Nama NIM Kelas

Disusun Oleh :

: Berlian Nur : 1005015014 : Reguler Pagi A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARWAN 2012

Pteridophyta

1

namun apabila di dasarkan atas ada atau tidaknya sistem pembuluh tumbuhan paku tergolong tumbuhan tingkat tinggi. Latar Belakang Tumbuhan secara umum dibagi menjadi sua tingkat yaitu tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhantingkat tinggi. dan alat perkembangbiakan utamanya adalah spora. Hal tersebut dapat menjadi mudah. stipe dan bladenya tidak dapat di bedakan dan tidak berpembuluh. Dan dianggap sebagai tumbuhan tingkat tinggi karena sudah jelas mempunyai kormus dan dapat di bedakan antara akar dan batangnya. dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang memiliki nilai estetika. tumbuhan ini digolongkan tumbuhan tingkat rendah karena meskipun tubuhnya secara jelas mempunyai kormus serta mempunyai sistem pembuluh tetapi belum menghasilkan biji. Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui lebih dalam lagi tumbuhan paku atau pteridophyta serta meng identifikasi secara langsung serta mengetahui habitat maupun deskripsi dari bagian-bagian tumbuhan paku itu sendiri. Selain itu. Dianggap tumbuhan tingkat rendah karena bagian-bagian dari tumbuan tersebut tidak sejati contohnya pada alga. terdapat cukup banyak spesies pada divisi Pterodhophyta. yang kesemuannya turut memiliki peranan tersendiri dalam ekosistem. bahkan dapat dimanfatkan bagi manusia sebagai bahan baku pembuatan barang kerajinan. Tumbuhan paku-pakuan (Pterodophyta) merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memliki karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan organisme/tumbuhan lainnya. B.BAB I PENDAHULUAN A. Namun ada tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat rendah dan masuk pula pada tumbuhan tingkat tinggi. tatkala manusia (masyarakat) mengenali jenis-jenis tumbuhan paku tersebut. Bagaimana karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta) sebagai tumbuhan tingkat rendah? Pteridophyta 2 . Jadi bila di dasarkan pada macam alat perkembangbiakannya maka tumbuhan berspora tergolong tumbuhan tingkat rendah. dan lain sebagainya. Rumusan Masalah 1.

Tujuan 1. Untuk mengetahui spesies yang termasuk dalam divisi Pteridophyta 3.2. Mengetahui maanfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan Pteridophyta 3 . Apa saja spesies yang termasuk dalam divisi (Pteridophyta) ? 3. 2. Untuk mendeskripsikan karakteristik tumbuhan paku (Pteridophyta). Apa saja manfaat tumbuhan paku (Pteridophyta) bagi kehidupan? C.

tersebar mulai dari tepi pantai sampai ke lereng-lereng gunung. yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. dan daun sejati. Tumbuhan paku memiliki cara hidup yang bemacam-macam.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia). epifit. Pada umumnya. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas. Pteridophyta atau Filicophyta). mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon. Karakteristik Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Secara umum. adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. ciri-ciri tumbuhan paku mempunyai: 1. kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya. bahkan ada yang hidup di sekitar kawah gunung berapi. Total spesies yang diketahui hampir 10. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara. Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi. kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Pada hutan-hutan tropik dan subtropik.BAB II PEMBAHASAN A. sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. sama seperti lumut dan fungi. batang. Tumbuhan paku (atau paku-pakuan. tumbuhan paku banyak hidup pada tempat lembap sehingga disebut sebagai tanaman higrofit. Pengertian Tumbuhan paku atau Pterydophyta tergolong tumbuhan Kormophyta karena sudah memiliki akar. Pteridophyta 4 . B. Tumbuhan ini juga mengalami metagenesis seperti lumut tetapi bebeda pada fase yang dominan. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia. hidup di tanah. Pada tumbuhan paku fase yang lebih dominan adalah pada fase sporofit dibandingkan dengan gametofit sehingga tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. Alih-alih biji. tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang hidup di permukaan tanah. atau di air. ada yang saprofit.

menjalar. Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung. 7. 4. Swaktu berupa atau masih kuning. daun yang berfungsi sebagai penghasil spora. 6. Berdasarkan fungsinya. 3. Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh. bertangkai. daun tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. atau sedikit tegak. Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat mineral dari dalam tanah. sorus dilindungi oleh selaput tipis yang disebut indisium. tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi: 1. 5. dan bercabang-cabang serta sel-selnya sudah terdiferensiasi dengan baik. ukurannya besar. Daun makrofil (daun besar). daun yang khusus sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Daun sporofil. Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar. Pteridophyta 5 .2. cokelat. bertulang daun. batang dan daun. 8. kehitaman. muda. Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium. berbentuk seperti rambut atau sisik. Berdasarkan bentuk. Daun tropofil. tidak bertangkai dan bertulang daun serta belum memperlihatkan diferensiasi sel. Spora sporangium dibentuk (kotak di spora) dalam yang terkumpul di dalam suatu badan yang disebut sorus yang terletak di bawah permukaan bintik-bintik cokelat daun sporofil. 2. Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra. Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. ukuran dan susunan daunnya. 2. Daun mikrofil (daun kecil).

Contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi) dan Selaginella (paku rane) c. b. Paku heterospora (anisospora). Contoh: Lycopodium sternum (paku kawat). Paku peralihan. Satu berjenis kelamin jantan dan yang lain berjenis kelamin betina. protalium yang berbentuk talus merupakan fase gametofit (penghasil gamet). Reproduksi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Reproduksi tumbuhan paku berlangsung secara metagenesis. D. yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu mikrospora (berkelamin jantan yang berukuran kecil) dan makrospora (spora berkelamin betina yang berukuran besar). tumbuhan paku dibedakn atas 3 golongan. yaitu tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu macam ukuran spora. Reproduksi generatif terjadi melalui peleburan antara spermatozoid dan ovum yang dihasilkan oleh protalium.C. Metagenesis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Beberapa jenis hewan dan tumbuhan ada yang mengalami proses metagenesis. Pteridophyta 6 . Jadi. tumbuhan paku merupakan tumbuhan dalam fase sporofit (penghasil spora). tetapi berbeda jenis kelaminnya. yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama. Contohnya adalah Equisetum debile (paku ekor kuda). Reproduksi vegetatif dengan spora haploid (n) yang dihasilkan oleh tumbuhan paku. Paku homospora (isospora). Jadi. yaitu: a. Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan.

Reproduksi generatif tumbuhan paku dilakukan melalui peleburan spermatozoid dan ovum. Pada tumbuhan tersebut. heterospora. Generasi ini disebut fase vegetatif (aseksual) atau sporofit. Reproduksi generatif dan reproduksi vegetatif berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. Karena menghasilkan gamet. Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi individu baru yang menghasilkan gamet. Berikut skema metagenesis pada tumbuhan paku homospora. Zigot tumbuh menjadi individu yang menghasilkan spora.Metagenesis adalah proses pergiliran hidup yaitu antara fase seksual dan aseksual. Metagenesis pada tumbuhan dapat diamati dengan jelas pada tumbuhan tak berbiji (paku dan lumut). yaitu fase kehidupan yang bereproduksi secara seksual dan fase kehidupan yang bereproduksi secara aseksual. INCLUDEPICTURE Pteridophyta 7 . Hewan dan tumbuhan yang mengalami metagenesis akan mengalami dua fase kehidupan. Jika gamet jantan membuahi gamet betina. Sedangkan tumbuhan paku yang kamu lihat sehari-hari merupakan fase sporofit. dan peralihan. maka akan terbentuk zigot. Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk spora. Pergiliran keturunan antara fase sporofit dan gametofit itulah yang disebut metagenesis. Tumbuhan lumut yang sering kamu jumpai merupakan fase gametofit. pembentukan gamet jantan berlangsung di dalam antheridium dan gamet betina di dalam arkegonium. Demikian seterusnya terjadi pergiliran keturunan antara fase gametofit dan sporofit. maka generasi ini disebut fase generatif (seksual) atau gametofit.

Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Pteridophyta 8 .files.png?w=555&h=277" E.wordpress."http://biosejati.com/2012/08/image_thumb10.

tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. 2. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora). Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun ( Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum). Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. yaitu: 1. Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Paku Purba (Psilopsida) Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus.Berdasarkan tingkat perkembangannya. Paku Kawat (Lycopsida) Pteridophyta 9 . Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi.

) Sw Paku kawat mencakup 1. Pteridophyta 10 . yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. batang.Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan) Kelas: Pteridopsida Sub Kelas: Schizaeatae Ordo: Schizaeales Famili: Lygodiaceae Genus: Lygodium Spesies: Lygodium scandens (L. Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan. Anggota paku kawat memiliki akar. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual. Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual. yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). dan daun sejati. Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus.000 spesies tumbuhan paku. yaitu mengandung anteridium dan arkegonium. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis.

spesies ini cenderung bertipikal tumbuh menjalar. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium. Batang berbentuk bulat. Dibandingkan dengan kerabat Lycopodium lain yang tumbuh merumpun (menggerombol). yaitu hutan tropis. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Pteridophyta 11 . Cabang-cabang kemudian dapat tumbuh hingga mencapai tanah dan menjalar membentuk (rhizoma). keras dan memanjang seperti kawat (wiry stem). Lycopodium nummularifolium Merupakan jenis tumbuhan paku perrenial dan hidup sebagai epifit di bawah dan melekat pada batang pohon-pohon pada habitat aslinya. Dua cabang dikotomi (dichotomous branches) terbentuk pada ujung batang/cabang sebelumnya yang selanjutnya tumbuh menjadi cabang-cabang baru. juga sebagai alat perekat tanaman pada tempat tumbuhnya. kecil. sistem Rhizoma perakaran berakar baru adventif merupakan bentuk modifikasi batang yang berfungsi selain sebagai alat trasport air dan nutrient untuk proses photosintesis. memanjang atau menggantung.Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. 3.

Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual. Anggota-anggotanya dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika.Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus. Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4. Equisetummemiliki akar. Sporangium menghasilkan satu jenis spora. Sporangium terdapat pada strobilus. Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Equisetopsida Famili : Equisetaceae Equisetum debile Nama paku ekor kuda merujuk pada segolongan kecil tumbuhan (sekitar 20 spesies) yang umumnya terna kecil dan semua masuk dalam genus Equisetum (dari equus yang berarti "kuda" dan setum yang berarti "rambut tebal" dalam bahasa Latin). sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. batang. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. yaitu Equisetum.5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetumkurang dari 1 m. Di kawasan Asia Tenggara (Indonesia termasuk di dalamnya) Pteridophyta 12 . Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. dan daun sejati. Equisetum terutama hidup pada habitat lembab di daerah subtropis.

berperan sebagai organ fotosintetik menggantikan daun. beruas-ruas. Jenis-jenis lain tidak memiliki perbedaan ini (batang steril mirip dengan batang pendukung strobilus). Batangnya dapat bercabang. suatu kelas dari Pteridophyta. Kalangan taksonomi masih memperdebatkan apakah kelompok ekor kuda atau Hasil merupakan divisio tersendiri. yang dikenal sebagai rumput betung dalam bahasa Melayu.hanya dijumpai satu spesies alami saja. tataropongan dalam bahasa Sunda. Batang tumbuhan ini berwarna hijau. Pada banyak spesies (misalnya E. Batang fertil E. Batang ini muncul pada akhir musim salju. Batang ini banyak mengandung silika. palustre dan E. hanya menyerupai sisik yang duduk berkarang menutupi ruas. kedekatan hubungan dengan Marattiopsida. dan petongan dalam bahasa Jawa. giganteum dan E. Spora tersimpan pada struktur berbentuk gada yang disebut strobilus (jamak strobili) yang terletak pada ujung batang (apical).5 m). myriochaetum). Ada kelompok yang batangnya bercabang-cabang dalam posisi berkarang dan ada yang bercabang tunggal. meskipun beberapa anggotanya (hidup di Amerika Tropik) ada yang bisa tumbuh mencapai 6-8 m (E. ramosissimum subsp. arvense). E. terna berukuran kecil (tinggi 0. debile. analisis molekular menunjukkan sebagai Equisetophyta (atauSphenophyta). misalnya E. arvense dengan strobilus di ujungnya. sebagai Equisetopsida (atau Sphenopsida). berlubang di tengahnya. Daun pada semua anggota tumbuhan ini tidak berkembang baik. Debile. batang penyangga strobilus tidak bercabang dan tidak berfotosintesis (tidak berwarna hijau) serta hanya muncul segera setelah musim salju berakhir. Semua anggota paku ekor kuda bersifat tahunan. sebelum munculnya batang steril yang fotosintetik (lihat gambar di Pteridophyta 13 . Cabang duduk mengitari batang utama.2-1.

taxobox). paku ekor kuda purba dan kerabatnya (Calamites. Pada masa lalu. Elater berfungsi sebagai pegas untuk membantu pemencaran spora. Spora yang dihasilkan paku ekor kuda umumnya hanya satu macam (homospor) meskipun spora yang lebih kecil pada E.arvense dapat tumbuh menjadi gulma di ladang karena rimpangnya yang sangat dalam dan menyebar luas di tanah. seperti ditunjukkan pada fosil-fosil yang ditemukan pada deposit batu bara. debile) digunakan sebagai sikat untuk mencuci dan campuran obat. beberapa bahkan tumbuh di air (batang yang berongga membantu adaptasi pada lingkungan ini). Beberapa spesies dapat tumbuh sangat besar. dari divisio yang sama. Pteridophyta 14 . E. kira-kira pada zaman Karbonifer. baik berpasir maupun berlempung. Spora keluar dari sporangiumyang tersusun pada strobilus.Herbisida pun sering tidak berhasil mematikannya. Batu bara dianggap sebagai pengerasan sisa-sisa serasah dari hutan purba ini. mencapai 30 m. rumput betung (E. Paku ekor kuda menyukai tanah yang basah. Di Indonesia. arvense tumbuh menjadi protalium jantan. Sporanya berbeda dengan spora paku-pakuan karena memiliki empat "rambut" yang disebut elater. sekarang sudah punah) mendominasi hutan-hutan di bumi.

Contohnya adalah Adiantum cuneatum (suplir).4. Filicinae memiliki akar. Banyak ditemukan di daerah hutan tropis dan subtropis.000 jenis dari kelas Filicinae. dan daun sejati. dan Asplenium nidus (paku sarang kuda). Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. batang. Batang dapat berupa batang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah. Marsilea crenata (semanggi). Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Daun Filicinae umumnya berukuran Pteridophyta 15 . Paku Sejati (Pteropsida) Dikenal sebagai pakis menurut pengertian kita sehari-hari. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12. Memiliki daun yang lebih besar dibandingkan dengan subdivisi lainnya dan dibedakan menjadi dua macam yaitu megafil dengan sistem percabangan pembuluh dan mikrofil yaitu daun yang tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut. Daunnya yang masih muda menggulung pada ujungnya dan sporangium terdapat pada sporofil.

Sebagai bahan penghasil obat-obatan : Asipidium filix-mas Dryopteris filix-mas Lycopodium clavatum c. suplir (Adiantum cuneatum). paku sarang burung (Asplenium nidus). Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum). Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung (circinnatus).besar dan memiliki tulang daun bercabang. Tapi disisi lain tumbuhan paku juga sangat bermanfaat atau berkhasiat. Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi (Marsilea crenata). Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai tanaman hiasan : Diantaranya • • • • • • • • Platycerium nidus (paku tanduk rusa) Asplenium nidus (paku sarang burung) Adiantum cuneatum (suplir) Selaginella wildenowii (paku rane) b. Paku sawah (Azolla pinnata). Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Banyak orang yang mengangap tumbuhan paku adalah sebuah tumbuhan atau tanaman pengganggu. dan Dicksonia antarctica. Mungkin manfaat tumbuhan paku masih banyak yang belum tahu. sebagai berikut : a. Sebagai tanaman sayuran : Marsilea crenata (semanggi) Pteridophyta 16 . Apalagi Tumbuhan paku sangat mudah dicari di alam sekitar kita. F.

fosil tersebut berupa c. Tumbuhan paku yang hidup pada zaman karbon telah memfosil. berguna untuk obat-obatan. batu bara yang dapat dijadikan bahan bakar • • • b.• Salvinia natans (paku sampan = kiambang) d. lycopodium clavatum. Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara : Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba. Sebagai pupuk hijau dalam pertanian : Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) e. Sebagai pelindung tanaman di persemaian : Gleichenia linearis f. d. Sebagai tanaman sayuran :  Marsilea crenata (semanggi)  Salvinia natans (paku sampan = kiambang) Pteridophyta 17 . misalnya dyoptoris filix-mas.

Gleichenia linearis Pteridophyta 18 .e. Sebagai pelindugn tanaman di persemaian : .

Manfaat dari tumbuhan paku adalah :  Sebagai tanaman hias  Sebagai bahan bakar  Sebagai obat-obatan  Sebagai tanaman sayuran  Sebagai pelindugn tanaman di persemaian Pteridophyta 19 . yaitu:  Paku Purba (Psilopsida)  Paku Kawat (Lycopsida)  Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Paku Sejati (Pteropsida) 3.  Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium. atau sedikit tegak. batang dan daun.  Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zatzat mineral dari dalam tanah.  Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar.BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Berdasarkan tingkat perkembangannya.  Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang.  Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra.  Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung. Secara umum. menjalar. tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. karakteristik tumbuhan paku mempunyai:  Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi.  Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh. 2.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.