DASAR-DASAR PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA

DASAR-DASAR PENDIDIKAN JASMANI
A. PENDAHULUAN
Istilah pendidikan jasmani yang telah dikenal pada tahun 1950-an di Indonesia, cukup lama menghilang dari wacana, terutama sejak tahun 1960-an, tatkala istilah itu diganti dengan istilah olahraga. Dampak dari perubahan tersebut sangat luas dan mendalam, terutama terhadap struktur dan isi kurikulum di semua jenjang pendidikan sekolah. Kesalahpahaman juga terjadi terhadap makna kedua istilah itu, karena hamper selalu hanya dikaitkan dengan kepentingan pembinaan fisik, seperti tujuan berprestasi atau sebatas pencapaian derajat kebugaran jasmani.Konsep dasar pendidikan jasmani dapat di pandang dari 3 (tiga) aspek yakni sejarah, pandangan filsafat, dan bukti-bukti ilmiah. Pendidikan jasmani pada hakekatnya merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan yang i ngin diharapkan bersifat menyeluruh, meliputi aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan moral. Begitud e k a t p u l a t u j u a n n ya u n t u k p e m b i n a a n k e s e h a t a n d a n k e s a d a r a n t e n t a n g l i n g k u n g a n hidup B. PERSPEKTIF SEJARAH Upaya pembaharuan pendidikan jasmani, yang terpayungi dalam kerangka system pendidikan nasional, berlangsung dalam sebuah bentangan pergulatan antara dorongan untuk berubah dalam kesinambungan. Kebijakan publik dalam pembinaan olahraga, yang tercermin dalam kepentingan nasional, berupa prestise dan kebanggaan nasional untuk membangun percaya diri bangsa selama era pemerintahan Bung Karno dalam kerangka atau selama era dalam pemerintahan Soeharto selama 32 tahun terakhir, sangat kuat mempengaruhi arah, isi dan pengelolaan olahraga pada umumnya dan pendidikan jasmani pada khususnya. Pasang surut keolahragaan nasional, yang telah merasuki kehidupan bangsa Indonesia sejak pra kemerdekaan, memang banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan faktor politik. Namun kelebihan dan kekurangan kebijakan pemerintah yang diluncurkan merupakan respons nyata yang diposisikan bapak bangsa dan pemerintah untuk menjawab tantangan zaman pada masa itu.

Tokoh Pendidikan Kata pendidikan Berasal dari kata Pedagogi. Definisi Pendidikan Secara Umum Definisi Pendidikan Secara Umum Menurut Tokoh. pikiran serta jasmani anak. Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama. damana melalui praksis mengubah keadaan itu. persaingan dalam alokasi bagi penyampaian substansi dan akhirnya menggiring guru-guru hanya sekedar menyampaikan informasi dan bahkan pengetahuan yang tidak fungsional atau teori sebagai ganti kegiatan praktik. Masalah lainnya terjadi pada evaluasi yang hanya samapai pada pengukuran kemampuan kognitif paling rendah. dan pendidikan kesehatan. Pendidikan jasmani pada hakekatnya merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan.  Darmaningtyas mengatakan tentang difinisi pendidikan yaitu pendidikan sebagai usaha dasar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang lebih baik. aktivitas jasmani seperti dalam bentuk kegiatan bermain merupakan alat utama pendidikan. . yang menghasilkan bidang studi Penjaskes. Kini kita berusaha untuk kembali ke asal. emosional. Meskipun demikian pebelajaran Penjaskes menjadi tidak menentu dalam hal substansi dan tujuan. Konsep ini telah dirintis penerapannya melalui UU pendidikan tahun 1950-an. maka arah pembaharuan pendidikan jasmani adalah untuk mendukung pembaharuan pendidikan pada umumnya. sosial dan moral. Dari sejarah tersebut. Tujuan yang ingin diharapkan bersifat menyeluruh. Itulah sebabnya istilah pedagogi dapat diartikan sebagai “ilmu dan seni mengajar anak. yang kemudian sempat luntur akibat perubahan kebijakan. C.  Paulo Freire ia mengatakan. dan merupakan sebuah proses tindakan kultural yang membebaskan. Tahap pertama adalah masa dimana manusia menjadi sadar akan pembebasan mereka. tapi dibutuhkan pada masa dewasa. Para pendidik dan filosof percaya bahwa kegiatan itu sangat efektif untuk menumbuhkembangkan keseluruhan potensi peserta didik. memposisikan pendidikan jasmani sebagai alat pendidikan yang dapat diandalkan. yaitu:  Langefeld mengatakan mendidik adalah membimbing anak dalam mencapai Kedewasaan  Heageveld mengatakan mendidik adalah membantu anak dalam mencapai Kedewasaan  Bojonegoro mengartikan mendidik adalah memeri tuntunan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangannya sampai tercapai kedewasaan  Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti. perpaduan antara pendidikan jasmani dan pendidikan kesehatan dengan titik persamaan dalam tujuan terbentuknya gaya hidup aktif sepanjang hayat untuk mencapai kesehatan. intelektual.  Ivan Illc mengatakan pendidikan adalah pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Namun pendidikan juga memiliki pengertian sendiri menurut para ahli. yaitu dari kata “paid” artinya anak dan “agogos” artinya membimbing. Pengajaran terpadu tidak mampu diterapkan oleh guru-guru penjas mengaktualisasi konsep Penjaskes tersebut. agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya  Rosseau mengatakan mendidik adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa anakanak. meliputi aspek fisik. Begitu dekat pula tujuannya untuk pembinaan kesehatan dan kesadaran tentang lingkungan hidup. pendidikan merupakan jalan menuju pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap. Konsep pendidikan jasmani erat kaitannya dengan pendidikan rekreasi.Untuk menjawab tantangan berupa gerak perubahan dinamik yang dibangkitkan oleh globalisasi yang menempatkan pembangunan modal manusia dan modal social dalam kedudukan strategis.

Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang tepat agar memiliki makna bagi anak. dan afektif.Berikut pengertian pendidikan jasmani menurut ahli :  Cholik Mutohir (Cholik Mutohir.Tokoh Pendidikan Jasmani Istilah pendidikan jasmani berawal dari Amerika Serikat berawal dari istilah gymnastics. pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik. intelektual dan emosional. dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi. perlombaan/ pertandingan. Mengemukakan pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan. sistematis.  Hartoto mengartikan pendidikan adalah usaha sadar. Edgar Dalle mengartikan pendidikan adalah usaha sadar yang sistematis dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam diri manusia untuk menjadi manusia yang seutuhnya. adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik. kognitif.  Dauer dan Pangrazi (1989: 1) Mengemukakan bahwa pendidikan jasmani adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang memberikan kontribusi.  Bucher. sosial. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domain-domain pembelajaran. D. dan terus menerus untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang lebih baik . neuromuskuler. dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan. dan physical culture Siedentop (1972). dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.  Ateng (1993) Mengemukakan. terencana. kemenangan. terutama melalui pengalaman gerak. Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan. sistematis. hygiene. untuk pertumbuhan dan perkembangan secara utuh untuk tiap anak.  Siedentop (1991). terencana. dan emosional.  Nixon and Cozens (1963: 51) Mengemukakan bahwa pendidikan jasmani didefinisikan sebagai fase dari seluruh proses pendidikan yang berhubungan dengan aktivitas dan respons otot yang giat dan berkaitan dengan perubahan yang dihasilkan individu dari respons tersebut. Definisi Pendidikan Jasmani Menurut Tokoh. yaitu psikomotor. dan terus-menerus dalam upaya memanusiakan  Ngalim Purwanto mengartikan pendidikan adalah segala urusan orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan  Kesimpuan Zandra Dwanita Widodo dari seluruh tokoh pendidikan tentang arti dari pendidikan secara umum yaitu pendidikan secara umum dapat diartikan sebagai daya upaya yang sadar. (1979). 1992). interperatif. . neuromuskuler.

seperti: „Kontribusi unik pendidikan jasmani terhadap pendidikan secara umum adalah perkembangan tubuh yang menyeluruh melalui aktivitas jasmani.‟ Pendapat lain namun dalam ungkapan yang senada. pendidikan jasmani diartikan sebagai pendidikan melalui fisikal. Pendidikan jasmani memusatkan diri pada semua bentuk kegiatan aktivitas jasmani yang mengaktifkan otot-otot besar (gross motorik). pendidikan.  Jesse Feiring Williams (1999. Hal ini hanya dapat dicapai ketika aktivitas jasmani menjadi budaya dan kebiasaan jasmani atau pelatihan jasmani. intelektual.‟ Pendidikan melalui fisikal maksudnya adalah pendidikan melalui aktivitas fisikal (aktivitas jasmani). pengetahuan. sosial. penguasaan keterampilan. tujuannya mencakup semua aspek perkembangan kependidikan. kultural.. emosional. dan estetika yang dihasilkan dari proses pemilihan berbagai aktivitas jasmani.  Rink (1985) Mendefinisikan pendidikan jasmani sebagai "pendidikan melalui fisikal". yaitu: beberapa aktivitas fisikal atau beberapa tipe gerakan tubuh. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa: "pendidikan jasmani adalah pendidikan dari. neuromuscular.Baley dan David A. dalam Freeman. melalui pemahaman sisi kealamiahan fitrah manusia ketika sisi keutuhan individu adalah suatu fakta yang tidak dapat dipungkiri. Ketika aktivitas jasmani ini dipandu oleh para guru yang kompeten. Aktivitas fisikal yang dipilih ditekankan pada berbagai aktivitas jasmani yang wajar. Pemahaman ini menunjukkan bahwa pendidikan jasmani juga terkait dengan respon emosional. sosial siswa.‟ Aktivitas jasmani yang dipilih disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dan kapabilitas siswa. memusatkan diri pada gerak fisikal dalam permainan. hubungan personal. Lebih lanjut kedua ahli ini menyebutkan bahwa: „Pendidikan jasmani adalah suatu proses terjadinya adaptasi dan pembelajaran secara organik. Aktivitas jasmani meskipun tidak selalu. pendidikan jasmani yang menekankan pendidikan fisikal. yang berkembang sebagai akibat dari merebaknya telaahan pendidikan gerak pada akhir abad ke-20 ini dan menekankan pada kebugaran jasmani. pembelajaran mental. olahraga. yaitu: Pendidikan jasmani dilaksanakan melalui media fisikal.  Freeman (2001:5) Menyatakan pendidikan jasmani dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok bagian.Field (2001. Pengertian ini didukung oleh adanya pemahaman bahwa: Manakalah pikiran (mental) dan tubuh disebut sebagai dua unsur yang terpisah. maka basil berupa perkembangan utuh insani menyertai perkembangan fisikal-nya. aktivitas jasmani yang membutuhkan sedikit usaha sebagai aktivitas rekreasi dan atau aktivitas jasmani yang sangat membutuhkan upaya keras seperti untuk kegiatan olahraga kepelatihan atau prestasi. dan selain itu perlu pula berdampak pada perkembangan sosial. termasuk pertumbuhan mental. emosional. dan estetika. 2001) Menekankan bahwa pendidikan fisikal yang dimaksud adalah aktivitas jasmani yang membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh. dan perkembangan sosial. tetapi secara umum mencakup berbagai aktivitas gross motorik dan keterampilan yang tidak selalu harus didapat .Seorang pakar pendidikan jasmani dari Amerika Serikat. dan melalui aktivitas jasmani". seperti belajar bekerjasama dengan siswa lain. intelektual. dalam Freeman. mengatakan bahwa dewasa ini pendidikan jasmani dapat diterima secara luas sebagai model “pendidikan melalui aktivitas jasmani”. dan fungsi dasar tubuh manusia. perilaku kelompok.  James A.. 2001) Pendidikan jasmani adalah sejumlah aktivitas jasmani manusiawi yang terpilih sehingga dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. pikiran (mental) harus dibelajarkan dan dikembangkan. tentang. seperti diungkapkan. Manakala tubuh sedang ditingkatkan secara fisik.

Keyakinan ini dapat dengan mudah dikenali. ada juga filosofi yang menyebutkan bahwa tubuh dan pikiran bersatu.  Syer & Connolly (1984). dimensi hubungan tubuh dan pikiran menekankan pada tiga domain pendidikan. Seperti diketahui. Pendapat yang bijak dapat dimunculkan ketika mencoba memposisikan diri pada pemikiran netral. 2005:51). yaitu: psikomotor. Bahkan sampai pada keyakinan bahwa pikiran berada di atas unsur tubuh. karena hasil kependidikan dari pengalaman belajar fisikal tidak terbatas hanya pada perkembangan tubuh saja. sosial. Moto seperti ini. daripada kesejahteraan fisiknya. dan mengendalikan semua sistem tubuh yang ada. Beberapa ahli dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga. sering dijadikan rujukan dalam setiap pelaksanaan pendidikan jasmani. Konteks melalui aktivitas jasmani yang dimaksud adalah konteks yang utuh menyangkut semua dimensi tentang manusia. dan bahkan aspek spiritual.perbedaan yang mencolok. Pembenaran akan dapat diterima ketika apa yang terjadi sesuai dengan landasan teoritisnya. seperti juga perkembangan kognitif dan afektif.  Menurut WHO Pendidikan Jasmani adalah kegiatan jasmani yang diselenggarakan untuk menjadi media bagi kegiatan pendidikan. seperti yang sering didengar sebuah semboyan Orandum est ute sit men sana in corpore sano atau seperti: a sound mind in a sound body (Krecthmar. yang kemudian dikenal sebagai aliran pemahaman holism.Pertanyaan utama yang patut dimunculkan adalah apakah benar keyakinan terhadap kesatuan tubuh dan pikiran? Pada kenyataannya di masyarakat sering ditemukan keyakinan bahwa tubuh dan pikiran berada pada sifat dualism. pendidikan jasmani mencoba membuktikan dan meyakinkan setiap orang bahwa tubuh dan pikiran berpadu menjadi satu kesatuan dalam konsep holism. pikiran mengendalikan tubuh. pemahaman yang harus ditangkap adalah: pendidikan jasmani menggunakan media fisikal untuk mengembangkan kesejahteraan total setiap orang. Secara utuh. sementara tubuh adalah sesuatu yang inferior. Pendidikan adalah kegiatan yang merupakan proses untuk mengembangkan . Sebagai contoh. yang kemudian memunculkan pemahaman "dualisme" dan cenderung mengarah pada pikiran adalah sesuatu yang diutamakan. untuk selama bertahun-tahun lamanya seolah tidak akan pernah tuntas. Karakteristik pendidikan jasmani seperti ini tidak terdapat pada mata pelajaran lain. pendidikan jasmani tidak hanya menyebabkan seseorang terdidik fisiknya. tetapi tubuh pun dapat memberikan informasi dan mempengaruhi pikiran. dan estetika. non-fisikal pun bisa diraih seperti: perkembangan intelektual.” Ada unsur kesatuan pemahaman antara tubuh dengan pikiran. Menyebutkan hal senada bahwa “tubuh adalah tempat bersemayamnya pikiran. tetapi juga semua aspek yang terkait dengan kesejahteraan total manusia. Clancy (2006). Begley (2007). tetapi keuntungan bagi siswa tidak selalu harus berupa fisikal. Inilah bukti bahwa perdebatan itu akan senantiasa muncul sebagai akibat adanya dinamika dalam pemikiran. teori dapat diterima ketika sejalan dengan apa yang terjadi. Hal ini pun menjadi fokus orientasi utama dalam pengembangan aktivitas jasmani sebagai upaya pengembangan utuh-manusia. Kesatuan Unsur Tubuh dan Pikiran Salah satu masalah besar. Kepercayaan banyak orang adalah bahwa tubuh terpisah dari pikiran. Tetapi. meskipun pikiran berada di atas kedudukan tubuh. sering didapatkan pada rohaniawan yang mengutamakan pada kesempurnaan pikiran. Meskipun para siswa mendapat keuntungan dari proses aktivitas fisikal ini. bijak dalam memposisikan masing-masing pendapat. Sebaliknya. adalah perdebatan antara intelektual dan jasmani. seperti halnya hubungan tubuh dan pikiran. dan kognitif. suatu kesatuan antara tubuh dan pikiran. afektif. Tentu. Sesungguhnya. seperti yang dimaksud dengan konsep “kebugaran jasmani sepanjang hayat”. Pendidikan jasmani memanfaatkan aktivitas jasmani untuk mengembangkan aspek tubuh dan pikiran.

 Kesimpuan Zandra Dwanita Widodo dari seluruh tokoh pendidikan tentang arti dari pendidikan jasmani. dan emosional melalui kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi. intelektual dan bahkan spiritual. interperatif. maka pendidikan jasmani merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera Rohani (melalui kegiatan jasmani). menyebutkan bahwa: i. melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik. yaitu pendidikan jasmani dapat diartikan sebagai bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan. Olahraga adalah alat yang baik untuk memperkenalkan kebiasaan dari kehormatan. yang dalam lingkup sehat WHO berarti sehat rohani. hak untuk identitas iv. Struktur anatomis-anthropometris dan fungsi fisiologisnya. kemenangan.A. dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila. sosial.K.D.. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani. Seperti halnya makan.kemampuan dan sikap rohaniah yang meliputi aspek mental. Olahraga dapat membangun jembatan perdamaian di antara orang-orang dan ras.  World Conference On Education and Sports for Culture of Peace (I0C. Definisi Pendidikan Olahraga menurut Tokoh-tokoh Pendidikan Berikut pengertian pendidikan olahraga menurut ahli :  Webster’s New Collegiate Dictonary (1980) Olahraga yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan. stabilitas emosional dan kecerdasan intelektualnya maupun kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul pada siswa-siswa yang aktif mengikuti kegiatan Penjas-Or dari pada siswa-siswa yang tidak aktif mengikuti Penjas-Or . Juli 1999). Olahraga adalah hak asasi manusia seperti hak pendidikan.S. . rohani dan sosial. 1992) Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodik. Fricker P.  Ensiklopedia Indonesia makna olahraga adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. iii .Children in Sport dalam Bloomfield. Sebagai bagian dari kegiatan pendidikan. Olahraga adalah suatu sekolah kehidupan dan dapat menjadi sekolah perdamaian. and Fitch.J. tidak dapat ditinggalkan. ii.Watson. artinya Olahraga sebagai alat untuk memelihara dan membina kesehatan. dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat)  Renstrom & Roux 1988. E. neuromuskuler. dalam A.

Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun. cita-cita nasional politik. Menpora Maladi pengertian olahraga yaitu mencakup segala kegiatan manusia yang ditujukan untuk melaksanakan misi hidupnya dan cita-cita hidupnya. pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan. (3) metode pembelajaran. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai. yaitu : 1. ekonomi. ataupun diri sendiri”. menginsiprasi. (2) strategi pembelajaran. (5) taktik pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut. Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran.  UNESCO mendefinisikan olahraga sebagai “setiap aktivitas fisik berupa permainan yang berisikan perjuangan melawan unsur-unsur alam. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran. dan (6) model pembelajaran. Praktek pembelajaran reflektif adalah bagian dari proses pembelajaran yang mengatakan . (4) teknik pembelajaran. 2. menguatkan. sosial. Guru yang reflektif selalu melakukan penilaian terhadap lingkungan sekitar dalam upaya mengidentifikasi rencana proses pengajarannya. 4. Pendekatan reflektif juga menekankan kreativitas penumbuhan kondisi pembelajaran yang kondusif melalui penerapan berbagai keterampilan pengajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran. Dilihat dari pendekatannya. sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. kultural dan sebagainya. orang lain. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha. dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. 3. yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. F. di dalamnya mewadahi. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha  Berikut ada beberapa pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran penjas  Pendekatan Reflektif Pendekatan reflektif merupakan pengabungan metode atau model pembelajaran yang biasa juga dikatakan bahwa pendekatan alternatif karena guru dituntut untuk bagaimana mencari atau melihat perbedaan karakter siswa secara keseluruhan. Pendekatan-Pendekatan Dalam Pembelajaran Penjas Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna.

Selanjutnya guru-guru pendidikan jasmani juga harus mengetahui apa saja yang bisa dan harus dimodifikasi serta tahu bagaimana cara memodifikasinya.bahwa saya menjadi sadar akan pengalaman sebelumnya.  Pendekatan Pastisipatorik Pendekatan ini menuntut guru dimana untuk menjadi fasilitator dan menuntuk guru sebagai: .  Pendekatan Modifikasi Olahraga Pendekatan modifikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh para guru agar proses pembelajaran dapat mencerminkan DAP. Diharapkan dengan mereka dapat menjelaskan pengertian dan konsep modifikasi.  Pendekatan Inquiry & discovery Pendekatan ini merupakan proses pembelajaran yang melakukan sendiri (menemukan sendiri) sedangkan Discovery adalah suatu pendekatan yang dimana guru mendorong siswa untuk mengalami dan melakukan percobaan menemukan jati diri berdasarkan pengalaman dalam dunia nyata. .Menekankan kepada aktifitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan . Cara-cara guru memodifikasi pembelajaran akan tercermin dari aktivitas pembelajarannya yang diberikan guru mulai awal hingga akhir pelajaran. mempertanyakan sikap dan mendorong kemandirian belajar.Peserta didik dianjurkan sebagai subjek belajar .Modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani dianggap penting untuk diketahui oleh para guru pendidikan jasmani.Seluruh aktifitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri. yang tadinya kurang terampil menjadi lebih terampil. mengarahkan. Esensi modifikasi adalah menganalisis sekaligus mengembangkan materi pelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktivitas belajar yang potensial sehingga dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. menyebutkan dan menerangkan beberapa aspek analisis modifikasi.Menekankan keterlibatan peserta didik secara penuh. Cara ini dimaksudkan untuk menuntun. dan dapat membantu mendorong ke arah perubahan tersebut. . dan membelajarkan siswa yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. Artinya bahwa tugas ajar yang disampaikan harus memerhatikan perubahan kemampuan atau kondisi anak.Mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian proses mental. menyebutkan apa yang dimodifikasi dan bagaimana cara memodifikasinya.Pendidik dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar . .” Developentally Appropriate Practice” (DAP).  Pendekatan Berbasisi Masalah Pendekatan berbasis masalah merupakan pendekatan yang dimana seorang guru memberikan kesempatan anak untuk berpikir analisis. dan kritis melalui latihan lalu memecahkan masalah yang didapat dan didasarkan pada dunia nyata anak. Dan pendekatan reflektif juga mendorong peserta didik untuk berfikir kreatif.

Mendorong tumbuh dan berkembangnya jiwa demokrasi serta kemampuan mengemukakan dan menerima pendapat. Pengaturan.  Pendekatan Kooperatif Kooperatif itu adalah merupakan pelaksanaan pembelajaran yang saling berinteraksi satu sama lain dimana pembelajaran tergantung pada ahli dalam kelompok . . Antara siswa sebagai latihan hidup dalam masyarakat Nyata.  Pendekatan Scaffolding Pendekatan scaffolding merupakan pembelajaran yang berjenjang dan sistematis dan memungkinkan peserta didik untuk mendapat keterampilan baru atau diluar kemampuannya. . Perumusan dan Penyerapan  Pendekatan Berbasis Proyek Menurut Thomas 2001 Dkk mengatakan bahwa penjaran berbasis proyek atau sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif yang menekankan belajar kontestual melalui kegiatan-kegiatan yang kontes.Ada beberapa tahap dalam model pendekatan kooperatif yaitu Pembentukan. Silih asi dan silih asu.Pendekatan kooperatif merupakan pembelajaran secara sadar dan sisitematis yang sili asa..