Nama NIM Kelas

Disusun Oleh :

: Berlian Nur : 1005015014 : Reguler Pagi A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARWAN 2012

Pteridophyta

1

dan alat perkembangbiakan utamanya adalah spora. namun apabila di dasarkan atas ada atau tidaknya sistem pembuluh tumbuhan paku tergolong tumbuhan tingkat tinggi. Latar Belakang Tumbuhan secara umum dibagi menjadi sua tingkat yaitu tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhantingkat tinggi. Jadi bila di dasarkan pada macam alat perkembangbiakannya maka tumbuhan berspora tergolong tumbuhan tingkat rendah. Tumbuhan paku-pakuan (Pterodophyta) merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memliki karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan organisme/tumbuhan lainnya. tumbuhan ini digolongkan tumbuhan tingkat rendah karena meskipun tubuhnya secara jelas mempunyai kormus serta mempunyai sistem pembuluh tetapi belum menghasilkan biji. dan lain sebagainya. bahkan dapat dimanfatkan bagi manusia sebagai bahan baku pembuatan barang kerajinan. Hal tersebut dapat menjadi mudah. Selain itu. terdapat cukup banyak spesies pada divisi Pterodhophyta. Bagaimana karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta) sebagai tumbuhan tingkat rendah? Pteridophyta 2 . tatkala manusia (masyarakat) mengenali jenis-jenis tumbuhan paku tersebut. Dan dianggap sebagai tumbuhan tingkat tinggi karena sudah jelas mempunyai kormus dan dapat di bedakan antara akar dan batangnya. stipe dan bladenya tidak dapat di bedakan dan tidak berpembuluh. Namun ada tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat rendah dan masuk pula pada tumbuhan tingkat tinggi.BAB I PENDAHULUAN A. B. yang kesemuannya turut memiliki peranan tersendiri dalam ekosistem. Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui lebih dalam lagi tumbuhan paku atau pteridophyta serta meng identifikasi secara langsung serta mengetahui habitat maupun deskripsi dari bagian-bagian tumbuhan paku itu sendiri. Rumusan Masalah 1. Dianggap tumbuhan tingkat rendah karena bagian-bagian dari tumbuan tersebut tidak sejati contohnya pada alga. dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang memiliki nilai estetika.

Untuk mengetahui spesies yang termasuk dalam divisi Pteridophyta 3. Apa saja manfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan? C. Apa saja spesies yang termasuk dalam divisi (Pteridophyta) ? 3. Mengetahui maanfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan Pteridophyta 3 . Untuk mendeskripsikan karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta). 2. Tujuan 1.2.

tersebar mulai dari tepi pantai sampai ke lereng-lereng gunung. hidup di tanah. ciri-ciri tumbuhan paku mempunyai: 1. tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang hidup di permukaan tanah. Karakteristik Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Secara umum. Tumbuhan paku memiliki cara hidup yang bemacam-macam. Alih-alih biji. Pada hutan-hutan tropik dan subtropik. bahkan ada yang hidup di sekitar kawah gunung berapi. Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi. Pada umumnya. adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara. dan daun sejati. Total spesies yang diketahui hampir 10. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas. Pteridophyta atau Filicophyta). Pada tumbuhan paku fase yang lebih dominan adalah pada fase sporofit dibandingkan dengan gametofit sehingga tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan fase sporofit.BAB II PEMBAHASAN A. kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya. mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon. sama seperti lumut dan fungi. sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Tumbuhan ini juga mengalami metagenesis seperti lumut tetapi bebeda pada fase yang dominan. atau di air. batang.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia). ada yang saprofit. tumbuhan paku banyak hidup pada tempat lembap sehingga disebut sebagai tanaman higrofit. Tumbuhan paku (atau paku-pakuan. Pteridophyta 4 . Pengertian Tumbuhan paku atau Pterydophyta tergolong tumbuhan Kormophyta karena sudah memiliki akar. B. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia. yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. epifit.

dan bercabang-cabang serta sel-selnya sudah terdiferensiasi dengan baik. 2. Daun tropofil. ukuran dan susunan daunnya. 2. 5. menjalar. Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra. 7. atau sedikit tegak. Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium. Berdasarkan bentuk. Spora sporangium dibentuk (kotak di spora) dalam yang terkumpul di dalam suatu badan yang disebut sorus yang terletak di bawah permukaan bintik-bintik cokelat daun sporofil. Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat mineral dari dalam tanah. Swaktu berupa atau masih kuning. 6. Daun sporofil. tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. Daun mikrofil (daun kecil). Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh. ukurannya besar. bertulang daun. Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung. bertangkai. berbentuk seperti rambut atau sisik. daun tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. kehitaman. daun yang berfungsi sebagai penghasil spora. 8. Pteridophyta 5 . muda. 4. 3. Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar. cokelat. Berdasarkan fungsinya.2. sorus dilindungi oleh selaput tipis yang disebut indisium. batang dan daun. daun yang khusus sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. tidak bertangkai dan bertulang daun serta belum memperlihatkan diferensiasi sel. Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. Daun makrofil (daun besar).

D. Paku heterospora (anisospora). Metagenesis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Beberapa jenis hewan dan tumbuhan ada yang mengalami proses metagenesis. Contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi) dan Selaginella (paku rane) c. tumbuhan paku merupakan tumbuhan dalam fase sporofit (penghasil spora). protalium yang berbentuk talus merupakan fase gametofit (penghasil gamet). yaitu: a. Contohnya adalah Equisetum debile (paku ekor kuda). Paku homospora (isospora). yaitu tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu macam ukuran spora. Reproduksi vegetatif dengan spora haploid (n) yang dihasilkan oleh tumbuhan paku. Jadi. yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu mikrospora (berkelamin jantan yang berukuran kecil) dan makrospora (spora berkelamin betina yang berukuran besar). yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama. Reproduksi generatif terjadi melalui peleburan antara spermatozoid dan ovum yang dihasilkan oleh protalium.C. Satu berjenis kelamin jantan dan yang lain berjenis kelamin betina. Jadi. tumbuhan paku dibedakn atas 3 golongan. Contoh: Lycopodium sternum (paku kawat). Reproduksi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Reproduksi tumbuhan paku berlangsung secara metagenesis. Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan. Pteridophyta 6 . Paku peralihan. tetapi berbeda jenis kelaminnya. b.

Hewan dan tumbuhan yang mengalami metagenesis akan mengalami dua fase kehidupan. Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi individu baru yang menghasilkan gamet. Demikian seterusnya terjadi pergiliran keturunan antara fase gametofit dan sporofit. Metagenesis pada tumbuhan dapat diamati dengan jelas pada tumbuhan tak berbiji (paku dan lumut). pembentukan gamet jantan berlangsung di dalam antheridium dan gamet betina di dalam arkegonium. Sedangkan tumbuhan paku yang kamu lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. Reproduksi generatif tumbuhan paku dilakukan melalui peleburan spermatozoid dan ovum. Pergiliran keturunan antara fase sporofit dan gametofit itulah yang disebut metagenesis. Reproduksi generatif dan reproduksi vegetatif berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. dan peralihan. Berikut skema metagenesis pada tumbuhan paku homospora. Jika gamet jantan membuahi gamet betina. Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk spora. Zigot tumbuh menjadi individu yang menghasilkan spora. Tumbuhan lumut yang sering kamu jumpai merupakan fase gametofit.Metagenesis adalah proses pergiliran hidup yaitu antara fase seksual dan aseksual. Pada tumbuhan tersebut. yaitu fase kehidupan yang bereproduksi secara seksual dan fase kehidupan yang bereproduksi secara aseksual. maka akan terbentuk zigot. Generasi ini disebut fase vegetatif (aseksual) atau sporofit. INCLUDEPICTURE Pteridophyta 7 . maka generasi ini disebut fase generatif (seksual) atau gametofit. Karena menghasilkan gamet. heterospora.

Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Pteridophyta 8 .wordpress."http://biosejati.png?w=555&h=277" E.files.com/2012/08/image_thumb10.

Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Paku Purba (Psilopsida) Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus. Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi. yaitu: 1. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati.Berdasarkan tingkat perkembangannya. Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. 2. Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. Paku Kawat (Lycopsida) Pteridophyta 9 . Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora). Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun ( Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum).

yaitu mengandung anteridium dan arkegonium.Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Sub Kelas: Schizaeatae Ordo: Schizaeales Famili: Lygodiaceae Genus: Lygodium Spesies: Lygodium scandens (L. Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan.) Sw Paku kawat mencakup 1. batang. yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Anggota paku kawat memiliki akar. Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis. yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. Pteridophyta 10 . Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). dan daun sejati. Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil.000 spesies tumbuhan paku. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah.

Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Lycopodium nummularifolium Merupakan jenis tumbuhan paku perrenial dan hidup sebagai epifit di bawah dan melekat pada batang pohon-pohon pada habitat aslinya. memanjang atau menggantung. keras dan memanjang seperti kawat (wiry stem). Batang berbentuk bulat. juga sebagai alat perekat tanaman pada tempat tumbuhnya. yaitu hutan tropis. sistem Rhizoma perakaran berakar baru adventif merupakan bentuk modifikasi batang yang berfungsi selain sebagai alat trasport air dan nutrient untuk proses photosintesis. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Pteridophyta 11 . kecil. spesies ini cenderung bertipikal tumbuh menjalar. 3. Dibandingkan dengan kerabat Lycopodium lain yang tumbuh merumpun (menggerombol). Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium. Dua cabang dikotomi (dichotomous branches) terbentuk pada ujung batang/cabang sebelumnya yang selanjutnya tumbuh menjadi cabang-cabang baru. Cabang-cabang kemudian dapat tumbuh hingga mencapai tanah dan menjalar membentuk (rhizoma).

Equisetum terutama hidup pada habitat lembab di daerah subtropis. Sporangium terdapat pada strobilus. Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4. dan daun sejati. Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis.Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus.5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetumkurang dari 1 m. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. yaitu Equisetum. Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Equisetopsida Famili : Equisetaceae Equisetum debile Nama paku ekor kuda merujuk pada segolongan kecil tumbuhan (sekitar 20 spesies) yang umumnya terna kecil dan semua masuk dalam genus Equisetum (dari equus yang berarti "kuda" dan setum yang berarti "rambut tebal" dalam bahasa Latin). batang. sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Sporangium menghasilkan satu jenis spora. Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual. Di kawasan Asia Tenggara (Indonesia termasuk di dalamnya) Pteridophyta 12 . Anggota-anggotanya dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika. Equisetummemiliki akar.

Daun pada semua anggota tumbuhan ini tidak berkembang baik. terna berukuran kecil (tinggi 0. suatu kelas dari Pteridophyta. Jenis-jenis lain tidak memiliki perbedaan ini (batang steril mirip dengan batang pendukung strobilus). Spora tersimpan pada struktur berbentuk gada yang disebut strobilus (jamak strobili) yang terletak pada ujung batang (apical). debile. tataropongan dalam bahasa Sunda. meskipun beberapa anggotanya (hidup di Amerika Tropik) ada yang bisa tumbuh mencapai 6-8 m (E. Batangnya dapat bercabang. Kalangan taksonomi masih memperdebatkan apakah kelompok ekor kuda atau Hasil merupakan divisio tersendiri. giganteum dan E. hanya menyerupai sisik yang duduk berkarang menutupi ruas. analisis molekular menunjukkan sebagai Equisetophyta (atauSphenophyta). Semua anggota paku ekor kuda bersifat tahunan. berperan sebagai organ fotosintetik menggantikan daun. Ada kelompok yang batangnya bercabang-cabang dalam posisi berkarang dan ada yang bercabang tunggal. beruas-ruas. sebelum munculnya batang steril yang fotosintetik (lihat gambar di Pteridophyta 13 . kedekatan hubungan dengan Marattiopsida.5 m). Cabang duduk mengitari batang utama. myriochaetum). berlubang di tengahnya. sebagai Equisetopsida (atau Sphenopsida). dan petongan dalam bahasa Jawa.hanya dijumpai satu spesies alami saja. arvense dengan strobilus di ujungnya. Debile. palustre dan E. Batang ini muncul pada akhir musim salju. batang penyangga strobilus tidak bercabang dan tidak berfotosintesis (tidak berwarna hijau) serta hanya muncul segera setelah musim salju berakhir. Batang fertil E.2-1. E. ramosissimum subsp. yang dikenal sebagai rumput betung dalam bahasa Melayu. Batang ini banyak mengandung silika. Batang tumbuhan ini berwarna hijau. arvense). misalnya E. Pada banyak spesies (misalnya E.

Herbisida pun sering tidak berhasil mematikannya. E. Spora yang dihasilkan paku ekor kuda umumnya hanya satu macam (homospor) meskipun spora yang lebih kecil pada E. Beberapa spesies dapat tumbuh sangat besar. arvense tumbuh menjadi protalium jantan.taxobox). Batu bara dianggap sebagai pengerasan sisa-sisa serasah dari hutan purba ini. kira-kira pada zaman Karbonifer. sekarang sudah punah) mendominasi hutan-hutan di bumi. mencapai 30 m. Elater berfungsi sebagai pegas untuk membantu pemencaran spora. paku ekor kuda purba dan kerabatnya (Calamites. seperti ditunjukkan pada fosil-fosil yang ditemukan pada deposit batu bara. Paku ekor kuda menyukai tanah yang basah. Pteridophyta 14 . dari divisio yang sama. baik berpasir maupun berlempung.arvense dapat tumbuh menjadi gulma di ladang karena rimpangnya yang sangat dalam dan menyebar luas di tanah. Pada masa lalu. debile) digunakan sebagai sikat untuk mencuci dan campuran obat. Spora keluar dari sporangiumyang tersusun pada strobilus. Sporanya berbeda dengan spora paku-pakuan karena memiliki empat "rambut" yang disebut elater. Di Indonesia. rumput betung (E. beberapa bahkan tumbuh di air (batang yang berongga membantu adaptasi pada lingkungan ini).

Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Daunnya yang masih muda menggulung pada ujungnya dan sporangium terdapat pada sporofil. batang. Daun Filicinae umumnya berukuran Pteridophyta 15 . Paku Sejati (Pteropsida) Dikenal sebagai pakis menurut pengertian kita sehari-hari. dan Asplenium nidus (paku sarang kuda). Banyak ditemukan di daerah hutan tropis dan subtropis. Memiliki daun yang lebih besar dibandingkan dengan subdivisi lainnya dan dibedakan menjadi dua macam yaitu megafil dengan sistem percabangan pembuluh dan mikrofil yaitu daun yang tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut. Batang dapat berupa batang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah.000 jenis dari kelas Filicinae. Contohnya adalah Adiantum cuneatum (suplir). Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12. dan daun sejati.4. Filicinae memiliki akar. Marsilea crenata (semanggi).

Apalagi Tumbuhan paku sangat mudah dicari di alam sekitar kita. Mungkin manfaat tumbuhan paku masih banyak yang belum tahu. Sebagai bahan penghasil obat-obatan : Asipidium filix-mas Dryopteris filix-mas Lycopodium clavatum c.besar dan memiliki tulang daun bercabang. Paku sawah (Azolla pinnata). Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung (circinnatus). Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Banyak orang yang mengangap tumbuhan paku adalah sebuah tumbuhan atau tanaman pengganggu. paku sarang burung (Asplenium nidus). F. suplir (Adiantum cuneatum). Sebagai tanaman sayuran : Marsilea crenata (semanggi) Pteridophyta 16 . sebagai berikut : a. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai tanaman hiasan : Diantaranya • • • • • • • • Platycerium nidus (paku tanduk rusa) Asplenium nidus (paku sarang burung) Adiantum cuneatum (suplir) Selaginella wildenowii (paku rane) b. Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum). Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi (Marsilea crenata). dan Dicksonia antarctica. Tapi disisi lain tumbuhan paku juga sangat bermanfaat atau berkhasiat.

Tumbuhan paku yang hidup pada zaman karbon telah memfosil. fosil tersebut berupa c. berguna untuk obat-obatan. Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara : Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba. d. batu bara yang dapat dijadikan bahan bakar • • • b. Sebagai pelindung tanaman di persemaian : Gleichenia linearis f. Sebagai pupuk hijau dalam pertanian : Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) e. misalnya dyoptoris filix-mas. lycopodium clavatum. Sebagai tanaman sayuran :  Marsilea crenata (semanggi)  Salvinia natans (paku sampan = kiambang) Pteridophyta 17 .• Salvinia natans (paku sampan = kiambang) d.

Gleichenia linearis Pteridophyta 18 . Sebagai pelindugn tanaman di persemaian : .e.

BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. batang dan daun.  Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh. menjalar.  Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung. Manfaat dari tumbuhan paku adalah :  Sebagai tanaman hias  Sebagai bahan bakar  Sebagai obat-obatan  Sebagai tanaman sayuran  Sebagai pelindugn tanaman di persemaian Pteridophyta 19 .  Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra.  Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium. karakteristik tumbuhan paku mempunyai:  Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi. Berdasarkan tingkat perkembangannya.  Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zatzat mineral dari dalam tanah. Secara umum.  Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar. yaitu:  Paku Purba (Psilopsida)  Paku Kawat (Lycopsida)  Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Paku Sejati (Pteropsida) 3. 2. tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. atau sedikit tegak.  Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful