1

BAB I PENDAHULUAN A. Manajemen dan Pengertiannya Setiap kegiatan dimana saja dan apa saja yang melibatkan orangorang dan memerlukan kerjasama, apakah itu kegiatan yang sifatnya profit oriented atau non profit oriented, pasti sarat dengan manajemen, seperti halnya mengelola, mngatur organisasi (Perusahaan), ormas atau perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, baik pengelolaannya secara forml, modern atau tradisonal karena pola intinya manajemen itu adalah to manage, bagaimana mengatur, apa yang di atur dan siapa yang mengaturnya, kemudian untuk apa hal itu diatur. Pertanyaan-pertanyaan diatas menggambarkan betapa sangat urgennya manajemen dalam pelaksanaan suatu organisasi. SP. Malayu Hasibuan, menggambarkan bahwa manajemen adalah sebagai ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan SDM (Sumber Daya Manusia) dan SDNM (Sumber Daya Non Manusia) lainya secara efekti dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Lebih lanjut GR Terry memberi pengertian bahwa manajemen Is Distince Process Consisting of Planning, Organising, Actuating and Controling Performed to Determme and accomplish stated objectives by us of human being and other resources. Jadi manajemen merupaka suatu proses yang melibatkan kegiatan perencanaan, perorganisasian, pengalaman dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan demikian untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui proses manajemen tersebut, tentunya dimulai dari pada bagaimana memahami dirinya sendiri sebagai manajer atau pimpinan tentang gaya atau seni yang akan ditetapkannya, bagaimana kemampuan dan

Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. H. Hafidi, ZA, MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten

2

kecakapan yang dimilikinya dan srategi apa yang digunakan untuk mempercepat proses pelaksanaan pencapaian tujuan tersebut, yang pada akhirnya capaian yang diinginkan tersebut dapat berjalan secara efisien dan efektif atau berdaya guna dan berhasilguna. Manajemen yang baik adalah bagaiman alur implementasinya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, tanpa troble dan sesuai denga prinsip-prinsip dan fungsi manajemen, namun demikian dalam kenyataan operasional dilapangan tidak semudah dan segampang yang dibahas dalam berbagai teori manajemen, mengapa? Dilihat dari segi kepentingan individu atau organisasi sering sekali sulit disingkronkan karena memiliki kepentingan yang berbeda yang apabila tidak dmampu sikendalikan maka akan terjadi apa yang disebut dengan Mess Manajemen, dengan katalain terjadinya penyimpangan yang pada ujungnya dapat merugikan organisasi itu sendiri atau bias saja pihak lain, hal inilah yang menjadi sebuah tantangan bagi seorang pemimpin organisasi, oleh karena itu seorang pemimpin yang baij tidak cukup hanya dibentengi kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, namun diperlukan sikap dan mental yang baik. Karena sikap dan mental yang baik tentunya dapat mengontrol dan mengimbangin keinginan yang kurang baik. B. Fungsi-Fungsi Manajemen Dalam menjalankan suatu organisasi apapun bentuknya, sudah barang tentu seorang manajer harus memiliki dan memahami, kaedahkaedah, prinsip-prinsip dan konsep-konsep tentang manajemen, dengan demikian diharapkan mampu menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Manajemen dapat berjalan dalam melaksanakan kegiatannya, bilamana unsur-unsur dan fungsi-fungsi dari manajemen tersebut dapat bergerak sesuai dengan alurnya.
Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. H. Hafidi, ZA, MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten

Dalam pembahasan ini akan diperinci lima fungsi yang menurut penulis paling penting – planning.3 MANAJEMEN KAEDAH-KAEDAH PRINSIP-PRINSIP KONSEP-KONSEP Gambar 1. ZA. Konsep Manajemen atas dasar kerangka ilmu pengetahuan. metoda. Organisasi bisa memperoleh dan mengikat sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . Perencanaan (Planning). Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini. organizing. Disamping itu. Hafidi. rencana memungkinkan : 1.1. adalah : 1) pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan 2) penentuan strategi. leading dan controling kegiatan-kegiatan organisasi. Kemajuan dapat terus dimonitor dan diukur. sistem. 2. prosedur. Para anggota organisasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang konstisten dengan berbagai tujuan terpilih. sehingga tindakan korektif dapat diambil bila tingkat kemajuan tidak memuaskan. proyek. kebijaksanaan. staffing. anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapi tujuan. H. program. dan 3. Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. Perincian lebih detail ada pada bagianbagian selanjutnya. Perencanaan Rencana-rencana dibutuhkan untuk memebrika kepada organisasi tujuan-tujuannya dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapai tujuan-tujuan itu.

penugasan tanggung jawab tertentu dan kemudian. 3. maka mereka perlu merancang dan mengembangkan suatu organisasi yang akan dapat melaksanakan berbagai program tersebut secara sukses. Pada dasarnya perencanaan kreatif merupakan pekerjaan penentuan faktorfaktor. pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk struktur melaksanakan formal tugas-tusanya. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . kekuatan. 4. dikoordinasikan. H. Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. Taylor pada akhir taun 1800-an.4 Dimulai oleh karya Frederick W. hal ini merupakan suatu bagian yang terpadu (integral) dari jabatan manajer. pekerjaan Fungsi di ini menciptakan dibagi dan dimana tetapkan. dimana fungsi lain tidak akan berhasil tanpa perencanaan dan pembuatan keputusan yang tepat. pengaruh dan hubungan-hubungan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Semua fungsi lainya sangat trgantung pada fungsi ini. 2. ZA. perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat ”membawa” hal-hal tersebut kearah tujuan. Walaupun perencanaan tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari kegiatan-kegiatan para karyawan. Hafidi. cermat dan kontinu. Pengorganisasian (Organizing) adalah : 1. Pengorganisasian Setelah para manajer menetapkan tujuan-tujuan dan menyusun rencana-rencana atau program-program untuk mencapainya. penentuan sumberdaya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Tetapi sebaliknya perencanaan yang baik tergantung pelaksanaan efektif fungsi-fungsi lain. ada kecenderungan untuk mengalihkan fungsi perencanaan dari karyawan operasi kepara manajer.

Tetapi dalam pembahasan selajutnya. ZA. serta latihan dan pengembangan karyawan. transfer. umur. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . Penyusunan Personalia Penyusunan personalia (staffing) adalah penarikan (recruitment) latihan dan pengembangan. penilaian karyawan untuk promosi. jabatan Dalam pelaksanaan fungsi ini manajemen menentukan dan persyaratan-persyaratan mental. H. deskripsi jabatan spesifikasi jabatan dan kemudian menarik karyawan yang diperlukan dngan karakteristik personalia tertentu. atau bahkan demosi dan pemecatan. serta penempatan dan pemberian orientasi para karyawan dalama lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif. dan emosioanal untuk posisi yang ada melalui analisa jabatan. fungsi stafing diuraikan terpisah sebagai salah satu fungsi manajemen. karena penulis memandang bahwa perkembangan dunia bisnis (dimana sumberdaya manusia merupakan kunci sukses perusahaan) menyebabkan fungsi tersebut menjadi semakin penting. rencana dan program yang telah ditetapkan. Hafidi. latihan. pendidikan. Seperti keahlian. fungsi ini ditetapka pada satu bagian dengan fungsi pengorganisasian untuk menekankan bahwa Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. dan pengalaman. Dalam pembahasan disini. phisik.5 Manajer perlu mempunyai kemampuan untuk mengembangkan(dan kemudian memimpin) tipe organisasi yang seuai dengan tujuan. Ada juga yang menempatkan stafing sebagai hal yang terpisah dari fungsi manajemen dan memperlakukan sebagai sebagian dari fungsi kepemimpinan (leadership). Perbedaan tujuan akan membutuhkan jenis organisasi yang berbeda pula. Fungsi ini mencakup kegiatan-kegiatan seperti pembuatan sistem penggajian untuk pelaksanaan yang efektif. Beberapa literatur manajemen memasukan fungsi stafings sebagai sebagian dari fungsi organizing.

secara sederhana. kegiatan pengarahan langsung menyangkut orang-orang dalam organisasi. organisasi dibentuk dan disusun personaliannya. Fungsi leading sering disebut dengan bermacam-macam nama. actuating atau lainnya. Hafidi. Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . directing. motifating. H. ZA. langkah berikutnya adalah menugaskan karyawan untuk bergerak menujun tujuan yang telah ditentukan. Fungsi pengawasan pada dasarnya mencakup empat unsur yaitu: 1) penetapan standar pelaksanaan. Hal ini dapat positif maupun negatife. Fungsi ini melibatkan kualitas. dan fungsi stafing memberi ”isinya”. adalah untuk membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan. Pengawasan positif mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi dicapai dengan efisien dan efektif. atau sekarang banyak digunakan istilah pengendalian. Pengawasan Semua fungsi terdahulu tidak akan efektif tanpa fungsi pngawasan (controlling). gaya. Pengarahan Sesudah rencana dibuat. dan kekuasaan pemimpin serta kegiatan-kegiatan kepemimpinan seperti komunikasi. motifasi dan disiplin. Bila fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspek-aspek abstrak proses manajemen. Pengawasan (controlling) adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Pengawasan negatife mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau dibutuhkan tidak terjadi atau terjadi kembali. dan harus mereka lakukan. antara lain leading.6 sebenarnya kedua fungsi tersebut saling berkaitan erat-pengorganisasian merancang ”wadahnya”. Fungsi pengarahan (leading).

kebijaksanaan. Hubungan diantara fungsi-fungsi manajemen dapat dijelaskan pada gambar 2. Pengawasan Penetapan Standar. pengukuran pelaksanaa. penugasan wewenang dan tanggatung jawab serta koordinasi 5. ZA. Perencanaan pemilihan dan penentuan tujuan organisasi . dan pelaksanaan menyimpang dari standar. pengembangan. pengukuran pengambilan pelaksanaan tindakan nyata koreksi dan yang membandingkannya diperlukan bila dengan standar yang telah ditetapkan. komunikasi kepemimpinan untuk mengarahkan karyawan mengerjakan sesuatu yang ditugaskan kepadanya. dan pengambilan tindakan korektif. 3. Penyusunan Personalia Seleksi. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . 4.7 2) 3) 4) penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan. H. penempatan. Gambar 2. dan orientasi keryawan.1 Hubungan di antara fungsi-fungsi manajemen Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. Pengorganisasian Penentuan Sumber daya & kegiatan yang dibutuhkan. Hafidi. dan lain-lain 2. Pengarahan Motivasi.1 berikut ini : 1. menyusun organisasi atau kelompok kerja. latihan. program.

dan tingkatan manajemen yang berbeda. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten .8 Sedangkan hubungan antara kegiatan-kegiatan produksi. Dengan fungsi-fungsi manajemen dapat digambarkan dalam gambar 2. keuangan. walaupun ada perbedaan tekanan untuk tife organisasi. perencanaan adalah fungsi yang menjadi perhatian utama manajemen puncak.6 Semua fungsi-fungsi manajemen ini harus dilaksanaka oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok-kelompok diorganisasi. Akhirnya. Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. akuntansi dan sebagainya. Hafidi. kegagalan atau sukses suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan manajer untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dengan efektif. dimana manajemen lini-pertama lebih memperhatikan fungsi pegarahan. jabatan-jabatan fungsional. ZA. pemasaran. personalia. H. Sebagai contoh. Satu atau lebih fungsi mungkin lebih ditekankan dari pada fungsi-fungsi lain dengan adanya perbedaan tingkatan manajemen.

karena organisasi merupakan salah satu alat yang digunakan dalam manajemen dalam mencapai tujuan yang di inginkan. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . rumh sakit dan sebagainya. dan pengertian yang kedua berkenaan sebagai ”proses pengorganisasian” yaitu sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan di atara para anggotanya agar tujuan struktur organisasi organisasi dapat yang tercapai sesuia dengan dengan dan efisien. H. Terdapat 2 (dua) aspek utama dalam penyusunan struktur organisasi sebagai berikut : a. tujuan Sedangkan organisasi. instansi pemerintah. ZA. Pembagian kerja Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. yang pengorganisasian (organizing) adalah merupakan proses penyusunan sumberdaya-sumberdaya yang dimiliki lingkungan melingkupinya. 1. pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional seperti: organisasi perusahaan. Hafidi. Departementalisasi b.9 BAB II ORGANISASI SEBAGAI WADAH MELAKSANAKAN KEGIATAN Organisasi sebagai wadah dalam menjalankan kegiatan pada prinsipnya merupakan sub bagian pembahasan dalam manajemen yang tidak dapat di pisahkan satu dengan yang lainnya . Pengertian Organisasi Kata ”organisasi” mempunyai dua pengertian umum. yang pada pelaksanaannya sebagai kerangka kerja dan cara kerja secara bersama-sama dalam mewujudkan tujuan yang hendak dicapai.

