HIDUP SUKSES MENURUT SURAH AL-‘ASHR Surat al-‘Ashr ini terdiri dari tiga ayat.

Teks surat sebagai berikut:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” Hidup Sukses Jika surat al-‘Ashr ini diamati secara seksama, maka akan kita temui rumusan konsep hidup manusia sukses di dunia dan di akhirat. Pada surat ini tergambar tentang problem kehidupan manusia yang tidak mampu memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan seefektif mungkin; begitu juga semua karya mereka tidak dilandasi oleh motifasi iman; sehingga kehidupan mereka diklaim oleh Allah SWT sebagai kehidupan yang merugi (Khusr).1 Kerugian tersebut bisa berwujud dalam bentuk duniawi ataupun ukhrawi. Bentuk kerugian duniawi misalnya seseorang yang tidak dapat mempergunakan waktunya dengan baik, apalagi menyianyiakannya, maka kehidupan orang tersebut akan mengalami banyak kesulitan; dan akan tipislah tercapainya tujuan; atau besar kemungkinan cita-citanya gagal.2 Begitu pula halnya orang yang terlalu memusatkan perhatiannya terhadap materi duniawi, sementara ia melupakan kehidupan ukhrawi, kehidupan seperti inipun akan mendapatkan kerugian besar. Pada prinsipnya sejumlah harta yang dikumpulkan itu tidak ada manfaatnya--jika tidak digunakan dalam hal-hal yang positif karena ketika seseorang meninggal dunia maka seluruh harta itu akan ditinggalkan dengan begitu saja. Berdasarkan pertimbangan di atas, Allah SWT memberikan peringatan (tazkirah) yaitu diawalinya surat ini dalam bentuk qasam. Ia menggunakan muqsam bihnya dengan al-‘ashr; hal ini memberikan isyarat bahwa faktor waktu/kesempatan dan pemanfaatannya merupakan prasyarat penting yang akan mengantarkan manusia hidup sukses di dunia dan di akhirat. Allah SWT sangat sayang kepada hamba-Nya dengan memberikan jalan keluar dalam bentuk rumusankonsep hidup manusia sukses. Unsur Hidup Sukses Untuk terwujudnya hidup sukses menurut surat ini ada 4 unsur yang harus dipenuhi, dan kesemua unsur tersebut saling terkait, yaitu: Unsur pertama: Iman yang mantap. Persyaratan utama untuk mengarungi kehidupan di dunia ini adalah adanya pembekalan iman yang mantap yang bersumber dari hati sanubari yang suci. Iman dalam artian membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan merealisasikannya dalam bentuk perbuatan-perbuatan positif yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw yang tertuang di dalam Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah.3

1 2

Sayyid Quthub, op. cit., hal. 651 HAMKA, op. cit., hal. 235 3 Sayyid Quthub, op. cit., hal. 652

iman berfungsi sebagai pengendali gerak perbuatan seseorang sesuai dengan aturan main yang ditetapkan oleh Allah SWT. maka amal tersebut tidak berdampak dan tidak bernilai di sisi Allah SWT.. Al-Nur/24: 39). hal. 14: 18.4 Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. op.5 Unsur Kedua: Amal saleh (Perbuatan atau karya nyata yang positif). lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. iman merupakan dasar dan kunci serta barometer kehidupan. Amal saleh merupakan manisfestasi dari iman yang terpancar dari jiwa seseorang. 656 . Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya. (QS. 24: 39. Oleh karena itu. tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. 82. cit. Lihat pula QS. antara lain: (1).” (QS. berkisar sekitar 49 ayat. Al-Hujurat/49: 13). QS. Sebaliknya. Allah menyatakan di beberapa ayat Al-Qur'an tentang sesuatu perbuatan baru mempunyai nilai atau kwalitas. manusia tidak ada yang lebih tinggi.. Di samping itu. jika perbuatan itu dilandasi oleh unsur kekufuran maka perbuatan tersebut tidak mempunyai nilai bagaikan abu yang ditiup angin keras (lihat QS. (2) Ali-Imran: 57. 4 5 Ibid. hal ini memberikan isyarat bahwa iman tanpa disertai dengan amal. itu tidak akan bernilai apa-apa.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.. dan atau tidak ada yeng lebih hina kecuali orangorang yang dimuliakan oleh Allah yaitu orang-orang yang bertakwa. jika pelaksanaannya dilandasi oleh iman. rasa solidaritas sosial yang tinggi. atau dengan perkataan lain amal saleh merupakan buah dari iman. Imanlah yang mendinamisasikan perbuatan seseorang yang dimotifisir oleh semangat lillahi ta’ala. Adapun jumlah ayat-ayat yang menjelaskan tentang iman dan amal dan selalu berdampingan di antara keduanya. dan sebaliknya.. 277. 49: 13 yang berbunyi: “. pada hakikatnya. 14: 18) atau bagaikan fatamorgana “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar. dari padanya terpencar segala aspek kebaikan. seseorang hanya menyembah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. dan dengannya akan muncullah pada pribadi orang tersebut adanya rasa persamaan. Al-Baqarah: 25.”. dan rasa penghargaan atas hak-hak asasi manusia (HAM) sesamanya..6 Sepanjang pengamatan penulis kata “amanu” sering berdampingan dengan kata “ ’amilu alShalihat”. Yaitu: 6 Sayyid Quthub. jika amal tanpa dilandasi oleh iman.Dengan bekal iman. yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga. Sebab. Di samping itu .

misalnya firman Allah: “Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera” (QS. Akan tetapi. 172 (4) Al-Maidah: 10. dalam kenyataannya banyak sekali ganjalan dan kendala menuju hidup sukses. terkadang kurang kondusif. Unsur Ketiga: Saling Berwasiat dalam Kebenaran Jika unsur yang pertama dan kedua terpencar dan dilaksanakan oleh masing-masing individu. kelaparan. Pemerintah yang berkuasa terkadang adil dan kebanyakan zalim.7 Namun.(3)Al-Nisa: 121. Adanya kesesatan dan kezaliman di masyarakat bersifat fluktuatif. c. (6) Yunus: 4. yang redaksinya: “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan. (7) Hud: 23. Allah akan menyediakan balasan yang setimpal kepada orang yang sabar. di sana banyak liku-liku yang mesti dilalui antara lain: a. (10). Al-Insan/76: 12) Menurut penelitian penulis. kedua dan ketiga sangat bergantung kepada kwalitas dan frekwensi ketabahan seseorang tersebut. kekurangan harta. baik yang berasal dari internal maupun yang datang dari eksternal. loc. 9. cit . 96. Dengan cara ini akan terealisir rasa persatuan dan kesatuan serta semangat ukhuwah Islamiyah yang dilandasi oleh kebenaran.8 Unsur keempat: Saling berwasiat dalam kesabaran Terwujudnya unsur kesatu. sabar dan kesabaran itu bukan berarti pasif dan statis. kesemuanya itu akan bisa dipecahkan jika dihadapi dengan penuh kesabaran dan ketabahan. 7 8 Sayyid Quthub. Kemampuan pengendalian diri dari masing-masing pihak bervariatif. Misalnya: Firman Allah SWT QS. Al-Qur'an telah menjelaskan secara umum bentuk-bentuk kendala dalam kehidupan. d. jiwa dan buah-buahan. bangsa dan negara. b. Saling isi-mengisi dan saling memberikan informasi dalam hal kebenaran itu tentunya disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada pada masing-masing individu. atau berhubungan dengan problema masyarakat. cit Sayyid Quthub. sabar itu diartikan sebagai upaya terakhir dari seseorang. minimal ada 81 ayat yang mendorong orang untuk bersabar. setelah yang bersangkutan berusaha maksimal sesuai dengan potensi dan kemampuan yang tersedia. maka unsur yang ketiga mengajarkan kepada setiap orang agar saling mengingatkan dan berpesan antar sesamanya dalam kebenaran. 2: 155. (9) Ibrahim: 23. akan tetapi. proses untuk menuju jalan kebenaran itu tidaklah mudah. Kondisi lingkungan. Apakah kendala itu berkait dengan masalah pribadi. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (8) Al-Ra’d: 21. loc. kemudian ia berani tampil untuk mengambil resiko sebagai langkah pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. (5) Al-A’raf: 41. Sebab. Di samping itu.

Hal ini termasuk dari perbuatan-perbuatan yang tidak disebutkan dalam sunnah dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Allahu a’lam http://www. tidak pernah dikerjakan oleh para khalifah (yang empat) dan tidak pula oleh para sahabat. dan yang semisal dengannya. Mengangkat kedua tangan setelah sholat-sholat wajib. Muttafaqun ‘alaihi Dan dalam riwayat Muslim.berfirman: َ ‫يس‬ َ‫ة‬ ِ‫م‬ ِ ‫ه‬ ‫َهه‬ ‫م‬ ‫م‬ ِ َ‫ب هد‬ ُ ‫َأ ر‬ َ ‫ر‬ َ ‫خ اع‬ َ‫ك‬ “Berdo`alah kepada Tuhan kalian dengan berendah diri dan suara yang lembut”. Yang merupakan sunnah setelah sholat-sholat wajib adalah berdzikir dengan beristighfar. tahlil. Orang yang berdo’a tentunya bersemangat agar permintaannya diberikan dan dipenuhi keinginannya. inilah adab-adab dalam berdo’a. takbir serta berdo’a dengan do’a-do’a yang warid (dalam sunnah) tanpa mengangkat kedua tangan. ِ ‫رمأ َه َس‬ ‫م ْنَم‬ ‫مَ َِْم‬ ‫م َْ م‬ ‫ن َ َسي‬ ‫م‬ ‫وه‬ ‫م‬ َ‫ر‬ ِْ َ َ‫م‬ ِ ‫دي‬ “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada contohnya pada urusan (agama) kami. (QS. tahmid.azhie. merendah. “ (QS. maka amalan itu tertolak”. Inilah yang selalu dilakukan oleh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. tunduk. Hal ini termasuk dalam kategori bid’ah jika dilakukan secara terus menerus oleh pelakunya. Al-A’raf: 55) Dan Allah -Ta’ala. dan beliau tidak pernah mengangkat kedua tangan beliau dalam berdo’a setelah sholat-sholat wajib. Maka perbuatan ini hendaknya tidak dikerjakan karena menyelisihi sunnah dan komitmen (membiasakan) dengannya adalah bid’ah. tasbih. maka sudah sepantasnya kalau dia juga bersemangat untuk menyempurnakan dan memperindah do’anya untuk diangkat ke hadapan Penciptanya sehingga do’anya bisa dikabulkan. yang perkara ini bukan bagian darinya (agama) maka dia tertolak”. Melalaikan kekhusyukan dan konsentrasi ketika berdo’a.html ghj Kesalahan-Kesalahan Dalam Berdoa 1. Imam Ahmad telah meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad yang dihasankan oleh Al-Mundziry dari ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiallahu ‘anhuma. Mengangkat (baca: menengadahkan) kedua tangan di tengah-tengah sholat wajib. Seperti orang yang mengangkat kedua tangannya ketika bangkit dari ruku’ seakan-akan dia sedang qunut.Semoga Allah SWT selalu memberi kemampuan kepada kita semua agar tetap berada pada jalur manusia suses di masa-masa mendatang. 2.juga berfirman: َ ‫َهممأ ه‬ ُ ِْ ‫مهه‬ ِ ‫م كأ‬ ِ ‫م َمأ هكأ‬ ِ ‫َة َسره‬ ‫م‬ ‫ب‬ ‫َهن‬ ‫م‬ ‫ةأيِ عِسن‬ ِ ‫م‬ ِ ‫أر‬ ِ ‫ْ يِف‬ ِ َ‫مأ هسد‬ َ ‫مأ رب‬ َ ‫مهه هرا‬ َ‫و‬ ِ ‫سن‬ “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatanperbuatan yang baik dan mereka berdo`a kepada Kami dengan harap dan cemas.net/2012/01/kumpulan-khutbah-jumat-terbaru.. dan perbuatan apa saja yang seperti ini sifatnya maka dia termasuk ke dalam sabda beliau -Shallallahu ‘alaihi wasallam-: ِ ‫ْ َم‬ ِ ‫م‬ ‫م ْنَم‬ ‫ثدح‬ ‫سي‬ ‫م‬ ‫وه‬ ‫م‬ َ‫ر‬ َ َ ‫رمأ يِف‬ َ َ ‫م ْأ اذه‬ ََ‫ن‬ ِ ‫دي‬ ِْ ”Barangsiapa yang memunculkan perkara baru dalam perkara (agama) kami ini.. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami. amien. Al-Anbiya`: 90) Maka orang yang berdo’a sudah sepantasnya untuk khusyu’.bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- . Allah -Ta’ala. 3. dan berkonsentrasi.

‫ْأ‬ ِ ‫م‬ ‫د‬ ْ ‫ه‬ ‫نَم‬ َ ‫ص‬ ‫م‬ ‫ر‬ ‫ف‬ ‫س‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫م‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬ ْ ‫سِم‬ ‫ه‬ ‫ن‬ َ‫ه‬ ‫أ‬ ‫ِو‬ ‫ه‬ ‫م‬ ْ . “Allah lebih banyak (pemberiannya)”. tidak shohih penisbahannya kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. ‫أم‬ ‫م‬ ‫و‬ : ‫م‬ َ ‫م‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ك‬ َ ُِ َ ِ ََ َ ِ ِ ِ “Tidak ada seorang muslim pun yang berdo’a dengan sebuah do’a yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahmi. misalnya: do’anya untuk memutuskan silaturahmi atau untuk kesewenang-wenangan atau karena dia (orang yang berdo’a) telah memakan makanan yang haram. Abu Daud. Karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan (permintaan) seorang hamba yang berdo’a kepada-Nya dengan hati yang lalai”. Perbuatan ini termasuk penghalang-penghalang dikabulkannya do’a. karena sesungguhnya kedudukanku di sisi Allah sangatlah besar”. dan hadits ini hasan. kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga perkara: Akan dipercepat pengabulan do’anya.bersabda: َ ‫م نم‬ َ ِ‫م‬. Adapun hadits yang diriwayatkan (dengan lafadz): ِ َِ ‫هه‬ ‫مَِأا َم‬. “Kalau begitu kami akan memperbanyak (do’a)”. 4. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudry -radhiallahu ‘anhu-. 5. Mereka (para sahabat) berkata. dan haditsnya shohih dengan beberapa pendukung: dari ‘Ubadah bin Ash-Shomit riwayat At-Tirmidzy dan Al-Hakim. dan juga dari Abu Hurairah riwayat Ahmad dan selainnya. Maka ini adalah hadits yang palsu. ‫ْأ‬ ُ ِْ‫دةِراأ َنَم ه‬ ِ ‫م ِْ َم‬ َ ِ َ َ ِ َ ِ ِ ‫ه َ ةِر‬.telah bersabda: ِ ‫ب نس‬ ‫هنِم‬ ‫م‬ ‫ِهن‬ َ‫ك‬ َ‫مو‬ َ ‫عاد‬ َ ‫هَدََأسِم يِف س‬ ِ‫ه‬ “Kelak akan ada kaum yang melampaui batas dalam berdo’a”. ‫ِف ينِنُم‬ ‫م َأا َم‬ ‫َ َمد‬ ‫ب م‬ ‫م‬ َ ِ َ‫ِنم‬ َ ‫ِف ه‬ ِ ‫َِِ َس‬ ”Mintalah kalian (kepada Allah) dengan menggunakan kedudukanku. misalnya dia berdo’a untuk suatu dosa atau untuk memutuskan silaturahmi. (QS. Ghafir: 60) Dan barangsiapa yang tidak dikabulkan permintaannya maka dia tidak lepas dari dua keadaan: Pertama: Ada penghalang yang menghalangi dikabulkannya do’a. bahwa Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka hal ini kebanyakannya menghalangi dikabulkannya do’a.bersabda: ِ ‫ب وةِ َسع‬ ِ َ‫ن‬ ِ ‫َ ها‬ ِ َ ‫يِف‬ ‫ِب ِْنَم ْأ‬ ‫نه ِم‬ ‫م‬ ِ ‫َه‬ ‫ب يِ َسوأ َ َسي‬ ‫م‬ َ‫خ ه‬ ‫م‬ ‫ث ِم‬ ‫اِ ِْ م‬ ‫َةأ م‬ ‫ثدإ مِوأ م‬ ‫م‬ ِ ‫مم‬: ‫ْأ‬ ‫َم‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫م‬ ُ‫نس‬ َ ْ ِ ‫َه‬ ِ َ‫د سد‬ َ ‫م مِد‬ َ ‫َُ ر‬ َ َ َِ َ ِْ ‫ح‬ ُ ِْ ‫م َنَم‬ َ ‫سع‬ ِ ‫ن‬ َ ‫د‬. dan selain keduanya. Beliau menjawab. karena dia sedang berdo’a kepada Yang Maha Pemurah dan Maha Baik. Allah -Ta’ala. “Saya sudah berdo’a tapi belum dikabulkan”. Riwayat Ahmad dan Abu Ya’la dengan sanad yang jayyid. dia mengatakan. maka mintalah kepada-Nya dalam keadaan kamu yakin akan dikabulkan. berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary dan Muslim bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: ِ‫د‬ ‫ناَ ِم‬ ‫أس‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫عَ م‬ ‫هم‬ ‫م‬ ‫ناَ َم‬ ِ ‫ب ْأ َث‬ َ ‫س‬ ِ ‫ب‬ َ ‫س‬. niscaya akan Kukabulkan bagi kalian”. atau dihindarkan dia dari bahaya yang semisal dengannya”. ‫م ينِنُم‬ َ‫مو‬ َِ ِ ‫م هَ َم‬ ِ ِ‫هو‬ ِ ‫أََِأم‬ ‫ب ِْذه‬ ‫م‬ َ ِ‫ا‬ ‫هم‬ ‫م‬ ‫هن‬ ‫م‬ َ‫م‬ َ‫س‬ ‫َ َس ِم‬ ‫م‬ ِ‫م‬ ‫ر َنَم دَأ م‬ ‫و ِم‬ ‫م‬ ِ ‫ه‬ ‫بأيِ ِم‬ َ ِ َ‫أنم‬ َ ‫بي‬ َ‫م‬ َْ ِ ‫خ‬ َ ‫دس‬ َ ‫اِ َِع‬ َ ِ‫س‬ ِ‫ا‬ َ‫ا‬ ِ ‫نا‬ “Jika kalian meminta sesuatu kepada Allah. Putus asa dari dikabulkannya do’a dan terlalu tergesa-gesa ingin dikabulkan. Ini termasuk penghalang dikabulkannya do’a. Kedua: Pengabulan do’anya diundurkan atau dia diselamatkan dari kejelekan yang semisalnya. dan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan telah kita terangkan bahwa orang yang berdo’a hendaknya yakin do’anya akan dikabulkan. ِ ‫م‬ َ ِ‫سل‬: ‫هِْم‬ َ َ‫ب د‬ َ ‫س‬ ِ ‫َِف‬ َ‫ك‬ َ َ َ‫م‬ َ ‫س يه‬ “Akan dikabulkan do’a salah seorang di antara kalian sepanjang dia tidak tergesa-gesa (dalam berdo’a). Melampaui batas dalam berdo’a.Riwayat Ahmad. ‫ه‬ ‫ه‬ َ ‫أ‬ ‫و‬ : ‫نَم‬ ‫ذ‬ ْ ‫ِر‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ك‬ ‫م‬ .berfirman: ِ‫م‬ َِ ‫ب هوأم‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫َ َم‬ ‫م‬ َ ‫َهمِف ر‬ ِ َ‫س هد‬ َ َ‫ب‬ ِ‫ك‬ ِ ‫نا‬ َ‫ك‬ “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo`alah kepada-Ku. . atau akan dipersiapkan (disimpan) untuknya di akhirat.

ketika saya sholat pun sama. (QS. sampai akhir hadits. ‫ه‬ َ‫ن‬ َ َ‫ْ َمهِوأ ه‬ ِ َ‫ب سد‬ َ‫ر‬ ِ ِ ‫نه‬ ََ‫د‬ “Tidak ada seorang pun muslim di muka bumi ini yang berdo’a kepada Allah dengan sebuah do’a kecuali Allah akan mengabulkannya atau Allah akan hindarkan dia dari kejelekan yang semisalnya. Sepanjang dia tidak berdo’a untuk sebuah dosa atau untuk memutuskan silaturahmi”. wassalamu’alaikum wr wb. . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. Al-A’raf: 55) Dan di antara bentuk melampaui batas dalam berdo’a adalah berdo’a untuk suatu dosa atau untuk memutus silaturahmi.. apa yang harus saya lakukan. sebagai Muslim kita wajib melaksanakan shalat dalam keadaan bagaimanapun. Anda tidak harus menghentikan atau membatalkan shalat. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzy dan selainnya dari ‘Ubadah bin Ash-Shomit -radhiallahu ‘anhu-. ‫ب ْأ‬ ِ ‫ب وةِ َسع‬ ‫أ َ هع ْ أ‬ ‫ر ِم‬ ‫م‬ َ‫د‬ ‫م‬ ِ ‫َه‬ ‫اِ ْ ِ م‬ ‫َ ِ ُاأ م‬ ‫سأاأ م‬ ‫م َ َم‬ ‫ن فرص‬ ‫م‬ ‫هسِم ِْن‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ه مِنِ َم ِم‬ ‫خ َ َم‬ ‫م‬ ‫ث ِم‬ َ َ‫ب ه‬ َ ْ ِ ‫َه‬ ِ َ‫م سد‬ َ ‫َُ مِد‬ ُ ِ ْ. salim saputra – Jogjakarta Jawaban: ‫السالم عليكن ورحوة هللا وبزكاته‬ Alhamdulillah saya belum belum pernah mengalami sakit flu berat dan juga belum pernah melihat orang yang sakit flu berat yang ingusnya mengalir begitu deras (apa mungkin seperti air) :) Saudara penanya dan netters eramuslim yang kami cintai karena Allah SWT. cukup dengan mengelap dengan sapu tangan atau tisu yang anda siapkan di saku anda. MA Pertanyaan: assalamu’alaikum wr wb ustadz. 41-43 karya Asy-Syaikh Saleh Alu Asy-Syaikh+ Ustadz Menjawab Sahkah shalat sambil mengelap ingus? Diasuh Oleh Ust. menghentikan sholat atau mengambil sapu tangan di saku (atau di samping) kemudian mengelapnya ? terima kasih. Karena yang anda lakukan ini adalah gerakan yang ringan atau tidak banyak dan termasuk darurat juga. pertanyaan saya. insya Allah gerakan ini tidak akan membatalkan shalat anda. Lc. sehingga ingus selalu keluar deras karena cairnya. dan haditsnya hasan. saya sakit flu berat.Allah -Ta’ala. tak terkecuali saat dalam keadaan sakit. ingus mengalir terus. Dalam hal ini yang menjadi ganjalan anda apakah bila sakit flu berat seperti yang anda ceritakan ini anda menghentikan shalat atau mengambil sapu tangan di saku baju kemudian mengelapnya. *Diterjemah dari Al-Minzhar hal. saya mau tanya. bahwa Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: ِ ‫م َ َم‬ ِ . Taufik Hamim Effendi.berfirman: َ ‫يس‬ َ‫ة‬ َ‫ه‬ ِ‫م‬ ِ ‫نه‬ ُ ِْ ‫م‬ ِ‫م‬ ‫َهه‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫م‬ َ ‫ِس‬ ‫سث َم‬ ‫عادِسن‬ ِ َ‫ب هد‬ ُ ‫َأ ر‬ َ ‫ر‬ َ ‫خ اع‬ ِ ‫م‬ َْ َِ َ‫ك‬ “Berdo`alah kepada Tuhan kalian dengan berendah diri dan suara yang lembut.

Lc. 2. Suatu hari Rasulullah SAW shalat sambil menggendong Umamah anak dari putrinya. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata: “Tidak mengapa dengan pekerjaan yang ringan di dalam shalat jika diperlukan”. Maka Rasulullah SAW memegang kepalanya dari arah belakang dan menjadikannya berada di sebelah kanan Beliau. Yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya”. (QS. Allahu a’lam bishshawab. baik khusyuk hatinya atau pun khusyuk anggota tubuhnya. Namun bila gerakan tersebut sedikit. Para ulama bersepakat bahwa orang yang shalat dan melakukan gerakan di luar shalat secara berturut-turut dan tidak termasuk darurat maka akan dapat membatalkan shalat. Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Ringkasnya apa yang dikatakan oleh sahabat-sahabat kami adalah bawah pekerjaan yang tidak termasuk jenis gerakan shalat jika gerakannya banyak maka akan membatalkan shalat tanpa khilaf (perbedaan pendapat) dan jika gerakan tersebut sedikit (ringan) maka tidak akan membatalkan shalat tanpa khilaf (perbedaan pendapat)”. darurat dan tidak berturut-turut tidak membatalkan shalat.” َ‫شعُىى‬ ْ‫ه‬ َ ‫ن فِي‬ ْ ُ‫ذييَ ه‬ َ َ‫فل‬ ِ ‫ن خَا‬ ِ َّ‫هنُىىَ *ال‬ ِ‫ؤ‬ ُ ‫ال‬ ِ ِ‫صالت‬ “Sungguh telah beruntung orang-orang Mukmin. saat sujud Beliau melatkannya dan jika berdiri Beliau menggendongnya. Namun yang perlu kami tekankan di sini adalah jangan melakukan gerakan selain gerakan shalat kecuali bila dalam keadaan darurat atau gerakan ringan yang dibutuhkan seperti yang kami sebutkan di atas. Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran : ْ ‫ح‬ ْ َ‫د أ‬ ْ‫و‬ ْ َ ‫“ق‬ .com/new) . Al-Mukminun: 21) Sebagaimna dia juga wajib melaksanakan shalat dengan penuh tumakninah. Semoga Allah membimbing kita semua agar bisa menjalankan shalat dengan khusyuk. lalu dia berdiri di sebelah kiri Beliau. Jadi sudah seharusnya seorang Muslim melaksanakan shalat secara khusyuk. ‫والسالم عليكن ورحوة هللا وبزكاته‬ Taufik Hamim Effendi. MA (http://taufik-hamim. Abdullah bin Abbas RA suatu hari pernah shalat bersama Nabi SAW. diantaranya: 1.Ada beberapa dalil shahih yang menyebutkan gerakan ringan yang tidak termasuk gerakan shalat yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Amin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful