Pemeriksaan Urine Metode Carik Celup

Metode : Carik Celup Cara penggunaanya mudah, strip dicelupkan ke dalam urine, warna strip untuk setiap kategori akan berubah sesuai kandungan zat yang ada dalam urin dan menunjukkan keberadaan zat yang diperiksa (gula, protein dsb) atau tinggi rendahnya zat dalam urine tersebut (keasamannya, berat jenisnya dsb). Alat & Bahan 1. Alat - Wadah Carik celup sebagai standar warna - Clinitex Status, Urisys 1100/alat baca urin lainnya 2. Bahan - Urin kontrol Level 1 dan Level 2 - Sampel urin - Reagen carik celup tujuh indikator Cara Kerja 1. Basahi seluruh permukaan reagen carik dengan sampel urin dan tarik carik dengan segera, Kelebihan urin diketukkan pada bagian bibir wadah urin 2. Kelebihan urin pada bagian belakang carik dihilangkan dengan cara menyimpan carik tersebut pada kertas agar menyerap urin dibagian tersebut 3.Peganglah carik secara horizontal dan banding kan dengan standar warna yang terdapat pada label wadah carik dan catat hasilnya dengan waktu seperti yang tertera pada standar carik atau dibaca dengan alat Clinitex Status

Leukosit negatif 2. Bilirubin negatif 10. Protein negatif 5.030 8. Nitrit negatif 3. Glukosa negatif Prosedur Tes Ambil hanya sebanyak strip yang diperlukan dari wadah dan segera tutup wadah. Perubahan warna diinterpretasikan dengan membandingkannya dengan skala warna rujukan. II. Setiap strip harus diamati sebelum digunakan untuk memastikan bahwa tidak ada perubahan warna. Setiap habis mengambil 1 batang reagen strip.0 – 8. dan uap kimia. Hasil pembacaan mungkin tidak akurat jika membaca terlalu cepat atau terlalu lambat. yang biasanya ditempel pada botol/wadah reagen strip. Darah negatif 7. Keton negatif 9. Berat jenis 1. atau jika pencahayaan kurang. JUDUL Penentuan Kadar Glukosa Dalam Urin dan Penentuan Keasaman Urin Dengan Cara Tritasi TUJUAN Menetukan kadar glukosa dalam urin Menentukan Keasaman Urin dengan cara titrasi . Perhatikan waktu reaksi untuk setiap item. Urobilinogen negatif atau 0. Hilangkan kelebihan urine dengan menyentuhkan strip di tepi wadah spesimen atau dengan meletakkan strip di atas secarik kertas tisu.000-1. Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual.PENGAMATAN DAN INTERPRETASI HASIL PEMERIKSAAN CARIK CELUP Parameter Nilai Normal 1. Pemakaian reagen strip haruslah dilakukan secara hati-hati. PRAKTIKUM BIOKOMIA I. PH 5. agar terlindung dari kelembaban. Celupkan strip reagen sepenuhnya ke dalam urin selama dua detik. sinar. botol/wadah harus segera ditutup kembali dengan rapat.5 6.2 EU/dL 4. Oleh karena itu harus diperhatikan cara kerja dan batas waktu pembacaan seperti yang tertera dalam leaflet.

Kemungkinan terakhir telah memungkinkan pengukuran secara langsung kekuatan-kekuatan hidrostatikyang dipersoalkan. kirakira 1 liter/menit (atau 25% dari seluruh curah jantung waktu istirahat). Unit anatomi yang melakukan fungsi ini adalah nefron. suatu kantung epitel berdinding rangkap yang merupakan bagian dari sistem tubulus paling proksimal. dan tubulus kolligens medulla dan papila. Pars ascendens yang tebal dari lengkung Henle berubah menjadi tubulus kontortus distalis. Filtrasi Langkah pertama pembentukan urin adalah filtrasi plasma darah. Kapsula Bowman langsung berubah menjadi tubulus kontortus proksimalis dan dari sini menjadi komponen-komponen berikutnya: tubulus rektus proksimalis dan lengkung Henle sendiri. Urin dibentuk oleh penggabungan 3 proses tersebut di atas. Arteriole efferen segera membagi lagi menjadi kapiler kedua yang mengelilingi bagian lainnya dari nefron. Darah dihantarkan dari aorta melalui arteri renalis dan cabang-cabang arteria renalis ke arterioli afferen. . Ini dirnungkinkan oleh sistem sirkulasi yang sangat luas dalam organ ini. ginjal khususnya gampang rusak oleh penyakit vaskuler yang merata.III. Jumbai glomerulus terletak dalam kapsula Bowman. tubulus kolligens kortikal. terdiri dari pars descendens. Dengan pernyataan yang sama. tekanan hidrostatik kapiler glomerulus rata-rata 45 mmHg atau kira-kira 40% dari tekanan aorta rata-rata. Tekanan hidrostatik tubulus rata-rata 10 homeostasis cairan tubuh. dalam 4-5 menit volume darah yang sama besarnya dengan volume darah total nielewati sirkulasi ginjal. Di bawah pengaturan keadaan hidropenik. Yang terakhir terletak dalam medulla dan korteks ginjal. Volume darah yang besai. pars decendens yang tipis. DASAR TEORI Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Pengeluaran urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga Stuktur nefron. Pembentukan filtrat glomerulus adalah prose yang terutama diatur oleh jumlah aljabar dari selisih tekanan hidrostatik dan tekanan onkotik trans kapiler. Tiap-tiap bagian sistem tubular ini mempunyai fungsiyang spesifik. dan pars decendens yang tebal. mengalir melalui ginjal. Jadi. Tiap-tiap ginjal memiliki sekitar 1 juta nefron.

1 liter darah difiltrasi tiap menit oleh kerja sama 2 juta n'efron kedua ginjal. Membranglomerulus juga dapat dirusak oleh penyakit sehingga tidak dapat berfungsi sebagai saringan untuk darah. dipikirkan bahwa modifikasi luas permukaan untuk filtrasi dapat terjadi oleh bertambahnya atau berkurangnya jumlah kapileryang dilalui oleh aliran darah. Tekanan onkotik dalam kapiler naik dari sekitar 20 mmHg pada permulaan menjadi 35 mml Ig pada ujung glomelurus. Faktor-faktor yang mempengaruhi filtrasi adalah obstruksi jalan arteri yang menuju ke glomerulus. glukosa. Selama berlangsungnya penyakit seperti ini. Jadi keuntungan tekanan filtrasi ~ 15 mmHg timbul pada permulaan kapiler dan berkurang sewaktu darah mengalir melalui glomelurus. Sebagai akibat. ureter. dan elektrolit. Pengaturan filtrasi dianggap mempunyai hubungan dengan aliran plasma karena ia mempengaruhi cara meningkatnya tekanan onkotik glomerulus. sel-sel darah dan proteinplasma akan merembes melalui kapiler yang rusak dan akan diekskresi ke dalam urine. .mmHg jadi terdapat tekanan hidrostatik sebesar 35 mmHg yang tampaknya tidak berubah sepanjang seluruh kapiler. dan kenaikan resistensi untuk mengalir dalam sistem tubulus seperti oleh obstruksi tubulus kolligens. Lagi pula. Selain itu. bebas protein dan sel. seperti air. Glomeruli berperan hanya sebagai saringan. asam amino. filtrat glomerulus pada hakekatnya adalah cairan ekstra selyang bebas protein atau filtrat seluruh darah yang Kerja tubulus Susunan urine sangat berbeda dari filtrat glomerulus. Juga terdapat perbedaan yang sangat besar antara volume cairan yang dibentuk pada glomerulus tiap menit dan jumlah yang sampai di papila dalam waktu yang sama. filtrat glomerulus mengandung banyak zat yang penting untuk metabolisme normal. susunan filtrat glomerulus karena itu ditentukan semata-mata oleh permeabilitas membran kapiler terhadap zatzat dari darah. Akhirnya kapiler dapat tersumbat seluruhnya dan karena itu tidak terpakai dalam sirkulasi aktif. kenaikan tekanan interstitial seperti yang dapat disebabkan oleh suatu proses peradangan. Laju filtrasi glomerulus Pada orang dewasa normal. Secara kimia. Laju filtrasi glomerulus pada orang dewasa oleh karena itu adalah sekilar 120 ml/menit. kreatinin dan asam urat. dalam berbagai keadaan. dan 120 ml/menit filtrat glomerulus dibentuk pada kapsul bowman. serta zat-zat yang hams diekskresi dan diulang seperti urea. atau uretra.

dan urin baru / segar berwarna kuning jernih.lebih banyak atau lebih sedikit jumlah zat-zat esensial ditahan sesuai dengan kebutuhan untuk mempertahankan ketetapan dalam likunganinternal. badan keton zat sisa metabolism lemak. zat toksin (obat. volume tersebut dipengaruhi banyak faktor diantaranya suhu. Ca dan Mg). K. garam terlarut. ion-ion elektrolit (Na.dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. hormone. mulai dari metode uji millon sampai kuprisulfa dan sodium basa. berat jenis cairan urin dan pH serta suhu urin itu sendiri. misalnya kalsium phospat. zat abnormal (protein. sampel urin secara langsung diamati dibawah mikroskop sehingga akan diketahui zat-zat apa saja yang terkandung di dalam urin tersebut.5. Cl. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. bahkan bakteri.8 – 7. Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea). urin kental berwarna kuning pekat. misal glukosa. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih). Analisis urin secara fisik meliputi pengamatan warna urin. serat tanaman.002 – 1. dan materi organik. jumlah air minum. sulfat. dan emosi. Secara kimiawi kandungan zat dalan urin diantaranya adalah sampah nitrogen (ureum. Ph urin berkisar antara 4. asam hipurat zat sisa pencernaan sayuran dan buah. Berat jenis urin 1. Dengan absorbsi kembali dan sekresi. diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. sel darahKristal kapur dsb) Volume urin normal per hari adalah 900 – 1200 ml. zat-zat diuretika (teh. Yang terakhir adalah analisis secara mikroskopik. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Amonium. . Untuk analisis kandungan proteinm ada banyak sekali metode yang ditawarkan . glukosa. vitamin dan zat kimia asing). kreatinin dan asam urat). tubulus mengubah filtrat glomerulus dan dengan demikian menghasilkan urine. alcohol. Fungsi ginjal yang sangat selektif ini adalah tugas tubulus. hormon ADH. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. dan kopi). urin akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi banyak protein. Sedangkan analisis kimiawi dapat meliputi analisis glukosa. Interpretasi warna urin dapat menggambarkan kondisi kesehatan organ dalam seseorang. analisis protein dan analisis pigmen empedu. Secara umum urin berwarna kuning. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh.035.

c. b. infeksi ginjal. atau pembengkakkan kelenjar prostat. Alat No Nama Alat 1 Pipet tetes Gambar Jumlah 2 buah . Pink. IV. seperti kanker ginjal. atau Kristal-kristal mineral. Coklat muda seperti warna air teh. Kuning gelap. Keruh.Kekeruhan pada urin disebabkan adanya partikel padat pada urin seperti bakteri. ALAT DAN BAHAN a. lemak. Warna urin seperti ini biasanya disebabkan oleh efek samping obat-obatan dan makanan tertentu seperti bluberi dan gula-gula. warna ini merupakan indicator adanya kerusakan atau gangguan hati seperti hepatitis atau serosis.a. batu ginjal. Warna ini disebabkan banyak mengkonsumsi vitamin B kompleks yang banyak terdapat dalam minuman berenergi. warna ini juga bisa digunakan sebagai tanda adanya perdarahan di system urinaria. d. merah muda dan merah. sel epithel.

2 Erlenmeyer 1 buah 3 Rak Tabung reaksi 4 buah 4 Gelas beker 1 buah 5 Gelas ukur 1 buah 6 Penjepit kayu 1 buah 7 Penangas air 1 buah 8 Kompor listrik 1 buah .

10H2O Glukosa 0. DATA PENGAMATAN . Bahan No Nama Bahan 1 Urin 2 3 4 5 6 Indikator PP NaOH 0.1 M Benedict Na2CO3.9 Indikator universal secukupnya 10 Pengaduk kaca 1 buah 11 Tabung reaksi 1 buah b.5 % Jumlah 5 ml Secukupnya Secukupnya Secukupnya Secukupnya Secukupnya V.

NO CARA KERJA PENGAMATAN 1. ANALISA DATA Pada percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa dalam urin dan menentukan keasaman urin dengan titrasi. Dari kedua larutan dibandingkan penitrasian kemudian menghitung kadar glukosa yang ada dalam urin. Penentuan Keasaman Urin dengan Titrasi 1 ml urin indikator PP di titrasi dengan NaOH 0.1 N sampai pink Mengukur Warna Volume urin pH bau kejernihan kekuningan jernih i.5 % dan urin sebagai zat yang dititrasi. Warna yang semula .5 % mengendap putih abuabu dan larutan tak berwarna mengganti glukosa dengan urin 2. 43 tetes iii. 41 tetes Volume = 21 ml Wana = kuning muda putih pH = 7 bau = tidak menyegat kejernihan = jernih Mengulangi cara kerja diatas dengan menjadi abu-abu dengan 100 tetes VI. Langkah pertama yang dilakukan adalah memanaskan campuran benedict dan Na2CO3.10H2O serta ditambah batu didih untuk mempercepat pemanasan. Dalam percobaan yang pertama yaitu pennetuan kadar glukosa dalam urin larutan yang digunakan adalah glukosa 0. 40 tetes ii. Penentuan Kadar Glukosa Dalam Urin 10 ml benedict + 6 gr Glukosa = larutan biru Mengendap membutuhkan 5 tetes dipanaskan menjadi abu-abu dengan 130 tetes Urin = larutan biru mengendap membutuhkan 5 tetes diapnaskan Na2CO3.10H2O dipanaskan Menambahkan glukosa 0.

485 %.glukosa = 130 tetes = 5.biru muda berubah menjadi biru tua. Sehingga penkonsumsi gula dalam darah tubuh sudah cukup. pada percobaan larutan glukosa 0.5% ) Glukosa merupakan monosakarida yang punya rumus struktur dibawah ini : .15 ml Rumus kadar glukosa dalam urin % glukosa = = = 0.5% diganti dengan urin dan setelah dititrasi volume urinnya sebanyak 100 tetes.urin = 100 tetes = 5 ml V. X kadar glukosa ( 0.5% yang dibutuhkan 130 tetes Selanjutnya mengganti larutan glukosa 0.485 % Jadi kadar glukosa dalam urin adalah 0.5% dalam penangas air dan proses titrasi glukosa dihentikan jika larutan menjadi keruh dan percobaan dilakukan 2 kali. Kemudian dititrasi dengan glukosa 0. V.485 % yang berarti keadaan glukosa dalam urin tidak banyak yaitu 0. Dari volume yang diperoleh maka dapat dicari kadar glukosa dalam urin tersebut/ yang digunakan percobaan kedua.

315 = 0.2067 M urin = [ H+] = 0. Indikator PP ini berfungsi sebagai pemberi suasana basa.1 X 2. V rata-rata = n NaOH = M X V = 0.66 x 10-2M pH = 2. Langkah pertama adalah 1 ml urin ditetesi dengan indikator PP.Penderita militus memiliki kadar glukosa melebihi ukuran glukosa dalam urin dan bisa diketahui dengan tes darah dirumah sakit. KESIMPULAN Maka urin tersebut tergolong berkadar glukosa rendah Mencari kadarnya : % glukosa = = = 0.485 % 2. Untuk percobaan yang kedua adalah menentukan keasaman urin dengan metode titrasi.1.log 20.485 % .5% ) = 0.6848 sangat asam pH urin yang diamati sangat asam VII. selanjutnya dititrasi dengan NaOH 0. Rumus struktur glukosa : X kadar glukosa ( 0.2066 M ≡[ H+] = 1.1N sampai warna berubah menjadi pink dan diperoleh 40 tetes NaOH (1) dan 43 tetes NaOH (2) dan 41 tetes NaOH (3).66 = 2. Kadar glukosa dalam urin 0.067 = 0.2066 M = 20. Untuk menanggulanginya dengan mengatur pola makan dan menerapkan pola hidup sehat.

Petunjuk Laboratorium Klinik. 43 tetes iii.Dasar-dasar Biokimia. • • • • • DAFTAR PUSTAKA Poedjati .A.1989.Jakarta: PT Dian Wirahadi Kusumah.Jakarta. Kadar glukosa dapat ditentukan dengan perbandingan jumlah glukosa dan jumlah urin yang digunakan untuk merubah warna larutan menjadi keruh dan terdapat endapan abu-abu. pH urin pada percobaan adalah 0.Biokimia I.6848 dan sangat asam 6.1M didapat larutan NaOH sebanyak : i.Petunjuk Praktikum Biokimia.1997.Surakarta:UNS Press Tim Dosen.Biokimia. 41 tetes VIII.3. Anna. 4.Bandung:ITB Press .Surakarta:UNS press Subroto ganda. Jakarta :UI press Sri Retno D.2010. 40 tetes ii.1994 . Dalam percobaan titrasi urin + NaOH 0. Kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan diabetes militus 5.2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful