ASUHAN KEBIDANAN

PADA NY “ J ” GIII P2OOO2 39/40 MINGGU TH PRE-EKLAMSI RINGAN DIRUANG PAVILIUN PONEK RSUD JOMBANG

Oleh :

FATROTUL MUNJARIFAH NIM : 08.064

UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN JOMBANG 2009

disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang ductus atau alveoli payudara kelenjar Montgomery terlihat membesar • Miksi sering. Bila mual dan muntah terlalu sering disebut Hiperemisis. • • • Tidak tahan suatu bau-bauan Pingsan (pangsan) Bila berada pada tempat ramai-ramai yang sesak dan padat bisa pingsan Tidak ada selera makan (anoreksia) Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan.DIAGNOSIS KEHAMILAN LAMA KEHAMILAN Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 pekan (minggu) atau 10 bulan (lunar month). (a) Kehamilan triwulan I antara 0-12 minggu. Ibu termuda yang lahir dan melahirkan adalah Lina Mediana berumur 4 tahun 8 bulan. gejala ini kembali kandung kemih ditekan oleh kepala janin. karena kandung kemih terkena oleh rahimyang membesar. (b) kehamilan triwulan II antara 12-28 minggu. • Mengidam ( ingin makanan khusus) Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada bulan-bulan triwulan pertama. kemudian nafsu makan timbul kembali • • Lelah (fatigue) Payudara membesar. Kehamilan dibagi atas 3 triwulan (trimester). TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN 1). disebut morning sicknes (sakit pagi). . Ibu tertua yang hamil dan melahirkan berumur 52 tahun. (c) kehamilan triwulan III antara 28-40 minggu. yang dihitung dengan menggunakan rumus dari Naegele : TTP = (hari pertama HT + 7) dan (bulan HT+3) • Mual dan muntah (naused and vomiting) Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Tanda-tanda Presumtif • Amenorea ( tidak dapat haid ) Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terahir (HPHT) supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan (TTP). Karena sering terjadi pada pagi hari. tegang dan sedikit nyeri. Pada akhir kehamilan. Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan.

Biasanya dijumpai pada triwulan terahir. Dicatat dengan Feto-elektro kardiogram d. mual. Namun pada pemeriksaan. DIAGNOSIS BANDING KEHAMILAN Suatu kehamilan kadang kala harus dibedakan dengan keadaan atau penakit yang dalam pemeriksaan meragukan: 1) Hamil palsu (pseudocyesis = kehamilan spuria): gejala dapat sama dengan kehamilan. dan bahkan wanita ini merasakan gerakan janin. Dilihat pada ultra sonografi • Terlihat tulang-tulang janin dalam foto roentgen. 2). Tanda hegar Tanda Chadwick Tada piscaseck Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang Broxton-hicks Teraba ballotement Reaksi kehamilan positif 3).• • • • Konstipasi atau obstipasi karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormone steroid Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormone kortikosteroid placenta. Tanda pasti (tanda positif) • • Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa. Tanda-tanda kemungkinan hamil • • • • • • • • Perut membesar Uterus membesar : terjadi perubahan dalam bentuk. muntah. dan dinding perut (linia nigra : grisea) Epulis : hipertrofi dan pupil gusi Pemekaran vena-vena (varices) dapat terjadi pada kaki. . Didengar dengan stetoskop monoral laennec b. seperti amenorea. air susu keluar. uterus tidak membesar. Denyut jantung janin a. tanda-tanda kehamilan lain dan reaksi kehamilan negative. perut membesar. juga bagian-bagian janin. dan vulva. betis. dan konsistensi dari rahim. Dicatat dan didengar dengan alat Doppler c. leher. besar.

uterus membesar karena terisi darah yang disebabkan hymen inpeforata. namun pada pemeriksaan dalam rakhim teraba sebesar biasa. tanda-tanda kehamilan lain negative. rakhim terasa padat kadang kala terasa berbenjol-benjol. MANUVAR PALPASI MENURUT LEOPOLD:  Leopold I pemeriksa menghadap kemuka ibu hamil menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin dalam fundus konsistensi uterus menenotukan letak kepala atau bokong dengan satu tangan difundus dan tangan lain diatas simfisis  Leopold II menentukan batas samping kanan-kiri menentukan letak punggung janin pada letak lintang. reaksi kehamilan negative. perut membesar bahkan makin bertambah besar. Tanda kehamilan negative dan tidak dijumpai tanda-tanda kehamilan lainnya. 4) 5) Kandung kemih penuh dan terjadi retensi urine. pada pemasangan kateter keluar banyak air kencing Hematometra. tentukan dimana letak kepala janin menentukan letak punggung dengan satu tangan menekan fundus variasi menurut Knebel: variasi menurut budin:  Leopold III menentukan bagian terbawah janin apakah bagian janin terbawah tersebut sudah masuk atau masih goyang variasi menurut Ahlfed : menentukan letak punggung dengan pinggir tangan kiri diletakkan tegak ditengah perut  Leopold IV pemeriksa menghadap kearah kaki ibu hamil bisa juga menentukan bagian terbawah janin apa dan berapa jauh sudah masuk pintu atas panggul.2) Mioma uteri : perut dan rakhim membesar namun pada perabaan. 3) Kista ovarii. .

5% sedangkan kematian bayi lebih tinggi lagi yakni 42. Edema ialah penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam jaringan tubuh dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki. edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan. Tetapi dapat terjadi sebelumnya. yang termasuk dalam bagian keenam sub bagian A.TINJAUAN PUSTAKA PRE-EKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA  PENDAHULUAN Pre-eklampsia dan eklampsia merupakan kesatuan penyakit. Edema pretibial yang ringan sering ditemukan pada . misalnya pada mola hidatidusa. diketahui kematian ibu berkisar antara 9. kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih kenaikan tekanan distolik. payah-ginjal. Hipertensi biasanya timbul lebih dahulu daripada tanda-tanda lain untuk menegakkan diagnosis pre-eklamsia. Dari berbagai pengumuman. yakni yang langsung disebabkan oleh kehamilan. pre-eklampsia dan eklampsia tidak menyebabkan hipertensi menahun. berlawanan dengan yang sering diduga. walaupun belum jelas bagaimana hal itu terjad. Di Indonesia pre-eklampsia masih merupakan penyakit pada kehamilan yang meminta korban besar dari ibu dan bayi. sedangkan sebab kematian bayi terutama oleh hipoksia intrauterine dan prematuritas. dan masuknya isi lambung kedalam pernafasan waktu kejangan.2% .25.8% . Dengan pengetahuan ini menjadi jelas bahwa pemeriksaan antenatal yang teratur dan yang secara rutin mencari tanda-tanda pre-eklampsia sangat penting dalam usaha pencegahan pre-eklampsia berat dan eklampsia.48. sebenarnya lebih dapat dipercaya apabila tekanan distolik naik dengan 15mmHg atau lebih atau terjadi 90mmHg atau lebih.9% Kematian ibu biasanya disebabkan oleh pendarahan otak. jari tangan dan muka. dekompensasiokordis dengan edema paru-paru.  DEFINISI Pre-eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. Istilah kesatuan penyakit harus diartikan bahwakedua peristiwa dasarnya sama dan bahkan eklampsia merupakan peningkatan yang lebih berat bahaya dari pre-eklamsia dengan tambahan gejala-gejala tertentu. maka diagnosis hipertensi dapat dibuat penentuan tekanan darah dilakukan minimal 2x dengan jarak waktu 6 jam pada keadaan istirahat.

sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis preeklampsia. . Proteinuria 5gr atau lebih dalam 24 jam. gangguan penglihatan atau nyeri didaerah epigastrium 5. (4) Sebab jarangnya terjadi eklampsia pada kehamilan-kehamilan berikutnya. karena itu harus dianggap sebagai tanda yang cukup serius. Pre-eklampsia dibagi dalam golongan ringan dan berat. Tekanan sistolik 160mmHg atau lebih. kehamilan ganda.3 gr/liter dan air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan 1 atau 2+ atau 1 gr/liter. edema proteinurea. Teori yang dapat diterima harus dapat menerangkan hal-hal berikut : (1) Sebab bertambahnya frekuensi pada primigraviditas. atau tekanan distolik 110mmHg atau lebih 2. Penyakit digolongkan berat apabila satu atau lebih tanda / gejala dibawah ini ditemukan: 1. Oliguria air kencing 400ml atau kurang dari 24 jam 4. Akan tetapi. Keluhan sepebral. Teori yang dewasa ini banyak dikemukakan sebagai sebab pre-eklampsia ialah iskemia placenta. Kenaikan berat badan ½ kg setiap minggu beberapa kali. akan tetapi tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan.kehamilan biasa. Rupanya tidak hanya satu factor yang menyebabkan pre-eklampsia dan eklampsia. (5) sebab timbulnya hipertensi. hidramnion dan mola hidotidosa. hal ini perlu menimbulkan kewaspadaan terhadap timbulnya pre-eklampsia. Proteinurea berarti konsentrasi protein dalam air kencing yang melebihi 0. Edema paru-paru atau sianosis  ETIOLOGI Apa yang menjadi penyebab pre-eklampsia dan eklampsia sampai sekarang belum diketahui telah terdapat banyak teori yang mencoba menerangkan sebabmusabab penyakit tersebut. dengan teori ini tidak dapat diterangkan semua hal yang bertalian dengan penyakit itu. atau lebih dalam air kencing yang dikeluarkan dengan kateter atau midstream yang diambil minimak 2 kali dengan jarak waktu 6 jam. Itu Biasanya prtoteinurea timbul lebih lambat daripada hipertensi dan kenaikan berat badan. kejang dan koma. (2) Sebab bertambahnya frekuensi dengan makin tuanya kehamilan. (3) Sebab dapat terjadinya perbaikan keadaan penderita dengan kematian janin dalam uterus. 3 atau 4+ pada pemeriksaan kualitatif 3. Diantara factor-faktor yang ditemukan sering kali sukar ditentukan mana yang sebab dan mana yang akibat.

Perubahan placenta normal sebagai akibat tuanya kehamilan. pada pre-eklamsia terdapat spasmus arteriola spiralis desidua dengan akibat menurunya aliran darah ke placenta. infrak. sedangkan pada hipertensi menahun terdapat terutama perubahan pada pembuluh darah dan stroma.  PERUBAHAN ANATOMO_PATOLOGIK Placenta. Perubahan tersebut sekali disebabkan oleh vasospasmus ateriola. nekrosis dan trombosis pembuluh darah kecil pada penyakit ini dapat ditemukan dalam berbagai alat tubuh. menebalnya dinding pembuluh darah dalam villi karena fibrosis. akibat aterosis akut disertai necrotizing arteriopathy. Arteria spiralis mengalami konstriksi dan penyempitan. Dengan biopsy ginjal telah diketahui bahwa pada pre-eklampsi dijumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. dipercepat prosesnya pada pre-eklamsia dan hipertensi. Perlu dikemukakan disini bahwa tidak ada perubahan histopatologik yang khas pada pre-eklampsia dan eklampsia.penimbunan fibrin dalam pembuluh darah merupakan factor penting juga dalam patogenesis kelainankelainan tersebut. seperti menipisnya sinsitium. sedangkan penyerapan kembali tubulus tidak berubah. Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium pada pre-eklampsia dan eklampsia. Hal ini disebabkan oleh filtrasi glomerulus menurun. PATOLOGI Pre-eklamsia ringan jarang sekali menyebabkan kematian ibu.  PERUBAHAN FISIOLOGI PATOLOGIK Perubahan pokok yang didapatkan pada pre-eklampsia adalah spasmus pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air. Oleh karena itu sebagian besar pemeriksaan anatomi-patologik berasal dari penderita eklampsia yang meningkat. dan konvensi mesoderm menjadi jaringan fibrotik. Pada preeklampsia yang jelas adalah trofi sinsitium. sehingga mudah terjadi partus prematus. Pendarahan. . Jumlah air dan natrium dalam badan lebih banyak pada penderita preeklampsia daripada wanita hamil biasa atau penderita dengan hipertensi menahun. pada penyelidikan akhir-akhir ini dengan biopsi hati dan ginjal ternyata bahwa perubahan anatomi-patologik pada alat-alat itu pada eklampsia. Penderita pre-eklampsia tidak dapat mengeluarkan dengan sempurna air dan garam yang diberikan.

Edema pada pertibia. diikuti edema. terutama primigravida muda. Pada primigravida frekuensi pre-eklamsia lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida.3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positive 2 (+2). hipertensi dan pada akhirnya proteinuria pada pre-eklampsia ringan tidak ditemuka gejala-gejala subjektif. . • Gambaran klinik Biasanya tanda-tanda pre-eklampsia timbul dalam urutan pertambahan berat badan yang berlebihan. dinding abdomen. umur lebih dari 35 tahun. asidium laktikum dan asam organic lain naik dan bikarbonas natrikus sehingga menyebabkan cadangan alkali turun. Kehamilan lebih 20 minggu 2. Gejala klinis pre-eklampsia ringan meliputi: 1. 3. kehamilan ganda. skotoma. mola hidatidosa. nyeri di daerah epigastrium. lumbosakral. perbedaan kriterium dalam penentuan diagnosis dan lain-lain. PRE-EKLAMPSIA • Frekuensi Frekuensi pre-eklamsia untuk tiap Negara berbeda-beda karena banyak factor yang mempengaruhinya. mual atau muntah-muntah. diabetes mellitus. Kenaikan tekanan darah sistol 30mmHg atau lebih. Dalam kepustakaan frekuensi dilaporkan berkisar antara 3 – 10 %. wajah dan tangan. keadaan social ekonomi. zat organic dioksidasi. kejang-kejang dapat menyebabkan kadar gula darah naik untuk sementara. diastole 15mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau sistol 140mmHg sampai kurang 160 mmhg. • Pemeriksaan dan Diagnosis 1. Setelah kejang. secara kuantitatif lebih 0. Pada preeklampsia berat didapatkan sakit kepala di daerah frontal. diplopia. Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg lebih dengan pemeriksaan 2 kali selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2 kali setelah istirahat 10 menit). sehingga natrium dilepaskan untuk dapat bereaksi dengan asam karbonik menjadi bikarbonas natrikus. 2. diastole 90 mmhg sampai kurang 110 mmHg. dan obesitas merupakan factor predosposisi untuk terjadinya pre-eklampsia. hidrops fetalis. penglihatan kabur.Pada eklampsia. jumlah primigravida. Proteinuria.

• Penanggulangan Pre-eklampsia dalam Persalinan Rangsangan untuk menimbulkan kejangan dapat berasal dari luar atau dari penderita sendiri. Proteinuria lebih 0. Diet tinggi protein dan rendah lemak. . dan penambahan berta badan yang tidak berlebihan perlu dianjurkan. pada penderita dengan hipertensi. Anesthesia local dapat diberikan bila tekanan darah tidak terlalu tinggi dan penderita masih somnolen karena obat. aliran darah ke ginjal juga lebih banyak. 4.3 gr/liter / 24 jam. Penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan istirahat tidak selalu berarti berbaring di tempat tidur. kualitatif (++). Untuk penderita pre-eklampsia diperlukan analgetika dan sedative lebih banyak dalam persalinan kala II. lumbosakral. hendaknya persalinan diakhiri dengan cunam atau etraktor vakum dengan memberikan narcosis umum untuk menghindarkan rangsangan pada system syaraf pusat. Istirahat dengan berbaring pada sisi tubuh menyebabkan pengaliran darah ke placenta meningkat. pemberian fenobartial 3x30 mg sehari akan menenangkan penderita dan dapat juga menurunkan tekanan darah. • Pencegahan Pemeriksaan antenatal yang teratur dan teliti dapat menemukan tandatanda dini pre-eklampsia dan dalam hal itu harus dilakukan penanganan semestinya. Maka dari itu. pre-eklampsia berat lebih mudah terjadi eklampsia pada waktu persalinan. dinding perut. Edema tekan pada tungkai (pertibial). Namun pekerjaan seharihari perlu dikurangi dan dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring.3. bahaya pendarahan dalam otak lebih besar sehingga apabila dengan syarat-syarat telah terpenuhi. dan his persalinan merupakan rangsangan yang kuat. • Penanganan Pre-eklampsia Ringan Istirahat ditempat tidur masih merupakan terapi utama untuk penanganan pre-eklampsia. tekanan vena pada ekstremitas bawah turun dan reabsorbsi cairan dari daerah tersebut bertambah. wajah atau tungkai. karbohidrat. garam.

Kelainan ginjal 10. nyeri epigastrium dan hiperefleksia. lidah terghigit. Komplikasi yang tersebut di baweah ini biasanya terjadi pada preeklampsia berat dan eklampsia: 1. • Komplikasi Komplikasi yang terberat ialah kematian ibu dan janin. Hipofibrinogenemia 3. Solusio placenta 2. Edema paru-paru 7. Kehamilan Preterm ( kurang 37 minggu ) bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan. Usaha utama adalah melahirkan bayi hidup dari ibu yang menderita pre-eklampsia dan eklampsia. Tingkat kejangan klonik 4. • Perawatan Obstetri Pasien Pre-eklampsia Ringan 1. prematuritis. persalinan ditunggu sampai aterm. mual keras. Bila keadaan ini tidak dikenal dan tidak segara diobati akan timbul kejangan terutama pada persalinan bahaya ini besar konvulsi eklampsia dibagi dalam 4 tingkat yakni: 1.• Gejala dan Tanda Pada umumnya kejangan didahului oleh makin memburuknya preeklampsia dan terjadinya gejala-gejala nyeri kepala di daerah frontal. dismaturitas. trauma dan fraktura karena jatuh akibat kejang-kejang. pneumonia aspirasi dan DIC. . Sindroma HELLP 9. dan kematian janin intra-utern • Penanggulangan Tujuan utama pengobatan eklampsia ialah menghentikan berulangnya serangan kejang dan mengakhiri kehamilan secepatnya dengan cara yang aman setelah keadaan ibu mengizinkan. gangguan penglihatan. Tingkat koma. Hemolisis 4. Nekrosis hati 8. Komplikasi lain. Pendarahan otak 5. Tingkat kejangan tonik 3. Tingkat aura atau awal 2. Kelainan mata 6.

ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal . Kehamilan aterm ( 37 minggu atau lebih ) persalinan persalinan 3. Cara persalinan persalinan dapat dilakukan secara spontan bila perlu memperbaiki kalaII. selama perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37 minggu atau lebih.- Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif. 2.

air ketuban merembek. Nama Ibu Umur Suku / kebangsaan Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah Nama Suami Umur Suku / kebangsaan Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B. PENGUMPULAN DATA A.ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “J” GIII P20002 39/40 MINGGU DENGAN PRE-EKLAMPSIA RINGAN DIRUANG PAVILIUN PONEK RSUD JOMBANG No reg Ruangan Tanggal pengkajian Tanggal MRS I. jadi 1 hari 3x : hari 1-2 . 2. IDENTIFIKASI DATA : Ny “J” : 35 tahun : Jawa / Indonesia : Islam : SMP : Ibu Rumah Tangga : Dukuh Arum Megaluh : Tn “K” : 35 tahun : Jawa / Indonesia : Islam : SMP : Tani : Dukuh Arum Megaluh : 25-57-40 : Pav PONEK : 7 juli 2009 : 7 juli 2009 Anamnesa ( Data Subjektif ) Keluhan utama / alasan masuk bersalin Pasien merasakan kencing-kencing sejak tanggal 7 juli 2009 jam 02. Tidak ada lendir dan darah.30 WIB. Haid pertama Siklus Banyaknya Dismenorrhoe Riwayat Menstruasi : 12 tahun : 28 hari : hari 1-3 ganti pembalut 9x. 1.

Persalinan. Mual dan muntah yang lama e. menu : nasi. .Keluhan-keluhan pada 09-10-2008 16-07-2009 UK 39/40 Minggu Trimester I ( 0-3 bulan ) : Muntah-muntah Trimester II ( 4-6 bulan ) : Tidak ada Trimester III ( 7-9 bulan ) : sering BAK . Riwayat Kehamilan Ini . tegang pada tungkai Diet / makan: Sebelum hamil : 3x/ hari porsinya. Panas. menggigil ` : : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada b. 3. Nyeri.Teratur / tidak teratur : Teratur Lamanya Sifat darah : 7 hari : hari 1 kecoklatan. Rasa gatal pada vulva vagina dan sekitarnya h. 2-3 kemerahan.Taksiran Persalinan . kemerahan. lauk sayuran Perubahan makan yang dialami : pasien mengalami sedikit perubahan pola makan dalam sehari saat hamil yaitu nafsu makan berlebihan. Tgl Lahir/ Umur 10 Th 6 Th Hamil ini Usia Kehamilan 9 Bulan 9 Bulan Riwayat Kehamilan. dan Nifas Yang Lalu Jenis Persalinan Normal Normal Tempat Persalinan BPS BPS Komplikasi Bayi Ibu Penolong Bidan Bidan PB/BB/ Jenis 3400 gr 2700 gr Bayi Keadaan Baik Baik Nifas Keadaan Sehat Sehat Laktasi Baik Baik No 1 2 3 4.Hari 1 haid terakhir . sayuran Saat hamil : 5x/ hari porsinya. Rasa nyeri / panas waktu BAK i. Pengeluaran cairan pervaginaan j.Keluhan yang dirasakan a. menu : nasi. Sakit kepala berat / terus menerus f. Nyeri perut d. lauk. Rasa lelah c. Penglihatan kabur g.

00. Pemeriksaan Fisik 1). C. warna kuning kecoklatan - Aktifitas sehari-hari: a. menahun.00-14.- Pola eliminasi: Sebelum hamil Saat hamil : BAB 2x/ hari.00-14. Riwayat kesehatan keluarga Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit menular.00. 7. lamanya 2 jam Tidur malam 22. Imunisasi TT Kontrasepsi yang pernah digunakan : belum pernah dan tidak ada Riwayat Kesehatan Yang Lalu Pasien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit menular. Riwayat social Pasien memiliki hubungan yang baik dengan keluarga. menahun.00. Pola seksualitas : 1x/ minggu Saat hamil c. menurun.00-04. Pola istirahat Sebelum hamil : Tidur siang 12.00-04. konsistensi lunak BAK 3x/ hari. lamanya 3 jam Tidur malam 21. lamanya 6 jam Saat hamil : Tidur siang 11. warna kuning jernih : BAB 1x/ hari. lamanya 7 jam b. Keadaan umum Status emosional Kesadaran : Terlihat lemah : Baik : composmentis . selama ini. hal ini terbukti bahwa keluarganya sangat memperhatikan. menurun. Pola pekerjaan: Sebelum hamil Saat hamil : 1x/ hari : 3x/ minggu : 1x :- 5. 6. konsistensi lunak BAK 6x/ hari.00.

d. INSPEKSI a.5ºC : 22x/ menit : 65 kg : 140 kg .2). b. c. Kepala warna rambut hitam penyebarannya merata tidak ketombe Muka mata simetris conjungtiva merah muda sclera putih Mulut lidah pucat stomatitis tidak ada caries tidak ada Payudara bentuk mamae simetris puting susu menonjol Perut bekas luka tidak ada Vulva warna kecoklatan rambut pubus tersebar merata : 140/160 mmHg : 184x/menit : 36. TTV TD N S RR BB TB 3). e. f.

: bagian terendah kepala (bulat. - Anus bekas luka parut tidak ada kelainan tidak ada hemoroid tidak ada Ekstremitas oedema jari dan tangan tidak ada varices tungkai tidak ada kelainan atas dan bawah alat gerak tidak ada (kaki dan tangan) 4). b.g. PALPASI a. benjolan pembesaran TFU 31 cm pemeriksaan Leopold: Leopold I Leopold II : TFU setinggi pusar 31 cm diatas simfisis : sebelah bagian kanan ibu teraba keras seperti papan (PUKA) sebelah kiri teraba bagian kecil anak (PUKI) Leopold III Leopold IV f. c. e. d. melenting) : kepala janin sudah masuk PAP Vulva tidak ada nyeri tekan tidak ada lesi oedema tidak ada benjolan Muka tidak ada nyeri tekan dan benjolan Mulut tidak ada nyeri tekan dan benjolan Payudara tidak ada nyeri tekan dan benjolan Perut tidak ada nyeri tekan Kepala tidak ada nyeri tekan . h. keras.

5ºC. RR: 22x/ menit. tangan) Anus tidak ada nyeri tekan tidak ada lesi Ekstremitas tidak ada nyeri tekan pada alat gerak atas dan bawah (kaki dan II. TD: 140/60 mmHg.g. KU ibu dan janin baik dank ala I fase aktif. Kondisi pasien saat pengkajian lemah. S: 36. h. intra utern. . KESIMPULAN Ny “J” GIII P20002 umur 35 tahun. letak kepala dan PUKA janin tunggal. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Tanggal 07-07-09 Albumin urine: positive (++) III. N: 184x/ menit. jalan lahir normal. hamil 39/40 minggu dengan pre-eklampsia ringan. hidup.

1985. 2007 Salgas. Prof. Prawirohardjo. Dr. . POGI. SPOG. Ilmu kesehatan. Jakarta : YBPSP. Gestosis. 2006. Ed. dr. Sarwono. Ilmu kebidanan. Sarwono. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. Panduan Pengelolahan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo.