PENDAHULUAN

I.

LATAR BELAKANG

Program KB telah menjadi pembangunan sesuai dengan tuntunan global dan masyarakat terhadap perkembangan program, Sesuai dengan garis kebijakan pembangunan nasional setiap kebijakan oprasional dalam rangka pemberdayaan keluarga dengan visi program KB nasional yaitu : Penduduk tumbuh seimbang tahun 2015 dengan misi menjadi pembangunan berwawasan kependudukan dan keluarga kecil bahagia sejahtera . Untuk mewujudkan visi misi tersebut tentunya perlu ditunjang oleh petugas yang handal dan Pberkualitas baik ditingkat pusat , Provinsi , Kabupaten / Kota maupun ditingkat lini lapangan , meliputi petugas lapangan KB/ PLKB maupun kader KB. Dalam meningkatkan kinerja kualitas petugas lapangan KB yang memuat juknis masuk dalam rumpun ilmu sosial ( juknis angka kredit ) maka sebagai pejabat fungsional PKB dituntut untuk membuat penilaian angka kredit sebagai syarat untuk dapat naik pangkat / golongan diatasnya , untuk kenaikan pangkat dari III/D ke golongan IV/A ada persyaratan khusus yang harus ditempuh yaitu membuat makalah tertulis dan menyajikan dalam bentuk power point serta mempresentasikannya dihadapan tim penilai perwakilan BKKBN provinsi Jawa Timur ( surat no 3189/KT.201/J.1/2012 )

hal tersebut dilakukan dikarenakan tekanan budaya lingkungan sekitar yang terpengaruh dari tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Permasalahan KB dalam pemberian pelayanan Beberapa permasalahan KB tersebut adalah : Jadwal pelayan MOW yang memberatkan petugas dan aseptor. PUP ( Pendewasaan Usia Perkawinan ) Meningkatkan angka usia kawin kurang dari duapuluh tahun didesa Jatisari Dusun Andongbang Kepala desa. Mudin . b.II. Aseptor IUD yang tidak dapat langsung dilayani pemasangannya karena kriteria medis yang baru ( iritasi keputihan dll ) Obat pendukung yang masih kurang . hal tersebut berdampak kepada terjadinya komplikasi ringan hingga komplikasi berat. MASALAH a. Tokoh agama seringkali membuat kebijakan menaikkan usia wanita sebagai syarat usia nikah sebagai contoh : Banyak anak yang baru lulus dari sekolah dasar khususnya kaum wanita yang usianya di “ mark up ” demi untuk memenuhi kriteria nikah . selain itu Kuarangnya mutu pelayanan medis dimana sering terjadi jumlah aseptor yang terlalu banyak mengakibatkan sering terjadinya jahitan hanya satu .

Dalam program PUP langkah yang dapat diambil untuk memecahkan masalah dalam program ini adalah dengan :  Melakukan pendekatan kepada tokoh formal ( kades.- Sulitnya mensingkronkan jadwal pelayanan dengan waktu para aseptor sehingga banyak aseptor yang memilih untuk mengundurkan diri c. Sedangkan dalam program ketahanan keluarga faktor-faktor yang menjadi kelemahan program ini adalah: Klompok kurang berkembang dikarenakan minant masyarakat yanga belum maksimal III. mudin. kurangnya pelatihan dan promosi pemasaran rendah d. petugas pencatat nikah ) dan informal ( Kyai dan ulama setempat . Pemberdayaan Keluarga a. Dukungan tokoh masyarakat yang masih kurang Saranan dan prasaranan yang masih kurang Pemecahan Masalah a. Ketahanan Keluarga a. Sulitnya kelompok untuk berkembang dikarenakan bebrapa permasalahan yang dihadipi dilapangan sebagai berikut kurangnya dukungan bantuan modal Sarana pendukung yang memadahi.

  Menggalakkan program wajib belajar delapan belas tahun Menunnda kehamilan pertama diatas duapuluh tahun dengan menggunakan kontrasepsi b. iritasi dll ) diobati dan  perlunya dukungan obat pendukung ( albothyl antiolid dan gnetianviolet dll ) c. Permasalahan kedua adlah pelayanan KB dan pemecahaan masalah yang dapat ditempuh diantaranya :  Memberdayakan IMP agar memiliki kemampuan medis KIE IUD contoh yang sering terjadi di lapangan seperti calo IUD tidak dapat langsung dilayani dikarenak harus memenihi persyaratan medis mens empat hari baru bisa terlayani kalo sakit ( keputihan. rawan perampokan ) dapat terlayani dengan baik  Memberi masukan petugas medis / kantor KB supaya mutu jahitan dapat ditingkatkan dengan demikian paska . Dalam Hal pelayanan MOW langkah yang dapat ditempuh diantaranya:  Mensingkronkan jadwal antar petugas kecamatan dengan kontor Kabupaten yang jelas dan tegas  Singkronisasi jadwal petugas KB dan aseptor KB yang ada di Kecamatan  Jadwal pelayanan dibatasi agar yang memiliki daerah orasional dengan kondisi medan yang sangat berat ( Pegunungan .

mengusulkan sara pendukung lewat musrenbang desa kecamatan maupun Kabupaten agar kegiatan ini lengkap (adanya timbangan .  Meningkatkan KIE pada IMP untuk mengaktifkan kembali kegiatan tribina. . LIFlet poster. Selanjutnya adalah pemberdayaan keluarga dengan pemecahan yang dilakukan:  Bekerjasama dengan Kabupaten untuk mendapatkan pinjaman modal lunak  Mengusulkan dalam musrenbang dari tingkat desa dan kecamatan untuk mengusulkan pelatihan bagi tiap kelompok yang nantinya dapat diikut sertakan di dalam pameran yang diadakan oleh BKKBN maupun instansi terkait seperti UKM. komputer dll ). APE . alat-alat olahraga. tensimeter.pelayanan kejadian komplikasi ringan dan berat dapat ditekan atau diminimalisir d. PNPM dan momen-momen yang ada e. Berikutnya adalah pemecahan masalah di dalam program ketahanan keluarga dengan jalan:  melakukan pendekatan dengan tokoh formal dang informal tentang pentingnya kegiatan bina-bina agar memperoleh perhatian serta ikut melakukan KIE pada masyarakat diwilayah masing-masing.

Untuk mengatasi hal tersebut penerapan sepuluh langkah PKB diharapkam dapat meminimalisir dan mengatasi masalah yang sering terjadi tersebut V. . Kesimpulan Dari beberapa realitas masalah yag telah dipaparkan diatas merupakan permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi oleh petugas lapangan PKB / PLKB dari penerapan 10 langkah PKB yang belum optimal. pengaturan jadwal yang kurang baik. Saran Dari kesimpulan ditas saran perbaikan yang dapat direkomendasikan adalah sebagai berikut: Pendalaman dan pemahaman sepuluh langkah PKB Manajemen jadwal yang harus ditingkatkan Mempersolid kerjasama antara aseptor dan petugas dilapangan dan dinas-dinas terkait yang berhubungan langsung dengan pelayanan dan program yang diberikan.IV. dan koor dinasi yang sering berjalan kurang lancar. Dalam usaha untuk mengatasi hal tersebut dan upaya mengoptimalisasikan pencapaian program yang hendak di implementasikan di lapangan.

DAFTAR PUSTAKA Juknis angkra kredit penyuluh KB BKKBN Provinsi jatim tahun 2008 Surat perwwakilan badan kependudukan dan keluarga berencana nasional Provinsi Jawa Timir tanggal 25 oktober 2012 no 3189/KT.201/J.I 2012 REK/KECR/I /KS/07 Petunjuk tehnik pelayanan kontrasepsi penerbit BKKBN tahun 2009 Petunjuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan BKB penerbit direktorat pengembangan keluarga BKKBN Jakarta 2009 Pedoman pengelolaan bina keluargga lansian direktorat pengembangan ketahanan keluarga BKKBN Jakarta 2009 Petunjuk tehnik pelaksanaan program KRR dan BKR bagi PLKB/PKB penerbit BKKBN provinsi jatim tahun 2009 Buku pedoman peran toga toma dalam program KBN tahun 2008 Buku pegangan kelompok PPKS direktorat pemberdayaan ekonomi keluarga BKKBN tahun 2009 .

Pucangsari 5. Dawuhan sengon Desa binaan terdapat lima desa : 1. Tambak sari 10. Cowek 5. Dawuhan sengon . Capang 6. Jatisari 7. Gerbo 13. Jatisari 4. Lebakrejo 12. Pucang sari 9. Gajah rejo 8. Sentul 4. Parerejo 3. Semut 11.Data basis Kecamatan Batas batas : Sebelah utara Kecamatan Purwosari Sebelah Timur Kecamatan Tutur Sebelah barat gunung Arjuna Jumlah desa ada 13 desa 1. Purwodadi 2. Purwodadi 2. Cowek 3.

Desa Purwodadi Jumlah PPKBD Jumlah sub PPKBD Jumlah kader KB Jumlah dusun Jumlah RT Jumlah rumah tangga Jumlah KK Jumlah jiwa Jumlah WUS Jumlah balita Jumlah PUS Jumlah peserta KB Jumlah bukan peserta KB Jumlah pencapaian PPM PB 2012 : 1 : 20 : 35 : 4 : 28 : 1343 : 1476 : L : 2609 P : 2623 : 1538 : 251 : 956 : 643 : 316 : 163 Pencapaian PB sampai dengan oktober 2012 PPM PA 2012 Pencapaian PA sampai dengan oktober 2012 Tahapan keluarga Jumlah keluarga Pra S KSI KSII KSIII : 358 : 306 : 265 : 465 : 141 ( 86.50% ) : 672 : 488 (72.61% ) .

KSIII+ Jumlah : 82 : 1476 Pembinaan ketahanan keluarga jumlah kelompok BKB jumlah BKL jumlah BKR jumlah UPPKS : 1 : 1 : 1 : 2 ( pia manah dan jamu instan ) .

Desa Dawuhan Sengon Jumlah PPKBD Jumlah sub PPKBD Jumlah kader KB Jumlah dusun Jumlah RT Jumlah rumah tangga Jumlah KK Jumlah jiwa Jumlah WUS Jumlah balita Jumlah PUS Jumlah peserta KB Jumlah bukan peserta KB Jumlah pencapaian PPM PB 2012 : 1 : 24 : 36 : 8 : 46 : 1592 : 1632 : L : 2709 P : 2720 : 1569 : 369 : 1153 : 763 : 390 : 151 Pencapaian PB sampai dengan oktober 2012 PPM PA 2012 Pencapaian PA sampai dengan oktober 2012 Tahapan keluarga Jumlah keluarga Pra S KSI KSII KSIII : 556 : 416 : 349 : 283 : 798 : 134 : 558 .

KSIII+ Jumlah : 26 : 1632 Pembinaan ketahanan keluarga jumlah kelompok BKB jumlah BKL jumlah BKR jumlah UPPKS : 1 : 0 : 0 : 2 ( usaha sayur dan kue kering ) .

Desa Pucangsari Jumlah PPKBD Jumlah sub PPKBD Jumlah kader KB Jumlah dusun Jumlah RT Jumlah rumah tangga Jumlah KK Jumlah jiwa Jumlah WUS Jumlah balita Jumlah PUS Jumlah peserta KB Jumlah bukan peserta KB Jumlah pencapaian PPM PB 2012 : 1 : 12 : 26 : 4 : 19 : 985 : 1040 : : 930 : 161 : 815 : 543 : 272 L : 2187 P : 2243 : 114 : 573 : 101 : 406 Pencapaian PB sampai dengan oktober 2012 PPM PA 2012 Pencapaian PA sampai dengan oktober 2012 Tahapan keluarga Jumlah keluarga Pra S KSI KSII KSIII KSIII+ : 730 : 200 : 60 : 44 : 6 .

Jumlah : 1040 Pembinaan ketahanan keluarga jumlah kelompok BKB jumlah BKL jumlah BKR jumlah UPPKS : 1 : 0 : 0 : 1 ( pembibitan TOGA ) .

91% ) .Desa Cowek Jumlah PPKBD Jumlah sub PPKBD Jumlah kader KB Jumlah dusun Jumlah RT Jumlah rumah tangga Jumlah KK Jumlah jiwa Jumlah WUS Jumlah balita Jumlah PUS Jumlah peserta KB Jumlah bukan peserta KB Jumlah pencapaian PPM PB 2012 : 1 : 24 : 30 : 6 : 24 : 1118 : 1236 : L : 2284 P : 2306 : 1993 : 122 : 793 : 531 : 262 : 127 Pencapaian PB sampai dengan oktober 2012 PPM PA 2012 Pencapaian PA sampai dengan oktober 2012 Tahapan keluarga Jumlah keluarga Pra S KSI KSII KSIII : 326 : 467 : 302 : 122 : 110 (86.61%) : 721 : 569 (78.

KSIII+ Jumlah : 30 : 1236 Pembinaan ketahanan keluarga jumlah kelompok BKB jumlah BKL jumlah BKR jumlah UPPKS : 1 : 1 : 0 : 2 ( olahan jamur dan aneka kripik ) .

Materi rakordes yang telah disusun dan dibahas dalam rapat terbatas. Dengan membawa konsep program 2. paling tidak antara unsur Pemerintah Desa/Kelurahan dengan unsur BPD 3. 4. Menyempurnakan konsep materi rakordes Pemantapan Kesepakatan 1. Dokumentasi dan pengarsipan KIE oleh tokoh masyarakat Tokoh masyarakat yang telah diadvokasi dan ikut menyapakati hasil rakordes didorong dan dimotivasi untuk turut berperan dalam upaya penyebarluasan hasil kesepakatan oprasional program melalui berbagai media yang ada di desa/kelurahan . Mematangkan program di langkah pertama dan ketiga dalam bentuk konsep komitmen atau membuat materi rakordes 2. 2.SEPULUH LANGKAH PKB Pendekatan Tokoh Formal 1. Melakukan rakordes sesuai materi rakordes yang dihasilkan dilangkah keempat 2. Melaksanakan advokasi kepala desa / kelurahan. Melakukan advokasi kepada pengurus BPD dengan membawa konsep program yang telah diadvokasikan kepada kepala desa / kelurahan Pendataan dan Pemetaan 1. Melakukan advokasi kepada tokoh agama dengan membawa konsep program yang telah diadvokasikan di lengkah pertama 2. 3. Mengumpulkan data wilayah kerja Mengolah data wilayah kerja Mengevaluasi data wilayah kerja Menganalisa data wilayah kerja Pendekatan Tokoh Informal 1. Melakukan advokasi kepada tokoh masyarakat dengan membawa program yang telah diadvokasikan kepada tokoh agama Pembentukan kesepakatan 1.

Menggerakkan IMP terutama yang klasifikasinya IMP dasar dan berkembang untuk mempersiapkan kegiatan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi 2. Menggerakkan IMP terutama yang klasifikasinya IMP dasar dan berkembang untuk mempersiapkan kegiatan pembinaan ketahanan keluarga dalam peningkatan kesejahteraan keluarga 3. Mendorong IMP yang kualifikasinya IMP mandiri untuk mempertahankan kinerjanya Pembinaan Peserta 1. Bersama-sama atau tanpa IMP melaksanakan kegiatan prakonseling dan kegiatan konseling kepada sasaran KB dan KS 4. 2. Menggalang kemitraan untuk kegiatan pelayanan KB/KS bersama masyarakat 5. Melakukan evaluasi pelaksanaan program KB/KS di wilayah kerjanya .Pembentukan Group Pelopor 1. Sosialisasi 8 fungsi keluarga dilingkungan tokoh foormal Sosialisasi 8 fungsi keluarga dilingkungan tokoh informal Sosialisasi 8 fungsi keluarga dilingkunganLSOM dan IMP Sosialisasi 8 fungsi keluarga kepada para keluarga Evaluasi. Melakukan pencatatan pelaporan KB/KS yang dibakukan 2. Memonitor pelaksanaan program KB/KS diwilayah kerjanya 3. Pencatatan dan Pelaporan 1. 3. Mengembangkan . memotivasi para keluarga yang telah mempunyai pengalaman dan merasakan manfaat program untuk menjadi teladan panutan keluarga lain Pelayanan KB 1. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful