P. 1
METODE KULTIVASI

METODE KULTIVASI

|Views: 249|Likes:
Published by Rizky Cahya Putra

More info:

Published by: Rizky Cahya Putra on Oct 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2015

pdf

text

original

METODE KULTIVASI & PENGHITUNGAN KOLONI BAKTERI/ MIKROBA

PEMERIKSAAN BAKTERI SECARA MAKROSKOPIS PERHITUNGAN BAKTERI Perhitungan jumlah suatu bakteri dapat melalui berbagai macam uji seperti uji kualitatif koliform yang secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji penduga (uji kuantitatif, bisa dengan metode MPN), uji penguat dan uji pelengkap. Waktu, mutu sampel, biaya, tujuan analisis merupakan beberapa faktor penentu dalam uji kualitatif koliform. Bakteri koliform dapat dihitung dengan menggunakan metode cawan petri (metode perhitungan secara tidak langsung yang didasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu koloni yang merupakan suatu indeks bagi jumlah organisme yang dapat hidup yang terdapat pada sampel) seperti yang dilakukan pada percobaan ini (Penn, 1991). Beratus-ratus spesies dapat menghuni bermacam-macam bagian tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit (Pelczar & Chan, 1986). Koliform merupakan kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap air, makanan dan produk-produk susu. Bakteri koliform dapat dibedakan atas dua kelompok yaitu koliform fekal (Escherchia coli) dan koliform non fekal (Enterobacter aerogenes) (Fardiaz, 1996). E. coli adalah bakteri koliform yang ada pada kotoran manusia, maka E. coli sering disebut sebagai koliform fekal. Pengukuran kuantitatif populasi mikroorganisme sangat diperlukan untuk berbagai macam penelaahan mikrobiologis. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk menghitung jumlah mikroorganisme, akan tetapi secara mendasar, ada dua cara yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Ada beberapa cara perhitungan secara langsung, antara lain adalah dengan membuat preparat dari austu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan penggunaan ruang hitung (counting chamber). Sedangkan perhitungan cara tidak langsung hanya untuk mengetahui jumlah mikroorganisme pada suatu bahan yang masih hidup saja (viabel count). Dalam pelaksanaannya, ada beberapa cara yaitu : perhitungan pada cawan petri (total plate count / TPC), perhitungan melalui pengenceran, perhitungan jumlah terkecil atau terdekat (MPN methode), dan kalorimeter (cara kekeruhan atau turbidimetri) (Sutedjo, 1991). Jumlah masing-masing cawan diamati setelah inkubasi, cawan yang dipilih untuk penghitungan koloni ialah yang mengandung antara 30 sampai 300 koloni, karena jumlah mikroorganisme dalam sampel tidak diketahui sebelumnya, maka untuk memperoleh sekurangkurangnya satu cawan yang mengandung koloni dalam jumlah yang memenuhi syarat tersebut maka harus dilakukan sederetan pengenceran dan pencawanan. Jumlah organisme yang terdapat dalam sampel asal ditentukan dengan mengalikan jumlah koloni yang terbentuk dengan faktor pengenceran pada cawan yang bersangkutan (Penn, 1991). Metode perhitungan MPN sering digunakan dalam pengamatan untuk menghitung jumlah bakteri yang terdapat di dalam tanah seperti Nitrosomonas dan Nitrobacter. Kedua jenis bakteri ini memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, sehubungan dengan kemampuannya dalam mengikat N2 dari udara dan mengubah amonium menjadi nitrat (Sutedjo, 1991). MEMBUAT BIAKAN MURNI

Ose steril yang telah disiapkan dilekatkan pada sumber isolat. Larutan ini berperan sebagi penyangga pH agar sel bakteri tidak rusak akibat menurunnya pH lingkungan. setelah kering ose tersebut digunakAn untuk menggores goresan sebelumnya pada sisi cawan kedua. Cara ini dilakukan dengan membagi cawan petri menjadi 3-4 bagian. Koch dan koleganyanya juga menunjukkan bahwa senyawa dari alga yang disebut agar dapat membuat media menjadi padat. mereka mengembangkan media spesifik untuk menumbuhkan mikroorganisme. Sekitar 1 ml suspensi dituang ke dalam cawan petri steril. Ose disterilkan lagi dengan api bunsen.Secara kebetulan seorang peneliti Jerman melihat bahwa koloni yang tumbuh pada kentang yang telah direbus pada akhirnya dapat menemukan jalan untuk memisah menjadi individu-individu. Koch mengenalkan penggunaan binatang model untuk penyakit manusia dengan cara menginjeksikan bakteri ke dalam mencit. Prinsip metode ini. Seluruh tahap hendaknya dilakukan secara aseptik agar tak terjadi kontaminasi.Metode cawan tuang (pour plate) Metode cawan tuang sangat mudah dilakukan karena tidak membutuhkan keterampilan khusus dengan hasil biakan yang cukup baik. sedangkan pada goresan sisi kedua. yaitu : 1. Caranya. babi atau domba. Pada tahun 1892. Pada metode ini.Metode cawan gores (streak plate) Metode cawan gores cukup sulit bagi pemula. yaitu proses penggoresan yang cukup lama dan sulit. Metode ini dilakukan dengan mengencerkan sumber isolat yang telah diketahui beratnya ke dalam 9 ml garam fisiologis (NaCl 0. Langkah ini dilanjutkan hingga keempat sisi cawan tergores. Pengenceran dapat dilakukan beberapa kali agar biakan yang didapatkan tidak terlalu padat atau memenuhu cawan (biakan terlalu padat akan mengganggu pengamatan). pneumonia dan lain sebagainya.Petri (1852 – 1921) membuat piringan kaca bertutup untuk menempatkan media agar alat tersebut selanjutnya disebut Petri dish yang masih digunakan sampai sekarang. Ia bahkan menempelkan kamera pada mikroskopnya untuk mengambil gambar dan menggunakannya sebagai bukti untuk menghilangkan keraguan. Media adalah substansi yang memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisme. dengan menggunakan teknik biakan murni Koch dan anggotanya menemukan agen-agen penyebab typus. Penuangan dilakukan secara aseptik atau dalam kondisi steril agar tidak terjdi kontaminasi atau tumbuh atau masuknya organisme yang tidak diinginkan (di laboratorium.85%) atau larutan buffer fosfat. kemudian menggoreskan ose tersebut pada cawan berisi media steril. sehingga mempermudah proses isolasi. kontaminasi biasanya . sehingga memudahkan terjadinya kontaminasi dan kegagalan. yaitu mendapatkan koloni yang benar-benar terpisah dari koloni yang lain. dipteri. Membiakkan bakteri dapat dilakukan dengan berbagi cara. Goresan dapat dilakukan 3-4 kali membentuk garis horisontal di satu sisi cawan. Pengembangbiakan dalam cawan ini ada beberapa metode. dilanjutkan dengan menuangkan media penyubur (nutrien agar) steril hangat (40-50oC) kemudian ditutup rapat dan diletakkan dalam inkubator (37oC) selama 1-2 hari. Kesulitan dari metode ini. goresan di sisi pertama diharapkan koloni tumbuh padat dan berhimpitan.tetanus. terutama mahasiswa semester awal yang baru mengambil mata praktikum mikrobiologi. koloni mulai tampak jarang dan begitu pula selanjutnya. Richard J. sehingga didapatkan koloni yang tampak tumbuh terpisah dengan koloni lain. 2. salah satunya pengembangbiakan dalam media cawan petri.kelinci.

dimasukkan di dalam plastik dengan diikat kuat kemudian diletakkan dalam incubator 3. bentuk koloni. diantaranya dilakukan terhadap konsistensi. Mikroorganisme akan tumbuh dengan baik dalam medium apabila . biakan justru terkontaminasi.1 ml suspensi bakteri yang telah diencerkan (metode 3) disebar pada media penyubur steril yang telah disiapkan. 0. Media yang dituang hendaknya tidak terlalu panas. sehingga harus didinginkan terlebih dahulu dengan meletakkannya di sekitar api bunsen (±15 cm) dengan metode ini. satu sel bakteri akan tumbuh dan berkembang menjadi satu koloni bakteri.terjadi akibat tumbuhnya kapang. yang hanya berasal dari satu jenis bakteri saja. Metode cawan sebar (spread plate) Pada metode cawan sebar. Medium tersebut dapat berupa medium cair ataupun medium padat. pada metode ini. yang masih panas akibat pemanasan dengan api bunsen. warna koloni dan permukaan koloni. Metode ini cukup sulit terutama saat meratakan suspensi dengan batang drygalski. Koloni yang tumbuh dapat dikarakerisasi berdasarkan tipe pertumbuhannya pada media agar miring. karena selain mengganggu proses penuangan (media panas sebabkan tangan jadi panas juga). Seluruh kultivasi atau penanaman sebaiknya dilakukan di dalam laminar air flow yang tertutup. yaitu dengan mencelupkannya terlebih dahulu dalam alkohol kemudian dipanaskan dengan api bunsen. http://farmasiblogku. dapat merusak media agar. Lampu fluorescent digunakan apabila kondisi cahaya di dalam LAF dan kamar isolasi kurang memadai. Kultur diletakkan terbalik.com/2010/05/pemeriksaan-dan-penanaman-bakteri. Olesan tersebut digores pada media padat agar miring dalam tabung reaksi. Oleh karena itu. batang drygalski. kemudian diletakkan dalam inkubator (37oC) selama 1-2 hari. Satu koloni bakteri yang terpisah dengan koloni lainnya dapat diamati tipe pertumbuhan pada masing-masing media. sehingga dapat menurunkan resiko kontaminasi. hanya alat2. Perlu diingat. pipet. Sinar UV bersifat germisida yang dapat membunuh bakteri yang tidak diinginkan. Isolasi murni dilakukan dengan mengoleskan ose steril pada koloni dalam kultur campuran yang benar-benar terpisah satu sama lain. sinar UV dan kipas angin. Latar Belakang Dalam belajar mikrobiologi penting untuk mengamati mikroorganisme dalam keadaan hidup. media panas masih mengeluarkan uap yang akan menempel pada cawan penutup. Alih-alih koloni tumbuh merata.html Media. Koloni yang tumbuh terpisah ditumbuhkan kembali untuk mendapatkan isolat murni. dll). sehingga mengganggu proses pengamatan. Selanjutnya. alat2 yang digunakan sebaiknya dikenai sinar UV selama 5 menit (ingat. Sebelum penanaman (kultivasi). batang drygalski harus benar-benar steril. seperti Penicilium dalam biakan). ose. Medium sendiri merupakan suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi atau zat-zat hara (nutrient) yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme . LAF dilengkapi dengan lampu fluorescent. Koloni yang tumbuh dalam media ini merupakan isolat murni. seperti lampu bunsen. koloni akan tumbuh di dalam media agar.blogspot. Isolasi bakteri A. karena itu di dalam laboratorium dibuat medium untuk mengkultur mikroorganisme. suspensi dalam cawan diratakan dengan batang drygalski agar koloni tumbuh merata pada media dalam cawan tersebut. untuk mengurangi resiko kontaminasi.

Sifat-sifat morfologi yang diamati secara individu meliputi ukuran dan bentuk sel. dan medium harus steril sebelum digunakan. Fungsi pengecatan sederhana adalah . fisiologi dan serologi mikrobia. pada umumnya mikrobia tumbuh dalam populasi campuran. termasuk struktur morfologi dan fisiologi dapat dilakukan dengan metode kultivasi atau isolasi dari habitatnya. Salah satu yang paling umum dilakukan adalah teknik plate culture. flagella dan karakteristiknya. Cat yang paling banyak digunakan adalah karbolfuhsin. supaya mikroorganisme dapat tumbuh dengan baik . Karena objek kajian dari mikrobiologi berupa mikroorganisme yang memiliki ukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. medium diperkaya/enriched dan medium khusus). Kultur murni adalah biakan yang hanya terdiri dari populasi mikrobia yang berasal dari jenis yang sama. warna koloni dan sifat-sifat lainnya yang menentukan. Dalam penggunaan mikroskop. pengecatan gram. medium eksklusif. Sehingga akan sulit untuk mempelajari mikrobia terkait dengan morfologi. dapat diperoleh perbesaran yang memungkinkan untuk melihat mikroorganisme. medium harus mempunyai tekanan osmosis. Penggunaan mikroskop penting untuk mengamati sifat morfologi dari mikroorganisme yang diteliti baik dalam ukuran individual maupun koloni. berdasarkan konsistensinya ( media padat.Teknik plate culture ini masih terbagi lagi menjadi teknik-teknik spesifik. pour plate method yang dilakukan dengan cara mencampur bakteri pada agar yang masih cair kemudian menuangnya ke dalam cawan petri serta Terakhir surface plate method yaitu dengan menggosok bakteri di atas medium agar. methylenin blue dan kristal violet. semi padat dan medium cair). keberadaan dan karakteristik spora. Isolasi atau kultivasi adalah suatu usaha untuk memindahkan mikrobia dari lingkungannya di alam dan menumbuhkan sebagai biakkan murni dalam medium buatan. dan pH yang sesuai dengan pertumbuhan mikroorganisme. Pengecatan sederhana adalah tenik pengecatan yang menggunakan satu macam cat saja. medium Esei. Oleh karenanya perlu dilakukan isolasi mikrobia dari lingkungannya. antara lain : medium harus mengandung semua nutrien yang mudah digunakan oleh mikroorganisme. Untuk mengidentifikasi suatu mikrobia. Dengan mikroskop. pada umumnya mikrobia hidup sebagai populasi campuran. 2008). Untuk mempermudah mempelajari jenis-jenis mikroorganisme maka diperlukan kultur murni dari jenis mikrobia yang akan dipelajari. Teknik pengamatan dengan pewarnaan bakteri (stained) adalah teknik yang paling umum digunakan untuk mengamati morfologi dan fisiologi sel bakteri. 1961). serta ada tidaknya kapsula. Selain itu. Penggolongan jenis medium dapat dilakukan berdasarkan sifat kehetrotrofannya ( media hidup dan media mati). maka dari itu perlu dipelajari teknik mikroskopi. Teknik ini menggunakan cawan petri untuk menumbuhkan mikrobia dengan suatu medium (Salle. tegangan permukaan. Ada beberapa jenis pengecatan bakteri antara lain pengecatan sederhana. yaitu. Sedangkan morfologi koloni meliputi ukuran. pengecatan Acid fast. medium tidak mengandung zat-zat yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme. dan pengecatan negatif. pengetahuan tentang prosedur penggunaan mikroskop yang baik dan benar akan menentukan berhasil tidaknya pengamatan-pengamatan mikroskopis yang dilakukan (Waluyo. Isolasi dalam kultur murni essensial untuk mendeskripsikan bentuk dan mengklasifikasikan spesies baru serta untuk determinasi suatu agen penyebab penyakit. Isolasi merupakan suatu usaha untuk memindahkan mikrobia dari lingkungannya di alam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam medium buatan. serta berdasarkan fungsinya (medium selektif. Di alam. Ada beberapa teknik isolasi yang biasa dilakukan pada bakteri atau mikrobia uniseluler. bentuk. streak plate method yang dilakukan dengan cara menggores medium dengan bakteri. Keuntungan pengecatan antara lain adalah sel bakteri dapat jelas terlihat dan sel bakteri dapat dibedakan dengan spesies sel bakteri lainnya.medium tersebut memenuhi persyaratan. medium diferensial.

Filamen individual dari miselium dikenal sebagai hifa. cat yang digunakan adalah nigrosin. dan safranin sebagai cat penutup. yaitu hifa yang tumbuh menjalar dan berfungsi untuk menyerap makanan dan hifa fertil yang berfungsi sebagai alat reproduksi dan tumbuh ke atas. yaitu Zygomycetes. Dengan teknik ini. Pada pengecatan ini. ada yang memiliki satu nukleus.mewarnai bekteri untuk pengamatan morfologi dan fisiologi bakteri. Teknik pengecatan Acid fast (tahan asam) merupakan prosedur pengecatan differensial yaitu menggunakan lebih dari satu macam cat. Jamur ada yang tergolong mikrobia dan ada juga yang tidak. dan Deutromyces (Soetarto et al. Khamir adalah jamur yang tumbuh dalam bentuk uniseluler dan biasanya memperbanyak diri dengan cara tunas. Penicillium sp. Contoh jamur yang kedua adalah jamur benang atau molds. Hifa seperti ini dikenal dengan hifa bersekat (septae hyphae) (Sarles et al. Pinicillium sp. Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik. Jamur yang tergolong mikrobia contohnya adalah Khamir dan Jamur benang / Molds. Selain itu. Bakteri gram positif apabila dicat gram akan berwarna ungu sedangkan gram negatif akan berwarna merah (Talaro&Talaro. tapi ada sedikit jenis yang bereproduksi melalui fusi sel (Sarles. bentuk sosis. Aspergillus sp. Molds adalah jamur berfilamen yang bersifat parasit dan berkembangbiak dengan spora seksual dan aseksual. Jamur yang tergolong mikrobia contohnya adalah Jamur benang dan Khamir / Molds . pengecatan sederhana berfungsi membedakan bakteri mati dan bakteri yang masih hidup. Teknik pengecatan negatif merupakan pengecatan tidak langsung yaitu pewarnaan latar belakang spesimen. hifa merupakan silinder multinukleus yang kontinu tanpa adanya dinding melintang. bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri acid fast (tahan asam) dan bakteri non acid fast (tidak tahan asam). larutan Iod sebagai mordan. aksoidal. Jamur ini tersebar di alam. hifa seperti ini dikenal sebagai hifa tidak bersekat (nonseptae hyphae). alkohol sebagai peluntur. debu. Mucor sp dan Monilia sp. Jamur benang dapat pula dibedakan berdasarkan alat perkembangbiakannya yaitu antara lain dengan spora konidia dan lain sebagainya (Clifton. dapat ditemukan di tanah. Pengecatan gram berguna untuk identifikasi dan determinasi sel bakteri. Pada beberapa jamur benang. 1957). Contoh dari jamur benang antara lain Rhizopus sp. Basidiomycetes. Hifa dari jamur benang dapat dibedakan atas hifa vegetatif. Pembagian fungi didasarkan atas sifat khas struktur dan cara reproduksinya. 1956). serta buah dan daun pada banyak tanaman. dan Monilia sp. Dengan pengecatan gram. Morfologi khamir dapat berupa spheroidal. atau pada umumnya dengan dua nukleus. 1961). Salah satu makhluk hidup yang memiliki daya reproduksi tinggi adalah Fungi. Nampak seperti permukaan buih atau sedimen tebal pada jus buah dan cairan saccharine lain (Salle. hifa memiliki dinding melintang yang memisahkan mereka ke dalam sebuah rantai dari sel individual. Pengecatan gram merupakan salah satu contoh pengecatan differensial. kebanyakan khamir bereproduksi secara vegetatif dengan tunas (budding). Cat utama yang dipakai adalah violet kristal. Perbedaan dapat pula dengan bentuk sel atau bentuk dari benang (hifa) yang dibentuk oleh jamur tersebut. Aspergillus sp. bentuk umum .. Warna koloni (pigmen) yang dibentuk oleh jamur benang tersebut pun dapat pula digunakan untuk mengidentifikasi jenis jamur benang yang membentuknya . Fungi merupakan kelompok mikrobia eukariotik heterotrofik yang tersebar luas di alam dan bersifat saprofit. Jamur benang adalah fungi multiseluler yang membentuk pertumbuhan memanjang yang bercabang yang dikenal sebagai miselium. Merupakan suatu kelompok heterogenitas yang besar dari suatu tumbuhan. 1961). Khamir merupakan fungi uniseluler yang tidak membentuk percabangan multiseluler (miselium). Contoh molds adalah Rhizopus sp. 2008) . Ascomycetes.. 1999). seperti organisme yang membentuk subdivisi Thallophyta (Salle. 1956). Pada beberapa jamur benang yang lain.. bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Untuk medium agar tegak dan miring. Bakteri anaerob dapat tumbuh tanpa ada O2. 1958). dan karakteristik fermentasi dapat dijadikan sebagai dasar untuk klasifikasi khamir. Bentuk morfologi. jarum enten dan drigalsky.. B. temperature 1210C selama 5 menit. penambahan dilakukan untuk setiap 1000ml medium cair. kemudian dicatat fungsinya serta dipelajari prosedur penggunaan mikroskop. Bakteri anaerob dalam medium cair tumbuh di dasar medium cair karena bakteri tidak membutuhkan O2 sedangkan di dasar medium tidak terdapat O2. pH medium diatur terlebih dahulu sebelum ditambahkan agar. sel khamir serta sifat bakteri dengan berbagai pengecatan II. di tengah. dan spiral. Bakteri mikroaerofilik tumbuh di dekat permukaan medium karena bakteri hanya mengambil O2 dalam jumlah yang sedikit (Pelczar and Reid. Mengisolasi bakteri untuk mendapatkan kultur murni dengan berbagi metode 4. Saccharomyces sp. cara reproduksi. Mempelajari cara pemakaian mikroskop yang benar untuk mengamati preparat mikrobia dengan berbagai perbesaran 2. METODE A. Tujuan Acara praktikum ini bertujuan untuk : 1. medium nutrient agar padat dan cair. Bakteri anaerob fakultatif merupakan bakteri yang tumbuh dengan ada atau tidaknya O2. Penicilium notatum. Bakteri anaerob fakultatif anaerob terdapat di seluruh bagian medium. disiapkan dengan menggunakan tabung reaksi 10ml diisi dengan larutan medium . yaitu bakteri aerob. Bakteri dibedakan berdasarkan responnya terhadap O2 menjadi 4 macam. bakteri Escherchia coli Bacillus subtili dan Rhizopus sp. batang/bacilus. Terdapat berbagai macam bentuk dari bakteri yaitu berbentuk bulat/kokus. pepton. bakteri tumbuh di permukaan medium yang berhubungan langsung dengan udara bebas. B. dan di dasar medium karena bakteri dapat hidup dengan atau tanpa O2. Penyiapan media tumbuh Sebanyak 15-20 gram agar-agar ditambahkan pada nutrient cair. Cara Kerja Mikroskopi Bagian-bagian mikroskop diamati.. Mempelajari cara pembuatan medium dasar sebagai tempat biakan bakteri 3. Sedangkan bahan yang digunkan yaitu alcohol. Bakteri merupakan mikrobia uniseluler yang termasuk dalam kelas Schizomycetes.. Bakteri aerob membutuhkan O2 untuk hidupnya dalam jumlah banyak. Sedangkan bakteri mikroaerofilik adalah bakteri yang tumbuh pada jumlah O2 yang sedikit. Debaryomyces sp. cawan petri steril. dan mikroaerofilik. indicator universal. Alat dan bahan Pada praktikum kali ini alat yang dipakai adalah mikroskop. di permukaan. Campuran tersebut kemudian diaduk hingga merata lalu disterilkan dengan menggunakan otoklaf yang diatur pada tekanan 2 atm. Mengamati morfologi jamur benang.atau silindris. anaerob. Di dalam medium cair. jarum ose. tabung reaksi. anaeorob fakultatif. dan Aspergillus sp.

medium nutrient diisikan ke tabung reaksi sebanyak 10ml dan 5ml untuk medium miring. Kultur cair dan medium agar cair dicampur dan digojog hingga homogen. selanjutnya ose disterilkan dengan cara insinerasi ( diganggang). Lensa obyektif diputar sampai pada lensa yang memiliki perbesaran terkecil. Metode streak plate Medium agar steril disiapkan dalam cawan petri. dan jamur benang Pertama-tama lampu mikroskop dinyalakan. Untuk pengamatan bakteri. Metode pour plate Kultur bakteri cair diencerkan terlebih dahulu. Medium agar steril dalam cawan petri disiapkan. Meja benda diturunkan ke posisi awal.. . Setelah disterilisasi. Metode surface plate 4. Kultur bakteri cair diratakan dengan menggunakan drygalski di atas permukaan medium agar. 3. Setelah mikroskop selesai dipakai. setelah pemakaian mikroskop. Preparat diletakkan pada meja benda (preparat kapang dan bakteri). Setelah bayangan yang didapat bagus dan terlihat jelas focus dapat diganti dengan perbesaran yang lebih besar atau yang diinginkan (400x untuk kapang dan khamir serta 1000x untuk bakteri) dan sesuaikan lagi fokusnya. Kultur bakteri cair diambil menggunakan ose yang telah steril lalu ose digoreskan pada medium agar yang menghadap ke api supaya tetap aseptis. sangat dianjurkan untuk memakai minyak imersi. Teknik isolasi 1. Kemudian medium agar yang masih cair disiapkan dan ditunggu hingga temperatur 50oC. khamir. Jika belum mendapat bagian preparat yang diinginkan. Cawan petri lalu dibungkus dengan kertas dan dibiarkan pada suhu kamar. Mikroskopi sel bakteri. Larutan selanjutnya dituang ke dalam cawan petri steril. Pemutar focus diputar untuk mendapatkan bayangan atau fokus yang sesuai dengan mata pengamat (digunakan perbesaran kecil terlebih dahulu). meja beda dapat digeser-geser dengan pengatur meja benda. Untuk medium tegak. dibungkus serta siap untuk diinkubasi. kemudian intensitas cahaya diatur dengan kondensor dan diagfragma sehingga sesuai dengan kondisi mata pengamat. minyak imersi dibersihkan dengan menggunakan larutan xylol. Setelah itu. Goresan yang dibuat diusahakan tetap menyambung dan membentuk gradien goresan. 2. cawan petri ditutup . tabung diletakkan miring dengan sudut kemiringan 300 terhadap bidang datar dan dibiarkan padat. dan cawan petri dibungkus kembali lalu dibiarkan dalam suhu kamar. Kultur bakteri cair diambil sebanyak 1 ml dengan pipet ukur dan propipet kemudian dituangkan ke dalam cawan petri steril.tersebut. lampu mikroskop dimatikan dan kondensor serta diagfragma dikembalikan seperti pada posisi awal. secara bergantian dengan perbesaran lemah. Preparat diambil dari meja benda. sedangkan untuk medium nutrient agar tegak tetap diletakkan pada posisi tegak. Untuk pemakaian minyak imersi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->