P. 1
tumbuhan paku

tumbuhan paku

|Views: 349|Likes:
Published by Indri Rahmawati






















Disusun Oleh :
Nama : Berlian Nur
NIM : 1005015014
Kelas : Reguler Pagi A



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARWAN
2012


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuhan secara umum dibagi menjadi sua tingkat yaitu tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhantingkat tinggi. Dianggap tumbuhan tingkat rendah karena bagian-bagian dari tumbuan tersebut tidak sejati contohnya pada alga, stipe dan bladenya tidak dapat di bedakan dan tidak berpembuluh. Dan dianggap sebagai tumbuhan tingkat tinggi karena sudah jelas mempunyai kormus dan dapat di bedakan antara akar dan batangnya.
Namun ada tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat rendah dan masuk pula pada tumbuhan tingkat tinggi, tumbuhan ini digolongkan tumbuhan tingkat rendah karena meskipun tubuhnya secara jelas mempunyai kormus serta mempunyai sistem pembuluh tetapi belum menghasilkan biji, dan alat perkembangbiakan utamanya adalah spora. Jadi bila di dasarkan pada macam alat perkembangbiakannya maka tumbuhan berspora tergolong tumbuhan tingkat rendah, namun apabila di dasarkan atas ada atau tidaknya sistem pembuluh tumbuhan paku tergolong tumbuhan tingkat tinggi.
Tumbuhan paku-pakuan (Pterodophyta) merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memliki karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan organisme/tumbuhan lainnya. Selain itu, terdapat cukup banyak spesies pada divisi Pterodhophyta, yang kesemuannya turut memiliki peranan tersendiri dalam ekosistem, bahkan dapat dimanfatkan bagi manusia sebagai bahan baku pembuatan barang kerajinan, dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang memiliki nilai estetika, dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat menjadi mudah, tatkala manusia (masyarakat) mengenali jenis-jenis tumbuhan paku tersebut. Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui lebih dalam lagi tumbuhan paku atau pteridophyta serta meng identifikasi secara langsung serta mengetahui habitat maupun deskripsi dari bagian-bagian tumbuhan paku itu sendiri.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta) sebagai tumbuhan tingkat rendah?
2. Apa saja spesies yang termasuk dalam divisi (Pteridophyta) ?
3. Apa saja manfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan?
C. Tujuan
1. Untuk mendeskripsikan karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta).
2. Untuk mengetahui spesies yang termasuk dalam divisi Pteridophyta
3. Mengetahui maanfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan






























BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Tumbuhan paku atau Pterydophyta tergolong tumbuhan Kormophyta karena sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tumbuhan paku memiliki cara hidup yang bemacam-macam, ada yang saprofit, epifit, hidup di tanah, atau di air. Tumbuhan ini juga mengalami metagenesis seperti lumut tetapi bebeda pada fase yang dominan. Pada tumbuhan paku fase yang lebih dominan adalah pada fase sporofit dibandingkan dengan gametofit sehingga tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan fase sporofit.
Pada umumnya, tumbuhan paku banyak hidup pada tempat lembap sehingga disebut sebagai tanaman higrofit. Pada hutan-hutan tropik dan subtropik, tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang hidup di permukaan tanah, tersebar mulai dari tepi pantai sampai ke lereng-lereng gunung, bahkan ada yang hidup di sekitar kawah gunung berapi. Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta), adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah






















Disusun Oleh :
Nama : Berlian Nur
NIM : 1005015014
Kelas : Reguler Pagi A



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARWAN
2012


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuhan secara umum dibagi menjadi sua tingkat yaitu tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhantingkat tinggi. Dianggap tumbuhan tingkat rendah karena bagian-bagian dari tumbuan tersebut tidak sejati contohnya pada alga, stipe dan bladenya tidak dapat di bedakan dan tidak berpembuluh. Dan dianggap sebagai tumbuhan tingkat tinggi karena sudah jelas mempunyai kormus dan dapat di bedakan antara akar dan batangnya.
Namun ada tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat rendah dan masuk pula pada tumbuhan tingkat tinggi, tumbuhan ini digolongkan tumbuhan tingkat rendah karena meskipun tubuhnya secara jelas mempunyai kormus serta mempunyai sistem pembuluh tetapi belum menghasilkan biji, dan alat perkembangbiakan utamanya adalah spora. Jadi bila di dasarkan pada macam alat perkembangbiakannya maka tumbuhan berspora tergolong tumbuhan tingkat rendah, namun apabila di dasarkan atas ada atau tidaknya sistem pembuluh tumbuhan paku tergolong tumbuhan tingkat tinggi.
Tumbuhan paku-pakuan (Pterodophyta) merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memliki karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan organisme/tumbuhan lainnya. Selain itu, terdapat cukup banyak spesies pada divisi Pterodhophyta, yang kesemuannya turut memiliki peranan tersendiri dalam ekosistem, bahkan dapat dimanfatkan bagi manusia sebagai bahan baku pembuatan barang kerajinan, dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang memiliki nilai estetika, dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat menjadi mudah, tatkala manusia (masyarakat) mengenali jenis-jenis tumbuhan paku tersebut. Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui lebih dalam lagi tumbuhan paku atau pteridophyta serta meng identifikasi secara langsung serta mengetahui habitat maupun deskripsi dari bagian-bagian tumbuhan paku itu sendiri.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta) sebagai tumbuhan tingkat rendah?
2. Apa saja spesies yang termasuk dalam divisi (Pteridophyta) ?
3. Apa saja manfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan?
C. Tujuan
1. Untuk mendeskripsikan karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta).
2. Untuk mengetahui spesies yang termasuk dalam divisi Pteridophyta
3. Mengetahui maanfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan






























BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Tumbuhan paku atau Pterydophyta tergolong tumbuhan Kormophyta karena sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tumbuhan paku memiliki cara hidup yang bemacam-macam, ada yang saprofit, epifit, hidup di tanah, atau di air. Tumbuhan ini juga mengalami metagenesis seperti lumut tetapi bebeda pada fase yang dominan. Pada tumbuhan paku fase yang lebih dominan adalah pada fase sporofit dibandingkan dengan gametofit sehingga tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan fase sporofit.
Pada umumnya, tumbuhan paku banyak hidup pada tempat lembap sehingga disebut sebagai tanaman higrofit. Pada hutan-hutan tropik dan subtropik, tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang hidup di permukaan tanah, tersebar mulai dari tepi pantai sampai ke lereng-lereng gunung, bahkan ada yang hidup di sekitar kawah gunung berapi. Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta), adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Indri Rahmawati on Oct 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2015

pdf

text

original

Nama NIM Kelas

Disusun Oleh :

: Berlian Nur : 1005015014 : Reguler Pagi A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARWAN 2012

Pteridophyta

1

Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui lebih dalam lagi tumbuhan paku atau pteridophyta serta meng identifikasi secara langsung serta mengetahui habitat maupun deskripsi dari bagian-bagian tumbuhan paku itu sendiri. Bagaimana karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta) sebagai tumbuhan tingkat rendah? Pteridophyta 2 . Dan dianggap sebagai tumbuhan tingkat tinggi karena sudah jelas mempunyai kormus dan dapat di bedakan antara akar dan batangnya. Tumbuhan paku-pakuan (Pterodophyta) merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memliki karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan organisme/tumbuhan lainnya. bahkan dapat dimanfatkan bagi manusia sebagai bahan baku pembuatan barang kerajinan. terdapat cukup banyak spesies pada divisi Pterodhophyta. Selain itu. Latar Belakang Tumbuhan secara umum dibagi menjadi sua tingkat yaitu tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhantingkat tinggi. Rumusan Masalah 1. B. dan alat perkembangbiakan utamanya adalah spora. yang kesemuannya turut memiliki peranan tersendiri dalam ekosistem. stipe dan bladenya tidak dapat di bedakan dan tidak berpembuluh. namun apabila di dasarkan atas ada atau tidaknya sistem pembuluh tumbuhan paku tergolong tumbuhan tingkat tinggi.BAB I PENDAHULUAN A. tumbuhan ini digolongkan tumbuhan tingkat rendah karena meskipun tubuhnya secara jelas mempunyai kormus serta mempunyai sistem pembuluh tetapi belum menghasilkan biji. dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang memiliki nilai estetika. Jadi bila di dasarkan pada macam alat perkembangbiakannya maka tumbuhan berspora tergolong tumbuhan tingkat rendah. tatkala manusia (masyarakat) mengenali jenis-jenis tumbuhan paku tersebut. dan lain sebagainya. Namun ada tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat rendah dan masuk pula pada tumbuhan tingkat tinggi. Hal tersebut dapat menjadi mudah. Dianggap tumbuhan tingkat rendah karena bagian-bagian dari tumbuan tersebut tidak sejati contohnya pada alga.

Apa saja manfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan? C.2. Untuk mengetahui spesies yang termasuk dalam divisi Pteridophyta 3. 2. Untuk mendeskripsikan karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta). Apa saja spesies yang termasuk dalam divisi (Pteridophyta) ? 3. Tujuan 1. Mengetahui maanfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan Pteridophyta 3 .

Pteridophyta atau Filicophyta). Karakteristik Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Secara umum. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara. epifit. Pada hutan-hutan tropik dan subtropik. adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. ada yang saprofit. Pengertian Tumbuhan paku atau Pterydophyta tergolong tumbuhan Kormophyta karena sudah memiliki akar. mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon. sama seperti lumut dan fungi. Pteridophyta 4 . kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia. Pada tumbuhan paku fase yang lebih dominan adalah pada fase sporofit dibandingkan dengan gametofit sehingga tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. Alih-alih biji. ciri-ciri tumbuhan paku mempunyai: 1. Tumbuhan paku (atau paku-pakuan. Total spesies yang diketahui hampir 10. Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi. Tumbuhan paku memiliki cara hidup yang bemacam-macam. Pada umumnya. yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. bahkan ada yang hidup di sekitar kawah gunung berapi. B. sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. hidup di tanah.BAB II PEMBAHASAN A. kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang hidup di permukaan tanah. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas. tumbuhan paku banyak hidup pada tempat lembap sehingga disebut sebagai tanaman higrofit. batang. atau di air. tersebar mulai dari tepi pantai sampai ke lereng-lereng gunung.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia). dan daun sejati. Tumbuhan ini juga mengalami metagenesis seperti lumut tetapi bebeda pada fase yang dominan.

5. tidak bertangkai dan bertulang daun serta belum memperlihatkan diferensiasi sel. 7. kehitaman. 2. Spora sporangium dibentuk (kotak di spora) dalam yang terkumpul di dalam suatu badan yang disebut sorus yang terletak di bawah permukaan bintik-bintik cokelat daun sporofil. sorus dilindungi oleh selaput tipis yang disebut indisium.2. ukurannya besar. Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. bertulang daun. dan bercabang-cabang serta sel-selnya sudah terdiferensiasi dengan baik. Berdasarkan fungsinya. 4. 6. Daun mikrofil (daun kecil). Daun tropofil. 8. Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh. muda. Daun sporofil. Daun makrofil (daun besar). daun tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. batang dan daun. Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar. ukuran dan susunan daunnya. Berdasarkan bentuk. 3. Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat mineral dari dalam tanah. menjalar. atau sedikit tegak. Swaktu berupa atau masih kuning. Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung. bertangkai. Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium. daun yang berfungsi sebagai penghasil spora. tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. cokelat. 2. Pteridophyta 5 . daun yang khusus sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. berbentuk seperti rambut atau sisik. Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra.

Reproduksi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Reproduksi tumbuhan paku berlangsung secara metagenesis. Jadi.C. Contoh: Lycopodium sternum (paku kawat). Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan. Paku heterospora (anisospora). Metagenesis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Beberapa jenis hewan dan tumbuhan ada yang mengalami proses metagenesis. Reproduksi vegetatif dengan spora haploid (n) yang dihasilkan oleh tumbuhan paku. yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama. yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu mikrospora (berkelamin jantan yang berukuran kecil) dan makrospora (spora berkelamin betina yang berukuran besar). tumbuhan paku merupakan tumbuhan dalam fase sporofit (penghasil spora). Jadi. Satu berjenis kelamin jantan dan yang lain berjenis kelamin betina. protalium yang berbentuk talus merupakan fase gametofit (penghasil gamet). Contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi) dan Selaginella (paku rane) c. Paku peralihan. D. Pteridophyta 6 . yaitu tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu macam ukuran spora. Paku homospora (isospora). Reproduksi generatif terjadi melalui peleburan antara spermatozoid dan ovum yang dihasilkan oleh protalium. yaitu: a. tumbuhan paku dibedakn atas 3 golongan. b. tetapi berbeda jenis kelaminnya. Contohnya adalah Equisetum debile (paku ekor kuda).

maka generasi ini disebut fase generatif (seksual) atau gametofit. Sedangkan tumbuhan paku yang kamu lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. dan peralihan. Zigot tumbuh menjadi individu yang menghasilkan spora.Metagenesis adalah proses pergiliran hidup yaitu antara fase seksual dan aseksual. pembentukan gamet jantan berlangsung di dalam antheridium dan gamet betina di dalam arkegonium. Karena menghasilkan gamet. Pada tumbuhan tersebut. Jika gamet jantan membuahi gamet betina. maka akan terbentuk zigot. heterospora. Generasi ini disebut fase vegetatif (aseksual) atau sporofit. Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi individu baru yang menghasilkan gamet. Hewan dan tumbuhan yang mengalami metagenesis akan mengalami dua fase kehidupan. Tumbuhan lumut yang sering kamu jumpai merupakan fase gametofit. Metagenesis pada tumbuhan dapat diamati dengan jelas pada tumbuhan tak berbiji (paku dan lumut). Reproduksi generatif tumbuhan paku dilakukan melalui peleburan spermatozoid dan ovum. Demikian seterusnya terjadi pergiliran keturunan antara fase gametofit dan sporofit. Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk spora. Reproduksi generatif dan reproduksi vegetatif berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. INCLUDEPICTURE Pteridophyta 7 . Pergiliran keturunan antara fase sporofit dan gametofit itulah yang disebut metagenesis. yaitu fase kehidupan yang bereproduksi secara seksual dan fase kehidupan yang bereproduksi secara aseksual. Berikut skema metagenesis pada tumbuhan paku homospora.

"http://biosejati.wordpress.png?w=555&h=277" E.files. Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Pteridophyta 8 .com/2012/08/image_thumb10.

Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. 2. yaitu: 1. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi. tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi.Berdasarkan tingkat perkembangannya. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Paku Purba (Psilopsida) Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus. Paku Kawat (Lycopsida) Pteridophyta 9 . Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun ( Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum). Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora).

Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina. yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Anggota paku kawat memiliki akar.Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Sub Kelas: Schizaeatae Ordo: Schizaeales Famili: Lygodiaceae Genus: Lygodium Spesies: Lygodium scandens (L. terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. batang. Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis. Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis.000 spesies tumbuhan paku. Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual. Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. yaitu mengandung anteridium dan arkegonium. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. dan daun sejati. Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium).) Sw Paku kawat mencakup 1. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Pteridophyta 10 .

Lycopodium nummularifolium Merupakan jenis tumbuhan paku perrenial dan hidup sebagai epifit di bawah dan melekat pada batang pohon-pohon pada habitat aslinya. Dibandingkan dengan kerabat Lycopodium lain yang tumbuh merumpun (menggerombol). juga sebagai alat perekat tanaman pada tempat tumbuhnya. kecil. yaitu hutan tropis. keras dan memanjang seperti kawat (wiry stem). 3. Cabang-cabang kemudian dapat tumbuh hingga mencapai tanah dan menjalar membentuk (rhizoma). spesies ini cenderung bertipikal tumbuh menjalar.Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Pteridophyta 11 . Batang berbentuk bulat. sistem Rhizoma perakaran berakar baru adventif merupakan bentuk modifikasi batang yang berfungsi selain sebagai alat trasport air dan nutrient untuk proses photosintesis. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium. memanjang atau menggantung. Dua cabang dikotomi (dichotomous branches) terbentuk pada ujung batang/cabang sebelumnya yang selanjutnya tumbuh menjadi cabang-cabang baru.

Equisetummemiliki akar. Di kawasan Asia Tenggara (Indonesia termasuk di dalamnya) Pteridophyta 12 . dan daun sejati. Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual. yaitu Equisetum. Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Sporangium menghasilkan satu jenis spora.5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetumkurang dari 1 m. Sporangium terdapat pada strobilus. Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4. Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Equisetopsida Famili : Equisetaceae Equisetum debile Nama paku ekor kuda merujuk pada segolongan kecil tumbuhan (sekitar 20 spesies) yang umumnya terna kecil dan semua masuk dalam genus Equisetum (dari equus yang berarti "kuda" dan setum yang berarti "rambut tebal" dalam bahasa Latin). Anggota-anggotanya dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika.Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus. batang. Equisetum terutama hidup pada habitat lembab di daerah subtropis. sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan.

Daun pada semua anggota tumbuhan ini tidak berkembang baik. berlubang di tengahnya. arvense dengan strobilus di ujungnya. tataropongan dalam bahasa Sunda. ramosissimum subsp. dan petongan dalam bahasa Jawa. Pada banyak spesies (misalnya E. misalnya E. kedekatan hubungan dengan Marattiopsida. debile. Ada kelompok yang batangnya bercabang-cabang dalam posisi berkarang dan ada yang bercabang tunggal. Batang ini banyak mengandung silika. Batang fertil E. Kalangan taksonomi masih memperdebatkan apakah kelompok ekor kuda atau Hasil merupakan divisio tersendiri. hanya menyerupai sisik yang duduk berkarang menutupi ruas. yang dikenal sebagai rumput betung dalam bahasa Melayu. terna berukuran kecil (tinggi 0. Jenis-jenis lain tidak memiliki perbedaan ini (batang steril mirip dengan batang pendukung strobilus). Spora tersimpan pada struktur berbentuk gada yang disebut strobilus (jamak strobili) yang terletak pada ujung batang (apical). Batangnya dapat bercabang.2-1. Batang tumbuhan ini berwarna hijau. E. beruas-ruas. Cabang duduk mengitari batang utama.hanya dijumpai satu spesies alami saja. Debile. analisis molekular menunjukkan sebagai Equisetophyta (atauSphenophyta). berperan sebagai organ fotosintetik menggantikan daun. arvense). myriochaetum). meskipun beberapa anggotanya (hidup di Amerika Tropik) ada yang bisa tumbuh mencapai 6-8 m (E. batang penyangga strobilus tidak bercabang dan tidak berfotosintesis (tidak berwarna hijau) serta hanya muncul segera setelah musim salju berakhir. sebelum munculnya batang steril yang fotosintetik (lihat gambar di Pteridophyta 13 . palustre dan E. suatu kelas dari Pteridophyta. Batang ini muncul pada akhir musim salju. Semua anggota paku ekor kuda bersifat tahunan. sebagai Equisetopsida (atau Sphenopsida).5 m). giganteum dan E.

debile) digunakan sebagai sikat untuk mencuci dan campuran obat. sekarang sudah punah) mendominasi hutan-hutan di bumi. Spora keluar dari sporangiumyang tersusun pada strobilus. arvense tumbuh menjadi protalium jantan. Pteridophyta 14 . E. Batu bara dianggap sebagai pengerasan sisa-sisa serasah dari hutan purba ini.taxobox).Herbisida pun sering tidak berhasil mematikannya. mencapai 30 m. kira-kira pada zaman Karbonifer. Sporanya berbeda dengan spora paku-pakuan karena memiliki empat "rambut" yang disebut elater. Di Indonesia. Beberapa spesies dapat tumbuh sangat besar. Pada masa lalu. seperti ditunjukkan pada fosil-fosil yang ditemukan pada deposit batu bara. dari divisio yang sama. baik berpasir maupun berlempung. paku ekor kuda purba dan kerabatnya (Calamites. Spora yang dihasilkan paku ekor kuda umumnya hanya satu macam (homospor) meskipun spora yang lebih kecil pada E.arvense dapat tumbuh menjadi gulma di ladang karena rimpangnya yang sangat dalam dan menyebar luas di tanah. rumput betung (E. Elater berfungsi sebagai pegas untuk membantu pemencaran spora. beberapa bahkan tumbuh di air (batang yang berongga membantu adaptasi pada lingkungan ini). Paku ekor kuda menyukai tanah yang basah.

Batang dapat berupa batang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah. dan daun sejati. Daunnya yang masih muda menggulung pada ujungnya dan sporangium terdapat pada sporofil. Memiliki daun yang lebih besar dibandingkan dengan subdivisi lainnya dan dibedakan menjadi dua macam yaitu megafil dengan sistem percabangan pembuluh dan mikrofil yaitu daun yang tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12. Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Contohnya adalah Adiantum cuneatum (suplir). dan Asplenium nidus (paku sarang kuda). Filicinae memiliki akar.000 jenis dari kelas Filicinae.4. Daun Filicinae umumnya berukuran Pteridophyta 15 . Banyak ditemukan di daerah hutan tropis dan subtropis. Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Paku Sejati (Pteropsida) Dikenal sebagai pakis menurut pengertian kita sehari-hari. batang. Marsilea crenata (semanggi).

sebagai berikut : a. Apalagi Tumbuhan paku sangat mudah dicari di alam sekitar kita. Mungkin manfaat tumbuhan paku masih banyak yang belum tahu. Sebagai tanaman sayuran : Marsilea crenata (semanggi) Pteridophyta 16 . Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum). Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai tanaman hiasan : Diantaranya • • • • • • • • Platycerium nidus (paku tanduk rusa) Asplenium nidus (paku sarang burung) Adiantum cuneatum (suplir) Selaginella wildenowii (paku rane) b. Tapi disisi lain tumbuhan paku juga sangat bermanfaat atau berkhasiat. Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Banyak orang yang mengangap tumbuhan paku adalah sebuah tumbuhan atau tanaman pengganggu. paku sarang burung (Asplenium nidus). dan Dicksonia antarctica. Paku sawah (Azolla pinnata). suplir (Adiantum cuneatum). Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi (Marsilea crenata).besar dan memiliki tulang daun bercabang. Sebagai bahan penghasil obat-obatan : Asipidium filix-mas Dryopteris filix-mas Lycopodium clavatum c. Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung (circinnatus). F.

Sebagai tanaman sayuran :  Marsilea crenata (semanggi)  Salvinia natans (paku sampan = kiambang) Pteridophyta 17 . fosil tersebut berupa c. Tumbuhan paku yang hidup pada zaman karbon telah memfosil.• Salvinia natans (paku sampan = kiambang) d. Sebagai pelindung tanaman di persemaian : Gleichenia linearis f. Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara : Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba. misalnya dyoptoris filix-mas. Sebagai pupuk hijau dalam pertanian : Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) e. batu bara yang dapat dijadikan bahan bakar • • • b. berguna untuk obat-obatan. lycopodium clavatum. d.

Sebagai pelindugn tanaman di persemaian : .e.Gleichenia linearis Pteridophyta 18 .

tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. atau sedikit tegak.  Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. yaitu:  Paku Purba (Psilopsida)  Paku Kawat (Lycopsida)  Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Paku Sejati (Pteropsida) 3. Secara umum.  Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung.  Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium.  Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh.  Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zatzat mineral dari dalam tanah. 2. Berdasarkan tingkat perkembangannya.BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. menjalar. batang dan daun.  Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar. Manfaat dari tumbuhan paku adalah :  Sebagai tanaman hias  Sebagai bahan bakar  Sebagai obat-obatan  Sebagai tanaman sayuran  Sebagai pelindugn tanaman di persemaian Pteridophyta 19 .  Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra. karakteristik tumbuhan paku mempunyai:  Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->