P. 1
aspek perkembangan remaja

aspek perkembangan remaja

|Views: 30|Likes:
Published by Prestian Indra
aspek perkembangan remaja (jiwa)
aspek perkembangan remaja (jiwa)

More info:

Published by: Prestian Indra on Oct 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2014

pdf

text

original

Aspek-aspek perkembangan pada masa remaja Perkembangan fisik Yang dimaksud dengan perkembangan fisik adalah perubahan

-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik (Papalia & Olds, 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya adalah kematangan. Perubahan fisik otak sehingga strukturnya semakin sempurna meningkatkan kemampuan kognitif (Piaget dalam Papalia dan Olds, 2001).

Perkembangan Kognitif Menurut Piaget (dalam Santrock, 2001), seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. Dalam pandangan Piaget, remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka, di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya, lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut. Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati, tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru.

Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. Piaget (dalam Papalia & Olds, 2001) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif, yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (dalam Papalia & Olds, 2001).

Tahap formal operations adalah suatu tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. Seorang remaja tidak lagi terbatas pada hal-hal yang aktual, serta pengalaman yang benarbenar terjadi. Dengan mencapai tahap operasi formal remaja dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Seorang remaja mampu menemukan alternatif jawaban atau penjelasan tentang suatu hal. Berbeda dengan seorang anak yang baru mencapai tahap operasi konkret yang hanya mampu memikirkan satu penjelasan untuk suatu hal. Hal ini memungkinkan remaja berpikir secara hipotetis. Remaja sudah mampu memikirkan suatu situasi yang masih berupa rencana atau suatu bayangan (Santrock, 2001). Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang. Dengan demikian, seorang remaja mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya, termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya.

dimana mereka sudah mulai membayangkan sesuatu yang diinginkan di masa depan. 2001) mengungkapkan salah satu bentuk cara berpikir egosentrisme yang dikenal dengan istilah personal fabel. Umumnya dikemukakan bahwa remaja biasanya dipandang memiliki keyakinan yang tidak realistis yaitu bahwa mereka dapat melakukan perilaku yang dipandang berbahaya tanpa kemungkinan mengalami bahaya itu. Beyth-Marom. 1993).. Kata fabel berarti cerita rekaan yang tidak berdasarkan fakta. Misalnya seorang remaja putri berpikir bahwa dirinya tidak mungkin hamil [karena perilaku seksual yang dilakukannya]. 2001). Pendapat Elkind bahwa remaja memiliki semacam perasaan invulnerability yaitu keyakinan bahwa diri mereka tidak mungkin mengalami kejadian yang membahayakan diri. atau remaja yang mencoba-coba obat terlarang [drugs] berpikir bahwa ia tidak akan mengalami kecanduan. 2001). bukan pada dirinya”. dkk. dkk (1993) kemudian membuktikan bahwa ternyata baik remaja maupun orang dewasa memiliki kemungkinan yang sama untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang . atau seorang remaja pria berpikir bahwa ia tidak akan sampai meninggal dunia di jalan raya [saat mengendarai mobil]. Elkind (dalam Beyth-Marom et al. Personal fabel biasanya berisi keyakinan bahwa diri seseorang adalah unik dan memiliki karakteristik khusus yang hebat.. Yang dimaksud dengan egosentrisme di sini adalah “ketidakmampuan melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain” (Papalia dan Olds. Remaja biasanya menganggap bahwa hal-hal itu hanya terjadi pada orang lain. 2001). Personal fabel adalah “suatu cerita yang kita katakan pada diri kita sendiri mengenai diri kita sendiri. yang diyakini benar adanya tanpa menyadari sudut pandang orang lain dan fakta sebenarnya. dalam Papalia & Olds. Salah satu bagian perkembangan kognitif masa kanak-kanak yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah kecenderungan cara berpikir egosentrisme (Piaget dalam Papalia & Olds. dimana mereka mampu membuat suatu perencanaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan (Santrock.Pada tahap ini. merupakan kutipan yang populer dalam penjelasan berkaitan perilaku berisiko yang dilakukan remaja (Beyth-Marom. 1993. Remaja sudah mulai mempunyai pola berpikir sebagai peneliti. remaja juga sudah mulai mampu berspekulasi tentang sesuatu. tetapi *cerita+ itu tidaklah benar” . biasanya dengan tokoh-tokoh hewan. Belief egosentrik ini mendorong perilaku merusak diri [self-destructive] oleh remaja yang berpikir bahwa diri mereka secara magis terlindung dari bahaya. Papalia dan Olds (2001) dengan mengutip Elkind menjelaskan “personal fable” sebagai berikut : “Personal fable adalah keyakinan remaja bahwa diri mereka unik dan tidak terpengaruh oleh hukum alam. Perkembangan kognitif yang terjadi pada remaja juga dapat dilihat dari kemampuan seorang remaja untuk berpikir lebih logis.

et al. Perkembangan kepribadian dan sosial Yang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik. remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah.. Papalia & Olds. Deaux. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri. Papalia & Olds. Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya (Beyth-Marom. kecenderungan melakukan perilaku berisiko dan kecenderungan mempersepsi diri invulnerable menurut Beyth-Marom. Dibanding pada masa kanak-kanak. dkk. 2001). Mereka juga mengemukakan adanya derajat yang sama antara remaja dan orang dewasa dalam mempersepsi self-invulnerability. 1991). Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja. 2001).berisiko merusak diri (self-destructive). dan sebagainya (Conger. teman-teman menjadi sumber informasi misalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik. maupun psikologis. Papalia & Olds. . 1991. 2001). Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup (Erikson dalam Papalia & Olds. et al. 1993. Pada diri remaja. 1991. 2001). Conger. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik. pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Dengan demikian. namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya (Conger. Ciri-ciri Masa Remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. musik atau film apa yang bagus. 1993. Conger (1991) dan Papalia & Olds (2001) mengemukakan bahwa kelompok teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dan sikap yang berkaitan dengan gaya hidup. Perkembangan sosial pada masa remaja lebih melibatkan kelompok teman sebaya dibanding orang tua (Conger. pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar. 1991. 2001).. Bagi remaja. 1991). Dengan demikian. ekstra kurikuler dan bermain dengan teman (Conger. sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain (Papalia & Olds. pada remaja dan orang dewasa adalah sama.

pencernaan. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Tugas perkembangan remaja Tugas perkembangan remaja menurut Havighurst dalam Gunarsa (1991) antara lain : * memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan kawan sebaya. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama. 4. baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi.1. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja. 5. dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Dari segi kondisi sosial. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja. dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah. mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. tetapi juga dengan lawan jenis. maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. baik laki-laki maupun perempuan * memperoleh peranan sosial * menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif * memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya * mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri . Perubahan nilai. dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan. 2. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. dan dengan orang dewasa. berat badan. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut. tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat. 3.

bila terjadi konflik atau masalah dalam hubungan yang sudah terjalin. apakah nantinya ia akan berhasil atau gagal yang pada akhirnya menuntut seorang remaja untuk melakukan penyesuaian mental. Dengan kata lain. 2001) mengatakan bahwa tugas utama remaja adalah menghadapi identity versus identity confusion. -1) Menerima kondisi fisik dan menggunakan tubuh secara efektif. maka mereka dapat menyelesaikannya dengan cara yang matang. . Artinya seorang remaja bisa belajar menerima diri sendiri. Mengapa? Karena remaja bisa terkena infeksi menular seksual atau terjadilah kehamilan yang tidak diinginkan. kremaja diharapkan mampu untuk menjaga dan memelihara hubungan yang sudah terjalin dengan baik. Olds & Feldman. dan menentukan peran. Remaja diharapkan sudah mampu untuk menerima pertemanan atau persahabatan tidak hanya dari teman putra atau putri saja. dll. dalam Papalia. nilai. Olds & Feldman. Menggunakan tubuh secara efektif berarti juga harus bisa merawat dan menjaganya. melainkan berkepanjangan. Selain itu. 2001). bentuk wajah. Untuk menyelesaikan krisis ini remaja harus berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya.* memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan * mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga * membentuk sistem nilai. yang merupakan krisis ke-5 dalam tahap perkembangan psikososial yang diutarakannya. sikap. apa perannya dalam masyarakat. serta minat yang dimilikinya. Selain itu. tapi menyelesaikan segala masalah dengan cara asertif dan berusaha mencari penyelesaian yang dapat menguntungkan semua pihak. Tidak dengan cara-cara agresif atau sebaliknya malah menjadi pasif. Tidak melakukan perbuatan yang belum waktunya dilakukan seperti hubungan intim sebelum menikah. moralitas dan falsafah hidup Erikson (1968. Perilaku Asertif: Cara berperilaku dimana perasaan atau pandangan diungkapkan secara terus terang tanpa melukai perasaan atau merendahkan harga diri orang lain. Tugas perkembangan ini bertujuan untuk mencari identitas diri agar nantinya remaja dapat menjadi orang dewasa yang unik dengan sense of self yang koheren dan peran yang bernilai di masyarakat (Papalia. tapi dari keduanya. dampak psikologis yang ditimbulkan tidaklah sebentar. 2) Dapat menjalin hubungan yang baru dan lebih matang baik dengan teman sejenis atau lawan jenis. bentuk tubuh.

dan kemampuan diri . dapat berlaku sesuai dengan norma yang ada dan mampu beradaptasi dengan lingkungan. 5) Mempersiapkan karir dan kemandirian ekonomi. atau melakukan perusakan lingkungan serta menanamkan rasa kasih sayang terhadap semua makhluk. Berhasil atau tidaknya seorang remaja menjalani tugas perkembangan selain tergantung pada diri remaja itu sendiri. Tidak melakukan perbuatan yang akan merugikan orang lain. Jika perlu lakukan konsultasi pada ahlinya. sebaiknya orangtua atau guru membantu mereka untuk mempersiapkan diri dari sekarang. Misalnya. 7) Mengembangkan keahlian intelektual dalam hidup bermasyarakat. tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. kemampuan dan minat yang dimiliki. Cara mempersiapkannya dapat dilakukan dengan mengenali bakat. Dalam mengembangkan keahlian intelektual di masyarakat remaja diharapkan mampu mengembangkan keahlian yang dimiliki untuk mempersiapkan masa depan. Kemudian. Mencapai perilaku sosial yang bertanggungjawab artinya remaja diharapkan sudah mampu untuk ikut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Remaja diharapkan sudah memiliki nilai-nilai yang akan digunakan dalam kehidupan. Belajar menerima peran jenis kelamin artinya. Mencapai perilaku sosial yang bertanggungjawab. 9) Memiliki nilai-nilai yang digunakan sebagai pedoman hidup. belajar menghargai perbedaan yang ada. memiliki rencana terhadap masa depan yang akan dijalani serta konsep sebuah keluarga yang ideal dan bertanggung jawab. Makna lain dari mempersiapkan diri secara fisik dan psikis untuk menikah dan berumahtangga adalah mampu menjaga dan memelihara organ reproduksi dengan baik. Misalnya kalau ingin menjadi seorang dokter. baik terhadap orangtua maupun terhadap orang dewasa lainnya. 4) Mencapai kemandirian secara emosional. bakat. tidak memakai obat-obat terlarang.3) Dapat menerima peran jenis kelamin. Agar mereka tidak bingung dan semakin mantap menentukan bidang apa yang nanti akan ditekuni. belajar untuk menerima diri sebagai seorang perempuan atau laki-laki sesuai dengan jenis kelaminnya. Menunjukkan perhatian pada masalah sosial yang terjadi. Contoh dari mencapai kemandirian secara emosional antara lain. Sebagian besar dari remaja ketika ditanya tentang karir jawabannya banyak banget sampai keliatan kalau sebenarnya mereka masih bingung. yaitu psikolog untuk mengetahui minat. mereka dapat memilih kuliah di fakultas kedokteran dan mengembangkan keahlian itu tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk bakti pada masyarakat dan mengabdi pada Tuhan.juga perlu didukung oleh orangtua dan guru sebagai pembimbing mereka. seperti perbedaan pendapat serta mampu mengenali emosi dan menempatkannya secara tepat. . 6) Mempersiapkan diri secara fisik dan psikis untuk menikah dan menghadapi kehidupan berumah tangga. alah yang ada tanpa perlu terlalu banyak bergantung pada orangtua.

6. 10. Permasalahan Fisik dan Kesehatan . 5. sosial dan pencapaian (Fagan. dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Ketidakstabilan emosi. Senang bereksperimentasi. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok. 2003. bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama. dan sosial. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. 9. Muss. dkk. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Monks. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. dan remaja yang diperpendek. emosi. dan identity achieved (Santrock. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. 4. 3. Papalia. dkk. 8. tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. 7. Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua. khayalan. Berdasarkan tinjauan teori perkembangan. yaitu: 1. Monks. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli. 2001. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. 2006).- Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja. Mempunyai banyak fantasi. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis. 2. fisiologis. dan bualan. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock. usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat. Senang bereksplorasi. 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. 2000. 1988). foreclosure. moratorium.

Beberapa kecelakaan. Thompson et al). Berkomunikasi dengan guru di sekolahnya terutama wali kelas dan guru pembimbingnya. 2. 2002). Membimbing dan mengendalikan perilaku dengan nilai-nilai normatif. Mengajarkan cara berkomunikasi. 1998). depresi. pantat. ini berarti memberikan suasana rumah dan kehidupan keluarga yang stabil. mengutarakan gagasan-gagasan yang rumit dan berbicara tentang hal-hal yang terkadang sulit untuk dibicarakan seperti ketakutan dan amarah. onset merokok. Stice & Whitenton. gangguan makan. Memenuhi kebutuhan esensial. Ini dilakukan untuk mengetahui dengan siapa saja anaknya bergaul.Karena. 3. hal ini diperlukan untuk membantu seorang anak remaja agar dapat berprilaku matang dan akhirnya mampu menjadi seorang dewasa yang mandiri. 2003. rendahnya harga diri. pikiran yang berlebihan tentang penampilan. perut dan paha. 1999. dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw.Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. maupun penggunaan obat-obatan terlarang. hubungan yang erat ini merupakan bagian penting dari perkembangan fisik dan emosional yang sehat dari seorang anak. sebuah keluarga selayaknya mengajak teman-teman anaknya yang berusia remaja berkumpul bersama-sama mereka. 5. keluarga yang baik mengajarkan anak agar mampu menuangkan pikiran ke dalam kata-kata dan memberi nama pada setiap gagasan. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya. pangan dan kesehatan. bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskploras -Secara umum tugas-tugas yang dilakukan oleh sebuah keluarga yang cukup baik adalah sebagai berikut: 1. . Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Lebih lanjut. Menjadi sahabat. 6. terutama saat seorang anak berusia remaja. Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi. ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman. Memberikan ikatan dan hubungan emosional. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. 7. 8. 4. Memberikan berbagai pengalaman hidup yang normal. khususnya pada bagian pinggul. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur. Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Memberikan sutu landasan yang kokoh. Sebagian besar keluarga telah memberikan pengalaman-pengalaman itu secara alami. sandang. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone.

Di tengah kepungan informasi yang sedemikian masif saat ini. 9.seorang guru juga merupakan “orang tua” bagi seorang anak yang wajib membimbing. Memberikan nilai-nilai keteladanan. dimana kecenderungan untuk meninggalkan nilai-nilai keluarga dan mengedepankan budaya pemberontakan yang seolah menemukan pembenaran bagi remaja karena kenaifan dan gejolak mudanya. maka keluarga hendaknya dapat memainkan peran sebagai salah satu unit pranata social yang mampu menyiapkan seorang generasi yang dapat bermanfaat bagi lingkungan dan bangsanya kelak. Terlalu utopis? Tidak juga… . Itulah salah satu tanggungjawab kita sebagai warga negara yang baik. mendidik nilai-nilai selain memberikan pengajaran keilmuan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->