P. 1
Sistem Dan Prosedur Belanja Daerah

Sistem Dan Prosedur Belanja Daerah

|Views: 266|Likes:

More info:

Published by: Vidia Alif Agrimahera on Oct 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2015

pdf

text

original

Sections

Prosedur Pembayaran dengan mekanismeLangsungsebagaimana dalam
alurproses pembayaran langsung dibawah ini.

Gambar2
Alur Proses Pembayaran Langsung

Mekanisme pembayaran langsung berdasarkan jenis belanja dibagi menjadi dua
yaitu :
1)Pembayaran langsung keperluan belanja pegawai.
2)Pembayaran langsung keperluan non belanja pegawai.
Penjelasan dari kedua mekanisme tersebut adalah sebagai berikut :
1)Pembayaran langsung keperluan belanja pegawai

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

42

Penerbitan dan pengajuan dokumen SPP-LS untuk pembayaran gaji dan
tunjangan serta penghasilan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-
undangan dilakukan oleh bendaharapengeluaran guna memperoleh
persetujuan pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-
SKPD. Dokumen yang harus dilampirkan dalam SPP-LS untuk pembayaran
gaji dan tunjangan terdiri dari:
1)surat pengantar SPP-LS;
2)ringkasan SPP-LS;
3)rincian SPP-LS;
4)pembayaran gaji induk;
5)gaji susulan;
6)kekurangan gaji;
7)gaji terusan;
8)uang duka wafat/tewas yang dilengkapi dengan daftar gaji induk/gaji
susulan/ kekurangan gaji/uang duka wafat/tewas;

9)SK CPNS;
10)SK PNS;
11)SK kenaikan pangkat;
12)SK jabatan;
13)kenaikan gaji berkala;
14)surat pernyataan pelantikan;
15)surat pernyataan masih menduduki jabatan;
16)surat pernyataan melaksanakan tugas;
17)daftar keluarga (KP4);
18)fotokopi surat nikah;
19)fotokopi akte kelahiran;
20)surat keterangan pemberhentian pembayaran (SKPP) gaji;
21)daftar potongan sewa rumah dinas;
22)surat keterangan masih sekolah/kuliah;
23)surat pindah;
24)surat kematian;
25)SSP PPh Pasal 21; dan
26)peraturan perundang-undangan mengenai penghasilan pimpinan dan
anggota DPRD serta gaji dan tunjangan kepala daerah/wakil kepala

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

43

daerah.
Kelengkapan lampiran dokumen SPP-LS pembayaran gaji dan tunjangan
sebagaimana tersebut diatas digunakan sesuai dengan peruntukannya.
2)Pembayaran LS keperluan Non Belanja Pegawai
Pembayaran langsung keperluan non belanja pegawai digunakan untuk
pembayaran pengadaan barang danjasa berdasarkan Keppres No.80 tahun
2003 tentang pengadaan barang dan jasa.
Dokumen SPP-LS untuk pengadaan barang dan jasa disiapkan oleh Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan. Dokumen SPP-LS untuk pengadaan barang
dan jasa terdiri dari:
1)surat pengantar SPP-LS;
2)ringkasan SPP-LS;
3)rincian SPP-LS;
4)salinan SPD;
5)salinan surat rekomendasi dari SKPD teknis terkait;
6)SSP disertai faktur pajak (PPN dan PPh) yang telah ditandatangani
wajib pajak dan wajib pungut;
7)surat perjanjian kerjasama/kontrak antara pengguna anggaran/kuasa
pengguna anggaran dengan pihak ketiga serta mencantumkan nomor
rekening bank pihak ketiga;
8)berita acara penyelesaian pekerjaan;
9)berita acara serah terima barang dan jasa;
10)berita acara pembayaran;
11)kwitansi bermeterai, nota/faktur yang ditandatangani pihak ketiga dan
PPTK sertai disetujui oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna
anggaran;
12)surat jaminan bank atau yang dipersamakan yang dikeluarkan oleh bank
atau lembaga keuangan non bank;
13)dokumen lain yang dipersyaratkan untuk kontrak-kontrak yang dananya
sebagian atau seluruhnya bersumber dari penerusan pirrjaman/hibah
luar negeri;
14)berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh pihak
ketiga/rekanan serta unsur panitia pemeriksaan barang berikut lampiran
daftar barang yang diperiksa;

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

44

15)surat angkutan atau konosemen apabila pengadaan barang
dilaksanakan di luar wilayah kerja;
16)surat pemberitahuan potongan denda keterlambatan pekerjaan dari
PPTK apabila pekerjaan mengalami keterlambatan;
17)foto/buku/dokumentasi tingkat kemajuan/ penyelesaian pekerjaan;
18)potongan jamsostek (potongan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku/surat pemberitahuan jamsostek); dan
19)khusus untuk pekerjaan konsultan yang perhitungan harganya
menggunakan biaya personil(billing rate),berita acara prestasi
kemajuan pekerjaan dilampiri dengan bukti kehadiran dari tenaga
konsultan sesuai pentahapan waktu pekerjaan dan bukti
penyewaan/pembelian alat penunjang serta bukti pengeluaran lainnya
berdasarkan rincian dalam surat penawaran.
Kelengkapan lampiran dokumen SPP-LS pengadaan barang dan jasa
sebagaimana uraian tersebut diatas digunakan sesuai dengan
peruntukannya.
Dokumen SPP-LS pengadaan barang dan jasa disampaikan oleh PPTK kepada
bendahara pengeluaran. Dalam hal kelengkapan dokumen yang diajukan tidak
lengkap, bendahara pengeluaran mengembalikan dokumen SPP-LS pengadaan
barang dan jasa kepada PPTK untuk dilengkapi.
Apabila dokumen yang diajukan PPTK sudah sesuai dengan persyaratan,
bendahara pengeluaran mengajukan SPP-LS kepada pengguna anggaran
setelah ditandatangani oleh PPTK guna memperolehpersetujuan pengguna
anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-SKPD.
PPK-SKPD setelah menerima SPP-LS beserta dokumen pendukung melakukan
verifikasi terhadap kelengkapan dan keabsahan dokumen. Apabila SPP-LS dan
dokumen pendukung yang diajukan oleh Bendahara tidak lengkap maka PPK-
SKPD menerbitkan surat pengembalian dokumen yang telah diotoriasi oleh
pengguna anggaran kepada bendahara untuk dilengkapi dan selanjutnya dapat
diajukan kembali. Apabila dokumen telah lengkap dan benar, PPK-SKPD
menerbitkan konsep SPM untuk ditandatangai oleh Pengguna Anggaran.

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

45

4.b.Latihan

1.Jelaskan pengertian Uang Persediaan dan jelaskan karakteristik uang
persediaan!
2.Dalam proses pembayaran, Bendahara Pengeluaran menyiapkan dokumen
SPP, sebutkan dan jelaskan jenis-jenis dokumen SPP dalam mekanisme
uang persediaan!
3.Jelaskan alasan diperbolehkannya Bendahara Pengeluaran mengajukan
permintaan tambahan uang persediaan!
4.Jelaskanmekanisme pembayaran langsung!
5.Jelaskan syarat-syarat pembayaran langsung!

4.c.Rangkuman

1.Definisi Uang Persediaan yang selanjutnya disebut UP adalah uang muka
kerja dengan jumlah tertentu yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan
kepada bendahara pengeluaran hanya untuk membiayai kegiatan
operasional kantor sehari-hari yang tidak dapat dilakukan dengan
pembayaran langsung.
2.Prosedur pembayaran dilakukan dengan melakukan permintaan
pembayaran menggunakan formulir Surat Permintaan Pembayaran/SPP.
Jenis-jenis SPP dalam mekanisme uang persediaan adalahSPP Uang
Persediaan/SPP-UP,SPP Ganti Uang Persediaan/SPP-GUdanSPP
Tambahan Uang Persediaan/SPP-TU
3.Prosedur pembayaran dengan mekanisme Uang Persediaan dilakukan
dengan mengacu pada Surat Penyediaan Dana. SUrat Penyediaan dana
yang diterima oleh Pengguna ANggaran dari PPKD diserahkan kepada
Bendahara Pengeluaran dan PPK-SKPD.Bendahara pengeluaran membuat
dokumen SPP UP/GU/TU. Selanjutnya Bendahara pengeluaran mengajukan
dokumen SPP beserta kelengkapannya kepada PPK-SKPD untuk
diverifikasi berdasarkan DPA dan SPD yang telah diterima dari Pengguna
Anggaran.
4.Bendahara pengeluaran mengajukan SPP Uang Persediaan (UP) setiap
awal tahun anggaran setelah dikeluarkannya SK Kepala Daerah tentang
besaran UP. SPP-UP dipergunakan untuk mengisi uang persediaan tiap-tiap
SKPD. Pengajuan UP hanya dilakukan sekali dalam setahun tanpa

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

46

pembebanan pada kode rekening tertentu.
5.Bendahara Pengeluaran SKPD dapat melimpahkan sebagian uang
persediaan yang dikelolanya kepada bendahara pengeluaran pembantu
SKPD untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan. Pelimpahan tersebut
dilakukan berdasarkan persetujuan pengguna anggaran.
6.Pada saat uang persediaan telah terpakai bendahara pengeluaran dapat
mengajukan SPP Ganti Uang Persediaan (GU) dengan besaran sejumlah
SPJ penggunaan uang persediaan yang telah disahkan pada periode waktu
tertentu. SPP-GU dapat disampaikan untuk satu kegiatan tertentu atau
beberapa kegiatan sesuai dengan kebutuhan yang ada.
7.Apabila terdapat kebutuhan belanja yang sifatnya mendesak, yang harus
dikelola oleh bendahara pengeluaran, dan uang persediaan tidak mencukupi
karena sudah direncanakan untuk kegiatan yang lain, maka bendahara
pengeluaran dapat mengajukan SPP-TU. Batas jumlah pengajuan SPP-TU
harus mendapat persetujuan dari PPKD dengan memperhatikan rincian
kebutuhan dan waktu penggunaan. Jumlah dana yang dimintakandalam
SPP-TU ini harus dipertanggung-jawabkan tersendiri dan bila tidak habis,
harus disetorkan kembali.
8.Pembayaran langsung adalah mekanisme pembayaran untuk keperluan
belanja daerah melalui transfer dari rekening kas daerah ke rekening pihak
ketiga setelah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Dalam proses
pembayaran belanja daerah, kaidah umum mekanisme yang digunakan
dalah dengan pembayaran langsung.

4.d.Tes Formatif

1.Uang persediaan adalah salah satu mekanisme dalam melakukan belanja
pada SKPD,karakteristik uang persediaan adalah sebagai berikutkecuali:
a.Uang muka kerja;
b.revolving;
c.sudah membebani anggaran
d.berjumlah tertentu
2.Uang persediaan diberikan kepada bendahara pengeluaran pada awal
periode pelaksanaan anggaran untuk digunakan membayarpengeluaran
yang akan dilaksanakan pada jangka waktu tertentuadalah karakteristik UP

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

47

dibawah ini:
a.Uang muka kerja;
b.revolving;
c.sudah membebani anggaran
d.berjumlah tertentu
3.Uang persediaan yang telah digunakan untuk pembayaran belanja dapat
diminta penggantian sejumlah belanja yang telah dilakukan dengan batasan
minimal belanja yang telah ditetapkanadalah karakteristik UP dibawah ini:
a.Uang muka kerja;
b.revolving;
c.sudah membebani anggaran
d.berjumlah tertentu
4.Dokumen permintaan pembayaran berupa SPP UP adalah perwujudan dari
karakteristik UP dibawah ini:
a.Uang muka kerja;
b.revolving;
c.sudah membebani anggaran
d.berjumlah tertentu
5.Dokumen permintaan pembayaran berupa SPP GUP adalah perwujudan dari
karakteristik UP dibawah ini:
a.Uang muka kerja;
b.revolving;
c.sudahmembebani anggaran
d.berjumlah tertentu
6.Permintaan untuk keperluan yang mendesak dalam satu periode UP dapat
dilakukan dengan pengajuan permintaan berupa:
a.SPP UP;
b.SPP GU;
c.SPP TU
d.SPP LS
7.Mekanisme pembayaran untuk keperluan belanja daerah melalui transfer dari
rekening kas daerah ke rekening pihak ketiga setelah memenuhi persyaratan
yang telah ditetapkanadalah mekanisme pembayaran dengan cara:
a.Uang Persediaan;

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

48

b.Penggantian Uang Persediaan;
c.Tambahan Uang Persediaan
d.Pembayaran Langsung
8.Dokumen dalam rangka pembayaran langsungdipersiapkan oleh:
a.Kuasa Pengguna Anggaran;
b.Pejabat Penguji Tagihan;
c.Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
d.Bendahara Pengeluaran
9.Dokumen dalam rangka pembayaran langsung diverifikasi oleh :
a.Kuasa Pengguna Anggaran
b.Pejabat Pembuat Komitmen
c.Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
d.Bendahara Pengeluaran
10.Dokumen yang menjadi dasar dalam pembayaran langsung diverifikasi

adalah :
a.Surat permintaan Pembayaran
b.Berita Acara Serah Terima barang
c.Surat Perintah Kerja
d.Semua Jawaban Salah

4.eUmpan Balik dan Tindak Lanjut

Apabila Anda telah menyelesaikan latihan dan tes formatif tersebut diatas,
silahkan mencocokkan hasilnya dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir
modul ini. Untuk mengukur tingkat penguasaan materi modul ini, hitunglah hasil
penilaian dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Rumus penilaian:
Tingkat penguasaan =Jumlah jawaban yang benarx 100%
Jumlah soal

Kriteria tingkat penguasaan materi:

90%

-100% = baik sekali

80%

-

89% = baik

70%

-

79% = sedang

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

49

-

69% =kurang
Apabila hasil penilaian mencapai tingkat penguasaan materi 80% keatas, berarti
Anda telah menguasai materi dengan baik. Akan tetapi, apabila hasilnya masih
dibawah 80%, Anda diminta untuk mempelajari kembali materi pelajaran ini.

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

50

KEGIATAN BELAJAR5:

PERSYARATAN
ADMINISTRATIFDOKUMEN
BELANJADAERAH

5.a.Uraian dan Contoh

Dalam pembayaran belanja daerah, pada kelompok belajar 6 dan 7 telah
diuraikan prosedur pembayaran yang harus dilengkapi dokumen-dokumen
sebagai syarat permintaan pembayaran. Agar proses pembayaran dapat
dilakukan dengan tepat dan cepat maka dokumen-dokumen sebagai tanda bukti
tersebut harus benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kebenaran pengisian dokumen tanda bukti pengeluaran meliputi:
1.Kuitansi

Kuitansi digunakan untuk semua jenis pembayaran. Kuitansi dianggap
sebagai SPK/Perjanjian untuk pengadaan barang dan jasa sampai dengan
lima juta rupiah. Kuitansi sekurang-kurangnya memuat:
a.Nama wajib bayar yang tertulis dalam kuitansi harus atas nama jabatan.
Contoh :Sudah terima dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna
Anggaran …………

b.Nama yang berhak menerima yang tertulis dalam kuitansi adalah nama
dan jabatan orang yang menerima pembayaran sehubungan dengan
pelaksanaan kegiatan/pekerjaan dan ditandatangani oleh yang
bersangkutan. Untuk Badan Hukum (perusahaan) diberikan pula
stempel perusahaan. Apabila yang menerima adalah kuasa penerima,

Indikator
1.Menjelaskan dokumenyang manjadi syarat dalam pembayaran
belanja daerah
2.Menjelaskan syarat-syarat dokumen yang sah sebagai lampiran
dalam pembayaran belanja daerah.

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

51

maka harus didukung dengan Surat Kuasa dari orang yang berhak
kepada yang dikuasakan di ataskertas bermaterai Rp.6.000,-
c.Tanda tangan lunas oleh penyimpan uang/kasir dan tanda tangan
setuju dibayar oleh Pemegang Kas.
d.Uraian pembayaran memuat uraian mengenai obyek kegiatan/
pekerjaan yang dilaksanakan.
e.Jumlah yang dibayarkan harus sama antara yang tertulis dengan angka
dan huruf.
f.Tahun anggaran dan pasal/mata anggaran keluaran yang tertulis dalam
kuitansi adalah tahun anggaran berjalan dan pasal/mata anggaran
sesuai dengan pembebanan anggaran.
g.Bea materai tempel Rp.6.000,-untuk SPK/Kontrak. Untuk kuitansi
dengan nilai Rp.250.000,-s/d Rp.1.000.000 dikenakan Rp.3.000,-Bila
bernilai nominal di atas Rp.1.000.000,-dikenakan Rp.6.000.000
h.NPWPpihakrekanan harus dicantumkan dalam kuitansi pembayaran
i.Dalam redaksi penulisan pada kuitansi tidak dibenarkan adanya
coretan/ hapusan/tindisan khususnya penulisan jumlah uang dengan
angka dan jumlah uang dengan huruf.
2.SuratPerintahKerja (SPK)
Surat Perintah Kerja(SPK) digunakan untuk pengadaan barang dan jasa
dengan nilai kontrak diatas lima juta rupiahsampai dengan lima puluh juta
rupiah. SPK sekurang-kurangnya harus memuat ketentuan:
a.Pejabat yang memerintahkan mempunyai kewenangan.
b.SPK ditandatangani oleh yang memberi perintah dan pihak yang
menerima perintah.
c.Pokok/bidang, ruang lingkup dan spesifikasi teknis pekerjaan yang
disepakati oleh kedua belah pihak.
d.Harga yang pasti serta syarat pembayaran.
e.Jangka waktu penyelesaian pekerjaan
f.Sanksi dalam hal yang menerima perintah tidak memenuhi
kewajibannya
g.Diberi materai tempel Rp.6.000.-
3.Surat perjanjian/Kontrak

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

52

Surat Perjanjian/Kontrak digunakan untuk pengadaan barang dan jasa
dengan nilai diatas limapuluh juta rupiah. SUrat Perjanjian/Kontrak sekurang-
kurangnya mememuat ketentuan seperti pada SPK ditambah dengan:
a.Jaminan teknis hasil pekerjaan yang diserahkan.
b.Penyelesaian perselisihan
c.Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian yang
bersangkutan
d.Penggunaan barang dan jasa produksi dalam negeri secara tegas dan
terinci dalam lampiran kontrak.
e.Rumusan mengenai penyesuaian harga kontrak (price adjusment).
f.Ketentuan mengenai pemberian uang muka.
4.Berita AcaraPenyerahanBarang/Pekerjaan.
Berita Acara Penyerahan Barang/Pekerjaan sekurang-kurangnya memuat
hal-halsebagai berikut :
a.Nama, jabatan dan alamat kedua belah pihak.
b.Prestasi fisik pekerjaan yang akan diserahkan.
c.Hari dan tanggal pembuatan berita acara.
d.Dasar pembuatan berita acara penyerahan pekerjaan.
e.Pernyataan besarnya pembayaran yang berhak diterima oleh rekanan.
f.Nama dan tanda tangan kedua belah pihak.
5.Berita Acara Pembayaran.
Berita Acara Pembayaran, sekurang-kurangnya memuat :
a.Nama, jabatan dan alamat kedua belah pihak.
b.Hari dan tanggal pembuatan berita acara.
c.Dasar pembuatan berita acara penyerahan pekerjaan.
d.Harga kontrak.
e.Perhitungan pembayaran meliputi:
1)Jumlah yang telahdibayarkan sampai dengan angsuran yang lalu
2)Jumlah angsuran dalam berita acara
3)Perhitungan Uang muka dan potongan lainnya
4)Jumlah yang berhak diterima dengan berita acara pembayaran ini.

6.Surat Jaminan Pelaksanaan
Surat Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnyamemuat:
a.nama dan alamat pengguna barang/jasa,

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

53

b.penyedia barang/jasa, dan pihak penjamin,
c.nama paket kontrak,
d.nilai jaminan pelaksanaan dalam angka dan huruf,
e.kewajiban pihak penjamin untuk mencairkan surat jaminan pelaksanaan
dengan segera kepada pengguna barang/jasa sesuai denganketentuan
dalam jaminan pelaksanaan,
f.masa berlaku surat jaminan pelaksanaan, mengacu kepada Kitab
Undang-undang Hukum Perdata khususnya Pasal 1831 dan 1832, dan
g.tanda tangan penjamin;
7.Surat Jaminan uang muka
Surat Jaminan uang mukamemuathal-hal sebagai berikut:
a.nama dan alamat pengguna barang/jasa,
b.penyedia barang/jasa yang ditunjuk, dan hak penjamin,
c.nama paket kontrak,
d.nilai jaminan uang muka dalam angka dan huruf,
e.kewajiban pihak-pihak penjamin untuk mencairkan surat jaminan uang
muka dengan segera kepada pengguna barang/jasa sesuai dengan
ketentuan dalam jaminan uang muka,
f.masa berlaku jaminan uang muka,mengacu kepada Kitab Undang-
undang Hukum PerdataPasal 1831 dan 1832, dan
g.tanda tangan penjamin.
8.Surat Jaminan Pemeliharaan.
Surat Jaminan Pemeliharaan yang memuat :
a.nama dan alamat pengguna barang/jasa,
b.penyedia barang/jasa, dan pihak penjamin,
c.nama paket kontrak,
d.nilai jaminan pelaksanaan dalam angka dan huruf,
e.kewajiban pihak penjamin untuk mencairkan surat jaminan pemeliharaan
dengan segera kepada pengguna barang/jasa sesuai denganketentuan
dalam jaminan pemeliharaan,
f.masa berlaku surat jaminan pemeliharaan, mengacu kepada Kitab
Undang-undang Hukum Perdata khususnya Pasal 1831 dan 1832, dan
g.tanda tangan penjamin;

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

54

5.b.Latihan

1.Dalam pengajuan pembayaran, salah satu syarat adalah kuitansi, sebutkan
syarat sah kuitansi !
2.Jelaskan perbedaan antara SPK dan Surat Perjanjian/Kontrak!
3.Jelaskan perbedaan antara surat jaminan pelaksanaan dan surat jaminan
pemeliharaan!
4.Jelaskan syarat minimal data yang harus dimuat dalam Berita Acara
Pembayaran!
5.Jelaskan syarat minimal data yang harus dimuat dalam Berita Acara
Penyelesaian Pekerjaan!

5.c.Rangkuman

1.Kuitansi digunakansebagai lampiranuntuk semua jenispembayaran.
Kuitansi dianggap sebagai SPK/Perjanjian untuk pengadaan barang dan
jasa sampai dengan lima juta rupiah.
2.Surat Perintah Kerja(SPK) digunakan untuk pengadaan barang dan jasa
dengan nilai kontrak diatas lima juta rupiah sampai dengan lima puluhjuta
rupiah.

3.Surat Perjanjian/Kontrak digunakan untuk pengadaan barang dan jasa
dengan nilai diatas limapuluh juta rupiah.
4.Dokumen yang menjadi lampiran dalam pembayaran antara lain berita acara
penyelesaian pekerjaan,Berita Acara Pembayaran,Surat Jaminan
Pelaksanaan,Surat Jaminan uang muka,Surat Jaminan Pemeliharaan,

5.d.Tes Formatif

1.KPA memerintahkan untuk mengadakan barang dengan nilai sebesar
Rp.8.000.000,00 maka dokumen yang perlu disiapkan untuk menjadi dasar
pembayaran adalah adalah
a.Hanyakuitansi
b.Surat perintah kerja
c.Kontrak
d.MOU

2.KPA memerintahkan untuk mengadakan barang dengan nilai sebesar
Rp.4.000.000,00 maka dokumen yang perlu disiapkan untuk menjadi dasar
pembayaran adalah adalah

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

55

a.Hanya kuitansi
b.Surat perintah kerja
c.Kontrak
d.MOU

3.Pernyataan yang paling benar terkait dengan dokumen yang menjadi dasar
pembayaran adalah
a.Kuitansi dianggap sebagai SPK/Perjanjian untuk pengadaan barang dan
jasa sampai dengansepuluhjuta rupiah
b.Kuitansidapat dijadikan dasaruntuk pengadaan barang dan jasa sampai
dengansepuluhjuta rupiah
c.Kuitansi dianggap sebagai SPK/Perjanjian untuk pengadaan barang dan
jasa sampai dengan lima juta rupiah
d.Kuitansi dianggap sebagai SPK/Perjanjian untuk pengadaan barang dan
jasa sampai dengansepuluhjuta rupiah
4.Pernyataan yang paling benar terkait dengan syarat-syarat kuitansi adalah
a.Nama yang berhak menerima yang tertulis dalam kuitansi adalah nama
orang yang menerima pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan
kegiatan/pekerjaan dan ditandatangani oleh yang bersangkutan.
b.Tanda tangan lunas oleh Pemegang Kas.
c.Uraian pembayaran memuat uraian mengenai obyek kegiatan/ pekerjaan
yang dilaksanakan.
d.NPWPpihakrekanantidakharus dicantumkan dalam kuitansi
pembayaran
5.Surat Perintah Kerja(SPK) digunakan untuk pengadaan barang dan jasa
dengan nilaipekerjaan …
a.Sampai dengan limah puluh juta
b.diatassepuluhjuta rupiah sampai dengan lima puluh juta rupiah
c.diatas lima puluh juta rupiah.
d.diatas lima juta rupiah sampai dengan lima puluh juta rupiah
6.Pernyataan yang paling benar terkaitdengan syarat-syarat minimal dalam
SPK adalah
a.SPK ditandatangani oleh yang memberi perintah
b.Pokok/bidang, ruang lingkup dan spesifikasi teknis pekerjaan yang
disepakati oleh kedua belah pihak.

ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah

56

c.Harga yang pastitanpa mencantumkansyarat pembayaran.
d.Sanksitidak perlu dicantumkan karena hanya SPK
7.Surat Perintah/Kontrakdigunakan untuk pengadaan barang dan jasa dengan
nilaipekerjaan …
a.Sampai dengan limah puluh juta
b.diatassepuluhjuta rupiah sampai dengan lima puluh juta rupiah
c.diatas lima puluh juta rupiah.
d.diatas lima juta rupiah sampai dengan lima puluh juta rupiah
8.Pernyataan yang paling benar terkait dengan syarat-syarat minimal dalam
Surat Perjanjian/Kontrakkecuali
a.Surat Perjanjian sama dengan SPK
b.Jaminan teknis hasil pekerjaan yang diserahkan.
c.Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian yang
bersangkutan
d.Penggunaan barang dan jasa produksi dalam negeri secara tegas dan
terinci dalam lampiran kontrak.
9.Pernyataan yang tepat tentangBerita Acara Penyerahan Barang/Pekerjaan
sekurang-kurangnya memuat hal-hal sebagai berikutkecuali
a.Prestasi fisik pekerjaan yang akan diserahkan.
b.Hari dan tanggal pembuatan berita acara.
c.Dasar pembuatan berita acarapemeliharaan
d.Pernyataan besarnya pembayaran yang berhak diterima oleh rekanan.
10.Pernyataan yang tepat tentangBerita AcaraPembayaransekurang-
kurangnya memuat hal-hal sebagai berikutkecuali
a.Hari dan tanggal pembuatan berita acara.
b.Dasar pembuatan berita acarapelaksanaanpekerjaan.
c.Harga kontrak.
d.Perhitungan pembayaran

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->