bahan baku. 2. hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi yang ditunjuk oleh suatu bagan organisasi. Hafidi. jabatan-jabatan. dan tenaga kerja organisasi. tugastugas dan para karyawan. hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi. phisik. 3. Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. 4. Istilah tersebut digunakan untuk menunjukan hal-hal berikut ini : 1. dimana setiap pengelompokan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok. Dengan demikian secara prinsip dalam kedua aspek tersebut diatas merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif. Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. H. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . bagaimana organisasi mengelompokan kegiatan-kegiatannya. cara dalam mana para manajer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam depertemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperluka untuk mengerjakan tugas tersebut. ZA.10 Departementalisasi pengelompokan kegiatan-kegiatan adalah yang sejenis merupakan kerja dan suatu saling pengelompokanorganisasi agar dapat brhubungan kegiatan-kegiatan dikerjakan bersama. Sedangkan pembagian kerja adalah uraian atau perincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumberdaya-sumberdaya keuangan.

yaitu : 1) pembagian kerja. akan membuat suatu organisasi dapat mencapai tujuannya. Mekanisme pengkoordinasian ini akan membuat para anggota organisasi menjaga perhatianya pada tujuan organisasi dan mengurangi ketidak efisienan dan konflik-konflik yang merusak. atau terlalu ringan sehingga ada waktu menganggur. pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. Proses ini akan tercermin pada struktur organisasi. 2. Proses pengorganisasi dapat ditunjukan dengan tiga langkah prosedur berikut ini : 1. mengelompokan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi. Hafidi. 3. Pembagian kerja sebaiknya tidak terlalu berat sehingga tidak dapat diselesaikan. pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang secara logik dapat dilaksanakan oleh satu orang. tidak efisien dan terjadi biaya yang tidak perlu. ZA. H. 2) departementalisasi depertementasi) 3) bagan organisasi formal 4) rantai pemerintah dan kestuan pemerintah 5) tingkat-tingkat hirarki manajemen 6) saluran komunikasi Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Pelaksanaan proses pengorganisasian yang sukses.11 Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal. yang mencakup aspek-aspek penting organisasi dan proses pengorganisasian. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten (atau sring disebut dengen istilah .

perusahaan mobiI yang mempergunakan teknologi industri masal akan memerlukan tingkat standardisasi dan spesialisasi yang lebih tinggi dibanding Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. sehingga bila strategi berubabah maka struktur organisasi juga berubah. Sebagai contoh. Strategi akan menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun di antara para manajer dan bawahan. ZA.12 7) penggunaan komite 8) rentang manajemen dan kelompok-kelompok informal yang tak dapat dihindarkan. maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan. Adapun faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah sebagai berikut : 1. 2. Hafidi. perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi barang-barang atau jasa akan membedakan bentuk struktur organisasi. Teknologi yang digunakan. Aliran kerja sangat dipengaruhi strategi. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi. tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Chandler telah menjelaskan hubungan strategi dan struktur organisasi dalam studinya pada perusahaan-perusahaan industri di Amerika. 2. Strategi Organisasi untuk mencapai tujuannya. H. Stuktur Organisasi sruktur organisasi (disain organisasi) dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Dia pada dasamya menyimpulkan bahwa "struktur mengikuti strategi". Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja. bagian-bagian atau posisi-posisi. sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . standardisasi. koordinasi.

ZA. Semakin besar ukuran organisasi. Kebutuhan manajer dalam pembuatan keputusan juga akan mernpengaruhi saluran komunikasi. merupakan prosedur-prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin terlaksananya kegiatan seperti yang direncanakan. dan. Standarisasi kegiatan. Besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan-satuan kerjanya akan sangat mempengaruhi struktur organisasi. struktur organisasi akan semakin kompleks. Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas tersebut menjadi satuan-satuan kerja (departementalisasi). H. dan harus dipilih bentuk struktur yang tepat. orang-orang di luar organisasi. Sedangkan unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari : 1. seperti pelanggan. Di samping itu. Ukuran organisasi. Kemampuan dan cara berpikir para anggota. menunjukan prosedur-prosedur yang mengintegrasikan fungsi-fungsi satuan-satuan kerja dalam orga- Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. 3. kegiatan. supplier. 3. Koordinasi nisasi. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . sebagainya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur. Hafidi. serta kebutuhan mereka untuk bekerjasama harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi. 4.13 perusahaan industri pakaian jadi yang mengutamakan perubahan mode. wewenang dan hubungan di antara satuan-satuan kerja pada rancangan struktur organisasi. Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi. 2.

Sebagai contoh. Pembagian Kerja Tujuan suatu organisasi adalah untuk mencapai tujuan di mana individu-individu tidak dapat mencapainya sendiri. Tiang dasar pengorganisasian adalah prinsip pembagian kerja (division of labor) yang memungkinkan synergy terjadi. monoton dan kehilangan motivasi yang dapat menghasilkan ketidak efisienan dan bukan efisiensi. penulis menunjukkan konsekuensi-konsekuensi pada perilaku karyawan sehubungan dengan pembagian kerja. dan latihan jabatan lebih mudah. Kelompok dua atau lebih orang yang bekerja bersama secara kooperatif dan dikoordinasikan dapat mencapai hasil lebih dari pada dilakukan perseorangan. keletihan. kualifikasi personalia yang rendah digunakan. yang menunjukkan lokasi (letak) kekuasam pembuatan keputusan 5. Pembagian kerja ini efektif karena bila hanya komponen kecil dari pekerjaan yang dilaksanakan. Ukuran satuan kerja menunjukkm jumlah karyawan dalam suatu kelompok kerja 3. penjaga gawang.14 4. pembagian kerja dalam team sepak bola : di mana ada manajer tim. H. dan pemain lainnya. pembagian kerja mengarahkan penanaman pada peralatan dan mesin-mesin beberapa yang efisien telah untuk meningkatkan adanya produktivitas. Konsep ini disebut synergy. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . Lebih dari itu. Hafidi. Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. Gerakan-gerakan dan perpindahan yang percuma dari komponen pekerjaan yang besar diminimumkan. asisten pelatih. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan. Namun demikian. ZA. kepala pelatih. bila hal itu dilaksanakan secara ekstrim. dokter tim. lni dapat menimbulkan kebosanan.

4. ZA. Satuansatuan orsanisasi yang terpisah biasanya digambarkan dalam kotak-kotak. yang secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut : 1. departemen-departemen. di mana dihubungkan satu dengan yang lain dengan garis yang menunjukkan rantai perintah dan jalur komunikasi formal. dan tingkat spesialisasi yang digunakan. 3.1. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan. Dalam hal ini prinsip kesatuan perintah harus jelas. 2. Oleh karena itu. Aliran ini dimulai dari jenjang organisasi yang tertinggi sampai karyawan terendah dalam organisasi. Label dan deskripsi pada tiap kotak menunjukkan pekerjaan organisasional atau bidang tanggung jawab yang berbeda. Bagan organisasi menggambarkan lima aspek utama suatu sturktur organisasi. Bagan Organisasi Formal Struktur organisasi adalah terlalu kompleks untuk disajikan secara verbal. seperti terlihat pada gambar 8. di mana setiap karyawan menerima tugas dan pelimpahan wewenang hanya dari seorang manajer dan melaporkan pertanggung jawaban juga hanya kepada seorang manajer. Bagan organisasi memperlihatkan posisi-posisi fungsi-fungsi. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan. Pembagian kerja. atau organisasi dan menunjukkan bagaimana hubungan di antaranya. setiap anggota organisasi mempunyai suatu kaitan dengan manajer puncak organisasi. H. Hafidi. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . Setiap kotak menunjukkan individu atau satuan organisasi mana yang bertanggung jawab untuk kegiatan organisasi tertentu. Manajer dan bawahan atal rantai perintah. Keseluruhan bagan menunjukkan atas dasar apa kegiatan-kegiatan organisasi dibagi atas Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs.15 4. Rantai perintah menunjukkan hubungan wewenang-tanggung jawab yang menghubungkan atasan dan bawahan dalam keseluruhan organisasi. Manajer perlu menggambarkan bagan organisasi (organization chart) untuk menunjukkan susunan struktur organisasi.

16 dasar fungsional atau divisional. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . Hafidi. ZA. atau lainnya (departementalisasi). Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. H.

Suatu bagan tidak hanya menunjukkan manajer dan bawahan tetapi juga keseluruhan hirarki manajemen. Hafidi. Rantai Perintah Direktur Wakil Direktur Manajer Divisial Manajer Departemen Kepala Penyelia Penyelia Karyawan Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs.17 5. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . ZA. H. Tingkatan manajemen.

Manajemen & Implementasi dalam Organisasi Oleh : Drs. Bagan juga tidak menunjukkan hubungan-hubungan informal dan saluran komunikasi.18 Seberapa luas tingkat spesialisasi kerja dalam organisasi dapat diperkirakan dengan membaca label-label yang menunjukkan pekerjaanpekerjaan yang berbeda dan bagaimana tugas-tugas dikelompokkan. Bila seseorang dibutuhkan untuk menangani suatu masalah khusus. H. Proses pembuatan bagan juga memungkinkan manajer mengetahui dengan tepat kelemahan-kelemahan organisasi. Garis menunjukkan rantai perintah yang merupakan aspek kunci koordinasi dalam setiap organisasi. ZA. Keuntungan dan kelemahan bagan organisasi telah menjadi subyek perdebatan cukup lama di antara para penulis manajemen. Salah satu keuntungannya adalah bahwa karyawan dan lain-lain diberi gambaran bagaimana organisasi disusun. bawahan dan tanggung jawab digambarkan dengan jelas. tetapi tanpa informasi tambahan akan menimbulkan gambaran yang tidak jelas. seperti sumbersumber potensial terjadinya konflik atau bidang-bidang di mana puplikasi yang tidak diperlukan terjadi. Hafidi. Bagan juga dapat menunjukkan besarnya (size) dari organisasi. Manajer. di mana organisasi tidak dapat berfungsi secara efIsien tanpa hal-hal itu. Bagan. sebagai contoh. tidak menunjukkan seberapa besar tingkat wewenang dan tanggung jawab setiap tingkatan manajerial. Kelemahan atau kekurangan utama bagan adalah masih banyak hal-hal yang tidak jelas atau tidak ditunjukkan. MM Dosen STIE Bina Bangsa Banten . bagan menunjukkan tempat di mana orang itu dapat ditemukan.

Bentuk piramid. Bentuk vertikal. hanya bagan vertikal berwujud tegak sepenuhnya.) : 1. Bentuk vertikal agak menyerupai bentuk piramid yaitu dalam hal pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah. Bentuk – Bentuk Bagan Organisasi Henry G. 4. karena sederhana. Bagan bentuk lingkaran jarang sekali digunakan dalam praktek. jelas dan mudah dimengerti. Hodges mengemukakan empat bentuk bagan organisasi. Bentuk ini yang paling banyak digunakan. Bagan ini menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain. 2.5. . 3. yaitu (Iihat gambar 8. Bentuk horizontal Bagan ini digambarkan secara mendatar.2. Aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan. Bentuk lingkaran.

Tujuan yang diharapkan tersebut akan berhasil dengan baik bilamana kemampuan manusia yang terbatas baik pengetahuan. yang dianggap sebagai sebuah kerangka sebuah kerangka yang masih dapat menggabungkan usaha-usaha mereka dengan baik.K Terry) Sebenarnya yang dimaksud dasar harap tersebut diatas adalah dapat dihasilkannya sinergisme. 2.BAB III MANAJEMEN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM ORGANISASI 1. Dengan kata lain. salah satu bagian penting tugas pengorganisasian adalah mengharrmonisasikan kelompok orang yang berbada. tehnologi. Jadi pengorganisasian merupakan sebuah kasus yang dapat menimbulkan effek yang sangat baik dalam upaya menggerakan seluruh aktivitas dan potensi yang bisa diwadahi serta sebagai pengawasan manajerial. skill maupun waktu yang .komponen individual. Pentingnya Pengorganisasian Pengorganisasian menyebabkan timbulnya sebuah struktur organisasi. (George . yang berarti perlu adanya tindakan-tindakan simultan units individual atau yang terpisah yang secara bersama-bersama dapat menghasilkan suatu efek total yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah dari komponen . Pentingnya Manajemen Dalam Menjalankan Organisasi Manajemen pada prinsipnya bagaimana mengatur kegiatan agar berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan yang diinginkan. mempertemukan macam-macam kepentingan dan memanfaatkan kemampuan-kepampuan kesemuanya kesuatu arah tertentu.

dalam menjalankan kegiatan organisasi. tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya. dapat dikembangkan dengan membagi tugas pekerjaannya. Manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki 4. Manajemen yang baik harus jelas sasaran yang hendak dituju 6. dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan. komunikasi yang kontruktif. menguntungkan adalah dan pencapaian tujuan lebih baik. pada dasarnya adalah : 1. seimbang. 2. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna 3. Manajemen diperlukan untuk kemajuan. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan 5. tanpa ada kerjasama yang baik maka "manajemen". dan pertumbuhan Juga perkembangan agar lebih baik lagi.dimiliki itu. . Pekerjaan itu berat dan sulit untuk di kerjakan sendiri. memberikan toh manajemen suatu tradisional atau otoriter. wewenang dan tanggung jawabnya kepada orang lain sehingga secara sinergis dan mutual simbiosis membentuk kerjasama tidak Uraian ada dan kemitraan yang Bila saling ada. searah saling menghormati. diatas dorongan untuk menjawab pertanyaan mengapa manajemen itu penting dalam menjalankan organisasi? Manajemen dikatakan penting. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi 7. keharmonisan. sehingga diperlukan adanya pembagian kerja. 8.

unsur . Manajemen baru dapat diterapkan. Manajemen mempunyai tujuan yang ingin dicapai. 4. dan kooperatif dalam memanfaatkan unsur . Dalam implementasinya harus berpedoman bagaimana mengorganisasikan kelembagaan terhindar dari penyimpangan dan penyelewengan. 6. 2. Manajemen hanya merupakan alat atau wadah dalam mencapai tujuan. 5. Manajemen terdiri dari beberapa fungsi (POSD dan C). Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dan seni. perlu kiranya diambil suatu kesimpulan sebagai berikut : 1. 3. 9. Manajemen 6M. jika ada 2 orang atau lebih melakukan kerjasama dalam suatu organisasi.BAB IV KESIMPULAN Dari pembahasan mengenai pemahaman dan pentingnya manajemen dalam menjalankan kegiatan organisasi tersebut diatas. 8. terintegrasi. merupakan proses sistematis. terkoordinasi. Berprinsip pada memaksimalkan produktivitas dan meminimalisasikan cost. 7. Ciptakan kerjasama pasti bisa dalam pencapaian keseimbangan dan keharmoniskan dalam lingkungan organisasi.

YKPN. "Teori dan Praktik Kepemimpinan Rineka Cipt".DAFTAR PUSTAKA Hafidzi. hani handoko “Manajemen edisi 2. A W. T. 1999. "'Asas-asas Manajemen". "Perencanaan Sebagai Fungsi Manajemen". BPFE. Stephen P. "Perilaku Organisasi". Terry. "Manajemen". Roben. San Diego State University. STIE. "MSDM". Stephan P. Siagian.. SP. Wijaya. 1999.2003. Jilid l. Edisi 6. Fakultas Ekonomi Henry Simamora. 2002. 1979. Z. "Diktat Pcngantar Manajemen ". . R.A. Yogyakarta Th. George. Robbins and Mary Couler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful