P. 1
Konflik Ossetia Selatan 2008; Komitmen Rusia Dan Georgia, Peran Uni Eropa, Serta Efektivitas Hukum niter Makalah Mata Kuliah Hukum Internasional

Konflik Ossetia Selatan 2008; Komitmen Rusia Dan Georgia, Peran Uni Eropa, Serta Efektivitas Hukum niter Makalah Mata Kuliah Hukum Internasional

4.5

|Views: 2,510|Likes:
Published by Tangguh
Hukum humaniter internasional telah ada sejak abad ke-19 yang dibentuk karena
kesadaran dunia internasional akan akibat peperangan yang merugikan warga negara baik militer maupun sipil. Tujuan dibentuknya hukum humaniter adalah untuk memanusiawikan perang sehingga dapat meminimalisasi jumlah korban yang berjatuhan dan dana yang harus dikeluarkan. Sesuai dengan sifat hukum yang dinamis, hukum humaniter internasional mengalami perubahan-perubahan baik pertambahan maupun pengurangan agar lebih relevan
dengan keadaan pada saat itu. Konvensi hukum humaniter internasional pertama terlaksana di Den Haag pada 1899 yang berisikan penyelesaian damai persengketaan internasional, hukum
dan kebiasaan perang di darat, serta hukum perang di laut. Namun, keberadaan hukum humaniter tersebut tidak menjadikan terciptanya dunia yang
aman dan damai di mana perang-perang tidak merugikan kaum sipil. Hal ini dapat terjadi karena tidak semua negara di dunia berkomitmen dalam menjalankan hukum humaniter internasional tersebut. Contoh kasus yang akan dibahas dalam makalah ini adalah penggunaan cluster munition dalam konflik Georgia dan Rusia yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Georgia dan Rusia sama-sama telah meratifikasi Konvensi Den Haag tersebut, namun keduanya tetap menggunakan cluster munition dalam konflik yang terjadi bulan Agustus 2008 silam. Penggunaan cluster munition tentu saja merupakan salah satu contoh pelanggaran hak
asasi manusia karena bersifat membahayakan dan mematikan dalam jangka waktu panjang. Meskipun telah dirumuskan suatu Convention on Cluster Munition pada bulan Mei 2008 di
Dublin, Georgia dan Rusia tetap menyimpan bahkan menggunakan cluster munition tersebut yang menyebabkan banyak nyawa hilang.

Dalam tulisan ini, penulis membatasi permasalahan pada bagaimana Georgia dan Rusia mengimplementasikan hukum humaniter internasional dalam konflik Ossetia Selatan 2008, peranan Uni Eropa dalam konflik tersebut untuk menegakkan hukum humaniter internasional,
serta apakah hukum humaniter internasional berhasil diimplementasikan dalam konflik tersebut.
Hukum humaniter internasional telah ada sejak abad ke-19 yang dibentuk karena
kesadaran dunia internasional akan akibat peperangan yang merugikan warga negara baik militer maupun sipil. Tujuan dibentuknya hukum humaniter adalah untuk memanusiawikan perang sehingga dapat meminimalisasi jumlah korban yang berjatuhan dan dana yang harus dikeluarkan. Sesuai dengan sifat hukum yang dinamis, hukum humaniter internasional mengalami perubahan-perubahan baik pertambahan maupun pengurangan agar lebih relevan
dengan keadaan pada saat itu. Konvensi hukum humaniter internasional pertama terlaksana di Den Haag pada 1899 yang berisikan penyelesaian damai persengketaan internasional, hukum
dan kebiasaan perang di darat, serta hukum perang di laut. Namun, keberadaan hukum humaniter tersebut tidak menjadikan terciptanya dunia yang
aman dan damai di mana perang-perang tidak merugikan kaum sipil. Hal ini dapat terjadi karena tidak semua negara di dunia berkomitmen dalam menjalankan hukum humaniter internasional tersebut. Contoh kasus yang akan dibahas dalam makalah ini adalah penggunaan cluster munition dalam konflik Georgia dan Rusia yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Georgia dan Rusia sama-sama telah meratifikasi Konvensi Den Haag tersebut, namun keduanya tetap menggunakan cluster munition dalam konflik yang terjadi bulan Agustus 2008 silam. Penggunaan cluster munition tentu saja merupakan salah satu contoh pelanggaran hak
asasi manusia karena bersifat membahayakan dan mematikan dalam jangka waktu panjang. Meskipun telah dirumuskan suatu Convention on Cluster Munition pada bulan Mei 2008 di
Dublin, Georgia dan Rusia tetap menyimpan bahkan menggunakan cluster munition tersebut yang menyebabkan banyak nyawa hilang.

Dalam tulisan ini, penulis membatasi permasalahan pada bagaimana Georgia dan Rusia mengimplementasikan hukum humaniter internasional dalam konflik Ossetia Selatan 2008, peranan Uni Eropa dalam konflik tersebut untuk menegakkan hukum humaniter internasional,
serta apakah hukum humaniter internasional berhasil diimplementasikan dalam konflik tersebut.

More info:

Published by: Tangguh on Jul 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN
I. 1. Latar Belakang
Hukum humaniter internasional telah ada sejak abad ke-19 yang dibentuk karena
kesadaran dunia internasional akan akibat peperangan yang merugikan warga negara baik
militer maupun sipil. Tujuan dibentuknya hukum humaniter adalah untuk memanusiawikan
perang sehingga dapat meminimalisasi jumlah korban yang berjatuhan dan dana yang harus
dikeluarkan. Sesuai dengan sifat hukum yang dinamis, hukum humaniter internasional
mengalami perubahan-perubahan baik pertambahan maupun pengurangan agar lebih relevan
dengan keadaan pada saat itu. onvensi hukum humaniter internasional pertama terlaksana di
!en Haag pada 1"99 yang berisikan penyelesaian damai persengketaan internasional, hukum
dan kebiasaan perang di darat, serta hukum perang di laut.
#amun, keberadaan hukum humaniter tersebut tidak menjadikan ter$iptanya dunia yang
aman dan damai di mana perang-perang tidak merugikan kaum sipil. Hal ini dapat terjadi
karena tidak semua negara di dunia berkomitmen dalam menjalankan hukum humaniter
internasional tersebut. %ontoh kasus yang akan dibahas dalam makalah ini adalah penggunaan
cluster munition dalam konflik &eorgia dan 'usia yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
&eorgia dan 'usia sama-sama telah meratifikasi onvensi !en Haag tersebut, namun
keduanya tetap menggunakan cluster munition dalam konflik yang terjadi bulan (gustus )**"
silam. +enggunaan cluster munition tentu saja merupakan salah satu $ontoh pelanggaran hak
asasi manusia karena bersifat membahayakan dan mematikan dalam jangka waktu panjang.
,eskipun telah dirumuskan suatu Convention on Cluster Munition pada bulan ,ei )**" di
!ublin, &eorgia dan 'usia tetap menyimpan bahkan menggunakan cluster munition tersebut
yang menyebabkan banyak nyawa hilang.
1
I. 2. Perumusan Masalah
!alam tulisan ini, penulis membatasi permasalahan pada bagaimana &eorgia dan 'usia
mengimplementasikan hukum humaniter internasional dalam konflik -ssetia Selatan )**",
peranan .ni /ropa dalam konflik tersebut untuk menegakkan hukum humaniter internasional,
serta apakah hukum humaniter internasional berhasil diimplementasikan dalam konflik
tersebut.
1 “Georgia: Russian Cluster Bombs Kill Civilians Stop Using Weapon Banned by 107 Nations”,
diakses dari http://www.hrw.org/en/news/2008/08/13/georgia-russian-cluster-bobs-kill-ci!ilians
20 "o!eber 2008 20:10
BAB II
TELAAH PUSTAKA
II. 1. Hukum Humaniter
!efinisi hukum humaniter internasional menurut +alang ,erah 0nternasional adalah a
set of rules which seek, for humanitarian reasons, to limit the effects of armed conflict. It
protects persons who are not or are no longer participating in the hostilities and restricts the
means and methods of warfare. International humanitarian law is also known as the law of
war or the law of armed conflict.
)
+emakaian definisi dari +alang ,erah 0nternasional
berkaitan dengan kontribusi besar Henry !unant, pendiri dari organisasi internasional ini,
terhadap perwujudan hukum humaniter se$ara internasional. +ada tahun 1"11, ia menulis
sebuah buku yang men$eritakan pengalamannya di medan pertempuran antara (ustria dan
koalisi +eran$is-Sardinia, di mana ia melihat begitu banyak korban perang yang menderita.
2uku ini kemudian menggerakkan penduduk kota 3enewa, hingga pada 14 5ebruari terdapat
lima orang yang membentuk sebuah panitia 6Societe international et permanent de secours
aux militaries blesses7. ,ereka berinisiatif untuk mengadakan sebuah konferensi
internasional tidak resmi yang dihadiri 11 negara, untuk membahas kekurangan dalam
perawatan kesehatan tentara di medan pertempuran darat. onferensi ini lah yang kemudian
menjadi $ikal bakal pendirian +alang ,erah pada -ktober 1918. 9alalupun keputusan
konferensi tidak mengikat negara-negara peserta, mereka mengajukan resolusi bahwa anggota
dinas kesehatan dan para korban terluka dalam pertempuran harus dilindungi, hingga pada
tahun 1"1:, !ewan 5ederal Swiss melaksanakan saran ini dengan mengadakan konferensi
internasional, menghasilkan onvensi 3enewa 1"1:.
8
;ahirnya onvensi 3enewa juga sekaligus menandakan dimulainya perkembangan
hukum humaniter se$ara pesat. +ada masa tersebut, perang yang dilakukan oleh tentara
nasional menggunakan senjata-senjata baru yang lebih merusak, membiarkan sejumlah
prajurit yang terluka se$ara mengerikan tergeletak tanpa bantuan di medan tempur. !engan
pengaruh yang $ukup kuat dari +alang ,erah serta kondisi perang yang begitu parah,
kesadaran masyarakat internasional akan penghormatan manusia pun semakin meningkat.
:

arena hanya negara yang bisa menjadi peserta dalam perjanjian internasional, konvensi ini
pun hanya berlaku bagi negara. 9alaupun demikian, semua pihak yang terlibat dalam konflik
bersenjata, baik negara maupun aktor non-negara, tetap terikat kepada hukum humaniter
internasional. Sampai saat ini, onvensi 3enewa telah diratifikasi oleh 191: negara, yang
menunjukkan universalitas hukum ini.
<
Hukum humaniter difokuskan pada perang ataupun konflik yang melibatkan senjata=
hukum ini tidak mengatur apakah negara boleh menggunakan kekuatan militer atau tidak,
tetapi berupaya untuk membatasi dampak yang diakibatkan dari penggunaan kekuatan
tersebut. (dapun hukum humaniter internasional men$akup ketentuan-ketentuan pokok
) #$%$, Wat is !nternational "umanitarian #a$%, diakses dari http://www.icrc.org/&eb/'ng/
siteeng0.ns(/htl/huanitarian-law-(actsheet, pada tanggal 1) *eseber 2008, pkl. 21.3+
3 &ah,u &agian, Seri Ba&aan Kursus "'( untu) *enga&ara + taun ,00-: "u)um "umaniter dan
"a) 'sasi (anusia, -.akarta: /ebaga 0tudi dan 1d!okasi 2as,arakat, 20034, hal. 3-+
+ #bid.
< #$%$, Wo is Bound by Geneva Convention%, diakses dari http://www.icrc.org/web/eng/ siteeng0.ns(/
htl/3k56a!7opendocuent, pada tanggal 1) *eseber 2008, pkl. 21.3+
berikut
1
>
• Serangan hanya boleh dilakukan untuk tujuan militer. ,ereka yang tidak atau tidak
lagi mampu terlibat dalam konflik senjata memiliki hak sepenuhnya atas kehidupan
mereka, sehingga mereka harus dilindungi dan dirawat se$ara manusiawi.
• ,embunuh atau meluaki lawan yang sudah menyerat ataupun tidak bisa lagi
mengambil bagian dalam perang tidak diperbolehkan.
• +ara pihak terlibat dalam konflik bersenjata memiliki hak yang terbatas dalam
menentukan senjata dan metode perangnya. ,ereka tidak dibolehkan menggunakan
senjata atau metode serangan yang bisa menyebabkan kehilangan?kerusakan yang
tidak diperlukan atau penderitaan yang parah.
ombatan dan warga sipil yang ditangkap oleh pihak lawan mempunyai hak atas
kehidupan, harga diri, dan hak-hak personalnya. ,ereka harus dilindungi dari segala bentuk
penganiayaan dan berhak untuk melakukan komunikasi dengan keluarga dan menerima
bantuan.
II. 2. Cluster Munition
1 #$%$, !nternational "umanitarian #a$ : .e /ssential Rules, diakses dari http://www.icrc.org/&eb
/'ng/siteeng0.ns(/htl/382''2, pada tanggal 1) *eseber 2008, pkl. 21.2+
*1***9*****8)a*)*****)**a)*1********a)*1****)1*1*f**8a*8<4:d:1:8*1**********
*1**e**1*********1******1"*8************1"*8*****1******1$*****************
*****1a*******f**********************1d8e****":******)*:<:d:1*****1**1"*8***
*1)*******)******************************f1*9****e:*$****d"******14*1*******
*********************<$:b*8**1":8*:**11*******$******1"*******a******1*****
*******************9******1*******1**4*****f******)<*******$*******e****"*)<
*******$*******e****"*1)*******$*******1******<)******4**1*****1******d)fffff
f************************9**1*************::***)):8**11**1$**19**1)**4)**19*
***************************************************************************
******************************11**1"4)11**1*******$$4<11**:$4811**<)<11*8)$$
4<11**$:4)11**1*******8:4:11**b*4<11**):<11*8)$$4<11**$:4)11**)*******:91:)f
81$:4)11**$$4<11**)*******ffffffff1$*<d)**d*1:)f81ffffffffffff*1"*ffff*1"**fff*1"*fffff
fff***********"*******"****d:fbe<*4*1**************)$*1****)<******18)e9**1**
*"*)*f*<*)*)*)*:*8*)*:ef*)**a*4b)***:*****************9f**************:8**11
**1$**19**1)**4)**********:1**4)**19**11**1$**)***<)**1f**4<**1e**f"4)11**9$
8")481*:*******1******8:4811**8:4811**e"4")<81*:******<$4811**1$*<d)**1:41*
**"********)<*******$*******1******)<*******$*******1******)<*******$******
*1******1"*******$*************)<:******<:**********************1a*******f**
*****1******"""4*4:1d1:<*4:1********)$*******1******:$*******:*************
*********1**4****1*******<*******)*******1b******:1******)"******1$******:4
:::9:8*)******ffffffffffffffff11*4****1***************:1******1:*******"******:4
:::9:8*8******)<*******$*******e****"*)<*******$*******e****"**e******1:****
**********1*******1:*******:*******8*1*"***<*******b*)*********<*******$*)*
<**4f*)*:******)e*11"**1$******fb*)*<***)**********b$*)*********1*)*)))<8494
84:1<1d*****************************************************:******)d*1****
*:******)d*1*****:*******)*1*1**1$******fb*)f*ff************9**1*********::**
*)):8111$191)4)19***************************************************:******
)d*1*1***:******)d*1*1***:******)d*1*1***<*******9*)*******)*d******8)*a*f**
*****1***:**********"**)*<**)*)1*9***:******)d*1*****:******)d*1*****8*****
*****
8
Cluster munition biasanya terdiri dalam bentuk bom, roket, atau artillery sheel yang
terdiri dari 1<* bomblet yang disebut submunition. Cluster munition telah sejak :* tahun lalu
menjadi momok bagi masalah kemanusiaan karena keberadaannya yang sangat
membahayakan. Cluster munition dapat meledakkan submunition-nya dalam jarak yang
sangat jauh dan dapat menyebabkan kematian dan luka-luka pada manusia di sekitarnya.
