P. 1
3-bioenergetika.doc

3-bioenergetika.doc

|Views: 4|Likes:
Published by Ennur Nufian
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

More info:

Published by: Ennur Nufian on Oct 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2014

pdf

text

original

Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi

BIOENERGETIKA , OKSIDASI BIOLOGI DAN RANTAI RESPIRASI
Disajikan sebagai Bahan Kuliah Biokimia bagi Mahasiswa D III Kebidanan
Penyusun: Heru Santoso Wahito Nugroho, S.Kep., Ns., M.M.Kes Telefon: 0352-752747 (rumah), 081335251726 (mobile), 0351-895216 (kantor) E-mail: heruswn@yahoo.co.id atau heruswn@telkom.net website: www.heruswn.weebly. com

Referensi:
http://www.biology.arizona.edu\biochemistry, Project-Biochemistry 2003, The Biology

http://www.bioweb.wku.edu\courses\BIOL115\Wyatt, 2008, WKU Bio 113 Biochemistry http://www.en.wikipedia.org, 2008, Oxidative Phosphorylation http://www.gwu.edu\_mpb, 1998, Biochemistry, Karl J. Miller The Metabolic Pathways of

http://www.ull.chemistry.uakron.edu\genobc, 2008, General, Organic and Biochemistry http://www.wiley.com\legacy\college\boyer\0470003790\animations\elect ron_transport, 2008, Interactive Concepts in Biochemistry: Oxidative Phosphorylation Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW, 2003, Biokimia Harper, Edisi XXV, Penerjemah Hartono Andry, Jakarta: EGC Stryer L, 1996, Biokimia, Edisi IV, Penerjemah: Sadikin dkk (Tim Penerjemah Bagian Biokimia FKUI), Jakarta: EGC

1 Biokimia-Program D3 Kebidanan

mengingat ΔH kurang lebih sama dengan ΔE. reaksi berlangsung spontan dengan kehilangan energi bebas (reaksi eksergonik). Entropi akan mencapai taraf maksimal di dalam sistem seiring sistem mendekati keadaan seimbang yang sejati.Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi Bioenergetika dan ATP Bioenergetika atau termodinamika biokimia adalah ilmu pengetahuan mengenai perubahan energi yang menyertai reaksi biokimia. Jika ΔG sangat besar. perubahan total energi internal di dalam reaksi. dengan perubahan entropi (ΔS). Contohnya energi kimia dapat diubah menjadi energi listrik. Dalam kondisi suhu dan tekanan konstan. Namun energi dapat dialihkan antar bagian sistem atau dapat diubah menjadi energi bentuk lain. diungkapkan dalam persamaan: ΔG = ΔH – TΔS Keterangan: ΔH adalah perubahan entalpi (panas) dan T adalah suhu absolut. sistem akan stabil tanpa kecenderungan untuk terjadi reaksi. Di dalam kondisi reaksi biokimia. hubungan di atas dapat diungkapkan dengan persamaan: ΔG = ΔE – TΔS Jika ΔG bertanda negatif. Entropi adalah derajat ketidakteraturan atau keteracakan sistem. hubungan antara perubahan energi bebas (ΔG) pada sebuah sistem yang bereaksi. Jika ΔG bertanda positif. Kaidah termodinamika dalam sistem biologik Kaidah pertama termodinamika: Kaidah pertama ini merupakan hukum penyimpanan energi. reaksi berlangsung hanya jika memperoleh energi bebas (reaksi endergonik). reaksi benarbenar berlangsung sampai selesai dan tidak bisa membalik (irreversibel). Bila ΔG sangat besar. Kaidah kedua termodinamika: Kaidah kedua berbunyi: entropi total sebuah sistem harus meningkat bila proses ingin berlangsung spontan. Sedangkan sistem biologik bersifat isotermik dan menggunakan energi kimia untuk memberikan tenaga bagi proses kehidupan. panas. termasuk energi sekitarnya adalah konstan. 2 Biokimia-Program D3 Kebidanan . Ini berarti bahwa saat terjadi perubahan di dalam sistem tidak ada energi yang hilang atau diperoleh. mekanik dan sebagainya. Sistem nonbiologik dapat menggunakan energi panas untuk melangsungkan kerjanya. yang berbunyi: energi total sebuah sistem.

Adenosin trifosfat (ATP) berperan sentral dalam pemindahan energi bebas dari proses eksergonik ke proses endergonik. bakteri tertentu menggunakan reaksi Fe2+  Fe3+. Terlihat bahwa nilai hidrolisis gugus terminal fosfat pada ATP terbagi menjadi 2 kelompok. fosfat 3 Biokimia-Program D3 Kebidanan . Organisme autotrofik melakukan metabolisme dengan proses eksergonik sederhana.1.1). ATP adalah nukleotida trifosfat yang mengandung adenin. semua organisme harus mendapatkan pasokan energi bebas dari lingkungannya. ribosa dan 3 gugus fosfat (lihat Gambar 3.1 ATP diperlihatkan sebagai kompleks magnesium Gambar 3.2 ATP dan ADP Energi bebas baku hasil hidrolisis senyawa-senyawa fosfat penting dalam biokimia tertera pada Tabel 3.Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi Peran senyawa fosfat berenergi penangkapan dan pengalihan energi tinggi dalam Untuk mempertahankan kehidupan. Pertama. Sebaliknya organisme heterotrofik. ATP berfungsi sebagai kompleks Mg2+ Mg2+ Gambar 3. Dalam reaksinya di dalam sel. misalnya tumbuhan hijau menggunakan energi cahaya matahari. memperoleh energi bebasnya dengan melakukan metabolisme yaitu pemecahan molekul organik kompleks.

9 -51. protein pembawa asil. Berdasarkan posisi ATP pada Tabel 3.5 -27.6 -6. ATP dan ADP.3 -2. ADP dapat menerima fosfat berenergi tinggi untuk membentuk ATP dari senyawa yang berada di atas ATP dalam tabel.8 -12. Di sisi lain. pada saat peralihan pada suatu akseptor yang tepat.8 -9. Senyawa biologik penting lain yang berenergi tinggi adalah tiol ester yang mencakup koenzim A (misal asetil-KoA). Proses terjadi dengan kecepatan sangat tinggi.1 -30.2 ΔG0 kkal/mol -14.2 Gugus fosfat berenergi tinggi oleh Lipmann dilambangkan dengan ~℗.Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi berenergi rendah yang memiliki ΔG lebih rendah dari pada ΔG 0 pada ATP. karena depot ATP/ADP sangat kecil dan hanya cukup untuk mempertahankan jaringan aktif dalam beberapa detik saja. fosfoenol piruvat dan sebagainya.4 -49. uridin difosfat glukosa dan 5fosforibosil-1-pirofosfat.9 -15. Fosforilasi oksidatif 4 Biokimia-Program D3 Kebidanan .8 -3.1.3 -43. Dengan demikian ATP terus dikonsumsi dan terus diproduksi. S-adenosilmetionin (metionin aktif). Akibatnya siklus ATP/ADP menghubungkan proses-proses yang menghasilkan ~℗ dan proses-proses yang menggunakan ~℗.3 -7. Ada 3 sumber utama ~℗ yang berperan dalam konservasi atau penangkapan energi.3 -11.6 -20.6 -27.3-bifosfogliserat (sampai 3fosfogliserat) Kreatin fosfat ATP  ADP + Pi ADP  AMP + Pi Pirofosfat Glukosa 1-fosfat Fruktosa 6-fosfat AMP Glukosa 6-fosfat Gliserol 3-fosfat kJ/mol -61.6 -5. fosfat berenergi tinggi yang memiliki nilai ΔG lebih tinggi daripada ΔG0 pada ATP. maka ATP merupakan donor fosfat berenergi tinggi (donor energi bebas) bagi senyawa-senyawa di bawahnya.3 -6. kreatin fosfat.1 Energi bebas baku hasil hidrolisis beberapa senyawa organofosfat yang memiliki peran penting dalam biokimia Senyawa Fosfoenolpiruvat Karbamoil fosfat 1. termasuk di dalamnya. Kedua.8 -10.9 -14. senyawa-senyawa ester asam amino yang terlibat dalam sintesis protein. akan mengakibatkan pemindahan kuantitas energi bebas yang lebih besar.4 -3.2 -13. Oleh karena itulah sebagian ahli biokimia lebih menyukai istilah potensial pemindahan gugus daripada ikatan berenergi tinggi. 1. Tabel 3. Simbol ini menunjukkan bahwa gugus yang melekat pada ikatan.0 -3.

Sebagai contoh adalah oksidasi ion fero menjadi feri yang dilukiskan pada Gambar 3. Contoh peran enzim tersebut dilukiskan pada Gambar 3. 2.(elektron) Fe2+ Fe3+ Gambar 3. e. 1. hidroperoksidase dan oksigenase.3. Siklus asam sitrat Dalam siklus asam sitrat satu ~℗ dihasilkan langsung pada tahap suksinil tiokinase. Energi bebas untuk menggerakkan proses ini berasal dari oksidasi rantai respirasi di dalam mitokondria dengan menggunakan oksigen. Terdapat 4 kelompok enzim oksidoreduktase yaitu: oksidase. Oksidasi biologi Oksidasi adalah pengeluaran elektron dan reduksi adalah pemerolehan elektron. Oksidase Enzim oksidase mengkatalisis pengeluaran hidrogen dari substrat dengan menggunakan oksigen sebagai akseptor hidrogen. dehidrogenase. Glikolisis Dalam glikolisis terjadi pembentukan netto dua ~℗ yang terjadi akibat pembentukan laktat 3. Dengan demikian oksidasi akan selalu disertai reduksi akseptor elektron. Enzimenzim tersebut membentuk air atau hidrogen peroksida.Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi Fosforilasi oksidatif adalah sumber ~℗ terbesar dalam organisme aerobik.4 5 Biokimia-Program D3 Kebidanan .3 Oksidasi ion fero menjadi feri Enzim-enzim penting dalam oksidasi biologi Enzim-enzim yang terlibat dalam reaksi reduksi dan oksidasi dinamakan enzim oksidoreduktase.

Dehidrogenase Dehidrogenase tidak dapat menggunakan oksigen sebagai akseptor hidrogen. 2. semua sitokrom kecuali sitokrom oksidase. sebagai komponen dalam rantai respirasi pengangkutan elektron dari substrat ke oksigen. glukosa oksidase. Enzim-enzim ini memiliki 2 fungsi utama yaitu: Pertama. Hidroperoksidase Enzim hidroperoksidase menggunakan hidrogen peroksida atau peroksida organik sebagai substrat. 3. gliserol-3-fosfat dehidrogenase.Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi Gambar 3. xantin oksidase. Gambar 3.4 Oksidasi metabolit yang dikatalisis oleh enzim oksidase Termasuk sebagai oksidase antara lain sitokrom oksidase. asilKoA dehidrogenase. berperan dalam pemindahan hidrogen dari substrat yang satu ke substrat yang lain dalam reaksi reduksi-oksidasi berpasangan. Ada 2 tipe enzim yang masuk ke 6 Biokimia-Program D3 Kebidanan . Kedua. oksidase asam L-amino.5 Oksidasi suatu metabolit yang dikatalisis oleh enzimenzim dehidrogenase Contoh dari enzim dehidrogenase adalah suksinat dehidrogenase.

Di dalam mitokondria inilah sebagian besar peristiwa penangkapan energi yang berasal dari oksidasi respiratorik berlangsung. Sistem respirasi dengan proses pembentukan intermediat berenergi tinggi (ATP) ini dinamakan fosforilasi oksidatif. Pengemban tereduksi ini selanjutnya memindahkan elektron ke oksigen melalui rantai transport elektron yang terdapat pada sisi dalam membran mitokondria (Gambar 3.7). Oksigenase Oksigenase mengkatalisis pemindahan langsung dan inkorporasi oksigen ke dalam molekul substrat. melainkan dipindah ke pengemban-pengemban khusus antara lain nikotinamida adenin dinukleotida (NAD+) dan flavin adenin dinukleotida (FAD). Gradien proton yang terbentuk sebagai hasil aliran elektron ini kemudian mendorong sintesis ATP dari ADP dan P i dengan bantuan enzim ATP sintase.Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi dalam kategori ini yaitu peroksidase dan katalase. akseptor elektron terakhir adalah oksigen. Proses fosforilasi oksidatif Organisme kemotrop memperoleh energi bebas dari oksidasi molekul bahan bakar. Fosforilasi oksidatif memungkinkan organisme aerob menangkap energi bebas dari substrat respiratorik dalam proporsi jauh lebih besar daripada organisme anaerob. Pada organisme aerob. Proses ini dinamakan kemiosmosis. Proses tersebut dinamakan fosforilasi oksidatif. Penumpukan peroksida menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak membran sel dan menimbulkan kanker serta aterosklerosis. misalnya glukosa dan asam lemak. Enzim hidroperoksidase melindungi tubuh terhadap senyawa-senyawa peroksida yang berbahaya. Namun elektron tidak langsung ditransfer langsung ke oksigen. 4. Enzim ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu monooksigenase dan dioksigenase. Dalam hal ini energi dipindahkan dari rantai transport elektron ke ATP sintase oleh perpindahan proton melintasi membran. Rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif Rantai respirasi terjadi di dalam mitokondria sebagai pusat tenaga. 7 Biokimia-Program D3 Kebidanan .

7 Ringkasan proses fosforilasi oksidatif di dalam mitokondria 8 Biokimia-Program D3 Kebidanan .Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi NAD+ FAD Gambar 3.6 Struktur kimia NAD+ dan FAD Gambar 3.

kompleks IV dan kompleks V (Tabel 3. kompleks II.Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi Rantai transport elektron membawa proton dan elektron. memindahkan elektron dari donor ke akseptor dan mengangkut proton melalui membran.coenzyme Q III oxidoreductase Kompleks I Kompleks Cytochrome oxidase NADH + FMN IV + Kompleks ATP synthase V NAD+ H FMNH 2 170 380 13 12-14 Kompleks II Succinat e Fumarat e FAD FADH 2 Fe2+ S Fe3+ S CoQ CoQH 2 Kompleks III CoQ H2 CoQ cyt b ox Fe2+ S Fe3+ S cyt c1 ox cyt c ed r cyt b ed r cyt c1 ed r cyt c ox Kompleks IV cyt c red cyt a ox cyt a3 red O2 2 H 2O cyt c ox cyt a red cyt a3 ox 9 Biokimia-Program D3 Kebidanan Gambar 3. masing-masing kompleks I.2 Informasi tentang enzim yang berperan dalam fosforilasi oksidatif Nama Penyusun kDa 800 140 250 Fe2+ S Fe3+ S Polypepti des 25 4 9-10 CoQ CoQ H2 Kompleks NADH dehydrogenase (or) I NADH-coenzyme Q reductase Kompleks Succinate dehydrogenase (or) II Succinate-coenzyme Q reductase Kompleks Cytochrome C . Tabel 3.8 Tahap-tahap proses fosforilasi oksidatif . Secara ringkas fosforilasi oksidatif.2). terdiri atas 5 proses dengan dikatalisis oleh kompleks enzim. kompleks III.

Kompleks III CoQ memindahkan elektron ke serangkaian sitokrom dan protein besisulfur. 10 Biokimia-Program D3 Kebidanan . Kompleks I Pada tahap ini. Fe2+S: besi tereduksi-sulfur. masing-masing molekul NADH memindahkan 2 elektron berenergi tinggi ke FMN. memindahkan elektron ke CoQ melalui kompleks yang sama. memindahkan elektron ke CoQ melalui kompleks II.Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi Pada Gambar 3. cyt: sitokrom. FADH 2 dihasilkan oleh asil KoA dehidrogenase dalam oksidasi beta asam lemak. kemudian ke protein besi-sulfur dan terakhir ke koenzim Q (ubiquinon) 2.8. Kompleks II FADH2 dihasilkan oleh suksinat dehidrogenase dalam siklus asam sitrat. kotak biru (gelap) di bawah menunjukkan reaksi oksidasi-reduksi yang terjadi pada masing-masing kompleks enzim. Singkatan-singkatan diuraikan sebagai berikut: FMN: flavin mononukleotida. Sitokrom terdiri atas kelompok heme seperti hemoglobin dan besi dengan heme menerima elektron. Fe3+S: besi teroksidasisulfur. 3. 1. CoQ: koenzim Q.

Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi 4. protein kompleks yang mengkatalisis konversi ADP menjadi ATP. diisikan oleh gradien kemiosmotik. Kompleks IV Penerima terakhir dari rantai transport elektron adalah kompleks besar terdiri atas 2 heme dan 2 atom tembaga. 11 Biokimia-Program D3 Kebidanan . Proton mengalir kembali ke matriks mitokondria melalui kompleks ATP sintase dan energi berasal dari penurunan gradien pH digunakan untuk membentuk ATP. Kompleks V Pada tahap ini. 5.

pelibatan NADH menghasilkan pembentukan 3 molekul ATP. sedangkan pelibatan FADH2 menghasilkan pembentukan 2 molekul ATP. 12 Biokimia-Program D3 Kebidanan .Bagian ke-3: Bioenergetika dan oksidasi biologi Pada fosforilasi oksidatif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->