TERUMBU KARANG

Keindahan Terumbu Karang Istilah terumbu karang tersusun atas dua kata, yaitu terumbu dan karang, yang apabila berdiri sendiri akan memiliki makna yang jauh berbeda bila kedua kata tersebut digabungkan. Istilah terumbu karang sendiri sangat jauh berbeda dengan karang terumbu, karena yang satu mengindikasikan suatu ekosistem dan kata lainnya merujuk pada suatu komunitas bentik atau yang hidup di dasar substrat. Berikut ini adalah definisi singkat dari terumbu, karang, karang terumbu, dan terumbu karang. Terumbu karang adalah ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenisjenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenisjenis moluska, krustasea, ekhinodermata, polikhaeta, porifera, dan tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton.

Tipe- Tipe Terumbu Karang Berdasarkan bentuk dan hubungan perbatasan tumbuhnya terumbu karang dengan daratan (land masses) terdapat tiga klasifikasi tipe terumbu karang yang sampai sekarang masih secara luas dipergunakan. Ketiga tipe tersebut adalah : 1. Terumbu Karang Tepi. Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulaupulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang

2. . pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan bioaktif yang diperlukan di bidang medis dan farmasi. Tingginya tekanan ini diakibatkan oleh banyaknya manfaat dan fungsi yang disediakan oleh terumbu karang dengan daya dukung yang terbatas.52 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. peneluran. dengan kedalaman rata-rata 45 meter. terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu karang penghalang. pembesaran anak. dan ekosistem pesisir lain (padang Padang Lamun dan hutan mangrove) dari terjangan arus kuat dan gelombang besar. Pada pantai yang curam. Saat ini. Contoh: Great Barrier Reef (Australia). Spermonde (Sulawesi Selatan). Ekosistem ini juga berperan penting dalam siklus biogeokimia secara global. sehingga penting bagi penelitian paleoekologi. namun tekanan yang dialaminya semakin meningkat seiring dengan penambahan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Struktur masif dan kokoh dari terumbu berfungsi sebagai pelindung sempadan pantai. Terumbu karang juga merupakan ekosistem yang rentan terhadap perubahan lingkungan. 3. Contoh: Bunaken (Sulawesi). Struktur terumbu yang mulai terbentuk sejak ratusan juta tahun yang lalu juga merupakan rekaman alami dari variasi iklim dan lingkungan di masa silam. P.mengelilingi pulau. Terumbu karang cincin (atolls) Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. sedangkan kebutuhan manusia terus bertambah sepanjang waktu. Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah). sekitar 0. Terumbu karang penghalang (barrier reefs) Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau. Secara alami. Nusa Dua (Bali). Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk melakukan pemijahan. Contoh: Taka Fungsi dan manfaat terumbu karang dan perannya Terhadap sistem perikanan Fungsi terumbu karang Terumbu karang merupakan ekosistem laut dangkal tropis yang paling kompleks dan produktif. Panaitan (Banten). terutama bagi sejumlah spesies yang memiliki nilai ekonomis penting. karena kemampuannya menahan nutrien-nutrien dalam sistem terumbu dan perannya sebagai kolam untuk menampung segala bahan yang berasal dari luar sistem terumbu. Menurut Darwin. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. makan dan mencari makan (feeding & foraging). Banyaknya spesies makhluk hidup laut yang dapat ditemukan di terumbu karang menjadikan ekosistem ini sebagai gudang keanekaragaman hayati laut.

Mangrove menyediakan tempat perkembangbiakan dan pembesaran bagi beberapa spesies hewan khususnya udang. Selain itu telah diketemukan bahwa tumbuhan mangrove mampu mengontrol aktivitas nyamuk. fungsi--fungsi tersebut tidak jauh berbeda dengan fungsi yang ada di Indonesia baik secara fisika kimia.1968). karena ekstrak yang dikeluarkan oleh tumbuhan mangrove mampu membunuh larva dari nyamuk Aedes aegypti (Thangam and Kathiresan. Secara biologi fungsi dari pada hutan mangrove antara lain sebagai daerah asuhan (nursery ground) bagi biota yang hidup pada ekosisitem mengrove. nitrogen dan sulfur. maupun secara ekonomis. berjasa untuk produktivitasnya yang tinggi serta kemampuannya memelihara alam. fungsi yang lain sebagai daerah mencari makan (feeding ground) karena mangrove merupakan produsen primer yang mampu menghasilkan sejumlah besar detritus dari daun dan dahan pohon mangrove dimana dari sana tersedia banyak makanan bagi biota-biota yang mencari makan pada ekosistem mangrove .MANGROVE Ekosistem mangrove merupakan sumberdaya alam yang memberikan banyak keuntungan bagi manusia. Itulah fungsi dari hutan mangrove yang ada di India.1989). serta perairan mengrove kaya akan nutrien baik nutrien organik maupun anorganik. Mangrove membantu dalam pengembangan dalam bidang sosial dan ekonomi masyarakat sekitar pantai dengan mensuplai benih untuk industri perikanan. Dengan rata-rata produksi primer yang tinggi mangrove dapat menjaga keberlangsungan populasi ikan. Mangrove banyak memberikan fungsi ekologis dan karena itulah mangrove menjadi salah satu produsen utama perikanan laut. sehingga biasa disebut “tidak ada mangrove tidak ada udang” (Macnae. kerang dan lainnya. Mangrove memproduksi nutrien yang dapat menyuburkan perairan laut. biologi. mangrove membantu dalam perputaran karbon.

selain itu kayu dari tumbuhan mangrove dapat dimanfaatkan untuk sebagai kayu bakar. dan perangkap sedimen. terumbu karang. ikan dan biota lainnya.tersebut. nitrogen dan sulfur. Fungsi Biologi  Nursery ground. Secara ekonomi mangrove mampu memberikan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.1993) Secara fisik mangrove berfungsi dalam peredam angin badai dan gelombang. feeding ground. serta ekosistem pantai lainnya. sekaligus mencari lingkungan yang optimal untuk memisah dan membesarkan anaknya. bahan konstruksi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. bahan kertas. Secara garis besar fungsi hutan mangrove dapat dikelompokkan menjadi : 1. (Claridge dan Burnett. Dan juga saat ini ekosistem mangrove sedang dikembangkan sebagai wahana untuk sarana rekreasi atau tempat pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan negara. spawning ground. Ekosistem mangrove mampu menghasilkan zat-zat nutrient (organik dan anorganik) yang mampu menyuburkan perairan laut. Selain itupun merupakan pemasok larva udang. Berbagai proses yang terjadi dalam ekosistem hutan mangrove saling terkait dan memberikan berbagai fungsi ekologis bagi lingkungan. dan fungsi yang ketiga adalah sebagai daerah pemijahan (spawning ground) bagi ikanikan tertentu agar terlindungi dari ikan predator. seperti padang Padang Lamun. ikan. Selain itupun ekosisitem mangrove berperan dalam siklus karbon. Ekosistem mangrove secara fisik maupun biologi berperan dalam menjaga ekosistem lain di sekitarnya. dan lainnya  Habitat berbagai kehidupan liar . penahan lumpur. baik itu penyediaan benih bagi industri perikanan. Fungsi Fisik      Menjaga garis pantai Mempercepat pembentukan lahan baru Sebagai pelindung terhadap gelombang dan arus Sebagai pelindung tepi sungai atau pantai Mendaur ulang unsur-unsur hara penting 2. bagi berbagai spesies udang. pelindung dari abrasi.

tempat memijah. Kemudian jatuh dan perlahan-lahan menjadi serasah dan akhirnya menjadi detritus. Selain itu hutan mangrove merupakan suatu kawasan yang mempunyai tingkat produktivitas tinggi. karena dapat memproduksi sejumlah besar bahan organik yang semula terdiri dari daun. Tingginya produktivitas ini karena memperoleh bantuan energi berupa zat-zat makanan yang diangkut melalui gerakan pasang surut. Fungsi Ekonomi  Akuakultur  Rekreasi  Penghasil kayu Hutan mangrove mempunyai manfaat ganda dan merupakan mata rantai yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan biologi di suatu perairan. ranting dan lainnya. Demikian pula hasil penelitian dari Djuwito (1985) terhadap struktur komunitas ikan di Segara Anakan memberikan indikasi bahwa perairan tersebut tingkat keanekaragamannya tinggi. udang. Detritus mangrove menunjang populasi ikan setelah terbawa arus sepanjang pantai. Berdasarkan hal tersebut diatas. penyedia makanan. Hal ini telah dibuktikan oleh Martosubroto (1979) yaitu ada hubungan antara keUmpahan udang diperairan dengan luasnya hutan mangrove. Hutan mangrove sebagai penghasil detritus atau bahan organik dalam jumlah yang besar dan bermanfaat bag! mikroba dan dapat langsung dimakan oleh biota yang lebih tinggi tingkat. Hutan mangrove sebagai pendaur zat hara.3. Sebagai tumbuhan halofita. cenderung semakin tinggi produktivitasnya. Keadaan ini menjadikan hutan mangrove memegang peranan penting bagi kehidupan biota seperti ikan. mangrove merupakan pusat penghisapan zat-zat hara dari dalam tanah. moluska dan lainya. Pentingnya „detritus food web‟ ini diakui oleh para ahli dan sangat berguna dilingkungannya. Selain itu hutan mangrove juga berperan sebagai pendaur zat hara. Proses ini berjalan lambat namun pasti dan terus menerus sehingga hasil proses pembusukan ini merupakan bahan suplai makanan biota air. Dengan bertambah luasnya hutan mangrove. hutan mangrove memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan biota air dalam kesatuan fungsi ekosistem. Tingginya . dibandingkan dengan daerah Cibeureum yang dipengaruhi oleh sifat daratan. berlindung dan tempat tumbuh. Merupakan proses yang penting dimana tumbuhan menjadi seimbang dengan tekanan garam di akar dan mengeluarkannya. Turner (1975) menyatakan bahwa disamping fungsi hutan mangrove sebagai „waste land‟ juga berfungsi sebagai kesatuan fungsi dari ekosistem estuari yang bersifat: Sebagai daerah yang menyediakan habitat untuk ikan dan udang muda serta biota air lainnya dalam suatu daerah dangkal yang kaya akan makanan dengan predator yang sangat jarang. memberikan bahan organik pada ekosistem perairan.

1982). 1969 dalam Clough. Produksi primer bersih merupakan bagian dari produksi primer fotosintesis tumbuhan yang tersisa setelah beberapa bagian digunakan untuk respirasi tumbuhan yang bersangkutan. mangrove memberikan sumbangan berarti terhadap produktivitas pada ekosistem estuari dan perairan pantai melalui siklus materi yang berdasarkan pada detritus atau serasah (Head. . Komponenkomponen produksi primer bersih adalah keseluruhan dari organ utama tumbuhan meliputi daun. Produktivitas merupakan faktor penting dari ekosistem mangrove dan produksi daun mangrove sebagai serasah dapat digunakan untuk menggambarkan produktivitas (Chapman. Clough (1986) menyatakan produksi primer bersih mangrove berupa mated yang tergabung dalam biomassa tumbuhan yang selanjutnya akan lepas sebagai serasah atau dikonsumsi oleh organisme heterotrof atau dapat juga dinyatakan sebagai akumulasi materi organik bam dalam jaringan tumbuhan sebagai kelebihan dari respirasi yang biasanya dinyatakan dalam berat kering materi organik. tumbuhan epfit seperti alga pada pneumatofor. Selain itu. batang dan akar. Sebagai produser primer. 1976).keanekaragaman jenis ikan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor makanan dan faktor kompetisi.dasar pohon dan permukaan tanah juga memberikan sumbangan kepada produksi primer bersih. Fotosintesis dan respirasi adalah dua elemen pokok dari produksi primer bersih.

Enhalus acoroides. beberapa ahli juga mendefinisikan Padang Lamun (Seagrass) sebagai tumbuhan air berbunga. dan Thallassodendron ciliatum. berdaun. di mana di Indonesia ditemukan sekitar 15 jenis yang termasuk ke dalam 2 famili: (1) Hydrocharitaceae.Habitat tempat hidup Padang Lamun adalah perairan dangkal agak berpasir dan sering juga dijumpai di terumbu karang. Sedangkan sistem (organisasi) ekologi padang Padang Lamun yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik disebut Ekosistem Padang Lamun (Seagrass ecosystem). Padang Lamun hidup di perairan yang dangkal dan jernih. Karena pola hidup Padang Lamun sering berupa hamparan maka dikenal juga istilah padang Padang Lamun (Seagrass bed) yaitu hamparan vegetasi Padang Lamun yang menutup suatu area pesisir/laut dangkal.PADANG PADANG LAMUN (SEAGRASS) Padang Lamun (seagrass) merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang memiliki dan memiliki rhizoma. Hampir semua tipe substrat dapat ditumbuhi Padang Lamun. Cymodocea serrulata. daun. Di seluruh dunia diperkirakan terdapat sebanyak 52 jenis Padang Lamun. Halophila ovalis. dan akar sejati yang hidup terendam di dalam laut beradaptasi secara penuh di perairan yang salinitasnya cukup tinggi atau hidup terbenam di dalam air. berimpang. Padang Lamun umumnya membentuk padang Padang Lamun yang luas di dasar laut yang masih dapat dijangkau oleh cahaya matahari yang memadai bagi pertumbuhannya. antara lain: Thalassia hemprichii. dengan sirkulasi air yang baik. terbentuk dari satu jenis atau lebih dengan kerapatan padat atau jarang. Jenis yang membentuk komunitas padang Padang Lamun tunggal. dan (2) Potamogetonaceae. Namun padang Padang Lamun yang luas lebih sering ditemukan di substrat lumpur-berpasir yang tebal antara hutan rawa mangrove dan terumbu karang. berakar. Padang Padang Lamun merupakan ekosistem yang tinggi . mulai dari substrat berlumpur sampai berbatu. serta berbiak dengan biji dan tunas. serta mengangkut hasil metabolisme Padang Lamun ke luar daerah padang Padang Lamun. berpembuluh. hidup di dalam air laut. Air yang bersirkulasi diperlukan untuk menghantarkan zat-zat hara dan oksigen.

Heterozostera : Posidonioideae : Posidonia : Cymodoceoideae : Halodule. Archaster sp. Thalassodendron : Hydrocharitaceae : Hydrocharitaceae : Enhalus : Thalassioideae : Thalassia : Halophiloideae : Halophila . Cymodoceae.. Syringodium. Diadema sp. Klasifikasi Klasifikasi menurut den Hartog (1970) dan Menez. krustasea.). Strombus sp. dan Calumpong (1983) : Divisi Kelas Famili Subfamili Genus Subfamili Genus Subfamili Genus Famili Subfamili Genus Subfamili Genus Subfamili Genus : Anthophyta : Angiospermae : Potamogetonacea : Zosteroideae : Zostera .). Phyllospadix. Synapta sp. dan cacing Polikaeta. dengan keanekaragaman biota yang juga cukup tinggi. Phillips... moluska (Pinna sp. seperti ikan. Ekinodermata (Holothuria sp.. Linckia sp. Lambis sp.produktivitas organiknya. Pada ekosistem ini hidup beraneka ragam biota laut (Gambar 17). Amphibolis...

kerang-kerangan dan tiram. yaitu :     Produsen detritus dan zat hara. Sumber pupuk hijau. Mengikat sedimen dan menstabilkan substrat yang lunak. dengan sistem perakaran yang padat dan saling menyilang. tumbuh besar. mencari makan. Tempat rekreasi atau pariwisata. dan memijah bagi beberapa jenis biota laut. terutama yang melewati masa dewasanya di lingkungan ini. Sebagai tempat berlindung.Fungsi Padang Padang Lamun Secara ekologis padang Padang Lamun mempunyai beberapa fungsi penting bagi wilayah pesisir. Pemanfaatan Padang Padang Lamun Padang Padang Lamun dapat dimanfaatkan sebagai berikut :    Tempat kegiatan marikultur berbagai jenis ikan. . Sebagai tudung pelindung yang melindungi penghuni padang Padang Lamun dari sengatan matahari.