Makalah Lingkungan Pendidikan Di Jepang

LINGKUNGAN PENDIDIKAN DI JEPANG

Disusun oleh : Cucu Suryati Ita Siti Rosita Neng Santi Rini Anggraeni Nia Farida Kelas : X-2

SMAN JATINUNGGAL
TAHUN 2012
1

namun penulis sangat menyadari bahwa hasil penyusunan makalah ini jauh dari sempurna dikarenakan keterbatasan data dan referensi maupun kemampuan penulis. tiada gading yang tak retak. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasihk epada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Akhirnya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari berbagai pihak Penyusun i . penulisan maupun kata-kata yang digunakan. meskipun dalam penyusunan makalah ini penulis telah mencurahkan semua kemampuan. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. baik dari segi isi.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Lingkungan Pendidikan di Jepang”.

................................................................. Lingkungan Pendidikan di Jepang.............................................................................................. ii Bab I Pendahuluan ...................................... 1 Bab II Pembahasan ...................................................... 1 C.... i Daftar Isi ................................................................. 3 D................ 1 A....................................................................................................................................................................... Struktur Pendidikan di Jepang .............................. 2 A.......................................................................................................................................... 4 Bab III Penutup ......................... Seragam Sekolah di Jepang ............................................................................................... Latar Belakang..................... 3 C... 2 B.......... 6 ii .. 5 Daftar Pustaka ................. Karakteristik Pendidikan di Jepang .................................................... Tujuan Penulisan ............................................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar..................................................... Rumusan Masalah ...................... 1 B...........................................

Latar Belakang Pencapaian berbagai hal yang menjadi tujuan bersama tidaklah dengan mudah diraih tanpa ada proses yang dilalui. B. 2. Bagaimanakah lingkungan pendidikan di Jepang? 2. Struktur peendidikan di Jepang. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui : 1. termasuk kemajuan dalam bidang pendidikan yang memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan kehidupan masyarakat Jepang. bisa jadi salah satu penentu keberhasilan negaranya dalam menciptakan sistem pendidikan yang kondusif dan bersinergi dengan perkembangan zaman. Semuanya memerlukan perjuangan dan pengorbanan berbagai pihak. 1 .BAB I PENDAHULUAN A. Lingkungan pendidikan di Jepang. Karakteristik pendidikan di Jepang. 4. Pendidikan merupakan awal dari persiapan suatu bangsa dalam menanamkan nilai-nilai dan pengetahuan sebagai bekal warga negaranya dalam menghadapi perkembangan zaman di masa yang akan datang. Rumusan Masalah 1. Seperti apakah karakteristik pendidikan di Jepang? 3. 3. Seragam sekolah di Jepang. Seperti apakah struktur pendidikan di Jepang? 4. Sama halnya dengan keberhasilan yang diperlihatkan warga Jepang pada dunia. Bagaimanakah seragam sekolah di Jepang? C. Lingkungan pendidikan di Jepang.

untuk mencuci tangan sehabis bermain atau untuk keperluan berkumurkumur (ugai) sebagai bentuk pencegahan terhadap influenza. Sebuah sekolah di wilayah Inuyama. Demikian pula sebuah sekolah di wilayah Takahama. melainjakn juga diikuti dengan kualitas proses belajar mengajar. membangun kelas percontohan dengan dominasi kayu. Program yang pertama terkait dengan pembakuan standar minimal lingkungan sekolah sehat. Pada 2 . Ruang kelas harus memenuhi persyaratan suhu dan kelembapan ruangan. umumnya SD dan TK dilengkapi dengan wastafel panjang. ruang bermain. dll. Aichi.BAB II PEMBAHASAN A. pencahayaan. Sekolah percontohan bukan hanya unggul dari segi bangunan fisik. akhir-akhir ini beberapa kota berinisiatif untuk membuat sekolah percontohan yang dibangun dengan standar yang melampaui sekolah biasa. Selain itu setiap sekolah dilengkapi dengan toilet terpisah antara laki-laki dan perempuan. Posisi ini untuk memberikan kenyamanan belajar bagi siswa. dll. Setiap tahun atau bahkan setiap pergantian musim. yang di dalamnya mencakup pengaturan standar bangunan. Toilet-toilet yang tersedia pada sekolah-sekolah dengan bangunan lama umumnya adalah jamban tradisional Jepang yang tidak dilengkapi dengan fasilitas air panas pada musim dingin. Aichi. Untuk menganjurkan hidup bersih. polusi debu. Lokasi sekolah pada umumnya berada di pemukiman penduduk yang jauh dari pusat pertokoan dan industri. Wastafel panjang ini difungsikan juga sebagai tempat menggosok gigi sehabis makan siang. beberapa sekolah modern sudah menyediakan fasilitas toilet western style. Pemerintah kota Inuyama tampaknya akan merekonstruksi sekolah-sekolah di wilayah tersebut. Tidak saja fasilitas sekolah. ruang makan. Program ini mencakup gakkou kankyou eisei kijun (standar kesehatan lingkungan sekolah) dan gakkou kyuusyoku jisshi kijun (standar program makan siang sekolah). penempatan media elektronik di dalam kelas. ruang kelas. pemerintah setempat akan memeriksa kondisi setiap sekolah untuk memastikan terpenuhinya standar persyaratan lingkungan belajar. Namun. Lingkungan Pendidikan di Jepang Salah satu aspek yang disoroti dalam pengembangan sekolah di Jepang adalah pembangunan sekolah sehat yang dikenal dalam istilah gakkou hoken anzen hou (Tata cara penjaminan kesehatan dan pengamanan sekolah).

Terakhir. B. Menurut Danasasmita. Kedelapan. tahan banting. C. Pertama. di Jepang tidak ada diskriminasi terhadap sekolah. Keenam. Kedua. orang Jepang menghargai hasil pekerjaan orang lain. guru terjamin tidak akan kehilangan jabatan. sekolah Jepang tidak mahal. guru Jepang merasa wajib memberi pendidikan “manusia seutuhnya”. Ketujuh. dan tidak mau menyerah oleh keadaan. Satu tahun ajaran dibagi menjadi 3 semester yang dipisahkan oleh liburan singkat musim semi dan musim dingin. orang Jepang menghargai jasa orang lain. Pertama. yang terkenal dengan semangat bushido (semangat kesatria). Kelima. perhatian pada pendidikan datang dari pelbagai macam pihak. Kedua. guru Jepang bersikap adil. beberapa faktor yang mendukung adalah sebagai berikut. (5) perubahan sosial yang egalitarian. Ketiga. (3) prestasi kognitif siswa rata-rata tinggi. Kegiatan belajar mengajar berlangsung dari Senin hingga Jumat (sekolah negeri) atau Sabtu (sekolah swasta). guru Jepang penuh dedikasi. pengaruh pendidikan terhadap anak dan masyarakat telah membuat pendidikan Jepang mempunyai potensi yang luar biasa dalam berbagai hal. Keempat. orang Jepang punya semangat yang tidak pernah luntur.umumnya sekolah-sekolah juga terintegrasi dengan lapangan olahraga sekaligus lapangan bermain yang luas. Struktur Pendidikan Tahun ajaran dimulai bulan April. sekolah sebagai unit pendidikan. Karakteristik Pendidikan di Jepang Menurut Wiliam K. (6) timbulnya kesamaan yang sama bagi semua lapisan masyarakat. kurikulum sekolah Jepang amat berat. Ketiga. akan sangat berbahaya apabila sekolah berada di dekat pusat keramaian. Anda telah bersusah payah). Cummings. perlunya setiap orang harus berusaha. Di samping hal di atas. ada beberapa karakteristik lain dari bangsa Jepang yang mendorong bangsa ini maju. 3 . dilambangkan dengan ucapan ganbatte kudasai (berusahalah!). Keempat. dilambangkan dengan ucapan otsukaresamadeshita (maaf. Oleh karena itu. Hal ini dibuktikan dengan “ringannya” mereka dalam mengatakan arigatoo (terima kasih) ketika mendapat bantuan orang lain dan tidak menganggap remeh jerih payah orang lain meskipun bantuan itu tidak seberapa. (4) munculnya pelajaran ide egalitarianisme. (1) Minat masyarakat yang besar sekali pada pendidikan. (2) prestasi kognitif dan motivasi siswa relatif setaraf. Misalnya.

Pakaian sailor untuk siswi sebenarnya juga agak berkesan militer. Di Hokkaido dan tempat-tempat yang banyak turun salju. Pada tahun yang sama. Tapi rok yang dikenakan sama saja….Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim sekarang.pendek ! Anak-anak SMA lebih modis dan punya gaya berseragam yang unik-unik 4 . Ibu Elizabeth Lee. lengkap dengan topinya yang disebut dengan `gakuran`. Maka bu kepsek teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris. sekolah Kinjou gakuin di Aichi juga memutuskan menggunakan seragam sailor. tapi diganti dengan blazer atau kemeja putih berlengan pendek atau panjang. Tahun 1921. yaitu baju sailor. D. baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga. Maka bu Elizabeth datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak dan tetap kelihatan cantik Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Tahun 1918. bu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi (太田豊吉)untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Adapun anak laki-laki mereka berseragam seperti tentara Jepang dulu. pertama kali pemakaian seragam sailor di Jepang. Selanjutnya gerakan anak2 masih juga terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi2 Jepang semakin pendek. libur musim dingin lebih panjang dan libur musim panas lebih pendek. Lama liburan sekolah bergantung kepada iklim tempat sekolah tersebut berada. maka bu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit yang semula tidak pendek seperti sekarang. Seragam sailor biasanya dilengkapi dengan dasi (beragam modelnya). Setelah jadi. Seragam Sekolah di Jepang Pakaian ala sailor merupakan ide seorang kepala sekolah Fukuoka jo gakuin. dan pada musim dingin para siswi sering memadukannya dengan loose shocks (kaus kaki kedodoran). Di beberapa sekolah seragam sailor tidak dipakai lagi.serta liburan musim panas yang lebih panjang. lalu disertai rok kotak-kotak berlipit-lipit.Waktu itu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika berolahraga.

kita bisa lebih sadar akan pentingnya pendidikan yang diselenggarakan dengan sistem yang baik yang didukung oleh semua pihak. Semoga dengan adanya makalah ini.BAB III PENUTUP Demikianlah makalah tentang bagaimana “Lingkungan Pendidikan di Jepang”. baik pemerintah maupun pihak-pihak yang berkepentingan dengan dunia pendidikan. Dengan gambaran tulisan makalah tersebut di atas. setidaknya terbayang bagaimana suasana atau nuansa pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang. Banyak hal positif yang dapat kita ambil manfaatnya. 5 .

wordpress.ppijepang.org/wiki/Pendidikan_di_Jepang http://io.wikipedia.com/2007/05/06/potret-pendidikan-di-jepang/ 6 .php?option=com_k2&view=item&id=339:membinasekolah-dan-siswa-sehat-di-jepang http://endang965.DAFTAR PUSTAKA http://id.org/v2/index.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful