P. 1
Sejarah Perkembangan Filologi

Sejarah Perkembangan Filologi

|Views: 169|Likes:

More info:

Published by: Herman Pandapotan Simanjuntak on Oct 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2015

pdf

text

original

Sejarah Perkembangan Filologi Ilmu filologi Yunani lama merupakan ilmu penting yang menyajikan kebudayaan Yunani lama

yang tetap berperan dalam memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai sumber dari segala ilmu pengetahuan, namun tidak hanya berpengaruh dalam dunia barat tetapi juga kawasan timur tengah, Asia dan asia Tenggara, dan kawasan Nusantara. Ilmu filologi pun berakar pada kebudayaan Yunani kuno. A. Filologi di Eropa Daratan Ilmu filologi berkembang di kawasan kerajaan Yunani, yaitu di kota Iskandariyah di benua Afrika pantai utara. 1. Awal Pertumbuhannya Awal kegiatan filologi di kota Iskandaria oleh bangsa Yunani pada abad ke-3 S.M. dengan membaca naskah Yunani lama yang mulai ditulis pada abad ke-8 S.M. dalam huruf Yunani kuno (Huruf bangsa Funisia). Naskah itu berkali-kali disalin sehingga mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Para penggarap naskah-naskah itu dikenal dengan ahli filologi, di cetus oleh Eratosthenes. Para ahli filologi memiliki ilmu yang luas karena dalam memahami isi naskah perlu mengetahui huruf, bahasa, dan ilmu yang dikandungnya. Dan kemudian menuliskannnya kembali sehingga dapat diketahui oleh masyarakat pada waktu itu. Metode yang digunakan untuk menelaah naskah dikenal dengan ilmu filologi. Metode taraf awal berkembang dari abad ke abad hingga kini. Para ahli menguasai ilmu dan kebudayaan Yunani lama yang dikenal dengan aliran Iskandariyah. Naskah yang ditulis oleh para budak belian yang diperdagangkan di sekitar laut tengah ini bertujuan untuk kegiatan perdagangan. Namun sering terjadi penyimpangan karena tidak memiliki kesadaran terhadap nilai keotentikan naskah lama. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan yang musti dilakukan oleh ahli filologi. Kerusakan atau kekorupan bahasa terjadi karena ketidaksengajaan, bukan ahli dalam ilmu yang ditulis, atau karena keteledoran penyalin. Sesudah Iskandariyah jatuh ke dalam kekuasaan Romawi, kegiatan filologi berpindah ke Eropa selatan, berpusat di kota Roma dengan melanjutkan filologi Yunani (meneruskan mazhab Iskandariyah) yang tetap menjadi bahan telaah utama dan bahasa Yunanai tetap digunakan. Pada abad ke-1 perkembangan tradisi berupa pembuatan resensi terhadap naskah berkelanjutan hingga pecahnya kerajaan Romawi pada abad ke-4 menjadi kerajaan Romawi Barat dan Romawi Timur. Dan mempengaruhi perkembangan filologi selanjutnya. 2. Filologi di Romawi Barat a. Filologi di Romawi Barat Penggarapan di arahkan kepada naskah-naskah dalam bahasa latin yang berupa puisi dan prosa, sejak abad ke-3 telah digarap secara filologi. Bahasa latin menjadi

bahkan dipandang naskah yang berisikan paham jahiliyah sehingga terjadi kemunduran. dan dalam arti luas adalah periode yang di dalamnya rakyat cenderung kepada dunia Yunani klasik atau kepada aliran humanisme . Pada abad ke-15 jatuhnya kerajaan Romawi Timur ke tangan bangsa Turki dan ahli filologi berpindah ke Eropa Selatan (Roma). Puncak perkembangan ilmu pengetahuan Yunani ada dalam pemerintakahn Makmun. seperti Gaza. menyebar ke negara Eropa lainnya dan berakhir pada abad ke-16. Dalam periode itu mulailah muncul tafsir pada tepi halaman naskah. abad ke-10 hingga abad ke11. sedangkan di kawasan AngioSakson berubah menjadi linguistik. Kota Harra di Mesopotamia pernah menjadi pusat studi naskah Yunani. Athena. penduduknya yaitu Sabean. Sehingga lahirlah ahli orientalis Eropa. dan Antioch. Zaman dinasi Abasiyah. Dan abad ke-18 didirikan pusat studi kebudayaan ketimuran oleh Sivester de Sacy dengan nama Ecole des Langues Orientales Vivantes. misalnya di Antioch. De Sacy (bapak para orientalis di Eropa). Belrut.bahasa ilmu pengetahuan. Abad ke-19 ilmu bahasa atau linguistik berkembang menjadi ilmu yag berdiri sendiri. c. Filologi di Romawi Timur Telah muncul pusat-pusat teks Yunani. yaitu Etienne Qutremere (1782-1857). Sebelum kedatangan agama Islam Persia dan Arab memiliki karya yang terbilang mengagumkan misalnya Mu‟allaqat dan Qasidah. Konstaninopel. Filologi di Kawasan Asia: India . dan Gaza. Iskandariyah. Dalam arti sempit renaisan adalah periode yang di dalamnya kebudayaan klasik diambil lagi sebagai pedoman hidup. dalam pemerintahan khalifah Mansur (754-775). De Slane. C. Filologi di Zaman Renaisan Renaisans di mulai dari Italia pada abad ke-13. filologi diterapkan untuk telaah naskah lama nonklasik. Filologi di Kawasan Timur Tengah Sejak abad ke-4 kota di Timur Tengah memiliki pusat studi berbagai ilmu pengetahuan yang berasal dari Yunani. Adapun telaah naskah keagamaan yang dilakukan oleh pendeta dan berakibat pada naskah Yunani yang mulai ditinggalkan. Abad ke-5 dilannda perpecahan gerejani maka para ahli filologi berpindah ke kawasan Persia. Penemuan mesin cetak di Gitenberg (Jerman) menyebabkan perkembangn baru dalam bidang filologi. dan Makmun (809-833). Dalam lembaga ini naskah Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Siria dan bahasa Arab. B. terpisah dari ilmu filologi. Selanjutnya berkembang menjadi perguruan tinggi. b. disebut dengan scholia. Di Eropa. Abad ke-17 telaah teks klasik Arab dan Persia di eropa telah dipandang mantap. di Cambridge dan Oxford. suku yang tergolong kuno dan mahir dalam bahasa Arab. Beirut. Meluasnya kekuasaan dinasti Umayah ke Spanyol dan Andalusia pada abad ke-8 hingga abad ke-15 menyebabkan ilmu pengetahuan Yunani yang telah diserap oleh bangsa Arab kembali masuk ke Eropa dengan baju Islam. Kegiatan meluas ke kawasan luar Negara Arab setelah Islam berkembang serta mistik Islam berkembang dengan maju di Persia. Edessa. Harun Alrasyid (786775). Pada abad ke-20 pengertian filologi di Eropa daratan tetap seperti semula ialah telaah teks klasik.

India adalah bangsa yang dipandang memiliki cukup dokumen peninggalan masa silam seperti prasasti dan naskah-naskah. Abad ke-1 terjadi kkontak antara India dan Cina. karena kelompok etnis belum mengenal huruf sehingga budayanya masih disimpan dalam sastra lisan. Dengan telah dilakukan studi terhadap weda dan kitab-kitab agama Buddha lainnya dari segi materi perkembangan filologi di India telah dipandang lengkap. sastra lisan termasuk kajian filologi. Kontak India dengan bangsa Persi lebih awal dari bangsa-bangsa sebelumnya. Masuknya karya sastra India Pancatantra yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persi. Naskah Nusantara dan Para Pedagang Barat Hasrat mengkaji naskah Nusantara timbul dengan kehadiran bangsa barat abad ke-16. 3. Patung Buddha yang dipahat seperti patung Apollo. kitab suci Brahmana. Di zaman VOC usaha mempelajari bahasa-bahasa Nusantara hampir terbatas pada bahasa Melayu. Kajian ahli filologi bertujuan untuk menyunting. maka diantara penginjil ada yang mengkaji sastra lisan daerah yang didatanginya. Ada pula yang menterjemahkan naskah-naskah India ke dalam bahasa Cina. Minat itupuun timbul pada para tenaga Belanda dan Inggris. Yang mengetahui pertama naskah lama adalah para pedagang. membahas serta menganalisis isinya dengan menggunakan metode intuitif atau diplomatik. Buddha. Semenjak tahun1850 banyak dilakukan kajian terhadap sastra klasik India secara ilmiah. dan mencapai puncaknya pada zaman raja Kaniska Kusana (ke-78 – 100). Kegiatan Filologi terhadap Naskah Nusantara Kehadiran NBG ke Indonesia mendorong tumbuhnya kegiatan untuk meneliti naskah-nasah Nusantara. Filologi di Kawasan Nusantara Kawasan Nusantara terbagi dalam banya kelompok etnis. Perpaduan antar budaya Yunani.hingga pada awal abad ke-20 daftar tersebut sudah meliputi beribu-ribu naskah. Naskah-naskah India Kesusastraan Weda (kitab suci agama Hindu). dan I-tsing. bukti dari pengaruh Yunani. 1. 2. Adriani dan Kruijt. N. pernah mengunjungi India pada tahun 1030 dan mempelajari naskah-naskah India untuk mengetahui kebudayaan bangsa itu. dan Jaina dinamakan kebudayaan Gadhara. Hiuen-tsing. seperti daerah Toraja oleh. Telaah Naskah Nusantara oleh Para Penginjil Sesuai dengan teori filologi. Telaah Filologi dari Naskah-naskah India Sampai pertengahan abad ke-19 telah banyak dilakukan telaah terhadap karya sastra klasik India. kitab Aranyaka. Peter Floris dan Pieter Wilemsz van el binck adalah seseorang bergerak dalam perdaangan naskah kuno. tanpa meninggalkan sifat kekhasan budaya Nusantara.M. D. Kontak langsung dengan bangsa Yunani ada pada zaman Raja Iskandar Zurkarnain yang mengadakan perjalanan sampai ke India pada abad ke-3 S. yaitu Fa-hian. dan diterbitkan sejumlah naskah dengan kritik teks. Alberuni. dan kitab Upanisad. daerah Gadhara terdapat seni patung. . Hindu. 1. memiliki bentuk kebudayaan khas. seorang Arab-Persi. Dan maraknya perdagangan naskah kuno. 2. Namun hubungan itu belum memberikan informasi yang mantap.

ialah melalui telaah naskah-naskah dapat membuka kebudayaan bangsa dan telaah mengangkat nili-nilai luhur yang tersimpan di dalamnya . Kegiatan filologi terhadap naskah Nusantara. terutama dimanfaatkan oleh disiplin humaniora dan disiplin ilmu-ilmu social. Adanya telaah naskah untuk tujuan pembahasan isinya. Semua kegiatan itu telah memenuhi tujuan filologi.Perkembangan selanjutnya disunting dalam bentuk transliterasi huruf Latin dan berkembang lagi dalam bentuk bahasa asing terutama bahasa Belanda. mendorong berbagai kegiatan ilmiah. yang ditinjau dari berbagai disiplin.

ejaan. kegiatan Filologi juga sebagai kegiatan peradagangan artinya naskah-naskah yang berisikan tentang ilmu pengetahuan dan tradisi lisan . ilmu perbitangan dan lain-lain yang merupakan miliki bangsa Yunani lama. pada umum nya. Herodotus. Socrates.3 S. perbintangan dan karya sastra Homerus. Disamping tujuan tersebut. dan menelaah teks menyerupai perpustakaan yang banyak menyimpan sejumlah besar naskah berupa daun papirus yang bergulung dan berisi berbagai ilmu pengetahuan.bahasa yang dipakai.M di kota Iskandariah telah terdapat Pusat ilmu pengetahuan yang para ahlinya berasal dari sekitar laut Tengah terutama bangsa Yunani dan bangsa dari daratan Eropa Selatan. dewi kesenian dan ilmu pengetahuan dalam mitologi Yunani. membaca. yang ditulis pada daun papirus yang berisikan rekaman tradisi lisan yang mereka miliki sejak zaman sebelumnya. Pusat studi untuk meneliti. Para ahli meneliti naskah dalam bentuk gulungan papirus yang memuat filsafat. filologi memiliki tujuan utamauntuk penggalian ilmu pengetahuan Yunani lama. filologi menggunakan bahasa sebagai alatnya untuk mengetahui kebudayaan suatu bangsa. Setelah dapat membaca dan memahami isinya mereka menulisnya kembali dengan huruf dan bahasa (teks) yang digunakan pada masa itu. Disinilah letakpentingnya ilmu filologi sebagai batu loncatan lahirnya ilmu-ilmu lain. bahasanya. sasta. Dalam perkembangan ini. Para penggarap naskah-naskah tersebut kemudian dikenal dengan ahli Filologi. dan Aristoteles. Plato. kedokteran. Metode awal yang dilakukan ialah memperbaiki huruf. asal ilmu pengetahuan pada zaman modern ini dapat ditelusuri dari bangsabangsa zaman kuno yang telah kemasyhurannya. Mereka menguasai ilmu dan kebudayaan Yunani lama yang dikenal dengan mazhab Iskandariah. Awal Pertumbuhan Filologi Bangsa Yunani telah melakukan kegiatan filologi pada abad ke-3 S. Filologi di Daerah Eropa Daratan 1. ilmu kedokteran. Perpustakaan itu menepati bangunan yang dinamakan museum yaitu sebuah kuil tempat untuk memuja 9 orang dewi Muze.SEJARAH PERKEMBANGAN FILOLOGI bahasa dipakai di dalam naskah sebagai alat untuk mengetahui kebudayaan suatu bangsa. bahasanya dan ilmu yang dikandungnya untuk memahami isi naskah.M tepatnya di kota Iskandariah. kadang-kadang diberi komentar atau tafsiran serta penjelasan secukupnya. tata tulisanya kemudian menyunting dalam keadaan yang mudah dibaca. dimengerti. bersih dari kesalahan-kesalahan. hukum. terutama bangsa yang dipakai naskah . A. Hippocrates. Kegiatan yang dilakukan antara lain membaca naskah-naskah Yunani lama. filsafat. karya sastra. Para ahli filologi pada zaman itu benar-benar memiliki ilmu yang sangat luas. Menander. Kegiatan membaca dan penelaahan naskah dilakukan oleh para ahli yang bekerja di Pusat ilmu pengetahuan karena pada abad ke. Mereka terlebih dahulu harus mengenal hurufnya. bacaan.

2. dan Gaza. maka bermunculan mimbar-mimbar kuliah filologi di Perguruan Tinggi untuk mendapatkan ahli-ahli Filologi 3. Pada tahap selanjutnya kegiatan filologi berpindah ke Eropa Selatan setelah Iskandariah jatuh kedalam kekuasaan Romawi. karena lebih bertahan lama dari pada bahan papirus 2. Filologi di Zaman RenainsanceZaman renaisans merupakan kebangkitan kembali filologi Yunani yang telah lama ditinggalkan. Tulisan latin ini kemudian dikembangkan dikerajaan Romawi Barat menjadi menjadi bahasa ilmu pengetahuan. Salinan-salin yang mengalami penyimpangan tersebut disalin lagi oleh orang-orang yang membutuhkan sehingga semakin banyak pula naskah-naskah yang kebenaranya jauh dari teks aslinya. Kajiannya tetap berpijak kepada kritik teks dan sejarahnya. pendidikan dan administrasi. seperti . selanjutnya dijual kepada yang membutuhkan. Athena.1.Filologi Romawi Timur Pusat kajian filologi di Romawi Timur tersebar di Antioch. Perkembangan selanjutnya adalah bahwa kegiatan filologi dalam abad ke 4. Kegiatan ini pun masih melanjutkan kegiatan mashab Iskandariah. masing-masing dengan spesialisasinya. Akibatnya naskah-naskah Yunani ditinggalkan sehingga telaah teks Yunani menjadi mundur dan kurang dikenal lagi. Akan tetapi setelah pecahnya Romawi menjadi Romawi barat dan Romawi timur pada abad ke 4 Masehi sangat mempengaruhi kegiatan filologi mashab Iskandariah. Beirut. kegiatan filologi diarahkan pada penelaahan naskah-naskah keagamaan oleh para Pendeta. Filologi di Romawi Barat dan Romawi Timur 2.2. Iskandariyah mengutamakan studi filsafat Aristoteles. Pada penyealinan ini seringkali mengalami penyimpangan-penyimpangan (tidak setia) dari bahan yang disalin.disalin oleh para budak Belian. Beirut bidang hukum.Fillologi Romawi Barat Mengikuti mazhab Iskariyah sampai masuknya agama kristen di Romawi. Setelah terjadi kristenisasi. tidak hanya puisi dan prosa Cicero dan Varro. Konstantinopel. Pusat-pusat studi tersebut berkembang menjadi Perguruan Tinggi yaitu lembaga yang telah menghasilkan tenaga ahli dalam bidang pemerintahan. teksnya telah ditulis dalam bentuk buku yang disebut Kodex (naskah dapat memakai halaman dan mudah dibaca). Akan tetapi pada saat telaah teks Yunani berkembang dirasakan kurangnya ahli dalam kegiatan itu. dikenal pula dengan nama perkamen yaitu dan menggunakan bahan kulit binatang (terumama kulit Domba). Kegiatan filologi yang dilakukan adalah kebiasaan menulis tafsir terhadap isi naskah pada tepi halaman atau disebut Scholia. pada masa ini dimulai kegiatan filologi menelaah buku keagamaan. Iskandariyah.

Dengan demikian saat itu pengertian filologi menjadi kabur dengan ilmu bahasa yang menelaah teks untuk mempelajari bahasanya. Dalam perkembangan selanjutnya. Naskah-naskah yang telah dikaji secara cermat kemudian diperbanyak dengan menggunakan mesin cetak . menulis naskah dan mengkaji secara cermat serta kritik teks yang telah disempurnakan dengan menghadirkan lebih banyak naskah.karya Lovato Lovati (1241-1309). dengan demikian kekeliruan yang banyak terjadi pada penyalinan berulang pada teks menjadi lebih sedikit. . Kegiatan ahli filologi pada zaman ini adalah menyalin naskah. di Eropa kegiatan ilmu filologi juga diterapkan untuk telaah naskah lama non klasik seperti naskah Germania Romania. den Angelo Poliziano (1454. mereka menjadi penyalin naskah atau pengajar. Namun Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg dari Jerman pada abad ke-15 menyebabkan perkembangan baru dalam bidang filologi. ketiganya dari Italia.1494). Setelah jatuhnya Bizantium ke tangan Turki kegiatan filologi berpindah ke Selatan seperti Roma. Lorensi Vallo (1407-1457). Sehingga terbitan teks dangan mesin cetak menjadi lebih banyak dan penyebaranya pun bertambah. Ahli filologi perlu mempelajari bahasa-bahasa tersebut. Sehingga pada abad ke 19 ilmu bahasa menjadi ilmu yang berdiri sendiri sedangkan pada abad ke 20 filologi di Eropa Daratan tetap menelaah teks klasik sementara di kawasan anglo-sakson berubah menjadi linguistik.

perbintangan ilmu sastra dan karya sastra. matematika. Mulai abad ke-8 sampai abad ke-3 SM naskah itu berkali-kali disalin. Huruf ini berasal dari huruf bangsa Funisia. Memang para dewa dan pahlawan dalam legenda Yunani kuno itu merupakan sumber kehidupan bagi pikiran dan imajinasi orang Bara. Para sarjana dan ilmuwan menggunakan peristilahan yang digunakan pada legenda Yunani kuno. dirasakan unsur-unsur yang berakar pada kebudayaan Yunani lama. Kebudayaan Yunani lama tidak hanya berpengaruh di dunia Barat. maka wajarlah kalau mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Naskah-naskah itu ditulis pada daun papirus dan merekam tradisi lisan yag mereka miliki berabad-abad sebelumnya. Pallas Athena. seperti “Oedipuscomplex”.SEJARAH PERKEMBANGAN FILOLOGI Kebudayaan Yunani lama merupakan salah satu dasar pemikiran yang sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat Barat pada umumnya. Semenjak kecil masyarakat Barat dibiasakan dengan nama-nama dewa seperti Apollo. dewi kesenian dan ilmu pengetahuan dalam Mitologi Yunani. 1. Dalam segala bidang kehidupan. berupa papirus yang bergulung. fisika banyak dinukil pendapat para ilmuwan Yunani kuno untuk lebih menjelaskan konsep mereka. Dalam dunia ilmu pengetahuan. yang hingga abad ini tetap berperan dalam memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai sumber dari segala ilmu pengetahuan. seperti Jawa. terutama bangsa Yunani sendiri dari daratan Eropa Selatan. Dan . Ilmu filologi pun juga berakar pada kebudayaan Yunani kuno. aslinya sebuah kuil untuk memuja 9 orang dewi muses. Awal Kegiatan Filologi di Iskandariyah Abad ke-3 SM Awal kegiatan ini dilakukan oleh bangsa Yunani. Karena itu jelas sekali bahwa mereka yang ingin mengetahui secara lebih mendalam aspek-aspek tertentu dari masyarakat Barat. bangsa ini berhasil membaca naskah-naskah Yunani lama. akan tetapi berpengaruh juga di bagian dunia yang lain. kedokteran. Para penggarap naskah-naskah ini kemudian dikenal dengan ahli filologi dan yang pertama-tama memakai nama itu ialah Eratosthenes. Diantara cabang ilmu yang mampu membuka aspek-aspek tersebut adalah filologi. Di kota Iskandariyah pada abad ke-3 SM terdapat pusat ilmu pengetahuan. yang mulai ditulis pada abad ke-8 SM dalam huruf Yunani kuno. Perpustakaan itu menempati bangunan yang pada waktu itu yang dinamakan museum. seperti ilmu filsafat. Pusat studi itu. yang berisi berbagai ilmu pengetahuan seperti ilmu filsafat. ilmu hukum dan lain sebagainya milik bangsa Yunani lama. Mereka berasal dari daerah sekitar Laut Tengah. yang aspek-aspeknya tersimpan dalam naskah-naskah milik bangsa itu. seperti perpustakaan yang menyimpan sejumlah besar naskah. seperti kawasan Timur Tengah. Para penulis Barat acap kali mengutip miologi Yunani kuno apabila mereka memerlukan perumpamaan yang bisa lebih menjelaskan jalan pikiran mereka. Hera dan lain-lain. karena di tempat itu banyak dilakukan telaah naskah-naskah lama oleh para ahli yang bekerja di tempat tersebut. Maka ilmu filologi Yunani lama merupakan ilmu yang penting untuk menyajikan kebudayaan Yunani lama. Asia dan Asia Tenggara serta kawasan Nusantara. Zeus.

dan bahasa Latin menjadi bahasa ilmu pengetahuan. kegiatan filologi juga sebagai kegiatan perdagangan. bentuk naskah dengan bahan papirus itu gulungan. Sehingga kebudayaan Yunani lama yang memiliki nilai luhur itu dapat dikenal oleh masyarakat pada waktu itu. oleh berbagai bangsa. Tradisi ini dikembangkan di kerajaan Romawi Barat. Untuk tujuan ini penyalinan naskah biasanya dilakukan oleh para budak belian. makin banyak yang berminat dalam bidang ini sampai jatuhnya daerah Iskandariyah ke tangan bangsa Romawi pada abad ke-1 SM. Di samping untu tujuan penggalihan ilmu pengetahuan Yunani lama. Para ahli filologi pada waktu itu benar-benar memilki ilmu yang luas. hingga waktu ini. Sesudah Iskandariyah jatuh ke dalam kekuasaan Romawi. Penulisan naskah dengan bentuk gulungan ini tidak memberi nomor halaman seperti dalam naskah berbentuk buku atau codex. dan naskah-naskah Yunani kuna ditinggalkan karena dianggap jahiliah. yang pada waktu itu masih banyak dan mudah dikerahkan. Hasil penyalinan ini kemudian diperdagangkan di sekitar Laut Tengah. Salin-menyalin naskah dengan tangan mudah menimbulkan bacaan yang rusak atau korup (corrupt).M. Namun tidak efisien karena memerlukan tempat yang luas. karena ketidaksengajaan atau karena penyalin bukan ahli dalam ilmu yang ditulis dalam naskah tersebut. kurang mudah untuk melihat-lihat kembali bagian yang telah dibaca. Peristiwa itu mempengaruhi perkembangan filologi selanjutnya. Yang kemudian berkembang dari abad ke abad di berbagai negara. Filologi di Kerajaan Romawi Barat Kegiatan filologi mengikuti kegiatan filologi Yunani abad ke-3 s. Isinya adalah rekaman tradisi lisan mereka pada abad-abad sebelumnya. Perkembangan ini berkelanjutan hingga pecahnya kerajaan Romawi pada abad ke-4 menjadi kerajaan Romawi Barat dan Romawi Timur. Seperti telah dikemukakan di atas. Kegiatan filologi di Iskandariyah makin ramai. Sejak terjadi Kristenisasi di Eropa. Bahan yang diteliti antara lain karya sastra Homerus. karena penyalin tidak memiliki kesadaran terhadap nilai keotentikan naskah lama. Bentuk naskah latin itu berupa puisi dan prosa yang banyak mewarnai dunia pendidikan di Eropa pada abad-abad selanjutnya. kegiatan filologi digunakan untuk kepentingan agama. karena untuk memahami isi naskah itu orang harus mengenal hurufnya. Dengan cara demikian mudah sekali terjadi penyimpangan-penyimpangan dari bahan yang disalin. Setelah dapat membaca dan memahami isinya. ejaan. tatatulisnya. Metode awal itu dilakukan demikian : pertama-tama mereka memperbaiki huruf dan bacaan. Penggarapan naskah dalam bahasa Latin yang sudah digarap secara filologis sejak abad ke-3 s.M. kemudian menyuntingnya dalam keadaan yang mudah dibaca. Kegiatan filologi berpindah ke Eropa Selatanberpusat di kota Roma. .kemudian metode yang mereka gunakan untuk menelaah naskah-naskah itu kemudian dikenal dengan ilmu filologi. dan ilmu pengetahuan yang hingga saat ini tetap memiliki nilai agung seperti tulisan Socrates dan Aristoteles. bahasanya. mereka lalu menulisnya kembali dalam huruf yang digunakan pada waktu itu dan bahasa yang dipakai waktu itu juga. bahasanya dan ilmu yang dikandungnya. 2. atau mungkin juga karena keteledoran penyalin.

Iskandriyah menjadi pusat studi bidang filsafat Aristoteles. Procopius dari Gaza telah membiasakan menulis naskah langsung diiringi scholia dengan bahan yang diambil dari tulisan lain yang membicarakan masalah yang sama. pengertian filologi menjadi kabur dengan ilmu bahasa. 3. kegiatan telaah teks lama timbul kembali. terutama Roma. Karena tulisan Procopius pada umumnya mengenai ajaran Befbel maka ajaran penulisan demikian itu dikenal penulisan baru dalam kajian Befbel. yang semula berarti guru yang mengelola tatabahasa. Pusatpusat sudi ini selanjutnya berkembang menjadi perguruan tinggi. Dalam perkembangannya. dan filsafat. retorika. Konstantinopel dan Gaza. Maka muncullah mimbar-mimbar kuliah filologi di berbagai perguruan tinggi. mulai digunakan codex (bentuk buku) menggunakan bahan kulit binatang yang lebih awet dari pada papirus. puisi. Catatan demikian itu disebut scholia. Kemudahan menyalin naskah dan kebutuhan naskah yang semakin meningkat dari perguruan tinggi meningkatkan perkembangan filologi. yang disebut scholia. ahli filologi berpindah ke Eropa Selatan. Maka. Karena bahan yang diperlukan berasal dari teks klasik. Pada masa ini. Athena. Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg pada abad ke-15 juga mempengaruhi perkembangan filologi. filologi sempat digunakan untuk mengkaji naskah nonklasik. Iskandariyah. Hal ini melatar belakangi diadakannya kuliah filologi di berbagai perguruan tinggi. dan lebih mudah dibaca karena telah dilengkapi dengan nomor halaman. Hasilnya.Sejak abad ke-4. . Ketika kekuasaan Romawi Timur (Bizantium) jatuh ke tangan bangsa Turki pada abad ke-15. atau penerjemah teks Yunani dalam bahasa Latin. misalnya di Antioch. naskah yang dipandang penting diajarkan di perguruan tinggi. Pada saat telaah teks Yunani berkembang di Romawi Timur di rasakan kurangnya ahli yang melakukan kegiatan itu. yang masing merupakan pusat studi dalam bidang tertentu. Di sana mereka menjadi pengajar. maka di Romawi Timur mulai muncul pusat-pusat studi teks Yunani. Romawi Timur dianggap kurang ahli dalam menelaah teks-teks Yunani lama. Meskipun begitu. pendidikan dan administrasi. tampak mulai bermunculan pusat-pusat teks Yunani di Romawi Timur. Masing-masing kota menjadi pusat studi dalam bidang tertentu yang selanjutnya berkembang menjadi perguruan tinggi dan menghasilkan tenaga ahli dalam bidang masing-masing. Filologi juga digunakan untuk kepentingan telaah ilmu agama. Pada waktu telaah teks Yunani di Romawi Barat tampak mundur. mulai muncul kebiasaan menulis tafsir di tepi sebuah naskah. ialah lembaga yang menghasilkan tenaga ahli dalam bidang pemerintah. 4. Beirut. Dalam periode ini muncul kebiasaan menulis tafsir terhadap isi naskah pada tepi halaman. Beirut pada bidang hukum. Filologi di Kerajaan Romawi Timur Pada waktu telaah tekas Yunani tampak mundur di Romawi Barat. Kata asal „humanisme‟ dari „humaniora‟ (kata Yunani) atau „amunista‟ (kata Latin). terjadi pergeseran arti menjadi aliran yang mempelajari sastra klasik untk menggali kandungan isinya. Filologi di Zaman Renaisans Menyebarnya era Renaisans di Eropa pada abad ke-13 hingga ke-16 menyebabkan munculnya kecenderungan pada aliran humanisme. Untuk mendapatkan tenaga-tenaga filologi. penyalin naskah.

ketiga-tiganya beragama Nasrani. Harun Alrasyid (786-809). Hunain menyusun daftar naskah Yunani yang telah di terjemahkan ke dalam bahasa Siria dan Arab . Setelah kedatangan Islam pun karya sastra mistik Islam berkembang maju. 5. Kedatangan bangsa Barat di kawasan ini menyebabkan karya sastra mereka dikenal dunia Barat. menguasai bahasa Arab. Sebelum kedatangan Islam. Salah satunya adalah Hunain yang melakukan banyak hal dengan mendata naskah-naskah yang diterjemahkan maupun yang belum diterjemahkan. Palestina dan Mesopotamia. Diistananya terkumpul sejumlah ilmuwan dari negara lain yang mempelajari berbagai disiplin ilmu dan diberi fasilitas yang baik. Mereka mendapat pelayanan yang baik. Hunain bin Ishaq dan Hubaisyi. Sejak umur 7 tahun dia sudah menjadi penerjemah kedalam bahasa-bahasa tersebut. Ia juga melakukan kritik teks yang tajam dengan jangkauan naskah sebanyak mungkin. dalam pemerintahan khalifah Mansur (754-775). yang dilengkapi dengan perpustakaan dan observatorium. Dia mendirikan lembaga penerjemah di Bagdad. Perkembangan Filologi di Timur Tengah Bangsa Yunani lama telah sejak lama menanamkan kebudayaannya hingga di kawasan Timur Tengah. Di dalam istananya terkumpul sejumlah ilmuwan dari negara lain: mereka beljr ilmu geometri. Hingga Bahasa Arab dipelajari sebagai alat untuk mempelajari naskah-naskah yang ditulis dalam bahasa tersebut. teknik dan musik. Persia: bahasa ibunya sendiri bahasa Arab. dan Filologi mendapat pengertian aslinya kembali. disertai nama para penerjemahnya dan untuk siapa naskah itu diterjemahkan. Meluasnya kekuasaan dinasti Umayah ke Spanyol dan Andalusia membawa ilmu pengetahuan Yunani yang telah diserap bangsa Arab kembali ke Eropa dengan baju Islam. Di waktu itu masih banyak tersimapan di daerahnya naskah-naskah Yunani dan Hunain sendiri rajin mencari naskah-naskah lama Yunani sampai ke Mesir. akan tetapi tidak jelas apakah kegiatan penerjemahanitu dari naskah-naskah Yunani atau dari terjemahannya dalam bahasa siria. astronomi. Pada masa kepemimpinan Makmun (809-833) perkembangan itu mencapai puncaknya. Ide filsafati dan ilmu eksakta daerah Timur Tengah terutama didapat dari bangsa Yunani lama. Hunain merupakan penerjemah yang paling luas ilmu pengetahuannya. dan tempat penyimpanannya secara lengkap. puncak perkembangan ilmu pengetahuan Yunani di kawasan Timur Tengah yaitu pada zaman dinasti Abasiyah. menjadi Linguistik. dan Makmun (809-833) studi naskah dan ilmu pengetahuan Yunani makin berkembang dan puncak perkembangannya itudalam pemerintahan Makmun. Kegiatan filologi juga diterapkan pada naskah-naskah yang dihasilkan penulis dari daerah itu. Mungkin ketrampilannya diperoleh karena dia tinggal di daerah multilingual. Disamping itu Hunain juga . Berkatnya dapat diketahui metode filologi yang digunakan pada saat itu. Filologi Dinasti Abbasiyah dan Masa Keemasan Islam Pada zaman dinasti Abbasiyah. Yunani. Terdapat pusat studi ketimuran di berbagai tempat di Eropa yang menghasilkan ahli-ahli dalam mengkaji naskah-naskah Timur Tengah. Timur Tengah telah memiliki karya sastra yang mengagumkan. 6. Siria. bernama Qusta bin Luqa. Perguruan tinggi sebagai pusat berbagai ilmu pengetahuan yang berasal dari Yunani. dibangunkan pusat studi yan diberi nama Bait alHikmah (Lembaga Kebijaksanaan). Dikenal ada tiga penerjemah handal pada saat itu. Pada waktu itu dikenal tiga penerjemah kenamaan. Dalam perkembangan sejarahnya.Mulai abad ke-19 ilmu bahasa itu berdiri sendiri. Timur Tengah dikenal memiliki dokumen lama berisi nilai-nilai agung.

sebagian besar kebudayaan mereka ditulis dalam bentuk naskah yang member banyak informasi mengenai kehidupan mereka di masa lampau. serta mistik Islam berkembang dengan maju di daerah Persia pada abad ke-10 hingga abad ke-13. Kemungkinan ini sangat kuat mengingat letak geografis kedua kebudayaan besar ini berdekatan tanpa terbatas kondisi alam tertentu. Maka banyaklah teks yang diteliti oleh mereka serta kemudian banyaklah naskah yang mengalir ke pusat-pusat studi dan koleksi naskah di Eropa. Karya sastra mistik yang masyhur misal Mantiq al-Tair susunan Farid al-Din Al-Tar. Perkembangan Filologi Zaman Dinasti Abbasiyah dan Pasca Keruntuhannya Bangsa-bangsa di Timur Tengah memang dikenal sebagai bangsa yang memiliki dokumen lama yang berisi nilai-nilai yang agung. Dengan demikian dapat diketahui metode filologi yang digunakan pada waktu abad ke-9 di kawasan Timur Tengah. Diantara bangsa Asia yang dipandang memiliki dokumen masa lampau adalah India. Persi. Sejak mengenal huruf. Kedatangan bangsa Barat di kawasan Timur Tengah membuka kegiatan filologi terhadap karya tersebut. dan sesudah itu musafir Cina berziarah ke tempat-tempat suci agama Buddha di India. Penelitian terhadap India menunjukkan adanya kontak secara langsung dengan Yunani pada zaman Raja Iskandar Zulkarnain yang melakukan perjalanan sampai India pada abad ke-3. seperti karya tulis yang di hasilkan oleh bangsa Arab dan Persia. Sekelompok pendeta Buddha mengadakan perjalanan dakwah ke Cina. para ahli filologi di kawasan Timur Tengah juga menerapkan teori filologi terhadapnaskah-naskah yang dihasilkan oleh penulis-penulis dari daerah itu. kedua bangsa ini telah memiliki karya sastra yang mengagumkan. Filologi di Kawasan Asia : India Sejak beberapa abad sebelum Masehi. Mathnawi ima‟nawi karya Jalal al-Din al-Rumi. Bahkan ada ringkasan delapan bab ilmu kedokteran India dalam bahasa Cina. mereka sempat menerjemahkan naskah-naskah India ke dalam bahasa Cina. bangsa Asia telah memiliki peradaban yang tinggi.menyertaka kritik Hunain terhadap hasil terjemahan orang lain sangat tajam. Kajian filologi terhadap naskah-naskah tersebut banyak dilakukan di pusat-pusat kebudayaan ketimuran di kawasan Eropa dan hasil kajian itu berupa teori-teori mengenai kebudayaan dan sastra Arab. 7. Siria. Puisi-puisi penyair Persia terkenal Umar Khayyam serta cerita Seribu Satu Malam hingga saat ini masih banyak dikenal di dunia Barat dan berkali-kali diterjemahkan dalam bahasa-bahasa Barat dan bahasa-bahasa Timur. Kontak antara bangsa India dengan Timur Tengah mungkin terjadi sejak awal sebelum bertemu dengan bangsa lain. Setelah Islam berkembang. Sayangnya belum didapati keterangan yang memadai dari sedikit dokumen yang menunjukkan kontak antara keduanya. Dalam perjalanan itu. Di samping melakukan telaah terhadap naskah-naskah Yunani. Tarjuman al-Asywaqtulisan Ibn al-Arabi. dlam bentuk prosa dan puisi misalnya Mu’allaqat dan Qasidah pada bangsa Arab. Sebelum kedatangan agama Islam. Sejak abad ke-1 mulai terjadi kontak langsung bangsa India dengan Cina. Turki dan lain sebagainya. sehingga isi kndungan naskah-naskah itu dikenal di dunia Barat dan banyak yang menarik perhatian orientalis Barat. Hanya terdapat terjemahan naskah India ke dalam bahasa Persi dan catatan musafir Arab-Persi . 8. Terlihat adanya perpaduan dengan kebudayaan Yunani pada bentuk patung dan nilai-nilai ilmunya. kegiatan meluas di kawasan di luar negara Arab .

Selanjutnya pengamatan terhadap bahasa melalui pembacaan naskah dilanjutkan oleh para penginjil yang dikirim dalam jumlah besar oleh VOC. Dan walaupun terdapat beragam suku dengan bahasa yang berbeda-beda. namun untuk mendekati bangsa ini langkah pertama yang diperlukan adalah kemampuan bahasa Melayu. Juga muncul terbitan ulang dari naskah yang sudah pernah disunting dengan maksud untuk menyempurnakan. baru kemudian ditemukan kitab Weda. Sejak itu lah kegiatan filologi terhadap naskah India semakin berkembang dan membuahkan hasil yang sangat berarti seperti berbagai kamus dan tatabahasa Sansekerta . Selain naskah dengan nilai agama dan filsafat. dan amanat pada naskah-naskah tersebut. Hasilnya adalah penelitian dan catatan rapi mengenai kebudayaan bahkan hingga suku yang belum mengenal tulisan. Pada abad ke20 muncul suntingan yang lebih mantab dengan kritik teks disertai terjemahan dalam bahasa Belanda. Setelah periode Weda disusunlah naskah-naskah kitab suci lain. Seperti kawasan Asia pada umumnya. Datangnya bangsa Barat dan ditulisnya buku tentang kebudayaan Nusantara oleh Frederik de Houtman menimbulkan minat besar bangsa Barat pada Nusantara. 9. Naskah India yang dipandang paling tua berupa kesusastraan Weda. Yang pertama menyadari nilai berharga naskah Nusantara adalah pedagang yang ingin mendapat untung dari penjualan naskah tersebut. mulai dari bahasa daerah. Keinginan untuk mengkaji naskah-naskah Nusantara hadir setelah ketangan bangsa Barat. . Filologi di Kawasan Nusantara Nusantara adalah kawasan yang termasuk Asia Tenggara. salah satunya tulisan berupa naskah. ada uga naskah lama India yang berisi wiracarita misalnya Mahabarata dan Ramayana serta karya yang berisi ilmu pengetahuan seperti ilmu kedokteran. Besarnya minat dan kesempatan pada masamasa selanjutnya mendorong terbitnya kamus bahasa-bahasa Nusantara. Bahasa Nusantara dipelajari untuk kepentingan tugas penginjil. naskah disunting dalam bentuk transliterasi dalam huruf latin. tatabahasa. yaitu setelah ditemukannya jalan laut ke India. awalnya kegiatan filologi hanya sampai pada tahap menyunting.M. Pada tahapan selanjutnya. Karena keterbatasan tenaga. Perkembangan selanjutnya adalah suntungan naskah disertai terjemahannya dalam bahasa asing. Kawasan Nusantara terbagi dalam berbagai etnis dengan ciri khas masing-masing tanpa meninggalkan sifat khas kebudayaan Nusantara. bahasa Sansekerta. ialah kitab suci agama Hindu yang disusun mungkin pada abad ke-6 s. Banyak terdapat analisis struktural. dan politik.mengenai beberapa aspek kebudayaan India dalam kunjungannya ke tempat tersebut. Telaah Filologi terhadap naskah-naskah India baru dilakukan setelah adanya kontak dengan bangsa Barat. Proses mengenal kubudayaan India bertahap. Pada periode mutakhir mulai dirintis telaah naskah-naskah Nusantara dengan analisis berdasarkan ilmu sastra barat. hukum. Nusantara telah memiliki peradaban tinggi dan diwariskan pada generasi selanjutnya melalui berbagai media. sehingga dapat dikaji oleh ahli teologi serta selanjutnya menghasilkan karya ilmiah dalam bidang tersebut. Selanjutnya banyak diterbitkan suntingan-suntingan naskah dengan pembahasan isi ditinjau dari berbagai disiplin. Inggris. atau Jerman. Pada saat itu juga banyak terbit naskahnaskah keagamaan baik Melayu maupun Jawa. Yaitu menyajikan naskah pada bentuk aslinya ditambahkan keterangan pendahuluan. Kajian terhadap naskahnya juga membuka kebudayaan Nusantara dan mengangkat nilai-nilai luhur yang tersimpan di dalamnya. Karena kemampuan berbahasa Melayu akan membuka komunikasi dengan pribumi dan bangsa lain yang juga mengunjungi daerah ini. fungsi.

Sehingga sumbangan filologi dalam perkembangan kebudayaan nasional pun hampir tak ada. Filologi di kawasan Timur Tengah c. Filologi di kawasan Nusantara A. tetapi juga berpengaruh luas di seantero dunia.Ng. Cabang ilmu yang mempunyainya membuka unsur-unsur yang berakar pada kebudayaan Yunani lama itu adalah Filologi. tentu akan didapati hasil yang lebih baik. Awal pertumbuhan filologi di Eropa Daratan Filologi tumbuh dan berkembang di wilayah Yunani. Atas dasar itulah maka perlu dijelaskan proses perkembangan filologi. yakni tepatnya di kota Iskandariah yang terkenal di Mesir. Filologi di Eropa daratan b. Mereka berhasil membaca naskah Yunani lama yang tertulis dalam huruf bangsa Funisia. Untuk itu diperlukan kajian filologi yang memadai sehingga dapat digunakan untuk mengetahui kebudayaan dan sejarah kehidupan sebelumnya. Selanjutnya setelah perginya nama-nama besar R.M. Nusantara seharusnya bersyukur atas peninggalan tertulis dari generasi sebelumnya. Dari kota ini. Naskah-naskah tersebut disalin dan mengalami perubahan dari bentuk aslinya. filologi berkembang dan meluas ke Eropa Daratan dan dunia lainnya. . Poerbatjaraka dan Prof. Afrika Utara. Bila saja ilmu filologi dilengkapi dengan ilmu social lainnya seperti arkeologi maupun antropologi. Disamping itu filologi pun berakar dari kebudayaan Yunani kuno. tokoh pribumi yang diakui sebagai ahli filologi adalah Husein Djayadiningrat dengan penelitian mengenai sejarah Banten. Hal ini dirasakan dalam berbagai aspek mulai kehidupan yang tersimpan dalam naskah lama milik bangsa itu. Usaha mencari karya filologi dari bangsa sendiri bisa dibilang sia-sia. Belum dapat ditemukan sumbangan yang berarti dalam bidang filologi dari dua universitas tertua di Indonesia. Filologi Yunani lama merupakan alat yang penting untuk menyajikan kebudayaan Yunani masa itu. Prijana ahli filologi sangat sulit ditemukan. yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Naskah tersebut menggunakan bhan daun papirus dengan cara merekam tradisi lisan yang mereka miliki sebelumnya. Sedangkan setelah perang dunia kedua hanya terdapat sedikit ahli filologi dengan sedikit karya yang dihasilkan.M. Sebenarnya kajian filologi akan sangat berguna juga karena dapat digunakan dalam bidang ilmu lain. sebagai berikut: a. sebab kebudayaan ini tidak saja berperan di belahan dunia barat. Sejarah Perkembangan Filologi Kebudayaan Yunani lama merupakan salah satu unsur kebudayaan yang sangat besar pengaruhnya dalam unsur kehidupan masyarakat Barat. bahkan sampai karang masih tetap berperan dalam memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai sumber ilmu pengetahuan. Sayangnya kajian filologi saat ini belum terlihat hasil yang berarti. R. Awal kegiatan filologi di kota Iskandariah dilakukakn bangsa Yunani pada abad ke 3 S.Sedangkan dari Indonesia sendiri.

dan karya sastra lain yang dipandang tinggi mutunya. maka setelah membaca dan memahami isinya mereka menulisnya kembali dalam huruf dan bahasa yang dapat difahami rakyat kebanyakan. mereka menggunakan suatu metoda yang kemudian dikenal dengan nama alat filologi. dimana para ahli bnyak melakukan kegiatan studi naskah-naskah lama. Untuk kegiatan perdagangan semacam ini biasanya penyalin naskah terkadang dilakukan oleh para budak belia. dan lain sebagainya. bahasa dan ilmu yang dikandungnya. Ini artinya bahwa salin menyalin naskah dengan tulisan tangan mudah menimbulkan bacaan yang rusak karena : a. seperti Ilmu Filsafat. Ilmu Perbintangan. Karena para ahli filologi pada waktu itu benar-benar memiliki ilmu yang sangat luas. bahasa dan tulisan. Ilmu Hukum. Bentuk naskah dari papirus yang tergulung ditulis pada satu sisi dengan benda runcing. bacaan. Dan para peneliti atau peggarap naskah-naskah itu dikenal dengan sebutan ahli filologi. Selain untuk tujuan penggalian ilmu pengetahuan Yunani Lama kenyataannya kegiatan filologi juga dimanfaatkan dalam transaksi bisnis. . sehingga kebudayaan Yunani yang memiliki nilai yang luhur dikenal oleh masyarakat. Setelah Iskandariah jatuh dibawah pengaruh Roma kegiatan peneliti filologi berpindah ke Eropa Selatan yang berpusat di kota Roma. Dalam upaya menggali khasanah ilmu pengetahuan yang dikandung naskah-naskah itu. antara lain karya sastra Homerus. yang memang masa itu masih banyak dan mudah didapat. Sebenarnya dari proses penyalin seperti inilah besar kemungkinan terjadinya penyimpangan. merupakan masa perkembangan tradisi Yunani dalam bentuk referensi terhadap naskah-naskah tertentu. Metoda ini pada tahap awal mereka terapkan untuk memperbaiki huruf. Para ahli filologi periode pertama ini dikenal dengan “Mazhab Iskandariah”. Kedokteran. Dan orang pertama memakai nama itu adalah Erastotheres. Abad ke 1 M. Ada unsur kesengajaan b. kemudian disalin dalam keadaan yang mudah dibaca dan bersih dari berbagai kesalahan. Penyalin kebetulan bukan ahli dalam ilmu yang ada dalam naskah yang ditulisnya itu c. Untuk memahami isi naskah seseorang harus mengenal huruf. Ada unsur keteledoran atu kelalaian penyalin Bahan-bahan yang ditelaah pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan metode filologi. Tulisan plato. Aktivitas para ilmuan itu berpusat di perpustakaan yang menyimpan sejumlah besar naskah yang berisi berbagai ilmu pengetahuan. Akibatnya agak sulit untuk dilihat kembali bagian yang sudah dibaca karena penulisan naskah ini tidak diberi nomor halaman.Pada abad yang sama di kota Iskandariah juga berdiri pusat ilmu pengetahuan.penyimpangan dari bahan yang disalin. Perpustakaan itu bertempat dalam suatu bangunan yang pada waktu itu dinamakan dengan “museum”. Hasil penyalinan pada budak belia ini kemudian dipasarkan di sekitar Laut Teng sudah bisa dibayangkan akibatnya bahwa proses penyalinan yang berulang-ulang ini terhadap naskahnaskah yang menyimpang semakin banyak naskah yang jauh dari teks aslinya. ejaan. Sastra.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->