P. 1
teknik pengambilan sampel

teknik pengambilan sampel

|Views: 49|Likes:
Published by Erik Gunawan
teknik pengambilan sampel dari suatu populasi sampling technique
teknik pengambilan sampel dari suatu populasi sampling technique

More info:

Published by: Erik Gunawan on Oct 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2014

pdf

text

original

BAB 3 TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

3.1 Mengapa kita melakukan pengambilan contoh ? Ide dasar pengambilan contoh adalah bahwa beberapa elemen atau anggota dalam suatu populasi bisa menyediakan informasi yang bermanfaat untuk menyimpulkan karakteristik populasi secara keseluruhan. Elemen tersebut merupakan subyek pengukuran yang dilakukan dalam penelitian atau disebut juga satuan pengamatan. Sebagai contoh, setiap pekerja yang ditanyai mengenai jadwal kerja merupakan elemen populasi. Populasi itu sendiri adalah kumpulan seluruh elemen dimana seorang peneliti akan melakukan kesimpulan mengenai variabel tertentu terhadap populasi tersebut. Secara sederhana, pengambilan contoh adalah pengambilan sebagai elemen dari populasi untuk diamati atau diteliti. Tetapi jika pengamatan atau penelititan dilakukan terhadap seluruh elemen atau anggota populasi maka kegiatan tersebut mempunyai istilah khusus, yaitu sensus. Keuntungan ekonomis pengambilan sebagian elemen tersebut dibandingkan sensus adalah sangat besar, dan hal ini merupakan salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan mengapa kita melakukan pengmabilan contoh tersebut. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar dengan melakukan sensus terhadap seluruh karyawan di Jakarta jika dengan mengamati sebagian kecil tenaga kerja saja kita bisa memperoleh informasi yang bisa digunakan untuk menyimpulkan suatu karakteristik tenaga kerja keseluruhan. Misalkan untuk mengetahui motivasi kerja di suatu perusahaan yang mempunyai tenaga kerja sebanyak 1000 orang, kita bisa melakukan survai hanya kepada 100 orang diantaranya. Atau jejak pendapat di kalangan profesional dapat dilakukan kepada sebagaian saja diantaranya. Deming (1960) di dalam Emory dan Cooper (1992) menyatakan bahwa kualitas penelitian sering lebih baik dibandingkan dengan melakukan sensus. Dengan pengambilan contoh kita bisa melakukan investigasi yang lebih lengkap, pengawasan dan pengolahan data yang lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penelitian bahwa 90 persen galat (error) penelitian disebabkan oleh kesalahan non sampling dan hanya 10 persen yang disebakan kesalahan sampling. Pengambilan contoh juga bisa menyediakan informasi secara cepat dibandingkan sensus. Kecepatan ini bisa meminimalkan waktu antara kebutuhan akan suatu informasi dengan ketersediaan informasi tersebut. Sebagai gambaran, sensus penduduk di Indonesia mungkin memerlukan beberapa tahun sebelum diperoleh data lengkap yang kemungkinan besar sudah tidak relevan lagi untuk variabel-variabel tertentu, misalnya tingkat pendapatan. Pengambilan contoh juga mutlak diperlukan jika populasi sasarannya bersifat tak terhingga, misalnya, penelitian terhadap kualitas barang yang terus diproduksi atau uji kualitas lingkungan sepanjang waktu. Masalah utama mengenai pengambilan contoh ini adalah seberapa jauh keterwakilan contoh tersebut terhadap populasi sasarannya. Hasil pengolahan dari sampel, disebut statistik, bisa salah dalam menduga nilai pupulasi yang disebut parameter. Hasil pengolahan dari sampel tersebut bisa terlalu kecil (underestimate) atau terlalu besar (over estimate) dari nilai parameter yang sesungguhnya. Keragaman nilai-nilai statistik tersebut

Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel cenderung terjadi kompensasi satu sama lain sehingga nilai statistik tersebut secara umum mendekati nilai parameter. Dalam istilah yang lebih terukur. suatu sampel harus bersifat valid. Akurasi dan presisi pengambilan sampel 18 . Validitas sampel ini tergantung dua faktor. yaitu ketepatan (accuracy) dan ketelitian (precision). Sasaran (nilai parameter) x x xx x x x x x x x xx x x x xx x x x x x x x x xx x Akurasi rendah Presisi rendah xx xxxx xxx Akurasi tinggi Presisi rendah xx xxxx xxx Akurasi rendah Presisi tinggi Akurasi tinggi Presisi tinggi Gambar 4. Sedangkan penjelasan teoritis mengenai keterwakilan ini adalah prinsip peluang (probability) dan distribusi sampling.2 Sampel yang baik Penilaian suatu rancangan penarikan contoh yang terpenting adalah seberapa baikkah sampel tersebut mewakili karaktaristik populasinya. 3. Masalah ini terkait dengan berapa jumlah elemen dalam sampel yang cukup mewakili dan bagaiman cara pengambilan contohnya.

Seorang peneliti pada langkah pertama strateginya harus menentukan secara tegas dan jelas populasi yang menjadi sasaran penelitiannya. sedangkan motivasi kerja. (20) berusia antara 17 sampai 55 tahun. Misalnya. karyawan. Apabila ukuran populasi berapapun besarnya tapi masih bisa dihitung maka populasi tersebut dinamakan populasi terhingga (finite population) sedangkan jika tidak bisa dihitung disebut populasi tak hingga (infinite population). kesadaran hukum. atau kredibilitas seorang pemimpin merupakan contoh-contoh obyek yang bersifat abstrak. Beberapa pengertian tersebut adalah sebegai berikut: Populasi Populasi adalah keseluruhan obyek psikologis yang dibatasi kriteria-kriteria tertentu. dan (3) bekerja di perusahaan berbadan hukum yang lokasi prabriknya di wilayah Jabotabek 2. Beberapa contoh populasi sasaran yang dengan tegas didefinisikan dalam sebuah penelitan adalah sebagai berikut: 1. (3) belum berkeluarga. barang dan jasa yang ditawarkan. Populasi sasaran adalah populasi yang nantinya akan menjadi cakupan kesimpulan penelitian. misalnya perusahaan-perusahaan dalam suatu wilayah tertentu. yang harus didefinisikan secara tegas. Contohnya.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 3.3 Pengertian-Pengertian dalam Penarikan Sampel Pengertian dan prinsip dasar dalam proses pengambilan sampel perlu dibahas terlebih dahulu. Obyek psikologis bisa merupakan obyek yang bisa diraba atau konkret (tangible) maupun obyek abstrak (intangible). obyek psikologis yang sering diteliti relatif lebih banyak bersifat abstrak. Ukuran populasi ini besarnya bisa terhitung (countable) maupun tidak terhitung (uncountable). Populasi konsumen dengan kriteria (1) Wanita berumur 17 sampai 25 tahun. misalnya bisnis atau manajemen. Populasi karyawan yang akan diteliliti dengan kriteria (1) karyawan tetap yang telah bekerja selama minimal satu tahun. (3) mempunyai pendidikan formal minimal SMU. para konsumen. Segala sesuatu yang oleh peneliti dijadikan kesatuan (unit) yang nantinya akan menjadi 19 . himpunan bilangan merupakan populasi tak hingga sedangkan orang merupakan populasi hingga. populasi yang dihadapi adalah populasi hingga. Dalam ilmu sosial. Satuan Sampling Sampling adalah proses memilih obyek psikologis dari sebuah populasi tertentu. dan lain-lain. kesimpulan tersebut hanya terbatas pada populasi sasaran yang telah ditentukan. terutama mengenai beberapa terminologi dan teori peluang dan distribusinya. Populasi keluarga dengan kriteria (1) termasuk kelompok prasejahtera. Identifikasi populasi ini menyangkut penjelasan atau batasan kriteria yang digunakan salam populasi tersebut. Banyak obyek psikologis dalam populasi disebut ukuran populasi (population sample) yang biasanya dilambangkan dengan N. dan (4) tempat tinggal di wilayah propinsi Jawa Barat. barang-barang manufakturing dan fisik orang merupakan contoh obyek yang bersifat konkret. Dalam penelitian ilmu sosial. misal berdasarkan definisi dari departemen sosial atau BKKBN dan (2) mempunyai tempat tinggal atau identitas di wilayah DKI Jakarta 3. Jadi apabila dalam sebuah hasil penelitian dikeluarkan kesimpulan maka menurut etika penelitian.

Ketikkan nama variabel tersebut pada Variable name dan klik Type lalu pilih String.sav Tampilan Data editor : Nomor 01 02 …. Tingkat 3 4 ………………… ……………… 20 . Contoh bentuk kerangka sampling dengan satuan samplingnya adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi disajikan pada data editor SPSS adalah sebagai berikut: SPSS Penjelasan : Kita akan membuat kerangka sampling yang memuat seluruh peserta kursus riset bisnis dengan menggunakan Data Editor pada SPSS. Kerangka sampling ini akan digunakan selanjutnya pada proses pemilihan beberapa satuan pengamatan dengan teknik sampling tertentu dan memanfaatkan fasilitas program SPSS Menu : Data Define Kita akan mendefinisikan 4 variabel. yaitu nomor. jurusan. Kerangka sampling bisa berbentuk daftar perusahaan yang tercatat di Departemen Perindustria. nama. N Nama Pak A Pak B ……… ……… ……… Jurusan Akuntansi Manajemen … … …. perusahaan. dan tingkat. daftar mahasiswa yang tercatat di sebuah perguruan tinggi. Kerangka Sampling (Sampling frame) Kerangka sampling adalah suatu daftar yang memuat semua seluruh anggota populasi yang telah ditentukan secara tegas satuan-satuannya. desa atau kelurahan. File Save Gunakan menu ini jika semua data sudah dimasukkan dan simpanlah kerangka sampling tersebut dengan nama Frame.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel obyek pemilihan tersebut disebut satuan sampling (sampling unit). daftar karyawan tetap di sebuah perusahaan. atau atribut lainyya. keluarga. seorang konsumen. kota besar. …. nama atau identitas setiap satuan sampling. karyawan. dan sebagainya. dan sebagainya. Misalnya. Satuan sampling bentuknya bisa individu yang berdiri sendiri atau kumpulan individu. Klik continue atau OK lalu mulailah mengetikan datanya pada data editor. Daftar tersebut meliputi nomor urut (yang sangat diperlukan untuk proses pemilihan anggota sampel).

Jika kita melakukan sensus terhadap populasi. sampling dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu (a) sampling non peluang atau non probability sampling dan (b) sampling peluang atau probability sampling/random sampling. Berdasarkan aspek cara memilih dibagi menjadi (a) sampling dengan pengembalian dan (b) sampling tanpa pengembalian. pendugaan parameter populasi oleh statistik sampel. Misalnya diketahui sebuah populasi dengan ukuran N=5 dengan satuan sampling lengkapnya adalah A. 3. Peluang masing-masing satuan sampling untuk terpilih ke dalam sampel adalah sebesar 1/5. Misalnya kita akan mengambil contoh dengan ukuran sampel n=2 yang diambil dari populasi tersebut. Tetapi melalui proses penelitian kita ingin menduga atau meyimpulkan parameter tersebut. yang paling digunakan tipe sampling tanpa pengembalian inilah yang digunakan 2. satuan sampling yang sudah terpilih dikembalikan lagi ke dalam populasi sebelum pemilihan berikutnya sehingga ada kemungkinan terpilih lebih dari sekali. Variabel yang diukur dari setiap satuan sampling tersebut adalah X dengan nilai-nilai X untuk setiap satuan sampling dapat dilihat pada Gambar 5 berikut. Berbagai nilai statistik untuk ke 10 sampel yang mungkin dibentuk dapat dilihat pada Tabel berikut. B. Sampling dengan pengembalian apabila dalam proses pemilihannya. artinya analisis inferensial secara statistik tidak valid.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel Tipe-Tipe Sampling Proses memilih satuan sampling dari sebuah populasi. kita hanya bekerja dengan satu sampel saja atau kita tidak mencoba semua kemungkinan sampel tersebut. artinya mengukur nilai X untuk semua anggota populasi sebanyak 5 buah. Sedangkan banyaknya kemungkinan sampel yang bisa dibentuk adalah sebanyak 10 atau dengan rumus N!/(n!x(N-n)!). Sampling tanpa pengembalian apabila satuan sampling yang sudah terpilih tidak dikembalikan ke populasi sehingga tidak mungkin terpilih lebih dari sekali. Untuk memahami semua prinsip tersebut. serta standar error pendugaannya. yaitu: 1. Berdasarkan aspek peluang pemilihannya. Sedangkan sampling peluang adalah sampling yang dalam proses pemilihan satuan-satuan samplingnya didasarkan pada unsur peluang sedemikian hingga peluang setiap satuan sampling untuk terpilih diketahui besarnya. atau tenaga. Dalam prakteknya. Tapi ingat. Sampling dikatakan sampling non peluang jika dalam proses memilih satuan-satuan sampling tidak dilibatkan unsur peluang. atau disebut sampling. D. biaya. kita lihat ilustrisi berikut. maka diperoleh nilai parameter μ (rata-rata X) sebesar 3 dengan σ2 (keragaman) sebesar …… Nilai kedua parameter tersebut dalan prakteknya tidak diketahui karena jika ukuran N sangat besarmaka sensus sulit dilakukan dengan pertimbangan waktu. Proses ini sangat sederhana dan tidak rumit tetapi mempunyai kerugian relatif besar yaitu tidak bisa dilakukan uji signifikansinya. yang dalam ilustrasi ini dengan mengambil 2 satuan sampling secara acak dari populasi tersebut. C. dan E.4 Prinsip Dasar Sampling Prinsip dasar pengambilan sampel dari sebuah populasi yang bersifat probabilistik mencakup konsep peluang dan distribusi peluang. 21 . bisa dikelompokkan ke dalam beberapa tipe.

0 s2=2 Sampel 10 E 1 D 2 X=1.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel POPULASI Sampel 1 A 5 B E 4 1 C 3 D 2 A 5 B 4 X=4.5 Sampel ke: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Satuan sampling Terpilih A dan B A dan C A dan D A dan E B dan C B dan D B dan E C dan D C dan E D dan E Nilai X 22 .5 A 5 C 3 X=4.5 8 0.5 3.0 2. Prinsip pengambilan sampel acak Keragaman (s2) X 5 dan 4 5 dan 3 5 dan 2 5 dan 1 4 dan3 4 dan 2 4 dan 1 3 dan 2 3 dan 1 2 dan 1 Rata-rata X dan s2 4.0 3.5 2.0 3.5 4.5 2.5 2 4.5 2.5 Gambar 5.5 Sampel 2 μ =3.5 2 0. θ= 2.0 1.5 0.5 2.5 3.0 0.5 s2=0.5 s2=0.5 2 4.

Contohnya penelitian di bidang sejarah dan arkeologi. kita bisa menghitung seberapa besar kemungkinan bahwa statistik sampel (misalnya rata-rata X di atas) mendekati nilai parameter populasi (untuk contoh diatas adalah μ=3). Untuk singkatnya.5 2 2. Hal ini bisa dijalaskan dengan distribusi sampling yang menunjukan distribusi peluang rata-rata X untuk keseluruhan sampel. dan untuk populasi tak hingga atau persentase ukuran sampel terhadap ukuran populasi relatif sangat kecil rumus yang digunakan adalah sex = √(s2/n). Distribusi sampling tersebut dapat dilihat pada Gambar 6 berikut.5 4 4. 23 . Ditinjau dari konsep peluang. sama dengan atau lebih besar dari rata-rata populasi (μ =3). 2 2 2 2 Frekuensi 1 1 1 1 1 0 1. tingkat kesalahan tersebut disebut dengan standar error.5 3 3. Konsep distribusi sampling ini digunakan dalam menganalisi secara statistika seberapa jauh tingkat kepercayaan sebuah penelitian. Berdasarkan rumus standar error tersebut secara umum bisa disimpulkan bahwa presisi penelitian bisa ditingkat (atau standar error semakin kecil) jika keragaman (heterogenitas populasi) semakin kecil dan atau ukuran sampel semakin besar.5 Rata-Rata X Gambar 6. Artinya berdasarkan analisis statistik kita bisa menghitung seberapa besar tingkat kesalahan pendugaan parameter populasi untuk sampel tersebut. yaitu dengan notasi dan rumus perhitungannya adalah sex = √[(N-n)/N)x(s2/n)]. Distribusi rata-rata sampel Distribusi sampling tersebut menunjukkan bahwa rata-rata X dari sebuah sampling cukup besar peluangnya berada di sekitar rata-rata populasi.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel Dari tabel tersebut terlihat bahwa rata-rata X dari sebuah sampel yang diambil seorang peneliti mungkin lebih kecil. 3.5 Pengambilan sampel non probabilistik Haphazard Teknik haphazard adalah teknik pengambilan sampel dimana satuan pengamatannya diperoleh secara sembarangan atau seketemunya.

Kuota 1 tersebut selanjutnya dikelompokkan lagi dengan Kuota 2. Informasi tersebut bisa berupa siapa-siapa saja yang pernah berhubungan dengan si yang sangat diperlukan untuk melacak penyebaran virus HIV. Contohnya adalah penelitian mengenai penyebaran penyakit AIDS. Snowball Teknik pengambilan sampel dimana satuan pengamatan diambil berdasarkan informasi dari satuan pengamatan sebelumnya yang sudah terpilih. Teknik dilakukan dengan melakukan penjatahan terhadap kelompok satuan pengamatan secara berjenjang. Purposive Taknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih satuan sampling atas dasar pertimbangan sekelompok pakar di bidang ilmu yang sedang diteliti. Contohnya banyak digunakan di bidang kedokteran. dan semua teknikteknik statistika standar bisa diterapkan secara langsung.6 Pengambilan sampel probabilistik Simple Random Sampling (SRS) SRS merupakan teknik pengambilan sampel probabilistik yang paling sederhana dimana satuan pengamatan mempunyai peluang yang sama untuk terpilih ke dalam sampel.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel Voluntary Teknik ini dilakukan jika satuan sampling dikumpulkan atas dasar sukarela. Misalnya peneliti menetapkan Kuota 1 yaitu 100 orang eksekutif muda di Jakarta sebagai jumlah sampelnya. 3. misalnya 50 eksekutif pria dan 50 eksekutif wanita. Langkah kerja sekengkapnya teknik SRS ini adalah sebagai berikut: 24 . tidak memerlukan pembobotan. Contohnya. penelitan untuk mengetahui indeks biaya hidup yang dilakukan oleh para pakar ekonomi. Kuota Teknik pengambilan sampel ini banyak diterapkan pada penelitian pasar dan penelitian pengumpulan pendapat (opinion poll) atau jejak pendapat. Demikian seterusnya pengelompokkan dilakukan sesuai dengan tujuan penelitiannya. Kerugiannya adalah (1) kemungkinan proses randomisasi (pemilihan secara random) tidak menjamin 100 persen terutama jika satuan pengamatan tidak menyebar merata dan (2) jika ukuran populasi dan ukuran sampel relatif sangat besar maka pemilihan SRS secara manual sulit dilakukan. yaitu dengan menelusuri orang-orang yang diduga mengidap penyekit ini berdasarkan informasi dari si penderiat pertama yang ditemukan. Keuntungannya SRS adalah rumus-rumus perhitungannya relatif lebih sederhana. misalnya pada saat menyusun kerangkan sampling (sampling frame). Teknik ini diguanakn apabila (1) variabel yang akan diteliti keadaannya relatif homogen dan tersebar merata di seluruh populasi.

Aspek nonstatistis biasanya mempertimbangkan biaya. rata-rata. Proses pemilihan 10 dari 100 satuan pengamatan secara acak.. Filter_$ 0 1 0 0 Output 25 . Tentukan ukuran sampel melalui perhitungan tertentu. 4. sifat penelitian (nonkomparatif atau komparataif). digunakan tabel angka acak. masukkan ukuran sampel yang akan diambil yang bisa dalam dua cara. SPSS Data (Open) Menu : frame. tenaga. waktu. Proses yang melibatkan kerangka sampling yang kecil bisa dilakukan dengan cara undian (seperti pengocokan pemenang arisan). Cases from the cases). 5. terutama untuk kerangka sampling dan ukuran sampel yang relatif lebih besar. tujuan penelitian (menaksir atau menguji parameter). atau proporsi). Of cases) atau besarnya sampel (Exactly …. variabilitas variabel yang diteliti (homogen atau heterogen). Pada kotak dialog yang muncul. Jurusan Ak Ma Ak …. serta batas kesalahan dan derajat kepercayaan. kedalaman analisis (overall atau elaborasi). Ukuran ini bisa ditentukan berdasarkan pertimbangan statisis (statistical aspect) atau oleh pertimbangan non statistis (nonstatistical aspect).. Aspek statistik ditentukan oleh bentuk parameter (frekuensi. : Jika sebuah kasus (cases) terpilih maka nomornya tidak dicoret dan variabel Filter_$ bernilai 1 atau selected. Contoh: Kasus yang terpilih Nama 1 2 3 4 Ujang Otong Teteh …….sav {kerangka sampling yang akan digunakan} : Data Select cases Klik Random sample of cases dan sample. contohnya 100 satuan pengamatan Tentukan bentuk satuan sampling dan susun kerangka samplingnya secara lengkap. 2. 3. dan kepraktisan atau ketersediaan satuan pengamatan di lapangan. Tingkat III III IV …. yaitu persentase ukuran sampel terhadap populasi (approximately …. Tentukan populasi sasaran secara tegas Tentukan ukuran populasi secara tepat.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 1. Tetapi yang paling banyak digunakan. teknik sampling yang digunakan. sedangkan kasus yang tidak terpilih akan dicoret nomornya dan variabel Filter_$ bernilai 0 atau not selected.

maka SR=0007. atau untuk contoh 1 < RS < 75. misalnya N=2111 2. Bulatkan ke bilangan bulat terdekat. Tentukan ukuran sampel (dengan menggunakan rumus atau pertimbangan tertentu). c. Tentukan populasi sasaran dan tentukan ukuran populasi. Sediakan tabel angka random 5. kolom ke1 dan 2 pada tabel angka acak). yaitu 2111/13 = 162 b. misalnya n= 13 4. RS ini adalah satuan pertama yang terpilih ke dalam sampel c. a. misalnya N=1500 2. Tentukan interval (I) dengan rumus I = N/n. yaitu (1) Linear systematic selection (LSS) dan (2) Circular systematic selection (CSS). Tentukan populasi sasaran dan tentukan satuan-satuan samplingnya yang menunjukkan ukuran populasi sasaran. Misalnya terpilih angka random 07 (baris ke2. LSS Langkah kerja: 1. Dari tabel angka acak dipilih RS yang memenuhi persyaratan 1 < RS < N. Untuk setiap satuan sampling yang ada dalam populasi sasaran disusun dalam kerangka sampling 3. Pemilihan satuan pengamatan kedalam sampel dengan menggunakan SyRS bisa dilakukan melalui dua pendekatan. Satuan pengamatan berikutnya dipilih dengan cara menambahkan I=75 kepada nomor terpilih. Proses pemilihan 13 dari 2111 satuan sampling. Tentukan secara random sebuah bilangan acak (disebut rendom start (RS) atau random seed) yang besanrnya memenuhi persyaratan 1< RS < I. yaitu: a. demikian seterusnya sampai terpilih sebanyak 20 satuan pengamatan 2. yaitu: 1. Satuan sampling berikutnya dipilih dengan cara menambahkan I secara sistematik kepada RS. Susun kerangka sampling 3. Jadi satuan pengamatan yang terpilih kedua adalah 0007 + 75 = 0082. Tentukan ukuran sampel. misalnya n=20 4. ketiga adalah 0082 + 75 = 0157. Tentukan interval pemulihan dengan rumus : I = N/n =1500/20 = 75 b.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel Systematic Random Sampling (SyRS) Teknik ini digunakan apabila (1) bisa disusun kerangka sampling yang lengkap dan (2) keadaan variabel yang diteliti relatif homogen dan tersebar di seluruh populasi. RS ini merupakan satuan sampling pertama yang terpilih. misalnya terpilih RS=1842. Sediakan tabel angka random 5. Proses pemilihan 20 dari 1500 satuan samplingnya adalah sebagai berikut: a. 1842 26 . CSS Langkah kerja: 1. Oleh karena nomor satuaan pengamatan pada kerangka samplingnya terdiri dari 4 digit (0001 sampai 1500).

Stratified Random Sampling (StRS) Sifat homegintas populasi kadang tidak bisa dijamin sepenunya di lapangan. Jadi langkah utama yang membedakan teknik ini dengan teknik SRS adalah proses pembentukan sub populasi. sampling sistematik bisa dilakukan sekalipun tidak ada kerangka sampling. 2004 (1842+162) 3. yaitu: 1. Langkah kerja selengkapnya adalah sebagai berikut: 1.sav {kerangka sampling} : Data Select cases Langkah-langkahnya sama seperti simple random tetapi kita hanya memilih 1 kasus dari I (besarnya interval) kasus yang pertama (aproximately …. ketiga dan seterusnya diperoleh dengan menambahkan I ke nomor kasus pertama. menengah. 0217 (0055 + 162). N2. dan seterusnya untuk setiap strata ke i) dimana N = N1 + N2 + … + Ni 27 . atau pada penelitian tingkat laku konsumen. Tentukan populasi sasaran dan tentukan anggota populasi secara keseluruhan (N) 2. Contohnya pada traffic survey yaitu dengan mengamati pergerakaan lalu lintas pada jam-jam tertentu atau urutan pergerakan kendaraan. dan besar 3.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 2. Masalah ini bisa diatasi dengan membuat sub-sub populasi yang bersifat homogen dan terhadap subpopulasi itulah proses pengambilan sampel secara SRS dilakukan. populasi dibagi ke dalam strata-strata. SPSS Data (Open) Menu : frame.2111 atau 0055 4. disebut strata. Berdasarkan variabel tertentu (kriteria tertentu). Satuan sampling untuk setiap strata didaftar sehingga diperoleh kerangkan sampling untuk masing-masing strata (N1. Mudah dilakukan 3. 2166 (tidak dipakai karena melebihi nomor dalam kerangka sampling (2111) maka satuan sampling yang terpilih adalah 2166 . Sedangkan proses pemilihan dari setiap strata tersebut bisa dilakukan sama seperti proses pemilihan satuan sampling dengan teknik SRS. Kasus kedua. Standar error yang didasarkan pada sampling sistematis paling sedikit sama presisinya dengan SRS 2. demikianlah setrusnya sampai nomor ke 13 Dibandingkan dengan teknik SRS. atau populasi perusahaan dibagia menjadi sub populasi perusahaan kecil. SySR mempunyai kelebihan. Semakin tinggi tingkat keragaman (heterogenitas) populasi maka ukuran sampel yang harus diambil dengan SRS akan semakin besar untuk tingkat ketelitian tertentu. Misal kelompok responden dibagi sesuai jenis kelamin (laki atau perempuan) jika secara teoritis respon akan berbeda karena perbedaan jenis kelamin. Cases from the first I cases). Pada konidisi tertentu. misalnya pengambilan satuan pengamatan dalam pola antrian tertentu Sedangkan kerugiannya adalah jika dalam kerangka samplingnya mempunyai periodisitas yang berimpit dengan interval pemilihan. Proses pengambilan sampel setelah populasi keseluruhan yang relatif heterogen dipilah-pilah ke dalam sub populasi itulah yang dilakukan oleh Teknik StRS.

Alokasi Newton 6. dan (2) apabila kita bisa menyusun kerangka sampling yang lengkap dan langsung mengenai satuan pengamatan. Data Select cases Mengambil secara acak sejumlah kasus dari kelompok-kelompok yang sudah homogen tersebut dengan cara yang sama seperti simple random sampling 28 . Penyebaran ini disebut alokasi sampel yang bisa dilakukan dengan 4 cara yaitu: a. + ni.sav : Data Sort Cases untuk mengelompokkan atau mengurutkan data berdasarkan kategori variabel tertentu sehingga kelompok kasus tersebut relatif homogen dilihat dari kategori tertentu. Jika pemilihan dari setiap strata dilakukan dengan SyRS maka disebut stratified systematic random sampling. SPSS File (Open) Menu : Frame. b.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 4. Dalam praktek. Ukuran sampel sebesar n selanjutnya dialokasikan kesetiap strata (n1. n2=N2/N. Alokasi proporsional yaitu ukuran sampel untuk setiap strata sesuai dengan proporsi ukuran strata tersebut terhadap ukuran sampel keseluruhan. misalnya 19 dan peserta jurusan manajemen menempati nomor 20 sampai 40. dan seterusnya) dimana n = n1 + n2 + …. dan seterusnya d. Jadi 19 nomor pertama adalah strata 1 dan kelompok kedua adalah strata 2 yang bersifat homogen berdasarkan variabel jurusan. Alokaso sembarang dimana ukuran sampel masing-masing strata ditentukan secara sembarang dengan syarat minimal dari sebuah strata adalah harus ada dua satuan pengamatan yang dipilih. n2. Alokasi sama besar tanpa melihat perbedaan ukuran masing-masing strata atau n1=n2=….= ni c. misal n1=N1/N. maka hasilnya adalah peserta jurusan akuntansi akan menempati nomor-nomor awal dari 1 sampai. Stratifikasi populasi dilakukan untuk memperbesar presisi (atau memperkecil standar error) ini. Dari setiap strata kemudian dipilih satuan sampling melalui teknik SRS. Misalkan kerangka sampling peserta kursus sebanyak 40 akan disort berdasarkan jurusan. Dari sebuah populasi selanjutnya kita menentukan ukuran sampel keseluruhan yang disebut overall sample size. 5. Oleh karena pemilihan satuan sampling dari setiap strata dilakukan dengan SRS maka keseluruhan prosesnya disebut stratified random sampling. Jadi teknik ini digunakan apabila (1) keadaan variabel yang kita teliti sangat heterogen sehingga menimbulkan standar error yang tinggi (atau presisi yang rendah). alokasi seperti ini jarang dan tidak disarankan untuk digunakan karena menyebabkan standar error membesar.

Jadi penggunaan teknik sampling tersebut sangat sulit dilakukan. disarankan tingkat pemilihan tersebut tidak lebih dari dua kali untuk menghindari rumus yang kompleks. dan biaya yang sangat besar. demikian seterusnya sampai propinsi sehingga terbentuk kelompok-kelompok untuk seluruh Indonesia. kita melakukan pemilihan tahap kedua yaitu memilih secara acak beberapa kluster yang lebih kecil lagi yaitu kabupaten-kabupaten yang berada di propinsi terpilih. misalnya kumpula keluarga prasejahtera dalam satu desa. kemudian dilanjutkan memilih beberapa kabupaten dari propinsi yang terpilih. Langkah-langkah kerja selengkapnya adalah sebagai berikut: 1. kecamatan. Dalam prakteknya. Selain itu. proses penyusunannyapun memerlukan waktu. Misalkan memilih beberapa propinsi dari 27 propinsi di Indonesia. dan seterusnya. Kalaupun bisa disusun. Sebagai contoh. demikian seterusnya sampai keluarga ke n berada di Gunung Kidul. administrasi. Single Stage Cluster Sampling (SSCS) Proses memilih dengan SSCS secara umum dilakukan dengan memilih beberapa kluster dan untuk kluster yang terpilih tersebut diamati semua satuan sampling yang ada di dalamnya. Seluruh satuan sampling dari SSP tersebut diteliti. kabupaten.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel Cluster Random Sampling (CSR) Kita kadang-kadang tidak bisa menysun kerangka sampling yang lenngkap mengenai populasi sasaran baik karena kondisi tertentu atau pertimbangan kepraktisannya. Masalahnya adalah dari mana sumber informasi untuk mendata keluarga pra sejahtera seluruh Indonesia dalam bentuk kerangka sampling yang lengkap. Keluarga ketiga berada di Menado. Cluster yang lebih kecil pada masing-masing SSP disebut 29 . demikian seterusnya sampai diperoleh keluarga prasejahtera. keluarga kedua berada di kota Merauke. misalnya keluarga pertama diamati berada di kota Sabang. Misalkan terpilih propinsi Jawa Barat dan Timor Timur. Teknik CRS digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. dua tahap (Two stage cluster sampling). Misalkan Indonesai terdiri dari 27 propinsi 2. Pemilihan satuan sampling dengan CSR tidak dilakukan secara langsung terhadap keluarga prasejahtera. Populasi dibagi-bagi menjadi N buah cluster atau satuan sampling primer (SSP) yang bersifat heterogen. Jadi proses pemilihan secara bertahap tersebut bisa satu tahap (single stage cluster sampling). Dipilih n buah cluster dengan menggunakan simple random sampling. a. Jadi seluruh keluarga prasejahtera yang berada di Jawa Barat dan Timor Timur harus diteliti b. Two Stage Cluster Sampling (TSCS) Jika contoh penelitian dengan SSCS diatas dilakukan dengan TSCS maka setelah terpilih 2 propinsi (Jawa Barat dan Timor Timur). 3. Kelompok satuan pengamatan tersebut disebut Cluster. tetapi secara bertahap dimulai dari pemilihan kelompok yang terbesar. CSR didasarkan pada prinsip bahwa satuan pengamatan bisa dikumpulkan dalam kelompok yang lebih besar. jika telah dilakukan pemilihan satuan sampling (dalam hal ini sebuah keluarga) maka ada kemungkinan sebaran wilayahnyapun cukup luas. seorang peneliti melakukan penelitian mengenai tingkat konsumsi rata-rata keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

kan dengan otomatisasi atau komputerisasi Kelemahan Membutuhkan daftar anggota poluasi Memerlukan lebih banyak waktu Memerlukan ukuran sampel besar Menghasilkan galat besar Mahal Periodisiti dalam populasi menyebabkan distorsi sampel dan hasilnya Jika daftar anggota populasi cenderung monotonik. Dengan teknik ini. Keunggulan inilah yang menyebabkan teknik ini. Tipe Simple random Deskripsi Setiap elemen populasi mempunyai peluang yang sama untuk terpilih ke dalam sampel. Salah satu keunggulan CSR adalah pada saat membentuk kerangka sampling.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel satuan sampling sekunder (SSS). Proses pemilihan menggunakan tabel random Pemilihan elemen populasi dimulai dengan random seed dan elemen selanjutnya dipilih setiap elemen ke k Keunggulan Mudah diimplementasi. khususnya jika strata harus dibuat sendiri 30 . dan setrusnya). Berdasarkan penjelasan teknik-teknik sampling probabilistik diatas. seperti disajikan pada Tabel berikut. Kerugiannya adalah presisinya kurang baik. kecamatan. terlihat bahwa masing-masing teknik mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jika secara acak terpilih 2 kabupaten di Jawa Barat dan kabupaten di Timor Timur maka pengamatan dilakukan pada seluruh keluarga prasejahtera yang berada di ke 4 kabupaten tersebut. kita tidak perlu mempunyai kerangka sampling lengkap untuk satua pengamatan sebab kerangka sampling tersebut bisa disusun kemudian. banyak digunakan dalam survai. kabupaten. dan kelemahan dari keempat teknik tersebut. terutama two stage cluster sampling. Pembentukan cluster berdasarkan wilayah tersebut menyebabkan teknik tersebut disebut area sampling. Emory dan Coper menjelaskan deskripsi. Presisi ini bisa ditingkatkan dengan dengan cara membentuk cluster yang didalamnya bersifat seheterogen mungkin. akan menghasilkan estimasi bias berdasarkan titik mulainya Systematic Stratified Populasi dibagi menjadi subpopulasi atau strata dan dari setiap strata tersebut dipilih satuan pengamatan secara random Sederhana untuk diran-cang Mudah digunakan dibandingkan simple random Mudah menentukan distribusi sampling dari rata-rata atau proporsi Kurang mahal dibandingkan simple random Peneliti mengawasi ukuran sampel dalam strata Peningkatan efisiensi statistik Menyediakan data untuk menyajikan dan menganalisis sub populasi (strata) Memungkinkan penggunaan metode berbeda dalam strata Kesalahan meningkat jika subgrup dipilih pada ukuran berbeda Mahal. Dalam praktek survai pembentukan cluster ini biasanya adalah daerah administratif (desa. keunggulan.

Beberapa subpopulasi dipilih secara random untuk diteliti lebih lanjut Memberikan estimasi parameter tak bias jika dikerjakan sempurna Lebih efisien secara ekonomis dibandingkan simple random Biaya termurah per sampel.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel Cluster Populasi dibagi menjadi sub populasi yang bersifat heterogen. terutama kluster geografis Mudah dilaksanakan tanpa daftar anggota populasi Sering menghasilkan efisiensi statistik yang rendah (kesalahan tinggi) yang disebabkan subgrup relatif homogen 31 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->