Aspek-aspek perkembangan pada masa remaja Perkembangan fisik Yang dimaksud dengan perkembangan fisik adalah perubahan

-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik (Papalia & Olds, 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya adalah kematangan. Perubahan fisik otak sehingga strukturnya semakin sempurna meningkatkan kemampuan kognitif (Piaget dalam Papalia dan Olds, 2001).

Perkembangan Kognitif Menurut Piaget (dalam Santrock, 2001), seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. Dalam pandangan Piaget, remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka, di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya, lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut. Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati, tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru.

Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. Piaget (dalam Papalia & Olds, 2001) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif, yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (dalam Papalia & Olds, 2001).

Tahap formal operations adalah suatu tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. Seorang remaja tidak lagi terbatas pada hal-hal yang aktual, serta pengalaman yang benarbenar terjadi. Dengan mencapai tahap operasi formal remaja dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Seorang remaja mampu menemukan alternatif jawaban atau penjelasan tentang suatu hal. Berbeda dengan seorang anak yang baru mencapai tahap operasi konkret yang hanya mampu memikirkan satu penjelasan untuk suatu hal. Hal ini memungkinkan remaja berpikir secara hipotetis. Remaja sudah mampu memikirkan suatu situasi yang masih berupa rencana atau suatu bayangan (Santrock, 2001). Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang. Dengan demikian, seorang remaja mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya, termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya.

Elkind (dalam Beyth-Marom et al. Pendapat Elkind bahwa remaja memiliki semacam perasaan invulnerability yaitu keyakinan bahwa diri mereka tidak mungkin mengalami kejadian yang membahayakan diri. dkk. biasanya dengan tokoh-tokoh hewan. Personal fabel adalah “suatu cerita yang kita katakan pada diri kita sendiri mengenai diri kita sendiri. Belief egosentrik ini mendorong perilaku merusak diri [self-destructive] oleh remaja yang berpikir bahwa diri mereka secara magis terlindung dari bahaya. dimana mereka mampu membuat suatu perencanaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan (Santrock. Remaja biasanya menganggap bahwa hal-hal itu hanya terjadi pada orang lain. 2001). Yang dimaksud dengan egosentrisme di sini adalah “ketidakmampuan melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain” (Papalia dan Olds. Papalia dan Olds (2001) dengan mengutip Elkind menjelaskan “personal fable” sebagai berikut : “Personal fable adalah keyakinan remaja bahwa diri mereka unik dan tidak terpengaruh oleh hukum alam. atau seorang remaja pria berpikir bahwa ia tidak akan sampai meninggal dunia di jalan raya [saat mengendarai mobil]. Umumnya dikemukakan bahwa remaja biasanya dipandang memiliki keyakinan yang tidak realistis yaitu bahwa mereka dapat melakukan perilaku yang dipandang berbahaya tanpa kemungkinan mengalami bahaya itu. atau remaja yang mencoba-coba obat terlarang [drugs] berpikir bahwa ia tidak akan mengalami kecanduan. 2001) mengungkapkan salah satu bentuk cara berpikir egosentrisme yang dikenal dengan istilah personal fabel. Personal fabel biasanya berisi keyakinan bahwa diri seseorang adalah unik dan memiliki karakteristik khusus yang hebat. merupakan kutipan yang populer dalam penjelasan berkaitan perilaku berisiko yang dilakukan remaja (Beyth-Marom. Remaja sudah mulai mempunyai pola berpikir sebagai peneliti. 1993. Salah satu bagian perkembangan kognitif masa kanak-kanak yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah kecenderungan cara berpikir egosentrisme (Piaget dalam Papalia & Olds. Kata fabel berarti cerita rekaan yang tidak berdasarkan fakta.Pada tahap ini. dimana mereka sudah mulai membayangkan sesuatu yang diinginkan di masa depan. 1993). 2001).. Beyth-Marom. tetapi *cerita+ itu tidaklah benar” . remaja juga sudah mulai mampu berspekulasi tentang sesuatu.. yang diyakini benar adanya tanpa menyadari sudut pandang orang lain dan fakta sebenarnya. 2001). dkk (1993) kemudian membuktikan bahwa ternyata baik remaja maupun orang dewasa memiliki kemungkinan yang sama untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang . dalam Papalia & Olds. bukan pada dirinya”. Perkembangan kognitif yang terjadi pada remaja juga dapat dilihat dari kemampuan seorang remaja untuk berpikir lebih logis. Misalnya seorang remaja putri berpikir bahwa dirinya tidak mungkin hamil [karena perilaku seksual yang dilakukannya].

dkk. 1991. 2001). sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain (Papalia & Olds. 1991. Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup (Erikson dalam Papalia & Olds. 2001). Conger. Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya (Beyth-Marom. pada remaja dan orang dewasa adalah sama.berisiko merusak diri (self-destructive). kecenderungan melakukan perilaku berisiko dan kecenderungan mempersepsi diri invulnerable menurut Beyth-Marom.. Pada diri remaja. 1993. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik.. 1991). Ciri-ciri Masa Remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya (Conger. Conger (1991) dan Papalia & Olds (2001) mengemukakan bahwa kelompok teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dan sikap yang berkaitan dengan gaya hidup. . Dibanding pada masa kanak-kanak. et al. 2001). et al. Mereka juga mengemukakan adanya derajat yang sama antara remaja dan orang dewasa dalam mempersepsi self-invulnerability. Perkembangan sosial pada masa remaja lebih melibatkan kelompok teman sebaya dibanding orang tua (Conger. Deaux. teman-teman menjadi sumber informasi misalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik. musik atau film apa yang bagus. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja. remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri. 1991. Bagi remaja. Dengan demikian. Papalia & Olds. Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. 2001). Dengan demikian. 1993. pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar. Perkembangan kepribadian dan sosial Yang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik. ekstra kurikuler dan bermain dengan teman (Conger. dan sebagainya (Conger. 1991). Papalia & Olds. Papalia & Olds. maupun psikologis. 2001).

Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Perubahan nilai. dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa. mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut. Dari segi kondisi sosial. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. 4. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja. 5. peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya.1. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. Tugas perkembangan remaja Tugas perkembangan remaja menurut Havighurst dalam Gunarsa (1991) antara lain : * memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan kawan sebaya. maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. tetapi juga dengan lawan jenis. 3. tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut. baik laki-laki maupun perempuan * memperoleh peranan sosial * menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif * memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya * mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri . baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama. dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat. dan dengan orang dewasa. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. pencernaan. dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan. berat badan. 2. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain.

-1) Menerima kondisi fisik dan menggunakan tubuh secara efektif. bentuk tubuh. Untuk menyelesaikan krisis ini remaja harus berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya. Tugas perkembangan ini bertujuan untuk mencari identitas diri agar nantinya remaja dapat menjadi orang dewasa yang unik dengan sense of self yang koheren dan peran yang bernilai di masyarakat (Papalia. melainkan berkepanjangan. Tidak dengan cara-cara agresif atau sebaliknya malah menjadi pasif. Tidak melakukan perbuatan yang belum waktunya dilakukan seperti hubungan intim sebelum menikah. Olds & Feldman. apa perannya dalam masyarakat. apakah nantinya ia akan berhasil atau gagal yang pada akhirnya menuntut seorang remaja untuk melakukan penyesuaian mental. tapi menyelesaikan segala masalah dengan cara asertif dan berusaha mencari penyelesaian yang dapat menguntungkan semua pihak. 2) Dapat menjalin hubungan yang baru dan lebih matang baik dengan teman sejenis atau lawan jenis. Olds & Feldman. tapi dari keduanya. bentuk wajah. maka mereka dapat menyelesaikannya dengan cara yang matang. 2001) mengatakan bahwa tugas utama remaja adalah menghadapi identity versus identity confusion. sikap. Selain itu. Selain itu. yang merupakan krisis ke-5 dalam tahap perkembangan psikososial yang diutarakannya. dalam Papalia.* memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan * mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga * membentuk sistem nilai. Mengapa? Karena remaja bisa terkena infeksi menular seksual atau terjadilah kehamilan yang tidak diinginkan. nilai. dan menentukan peran. bila terjadi konflik atau masalah dalam hubungan yang sudah terjalin. dampak psikologis yang ditimbulkan tidaklah sebentar. 2001). Menggunakan tubuh secara efektif berarti juga harus bisa merawat dan menjaganya. serta minat yang dimilikinya. Perilaku Asertif: Cara berperilaku dimana perasaan atau pandangan diungkapkan secara terus terang tanpa melukai perasaan atau merendahkan harga diri orang lain. kremaja diharapkan mampu untuk menjaga dan memelihara hubungan yang sudah terjalin dengan baik. Dengan kata lain. Remaja diharapkan sudah mampu untuk menerima pertemanan atau persahabatan tidak hanya dari teman putra atau putri saja. moralitas dan falsafah hidup Erikson (1968. . dll. Artinya seorang remaja bisa belajar menerima diri sendiri.

. Jika perlu lakukan konsultasi pada ahlinya. Dalam mengembangkan keahlian intelektual di masyarakat remaja diharapkan mampu mengembangkan keahlian yang dimiliki untuk mempersiapkan masa depan. 9) Memiliki nilai-nilai yang digunakan sebagai pedoman hidup. mereka dapat memilih kuliah di fakultas kedokteran dan mengembangkan keahlian itu tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk bakti pada masyarakat dan mengabdi pada Tuhan. Agar mereka tidak bingung dan semakin mantap menentukan bidang apa yang nanti akan ditekuni. 7) Mengembangkan keahlian intelektual dalam hidup bermasyarakat. Cara mempersiapkannya dapat dilakukan dengan mengenali bakat. belajar menghargai perbedaan yang ada. atau melakukan perusakan lingkungan serta menanamkan rasa kasih sayang terhadap semua makhluk. Tidak melakukan perbuatan yang akan merugikan orang lain. tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. seperti perbedaan pendapat serta mampu mengenali emosi dan menempatkannya secara tepat. belajar untuk menerima diri sebagai seorang perempuan atau laki-laki sesuai dengan jenis kelaminnya. Remaja diharapkan sudah memiliki nilai-nilai yang akan digunakan dalam kehidupan. memiliki rencana terhadap masa depan yang akan dijalani serta konsep sebuah keluarga yang ideal dan bertanggung jawab. dapat berlaku sesuai dengan norma yang ada dan mampu beradaptasi dengan lingkungan. dan kemampuan diri . Makna lain dari mempersiapkan diri secara fisik dan psikis untuk menikah dan berumahtangga adalah mampu menjaga dan memelihara organ reproduksi dengan baik.juga perlu didukung oleh orangtua dan guru sebagai pembimbing mereka. alah yang ada tanpa perlu terlalu banyak bergantung pada orangtua.3) Dapat menerima peran jenis kelamin. Berhasil atau tidaknya seorang remaja menjalani tugas perkembangan selain tergantung pada diri remaja itu sendiri. Belajar menerima peran jenis kelamin artinya. Mencapai perilaku sosial yang bertanggungjawab artinya remaja diharapkan sudah mampu untuk ikut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. 4) Mencapai kemandirian secara emosional. Contoh dari mencapai kemandirian secara emosional antara lain. Sebagian besar dari remaja ketika ditanya tentang karir jawabannya banyak banget sampai keliatan kalau sebenarnya mereka masih bingung. Kemudian. 6) Mempersiapkan diri secara fisik dan psikis untuk menikah dan menghadapi kehidupan berumah tangga. tidak memakai obat-obat terlarang. sebaiknya orangtua atau guru membantu mereka untuk mempersiapkan diri dari sekarang. kemampuan dan minat yang dimiliki. yaitu psikolog untuk mengetahui minat. 5) Mempersiapkan karir dan kemandirian ekonomi. bakat. Menunjukkan perhatian pada masalah sosial yang terjadi. baik terhadap orangtua maupun terhadap orang dewasa lainnya. Misalnya. Misalnya kalau ingin menjadi seorang dokter. Mencapai perilaku sosial yang bertanggungjawab.

dan identity achieved (Santrock. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli. dkk. Ketidakstabilan emosi. 4. 7. 10. dkk. bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. foreclosure. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. 5. Monks. dan bualan. khayalan. 2000. 9. Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik. Berdasarkan tinjauan teori perkembangan. 1988). Papalia. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion. Monks. dan remaja yang diperpendek. 2001. Senang bereksperimentasi. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. yaitu: 1. dan sosial. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. Senang bereksplorasi. 8. Permasalahan Fisik dan Kesehatan . Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang. sosial dan pencapaian (Fagan. tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.- Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat. dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. 6. termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif. 2. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock. moratorium. Muss. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. 3. emosi. 2006). fisiologis. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. 2003. namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis. 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Mempunyai banyak fantasi.

onset merokok. Menjadi sahabat. Memberikan ikatan dan hubungan emosional. Sebagian besar keluarga telah memberikan pengalaman-pengalaman itu secara alami. hubungan yang erat ini merupakan bagian penting dari perkembangan fisik dan emosional yang sehat dari seorang anak. Membimbing dan mengendalikan perilaku dengan nilai-nilai normatif. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskploras -Secara umum tugas-tugas yang dilakukan oleh sebuah keluarga yang cukup baik adalah sebagai berikut: 1. Memberikan berbagai pengalaman hidup yang normal. 5. pangan dan kesehatan. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi. rendahnya harga diri. depresi. maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Memberikan sutu landasan yang kokoh. ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman. 1999. 7. Stice & Whitenton. Beberapa kecelakaan. gangguan makan. Ini dilakukan untuk mengetahui dengan siapa saja anaknya bergaul. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya. dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw. keluarga yang baik mengajarkan anak agar mampu menuangkan pikiran ke dalam kata-kata dan memberi nama pada setiap gagasan. Mengajarkan cara berkomunikasi. pantat. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur. 6.Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. 1998). mengutarakan gagasan-gagasan yang rumit dan berbicara tentang hal-hal yang terkadang sulit untuk dibicarakan seperti ketakutan dan amarah. hal ini diperlukan untuk membantu seorang anak remaja agar dapat berprilaku matang dan akhirnya mampu menjadi seorang dewasa yang mandiri. 2. khususnya pada bagian pinggul. 2002). . Thompson et al).Karena. 8. 2003. pikiran yang berlebihan tentang penampilan. sandang. Memenuhi kebutuhan esensial. ini berarti memberikan suasana rumah dan kehidupan keluarga yang stabil. Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone. perut dan paha. 3. Berkomunikasi dengan guru di sekolahnya terutama wali kelas dan guru pembimbingnya. terutama saat seorang anak berusia remaja. sebuah keluarga selayaknya mengajak teman-teman anaknya yang berusia remaja berkumpul bersama-sama mereka. 4. Lebih lanjut.

Di tengah kepungan informasi yang sedemikian masif saat ini. Memberikan nilai-nilai keteladanan. Terlalu utopis? Tidak juga… . mendidik nilai-nilai selain memberikan pengajaran keilmuan. maka keluarga hendaknya dapat memainkan peran sebagai salah satu unit pranata social yang mampu menyiapkan seorang generasi yang dapat bermanfaat bagi lingkungan dan bangsanya kelak. Itulah salah satu tanggungjawab kita sebagai warga negara yang baik. dimana kecenderungan untuk meninggalkan nilai-nilai keluarga dan mengedepankan budaya pemberontakan yang seolah menemukan pembenaran bagi remaja karena kenaifan dan gejolak mudanya. 9.seorang guru juga merupakan “orang tua” bagi seorang anak yang wajib membimbing.