Definisi Epidemiologi Patofisiologi Faktor Resiko Manifestasi Klinis Pemeriksaan Diagnostik Penatalaksanaan Medis dari tiap kelainan dalam

ginekologi (meliputi kasus: ca cerviks, ca mammae, myoma uteri, kista ovary, AUB/ Abnormal Uterine Bleeding) 8. Asuhan keperawatan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Karsinoma sel skuamosa merupakan 87% kasus dan hamper semua sisanya adalah adenokarsinoma atau karsinoma adenoskuamosa. Terjadinya kanker serviks sangat perlahan. Penurunan ini merupakan hasil skrining (sitologi serviks. c. yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Epidemiologi Insiden kanker serviks sangat menurun selama 50 tahun terakhir ini dan sekarang merupakan kanker wanita terbanyak nomor enam. Ca Servik merupakan keganasan nomor 3 paling sering dari alat kandungan dan menempati urutan ke-8 dari keganasan pada perempuan. kemudian berubah menjadi sel kanker. 2010). di Amerika. Resiko perempuan mengalami kanker serviks akan semakin tinggi bila berhubungan seksual dengan lelaki yang pernah berhubungan dengan perempuan yang menderita kanker serviks. 2. Patofisiologi (terlampir) 4. Pada keadan kanker. 2008). Umur rata-rata saat ditegakkan diagnosis adalah 45-47 tahun tetapi penyakit ini dapat muncul jauh lebih awal. Namun demikian. 1-2% wanita berumur 40 tahun mengalami kanker serviks. apusan papanicolaou) dan pencegahan (terapi pre invasif). Namun demikian. bebrapa sel normal berubah menjadi sel-sel prekanker. Kanker serviks dimulai pada lapisan serviks. 3. Risiko kanker serviks termasuk (Faisal Yatim. Mulanya sel-sel membentuk susunan seperti bentuk kelenjar. Pada dasarnya ada 2 jenis utama kanker serviks. Perubahan ini disebut dysplasia dan biasanya terdeteksi dengan papsmear (dewi mulyani. Definisi Kanker serviks adalah keganasan yang bermula pada sel-sel serviks (leher rahim). Kanker serviks adalah hasil akhr peogresif epitel serviks. Hampir 50% penderita kanker serviks ternyata tidak melakukan pap smear dalam 10 tahun belakangan. . pernah dilaporkan kasus kanker serviks berumur 20 tahun. Umur pertama kali melakukan hubungan seksual (koitus pertama sangat dini yakni ˂ 20 tahun) b. Dengan permukaan seperti karet busa (spongiform) dan kaya dengan pembuluh darah (Dewi mulyani dkk.2005): a. paling sering (± 90%) terjadi pada sambungan skuamokolumner (Ralph C B. Sarcoma dan keganasan lain jarang terjadi. sel selaput lendir cerviks mengadakan proliferasi (membelah dan tumbuh). Banyaknya partner hubungan seksual. 2010).2010). Menurut Faisal Yatim (2005) Di Amerika. 1% penderita kanker serviks terdiagnosa pada waktu perempuan tersebut sedang hamil atau baru saja mengalami proses kelahiran.CA SERVIKS 1. Pertama. Faktor Resiko Kanker serviks penting dibicarakan dalam pembahasan penyakit menular seksual.sekitar 8 dari 10 jenis kanker serviks adalah karsinoma sel skuamoasa (sel-sel yang menutupi permukaan serviks) dan sisanya adalah adenokarsinoma (dimulai pada sel-sel kelenjar yang membuat lendir) (Dewi mulyani dkk. Umur rata-rata perempuan yang terserang kanker serviks sekitar 50-an tahun.

Atau. Paritas (jumlah kelahiran). seorang perempuan yang sering melahirkan (banyak anak) termasuk golongan risiko tinggi untuk terkena penyakit kanker leher rahim.2005). misalnya setelah melakukan koitus. 31. e. Apabila tidak segera terdeteksi. maka akan berdampak pada seringnya terjadi perlukaan di organ reproduksinya yang akhirnya dampak dari luka tersebut akan memudahkan timbulnya Human Papilloma Virus (HPV) sebagai penyebab terjadinya penyakit kanker leher rahim. Infeksi human papiloma virus. Penggunaan Pil KB dalam jangka panjang Hamil pertama pada Usia Muda (dibawah usia 17 tahun hampir) selalu 2 kali lebih memungkinkan terkena kanker serviks pada usia tuanya jika dibandingkan dengan wanitayang menunda kehamilannya hingga berusia 25 tahun atau lebih (Dewi mulyani dkk.d. penderita mengeluh nyeri pada pinggang bagian bawah (Faisal Yatim. Apabila kanker sudah berada pada stadium lebih lanjut. serviks serta anus. 2010). Dari berbagai literatur yang ada. Dengan seringnya seorang ibu melahirkan. 35 dan 39. h. memiliki resiko kanker serviks lebih tinggi (Dewi mulyani dkk. atau sembab anggota bawah karena penekan pembuluh darah balik.18. berbau busuk dan gatal serta . 2010). i. Manifestasi Klinis Pada tahap permulaan kanker. infeksi virus ini menyebabkan terbentuknya sel-sel prokanker serviks dalam jangka panjang. k. Semakin tinggi risiko pada wanita dengan banyak anak. Infeksi HIV Seorang wanita ynag terjangkit HIV memiliki system pertahanan tubuh yang kurang dapat memerangi infeksi HPV maupun kanker pada stadium awal (Dewi mulyani dkk. apalagi dengan jarak persalinan yang terlalu pendek. Merokok juga dianggap akan mempertinggi risiko terjadinya kanker serviks dua kali lipat. bisa terjadi perdarahan spontan dan nyeri pada rongga panggul. atau perdarahan menstruasi lebih banyak atau timbul perdarahan menstruasi lebih sering. Manifestasi lainnya yakni timbul keputihan yang tidak normal. f. berwarna kuning atau kecoklatan. Virus HPV akan menyerang selaput didalam mulut dan kerongkongan. 5. Riwayat keluarga. Cirri-ciri keputihan tersebut diantaranya lendir kental. Tipe virus HPV yang dianggap berkaitan dengan kanker serviks adalah tipe 16. gejala akibat tekanan pada persarafan. sudah menimbulkan perdarahan melalui vagina. g. j. penderita mengeluh halangan aliran air seni. Infeksi Bakteri Klamidia Beberapa penelitian menemukan bahwa wanita yang memiliki sejarah atau infeksi klamidia saat ini. Keluhan dan gejala akibat bendungan kanker. Infeksi virus human papiloma secara sigifikan berkaitan dengan kanker serviks intraepitel dan kanker serviks yang sudah infasi. 2010). atau timbul perdarahan diantara siklus menstruasi.

Tipe serosa .Karsinoma adenoid kistik .Tipekondilomatosa .Tumor metastasis WHO 1994 Karsinoma sel skuamosa .Dengan pertandukan .adanya sakit saat bersenggama.Tipe clear cell .Karsinoma tidak bediferensiasi .2005). Tabel: Klasifikasi Histologik kanker serviks WHO 1975 Karsinoma sel skuamosa .Tipe sel besar tanpa pertandukan .Tipe endoserviks .Karsinoma adenoid kistik Tumor mesenkim .Tipe sel kecil tanpa pertandukan Adenokarsinoma .Tipe limfoepitelioma Adenokarsinima .Tipe musinosa .Tanpa pertandukan . Gejala kanker serviks pada stadium akhir dapa menimbulkan keluarnya air kemih dan tinja dari vagina (Dewi mulyani dkk.Mesonefroid Tumor mesenkim .Tumor karsinoid . .Adenokarsinoma .Tipe verukosa .Karsinoma tidak berdifferensiasi Tabel: stadium ca.Tipe endometrioid Karsinoadeskuamosa .Karsinoma glassy cell .Karsinoma adenoid basal . 2010). serviks secara klinis (Faisal Yatim.Karsinoma sel kecil .Tipe endometrioid Karsinodenoskuamosa (adenoepidermol) .Tipe kapiler .Dengan pertandukan .Tipe mesonefrik .

dan biasanya terlihat setelah traumaringan (hub. Saraf ynag terkena mengakibatkan nyeri yang sangat pada punggung dan tungkai.Sedangkan stadium kanker menurut (Dewi mulyani dkk. . Rabas berwarna gelap dan berbau bususk karena nekrosis dan infeksi dari massa tumor. termasuk kelenjar limfe anterior ke sacrum. douching. perdarahan mungkin persisten dan meningkat. Saat terdapat rabas atau perdarahan yang tidak teratur: . sering dengan demam akibat infeksi sekunder dan abses pada massa yang megalami ulserasi.Perdarahan terjadi pada interval yang tak teratur antara periode atau setelah menopause. cukup besar dibandingkan hanya bercak yang terdapat pada pakaian dalam. 2010).Dengan berjalannya penyakit..Tahap akhir: kurus ekstrem dan anemia. kebanyakan gejala awal Ca serviks sering asimptomatik.Rabas meningkat jumlahnya dan menjadi cair. jaringan disebelah luar serviks terserang. . Seksual. Berdasarkan buku keperwatan medikal bedah.Sejalan dengan berkembangnya kanker. atau defekasi) . . dan pembentukkan fistula. . .

Bukan kanker invasive yang telah menyebar keluar leher rahim. Daftar ini mencakup beberapa jenis operasi yang paling umum dilakukan pada pengobatan kanker serviks. a. Menentukan bagian mana yang akan dibiopsi sangat penting. Tindakan ini dapa dipermudah dengan uji schiller (Ralph C B. Cara ini dapat membunuh sel-sel abnormal dengan cara membekukannya. Daerah epitel yang melapisi serviks dengan keganasan tidak mengandung glikogen.lakukan biopsy ditepi lesi.2005). b. Karena itu. 7. Kerena dalam perdarahan ada unsur-unsur nekrosis peradangan. 2008). Namun.6. Cryosurgery digunakan untuk mengobati kanker serviks yang hanya ada didalam leher rahim (stadium )). 2010). Biopsy lubang (punch biopsy ) langsung dengan kolposkopi disertai kuretase ringan pada endoserviks dapat menghindari biopsy kerucut (cone biopsy) serviks yang lebih luas. 2008). dan akan tetap tidak terwarnai jika diberikan larutan schiller atau lugol. Kolposkopi Kolposkopi dapat mengenali kemungkinan karsinoma dini didaerah CIN. 2. noduler atau papiler biasanya dapat memastikan kanker invasive bila ada (Ralph C B. Operasi Ada beberapa jenis operasi untuk pengobatan kanker serviks. yakni operasi. Bedah Laser . Pemeriksaan Diagnostik a. 2008). Biopsy Bisopsi dan penilaian jaringan secara mikroskopis penting untuk menegakkan atau menyingkirkan diagnosis kanker. Pap Smear Kanker serviks stadium awal bisa didiagnosa dengan melakukan pemeriksaan sitologi melalui papsmear pada cairan serviks. Cryosurgery Sebuah probe metal yang didinginkan dengan nitrogen cair dimasukkan kedalam vagina dan leher rahim. Tetapi negative palsu pada 15-40% kasus tergantung pada kemampuan laboratorium dan kelompok penduduk ynag diperiksa (Faisal Yatim. 1. dan kemoterapi (Dewi mulyani dkk. raditerapi. Penatalaksanaan Medis Terdapat tiga jenis pengobatan utama kanker. dimana perbedaan jaringan normal dan ganas sangat jelas. kanker invasive yang jelas biasanya menimbulkan ulserasi dan perdarahan sehingga tidak diperlukan kolposlopi untuk biopsy (Ralph C B. Karena itu biopsy pada daerah dengan uji schiller positif yang memiliki lesi granuler. d. Beberapa pengobatan melibatkan pengangkatan rahim (histerektomi) dan yang lain tidak. Uji Schiller Larutan yodium encer akan member warna coklat pada permukaan serviks normal karena sel-sel epitel serviks normal mengandung glikogen. c. pada kemungkinan kanker invasive serviks. biopsy dari daerah ulserasi tidak berguna atau sulit diinterpretasi. Biopsy langsung dari tempat yang dicurigai seperti ini dapat menunjukkan adanya invasi dini ke stroma.

Metode ini meliputi pengangkatan serviks bagian atas vagina. Histerektomi digunkana untuk mengobati beberapa kanker serviks stadium awal (stadium I) dan mengobati kanker stadium prakanker (stadium 0) jika sel-sel kanker ditemukan pada batas tepi koonisasi. Vagina maupun kelenjar getah kelenjar getah bening penggul tidak diangkat. jaringn berbentuk kerucut diangkat untuk diperiksa di bawah mikroskop. Histerektomi . tetapi tidak mencakup jaringan yang berada di dekatnya. . dan beberapa kelenjar getah bening ynag berada di daerah panggul. bukan dilakukan melalui vagina. 5. Setelah dilakukan operasi ini wanita tidak bisa hamil. Pembedahan laser hanya digunakan sebagai pengobatan kanker serviks pra-invasif (stadium 0) 3. trachelektomi sebuah prosedur yang disebut trachelektomi radikal memungkinkan wanita muda dengan kanker stadium awal dapat diobati dan masih dapat mempunyai anak. jaringan didekatnya. dokter bedah akan mengangkat seluruh rahim. laser atau kawat tipis yang dipanaskan oleh listrik (prosedur ini disebut LEEP atau LEETZ). Konisasi Sepotong jaringan berbentuk kerucut aka diangkat dari leher rahim. 4. Pemotongan dilakukan menggunakan pisau bedah. Cara ini jarang digunakan sebagai satu-satunya pengobatan kecuali untuk wanita dengan kanker serviks stadium dini yang ingin memiliki anak. Operasi iini paling sering dilakukan melalui pemotongan bagian depan perut. Rahim dapat diangkat dengan cara operasi dibagian depan perut atau melalui vagina. Setelah biopsy. Jika batas tepi dari kerucut itu mengandung kanker.Cara ini menggunakan sebuah sinar laser untuk membakar sel-sel atau menghapus sebagian kecil jaringan sel rahim untuk dipelajari.Histerektomi Radikal dan diseksi kelenjar getah bening panggul Pada operasi ini. vagina bagian atas yang berbatasan dengan leher rahim. kemudian melatakkannya pada jahitan berbentuk kantung yang bertindak sebagai pembukaan leher rahim didalam . Pendekatan ini dugunakan untuk menemukan atau mengobato kanker servisk tahap awal (stadium 0/1).Histerektomi Sederhana Cara kerja metode ini adalah mengangkat rahim. maka diperlukan pengobatan lebih lanjut untuk memastikan bahwa seluruh sel-sel kankernya telah diangkat.

Untuk setiap sesi pengobatan. dubur dan sebagian usus besar. . Namun. zat radioaktif dimasukkan kedalam silinder didalam vagina. 6. dokter dapat mempertimbangkan kemoterapii dengan kombinasi obat misalnya hycamtin dan cisplatin. Ekstenterasi Panggul Selain mengambil semua organ dan jaringan vagina dan perut. c. Stadium prakanker (I) Stadium prakanker hingga stadium 1 awal biasanya diobati dengan heisterektomi. pada operasi jenis ini. Pada stadium sangat lanjut (stadium IV akhir). juga dilakukan pengangkatan kandung kemih. Apabila pasien masih ingin memiliki anak. Radioterapi Pada pengobatan kanker serviks. Kadang-kadang. Untuk jenis pengobatan radiasi internal. kemudian dikeluarkan kembali. biasanya dilakukan metode LEEP atau Cone Biopsy. vagina. atau kemoterapi berbasis cisplatin yang dilanjutkan dengan histerektomi. 2010): a. Stadium lanjut (II akhir-IV awal) Kanker serviks pada stadium ini dapat diobati dengan radioterapi dan kemoterapi bebrbasis cisplatin. beberapa wanita dapat mengalami kehamilan jangka panjang dan melahirkan bayi yang sehat melalui operasi Caesar. . Kelenjar getah bening didekatnya juga diangkat. biasanya dilakukan radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin. Operasi ini dilakukan saat kanker serviks kambuh kembali setelah pengobatan sebelumnya. c. b. Radioterapi dosis tinggi dilakukan dalam bentuk rawat jalan selama beberapa waku. bahan radioaktif ini ditempatkan didalam jarum tipis yang langsung dimasukkan kedalam tumor. Biasanya obat-obatan tersebut diberikan melalui infuse atau per oral. radioterapi diterapkan dengan melakuka radiasi eksternal yang diberikan bersama dengan kemoterapi dosis rendah. Pengobatan implantasi radioaktif dosis rendah dapat diselesaikan hanya dalam waktu beberapa hari dan selama pengobatan pasien tetap berada dirumah sakit. biasanya dilakukan radikal histerektomi atau radioterapi dengan atau tanpa kemoterapi. histerektomi. Kemoterapi Adalah penggunaan obat-obat untuk membunuh sel-sel kanker. Setelah operasi ini. wanita yang pernah menjalani operasi ini tetap dapat menjalani kehidupan dengan bahagia dan produktif. Operasi ini bisa dilakukan melalui vagina atau perut. Stadium awal (I an II) .rahim. b.Apabila ukuran tumor ˃ 4 cm.Apabila ukuran tumor ˂ 4 cm. Resiko terjadinya kekambuhan kanker sesudah pengobatan ini cukup rendah. bahan radioaktif dimasukkan kedalam tumor selama beberapa menit. Sedangkan pengobatan kanker serviks berdasarkan stadiumnya (Dewi mulyani dkk. Diperlukan waktu 6 bulan untuk pulih dari operasi radikal ini.

serta gangguan lainnya. Benson. Myoma. Jakarta: Pustaka Populer Obor 2. Jakarta: EGC 4. Buku saku obstetric dan ginekologi. kista. kanker rahim/leher rahim dan indung telur. Jakarta: Agromedia Pustaka 3. Asuhan Keperawatan Referensi 1. Jakarta: EGC . Yatim. Biasanya dilakukan pengobatan yang bersifat paliatif yang ditujukan untuk mengurangi gejala. Keperawatan medical-bedah : buku saku untuk Brunner and Suddarth. Dewi mulyani dkk/Tim Cancerhelps (2010). Ralph C (2008). Baughman. Stop Kanker. 8.Jika kesembuhan tidak dimungkinkan. Diane C (2000). Faisal (2005). tujuan pengobatan selanjutnya adalah mengangkat atau menghancurkan sebanyak mungkin sel kanker.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful