P. 1
Mekanisme kerja

Mekanisme kerja

|Views: 55|Likes:
Published by Creevey
M E K A N I S M E
M E K A N I S M E

More info:

Categories:Types
Published by: Creevey on Oct 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2014

pdf

text

original

Mekanisme kerja Pembahasan obat Salisilat : asam salisilat yang lebih dikenal sebagai asetosal atau aspirin adalah

analgesic antipiretik dan anti inflamasi yang luas digunakan dan digolongkan sebagai obat bebas. Asam salisilat sangat iritatif , sehingga hanya digunakan sebagai obat luar . Derivatnya yang dapat dipakai secara sistemik, adalah estersalisilat dari asam organic dengan substitusi pada gugus hidroksil, misalnya asetosal. Farmakodinamik: salisilat khususnya asetosal merupakan obat yang banyak digunakan sebagai analgesic dan antiinflamasi. Aspirin dosis terapi bekerja cepat dan efektif sebagai antipiretik. Dosis toksik obat ini justru memperlihatkan efek piretik sehingga pada keracunan berat terjadi demam dan hiperhidrosis. Untuk memperoleh efek antiinflamasi yang baik kadar plasma perlu dipertahankan antara 250-300µg/mL. tetapi sebagian besar diusus halus bagian atas. Kadar tertinggi dicapai kira-kira 2jam setelah pemberian. Kecepatan absorbsinya tergantung dari kecepatan disintegrasi dan disolusi tablet, pH permukaan mukosa dan waktu pengosongan lambung. Absorbsi pada pemberian secara rectal, lebih lambat dan tidak sempurna sehingga cara ini tidak dianjurkan. Asam salisilat diabsorbsi cepat dari kulit sehat, terutama bila dipakai sebagai obat gosok atau salep. Keracunan dapat terjadi dengan olesan pada kulit yang luas. Metil salisilat juga diabsorbsi dengan cepat melalui kulit utuh, tetapi penyerapan dilambung lambat dan lama bertahan dilambung, oleh karena itu bila terjadi keracunan, bilas lambung masih berguna walaupun obat sudah ditelan lebih dari 4jam. Setelah diabsorbsi, salisilat segera menyebar keseluruh jaringan tubuh dan cairan transelular sehingga ditemukan dalam cairan synovial, cairan spinal, cairan peritoneal, liur dan air susu. Obat ini mudah menembus sawar darah otak dan sawar uri. Kira-kira 80% sampai 90% salisilat plasma terikat pada albumin. Aspirin diserap dalam bentuk utuh, dihidrolisis menjadi asam salisilat terutama dalam hati, sehingga hanya kira-kira 30 menit terdapat dalam plasma. Biotransformasi salisilat terjadi dibanyak jaringan, tetapi terutama dimikrosom dan mitokondria hati. Salisilat dieksresi dalam bentuk metabolitnya terutama melalui ginjal, sebagian kecil melalui keringat dan empedu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->