P. 1
DASAR Dasar Penjas

DASAR Dasar Penjas

|Views: 28|Likes:
Published by Daryoto Eko Purnomo

More info:

Published by: Daryoto Eko Purnomo on Oct 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2014

pdf

text

original

DASAR-DASAR PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA

DASAR-DASAR PENDIDIKAN JASMANI
A. PENDAHULUAN
Istilah pendidikan jasmani yang telah dikenal pada tahun 1950-an di Indonesia, cukup lama menghilang dari wacana, terutama sejak tahun 1960-an, tatkala istilah itu diganti dengan istilah olahraga. Dampak dari perubahan tersebut sangat luas dan mendalam, terutama terhadap struktur dan isi kurikulum di semua jenjang pendidikan sekolah. Kesalahpahaman juga terjadi terhadap makna kedua istilah itu, karena hamper selalu hanya dikaitkan dengan kepentingan pembinaan fisik, seperti tujuan berprestasi atau sebatas pencapaian derajat kebugaran jasmani.Konsep dasar pendidikan jasmani dapat di pandang dari 3 (tiga) aspek yakni sejarah, pandangan filsafat, dan bukti-bukti ilmiah. Pendidikan jasmani pada hakekatnya merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan yang i ngin diharapkan bersifat menyeluruh, meliputi aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan moral. Begitud e k a t p u l a t u j u a n n ya u n t u k p e m b i n a a n k e s e h a t a n d a n k e s a d a r a n t e n t a n g l i n g k u n g a n hidup B. PERSPEKTIF SEJARAH Upaya pembaharuan pendidikan jasmani, yang terpayungi dalam kerangka system pendidikan nasional, berlangsung dalam sebuah bentangan pergulatan antara dorongan untuk berubah dalam kesinambungan. Kebijakan publik dalam pembinaan olahraga, yang tercermin dalam kepentingan nasional, berupa prestise dan kebanggaan nasional untuk membangun percaya diri bangsa selama era pemerintahan Bung Karno dalam kerangka atau selama era dalam pemerintahan Soeharto selama 32 tahun terakhir, sangat kuat mempengaruhi arah, isi dan pengelolaan olahraga pada umumnya dan pendidikan jasmani pada khususnya. Pasang surut keolahragaan nasional, yang telah merasuki kehidupan bangsa Indonesia sejak pra kemerdekaan, memang banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan faktor politik. Namun kelebihan dan kekurangan kebijakan pemerintah yang diluncurkan merupakan respons nyata yang diposisikan bapak bangsa dan pemerintah untuk menjawab tantangan zaman pada masa itu.

Konsep pendidikan jasmani erat kaitannya dengan pendidikan rekreasi. Masalah lainnya terjadi pada evaluasi yang hanya samapai pada pengukuran kemampuan kognitif paling rendah. dan merupakan sebuah proses tindakan kultural yang membebaskan.  Ivan Illc mengatakan pendidikan adalah pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. intelektual. tapi dibutuhkan pada masa dewasa. agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya  Rosseau mengatakan mendidik adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa anakanak. yaitu:  Langefeld mengatakan mendidik adalah membimbing anak dalam mencapai Kedewasaan  Heageveld mengatakan mendidik adalah membantu anak dalam mencapai Kedewasaan  Bojonegoro mengartikan mendidik adalah memeri tuntunan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangannya sampai tercapai kedewasaan  Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti. Namun pendidikan juga memiliki pengertian sendiri menurut para ahli. Definisi Pendidikan Secara Umum Definisi Pendidikan Secara Umum Menurut Tokoh. emosional. Konsep ini telah dirintis penerapannya melalui UU pendidikan tahun 1950-an. Itulah sebabnya istilah pedagogi dapat diartikan sebagai “ilmu dan seni mengajar anak. Dari sejarah tersebut.  Paulo Freire ia mengatakan. Begitu dekat pula tujuannya untuk pembinaan kesehatan dan kesadaran tentang lingkungan hidup. Kini kita berusaha untuk kembali ke asal. Tahap pertama adalah masa dimana manusia menjadi sadar akan pembebasan mereka. Pendidikan jasmani pada hakekatnya merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. maka arah pembaharuan pendidikan jasmani adalah untuk mendukung pembaharuan pendidikan pada umumnya. persaingan dalam alokasi bagi penyampaian substansi dan akhirnya menggiring guru-guru hanya sekedar menyampaikan informasi dan bahkan pengetahuan yang tidak fungsional atau teori sebagai ganti kegiatan praktik. meliputi aspek fisik. pikiran serta jasmani anak. yang menghasilkan bidang studi Penjaskes. damana melalui praksis mengubah keadaan itu.Untuk menjawab tantangan berupa gerak perubahan dinamik yang dibangkitkan oleh globalisasi yang menempatkan pembangunan modal manusia dan modal social dalam kedudukan strategis. Para pendidik dan filosof percaya bahwa kegiatan itu sangat efektif untuk menumbuhkembangkan keseluruhan potensi peserta didik. .  Darmaningtyas mengatakan tentang difinisi pendidikan yaitu pendidikan sebagai usaha dasar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang lebih baik. C. pendidikan merupakan jalan menuju pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap.Tokoh Pendidikan Kata pendidikan Berasal dari kata Pedagogi. sosial dan moral. yang kemudian sempat luntur akibat perubahan kebijakan. dan pendidikan kesehatan. Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama. Tujuan yang ingin diharapkan bersifat menyeluruh. memposisikan pendidikan jasmani sebagai alat pendidikan yang dapat diandalkan. perpaduan antara pendidikan jasmani dan pendidikan kesehatan dengan titik persamaan dalam tujuan terbentuknya gaya hidup aktif sepanjang hayat untuk mencapai kesehatan. Pengajaran terpadu tidak mampu diterapkan oleh guru-guru penjas mengaktualisasi konsep Penjaskes tersebut. yaitu dari kata “paid” artinya anak dan “agogos” artinya membimbing. aktivitas jasmani seperti dalam bentuk kegiatan bermain merupakan alat utama pendidikan. Meskipun demikian pebelajaran Penjaskes menjadi tidak menentu dalam hal substansi dan tujuan.

dan terus menerus untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang lebih baik . kemenangan. dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi.  Ateng (1993) Mengemukakan. sosial. interperatif. Mengemukakan pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan. dan physical culture Siedentop (1972). terencana.Tokoh Pendidikan Jasmani Istilah pendidikan jasmani berawal dari Amerika Serikat berawal dari istilah gymnastics.  Dauer dan Pangrazi (1989: 1) Mengemukakan bahwa pendidikan jasmani adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang memberikan kontribusi. terutama melalui pengalaman gerak.  Hartoto mengartikan pendidikan adalah usaha sadar. neuromuskuler.  Nixon and Cozens (1963: 51) Mengemukakan bahwa pendidikan jasmani didefinisikan sebagai fase dari seluruh proses pendidikan yang berhubungan dengan aktivitas dan respons otot yang giat dan berkaitan dengan perubahan yang dihasilkan individu dari respons tersebut. adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik. perlombaan/ pertandingan.  Siedentop (1991). untuk pertumbuhan dan perkembangan secara utuh untuk tiap anak. sistematis. Edgar Dalle mengartikan pendidikan adalah usaha sadar yang sistematis dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam diri manusia untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Definisi Pendidikan Jasmani Menurut Tokoh. dan emosional.Berikut pengertian pendidikan jasmani menurut ahli :  Cholik Mutohir (Cholik Mutohir. dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan. neuromuskuler. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang tepat agar memiliki makna bagi anak. pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik. dan afektif. dan terus-menerus dalam upaya memanusiakan  Ngalim Purwanto mengartikan pendidikan adalah segala urusan orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan  Kesimpuan Zandra Dwanita Widodo dari seluruh tokoh pendidikan tentang arti dari pendidikan secara umum yaitu pendidikan secara umum dapat diartikan sebagai daya upaya yang sadar. kognitif. yaitu psikomotor. dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila. D. Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domain-domain pembelajaran. (1979). 1992). terencana. intelektual dan emosional. .  Bucher. sistematis. hygiene.

olahraga. intelektual. pembelajaran mental.‟ Aktivitas jasmani yang dipilih disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dan kapabilitas siswa. pengetahuan. kultural. Pemahaman ini menunjukkan bahwa pendidikan jasmani juga terkait dengan respon emosional. intelektual.‟ Pendidikan melalui fisikal maksudnya adalah pendidikan melalui aktivitas fisikal (aktivitas jasmani). neuromuscular.Seorang pakar pendidikan jasmani dari Amerika Serikat. memusatkan diri pada gerak fisikal dalam permainan. tentang. 2001) Pendidikan jasmani adalah sejumlah aktivitas jasmani manusiawi yang terpilih sehingga dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.Baley dan David A.‟ Pendapat lain namun dalam ungkapan yang senada. emosional. dan perkembangan sosial. Hal ini hanya dapat dicapai ketika aktivitas jasmani menjadi budaya dan kebiasaan jasmani atau pelatihan jasmani. Lebih lanjut kedua ahli ini menyebutkan bahwa: „Pendidikan jasmani adalah suatu proses terjadinya adaptasi dan pembelajaran secara organik. Pengertian ini didukung oleh adanya pemahaman bahwa: Manakalah pikiran (mental) dan tubuh disebut sebagai dua unsur yang terpisah. 2001) Menekankan bahwa pendidikan fisikal yang dimaksud adalah aktivitas jasmani yang membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh. Aktivitas jasmani meskipun tidak selalu. sosial.Field (2001. seperti diungkapkan. dan estetika. maka basil berupa perkembangan utuh insani menyertai perkembangan fisikal-nya. mengatakan bahwa dewasa ini pendidikan jasmani dapat diterima secara luas sebagai model “pendidikan melalui aktivitas jasmani”. dan estetika yang dihasilkan dari proses pemilihan berbagai aktivitas jasmani.  James A.. dan fungsi dasar tubuh manusia. perilaku kelompok. melalui pemahaman sisi kealamiahan fitrah manusia ketika sisi keutuhan individu adalah suatu fakta yang tidak dapat dipungkiri. hubungan personal. yaitu: beberapa aktivitas fisikal atau beberapa tipe gerakan tubuh. pikiran (mental) harus dibelajarkan dan dikembangkan. termasuk pertumbuhan mental. dalam Freeman. seperti: „Kontribusi unik pendidikan jasmani terhadap pendidikan secara umum adalah perkembangan tubuh yang menyeluruh melalui aktivitas jasmani. dalam Freeman. yaitu: Pendidikan jasmani dilaksanakan melalui media fisikal. tujuannya mencakup semua aspek perkembangan kependidikan. pendidikan.  Jesse Feiring Williams (1999. dan melalui aktivitas jasmani". Secara ringkas dapat dikatakan bahwa: "pendidikan jasmani adalah pendidikan dari. Manakala tubuh sedang ditingkatkan secara fisik. tetapi secara umum mencakup berbagai aktivitas gross motorik dan keterampilan yang tidak selalu harus didapat . yang berkembang sebagai akibat dari merebaknya telaahan pendidikan gerak pada akhir abad ke-20 ini dan menekankan pada kebugaran jasmani. pendidikan jasmani yang menekankan pendidikan fisikal. aktivitas jasmani yang membutuhkan sedikit usaha sebagai aktivitas rekreasi dan atau aktivitas jasmani yang sangat membutuhkan upaya keras seperti untuk kegiatan olahraga kepelatihan atau prestasi. Ketika aktivitas jasmani ini dipandu oleh para guru yang kompeten. Pendidikan jasmani memusatkan diri pada semua bentuk kegiatan aktivitas jasmani yang mengaktifkan otot-otot besar (gross motorik).. dan selain itu perlu pula berdampak pada perkembangan sosial. sosial siswa.  Rink (1985) Mendefinisikan pendidikan jasmani sebagai "pendidikan melalui fisikal". pendidikan jasmani diartikan sebagai pendidikan melalui fisikal. seperti belajar bekerjasama dengan siswa lain. emosional.  Freeman (2001:5) Menyatakan pendidikan jasmani dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok bagian. Aktivitas fisikal yang dipilih ditekankan pada berbagai aktivitas jasmani yang wajar. penguasaan keterampilan.

pendidikan jasmani mencoba membuktikan dan meyakinkan setiap orang bahwa tubuh dan pikiran berpadu menjadi satu kesatuan dalam konsep holism. Seperti diketahui. non-fisikal pun bisa diraih seperti: perkembangan intelektual. Pendapat yang bijak dapat dimunculkan ketika mencoba memposisikan diri pada pemikiran netral. dan mengendalikan semua sistem tubuh yang ada. dan bahkan aspek spiritual.  Menurut WHO Pendidikan Jasmani adalah kegiatan jasmani yang diselenggarakan untuk menjadi media bagi kegiatan pendidikan. Menyebutkan hal senada bahwa “tubuh adalah tempat bersemayamnya pikiran. seperti yang dimaksud dengan konsep “kebugaran jasmani sepanjang hayat”. Keyakinan ini dapat dengan mudah dikenali. pemahaman yang harus ditangkap adalah: pendidikan jasmani menggunakan media fisikal untuk mengembangkan kesejahteraan total setiap orang. Sebagai contoh. Karakteristik pendidikan jasmani seperti ini tidak terdapat pada mata pelajaran lain. Bahkan sampai pada keyakinan bahwa pikiran berada di atas unsur tubuh. tetapi tubuh pun dapat memberikan informasi dan mempengaruhi pikiran. sosial.Pertanyaan utama yang patut dimunculkan adalah apakah benar keyakinan terhadap kesatuan tubuh dan pikiran? Pada kenyataannya di masyarakat sering ditemukan keyakinan bahwa tubuh dan pikiran berada pada sifat dualism. Beberapa ahli dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga. yang kemudian dikenal sebagai aliran pemahaman holism. Pendidikan adalah kegiatan yang merupakan proses untuk mengembangkan . sering didapatkan pada rohaniawan yang mengutamakan pada kesempurnaan pikiran.  Syer & Connolly (1984). untuk selama bertahun-tahun lamanya seolah tidak akan pernah tuntas. sering dijadikan rujukan dalam setiap pelaksanaan pendidikan jasmani. Sebaliknya. dimensi hubungan tubuh dan pikiran menekankan pada tiga domain pendidikan. bijak dalam memposisikan masing-masing pendapat. Kesatuan Unsur Tubuh dan Pikiran Salah satu masalah besar. Meskipun para siswa mendapat keuntungan dari proses aktivitas fisikal ini. seperti yang sering didengar sebuah semboyan Orandum est ute sit men sana in corpore sano atau seperti: a sound mind in a sound body (Krecthmar. Hal ini pun menjadi fokus orientasi utama dalam pengembangan aktivitas jasmani sebagai upaya pengembangan utuh-manusia. adalah perdebatan antara intelektual dan jasmani. seperti halnya hubungan tubuh dan pikiran. meskipun pikiran berada di atas kedudukan tubuh. teori dapat diterima ketika sejalan dengan apa yang terjadi.perbedaan yang mencolok. tetapi juga semua aspek yang terkait dengan kesejahteraan total manusia. Tentu. afektif. Tetapi. pikiran mengendalikan tubuh. Inilah bukti bahwa perdebatan itu akan senantiasa muncul sebagai akibat adanya dinamika dalam pemikiran. Secara utuh. yang kemudian memunculkan pemahaman "dualisme" dan cenderung mengarah pada pikiran adalah sesuatu yang diutamakan. daripada kesejahteraan fisiknya. Konteks melalui aktivitas jasmani yang dimaksud adalah konteks yang utuh menyangkut semua dimensi tentang manusia. Clancy (2006). ada juga filosofi yang menyebutkan bahwa tubuh dan pikiran bersatu.” Ada unsur kesatuan pemahaman antara tubuh dengan pikiran. Begley (2007). 2005:51). Moto seperti ini. dan kognitif. sementara tubuh adalah sesuatu yang inferior. tetapi keuntungan bagi siswa tidak selalu harus berupa fisikal. Sesungguhnya. yaitu: psikomotor. karena hasil kependidikan dari pengalaman belajar fisikal tidak terbatas hanya pada perkembangan tubuh saja. seperti juga perkembangan kognitif dan afektif. pendidikan jasmani tidak hanya menyebabkan seseorang terdidik fisiknya. dan estetika. Pendidikan jasmani memanfaatkan aktivitas jasmani untuk mengembangkan aspek tubuh dan pikiran. Kepercayaan banyak orang adalah bahwa tubuh terpisah dari pikiran. suatu kesatuan antara tubuh dan pikiran. Pembenaran akan dapat diterima ketika apa yang terjadi sesuai dengan landasan teoritisnya.

K. tidak dapat ditinggalkan. Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodik. dan emosional melalui kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi. yaitu pendidikan jasmani dapat diartikan sebagai bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan. dalam A. ii. E. yang dalam lingkup sehat WHO berarti sehat rohani. iii . .. Olahraga adalah hak asasi manusia seperti hak pendidikan. Juli 1999).  Ensiklopedia Indonesia makna olahraga adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. sosial. melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik. hak untuk identitas iv.Children in Sport dalam Bloomfield. Sebagai bagian dari kegiatan pendidikan.D. artinya Olahraga sebagai alat untuk memelihara dan membina kesehatan. stabilitas emosional dan kecerdasan intelektualnya maupun kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul pada siswa-siswa yang aktif mengikuti kegiatan Penjas-Or dari pada siswa-siswa yang tidak aktif mengikuti Penjas-Or . Olahraga adalah suatu sekolah kehidupan dan dapat menjadi sekolah perdamaian. Struktur anatomis-anthropometris dan fungsi fisiologisnya.kemampuan dan sikap rohaniah yang meliputi aspek mental. interperatif. dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat)  Renstrom & Roux 1988.S. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani.A. Definisi Pendidikan Olahraga menurut Tokoh-tokoh Pendidikan Berikut pengertian pendidikan olahraga menurut ahli :  Webster’s New Collegiate Dictonary (1980) Olahraga yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan.J. kemenangan. Seperti halnya makan.  Kesimpuan Zandra Dwanita Widodo dari seluruh tokoh pendidikan tentang arti dari pendidikan jasmani.  World Conference On Education and Sports for Culture of Peace (I0C. rohani dan sosial. intelektual dan bahkan spiritual. neuromuskuler.Watson. dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila. Fricker P. maka pendidikan jasmani merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera Rohani (melalui kegiatan jasmani). menyebutkan bahwa: i. Olahraga adalah alat yang baik untuk memperkenalkan kebiasaan dari kehormatan. Olahraga dapat membangun jembatan perdamaian di antara orang-orang dan ras. 1992) Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). and Fitch.

ekonomi. Dilihat dari pendekatannya. dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. F. dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran. Praktek pembelajaran reflektif adalah bagian dari proses pembelajaran yang mengatakan . menginsiprasi. (3) metode pembelajaran. menguatkan. yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). (4) teknik pembelajaran. di dalamnya mewadahi. Guru yang reflektif selalu melakukan penilaian terhadap lingkungan sekitar dalam upaya mengidentifikasi rencana proses pengajarannya. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai.  UNESCO mendefinisikan olahraga sebagai “setiap aktivitas fisik berupa permainan yang berisikan perjuangan melawan unsur-unsur alam. cita-cita nasional politik. 2. sosial. 3. yaitu : 1. Menpora Maladi pengertian olahraga yaitu mencakup segala kegiatan manusia yang ditujukan untuk melaksanakan misi hidupnya dan cita-cita hidupnya. sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha  Berikut ada beberapa pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran penjas  Pendekatan Reflektif Pendekatan reflektif merupakan pengabungan metode atau model pembelajaran yang biasa juga dikatakan bahwa pendekatan alternatif karena guru dituntut untuk bagaimana mencari atau melihat perbedaan karakter siswa secara keseluruhan. (2) strategi pembelajaran. Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha. dan (6) model pembelajaran. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan reflektif juga menekankan kreativitas penumbuhan kondisi pembelajaran yang kondusif melalui penerapan berbagai keterampilan pengajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi. 4. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun. pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan. ataupun diri sendiri”. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut. (5) taktik pembelajaran. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. orang lain. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran. Pendekatan-Pendekatan Dalam Pembelajaran Penjas Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna. kultural dan sebagainya.

Modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani dianggap penting untuk diketahui oleh para guru pendidikan jasmani. mempertanyakan sikap dan mendorong kemandirian belajar.bahwa saya menjadi sadar akan pengalaman sebelumnya.  Pendekatan Berbasisi Masalah Pendekatan berbasis masalah merupakan pendekatan yang dimana seorang guru memberikan kesempatan anak untuk berpikir analisis. Selanjutnya guru-guru pendidikan jasmani juga harus mengetahui apa saja yang bisa dan harus dimodifikasi serta tahu bagaimana cara memodifikasinya.  Pendekatan Modifikasi Olahraga Pendekatan modifikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh para guru agar proses pembelajaran dapat mencerminkan DAP. menyebutkan dan menerangkan beberapa aspek analisis modifikasi.Menekankan kepada aktifitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan .Menekankan keterlibatan peserta didik secara penuh.Mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian proses mental. Cara-cara guru memodifikasi pembelajaran akan tercermin dari aktivitas pembelajarannya yang diberikan guru mulai awal hingga akhir pelajaran.  Pendekatan Pastisipatorik Pendekatan ini menuntut guru dimana untuk menjadi fasilitator dan menuntuk guru sebagai: .Peserta didik dianjurkan sebagai subjek belajar . menyebutkan apa yang dimodifikasi dan bagaimana cara memodifikasinya. yang tadinya kurang terampil menjadi lebih terampil. . Cara ini dimaksudkan untuk menuntun.” Developentally Appropriate Practice” (DAP). dan membelajarkan siswa yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. Esensi modifikasi adalah menganalisis sekaligus mengembangkan materi pelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktivitas belajar yang potensial sehingga dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. Dan pendekatan reflektif juga mendorong peserta didik untuk berfikir kreatif. mengarahkan. . dan kritis melalui latihan lalu memecahkan masalah yang didapat dan didasarkan pada dunia nyata anak. dan dapat membantu mendorong ke arah perubahan tersebut. .Seluruh aktifitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri.Pendidik dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar . Artinya bahwa tugas ajar yang disampaikan harus memerhatikan perubahan kemampuan atau kondisi anak. Diharapkan dengan mereka dapat menjelaskan pengertian dan konsep modifikasi.  Pendekatan Inquiry & discovery Pendekatan ini merupakan proses pembelajaran yang melakukan sendiri (menemukan sendiri) sedangkan Discovery adalah suatu pendekatan yang dimana guru mendorong siswa untuk mengalami dan melakukan percobaan menemukan jati diri berdasarkan pengalaman dalam dunia nyata.

Pendekatan kooperatif merupakan pembelajaran secara sadar dan sisitematis yang sili asa. . Pengaturan. Antara siswa sebagai latihan hidup dalam masyarakat Nyata. Perumusan dan Penyerapan  Pendekatan Berbasis Proyek Menurut Thomas 2001 Dkk mengatakan bahwa penjaran berbasis proyek atau sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif yang menekankan belajar kontestual melalui kegiatan-kegiatan yang kontes.Mendorong tumbuh dan berkembangnya jiwa demokrasi serta kemampuan mengemukakan dan menerima pendapat.  Pendekatan Scaffolding Pendekatan scaffolding merupakan pembelajaran yang berjenjang dan sistematis dan memungkinkan peserta didik untuk mendapat keterampilan baru atau diluar kemampuannya.  Pendekatan Kooperatif Kooperatif itu adalah merupakan pelaksanaan pembelajaran yang saling berinteraksi satu sama lain dimana pembelajaran tergantung pada ahli dalam kelompok . Silih asi dan silih asu.Ada beberapa tahap dalam model pendekatan kooperatif yaitu Pembentukan.. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->