P. 1
hiperemesis gravidarum 2

hiperemesis gravidarum 2

|Views: 10|Likes:
Published by Arini Raydian

More info:

Published by: Arini Raydian on Oct 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2015

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori 1. Hiperemesis Gravidarum a. Pengertian Hiperemesis Gravidarum Emesis gravidarum adalah gejala yang wajar atau sering terdapat pada kehamilan trimester pertama. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi ada yang timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gajala ini biasanya terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terahir dan berlangsung kurang lebih 10 minggu (Wiknjosastro, 2007 hal 98). Hiperemesis gravidarum adalah keluhan mual dan muntah hebat lebih dari 10 kali sehari dalam masa kehamilan yang dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit, sehingga menganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan janin dalam kandungan. Mual dan muntah berlebihan yang terjadi pada wanita hamil sehingga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan kadar elektrolit, penurunan berat badan (lebih dari 5% berat badan awal), dehidrasi, ketosis, dan kekurangan nutrisi. Hal tersebut mulai terjadi pada minggu keempat sampai kesepuluh kehamilan dan selanjutnya akan membaik pada usia kehamilan 20 minggu, namun pada beberapa kasus dapat terus berlanjut sampai pada kehamilan tahap berikutnya (Runiari, 2010 hal 65).

7

8

Pada umumnya hiperemesis gravidarum terjadi pada minggu ke 6-12 masa kehamilan, yang dapat berlanjut sampai minggu ke 16-20 masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gejala yang wajar ditemukan pada kehamilan triwulan pertama. Biasanya mual dan muntah terjadi pada pagi hari sehingga sering dikenal dengan morning sickness. Sementara setengah dari wanita hamil mengalami morning sickness, antara 1,2 - 2% mengalami hiperemesis gravidarum, suatu kondisi yang lebih serius (Huliana, 2001 hal 78) Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual ini mulai dialami sejak awal kehamilan. Mual muntah saat hamil muda sering disebut morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah ini dapat terjadi setiap saat. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga, tapi ini jarang terjadi (Ratna, 2010 hal 45). b. Tingkatan Hiperemesis Gravidarum Runiari (2010 hal 58) menyatakan bahwa tidak ada batasan yang jelas antara mual yang bersifat fisiologis dengan hiperemesis gravidarum, tetapi bila keadaan umum ibu hamil terpengaruh sebaiknya dianggap sebagai hiperemesis gravidarum. Menurut berat ringannya gejala hiperemesis gravidarum dapat dibagi ke dalam tiga tingkatan sebagai berikut :

3) Tingkat III Keadaan umum lebih parah. keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan. termasuk vitamin B kompleks. Komplikasi fatal terjadi pada susunan saraf yang dikenal sebagai wenickle ensefalopati. oligouria. kesadaran menurun dari somnolen sampai koma. nadi kecil dan cepat.9 1) Tingkat I Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum. Nadi meningkat sekitar 100 kali per menit. dapat disertai peningkatan suhu tubuh. dan konstipasi. berat badan turun. mata cekung dan sedikit ikterus. suhu kadang-kadang naik. nafsu makan tidak ada. 2) Tingkat II Ibu hamil tampak lebih lemas dan apatis. muntah berhenti. berat badan menurun dan merasa nyeri pada epigastrium. lidah kering dan mata cekung. Pada tingkatan ini ibu hamil merasa lemah. tekanan darah turun. dan dapat pula ditemukan dalam urine. turgor kulit berkurang. tekanan darah sistolik menurun. dan perubahan mental. nadi kecil dan cepat. hemokonsentrasi. Gejala yang dapat timbul seperti nistagmus. turgor kulit lebih menurun. lidah kering dan tampak kotor. Timbulnya ikterus menunjukkan . tekanan darah menurun. diplopia. Aseton dapat tercium dari hawa pernapasan karena mempunyai aroma yang khas. serta suhu meningkat.

spiritual dan pekerjaan. namun dapat menyebabkan efek samping pada janin seperti abortus.10 terjadinya payah hati. lambung. kelahiran prematur dan malformasi pada bayi lahir (Gross dalam Runiari. berat badan lahir rendah.. c. rasa bersalah dan marah. et. Kontak sosial dengan orang lain juga berubah karena klien mengalami perubahan yang sangat kompleks terhadap kehamilannya. Berkurangnya pendapatan akibat berhenti bekerja mengakibatkan timbulnya ketergantungan terhadap pasangan (Simpson. 2001). Al. Akibat hiperemesis gravidarum Hiperemesis gravidarum tidak hanya mengancam kehidupan klien. Media yang berkembang menjelaskan bahwa kehamilan merupakan . Penelitian yang dilakukan oleh Paawi (2005) didapatkan bahwa hiperemesis gravidarum merupakan faktor yang signifikan terhadap memanjangnya hari rawat bagi bayi yang dilahirkan. Secara psikologis dapat menimbulkan dampak kecemasan. dan retina. 2010 hal 61). hiperemesis gravidarum juga memberikan dampak secara psikologis. Jika mual dan muntah menghebat. maka timbul self pity dan dapat terjadi konflik antara ketergantungan dan kehilangan kontrol. Ada peningkatan angka kematian Intrauterin Growth Retardation (IUGR) pada klien hiperemesis gravidarum yang mengalami penurunan berat badan lebih dari 5%. sosial. Pada tingkatan ini juga terjadi perdarahan dari esofagus. Selain berdampak fisiologis pada kehidupan klien dan janinnya.

2009 hal 56). serta dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. asam urat.11 keadaan fisiologis dan psikoemosional yang optimal. (Winkjosastro. ketidakseimbangan elektrolit. Dulu penyakit ini dikelompokkan ke dalam penyakit toksemia gravidarum karena diduga adanya semacam “racun” yang berasal dari . B6. perubahan yang terjadi berhubungan dengan malnutrisi dan dehidrasi yang menyebabkan terdapatnya non protein nitrogen. e. Etiologi dan faktor yang berhubungan dengan hiperemesis gravidarum Etiologi hiperemesis gravidarum belum diketahui dengan pasti. 2010 hal 62) d. Patofisiologi hiperemesis gravidarum Patofisiologi hiperemesis gravidarum dapat disebabkan karena peningkatan Hormone Chorionic Gonodhotropin (HCG) dapat menjadi faktor mual dan muntah. dapat mengakibatkan terjadinya anemia (Mitayani. kekurangan vitamin B1. B12. dan penurunan klorida dalam darah. Peningkatan kadar hormon progesteron menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal mengalami relaksasi sehingga motilitas menurun dan lambung menjadi kosong. Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi ibu hamil muda bila terjadi terus menerus dapat mengakibatkan dehidrasi. 2007 hal 185) Pada beberapa kasus berat. sehingga jika wanita mengalami mual dan muntah yang menghebat dianggap sebagai kegagalan perkembangan wanita (Runiari.

Hormon ini berfungsi untuk . Selain itu HCG juga menstimulasi kelenjar tiroid yang dapat mengakibatkan mual dan muntah. penurunan motilitas lambung dan penurunan sekresi dari asam hidroklorid juga berkontribusi terhadap terjadinya mual dan muntah. dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dapat menjadi faktor pencetus mual muntah. Runiari (2010) dan Guyton (2004) menjelaskan beberapa teori penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum namun tidak ada satupun yang dapat menjelaskan proses terjadinya secara tepat. Nama gestosis dini diberikan untuk hiperemesis gravidarum dan gestosis lanjut untuk hipertensi (pre-eklampsi dan eklampsi) dalam kehamilan (Runiari. Penyakit ini juga digolongkan ke dalam gestosis bersama pre-eklampsi dan eklampsi. termasuk saraf ibu hamil sehingga perasaan ibu hamil menjadi tenang. estrogen. Hormon progesteron ini dihasilkan oleh korpus luteum pada masa awal kehamilan dan mempunyai fungsi menenangkan tubuh ibu hamil selama kehamilan. hal itu mengakibatkan penurunan motilitas lambung sehingga pengosongan lambung melambat.12 janin atau kehamilan. 2010 hal 63). 2010 hal 63): 1) Teori Endokrin Teori endokrin menyatakan bahwa peningkatan kadar progesteron. Teori tersebut antara lain adalah (Runiari. Peningkatan hormon progesteron menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal mengalami relaksasi. Refleks esofagus.

Stress menggunakan adrenalin dalam tubuh untuk meningkatkan kepekaan. Hormon ini dapat "mengembangkan" pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah.13 membangun lapisan di dinding rahim untuk menyangga plasenta di dalam rahim. Seseorang dalam kondisi stress akan meningkatkan aktifitas saraf simpatis. meningkatkan suhu tubuh. . Peningkatan adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu. meningkatkan tekanan darah terial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Sistem imun merupakan komponen penting dan responden adaptif stress secara fisiologis. dan menurunnya gairah berhubungan intim selama hamil. menyempitkan pembuluh darah perifer. untuk melepaskan hormon stress berupa adrenalin dan kortisol (Guyton. mual. meningkatkan pernafasan. perut menjadi kembung atau sembelit. 2004 hal 46). 2004 hal 46). Hormon ini juga mempengaruhi perasaan dan suasana hati ibu. Hormon ini juga dapat berfungsi untuk mencegah gerakan kontraksi atau pengerutan otot-otot rahim. meluaskan pembuluh darah koroner. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah (Guyton. Hormon ini juga membuat sistem pencernaan jadi lambat. itu penyebab mengapa Anda sering pusing saat hamil. prestasi dan tenaga.

5) Teori Psikosomantik Menurut teori psikomatik. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) adalah hormone yang dihasilkan selama kehamilan. hiperemesis gravidarum merupakan keadaan gangguan psikologis yang dirubah dalam bentuk gejala . sehingga dijadikan dasar dikemukakannya teori infeksi sebagai penyebab hiperemesis gravidarum. Mual dan muntah berlebihan juga dapat terjadi pada ibu hamil yang sangat sensitif terhadap sekresi dari korpus luteum. HCG ini dapat menstimulasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil (Guyton.14 Tekanan darah yang tinggi dan peningkatan denyut jantung akan dapat meningkatkan HCG. 2) Teori Metabolik Teori metabolik menyatakan bahwa kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan mual dan muntah pada kehamilan. 3) Teori Alergi Adanya histamin sebagai pemicu dari mual dan muntah mendukung ditegakkannya teori alergi sebagai etiologi hiperemesis gravidarum. 2004 hal 47). yang dapat dideteksi dari darah atau air seni wanita hamil sesudah kurang lebih 10 hari sesudah pembuahan. 4) Teori Infeksi Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara infeksi Helicobacter pykori dengan terjadinya hiperemesis gravidarum.

gejala mual dan muntah dapat disebabkan oleh gangguan yang bersifat sentral pada pusat muntah (chemoreceptor trigger zone). oleh karena itu pada kasus yang berat harus dipikirkan kemungkinan akibat gangguan fungsi hati. pankreatitis. atau ulkus peptikum (Runiari. molahidatidosa dan kehamilan ganda 2) Faktor organik seperti alergi masuknya vilikohirialis sirkulasi. . Mitayani (2009 hal 57) menyebutkan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hiperemesis gravidarum meliputi : 1) Faktor predisposisi terdiri dari primigravida. kantung empedu. Selain merupakan reflesi gangguan intrinsik dari lambung. Gejala mual dan muntah dapat juga disebabkan oleh gangguan traktus digestif seperti pada penderita diabetes mellitus (gastroparesis diabeticorum). perubahan metabolik akibat kehamilan dan resistensi ibu yang menurun. serta konflik dan hal tersebut dapat menjadi faktor psikologis penyebab hiperemesis gravidarum. Perubahan metabolisme hati juga dapat menjadi penyebab penyakit ini. Hal ini disebabkan oleh gangguan motilitas usus atau keadaan pasca operasi vagotomi.15 fisik. Kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak diinginkan serta tekanan pekerjaan dan pendapatan menyebabkan terjadinya perasaan berduka. ambivalen. 2010 hal 69).

