P. 1
Pentingnya Metabolisme Purin Dan Pirimidin

Pentingnya Metabolisme Purin Dan Pirimidin

|Views: 171|Likes:
Published by Sunvratys Maaria

More info:

Published by: Sunvratys Maaria on Oct 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

Pentingnya Metabolisme Purin dan Pirimidin

Oswaldus G. G. Binsasi 102012046 C6 e-mail : oswaldgratia@gmail.com Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utara No. 6 Kebun Jeruk-Jakarta Barat 11510

Pendahuluan
Manusia melakukan biosintesis purin dan pirimidin dalam asam nukleat jaringan tubuh. ATP, NAD+, koenzim A dan lain-lain dari senyawa antara amfibolik. Namun demikian senyawa analog purin dan pirimidin yang disuntikan, termasuk obat-obat yang potensial sebagai preparat anti kanker dapat disatukan kedalam DNA. Biosintesis purin serta pirimidin oksi dan deoksiribonukleotida (NTP dan dNTP), merupakan peristiwa yang diatur secara akurat serta dikoordinasikan lewat mekanisme umpan balik yang menjamin produksi senyawa ini dengan kuantitas yang tepat kadang-kadang disesuaikan menurut berbagai kebutuhan fisiologik (misalnya pembelahan sel). Penyakit manusia yang meliputi kelainan dalam metabolisme purin atau pirimidin mencakup penyakit gout, sindrom lesch-Nyhan, defisiensi adenosin deaminase dan defisiensi fosforilase nukleosida purin. Penyakit pada biosintesis pirimidin lebih langka dan mencakup asiduria orotat. Karena, berbeda dengan urat, produk hasil katabolisme pirimidin bersifat sangat larut(karbon dioksida, amonia dan βaminoisobutirat), maka jumlah kelainan yang bermakna secara klinik pada katabolisme pirimidin hanya beberapa.Keadaan defisiensi purin pada manusia terutama disebabkan oleh defisiensi asam folat dan kadang-kadang oleh defisiensi B12, kalau keadaan ini menimbulkan defisiensi sekunder deriva folat .

Pentingnya Metabolisme Purin dan Pirimidin

1

1 Metabolisme Purin Dan Pirimidin Meskipun manusia mengkonsumsi asam nukleat dan nukleotida dari makanannya . kelangsungan hidup manusia tidak memerlukan penyerapan dan pemanfaatan unsur-unsur tersebut. urasil dan timin. kafeina. xantina. adalah Purin.1 Purin Adalah sebuah senyawa organic heterosiklik aromatic. yang terdiri dari cincin piramidina dan cincin imidazola yang bergandeng sebelahan. Ini disebut pasangan basa komplementer. Dalam RNA kompelen dari adenine adalah urasil dan bukannya timin. Purin. urasil dan timin). teobromina.Devirat Purin berupa senyawa : Adenin dan Guanin. Purin merupakan salah satu dari dua grup basa nitrogen. karena 50% basa dalam asam nukleat. termasuk kedua golongan basa nukleat. adenine dan guanine adalah purinai dalam DNA. timin nukleosida (timidin). guanine nukleosida (guanosin). Manusia dan kebanyakan vertebrata lain dapat menyintesis nukleotida purin dan pirimidin secara de novo (yaitu.1 Asam Nukleat yang Dikonsumsi Diurai Menjadi Purin dan Pirimidin Asam nukleat yang dilepas dari pencernaan asam nukleat dan nucleoprotein di dalam traktus intestinalis akan di uraikan menjadi mononukleotida oleh enzim ribonuklease. Jumlah Purin yang terjadi secara alami di bumi sangat banyak. adalah heterosiklik bernitrogen yang paling banyak tersebar di alam1 Purin dan Pirimidin merupakan dua golongan yang membentuk nitrogen basa – nitrogen basa. Dua dari keempat deoxyribonucleotide dan dua dari keempat ribonucleotide. urasil nukleosida (uradin). termasuk Purin bersubtitusi dan berbagai tautomernya. asam urat dan 2 Pentingnya Metabolisme Purin dan Pirimidin . Basa Purin (adenine. basa-basa ini membentuk ikatan hydrogen dengan komplementernya pirimidina timina dan sitosina. guanine) dan Basa Pirimidin (sitosin. deoksiribonuklease. yang merupakan bahan bangunan pokok dari DNA dan RNA. sitosin nukleosida (sitidin).Nukleosida diberi nama sesuai nama pembentuknya : adenine nukleosida (adenosine). dari intermediate amfibolik).Struktur Purin dan Pirimidin Purin dan pirimidin merupakan inti dari senyawa komponen molekul nukleotida asam nukleat RNA dan DNA.Purin terkenal lainnya adalah hipoxantina. Devirat Pirimidin berupa senyawa : sitosin.

NADH dan koenzim A.6. Purin merupakan komponen biokimia yang penting dalam sejumlah biomolekul penting lainnya. sumber setiap ataom basa purin dapat di tentukan dan penelitian terhadap berbagai reaksi serta intermediate dalam biosintesis purin bisa dimulai. yang disusun berdasarkan Pentingnya Metabolisme Purin dan Pirimidin 3 . Sintesis dari intermediate amfibolik berlangsung dengan kecepatan terkontrol sesuai untuk semua fungsi seular.isoguanina. Bahan awal dari runtutan reaksinya adalah uric acid.Beberapa alkaloid yang memiliki bentuk struktur dasar Xantina.8-trichloropurine.6-diiodopurine. yang kemudian dikonversikan dengan menggunakan HI dan PH4I dan menghasilkan 2. semua bentuk kehidupan akan menyintesis nukleotida purin serta pirimidin. produk akhir katabolisme nitrogen protein.1. yang di isolasi dari batu ginjal oleh Scheele pada tahun 1776.2 Pemahaman kami mengenai lintasan biosintesis nukleotida dan pengaturannya dalam tubuh manusia diperoleh dari penyidikan terhadap proses yang sama yang berlangsung pada burung serta Escherchia coli.2 Sejarah Nama Purin (purcum uricum) di usulkan oleh kimiawan Jerman Emil Fiscer pada 1884. AMP siklik. Eksresi asam urat dalam jumlah yang besar oleh burung telah dimanfaatkan dalam sejumlah penelitian awal terhadap biosintesis purin. Karena kebutuhan terhadap nukleotida trifosfat dapat beragam – sebagai contoh. Uric acid direaksikan dengan PCL 5 yang menghasilakan 2. reptile).1 Biosintesis Nukleotida Purin Kecuali protozoa yang bersifat parasitic. seperti ATP. amfibi. GTP. Dengan memberikan makanan yang mengandung precursor isotopic kepada burung merpati. Burung juga telah dimanfaatkan untuk mengklon g – n yang mengkodekan enzim biosintesis purin serta protein pengatur yang mengendalikan kecepatan biosintesis purin. belum ditemukan dalam alam tetapi dapat diproduksi dengan cara sintetis organic 1. Pada hewan urikotelik (burung. Produk ini lalu di reduksi menjadi Purina dengan menggunakan serbuk timah. nukleotida memiliki fungsi tambahan sebagai precursor asam urat purin. Purin sendiri. selama pertumbuhan atau pada saat jaringan mengadakan regenerasi dan saat sel akan membelah – kecepatan biosintesis purin dan primidin dikontrol oleh suatu mekanisme intrasel yang mengindra serta mengatur secara efektif ukuran depot intermediate sintesis asam nukleat ini. Dia mensitetis purin pertama kalinya pada 1899.Tiga proses yang turut menyumbang pada biosintesis nukleotida purin.

3 Umpan Balik AMP dan GMP Meregulasi PRPP Glutamil Amidotransferase Pentingnya Metabolisme Purin dan Pirimidin 4 . Eritrosit dan leukosit polimorfonuklear tidak mampu mensintesis 5-fosforibosilamin sehingga menggunakan purin eksogen untuk membentuk nukleotida. Reaksi ini jauh lebih sedikit memerlukan energi dibanding sistesis de novo. Contohnya otak manusia mempunyai PRPP glutamil amidotransferase dalam kadar yang rendah sehingga bergantung pada purin eksogen. Perubahan purin. glisin. sementara perubahan ADP menjadi ATP tercapai terutama melalui fosforilasi oksidatif. dan glutamine ). ribonukleosida. menyediakan purin dan nukleosida purin untuk “diselamatkan” dan digunakan oleh jaringan-jaringan yang tidak mampu membentuk kedua zat tersebut. sebagai tempat utama biosintesis nukleotida purin.3 “Reaksi Penyelamatan” Mengubah Purin dan Nukleosidanya Menjadi Mononukleotida. CO2 yang dikatalisis oleh enzim yang mengubah α-D-ribosa 5 fosfat menjadi inosin monofosfat (IMP). dan deoksiribonukleosidanya menjadi mononukleotida memerlukan apa yang disebut sebagai “reaksi penyelamatan” (salvage reaction). Cabang-cabang terpisah kemudian menghasilkan AMP dan GMP . Perubahan GDP menjadi GTP melibatkan pemimdahan fosforil kedua dari ATP.Pu + PR-PP -> PRP + PPi Dua fosforibosil transferase kemudian mengubah adenin menjadi AMP. Pemindahan fosforil selanjutnya dari ATP mengubah AMP dan GMP menjadi ADP dan GDP. Mekanime yang lebih penting melibatkan fosforilasi oleh PRPP (struktur II) purin bebas (Pu) untuk membentuk purin 5’mononukleotida 3 (Pu-RP). dan deoksisitidin kinase memfosforilasi deoksisitidin dan 2’deoksiguanosin menjadi dCMP dan dGMP.1. adalah sintesis dari intermediate amfibolik (sintesis de novo) . Hepar. serta mengubah hipoxantin dan guanin menjadi IMP dan GMP . Mekanisme “penyelamatan” kedua melibatkan transfer fosforil dari ATP ke ribonukleosida purin (PuR) 3: PuR + ATP -> PuR-P + ADP Adenosin kinase mengatalisis fosforilasi adenosin dan deoksiadenosin menjadi AMP dan dAMP. dan fosfolirasi nukleosida purin. fosforibosilasi purin.2 Inosin Monofosfat (IMP) Disintesis dari Zat Antara Amfibolik Atom-atom penyusun cincin purin terdiri dari reaksi asam amino (aspartat.penurunan urutan kepentingannya.

Berbagai defek genetik pada PRPP sintetase bermanifestasi secara klinis sebagai gout (pirai).3 Reduksi Ribonukleosida Difosfat Membentuk Deoksiribonukleosida Difosfat Reduksi 2’-hidroksil ribonukleotida purin dan pirimidin. Reduktan yang terbentuk yaitu tioredoksin tereduksi.Karena membutuhkan glisin. sebagian besar kasus gout mencerminkan gangguan pengaturan asam urat di ginjal. yang mengubah hipoxantin dan guanin menjadi IMP dan GMP . perubahan IMP menjadi adenilosuksinat hingga menjadi AMP. Kompleks enzim ini aktif hanya jika sel sedang aktif mensintesis DNA. Namun karena manusia tidak memiliki uratase. dan penguraiannya. dan umpan-balik GMP menginhibisi PRPP glutamil amidotransferase. Umban balik AMP dan GMP. suatu produk yang larut air pada mamalia.3 Umpan Balik AMP dan GMP Meregulasi Pembentukan AMP dan GMP dari IMP Dua mekanisme meregilasi perubahan IMP menjadi GMP dan AMP. memerlukan GTP. dan perubahan xantinilat (XMP) menjadi GMP memerlukan ATP. Reduksi ribonukleosida difosfat (NDP) menjadi deoksiribonukleosida difosfat (dNDP) berada di bawah kontrol regulatorik yang rumit agar tercapai produksi deoksiribonukleotida yang seimbang untuk sintesis DNA .3 Pentingnya Metabolisme Purin dan Pirimidin 5 . artritis gout. uratase (uricase) mengubah asam urat menjadi alantoin. tioredoksin reduktase. Selain itu. serta ATP. Namun. produk akhir metabolisme purin adalah asam urat. dihasilkan oleh NADPH : tioreduksin reduktase . terjadilah kristalisasi natrium urat di jaringan lunak dan sendi sehingga menimbulkan reaksi inflamasi. Reduksi memerlukan tioredoksin. Selain pada primata tingkat tinggi. Masing-masing defekmisalnya peningkatan Vmax.Manusia mengubah adenosin dan guanosin menjadi asam urat (Gambar 8). glutamin. regulasi-silang jalur-jalur metabolisme IMP ini berfungsi menurunkan sintesis sebuah nukleotida purin jika terjadi defisiensi nukleotida-nukleotida lain. Ketika kadar asam urat serum melebihi batas kelarutannya. aspartat. yang dikatalisi oleh kompleks ribonukleotida reduktase . dan GDP. ADP. laju sintesis. biosintesis IMP bermanfaat dalam regulasi biosintesis purin. masing-masing menginhibisi adenilosuksinat sintase dan IMP dehidrogenase . GMP. peningkatan afinitas terhadap ribosa 5 fosfat. suatu enzim yang peka terhadap inhibisi umpan balik AMP. derivat tetrahidrofolat. Laju sintesis PRPP bergantung pada ketersediaan ribosa 5-fosfat dan pada aktivitas PRPP sintase. Hal yang paling menentukan laju biosintesis nukleotida purin de novo adalah konsentrasi PRPP. AMP dan GMP juga menginhibisi hipoxantin-guanin fosforibosiltransferase. membentuk deoksiribonukleosida difosfat (dNDP). Adenosin mula-mula diubah menjadi inosin oleh adenosin deaminase. pemakaian. dan NADPH. atau resistensi teradap inhibisi umpan balik-menyebabkan produksi dan ekskresi berlebihan berbagai katabolit purin. Oleh karena itu.

usus halus Penyakit Gout (pirai) ditandai oleh tingginya asam urat dalam tubuh sehingga terjadi penimbunan dibawah kulit berbentuk tophi Biosintesis Pirimidin Biosintesis Nukleotida Pirimidin dan purin dilaksanakan menggunkan berbagai precursor bersama : PRPP.3 Kondensasi karbamoilfosfat dengan asparat membentuk karbamoil asparat dalam sebuah reaksi yang dikatalisis oleh enzim asparat transkarbamoilase. yang dikatalisis oleh enzim dehidroorotase.Penutupan cincin lewat hilangnya air. sebagai alternative lain dan mengingat subtract untuk sintesis timidin monofoosfat (TMP) adalah dUMP.3Metilasi dUMP pada C-5 oleh N5. ATP. dUDP mengalami defosforilasi menjadi dUMP. Dengan demikian.Dekarbosilasi orotidilat membentuk uridin monofosfat (UMP). membetuk asam orotat. asparat dan bagi nukleotida timidin devirat tetrahidrofolat.Biosintesis primidin dimulai dengan pembentukan karbamoil fosfat dari glutamine.Katabolisme Purin     Adenosine -› Inosin -› Hiposantin -› Santin -› Asam Urat Guanosin -› Guanin -› Santin -› Asam Urat Santin Oksidase adalah enzim yang merubah santin asam urat enzim tersebut banyak terdapat di : hati. N10 Pentingnya Metabolisme Purin dan Pirimidin 6 . pembentukan ikatan β-N-glikosidat analog dengan reaksitransibolasi tepat sebelum reaksi terakhirsintesa UMP. pemisahan ruang kerja ini menghasilkan depot karbamoil fosfat yang berbeda untuk setiap proses. suatureaksi yang dikatalisisoleh ennzim dehidrooratt dehidrogenase mitokondria. Dengan demikian. suatu enzim yang berbeda dari enzim karbamoil fosfat sintesa I mitokondria tang berfungsi dalam sintesaurea. CO2. ribonukleotida pirimidin pertama yang sejati. Semua enzim lain pada biosentesis pirimidin merupakan enzim sitosol.dUMP dapat menerima fosfat dari ATP dengan membentuk dUTP. reaksi ini di katalis oleh enzim karbamoil fosfat sintesa II sitosol. ginjal.Reduksi ribonukleotida difosfat (NDP) menjadi dNDP yang bersesuaian melibatkan sejumlah reaksi yang analog dengan reaksi untuk nukleosida purin. membentuk asam dihidroorotat. Glutamin.Pemindahan fosfat dari ATP menghasilkan UDP dan UTP dalam sejumlah reaksi yang analog dengan reaksi untuk fosforilasi nukleotida monofosfat purinUTP mengalami aminasi menjadi CTP oleh gllutamin dan ATP. dan CO2.Pemisahan hydrogen dariC-5 dan C-6 oleh NAD memasukan sebuah ikatan rangkap.3 Pemindahan moietas ribose fosfat dari PRPP yang membentuk orotidin monofosfat (OMP) dikatalisis oleh enzim orotat fosforribosiltransferase.

jamur. CAD. mackerel.5 Katabolisme Pirimidin    Sitosin -› Urasil -› Dihidrourasil -› Asam β ureidopropionat -› CO2 + NH3 Timin -› Dihidrotimin -› Asam β ureidoisobutirat -› CO2 + NH3 Katabolisme pirimidin terutama berlangsung di hati Sumber Makanan Purin. lima dari enam enzim pertama dalam biosintesis de novo pirimidin lebih di organisasi sebagai polipeptida multifungsional dibandingkan sebagai enzimenzim yang berbeda. ATC. unggas.3.memiliki aktifitas untuk reaksi orotat posporibosil transperase dan oritid 5-mono posfat de barboksilase. dan mata bulir gandum. dan gravy. asparat transkarbamoilase (ATC). Reduksi Awal pada Biosintesis Pirimidin Dikatalis oleh Protein Multifungsional Pada manusia dan hewan lain . lentil. buncis. Suatu protein bifungsional analog. dried pea. sebuah polipeptida 220 kDa yang memiliki ketiga aktivitas pertama enzim : karbamoil fosfat sintase (CPS). Satu-satunya pengecualian adalah enzimdihidroorotat dehidrogenase (reaksi 4). Oxo Bovril). sardine. dan makanan laut lainnya. havermut. Makanan dari tumbuhan biasanya mengandung sedikit Purin. terutama organ dalam seperti hati. ginjal sapi. DHO).Contoh makanan yang banyak mengandung Purina adalah roti manis.4. dan dihidrooritase (DHO) dikodekan oleh satu gen tunggal.5 Pentingnya Metabolisme Purin dan Pirimidin 7 . ekstrak daging (missal. Dengan nama CAD (untuk CPS. hering. dan ginjal. otak.metilentetrahidrofolat yang dikatalisis oleh enzim timidilat sintesa membentuk timidin monofosfat (TMP). asparagus. Enzim multifungsional ini terdiri atas tiga domain katalitik yang berbeda dalam urutan NH2 – DHO-CPS-ATC-COOH. kerang. Kaitan erat antara aktivitas-aktivitas ini menjamin bahwa hampir seluruh karbamoil posfat yang di produksi oleh ATC(di namai ATC-11 untuk membedakannya dari ATC-1 yang bekrja dalam biosintesis uera) akan di salurkan menuju biosintesis pirimidin.UMP sintesa. daging hewan liar buruan. bayam (spinch). ikan. ditemukan dalam kosentrasi tinggi dalam daging dan produk daging. kulit bulir gandum. kubis bunga. hati. ercis. teri.Purin juga banyak terdapat pada daging babi.

guanin.Kesimpulan Purin dan pirimidin merupakan komponen utama RNA dan DNA. Jakarta : FKUI : 2010. 2.h. 146-8 5. 4. senyawa 5 amino-4-imidazole-karboksamid. Bandung : Penerbit Buku UI Press: 2008. glutamin. atom C (5) dan atom N (7). Biokimia dan Metabolisme Biomolekul. Poedjadi. Ringkasan Biokimia Harper. Purin terdiri dari Adenin. atom C (4). Dan tahapan purin diawali dengan pembentukan molekul PRPP(5-phospho ribosil pyro phosphate) dan slanjutnya membentuk senyawa 5-phosphoribosilamin dari hasil PRPP dan membentuk senyawa GAR kemudian GAR membentuk reaksi formilase yang dikatelisis oleh enzim kemudian senyawa formil glisin amid ribosil 5P sehingga terjadi penutup rantai. Colby. CO2. h.ribosil-5P akhir dari penutupan cicncin yang k-2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC .h. Harjasasmita. asam aspartat dan FH4. 3.187-215. h 214-7.25 Kedokteran EGC. Di metabolisme menjadi asam urat sedangkan pirimidin yaitu Sitosin. atom N (3). 2003. Sindrom Lesch-nyhan dan Penyakit von gierke. 2005. atom C (2).130-2 th ed. Rodwell VW. Toha.Dasar-Dasar Biokimia. adapun kelainan metabolisme purin yaitu gout. Hasil penelitian dengan menggunakan radioisotop. Biokimia harper . h. Metabolisme pirimidin larut dalam air. ternyata setiap komponen yang dijumpai dalam kerangka inti purin berasal dari bermacam-macam antara lain atom C (6). Murray RK. Bandung : UI Press : 2007. atom N (1). Granner DK. timin dimetabolisme menjadi CO2 dan NH3. Daftar Pustaka 1. urasil.Jakarta: Penerbit Buku Pentingnya Metabolisme Purin dan Pirimidin 8 . xantin. hipoxantin.Sedangkn biosintesis pirimidin memerlukan bahan pembentuk yang sama yaitu PRPP. Alih Bahasa : Adji Dharma. Sedangkan pirimidin mempunyai kelainan kekurangan enzim. 137-45.Ikthisar Biokimia Dasar .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->