikan bersama. jika kamu bersyukur. Selalu berpegang dan mempertahankan kebaikan tersebut walau sendirian dan walau kejahatan didukung banyak orang. kecuali dengan kekuatan (teknologi)" (QS. Ibrahim. intelektual bukan sekedar orang yang hanya dapat berbiacara di mimbar dan seminar atau kerja di belakang meja. untuk kemudian memilih yang baik. konsepkonsep penyelesaian yang disodorkan benar-benar bisa menemui sasaran. menangkap hukum-hukum yang tersirat di dalamnya. Ar-Rahman. kekayaan spiritual dan keluhuran moral dalam dirinya. serta mampu menaklukkan jagat raya bila mau berpikir dan berdzikir. Menyelidiki dan mengamati semua rahasia wahyu (al-Qur’an maupun gejala-gejal alam). pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Ali Imran. seorang intelektual bukan sekedar orang yang sanggup melahirkan gagasangagasan normatif dan aplikasinya. Manusia akan mampu menemukan citra dirinya sebagai manusia. agar kamu beruntung" (QS. "Tidak sama yang buruk (jahat) dengan baik (benar). Sedang tasyakur adalah memanfaatkan segala nikmat dan karunia Allah dengan akal pikiran. Berpengetahuan tinggi serta menguasai teknologi. bersungguh-sungguh menggali ilmu pengetahuan. selalu berpegang pada kebaikan dan keadilan. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulul albab" (QS. Tafakur adalah merenungkan serta memikirkan semua kejadian yang timbul dalam alam semesta. maka lintasilah. Bertaqwalah hai ulul albab. tetapi sekaligus juga memahami ajaran dan sejarah agamanya. 7). Ulul Albab mampu memisahkan yang baik dari yang jahat. meskipun kuantitas yang jahat mengagumkan dirimu. melainkan orang yang mempunyai konsep sekaligus mampu mengaplikasikannya. kemurahan dan rahmat Ilahy. "Sesungguhnya. Jika kamu mengingkari (nikmatKu).

Atau dalam terjemahan UIN Malang. sebaliknya tampil dihadapan umat. Dengan memahami sejarah kemudian membandingkan dengan kejadian masa sekarang. teliti dan kritis dalam menerima informasi. sehingga mereka mampu membuat persiapan untuk menyambut kemungkinankemungkinan yang bakal terjadi. Ia tidak hanya asyik dalam acara ritual atau tenggelam dalam perpustakan. ataukah orang yang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri.Dalam masyarakat. Ketiga. Sesungguhnya. ulul albab tidak mau berbuat semena-mena. Keenam. tapi bisa juga digunakan dan dimanfaatkan untuk perbuatan-perbuatan yang tidak benar. Ulul Albab tampil bagai seorang "nabi". Sampai pada ciri-ciri ini. rajin bangun malam untuk sujud dan rukuk dihadapan Allah swt. ia tidak akan segan-segan menggunakan hasil teknologinya untuk menghancurkan sesama. Dengan demikian. memberikan peringatan bila terjadi ketimpangan dan memprotesnya bila terjadi ketidak-adilan dan kesewenang-wenangan. 18). Tapi bila dilanjutkan. Ia dapat digunakan untuk tujuan-tujuan baik. ulul albab tidak ada bedanya dengan intelektual yang lain. Ulul Albab sangat "dekat" dengan Tuhannya. hanya ulul albab yang dapat menerima pelajaran"(QS. Yakni. ulul albab bukan sekedar ilmuwan atau intelektual. Bagai sosok mujtahid. 9). Ilmu pengetahuan dan teknologi ibarat pedang bermata dua. Az-Zumar. Sebab. dan pengaduan segala derita serta kebobrokan moral manusia di muka bumi. maka ada nilai tambah yang dimilikinya yang tidak dimiliki oleh seorang intelektual biasa. sedang ia takut kepada (adzab) akherat dan mengharap rahmat Tuhannya. tidak takut kepada siapapun. proporsisi ataupun dalil yang dikemukakan orang lain. . kita sangat mengharapkan perguruan tinggi mampu mencetak sosol sarjana yang mempunyai kemampuan keilmuan dan kepribadian seperti itu. kecuali Allah semata. bukan hanya sekedar sarjana. mereka itulah yang diberi petunjuk oleh Allah. Ulul Albab senansiasa "membakar" singgasana Allah dengan munajadnya ketika malam telah sunyi. Menggoncang Arasy-Nya dengan segala rintihan. permohonan ampun. Ilmu pengetahuan sangat berbahaya bila di tangan orang yang tidak bertanggung jawab. "(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung). ulul albab akan mampu membuat prediksi masa depan. Seorang sarjana yang benar-benar. hanya demi menuruti ambisi dan nafsu angkara murkanya. Dalam dunia pendidikan dewasa ini. ulul albab tidak mau taqlid pada orang lain. di istilahkan dengan intelek professional yang ulama dan ulama yang intelek profesional. teori. sifat intelektual dan sekaligus sifat orang yang dekat dengan Allah. Tinggal siapa yang memakainya. Bertabligh untuk memperbaiki ketidakberesan yang terjadi di tengahtengah masyarakat. Sadar bahwa semua perbuatan manusia akan dimintai pertanggungan jawab. sanggup mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu. kelima. Sejarah adalah penafsiran nyata dari suatu bentuk kehidupan. atau gampang mempercayainya sebelum terlebih dahulu mengecek kebenarannya. dan mereka itulah ulul albab" (QS. Dalam diri ulul albab terpadu sifat ilmuwan. Keempat. Az-Zumar. Tidak mau menjual ilmu demi kepentingan pribadi (menuruti ambisi politik atau materi). Katakanlah: 'Adakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?'. dengan bekal ilmunya. sehingga ia tidak mau menelan mentah-mentah apa yang diberikan orang lain. "Yang mengikuti perkataan lalu mengikuti yang paling baik dan benar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->