MAKALAH PEMANTULAN DAN PEMBIASAN CAHAYA

PEMANTULAN DAN PEMBIASAN CAHAYA
ABSTRAK Pada percobaan pemantulan dan pembiasan cahaya ini bertujuan untuk memahami pemantulan dan pembiasan pada : plan pararel , prisma segitiga dan prisma setengah lingkaran, menentukan nilai indeks biasdan pergeseran pada plan pararel,menentukan nilai indeks bias dan deviasi minimum pada prisma segitiga, memahami pemantulan internal. Bila seberkas cahaya mengenai bidang batas antara dua medium transparan maka pada keadaan tertentu sebagian dari cahaya akan dipantulkan dan sebagian yang lain akan masuk ke medium yang kedua, di mana berkas cahaya tersebut akan dibelokan mendekati atau menjauhi garis normal. Fenomena pembelokan atau perubahan arah yang dialami berkas cahaya di medium yang kedua inilah yang disebut pembiasan cahaya. Diperoleh besarnya indeks bias pada plan pararel dengan perhitungan 1, 453 dan dengan grafik 1, 478 , dimana berbeda dengan teori dimana indeks bias kaca 1,5. Sudut deviasi pada deviasi minimum pada prisma segitiga 42 o pada perhitungan sedangkan pada gambar 50 o. Sudut pantul pada prisma setengah lingkaran sama dengan sudut pantulnya sebesar 42 o. Key Word: Pemantulan dan Pembiasan A. PENDAHULUAN Cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. Karena itu cahaya dapat merambat baik melalui medium ataupun tanpa medium (vakum). Ilmu fisika yang mempelajari tentang cahaya disebut optika, yang dibagi menjadi dua : optika geometris dan optika fisis. Optika geometris mempelajari tentang pemantulan dan pembiasan , sedangkan optika fisis mempelajari tentang polarisasi, interferensi , dan difaraksi cahaya. Diketahui bahwa ketika cahaya mengenai bidang batas antara dua medium (misalnya udara dan prisma), cahaya akan dibelokkkan . Peristiwa pembelokakan cahaya ketika mengenai pembatas medium inilah yang disebut pembiasan. Dan sebagian cahaya akan dipantulkan, cahaya yang dipantulkan akan memiliki sudut pantul yang sama dengan sudut sinar datangnya. Berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari -hari mengenai pembiasandan pe mantulan antara lain : Saat mencelupkan pensil pada air di gelas, pensil akan tam pak patah dipermukaan air. Saat meliat kolam renang yang airnya tampak tenang maka akan terlihat dangkal pada dasar kolam. Peristiwa – peristiwa tersebut adalah salahsatu dari peristiwa pembiasan cahaya. Seperti pada balok kaca prisma merupakan benda bening yang terbuat dari kaca. Kegunaannya antara lain untuk mengarahkan berkas sinar, mengubah dan membalik letak bayangan serta menguraikan cahaya putih menjadi warna spektrum (warna pelangi). Dengan menggunakan prisma segitiga maka akan diperoleh sudut devia si, sudut pantul dan sudut bias. Sedangkan dengan plan pararel akan diperoleh sudut bias dan jarak sinar

sinar pantul. Bayangan benda yang terbentuk pada cermin datar mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. diketahui sebagai sinar datang ( i ). Perhatikan pembentukan bayangan pada cermin datar dalam gambar berikut ini ! . TUJUAN 1. Menentukan nilai indeks bias dan deviasi minimum pada prisma segitiga. Bayangan sama besar dengan bendanya 4. Sedangkan pemantulan cahaya pada permukaan kasar seperti pakaian. atau permukaan air yang tenang. Tegak dan menghadap berlawanan arah terhadap bendanya 3. maka cahaya tersebut akan dipantulkan secara teratur.bias terhadap sinar datang dan sudut pantulnya. sebuah garis dapat digambarkan tegak lurus terhadap permukaan cermin. Memahami pemantulan dan pembiasan pada: plan pararel. Peristiwa pemantulan cahaya pada cermin datar dapat menyebabkan pembentukan bayangan benda di dalam cermin. Berdasarkan uraian di atas.Pada titik dimana sinar mengenai cermin. kertas dan aspal jalan. garis ini diketahui sebagai garis normal. Pemantulan Teratur (Pada permukaan rata) b. Sinar datang. Pemantulan cahaya pada permukaan datar seperti cermin. Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin. sinar yang menuju cermin ( P ). maka hukum pemantulan cahaya dapat dinyatakan sebagai berikut : 1. termasuk pemantulan teratur. Menentukan nilai indeks biasdan pergeseran pada plan pararel. a. 4. Bayangan bersifat maya (tidak dapat ditangkap oleh layar) 2. Memahami pemantulan internal. garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar. yaitu pemantulan baur dan pemantulan teratur. Garis normal membagi sudut antara sinar datang dan sudut sinar pantul menjadi dua sudut yang sama. Sudut datang = sudut pantul Jika seberkas cahaya mengenai sebuah cermin datar. 2. 2. prisma segitiga dan prisma setengah lingkaran. B. C. serta yang terakhir menggunakan prisma setengah lingkaran menentukan sudut pantulnya. TINJAUAN PUSTAKA PEMANTULAN Pemantulan cahaya terdiri dari dua jenis. sedangkan yang meninggalkan cermin ( Q ) diketahui sebagai sinar pantul ( r ). 3. Pemantulan Baur (Pada permukaan tidak rata) Hukum Pemantulan cahaya dapat diilustrasikan dengan gambar berikut ini : Berdasarkan gambar di atas. termasuk dalam pemantulan baur.

Lalu bagaimana jika sebuah benda terletak didepan dua buah cermin datar yang mengapit sudut tertentu ? Perhatikan gambar di bawah ini : Sebuah obyek di depan dua cermin yang membentuk sudut 80. (cm) b. Pada saat sinar keluar dari kaca: Sinar datang ( i' ) dari udara (medium renggang) ke kaca (medium rapat) maka akan dibiaskan ( r' ) menjauhi garis normal ( N ) Selain itu. akan dibiaskan mendekati garis normal. (cm) i = sudut datang. (°) t = pergeseran cahaya. . Dari ilustrasi di atas maka. yaitu pembiasan ketika memasuki kaca planparalel dan pembiasan ketika keluar dari kaca plan paralel. persamaan untuk menentukan jumlah bayangan yang dibentuk oleh dua buah cermin datar yang membentuk sudut tertentu sebagai berikut PEMBIASAN Kaca plan pararel atau blok kaca adalah keping kaca tiga dimensi yang kedua sisinya dibuat sejajar Berdasarkan gambar di atas. bayangan benda pada cermin datar terbentuk di belakang cermin dan tidak dapat dilalui atau dilewati oleh cahaya yang sesungguhnya sehingga bayangan tidak dapat ditangkap oleh layar. Prisma Prisma adalah zat bening yang dibatasi oleh dua bidang datar. Pada saat sinar memasuki kaca : Sinar datang ( i ) dari udara (medium renggang) ke kaca (medium rapat) maka akan dibiaskan ( r ) mendekati garis normal ( N ). cahaya yang mengenai kaca planparalel akan mengalami dua pembiasan. berkas sinar tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal. Apabila seberkas sinar datang pada salah satu bidang prisma yang kemudian disebut sebagai bidang pembias I. sinar yang keluar dari kaca palnparalel mengalami pergeseran sejauh t dari arah semula. (°) r = sudut bias. dan besarnya pergeseran arah sinar tersebut memenuhi persamaan berikut : Keterangan : d = tebal balok kaca.Berdasarkan gambar di atas. Kita dapatkan persamaan sudut puncak prisma.Jika sebuah benda ditempatkan di depan sebuah cermin datar. Sampai pada bidang pembias II. didapat jumlah bayangan sebanyak 4 buah. maka akan terbentuk sebuah bayangan yang sama besar di dalam cermin. Bayangan benda yang seperti ini disebut bayangan maya.

Persamaan sudut deviasi prisma : Keterangan : D = sudut deviasi . i1 = sudut datang pada bidang batas pertama r2 = sudut bias pada bidang batas kedua berkas sinar keluar dari prisma β = sudut puncak atau sudut pembias prisma Hasilnya disajikan dalam bentuk grafik hubungan antara sudut deviasi (D) dan sudut datang pertama i1 : dalam grafik terlihat devisiasi minimum terjadi saat i1 = r2 Persamaan deviasi minimum : a.β = sudut puncak atau sudut pembias prisma r1 = sudut bias saat berkas sinar memasuki bidang batas udara-prisma i2 = sudut datang saat berkas sinar memasuki bidang batas prisma-udara Secara otomatis persamaan di atas dapat digunakan untuk mencari besarnya i2 bila besar sudut pembias prisma diketahui. Bila sudut pembias lebih dari 15° Keterangan : n1 = indeks bias medium n2 = indeks bias prisma Dm = deviasi minimum β = sudut pembias prisma b. Bila sudut pembias kurang dari 15° Keterangan δ = deviasi minimum untuk b = 15° n 2-1 = indeks bias relatif prisma terhadap medium β = sudut pembias .

 Gambar 3 : Blok yang digunakan adalah prisma setengah lingkaran. 4. E. DATA PERCOBAAN a. sinar pantul dan sinar bias pada HVS yang digunakan sebagai media alas.008 0. Plan Parael: Lebar . Ketika percobaan digunakan jarum pentul untuk menandai sinar bias dan sinar pantul sehingga tidak bergeser.D. 5. Lukis setiap sinar datang. 2. 3. HVS diletakkan dibawah blok yang beralaskan steroform.  Gambar 2 : Blok yang digunakan prisma segitiga. Serta menetukan sudut internal/ sudut pantulnya. kemudian dihitung nilai d ( jarak antara sinar pantul dan sinar bias) dan sudut bias dengan variasi sudut datang dari 10o – 80o. METODELOGI a.1m 1buah 1buah 1buah 1buah 1buah 1buah secukupnya 3buah 1buah NO 1 2 3 Sudut Datang(ϴi) 10 o 20 o 30 o Sudut Bias (ϴr) 7o 13. Alat-alat percobaan disusun sesuai dengan gambar.023 0. Alat dan Bahan  Blok Kaca: o Plan pararel o Prisma Segitiga o Prisma Setengah Lingkaran  Laser pointer  Penggaris  Busur derajad  Jarum pentul  Bolpen warna  Alas steroform b.5 o 18 o Jarak (m) 0. 0. dihitung sudut internal/ sudut pantulnya. kemudian dihitung sudut bias dan sudut deviasi dengan 3 variasi sudut datang.026 . Keberadaan sinar pantul dan bias diamati pada tiap blok :  Gambar 1 : Blok yang digunakan adalah plan pararel. Cara Kerja 1.

dan prisma setengah lingkaran) sebagai bidang/ medium rapat.  Laser pointer sebagai sinar datang. Prisma Setengah Lingkaran Sudut internal/ sudut pantul = 42o F. ANALISA DATA : Pada percobaan pemantulan dan pembiasan cahaya ini bertujuan untuk memahami pemantulan dan pembiasan pada: plan pararel. Fungsi dari masing-masing alat pada percobaan ini antara lain:  Blok (plan pararel. Prisma Segitiga 40 o 50 o 60 o 70 o 80 o 25 o 31 o 35 o 39 o 42 o 0.  Busur derajad sebagai alat mengukur sudut. prisma segitiga.066 0.035 0.049 0. .073 A (sudut prisma) = 90o NO 1 2 3 Sudut Datang(ϴi) 12 o 19 o 24 o Sudut Bias (ϴr) 13 o 20 o 16 o Sudut deviasi 66 o 53 o 50 o Sudut internal/ sudut pantul = 47o c. prisma segitiga.  Jarum pentul untuk menandai sinar bias atau sinar pantul agar tidak bergeser.4 5 6 7 8 b. dan prisma setengah lingkaran.027 0.

478.453. ini disebabkan karena ketika melihat sudut bias kurang teliti dan ketika menandai sudut biasnya jarum pentul ditancapkan kurang tepat atau bergeser. Sudut deviasi pada gambar diperoleh hasil 66 o. Ketika sinar datang divariasi 8 kali dihasilkan sudut bias yang sebanding dengan sudut datangnya. Sehingga indeks bias pada grafik 1. Sedangkan ketika dilakukan perhitungan dengan persamaan: Diproleh hasil sudut deviasinya 66 o. jarak dapa dihitung dengan persamaan: Hasil yang diperoleh melalui perhitungan dan gambar berbeda.5 tetapi setelah dilakukan percobaan berbeda dengan teori baik dalam perhitungan dan persamaan grafik. kemudian diukur berapa jaraknya dengan menggunakan gambar berkas sinar. Sehingga diperoleh persamaan y = mx +c . o 19 o. Sudut sinar datang divariasi tiga kali yaitu 12. pada prisma ini hanya mencari sudut pantul.Sedangkan indeks bias dihitung dengan menggunakan persamaan : Didapat indeks bias sebesar 0. Untukmencari nilai indeks bias dengan perhitungan menggunakan persamaan snellius : Sehingga terdapat 8 indeks bias tiap sudut. Sesuai dengan teori jika sinar yang terpatulkan memiliki sudut pantul yang sama dengan sudut datangnya. 52 o. Kemudian mencari indeks bias pada plan pararel dengan menggunakan perhitungan grafik (sin i Vs sin r) dimana sumbu x adalah (sin r ) sudut bias dan sumbu y adalah (sin i) sudut datang. Sinar yang datang divariasi dengan 8 sudut variasi dari 10 o -80 o. ini disebabkan karena kurang teliti ketika mengamati sinar bias dan saat menandai sinar bias jarum pentul tergeser. apakah sama dengan sudut datangnya. Lalu dibandingkan dengan nilai indeks bias dengan menggunakan gradien persamaan grafik y = 1. Kemudian diamati jarak antara sinar datang dan sinar bias. m adalah gradien garis yaitu nilai indeks biasnya. dimana sudut datang semakin besar maka sudut biasnya juga semakin besar pula.dan 42 o. sudut pantul dan indeks bias pada prisma segitiga. sudut deviasi.478x + 0. . 53 o.kemudian didapat indeks bias rata-rata sebesar 1.294. dann ketika sinar dipantulkan membentuk sudut yang sama pula. Selain dengan menghitung jarak melalui gambar berkas sinar. Sehingga pada percobban ini sesuai dengan teori dimana sinar yang dipantulkan memiliki sudut datng yang sama dengan sudut pantulnya. dan 24 o. Terlihat jika gambar dan perhitungan berbeda. Percobaan pertama mengukur sudut bias dan jarak antara sinar datang dan sinar bias (d) pada blok plan pararel. dan 50 o. sudut pantul besarnya sama dengan sudut datangnya sebesar 47 o. blok plan pararel digambar pada HVS yang dipasang dibawah blok sesuai dengan pola blok serta garis normalnya.009. Kemudian ketika dilakukan percobaan sudut datang sebesar 42o. Grafik yang terbentuk adalah grafik linier yang mana nilai sinus sudut dtang sebanding dengan sinus sudut biasnya.Prinsip kerja dari percobaan ini adalah seberkas cahaya mengenai bidang batas antara dua medium transparan maka pada keadaan tertentu sebagian cahaya akan dipantulkan dan sebagian cahaya akan masuk ke medium kedua. Pada percobaan yang terakhir menggunakan prisma setengah lingkaran. dikarenakan dalam melukis berkas sinar tidak teliti dan jarumpentul bergeser.Ketika sinar datang dipantulkan dan membentuk sudut pantul. Untuk lebih memudahkan mengukur agar blok tidak bergeser posisinya. Pada percobaan kedua mengukur sudut bias. Indeks bias kaca secara teori 1.

294 Sudut internal/ sudut pantul = 47o 3.509 1.038 0.521 1. δ 2 = 53 o o 3. δmin = 50 o 1. δ 3 = 50 o δmin = 42 o Indeks bias = 0.022 0. δ 1 = 66 o 2.G. Prisma Setengah Lingkaran : Sudut internal/ sudut pantul = 42o 4. Plan Pararel : n (indeks bias) 1.066 0. Prisma Segitiga: Sudut deviasi pada perhitungan: Sudut deviasi pada gambar: o 1.052 0.487 1.618 1. LAMPIRAN  Perhitungan  Grafik  Gambar . δ2 = 52 o 2. KESIMPULAN 1.472 d (pergeseran) meter 0.012 0. δ3 = 42 3.42 1.029 0. Pemantulan adalah seberkas cahaya mengenai permukaan bidang datar yang rata dimana sudut datang sama dengan sudut pantulnya. Pembiasan adalah pembelokkan cahaya ketika berkas cahaya melewati bidang batas dua medium yang berbeda indeks biasnya.106 1.493 1.082 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 2.005 0. δ1 = 66 1.

http://fisikasemesta.blogspot. Fisika Edisi Kelima Jilid 2.blogspot. Bandung: Pakar RayaSutrisno. Fisika Dasar Gelombang dan Optik . 1994.html 6 .com/2011/03/pemantulancahaya. Pembiasan Cahaya. 2011. 2011. http://fisikasemesta. Bandung : ITB Anonim .html Anonim. Lirik.2. Kamus Fisika Bergambar . Pemantulan Cahaya. Erlangga : Jakarta Hidayat. 2004. DAFTAR PUSTAKA Giancoli Douglas C.com/2011/04/pembiasancahaya. 2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful