Nama NIM Kelas

Disusun Oleh :

: Berlian Nur : 1005015014 : Reguler Pagi A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARWAN 2012

Pteridophyta

1

Jadi bila di dasarkan pada macam alat perkembangbiakannya maka tumbuhan berspora tergolong tumbuhan tingkat rendah. Bagaimana karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta) sebagai tumbuhan tingkat rendah? Pteridophyta 2 . yang kesemuannya turut memiliki peranan tersendiri dalam ekosistem. Latar Belakang Tumbuhan secara umum dibagi menjadi sua tingkat yaitu tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhantingkat tinggi. terdapat cukup banyak spesies pada divisi Pterodhophyta. dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang memiliki nilai estetika. Dan dianggap sebagai tumbuhan tingkat tinggi karena sudah jelas mempunyai kormus dan dapat di bedakan antara akar dan batangnya. Rumusan Masalah 1. Dianggap tumbuhan tingkat rendah karena bagian-bagian dari tumbuan tersebut tidak sejati contohnya pada alga. tumbuhan ini digolongkan tumbuhan tingkat rendah karena meskipun tubuhnya secara jelas mempunyai kormus serta mempunyai sistem pembuluh tetapi belum menghasilkan biji. dan lain sebagainya.BAB I PENDAHULUAN A. Selain itu. stipe dan bladenya tidak dapat di bedakan dan tidak berpembuluh. bahkan dapat dimanfatkan bagi manusia sebagai bahan baku pembuatan barang kerajinan. Tumbuhan paku-pakuan (Pterodophyta) merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memliki karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan organisme/tumbuhan lainnya. B. dan alat perkembangbiakan utamanya adalah spora. namun apabila di dasarkan atas ada atau tidaknya sistem pembuluh tumbuhan paku tergolong tumbuhan tingkat tinggi. Namun ada tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat rendah dan masuk pula pada tumbuhan tingkat tinggi. Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui lebih dalam lagi tumbuhan paku atau pteridophyta serta meng identifikasi secara langsung serta mengetahui habitat maupun deskripsi dari bagian-bagian tumbuhan paku itu sendiri. Hal tersebut dapat menjadi mudah. tatkala manusia (masyarakat) mengenali jenis-jenis tumbuhan paku tersebut.

Apa saja manfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan? C. Mengetahui maanfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan Pteridophyta 3 . Apa saja spesies yang termasuk dalam divisi (Pteridophyta) ? 3. Untuk mendeskripsikan karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta). Tujuan 1. 2.2. Untuk mengetahui spesies yang termasuk dalam divisi Pteridophyta 3.

Pteridophyta atau Filicophyta). tersebar mulai dari tepi pantai sampai ke lereng-lereng gunung. ada yang saprofit. epifit. sama seperti lumut dan fungi. Pada umumnya. dan daun sejati. Tumbuhan paku (atau paku-pakuan. Pteridophyta 4 . tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang hidup di permukaan tanah. Total spesies yang diketahui hampir 10. adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Alih-alih biji. kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya. Tumbuhan paku memiliki cara hidup yang bemacam-macam. tumbuhan paku banyak hidup pada tempat lembap sehingga disebut sebagai tanaman higrofit. ciri-ciri tumbuhan paku mempunyai: 1. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara. Karakteristik Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Secara umum. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia. hidup di tanah.BAB II PEMBAHASAN A. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia). sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi. Tumbuhan ini juga mengalami metagenesis seperti lumut tetapi bebeda pada fase yang dominan. Pada hutan-hutan tropik dan subtropik. yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. Pada tumbuhan paku fase yang lebih dominan adalah pada fase sporofit dibandingkan dengan gametofit sehingga tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. B. bahkan ada yang hidup di sekitar kawah gunung berapi. Pengertian Tumbuhan paku atau Pterydophyta tergolong tumbuhan Kormophyta karena sudah memiliki akar. batang. mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon. atau di air.

daun tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. dan bercabang-cabang serta sel-selnya sudah terdiferensiasi dengan baik. berbentuk seperti rambut atau sisik. 2. sorus dilindungi oleh selaput tipis yang disebut indisium. bertulang daun. Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar. Daun mikrofil (daun kecil). Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat mineral dari dalam tanah. Swaktu berupa atau masih kuning. Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh. muda. atau sedikit tegak.2. Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium. Daun makrofil (daun besar). tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra. ukurannya besar. tidak bertangkai dan bertulang daun serta belum memperlihatkan diferensiasi sel. Daun tropofil. daun yang khusus sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. kehitaman. Berdasarkan fungsinya. ukuran dan susunan daunnya. Pteridophyta 5 . cokelat. Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung. 2. 3. daun yang berfungsi sebagai penghasil spora. Daun sporofil. 8. batang dan daun. bertangkai. 6. 5. 7. Spora sporangium dibentuk (kotak di spora) dalam yang terkumpul di dalam suatu badan yang disebut sorus yang terletak di bawah permukaan bintik-bintik cokelat daun sporofil. menjalar. 4. Berdasarkan bentuk.

Contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi) dan Selaginella (paku rane) c. Metagenesis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Beberapa jenis hewan dan tumbuhan ada yang mengalami proses metagenesis. Paku homospora (isospora). Paku peralihan. Reproduksi vegetatif dengan spora haploid (n) yang dihasilkan oleh tumbuhan paku. tetapi berbeda jenis kelaminnya. tumbuhan paku merupakan tumbuhan dalam fase sporofit (penghasil spora). Jadi. Reproduksi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Reproduksi tumbuhan paku berlangsung secara metagenesis. Pteridophyta 6 . yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama. tumbuhan paku dibedakn atas 3 golongan. protalium yang berbentuk talus merupakan fase gametofit (penghasil gamet). Satu berjenis kelamin jantan dan yang lain berjenis kelamin betina. yaitu tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu macam ukuran spora.C. Contohnya adalah Equisetum debile (paku ekor kuda). Contoh: Lycopodium sternum (paku kawat). Jadi. Reproduksi generatif terjadi melalui peleburan antara spermatozoid dan ovum yang dihasilkan oleh protalium. Paku heterospora (anisospora). Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan. D. yaitu: a. yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu mikrospora (berkelamin jantan yang berukuran kecil) dan makrospora (spora berkelamin betina yang berukuran besar). b.

Zigot tumbuh menjadi individu yang menghasilkan spora. Reproduksi generatif dan reproduksi vegetatif berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. Berikut skema metagenesis pada tumbuhan paku homospora. pembentukan gamet jantan berlangsung di dalam antheridium dan gamet betina di dalam arkegonium. maka akan terbentuk zigot. INCLUDEPICTURE Pteridophyta 7 . heterospora. dan peralihan. maka generasi ini disebut fase generatif (seksual) atau gametofit. Pada tumbuhan tersebut. Tumbuhan lumut yang sering kamu jumpai merupakan fase gametofit. Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk spora. Hewan dan tumbuhan yang mengalami metagenesis akan mengalami dua fase kehidupan. Metagenesis pada tumbuhan dapat diamati dengan jelas pada tumbuhan tak berbiji (paku dan lumut). Sedangkan tumbuhan paku yang kamu lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi individu baru yang menghasilkan gamet. Reproduksi generatif tumbuhan paku dilakukan melalui peleburan spermatozoid dan ovum.Metagenesis adalah proses pergiliran hidup yaitu antara fase seksual dan aseksual. yaitu fase kehidupan yang bereproduksi secara seksual dan fase kehidupan yang bereproduksi secara aseksual. Karena menghasilkan gamet. Pergiliran keturunan antara fase sporofit dan gametofit itulah yang disebut metagenesis. Demikian seterusnya terjadi pergiliran keturunan antara fase gametofit dan sporofit. Generasi ini disebut fase vegetatif (aseksual) atau sporofit. Jika gamet jantan membuahi gamet betina.

files.wordpress."http://biosejati.png?w=555&h=277" E.com/2012/08/image_thumb10. Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Pteridophyta 8 .

Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi. Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. yaitu: 1.Berdasarkan tingkat perkembangannya. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Paku Kawat (Lycopsida) Pteridophyta 9 . Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. 2. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun ( Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum). Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Paku Purba (Psilopsida) Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus. Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora).

yaitu mengandung anteridium dan arkegonium. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Anggota paku kawat memiliki akar. batang. yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis.) Sw Paku kawat mencakup 1.Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Sub Kelas: Schizaeatae Ordo: Schizaeales Famili: Lygodiaceae Genus: Lygodium Spesies: Lygodium scandens (L. terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. Pteridophyta 10 . Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual. Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah.000 spesies tumbuhan paku. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis. dan daun sejati.

Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. kecil. Cabang-cabang kemudian dapat tumbuh hingga mencapai tanah dan menjalar membentuk (rhizoma). sistem Rhizoma perakaran berakar baru adventif merupakan bentuk modifikasi batang yang berfungsi selain sebagai alat trasport air dan nutrient untuk proses photosintesis. keras dan memanjang seperti kawat (wiry stem). Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Pteridophyta 11 . Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium. 3. Dibandingkan dengan kerabat Lycopodium lain yang tumbuh merumpun (menggerombol). Lycopodium nummularifolium Merupakan jenis tumbuhan paku perrenial dan hidup sebagai epifit di bawah dan melekat pada batang pohon-pohon pada habitat aslinya. spesies ini cenderung bertipikal tumbuh menjalar. memanjang atau menggantung. Batang berbentuk bulat. yaitu hutan tropis. Dua cabang dikotomi (dichotomous branches) terbentuk pada ujung batang/cabang sebelumnya yang selanjutnya tumbuh menjadi cabang-cabang baru. juga sebagai alat perekat tanaman pada tempat tumbuhnya.

Anggota-anggotanya dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika. Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Equisetopsida Famili : Equisetaceae Equisetum debile Nama paku ekor kuda merujuk pada segolongan kecil tumbuhan (sekitar 20 spesies) yang umumnya terna kecil dan semua masuk dalam genus Equisetum (dari equus yang berarti "kuda" dan setum yang berarti "rambut tebal" dalam bahasa Latin). Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. batang.5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetumkurang dari 1 m. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. Equisetummemiliki akar.Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus. Sporangium terdapat pada strobilus. Di kawasan Asia Tenggara (Indonesia termasuk di dalamnya) Pteridophyta 12 . Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual. Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4. dan daun sejati. sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Sporangium menghasilkan satu jenis spora. Equisetum terutama hidup pada habitat lembab di daerah subtropis. yaitu Equisetum. Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda.

tataropongan dalam bahasa Sunda. hanya menyerupai sisik yang duduk berkarang menutupi ruas. Batang ini banyak mengandung silika. ramosissimum subsp. suatu kelas dari Pteridophyta. Daun pada semua anggota tumbuhan ini tidak berkembang baik. misalnya E. analisis molekular menunjukkan sebagai Equisetophyta (atauSphenophyta). batang penyangga strobilus tidak bercabang dan tidak berfotosintesis (tidak berwarna hijau) serta hanya muncul segera setelah musim salju berakhir. kedekatan hubungan dengan Marattiopsida. Cabang duduk mengitari batang utama. myriochaetum). dan petongan dalam bahasa Jawa. berlubang di tengahnya. Semua anggota paku ekor kuda bersifat tahunan. beruas-ruas. Ada kelompok yang batangnya bercabang-cabang dalam posisi berkarang dan ada yang bercabang tunggal. Spora tersimpan pada struktur berbentuk gada yang disebut strobilus (jamak strobili) yang terletak pada ujung batang (apical). sebelum munculnya batang steril yang fotosintetik (lihat gambar di Pteridophyta 13 . Debile. Batang ini muncul pada akhir musim salju.2-1. yang dikenal sebagai rumput betung dalam bahasa Melayu. E. Kalangan taksonomi masih memperdebatkan apakah kelompok ekor kuda atau Hasil merupakan divisio tersendiri. Jenis-jenis lain tidak memiliki perbedaan ini (batang steril mirip dengan batang pendukung strobilus). meskipun beberapa anggotanya (hidup di Amerika Tropik) ada yang bisa tumbuh mencapai 6-8 m (E. terna berukuran kecil (tinggi 0. Batang fertil E. sebagai Equisetopsida (atau Sphenopsida).hanya dijumpai satu spesies alami saja. giganteum dan E. Batangnya dapat bercabang. Pada banyak spesies (misalnya E. debile. palustre dan E. arvense). arvense dengan strobilus di ujungnya. Batang tumbuhan ini berwarna hijau. berperan sebagai organ fotosintetik menggantikan daun.5 m).

dari divisio yang sama. rumput betung (E. sekarang sudah punah) mendominasi hutan-hutan di bumi. Spora keluar dari sporangiumyang tersusun pada strobilus. E.arvense dapat tumbuh menjadi gulma di ladang karena rimpangnya yang sangat dalam dan menyebar luas di tanah. debile) digunakan sebagai sikat untuk mencuci dan campuran obat. Di Indonesia. Beberapa spesies dapat tumbuh sangat besar. mencapai 30 m. Elater berfungsi sebagai pegas untuk membantu pemencaran spora. Pada masa lalu. Batu bara dianggap sebagai pengerasan sisa-sisa serasah dari hutan purba ini. beberapa bahkan tumbuh di air (batang yang berongga membantu adaptasi pada lingkungan ini).Herbisida pun sering tidak berhasil mematikannya. paku ekor kuda purba dan kerabatnya (Calamites. Paku ekor kuda menyukai tanah yang basah.taxobox). seperti ditunjukkan pada fosil-fosil yang ditemukan pada deposit batu bara. arvense tumbuh menjadi protalium jantan. Spora yang dihasilkan paku ekor kuda umumnya hanya satu macam (homospor) meskipun spora yang lebih kecil pada E. Pteridophyta 14 . baik berpasir maupun berlempung. kira-kira pada zaman Karbonifer. Sporanya berbeda dengan spora paku-pakuan karena memiliki empat "rambut" yang disebut elater.

Marsilea crenata (semanggi). batang.4. Paku Sejati (Pteropsida) Dikenal sebagai pakis menurut pengertian kita sehari-hari. Daun Filicinae umumnya berukuran Pteridophyta 15 . dan daun sejati. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12. Banyak ditemukan di daerah hutan tropis dan subtropis. dan Asplenium nidus (paku sarang kuda). Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Filicinae memiliki akar. Batang dapat berupa batang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah.000 jenis dari kelas Filicinae. Contohnya adalah Adiantum cuneatum (suplir). Daunnya yang masih muda menggulung pada ujungnya dan sporangium terdapat pada sporofil. Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Memiliki daun yang lebih besar dibandingkan dengan subdivisi lainnya dan dibedakan menjadi dua macam yaitu megafil dengan sistem percabangan pembuluh dan mikrofil yaitu daun yang tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut.

Apalagi Tumbuhan paku sangat mudah dicari di alam sekitar kita. F. Sebagai tanaman sayuran : Marsilea crenata (semanggi) Pteridophyta 16 . Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung (circinnatus). Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai tanaman hiasan : Diantaranya • • • • • • • • Platycerium nidus (paku tanduk rusa) Asplenium nidus (paku sarang burung) Adiantum cuneatum (suplir) Selaginella wildenowii (paku rane) b. suplir (Adiantum cuneatum). Sebagai bahan penghasil obat-obatan : Asipidium filix-mas Dryopteris filix-mas Lycopodium clavatum c. Tapi disisi lain tumbuhan paku juga sangat bermanfaat atau berkhasiat. Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Banyak orang yang mengangap tumbuhan paku adalah sebuah tumbuhan atau tanaman pengganggu. Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi (Marsilea crenata). Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum). sebagai berikut : a.besar dan memiliki tulang daun bercabang. paku sarang burung (Asplenium nidus). Mungkin manfaat tumbuhan paku masih banyak yang belum tahu. Paku sawah (Azolla pinnata). dan Dicksonia antarctica.

Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara : Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba. Tumbuhan paku yang hidup pada zaman karbon telah memfosil. d. misalnya dyoptoris filix-mas.• Salvinia natans (paku sampan = kiambang) d. Sebagai pupuk hijau dalam pertanian : Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) e. Sebagai tanaman sayuran :  Marsilea crenata (semanggi)  Salvinia natans (paku sampan = kiambang) Pteridophyta 17 . fosil tersebut berupa c. berguna untuk obat-obatan. Sebagai pelindung tanaman di persemaian : Gleichenia linearis f. batu bara yang dapat dijadikan bahan bakar • • • b. lycopodium clavatum.

e. Sebagai pelindugn tanaman di persemaian : .Gleichenia linearis Pteridophyta 18 .

Manfaat dari tumbuhan paku adalah :  Sebagai tanaman hias  Sebagai bahan bakar  Sebagai obat-obatan  Sebagai tanaman sayuran  Sebagai pelindugn tanaman di persemaian Pteridophyta 19 .  Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung. 2. Berdasarkan tingkat perkembangannya. atau sedikit tegak. batang dan daun.BAB III PENUTUP Kesimpulan 1.  Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zatzat mineral dari dalam tanah. karakteristik tumbuhan paku mempunyai:  Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi. yaitu:  Paku Purba (Psilopsida)  Paku Kawat (Lycopsida)  Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Paku Sejati (Pteropsida) 3. menjalar.  Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar.  Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra.  Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. Secara umum.  Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium. tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi.  Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.