IDENTIFIKASI TINGKAT KESERIUSAN KANKER SERVIKS BERDASARKAN AREA METASTASIS MENGGUNAKAN RUANG WARNA L*a*b

*

Nurlinda Dewi Kusumah - 51407001 (nrldkusumah@gmail.com)

ABSTRAK Pengolahan citra dapat diaplikasikan di berbagai bidang termasuk bidang kedokteran. Pada bidang kedokteran, pengolahan citra digunakan sebagai alat bantu dalam diagnosis suatu penyakit ataupun ganggguan tubuh manusia. Di dunia, kanker serviks adalah kanker pembunuh wanita nomor dua terbanyak setelah kanker payudara. Upaya untuk mendeteksi keberadaan penyakit kanker serviks salah satunya menggunakan kolposkop. Melalui kolposkop, dihasilkan citra yang dapat mengidentifikasi kanker serviks. Penelitian ini terbagi atas dua tahap identifikasi yaitu tahap identifikasi warna dan tahap identifikasi area metastasis. Proses identifikasi bertujuan untuk mengidentifikasi area metastasis dan tingkat keseriusan kanker serviks berdasarkan metode ruang warna L*a*b*. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk mengidentifikasi kanker serviks selain menggunakan bantuan tenaga medis.

Kata Kunci : Kanker Serviks, Metastasis, Ruang Warna L*a*b*

PENDAHULUAN Pengolahan citra dapat diaplikasikan di berbagai bidang termasuk bidang kedokteran. Pada bidang kedokteran, pengolahan citra digunakan sebagai alat bantu dalam diagnosis suatu penyakit ataupun gangguan tubuh manusia. Hal itu disebabkan oleh adanya kelainan anatomi pada tubuh manusia yang ditemukan pada citra hasil rontgen, mamografi, Medical Resonance Image (MRI) atau Ultrasonografi (USG). Di Indonesia, diperkirakan insiden kanker serviks adalah sekitar 100 per 100.000 penduduk. Data patologi dari 12 pusat patologi di Indonesia pada Tahun 1997 menunjukkan bahwa kanker serviks mencapai 26,4% dari 10 jenis kanker terbanyak pada perempuan. Di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Tahun 1998 terdapat sekitar 39,5% penderita adalah positif kanker serviks (Anonim, 2008). Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) pada Tahun 2007, kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi dengan angka insiden sebesar 11,8%.

Citra sebagai keluaran suatu sistem perekaman data dapat bersifat optik berupa poto. dilakukan perubahan citra kontinu menjadi citra diskrit melalui proses digitasi. misalnya kamera digital dan pemindai (Munir. atau bersifat digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetik. citra dibagi menjadi dua yaitu citra diam ( still images) dan citra bergerak (moving images). Berdasarkan hal ini. Berbeda dengan citra diskrit. Penelitian yang dilakukan oleh Raad. Pada metode kolposkopi dihasilkan keluaran berupa citra digital. Selanjutnya dokter ahli melakukan analisa keberadaan penyakit berdasarkan penyebaran sel kanker dan karakteristik dari penyakit kanker serviks secara visual. Secara matematis. citra merupakan fungsi kontinu dari intensitas cahaya f(x. Pengolahan citra yang dilakukan dapat menjadi suatu alternatif dalam proses identifikasi penyakit kanker serviks yang umumnya dilakukan secara visual oleh dokter ahli. misalnya mata manusia dan kamera analog. pengidentifikasian kanker serviks didasarkan oleh parameter warna. pada citra kontinu tidak bisa diolah menjadi citra lain dengan karakteristik yang berbeda. Pada proses pengolahan citra.y) (Gonzales. . Sedangkan citra yang bersifat digital disebut dengan citra diskrit (Munir. Maka pada penelitian ini dilakukan pengolahan citra dengan menggunakan parameter warna untuk mengidentifikasi area metastasis pada serviks. dkk pada Tahun 2006 menyebutkan “bagian putih yang timbul dari pemeriksaan visual dan pengaplikasian asam asetat 5% pada serviks menimbulkan warna putih temporer yang merupakan indikator penting pada identifikasi kanker serviks”. Sedangkan citra bergerak adalah rangkaian citra diam yang ditampilkan secara sekuensial sehingga memberi kesan pada mata kita sebagai gambar yang bergerak (Wijaya. 2002). Area sel kanker pada serviks ditandai dengan berubahnya warna menjadi putih yang umumnya disebut metastasis dalam dunia kedokteran. bersifat analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi. Citra kontinu dihasilkan dari sistem optik yang menerima sinyal analog. Dalam perwujudannya. Citra yang dihasilkan pada proses kolposkopi dapat digunakan dalam proses pengolahan citra.Upaya untuk mendeteksi keberadaan penyakit kanker serviks dilakukan dengan metode kolposkopi. 2004). dimana x dan y adalah koordinat spasial dari elemen citra (piksel). Citra diam adalah citra tunggal yang tidak bergerak. Citra diskrit dihasilkan melalui proses digitasi terhadap citra kontinu. Citra yang bersifat analog disebut dengan citra yang kontinu. servikografi maupun deteksi dini prakanker. Perubahan warna putih yang timbul sebagai akibat dari reaksi antara asam asetat dengan sel kanker digunakan untuk proses pengidentifikasian area dari kanker serviks.2004). LANDASAN TEORI Citra Citra merupakan kumpulan piksel-piksel yang berisi informasi yang tersusun dalam bidang dua dimensi. 2007).

