P. 1
7_gambar_teknis_perencanaan

7_gambar_teknis_perencanaan

|Views: 5|Likes:
Published by Gie Yogie

More info:

Published by: Gie Yogie on Oct 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2014

pdf

text

original

GAMBAR TEKNIS PERENCANAAN

1. PENDAHULUAN Menggambar merupakan salah satu cara komunikasi antara seseorang dengan yang lainnya, sehingga dengan melihat suatu gambar maka seseorang akan dapat mengerti arti gambar itu. Karena gambar teknis merupakan suatu alat komunikasi, maka gambar teknis tidak boleh menimbulkan tafsiran yang berbeda bagi orang yang melihatnya. Oleh karena itu perlu ada tanda-tanda atau patokan tertentu atau standar sebagai suatu perjanjian bersama. Dengan demikian, gambar teknis harus: 1) Memakai tanda-tanda gambar standar dan seragam 2) Selengkap mungkin agar dapat memberikan pengertian yang lengkap 3) Mudah dimengerti oleh orang lain. Gambar teknis bisa digambarkan dalam bentuk: 1) Gambar proyeksi ortogonal atau gambar dua dimensi 2) Gambar perspektif atau gambar tiga dimensi 3) Gambar proyeksi dua dimensi atau disebut juga gambar proyeksi tegak lurus inilah yang dipakai untuk gambar teknis, terutama gambar-gambar detail. 2. KETENTUAN-KETENTUAN

Huruf teknis Di dalam gambar teknis juga harus ada keseragaman bentuk huruf, yaitu huruf teknis yang berupa huruf cetak besar. Ukuran kertas Untuk membuat gambar yang membutuhkan beberapa kertas sekaligus, dianjurkan memakai kertas dengan ukuran yang sama. Untuk menentukan ukuran-ukuran kertas tersebut dipakai patokan atau ukuran standar yaitu: A0, A1,A2, A3 atau A4. Jenis garis dan tebal garis Macam-macam garis yang biasa dipakai dalam gambar teknis adalah sebagai berikut: 1) Garis kontinu: untuk melukiskan bagian-bagian benda yang terlihat, dan untuk tepi garis kertas. 2) Garis strip-strip: untuk melukiskan bagian-bagian yang tidak terlihat/ dibelakang irisan 3) Garis strip titik: untuk garis-garis sumbu, dan tempat irisan 4) Garis-titik-titik: menyatakan bangunan yang akan dibongkar

1

Tabel 1 Gambar jenis garis dan tebal garis Garis Kontinu Garis Strip-Strip Garis Strip Titik Garis Tipis Garis Titik-Titik Skala gambar Pakailah skala dengan angka-angka yang bulat dan mudah yaitu sebagai berikut: Gambar situasi skala 1:5.000 sampai 1:10.000 Gambar potongan dan denah skala 1:50 sampai 1:100 Gambar detail skala 1:1 sampai 1:10 Gambar penampang atau simbol bahan Normalisasi gambar bahan-bahan bangunan untuk memperjelas gambar teknis harus memakai tanda standar/ seragam. Tabel 2 Gambar penampang dan simbol bahan Besi Kayu Permukaan tanah Permukaan air 2 .

Gambar-gambar hasil pengukuran akan ditampilkan sebagai eksisting dari kondisi lapangan yang sebenarnya. 3 . GAMBAR HASIL PENGUKURAN Ada beberapa macam gambar yang akan dibuat dalam pekerjaan perencanaan drainase yaitu meliputi : Gambar hasil pengukuran atau gambar eksisting Gambar hasil perencanaan Gambar hasil pengukuran merupakan tahap penyajian data dan merupakan tahap terakhir dari proses pengukuran. Gambar-gambar hasil pengukuran tersebut yaitu : Gambar situasi Gambar potongan profil melintang saluran Gambar potongan profil memanjang saluran Pekerjaan penggambaran dilakukan di atas kertas milimeter dan obyek penggambaran sebagai berikut: Penentuan koordinat X dan Y Plotting semua titik poligon Plotting tempat pengamatan situasi dan profil Penggambaran potongan melintang dan memanjang dengan komputer dan plotter yang meliputi pengisian nama patok jarak dan tinggi.Pasangan batu kali Pasangan batu bata Beton Urugan tanah dan pasangan batu 3.

000 Gambar potongan memanjang saluran. GAMBAR DESAIN / PERENCANAAN Jenis gambar hasil perencanaan Penggambaran hasil perencanaan akan disajikan antara lain meliputi : Gambar peta lay-out atau situasi sistem drainase rencana. Gambar potongan memanjang saluran.000 untuk arah horizontal dan skala 1:100 untuk arah vertikal Gambar potongan melintang saluran. untuk penampang memanjang dengan skala 1:1. Gambar bangunan pelengkap (gorong-gorong. yang penggambarannya akan diplot langsung pada gambar eksisting yang sudah dilengkapi gambar situasi atau trase. Skala gambar hasil perencanaan Skala gambar hasil perencaan akan disajikan dengan ketentuan sebagai berikut: Peta lay-out atau situasi sistem drainase rencana. bangunan terjun. 4. • Istilah tebing kiri dan tebing kanan juga dibuat sesuai dengan arah ke hilir tersebut (sesuai dengan aturan yang lazim). Gambar potongan melintang saluran.Skala gambar.000 sampai dengan 1:10. dibuat dengan skala 1:100 untuk arah vertikal dan horizontal Gambar bangunan pelengkap (gorong-gorong. dibuat dengan skala 1:1. bangunan terjun. dibuat dengan skala 1:5. dibuat seperti pada gambar potongan memanjang yaitu penggambaran potongan melintang ini juga akan diplot diatas gambar eksisting. • Penampang memanjang digambar dengan arah aliran dari kiri ke kanan. dll) dilengkapi dengan beberapa gambar potongan. dll) dibuat dengan skala 1:100 yang dilengkapi dengan beberapa gambar potongan Gambar-gambar detail seperti detail konstruksi dan lain-lain dibuat dengan skala minimal 1:10 4 . Gambar-gambar detail seperti detail konstruksi dan lain-lain.000 ke arah horizontal dan skala 1:100 ke arah vertikal yang dilengkapi gambar situasi trase saluran Untuk penampang melintang digambar dengan skala 1:100 baik ke arah vertikal maupun horizontal Gambar detail menggunakan skala 1:10 Aturan khusus penggambaran ukuran tanah: • Seluruh penampang melintang harus digambar dengan melihat ke arah hilir (sesuai arah aliran).

Potongan pipa beton untuk gorong-gorong Gambar 2. Potongan melintang bangunan terjun tegak 5 .Gambar 1.

Gambar 3. Potongan melintang bangunan terjun miring 6 .

Peta situasi dan detail potongan saluran drainase 7 .Gambar 4.

Gambar Tipikal Pintu Air Gambar 6. Gambar Tipikal Pintu Air 8 .Gambar 5.

Gambar 7. Gambar Tipikal Pelindung Pintu Air 9 .

Gambar Tipikal Rumah Pompa dan Jaringan Pipa Pompa 10 .Gambar 8.

Gambar Contoh Peletakan Rumah Pompa 11 .Gambar 9.

baik pada biaya konstruksi sistem drainase ini. maupun penghematan biaya dan waktu perencanaan secara berulang-ulang oleh pihak yang silih berganti untuk barang yang sama. maka diperlukan standarisasi bangunan tipikal sistem drainase. standarisasi dimaksudkan agar penduduk yang boleh dikatakan awam dalam bidang teknik. mengingat alasan yang sudah jelas menguntungkan. akan dapat membangun sendiri sistem drainase di dalam dan di depan rumahnya tanpa memerlukan keikutsertakan ahli teknik profesional. hanya dengan membaca dan melaksanakan gambar tipikal yang diberikan standarisasinya.Gambar 10. 12 . Gambar Tipikal Kolam Intake 5. Selain itu. STANDARISASI GAMBAR Tujuan Standarisasi Karena sistem drainase sudah mulai banyak dikenal oleh penduduk dengan bentuk yang sudah mulai seragam.

sehingga membahayakan penduduk. Standarisasi juga dimaksudkan agar kesalahan hidraulik yang banyak dijumpai pada bangunan drainase yang dibuat oleh penduduk bisa diperbaiki.inlet di sepanjang jalan raya memerlukan konstruksi yang benar-benar dapat menjamin agar air hujan yang melimpah di jalan raya akan segera melimpah ke saluran. yang terlalu kecil (lebih kecil daripada penampang salurannya sendiri). Mencegah Kurangnya Salah Satu Elemen Bangunan. Standarisasi Ukuran Bahan Bangunan Menentukan standarisasi ukuran bahan sistem drainase. Tetapi kesalahan bentuk teknis yang ada saat ini. dapat saja penduduk membangun sistem drainasenya sendiri. batas ukuran gorong-gorong yang akan memiliki ukuran minimum tertentu.Tanpa standarisasi. bangunan goronggorong yang melayani saluran tanah. Ukuran gorong-gorong maksimum diperlukan bilamana pelaksanaannya terlalu sukar dan lebih baik diganti saja dengan jembatan. agar orang masih dapat masuk untuk membersihkan saluran tersebut. seperti misalnya pembuatan bangunan gorong-gorong di depan rumah. Membenahi Bangunan Bangunan drain. akan diulangi dimana-mana. seperti yang telah banyak dilihat pada sistem drainase perkotaan yang ada. tetapi tidak ada bangunan transisi inlet maupun outletnya. pelat man-hole. pelat tutup. dan lain-lain. Oleh karena itu. Standarisasi ini. Dan tidak menggenangi jalan dan badan jalan. sehingga setelah hujan berhenti jalanan tidak tergenang air hujan. standarisasi bangunan drain-inlet ini akan mengajarkan pentingnya untuk memiliki kemiringan lahan di sekitar saluran. seperti misalnya ukuran buis beton. Standarisasi Penampang Saluran 13 . agar pabrik dan suplier bahan bangunan ini dapat mendapatkan keseragaman barang yang dijualnya. karena menyebar dengan cepat dari satu tempat ke tempat yang lain. berguna pula untuk : Mengatasi Bottle Neck pada Gorong-Gorong Menentukan suatu batasan mimimum dan maksimum suatu besaran seperti misalnya. selain bermaksud untuk memasyarakatkan gambar-gambar tipikal drainase. pagar pengamanan gorong-gorong. sehingga memudahkan pasangan dan pelaksanaan. bangunan saluran dalam yang tidak diperlengkapi dengan pagar.

maka endapan dapat di-intersepsi dan dilokalisir serta dikeruk dengan rutin. serta mudah mengalami erosi. Ada dua hal yang dikehendaki oleh pihak yang menyelenggarakan Operasi dan Pemeliharaan saluran yaitu sistem drainase tidak mudah mengalami erosi. menyarankan adanya bangunan outlet yang menurut standar pada gorong-gorong. dan sebaliknya juga jangan menimbulkan endapan. Standarisasi untuk memudahkan operasi dan pemeliharaan. menyebabkan hampir seluruh saluran drainase kota mengalami keruntuhan. atau sedapat mungkin endapan ini dilokalisir. Dengan demikian sebelum memasuki sistim drainase lebih jauh. yang dengan sendirinya harus terbagi atas saluran tanah. Dalam aspek hidraulik. seperti misalnya memperkenalkan dalam standarisasi adanya pemasangan dinding pasangan pada belokan luar suatu sungai atau saluran tanah. dengan kerugian finansial yang besar. Tetapi sebaliknya. Sebaliknya. agar endapan dapat dilokalisir. dikenal istilah yang paling menguntungkan dalam segi kapasitas hidrauliknya. dengan memperkenalkan suatu bangunan penangkap pasir yang letaknya pada persimpangan saluran. bilamana air yang melimpas berasal dari kawasan yang tanahnya labil. karena dapat menanggulangi erosi dan mengelola pengendapan secara meluas. Untuk mencapai hal ini. sehingga diperoleh standar penampang saluran untuk dipakai secara luas. tetapi bilamana 14 . dan dasarnya dari tanah. atau mensyaratkan adanya bangunan penangkap endapan. meskipun saluran ini sangat aman terhadap kemungkinan keruntuhan. atau saluran beton maupun saluran dari buis beton. peran standarisasi tipikal bangunan sistim drainase sangatlah besar. saluran berdinding pasangan batu kali. karena keruntuhan saluran yang tipikal strukturil bangunan salurannya salah.Bentuk penampang melintang berbagai saluran dengan berbagai debit dan keadaan (kemiringan lahan yang curam atau landai) sangat menentukan sekali. sehingga kesalahan yang berulang harus dihindari. endapan dilokalisir. Keduanya akan dipadukan. Standarisasi Tipikal Struktural Bangunan Saluran Drainase Tipikal bangunan saluran memiliki resiko yang tinggi bilamana mengalami kesalahan dalam bidang struktur. tipikal struktur bangunan saluran yang terlalu kuat dan berlebihan ukurannya dapat menyebabkan pemborosan biaya pelaksanaan saluran drainase kota. karena saluran ini dibuat dalam jumlah banyak. atau menyarankan dipakainya saluran berdinding pasangan batu kali pada saluran yang curam didaerah perbukitan. sedangkan pada segi biaya dikenal saluran yang paling ekonomis.

Air limbah rumah tangga jumlahnya tidak sebanyak air hujan lebat. seperti misalnya beban kendaraan yang bervariasi menurut kelas jalan raya. maka air limbah akan menyebar keseluruh dasar saluran dan menyebabkan kecepatannya menurun. Meskipun berupa saluran tanah. sehingga kecepatan air limbah dapat dipertahankan cukup besar untuk mencegah sedimentasi. bahwa saluran drainase di negara kita tidak saja dipergunakan untuk menampung air hujan saja. tetapi air hujan lebat hanya terjadi beberapa kali dalam setahun. atau pipa beton setengah lingkaran didasar saluran. sehingga dalam prakteknya Tipikal Bangunan Saluran Drainase harus memiliki “lekukan” pada bagian dasarnya. Perlu dicatat. yaitu dengan memberikan dasar pasangan batu kali. bahwa standarisasi tipikal struktur bangunan saluran drainase juga memiliki parameter yang cukup luas. Bilamana “lekukan” ini tidak diberikan pada bagian dasar saluran ini. yang khusus disediakan untuk menampung air limbah rumah tangga ini. Oleh karena itu dengan standarisasi diharapkan diperoleh tipikal struktur bangunan saluran drainase yang tepat konstruksinya dan dengan sendirinya layak ekonomis. atau menutupnya dengan pelat beton. juga dapat mencegah agar air limbah yang berpotensi menyebabkan pencemaran yang dapat mematikan manusia ini bisa dicegah. 15 . Untuk Menampung Air Limbah Buangan Rumah Tangga Seperti kita ketahui. atau memasang jeruji besi penahan aliran sampah. sehingga disamping mencegah pengendapan air limbah ini.dipandang dari segi finansial kurang menguntungkan. sehingga perlu disebar luaskan pengertian penampungan air limbah rumah tangga ini dalam bentuk standar tipikal bangunan sistem drainase. Peralatan Penahan Sampah Saluran yang direncanakan dengan baik dan lengkap akan memiliki peralatan penahan sampah baik pada bangunan drain inlet. maka sifat-sifat dari air limbah ini juga harus sedikit banyak dipahami dan diterapkan pada bentuk tipikal bangunan drainase yang hendak dipakai. Pemahaman ini kurang banyak diketahui oleh perencana dan pihak yang membuat saluran drainase. sehingga menimbulkan pengendapan. yang biasanya dibuat dari pipa setengah lingkaran. tetapi juga untuk menampung air limbah rumah tangga. jenis tanah dan kekuatan dari tanah tersebut.

Standarisasi Pekerjaan Kontraktor Sistem Saluran Drainase Dengan adanya standarisasinya tipikal bangunan sistem drainase. Dengan sendirinya biaya konstruksi dapat ditekan menjadi lebih murah. Kemampuan Teknis Masyarakat Yang Ada Salah satu tujuan dari Standarisasi Tipikal Bangunan Drainase adalah untuk memberikan panduan pembangunannya tetapi tidak perlu lagi tenaga ahli untuk membantu mengadakan monitoring dan supervisi pelaksanaannya. 16 . Oleh karena itu. Begitu juga dengan stock persediaan bahan (misalnya pipa setengah lingkaran) dari kontraktor juga disesuaikan dengan standar yang berlaku.Hal ini hendak diingatkan pemakaiannya pada Standarisasi Tipikal Bangunan Sistem Drainase. sehingga banyak dipergunakan dimana-mana dan standarisasi tipikal dengan bahan ini banyak mendapat sambutan masyarakat. diseluruh penanganan drainase perkotaan. bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. seperti misalnya : Pemakaian Bahan Lokal dan Harga Bahan yang Murah Bahan saluran drainase dengan pasangan batu kali. Banyak aspek-aspek yang harus diperhatikan. Sehingga dapat dicapai penghematan yang bersifat skala besar. Tipikal Bangunan harus dibuat sedemikian sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat. karena standarisasi ini. Oleh karena itu Tipikal bangunan harus dipersiapkan dengan matang dan siap pakai dalam arti kata telah diadakan pengujian dan post monitoring yang intensif. kelihatan manfaat nyata yang dapat diperoleh oleh masyarakat. agar tipikal ini mudah dilaksanakan. misalnya merupakan bahan lokal yang harganya termasuk murah. maka kesalahan teknis pada tipikal bangunan ini akan mengakibatkan kerugian yang ada dalam skala besar. juga akan mengalami kemudahan karena melaksanakan pekerjaan sama secara berulang-ulang sehingga organisasi kontraktor dan methodologi kerja telah menyesuaikan terhadap standar kerja. sehingga dengan demikian kekurangan yang ada dapat disempurnakan dalam skala yang luas. Standar Tipikal Bangunan harus dipersiapkan dengan matang dan siap pakai karena sistem drainase harus dilaksanakan secara besar-besaran. maka kontraktor yang melaksanakan pekerjaan ini. ASPEK-ASPEK YANG AKAN DIPERTIMBANGKAN Menetapkan suatu tipikal bangunan sistem drainase yang dapat langsung diterima oleh masyarakat. didalam melaksanakan sistem drainase ini.

17 . swadaya dan swakelola. Tetapi mengingat kuantitas perkotaan yang memerlukan sistem drainase yang memadai. maka secara berangsur-angsur pelaksanaan sistem drainase akan didelegasikan kepada masyarakat dalam bentuk swadaya. sehingga dengan sendirinya Tipikal Bangunan Sistem Drainase harus dipersiapkan juga untuk dapat dilaksanakan oleh masyarakat dengan cara swasembada. Dalam kebijakan pembangunan terdahulu banyak perencanaan teknis drainase perkotaan yang dilakukan oleh pemerintah pusat.Secara berangsur-angsur dipersiapkan agar tipikal bangunan drainase dapat dilaksanakan oleh masyarakat sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->