HIDUP SUKSES MENURUT SURAH AL-‘ASHR Surat al-‘Ashr ini terdiri dari tiga ayat.

Teks surat sebagai berikut:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” Hidup Sukses Jika surat al-‘Ashr ini diamati secara seksama, maka akan kita temui rumusan konsep hidup manusia sukses di dunia dan di akhirat. Pada surat ini tergambar tentang problem kehidupan manusia yang tidak mampu memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan seefektif mungkin; begitu juga semua karya mereka tidak dilandasi oleh motifasi iman; sehingga kehidupan mereka diklaim oleh Allah SWT sebagai kehidupan yang merugi (Khusr).1 Kerugian tersebut bisa berwujud dalam bentuk duniawi ataupun ukhrawi. Bentuk kerugian duniawi misalnya seseorang yang tidak dapat mempergunakan waktunya dengan baik, apalagi menyianyiakannya, maka kehidupan orang tersebut akan mengalami banyak kesulitan; dan akan tipislah tercapainya tujuan; atau besar kemungkinan cita-citanya gagal.2 Begitu pula halnya orang yang terlalu memusatkan perhatiannya terhadap materi duniawi, sementara ia melupakan kehidupan ukhrawi, kehidupan seperti inipun akan mendapatkan kerugian besar. Pada prinsipnya sejumlah harta yang dikumpulkan itu tidak ada manfaatnya--jika tidak digunakan dalam hal-hal yang positif karena ketika seseorang meninggal dunia maka seluruh harta itu akan ditinggalkan dengan begitu saja. Berdasarkan pertimbangan di atas, Allah SWT memberikan peringatan (tazkirah) yaitu diawalinya surat ini dalam bentuk qasam. Ia menggunakan muqsam bihnya dengan al-‘ashr; hal ini memberikan isyarat bahwa faktor waktu/kesempatan dan pemanfaatannya merupakan prasyarat penting yang akan mengantarkan manusia hidup sukses di dunia dan di akhirat. Allah SWT sangat sayang kepada hamba-Nya dengan memberikan jalan keluar dalam bentuk rumusankonsep hidup manusia sukses. Unsur Hidup Sukses Untuk terwujudnya hidup sukses menurut surat ini ada 4 unsur yang harus dipenuhi, dan kesemua unsur tersebut saling terkait, yaitu: Unsur pertama: Iman yang mantap. Persyaratan utama untuk mengarungi kehidupan di dunia ini adalah adanya pembekalan iman yang mantap yang bersumber dari hati sanubari yang suci. Iman dalam artian membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan merealisasikannya dalam bentuk perbuatan-perbuatan positif yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw yang tertuang di dalam Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah.3

1 2

Sayyid Quthub, op. cit., hal. 651 HAMKA, op. cit., hal. 235 3 Sayyid Quthub, op. cit., hal. 652

Dengan bekal iman. maka amal tersebut tidak berdampak dan tidak bernilai di sisi Allah SWT. lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.6 Sepanjang pengamatan penulis kata “amanu” sering berdampingan dengan kata “ ’amilu alShalihat”. Yaitu: 6 Sayyid Quthub. antara lain: (1). atau dengan perkataan lain amal saleh merupakan buah dari iman. dan atau tidak ada yeng lebih hina kecuali orangorang yang dimuliakan oleh Allah yaitu orang-orang yang bertakwa. jika perbuatan itu dilandasi oleh unsur kekufuran maka perbuatan tersebut tidak mempunyai nilai bagaikan abu yang ditiup angin keras (lihat QS. rasa solidaritas sosial yang tinggi. (QS. (2) Ali-Imran: 57. Di samping itu . jika pelaksanaannya dilandasi oleh iman. dan rasa penghargaan atas hak-hak asasi manusia (HAM) sesamanya. iman berfungsi sebagai pengendali gerak perbuatan seseorang sesuai dengan aturan main yang ditetapkan oleh Allah SWT. op. Di samping itu.. Allah menyatakan di beberapa ayat Al-Qur'an tentang sesuatu perbuatan baru mempunyai nilai atau kwalitas. Sebaliknya. 656 . Al-Hujurat/49: 13). dan dengannya akan muncullah pada pribadi orang tersebut adanya rasa persamaan. dari padanya terpencar segala aspek kebaikan. Lihat pula QS. seseorang hanya menyembah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. cit.. 277. jika amal tanpa dilandasi oleh iman. 24: 39. pada hakikatnya. tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. QS. dan sebaliknya.”. 49: 13 yang berbunyi: “. Al-Baqarah: 25. manusia tidak ada yang lebih tinggi.. 4 5 Ibid. iman merupakan dasar dan kunci serta barometer kehidupan. 14: 18) atau bagaikan fatamorgana “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar..5 Unsur Kedua: Amal saleh (Perbuatan atau karya nyata yang positif).” (QS.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Al-Nur/24: 39).. Imanlah yang mendinamisasikan perbuatan seseorang yang dimotifisir oleh semangat lillahi ta’ala. Oleh karena itu. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya. Amal saleh merupakan manisfestasi dari iman yang terpancar dari jiwa seseorang. 14: 18. hal. Sebab. itu tidak akan bernilai apa-apa. Adapun jumlah ayat-ayat yang menjelaskan tentang iman dan amal dan selalu berdampingan di antara keduanya. 82.4 Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. hal ini memberikan isyarat bahwa iman tanpa disertai dengan amal. berkisar sekitar 49 ayat. yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga.

Apakah kendala itu berkait dengan masalah pribadi. dalam kenyataannya banyak sekali ganjalan dan kendala menuju hidup sukses. yang redaksinya: “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan. kemudian ia berani tampil untuk mengambil resiko sebagai langkah pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. proses untuk menuju jalan kebenaran itu tidaklah mudah. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. Al-Insan/76: 12) Menurut penelitian penulis. 96. maka unsur yang ketiga mengajarkan kepada setiap orang agar saling mengingatkan dan berpesan antar sesamanya dalam kebenaran. (8) Al-Ra’d: 21. Unsur Ketiga: Saling Berwasiat dalam Kebenaran Jika unsur yang pertama dan kedua terpencar dan dilaksanakan oleh masing-masing individu. cit . 7 8 Sayyid Quthub. Allah akan menyediakan balasan yang setimpal kepada orang yang sabar. 172 (4) Al-Maidah: 10. Pemerintah yang berkuasa terkadang adil dan kebanyakan zalim. sabar dan kesabaran itu bukan berarti pasif dan statis. (9) Ibrahim: 23. Adanya kesesatan dan kezaliman di masyarakat bersifat fluktuatif. 2: 155. Kemampuan pengendalian diri dari masing-masing pihak bervariatif. Di samping itu. jiwa dan buah-buahan. misalnya firman Allah: “Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera” (QS. terkadang kurang kondusif. Saling isi-mengisi dan saling memberikan informasi dalam hal kebenaran itu tentunya disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada pada masing-masing individu. setelah yang bersangkutan berusaha maksimal sesuai dengan potensi dan kemampuan yang tersedia. minimal ada 81 ayat yang mendorong orang untuk bersabar. atau berhubungan dengan problema masyarakat. (10). (6) Yunus: 4. d. b. (5) Al-A’raf: 41. Kondisi lingkungan.8 Unsur keempat: Saling berwasiat dalam kesabaran Terwujudnya unsur kesatu. Dengan cara ini akan terealisir rasa persatuan dan kesatuan serta semangat ukhuwah Islamiyah yang dilandasi oleh kebenaran. di sana banyak liku-liku yang mesti dilalui antara lain: a. (7) Hud: 23. kesemuanya itu akan bisa dipecahkan jika dihadapi dengan penuh kesabaran dan ketabahan. kedua dan ketiga sangat bergantung kepada kwalitas dan frekwensi ketabahan seseorang tersebut. cit Sayyid Quthub. loc.7 Namun. akan tetapi. bangsa dan negara. c. loc. Akan tetapi. sabar itu diartikan sebagai upaya terakhir dari seseorang. kelaparan. kekurangan harta. Al-Qur'an telah menjelaskan secara umum bentuk-bentuk kendala dalam kehidupan. 9. Misalnya: Firman Allah SWT QS.(3)Al-Nisa: 121. baik yang berasal dari internal maupun yang datang dari eksternal. Sebab.

Imam Ahmad telah meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad yang dihasankan oleh Al-Mundziry dari ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiallahu ‘anhuma. Muttafaqun ‘alaihi Dan dalam riwayat Muslim.. tasbih. Mengangkat (baca: menengadahkan) kedua tangan di tengah-tengah sholat wajib.azhie.html ghj Kesalahan-Kesalahan Dalam Berdoa 1. Al-A’raf: 55) Dan Allah -Ta’ala. tunduk. “ (QS. Mengangkat kedua tangan setelah sholat-sholat wajib. Yang merupakan sunnah setelah sholat-sholat wajib adalah berdzikir dengan beristighfar. yang perkara ini bukan bagian darinya (agama) maka dia tertolak”. Seperti orang yang mengangkat kedua tangannya ketika bangkit dari ruku’ seakan-akan dia sedang qunut. merendah. Al-Anbiya`: 90) Maka orang yang berdo’a sudah sepantasnya untuk khusyu’. dan yang semisal dengannya. maka sudah sepantasnya kalau dia juga bersemangat untuk menyempurnakan dan memperindah do’anya untuk diangkat ke hadapan Penciptanya sehingga do’anya bisa dikabulkan.Semoga Allah SWT selalu memberi kemampuan kepada kita semua agar tetap berada pada jalur manusia suses di masa-masa mendatang. Hal ini termasuk dalam kategori bid’ah jika dilakukan secara terus menerus oleh pelakunya. (QS. 3. ِ ‫رمأ َه َس‬ ‫م ْنَم‬ ‫مَ َِْم‬ ‫م َْ م‬ ‫ن َ َسي‬ ‫م‬ ‫وه‬ ‫م‬ َ‫ر‬ ِْ َ َ‫م‬ ِ ‫دي‬ “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada contohnya pada urusan (agama) kami.juga berfirman: َ ‫َهممأ ه‬ ُ ِْ ‫مهه‬ ِ ‫م كأ‬ ِ ‫م َمأ هكأ‬ ِ ‫َة َسره‬ ‫م‬ ‫ب‬ ‫َهن‬ ‫م‬ ‫ةأيِ عِسن‬ ِ ‫م‬ ِ ‫أر‬ ِ ‫ْ يِف‬ ِ َ‫مأ هسد‬ َ ‫مأ رب‬ َ ‫مهه هرا‬ َ‫و‬ ِ ‫سن‬ “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatanperbuatan yang baik dan mereka berdo`a kepada Kami dengan harap dan cemas. Melalaikan kekhusyukan dan konsentrasi ketika berdo’a. 2. inilah adab-adab dalam berdo’a. Inilah yang selalu dilakukan oleh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Allah -Ta’ala. tahlil. Orang yang berdo’a tentunya bersemangat agar permintaannya diberikan dan dipenuhi keinginannya. dan perbuatan apa saja yang seperti ini sifatnya maka dia termasuk ke dalam sabda beliau -Shallallahu ‘alaihi wasallam-: ِ ‫ْ َم‬ ِ ‫م‬ ‫م ْنَم‬ ‫ثدح‬ ‫سي‬ ‫م‬ ‫وه‬ ‫م‬ َ‫ر‬ َ َ ‫رمأ يِف‬ َ َ ‫م ْأ اذه‬ ََ‫ن‬ ِ ‫دي‬ ِْ ”Barangsiapa yang memunculkan perkara baru dalam perkara (agama) kami ini. dan beliau tidak pernah mengangkat kedua tangan beliau dalam berdo’a setelah sholat-sholat wajib. Hal ini termasuk dari perbuatan-perbuatan yang tidak disebutkan dalam sunnah dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. dan berkonsentrasi. amien. takbir serta berdo’a dengan do’a-do’a yang warid (dalam sunnah) tanpa mengangkat kedua tangan. Allahu a’lam http://www.net/2012/01/kumpulan-khutbah-jumat-terbaru..berfirman: َ ‫يس‬ َ‫ة‬ ِ‫م‬ ِ ‫ه‬ ‫َهه‬ ‫م‬ ‫م‬ ِ َ‫ب هد‬ ُ ‫َأ ر‬ َ ‫ر‬ َ ‫خ اع‬ َ‫ك‬ “Berdo`alah kepada Tuhan kalian dengan berendah diri dan suara yang lembut”. maka amalan itu tertolak”. Maka perbuatan ini hendaknya tidak dikerjakan karena menyelisihi sunnah dan komitmen (membiasakan) dengannya adalah bid’ah. tahmid.bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- . tidak pernah dikerjakan oleh para khalifah (yang empat) dan tidak pula oleh para sahabat. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.

4.telah bersabda: ِ ‫ب نس‬ ‫هنِم‬ ‫م‬ ‫ِهن‬ َ‫ك‬ َ‫مو‬ َ ‫عاد‬ َ ‫هَدََأسِم يِف س‬ ِ‫ه‬ “Kelak akan ada kaum yang melampaui batas dalam berdo’a”. “Saya sudah berdo’a tapi belum dikabulkan”. dia mengatakan. Dan telah kita terangkan bahwa orang yang berdo’a hendaknya yakin do’anya akan dikabulkan. Riwayat Ahmad dan Abu Ya’la dengan sanad yang jayyid. dan hadits ini hasan. ‫ْأ‬ ِ ‫م‬ ‫د‬ ْ ‫ه‬ ‫نَم‬ َ ‫ص‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ف‬ ‫س‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫م‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬ ْ ‫سِم‬ ‫ه‬ ‫ن‬ َ‫ه‬ ‫أ‬ ‫ِو‬ ‫ه‬ ‫م‬ ْ . Beliau menjawab. maka mintalah kepada-Nya dalam keadaan kamu yakin akan dikabulkan. kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga perkara: Akan dipercepat pengabulan do’anya. misalnya: do’anya untuk memutuskan silaturahmi atau untuk kesewenang-wenangan atau karena dia (orang yang berdo’a) telah memakan makanan yang haram. Melampaui batas dalam berdo’a. “Kalau begitu kami akan memperbanyak (do’a)”. ‫م ينِنُم‬ َ‫مو‬ َِ ِ ‫م هَ َم‬ ِ ِ‫هو‬ ِ ‫أََِأم‬ ‫ب ِْذه‬ ‫م‬ َ ِ‫ا‬ ‫هم‬ ‫م‬ ‫هن‬ ‫م‬ َ‫م‬ َ‫س‬ ‫َ َس ِم‬ ‫م‬ ِ‫م‬ ‫ر َنَم دَأ م‬ ‫و ِم‬ ‫م‬ ِ ‫ه‬ ‫بأيِ ِم‬ َ ِ َ‫أنم‬ َ ‫بي‬ َ‫م‬ َْ ِ ‫خ‬ َ ‫دس‬ َ ‫اِ َِع‬ َ ِ‫س‬ ِ‫ا‬ َ‫ا‬ ِ ‫نا‬ “Jika kalian meminta sesuatu kepada Allah. Adapun hadits yang diriwayatkan (dengan lafadz): ِ َِ ‫هه‬ ‫مَِأا َم‬. ‫ه‬ ‫ه‬ َ ‫أ‬ ‫و‬ : ‫نَم‬ ‫ذ‬ ْ ‫ِر‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ك‬ ‫م‬ .berfirman: ِ‫م‬ َِ ‫ب هوأم‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫َ َم‬ ‫م‬ َ ‫َهمِف ر‬ ِ َ‫س هد‬ َ َ‫ب‬ ِ‫ك‬ ِ ‫نا‬ َ‫ك‬ “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo`alah kepada-Ku. “Allah lebih banyak (pemberiannya)”. misalnya dia berdo’a untuk suatu dosa atau untuk memutuskan silaturahmi. dan juga dari Abu Hurairah riwayat Ahmad dan selainnya. ‫ِف ينِنُم‬ ‫م َأا َم‬ ‫َ َمد‬ ‫ب م‬ ‫م‬ َ ِ َ‫ِنم‬ َ ‫ِف ه‬ ِ ‫َِِ َس‬ ”Mintalah kalian (kepada Allah) dengan menggunakan kedudukanku. ‫أم‬ ‫م‬ ‫و‬ : ‫م‬ َ ‫م‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ك‬ َ ُِ َ ِ ََ َ ِ ِ ِ “Tidak ada seorang muslim pun yang berdo’a dengan sebuah do’a yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahmi. ِ ‫م‬ َ ِ‫سل‬: ‫هِْم‬ َ َ‫ب د‬ َ ‫س‬ ِ ‫َِف‬ َ‫ك‬ َ َ َ‫م‬ َ ‫س يه‬ “Akan dikabulkan do’a salah seorang di antara kalian sepanjang dia tidak tergesa-gesa (dalam berdo’a).bersabda: َ ‫م نم‬ َ ِ‫م‬. Maka hal ini kebanyakannya menghalangi dikabulkannya do’a. berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary dan Muslim bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: ِ‫د‬ ‫ناَ ِم‬ ‫أس‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫عَ م‬ ‫هم‬ ‫م‬ ‫ناَ َم‬ ِ ‫ب ْأ َث‬ َ ‫س‬ ِ ‫ب‬ َ ‫س‬. Abu Daud. (QS. karena sesungguhnya kedudukanku di sisi Allah sangatlah besar”. atau akan dipersiapkan (disimpan) untuknya di akhirat. dan selain keduanya. karena dia sedang berdo’a kepada Yang Maha Pemurah dan Maha Baik. Putus asa dari dikabulkannya do’a dan terlalu tergesa-gesa ingin dikabulkan.Riwayat Ahmad. dan haditsnya shohih dengan beberapa pendukung: dari ‘Ubadah bin Ash-Shomit riwayat At-Tirmidzy dan Al-Hakim. . Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudry -radhiallahu ‘anhu-. Ini termasuk penghalang dikabulkannya do’a. atau dihindarkan dia dari bahaya yang semisal dengannya”. dan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam. ‫ْأ‬ ُ ِْ‫دةِراأ َنَم ه‬ ِ ‫م ِْ َم‬ َ ِ َ َ ِ َ ِ ِ ‫ه َ ةِر‬. 5. Mereka (para sahabat) berkata. Ghafir: 60) Dan barangsiapa yang tidak dikabulkan permintaannya maka dia tidak lepas dari dua keadaan: Pertama: Ada penghalang yang menghalangi dikabulkannya do’a. tidak shohih penisbahannya kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Kedua: Pengabulan do’anya diundurkan atau dia diselamatkan dari kejelekan yang semisalnya. niscaya akan Kukabulkan bagi kalian”.bersabda: ِ ‫ب وةِ َسع‬ ِ َ‫ن‬ ِ ‫َ ها‬ ِ َ ‫يِف‬ ‫ِب ِْنَم ْأ‬ ‫نه ِم‬ ‫م‬ ِ ‫َه‬ ‫ب يِ َسوأ َ َسي‬ ‫م‬ َ‫خ ه‬ ‫م‬ ‫ث ِم‬ ‫اِ ِْ م‬ ‫َةأ م‬ ‫ثدإ مِوأ م‬ ‫م‬ ِ ‫مم‬: ‫ْأ‬ ‫َم‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫م‬ ُ‫نس‬ َ ْ ِ ‫َه‬ ِ َ‫د سد‬ َ ‫م مِد‬ َ ‫َُ ر‬ َ َ َِ َ ِْ ‫ح‬ ُ ِْ ‫م َنَم‬ َ ‫سع‬ ِ ‫ن‬ َ ‫د‬. Karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan (permintaan) seorang hamba yang berdo’a kepada-Nya dengan hati yang lalai”. Allah -Ta’ala. Perbuatan ini termasuk penghalang-penghalang dikabulkannya do’a. bahwa Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka ini adalah hadits yang palsu.

sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzy dan selainnya dari ‘Ubadah bin Ash-Shomit -radhiallahu ‘anhu-. cukup dengan mengelap dengan sapu tangan atau tisu yang anda siapkan di saku anda. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. sampai akhir hadits. menghentikan sholat atau mengambil sapu tangan di saku (atau di samping) kemudian mengelapnya ? terima kasih. ‫ب ْأ‬ ِ ‫ب وةِ َسع‬ ‫أ َ هع ْ أ‬ ‫ر ِم‬ ‫م‬ َ‫د‬ ‫م‬ ِ ‫َه‬ ‫اِ ْ ِ م‬ ‫َ ِ ُاأ م‬ ‫سأاأ م‬ ‫م َ َم‬ ‫ن فرص‬ ‫م‬ ‫هسِم ِْن‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ه مِنِ َم ِم‬ ‫خ َ َم‬ ‫م‬ ‫ث ِم‬ َ َ‫ب ه‬ َ ْ ِ ‫َه‬ ِ َ‫م سد‬ َ ‫َُ مِد‬ ُ ِ ْ. sebagai Muslim kita wajib melaksanakan shalat dalam keadaan bagaimanapun. . salim saputra – Jogjakarta Jawaban: ‫السالم عليكن ورحوة هللا وبزكاته‬ Alhamdulillah saya belum belum pernah mengalami sakit flu berat dan juga belum pernah melihat orang yang sakit flu berat yang ingusnya mengalir begitu deras (apa mungkin seperti air) :) Saudara penanya dan netters eramuslim yang kami cintai karena Allah SWT. Taufik Hamim Effendi. saya mau tanya. Karena yang anda lakukan ini adalah gerakan yang ringan atau tidak banyak dan termasuk darurat juga.berfirman: َ ‫يس‬ َ‫ة‬ َ‫ه‬ ِ‫م‬ ِ ‫نه‬ ُ ِْ ‫م‬ ِ‫م‬ ‫َهه‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫م‬ َ ‫ِس‬ ‫سث َم‬ ‫عادِسن‬ ِ َ‫ب هد‬ ُ ‫َأ ر‬ َ ‫ر‬ َ ‫خ اع‬ ِ ‫م‬ َْ َِ َ‫ك‬ “Berdo`alah kepada Tuhan kalian dengan berendah diri dan suara yang lembut. sehingga ingus selalu keluar deras karena cairnya.. bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: ِ ‫م َ َم‬ ِ . Sepanjang dia tidak berdo’a untuk sebuah dosa atau untuk memutuskan silaturahmi”. ketika saya sholat pun sama.Allah -Ta’ala. Anda tidak harus menghentikan atau membatalkan shalat. dan haditsnya hasan. saya sakit flu berat. wassalamu’alaikum wr wb. Lc. pertanyaan saya. apa yang harus saya lakukan. *Diterjemah dari Al-Minzhar hal. Al-A’raf: 55) Dan di antara bentuk melampaui batas dalam berdo’a adalah berdo’a untuk suatu dosa atau untuk memutus silaturahmi. ‫ه‬ َ‫ن‬ َ َ‫ْ َمهِوأ ه‬ ِ َ‫ب سد‬ َ‫ر‬ ِ ِ ‫نه‬ ََ‫د‬ “Tidak ada seorang pun muslim di muka bumi ini yang berdo’a kepada Allah dengan sebuah do’a kecuali Allah akan mengabulkannya atau Allah akan hindarkan dia dari kejelekan yang semisalnya. MA Pertanyaan: assalamu’alaikum wr wb ustadz. tak terkecuali saat dalam keadaan sakit. ingus mengalir terus. 41-43 karya Asy-Syaikh Saleh Alu Asy-Syaikh+ Ustadz Menjawab Sahkah shalat sambil mengelap ingus? Diasuh Oleh Ust. Dalam hal ini yang menjadi ganjalan anda apakah bila sakit flu berat seperti yang anda ceritakan ini anda menghentikan shalat atau mengambil sapu tangan di saku baju kemudian mengelapnya. insya Allah gerakan ini tidak akan membatalkan shalat anda. (QS.

com/new) .” َ‫شعُىى‬ ْ‫ه‬ َ ‫ن فِي‬ ْ ُ‫ذييَ ه‬ َ َ‫فل‬ ِ ‫ن خَا‬ ِ َّ‫هنُىىَ *ال‬ ِ‫ؤ‬ ُ ‫ال‬ ِ ِ‫صالت‬ “Sungguh telah beruntung orang-orang Mukmin.Ada beberapa dalil shahih yang menyebutkan gerakan ringan yang tidak termasuk gerakan shalat yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Suatu hari Rasulullah SAW shalat sambil menggendong Umamah anak dari putrinya. Jadi sudah seharusnya seorang Muslim melaksanakan shalat secara khusyuk. Yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya”. Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Ringkasnya apa yang dikatakan oleh sahabat-sahabat kami adalah bawah pekerjaan yang tidak termasuk jenis gerakan shalat jika gerakannya banyak maka akan membatalkan shalat tanpa khilaf (perbedaan pendapat) dan jika gerakan tersebut sedikit (ringan) maka tidak akan membatalkan shalat tanpa khilaf (perbedaan pendapat)”. baik khusyuk hatinya atau pun khusyuk anggota tubuhnya. darurat dan tidak berturut-turut tidak membatalkan shalat. (QS. saat sujud Beliau melatkannya dan jika berdiri Beliau menggendongnya. ‫والسالم عليكن ورحوة هللا وبزكاته‬ Taufik Hamim Effendi. Abdullah bin Abbas RA suatu hari pernah shalat bersama Nabi SAW. lalu dia berdiri di sebelah kiri Beliau. Namun bila gerakan tersebut sedikit. Namun yang perlu kami tekankan di sini adalah jangan melakukan gerakan selain gerakan shalat kecuali bila dalam keadaan darurat atau gerakan ringan yang dibutuhkan seperti yang kami sebutkan di atas. MA (http://taufik-hamim. Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran : ْ ‫ح‬ ْ َ‫د أ‬ ْ‫و‬ ْ َ ‫“ق‬ . diantaranya: 1. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata: “Tidak mengapa dengan pekerjaan yang ringan di dalam shalat jika diperlukan”. 2. Lc. Semoga Allah membimbing kita semua agar bisa menjalankan shalat dengan khusyuk. Al-Mukminun: 21) Sebagaimna dia juga wajib melaksanakan shalat dengan penuh tumakninah. Allahu a’lam bishshawab. Maka Rasulullah SAW memegang kepalanya dari arah belakang dan menjadikannya berada di sebelah kanan Beliau. Para ulama bersepakat bahwa orang yang shalat dan melakukan gerakan di luar shalat secara berturut-turut dan tidak termasuk darurat maka akan dapat membatalkan shalat. Amin.