Segmentasi sering dideskripsikan sebagai proses analogi terhadap proses pemisahan latar depan dan latar belakang. manusia cenderung mengategorikan spektrum sebagai kelompok warna yang disebut dengan ruang warna (color space). Seiring waktu. kanker serviks dapat menyerang lebih dalam ke dalam serviks . yaitu bagian hitam dan bagian putih. Jenis operasi ini berkaitan erat dengan pengenalan pola. Salah satu ruang warna adalah ruang warna L*a*b* atau yang lebih dikenal dengan CIELAB. atau warna yang membatasi setiap wilayah. Karena sifat tertentu dari HVS. Organ serviks dapat terjangkit penyakit kanker serviks ( cervical cancer) yang dimulai dalam sel pada permukaan serviks. yaitu membagi citra menjadi bagian yang diharapkan termasuk objek yang dianalisis. Ruang warna ini mampu menggambarkan semua warna yang dapat dilihat dengan mata manusia dan seringkali digunakan sebagai referensi ruang warna (Octa Heriana. yang dikenal sebagai CIE. Tiga parameter dalam model mewakili pencahayaan dari warna ( L*. nilai negatif mengindikasikan biru. citra terbagi atas dua bagian. manusia tidak mampu melihat semua kemungkinan kombinasi spektrum terlihat. posisi antara magenta dan hijau (a*. Ruang Warna L*a*b* Warna merupakan cara dari Human Visual System (HVS) untuk mengukur bagian dari spektrum gelombang yang berada pada jangkauan 300-830 nm.Segmentasi citra (Image segmentation) Jenis operasi ini bertujuan untuk memecah suatu citra ke dalam beberapa segmen dengan suatu kriteria tertentu. Salah satu metode yang efektif dalam segmentasi citra biner adalah dengan memeriksa hubungan piksel dengan tetangganya dan memberinya label. Secara tradisional. sementara nilai positif mengindikasikan kuning). memilih piksel dalam jangkauan ini sebagai latar depan dan menolak sisanya sebagai latar belakang. nilai negatif mengindikasikan hijau. Metode ini disebut pelabelan komponen. Dengan demikian. L* = 0 menghasilkan hitam dan L* = 100 menunjukkan putih). Ruang warna L*a*b* adalah ruang warna yang paling lengkap yang ditetapkan oleh komisi internasional tentang iluminasi warna yaitu French Commision Internationale del 'éclairage. Salah satu cara yang sering digunakan dalam memilah citra dalam data adalah segmentasi. Akan tetapi. sementara nilai positif mengindikasikan magenta) dan posisi antara kuning dan biru (b*. 2010). segmentasi dikatakan sebagai proses pendefinisian jangkauan nilai gelap dan terang pada citra yang sebenarnya. Kanker Serviks Leher rahim atau serviks adalah bagian dari sistem organ reproduksi wanita.

Permukaan serviks yang diberi 5% larutan asam asetat akan merespon lebih cepat dari pada 3% larutan. disfungsi vagina (meliputi sakit panggul dan nyeri saat berhubungan seksual). disebut juga epitel putih atau acetowhite (Anonim. pengolesan asam asetat tidak dilakukan namun segera dirujuk ke sarana yang lebih lengkap. Bila ditemukan bagian sel yang dicurigai kanker. sinar tersebut tidak akan diteruskan ke jaringan penghantar atau stroma. Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) Pemeriksaan IVA pertama kali diperkenalkan oleh Hinselman pada Tahun 1925 dengan cara memulas serviks dengan kapas yang telah dicelupkan dalam asam asetat 3-5%. tetapi dipantulkan keluar sehingga permukaan epitel abnormal akan berwarna putih. Awal kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gejala. yang bercabang ke seluruh jaringan tubuh. perempuan mungkin melihat satu atau lebih gejala-gejala: pendarahan vagina yang abnormal (meliputi pendarahan yang terjadi antara periode menstruasi teratur. Sel-sel kanker dapat memasuki pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Efek akan menghilang sekitar 50-60 detik sehingga dengan pemberian asam asetat akan didapatkan hasil gambaran serviks yang normal (merah homogen) dan bercak putih (mencurigakan displasia). Dibutuhkan 1-2 menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada epitel. Prinsip metode IVA adalah melihat perubahan warna menjadi putih ( acetowhite) pada lesi prakanker jaringan ektoserviks rahim yang diolesi larutan asam asetat. Sel-sel kanker dapat menempel pada jaringan lain dan tumbuh untuk membentuk tumor baru yang dapat merusak jaringan tersebut. bahkan juga akan meningkatkan penyerapan dari cairan ekstraseluler. 2008). Perempuan yang sudah menopause tidak direkomendasikan menjalani skrining dengan metode IVA karena zona transisional serviks pada kelompok ini biasanya 38 berada pada endoserviks rahim dalam kanalis servikalis sehingga tidak bisa dilihat dengan inspeksi spekulum. Cairan ekstraseluler yang bersifat hipertonik dimana cairan ini mengandung zat terlarut dalam konsentrasi yang lebih banyak dari larutan yang dapat menyebabkan tertariknya cairan dari intraseluler sehingga membran akan terganggu dan jarak antar sel akan semakin dekat. Sel-sel kanker dapat menyebar dengan melepaskan diri dari tumor (primer) asli. jika permukaan epitel mendapat sinar. Pemberian asam asetat itu akan mempengaruhi epitel abnormal.dan jaringan di dekatnya. pendarahan setelah hubungan seksual. periode menstruasi yang lebih lama dari pada sebelumnya). main tinggi derajat kelainan jaringannya. Ketika kanker tumbuh lebih besar. Sebagai akibatnya. hal itu disebabkan karena konsentrasi dari larutan asam asetat 5% lebih tinggi dari larutan asam asetat 3%. Jika makin putih dan makin jelas. Metastasis Kanker Serviks .

Setelah invasi ke jaringan yang berdekatan.13. 1999). Proses metastasis pada kanker serviks digambarkan oleh Gambar 2. 2002). yang dapat membawanya ke bagian lain dari tubuh. atau penangkapan emboli baik karena ukuran fisiknya atau dengan mengikat molekul tertentu di organ tertentu atau jaringan. Sel kanker akan melalui semua langkah ini. Kemudian sel kanker perlu untuk dapat tumbuh dan berkembang di lokasi baru. Alur Proses Metastasis METODE PENELITIAN Metode Identifikasi Kanker Serviks . Gambar 1.Metastasis didefinisikan sebagai pembentukan tumor sekunder semakin tumbuh fokus di situs terputus dari lesi primer (Lelekakis et al. sel-sel tumor melalui pembuluh darah menyebarkan darah atau limfatik dan perjalanan individual atau sebagai emboli terdiri dari sel-sel tumor atau sel-sel tumor dan host. sel kanker tersebut harus melalui beberapa perubahan. Maka dari itu. Agar sel disebarluaskan untuk tumbuh menjadi metastasis dan menyebar ke bagian baru dari tubuh. Perubahan ini termasuk pengembangan suplai darah sekali fokus sel berubah tumbuh melampaui ukuran yang dapat dipelihara dengan difusi hara atau metabolit. adhesi molekul) yang berujung pada fenotipe ganas. Pada sel situs sekunder. Selain itu itu. sel-sel yang menjadi tumor baru mungkin tidak lagi persis sama dengan yang tumor pada saat mulai masuk ke dalam organ serta dapat membuat pengobatan lebih sulit. Pada titik tertentu sel kanker perlu menempel ke dinding pembuluh darah atau getah bening dan bergerak melalui itu menjadi organ yang baru. Perkembangan tumor dan metastasis akuisisi kompetensi membutuhkan tambahan perubahan dalam ekspresi gen (protein enzim misalnya merendahkan. sel kanker harus mampu menghindari serangan dari sistem kekebalan tubuh. Pembentukan tumor primer membutuhkan kadar molekul dan perubahan seluler yang memungkinkan sel untuk menghindari kontrol pertumbuhan normal mekanisme serta untuk memanipulasi lingkungan lokal (Welch. Sel kanker harus mampu melepaskan diri dari tumor asli dan memasuki aliran darah atau sistem getah bening.

Penjelasan lebih lanjut dijabarkan pada subbab berikut ini. Tahap Identifikasi Warna Pada citra yang telah melalui tes uji IVA. Area metastasis yang berwarna putih yang biasa disebut sebagai acetowhite merupakan indikator penting dalam identifikasi kanker serviks (Raad. Langkah-langkah yang dilakukan dalam identifikasi warna dapat diperlihatkan pada Gambar 3. Konversi Citra ke Ruang Warna Lab Mengambil Nilai a dan b Citra Data Citra Matriks Menyimpan dalam Matriks Gambar 3 Langkah-langkah Identifikasi Warna .Identifikasi kanker serviks terdiri dari dua tahap kerja yaitu. Hal itu disebabkan karena reaksi dari sel kanker terhadap asam asetat yang merubah warna area metastasis menjadi berwarna putih. Tahap Identifikasi Kanker Serviks Tahap Identifikasi warna dan tahap identifikasi area metastasis terdiri dari tahapan kerja yang dilakukan secara berurutan. 2006). Proses identifikasi warna dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop CS3. tahap identifikasi warna dan tahap identifikasi area metastasis. dengan menggunakan perubahan warna yang dialami area metastasis dapat menambah akurasi dari tolak ukur dalam proses identifikasi. Tahap-tahap dalam identifikasi kanker serviks diperlihatkan pada Gambar 2. terdapat area metastasis yang menjadi pembeda dalam identifikasi kanker serviks. Tahap Identifikasi Warna Tahap Identifikasi Area Metastasis Tingkat Keseriusan Kanker Serviks Data Citra Gambar 2. Kedua tahap tersebut memiliki fungsi masing-masing dalam proses identifikasi dan merupakan suatu urutan yang telah ditentukan. Selain itu. Untuk melakukan proses pada tahap identifikasi area metastasis harus melalui proses pada tahap identifikasi warna terlebih dahulu.

Luas area metastasis yang diperoleh dari hasil identifikasi menggunakan satuan piksel. Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan dalam proses identifikasi kanker serviks.3 Hasil Identifikasi Luas Area Metastasis Luas area metastasis yang diperoleh dari hasil identifikasi citra kanker serviks adalah 18617 piksel.Tahap Identifikasi Area Metastasis Pada tahap identifikasi area metastasis dilakukan sejumlah proses identifikasi area metastasis sebagai objek konsentrasi citra yang dilakukan pada perangkat lunak Matlab 7. Konversi ke Ruang Warna Lab Membaca Matriks Pembagian Area Citra Data Citra Resize Citra Hasil Identifikasi dan Tingkat Keseriusan Mengambil Objek Konsentrasi Citra Membersihkan Objek Pada Tepi Citra Dilasi Citra Gambar 4 Langkah-langkah Identifikasi Area Metastasis HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melakukan kedua tahap identifikasi kanker serviks. Tahap yang dilakukan diperlihatkan pada Gambar 4. penentuan tingkat keseriusan kanker serviks dilakukan dengan menggunakan hasil dari Luas area metastasis yang teridentifikasi. Tabel 4. Dalam menghitung Luas area metastasis digunakan fungsi regionprops pada Matlab.747910461 mm .264583333 mm = 4925.11. Citra hasil identifikasi yang dilakukan proses perhitungan Luas area diperlihatkan pada Tabel 1. maka : Luas area = 18617 piksel x 0. Untuk proses perhitungan.

terdapat beberapa saran untuk mengatasinya. DAFTAR PUSTAKA . Selain itu. Data citra kanker serviks dapat digunakan dari satu sumber dengan pencahayaan dan ukuran piksel yang sama antara masingmasing citra. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan. Untuk Luas area yang lebih dari 7 mm dinyatakan sebagai tingkat keseriusan lanjut. Hasil identifikasi dapat dijadikan sebagai alternatif solusi untuk mengidentifikasi kanker serviks selain melalui ahli medis.75 mm dengan kata lain lebih dari 7 mm. Penggunaan citra yang memiliki pengaturan dasar yang sama untuk setiap citra akan mendukung proses identifikasi area metastasis kanker serviks dan tingkat keseriusan menggunakan metode ruang warna L*a*b*. terdapat beberapa hal yang menjadi kekurangan terutama pada proses pencarian dan pengumpulan data. Data berupa citra kanker serviks yang diperoleh merupakan citra yang tidak diketahui kualitasnya. Pada proses penelitian. Selain itu. Pencahayaan objek dan ukuran piksel dari masing-masing citra berbeda-beda sehingga sulit untuk mendapatkan nilai intensitas piksel yang seragam dari area metastasis. untuk kekurangan dalam hal kualitas dan jarak pengambilan data citra dapat ditanyakan lebih lanjut pada sumber asal citra yang didapatkan. Saran Pada pengembangan identifikasi area metastasis kanker serviks dan tingkat keseriusan selanjutnya. apakah citra kanker serviks tersebut merupakan citra hasil dari alat kolposkop langsung atau citra hasil dari poto digital citra kolposkop. Maka dari itu Luas area dari identifikasi citra kanker serviks dinyatakan memasuki tingkat keseriusan lanjut karena area yang terhitung sebesar 4925. citra kanker serviks tidak diketahui jarak pengambilan antara alat kolposkop dengan objek sehingga sulit dalam penentuan luas area metastasis untuk mengetahui tingkat keseriusan kanker serviks. area metastasis kanker serviks dan tingkat keseriusan dapat teridentifikasi dengan menggunakan metode ruang warna L*a*b*.Tingkat keseriusan berdasarkan aturan oleh International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) bahwa tingkat keseriusan awal dari kanker serviks dimana Luas area metastasis adalah kurang dari sama dengan 7 mm.

Spencer.org/.Affandi. 2010. Moseley JM. Clin. Operational Medicine. 1999. Skripsi Jurusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma : Depok.org/. Octa. American Cancer Society. and applicational background. Pengolahan Citra Digital dengan Pendekatan Algoritmik. Geneva Foundation for Medical Education and Research. Juliet. “Aplikasi pengolahan Citra X-Ray Organ Tubuh : Perbaikan Kualitas dan Segmentasi Menggunakan Java dan MySQL”.cancer. 2005. Kluwer Academic Publishers : New York. “Klasifikasi Kualitas Keramik Menggunakan Metode Deteksi Tepi Laplacian of Gaussian dan Prewitt ”. Skripsi Jurusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma : Depok.C. 2008. Elias. Prentice Hall : New Jersey. & R.E. 2002. http://blogs.msdn.Exptl. Anonim. Tanggal akses : 28 Juli 2011. Tanggal akses : 1 Agustus 2011.6”. http://www. Raad V. Skrining Kanker Leher Rahim dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Heriana. Hughey. Gonzalez. Tanggal akses : 30 Juni 2011. 2011.aspx. Jurij F. Skripsi Jurusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma : Depok. Anonim. Anonim. 2006. 2004. Denni. Greg. Cervical Cancer Deadly Diseases and Epidemics. Marko T. dan Holger L. Colour Spaces – perceptual. Tanggal akses : 10 November 2011. http://www. Honolulu. Martin TJ et al. 2011.operationalmedicine. Munir. “Implementasi Metode Hough Transform Pada Citra Skeletonisasi dengan Menggunakan Matlab 7. Microsoft Developer Network “Where does 96 DPI comefrom Windows?”. “Segmentasi Berbasis Warna pada Citra Termografi Kanker Payudara Menggunakan Ruang Warna L*a*b*”. 2007. Welch. Zhiyun X. 2010. Kristanto. 2010. Chelsea House : New York. V. University of Ljubljana : Ljubljana.com/b/fontblog/archive/2005/11/08/490490. Danny. Intan. Lelekakis M.Metastasis : Lestari. Informatika : Bandung. T. 2002. Skripsi Jurusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma : Depok. Rinaldi. Dianta Ginting. historical. Thomas Sri Widodo dan Indah Soesanti. “Deteksi Tepi Menggunakan Metode Canny dengan Matlab untuk Membedakan Uang Asli dan Uang Palsu”. . Digital Image Processing Second Edition.. A novel orthotopic model of breast cancer metastasis to bone. 2010. Woods. Departemen Kesehatan Republik Indonesia : Jakarta. 2008. 2009. Skripsi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta. Lession Margin Analisys for Automated Classification of Cervical Cancer Lesions. R. Ardi. 2003. Cancer Metastasis – Related Genes.

dan Agus Prijono. Marvin Ch. Bandung. Pengolahan Citra Digital Menggunakan Matlab. .Wijaya. 2007. Informatika.