alergi. umur. paritas. infeksi dan diabetes melitus. tekanan. ketegangan atau usaha keras yang berpusat pada benda dan manusia terutama kekuatan mental manusia (Yosep.16 3) Faktor psikologis. 2. peningkatan hormon progesteron. Pengertian Stress Stress merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin “stingere” yang berarti keras. meliputi pengetahuan. Hardjana dalam Yosep (2007 hal 64) menyebutkan bahwa stress sebagai keadaan atau kondisi yang tercipta bila transaksi seseorang yang mengalami stress dan hal yang dianggap mendatangkan stress membuat orang yang bersangkutan melihat ketidaksepadanan antara keadaan atau kondisi dan system sumber daya biologis. mental dan kimiawi dari tubuh terhadap situasi yang menakutkan. membingungkan. 2007 hal 64). Menurut Mc Nerney dalam Yosep (2007 hal 64) menyebutkan stress sebagai reaksi fisik. psikologis dan social yang ada padanya. Selanjutnya istilah ini digunakan dengan lebih menunjukkan kekuatan. stress. strest. stresce dan stress. pekerjaan. membahayakan dan merisaukan seseorang. Istilah ini mengalami perubahan seiring dengan perkembangan penelahaan yang berlanjut dari waktu ke waktu dari straise. sikap. Stress a. estrogen dan HCG. Tubuh akan memberikan reaksi tertentu terhadap berbagai tantangan yang dijumpai .

2) Problem orangtua Permasalahan yang dihadapi orangtua. anak sakit. kematian salah satu pasangan. Jenis stressor psikososial pada umumnya dapat digolongkan sebagai berikut: 1) Perkawinan Berbagai permasalahan perkawinan merupakan sumber stress yang dialami seseorang. perceraian. ketidaksetiaan dan lain sebagainya. tidak semua mampu mengadakan adaptasi dan mampu menganggulanginya. kebanyakan anak. sehingga timbullah keluhan-keluhan kejiwaan antara lain depresi. Namun demikian. Stressor ini dapat menyebabkan seseorang jatuh dalam depresi dan kecemasan. kenakalan anak. Permasalahan tersebut di atas merupakan sumber stress yang pada gilirannya dapat jatuh dalam depresi dan kecemasan. perpisahan. misalnya tidak punya anak.17 dalam kondisi stress ini berdasarkan adanya perubahan biologi dan kimia dalam tubuh. . b. Penyebab Stress Yosep ( 2007 hal 65) menjelaskan stressor psikososial adalah setiap keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang sehingga orang itu terpaksa mengadakan adaptasi atau menganggulangi stressor yang timbul. misalnya pertengkaran.

pekerjaan tidak cocok. jabatan. Banyak orang menderita depresi dan kecemasan karena masalah pekerjaan. terlibat utang. kebangkrutan usaha. atasan dengan bawahan dan lain sebagainya. 6) Keuangan Masalah keuangan yang tidak sehat. 5) Lingkungan hidup Kondisi lingkungan yang buruk besar pengaruhnya bagi kesehatan seseorang misalnya soal perumahan. pensiun.18 3) Hubungan interpersonal Gangguan ini dapat berupa hubungan dengan kawan dekat yang mengalami konflik. misalnya pendapatan jauh lebih rendah dari pengeluaran. 4) Pekerjaan Masalah pekerjaan merupakan sumber stress kedua setelah masalah perkawinan. penjara dan lain sebagainya. soal warisan dan sebagainya. misalnya pekerjaan terlalu banyak. misalnya tuntutan hukum. kenaikan pangkat. kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya. 7) Hukum Keterlibatan seseorang dalam masalah hukum dapat merupakan sumber stress pula. misal dengan kekasih. hidup dalam lingkungan yang rawan dan lain sebagainya. pindah tempat tinggal. pengadilan. . mutasi. penggusuran.

3) Peran dan ketegangan peran dilaporkan mempengaruhi perkembangan depresi. aborsi dan lain sebagainya. misalnya masa remaja. 2) Peristiwa besar dalam kehidupan sering dilaporkan sebagai pendahulu episode depresi dan mempunyai dampak terhadap masalah-masalah yang dihadapi sekarang dan kemampuan menyelesaikan masalah. 10) Faktor keluarga Faktor keluarga yang dimaksud disini adalah faktor stress yang dialami oleh anak dan remaja yang disebabkan karena kondisi keluarga yang tidak baik Stuart (2006 hal 102) menyebutkan terdapat empat macam sumber utama pencetus stress. kedudukan atau harga diri. usia lanjut dan sebagainya. masa dewasa.19 8) Perkembangan Perkembangan yang dimaksud disini adalah masalah perkembangan baik fisik maupun mental seseorang. yaitu : 1) Kehilangan keterikatan. menopause. termasuk kehilangan cinta seseorang. yang nyata atau yang dibayangkan. . terutama pada wanita. 9) Penyakit fisik atau cidera Sumber stress yang dapat menimbulkan depresi dan kecemasan di sini antara lain penyakit. kecelakaan. operasi. fungsi fisik.

Berdasarkan pengalaman praktik psikiatri. neoplasma dan gangguan keseimbangan metabolik. Setiap tahapan memperlihatkan sejumlah gejala-gejala yang dirasakan oleh yang bersangkutan.20 4) Perubahan fisiologik yang diakibatkan oleh obat-obatan atau berbagai penyakit fisik. Diantara obat-obatan tersebut terdapat obat antihipertensi dan zat yang menyebabkan kecanduan. Tahapan stress menuurt Robert J. dan biasanya disertai dengan perasaan-perasaan sebagai berikut : a) Semangat besar b) Penglihatan tajam tidak sebagaimana biasanya c) Energi dan gugup berlebihan. c. Tahapan stress Gangguan stress biasanya timbul secara perlahan. hal mana berguna bagi seseorang dalam rangka mengenali gejala stress sebelum memeriksanya. seperti infeksi. dapat menyebabkan gangguan dalam perasaan. para ahli mencoba membagi stress dalam enam tahapan. kemampuan menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya. tidak jelas kapan mulainya dan seringkali kita tidak menyadarinya. . Van Amberg dalam Yosep (2007 hal 67) sebagai berikut : 1) Stress tingkat I Tahapan ini merupakan tingkat stress yang ringan.

kadang-kadang pula jantung berdebar-debar. Keluhan-keluhan yang dikemukakan sebagai berikut : a) Merasa letih sewaktu bangun pagi b) Merasa lelah sesudah makan siang c) Merasa lelah menjelang sore hari d) Terkadang gangguan dalam system pencernaan. sering ingin ke belakang). sering terbangun malam dan sukar tidur kembali. atau bangun terlalu pagi) e) Badan terasa oyong. . b) Otot-otot terasa lebih tegang c) Perasaan tegang yang semakin meningkat d) Gangguan tidur (sukar tidur. e) Perasaan tegang pada otot-otot punggung dan tengkuk f) Perasaan tidak bisa mati 3) Stress tingkat III Pada tahapan ini keluhan keletihan semakin nampak disertai dengan gejala-gejala : a) Gangguan usus lebih terasa (sakit perut. rasa-rasa mau pingsan (tidak sampai jatuh pingsan).21 2) Stress tingkat II Dalam tahapan ini dampak stress yang menyenangkan mulai menghilang dan timbul keluhan-keluhan dikarenakan cadangan energi tidak cukup lagi sepanjang hari. mulas.

sukar buang air besar atau sebaliknya feses cair dan sering ke belakang.22 4) Stress tingkat IV Tahapan ini sudah menunjukkan keadaan yang lebih buruk yang ditandai dengan cirri-ciri sebagai berikut : a) Untuk bisa bertahan sepanjang hari terasa sangat sulit b) Kegiatan-kegiatan yang semula menyenangkan kini terasa sulit c) Kehilangan kemampuan untuk menanggapi situasi. e) Perasaan negativistik f) Kemampuan berkonsentrasi menurun tajam g) Perasaan takut yang tidak dapat dijelaskan. yaitu : a) Keletihan yang mendalam b) Untuk pekerjaan-pekerjaan sederhana saja terasa kurang mampu c) Gangguan sistem percernaan lebih sering. . pergaulan social. 5) Stress tingkat V Tahapan ini merupakan keadaan yang lebih mendalam dari tahapan IV diatas. dan kegiatan-kegiatan rutin lainnya terasa berat. d) Tidur semakin sukar. tidak mengerti mengapa. mimpi-mimpi menegangkan dan seringkali terbangun dini hari. d) Perasaan takut yang semakin menjadi. mirip panik .

pingsan atau collaps. d. Kurangnya sumber personal tersebut menambah stress bagi individu (Stuart. hal ini disebabkan zat adrenalin yang dikeluarkan. karena stress tersebut cukup tinggi dalam peredaran darah. jaringan interpersonal. Reaksi berduka yang tertunda mencerminkan penggunaan ekspresi dari mekanisme pertahanan penyangkal dan supresi yang berlebihan dalam upayanya untuk menghindari distres hebat yang berhubungan dengan berduka (Stuart. keluarga. megap-megap c) Badan gemetar. b) Nafas sesak. 2006 hal 103). dan organisasi sekunder yang dinaungi oleh lingkungan sosial yang lebih luas. . keringat bercucuran d) Tenaga untuk hal-hal ringan sekalipun tidak kuasa lagi. tubuh dingin. 2006 hal 103). Gejala-gejala pada tahapan ini cukup mengerikan : a) Debar jantung terasa amat keras. Pengelolaan Stress Pengelolaan stress dapat dilakukan dengan menggali sumbersumber koping meliputi status sosioekonomi. Tidak jarang dalam tahapan ini dibawa ke ICCU.23 6) Stress tingkat VI Tahapan ini merupakan tahapan puncak yang merupakan keadaan gawat darurat.

berat (> 84). sering dan selalu yang diberikan skor dari 0.24 e.2 dan 3. Pengkategorian stres berdasarkan DASS 42 terdiri dari ringan( 0-42). membahayakan dan merisaukan responden. sedang (42-84). DASS yang merupakan kependekan dari Depression anciety stress scale merupakan salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur stres. kadang-kadang. mental dan kimiawi dari tubuh terhadap situasi yang menakutkan. membingungkan. .1. Pengukuran DASS terdiri dari 4 skala yaitu tidak pernah. Pengukuran stress Pengukuran stress dalam penelitian ini menggunakan kuesioner DASS 42 berdasarkan reaksi fisik.

Perubahan metabolik Keterangan : Cetak tebal : diteliti Faktor psikologis : . Gambar 2.sikap .estrogen dan hCG. maka kerangka teori penelitian ini adalah sebagai berikut : Faktor predisposisi : - primigravida molahidatidosa kehamilan ganda Hiperemesis Gravidarum Faktor organik .peningkatan hormon progesteron .paritas .Alergi . 2009 .25 B.umur .pekerjaan . Kerangka Teori Berdasarkan uraian teori di atas. 1 Kerangka Teori Sumber : Mitayani.pengetahuan .stress .

. 2 Kerangka Konsep D. Sayidah Kendal. Kerangka Konsep Variabel bebas Stres Variabel Terikat Hiperemesis Gravidarum Gambar 2. Hipotesis Penelitian Ada hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di BPS Ny.26 C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->