#amun, pengalaman membuktikan bahwa 1*-:*@ submunition gagal untuk meledak dan
dapat membahayakan warga sekitar di tahun-tahun mendatang.
4
Steve &oose, Arms irector !uman "ights #atch mengatakan bahwa cluster munition
menyebarkan bomblet yang mematikan sampai ke jarak yang sangat jauh dan menyisakan
bomblet yang tidak meledak namun tetap mematikan bagi orang-orang di sekitar bomblet
tersebut. Submunition atau bomblet yang tidak meledak tersebut bukan hanya dapat melukai
dan membunuh warga sipil di sekitarnya, melainkan juga dapat berakibat buruk bagi lahan
pertanian sehingga masyarakat dapat mengalami gagal panen yang pada akhirnya membuat
mereka kesulitan untuk men$ukupi kebutuhan hidup keluarganya.
"
+enggunaan cluster
munition menurut $atatan pertama kali digunakan di ;aos. +ada rentang tahun 191:-1948
sekitar )4* juta submunition dikeluarkan dan diperkirakan 9-)4 juta di antaranya tidak
meledak. Setelah itu penggunaan cluster munition selanjutnya adalah pada tahun )**1 ketika
terjadi perang antara 0srael-;ebanon dimana ter$atat sekitar : juta submunition dilepaskan
dalam waktu lima minggu dan ratusan di antaranya tidak meledak. +enggunaan cluster
munition yang terbaru adalah dalam konflik &eorgia-'usia. #amun kedua pihak masih
menyangkal penggunaan cluster munition.
9
II. . Treaty of Lisbon
$reaty of %isbon adalah perjanjian yang ditandatangani para kepala negara atau kepala
pemerintahan )4 negara anggota .ni /ropa di ;isbon pada 18 !esember )**4. +erjanjian ini
diharapkan akan menyediakan institusi modern dan metode kerja yang lebih optimal bagi .ni
/ropa demi menghadapi tantangan-tantangan terkini dunia se$ara efektif dan efisien, seperti
isu-isu globalisasi, perubahan iklim dan demografi, keamanan, serta energi. $reaty of %isbon
diharapkan akan memperkuat demokrasi di .ni /ropa dan kapasitasnya untuk memajukan
kepentingan warganya pada basis harian.
1*
$reaty of %isbon akan mendefinisikan apa yang
dapat dan tidak dapat dilakukan .ni /ropa serta $ara-$ara yang dapat digunakannya.
+erjanjian tersebut akan mengubah struktur institusi .ni /ropa dan bagaimana $ara kerja
mereka, sehingga .ni /ropa diharapkan akan menjadi lebih demokratis dan nilai-nilai intinya
akan dijalani dengan lebih baik. +erjanjian ini merupakan hasil negosiasi antara negara-negara
anggota .ni /ropa dalam konferensi antarpemerintah yang melibatkan omisi dan +arlemen
7 “Georgia: Russian Cluster Bombs Kill Civilians Stop Using Weapon Banned by 107 Nations0,
diakses dari http://www.hrw.org/en/news/2008/08/13/georgia-russian-cluster-bobs-kill-ci!ilians
20 "o!eber 2008 20:10
" “Georgian Clusters #anded in 1illages2 Russian and Georgian 3uds Still a .reat”, diakses dari
http://www.hrw.org/en/news/2008/11/0+/georgia-ore-cluster-bob-daage-reported 20
"o!eber 2008 20:13
9 “.1 Ne$s 4ootage: Cluster (unition Convention 5 6slo signing &eremony”, diakses dari http://
www.icrc.org/&eb/'ng/siteeng0.ns(/htlall/cluster-unitions-t!news-011208 1) *eseber 2008
20:30
1* “.a)ing /urope into te ,1st &entury”, http://europa.eu/lisbon9treat,/inde:9en.ht, diakses
pada 1; "o!eber 2008 1;:33
.ni /ropa. +erjanjian tersebut tidak akan berlaku hingga diratifikasi oleh seluruh )4
anggota.
11
+erjanjian ini akan mengamandemen .ni /ropa dan perjanjian-perjanjiannya yang
sekarang dengan framework legal /ropa yang lebih demokratis dan transparan, /ropa yang
lebih efisien, /ropa dengan hak-hak dan nilai-nilai, kebebasan, solidaritas, dan keamanan,
serta /ropa sebagai aktor global.
1)
+erubahan-perubahan yang diperkenalkan $reaty of %isbon meliputi voting mayoritas
yang terkualifikasi di onsil /ropa, keterlibatan +arlemen /ropa yang meningkat dalam
proses legislatif melalui keputusan bersama yang semakin luas dengan onsil /ropa, reduksi
jumlah omisioner
18
dari )4 menjadi 1", mengeliminasi sistem pilar
1:
, dan pembentukan
11 “.a)ing /urope into te ,1st &entury”, http://europa.eu/lisbon9treat,/take/inde:9en.ht
diakses pada 1; "o!eber 2008 1;:3)
1) “.e .reaty at a glan&e”, http://europa.eu/lisbon9treat,/glance/inde:9en.ht diakses pada
1; "o!eber 2008 1;:+0
13 <oisioner adalah satu anggota dari ke-2; anggota <oisi 'ropa, asing-asing
eiliki porto(olio khusus dan dipipin oleh =residen <oisi 'ropa, irip dengan posisi
enteri nasional
1+ 0iste pilar adalah pengklasi(ikasian kebi6akan >ni 'ropa ke dala tiga pilar: -14
pilar kounitas eliputi kebi6akan ekonoi, sosial, dan lingkungan? -24 pilar Common 4oreign and
Se&urity *oli&y -$@0=4 eliputi kebi6akan luar negeri dan urusan iliter? serta -34 pilar *oli&e and
*1***9*****8)a*)*****)**a)*1********a)*1****)1*1*f**8a*8<4:d:1:8*1**********
*1**e**1*********1******1"*8************1"*8*****1******1$*****************
*****1a*******f**********************1d8e****":******)*:<:d:1*****1**1"*8***
*1)*******)******************************f1*9****e:*$****d"******14*1*******
*********************<$:b*8**1":8*:**11*******$******1"*******a******1*****
*******************9******1*******1**4*****f******)<*******$*******e****"*)<
*******$*******e****"*1)*******$*******1******<)******4**1*****1******d)fffff
f************************9**1*************::***)):8**11**1$**19**1)**4)**19*
***************************************************************************
******************************11**1"4)11**1*******$$4<11**:$4811**<)<11*8)$$
4<11**$:4)11**1*******8:4:11**b*4<11**):<11*8)$$4<11**$:4)11**)*******:91:)f
81$:4)11**$$4<11**)*******ffffffff1$*<d)**d*1:)f81ffffffffffff*1"*ffff*1"**fff*1"*fffff
fff***********"*******"****d:fbe<*4*1**************)$*1****)<******18)e9**1**
*"*)*f*<*)*)*)*:*8*)*:ef*)**a*4b)***:*****************9f**************:8**11
**1$**19**1)**4)**********:1**4)**19**11**1$**)***<)**1f**4<**1e**f"4)11**9$
8")481*:*******1******8:4811**8:4811**e"4")<81*:******<$4811**1$*<d)**1:41*
**"********)<*******$*******1******)<*******$*******1******)<*******$******
*1******1"*******$*************)<:******<:**********************1a*******f**
*****1******"""4*4:1d1:<*4:1********)$*******1******:$*******:*************
*********1**4****1*******<*******)*******1b******:1******)"******1$******:4
:::9:8*)******ffffffffffffffff11*4****1***************:1******1:*******"******:4
:::9:8*8******)<*******$*******e****"*)<*******$*******e****"**e******1:****
**********1*******1:*******:*******8*1*"***<*******b*)*********<*******$*)*
<**4f*)*:******)e*11"**1$******fb*)*<***)**********b$*)*********1*)*)))<8494
84:1<1d*****************************************************:******)d*1****
*:******)d*1*****:*******)*1*1**1$******fb*)f*ff************9**1*********::**
*)):8111$191)4)19***************************************************:******
)d*1*1***:******)d*1*1***:******)d*1*1***<*******9*)*******)*d******8)*a*f**
*****1***:**********"**)*<**)*)1*9***:******)d*1*****:******)d*1*****8*****
*****
<
suatu +residen .ni /ropa dan +erwakilan Tinggi untuk .rusan ;uar #egeri untuk
menghadirkan posisi bersama dalam kebijakan-kebijakan .ni /ropa. (pabila diratifikasi,
$reaty of %isbon akan membuat Charter of &undamental "ights Ahak asasi manusiaB mengikat
se$ara legal.
#amun, 0rlandia menolak <8,1@ referendum $reaty of %isbon dengan polling <8,:@
menolak :1,1@ menerima,
1<
sehingga pada saat onflik -ssetia Selatan )**" $reaty of
%isbon belum berlaku. 2erbagai politisi /ropa level atas menyoroti hal ini. +residen +arlemen
/ropa, Hans-&ert +Cttering, menyebutkan bahwa peristiwa di &eorgia menggarisbawahi
pentingnya $reaty of %isbon, karena traktat tersebut seharusnya dapat menyediakan prinsip
solidaritas antara negara-negara anggota. etua grup /++-/!
11
, 3oseph !aul A+ran$isB,
menambahkan bahwa $reaty of %isbon seharusnya dapat membantu membentuk suatu
kebijakan pertahanan /ropa, suatu wilayah di mana menurutnya, terdapat kelemahan .ni
/ropa yang terekspos dalam krisis &eorgia. Traktat tersebut juga seharusnya dapat
membentuk perwakilan tinggi .ni /ropa untuk urusan luar negeri yang lebih kuat, suatu
presiden onsil /ropa full'time, dan suatu jasa tindakan eksternal .ni /ropa, yang menurut
SarkoDy akan memberikan lebih banyak kekuatan dan keberlanjutan terhadap pelaksanaan
urusan luar negeri .ni /ropa dan memungkinkan blok tersebut merespon situasi di &eorgia.
14
7udi&ial Co5operation in Criminal (atters -=.$$4 eliputi ker6asaa di bidang perang terhadap
ke6ahatan
1< <e!in 2c/oughlin, “#isbon .reaty 8No9 vote delivers ma:or so&) ;or politi&al and big
business /stablisment”, http://socialistworld.net/eng/2008/0)/1+irelab.htl, diakses pada 18
"o!eber 2008 21:+0
11 '==-'* adalah Arup bagi =artai %ak,at 'ropa -<risten *eokrat4 dan *eokrat
'ropa di =arleen 'ropa, kelopok politik terbesar di =arleen 'ropa se6ak .uli 1BBB. /ihat http://
www.epp-ed.eu/hoe/en/aboutus.asp, diakses pada 18 "o!eber 2008 21:33
14 “#a&) o; #isbon .reaty leaves /U $ea) on Georgia”,
http://www.euracti!.co/en/(uture-eu/lack-lisbon-treat,-lea!es-eu-weak-georgia/article-1;30+0,
diakses pada 18 "o!eber 2008 21:30
BAB III
PEMBAHASAN
III. 1. K!n"lik #ssetia Selatan 2$$%
onflik &eorgia dan 'usia sebenarnya berawal dari masalah internal negara &eorgia,
dimana dua provinsi &eorgia yakni -ssetia Selatan dan (bkhaDia, yang sejak tahun 199*an,
ingin memerdekakan diri. .paya damai melalui dialog tidak berhasil, sehingga pemerintah
pun terpaksa melakukan tindakan represif untuk menyikapi usaha separatisme tersebut.
+emerintah &eorgia pun mengerahkan pasukan militernya ke -ssetia Selatan dan (bkhaDia
untuk meredam gerakan separatis tersebut. 2aku tembak antara para tentara dan kaum
separatis sempat terjadi dalam waktu yang $ukup lama. #amun, upaya militer yang dilakukan
ternyata tidak membawa hasil dan perubahan yang berarti. +enanganan represif dari
pemerintah justru memperburuk keadaan di kedua provinsi yang memiliki kedekatan
tersendiri dengan 'usia ini. (khirnya, pemerintah &eorgia melalui +residen ,ikhail
Saakashvili, pada tanggal 4 (gustus )**", menyatakan sikapnya untuk melakukan gen$atan
senjata dan akan kembali pada perundingan dan upaya damai.
1"
#amun, hanya lima setengah
1" .enn, "orton, 6ssetian Crisis: Wo Started it%, diakses dari http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/;3;
*1***9*****8)a*)*****)**a)*1********a)*1****)1*1*f**8a*8<4:d:1:8*1**********
*1**e**1*********1******1"*8************1"*8*****1******1$*****************
*****1a*******f**********************1d8e****":******)*:<:d:1*****1**1"*8***
*1)*******)******************************f1*9****e:*$****d"******14*1*******
*********************<$:b*8**1":8*:**11*******$******1"*******a******1*****
*******************9******1*******1**4*****f******)<*******$*******e****"*)<
*******$*******e****"*1)*******$*******1******<)******4**1*****1******d)fffff
f************************9**1*************::***)):8**11**1$**19**1)**4)**19*
***************************************************************************
******************************11**1"4)11**1*******$$4<11**:$4811**<)<11*8)$$
4<11**$:4)11**1*******8:4:11**b*4<11**):<11*8)$$4<11**$:4)11**)*******:91:)f
81$:4)11**$$4<11**)*******ffffffff1$*<d)**d*1:)f81ffffffffffff*1"*ffff*1"**fff*1"*fffff
fff***********"*******"****d:fbe<*4*1**************)$*1****)<******18)e9**1**
*"*)*f*<*)*)*)*:*8*)*:ef*)**a*4b)***:*****************9f**************:8**11
**1$**19**1)**4)**********:1**4)**19**11**1$**)***<)**1f**4<**1e**f"4)11**9$
8")481*:*******1******8:4811**8:4811**e"4")<81*:******<$4811**1$*<d)**1:41*
**"********)<*******$*******1******)<*******$*******1******)<*******$******
*1******1"*******$*************)<:******<:**********************1a*******f**
*****1******"""4*4:1d1:<*4:1********)$*******1******:$*******:*************
*********1**4****1*******<*******)*******1b******:1******)"******1$******:4
:::9:8*)******ffffffffffffffff11*4****1***************:1******1:*******"******:4
:::9:8*8******)<*******$*******e****"*)<*******$*******e****"**e******1:****
**********1*******1:*******:*******8*1*"***<*******b*)*********<*******$*)*
<**4f*)*:******)e*11"**1$******fb*)*<***)**********b$*)*********1*)*)))<8494
84:1<1d*****************************************************:******)d*1****
*:******)d*1*****:*******)*1*1**1$******fb*)f*ff************9**1*********::**
*)):8111$191)4)19***************************************************:******
)d*1*1***:******)d*1*1***:******)d*1*1***<*******9*)*******)*d******8)*a*f**
*****1***:**********"**)*<**)*)1*9***:******)d*1*****:******)d*1*****8*****
*****
4
jam setelah pernyataan presiden tadi, menteri pertahanan +ieter !e %rem dengan terpaksa
kembali mengirimkan tentara ke -ssetia Selatan karena kaum separatis di sana terus
melakukan serangan.
19
onflik senjata di -ssetia Selatan pun tidak terelakkan= pesawat-
pesawat perang &eorgia dilaporkan melakukan pengeboman di sekitar ibukota -ssetia Selatan
dan daerah sekitarnya.
,asalah internal ini kemudian menjadi konflik antara &eorgia dan 'usia ketika 'usia
memutuskan untuk EterlibatF dalam masalah tersebut. 'usia merasa wajib terlibat dalam
masalah itu karena kebanyakan dari penduduk -ssetia Selatan adalah orang 'usia dan ia
harus melindungi penduduknya di manapun mereka berada.
)*
+ada tanggal " (gustus, 'usia
mulai menyalurkan tank dan kendaraan militernya ke -ssetia Selatan, yang jelas dianggap
sebagai bentuk intervensi terhadap wilayah kedaulatan &eorgia. eterlibatan 'usia ini pun
tidak membawa kondisi yang lebih baik dalam upaya penyelesaian masalah tersebut= bahkan
kondisi menjadi semakin buruk dan kompleks.
&eorgia, yang pada awalnya mendapat ke$aman karena sikap kerasnya dalam
menangani aksi separatis -ssetia Selatan dan (bkhaDia, mulai berbalik mendapat dukungan
dari dunia karena telah menjadi korban intervensi dan aksi sepihak militer 'usia. eputusan
'usia untuk terlibat dalam masalah ini juga mendapat tanggapan dari berbagai pihak lainnya>
/uropean .nion, #(T-, (merika Serikat, 0nggris, dll. 9alaupun ada ikatan sosial antara
'usia dan para penduduk di -ssetia Selatan, hal ini tidak bisa dijadikan suatu alasan bagi
suatu negara untuk melakukan intervensi terhadap masalah internal negara lain.
Salah satu fokus aspek kemanusiaan dalam konflik ini adalah ditemukannya bukti
penggunaan cluster munition oleh !uman "ight #atch, badan independen internasional yang
berfokus pada perlindungan hak asasi manusia. 2adan ini menemukan bahwa pesawat 'usia
menjatuhkan bom $luster ke daerah &eorgia yang populasinya padat, mengakibatkan
setidaknya 11 orang meninggal dan belasan lainnya terluka.
)1
!alam penyelidikan selanjutnya
pada akhir -ktober )**", H'9 menemukan bahwa tidak hanya 'usia yang menggunakan
$luster munition pada enam kota dan desa, tetapi juga &eorgia pada sembilan tempat. #amun,
senjata 'usia dinyatakan sebagai penyebab dari kebanyakan korban dan kerusakan yang
terjadi.
))
Terlepas dari hal tersebut, kekhawatiran masyarakat internasional pada penggunaan
senjata ini adalah karena senjata ini tidak langsung meledak ketika dijatuhkan= terkadang ada
bom yang jatuh begitu saja tanpa meledak dan bisa sewaktu-waktu meledak jika ada yang
mendekatinya. 3adi, bom ini akan tetap mengan$am keselamatan manusia bahkan setelah
perang berakhir. 0ronisnya, penggunaan senjata ini terjadi sesaat setelah 1*4 negara
menyetujui pelarangan penggunaan $luster munition dalam konflik bersenjata pada suatu
pertemuan bulan ,ei )**". +ertemuan ini menghasilkan Convention on Cluster Munition,
yang telah ditandatangani pada 8 !esember lalu.
III. 2. Convention on Cluster Munition
10B).st , pada tanggal 1) "o!eber 2008, pkl. 22.00
1B !bid<
)* CC$ "ews, Georgia Con;li&t: Key Statements, diakses dari http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe /
;33)83;.st, pada tanggal 1) "o!eber 2008, pkl. 22.13
21 Aeorgia: %ussian $luster Cobs <ill $i!ilians, op<&it<
)) Georgia: (ore Cluster 3amaged tan Reported, diakses dari http://www.hrw.org/en/news/
2008/11/0+/georgia-ore-cluster-bob-daage-reported, pada tanggal 20 "o!eber 2008, pkl.
11.22
Ter$atat 8: negara diketahui memproduksi sekitar )1* ma$am $luster munition yang
terdiri dari pro(ectiles, bombs, rockets, missiles and dispensers. Selain itu menurut $atatan
!uman "ight #atch, ter$atat 4< negara menyimpan jutaan cluster munition yang terdiri dari
miliaran submunisi. Human 'ight 9at$h juga melaporkan bahwa )1 negara di dunia
terkontaminasi submunisi yang tidak meledak dan sesuai dengan penelitian terbaru tahun
)**4 oleh !andicap International ter$atat 18.8*1 jiwa hilang dan sebagian luka-luka
disebabkan oleh penggunaan $luster munition. 5akta lainya adalah pada waktu konflik di
osovo, kira-kira )9*.*** submunisi dilontarkan dalam jangka waktu 11 minggu dan 8*.***
di antara gagal meledak. +enggunaan cluster munition tersebut menyebabkan <:@ lahan
pertanian di osovo terkontaminasi dan menjadi tidak subur.
)8
5akta di atas membukakan
bahwa penggunaan $luster munition merupakan salah satu $ontoh pelanggaran hak asasi
manusia karena dapat menyebabkan nyawa yang tidak tahu apa-apa turut menanggung beban.
-leh karena itulah dunia internasional bersama-sama berkumpul dan merumuskan suatu
23 #bid.
*1***9*****8)a*)*****)**a)*1********a)*1****)1*1*f**8a*8<4:d:1:8*1**********
*1**e**1*********1******1"*8************1"*8*****1******1$*****************
*****1a*******f**********************1d8e****":******)*:<:d:1*****1**1"*8***
*1)*******)******************************f1*9****e:*$****d"******14*1*******
*********************<$:b*8**1":8*:**11*******$******1"*******a******1*****
*******************9******1*******1**4*****f******)<*******$*******e****"*)<
*******$*******e****"*1)*******$*******1******<)******4**1*****1******d)fffff
f************************9**1*************::***)):8**11**1$**19**1)**4)**19*
***************************************************************************
******************************11**1"4)11**1*******$$4<11**:$4811**<)<11*8)$$
4<11**$:4)11**1*******8:4:11**b*4<11**):<11*8)$$4<11**$:4)11**)*******:91:)f
81$:4)11**$$4<11**)*******ffffffff1$*<d)**d*1:)f81ffffffffffff*1"*ffff*1"**fff*1"*fffff
fff***********"*******"****d:fbe<*4*1**************)$*1****)<******18)e9**1**
*"*)*f*<*)*)*)*:*8*)*:ef*)**a*4b)***:*****************9f**************:8**11
**1$**19**1)**4)**********:1**4)**19**11**1$**)***<)**1f**4<**1e**f"4)11**9$
8")481*:*******1******8:4811**8:4811**e"4")<81*:******<$4811**1$*<d)**1:41*
**"********)<*******$*******1******)<*******$*******1******)<*******$******
*1******1"*******$*************)<:******<:**********************1a*******f**
*****1******"""4*4:1d1:<*4:1********)$*******1******:$*******:*************
*********1**4****1*******<*******)*******1b******:1******)"******1$******:4
:::9:8*)******ffffffffffffffff11*4****1***************:1******1:*******"******:4
:::9:8*8******)<*******$*******e****"*)<*******$*******e****"**e******1:****
**********1*******1:*******:*******8*1*"***<*******b*)*********<*******$*)*
<**4f*)*:******)e*11"**1$******fb*)*<***)**********b$*)*********1*)*)))<8494
84:1<1d*****************************************************:******)d*1****
*:******)d*1*****:*******)*1*1**1$******fb*)f*ff************9**1*********::**
*)):8111$191)4)19***************************************************:******
)d*1*1***:******)d*1*1***:******)d*1*1***<*******9*)*******)*d******8)*a*f**
*****1***:**********"**)*<**)*)1*9***:******)d*1*****:******)d*1*****8*****
*****
9
Convention on Cluster Munition. +erjalanan konvensi ini bermula dari konferensi yang
diadakan di -slo, #orwegia pada tanggal ))-)8 5ebruari )**4 yang dihadiri oleh :1 dari :9
negara yang berkomitmen untuk merumuskan sebuah instrumen hukum yang melarang
penggunaan cluster munition. onferensi tersebut dikenal dengan nama )slo eclaration.
!alam konferensi itu warga sipil yang diwakili oleh Cluster Munition Coalition, +22, serta
International Committee of the "ed Cross A0%'%B turut mengambil bagian dan memberikan
dukungan penuh pada -slo !e$laration tersebut. Tindak lanjut dari !eklarasi -slo adalah
diadakannya konvensi untuk membahas draft %onvention on %luster ,unition yang diadakan
di ;ima, Gienna, 9ellington dan berakhir di !ublin pada bulam ,ei )**". !i samping itu
juga diadakan konferensi regional yang diadakan di +nomph +enh, San 3ose, 2elgrade, 2rusel
dan ;ivingstone dengan agenda yang sama. Hasil yang didapat dalam konferensi regional
tersebut akan didiskusikan di dalam konferensi global di !ublin pada tanggal 19-8* ,ei
)**". +ada tanggal 8* ,ei )**" akhirnya disetujuilah suatu draft %onvention on %luster
,unitions yang disetujui oleh 1*4 negara. #egara-negara tersebut kembali diundang untuk
menandatangani draft tersebut dalam konvensi selanjutnya di -slo tanggal 8 !esember )**".
#amun dari 1*4 negara, hanya 9: negara yang datang dan menandatangi hasil konvensi
tersebut. !iselenggarakannya apa yang disebut -slo +ro$ess ini tidak lepas dari kontribusi
negara-negara yang tergabung dalam $ore group yang terdiri dari (ustria, the Holy See,
0rlandia, ,eHi$o, Selandia 2aru, #orwegia, dan +eru.
):

0nti dari hasil konvensi tersebut adalah larangan penggunaan, pembuatan, pembangunan,
penyimpanan, dan pemindahan $luster munition.
)<
2eberapa pasal yang terdapat dalam hasil
konvensi tersebut adalah +asal 8 tentang penghan$uran simpanan cluster munition dalam
jangka waktu " tahun dan dalam +asal : dituliskan pembersihan sisa-sisa cluster munition
ditargetkan akan terlaksana dalam kurun waktu 1* tahun. Sementara itu dalam +asal <
dipaparkan tentang bantuan bagi korban dan komunitas yang menjadi korban karena
penggunaan cluster munition.
)1
!unia internasional mengharapkan negara-negara yang belum
turut andil dalam penandatanganan konvensi ini dapat segera menandatanganinya sehingga
di$apai kebulatan suara yang tidak menghendaki penggunaan cluster munition agar tidak
semakin banyak lagi korban yang berjatuhan karena penggunaan senjata yang tidak tepat ini.
III. . Hukum Humaniter &alam K!n"lik #ssetia Selatan 2$$%
Setidaknya, dalam meninjau peran hukum humaniter dalam konflik -ssetia Selatan
)**", ada beberapa poin yang ingin kami garis bawahi, yaitu sebagai berikut. Pertama,
hukum humaniter adalah protecting power yang menerapkan sistem negara pelindung dalam
): 6slo *ro&ess, diakses dari http://www.clustercon!ention.org/pages/pages9!i/!ib9osloprocess. htl,
pada tanggal 1) *eseber 2008, pkl. 21.00
)< Banning Cluster (unitions = ma)ing it appen in 6slo, diakses dari http://www.oslocc.no/, pada
tanggal 1) *eseber 2008, pkl. 20.30
2) DE "ews @ootage, op<&it<
pelaksanaan dan penegakannya.
)4
Sehingga, komitmen penuh negara pelaksana hukum
humaniter sangat diperlukan dalam menjamin tegaknya hukum ini. !alam hal ini, apabila kita
meninjau poin komitmen ini dalam pihak-pihak yang bersengketa dalam risis -ssetia
Selatan )**", dapat dirasakan kurangnya komitmen baik 'usia maupun &eorgia apabila
dilihat dari fakta berikut. 2aik 'usia maupun &eorgia telah menandatangani onvensi
3enewa 1) (gustus 19:9 A'usia pada 1* ,ei 19<: dan &eorgia pada 1: September 1998B.
-leh karena itu, sudah seharusnya kedua negara ini meninggalkan kekerasan yang tidak
diperlukan untuk men$apai tujuan, termasuk dalam konflik -ssetia Selatan, serta melindungi
penduduk sipil yang tidak turut serta dalam konflik ini. #amun, apa yang dilaporkan H'9
jelas-jelas melanggar hal itu. 2aik 'usia maupun &eorgia menggunakan cluster munition,
yang dapat membahayakan warga bahkan di tahun-tahun mendatang setelah perang serta
berakibat buruk bagi lahan pertanian, demikian men$iptakan kerugian yang tidak diperlukan.
Hal ini melanggar baik asas kepentingan militer yang harus menaklukan dengan korban yang
seke$il-ke$ilnya, asas kemanusiaan yang melarang perang se$ara kejam tanpa mengenal
batas, serta asas kesatriaan yang tidak membenarkan pemakaian alat?senjata dan $ara
berperang yang tidak terhormat. Cluster munition yang menyebar sampai ke jarak yang sangat
jauh juga akhirnya akan membuat pihak pengguna sulit mengaplikasikan prinsip pembedaan,
2; &ah,u &agian, op< &it., B
*1***9*****8)a*)*****)**a)*1********a)*1****)1*1*f**8a*8<4:d:1:8*1**********
*1**e**1*********1******1"*8************1"*8*****1******1$*****************
*****1a*******f**********************1d8e****":******)*:<:d:1*****1**1"*8***
*1)*******)******************************f1*9****e:*$****d"******14*1*******
*********************<$:b*8**1":8*:**11*******$******1"*******a******1*****
*******************9******1*******1**4*****f******)<*******$*******e****"*)<
*******$*******e****"*1)*******$*******1******<)******4**1*****1******d)fffff
f************************9**1*************::***)):8**11**1$**19**1)**4)**19*
***************************************************************************
******************************11**1"4)11**1*******$$4<11**:$4811**<)<11*8)$$
4<11**$:4)11**1*******8:4:11**b*4<11**):<11*8)$$4<11**$:4)11**)*******:91:)f
81$:4)11**$$4<11**)*******ffffffff1$*<d)**d*1:)f81ffffffffffff*1"*ffff*1"**fff*1"*fffff
fff***********"*******"****d:fbe<*4*1**************)$*1****)<******18)e9**1**
*"*)*f*<*)*)*)*:*8*)*:ef*)**a*4b)***:*****************9f**************:8**11
**1$**19**1)**4)**********:1**4)**19**11**1$**)***<)**1f**4<**1e**f"4)11**9$
8")481*:*******1******8:4811**8:4811**e"4")<81*:******<$4811**1$*<d)**1:41*
**"********)<*******$*******1******)<*******$*******1******)<*******$******
*1******1"*******$*************)<:******<:**********************1a*******f**
*****1******"""4*4:1d1:<*4:1********)$*******1******:$*******:*************
*********1**4****1*******<*******)*******1b******:1******)"******1$******:4
:::9:8*)******ffffffffffffffff11*4****1***************:1******1:*******"******:4
:::9:8*8******)<*******$*******e****"*)<*******$*******e****"**e******1:****
**********1*******1:*******:*******8*1*"***<*******b*)*********<*******$*)*
<**4f*)*:******)e*11"**1$******fb*)*<***)**********b$*)*********1*)*)))<8494
84:1<1d*****************************************************:******)d*1****
*:******)d*1*****:*******)*1*1**1$******fb*)f*ff************9**1*********::**
*)):8111$191)4)19***************************************************:******
)d*1*1***:******)d*1*1***:******)d*1*1***<*******9*)*******)*d******8)*a*f**
*****1***:**********"**)*<**)*)1*9***:******)d*1*****:******)d*1*****8*****
*****
11
terbukti dengan jatuhnya korban di pihak warga sipil juga.
3elas, narasi di atas seharusnya $ukup menjadi alasan untuk meninggalkan penggunaan
cluster munition serta turut andil dalam instrument hukum yang melarang penggunaan cluster
munition. (palagi, kedua negara ini baru saja merasakan dampak penggunaann cluster
munition tersebut dalam konflik -ssetia Selatan, lebih-lebih &eorgia yang mengalami
kebanyakan korban dan kerusakan yang terjadi. #amun, 'usia dan &eorgia tidak termasuk
penandatangan draft Convention on Cluster Munition di -slo lalu. Hal ini merupakan salah
satu kelemahan serius yang menurut 3ean-,arie Hen$kaerts A)**<B menghambat penerapan
hukum humaniter.
)"
arena itu, dunia perlu menentukan aturan-aturan manakah dalam hukum
humaniter yang dapat berlaku bagi semua pihak yang terlibat konflik, baik pihak yang sudah
meratifikasi perjanjian internasional yang berisi aturan-aturan ini atau aturan-aturan serupa
maupun pihak yang belum meratifikasinya.
Sedikit meninjau, 'usia dan &eorgia yang tidak menandatangani Convention on Cluster
Munition setidaknya mengindikasikan dua hal> pertama, kedua negara ini tidak memiliki
komitmen dalam menegakkan hukum humaniter, terbukti dengan penggunaan cluster
munition oleh mereka pada konflik -ssetia Selatan, serta kedua, kedua negara ini masih
memiliki maksud menggunakan cluster munition di masa mendatang. Terlepas dari prasangka
yang mungkin terjadi, sikap 'usia dan &eorgia yang tidak ikut menandatangani Convention
on Cluster Munition dinilai kurang tepat serta tidak sejalan dengan asas-asas dan prinsip-
prinsip hukum humaniter.
Kedua, .ni /ropa tidak memiliki mekanisme enforcement hukum humaniter yang
efektif. egagalan .ni /ropa memberlakukan $reaty of %isbon telah membuat .ni /ropa
lemah dalam prinsip solidaritas antara negara-negara anggota, lemah dalam pembuatan
kebijakan pertahanan, lemah dalam urusan luar negeri, serta membuat .ni /ropa terhalang
dalam merespon situasi di &eorgia. egagalan ini juga membuat Charter of &undamental
"ights belum dapat mengikat se$ara legal. !okumen yang mengandung ketetapan-ketetapan
mengenai hak asasi manusia ini memang tidak berbi$ara se$ara spesifik mengenai
humanitarianisme dan lebih banyak membahas harkat martabat manusia, kebebasan,
kesamaan, dan solidaritas yang universal dan tak dapat dibagi. #amun, ia juga berbi$ara
tentang hak hidup yang dimiliki seluruh orang, sehingga dapat dikatakan memiliki relevansi
terbatas dengan hukum humaniter.
!alam *uropean +nion ,uidelines on promoting compliance with international
humanitarian law A0H;B> A)**<?% 8)4?*:B, disebutkan bahwa sanksi atau langkah restriktif
akan digunakan untuk men$iptakan kepatuhan terhadap hukum humaniter tanpa menyebutkan
se$ara jelas dan spesifik langkah-langkah yang dapat digunakan serta dengan menyebutkan
bahwa langkah tersebut akan berlawanan dengan negara dan pihak nonnegara dalam konflik.
2agaimanapun, dalam framework hukum internasional, isu enforcement seringkali
terhalang karena hukum internasional se$ara luas tak dapat dilaksanakan se$ara dengan
enforcement. Hal ini merupakan EimbasF dari kedaulatan negara, bahwa suatu negara tidak
dapat dipaksa untuk melakukan apa yang tidak ingin dilakukannya. !unia dapat saja
menjatuhkan sanksi terhadap negara tersebut, mengadakan kerusakan, maupun merestriksi
28 .ean-2arie
Fenckaerts, “0tudi -ka6ian4 tentang Fuku Fuaniter #nternasional <ebiasaan: 0ebuah
subangan bagi peahaan dan penghoratan terhadap tertib huku dala kon(lik bersen6ata”
dala !nternational Revie$ o; te Red Cross Eolue 8; "oor 83; 2aret 2003
perdagangan dengan negara tersebut, tetapi apabila negara tersebut tidak ingin tunduk
terhadap hukum internasional, sedikit sekali yang dapat dilakukan. Hal ini tim penulis
pandang, tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada hukum humaniter, khususnya pada
konflik -ssetia Selatan )**" ini.
*1***9*****8)a*)*****)**a)*1********a)*1****)1*1*f**8a*8<4:d:1:8*1**********
*1**e**1*********1******1"*8************1"*8*****1******1$*****************
*****1a*******f**********************1d8e****":******)*:<:d:1*****1**1"*8***
*1)*******)******************************f1*9****e:*$****d"******14*1*******
*********************<$:b*8**1":8*:**11*******$******1"*******a******1*****
*******************9******1*******1**4*****f******)<*******$*******e****"*)<
*******$*******e****"*1)*******$*******1******<)******4**1*****1******d)fffff
f************************9**1*************::***)):8**11**1$**19**1)**4)**19*
***************************************************************************
******************************11**1"4)11**1*******$$4<11**:$4811**<)<11*8)$$
4<11**$:4)11**1*******8:4:11**b*4<11**):<11*8)$$4<11**$:4)11**)*******:91:)f
81$:4)11**$$4<11**)*******ffffffff1$*<d)**d*1:)f81ffffffffffff*1"*ffff*1"**fff*1"*fffff
fff***********"*******"****d:fbe<*4*1**************)$*1****)<******18)e9**1**
*"*)*f*<*)*)*)*:*8*)*:ef*)**a*4b)***:*****************9f**************:8**11
**1$**19**1)**4)**********:1**4)**19**11**1$**)***<)**1f**4<**1e**f"4)11**9$
8")481*:*******1******8:4811**8:4811**e"4")<81*:******<$4811**1$*<d)**1:41*
**"********)<*******$*******1******)<*******$*******1******)<*******$******
*1******1"*******$*************)<:******<:**********************1a*******f**
*****1******"""4*4:1d1:<*4:1********)$*******1******:$*******:*************
*********1**4****1*******<*******)*******1b******:1******)"******1$******:4
:::9:8*)******ffffffffffffffff11*4****1***************:1******1:*******"******:4
:::9:8*8******)<*******$*******e****"*)<*******$*******e****"**e******1:****
**********1*******1:*******:*******8*1*"***<*******b*)*********<*******$*)*
<**4f*)*:******)e*11"**1$******fb*)*<***)**********b$*)*********1*)*)))<8494
84:1<1d*****************************************************:******)d*1****
*:******)d*1*****:*******)*1*1**1$******fb*)f*ff************9**1*********::**
*)):8111$191)4)19***************************************************:******
)d*1*1***:******)d*1*1***:******)d*1*1***<*******9*)*******)*d******8)*a*f**
*****1***:**********"**)*<**)*)1*9***:******)d*1*****:******)d*1*****8*****
*****
18
BAB I'
KESIMPULAN
Hukum humaniter bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, apalagi ketika
hukum berada pada level internasional. Hal ini bisa dilihat antara lain dalam kasus konflik
&eorgia-'usia beberapa waktu yang lalu. (dalah sebuah ironi bahwa kedua negara berkonflik
turut meratifikasi onvensi 3enewa, salah satu konvensi penting yang menjadi pokok-pokok
ketentuan dalam hukum humaniter internasional= sedangkan dalam konflik tersebut kedua
negara menggunakan cluster munition. +enggunaan senjata yang terutama mengakibatkan
kerusakan dan korban yang tidak diperlukan serta keterlibatan warga sipil sebagai korban
jelas menyimpang dari komitmen mereka terhadap onvensi 3enewa. !i samping itu, &eorgia
dan 'usia juga menolak untuk menandatangai Conventions on Cluster Munition, konvensi
pelarangan penggunaan senjata kluster dalam konflik bersenjata. Hal ini semakin
mempertegas inkonsistensi kedua negara dalam hukum internasional.
.ni /ropa sendiri tidak memiliki kekuatan yang $ukup kuat untuk 6menekan7,
mempengaruhi kedua negara tetangga strategisnya ini untuk menaati hukum internasional
ataupun untuk menandatangani konvensi bom kluster tadi. Hal ini disebabkan kegagalan ./
men$apai kebulatan suara untuk mengimplementasikan $reaty of %isbon, perjanjian regional
yang menjadi kun$i pelaksanaan Charter of &undamental "ights.
+elaksanaan hukum humaniter internasional juga terhambat oleh kedaulatan negara, di
mana negara tidak bisa dipaksakan untuk melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan.
edaulatan memberikan otoritas penuh kepada negara untuk menentukan tindakannya, tanpa
ada $ampur tangan dari pihak lain. 3adi, pemaksaan kepada negara akan dianggap sebagai
intervensi kedaulatan, walaupun sebenarnya hal tersebut ditujukan pada ter$apainya
pelaksanaan hukum dan dengan demikian men$apai keadaan yang lebih baik. 2egitu juga
sifat hukum humaniter internasional sebagai suatu perjanjian, di mana hanya negara yang
menyetujui yang terikat pada hukum itu, memberikan hambatan se$ara EalamiF dalam
implementasi hukum ini. ,aka, hukum humaniter internasional dalam konflik &eorgia-'usia
pun mengalami kesulitan untuk menjadi tidak efektif.
DA(TA) PUSTAKA
*urnal Ilmiah
Hen$kaerts, 3ean-,arie. 6Studi AkajianB tentang Hukum Humaniter 0nternasional ebiasaan>
Sebuah sumbangan bagi pemahaman dan penghormatan terhadap tertib hukum dalam
konflik bersenjata.7 International "eview of the "ed Cross Golume "4 #omor "<4
,aret )**<
9agiman, 9ahyu. Seri -acaan .ursus !AM untuk /engacara 0 tahun 12234 !ukum
!umaniter dan !ak Asasi Manusia. 3akarta> ;embaga Studi dan (dvokasi ,asyarakat,
)**<
)u+ukan &ari Internet
22% #ews. 6,eorgia Conflict4 .ey Statements.7
http>??news.bb$.$o.uk?)?hi?europe ?4<<1"<4.stm A11 #ov. )**"B
,$;oughlin, evin. 6%isbon $reaty 56o7 vote delivers ma(or shock for political and big
business *stablishment.7 http>??so$ialistworld.net?eng?)**"?*1?1:irelab.html A1" #ov.
)**"B
*1***9*****8)a*)*****)**a)*1********a)*1****)1*1*f**8a*8<4:d:1:8*1**********
*1**e**1*********1******1"*8************1"*8*****1******1$*****************
*****1a*******f**********************1d8e****":******)*:<:d:1*****1**1"*8***
*1)*******)******************************f1*9****e:*$****d"******14*1*******
*********************<$:b*8**1":8*:**11*******$******1"*******a******1*****
*******************9******1*******1**4*****f******)<*******$*******e****"*)<
*******$*******e****"*1)*******$*******1******<)******4**1*****1******d)fffff
f************************9**1*************::***)):8**11**1$**19**1)**4)**19*
***************************************************************************
******************************11**1"4)11**1*******$$4<11**:$4811**<)<11*8)$$
4<11**$:4)11**1*******8:4:11**b*4<11**):<11*8)$$4<11**$:4)11**)*******:91:)f
81$:4)11**$$4<11**)*******ffffffff1$*<d)**d*1:)f81ffffffffffff*1"*ffff*1"**fff*1"*fffff
fff***********"*******"****d:fbe<*4*1**************)$*1****)<******18)e9**1**
*"*)*f*<*)*)*)*:*8*)*:ef*)**a*4b)***:*****************9f**************:8**11
**1$**19**1)**4)**********:1**4)**19**11**1$**)***<)**1f**4<**1e**f"4)11**9$
8")481*:*******1******8:4811**8:4811**e"4")<81*:******<$4811**1$*<d)**1:41*
**"********)<*******$*******1******)<*******$*******1******)<*******$******
*1******1"*******$*************)<:******<:**********************1a*******f**
*****1******"""4*4:1d1:<*4:1********)$*******1******:$*******:*************
*********1**4****1*******<*******)*******1b******:1******)"******1$******:4
:::9:8*)******ffffffffffffffff11*4****1***************:1******1:*******"******:4
:::9:8*8******)<*******$*******e****"*)<*******$*******e****"**e******1:****
**********1*******1:*******:*******8*1*"***<*******b*)*********<*******$*)*
<**4f*)*:******)e*11"**1$******fb*)*<***)**********b$*)*********1*)*)))<8494
84:1<1d*****************************************************:******)d*1****
*:******)d*1*****:*******)*1*1**1$******fb*)f*ff************9**1*********::**
*)):8111$191)4)19***************************************************:******
)d*1*1***:******)d*1*1***:******)d*1*1***<*******9*)*******)*d******8)*a*f**
*****1***:**********"**)*<**)*)1*9***:******)d*1*****:******)d*1*****8*****
*****
1<
#orton, 3enny. 6)ssetian Crisis4 #ho Started it87 http>??news.bb$.$o.uk?)?hi?europe?4<4
1*91.stm A11 #ov. )**"B
6-anning Cluster Munitions 9 making it happen in )slo.7 http>??www.oslo$$m.no? A11 !es.
)**"B
6,eorgia4 "ussian Cluster -ombs .ill Civilians.7 http>??www.hrw.org?en?news?)**"?*" ?
18?georgia-russian-$luster-bombs-kill-$ivilians A)* #ov. )**"B
:,eorgia4 "ussian Cluster -ombs .ill Civilians Stop +sing #eapon -anned by ;2<
6ations.7 http>??www.hrw.org?en?news?)**"?*"?18?georgia-russian-$luster-bombs-kill-
$ivilians A)* #ov. )**"B
6,eorgian Clusters %anded in =illages> "ussian and ,eorgian uds Still a $hreat.7
http>??www.hrw.org?en?news?)**"?11?*:?georgia-more-$luster-bomb-damage-reported
A)* #ov. )**"B
6,eorgia4 More Cluster amaged than "eported.7 http>??www.hrw.org?en?news? )**"?11?*:?
georgia-more-$luster-bomb-damage-reported A)* #ov. )**"B
6IC"C, International !umanitarian %aw4 $he *ssential "ules.7 http>??www.i$r$.org?9eb
?/ng?siteeng*.nsf?html?<I,//, A11 !es. )**"B
60%'%, #hat is International !umanitarian %aw87 http>??www.i$r$.org?9eb?/ng?
siteeng*.nsf?html?humanitarian-law-fa$tsheet A11 !es. )**"B
6IC"C, #ho is -ound by ,eneva Convention87 http>??www.i$r$.org?web?eng?
siteeng*.nsf?html?<kDjavJopendo$ument A11 !es. )**"B
6International !umanitarian %aw.7 http>??www.literature.at?elib?indeH.php<Jtitle
K0nternationalLHumanitarianL;awL-L0ntrodu$tionL-L0%'%L-
L5ritsLalshovenL;iesbethL IegveldM0GL1L+'-T-%-;L0 A< #ov. )**"B
6%ack of %isbon $reaty leaves *+ weak on ,eorgia.7 http>??www.eura$tiv.$om?en?future-
eu?la$k-lisbon-treaty-leaves-eu-weak-georgia?arti$le-14<*:* A1" #ov. )**"B
6)slo /rocess.7 http>??www.$luster$onvention.org?pages?pagesLvi?vibLoslopro$ess.html A11
!es. )**"B
6$aking *urope into the 1;st century.7 http>??europa.eu?lisbonLtreaty?indeHLen.htm A14 #ov.
)**"B
6$aking *urope into the 1;st century.7 http>??europa.eu?lisbonLtreaty?take?indeHLen.htm A14
#ov. )**"B
6$he $reaty at a glance.7 http>??europa.eu?lisbonLtreaty?glan$e?indeHLen.htm A14 #ov. )**"B
6$= 6ews &ootage4 Cluster Munition Convention ' )slo signing ceremony.7
http>??www.i$r$.org?9eb?/ng?siteeng*.nsf?htmlall?$luster-munitions-tvnews-*11)*" A11
!es. )**"B
http>??www.epp-ed.eu?home?en?aboutus.asp A1" #ov. )**"B

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->