Nama NIM Kelas

Disusun Oleh :

: Berlian Nur : 1005015014 : Reguler Pagi A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARWAN 2012

Pteridophyta

1

Dianggap tumbuhan tingkat rendah karena bagian-bagian dari tumbuan tersebut tidak sejati contohnya pada alga. Jadi bila di dasarkan pada macam alat perkembangbiakannya maka tumbuhan berspora tergolong tumbuhan tingkat rendah. Selain itu. Bagaimana karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta) sebagai tumbuhan tingkat rendah? Pteridophyta 2 . Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui lebih dalam lagi tumbuhan paku atau pteridophyta serta meng identifikasi secara langsung serta mengetahui habitat maupun deskripsi dari bagian-bagian tumbuhan paku itu sendiri. B. Dan dianggap sebagai tumbuhan tingkat tinggi karena sudah jelas mempunyai kormus dan dapat di bedakan antara akar dan batangnya. bahkan dapat dimanfatkan bagi manusia sebagai bahan baku pembuatan barang kerajinan. dan alat perkembangbiakan utamanya adalah spora. tatkala manusia (masyarakat) mengenali jenis-jenis tumbuhan paku tersebut. Rumusan Masalah 1. tumbuhan ini digolongkan tumbuhan tingkat rendah karena meskipun tubuhnya secara jelas mempunyai kormus serta mempunyai sistem pembuluh tetapi belum menghasilkan biji. dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang memiliki nilai estetika. Latar Belakang Tumbuhan secara umum dibagi menjadi sua tingkat yaitu tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhantingkat tinggi. namun apabila di dasarkan atas ada atau tidaknya sistem pembuluh tumbuhan paku tergolong tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan paku-pakuan (Pterodophyta) merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memliki karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan organisme/tumbuhan lainnya. Namun ada tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat rendah dan masuk pula pada tumbuhan tingkat tinggi. dan lain sebagainya. stipe dan bladenya tidak dapat di bedakan dan tidak berpembuluh. terdapat cukup banyak spesies pada divisi Pterodhophyta. Hal tersebut dapat menjadi mudah. yang kesemuannya turut memiliki peranan tersendiri dalam ekosistem.BAB I PENDAHULUAN A.

2. Apa saja manfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan? C.2. Apa saja spesies yang termasuk dalam divisi (Pteridophyta) ? 3. Mengetahui maanfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan Pteridophyta 3 . Untuk mengetahui spesies yang termasuk dalam divisi Pteridophyta 3. Untuk mendeskripsikan karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta). Tujuan 1.

sama seperti lumut dan fungi. Pada tumbuhan paku fase yang lebih dominan adalah pada fase sporofit dibandingkan dengan gametofit sehingga tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. batang. Alih-alih biji. B. ada yang saprofit. dan daun sejati. Tumbuhan paku memiliki cara hidup yang bemacam-macam. Pengertian Tumbuhan paku atau Pterydophyta tergolong tumbuhan Kormophyta karena sudah memiliki akar. ciri-ciri tumbuhan paku mempunyai: 1. adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. atau di air. sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). tersebar mulai dari tepi pantai sampai ke lereng-lereng gunung. Tumbuhan paku (atau paku-pakuan. Pteridophyta atau Filicophyta). Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia. mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon. Tumbuhan ini juga mengalami metagenesis seperti lumut tetapi bebeda pada fase yang dominan. hidup di tanah. epifit. Pada hutan-hutan tropik dan subtropik. Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi. Pada umumnya. Karakteristik Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Secara umum. yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. Total spesies yang diketahui hampir 10. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara. bahkan ada yang hidup di sekitar kawah gunung berapi. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas. kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya. Pteridophyta 4 .000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia).BAB II PEMBAHASAN A. tumbuhan paku banyak hidup pada tempat lembap sehingga disebut sebagai tanaman higrofit. tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang hidup di permukaan tanah.

Daun makrofil (daun besar). 7. Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh.2. Pteridophyta 5 . bertulang daun. Daun sporofil. 2. Swaktu berupa atau masih kuning. tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra. Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium. cokelat. 8. Spora sporangium dibentuk (kotak di spora) dalam yang terkumpul di dalam suatu badan yang disebut sorus yang terletak di bawah permukaan bintik-bintik cokelat daun sporofil. daun yang berfungsi sebagai penghasil spora. sorus dilindungi oleh selaput tipis yang disebut indisium. 4. tidak bertangkai dan bertulang daun serta belum memperlihatkan diferensiasi sel. muda. Berdasarkan bentuk. Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung. ukurannya besar. Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar. 6. Daun mikrofil (daun kecil). batang dan daun. 3. bertangkai. daun tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. 2. 5. dan bercabang-cabang serta sel-selnya sudah terdiferensiasi dengan baik. atau sedikit tegak. Berdasarkan fungsinya. menjalar. ukuran dan susunan daunnya. berbentuk seperti rambut atau sisik. Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat mineral dari dalam tanah. Daun tropofil. kehitaman. daun yang khusus sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang.

Paku homospora (isospora). Contohnya adalah Equisetum debile (paku ekor kuda). Paku heterospora (anisospora). b.C. Paku peralihan. yaitu tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu macam ukuran spora. D. Pteridophyta 6 . tumbuhan paku dibedakn atas 3 golongan. yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama. Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan. Jadi. tetapi berbeda jenis kelaminnya. Metagenesis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Beberapa jenis hewan dan tumbuhan ada yang mengalami proses metagenesis. Reproduksi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Reproduksi tumbuhan paku berlangsung secara metagenesis. Contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi) dan Selaginella (paku rane) c. yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu mikrospora (berkelamin jantan yang berukuran kecil) dan makrospora (spora berkelamin betina yang berukuran besar). yaitu: a. tumbuhan paku merupakan tumbuhan dalam fase sporofit (penghasil spora). Satu berjenis kelamin jantan dan yang lain berjenis kelamin betina. protalium yang berbentuk talus merupakan fase gametofit (penghasil gamet). Jadi. Contoh: Lycopodium sternum (paku kawat). Reproduksi vegetatif dengan spora haploid (n) yang dihasilkan oleh tumbuhan paku. Reproduksi generatif terjadi melalui peleburan antara spermatozoid dan ovum yang dihasilkan oleh protalium.

Karena menghasilkan gamet. Demikian seterusnya terjadi pergiliran keturunan antara fase gametofit dan sporofit. Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk spora.Metagenesis adalah proses pergiliran hidup yaitu antara fase seksual dan aseksual. Reproduksi generatif tumbuhan paku dilakukan melalui peleburan spermatozoid dan ovum. Tumbuhan lumut yang sering kamu jumpai merupakan fase gametofit. Pergiliran keturunan antara fase sporofit dan gametofit itulah yang disebut metagenesis. Jika gamet jantan membuahi gamet betina. maka generasi ini disebut fase generatif (seksual) atau gametofit. Pada tumbuhan tersebut. pembentukan gamet jantan berlangsung di dalam antheridium dan gamet betina di dalam arkegonium. dan peralihan. Metagenesis pada tumbuhan dapat diamati dengan jelas pada tumbuhan tak berbiji (paku dan lumut). Hewan dan tumbuhan yang mengalami metagenesis akan mengalami dua fase kehidupan. Zigot tumbuh menjadi individu yang menghasilkan spora. heterospora. INCLUDEPICTURE Pteridophyta 7 . Sedangkan tumbuhan paku yang kamu lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi individu baru yang menghasilkan gamet. Berikut skema metagenesis pada tumbuhan paku homospora. Generasi ini disebut fase vegetatif (aseksual) atau sporofit. yaitu fase kehidupan yang bereproduksi secara seksual dan fase kehidupan yang bereproduksi secara aseksual. maka akan terbentuk zigot. Reproduksi generatif dan reproduksi vegetatif berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis.

"http://biosejati.wordpress.com/2012/08/image_thumb10.png?w=555&h=277" E.files. Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Pteridophyta 8 .

Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. yaitu: 1. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun ( Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum). Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut.Berdasarkan tingkat perkembangannya. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi. 2. Paku Purba (Psilopsida) Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus. Paku Kawat (Lycopsida) Pteridophyta 9 . Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora). Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang.

yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Pteridophyta 10 . Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. yaitu mikrosporangium dan megasporangium.000 spesies tumbuhan paku. yaitu mengandung anteridium dan arkegonium.) Sw Paku kawat mencakup 1. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Anggota paku kawat memiliki akar. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual. dan daun sejati. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis. batang. Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan. Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina.Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Sub Kelas: Schizaeatae Ordo: Schizaeales Famili: Lygodiaceae Genus: Lygodium Spesies: Lygodium scandens (L. Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis.

Lycopodium nummularifolium Merupakan jenis tumbuhan paku perrenial dan hidup sebagai epifit di bawah dan melekat pada batang pohon-pohon pada habitat aslinya. juga sebagai alat perekat tanaman pada tempat tumbuhnya. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Pteridophyta 11 . Batang berbentuk bulat. sistem Rhizoma perakaran berakar baru adventif merupakan bentuk modifikasi batang yang berfungsi selain sebagai alat trasport air dan nutrient untuk proses photosintesis. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium. Dibandingkan dengan kerabat Lycopodium lain yang tumbuh merumpun (menggerombol). memanjang atau menggantung. 3. keras dan memanjang seperti kawat (wiry stem). Dua cabang dikotomi (dichotomous branches) terbentuk pada ujung batang/cabang sebelumnya yang selanjutnya tumbuh menjadi cabang-cabang baru. Cabang-cabang kemudian dapat tumbuh hingga mencapai tanah dan menjalar membentuk (rhizoma). spesies ini cenderung bertipikal tumbuh menjalar.Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. kecil. yaitu hutan tropis.

Anggota-anggotanya dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika. Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. Equisetum terutama hidup pada habitat lembab di daerah subtropis. Sporangium terdapat pada strobilus. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Equisetummemiliki akar. Sporangium menghasilkan satu jenis spora. Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4. dan daun sejati. Di kawasan Asia Tenggara (Indonesia termasuk di dalamnya) Pteridophyta 12 . yaitu Equisetum. Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Equisetopsida Famili : Equisetaceae Equisetum debile Nama paku ekor kuda merujuk pada segolongan kecil tumbuhan (sekitar 20 spesies) yang umumnya terna kecil dan semua masuk dalam genus Equisetum (dari equus yang berarti "kuda" dan setum yang berarti "rambut tebal" dalam bahasa Latin). Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik.Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus.5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetumkurang dari 1 m. batang. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual. sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika.

Kalangan taksonomi masih memperdebatkan apakah kelompok ekor kuda atau Hasil merupakan divisio tersendiri. hanya menyerupai sisik yang duduk berkarang menutupi ruas. debile. Spora tersimpan pada struktur berbentuk gada yang disebut strobilus (jamak strobili) yang terletak pada ujung batang (apical).2-1. Semua anggota paku ekor kuda bersifat tahunan. Jenis-jenis lain tidak memiliki perbedaan ini (batang steril mirip dengan batang pendukung strobilus). Batang tumbuhan ini berwarna hijau. beruas-ruas. terna berukuran kecil (tinggi 0. palustre dan E. berlubang di tengahnya. sebagai Equisetopsida (atau Sphenopsida). Batang fertil E. batang penyangga strobilus tidak bercabang dan tidak berfotosintesis (tidak berwarna hijau) serta hanya muncul segera setelah musim salju berakhir. sebelum munculnya batang steril yang fotosintetik (lihat gambar di Pteridophyta 13 . Batang ini banyak mengandung silika.5 m). dan petongan dalam bahasa Jawa. Cabang duduk mengitari batang utama. E. berperan sebagai organ fotosintetik menggantikan daun. ramosissimum subsp. arvense). meskipun beberapa anggotanya (hidup di Amerika Tropik) ada yang bisa tumbuh mencapai 6-8 m (E. giganteum dan E. Pada banyak spesies (misalnya E. Daun pada semua anggota tumbuhan ini tidak berkembang baik. misalnya E. kedekatan hubungan dengan Marattiopsida. Batangnya dapat bercabang. Debile. Ada kelompok yang batangnya bercabang-cabang dalam posisi berkarang dan ada yang bercabang tunggal. myriochaetum). analisis molekular menunjukkan sebagai Equisetophyta (atauSphenophyta). tataropongan dalam bahasa Sunda. suatu kelas dari Pteridophyta. yang dikenal sebagai rumput betung dalam bahasa Melayu. Batang ini muncul pada akhir musim salju. arvense dengan strobilus di ujungnya.hanya dijumpai satu spesies alami saja.

Beberapa spesies dapat tumbuh sangat besar. Spora keluar dari sporangiumyang tersusun pada strobilus. baik berpasir maupun berlempung. debile) digunakan sebagai sikat untuk mencuci dan campuran obat.Herbisida pun sering tidak berhasil mematikannya.arvense dapat tumbuh menjadi gulma di ladang karena rimpangnya yang sangat dalam dan menyebar luas di tanah. E. Di Indonesia. beberapa bahkan tumbuh di air (batang yang berongga membantu adaptasi pada lingkungan ini). Pada masa lalu. Pteridophyta 14 . Elater berfungsi sebagai pegas untuk membantu pemencaran spora. rumput betung (E. dari divisio yang sama. sekarang sudah punah) mendominasi hutan-hutan di bumi. Batu bara dianggap sebagai pengerasan sisa-sisa serasah dari hutan purba ini. Spora yang dihasilkan paku ekor kuda umumnya hanya satu macam (homospor) meskipun spora yang lebih kecil pada E. paku ekor kuda purba dan kerabatnya (Calamites. Sporanya berbeda dengan spora paku-pakuan karena memiliki empat "rambut" yang disebut elater. arvense tumbuh menjadi protalium jantan.taxobox). mencapai 30 m. seperti ditunjukkan pada fosil-fosil yang ditemukan pada deposit batu bara. kira-kira pada zaman Karbonifer. Paku ekor kuda menyukai tanah yang basah.

dan daun sejati. Marsilea crenata (semanggi).000 jenis dari kelas Filicinae. Filicinae memiliki akar. Memiliki daun yang lebih besar dibandingkan dengan subdivisi lainnya dan dibedakan menjadi dua macam yaitu megafil dengan sistem percabangan pembuluh dan mikrofil yaitu daun yang tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut. dan Asplenium nidus (paku sarang kuda). Paku sejati diperkirakan berjumlah 12. Batang dapat berupa batang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah.4. Paku Sejati (Pteropsida) Dikenal sebagai pakis menurut pengertian kita sehari-hari. Banyak ditemukan di daerah hutan tropis dan subtropis. Daunnya yang masih muda menggulung pada ujungnya dan sporangium terdapat pada sporofil. Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. batang. Daun Filicinae umumnya berukuran Pteridophyta 15 . Contohnya adalah Adiantum cuneatum (suplir). Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis.

Mungkin manfaat tumbuhan paku masih banyak yang belum tahu. Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung (circinnatus). Sebagai bahan penghasil obat-obatan : Asipidium filix-mas Dryopteris filix-mas Lycopodium clavatum c. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai tanaman hiasan : Diantaranya • • • • • • • • Platycerium nidus (paku tanduk rusa) Asplenium nidus (paku sarang burung) Adiantum cuneatum (suplir) Selaginella wildenowii (paku rane) b. Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Banyak orang yang mengangap tumbuhan paku adalah sebuah tumbuhan atau tanaman pengganggu. Apalagi Tumbuhan paku sangat mudah dicari di alam sekitar kita. Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum). suplir (Adiantum cuneatum). paku sarang burung (Asplenium nidus). sebagai berikut : a. Paku sawah (Azolla pinnata). F. dan Dicksonia antarctica.besar dan memiliki tulang daun bercabang. Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi (Marsilea crenata). Tapi disisi lain tumbuhan paku juga sangat bermanfaat atau berkhasiat. Sebagai tanaman sayuran : Marsilea crenata (semanggi) Pteridophyta 16 .

Tumbuhan paku yang hidup pada zaman karbon telah memfosil. Sebagai tanaman sayuran :  Marsilea crenata (semanggi)  Salvinia natans (paku sampan = kiambang) Pteridophyta 17 . berguna untuk obat-obatan. lycopodium clavatum. misalnya dyoptoris filix-mas. Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara : Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba. d. fosil tersebut berupa c.• Salvinia natans (paku sampan = kiambang) d. batu bara yang dapat dijadikan bahan bakar • • • b. Sebagai pupuk hijau dalam pertanian : Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) e. Sebagai pelindung tanaman di persemaian : Gleichenia linearis f.

e. Sebagai pelindugn tanaman di persemaian : .Gleichenia linearis Pteridophyta 18 .

menjalar.BAB III PENUTUP Kesimpulan 1.  Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh.  Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zatzat mineral dari dalam tanah. Manfaat dari tumbuhan paku adalah :  Sebagai tanaman hias  Sebagai bahan bakar  Sebagai obat-obatan  Sebagai tanaman sayuran  Sebagai pelindugn tanaman di persemaian Pteridophyta 19 . atau sedikit tegak.  Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung.  Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra.  Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium. 2.  Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. Secara umum. tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. karakteristik tumbuhan paku mempunyai:  Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi.  Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar. yaitu:  Paku Purba (Psilopsida)  Paku Kawat (Lycopsida)  Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Paku Sejati (Pteropsida) 3. Berdasarkan tingkat perkembangannya. batang dan daun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful